Tampilkan postingan dengan label Tafsiran R Petrus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsiran R Petrus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Maret 2012

Tak Lekang Dimakan Waktu (1 Petrus 1:22-25, Amsal 30:5)


A.
Apa itu membaca dan mempelajari Alkitab?
Membaca dan mempelajari Alkitab adalah memberikan waktu yang khusus untuk mengerti isi hati Tuhan.
Membaca dan mempelajari Alkitab dengan cara:
1. Membaca secara keseluruhan untuk mengetahui garis besar dari isi Alkitab.
2. Membaca dan menyelidiki Alkitab.
3. Membaca dengan devosional, mengerti secara mendalam, menemukan pengajaran di dalamnya.
Dalam proses ini perlu pertolongan Roh Kudus untuk memahami firman Tuhan.

B.
Mengapa kita perlu bertekun membaca dan mempelajari Alkitab?
Membaca dan mempelajari Firman Tuhan berkaitan erat dengan motivasi.
Ada 7 alasan mengapa bertekun membaca dan mempelajari Alkitab:
� Manusia seringkali kebingungan
� Manusia tidak pernah tahu ujung kehidupan sehingga firman dapat dipegang senantiasa, selain
� Manusia seringkali berbelok dari kehendak dan rancangan Tuhan, karena itu firman mengembali
� Manusia membutuhkan pertumbuhan, karena merupakan makanan rohani karena dapat memberikan pertumbuhan. Bertekun artinya terus menerus dilakukan dalam Tuhan
� Firman adalah pengharapan dan petunjuk dalam kehidupan.
� Firman yang membimbing dan menuntun sebagai terang

Firman sebagai perisai yang menolong Bertekun itu harus terus menerus dilakukan.

C.
Kapan waktu yang tepat bagi kita untuk memulai membaca dan mempelajari Alkitab dan kapan kita mengakhirinya
1. Bagi kita: setiap waktu yang tepat bagi kita, bisa pagi hari atau malam hari. Namun tetap harus ada komitmen dan dilakukan secara terus menerus.
2. Bagi keluarga: sejak keluarga itu dibentuk. Bagi anak-anak, yaitu sejak anak-anak lahir hingga mereka mencapai usia dewasa.
Membutuhkan komitmen dan konsistensi dalam membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

D.
Di mana tempat yg tepat untuk kita membaca dan mempelajari Alkitab:
� Tidak alasan untuk tidak mempelajari Alkitab, membatasi kita mempelajari Firman Tuhan. Tidak sekedar sembarang tempat tapi juga harus ada pola pribadi.
� Bukan dilihat siapa pembicaranya tapi berfokus pada firman Tuhan yang hidup. Bukan karena pribadi tertentu kita belajar firman Tuhan. ? kerinduan kita GII HIT menjadi tempat belajar favorit setiap jemaat.

Tambahan:
1. Jemaat menyediakan tempat khusus untuk membaca dan mempelajari Firman Tuhan sehingga ketika melihat tempat itu jemaat mengingat untuk membaca dan mempelajari Alkitab.
2. Tempat yang memotivasi kita untuk belajar Firman Tuhan
3. Setiap orang harus memiliki tempat di mana dia merasa nyaman untuk berdoa, membaca dan mempelajari Firman Tuhan.
4. Membaca dan memplajari Firman Tuhan bisa dilakukan secara pribadi dan juga secara berkelompok ( baik secara PA/care group ).
E.
Siapa yang seharusnya bertekun dalam membaca dan mempelajari Alkitab?
Semua orang harus bertekun dalam membaca dan mempelajari Alkitab.
1. Orang percaya yang mau bertumbuh, ada kerinduan untuk mengenal siapa Allah, mengerti kehidupan-nya dan ingin memaknai kehidupannya.

F.
Bagaimana cara membaca dan mempelajari Alkitab dengan baik dan benar?
1. Perlu disiplin pribadi
2. Ada bacaan lengkap setahun atau buku renungan yang tepat
3. Mencatat kotbah-kotbah atau renungan dan kemudian mempelajari kembali
4. Dihafalkan
5. Dengan membentuk diskusi kelompok
6. Kontemplasi,yaitu membaca,merenungkan dan menghayati Firman.
G.
Firman Allah akan tetap kekal dan abadi selamanya, meskipun berbagai macam cara dan usaha dilakukan untuk menghalangi perkembangan Injil tetapi tidak ada satu pun kekuatan yang sanggup menghentikanNya. Allah tetap berdaulat untuk melakukan rencanaNya serta kehendakNya untuk menyatakan kasihNya kepada semua orang yang berdosa. Sampai hari ini firman Allah tetap dan akan terus diberitakan dan sampai dunia ini berakhir firman Allah tetap bekerja menyatakan kebenaranNya, walaupun usaha untuk menghambat terus terjadi tetapi firman Allah tetap kekal dan abadi.

H.
Bagi dunia segala sesuatu adalah relatif tetapi kebenaran Allah adalah mutlak. Kebenaran Firman Tuhan adalah mutlak, maka tidak ada satupun yang dapat menggoyahkan kebenarannya. Kebenaran itu yang mengubah murid-murid Tuhan Yesus dari ketakutan menjadi penuh keberanian, dari keputusasaan menjadi berpengharapan. Kebenaran itu juga yang mengubah jutaan orang berani menyuarakan bahkan mati martir untuk kebenaran itu. Kebenaran Firman Tuhan tidak pernah bisa dibungkam dan dihalangi.

I.
Di dalam FirmanTuhan, terkandung hikmat yang akan menjadi seperti tongkat pengukur bagi kita. Segala sesuatu yang kita perbuat dalam hidup ini, akan diukur dan dinilai: Sudah sesuaikah hidup kita dengan Firman Tuhan atau selaras dengan kehendak-Nya? Firman Tuhan punya cara tersendiri untuk mengoreksi, menegur serta membongkar kedagingan kita, karena �� Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana-pun,� semakin kita banyak membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kita akan semakin memiliki kepekaan dan semakin mampu membedakan manakah yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan mana yang tidak. Firman Tuhan akan membantu kita untuk bisa membedakan apakah motivasi kita itu benar atau salah. Jadi FirmanNya akan menunjukan kepada kita tindakan yang salah dan mengajarkan bagaimana bertindak dan hidup benar bagi Tuhan dan juga kepada orang lain.

J.
1. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin mengenal Allah penciptanya.
2. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin mensyukuri keselamatan yang dialaminya.
3. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin memahami kebenaran dan bagaimana hidup di dalamnya.
4. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin tahu bagaimana hidup dalam kehendak Allah
Hal ini berarti bahwa, tanpa membaca Alkitab sangat sulit bagi seorang percaya untuk mengalami pertumbuhan dan kedewasaan rohani.

K.
Kehidupan orang percaya tidak bias dipisahkan dari Firman Tuhan. Jika kita tidak setia dan tinggal dalam Firman Tuhan, kehidupan iman Kristen tidak akan bertumbuh baik. Bila ini terjadi dalam hidup orang percaya maka orang percaya akan mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran. Di samping itu, tanpa Firman Tuhan, sulitlah bagi manusia untuk bertahan dan lalu menang dalam pergumulan hidup di dunia.
Pentingnya Firman Tuhan :
1. Menumbuhkan Iman orang percaya
2. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan orang percaya
3. Menguatkan orang percaya
4. Memberikan sukacita bagi orang percaya
Mengapa?
1. Karena Firman Tuhan menjelaskan isi hati-Nya
2. Karena Firman Tuhan menjelaskan perintah-Nya
3. Karena Firman Tuhan menjelaskan rencana agung-Nya
4. Karena Firman Tuhan menjelaskan janji-Nya

Kamis, 17 November 2011

Membawa Kasih & Damai (1 Ptr 3:8-12)



MEMBAWA KASIH DAN DAMAI
(1 PETRUS 3:8-12)

3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Tujuan :
- Jemaat memahami jati diri seorang pengikut Kristus sebagai pembawa kasih dan damai, bukan sebaliknya.
- Jemaat membawa kehidupan yang menjadi berkat bagi orang sekitarnya.

PENDAHULUAN
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penerima Surat Petrus yang pertama ini adalah jemaat non-Yahudi sebagai pendatang yang hidup di beberapa kota: Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1:1). Mereka hidup dalam penganiayaan bukan karena mereka sudah melakukan suatu kesalahan tertentu, melainkan karena status mereka sebagai orang Kristen. Hal inilah yang kemudian menjadi tujuan surat penggembalaan (sekaligus konteks penerima surat) ini yaitu agar jemaat tetap tegar dan teguh di tengah penganiayaan yang berusaha menghimpit mereka dan mencabut iman mereka.

PENJELASAN
Perikop yang dibahas pada pertemuan ini (1Ptr. 3:8-12) adalah sebuah kesimpulan yang disampaikan oleh rasul Petrus (perhatikan frasa �Dan akhirnya�). Kesimpulan dari apa? Kesimpulan dari segala nasihat yang disampaikan mulai dari 2:11 yang sekaligus menjadi konteks dekatnya.
Dalam kesimpulannya yang dimulai di ayat 8, rasul Petrus memberikan lima perintah:
1. Hendaklah kamu semua seia sekata (NRSV-unity in spirit),
2. (Hendaklah kamu semua) seperasaan (NLT-sympathize with each other),
3. (Hendaklah kamu semua) mengasihi saudara-saudara (NLT-love each other as brothers and sisters),
4. (Hendaklah kamu semua) penyayang (NASB-kindhearted),
5. (Hendaklah kamu semua) rendah hati (NLT-keep in a humble attitude).

Kemudian rasul Petrus juga mengingatkan agar setiap jemaat meneladani Tuhan Yesus, yang sudah memanggil mereka �ke luar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib� (2:9b), dengan cara tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, atau (membalas) caci maki dengan caci maki (lih. Mat. 5:38-48 dan Luk. 6:27-36), melainkan membalasnya dengan kebaikan (3:9).

KESIMPULAN
Manusia memiliki kecenderungan untuk membalas kejahatan dengan segala macam alasan dan pertimbangan yang masuk akal dan dapat ditoleransi, terlebih kalau mereka dizolimi dan diperlakukan dengan tidak adil. Akan tetapi Tuhan justru meminta agar setiap orang percaya mengingat �panggilan Kristen� kita untuk memberkati orang lain, bahkan kepada mereka yang telah berbuat jahat. Inilah tuntutan Tuhan atas hidup Kristen kita, yang berbeda dengan cara pandang dan pola pikir dunia. Bukan hanya melakukan hal yang baik kepada orang yang berbuat baik, melainkan juga kepada orang yang bersalah kepada kita. Bagian kita adalah untuk taat dan melakukan segala yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada kita, dan niscaya Dia akan memperkenan hidup Kristen kita dan memberkati kita �Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong� (3:12).

A
Ay. 12, menjadi dasar pengungkapan Petrus tentang kasih dan damai, Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." Istilah �coram deo�, hidup di hadapan Tuhan, sebagai orang percaya kehidupan kita diperhatikan oleh Tuhan. Sehingga kita bertanggungjawab atas apapun yang kita lakukan. Bila Tuhan menjadi pondasi dalam kehidupan kita, sehingga ada 3 hal:
1. Ay 8, hidup dalam harmoni, hanya bisa terjadi bila ada simpatik, kasih persaudaraan, perhatian, dan kerendahan hati. Itu semua adalah karakter Tuhan, yang juga seharusnya kita hadirkan dalam diri, sehingga hidup harmoni di dalam Tuhan.
2. Ay. 9, jadilah berkat. Kecenderungan manusia adalah membalas kejahatan 2-3x lipat, bila ada kesempatan untuk melampiaskannya. Hal ini dapat merusak harmoni, itulah sebabnya Petrus mengajarkan kepada kita agar kita membalas dengan berkat, tidak dengan kejahatan.
3. Ay. 10, �ia akan melihat hari-hari baik�, ketika melewati hari dengan pertengkaran, pembunuhan, percekcokan, itu bukan hari-hari baik. Namun, kita harus mengusahakan hidup dengan kasih dan damai.

B
1 Petrus,
1. hubungan manusia dengan Tuhan
2. hubungan dengan orang-orang terdekat
3. hubungan dengan saudara seiman
4. hubungan dengan semua orang.
Mudah bagi manusia berhubungan baik dengan Tuhan dan keluarganya, namun yang menjadi masalah adalah dengan sesamanya. Dalam 1 Petrus ada 5 M(mencintai hidup, mau melihat hari-hari baik, menjauhi yang jahat, melakukan yang baik, mencari perdamaian). Mencintai hidup ? mencintai Tuhan yang memberikan hidup, sehingga dapat membawa kasih dari Tuhan kepada lingkungannya, bahkan orang yang belum percaya kepada Tuhan. Hidup dalam Tuhan, menjadi sumber damai bagi kehidupan.

C
Ay. 9, dipanggil untuk memperoleh berkat. Bila ada seorang yang bersalah, pertanyaan pertama adalah �apakah kamu orang Kristen?� bila berkompromi maka dibebaskan. Berkat yang dimaksudkan Petrus adalah dalam 1 Petrus 1:6-7, iman yang teruji yang muncul seperti emas. Iman itu terwujud dalam perbuatan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, atau dengan caci maki.

D
Apa yang dipikirkan lingkungan tentang orang Kristen?

E
Petrus berbicara panggilan hidup bagi orang percaya, penekanan 9-12, hidup yang diberkati agar menjadi saluran berkat. Kejahatan dibalas dengan kejahatan manusiawi, Kebaikan kebaikan alami, Kebaikan dengan kejahatan duniawi, Kejahatan dengan kebaikan sorgawi.

F
Instropeksi: apakah kita sudah menjalankan apa yang kita kotbahkan? Menjadi teladan bagi jemaat kita?

G
Orientasi hidup kita terhadap pola hidup, berkat, dan pemikiran, bila itu semua telah berada dalam lingkaran firman Tuhan. Maka kehadiran kita dapat membawa berkat dan damai. Teladan Kristus dalam prinsip inkarnasi adalah orientasi hidupNya bukan untuk kepentingan sendiri, melainkan untuk membawa kasih dan damai.

H
Harga yang perlu dibayar ketika kita membawa kasih dan damai:
1. Siap disakiti dan diperangi � ayt 9
2. Siap mengasihi orang yang tidak layak dikasihi.
3. Siap memberkati orang yang tidak layak diberkati.

I
Kita tidak dapat membawakan kasih dan damai. Karena mereka menghadapi kenyataan hidup yang menjepit mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dalam 1 Petrus ditegaskan untuk melakukan perbuatan baik, dimanapun kita berada melakukan perbuatan baik, dengan demikian kasih dan damai terkandung dalam perbuatan baik kita.

J
Latar belakang yang penting disampaikan dengan lugas adalah seia-sekata, seperasaan, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.
1. Penderitaan itu membawa efek, bisa membuat orang menjadi egois,
2. penderitaan yang disebabkan oleh pemerintahan Romawi, namun Petrus menegaskan untuk mengasihi mereka yang menyebabkan penderitaan.
Teladan Dalam pasal 2, ditekankan tentang penderitaan Kristus yang luar biasa.
Pemeliharaan Tuhan, ay 12. Dalam kondisi apapun juga, percayalah bahwa Tuhan memelihara, �hidup dalam persaudaraan, dalam kasih.�

K
Pada waktu Petrus menuliskan surat ini ditujukan kepada mereka yang menderita oleh karena penganiayaan yang bukan karena kesalahan mereka. Biasanya responnya adalah mata ganti mata, gigi ganti gigi. Bagaimana seharusnya kita berespon?
1. Bertindak berdasarkan belas kasihan ? karena seperti itulah Tuhan memperlakukan kita.
2. Menjadi teladan dengan meneladani Kristus, yang membalas kejahatan dengan kebaikan.

L
Bobby Leach, pd 1911, tokoh stuntman yang paling disegani, terjun ke air terjun Niagara dengan sebuah tong, namun suatu saat dia terpeleset kulit jeruk dan meninggal dunia.
1. Seringkali perdamaian rusak karena hal yang kecil
Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

M
Konteks dari 1 Petrus 3:8-12 adalah berbicara tentang karakteristik orang Kristen yaitu hidup dalam kasih dan damai diantara saudara seiman. Kita sering berpikir bahwa hidup damai berarti tidak hadirnya konflik. Seorang pembuat damai yang efektif ialah orang yang mengusahakan damai dengan membangun relasi yang baik dan tahu bahwa damai itu hasil dari sebuah komitmen. Pembuat damai mengantisipasi masalah dan berhubungan dengan masalah itu sebelum ia muncul. Tatkala masalah muncul, itu diselesaikan sedini mungkin, sebelum sampai membesar. Bagaimana hidup dalam kasih dan damai dalam gereja Tuhan?
1. Hidup dalam keharmonisan. Pada ayat 8, Petrus mendaftarkan empat kualitas hidup yang harus mewarnai karakter orang percaya. Kualitas-kualitas ini akan menolong orang percaya dalam melayani Allah secara efektif.
a. Simpati.
b. Mengasihi.
c. Berbelaskasihan.
d. Rendah hati.
2. Melepaskan hak untuk menuntut balas. Hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, soal membalas jahat dengan jahat; saling menjatuhkan dan saling membunuh, itu hal yang biasa. Namun hidup dalam kerajaan Allah soal membalas kejahatan itu bukanlah sikap dan gaya hidup orang percaya. Pada ayar 9, Petrus tegaskan bahwa orang percaya tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Itu adalah haknya Tuhan (Rm. 12:19). Pengampunan bukanlah hal yang adil. Sungguh tidak adil ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan juga tidak adil ketika Anda harus mengampuni orang lain. Langkah pertama dalam memaafkan adalah tidak mengambil tindakan penegakan keadilan secara pribadi. Biarlah Allah yang akan menjadi Hakim yang tidak memihak. Setiap kali anda teringat betapa anda telah disakiti, lepaskanlah ingatan itu. Sangatlah menyenangkan bisa tetap teguh. Saat Yesus ditanyai berapa kali kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, Dia menjawab 70 kali 7. Dengan kata lain, kita harus terus mengampuni, tanpa batas.
3. Menguasai perkataan kita agar menjadi berkat. Pada ayat 10, Petrus ingatkan kita agar berhati-hati dengan perkataan. Hidup mengontrol lidah juga dijelaskan dalam Yakobus 3:2-18. Dalam budaya Yahudi, mengajar adalah sebuah profesi yang dianggap sangat bernilai dan terhormat. Sehingga banyak orang Yahudi termasuk yang Kristen ingin menjadi guru. Namun Yakobus mengingatkan kita bahwa mengajar itu memiliki tanggung jawab yang besar. Karena perkataan dan teladan hidup kita akan mempengaruhi kehidupan rohani orang lain. Tuhan Yesus menegaskan hal yang sama dalam Matius 12:36-37, �Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." Semakin banyak kita berhasil control lidah/perkataan, semakin banyak kerusakan dapat dikurangi. Karena itu, mari kita control lidah atau perkataan kita. Jika kita adalah seorang guru atau pemimpin, apakah anda membawa dampak yang baik bagi mereka yang anda pimpin?

N
Standar moral orang percaya harus berbeda dengan standar umum, kalau dunia memiliki semboyan kejahatan di balas dengan kejahatan tetapi dalam pandangan iman Kristen kejahatan di balas dengan kasih. Dari perbedaan prinsip ini akan membawa hasil yang berbeda pula, kejahatan di balas dengan kejahatan akan menghasilkan dendam yang berkepanjangan tetapi kejahatan di balas dengan kasih akan membawa damai serta kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Karena kasih menutupi segala kebencian, amarah dan hawa nafsu manusia.
Kasih ilahi harus dijadikan dasar dalam hidup bersosialisasi baik dalam lingkungan orang percaya (gereja) terlebih dalam lingkungan masyarakat luas, sehingga memberikan ciri tersendiri bagi orang percaya. Sehingga orang lain melihat bahwa di dalam iman Kristen ada keunikan yang indah untuk diteladani dan di imani.

O
Hidup bersama dengan rukun dan damai merupakan dambaan bagi setiap orang. Untuk menciptakan hidup rukun dengan dilandasi kasih tidak mungkin datang dengan sendirinya, harus ada perjungan dan pengorbanan. Pengorbanan apa? yaitu memwujudkan kasih persaudaraan dengan tulus. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kasih seperti yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Jika setiap orang percaya berusaha mewujudkan kasih itu maka hidup rukun bersama dalam damai pasti akan terjadi.

P
Adanya kasih dan damai, timbul dari kesadaran karena org itu mau merendahkan diri, disamping itu kedamaian juga berkaitan dengan keadilan. Keadilan memberikan andil didalam kedamaian, keadilan sendiri juga berdasarkan kasih. Olek karena itu Yesus selalu berbicara tentang Kasih, karena dengan kasih, ada kedamaian, dan karena kasih ada keadilan. Jadi kalau segalanya bermuara pada kasih, maka kita sudah mendatangkan kerajaan Allah.( Matius 5 : 9). Paulus mengatakan bahwa orng boleh memiliki segalanya, bahkan boleh berbicara dengan bahasa malaikat, namun, jika tidak ada kasih semuanya sia2.

Q
Mengapa orang Kristen harus membawa KASIH dan DAMAI?
Karena memang itulah yang diperintahkan YESUS.
Ciri seseorang yang telah memiliki KRISTUS adalah memiliki Kasih. Kasih bertolak belakang dengan Kebencian, Kasar, tidak mengampuni, tidak suka menolong, egois dsb. Sehingga, jika sesorang memiliki Kasih, dimanapun ia berada, dalam situasi apapun, berhadapan dengan tipe manusia apapun, pasti ada DAMAI.
Hanya dengan memiliki kerendahan hati, seseorang bisa memiliki kasih dan damai. Dengan sifat yang penuh kasih dan suka berdamai kita bisa menjadi berkat bagi lingkungan kita. Di rumah tangga, pekerjaan, dan dalam pelayanan kita.

R
Orang percaya harus mampu menghadirkan kasih dan damai yang sejati bagi dunia ini, agar olehnya dunia dapat berdamai dengan Allah. Sebagaimana Kristus hadir dalam sejarah umat manusia, Ia mampu memperlihatkan sebuah perbedaan kualitas hidup yang tiada taranya. Tuhan Yesus mampu menyentuh hati orang2 dalam lingkungannya dengan sentuhan kasihNya yang melimpah ruah. Ia memperlihatkan bagaimana caranya mengasihi orang berdosa dan mengampuni mereka. Bahkan dengan kasihNya tak terbatas Ia telah mengampuni orang yang telah menghina, memfitnah, menganiaya dan memusuhinya. Kehidupan kasih Yesus telah mendamaikan manusia dengan Allah. Bagaimana dengan kita?

S
Meskipun orang Kristen tidak mempunyai pemikiran yang sama dengan tepat, mereka harus memiliki Kasih diantara satu dengan yang lainnya. Jika seseorang ingin hidupnya nyaman di dunia, dan memiliki hidup kekal, ia harus menjaga lidahnya dari yang jahat dan dari kata2 yang menipu. Ia harus meninggalkan perbuatan yang jahat dan melakukan perbuatan yang baik, sehingga bisa mendatangkan damai sejahtera di antara sesama. Setiap orang meneladani kehidupan Yesus dan melakukan kebaikan dengan sempurna.

Jumat, 04 November 2011

Menjadi Gereja Missioner (I Petrus 2:9-10)


Menjadi Gereja Missioner
1 Petrus 2:9-10

A
Surat 1 Petrus dikarang oleh Petrus yang memperkenalkan diri sebagai �Petrus, rasul Yesus Kristus� (1:1), dan sebagai �saksi penderitaan Kristus� (5:1). Selain kesaksian, surat ini mengandung banyak kesan dari kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus. Surat ini dialamatkan kepada sejumlah gereja di bagian Asia Kecil (kemungkinan besar orang-orang Kristen Yahudi), dan juga semua orang percaya di mana-mana tempat. Dan kemungkinan, Petrus ada di Roma ketika penganiayaan besar di bawah Kaisar Nero dimulai, dan banyak orang Kristen yang dibunuh oleh karena iman mereka.

Eksegese
Ayat 9: Bangsa yang terpilih : bangsa mengandung silsilah kekerabatan, tetapi dapat berarti perhubungan yang diarahkan baik kepada Allah maupun sesame manusia, sebagaimana diwujudkan dalam kelahiran baru (bdk. Ef 1:4; Yes 43:10, 20-21; 44:1-2). Di PL, bangsa Israel dikatakan umat pilihan, dan di PB, orang-orang percaya dipanggil sebagai orang-orang pilihan
Akar kata imamat, hieratyma, dalam PB tidak pernah dipakai untuk menggambarkan jabatan pendeta Kristen, melainkan kedudukan yang ada pada semua orang percaya (bdk. Why 1:6; Yes 61:6).
Bangsa yang kudus : mengandung arti panggilan yang mencerminkan keadaan Allah, yang telah memanggilnya (bdk. 1:16; Ul 28:9). Umat kepunyaan Allah : mengemukakan gambaran ketimuran kuno dari seorang yang dipertuan, yang mempunyai perbendaharaan khusus yang terpisah dari perbendaharaan Negara (bdk. Kel 19:5; Ti 2:14; Ul 4:20; 7:6; 14:2; Mal 3:17).
Ayat ini ada kaitannya dengan 2:5-6, yang menekankan tentang pelayanan rangkap yang mana umat Allah dipanggil untuk melakukannya :
1. Mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah
2. Memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada manusia

Ayat 10 : Pelayanan yang diberikan kepada Allah maupun kepada manusia, wajar muncul dalam diri orang Kristen bila dia mengerti bahwa semua berkat ini diberikan langsung dari anugrah yang diberikan Allah (bdk. Hos 1:8-2:1; 2:22).

B
Bagaimana jemaat bisa terlibat dalam pelayanan misi?
1. Mengimani panggilan Allah, ay 9b, �yang telah memanggil�. Abraham, Yesaya melayani Tuhan karena panggilan Allah.
2. Menyatakan perbuatan besar Allah. Dibagi 2, dalam ay 9a, menyatakan jati diri kita sebagai orang-orang kepunyaan Allah.

C
Petrus dalam ay 9 menegaskan kembali identitas orang Kristen dalam perantauan (diaspora), hidup di tengah-tengah orang yang tidak percaya, bisa kehilangan identitas mereka.

D
Gereja yang missioner, apa maksudnya? Kerap kali orang Kristen melihat misi itu sebagai hanya berita Injil, tugas penginjilan, dan berbagai aktivitas rohani guna menjangkau jiwa. Berbeda halnya dengan apa yang disampaikan oleh Petrus dimana tiap orang percaya hidup atas berkat dan anugerah Tuhan sendiri yang memampukan mereka dapat hidup di tengah berbagai pergumulan yang dihadapi. Disini misi berarti mengalami pengalaman pribadi atas anugerah Tuhan sehingga mereka dapat hidup ditengah pergumulan sehari-hari.

E
Melihat inti dari panggilan kita dimulai dari ay 4-5, kemudian panggilan kita ialah membawa mereka dari gelap kepada terang.

F
Di surat 1 Petrus ini mempunyai konteks yang panjang dan luas. Pasal 1-2, berbicara mengenai esensi hidup orang percaya yang menjadi bangsa yang kudus. Namun pada pasal 2 ayat 9, Petrus menjelaskan bagaimana orang percaya berlaku dalam proses kekudusan itu. Bagaimana caranya? Petrus menjelaskan �..

H
Seperti apa �gereja yang missioner� itu?
1. Proklamasi (gereja terpanggil untuk memproklamirkan Kristus kepada dunia),
2. Kesaksian (gereja terpanggil untuk hidup seperti Kristus di dunia dengan kesalehan dan keesaan-Nya), dan
3. Pelayanan (gereja terpanggil untuk melayani dan menjalani aksi-aksi sosial dengan kasih Kristus bagi dunia).
Rasul Petrus pun mengingatkan kita akan identitas diri kita, sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus (1 Petrus 2:3), dan panggilan akan misi khusus yang diemban oleh saudara dan kita semua (dalam 1 Petrus 2: 5, 9) dalam peran sebagai imam dan tugas keimamatan (dengan penerapan praktis);
1. Reflect the holiness of God (menyatakan kekudusan Allah)
2. Offer spiritual sacrifices (mempersembahkan persembahan rohani �bdk Rm.12:1, Filipi 4:18, Ibrani 13:15-16) menjadi �batu hidup� -mempersembahkan hidup dan bukan materi belaka-
3. Intercede for man before God (menjadi mediator manusia, secara praktis menjadi pendoa)
Represent God before man (menjadi garam dan terang, sehingga manusia mengenal Allah, dan memimpin mereka untuk percaya dan mengenal Allah), menjadi �rumah rohani� dimana Allah tinggal dan memimpin hidup kita sehingga orang-orang yang dalam kegelapan dan ketersesatan menemukan jalan, kelepasan dan penghiburan.

I
Ada tiga hal penting,
1. Identitas diri orang percaya
2. Dampak orang percaya
3. Kekuatan setiap orang percaya

J
Bagian ini berbicara soal identitas, yaitu dipilih menjadi bangsa pilihan dan dikuduskan. Tidak hanya sampai disini, Petrus juga berbicara tentang umat pilihan Allah yang menyatakan kebesaran Allah, karyakeselamatan Allah, terang Allah

K
Allah mengasihi semua orang tetapi tidak semua orang dipilih Allah, sebab hanya sebagaian orang saja yang merespon anugerah keselamatan Allah. Banyak orang orang masih senang tinggal dalam kegelapan dunia, sehingga tidak mampu melihat anugerah Allah. Semua orang yang telah dipilih Allah menjadi anak-anak Allah serta menjadi umat kesayangan Allah. Allah memilih kita menjadi anakNya pasti ada rencana dan tujuan dalam hidup setiap orang percaya yaitu, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada semua orang yang masih hidup dalam kegelapan dunia ini. Sehingga orang lain juga mendapatkan anugerah keselamatan Allah.

L
Pilihan Allah terhadap umat-Nya adalah pilihan yang tidak pernah salah; meskipun orang-orang pilihan-Nya bukanlah orang sempurna. Allah punya maksud dan tujuan untuk setiap mereka. Kita adalah orang-orang yang dipilih Allah, Dia rindu kita memberitakan keajaiban karya-Nya.

M
1 Petrus 2:4-8? Petrus melukiskan gereja itu seperti sebuah rumah rohani yang hidup. Kristus sebagai fondasi dan batu penjurunya, kita sebagai batu-batu. Gereja dilukiskan juga sebagai sebuah tubuh. Kristus sebagai kepalanya dan setiap kita sebagai anggota tubuhnya (Ef. 4:15-16). Keduanya menekankan komunitas-perkumpulan. Jika hanya satu batu saja, tidak ada artinya. Demikian juga individualistik itu tidak ada gunanya, kita membutuhkan orang lain dan bergantung kepada orang lain dalam komunitas gereja. Ayat 10? Relasi kita dengan Kristus jauh lebih penting daripada segala pekerjaan yang kita lakukan, daripada kekayaan, keberhasilan dan hikmat kita. Kita sudah dipilih menjadi milik-Nya secara khusus. Kita dipanggil untuk menghadirkan/menyatakan Yesus kepada orang berdosa. Jadi nilai hidup kita ditentukan dari bersatunya kita dengan Allah sebagai anak-Nya. Itu bukan berasal dari pencapaian kita. Kita bernilai dan berharga karena apa yang Allah kerjakan bagi kita. Karena itu, sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus menjalankan visi dan misi Allah yang memanggil kita dan mengutus kita ke dalam dunia. Kunci untuk menjadi gereja yang misoner?
1. Mengerti dan tahu status kita sebagai: (A) Bangsa yang kudus? orang yang dipilih dari dunia supaya menjadi umat milik Tuhan sepenuhnya (Kis. 20:28; Tit. 2:14). (B) Imamat yang rajani? Ayat 9? dalam PL orang tidak bisa mendekati Allah secara langsung, ia harus melewati perantara seorang imam. Fungsi imam besar menjadi perantara Allah dan manusia berdosa. Namun lewat kemenangan Kristus di kayu salib, pola ini sudah berubah. Artinya: -semua orang percaya boleh langsung menghadap Allah melalui Kristus; -semua orang percaya berkewajiban untuk hidup kudus (ayt. 5, 9; 1:14-17); -semua orang percaya harus mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah termasuk; -semua orang percaya harus saling mendoakan; -semua orang percaya harus memberitakan firman Tuhan; -semua orang percaya dapat memimpin baptisan dan perjamuan kudus (Mat. 28:19; Luk. 22:19).
2. Memberitakan Inji keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran-Nya (Kel. 19:6; Yes. 42:1). Sekarang kita dapat langsung datang ke hadirat Allah tanpa rasa takut (Ibr. 4:16). Kita juga diberi tanggung jawab membawa orang lain kepadaNya (2Kor. 5:18-21). Tatkala kita bersatu dengan Kristus sebagai tubuh Kristus, kita menikmati pekerjaan keimaman-Nya mendamaikan Allah dan manusia.

N
Gereja yang missioner, haruslah merupakan sebuah gereja yang selalu mengedepankan amanat agung. Dan terus bersaksi tentang Kristus kepada dunia ini. Gereja Tuhan harus peduli kepada jiwa2 yang belum diselamatkan dari hukuman dosa, kita mulai dari yang terdekat (Yerusalem) sampai ke seluruh suku di dunia. Gereja Tuhan harus ikut menciptakan seorang murid Tuhan melalui program pemuridan yang baik. Gereja Tuhan harus menceritakan tentang Kristus dan karyaNya yang menyelamatkan manusia berdosa, dan membebaskan manusia dari murka Allah. Menjadi gereja yang missioner tidak boleh berhenti berkarya bagi dunia, sampai Tuhan Yesus datang untuk yang ke 2 kalinya. Dengan demikian tugas2 sebagai gereja missioner adalah menjadi saksi Tuhan dalam mengedepankan amanat agung. Tugas seorang saksi adalah mengalami kebenaran, menyatakan kebenaran, dan berdiri teguh di atas kebenaran dengan satu tujuan yaitu menyatakan bahwa karya Kristus yang menebus umat manusia berdosa merupakan sebuah kebutuhan utama dalam hidup manusia di dunia ini dan bukan sebuah pilihan.

O
Sesungguhnya, pekerjaan misi di dunia ini adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Bukan hanya menjadi tugas pribadi2 tertentu, yang terbeban dan mengkhususkan diri dalam melaksanakan tugas misi. Sejak semula rasul2 dalam arti utusan2 atau misionaris2 adalah bagian yang utuh dari tiap2 jemaat Kristen, karena karunia sebagai rasul merupakan bagian dari perlengkapan rohani tubuh Kristus. Jadi tanpa misionaris, gereja manapun tidaklah lengkap. Dengan adanya karunia rasul yang Allah berikan kepada anggota2 tertentu, berarti sekaligus merupakan tanggung jawab dan kewajiban gereja untuk memfasilitasi dan mengutus mereka. Sebab bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan tugas misi jika mereka tidak di utus. Contohnya Paulus dan Barnabas yang di utus.

P
Tugas utama gereja adalah �Membritakan Kabar Keslamatan�. Gereja adalah orang2 yang telah mengalami keselamatan, yang disebut :
1.Bangsa yang terpilih
2.Imamat Rajani
3.Bangsa yang Kudus
4.Umat kepunyaan Allah.
Gereja bukan sekedar gedung, atau kegiatan yang begitu banyak, tetapi gereja harus selalu diingatkan bahwa apa tugas utamanya. Semua kegiatan yang ada dalam gereja harus selalu berorientasi pada tugas utama, yaitu Misi. Misi adalah hatinya Tuhan.
Gereja akan disebut gereja Misioner jika gereja tersebut melakukan apa yang menjadi hatinya Tuhan, yaitu : Pekerjaan Misi.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India