This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Tampilkan postingan dengan label Tafsiran Matius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsiran Matius. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 Mei 2012
KECIL BERTUMBUH, SEDERHANA NAMUN BERGUNA
KECIL BERTUMBUH, SEDERHANA NAMUN BERGUNA
Matius 13:31-35
Mat 13:31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.
Mat 13:32 Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya."
Mat 13:33 Dan Ia menceritakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Mat 13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
Mat 13:35 Supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."
A.
Kerajaan Allah ingin dijelaskan dari yang kecil, yang nampaknya tidak berarti, dapat menjadi sesuatu yang berarti. Dalam menggunakan perumpamaan Tuhan Yesus menjelaskan dengan singkat, Kerajaan Sorga seperti biji sesawi dan seperti ragi. Banyak penafsir menyatakan bahwa perumpamaan ini serupa seperti perumpamaan dua sisi koin. Tafsiran pertama, yaitu bahwa pekerjaan menabur pada zaman Perjanjian Lama dikerjakan oleh pria, dan membuat roti dilakukan oleh wanita, jadi mengarah kepada hal kerajaan sorga soal pria dan wanita harus terlibat dalam kerajaan sorga. Tafsiran kedua, pada umumnya adalah kerajaan sorga mulai dari yang kecil. Biji sesawi ada 4 jenis, sinapris miga (berwarna hitam). Kerajaan sorga pola dari kecil sampai besar. Yesus dan murid-muridNya melayani dari nelayan menjadi para rasul yang berkembang dalam pelayanan. Ragi itu sedikit namun dapat mempengaruhi 3 sukat adonan , maka adonan dapat berkembang dan menjadi roti yang enak. Walaupun tidak nampak namun membawa dampak. Aplikasinya adalah sesederhana apapun jemaat, kita membawa untuk mereka dapat berdampak bagi pelayanan.
B.
Seorang Kristen dapat mempengaruhi banyak orang. Ragi 1:1000 dengan tepung, ragi masuk dalam tepung, sehingga kita pun harus masuk dalam kehidupan untuk dapat berdampak. Bagaimana dengan roti tidak beragi? Ragi dapat mengubah struktur dari tepung dalam molekul gula, menjadi mudah dicerna dan enak. Ragi dapat mengubah menjadi sesuatu yang lebih baik. Sebagai orang Kristen, kita dapat menjadi sesuatu yang lebih berguna dalam kehidupan.
C.
Berkaitan dengan persiapan minggu penginjilan: ukuran bukan soal, tapi pertumbuhan yang penting. 1) Dahan pohon sesawi menjadi keras dan dapat menjadi sarang burung, potensi bertumbuh dapat menjadi besar. Cth: bom atom yang 4 ton, dapat menghancurkan satu kota. 2) Ukuran bukan soal, daya tarik penting. Biji sesawi hitam itu menjadi daya tarik makanan burung. Orang Kristen harus punya daya tarik. 3) ukuran bukan soal, tapi manfaat yang penting. 4) Ukuran bukan soal, tapi tranformasi dampak yang dihasilkan, adonan tidak berubah, namun ketika diberikan ragi maka dapat berkembang. (ragi dapat mempengaruhi 3 sukat = 27 atau 30 kilo). Minoritas bukan berarti tidak berpengaruh.
D.
Sebelumnya dijelaskan perumpamaan ilalang dan gandum, ilalang dan gandum digambarkan sebagai anak Tuhan dan anak si jahat yang bersama-sama bertumbuh. Meskipun bersama-sama bertumbuh, kecil atau minoritas harus memberikan dampak dan semakin besar. Sebagai anak Tuhan kita bertumbuh dan berjuang bersama-sama juga, diantaranya ada orang yang tidak kenal Tuhan, namun pertanyaannya adalah apakah kita sudah memberikan dampak bagi pelayanan.
E.
Fokus pada ayat 31-32. Biji bukan biji yang terkecil dari biji di dunia, namun merupakan biji yang terkecil yang hari itu ditaburkan di Palestina. 1) Biji sepertinya tak berarti, namun biji istimewa, karena ada kehidupan. Kecil, hidup, menimbulkan pergerakan. 2) Biji itu dipersiapkan untuk menjadi tempat burung bersarang, memiliki tujuan khusus. 3) Biji di tabur di ladang, menerima perhatian khusus, dijaga, dilindung, dituntun untuk mencapai tujuan. 4) Biji dapat memberikan dampak yang besar jika berani ditanam menjalani proses, bertumbuh dan menghadapi tekanan di sekitarnya.
Aplikasi:
1) Ketika Tuhan Yesus membimbing murid-muridnya, dimulai dari kelompok yang kecil di sekitarnya, orang-orang yang penuh dengan kelemahan bahkan memiliki iman kecil, orang-orang yang tidak terpandang, namun orang-orang ini berani dipanggil keluar dari dunia dan berani diutus ke dalam dunia.
2) Biji itu kecil namun berdampak. Keselamatan diberikan sehingga dapat menjadi panutan konsep hidup orang2 percaya. Gereja harus dapat menjadi petunjuk arah apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam dinamika kehidupan.
3) Anak-anak Tuhan diutus dalam pengawasan Tuhan, tantangan pasti ada, namun itu resiko dari pelayanan.
4) Biji harus berani di tanam, setiap yang mengamini Kristus harus berani hidup tertanam dan menjalani proses menjadi semakin besar dan berdampak. Biji itu kecil namun kalau berani dibentuk oleh Tuhan, maka akan sangat berdampak dalam kehidupan.
Jangan menganggap remeh/rendah anugerah keselamatan yang Tuhan berikan, namun juga jangan terlalu sombong, harus menaklukan diri menjadi seorang murid yang taat.
F.
Kita tidak mengetahui cara Allah, yang berfokus pada Roh Tuhan dan bukan diri sendiri. Orang yang mengerti baru dapat bertumbuh (dalam tanah yang baik, pengertian itu diberikan oleh Roh Kudus itu sendiri). Banyak orang Kristen mengira sudah mengerti, sebenarnya belum. Semangat kekristenan adalah mati atas diri sendiri dan membiarkan Tuhan berkarya.
G.
Ada yang lebih penting dari biji sesawi, yaitu adalah Kerajaan Allah.
H.
Roma 14:17 menekankan definisi Kerajaan Allah. Kerajaan yang dipimpin oleh Allah, mengenai kebenaran. Yoh 14:6, Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup. Kerajaan Allah adalah berita tentang Kristus itu sendiri, dan yang dipimpin oleh Kristus. Kerajaan Allah memberikan damai sejahtera dan sukacita surgawi (Gal. 5:22)
I.
Bagian ini menggambarkan suatu kenyataan dalam kerajaan Allah, khususnya gereja sebagai bagian kerajaan Allah. Seluruh sejarah umum menyimpulkan bahwa mengapa orang-orang Galilea menjadi orang yang menaklukan dunia. Orang Galilea itu stereotipe orang rendahan, tidak ada kebanggaan. Namun ketika Romawi runtuh, kekristenan berdiri dan berkembang. Secara kalkulasi yang dihitung dalam kekristenan abad pertama, tidak ada fasilitas, tidak ada finansial, tidak ada kekuatan yang mendukung. Namun natur dari kerajaan Allah harus berkembang, tanpa gereja, tanpa dukungan apapun, harus berkembang. Kerajaan Allah termasuk gereja di dalamnya, pemerintahan di dalam Kristus akan terus dinyatakan dan berdampak. Dari keduabelas murid Yesus, ada 11 orang Galilea, artinya orang-orang yang dianggap kecil, lemah, nelayan, namun dari orang-orang kecil mereka menaklukan dunia.
J.
Sesuatu yang kecil jangan diabaikan karena Tuhan dapat bekerja dengan luar biasa.
Pertanyaan Refleksi (Kesimpulan: Pdt. Hendra Rey)
Apakah yang kita kerjakan bertumbuh?
Apakah yang kita berikan untuk sekitar kita?
Yang sedikit diserahkan ke tangan Tuhan, Tuhan dapat memberikan pengaruh yang luar biasa.
� Jika memulai pelayanan, mulailah dengan yang kecil. Disitulah mental kita bertumbuh.
� Jika melayani, tidak perlu kelihatan menonjol namun pengaruhnya besar.
K.
Di dalam Matius 13:31-35, Tuhan Yesus mengajarkan soal Kerajaan Allah dengan perumpamaan biji sesawi dan ragi. Mengapa Dia memberikan perumpamaan? Tujuannya adalah untuk memperjelas isi pengajaran-Nya khususnya bagi para murid-Nya. Selain itu, Dia hendak menyembunyikan kebenaran soal kerajaan sorga bagi mereka yang tidak percaya dan menolak kebenaran. Apakah makna dari perumpamaan Yesus tentang biji sesawi dan ragi itu?
1. Kerajaan Allah itu dimulai dari hal yang kecil yang tidak terlihat, tetapi itu terus bertumbuh dan berkembang ke luar menjadi besar (outward growth). Iman itu memang tidak terlihat tetapi jangan lupa bahwa Tuhan Yesus menginginkan Kerajaan Allah itu haruslah menjadi suatu tanda yang sangat nyata bagi dunia. Artinya iman yang kecil, yang tidak terlihat itu, haruslah terlihat dari perbuatan-perbuatan kita sehingga kerajaan-Nya menjadi nyata. Tuhan Yesus berkata bahwa kita adalah garam dan terang dunia dan melalui perbuatan kita yang baik maka nama Allah dipermuliakan (Mat. 5:13-16). Karena itu, mari kita bersaksi dan beritakan Injil agar kerajaan Allah semakin bertambah luas menguasai hati semua manusia yang beriman dan bertobat.
2. Kerajaan Allah itu bertumbuh dari dalam menuju keluar (inward growth). Iman kita harus bertumbuh dari dalam orang percaya dan pertumbuhan itu dapat terjadi jika kita rajin, tekun membaca firman, merenungkan Firman dan melakukan Firman Tuhan (Mzm. 1:2-3; Yos. 1:6-8; Rm. 10:17; bdk. 1Ptr. 2:2). Kita sebagai orang beriman tidak boleh memisahkan diri dari orang-orang yang tidak percaya, Karena justru kita ini diharapkan menjadi ragi yang menghamilkan adonan dunia yang bengkok, berdosa dan terbalik ini. Selamat menjadi tanda nyata Kerajaan Allah bagi semua orang.
L.
Perumpamaan hari ini ingin mengajarkan kepada kita semua apa artinya menjadi warga negara kerajaan Sorga. Hal-hal yang bisa kita amati adalah kemiripan dari bentuk dua macam biji ini, biji sesawi dan ragi, kedua-duanya begitu kecil, sederhana, remeh, akan tetapi begitu ditebarkan, dimasukkan ke dalam tepung terigu, mulai memberi pengaruh. Meski kecil, tapi pengaruhnya sangat besar. Hal-hal yang kecil di dalam hidup kita, apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh, seringkali kerajaan Sorga dinyatakan. Sepertinya tidak kelihatan, begitu remeh, seperti biji sesawi yang bentuknya hampir tidak kelihatan oleh mata, akan tetapi begitu dia tumbuh, dia akan tumbuh besar menjadi pohon yang paling besar.
M.
Melalui perumpamaan ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk melihat suatu pergumulan yang sangat berat, yakni hidup menjadi seorang Kristen bukanlah sesuatu yang sifatnya besar di titik pertama, namun dimulai dari sesuatu yang kecil. Sebagai contoh dapat kita temukan pada biji sesawi yang memiliki ukuran paling kecil dari antara aneka ragam bibit tumbuh-tumbuhan di bumi, yang meskipun awalnya itu kecil, tapi bisa menghasilkan sebuah pohon yang besar. Demikianpun halnya dengan ragi. Ketika ragi bercampur dengan adonan kue atau roti maka, sulit untuk melihatnya tapi kita dapat melihat dan merasakan adanya ragi di akhir proses memasak adonan tersebut. Dari sini, Tuhan Yesus mau mengajarkan bahwa KeKristenan itu harus dimulai dari hal yang kecil, sederhana dan penuh kerendahan hati. Yesus memulai pelayanan-Nya di dunia ini melalui hal-hal yang sederhana dan kecil (jumlah murid yang kecil/ sedikit), tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Dari proses awal yang kecil Inilah keselamatan yang besar terlaksana untuk kita. Inilah cara kerja Kerajaan Sorga.
Rabu, 21 Maret 2012
BERDERAP BAGI KERAJAAN ALLAH ( MATUS 10 : 5 - 15)

Pengantar
Dalam perjalanan suatu Kehidupan pada akhirnya mencapai suatu masa kematangan, kedewasaaan dan proses yang sampai pada goal atau tujuan nya; seperti;
(1) Buah dapat dipetik dan dinikmati saat matang, telah siap dipanen
(2) Makhluk Hidup pada masa tertentu akhirnya mencapai kedewasaan dan kemudian berkembang biak
(3) Manusia mencapai kedewasaan dan kemudian akhirnya meninggalkan orangtuanya untuk kemudian mandiri dan berkeluarga
(4) Dan termasuk tidak ada mahasiswa abadi, namun akan lulus dan mengamalkan ilmu pengetahuannya
Demikian pula seorang Murid Tuhan, maka ia akan sampai pada jenjang perjalanan kehidupannya untuk diutus untuk memuridkan orang lain (Matius 28:19-20)
Perikop dalam Matius 10:5-15, menyatakan Pengutusan Tuhan Yesus akan murid-murid-Nya, yang nyata pula diaplikasikan kepada setiap kita sebagai anak-anak Tuhan :
1. Murid Tuhan akan diutus
Tuhan Yesus mengutus semua murid-muridNya. Setelah masa tertentu dalam perjalanan kehidupan seorang anak Tuhan, dan menjadi murid Tuhan, maka tujuan akhirnya adalah mereka harus siap diutus, dan itu adalah panggilan keberadaan mereka, tidak ada yang bisa mengelak.
Tidak ada yang disimpan. Semua diutus dan tidak ada yang ditahan, tugas mereka (murid-murid) adalah pergi untuk memberitakan INJIL Keselamatan tidak ada yang diam, dan tidak melakukan apa-apa, semua berkaitan dengan pemberitaan Berita Kerajaan Sorga
Allah memanggil dan memakai semua orang dengan latar belakang kehidupan mereka, dan mereka semua sama diutus, dan dipakai Tuhan
2. Tuhan Yesus mengutus mereka untuk melayani yang terdekat dahulu. (ada sasaran)
Tuhan Yesus mengutus murid-murid kepada orang Israel terlebih dahulu, sebagai umat pilihan Allah, dan baru kemudian mereka diutus ke segala bangsa (see Mat 28:19-20). Ladang yang dapat dilayani adalah orang-orang yang terdekat dengan kita, termasuk keluarga, rekan dan tetangga.
3. Tugas yang diberikan Jelas : Memberitakan Injil Kerajaan Sorga
4. Kuasa Allah menyertai setiap Murid Tuhan.
Pelayanan pemberitaan Injil kerajaan Sorga, bukan berdasarkan kekuatan sendiri, namun bergantung sepenuhnya dengan kuasa Allah Roh Kudus. Kuasa Allah menyatakan kedaulatan-Nya melampaui kuasa dunia dan keputusasaan yang terjadi
5. Melaksanakan pemberitaan dan hidup dengan mengandalkan Tuhan dan tidak kuatir
� Kelompok 1
Agar misi berhasil :
(1) Hendaknya mengutus orang yang tepat, yaitu orang yang mau
dimuridkan. Dipersiapkan, dilatih, diajari,dll.
(2) Fokus, tidak menyimpang. ( ayat 5 )dan tahu sasaran.
(3) Ada berita yang difokuskan adalah tentang Kerajaan Allah
(4) Harus disertai kuasa Allah
(5) Percaya pada pemeliharaan Tuhan
� Kelompok 2
Latar belakang : pelatihan dari Tuhan bagi murid-muridNya.
(1) Orang � orang yang mau dicapai, mulai dari yang terdekat ke yang jauh
(2) Kabar berita dari Injil tersebut, tidak boleh terpisah dari berita Kerajaan Allah
(3) Kesaksian dari Injil, ada kuasa untuk menyembuhkan, membangkitkan, mengalahkan kuasa dosa, mengalahkan kerajaan gelap
(4) Prinsip dari pengabaran Injil, mendapat dengan cuma-cuma dan membagikan dengan cuma � cuma.
(5) Bersandar pada pemeliharaan saat pengabaran Injil, dengan iman
(6) Hasilnya diserahkan pada Tuhan
� Kelompok 3
Untuk berderap :
(1) Ada pengutusan
(2) Ada sasaran
(3) Ada berita yang disampaikan
(4) Ada kuasa dan janji Tuhan dalam berita
(5) Ada fokus dalam Penginjilan
(6) Ada motivasi
� Kelompok 4
Konteks dari Matius 10 : 1, Yesus memberi kuasa. PI yang benar mengandalkan akan kuasa Yesus. Pesan yang diberitakan adalah Kerajaan surga yang sudah dekat. Pesannya harus jelas dan tepat.
� Kelompok 5
Ayat 4, Yudas termasuk di dalam murid yang diutus, jadi masih ada kesempatan yang Tuhan berikan bagi Yudas untuk memberitakan Injil.
� Kelompok 6
Ayat 8 diberikan dengan cuma-cuma, ini menjadi satu prinsip dasar bahwa kita menerima anugerah dengan tanpa alasan, gratis, dengan tujuan untuk memberitakan Injil. Ketika kita memberitakan Injil, tidak ituang-itungan.
� Kelompok 7
Ayat 7 dalam pelayanan harus setia pada Tuhan. Dalam pelayanan tidak bisa sembarangan orang, tapi disurvey terlebih dahulu agar tepat.
� Kelompok 8
Sebelumnya Tuhan memanggil, lalu disini diutus. Orang Kristen dipanggil untuk diutus memberitakan Kerajaan surga, walaupun ada kegentaran, namun ada kuasa Roh Kudus yang akan menyertai.
� Kelompok 9
Motivasi atau fokus dalam pelayanan, melihat bagian yang mengatakan �dengan cuma-cuma� adalah seperti dalam melayani Tuhan kita seolah-olah �memanipulasi� akan pelayanan.
� Kelompok 10
Ayat 11, carilah seorang yang layak, di dalam Penginjilan kadang ada 1 hal yang terlupakan, apakah orang yang menerima Injil itu layak atau tidak. Orang yang layak adalah seperti domba, yang tidak layak seperti serigala. Ada yang menerima Injil dengan sukacita, ada yang menolak, menganiaya Injil. Ketika kita memberitakan Injil, sebenarnya Injil itu tidak murahan, jangan memberikan pada babi, Injil itu begitu mahal, dan tidak setiap orang bisa menerima Injil. Kadang memang ada orang yang bukan domba, tapi serigala. Orang yang seperti ini dikatakan � kebaskanlah�� artinya biarlah penghakiman Tuhan akan dating bagi mereka. Ada nilai penghukuman dalam pemberitaan Injil ini.
� Kelompok 11
(1) Tuhan memerintahkan murid-muridNya untuk ke lingkaran dalam
dulu. Kita juga bisa memulai dari keluarga.
(2) Jangan membawa perlengkapan. Karena perlengkapan ini bisa
menghambat.
(3) Injil tidak boleh dipaksakan dan murah
� Kelompok 12
(1) Memanggil murid ? apakah kita memiliki murid hari ini. Yang dididik dengan konsep yang jelas, dan mengenal Yesus dengan hidup bersama. Apakah kita juga adalah murid Tuhan, yang telah menerima kuasa dan mengalami kuasa Yesus tersebut.
(2) Beritakanlah pada seluruh dunia, karena tugas dengan Israel telah selesai. Ini adalah tugas setelah Yesus tidak lagi di dunia.
(3) Diterima dengan cuma-cuma, kita harus membawa kepada jemaat, bahwa keselamatan itu kita terima dari Yesus dengan cuma-cuma. Dan membawa orang untuk menjadi pengikut Tuhan dan bukan pengikut manusia.
(4) Sodom dan Gomora itu menjadi satu kejelasan dalam dunia ini adalah jika kita terima Yesus ke surga, dan jika tidak ke neraka, dan ini berlaku bagi semua orang yang ada di dunia ini.
� Kelompok 13
(1) Hanya memandang pada Yesus
a. Menampakkan diri
b. Otoritas
(2) Hanya melakukan saja
a. Menumbuhkan iman
b. Menyaksikan kerajaan Allah sudah dekat
c. Membangkitkan semangat pelayanan
(3) Hanya membagikan saja
a. Diberkati untuk menjadi berkat
b. Diselamatkan untuk diberitakan pada orang lain
Kesimpulan
(1) Pemuridan
a. Konsep nilai dari Yesus bagi murid-muridNya dalam hidup mereka.
b. Keteladanan adalah satu pelaksanaan dari konsep nilai
c. Ada turun naik namun menuju pada keserupaan dengan Kristus
d. Pelatihan, ada bimbingan, ada waktu untuk berbagi beban juga
(2) Sasaran dari Penginjilan jelas, dari yang dekat ke yang jauh
a. Jangan melintas ke Samaria � ini klu untuk dari dalam ke yang jauh
(3) Berita yang jelas
a. Tentang Kerajaan Allah, yaitu diri Kristus sendiri
(4) Keyakinan dan mengalami kuasa Allah
a. Kita rindu melihat orang lain mengalami kuasa Allah, tapi apakah kita juga sudah mengalaminya?
b. Keyakinan kita sebagai pemberita Injil harus lebih dahulu mantap sebelum kita memberitakannya
(5) Fokusnya kepada Tuhan, tidak kepada hal � hal yang duniawi.
(6) Orang yang responsive, harusnya bisa diperhatikan sungguh � sungguh, bahkan lebih berani bayar harga bagi mereka.
(7) Selalu memberi salam, terhadap orang yang menolak pun tetap kita harus memberi salam.
(8) Tidak perlu kecewa jika ada orang yang menolak.
Kamis, 08 Maret 2012
TAK SEKEDAR HIDUP, Matius 5:17-20
A.
Kecurigaan terhadapa Tuhan Yesus begitu tinggi dan jelas, karena itu Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk merubah hukum Taurat. Namun banyak orang yang ingin menjatuhkan Tuhan Yesus. Karena itulah, Tuhan Yesus mengkritik cara pikir orang Yahudi / ahli Taurat. Tuhan Yesus menegaskan meniadakan Hukum Taurat, sama dengan meremehkan Allah. Dan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Hukum Taurat itu adalah sikap dalam hati.
Implikasinya:
1. Hidup yang benar itu hidup yang datang dari Allah
2. Penilaian dalam jalan hidup kita harus sesuai dengan penilaian Allah
3. Hidup harus menjadi berkat
B.
Khotbah di bukit, adalah sebagai penyempurnaan dari hukum Taurat yang tidak bisa dilakukan oleh orang Yahudi (penulis buku etika Kerajaan Allah). Kelemahan pemimpin orang Yahudi (ahli Taurat dan orang Farisi) adalah merasa dirinya yang benar.
1. Tuhan Yesus mengajar bahwa kesempurnaan itu akan datang akhir zaman.
2. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu ada dan harus menjadi pusat bagi kehidupan kita. Sehingga kita tidak sekedar hidup.
3. Percaya bukan sekedar melayani.
C.
Ayat 20, yang dimaksud �jika kehidupan agamamu tidak lebih benar . . . � adalah:
1. Kebenaran itu harus membawa lebih mengenal Allah. Hukum Taurat diberikan untuk menyatakan siapa dan keberadaan Tuhan sehingga bangsa Israel dapat mengenal Allah yang sesungguhnya.
2. Kebenaran itu membawa pada penggenapan hukum Taurat yaitu kepada Kristus (ayt. 17). Sehingga melalui Firman kita bisa dituntun kepada Kristus.
3. Kebenaran itu memberikan nilai hidup yang sesungguhnya. Nilai hidup yang tertinggi adalah mengalami Kerajaan Sorga.
D.
Ada dua golongan ekstrim orang yang menghakimi dalam dunia ini:
1. Orang-orang yang pietis yang merasa diri paling rohani.
2. Orang-orang yang tidak peduli dengan agama yang penting hatinya.
Kedua sikap ini sombong, mungkin hal inilah yang ingin disampaikan oleh Tuhan Yesus.
E.
Apa Motivasi kita dalam melakukan tuntutan Tuhan itu?? Takut?? Apa bedanya kita dengan narapidana?? Mungkin saja kita belum ketahuan. Banyak orang tidak melakukan tuntutan Tuhan karena tidak ada efek secara langsung. Jadi hidup kita ngapain?? Melakukan kehendak Firman Tuhan bukan karena ketakutan tapi karena kasih kita kepada Allah.
F.
Mengenai sejarah orang Farisi:
Hati hati menjalankan HT karena belajar dari sejarah umat Israel keluar dari Mesir, namun tujuannya hanya untuk kemuliaan diri sendiri, bukan untuk memuliakan Tuhan. Jadi kehid kita harus mempunyai kehidupan > dari orang Farisi.
G.
Perlu ditekankan adalah bahwa dalam ayat 20 dikatakan jika kebenaranmu tidak lebih benar dari orang Farisi. Karena itu kita perlu menguji diri mengenai kebenaran yang ada di luar. Siapa yang kamu percaya? Apakah aku sungguh-sungguh di dalam Tuhan?? Dan apakah aku sudah membaca Firman Tuhan. Karena itu:
1. Pastikan hidupmu panas atau dingin.
2. Pastikan hidupmu makan makanan rohani yang benar.
3. Pastikan kamu kuat.
4. Pastikan kamu bertumbuh dengan benar sesuai dengan kebenaran.
5. Pastikan kamu bersukacita.
H.
Fenomena dalam PB, Tuhan Yesus sering ribut dengan orang Farisi dan ahli Taurat. Dalam hukum Taurat harus dibedakan antara hukum Taurat yang berasal dari Allah dan hukum Taurat yang menjadi buatan mereka. Tuhan Yesus menegur pengajaran mereka (Talmud dan Misnah) yang tidak sesuai dengan hukum Taurat.
I.
Apa kegunaan akan hukum Taurat:
1. Manusia mengerti akan dosa
2. Manusia sadar membutuhkan Penolong untuk masuk dalam Kerajaan Allah
J.
Ada orang yang menjalani hidupnya dengan sembarangan dan ada juga yang menjalaninya dengan berhati-hati. Kelompok yang pertama, hidup ditandai dengan prinsip, �Kumaha engke� alias hanya sekedar hidup; kelompok yang kedua, �Engke kumaha,� dengan demikian ia hidup di dunia tidak hanya sekedar hidup. Ia tidak seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang fokus hidupnya tidak berfokus kepada hidup dimasa depan. Tuhan Yesus ingatkan para muridNya agar jangan mencontohi prinsip dan gaya hidup mereka, di Matius 5:20, �Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.�
Matius 5:17-20? the substance of His message. Perikop ini mengungkapkan relasi Yesus dengan hukum Taurat. Ayat 17, menegaskan �Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi�� Jika Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat, apakah itu berarti bahwa semua hukum Taurat PL masih berlaku bagi kita sekarang? Dalam PL ada 3 kategori hukum:
? The ceremonial law. Berkaitan dengan ibadah penyembahan umat Israel (Im. 1:2,3). Ini tidak berlaku lagi sejak Yesus mati bagi kita. Prinsipnya: kita harus menyembah dan mengasihi Allah.
? The civil law. Berkaitan dengan tata cara kehidupan umat Israel (Ul. 24:10,11). Semua hukum sosial yang mengatur kehidupan bangsa Israel sudah tidak berlaku. Prinsipnya: kita perlu mengatur sikap hidup kita.
? The moral law. Ini adalah 10 Hukum Taurat Musa (Kel. 20:13). Ini masih berlaku dan diminta untuk dilakukan secara ketat. Yesus sendiri sudah mentaati hukum moral secara sempurna.
Ayat 20, menegaskan, �Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.� Kita semua tahu bahwa orang-orang Farisi dan para ahli Taurat adalah orang-orang yang berusaha mentaati dan melakukan hukum Taurat. Lalu mengapa Yesus memerintahkan kita supaya hidup lebih benar dari hidup mereka?
� Karena mereka merasa puas diri sudah mentaati hukum Taurat secara lahiriah. Padahal hati mereka jauh dari kerajaan Allah.
� Mereka tidak mengijinkan Tuhan merubah hati dan sikap hidup mereka. Dengan kata lain, mereka mengajarkan firman, tetapi tidak menghidupi firman, atau mereka tidak memiliki integritas antara iman dan perbuatan (Mat. 23:3).
� Karena itu, Yesus berkata bahwa kualitas dari kesalehan, kebenaran kita harus lebih besar daripada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, jika ingin masuk dalam kerajaan Allah.
Karena itu, Tuhan Yesus mau kita hidup tidak hanya sekedar hidup, tetapi menjalani hidup yang berkualitas, hidup tampil beda, hidup di dalam kasih dan ketaatan. Apa yang harus dilakukan?
1. Kebenaran kita harus bersumber dari apa yang Allah lakukan dalam hidup kita, bukan apa yang dapat kita lakukan dari diri sendiri.
2. Kebenaran kita harus berpusat kepada Allah (God centered) bukan diri sendiri (self centered).
3. Kebenaran kita harus berdasarkan relasi kita dengan Allah, bukan pengakuan orang lain.
4. Kebenaran kita harus melampaui sekedar menjaga hukum Taurat, tetapi menghidupi prinsip-prinsip dibalik hukum Taurat itu.
K.
Tuntutan hidup serta kualitas kerohanian yang Tuhan Yesus kenakan kepada anak-anak Tuhan sangat tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan pemimpin agama ahli-ahli Taurat dan orang Farisi kualitas kerohanian kita harus jauh lebih baik. Jika dilihat dari sisi ahli Taurat dan orang Farisi mereka adalah tokoh agama dan pemimpin rohani yang terhormat dan disegani dikalangan masyarakat. Mereka menjadi panutan serta teladan bagi masyarakat Yahudi.
Menurut pendapat orang banyak, mereka pasti adalah orang yang saleh serta baik, tetapi di mata Yesus kaulitas kerohanian mereka nol besar. Sebab, Allah tidak melihat secara fisik tetapi melihat hati dan iman kita. oleh karena itu, penampilan luar bisa menipu tetapi hati seseorang Allah pasti tahu. Allah tidak bisa ditipu dengan �kesalehan yang palsu� dari seseorang, maka hidup dan kerohanian kita harus benar sesuai dengan kehendak Allah. sebagai anak Tuhan kita tidak bisa sekedar menjadi orang Kristen, atau sekedar melayani tetapi harus melakukan semua itu sesuai dengan kehendak Allah.
L.
Hidup sebagai orang yang telah diselamatkan tidak boleh dijalani sembarangan. Allah menetapkan standar hidup rohani yang tinggi. Allah menuntut kita untuk hidup dalam ketaatan pada hukum Allah dan hidup benar dihadapan-Nya. Melakukan hukum tanpa disertai kasih yang sungguh-sungguh maka hukum akan menjadi beban yang memberatkan.
M.
Yang dikecam oleh Tuhan Yesus adalah ajaran orang Farisi yang menyalahtafsirkan Firman Tuhan di PL. Di ayat 17-18 Yesus mengatakan �janganlah kamu menyangkal untuk mengadakan hukum taurat ..� Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tidak mau membatalkan. Kesalahan orang Farisi dan ahli taurat adalah menafsirkan Firman Tuhan tidak tepat, seperti contohnya misalnya seseorang tidak boleh membawa beban pada hari sabat karena dianggap bekerja. Seperti contoh mengangkat jarum, membawa satu gelas minuman, menulis, dll. Ajaran seperti ini sangat bahaya karena akan memberikan pengertian yang salah, misalnya:
- Seseorang menyatakan kepada istrinya I�m sorry, I love you, pengertian sebenarnya adalah maafkan aku, aku mencintai kamu, tetapi bisa ditafsirkan aku menyesal mencintai kamu. Kesalahan seperti ini yang dibuat oleh orang-orang Farisi dan ahli taurat.
Bukti-bukti Tuhan Yesus tidak meniadakan Firman Tuhan di PL adalah:
- Yesus mempelajari PL dan menggunakan Pl untuk melawan godaan iblis sewaktu dicobai.
- Tuhan Yesus menyuruh orang-orang mentaati Firman Tuhan di PL ( Mat 8:4 cf Imamat 14:1-2 )
Tuhan Yesus datang untuk menyempurnakan hukum taurat yang adalah penuntun bagi kita. Seperti contohnya: Yesus datang supaya kita dibenarkan oleh iman. Jadi sejak Yesus mati di kayu salib, kita tidak perlu lagi mengorbankan binatang untuk menghapuskan dosa, namun arti persembahan tetap ada.
N.
Ayat 17b dijelaskan oleh Mat 5:20.Yesus disini ingin memberikan suatu penekanan tentang �kebenaran� dan �Keadilan� yang diperdebatkan oleh ahli taurat dan farisi, Yesus Kristus datang menggenapi seluruh Hukum Taurat Ia secara aktif dan sempurna mentaati seluruh perintah Allah. Ia mentaati seluruh perintah Allah tanpa cacat cela sehingga Ia memberikan kita �Jubah Kebenar-adilan� supaya kita dapat dibenarkan di hadapan Allah.
Ayat 19 adalah merupakan respon kita selaku orang percaya. Kalau Yesus telah menggenapi seluruh Alkitab, bagaimana dengan kita? Ayat 19-20 kata �Kerajaan Sorga� diulang 3 kali. Jika kita mau memiliki kedudukan yang baik di kerajaan sorga maka kita harus menghargai dan melakukan Firman Tuhan. Mempelajarinya, merenungkannya dan menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Firman Allah adalah fondasi iman kita, oleh sebab itu, dari Firman Tuhan itulah kita bisa memperoleh bukti tentang sikap kita di hadapan Allah. Firman Tuhan adalah pedang roh yang sempurna digunakan Allah untuk menuntun, membentuk kita, utnuk hidup berkenan kepadaNya.
Kamis, 01 Maret 2012
Kerajaan Sorga Tidak Jauh, Matius 4:12-17

A.
Kapernaun, kota yang tidak disebutkan dalam PL, tetapi dengan jelas merupakan kota yang cukup besar dan dikenal pada masa pelayanan Yesus. Kurang lebih 20 mil lebih ke utara Nazareth
Mengapa pindah?
a. Sudah mulai mendapatkan tekanan atau perlawanan di Nazareth
b. Mendapatkan dampak dari jumlah orang yang lebih banyak, karena Kapernaun kota yang lebih sibuk dan kotbah Yesus dapat meraih lebih banyak orang juga beritaNya lebih cepat menyebar.
c. Untuk mendapatkan dan memanfaatkan, menggunakan sumber-sumber dan dukungan lebih besar dalam pelayananNya
Ayat 15-16 : merupakan kutipan dari nubuatan mesianik dari Yesaya 8:23-9:1. Konteks Yesaya 8:23-9:1, berbicara tentang kegelapan daerah-daerah utara yang ditaklukkan oleh orang Asyur. Zebulon dan Naftali adalah dua dari 12 suku-suku Israel.Tanah Zebulan dan Naftali, terletak di utara dan barat Danau Galilea, dan Kapernaun ada di lokasi itu.Dengan mengutip ayat-ayat dari Kitab Yesaya, Matius menghubungkan pelayanan Tuhan Yesus ke PL, dan ini sangat menolong pembaca-pembaca Yahudi yang sangat familiar dengan bagian ini.
�Bertobatlah!� (present imperative) : Yesus memulai pelayanan kepada orang banyak dengan berita yang sama yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis (lih. Mat 3:2). Orang-orang harus bertobat karena pemerintahan Allah sudah datang dalam pribadi dan pelayanan Yesus Kristus. Berita �bertobatlah� adalah berita yang sama yang diwartakan seperti yang disampaikan Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus
Kerajaan Sorga : favorit atau ciri khas Matius, sebenarnya bersinonim dengan Kerajaan Allah dalam kitab Markus dan Lukas, merupakan karakteristik Yahudi dalam hormat dan takut untuk menghindari penyebutan nama ilahi, dan mengganti dengan kata sorga. Kerajaan Sorga, kerajaan Dia (Yesus) yang ada di sorga, bukan suatu kerajaan �sorgawi� dan �rohani� yang dibedakan dengan suatu kerajaan �bumi� dan �jasmani�. Kerajaan sorga sering dihubungkan dengan pemerintahan dan kedaulatan Allah, tetapi juga dapat berarti menunjuk kepada pribadi Yesus sendiri.Kerajaan sorga mulai ketika Allah menjelma jadi mansuia dalam pribadi Yesus Kristus dan masuk dalam sejarah manusia.
�Sudah dekat�, NASB �is at hand� (perfect indicative), NIV �is near� (perfect tense), satu kejadian yang telah digenapi di waktu lampau tetapi terus mempunyai hasil yang berkelanjutan, dan fakta itu ditegaskan dengan pemakaian mood indicative
B.
Misi Yohanes sudah selesai. Lalu dilanjutkan oleh Yesus, menghadirkan Kerajaan Sorga. Dan tugas panggilan ini harus dilanjutkan oleh gereja dan setiap orang percaya saat ini.
Zebulon, Naftali merupakan daerah gentiles. Artinya, berita keselamatan ditunjukkan juga bagi bangsa asing selain Yehuda.
Kerajaan Sorga sudah dekat menekankan akhir daripada segala sesuatu = sudah dekat dan pasti akan terjadi.
C.
KA berita inti dari misi
KA adalah Allah sendiri bersama dengan umatNya.
KA tidak jauh= - Dalam diri Tuhan Yesus sendiri (Rm 14;17; Yoh 14:6)
- Tuhan Yesus sudah datang menjadi manusia (Yoh 1;14)
D.
KA digambarkan dengan kehadiran Kristus di tengah orang percaya. Diteruskan dengan peran gereja di tengah dunia. Gereja sebagai komunitas orang percaya, harus meneruskan pesan ini kepada orang-orang yang membutuhkan keselamatan.
E.
KA menyangkut pemilihan.
KA menyangkut dampak, walau terlihat tetapi berdampak besar
F.
KA sangat penting dalam kehidupan iman kekeristenan
KA berbicara tentang otoritas Allah dlama kehidupan orang percaya
KA berbicara tentang kesaksian anak-anak Allah sebagai agen Kerajaan Sorga (dalam ranah praktis)
KA berbicara tentang waktu. Cepat atau lambat Tuhan akan datang.
G.
Hidup hari ini adalah kesempatan yg masih Tuhan berikan.
Hidup berdamai dengan Allah.
Menyelesaikan apa yang masih belum dikerjakan.
I.
Peace, Hope, Truth, Promise, Immortality and Salvation
Kerajaan = melekh bukan menunjuk pada kekuasaan secara geografis. Tetapi mengacu pada control.Dunia adalah KA. Sejarah dunia akan menuju tujuan akhir, baik melalui tangan pemeliharaanNya yg kuat, maupun melalui providensianya yg tenang (silence).
J.
KA tidak jauh
- Kehadiran KA kehadiran Allah secara fisik, dan dapat dirasakan, yang bertujuan:
� Mencari yg terhilang
� Memberikan jawaban
- Hadir membawa pembaharuan, yang memberikan pengertian jalan
- Terciptanya persekutuan dengan Allah, setia orang mengalami kasih dari Allah.
4 hal yang dapat terjadi bila KA sudah dekat
- Pembebasan hidup dari dosa
- Sukacita dan damai sejahtera
- Penempatkan hidup yg benar
- Berkarya dengan benar.
K.
KA sudah dekat dalam konteks pelayanan Yohanes Pembaptis dan Yesus. Dalam pemberitaan KA ada cost yg harus dibayar. TampilNya Tuhan Yesus bukan sbg pewarta KA tetapi pemilik KA.
3 Keindahan dalam KA:
- KA sebagai penggenapan janji Allah (to fulfil = tepat seperti yg dijanjikan dan
pasti benar alias tidak ada kepalsuan)
- Mampu dan sanggup memberikan perubahan (terang itu sudah datang�)
- KA memberikan jaminan pengharapan akan datang (�is near=present and future)
L.
KA = Kingdom secara kekuasaan dan Kingship. Jikalau Dia bukanlah Tuhan atas segala hal, maka Dia bukanlah Tuhan
Pemberitaan KA Yohanes Pembaptis menunjuk pada Tuhan Yesus sedangkan Yesus menunjuk pada kehadiranNya
KA sudah dekat=Imanuel. Bukan berarti everything is ok. Ada peperangan melawan kerajaan kegelapan yg tidak akan pernah berakhir.
KA sudah dekat=pertobatan terhadap bangsa-bangsa.
KA begitu dimiliki harus disampaikan kepada orang lain
Berita KA adalah penentu segala sesuatu
M.
Sorga adalah sebuah tempat yang dicari oleh semua orang di dunia ini. Sebab tempat itu menjanjikan kesenangan, keindahan, kenyamanan dan segala-galanya.... tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara menuju ke sorga itu. Manusia berasumsi bahwa masuk sorga dengan amal, ibadah, kesalehan, agama dll, ternyata semua cara itu tidak membawa mereka ke sorga. Sorga masih terlalu jauh dan seolah tidak bisa tergapai. Akhirnya, tidak ada pilihan lain manusia tetap mengerjakan semua itu sambil berharap mudah-mudahan bisa masuk sorga. Hal ini sangat berbahaya sekali, sebab masuk sorga sorga bukan urusan main-main tetapi sangat serius. Oleh karena itu harus diusahakan dan diperjuangkan mati-matian, karena ini menentukan kehidupan kekal kita nanti setelah kematian.
Firman Tuhan mengatakan, sorga tidak jauh dan tidak sulit di dapat. Yesus adalah Juruselamat dunia, Ia yang menghapus dosa dunia. Dan Yesus itu sudah datang ke dalam dunia ada dekat dengan kita manusia, sehingga asal percaya dan beriman kepada Yesus ada jaminan kepastian KESELAMATAN. Ini berita yang Yesus sampaikan kepada manusia ketika Ia datang ke dalam dunia ini. Tinggal kita memutuskan untuk percaya kepadaNya.
N.
Kehadiraan Mesias di tengah bangsa Israel ternyata tidak pernah disadari oleh orang-orang Yahudi. Mereka masih menantikan kedatangan Mesias sampai hari ini. Kematian Yohanes pembaptis membuat banyak orang menjadi bersedih dan putus asa karena dia dianggap nabi dari Allah; dalam situasi seperti itu Yesus tampil dan menyerukan berita keselamatan �bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat�. Kerajaan sorga sudah dekat karena ada di dalam diri-Nya, tapi sayang sekali berita itu dianggap angin lalu. Berita itu harus tetap kita beritakan karena Yesus tidak pernah jauh, Dia ada dihati setiap orang percaya.
O.
Bertobatlah sebab kerajaan surga sudah dekat adalah berita utama dari pelayanan Yohanes pembaptis. Yohanes pembaptis dengan suara keras tegas dan lantang menyerukan berita pertobatan pada segala lapisan orang pada waktu itu. Pada waktu itu, masyarakatnya hidup dalam kegelapan. Ia mencela kejahatan raja Herodes karena kawin tidak sah dengan adik iparnya dan kejahatan lainnya. Ia menegur pemimpin agama yang melakukan agama secara formalitas saja. Ia mengutuki masyarakat yang hidupnya tanpa ingatan pada Tuhan. Akibat teguran yang keras ini, Yohanes pembabtis dianggap menghina raja Herodes. Keberaniannya ini membawa dia masuk penjara dan kepalanya dipenggal. Setelah itu, Tuhan Yesus masuk ke arena dan memulai tugasnya. Berita yang sama (bertobatlah karena...... ) disampaikan lagi oleh Tuhan Yesus. Suara kebenaran tidak bisa dihentikan oleh siapa pun, sebab suara kebenaran adalah suara Allah atau Firman yang kekal. Di balik teguran yang keras ini terletak kasih yang dalam kepada umat manusia yang berdosa, agar mereka berpaling dari jalan yang sesat dan tidak binasa karen kerjaan Allah atau pemerintahan Allah sudah masuk ke dalam dunia melalui pribadi Yesus.
P.
Kerajaan atau Pemerintahan Allah atas bangsa terpilih dan melalui dia atas dunia seluruhnya merupakan pokok utama dalam pewartaan Yesus, sebagaimana juga dicita-citakan oleh teokrasi Perjanjian Lama. Kerajaan Allah itu melingkupi suatu "kerajaan orang kudus", yang rajanya ialah Allah, oleh karena kekuasaan serta pemerintahannya sebagai raja benar-benar diakui oleh mereka berdasarkan pengetahuan dan kasih. Kerajaan/ pemerintahan Allah itu telah dirongrong oleh pemberontakan ialah dosa, sehingga perlu dipulihkan oleh turun tangan Allah yang berdaulat serta MesiasNya, justru turun tangan itulah yang diwartakan oleh Yohanes Pembaptis dahulu dan sekarang oleh Yesus sebagai sesuatu yang di ambang pintu. Yesus sendiri mewujudkan turun tangan itu bukanlah melalui suatu kemenangan layaknya seorang pejuang atau melalui kemenangan nasionalis sebagaimana diharapkan orang banyak, melainkan dengan cara yang rohani belaka, sebagai "Anak Manusia" dan "Hamba Tuhan", melalui karya penebusan yang merenggut manusia dari genggaman dan kekuasaan musuh.



21.24
Supplier Buku-Buku Rohani