Kamis, 28 Februari 2008

Mencari Domba yang Tersesat

Mencari domba yg Tersesat

Yeh 34:11-16

Ev. Tan Giok Lie

Konteks:

Teguran yang sangat keras terhadap gembala yang seharusnya mencari domba2 Tuhan tetapi secara brutal menguasai domba2 demi kepentingan sendiri, gembala predator (addicted, gembala yang memperdaya). Domba disini adalah domba yang hopeless mudah sekali di mangsa. Jerry W, seorang anak gembala di amerika, salah satu sifat domba adalah sering tersesat, keluar dari track. Selain natur domba lemah dan cenderung sesat, lemah, jatuh, sakit. Tuhan menginginkan gembala yang punya hati bukan terhadap diri sendiri tetapi domba, dan ini tanggungjawab gembala. Yehezkiel adalah orang yang dipakai Tuhan untuk memperingatkan Israel dengan keras. Tuhan betul2 menegur dengan keras. Lalu apakah Tuhan mengambil alih tanggungjawab? Tidak! Tetapi Tuhan tetap meminta tanggungjawab secara insani kepada setiap gembala. Mzmur 78, domba yang sesat bisa dicari oleh human shepperd kalo mereka memiliki hati terhadap domba.

Bagaimana mengkhotbahkannya? Bagaimana memunculkan Allah sebagai gembala yang sejati?

Ev. Badrin S & Ev. Arson A

2 hal:

1. Domba adalah milik Allah yang agung, tugas penggembalaan adalah kepercayaan, kehormatan.

2. Tidak boleh menganggap remeh domba dan menganggap remeh tugas gembala

Ev. Dorothy T & Ev. Novi H

Domba bodoh dan mudah menyimpang dari jalan yang benar, dibawah gembala mereka malahan terserak. Kasus Luki (alm.) sakit liver, papanya tetap kerja dan adiknya tidak merawat dengan baik, tidak di opname karena menunggu hasil tes dari rumah sakit. Luki adalah seorang peminum dan pengguna narkoba. Dalam kondisi demikian

Berharga � dicari, dibawa kembali. Domba = ditulis 750 kali dalam Alkitab, domba yang harus digembalakan karena lemah.

Ev. Indrawati & Ev. Ana

Ilustrasi: domba yang nakal, dari eungalion, seorang gembala mematahkan kaki domba karena menjadi domba �berandal� membuat domba itu marah, tetapi domba itu menjadi menurut pada gembalanya.

Ev. Irene & Ev. Herty P

Dilihat dari segi Allah, Allah yang dipercaya adalah Allah yang:

  1. Inisiatif
  2. Peduli
  3. Memberi terbaik
  4. Allah yang adil

Sewaktu retret SMA, ada seorang anak, nama: Maradona, sangat nakal dan mengacau di retret. Saat itu saya sebagai seorang pembimbing, saya melawan keputusan pendeta untuk dipulangkan. Sekian tahun kemudian saya memikirkan kembali, apakah setiap kita memikirkan bahwa mencari domba2 yang sesat itu adalah tugas dan tanggungjawab kita?

Ev. Melia.

Teguran kepada para gembala, termasuk juga pada kita. Dibandingkan gembala upahan dengan gembala yang sesungguhnya, tidak ada gembala yang sempurna selain Tuhan Yesus. Seharusnya domba mengenal gembala, sehingga tidak menjadi nakal atau bodoh.

Pdt. Handy K & Ev Gouw Siu Lan.

Bagian ini untuk pemimpin yang serakah, Domba yang menguasai daerahnya sendiri, domba yang serakah, ini merupakan sindiran yang tajam. Ini merupakan putaran terakhir dalam hidup kita, dengan apa kita isi kronos dan kairos kita ini? Dengan demikian mendorong jemaat untuk menginjili.

Orang Kristen harus jemput bola.

Pergaulan � dengan teori arang, membakar semangat penginjilan.

Percepatan � kelinci dengan kura2, siapa menang? Kura2 dalam mobil balap. Dengan demikian

Perwujudan � jangan NATO

Pdt. Yunedy R, Ev. Yanto, Ev. Tan Andry

Orang2 Israel yang tersesat � Yoh 10:1-21. Tuhan Yesus gembala yang baik, siapa yang harus dicari? Domba2 yang tersesat, baik dari kandang kita maupun dari kandang lain. Jemaat bisa juga berfungsi sebagai gembala dalam rumah tangga dan konteks hidup mereka.

Ev. Hengky S & Ev. Agus Setiyono

Mengajak jemaat untuk bertindak secara proaktif untuk mencari yang sesat:

  1. Panggilan untuk umat, apakah sikap jemaat telah menjadi gembala yang jahat, menjadi koreksi diri, jika tersesat, menjadikan Allah sbagai gembala yang sejati
  2. Mengantar jemaat untuk menyambut PMPI
    1. Siapakah yang dicari? Orang yang diluar gereja dan juga di dalam gereja, sesat karena tidak melakukan apa yang Tuhan inginkan
    2. Kasih Allah yang memandang umatNya,

i. Menyediakan

ii. Menuntun ke jalan yang benar

iii. Membimbing, membina sampai kuat

Ev. Jan A & Sdr. Natanael H

Orang percaya:

  1. Domba � ketika sehat dan kuat menjadi gembala kecil.
  2. Gembala kecil (jemaat) juga dapat :
    1. Mencari:
    2. Membawa pulang
    3. Membalut
    4. Menguatkan sesama anggota dengan patokan gembala yang agung Tuhan Yesus

Ev. Ong Sie Kok, Ev. Elisa B, Sdr. Candra W

  1. Gembala yang tidak menggembalakan � 1 Ptr
  2. Absolute power corrupt absolutely, tidak menggunakan kekuasaan dengan baik. Domba2 dan gembala2 yang sesat menggunakan powernya. Yang nantinya akan Tuhan sendiri yang menggembalakannya

Pdt. Christiady C, & Ev.Rony S & sdr Sin Han

Konteks: Umat Allah sedang mengalami kehancuran, pemerintahan boneka dari Babel. Pemimpin saat itu bekerja untuk 2 kepentingan, inilah realitas sosial, dimana ada komunitas terjadi persoalan sosial. Dalam gereja ini terjadi juga masalah yang sama. Persoalan2 jemaat (problem2 sosial) yang harus menjadi concern bersama. Karena we are the community oleh sebab itu haruslah saling mengasihi.

Pdt. Yahya S & Ev Chang Khui Fa

  1. Mencari mereka yang hilang
  2. Menyelamatkan
  3. Membawa ke padang yang baik
  4. Hal yg paling penting, Bisa membiarkan domba2 itu berbaring � menikmati apa yang telah disajikan apa yang menjadi karya dari sang gembala.

1. Tersesat -

2. Cara Tuhan mengambil dari kita -

3. Kalau satu yang hilang mereka mengembik, tetapi kalau mereka hilang berkelompok, mereka merasa nyaman.

Sejauh apa dinamika kita sebagai seorang gembala? Jangan kira kita bisa mencari kalau kita tidak menjadi gembala yang baik

Pdt. Unandi T & Pdt. Tjong Wun Jen

Ayat ini harus dipahami lebih dalam lagi, sesuai dengan tema, karena ayat ini lebih mengarah kepada gembala. Ayat 16, kita harus hati2 dalam menafsirkan ayat ini, mengarah kepada gembala yang kuat dan berkuasa. Tema: hati Allah akan mencari dan menemukan. Hati Allah membawa ke tempat yang tenang, memilih, menghindarkan dari segala mara bahaya.

Pdt. Caleb Tong

Memasuki bulan penginjilan, Tuhan Yesus adalah gembala yang agung, contoh, teladan, hati gembala yang agung. Kita adalah terang dunia, menjadi orang2 yang dipercayai. Zaman Yehezkiel: raja, imam, nabi, tetapi tidak menjadi gembala yang baik. Dalam Yehezkiel, Allah sendiri yang mengmbil alih, kalau itu terjadi pada kita, maka kita akan celaka, yaitu bagi:

  1. Mereka yang tidak bertanggungjawab,
  2. Hilang tidak dicari, dll. Ini

Domba juga adalah gembala. Seperti Tuhan Yesus, penyelamat dan korban itu sendiri. Dalam konteks itu sendiri Tuhan Yesus adalah gembala, yang memperhatikan domba, harus menjadi teladan buat setiap domba-dombaNya. Yesus sebagai gembala yang sempurna menetapkan target dan mencapainya, sebagai gembala seringkali kita tidak memiliki target dengan semangat yang serius, sehingga kita tidak mendapatkan apa-apa. Kalau kita gembala yang baik, pasti kita mementingkan menyelamatkan domba2.

Sudah saatnya tidak ada satu orang yang kuat karena mereka harus dikuatkan dalam iman dan karakter. Ada perbedaan yang dibagian belakang, yaitu yang lemah. Oleh sebab itu PMPI kali ini kita harus memperhatikan yang lemah, tidak kuat dalam segala hal.

Singapore � Pdt. Andreas, terpanggil untuk menginjili mereka yang lemah, dan sakit, sehingga mereka percaya, dan terus menjalin hubungan dengan gereja.

Sakit, membalut dan memberi minyak

Hilang � dulu pernah ada sekarang tidak lagi

Yes 40, Luk 15, Yoh 10, 21, 1 Ptr 5 � gembala yang baik.

Yoh 10:

  1. Orang asing � sama sekali tidak peduli
  2. Pencuri � datang dengan diam2 untuk mencuri yang berharga
  3. Perampok � merampas hak orang lain
  4. Orang upahan � beruntung dia datang, tidak beruntung dia kabur.
  5. Gembala yang baik � Tuhan Yesus.

Kamis, 21 Februari 2008

Menjadi Tanah Subur

Source: Blog persekutuan-gii

GII Hok Im Tong

Judul : Menjadi tanah yang subur

Nats : Matius 13:1-9

Ev. Anna

Ada sumber yang mengatakan bahwa perumpamaan ini adalah sesuatu yang akurat, sesuai dengan kondisi saat itu. Seorang petani pun harus mendapat hasil sebaiknya jika ia menaburkannya di tempat yang baik. Hanya saja hasil dari panen tidaklah mencapai produksi 100 kali lipat. Akan tetapi Yesus mengibaratkan sebagai suatu yang berbeda karena terdapat sebuah panen besar. Apa maksudnya?

Yesus bermaksud mengumpamakan benih tersebut sebagai Firman Tuhan tentang Kerajaan Allah yang datang bagi orang. Ada empat jenis tanah yang menggambarkan sikap orang menerima Firman Tuhan. Sikap hati seseorang inilah sebagai diskusi awal bagi Source: Blog persekutuan-gii saat ini.

Ev. Chang Kui Fa dan Pdt. Agus Gunawan

Diskusi tentang ayat ke-12, dimana tiap orang pada hakekatnya diberikan kasih karunia untuk mendengarkan Firman Tuhan. Konteks dekat: Yesus berbicara tentang saudara-saudaranya dimana hanya orang-orang yang melakukan Firman Tuhan yang disebut saudaraNya.

Konteks jaman ini jika bertanya berarti ia tidak mengerti. Yesus berkhotbah dalam perumpamaan agar pendengar dapat mengerti, sebab dahulu Yesus berkhotbah tetapi sering tidak dimengerti. Para pendengar itu pun memberi Respon baik, meski pun tetapi tidak mengerti; sebuah ironi.

Ev. Arson Arunde dan Pdt. Christiady Cohen

Perikop ini berbicara tentang apa? Tentu saja berbicara tentang penerimaan orang-orang percaya terhadap Firman Tuhan. Salah satu tandanya jika seseorang menerima Firman tersebut ialah terjadi perubahan nyata dalam hidup mereka. Jadi pada waktu menjadi orang Kristen yang menerima benih Firman Tuhan itu apakah terjadi perubahan atau tetap sama.

Ev. Badrin dan Ev. Ong Sie Kok

Ada konsep sistem pengajaran Tuhan Yesus. Sistem tersebut berbicara mengenai pendengar yaitu masyarakat kota atau masyarakat desa. Tuhan Yesus berbicara dalam dua sistem ini.

Arti pertama dari perumpamaan Tuhan Yesus ialah sikap orang yang mengacuhkan berita Firman Tuhan.

Arti kedua dari perumpamaan ialah sikap orang yang menerima namun hidup dalam iman yang kropos sebagai dasar iman mereka

Arti ketiga dari perumpamaan ialah sikap orang yang menerima berita tetapi tidak pernah menyadari bahwa ada tantangan

Arti keempat dari perumpamaan ialah sikap orang yang siap mengerti dan ada bagian dimana Tuhan mengerjakannya

Ev. Jan Agustanu dan Sdr. Sin Han

Tidak semua orang mengerti akan rahasia Kerajaan Sorga, mengapa?

Banyak orang hanya mendengar (ay. 4)

Hanya dengar dan senang (ay. 20)

Hanya dengar tapi kuatir (ay. 22)

Dengar tapi juga menerima (ay. 23)

Pdt. Junedi dan Pdt. Unandi

Mengapa perumpamaan sederhana itu tidak dapat dimengerti oleh mereka? Ada latar belakang pendengar. Ternyata tidak semua pendengar saat itu berasal dari kota dimana pekerjaan mereka berbeda dengan figur dari perumpamaan Yesus. Tidak Heran jika mereka tidak mengerti.

Arti perumpamaan:

  1. Benih di jalan, artinya Firman yang lewat begitu saja
  2. Benih di tanah berbatu, artinya adanya ancaman penderitaan bagi penerima Firman tersebut yang tidak mempunyai dasar kokoh

Ev. Meilia

Gimana kalo benih itu bagus tetapi tanah jelek? Demikian juga dalam rotasinya, gimana kalo benih jelek tanah bagus, kalo benih bagus tanah bagus, atau benih jelek tahap jelek? Intinya kita tetap harus sabar menantikan hasil.

Ev. Inderawati dan Ev. Debora

Tanah memang tidak dapat berbuat apa-apa, tetapi tanah dapat dibajak, dikelola sehingga menjadi tanah yang subur serta menghasilkan buah yang berlipat kali ganda

Ev. Irene dan Ev. Tan Giok Lie

Jika ketika berfikir tentang tanah, muncul sebuah pertanyaan apakah kita adalah tanah yang mana? Hal ini akan kembali pada orang-orang pilihan dimana seseorang sudah disiapkan hatinya.

Teori belajar memberi proposal bahwa pusat berfikir bukan dalam rasio tetapi dalam hati. Teori Belajar (dari Ruth) suatu pemahaman diterima dalam proses persepsi. Ketika persepsi ini diterima akan ditentukan dalam dua kategori memory, Short Term Memory atau Long Term Memory. Pemahaman ini pun nantinya diperhadapkan dengan berbagai tantangan proses belajar. Misalnya saja orang dewasa sangat sulit dalam mind set.

Proses pembelajaran pun harus masuk kembali pada tahap Transformation Learning, dimana seseorang harus bergumul tentang pemahamannya dengan pendiriannya. Dan akhirnya proses pembelajaran tersebut harus mencapai tahap application dimana seseorang dapat menerapkan apa yang ia tahu, ia sadari, ia pahami dalam kehidupan sehari-hari

Pdt. Hanna

Hati manusia � seturut yang dikatakan Calvin � adalah rusak total sepenuhnya. Jika hati kita berubah, itu hanya anugerah Tuhan. Orang yang menerima Firman selayaknya hati terbuka maka ia dapat mengubah seluruh mind set. Pekerjaan ini hanya dikerjakan oleh Roh Kudus

Ev. Agus Setiono dan Ev. Ruth

Nats ini dikorelasikan dengan Yakobus 1:19-27, dimana sikap hati menentukan respon kita pada Firman Tuhan. Firman Tuhan tersebut harus tertanam dan meresap dalam hati kita serta memiliki hasil baik. Meski pun banyak orang yang senang mendengar jika penyampaian baik, tetapi akan dilihat dari buahnya.

Pdt. Timothy Liem

Fokus kita ialah menjadi tanah yang subur. Goalnya itu berarti menjadi tanah subur, berarti harus diolah dan dipersiapkan. Tanah yang subur itu adalah tanah yang diupayakan kesuburannya. Tanah subur ini pun harus ditanami dengan benih unggul untuk menghasilkan buah atau hasil yang berlimpah. Dengan demikian, menjadi tanah subur berarti orang Kristen harus bertumbuh kerohaniannya. Orang Kristen semacam ini tidaklah berdiam saja atau acuh tak acuh, melainkan sikap ingin tahu sangat besar untuk mencari kebenaran Firman Tuhan. Orang Kristen haruslah mempunyai kualitatif, bukan sekedar kuantitatif.

Ev. Christiadi Cohen

Akses itu bisa sama tetapi Ekses Firman itu dapat berbeda. Sama halnya kita punya distribusi, konteks, tema yang sama tetapi penanggapan pun dapat berbeda. Sama halnya seperti kita harus memiliki Ekses baik, seperti halnya tanah baik yang menerima benih Firman dan menghasilkan hasil yang berlimpah.

Ev. Freda dan Sdr. Candra

Pikiran boleh menerima, tetapi hati menentukan untuk melakukannya, maka bagaiman pun kita mampu mengelola dan mendengar segala yang kita terima tetap hati kita yang akan membuktikan bagaimana kita akan berbuah. Tuhan Yesus sangat Konsern pada hati, bukan hanya pada telinga yang mendengar. Itu sebabnya kita menemukan kata �mendengar� dan �menerima� dalam perumpamaan ini.

Pdt. Agus Gunawan

�Buktikanlah jenis tanah anda itu!� kira-kira penekanan inilah yang hendak ditekankan. Ketiga jenis tersebut menggunakan kata �hear�, berbeda dengan jenis tanah keempat menggunakan kata �Receive�. Jika berbicara tentang penerimaan Firman, jemaat Tesalonika dimana Firman yang ditaburkan ialah untuk mereka. Jemaat Tesalonika ialah:

Benar-benar belajar Firman Tuhan

Berusaha untuk mengerti

Menerima dalam penderitaan

Fokus bahwa itu untuk mereka bukan untuk orang lain

Tuhan mengharapkan kita berbuah sangat banyak

Work it Out = Mengerjakannya

Kamis, 14 Februari 2008

Petani yang Bijak

Petani yang Bijak

(Yakobus 5:7-8)

Ev. Badrin

Surat Yakobus ditujukkan kepada ke12 suku di perantauan, yang sedang tertekan dan mengalami pencobaan. Ada 5 hal orang dewasa secara rohani : Pasal 1. orang yang sabar dalam menghadapi segala cobaan, baik dari dalam maupun luar; Pasal 2: tidak berhenti melakukan kebenaran; Pasal 3: menguasai lidah (lidah tiu kecil tetapi terkadang u dikuasai, dan orang yg dewasa mampu dengan kuasa Tuhan mengendalikan); Pasal 4: selalu membawa damai, bukan pertengkaran; Pasal 5: tekun berdoa dan sabar dalam segala situasi dan kesulitan. Khusus pasal 5, Yak berbicara tentang kedatangan Tuhan Yesus, ada 2 kata ayat 7 dan 9.

Ada 2 sikap yang harus ada dalam menanti: sabar dan tekun. Sabar dilukiskan seperti petani yang bijak, sementara orang yang tekun dilukiskan oleh nabi-nabi dalam PL.

Sabar bukan berarti santai tetapi terus bekerja menantikan kedatangan Kristus; petani yang sabar menanti. Bln September dan Oktober musim hujan sehingga petani Yahudi harus sabar, kurang lebih 7 bln petani sabar menantikan masa tuaian

Harus sabar karena: 1. Orang yang sabar pasti memiliki keteguhan hati hati (ay.8), tidak pernah terkontaminasi dengan berbagai situasi; 2. Tidak bersungut-sungut dan tidak saling mempersalahkan (ay.9); 3. Akan menikmati kebahagiaan sebagai pahala yang Tuhan sediakan (ay. 10); 4. Akan menikmati kuasa dan belas kasihan dari Allah (ay.11).

Ev. Ong Sie Kok

Diajak belajar bersama TUhan untuk menabur dimana Tuhan sudah bekerja terlebih dahulu. Beberapa hal yang dipelajari: petani harus menabur di tempat yang tepat, 2. Dengan cara yang tepat, 3. Momen yang tepat, 4. Dengan sikap rohani yang tepat

Pdt Agus Gunawan

Konteks: berbicara tentang orang-orang Kristen yang susah. Bagaimana mengikuti Tuhan? Seperti petani yang menanti dan bekerja, sekalipun ada porsi yang bukan bagiannya. Petani menanti terikat oleh waktu, mis. Hujan ditentukan oleh waktu, dan dia harus menanti. Metafor petani menggambarkan supaya 1. jemaat yang menderita bertekun di dalam Tuhan; 2, bersabar di dalam ketekunan, ada 2 hal : determinasi (ketetapan hati) dan konsistensi, 3. Bersabar di dalam penderitaan (konteks: penderitaan di dalam jemaat), sebagai contoh adalah nabi Ayub yang saleh dan menderita bukan karena kesalahannya sendiri, Ayub dipilih sebagai contoh supaya jemaat mengikut Tuhan seperti Ayub.

Ev. Danny Boy

Petani yang bijak: 1. petani tahu ilmu pengetahuan bertani secara otodidak, 2. memiliki ketekunan dan kesabaran, menantikan jalan keluar dari Allah bukan dari manusia

Pdt. Handi Kurniawan

Sabar dalam berbagai aspek dalam menanti kedatangan Tuhan, ada harga yang harus dibayar mahal. Petani yang bijak: 1. Bisa memahami adanya penggeseran/ perubahan arus zaman, 2. Harus memahami adanya peniadaan atau penghapusan istilah-istilah vital dalam kehidupan kita, sebagai contoh Alah yang El-Shaddai menjadi uang yang El-Shaddai, dosa diganti sebagai hak asasi manusia. 3. Memahami posisi kita sekarang ini, 4. Memahami pemberita Injil.

Ev. Hengky

Issue: kesabaran, dan ada 2 aspek: aspek yang menyangkut waktu: sekarang dan akan datang. Waktu sekarang adalah suatu respon yang dialami, akribos =hidup yang bijak yang dialami diperhatikan dengan seksama = memiliki ketekunan, mengikuti proses, dan tidak gentar, sementara waktu yang akan datang; dikaitkan dengan iman: memegang janji Tuhan, keyakinan yang terbaik akan diterimanya

Ev. Freda Adjan

Ada tiga hal: 1. Sabar itu punya tujuan: sampai Tuhan datang (sabar dalam menantikan musim, dia bekerja); 2. Sabar dalam meneguhkan hati (jangan bersungut-sungut); 3. Sabar sambil tekun (tekun karena adanya pengharapan kepada Tuhan yang penyanyang dan penuh belas kasihan

Pdt. Timothy Liem

Sharring pengalaman ketika praktek dua bulan di desa. Penderitaan adalah harga yang harus dibayar sepanjang hidupnya. Petani orang yang bahagia bukan secara materi tetapi bahagia karena menghargai dirinya sendiri. Petani yang bijak adalah orang yang menjalani hidup apa adanya, tidak menuntut. Bdk. Mat. 28:30, belajarlah kepada-Ku� kalau bisa menerima.

Ev. Bong San Bun

2 kata sabar (makrotuia) dan tekun (hupomone), beda makna sedikit artinya, sabar: tidak cepat marah, balas dendam, sedangkan tekun: tidak cepat mundur. Ayub orang tekun tapi kurang sabar, dia cepat marah.

Pdt. Hanna

Ujian iman menghasilkan ketekuan dan ketekunan itu harus sempurna. Contoh Yoh pembaptis ragu apakah TY adalah orang yang dia nantikan atau bukan karena kondisi yang dia alami; padahal dia pernah mendengar dan menyaksikan apa yang Tuhan Yesus lakukan.

Pdt. Samuel Suwandi

Bdk. Ayub. 42:5; bagian akhir kitab Ayub setelah Ayub mengalami penderitaan. Ayat yang merupakan kesimpulan yang membuat Ayub mengerti rencana Tuhan. Ayub mengenal Allah bukan hanya kata orang tetapi melihat langsung. Menurut J.I. Packer Yang dialami Ayub dengan Allah �knowing God� dia betul2 mengenal Allah secara personal apa yang dikehendaki-Nya setelah melewati berbagai hal.

Pdt. Christiay Cohen

Semboyan dari tukang sol sepatu: sabar, betah, ojo dumeh

Kesabaran selalu menyimpan harapan, Alkitab mengajarkan bukan fatalistik. Lawan dari kesabaran adalah masa bodo, pasrah, kehilangan kekuatan

Pdt. Caleb Tong

Di dalam penaburan dan penuaian, seorang petani mengharapkan hasil, maka dengan tekun ia menantikan hujan gugur, namun dalam konteks kedatangan Tuhan Yesusia mengetahui bahwa benih tanah hujan kesempatan dan berkat yang ia terima semata-mata adalah berkat anugerah Tuhan saja. Dalam perikop ini mengangkat beberapa hal:

  1. Hujan gugur dan hujan semi: bila Tuhna Yesus belum datang cocok tanam tetap harus dijalankan bila musim gugur tidak berhasil masih ada kesempatan di musim semi ini merupakan harapan yang positif.
  2. Sebelum hujan gugur tiba mungkin terjadi masing2 yang tidak diinginkan karena ketidakberhasilan dapat menjadi masalah timbulnya sengketa dalam keuntungan2, namun sekalipun dijalankan oleh tahun pencobaan yang datang dari si jahat, seperti yang dialami oleh Ayub, namun ketekunan dalam kesabaran oleh alasan mengalihkan kita kepada hal yang remeh.
  3. Tatkala TY datang sekalipun belum saat tuaian tiba, pengadilannya di depan tahta bisa merupakan pengalaman: a. Karena dosa sebelum tuaian berhasil; b. Karena sikap dalam menjalankan tugas sebagai petani yang bijak.
  4. Harapan seorang petani merindukan tuaian ada 3 maksud yang indah, merupakan 3 jenjang yang berbanding: a. Mempersiapkan kebutuhan makanan dari hasil tuaian; b. Membagikan berkat yang berlimpah dari tuaian; c. Mendapatkan biji yang unggul untuk dipersiapkan pada masa mendatang. Petani yang bijak mempunyai triple concern dan yang utama adalah biji unggul yang diperolehnya.
  5. TY sudah diambang pintu dan akan datang kembali segera waktunya oleh banyak bagi kita, maka selaku petani yang bijak kita harus mengutamakan yang vital dan prima, karena menantikan masalah itu memang baik, tetapi merindukan pemberi berkat dari berkat itu sendiri sangat berbeda.
  6. Dalam konteks ini seseorang petani yang sabar melantik tuaian, merindukan musim hujan, perlu dilengkapi dengan peneguhan iman yang keeping up your caunjed karena nabi2 PL bahkan para rasul orang2 memiliki jiwa yang sama.

Kamis, 31 Januari 2008

Benih Yang Unggul

Persekutuan Hamba Tuhan, Jumat 1 Februari 2008 (Persiapan Khotbah Minggu, 3 Februari 2008)

�Menabur dengan Benih yg Unggul� 1 Petrus 1:23-25


Tujuan Umum :
Benih unggul adalah benih yang terpilih, yang utama, dan prima, dapat merupakan benih Injil, kebajikan dan anak Surga yang bersedia berkorban bagi perluasan Kerajaan Allah

?Ev. Agus Susanto (Pengantar)
Firman Allah sebagai benih (Matius 13:1-23, Mk. 4:1-20 dan Lukas 8:4-15) menceritakan mengenai penabur
Tetapi hanya Lukas 8:11 yang dengan tegas mengatakan bahwa benih itu adalah Firman Tuhan

v BENIH =
1. Spora, GK
� Seluruh NT, hanya sekali di sini (Barnes Notes, PC Study Bible 4)
� Spora = Sel hidup
� Bisa terdiri dari satu atau beberapa sel
� Digunakan untuk penyebaran (disperse) dalam lingkungan tumbuhan tak berbiji
� Mengenal kata Diaspora
� Endospora / Eksospora = Spora yang dihasilkan oleh bakteri untuk pertumbuhan hidup dalam kondisi extreme
2. Sperma, Gk. (44 kali muncul dalam NT)
� Sperma = sel sistem reproduksi pria
3. Semen
� Semen = organic / seminal fluid
� Semen itu �tempatnya� sperma
� Tempat pembenihan (seminary)
v SEED
1. A seed is alive : It contains life (Jn 6:63)
2. A seed does nothing until planted
3. A seed is much smaller than the plant it produces
� Benih ditumbuhkan dulu, lalu menjadi bibit
4. A seed always produces after its kind (Gal 6:7) Do not be deceived, God is not mocked; for whatever a man sows, that he will also reap).
5. A seed is powerful
6. A seed is begins its growth in secret (underground)
7. A seed takes time to produce
8. A seed is persistent
9. A seed is not affected by others seeds
10. A seed will stopp growing without nourishment
v UNGGUL
1. Tahan Ujian waktu (Hanya dengan Firman Allah (yg murni dan berbobot) maka dapat tahan dalam ujian waktu)
2. Tahan Ujian kompetisi (Ada banyak pilihan, namun Firman Tuhan yang unggul terpilih)
3. Tahan Ujian Pengujian (Kisah murid2 yang teruji di dalam badai ombak. Hanya Firman yang mengantar orang dapat tahan )
4. Tahan Ujian Kesukaan (orang yang sudah mengalami firman, pasti akan suka)
5. Tahan Ujian Firman (Firman yang murni harus teruji oleh Firman
6. Tahan Ujian Keajaiban (ideologi, filsafat/ keyakinan lain bisa membuat pemeluknya rela mati)

?Pdt. Wun Jen
Ada kontras yang ingin ditekankan antara Fana, tdk Fana, kekal dan Gugur,
Keunggulan Firman Tuhan didalam hal;
Berbicara tentang keselamatan, kelepasan, (Yes.40),
Dikontraskan dengan Kehidupan manusia yang sementara
Dikontraskan dengan kemuliaan manusia





?Pdt. Tim
(Ay.23) menyebabkan seseorang mengalami kelahiran kembali, ini adalah efek yang luar biasa. Ciri dari kelahiran (ay.14-17) ada 3 hal;
Menjadi umat yang taat
Jemaat akan hidup dalam kekudusan
Jemaat akan hidup dalam takut akan Tuhan
Dalam situasi sekarang ini, perlu dibangun jemaat seperti demikian

?Ev. Freda Adjan
v (ay.17-21) sebagai Karya Kristus
v (ay.14-16) Hidup dalam Kristus
v (ay.22-25) kekekalan dalam Kristus
Firman itu Menguduskan; melahirkan dan kekal abadi

?Pdt. Agus Gunawan
Petrus Berbicara tentang Kristologis.
(ay,23) Kita adalah obyek pembenihan. Kita mengalami Hidup yang baru (ps.1)Tuhan dengan berbagai cara membawa Injil bagi manusia
Benih itu sendiri adalah Kristus itu sendiri. Benih itu Firman Allah, yaitu Kristus yang telah menjadi manusia.
Benih itu kita terima, maka terjadi hal-hal yang luar biasa,
dari cara hidup lama
mengalami kekekalan
kekalan berbicara tentang kualitas hidup yang jauh dari hidup yang sekarang kita miliki yang digenapi pada ahkhirnya. Ayat-ayat ini berbicara juga tentang perubahan hidup yang dapat dirasakan orang lain (1:2). Ketika kita juga menabur, maka kita juga percaya bahwa benih itu dapat mengubahkan mereka, sama seperti pada diri kita

?Pdt. Handy
Dampak yang berbeda pada orang yang percaya dan Tidak;
Terjadi perubahan pola pikir (Kolose 3:...) Takkala kita renungkan
Perubahan Pola Kehidupan. Dalam Budaya malu dan menghargai.
Perubahan Pola Kerja, dalam Ethos kerja dan pertanggungjawaban baik kepada Allah dan sesama
Perubahan Pola Pelayanan, dalam pelayanan punya Konsep dari Allah, oleh Allah dan untuk Allah.
Perubahan Pola-pola yang lain, antara lain Falsafah

?Pdt. Hanna
Sering menginjili kaum pria, sering berdoa agar Tuhan yang memberikan hikmat dan wahyu, untuk melihat dan mengandalkan kuasa dari Tuhan. Maka benar jikalau itu adalah Firman yang disampaikan maka orang dapat percaya. Penekanan Petrus ;
1. Taat pada Kebenaran, baru dapat hidup suci. (3:15). Orang yang taat baru dapat diminta tanggungjawab dan mengembangkan potensi dirinya

?Ev. Roni S.
Diharapkan dapat menyadarkan juga Guru2 Sekolah Minggu dalam peranannya di dalam jaman yang kacau ini. Mengingatkan peranan mereka dalam waktu yang tersedia (walaupun sedikit) untuk mempengaruhi anak-anak. Dalam bukunya Pdt. Stephen Tong, "Seni Membentuk Karakter Kristen", ada bagian tanya jawab yang berbunyi demikian, "Apakah peranan Sekolah Minggu dalam membentuk karakter anak?" Jawaban atas pertanyaan tsb. dari Pdt. Stephen Tong adalah:

"Dalam soal waktu, Sekolah Minggu mempunyai bagian yang paling kecil dalam hidup seorang anak. Seorang anak mempunyai paling tidak tiga puluh lima sampai empat puluh sembilan jam per minggu di sekolah, dan mempunyai lebih dari seratus jam per minggu di rumah, namun hanya mempunyai waktu dua jam di Sekolah Minggu.
Dalam soal keseimbangan, Sekolah Minggu mempunyai tugas yang terbesar, karena pembentukan karakter yang gagal di rumah atau tidak didapat di sekolah akan didapat di Sekolah Minggu. Guru-guru Sekolah Minggu mempunyai hak yang besar dalam pembentukan iman, pengharapan, kasih, firman, pengertian, doktrin, dan pimpinan Roh Kudus dalam diri anak-anak itu. Oleh sebab itu guru Sekolah Minggu tidak boleh menghina kedudukannya sebagai guru Sekolah Minggu. Seringkali sepatah kata mampu mengubah hidup seseorang. Demikian pula dengan Sekolah Minggu, yang walaupun hanya dua jam per minggu juga mampu memberikan pengaruh seumur hidup. Oleh karena itu waktu yang singkat tetap bernilai penting bila dipergunakan sebaik mungkin. Bila Tuhan bekerja didalamnya maka sedetik perkataan akan mengubah masa depan anak didik kita."

?Ev. Jan Agustanu
Ada 2 hal yang menghasilkan dan menumbuhkan Benih yang unggul ;
1. Karena dipelihara dalam Kekuatan Allah
2. Mengalami Ketahanan Uji
3. Roh Allah yang ada dan berkuasa dalam hidup kita.

?Ev. Agus Setiyono
Dikontekskan dengan pasal 1, siapkan akal budi. Benih sudah tertanam di dalam kehidupan orang percaya. Kita harus mempertahankan benih yang unggul tersebut, caranya ;
v Kekudusan, (Contoh untuk mempertahankan rasa dari buah mangga, maka serbuk sarinya jangan tercampur dari bunga yang lain) (1:17)
v Tetap Dipelihara, dalam iman yang mengarah kepada Allah

?Ev. Yanto
Dlm dunia kedokteran berkembang, banyak hal yang terjadi dan kecanggihan, namun ada hal yang tidak bisa disebumkan yang berkaitan dengan kekotoran dan keberdosaan hati. Ini yang dibicarakan Tuhan Yesus dengan Nikodemus. Tidak ada yang bisa membersihkan hal ini, kecuali iman dan anugerah di dalam Firman Tuhan. Dan dikaitkan dengan perumpaan tentang penabur yang membawa proses pertumbuhan, seperti benih yang jatuh di tanah yang subur

?Ev. Sie Kok
Dikaitkan dengan Khotbah Rabu, tentang pergi dan berbuah, dikaitkan dengan rumput yang fana dan cepat mati dan tidak ada buah. Kalau kita menaburkan benih yang unggul, maka kita akan melihat hasilnya tidak seperti rumput yang cepat berlalu, yang umurnya pendek, dan tidak hanya kelihatan indah sesaat saja, tapi teruji dan dapat bertahan. Dan Penting sekali kita menabur benih yang murni dan benar.

?Pdt. Jahja
Benih yang unggul ;
1. Tahan ujian Waktu, badai dan penganiaayaan
2. Tahan uji dalam pengaruh jaman. Benih unggul diperlukan dalam segala kalangan manusia dan status . Bandingkan Maz 119 (1-14) harus dipegang, dicari, disimpan, digemari.

?Rev. DR. Caleb Tong
Penjelasan bagi penerangan yang diangkat oleh Petrus dari pasal 1:3, tentang lahir baru, ada 2 aspek
Antroposentris, diibaratkan dengan rumput (dasar manusia, yang hina dina, Filsafat, Pola, Kosep, Kehidupan yang akan hilang/fana). Petrus mengangkat dari basis dunia ke sorga, rekonsiliasi dengan Allah. Dari Tanah ini menjadi sumber hidup yang baru

Benih adalah ;
Firman Allah
Kebajikan hidup orang Kristen
Orang Kristen yang anak Surga

Kristus adalah Benih, dan Firman itu sendiri, dan saat kita terima-NYA, maka benih itu hidup dalam hidup kita
Bukan sekedar dibenahi hidupnya, tetapi juga harus bertahan dan tanpa konpromi di dalam tantangan hidup, tanpa noda cela, sehingga penjabaran benih dalam hidup kita menjadikan banyak buah bagi kehidupan

Benih adalah hidup kita juga, sehingga kita perlu berbuah banyak. (bandingkan tentang terang dunia, kita adalah terang dunia)

(Yoh 12:24) Yesus sudah membangkitkan Lazarus, membuktikan yang tidak mungkin terjadi. Kalau firman menjadi Sabda, maka menembus segala hal yang ada. Gereja diberi kuasa membebaskan yang terbelenggu.

Sebiji gandum jatuh dan mati, maka akan menghasilkan lipat ganda. Gandum adalah biji unggul. Saat itu Tuhan Yesus sedang dicari orang Yunani (artinya Filsafat dalam dunia tidak dapat menjawab dunia).

Kita perlu membawa jemaat dapat menyadari bahwa mereka adalah benih yang unggul untuk berbuah dan hidup seturut kehendak Tuhan, dan ini perkara yang tidak mudah.

Petrus mengangkat tentang kemuliaan Tuhan akan nyata kalau kita kembali hidup kepada Allah (dibandingkan dengan rumput yang sementara, dan fana dan mudah hancur/lenyap)

Theocentris
Nilai kekekalan membawa pertumbuhan dan perkembangan (contoh: kehidupan iman dan orang percaya di Tiongkok). Di dalam iman percaya, banyak orang yang menjadi benih unggul dan menghasilkan. Menghasilkan banyak buah dan panen besar.

Paulus mengatakan agar menyiapkan benih yang unggul untuk ditaburkan.

Makanan dapat menjadi suatu SEED / Benih, menjadi sumber yang menghidupkan kita. Makanan rohani yang dilakukan orang percaya dan kehidupan dari iman kepada iman, menjadi sumber yang menguatkan dan menumbuhkan untuk dapat berbuah dalam kehidupan orang percaya

Kehidupan yang diturunkan/dialihkan, seperti kehidupan Abraham kepada Ishak dan lainnya.

Kamis, 24 Januari 2008

Orang benar diselamatkan oleh karena Iman

Orang benar diselamatkan oleh karena Iman
Habakuk 2:1-5

Pdt. Yahya Santosa
Latar belakang pesan Habakuk merupakan penghiburan bagi orang percaya yang sedang mengalami penderitaan. Saat itu, keadilan sosial sangatlah diperhitungkan keberadaannya mengingat banyak sekali pemerasan, kejahatan, kesewenang-wenangan orang fasik. Pesan nubuatan yang diberitakan Habakuk malah berlainan dengan apa yang diharapkan oleh bangsa Israel saat itu. Habakuk memberitakan bahwa penderitaan akibat penindasan orang-orang fasik sudah ditentukan Tuhan pada bangsa Israel. Justru saat-saat inilah Habakuk hendak memberikan penghiburan akan suatu realita bahwa hidup orang percaya mengalami banyak penderitaan.
Ada beberapa pokok penting,
1. Habakuk tahu bahwa jawaban hanya datang dari Tuhan
2. Habakuk sadar bahwa jawaban Tuhan itu tidaklah langsung datang

Dalam surat Galatia pada pembicaraan tentang Iman, ada tantangan dari orang-orang di luar gereja terhadap ajaran Paulus. Oleh karena itu kesempatan dipakai Paulus guna menjernihkan kembali konsep mengenai hukum taurat yang sama sekali tidaklah menyelamatkan, melainkan seperti cermin yang hendak memperlihatkan kesalahan orang.

Pdt. Samuel Wahyudi
Perlu diperhatikan Sitz In Leben, situasi kehidupan bangsa Israel dalam teks-teks Alkitab. Kondisi bangsa Israel saat itu berada dalam paska Uni-Israel, dimana bangsa Israel terpecah jadi dua. Kondisi politik pun menjadi goyah. Maka tidak heran jika Yehuda (Kerajaan Israel Selatan) dijajah oleh bangsa Kasdim. Tuhan memberikan FirmanNya melalui perantara Habakuk guna menegaskan bahwa penderitaan akibat penjajahan Kasdim merupakan teguran bagi bangsa Israel agar mereka bertobat.
Kerangka khotbah ditekankan pada, diluar iman kepada Allah yang benar tidak akan membawa hidup dalam pengharapan.
i. Pendahuluan, kondisi manusia yang REAL, manusia tidak mampu menyelesaikan masalahnya.
Restlesness, Emptiness, Aimlessness,Loneliness.
ii. Berita : Konteks Habakuk tekanan pada Sitz im leben, bagaimanakah manusia dapat menyelesaikan permasalahannya?
iii. Eksegese
a. Allah berinisiatif menuntun kepada pertobatan, sekalipun melalui kenyataan hidup yang berat.
b. Mampu membedakan: hal-hal yang bisa diubah dan hal-hal yang tidak bisa berubah. Hal-hal yang bisa diubah adalah masa depan dan hal-hal yang tidak bisa berubah adalah masa lalu.
c. Perubahan terjadi hanya karena Iman.
iv. Konklusi khotbah: kembali tekanan tema, orang benar akan hidup karena iman, bgm kehidupan jemaat hari ini?.

Pdt. Christiadi Cohen
Perkataan �orang benar akan hidup oleh percayanya/imannya� dalam kitab habakuk turut dikutip Paulus guna mengkonsentrasikan inti hidup orang percaya. Dalam situasi Perjanjian Lama, Habakuk berusaha mempertanyakan kepada Tuhan mengapa orang berdosa dihakimi oleh orang yang lebih berdosa; bangsa kafir. Pertanyaan ini merupakan �Self-Righteousness� bangsa Israel (Yehuda) di hadapan Tuhan.

Ev. San Bun
Perkembangan iman menurut James Fowler pada tahap ke-4, ketergantungan percaya manusia hanya karena ikut arus (komunitas). Iman pada tahap ke-4 bergantung atas kata orang atau kata pendeta. Sedangkan tahap ke-5 yaitu tahap dimana tiap orang dapat secara individuatif, reflektif: bisa mempertanyakan, bisa mengumuli. Seperti Hab yang mempertanyakan hal-hal yang tidak dipahami dalam kehidupan, lalu mempertanyakan kepada Allah.

Pdt. Yunedy
Hukum taurat itu sudah lama hilang dan baru ditemukan kembali pada tahun 621 SM. Kembalinya hukum taurat tersebut tidaklah memulihkan kerohanian secara permanent. Akibatnya orang-orang Yahudi kembali berbuat dosa seperti sebelumnya. Tidak heranlah jika mereka dihukum Tuhan.
Menyadari persoalan ini, Habakuk mendoakan mereka tetapi nampak seolah-olah Tuhan tidak mendengar. Malah orang Kasdim dipakai Tuhan sebagai bentuk keadilan serta hukuman bagi bangsa Yehuda. Inti berita Habakuk tidak lain ialah menyampaikan pemurnian Tuhan kepada Israel, sebagai bentuk wujud kasih Tuhan kepada orang beriman.

Ev. Frida Adjan
Di dalam ay. 4, �Sesungguhnya orang benar akan hidup oleh percayanya�, Habakuk berusaha mengkontraskan dengan sikap orang sombong. Tentu saja orang yang sombong adalah pribadi yang sangat sulit untuk beriman kepada Tuhan. Kesombongan tersebut membuat dirinya tidak perlu bergantung sesuatu apa pun juga; dalam konteks ini adalah Tuhan.

Ev. Irene
Tema �orang benar diselamatkan oleh iman� didapati keunikan tersendiri. Mengapa? Karena sering kali orang benar � mungkin merasa benar � bersikap arogan serta tidak perlu lagi mengandalkan Tuhan. Hal ini dapat diumpamakan seperti perbedaan orang yang dapat berenang dan orang yang tidak dapat berenang. Orang yang tidak dapat berenang pasti tidak berani langsung ke daerah paling dalam. Sebaliknya orang yang dapat berenang cenderung akan berenang ke daerah paling dalam, hingga dimungkinkan ia pun akan mengalami kecelakaan meski pun punya kemampuan berenang.

Pdt. Caleb Tong
Pesan di Galatia dan Habakuk tentang �iman� merupakan applicable bagi tiap kondisi. Paulus mengambil tema tentang �orang benar hidup oleh karena iman� merupakan interpretasi dari peristiwa di Perjanjian Lama sebagai sumber kekayaan Firman Tuhan pada suratnya pada jemaat Galatia. Ada beberapa pokok penting yang hendak Paulus sampaikan atas interpretasi Habakuk 3:4, antara lain:
� Roma 1:17, merupakan berita kepada orang non Yahudi agar mereka mengerti bahwa keselamatan hanya oleh iman yang berlandaskan oleh Anugrah Tuhan
� Galatia 3:11, merupakan ajaran khusus bagi orang Yahudi yang terlalu menegaskan syarat memenuhi tuntutan Taurat. Paulus menegaskan bahwa Taurat merupakan alat vonis bagi orang berdosa atas perbuatan mereka. Contoh Abraham yang diungkap kembali oleh Paulus guna:
o Memberikan contoh Abraham sebagai bapa orang beriman, ia percaya bahwa bagi Allah tidak ada hal yang mustahil, karena istrinya yang mandul pun dapat melahirkan Ishak
o Paulus hendak memberi contoh kepada tiap pembaca agar menyadari bahwa Abraham tidak ragu akan Allah yang dapat memberi hidup bagi orang. Maka dengan iman, Abraham mempersembahkan Ishak dan mewariskan berkat yang besar. Dengan kata lain, Paulus menegaskan orang yang dibenarkan oleh iman adalah pewaris Roh Kudus yang melahirkan (memberi hidup)
� Ibrani 10:38, menegaskan Tuhan tidak berkenan kepada orang yang mundur, tenggelam atau hanyut dan tidak diselamatkan jiwanya karena tidak beriman kepada Allah. Ibrani secara khusus ditulis dalam konteks akhir jaman di mana terdapat peperangan, sengsara, penganiayaan, fitnahan, perampasan belengu dan kemiskinan bertubi-tubi menyerang iman orang percaya. namun sebagai orang yang beriman, pastilah yakin bahwa Tuhan segera datang kembali menyelesaikan persoalan mereka.
Ketika Tatkala Babilonia tenggelam dan sejak kehancurnya, diberitakan akan muncul kota baru Yerusalem, bagai harapan yang indah bagi orang yang beriman.
Sebagai contoh: dalam dunia yang penuh kesadisan, terdapat sikap penyimpangan seksual yang membuktikan bahwa manusia sedang dalam keadaan genting. Yaitu:
Powerless-ness to be = Sadisme dalam hubungan seksual
Powerless-ness to relate = Pelampisan seksual secara tidak wajar
Konklusi:
Perlu diperhatikan! Dalam minggu ini perlu membawa orang beriman pada anugerah yang Tuhan beri bagi keselamatan jiwa, agar hidup sehat kua dalam kemenangan, sebab orang benar hanya dapat hidup apabila ia bersandar pada Tuhan semata.





- Kelompok 4 -

Kamis, 17 Januari 2008

Yesus, Pengawal dan Menggenap Iman

YESUS, PENGAWAL DAN MENGGENAP IMAN
Ibr 12:1-17

Samuel Wahyudi, Pdt.
Konteks pada ayat-ayat tersebut adalah Kristus pusat kehidupan, dan Allah memberikan hajaran dan mendidik orang-orang percaya dalam menjalani kehidupan pribadinya dan bagaimana berelasi dengan sesama orang percaya. Hakekat karya Kristus adalah inisiatif Allah untuk menyatakan dirinya kepada Manusia yang tidak mampu mengenal Allah dengan usahanya sendiri. Namun justru manusia menggugat inisiatif Allah ini dengan menolak Kristus (Kaledoiskop Kristologi 2007). Penulis kitab Ibrani memulai pasal ini dengan bahasa metafora tentang kehidupan iman orang percaya, yang seperti seorang atlet yang sedang berlomba untuk sebuah kemenangan. Seorang atlet yang baik, hidupnya selalu terfokus pada persiapan untuk meraih yang terbaik yang sanggup ia lakukan, demikian juga dengan kehidupan orang percaya yang harus terfokus pada Kristus agar mampu mempresentasikan yang terbaik melalui kehidupannya.
Mengapa Allah mendidik kita? RC Sproul dalam Chosen by God mengungkapkan 3 istilah yang harus dibedakan, yakni: Misteri, Paradoks, dan Kontradiksi. Allah mendidik kita melalui paradoks, dimana kita akan mengenal kebaikan dan kasihNya justru melalui pergumulan hidup, kepahitan hidup bahkan penderitaan. Allah tidak pernah berkontradiksi dalam kehendak dan rencanaNya.
Khotbah akan disusun sbb:
Pendahuluan, hal-2 komptemporer yang menentang Kristus
Pokok Berita, iman ditengah tantangan kehidupan, tetapi Kristus penggenap iman.
Eksegesis,
i. salvation faith, living faith dan serving faith
ii. focus on Christ: perseverance of the saints, by paradox of life
iii. Fruits of Christian life.
Kesimpulan :
Jawaban Alkitab selalu relevan terhadap isu-isu Kristologi komtemporer, dimana Kristus adalah Pengawal dan penggenap iman.

Ling Hie Ping, Pdt.
Kehidupan kekristenan seperti pertandingan (Bdk. 1 Kor 9). Pada umumnya, pertandingan tujuannya adalah kemenangan, demikian juga dengan hidup kekristenan itu tujuannya adalah kemenangan. Bagaimana bisa menang?
� Tau, bahwa kita banyak saksi � menunjuk kepada Ibr pasal 11: adanya saksi-saksi iman selama mengikuti Tuhan, banyak kesulitan tapi bisa menang.
� Hanya bisa di dapat kalau kita menanggalkan semua beban dosa. Salah satu beban yang merintangi adalah banyak orang Kristen justru tidak mau berubah. Ada yang mengatakan, kata �perlombaan� itu menunjuk pada lari 100 meter, tidak pakai aksesoris yang macam-macam, supaya tidak ada yang merintangi.
� Kita mau mempunyai mata yang tertuju pada Kristus.

Agus Gunawan, Pdt.
Iman harus bisa mengatasi dosa. Ketika ada orang percaya, salah satu cirinya adalah mampu meninggalkan dosa. Dosa itu bukan hanya �di luar� diri kita tetapi juga ada yang �di dalam� (inside) diri kita.

Timothy Liem, Pdt.
Kalimat �Yesus yang memimpin kita pada iman dan membawa iman pada kesempurnaan, dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib� yang tekun menanggung bantahan �� (ayat 2-3). Jadi , kesempurnaan akan dapat dicapai kalau kita melewati masa seperti Kristus: dihinakan, dibantah, dimusuhi. Iman kita tidak akan hidup kalau kita tidak mengalami fase itu, karena kadang kita selalu melihat hidup yang mapan, disegani, dituruti. Ingat, dalam hidup mungkin satu saat Tuhan mengijinkan satu fase yang sangat sulit � (yang Tuhan Yesus katakan �saat yang kamu tidak ingini�, Yoh. 21). Dalam keadaan seperti itu, mari makin mencari Dia dan bersandar kepada Dia. Pesan ini harus disampaikan kepada jemaat supaya memperkaya pengalaman iman jemaat.

Handy Kurniawan, Pdt.
Kristus sedang dipertaruhkan akhir-akhir ini, banyak yang menganggap Yesus bukan Allah. Dalam khotbah harus menekankan bagaimana Yesus adalah Allah yang datang memberi keselamatan.
Beberapa hal memperkenalkan Yesus sebagai Allah,
� Penulis Ibrani menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat, Melkisedekh, dan sebagainya.
� Paulus dalam Roma mengatakan bahwa Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamai�.
� Dari kesaksian Yohanes: Pertama, penyataan Allah: �inilah Anak yang Kukasihi�; Kedua, kesaksian dari Yohanes pembaptis: lihatlah anak domba; Ketiga: dari pekerjaan Tuhan Yesus sendiri membuktikan bahwa dia adalah Allah; Keempat: dari kitab-kitab suci; Kelima: dari Yohanes sendiri yang menulis Injil Yohanes.

Hengky Suciady, Ev.
Pasal ini bicara tentang umat Tuhan yang sedang dalam pergumulan iman. Mengajarkan kita tiga hal:
� Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah beruhah, Dia menyertai para tokoh iman (11) Dia juga akan menyertai kita.
� Suatu panggilan untuk setia dalam iman.
� Berkarya dalam kehidupan: perlombaan bagi Tuhan.
Bagaimana caranya? Ayat 1 dan 2: perlu meninggalkan dosa; hidup terfokus pada Kristus; bukan cuma menjadi pemenang, tetapi kita terus dibentuk dalam karya Allah supaya menjadi lebih indah lagi.

Jan Agustanu, Ev.
Realita kehidupan orang percaya seringkali ada dalam penderitaan. Tetapi orang Kristen bisa tetap ada damai, kekuatan. Kenapa? Karena Tuhan beserta. Pada waktu kita tidak mampu melindungi iman kita, Allah tetap menyertai dan menguatkan.

Agus Setiono, Ev.
Fobia sosial (sosiofobia / agorafobia=takut keramaian): takut kalau mendapatkan penghinaan penghinaan di publik, takut kalau orang akan menyakiti. Mungkin ada jemaat mengalami hal ini, tetapi apakah ini membuat mereka tidak berani bersaksi dan dan tidak berani menjalani hidup ini? Maka ajak jemaat,
� Jangan takut, karena kita tidak berjuang sendiri, ada banyak saksi yang mendahului kita berjuang (11).
� Mari berjalan mengiring Tuhan, mengarahkan hidup untuk megiring Tuhan.
� Orang benar akan hidup oleh iman, bisa hidup karena percaya.

Chandra Wijaya, Sdr.
Dalam hidup beriman ada dua kenyataan yang menyertai: ada yang hidup baik/menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan (pasal 11). Karena kenyataan itu (tidak selalu menyenangkan) maka hidup itu perlu perjuangan iman, dengan mata yang tertuju (berpusat) kepada Yesus.

Bong San Bun, Ev.
Ada orang yang kelihatan punya kerohanian baik tetapi realitanya dia tidak bertumbuh. Ini mengerikan. Mengapa orang Kristen tidak bisa lepas dari kebiasaan buruk? Ada kemungkinan mereka menikmati kehidupan dalam dosa. Mungkin mereka akan selamat, tetapi seperti Rasul Paulus katakan mereka menjadi orang �seperti ditarik dari dalam api�.

Jahja Santosa, Pdt.
Situasi orang Kristen ada dalam medan perlombaan, bukan dalam masa latihan (bisa salah), bukan dalam momen latih tanding (coba-coba). Oleh sebab itu kita perlu iman fokus pada Yesus.

Freda Adjan, Ev.
Mengapa kita harus bertekun dalam iman? Sebagai saksi iman, kita bagaikan ada di tengah-tengah gelanggang. Ada banyak orang yang menyaksikan kita. Oleh sebab itu apa saja yang membuat kita keluar dari gelanggang harus ditanggalkan.
� Iman adalah satu bagian yang sangat penting untuk menjadi suatu ketekunan bagi kita.
� Orang hanya hidup oleh iman kalau dia punya mata tertuju kepada Yesus. Mana kala ia mulai melihat hal lain, iman sulit dipertahankan.
� Selalu ingat pada Yesus. Iman digoncangkan kalau merasa terhinakan (harus mempertahankan dirinya). Tuhan Yesus memberikan contoh, tekun menahan bantahan.

Caleb Tong, Pdt.
Bulan ini bicara tentang kemantapan dalam iman. Perikop ini diangkat, bahwa kita dikelilingi oleh saksi-saksi untuk mendorong kita punya semangat untuk maju terus.
Konteks perikop ini adalah iman pengharapan dan kasih. Tiga hal ini penting sekali. Iman diperoleh dari Yesus Kristus. Ia memberi harapan karena pada saat ia mendapat tantangan Ia tetap menang, karena ia punya harapan yang besar.
Ketika ada ayat mengatakan, �anak dihajar oleh bapa�, artinya: mengkoreksi, mendisiplin, memecut (malas menuntut kemajuan maka bapa rela dalam cinta kasihnya menghajar kita).
Ada tiga istilah, �accept, adjust, achieve�. Accept menerima apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bahkan sesuatu yang tidak berkenan di hati kita. Adjust menyesuaikan dengan pola tata cara Allah. Dalam hal ini, hati seorang anak yang rela mematuhi meskipun kita tidak mengerti. Sepeti Tuhan Yesus di taman Getsemani. Achieve, accomplisment, menggenapi sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Ada orang-orang yang ketika melakukan sesuatu bermula dengan baik, continuitasnya juga baik, tetapi finishing touch-nya kadang-kadang tidak baik. Dalam hal iman, hanya Tuhan saja, yang bisa menggenapi.
Tujuh macam faktor menafsirkan �Yesus Kristus adalah pemula dan penggenap ini�,
� He is the author and finisher of our faith.
� He is a leader and perfector of our faith.
� He is the source and goal of our faith.
� He is a course and completer of our faith.
� He is the forerunner and winner of our faith. Menang dalam kemenangan dia, karena dia menjadi pejuang di depan kita. Kita hanya bisa mengikuti dia untuk mendapat kememangan.
� He is a pioneer and companion of our faith. Dia adalah pionir dan menemani kita dalam pertandingan hidup ini.
� He is a leader and example of our faith.
Kalau kita punya hati kepada Allah maka arah dan jalan kita pasti ke sana, kepada Allah. Kalau kita menatap kepada Kristus maka segala serih payah, usaha selalu akan kepada Kristus. Kita bersyukur Kristus di Salib karena dengan demikian Ia telah menggenapi segala kehendak BapaNya. Ibr 10, �Ia datang untuk menggenapi segala kehendak Bapa, dan berjalan dalam tujuan yang ditetapkan Tuhan�.

Yesus, Pengawal dan Menggenap Iman

YESUS, PENGAWAL DAN MENGGENAP IMAN
Ibr 12:1-17

Samuel Wahyudi, Pdt.
Konteks pada ayat-ayat tersebut adalah Kristus pusat kehidupan, dan Allah memberikan hajaran dan mendidik orang-orang percaya dalam menjalani kehidupan pribadinya dan bagaimana berelasi dengan sesama orang percaya. Hakekat karya Kristus adalah inisiatif Allah untuk menyatakan dirinya kepada Manusia yang tidak mampu mengenal Allah dengan usahanya sendiri. Namun justru manusia menggugat inisiatif Allah ini dengan menolak Kristus (Kaledoiskop Kristologi 2007). Penulis kitab Ibrani memulai pasal ini dengan bahasa metafora tentang kehidupan iman orang percaya, yang seperti seorang atlet yang sedang berlomba untuk sebuah kemenangan. Seorang atlet yang baik, hidupnya selalu terfokus pada persiapan untuk meraih yang terbaik yang sanggup ia lakukan, demikian juga dengan kehidupan orang percaya yang harus terfokus pada Kristus agar mampu mempresentasikan yang terbaik melalui kehidupannya.
Mengapa Allah mendidik kita? RC Sproul dalam Chosen by God mengungkapkan 3 istilah yang harus dibedakan, yakni: Misteri, Paradoks, dan Kontradiksi. Allah mendidik kita melalui paradoks, dimana kita akan mengenal kebaikan dan kasihNya justru melalui pergumulan hidup, kepahitan hidup bahkan penderitaan. Allah tidak pernah berkontradiksi dalam kehendak dan rencanaNya.
Khotbah akan disusun sbb:
Pendahuluan, hal-2 komptemporer yang menentang Kristus
Pokok Berita, iman ditengah tantangan kehidupan, tetapi Kristus penggenap iman.
Eksegesis,
i. salvation faith, living faith dan serving faith
ii. focus on Christ: perseverance of the saints, by paradox of life
iii. Fruits of Christian life.
Kesimpulan :
Jawaban Alkitab selalu relevan terhadap isu-isu Kristologi komtemporer, dimana Kristus adalah Pengawal dan penggenap iman.

Ling Hie Ping, Pdt.
Kehidupan kekristenan seperti pertandingan (Bdk. 1 Kor 9). Pada umumnya, pertandingan tujuannya adalah kemenangan, demikian juga dengan hidup kekristenan itu tujuannya adalah kemenangan. Bagaimana bisa menang?
� Tau, bahwa kita banyak saksi � menunjuk kepada Ibr pasal 11: adanya saksi-saksi iman selama mengikuti Tuhan, banyak kesulitan tapi bisa menang.
� Hanya bisa di dapat kalau kita menanggalkan semua beban dosa. Salah satu beban yang merintangi adalah banyak orang Kristen justru tidak mau berubah. Ada yang mengatakan, kata �perlombaan� itu menunjuk pada lari 100 meter, tidak pakai aksesoris yang macam-macam, supaya tidak ada yang merintangi.
� Kita mau mempunyai mata yang tertuju pada Kristus.

Agus Gunawan, Pdt.
Iman harus bisa mengatasi dosa. Ketika ada orang percaya, salah satu cirinya adalah mampu meninggalkan dosa. Dosa itu bukan hanya �di luar� diri kita tetapi juga ada yang �di dalam� (inside) diri kita.

Timothy Liem, Pdt.
Kalimat �Yesus yang memimpin kita pada iman dan membawa iman pada kesempurnaan, dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib� yang tekun menanggung bantahan �� (ayat 2-3). Jadi , kesempurnaan akan dapat dicapai kalau kita melewati masa seperti Kristus: dihinakan, dibantah, dimusuhi. Iman kita tidak akan hidup kalau kita tidak mengalami fase itu, karena kadang kita selalu melihat hidup yang mapan, disegani, dituruti. Ingat, dalam hidup mungkin satu saat Tuhan mengijinkan satu fase yang sangat sulit � (yang Tuhan Yesus katakan �saat yang kamu tidak ingini�, Yoh. 21). Dalam keadaan seperti itu, mari makin mencari Dia dan bersandar kepada Dia. Pesan ini harus disampaikan kepada jemaat supaya memperkaya pengalaman iman jemaat.

Handy Kurniawan, Pdt.
Kristus sedang dipertaruhkan akhir-akhir ini, banyak yang menganggap Yesus bukan Allah. Dalam khotbah harus menekankan bagaimana Yesus adalah Allah yang datang memberi keselamatan.
Beberapa hal memperkenalkan Yesus sebagai Allah,
� Penulis Ibrani menunjukkan bahwa Yesus lebih tinggi dari malaikat, Melkisedekh, dan sebagainya.
� Paulus dalam Roma mengatakan bahwa Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamai�.
� Dari kesaksian Yohanes: Pertama, penyataan Allah: �inilah Anak yang Kukasihi�; Kedua, kesaksian dari Yohanes pembaptis: lihatlah anak domba; Ketiga: dari pekerjaan Tuhan Yesus sendiri membuktikan bahwa dia adalah Allah; Keempat: dari kitab-kitab suci; Kelima: dari Yohanes sendiri yang menulis Injil Yohanes.

Hengky Suciady, Ev.
Pasal ini bicara tentang umat Tuhan yang sedang dalam pergumulan iman. Mengajarkan kita tiga hal:
� Kesetiaan Tuhan yang tidak pernah beruhah, Dia menyertai para tokoh iman (11) Dia juga akan menyertai kita.
� Suatu panggilan untuk setia dalam iman.
� Berkarya dalam kehidupan: perlombaan bagi Tuhan.
Bagaimana caranya? Ayat 1 dan 2: perlu meninggalkan dosa; hidup terfokus pada Kristus; bukan cuma menjadi pemenang, tetapi kita terus dibentuk dalam karya Allah supaya menjadi lebih indah lagi.

Jan Agustanu, Ev.
Realita kehidupan orang percaya seringkali ada dalam penderitaan. Tetapi orang Kristen bisa tetap ada damai, kekuatan. Kenapa? Karena Tuhan beserta. Pada waktu kita tidak mampu melindungi iman kita, Allah tetap menyertai dan menguatkan.

Agus Setiono, Ev.
Fobia sosial (sosiofobia / agorafobia=takut keramaian): takut kalau mendapatkan penghinaan penghinaan di publik, takut kalau orang akan menyakiti. Mungkin ada jemaat mengalami hal ini, tetapi apakah ini membuat mereka tidak berani bersaksi dan dan tidak berani menjalani hidup ini? Maka ajak jemaat,
� Jangan takut, karena kita tidak berjuang sendiri, ada banyak saksi yang mendahului kita berjuang (11).
� Mari berjalan mengiring Tuhan, mengarahkan hidup untuk megiring Tuhan.
� Orang benar akan hidup oleh iman, bisa hidup karena percaya.

Chandra Wijaya, Sdr.
Dalam hidup beriman ada dua kenyataan yang menyertai: ada yang hidup baik/menyenangkan dan ada yang tidak menyenangkan (pasal 11). Karena kenyataan itu (tidak selalu menyenangkan) maka hidup itu perlu perjuangan iman, dengan mata yang tertuju (berpusat) kepada Yesus.

Bong San Bun, Ev.
Ada orang yang kelihatan punya kerohanian baik tetapi realitanya dia tidak bertumbuh. Ini mengerikan. Mengapa orang Kristen tidak bisa lepas dari kebiasaan buruk? Ada kemungkinan mereka menikmati kehidupan dalam dosa. Mungkin mereka akan selamat, tetapi seperti Rasul Paulus katakan mereka menjadi orang �seperti ditarik dari dalam api�.

Jahja Santosa, Pdt.
Situasi orang Kristen ada dalam medan perlombaan, bukan dalam masa latihan (bisa salah), bukan dalam momen latih tanding (coba-coba). Oleh sebab itu kita perlu iman fokus pada Yesus.

Freda Adjan, Ev.
Mengapa kita harus bertekun dalam iman? Sebagai saksi iman, kita bagaikan ada di tengah-tengah gelanggang. Ada banyak orang yang menyaksikan kita. Oleh sebab itu apa saja yang membuat kita keluar dari gelanggang harus ditanggalkan.
� Iman adalah satu bagian yang sangat penting untuk menjadi suatu ketekunan bagi kita.
� Orang hanya hidup oleh iman kalau dia punya mata tertuju kepada Yesus. Mana kala ia mulai melihat hal lain, iman sulit dipertahankan.
� Selalu ingat pada Yesus. Iman digoncangkan kalau merasa terhinakan (harus mempertahankan dirinya). Tuhan Yesus memberikan contoh, tekun menahan bantahan.

Caleb Tong, Pdt.
Bulan ini bicara tentang kemantapan dalam iman. Perikop ini diangkat, bahwa kita dikelilingi oleh saksi-saksi untuk mendorong kita punya semangat untuk maju terus.
Konteks perikop ini adalah iman pengharapan dan kasih. Tiga hal ini penting sekali. Iman diperoleh dari Yesus Kristus. Ia memberi harapan karena pada saat ia mendapat tantangan Ia tetap menang, karena ia punya harapan yang besar.
Ketika ada ayat mengatakan, �anak dihajar oleh bapa�, artinya: mengkoreksi, mendisiplin, memecut (malas menuntut kemajuan maka bapa rela dalam cinta kasihnya menghajar kita).
Ada tiga istilah, �accept, adjust, achieve�. Accept menerima apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Bahkan sesuatu yang tidak berkenan di hati kita. Adjust menyesuaikan dengan pola tata cara Allah. Dalam hal ini, hati seorang anak yang rela mematuhi meskipun kita tidak mengerti. Sepeti Tuhan Yesus di taman Getsemani. Achieve, accomplisment, menggenapi sesuatu sesuai dengan kehendak Allah. Ada orang-orang yang ketika melakukan sesuatu bermula dengan baik, continuitasnya juga baik, tetapi finishing touch-nya kadang-kadang tidak baik. Dalam hal iman, hanya Tuhan saja, yang bisa menggenapi.
Tujuh macam faktor menafsirkan �Yesus Kristus adalah pemula dan penggenap ini�,
� He is the author and finisher of our faith.
� He is a leader and perfector of our faith.
� He is the source and goal of our faith.
� He is a course and completer of our faith.
� He is the forerunner and winner of our faith. Menang dalam kemenangan dia, karena dia menjadi pejuang di depan kita. Kita hanya bisa mengikuti dia untuk mendapat kememangan.
� He is a pioneer and companion of our faith. Dia adalah pionir dan menemani kita dalam pertandingan hidup ini.
� He is a leader and example of our faith.
Kalau kita punya hati kepada Allah maka arah dan jalan kita pasti ke sana, kepada ALlah. Kalau kita menatap kepada Kristus maka segala serih payah, usaha selalu akan kepada Kristus. Kita bersyukur Kristus di Salib karena dengan demikian Ia telah menggenapi segala kehendak BapaNya. Ibr 10, �Ia datang untuk menggenapi segala kehendak Bapa, dan berjalan dalam tujuan yang ditetapkan Tuhan�.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India