Jumat, 05 September 2008

APA YANG HARUS KUBALAS?

7 September 2008

APA YANG HARUS KUBALAS?
Mazmur 116:11-19


� Mazmur 116 ini tidak disebut siapa penulisnya. Kebanyakan mazmur bersifat umum, tetapi mazmur ini bersifat pribadi. Pada umumnya bersifat teratur, tetapi mazmur 116 ini tidak teratur. Tetapi ada tiga hal, pertama: ini adalah keadaan dan kondisiku. Dalam keadaan butuh pertolongan, aku sedang menuju maut (8), aku sangat tertindas (), aku bingung. Dalam kondisi yang sulit, ada dua kemungkinan: pertama, mengasihi diri sendiri. Kedua, cenderung cari pertolongan yang keliru, membius diri. Dalam keadaan sulit kita perlu belajar dari pemazmur yaitu berpikir positif, kedua cari solusi yang benar, yaitu datang kepada Tuhan. Hal yang kedua, betapa luar biasanya perbuatan Allah kepadaku (Ay.5,6,7,8,9&16). hanya orang percaya yang bisa melihat perbuatan Allah yang luar biasa. Seperti Ayub, Yusuf. Hal yang ketiga, apa yang harus kubalas. Ay.12. ada niat saja sudah bagus, apa lagi bisa mewujudkan. Tetapi apa yang bisa kita lakukan tidak sebanding, yang penting kita sudah di dalam Tuhan. Terakhir, 15&16 menempatkan diri sebagai hamba. Namun, tidak semua yang ingin kita lakukan untuk Tuhan berkenan kepada Tuhan. Daud dalam pembangunan bait suci, salomo lah yang membangun.

� Sama seperti orang tua yang telah memberikan segala sesuatu, tetapi sering kali kita tidak bisa membalas semua itu. Seprti tukang parkir, dia adalah orang yang paling kaya, ada BMW, Mercy di depannya, tetapi tidak bisa memilikinya. Apa yang diberikan Tuhan adalah suatu titipan yang harus kita jaga sebaik-baiknya, hanya dititipkan supaya diperlihara. Lakukan dengan setia, hikmat. Di sebelah rumah sedang ada yang membangun, ketika tidak ada majikan dia tidak bekerja, tetapi ketika majikan datang dia baru bekerja. Kedua, dia memang hobinya adalah nembok, yang ketiga, dia hanya ingin memberikan yang terbaik. Ini adalah orang yang benar-benar bekerja untuk yang terbaik. Kol 3:23 �perbuatlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia, yang terbaik.�

� Setiap manusia akan merasakan rasa takut dalam dirinya, yang tidak bisa dipungkiri adalah rasa takut akan kematian. Rasa takut akan kematian, tidak dapat dielakkan menajdi krisis hidup yang paling besar yang biasa dialami orang usia tengah baya, yang mengguncang seluruh segi kehidupannya. Takut mati adalah wajar karena dia memiliki tanggung jawab isteri, anak. Mazmur 116 merupakan mazmur yang mengungkapkan secara jujur perasaan tersebut. Pemazmur kemudian menggumulinya bersama Tuhan (ay.4,13,17.), dan akhirnya dia mendapat jawaban, tidak diketahui kegentaran akan kematian itu karena dia sendiri itu takut mati atau dia melihat kematian orang yang dikasihi. Dia mendapat jawaban bahwa hidup dan mati itu adalah anugerah Tuhan. Ternyata itu berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihinya ay.16. dan sebagai ekspresi dari imannya ia mengucap syukur diulangi dalam ayat 14,18. Jika orang Kristen menemukan jawaban itu dia akan dihindarkan dari rasa takut akan kematian. Orang Kristen akan lebih bersyukur akan anugerah Tuhan.

� Saya akan membawa jemaat kembali pada panggilan Tuhan. Keselamatan yang Tuhan berikan itu bukan berarti dia ada di ruang tunggu, tapi di ruang kerja. Setiap kali orang percaya punya relasi yang baik dengan Tuhan, puncaknya adalah dia ingin menikmati bersama dengan Tuhan dan pasti punya kerinduan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Di eropa, gereja bisa mempengaruhi masyarakat. Tetapi gereja ditinggalkan Tuhan karena tidak mempengaruhi masyarakat. Tertapi di Asia, gereja disertai Tuhan tetapi tidak punya dampak bagi masyarakat.

� Apa yang harus kubalas?
1. bersyukur senantiasa. Bersyukur adalah sesuatu yang gampang-gampang susah.
2. setia sampai akhir. Disini dikatakan, �berharga di mata Tuhan� frase ini berlawanan dengan kata �sia-sia�. Mati untuk negara mungkin hanya sebatas kata2 saja. Tetapi apa bila kita bandingkan dengan mati untuk Tuhan lain nilainya.
3. Rela berkorban.

� Tuhan dikatakan baik karena 2 hal;
1. karena Tuhan memang baik: Tuhan meluputkan.
2. Tuhan baik karena siapa Dia. Pengertian seperti ini ada kalau hatinya telah disentuh oleh Tuhan. Sebenarnya tidak mungkin kita membalas apa yang Tuhan buat. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan :
i. mengangkat piala
ii. membayar nazar.
Rick warren said: salah satu metode penginjilan yang baik adalah kesaksian pribadi kita bagaimana Tuhan itu baik kepada kita.

� 15 tahun lalu, saya menggumuli ayat ini dan ditantang oleh ayah saya, lalu saya bertanya: pih, bagaimana caranya membalas kebaikan Tuhan? Ambil secarik kertas dan tuliskan kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Tapi ternyata, tidak cukup menulis kebaikan Tuhan dalam secarik kertas. Terus papih berkata, carilah apa yang bisa kamu balas untuk Tuhan, tapi kenyataannya tidak bisa saya balas. Jika demikian, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk Tuhan.

� Saya melihat mazmur ini merupakan nyanyian personal. Apa yang harus kubalas?
1.hidup penuh ucapan syukur ay.12. mengapa pemazmur bersyukur? Karena pembebasan Tuhan dari berbagai marabahaya yang Tuhan kerjakan atas pribadi pemazmur. Menjadi alasan ucapan syukur.
2.Memiliki hati yang tetap setia kepada Tuhan. Ini adalah komitmen untuk hidup tetap setia dalam mengikut Tuhan meski hidup ini ada tantangan.
3.ay.12.13 menyaksikan karya penebusan Allah kepada orang yang tidak percaya supaya orang lain mengalami berkat Tuhan, keselamatan itu bukan kita nikmati sendiri tetapi kita bagikan kepada orang lain supaya orang lain juga mengalami keselamatan dari Tuhan.

� Ada seorang pemikir dan usahawan terkenal: jika bintang muncul dalam sekali setahun pasti akan terkagum dan mengabadikan serta membagikan kepada keturunannya. Jika muncul setiap malam, maka kita cenderung untuk mengabaikannya. Mazmur 116 ini tergolong pengucapan syukur, dia mengutarakan ucapan terima kasihnya atas penyelamatan Tuhan atas dirinya. Dari mazmur ini terbagi dalam tiga bagian besar:
1.1-4 mengingat kesedihan yang mendalam dalam hidup, namun dalam situasi demikian pemazmur mengatakan akan tetap setia kepada Tuhan. Kehidupan pemazmur tidak berbeda dengan kehidupan kita. Tetapi Dia tetap mengasihi kita.
2.5-11 mengingat akan kasih karunia dan anugerah Allah, seperti �suatu bantal yang lembut� (penghiburan) dalam keadaan penderitaan.
3.12-19 pengucapan sykur yang mendalam. Dengan suatu nazar atau janji, sebagai persembahan sykur, karena Tuhan begitu baik.

� Orang ini diwawancari untuk menceritakan pengalaman mereka, George ... buku itu membahas pengalaman orang yang mati suri dan melalui pengalaman itu membuat orientasi hidup dia berubah, dari Near Death Experience menjadi Near God experience. Itulah yang sebenarnya terjadi dalam hidup pemazmur. Tetapi, kita tidak perlu menunggu Near Dead Experience melainkan jadikanlah setiap hari di dalam hidup kita menjadi pengalaman bergaul dengan Tuhan.

� Untuk menghitung berkat itu bisa sulit atau mudah. Bagaimana seseorang dapat menghitung berkat Tuhan kalau orang itu tidak percaya kepada Tuhan, Tuhan itu baik, Tuhan itu memelihara, Tuhan itu mendengar, Tuhan itu sayang sama manusia. Tetapi kalau manusia itu percaya, dalam keadaan apapun, orang itu tetap dapat menghitung berkat Tuhan, kuncinya adalah percaya. Setelah percaya, baru dia dapat mengungkapkan syukur kepada Tuhan.

� Ada dua kata kunci;
1. aku mengasihi Tuhan, itu adalah syema israel adalah ajaran taurat ajaran yahudi.
2. aku percaya, itu adalah suatu deklarasi kepada Tuhan.
3. Dari dua kata kunci itu muncul pertanyaan �bagaimana kubalas kebaikan Tuhan�?
i. mengangkat piala keselamatan atau korban syukur. Korban seperti ini adalah korban yang dipersiapkan oleh dirinya sendiri. John Calvin bukanlah mempersembahkan korban, karena sifatnya rohani maka ibadah yang rohani adalah mempersembahkan hidup kita.
ii.menyerukan nama Tuhan, dikaitkan dengan doa. Karena doa sebagai sentralitas ibadah kepada Tuhan. Doa adalah usaha untuk mendapatkan Tuhan sendiri, inilah yang menajdi kerinduan pemazmur. Tuhan adalah hidupku, matiku.
iii.membayar Nazar kepada Tuhan karena nazar adalah tanda kejujuran iman yang punya komitmen yang punya kesungguhan. Ini adalah tekad dari pemazmur Yang Allah tuntut dari kita adalah respon. Karl barth, mengatakan bahwa inti Alkitab �God love me cause the bible told me so.�

� Bahasa Inggris sangat kaya, pemazmur bicara tentang dying bukan death. Sesuatu yang pada diri manusia yang secara natural adalah menakutkan. The art of dying, kaisar Tiongkok tahu bagaimana dia menghadapi kematian. Arkeolog berkesimpulan bahwa dia tahu bagaimana dia mempersiapkan kematian. Dalam the art of dying ada kasih, iman, pengharapan, self recognition, ada suatu pengenalan diri di hadapan Tuhan dan syukur. Di tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan.

� �Menyerukan nama Tuhan� punya arti �hidup seperti Tuhan.� Tuhan dikatakan pengasih, penyayang. Tuhan itu baik, karena dia memang baik. Ketika dikatakan baik, artinya tidak terjebak fenomena perbuatan baik. Membayar nazar, harus merupakan sesuatu yang real dalam hidup kita. Kita harus mempersembahkan syukur, karena Tuhan itu sendiri konsisten. Itu semua dilakukan di hadapan semua umat, untuk meninggikan Tuhan. Mustahil kita melakukan semua itu jika Tuhan tidak mengkondisikannya.

� Apa yang harus kubalas kepada Tuhan?
Pertama, Apa yang Tuhan kerjakan kita harus mengingatnya. Saya dan saudara mungkin pernah mengalami kejadian dying seperti halnya Daud. Kedua, menerima atau pengakuan atas kebaikan Tuhan, bukan sebagai suatu kebetulan. Ketiga, Merespon atas kebaikan Tuhan. Ay.9,10.11 menjadi bukti dia bisa berjalan dalam negeri orang hidup, banyak kejadian yang sederhana kita take it for granted, kita menganggap biasa saja. Dalam hal ini ada 7 hal:
1. Sikap sebagai hamba
2. Mengakui kebaikan Tuhan sebagai fakta bukan cuma sebagai atribut teologis
3. Menyatakan kasih kepada Tuhan
4. Dengan sumpah atau janji
5. Menyerukan nama Tuhan mengangkat piala keselamatan
6. Membayar nazarnya
7. Mempersembahkan korban

� Mazmur 113-118 adalah himpunan mazmur pujian mazmur pujian disebut mazmur Halell. Biasa dinyanyikan pada hari-hari raya; paskah, pentakosta, dan pondok daun. Pada umumnya, lagu2 ini setahun 20 kali lebih karena merasa harus memberi pujian kepada Allah. Di dalam mazmur ini ada 30 kali mengungkapkan �aku� tetapi 1 x kata �kalian� itu berarti merupakan suatu kesaksian pribadi. Hidup kita menjadi bukti nyata kebaikan Tuhan. kekuatan terbesar kita bukan di mimbar tapi dalam hidup kita. Yang paling sulit adalah untuk memenangkan keluarga. Di dalam hal ini dia mempunyai tekad, aku mau 2 ay. 17-19 Itu mencakup :
berdoa
aku mau angkat cawan
aku mau berjalan sebagai orang benar
mempersembahkan yang indah

dalam kelima hal ini kita melihat dengan jelas :
i.aku mengasihi Allah. Dalam konsep PL semua anggap bahwa tuhan itu jauh. Tertapi penderitaan membawa kita dekat dengan Tuhan. Aku mengasihi engkau tidak pernah muncul dalam PL, ini akan mengajak jemaat untuk berkata kepada Tuhan �Tuhan aku cinta kepadaMu�
ii.membayar nazar dihadapan Tuhan. Dan aku akan memabayar nazar di hadapan umat. Ini bukan urusan pribadi tetapi menjadi kesaksian dan rahasia umum. Dengan demikian, lalu kalimatnya indah, 1 di depan Tuhan, di depan orang, berjalan di Yerusalem. Nazar ini juga dibayar di depan umum. Inilah pentingnya kebaktian keluarga. Ada satu hal indah. Aku akan angkat cawan, ada 4 macam:
a. angkat cawan untuk tidak diminum. Pertobatan tidak nyata, hanya bersaksi untuk mengagungkan diri sendiri.
b. angkat cawan untuk memberi minum, menjadi berkat.
c. angkat cawan dan diminum bersama
d.angkat cawan sampai tidak satupun orang tidak kebagian. Susah sebelum orang lain susah, menjadi orang yang terakhir menikmati kebahagiaan. Disinilah mengapa dia bisa berkata demikian, karena dia bersikap sebagai hamba.

Aku lahir di rumah Tuhan, ayah seorang hamba, isteri seorang hamba, dan aku adalah anak seorang hamba, hamba dari seorang hamba. Artinya dia tidak dilahirkan dalam kesengsaraan, penderitaan tetapi doa dia didengar dan dia berjalan dalam jalan orang hidup, artinya setiap hari berjalan dalam bayang-bayang maut, tetapi Tuhan memperhatikan dia dan memberi dia hidup layak.

Jumat, 29 Agustus 2008

KEBANGGAAN NEGARA

KEBANGGAAN NEGARA
Yesaya 60 : 1 � 3

� Psl. 6, panggilan Yesaya yang menyatakan kemuliaan Tuhan. Kita melihat : Allah yang Mulia, Allah yang Hidup, anugerah dari Tuhan, dan Pengutusan atas Yesaya.

�Yesaya 60
1. Kemuliaan Allah Turun atas Sion. Kata� Terbit� dan �Nyata�
2. Arah dari misi PL. Kemuliaan Allah Turun atas Sion maka bangsa2 akan dating. MIsi bersifat magnet untuk menarik bangsa2 akan datang. Bangsa yang bersentuhan atas Israel( cahaya Allah), bangsa juga mendapatkan kemuliaan Allah
3. Efek kemuliaan Allah- yang akan terjadi pada umat Allah: 1. mengangkat muka ( bangga)2. memandang sekeliling ( tidak perlu malu) 3. keheranan 4. kelimpahan pada umat Allah- berkat datang dari seberang laut.
Beritanya adalah terang Allah yang dinyatakan bg Sion. Efek dari pada kemuliaan itu ketika turun atas Sion :
1. Mengangkat muka
2. Memandang ke sekeliling
3. Ada keheranan melihat bahwa kemuliaan Tuhan
4. Adanya kelimpahan pada umat Allah (bahkan dari segala bangsa) bukannya mengais berkat tetapi akan turun atas orang pilihan) ini adalah puncak dari ayat 1.
Misi : bangsa2 akan datang pada terang. Misi dalam PL diketahui bkn hanya di Israel tpi bgs2 yang ada di sekitar Israel, mereka jg tersentuh terang itu. Yes diutus utk bicara atas nama Allah bg bgs2. Yg tjd pd umat Allah : mengangkat muka, memandang ke sekeliling, keherananan pd perkara yg besar, kelimpahan pada umat Allah, kemuliaan Allah. Ay 6 & 7 org yg mengikut Tuhan (dr Syeba) dtg memasyurkan Tuhan. Psl 6 seolah-olah raja mati dan kemuliaan Allah sptnya hilang, tetapi dari Psl 60 terlihat bgmn kemuliaan Allah kembali dinyatakan.
Ada yang bernyanyi �Padamu negri aku tidak janji, padamu negri�.� Yang menggambarkan kekecewaan. Mungkin kita juga kecewa dgn negeri ini, tapi apakah Tuhan kecewa dan putus asa dengan Indo? Kalau kita tdk aktif dan bangkit maka tidak akan bisa mjd terang.
� Yesaya bicara tentang pemulihan hubungan umat dengan Allah, dan pemulihan dengan sesama. Yes mengajak umat menjadi terang bagi lingkungan. Psl 59 :14,15 ada 4 hl yg hilang : hukum, keadilan, kebenaran, hati nurani. Bagi negeri dan bagi kita sebenarnya fenomena ini pun tengah terjadi. Ay. 15 tdk ada hukum, itu jahat di mata Tuhan, lawless. Di indonesia menteri menyeret aparatnya, jaksa menuntut jaksa. Bagaimana kita boleh melaksanakan masyarakat yang sehat, berhukum, dan menyatakan kemuliaan Allah. Bagaimana mengabarkan injil secara oral maupun dalam kehidupan yg nyata.

�Yesaya menulis nubuat tentang yang �sudah� dan �akan�. Kekelaman menimpa suku bangsa ini adalah realita. Makna kekelaman : dosa, kondisi manusia tidak punya relasi dengan Tuhan, sedang dan akan terus terjadi. Terang yang turun itu menjadi jawaban atas kegelapan. Itu hanya terang Kristus. Berkat yang turun ( ay 6 ) berkaitan dengan Kej 25, keturunan Ismail, dipikirkan kapan itu terjadinya. Beberapa penafsir mengatakan orang-orang ini datang memberikan persembahan, dan nubuat itu digenapi. Kita harus meminta hikmat Tuhan untuk hidup di Indonesia.

�Apa kebanggaan Negara ? Bagaimana ? (1) Bangkit : org mempunyai niat, kesadaran, kemauan, pengorbanan. Pemain bulu tangkis di Beijing meraih emas, karena ia ingin membanggakan bangsanya. (2) Bercahaya : harus ada yg mendukung, yaitu terang Tuhan yang ada dalam diri kita.

� Bangsa Israel sebenarnya patut berbangga atas status yang mereka miliki sebagai bangsa pilihan.

� Namun kebangga ini harus didasari bukan kepada kebaikkan mereka tetapi Allah. Mereka menjadi bangsa pilihan adalah karena:
- Bukan karena Kebaikkan
- Pemberian Allah (bukan karena usaha)
- Anugerah Allah (sebenarnya mereka tidak layak)

� Sebagai bangsa terpilih Allah telah merancang agar mereka menjadi terang di tengah dunia. Hal ini dapat terwujud karena
- Allah telah menjadi terang mereka
- Allah menguduskan mereka untuk menjadi terang

� Namun terang ini tidak akan terlihat jika
- Israel meninggalkan Tuhan
- Tidak berlaku sesuai dengan status mereka sebagai anak-anak Allah

� Sebagai akibat kesaksian mereka maka banyak orang akan datang kepada Tuhan melalui mereka karena
- Bangsa-bangsa lain tidak berada di dalam kegelapan tidak memiliki terang (Bdk. Yes. 52:13)
- Bangsa-bangsa lain melihat terang Tuhan. (Bdk. Yes. 9:1). Ketika melihat terang mereka, yaitu bangsa-bangsa lain, tahu sedang berada dalam kegelapan

� Di dalam PB bahkan sampai sekarang Allah menginginkan umat-Nya menjadi terang
� Kita dapat menjadi terang dengan sikap hidup
� Kita juga dapat menjadi terang dengan menyaksikan terang itu melalui perkataa (Injil)
� Ini bukan tugas segelintir orang atau hamba-hamba Tuhan yang mengemban jabatan gerejawi tertentu, tetapi semua umat, karena semua umta adalah imam-imam di hadapan Allah yang dapat menjadi pengantara antara orang-orang yang belum menganal Allah dengan Allah melalui pemberitaan Injil.
� Nubuatan Nabi Yesaya ini mengacu kepada janji Mesias yang akan datang memulihkan bangsa Israel, dan janjinya digenapkan didalamnya sebagai terang dan pembawa Shalom. Ada 3 poin : (1)Orang percaya harus bangkit menjadi terang dan membawa shalom akan terjadi saat ada hubungan yang serasi dan harmonis dengan Tuhan. Paulus dalam Efesus 2 : 17 � 19, menjelaskan makna Shalom : pemulihan secara rohani kepada setiap orang percaya � Holly Nation. Dalam I Petrus 2 : 9, 4 status orang percaya, dipanggil dan diberikan mandat untuk menyatakan terang. (2) Menjadi murid Kristus yang sejati. Panggilan pemuridan adalah anugerah. Pemuridan sebagai usaha pemulihan oleh terang itu untuk mewujudkan kembali perintah Tuhan (Matius 5 : 16). (3) memiliki spiritualitas reformasi. Adanya hidup yang berubah. Oleh Agustinus, Luther, Zwingli juga telah ditekankan fungsi berbangsa dan bernegara dengan lantang dank eras. Ada penekanan keseimbangan dalam segi rohaniah dan lahiriah, doktrinal dan praktikal, penghayatan batin dan tindakan nyata dalam masyarakat. Menjadi terang Tuhan adalah menghadirkan Kristus di tengah komunita berbangsa dan bernegara, sekolah, kantor, dll..


� Seorang Perdana Menteri Britania Raya, Earl Beaconsfield: �Sesungguhnya letak rasa kebanggaan dan kepedulian terhadap bangsa dan Negara itu muncul , di situlah kita sedang berkarya dan bercahaya.�

� Ay 1 bangkit bercahayalah, karena ada Penebus, Roh Allah, dan Firman yang ada dalam kita. John Stott menulis Mengapa saya menjadi orang Kristen? Seakan � akan kita yang memilih menjadi orang Kristen, tetapi John S. berkata bahwa Allah yang berinisiatif dan memilih kita. Ay 3 bangsa- bangsa akan datang dan melihat terang itu.

� Artikel Kristian Wibisono, pesawat Garuda berkeliling di atas Indonesia, penumpang melihat adanya genangan air yg luas luar biasa, dikira kolam, ternyata banjir. Wacana kita menjadi terang menjadi sesuatu yang sesuai konteks dan konkrit, di tengah bangsa. Yonki Karman pernah berkata : menjadi terang adalah ABCDE: Aktif, Balance, Communicatif, Dinamic, dan Evangelical.

� Menjadi 1 berita besar di tengah bangsa yang terpuruk. Perjanjian Allah adalah perjanjian yang setia, sebagai harapan, tiang penopang bagi kehidupan bangsa agar dapat bertahan dan eksis. Baru � baru ini museum Yerusalem menduplikat gulungan-gulungan yang lengkap agar seluruh bangsa melihat. Setelah 2000 tahun gulungan itu ternyata sangat berharga dan dibuktikan kebenarannya.

� Konteks Mesianic prophecy dunia penuh dengan harapan sekalipun kondisi penuh dengan kekelaman. Tatkala terang itu datang, terang menjadi pusat perhatian, orang yang dicari, pusaka yang akan diberi menjadi umat pilihan Allah. Tatkala Gabriel berjumpa Maria: Kandungan Maria menjadi berkat bagi seluruh bangsa dari generasi ke generasi. Tuhan memilih Abraham dari satu keluarga menjadi bangsa, menjadi Negara dan menjadi bangsa yang terpilih untuk menjadi terang bagi bangsa yang lain,
Terang adalah kemuliaan Allah yang kau temukan/jumpai. Yoh 4 : perempuan Samaria bertemu Tuhan dan perempuan memberitakan tentang Yesus kepada orang yang ia jumpai. Sehingga ia menjadi terang bagi orang lain dan membawa mereka kepada sumber Air Hidup.
Janganlah menjadi terang sambil menunggu Negara ini menjadi baik, tetapi mulailah menjadi terang dari hal �hal yang kecil.
150 thn yang lalu ada orang China pertama ke Olyimpiade, tetapi ia dihina bahkan tidak dapat apa-apa, karena kehabisan segalanya, tetapi ia bangga karena ia pernah pergi.
Tahun ini China meraih 50 emas, untuk kebanggaan Negara, bukan kebetulan tetapi ini membanggakan negara, budaya, dan berkaitan dengan beribadah pada Tuhan. kita harus membiarkan kerajaan Allah datang, melalui kita, melalui gereja, dan bg bangsa. Gereja mempunyai suasana keluarga, dan keluarga mempunyai suasana ibadah. Contoh lain, usia 12 tahun merupakan usia dimana seseorang bertanggung jawab untuk memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, apakah kita juga memperhatikan ini ? Dalam Islam = langgar, Bethany = family altar.
Satu-satunya bangsa yang pernah dibuang oleh Allah adalah bangsa Israel. Tetapi mereka selalu bertobat dan datang kepada Tuhan sehingga Allah memulihkan bangsa ini kembali. Harapan dari nusa bangsa adalah gereja dan melalui pribadi adalah dalam gereja. Kita harus membiarkan kerajaan Allah datang, melalui kita, melalui gereja, dan bagi bangsa.Mengkeluargakan gereja dan menggerejakan keluarga.

Kamis, 21 Agustus 2008

KUTETAP PERCAYA : PERCAYA PADA JANJI TUHAN

22 AGUSTUS 2008

Kutetap Percaya: Percaya Pada Janji Tuhan (Daniel 9:1:4)

1. Kita melihat pemimpin yang besar di istana, yaitu Daniel. Pada waktu itu umurnya 16 tahun. Ia bersama teman-temannya bisa survive karena mereka yakin mereka tidak hanya makan dari roti saja

Pemimpinaan remaja begitu penting. Iman yang benar pada umur 16 tahun bertahan sampai umur 86 tahun.

Ini merupakan doa terakhir Daniel. Ia tersendiri, berkelana, dan menjadi bangsa yang tersiksa dan tanpa belas kasihan. Merantau di bangsa yang asing papa, nista, dan menderita. Sekalipun ia tahu bahwa ia sangat diberkati Tuhan, namun ia terbeban bagi bangsanya. Ia menjadi imam bagi bangsanya. Jikalau Tuhan memberikan kesempatan kita juga harus seperti Daniel.

Yekezkiel juga mendampingi umat yang terbuang. Yeremia mendampingi umat yang terbelakang yang tidak mendapat bagian apa-apa.

Daniel hidup sampai zaman raja Koresh. Khususnya Darius adalah anak dari Ahasyweros. Pada zamannya ratu Wasti diganti oleh Esther. Pada waktu itu Israel dapat bertunas kembali lewat Esther.

Allah yang Daniel kenal adalah Allah yang:


  • Mahadasyat

  • Memegang janji-Nya

  • Tuhan yang maha adil

  • Mengampuni, mahamurah, besar kasih setianya

  • Penuh dengan anugerah-Nya

  • Mahakuasa dan tangan kebesarannya menyatakan kemampuannya

  • Ia adalah mahamurah dan mahabenar

  • Dia marah di dalam keamarahan murkanya kepada orang berdoa

  • Mendengar doa

  • Ia menyinari terang cahaya mahasuci kepada prang bertobat

  • Ia menyendengkan telinga-Nya mendengar dan meridoi dan melindingi tempat yang telah menjadi hancur dan gersang

  • Dia mengampuni doa, menjawab dan memberi pertolongan tanpa tersendat-sendat.

Dalam hal ini Daniel bersikap dalam doa (9:3)


  • Dia berdoa

  • Berpakaian kabung dan debu

  • Daniel menetapkan hati dalam konsentraasi berdoa, tekun

  • Mengaku dosa bagi diri sendiri dan bangsanya karena mereka telah membujat pelanggaran dan duhaka

Hal-hal yang telah dilakukan Israel:


  • Berbuat kejahatan

  • Menghianati

  • Menyeleweng

  • Mereka tidak patuh

  • Mereka tidak menjalankan firman-Nya

  • Mereka melanggar hukum Allah

  • Mereka sesat dan memilih jalan sendiri, membelakangi Tuhan

Pertobatan meliputi hal penting, yaitu kesadaran pengertian

- Mohon belas kasihan

- Berpaling meninggalkan dosa

- Mendalami firman Tuhan sebagai anak yang mengerti

Dalam hal ini ada pertolongan dari Tuhan, malaikat sesuai dengan Ibarani, mereka melayani orang-orang yang diselematkan.

- Gabriel, (9:7). Diutus Allah, langsung pada saat Daniel berdoa. Jani Yesus, yaitu jikalau dua atau tiga orang berkumpul maka Tuhan hadir. Tuhan mengutus gabiriel untuk memberi hikmat, belas kasihan dan pemeliharaan oleh Tuhan, dll. Daniel dipelihara oleh Tuhan. Selama 70 tahun di negeri asing Tuhan tidak pernah meninggalkan Dia. Sekali diselamatkan sepanjang hidup kita diselamatkan.

Kita juga melihat ada echo nubuat Yeremia dan Yehezkiel. Mereka saling sahut- menyahut.

- Tuhan juga mengutus Mikhael, salah satu penghulu malaikat. Dalam hal ini pasal 11:1, Mikhael diutus. Pada tahun pertama Gabriel diutus, tetapi Mikhael juga turut bekerja pada waktu itu. Di bumi anak-anak Tuhan berdoa, di langit ada peperangan rohani. Dalam hal ini yang lebiuh indah lagi pasal 10:5, 7, ada seseorang seperti anak manusia. Itu adalah Kristus dan turut bekerja. Juga ada malaikat yang saling sahut menyahut. Jikalau kita sungguh mengasihi bangsa maka bukan saja kita, tetapi malaikat juga ikut bekerja. Ini persis seeprti apa yang dilihat Yohanes yang tua dan Daniel, yaitu Tuhan Yesus yang begitu mulia dan dasyat.

Dalam pasa 9, berbicara tentang kekuasaan bangsa-bangsa kafir dan berbicara tentang akhir zaman. Dikatakan bahwa orang-orang yang terhisab ke dalam keselamatan akan terluput. Ada beberapa hal tentang keselamatan:

Nama mereka tercantum dalam buku catatan keselamatan (12:1)

Orang yang sudah meninggal akan bangun kembali (12:2)

Yang bangun kembali ada yang mendapat hidup yang kekal ada yang dibenci (12:2)

bagi orang yang hikmat akan bercaya seperti terang di angkasa (12:3)

Orang yang membawa kebenaran akan bercahaya seperti bintang (Flp. 2:15;12:3)

Pada akhir zaman semua wahyu ini akan tertutup tetapi saat kita akan terbuka, dan banyak orang akan lari sini sana menyelidikinya (12:4)

Zaman sekarang adalah zaman informatif sehingga banyak orang akan menyelidiki perbandingan agama, dll.

Bagi orang beriman sekalipun mati akan dibangkitkan untuk menikmati hidup untuk selama-selamanya (12:13)

2. Saya melihat Daniel adalah oran gyang luar biasa.

Di tengah pembuangan ia tidak melupakan identitasnya. Buktinya ketika ia diberikan nama kafir ia tetap percaya kepada Tuhan. Ia tidak melupakan identitas diri umat Allah.

Ia tidak melupakan diri sebagai hamba Allah sekalipun ia menjadi tangan kanan raja dan mendapat kemewanan. Ia tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan. Ini bertentangan dengan sikap orang-orang pada umumnya yang segera melupakan Tuhan di dalam kenyamanan

Ia menjadi imam bagi umatnya. Ia sadar Israel mengalami keadaan seperti ni karena dosa-dosa mereka. Ia menyampaikan permohonan doa kepada Tuhan demi pengampunan bangsanya. Ia kerjakan itu dengan penuh tanggung jawab.


3. Pada saat ia merenungkan firman Tuhan ia sadar. Ia selalu mengacu kepada firman Tuhan, karena iman sejati selalu kembali kepada firman Tuhan. Ini sangat menarik.

Satu hal yang menarik lagi adalah pengenalannya akan Tuhan. Doa Daniel selalu pengacu kepada firman Tuhan.


Tipikal doa orang-orang seperti Daniel selalu sama, yaitu orang yang mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan. Mereka berdoa berdasar belas kasihan Allah. Kehidupan keagamaan dan perbuatan-perbuatan amal bisa dilakukan siapa saja, tetapi relasi dengan Tuhan tidak.


4. Di tangak keterpurukan kita melihat bagaimana Tuhan bekerja melalui 3 nabi. Di sini ada beberpa poin:

Daniel di tengah pembungan memberikan suatu teladan bagi mereka, bagaimana Daniel bisa menjaga identitas dirinya

Bagaimana ia tetap percaya di dalam keterpurukan di mana ada pengharapan yang diberikan janji Tuhan. Yaitu bagaimana Israel akan dipulihkan dan seorang raja akan diurapi.

Di sini kita nelihat Than memleihara umat-Nya melalui Daniel. Di sini terlihat dosa tetap harus dihukum dan anugerah Tuhan yang memelihara umat-Nya.


5. Orang seringkali menjadi tidak percaya saat dikecewakan, dibohongi, ditipu. Terlebih lagi jika dampak keadaan itu adalah membuat orang tersebut menderita. Karena itu dalam segala penderitaan, kekurangan, jika tiap orang dapat melihat bagaimana Allah menyertai manusia,
maka Allah tidak pernah mengecewakan. Kesadaran berjalan bersama Allah ialah yang akan membuat tiap orang dapat berkata: �Aku tetap Percaya.�


6. Saya melihat Daniel adalah seorang tokoh yang menarik karena ia memberikan teladan iman kepada kita. Ia tidak mengalami degradasi iman dan moral sekalipun ia hidup di Babel. Contoh: Soal makanan raja yang sudah dipersembahkan kepada berhala, ia juga berani menghadapi gua singa ketika diperhadapkan dengan penyembahan berhala. Ia berkomitmen untuk menetapkan hatinya, bagaimana dengan saudara?


Kita melihat ia menaruh pengharapannya kepada Allah. ketika kerajaan silih berganti, ia tetapi memiliki integritas dan dengan imannya ia merubah kondisi yang ada. Apa resepnya?


  • Ia tetap berdri teguh dalam imannya, ia memperhatikan janji Allah

  • Kita pun harus percaya kepada firman Tuhan karena firmannya (2 Tim 3:16)

  • Ia memperhatikan janji Allah

  • Ia menaikkan doa syafaat bagi bangsanya. Kita pun waji berdoa juga demikian bangi bangsa kita


7. Akan mengakat tiga topik:

  • Tetap percaya kepada Allah meski berada di negeri asing

  • Dalam keterbatasan kebutuhan yang tidak tersedia di negara asing, tetap percaya Tuhan akan menyediakan pada waktunya.

  • Dapat melihat dengan mata iman akan janji-janji Tuhan.


8. Istilah �the covenant of God� dipakai oleh Daniel sebagai dasar dari doa dan permohonanya kepada Yahweh, karena bagi orang Yahudi nama Yahweh menyetakan kasih setia Allah, dan bahwa Ia menuntut kesetiaan dari umat-Nya yang mempunyai hubungan perjanjian dengan Dia. Daniel juga telah menunjukkan kesetiaannya kepada Allah: Ia berdoa dan berpuasa kepada Allah dan menaikan doa syafaat bagi bangsanya.

Ada 4 point yang akan diangkat:

  • Fellowship (memiliki hubungan intim dengan Allahnya)

  • Faithfullness (setia pada Tuhan meski 4 kerajaan berubah)

  • Firm (kokoh, teguh)

  • Fixed (tidak tergoyahkan)


9. Pendahuluan

- Di dalam keadaan tertentu kadang-kadang kita sulit percaya kepada Tuhan

- Kadang-kadang kehadiran Tuhan dapat kita rasakan dengan begitu jelas, kadang-kadang kehadiran Tuhan sama sekali tidak dapat dirasakan

- Ini tidak berarti bahwa Tuhan tidak ada. Ilustrasi: matahari yang tdak dapat dilihat pada hari mendung

- Begitu juga dengan janji Tuhan. Keadaan-keadaan tertentu kadang-kadang membuat seseorang juga sulit percaya pada janji Tuhan

a. Ketika umat Tuhan mengalami kemalangan, apakah Tuhan masih mengasihi mereka

b. Ketika orang yang saleh mengalami musibah, apakah Tuhan sudah meninggalkannya?

c. Ketika yang berkuasa adalah pemimpin-pemimpin yang fasik, apakah Tuhan sudah tidak berdaya.

Isi

- Daniel adalah orang yang pernah mengalami kemalangan-kemalangan di atas, tetapi iman-Nya kepada Tuhan dan janji-Nya tidak tergoyahkan:

- Daniel merupakan salah satu teladan yang sangat baik di dalam PL

- Alkitab tidak ada mencatat suatu kecacatan tertentu pada diri Daniel

- Khususnya pada perikop ini kita akan belajar tentang kepercayaan Daniel kepada janji Tuhan.

Ada beberapa hal yang menjadi kunci keteguhan Daniel akan janji Tuhan:

Pengenalan-Nya akan Tuhan

Pengenalannya akan firman Tuhan

Kesetiaan Tuhan yang nyata dalam hidupnya

- Ciri-ciri orang yang berpegang kepada janji Tuhan adalah

a. Tidak bersandar kepada diri, tetapi Tuhan

b. Tidak hidup di dalam kekhawatiran (meyakini pemeliharaan-Nya)

- Di dalam perikop ini ada satu janji yang digumulkan oleh Daniel, yaitu janji kembali nya Israel Selatan dari pembuangan:

a. Tuhan berjanji bahwa Tuhan akan memulihkan keadaan mereka setelah 70 tahun

b. Daniel menantikan janji Tuhan (menyelidiki Kitab itu, ay. 2)

c. Daniel merendahkan diri terhadap janji Tuhan

d. Daniel mendoakan janji Tuhan (dasar doa)


Penutup

- Orang-orang percaya adalah orang yang hidup dengan iman, bukan penglihatan; berdasarkan janji Tuhan, bukan keadaan

- Orang-orang yang hidup berdasarkan iman akan lebih mampu menghadapi kesulitan, karena mereka memiliki pengharapan akan janji-Nya

- Kadang-kadang Tuhan mengizinkan keadaan-keadaan atau situasi-situasi yang buruk menimpa orang percaya. Tujuannya adalah kebaikkan bagi kita.

a. Kita semakin mengenal Allah

b. Kita didewasakan

c. Allah dimuliakan

- Janji Tuhan, bukan alasan kita menjadi pasif. Sebaliknya, janji-Nya merupakan

a. Dorongan untuk kita berdoa

b. Kekuatan/ketekunan kita berdoa

c. Pengharapan kita


Kesimpulan

Ini merupakan komitment dan kosekuensi dari mereka yang percaya kepada Tuhan. Yoh. 2, ketika Yesus melakukan banyak mujizat banyak orang percaya, tetapi Yesus tidak. Ada 2 macam percaya:

Believe. Sekhadar percaya.

Trust. Allah adalah Allah yang dapat dipercaya. Kita harus mempercayakan seantero hidup kita kepada Allah.


Dalam hal ini kita melihat bahwa

Iman yang mengimani

Yakin, dan percaya yang mempercayakan diri. Paulus berkata bahwa Tuhan tidak mungkin manyangkal diri-Nya untuk menya

Teguh, tegas, tuntas, jelas, dan tidak diombang-ambingkan dengan ajaran palsu dari dunia. Bukan kondisi yang kita pentingkan, tetapi dibalik itu ada fakta, dan dibalik fakta ada kebenaran.
Orang Tionghoa memiliki beberapa pandnagan tentang Tuhan:

    1. Iman yang percaya

    2. Iman yang menengadah

    3. ?

    4. Iman yang menjadi kenyataan

    5. Kita percaya kepada seseorang dan kita lepas tangan

    6. Ada iman ada keluhuran hidup

    7. Iman yang real, bahwa Allah itu dapat dipercaya karena Ia menyatakan sesuatu dalam hidup.






Kamis, 14 Agustus 2008

PEMULIHAN BANGSA

PEMULIHAN BANGSA

NEHEMIA 8:6-13

1. Ada 3 tahap pemulangan bangsa Israel dari pembuangan Babel, yaitu :

I. dipimpin Zerubabel & Yesua. Tahun 538 SM Ezra 2

II. dipimpin Ezra. Tahun 457 SM. Ezra 8

III. dipimpin Nehemia. Tahun 444 SM. Neh 2

Raja Persia yang berperanan besar :

  • Koresy (539-530 SM) memerintah selama 9 tahun yang mengijinkan bangsa Israel pulang,

  • Darius (522-486 SM) memerintah selama 36 tahun dimana Bait Allah dibangun,

  • Arthasasta (Arthaxerxes I Longimanus 465-424 SM) yang memerintah selama 41 tahun
    dimana Ezra dan Nehemia diutus ke Yerusalem.

Zerubabel, Ezra & Nehemia adalah 3 pemimpin yang dipakai Tuhan untuk memulai pemulihan bangsa rael menjadi bangsa yang besar sekembalinya mereka dari pembuangan 70 tahun di Babel.

Bait Allah dibangun, Firman Tuhan diberitakan & Tembok Yerusalem dibangun menjadi dasar dari pemulihan bangsa Israel menuju bangsa besar yang diperhitungkan dunia sampai hari ini.

Nehemia membangun tembok Yerusalem sebagai upaya memulihkan harkat Israel sebagai suatu bangsa yang kembali ketanahnya, hidup & bereksistensi.

Ezra membangun kerohanian bangsa Israel sebagai fondasi untuk kembali menjadi bangsa yang dipilih Tuhan.

Pemulihan bangsa dimulai oleh hati yang menangis, yang menyadari kemalangan didepan mata yang akan dialami oleh bangsa & negaranya.

Hal itu yang menjadi dasar menemukan visi Allah untuk membangun bangsanya dan mendapatkan kemampuan untuk melaksanakan strategi yang luas & menyeluruh (fisik & rohani � pembangunan tembok & ibadah) terhadap visi membangun bangsa yang besar.

Nehemia adalah pemimpin saleh dalam pemerintahan sebagai orang bijaksana, berprinsip, berani, integritas tidak bercela, iman yang kokoh, belas kasihan kepada yang tertindas, berbakat besar dalam kepemimpinan & organisasi.

Nehemia sebagai gubernur Yehuda tetap jujur, rendah hati, bebas dari keserakahan, mengorbankan diri, tidak bercela dalam kedudukan & kuasanya.

Nehemia adalah seorang pemimpin yang sangat mengandalkan doa, 11 x ia memanjatkan doa syafaat kepada Allah (1:4-11; 2:4; 4:4,9; 5:19; 6:9,14; 13:14,22,29,31). Ia seorang yang melaksanakan tugas2 yang tampaknya mustahil karena ketergantungan yang mutlak kepada Allah.

Doa, kerja keras, pengorbanan & kegigihan bekerja sama mewujudkan visi yang diberikan oleh Allah.

Pemulihan terjadi apabila :

  • Umat bersatu menyembah kepada Tuhan. 8: 6-7

  • Umat bersatu menyambut FT dengan benar. 8:9-10 ada pengakuan dosa & pertobatan

  • Umat bersatu untuk mengalami kebangunan rohani. 8:11-13 ada tekad dan komitmen
    melakukan FT.

2. Walaupun sdh tinggal di rumah dgn enak, mereka mencari sesuatu yg lebih penting. Setelah 13 th mereka tinggal di Yerusalem mereka mencari firman Tuhan. Pemulihan bangsa didasarkan pada pembacaan firman Tuhan, waktu dengar mereka menangis tanda respon yg baik. Nehemia adl juru minum raja, dekat dgn raja tapi dia lebih memikirkan apa yang Tuhan inginkan dia kerjakan bagi Yerusalem.

Nehemia mendpt tantangan membangun. Nehemia menyatakan jangan menangis: panggilan orang percaya adalah menikmati Tuhan.

Tidak banyak negara di dunia yang rakyatnya memperjuangkan bangsanya. Bangsa Israel yg pertama, yg kedua Jepang, yg ketiga China. Di Indonesia sendiri sedikit yg mencintai negeri ini. Org percaya waktu ditempatkan di negeri ini harus bersumbangsih. Tembok Berlin runtuh krn ada org percaya yg berjuang. Gereja harus memikirkan: Bagaimana mendorong jemaat terlibat real dalam politik.

3. WR Supratman anak Tuhan yg baik.Pengarang Indonesia Raya ada 3 ayat yg ketiga belum selesai, ayat kedua berbicara ttg Tuhan.

  1. Setiap org harus tahu bahwa Firman Tuhan dapat memulihkan bangsa. Sekolah Internasional banyak di Ind tetapi pendidikan tdk bisa pulihkan bangsa.

  2. Hanya Tuhan yg dapat kerjakan pemulihan sejati atas setiap org.

  3. Pemulihan dimulai dari diri masing2, keluarga dan gereja.

4. Berpikir positif walaupun banyak org bilang Ind sedang tenggelam. P Handy pernah membeli bibit pohon bagikan kepada tetangga dan supir supaya ada penghijauan. Sekarang ini banyak selebritis jadi politikus, bahkan paranormal seperti Ki Gendeng Pamungkas mencalonkan diri jadi walikota Bogor.

5. Cerita mengenai karya Allah dlm pembuangan di Babel. Ada hukuman dan ada berkat. Mengapa Israel harus dibuang 70 th? Krn mereka hidup menurut apa yg mereka anggap baik, menurut kebenaran mereka masing2. Tahap pertama pulang untuk bangun bait Allah, pemulangan kedua untuk reformasi kerohanian, tahap ketiga untuk membangun tembok Israel.

Pasal 8 berbicara soal reformasi bangsa Israel.

Bgmana supaya dipulihkan?

  1. Hidup mengutamakan firman Tuhan., ini adalah Kebangunan Rohani yang besar di PL

  2. Kebangunan Rohani hanya datang dari Firman Tuhan dan ada usaha yg tekun untuk memahami Firman Tuhan.

  3. BDLB, Baca Dengar ukan Bagikan Firman Tuhan setiap hari.

Perikop ini menceritakan waktu mendengar teguran FT mereka sedih menangis. Imamat 25 dan Ulangan 28 berbicara ketidaktaatan dan ketaatan. Tangisan dan pertobatan adalah tanda pertobatan yang dibuat Roh Kudus. Berbalik dari dosa. Ada keinginan sungguh2 untuk taat menghasilkan sukacita sejati.

  1. Pemulihan dan kebenaran. Sumber kebenaran sbg proses pemulihan

  2. Pemulihan dan perubahan. Paradigma yg harus diubah dalam perubahan tingkah laku.

  3. Pemulihan dan berkat Tuhan. Ada peranan Firman Tuhan, juga orang2 yg dipakai Tuhan untuk
    pemulihan.

6. Nehemia dan Ezra menjadi soko guru. Revival terjadi
waktu umat kembali kepada Taurat. Bapa gereja menyatakan sola scriptura: vital
spy tdk terjadi kesesatan.

3 niatan untk bisa dipulihkan:

1. Mau mendengar, 2. Mau diajar, 3. Mau mengerti Firman Tuhan.

7. Pemulihan bangsa ditentukan pemimpin politik dan pemimpin rohani. Kejatuhan bangsa Israel juga terjadi karena pemimpin telah jauh dari Tuhan. Pemimpin harus memperbaharui diri di hadapan Tuhan. Bgmana menjadikan firman hidup dalam kehidupan kita? Jika hidup ada tangisan di dalam sukacita waktu menerima FT. Ini terjadi pada umat Israel. Pemulihan bangsa perlu dari pemimpin hingga rakyat.

8. Memory, history and forgetting. Tdk ada bangsa yg kuat dalam kekuatan akar sejarah, akar budaya dan akar agama yg menyatu dalam kehidupan seperti Bangsa Israel. Pembuangan 70 th tidak membuang bangsa ini. Nehemia dikelompokkan dlm kitab sejarah. Nehemia kembali pada sejarah yg mendasari kehidupan bangsa ini yaitu sejarah Allah yg membebaskan, memimpin, memberikan taurat, mengalami kesusahan dan mengalami kelepasan. Mereka menangis, sejak jaman Yosua tdk ada perayaan tabernakel.

17 Agustus adalah sejarah. Bangsa ini mau melupakan sejarah, founding fathers yg meletakkan Pancasila sbg dasar akhir2 ini banyak suara ingin menggantikannya. Sejarah kita amburadul, jaman orba banyak catatan sejarah yg tdk tepat.

9. Pemulihan

Yg perlu dipulihkan yg pernah ada dan dimiliki: kejayaan, kebanggaan, kesalehan, kesatuan, kekuatan, ketenangan, kesukaan, kemuliaan. Bangsa ini adalah pilihan Tuhan ada kerja sama antara eksektif, legislatif agama budaya ingin memulihkan. Waktu 13 org berdiri di tengah perayaan itu yg berdiri di tengah adalah Ezra krn dia yg pegang firman, maka pemulihan menjadi dasar adl firman Tuhan. Tdk hanya hidup dlm firman terang dan kasih. Firman jelas, tegas, tuntas. Firman jangan dikompromikan, pertobatan harus tuntas dan Tuhan menjadi sumber pemulihan.

Anak Tuhan harus bergerak untuk pemulihan, mau membagi berkat

Kamis, 07 Agustus 2008

Ampunilah Umat-Mu, Ya Allah

Ampunilah Umat-Mu, Ya Allah
(I Raja-raja 8:33-40)

Tujuan :
Dikala susah derita, sakit tak berdaya, kita lebih terdorong untuk datang memohonkan belas kasihan daripadaNya, dan yakin bahwa Dia tidak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya.

  • Introduksi:
    Bagian dari nats yang diambil merupakan Doa yang dinaikan oleh raja Salomo ketika pentahbisan bait Suci yang dibangunnya, yang merupakan kerinduan Daud ayahnya, namun diijinkan terlaksana didirikan melalui anaknya, Salomo.

    Doa ini disebut juga dengan �Solomon�s Prayer of Dedication�, yang didasari oleh kesadaran Salomo bahwa pemilihan Allah atas Israel sebagai His Heritage and treasure. Peristiwa ini menandai suatu babak baru dari sejarah pemilihan, pilihan sebuat pusat tempat penyembahan. (Ulangan 12:5-14) Salomo berdoa kiranya Bait Allah menjadi tempat dimana Israel dapat mencari Rekonsiliasi dengan Allah ketika mereka ingkar dari perjanjiannya. Di sana mereka dapat mengingat tanggungjawab mereka sebagai umat pilihan Allah untuk menunjukkan kemuliaan Allah kepada orang asing yang membutuhkan untuk mengenal Allah sebagai yang esa, dan hanya satu-satunya Allah yang benar. (dedicated lives and dedicated buildings go hand in hand in the theology of those who enjoy God�s election)

    Doa ini merupakan Doa Komitmen,
    Doa Salomo merupakan suatu dedikasi yang ditunjukkan dengan komitmen (commitment inherent) di dalam hubungan perjanjian. Doa dimulai dengan sebuah deklarasi akan keunikan Allah (ay.23), dan diakhiri dengan keunikan Israel di dalam hubungannya dengan Allah (ay.53).
    Dasar dari doa ini adalah agar semua manusia di dunia tahu akan nama Tuhan dan takut akan Dia (ay.43). Doa ini pun menjadi suatu komitmen umat bertobat dan meminta karya Allah untuk menolong dan mengampuni umatnya yang tidak sempurna, yang seringkali ingkar dan berbuat dosa.

    Ay. 33-40
    Salomo menyadari dan tahu bahwa dosa Israel dapat membawa kepada penghukuman Allah melalui kekalahan dalam perang. Walaupun tidak semua bencana dapat diasumsikan sebagai akibat hukuman atas dosa. Namun pengakuan akan dosa dan pertobatan memimpin kepada Allah untuk memulihkan penderitaan yang didapat akibat dosa
    Dari Doa ini menyadarkan dan memimpin umat (orang percaya) untuk
    1. Mengingat dan mengakui bahwa;
      a. Allah yang memberi anugrah, dan berkuasa dalam perjalanan hidup manusia (hubungan tanah perjanjian dan nenek moyang).(ay.33)
      b. Allah berkuasa atas alam semesta (ay.35-36)
      c. Allah berkuasa atas segala perkara, baik Kelaparan, Penyakit, musuh, (37)
    2. Tindakan dosa dan pengingkaran akan namaNya dapat membawa kepada penghukuman langsung. Namun tidak semua hal diatas tadi disebabkan oleh dosa. Pertobatan membawa kepada pemulihan . Allah akan memulihkan mereka, jikalau mereka bertobat, dan mengakuiNya (bdk 1 Yoh 1:9)
    3. Umat diingatkan akan perjanjian dengan Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janji setia-Nya dan mengenal setiap pribadi manusia (ay.39).
      Orang percaya diingatkan untuk mencari Allah, sebab;
      a. Ia mendengar (disebutkan beberapa kali dalam teks dalam komposisi yang sama)
      b. Ia mengampuni Ia bertinda

  • Pada ay. 33 ada beberapa hal yang penting, yaitu berbalik, mengakui, berdoa, dan memohon pada Allah
    • Berbalik : sadar akan dosanya, dan meninggalkan dosa tersebut
    • Mengakui : pengakuan akan nama tuhan.
    • Berdoa dan memohon:
      � Allah mengampuni dosa (ay. 34)
      � Menunjukkan jalan yang harus mereka ikuti (ay. 36)
      � Takut akan Tuhan (40)
Dalam konteks padal 8:33-40 ini adalah doa Salomo bagi umat Israel yang (mungkin
akan) meninggalkan Allah. Kalau kita melihat keberadaan kita di Indonesia maka
dalam doa kita pun maka ada tugas yang menyertai yaitu bagaimana membawa
orang-orang di Indonesia ini dapat menjadi umat Allah. Dengan harapan bahwa
orang-orang/bangsa Indonesia ini pun mengalami seperti yang ada di ayat, 33-40.
  • Ini adalah mengenai fungsi Bait Allah yang sangat mendasar, yaitu di mana kebutuhan manusia bertemu dengan belas kasihan ilahi. Bait Allah dalam pengertian tertentu dapat disamakan dengan gereja masa kini. Seperti halnya bait Allah, gereja harus menjadi
    - Tempat di mana doa dipanjatkan (rumah doa)
    - Tempat di mana dosa diselesaikan
    - Tempat di mana umat dipulihkan relasinya dengan Allah dan dibangun kembali
    Jika gereja tidak mengerjakan tugas-tugas ini, maka gereja sudah tidak ada nilainya lagi. Tuhan sudah ditinggalkan dan gereja hanyalah sebuah organisasi belaka

  • Bangsa Israel adealah bangsa yang istimewa. Allah memilih mereka. Ini tidak menjadikan Israel boleh menjadi sombong rohani.

    Dalam doa Salomo ini iaingin menegaskan kepada segenap jemaat Israel. Allah adalah tempat pengahapan, belas kasihan.
    Dalam doa Salomo terdapat kurang lebih ada 10 perkataan kiranya �engkau mendengarkan.� Dengan kata lain, Salomo ingin memberikan penegasan bahwa Allah dapat dijadikan tempat permohonan. Semua permasalahan ini dapat merupakan perwakilan semua permasalahan kehidupan.

    Allah adalah satu-satunya tujuan yang masuk akan bagi mereka yang meminta pengampunan, penghiburan, pemulihan.

  • Permohonan doa bisa secara pribadi atau kelompok. Pertobatan harus dimulai dari seorang pemimpin dan menularkan visinya kepada panatua dan kepada jemaat. Jika semuanya bertobat maka terjadi pemulihan.

    Dalam rumah tangga, kepala keluarga dapat menobatkan seluruh keluarga. Demikian juga halnya dengan bangsa dan negara.

    Namun yang mengubah seseorang tidak hanya doa tetapi juga Injil. Ini juga akan memberikan pengaruh kepada lingkungan.

  • Tremper Longman III: doa yang dicatat dalam nats tersebut, mencakup dua pokok pernyataan penting, dalam doktrin Allah dan doktrin manusia dan dosa. Bagaimana Salomo menunjukkan bagaimana luasnya dan tak terhingganya Allah, dan dengan jelas menyatakan kebobrokan dan keberdosaan dan keberdosaan seluruh umat manusia.

    Hal ini menujujkkan suatu revival yang dibangun oleh Salomo yang dapat dibagi dalam dua point:
    1. Pengakuan dosa. Perpalingan, tindakan manusia datang kepada Allah
    2. Pengampunan dosa. Tindakan Allah � anugerah, yang mengulurkan tangan kemurahan-Nya untuk memberikan pengampunan kepada umat-Nya
NIV: �guilt� menunjukkan suatu keadaan bahwa orang tersebut tertuduh, terkutuk,
dan patut menerima hukuman yang setimpal.

Revival Saolomo
dibangan
dnegan suatu kesadaran siapakan Allah yang telah menebus dan
memilih Israel dan
siapakah Israel sehingga menjadi umat pilihan Allah.
  • Bait Allah menjadi moment dan menjadi suatu mementum dan juga bangunan. Salomo melihat kebelakang, sekarang, dan masa depan. Ini merupakan moment dan menumen. Ini merupakan kejayaan Israel. Mereka melihat Allah yang memulai, berjanji dan membebaskan nenek moyang mereka dari Mesir. Dari sini mereka melihat hari depan di mana mungkin mereka akan melihat kesulitan. Moment dan menumen ini ditegakkan secara serius. Ini merupakan hal yang sangat serius. Sekali lagi mereka melalui moment dan menumen ini melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan.

  • Sebagai seorang pemimpin bangsa bagaimana mendoakan bangsanya. China bertahan menjadi suatu yang bersejarah. Di Beijing ada mesbah dan raja harus pergi ke sana untuk berdoa bagi rakayat. Mereka mempersembahkan korban seperti orang Israel. Mereka selalu masuk ke dalam doa tahunan. Raja akan masuk ke suatu tempat di sana. Di sana ia mawas diri dan bertindak sebagai atau seperti halnya imam. Ini menunjukkan bahwa Raja adalah wakil dan anak Allah.

    Semua orang harus menghormati wakil dari Allah. wakil-wakil Allah itu adalah, orang tua, pemimpin negara. Di dalam kebudayaan China harus ada keluarga dan negara. Dalam hal ini dosa keluarga dapat mengakibatkan kebahagiaan atau malapetaka. Indonesia tidak dapat membanggakan keluarga, karena banyan suami punya banyak istri. Dalam permasalahan ini politik tidak menjawab demikian juga halnya dengan agama, dsb. kita berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang baik.

    Salomo yang begitu pintar saja dapat gagal total. Ia sangat dipengaruhi oleh istri-istrinya yang berasal dari bangsa-bangsa kafir.

Ada 4 macam doa

  • Doa bagi bangsa pilihan. Tatkala mereka menjadi tentara yang kalah perang.
  • Permintaan dalam hal kekeringan. Tidak ada hasil bumi, seperti di zaman Ahab. Penyelesiannya adalah bertobat dari dosa.
  • Wabah dan sakit penyakit. Kekeringan dan penyakit menular. Sekarang yang paling tersohor adalah DB, TBC. Selain itu juga ada permasalahan angin kering.
  • Pembusukan. Ini urusan sampah. Manusia main buang saja sehingga pemandangan yang indah menjadi tempat pembuangan sampah dan rumah pemulung. Satu lagi hama:
    a. Hama belalang
    b. Musuh melanda di Indonesia. Musuh sekarang memakai ekonomi. Pertambangan sudah jatuh ke dalam tangan orang asing. Kita dikepung tidak dapat menjadi bebas ke mana-mana.
    c. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan
    Tatkala mereka menyerah, Tuhan akan bekerja dan menjadi mereka bangsa yang takut akan Allah.

    Jenis lain adalah mereka yang dari jauh, orang asing, yang berdoa kepada Allah. Maka Tuhan juga kiranya memberkati mereka sama seperti anak-anak Tuhan yang lain.

    Jenis yang ketiga adalah mereka yang kalah perang di negeri asing. Salomo berdoa agar mereka mendapatkan kemenagan.

    Di tempat yang paling kacau aadalah tempat yang paling aman. Di tempat yang paling aman adalah tempat yang paling bahaya. Tuhan menyembunyikan Elia di kampung Izebel. Mereka tidak dapat menemukan Elia, karena Tuhan yang menjaga.

    Jenis keempat adalah mereka yang tertawan dan tidak mungkin kembali ke negeri mereka. Ketika mereka berdoa maka Tuhan akan membalas dendam sendiri.

Kesimpulan
Kalau Yesus adalah Anak Daud, Saolomo juga adalah anak Daud. Apa bedanya? Sama! Berdoa tentang nama-Nya, bangsa-Nya, kehendak-Nya. Bagi pemimpin harus ingat agar nama Tuhan dimuliakan, kehendak Tuhan kerajaan Tuhan datang, dan kendak Tuhan dinyatakan di dalam negara dan di mana saja. Hati Kristus harus menjadi hati kita. Kita harus ikut mendoakan bangsa ini. orang Kristen yang menjadi pemimpin harus benar-benar menjadi pemimpin, jangan mengekor.

Jika Tuhan menunjuk kita menjadi pemimpin, apakah kita siap? Bagaimana kita melakukan sesuatu sehingga dapat memberikan pekerjaan bagi orang lain. Mungkin kita akan menjadi seperti Mordekhai yang menggantikan Hamam, atau seperti ratu Esther.

Lemina adalah orang yang dipercayakan satu negara Indonesia ketika Soekarno pergi ke luar negeri. Ia adalah orang Kristen yang luar biasa pada zamannya. Kita harus bertindak sebagai orang Kristen, karena masalah begitu berati di Indonesia.
Kita bersyukur karena di dalam bangsa kita ini mulai diambil tindakan-tindakan yang jelas. Tiga pembom sudah segera akan dieksekusi. Ini berarti sudah ada titik cerah di bangsa kita.

Kamis, 31 Juli 2008

Bumi Pertiwi Tercinta

Persekutuan Hamba Tuhan 1 agustus 2008


Bumi Pertiwi Tercinta
Yesaya 1:7-9; 16-18

1. Nama Yesaya dalam ibrani, Yesya Yahu: Allah keselamatan. Nama ini sengaja saya kutip karena ada hub dengan misinya. Temanya Yesaya ada dua: 1. keselamatan ada dalam Allah penebus, bukan perbuatan manusia. 2. Yesaya memberitakan bahwa Allah Yang Mahakudus tidak mengijinkan kecemaraan terjadi di antara mereka. Yesaya ternyata banyak memiliki doktrin tentang Krsitus yang begitu detil sehingga para ahli menyebutkan bahwa dia disebut the evangelical prophet. Maka secara garis besar, khotbahnya pada bagian pertama adalah tentang pemberontakan yang dihadapkan dengan penghukuman dan anugerah (7-10). Tetapi pada ayat 16-18 adalah anugerah. Ada beberapa catatan penting pada pasal 1-20: pertama dalam ayat 4: ini dinyatakan bahwa umat pilihan yang seharusnya memiliki karakteristik Allah telah sampai pada masa krisis sehingga berubah menjadi pelaku kejahatan. Akar penyebabnya adalah mereka telah meninggalkan Tuhan. Bahkan mereka berani menjauhi Tuhan. Kedua (7-9): diungkapkan akibat sikap mereka menjadi penghancuran atas Yehuda. Ada catatan yang menarik dalam ayat 9: kata sedikit orang menunjuk kepada ramnon akan muncul sang Tunas yaitu Kristus. Jadi Tuhan masih beri kesempatan kepada umat yang hancur itu. Bagaimana caranya? Ada 4 hal yang penting diperhatikan:
a. bangsa itu harus bertobat (1:16) bertobat artinya berbalik 180 derajat.
b. memperbaiki dan menjaga moralitas (ay.17). Mengendalikan artinya bukan membiarkan kekejaman. Memperjuangkan kesejahteraan umum.
c. belajar menjadi bangsa yang taat (ay.19-20), artinya mau terbuka, iklusif, tidak melawan dan berontak, belajar tertib dan teratur.
d. mereka diajak kembali ke jalan Tuhan (ay.18), memohon belas kasih Tuhan adalah perkara penting dan mengakui segala dosa dan kembali ke jalan Tuhan.

2. Menarik bahwa orang Israel tetap beribadah kepada Tuhan (ay.13-15). Manusia terjebak dengan ritual, karena dianggap sebagai alat untuk menyuap Tuhan. Antara ibadah dengan kehidupan real tidak seimbang. Oleh karena itu, Tuhan berkata dalam ay.14. selanjutnya pada ayat 18 menjadi puncak, pertobatan menjadi hal krusial. Negeri ini pun demikian, satu sisi mereka menyembah Tuhan tetapi satu sisi mereka membunuh orang. Barangkali kita juga terjebak dalam konsep yang sama. Jadi ada dua poin, 1. 2. pertobatan lebih penting daripada tingkah laku agama.

3. Ada dua bagian penting, tentang kasih dan anugerah.
Kasih Tuhan mencakup beberapa hal: pemeliharaan-Nya tetapi aspek lain juga menegur. Kasih Allah ini membuat umat untuk memandang supaya umat melihat anugerah Allah. Perintah lainnya jelas bhwa mereka harus bertobat. Message kebangsaan menjadi penting dalam keadilan. Dalam Daniel jelas bahwa takhta mesianis kokoh dalam keadilan.

4. Inti dari berita yang disampaikan adalah penghukuman Allah atas Israel. Yang menarik dari awal pasal 1 sampai terakhir intinya sama, yaitu Allah menghukum Israel karena pemberontakan. Intinya karena tidak ada pengenalan akan Allah.
Dalam sila pertama dan pembukaan UUD, core-nya sama, yaitu Tuhan. Hal ini tidak berbeda dengan bangsa Israel, kita tahu Tuhan tetapi pengetahuan itu tidak sampai pengenalan maka hal itu hanya sampai isinya, hanya kulitnya saja. 2) adanya hajaran Tuhan, dinyatakan dalam istilah ayat 7 negara Israel akan hancur, dihukum dengan api. Banyak penafsir: berkaitan dengan hukuman melalui Edom, kerajaan Isarel utara, Filistin, Syria, Babel. Semua bangsa ini dikirim untuk menghajar Israel supaya mereka sadar bahwa ada sesuatu yang salah. Sehingga diharapkan Israel bertobat kembali kepada Tuhan. Namun, sayang hajaran ini tidak membuat mereka bertobat, manusia biasanya jatuh dalam lingkaran yang sama.

5. Suara kenabian Yesaya yang merupakan kelu kesah dan hardikan terhadap umat Israel yang dapat diringkas dalam 4 hal:
a. mereka dipilih untuk menjadi bangsa yang kudus, tetapi sebaliknya mereka menjadi bangsa yang bergelimang dengan dosa (Kel 19:6)
b. mereka menyebut diri umat Allah, tetapi perilaku mereka tak ubahnya �kaum yang sarat dengan kesalahan� (Bil 16:41)
c. mereka disebut keturunan Abraham, tetapi kenyataannya mereka keturunan si jahat (bdk. Yoh 8:33, 39, 44)
d. mereka seharusnya hidup sebagai anak Allah, tetapi kenyataannya mereka berperilakua buruk seperti anak-anak dunia.

Ada 3 poin (3 H):
a. Hati yang dipulihkan: hukuman atas dosa, healing and restoration, akibat-akibat dosa umat Tuhan (ay.2-9)
b. Hubungan yang benar: Allah muak dan jijik dengan ibadah umat-Nya, sikap umat Tuhan dalam ibadah . JI Packer pernah mengatakan bahwa �ibadah sejati adalah menyadari siapa Tuhan dan siapa saya�
c. Harapan yang terbentang: cara Allah di dalam anugerah-Nya merangkul dan memulihkan kembali umat-Nya Israel, sebagai umat pilihan-Nya dan biji mata-Nya.

6. Babel sejak PL dikenal sebagai Kerajaan iblis, ketika Yehuda jatuh kepada Babel mereka sedang jatuh kepada kerajaan Iblis. Sehingga mereka perlu diselamatkan. Tapi pertama, mereka harus bertobat. Menyadari keberdosaan:
a. Pertobatan adalah harga mati.
b. Melatih diri untuk tindakan yang nyata berbuat baik.
c. Pemulihan dari Allah, di dalam Tuhan tidak ada dalam perbuatan baik.
d. Perbuatan baik tidaklah menjamin bahwa kitabenar di hadapan tuhan didasarkan atas anugerah Tuhan dan kasih Tuhan.

7. Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa kekristenan tidak pernah hidup dalam ruang hampa yang steril dari bobroknya dunia ini. Dari semula kekristenan lahir dalam dunia yang begitu jahat dan untuk itulah kekristenan eksis. Calvin berpendapat, Negara dan Gereja masing-masing independen, namun karena tunduk kepada Allah maka masing-masing harus saling melayani. Gereja dan Pemerintahan sangat terkait dan saling mempengaruhi satu dengan lain.
Apa arti negarawan sesungguhnya? Jenis manusia yang secara total hanya mempersembahkan hidupnya bagi negara? Ataukah ia orang berkemampuan adimanusiawi yang mampu menyelesaikan setiap persoalan bernegara? Apa yang harus dilakukan seseorang agar bisa menjadi negarawan?Kata �negarawan� memiliki pemahaman tentang satu sosok orang yang begitu agung tokoh yang membersitkan aura, menghimpun seluruh energi bangsa untuk mendatangkan rasa terhormat. Konon Soekarno adalah negarawan. Apa hasilnya? Negeri ini hampir bankrut membiayai nama besarnya. Soeharto juga dianggap negawaran. Hasilnya, Indonesia nyaris lenyap dari sejarah dunia. Pada dua kasus ini, konsep negarawan pada titik terjauhnya jadi identik dengan kekuasaan yang total, dan bengis, kemudian hangus. Yesaya adalah seorang negarawan yang sejati
Soe Hok Gie (17 Desember 194216 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 19621969. Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: ???). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, RRT. Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian.
�Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.�
John Maxwell berkomentar, �Gie hanya seorang mahasiswa dengan latar belakang yang tidak terlalu hebat. Tapi dia punya kemauan melibatkan diri dalam pergerakan. Dia selalu ingin tahu apa yang terjadi dengan bangsanya. Walaupun meninggal dalam usia muda, dia meninggalkan banyak tulisan. Di antaranya berupa catatan harian dan artikel yang dipublikasikan di koran-koran nasional� ujarnya. �Saya diwawancarai Mira Lesmana (produser Gie) dan Riri Reza (sutradara). Dia datang setelah membaca buku saya. Saya berharap film itu akan sukses. Sebab, jika itu terjadi, orang akan lebih mengenal Soe Hok Gie� tuturnya. (1983).
John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).
8. Bangsa Israel adalah umat pilihan Allah yang dipanggil mulai dari Abraham yang dijanjikan akan menjadi bangsa yang besar yang diberkati Tuhan supaya menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Musa menulis: �Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat� (Kej. 12:3). Allah memilih mereka bukan karena mereka pintar, kaya dan lebih unggul dari bangsa lain, melainkan supaya mereka menjadi bangsa percontohan, sebuah gambara tentang bagaimana Allah berhubungan dengan bangsa-bangsa lain di bumi. Selain itu, Allah memilih Israel juga supaya melalui mereka, Mesias datang ke dunia.
Namun, di tengah perjalanan hidup mereka, sebagai umat pilihan, Israel lupa akan tugas dan tanggung jawab mereka yang dulunya diberkati dan sekarang mereka harus menjadi saksi dan berkat bagi bangsa di sekitar mereka. Kini mereka justru menjadi kutuk dan batu sandungan. Mengapa? Karena mereka telah menjalani suatu kehidupan yang memberontak kepada Allah. Mereka tidak setia dan tidak taat kepada perintah-perintah firman Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Mereka telah melakukan dosa penyembahan berhala dan dosa moralitas (mis. Berzinah, berbuat jahat, melakukan ketidakadilan terhadap anak yatim dan para janda serta membunuh orang lain.
Ayat 2� mereka memberontak kepada Allah
Ayat 3� mereka tidak mengenal Allah
Ayat 4� mereka berpaling dari Tuhan
Ayat 4� mereka menjalani kehidupan dengan tingkah laku dan moralitas yang jahat dan berdosa kepada Allah yang dilukiskan seperti kejahatan orang-orang di kota Sodom dan Gomora (ay.10).
Ayat 13, 15� mereka berbuat jahat dan membunuh (ay. 4, 13. 16-17).
Celakanya, meski hidup di tengah kondisi yang bobrok, jijik, nazis dan kotor, bangsa Israel tetap menjalankan/melakukan aktivitas keagamaan mereka dengan tekun, rajin dan setia (ay. 11-15).
a. Mereka tetap membawa korban persembahan kepada Allah di bait suci (ay.11-13a).
b. Mereka tetap menghadiri pertemuan-pertemuan pada hari Sabat (ay.13b-14).
c. Mereka tetap berdoa dengan setia (ay.15).

Alhasil, Allah yang dulunya menetapkan persembahan korban, tetapi justru kini Ia menolaknya; Ia yang menetapkan/menguduskan hari Sabat, kini justru Ia membenci pertemuan umat-Nya di hari Sabat; Ia yang memerintahkan agar umat-Nya berdoa dan berjanji menjawabnya, kini justru Ia memalingkan muka-Nya dan tidak mau mendengar doa-doa umat-Nya. Akhirnya Ia menjatuhkan hukuman/murka-Nya atas umat Israel.
Dalam kondisi demikianlah nabi Yesaya melayani. Ia melayani sebagai nabi pada waktu bangsa Israel perbagi jadi dua kerajaan (Kerajaan Utama/ Israel� ibu kotanya di Samaria; Kerajaan Selatan/ Yehuda � ibu kotanya Yerusalem. Kedua kerajaan ini melakukan dosa di mata Tuhan seperti melawan Allah dengan berbalik dariNya kepada berhala, melakukan ketidakadilan dan menindas orang miskin.
Alhasil, akhirnya murka Allah turun atas umat Israel. Kerajaan Utama (Israel atau Samaria) ditawan ke Asyur sekitar 722 BC. Kerajaan Selatan (Yehuda) ditawan ke Babel sekitar 586 BC (ay.7-9).
Hubungan harmonis antara umat percaya dengan Allah akan membawa dampak bagi kelangsungan hidup sebuah bangsa.
Demikian juga dengan kehidupan kekristenan kita hari ini, di mana hubungan kita yang baik dan harmonis dengan Allah akan membawa dampak bagi kesaksian yang baik di tengah keluarga, lingkungan rumah tangga, di tempat kita bekerja dan bahkan seluruh bumi pertiwi tercinta Indonesia.

Hari ini marilah kita belajar bersama dari firman Tuhan yang diambil dari Yesaya 1:1-20.
Dalam konteks ini kita melihat bagaimana hubungan harmonis antara umat dan Allah akan membawa dampak bagi kelangsungan hidup suatu bangsa, kita melihat relevansi tema kita, kita dipanggil untuk menjadi berkat bukan untuk egois menikmati sendiri. Menjadi berkat bagi Indonesia, dalam lingkup kecil keluarga dalam lingkup besar adalah negara. Jadi bagaimana caranya menjadi berkat?
a. setiap dosa membawa konsekuensi hukuman Allah. Jemaat harus menyadari keberdosaan mereka akan membawa dampak
b. Allah telah menawarkan solusi dalam dosa manusia (10-18). Ini adalah panggilan anugerah untuk bertobat. Di kala manusia jatuh bangun dalam dosa ada pengharapan bahwa Allah tetap memanggil untuk menerima anugerah-Nya.
c. manusia harus merespon panggilan Allah dengan hati yang hancur

9. Ada dua hal penting, yaitu national building dan spiritual building:
nation building: bangsa Israel telah hancur dimana negeri itu menjadi sunyi orang asing memakan hasil bumi. Ini yang perlu diperhatikan, bahwa konsep membangun negeri yang hancur tidak lepas dari konsep pembangunan spiritual. Yesaya menyerukan dua hal penting ini, tapi bagaimana mungkin jika semakin hari semakin jauh dari Tuhan. Yesaya tidak berhenti sampai disana tapi juga ada seruan pertobatan, itulah yang menjadi solusi awal. Tapi juga harus ada buah pertobatan agar mereka mengusahakan keadilan dan mengendalikan orang yang kejam.

10. Hati-hati supaya kita tidak hanya melayani tema, dan tidak melayani Firman. Inti yang sangat indah adalah restorasi dan transformasi dimana konteksnya adalah kovenan dimana Allah yagn berperkara. Kovenan selalu sifatnya adalah anugerah, Allah yang mau berjanji keapda manusia yagn tidak berarti. Dalam kondisi Israel yagn terpuruk tetapi Tuhan yang aktif. Yesaya dalma hal ini menjadi agen-Nya. Allah mengehendaki transformasi menjadi sesuatu yang jelas, total dan renewal. Ada aspek dari Tuhan tapi ada bagian manusia di dalam transformasi bahwa mereka dipanggil untuk memperbaharui diri mereka sendiri, menyadari keadaan mereka sendiri, menghentikan kebersalahan mereka.

11. Bicara tentang bangsa merupakan pergumulan besar. Jadi masalah disini adalah raja-raja yang tidak takut akan Tuhan. Dia membawa bangsanya untuk jatuh membelakangi Tuhan. Dalam konteks Indonesia, jemaat tidak masuk ambil bagian dalam kehidupan bangsa karena dari kecil sudah diintimidasi. Bulan Agustus ini merupakan kesempatan untuk ambil bagian masuk dalam government menjadi kepanjangan tangan Tuhan. Suatu buku tentang Obama, letaknya di government bukan gereja dalam kesejahteraan bangsa. Peran gereja dan negara menurut Calvin terpisah tetapi di jaman hakim-hakim menjadi satu. Seharusnya ada orang-orang kita ada dalam struktur pemerintahan, jika tidak kita hanya bicara di balik tembok saja.

12. Saya mengawali dengan pergumulan kontemporer. Mengutip Wimar Witoelar: dari soros sampai sosro, yaitu:
C: capital- tidak lepas dari batas teritorial termasuk Indonesia menjadi sasaran negara maju untuk penanaman modal.
C: company- munculnya perusahaan raksasa seperti Microsoft.
C: competition- ayam goreng McD dengan ayam goreng Suharti.
C: comunication- transfer kebudayaan menjadi tidak terbatas dan tanpa filter.
Gereja yang adalah komunitas dari tanah air, sudahkah kita menjadi icon untuk menjadi solusi dalam setiap masalah, untuk menjadi suatu fungsi yang jelas.
kemampuan personal yang belum terkendali: dalam khotbah Pak Caleb ada hal yang disebutkan, yaitu potential thingking: inspiring untuk melihat ada apa di balik sesuatu. Israel pada saat itu terpuruk, dan hidup keagamaan tidak menadi solusi bahkan memperlihatkan bahwa bangsa kafir semakin berkembang.

13. Yesaya membawa suatu semangat harapan, suatu keadaan yang hancur ia tetap menyerukan suatu harapan pembaharuan. Baru-baru ini media massa memberitakan peringatan ulang tahun Nelson Mandela: dia adalah orang luar biasa, ia di penjara 20 tahun tetapi harapannya tidak kandas. Jika kita punya semangat harapan untuk berdoa bagi negeri ini adalah suatu harapan yang besar. Dalam hal ini juga ada seruan moral: dalam kehidupan Israel, mereka mengenal kehidupan agama, tapi tidak menajdi jalan memerangi dosa tapi menjadi jalan untuk memaklumi akan dosa. Seperti Indonesia, agama menjadi jalan kompromi untuk keluar dari dosa. Persis seperti kondisi di jaman Yesaya, sumber sebagai suatu self excuse.

14. Ada tiga hal:
Israel memiliki status istimewa di hadapan Tuhan. Ternyata mereka behenti dalam status sebagai milik Tuhan. Dalam Bumi pertiwi tercinta juga tidak hanya berhenti sampai status, kita menjadi bagian tetapi persoalannya adalah apa yang dapat kita berikan. Dalam implementasi iman kita adalah bagaimana kita hidup sebagaimana Tuhan kehendaki dan bukan menanti apa yang Tuhan ingin berikan.
Suatu tragedi karena status yang begitu dekat dengan Tuhan menjadi alat pencemaran di mata Tuhan. Jika dekat dengan kebenaran seharusnya kebenaranlah yang mengalir, tetapi persoalan manusia bukanlah tidak tahu tapi bagaimana hidup dalam kebenaran Allah. Ada harapan: bahwa dalam bagian ini tetap konsisten tetap memiliki Israel dan memberi harapan dan menempatkan Israel begitu istimewa. Tapi apakah kita mau mengambil kesempatan itu untuk memainkan peranan yang Tuhan kehendaki.

15. Pada ay.16 . Tuhan bilang sudah bertindak segalanya tapi kita tidak bertobat. Manusia tidak mampu berbuat apa-apa, tapi bekerja lewat orang yang kudus. Yesaya juga melihat bahwa dirinya juga adalah orang yang tidak suci dan berada ditengah orang yang tidak suci. Karena di dalam diri kita juga belum taat dengan sungguh. Tetapi di dalam ay.20 disebutkan sungguh Tuhan yang mengucapkannya.

16. Bangsa yang berdosa, rakyat yang durhaka dan anak-anak yang rusak moral karena meninggalkan Allah dan menistakan Dia, hati mereka jauh dan langkah mereka mundur dari Dia yang maha kuasa.
Tatkala raja tidak menjawab, imam tidak menjadi harapan, nabi dimunculkan Tuhan agar mereka kembali pada jalan yang benar, hidup dalam terang sesuai dengan Firman menjadi anak-anak yang terkasih, pertobatan membawa bangsa back to bible, to basic, to God. Pada bulan mantap bernegera, menjelang HUT RI ke-63, bangsa ini perlu kembali kepada Tuhan agar hukum, politik, ekonomi, keamanan terpulihkan kembali sebagai bangsa yang terpilih dan terpandang.
Calvin menjadikan Geneva sebagai the city of God, Abraham Kyper menjadikan Amsterdam kota penyataan kebesaran Allah melalui politik, kebudayaan, hukum, edukasi, dan ekonomi, Francis Sheaffer menjadikan dunia ini our Father�s world, meraih dan merangkul semua cendekiawan dari pelbagai bidang ilmu, sastra, seni, budaya, saintist, technocrat kristen memberi pengaruh kepada dunia, we are the citizen of the world perlu juga menjadi nabi di jaman kita agar orang-orang yang hidup bersama dengan kita dapat meninggalkan kesia-siaannya (Yeremia 2:5).
Restorasi bangsa hanya dapat dimulai dengan pemulihan hubungan dengan Allah. Di jaman Jonathan Edward orang berdosa di hadapan Allah yang maha dahsyat bertobat, di jaman John Wesley semua tempat maksiat tutup, Charles Wesley menggubah lagu membawa pertobatan yang nyata (perlu kita perhatikan lagu yang dipakai di gereja kita, karena seperti Fanny Crosby dengan gubahannya dapat menyentuh jiwa dan membuat orang bertobat dan menangis), di jaman D.L. Moody manusia berduyun-duyun kembali kepada jalan yang benar, perlu kita memberi dampak yang nyata agar bangsa ini dapat berkenan di hati Tuhan, mulai dari kita dan jemaat kita sebagai penyambung lidah Allah di jaman yang suram ini.
Kiranya kita dapat menjadi tunas di mana Tuhan membangun kembali satu bangsa sesuai dengan covenant barunya (Yesaya 6:13)
Mikha 6:2, 6-10 :
Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan Tuhan, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab Tuhan mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel.
�Dengan apakah aku akan pergi menghadap Tuhan dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? Berkenankah Tuhan kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkan anak sulungku kerena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?�
�Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?�
Dengarlah, Tuhan berseru kepada kota: adalah bijaksana untuk takut kepada nama-Nya: �Dengarlah, hai suku bangsa dan orang kota! Masakan Aku melupakan harta benda kefasikan di rumah orang fasik dan takaran efa yang kurang dan terkutuk itu?

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India