Jumat, 24 Oktober 2008

KU DAN SEISI KELUARGAKU (Yosua 24:14-15)

Ku dan Seisi Keluargaku (Yosua 24:14-15)
Pembahasan 24 Oktober 2008
Tujuan:
Rangsangan, godaan, dan pencobaan dapat mengalihkan perhatian orang beriman ke jalan yang sesat, namun bila Tuhan menjadi kepala keluarga, keyakinan yang mantap akan membuat kita terpelihara dengan utuh dan sempurna, karena iman bagaimana perisai untuk melawan panah api dari segala penjuru.
A. Di dalam Yosua pasal 24 kita berbicara tentang seluruh keluarga melayani Allah. di dalam gerakan Injil yang lalu kita melihat banyak gerakan dari keluarga.
- Seluruh keluarga menjadi Kristen
- Satu suku percaya kepada Tuhan
Di dalam perikop ini percaya kepada Tuhan seisi keluarga merupakan hal yang penting, di dalam dunia modern ini menjadi urusan individu. Nilai kekeluargaaan menjadi hambar. Gereja zaman ini kurang menekankan kepercayaan seluruh keluarga. contoh: Zakeus: �Keselamatan datang kepada keluargamu.� Juga Kornelius dan Lidia.
Di dalam Yosua mencatat kepercayaan seluruh umat. Ini juga merupakan nasihat bagi kita semua. Di dalam pasal ini saya mlihat beberapa poin:
- Yosua ingin mengajarkan kebenaran. Pasal 23 Yosua mengumpulkan Israel dan menceritakan bagaimana perbuatan Allah. Dia menceritakan tentang anugerah Tuhan di antara mereka karena mereka masuk ke Kanaan bukan karena pedang atau kebisaan mereka. Kota2 tersebut juga bukan dibangun oleh mereka. Pohon2 anggur juga tidak ditanami mereka, tetapi anugerah Allah. Yosua mengajarkan kebenaran ini. Oleh karena itu kita juga mengajarkan ini kepada keluarga kita.
- Yosua menguatkan hati umat Israel. Penyembahan berhala masih eksis di tengah Israel. Dari Yakub sampai zaman Israel terdapat banyak penyembahan berhala. Tempat Yosua berdiri adalah tempat di mana penyembahan berhala berdiri. Dia menyerukan agar penyembahan berhala betul2 ditumpas. Artinya ia menginginkan mereka dengan sepenuh hati mengikut Tuhan. Ini sangat penting agar rohani dapat bertumbuh dan diberkati.
- Yosua dan keluarga memutuskan untuk mengikuti Tuhan. Kita harus meneladani Yesus. Kita harus mengalirkan apa yang harus dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib, yaitu ada perbuatan nyata di dalam pelayanan. Pertumbuhan yang paling baik adalah meneladani Yesus. Mereka yang memiliki kerohanian yang bagus pasti melayani Tuhan dengan seluruh keluarga. Orang yang percaya Tuhan tidak hanya menerima Kristus tetapi juga mengajar mereka menjadi murid sehinggga proses Inji mencaoai tahap yang tepat. Tanggung jawab keluarga adalah mengajar seluruh anggota keluarga melayani. Ini merupakan gerakan yang sangat penting. Bagaimana kita mendorong dan menggerakan jemaat masuk di dalam pelayanan dan membangun nilai keluarga dan memperkuat keluarga2 Kristen. Maka keluarga akan diberkati dan gereja akan bertumbuh.

B. Ada tiga hal penting yang menjadi tantangan yang diberikan kepada Israel oleh Yosus.
- Pilihan untuk kembali kepada Tuhan atau tidak
- Membuang ilah2 leluhur. Ini menyangkut tidak hanya menyembahan patung tetapi juga konsep budaya yang tidak sesuai dengan firman.
- Bagaimana mereka bisa takut dan melayani Tuhan di dalam kesetiaan.

Yosua sudah menantang dirinya sendiri sejak masa mudanya. Ia adalah Yosua yang baru dan berbeda yang sudah membentuk diri dan keluarga untuk masuk ke suatu level di mana ia bisa menantang orang lain. Sebagai pemimpin ia harus sampai kepada level itu.
C. Ini juga merupakan pilihan, suatu pilihan yang berat. Kita lihat dua hal yang sangat besar dari hati Yosua. Ada dua hal penting:
- Ia berani mengatakan aku dan keluarga. sekalipun mayoritas tidak mengikuti Allah Israel, tetap ia berani menentang arus
- Melayani. Tidak hanya sekedar percaya tetapi juga ada pengabdian. Status agama bisa menjadi anak2 Kristen, tetapi bagaimana menjadikan anak2 mengabdi kepada Tuhan ini persoalan lain.
D. John Duway di dalam lever belajar ada 4 level
- How to know
- How To do
- How To be
- How To live together
Di dalam Tuhan harus mencapai semua tahap ini. kita harus sampai kepada tahap membagiakan bagaimana Tuhan menyertai dan memelihara kita kepada anak-anak.

E. Saya melihat Komitmen ini sebagai Callenge, Decision, Experience (CDE). Ada sebuah tantangan kita harus memilih. Kita harus mengajak keluarga kita untuk beribadah mengikut Tuhan dengan tulus dan setia. Ini merupakan tantangan, keputusan yang harus diambil dan juga harus ada pengalaman bersama Tuhan. Tanpa hubungan dengan Tuhan yang baik sangat sulit untuk menghadapi tantangan zaman ini. menghadapi situasi glabal saat ini sangat sulit untuk mengadapi zaman ini.
F. Untuk remaja saya akan menekankan tentang keputusan yang diambil akan mempengaruhi lingkungan. Jika remaja berani mengambil keputusan untuk hidup didalam Tuhan maka Tuhan yang akan bekerja di dalam keluarganya. Tidak mustahil keluarganya akan dimenangkan dimulai dari keputusan yang diambilnya. Saya akan menekankan bahwa sekalipun tidak dimulai oleh orang tua yang percaya, mereka mampu berperan di dalam iman keluarga, karena Tuhan menyertainya.

G. Ini minggu penginjilan maka perlu membuat jemaat memilih Allah yang sejati kemudian dapat melayani. Yang pertama harus ada baru bisa maju ke tahap selanjutnya. Perlu diteliti lebih lanjut tentang ilah2 yang disebutkan baru menerapkannya bagi jemaat zaman ini. Baru kita bisa mengena.

H. Mengenai penginjilan dan kelaurga yang kita bicarakan, kita harus memberikan tantangan kepada mereka. Yosua menyadari bahwa nenek moyang mereka adalah penyembah berhala, tetapi semata-mata oleh anugerah Allah mereka manjadi umat Allah. Yosua mengingatkan mereka bahwa merkea berada di dalam perjanjian.
Pengalaman2 umat di dalam anugerah dialami oleh nenek moyang mereka. Ada banyak mujizat dan keindahan persekutuan dengan Allah. namun dalam kenyataannya kehidupan Israel naik turun. Umat kristen pun lebih suka dengan sensasional daripada mengenal Allah yang dengan sungguh. Yosua memberikan tantangan dengan umat. Ia tidak hanya ngomong tetapi ada relasi pribadi dengan Allah di dalam pengalaman hidupanya. Sebagai mantan pengintai, ia berani mengatakan kebenaran dan keyakinan akan penyertaan Allah.

Yosua telah menanamkan batu2 peringatan bagi seluruh keluarganya.

I. Ini merupakan pembaharuan perjanjian dan pengingatan kembali akan sejarah Israel. Yosua menyerukan agar mereka tidak beribadah kepada Allah lain mengingat perjanjian dengan Tuhan dan apa yang telah dilakukan-Nya bagi mereka.

Kemudian Yosua memberikan mereka pilihan bukan untuk memberikan mereka kebebasan untuk beribadah kepada Allah lain. Melainkan menekankan agar mereka memiliki relasi yang pantas dengan Tuhan di dalam keikhlasan dan kesetiaan.

Terakhir keluarga sebagai tempat di mana perjanjian dipelihara. Kita harus mengambil keputusan mengikut Tuhan atau tidak. Perjanjian dipelihara dari generasi ke generasi melalui keluarga dengan pemberitaan mulut ke mulut

J. Di dalam konteks ini hanya 2 orang yang lahir di Mesir yang masuk ke tanah Kanaan. Ini merupakan khotbah terakhir Yosua. Ini bukan topik yang baru, tetapi mengingatkan mereka. Saudara, tempat di mana Tuhan banyak dihujat adalah di daerah mayoritas Kristen dan di sekolah telogia. Saya ingin menekankan tentang hubungan. Hnaya di dalam Kekristenan bahwa dengan percaya kepada Tuhan kita diubah menjadi serupa Tuhan. Relasi dengan Tuhan hanya sampai kepada �tahu�. Tetapi percaya kepada Tuhan itu harus ada relasi �aku-Engkau�. Waktu seseorang melihat gunung ia kita itu dekat pdahal masih jauh. Banyak orang seperti hubungannya dengan Tuhan. Survei membuktikan bahwa 85% orang yang ke gereja adalah orang2 yang tidak memiliki interaksi pribadi dengan Tuhan. Banyak orang rela mati demi agama tetapi tanpa relasi pribadi dengan Tuhan.

Transformasi dapat terjadi ketika kita tidak hanya mengetahui ajaran Alkitab tetapi juga harus adalah relasi pribadi dengan Tuhan.
K. Ada satu ayat yang sangat menarik kita telaah yaitu ayat 19. Yosua ingin menunjukkan kepada bangsanya ketidakmampuan dan ketidakberdayaan menyembah Tuhan. Yosua mengetahui kualitas bangsa itu di dalam berbadah keapda Tuhan sehingga khotbahnya yang terakhir itu sempat menyiratkan kekhawatirannya. �Tidakkah kamu sanggup beribadah kepada Tuhan?� Ay. 7b juga menyiratkan hal ini. �Matamu sendiri telah melihat apa yang dilakukan Tuhan.� Ay. 10b �Dimikianlah aku melepaskan kamu dengan tangannya.� Ay. 12 �Sesungguhnya bukan oleh pedangmu... kamu memperoleh semuanya.� Kita harus membandingkannya dengan Mzm. 127 �Tuhan memberikannya waktu tidur.� Yosua ingin menekankan tentang anugerah. Dengan kata lain, Aku memberikannya tanpa kamu bersusah-susah.

Dalam rangka minggu penginjilan dan bulan keluarga saya ingin mengingatkan jemaat terutama tokoh2 gereja. banyak di antara mereka keluarganya tidak pernah dibina. Kalau kita lihat di Kitab Hakim 1:27 �Mereka beridadah kepada Tuhan pada zaman Yosua dan tua2 yang hidup lebih lama darinya.� Diceritakan bahwa setelah angkatan yang lama habis maka orang Israel mulai melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Mereka beribadah kepada Allah lain.

Setiap kali berkhotbah tentang Yosua ini saya ingat tentang kaluarga saya yang adalah mantan penyembah berhala. Saya dipersiapkan menjadi rahib/biksu. Tetapi Tuhan rubah menjadi boksu. Tadi semu mengingatkan hal yang penting. Di gereja2 Karismatik sangat ditekankan pemutusan rantai penyembahan berhala masa lalu.

Ketika nenek saya bertobat dan menerima Tuhan Yesus maka baru meja penyembahan berhala itu bisa disingkirkan oleh anugerah Tuhan. Setiap hari doa yang tidak pernah kami lupakan adalah agar anak2 kami takut akan Tuhan. Kami tidak minta yang lain. Yang penting jangan sampai generasi yang baru lepas dari Tuhan. Ini penting sekali karena banyak orang tua yang rohani tetapi anak2 tidak takut kepada Tuhan.

Secara manusia kita tidak berdaya membawa anak2 kita kepada Tuhan kecuali dengan tulus ikhlas dan setia. Dengan ini tidak sia2lah membangun dan membesarkan jemaat HIT.
L.1 Takut akan Tuhan (ay. 2-13)
L.2 Beribadah kepada Tuhan
L.3 Jauhkan ilah-ilah lain

Di dalam pelawatan saya ada anak2 yang dimarahi karena mereka berdoa kepada Tuhan. Orang tuanya mengharuskan mereka berdoa kepada orang tua. Ini membuat mereka takut tetapi mereka tetap mau percaya. Seperti perikop ini ada keputusan yang harus diambil. Di sini saya akan menantang jemaat untuk memilih berbadah kepada Tuhan
M. Hari Minggu ini hari penginjilan. Saya ini menyampaikan kepada anak2 remaja bahwa hidup ini tidak mudah dan kemungkinan untuk mengalami kehancuran itu mungkin sekali.
Saya minggu ini bolak-balik di sel2 penjara. Saya melihat banyak sekali anak muda di sana bermasalah dengan narkoba. Mereka ada di sana dan sepertinya tidak ada kemungkin bahwa mereka menjadi baik, tetapi saya datang ke sana hanya bertugas untuk menguatkan bahwa ada Allah yang mahakuasa melindungi dia. Di dalam hal ini ada 3 hal yang ingin saya sampaikan:
- Ada kekuatiran yang besar bahwa bangsanya akan kembali kepada penyembahan berhala. Yosua mengingatkan bahwa Ia sangat mengasihi mereka.
- Kasih Allah itu menantang setiap orang untuk membuat keputusan untuk percaya kepada Allah saja. Setiap kasih Allah hanya bertujuan agar orang yang dikasih Allah agar percaya dan menyembah kepada Allah saja.
- Kasih Allah itu seharusnya membawa kita memilih kepada komitmen dan pengalaman untuk mengisi hidup keluarga bersama Tuhan. Ini hal yang sangat mendasar bahwa kasih Allah itu akan membawa kita kepada komitmen dan pengalaman hidup bersama dengan Tuhan. Mencapai hal ini harus ada keputusan yang diamnbil
N. Ini berbicara tentang melayani Tuhan bersama (serving God together). Dalam melayani Tuhan, itu bukanlah mengenai pergi ke gereja, melakukan persekutuan, ataupun hanya melakukan pelayanan di dalam gereja saja, tetapi melayani Allah dan menjadikan Allah sebagai Allah. Bahkan di dalam PB juga disampaikan bahwa jangan sampai kita melayani dua Allah, yaitu Allah dan mamon secara bersama-sama.
Serving God Together, memiliki pengertian bahwa kita benar-benar meng-Tuhankan Allah dalam seluruh kehidupan kita, dan menjadikan diri kita sebagai hamba dihadapan-Nya. Oleh sebab itu, sebagai seorang hamba:
- Kita menjadikan Allah dalam waktu dan energi.
- Kita menjadikan Allah di dalam pikiran dan dalam waktu kita untuk berkontemplasi (selalu meninggikan Tuhan lebih dari opini lainnya).
- Kita menjadikan Allah di dalam proses ketika kita ingin membuat keputusan.
- Kita mencerminkan Allah di dalam setiap perbuatan kita.
- Kita menjalankan perpuluhan sebagai sesuatu yang wajib untuk dilakukan.

Serving God Together juga merupakan komitmen kita kepada Allah, dan kita menyatakannya melalui kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana caranya: Yos. 24:23 yaitu dengan meninggalkan Allah asing dan mencondongkan hati kita hanya kepada Allah. Atau di dalam PB juga dikatakan mengenai tanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (sama halnya seperti yang dikatakan oleh pemazmur yaitu bahwa �serving God with gladness).
O. Di dalam keluarga dan kehidupan ini kita diperhadapkan dengan pilihan2 yang menentukan banyak hal dalam hidup ini. Pada masa akhir hidupnya Yosua mengumpulkan Israel untuk mengadakan pembaharuan perjanjian.
- Mengarahkan mereka bukan kepada dirinya sendiri tetapi kepada Allah dan apa yang telah dilakukan-Nya di masa yang lalu.
- Ia mendorong Israel untuk meresponi berkat Tuhan untuk tetapi beribadah
- Yosua menantang mereka untuk berkomitmen melayani Tuhan atau melayani keluarga

Kuncinya adalah:
- Ingat segala kebaikkan Tuhan (Knowing God)
- Miliki hati yang takut akan Tuhan. Allah megasihi tetapi juga adil. Ia menuntut segala pertanggungjawaban. Kita menantang supaya jemaat sungguh2 kepada Tuhan
- Memiliki hati yang mengasihi Tuhan (relasi pribadi dengan Tuhan).

John Calvin mengatakan bahwa seseorang mengenal Allah dan mengenal dirinya sebagai orang berdosa maka hasilnya ia akan menajdi orang yang tahu diri.

Ada dua pidato perpisahan yang besar di Alkitab. Pertama Samuel dan yang kedua adalah Yosua. Mereka adalah orang yang telah mengalmi hidup bersama Israel sebagai bangsa yang keras dan tegar tengkuk. Ada dua hal penting:
-Komitmen mengikut Tuhan. Mau menyembah Allah Israel atau Allah yang lain; Allah yang hidup atau allah yang mati.
-Tidak bercabang hati. Ia menyadarkan Yosua akan bahaya ini. Jika engkau tidak berpaut maka Tuhan tidak akan menyertai. Inilah yang menjadi penekanan Yosua di mana ia membawa keluarganya kepada Tuhan.
P. Ini merupakan masalah yang tidak pernah selesai yaitu hubungan manusia dengan Tuhan. Yosua lebih dahulu mengingatkan ini kepada keluarganya. Tanpa kita sadarri kita banyak memasukkan spirit yang bukan dari Tuhan. Ia keluargakan itu dari hidup dan keluarganya. Baiklah kita menjadi orang tua yang baik untuk menghasilkan anak yang baik.

Q. Ada 3 hal penting:
- Yosua menjadi contoh. Ketia ia menjadi contoh ia memilih beribadah kepada Tuhan. Pilihan Israel seringkali kepada Allah-Allah lain.
- Dalam konteks mereka masuk ke dalam Kanaan dan hidup dekat dengan bangsa2x lain, itu berarti mereka diperhadapkan dengan begitu banyak pilihan. Yosua menekankan kalau ingin beribadah kepada Tuhan itu adalah pilihan. Ada banyak godaan, siapakah yg sanggup menuntun kita kepada yg benar.
- Pilihan ini akan melepaskan dari suatu penghakiman, tidak ada suatu kuasa yg dapat melepaskan dari penghakiman, yaitu Tuhan Allah sendiri di dalam Yesus Kristus.

R. Diakhir bulan Oktober di bulan keluarga, pada kebaktian minggu PI, �Aku dan seisi keluargaku� menjadi hal yang perlu dikaji bersama. Yosua membawa jemaat pada suatu persimpangan jalan untuk mengadakan pemilihan dalam decision making :
- Meninggalkan ilah-ilah untuk tetap ikut Tuhan
- meninggalkan Tuhan untuk mencari jalan lain

Namun Allah yang kudus dan cemburu tidak dapat menerima, bukan kalah bersaing melainkan getun, mengapa tidak pilih yang terbaik karena Allah Yehova adalah pemegang janji, pemberi kasih, penyata kemurahan, serta memelihara dan menyelamatkan, Ia selalu memberi yang terbaik (He keeps His promise, shows His mercy, fills His love, gives the best; He keeps and saves the nation � His loving kindness is better than life Mazmur 63:3)

Semi, pagi, rajin, dan damai merupakan 4 hal yang penting dalam membuat rencana untuk setahun, sehari, seumur hidup dan hidup sekeluarga, untuk �Ku dan Seisi Keluargaku� : damai merupakan hal yang penting dan damai itu hanya dapat dimiliki dari perdamaian yang terjalin melalui rekonsiliasi dengan Allah secara vertical, baru muncul perdamaian antara diri dan diri sendiri, diri dengan orang lain secara horizontal, dan diri dengan ciptaan Tuhan secara universal, maka damai, tenang, ramah, sopan dan keindahan dalam kesederhanaan akan menjadi hidup yang berarti bagi orang yang beriman kepada Allah, karena konsep agama seseorang menentukan konsep hidup dan konsep hidup menentukan konsep kosmosnya (waktu dan ruang).

Ada 4 tiang penunjang kebahagiaan hidup, yaitu : Ibadah, Keluarga, Karir dan hubungan sesama manusia. �Ibadah� dalam keyakinan beragama adalah hal yang utama untuk menentukan norma dan nilai hidup berkeluarga dan bermasyarakat.

Dalam Mazmur 23, Daud seorang gembala menyatakan Tuhan adalah gembala dari semua gembala, maka seorang bapa selaku kepala keluarga, harus menjadi imam untuk memimpin keluarganya beribadah kepada Allah.

Family Altar harus dibangun dengan teguh agar firman, doa dan ibadah menjadi pola hidup berkeluarga, karena : Tuhan adalah kepala keluarga, Tamu yang Agung di meja makan dan Pendengar yang baik bagi setiap ucapan. Hidup damai dengan Allah dan sesama hanya mungkin terjalin melalui kebulatan hati dan berjalan di dalam kebenaran Firman dan terang kasihNya.

Dalam Yosua 24:21, Yosua mendapat jawaban yang tegas dan respon yang positif dari mereka yang ditantang yaitu : �Hanya kepada Tuhan saja kami akan beribadah�

Kiranya kotbah kita dapat mengajak jemaat untuk mencari Tuhan selagi Ia berkenan ditemui dan berdoa kepadaNya selagi Ia dekat, Yesaya 55:6.

Jumat, 17 Oktober 2008

DIBERKATINYA MEREKA

Pembahasan 17 Oktober 2008
DIBERKATINYA MEREKA
MAZMUR 127
A. LB: mzm ini ditulis oleh salomo, walaupun ada juga penafsir yg mengatakan tidak (jika bukan, maka yg paling mendekati adalah daud). Mzm ini, sama seperti mzm 128 dinyanyikan oleh para peziarah dalam perjalanan mereka keYerusalem. Mzm 120-134 adalah nyanyian ziarah, 4 ditulis oleh daud, 1 oleh salomo, dan 10 tidak diketahui. Mzm2 ini ditulis terutama untuk orang2 israel yg tinggal di utara, atau yg jauh dari yerusalem untuk dinyanyikan selama perjalanan mereka ke bait Allah. Akar kata anak lelaki (ben)maupun perempuan(bath) berasal dari kata banah yg berarti membangun. Orang yahudi sadar bahwa mereka harus mendidik anak mereka step by step, seperti ketika mereka membangun rumah.Mzm 127 ini mengingatkan umat bahwa keamanan dan berkat adalah pemberian dari Tuhan, bukan hasil dari jerih payah mereka. Tanpa perlindungan Allah, semua jerih payah sia2. Anak adalah puncak keamanan tertinggi bagi bangsa Israel. Atau bisa dikatakan bahwa anak adalah berkat terbesar bagi umat Israel. Beberapa hal yg dapat kita pelajari dari pasal ini dalam kaitannya dgn berkat Tuhan, terutama dalam keluarga adalah
- Manusia harus bekerja. Mazmur 127 dengan jelas berbicara tentang sebuah pekerjaan
Manusia harus bekerja bukan sekedar untuk melangsungkan kehidupan mereka, namun lebih dari itu manusia bekerja karena Allah kita adalah Allah yg bekerja (kej. 1:1).
Dalam kaitannya dengan membangun sebuah keluarga, ayat 4 mengatakan bahwa anak2 adalah anak panah, namun tetap bagian dari orangtua adalah mengarahkan anak panah itu pada sasaran yg tepat. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana kita mengarahkan dan mendidik anak dan membangun keluarga kita?
Mendidik dalam bahasa ibraninya merujuk pada 2 hal
1. Merujuk pada apa yg harus dilakukan pada bayi yg baru lahir. Tradisi ibrani menunjukan bahwa bayi yg baru lahir dari bangsa Israel akan segera dipeluk oleh ibunya, lalu tangan dari sang ibu akan dicelupkan kedalam air yg sudah dicampr dengan larutan dari biji2an, anggur, atau minyak zaitun, setelah itu tangan sang ibu akan masuk ke dalam langit2 dari mulut sibayi atau gusinya. Hal ini dilakukan untuk merangsang rasa haus dari sibayi, sehingga jika rasa haus itu muncul, sang ibu akan segera menyusui sang bayi dgn air susu dari sang ibu
2. Merujuk pada kuda yg masih muda. Kuda yg masih muda sangatlah liar dan haruslah diberi tali kekang pada mulutnya sampai kuda ini tunduk pada majikannya
Dua hal ini berkaitan dalam hal mendidik anak kepunyaan Tuhan sendiri. Ini berarti bahwa kita harus menciptakan rasa haus rohani bagi anak2 atau keluarga kita, itu berarti mengarahkan mereka kepada iman dan hidup dalam Kristus. Ini juga berarti bahwa kita harus memberikan tuntunan dalam hal moral dan mengajar mereka untuk taat pada Tuhan dan FirmanNya.
Inilah divine relationship yg Tuhan percayakan bagi setiap keluarga didalam membangun rumahtangganya. Dan didalam partnership ini tidak ada tugas yg terlalu berat bagi kita, namun tidak ada juga usaha yg akan berhasil, walaupun itu yg terbaik dari kita, tanpa Tuhan ada didalamnya. Bukan untuk menjadikan orang Kristen malas dan melepaskan tanggungjawabnya, namun untuk bersukacita karena mengetahui bahwa jika kita mengerjakan yg terbaik, maka Allah akan membereskan segala sesuatunya. We do our best, n God will take the rest. Leave the rest to our divine partner. kata sia-sia 3 kali disebutkan dalam Mzm ini. Janganlah kita menjadi orang2 yg membangun didalam kesia-siaan.

- Berkat termasuk anak adalah milik Tuhan
Dalam kaitannya dengan keluarga dan anak, anak adalah Gift Belonging to God (ay 3) yg artinya anak adalah pemberian yg adalah milik Tuhan. Mereka ditempatkan Tuhan untuk kebahagiaan kita. Hal ini berlaku bukan saja pada anak, namun pada semua berkat yg Tuhan percayakan pada kita semua.
Rabi yahudi biasa mengajar kepada anak2 bahwa mereka mempunyai tiga orangtua, Tuhan, ayah dan ibu mereka. Jika kita memiliki perspektif ini, yaitu bahwa anak atau berkat apapun yg ada pada kita adalah milik Tuhan, maka akan ada perubahan dalam mendidik atau mengelola itu semua. Jika itu semua, termasuk anak adalah milik Tuhan maka:
1. Kita dapat mempercayai Tuhan untuk menyediakan apa yg mereka perlukan dan melindungi mereka dari bahaya
2. Kita harus mendidik mereka dalam jalan Tuhan, bukan jalanku atau jalan siapapun juga
3. Kita bertanggung jawab padaNya atas apa yg kita ajarkan pada anak2 kita
4. Dia berhak unutk memakai mereka untuk melayaniNya, dimanapun itu dan bahkan berhak unutk mengambil mereka dari tangan kita
Pada hakekatnya semua yg ada pada kita adalah pemberian tuhan dan itu semua adalah milik Tuhan yg dititipkan untuk kita manage, kita olah untuk kita kembalikan bagi kemuliaannya. Semua berkat Tuhan akan menjadi sia2 jika gunakan untuk kepantingan diri sendiri dan tidak kita kelola dgn tujuan akhirnya adalah untuk kemuliaan Tuhan.

-Terakhir adalah sumbernya. Ini yg terpenting, bukan berkatnya, namun sang pemberi berkat.
Allah memerintahkan bangsa Israel untuk berkumpul beribadah dibait Allah 3 kali dalam setahun. Bagi bangsa Israel, bait Allah adalah tempat dimana allah berkenan hadir. Namun disini juga kita melihat bahwa berkat perlindungan dari allah mengalir dari zion kesegala penjuru bumi. Jadi 3 kali dalam setahun mereka datang kebait allah bukan sekedar untuk berkat, namun jauh daripada itu, allah ingin umatNya bertemu langsung dengan sumber berkat itu, yaitu Alah sendiri.
Penutup /to do
Keluarga adalah berkat dari Tuhan, jika hari ini keluarga kita harmonis dan sejahtera, bersyukurlah pada Tuhan, karena semua itu bukanlah hasil dari jerih payah kita, melainkan anugerah tuhan. Jika hari ini keluarga kita jauh dari apa yg dikatakan harmonis, daripada menyalahkan anggota keluarga, lebih baik datanglah kepada Tuhan, mungkin masalahnya bukan pada mereka, namun kita. Jika hari ini keluarga kita jauh dari harmonis padahal kita telah berusaha membangun keluarga yg takut akan Tuhan, bersabarlah dan menunggulah di dalam Tuhan, karena dalam Dia, jerih payahmu tidak akan sia-sia. Dia akan memberkati kita dan keluarga kita dari Zion.
Amin.

B.Mazmur 127 tidak bisa dipisahkan dengan mazmur 128, tekanannya adalah pada keluarga yang diberkati yang membuat orang lain tertarik dan berkesan di masyarakat. Ada tiga hal dalam Mazmur 127 ini.
Jika bukan Tuhan yang membangun rumah.
Jika bukan Tuhan yang mengawal kota.
Bagi anak rumah adalah penting karena disana mereka akan merasa aman, tentram. �Sia-sia� kita perlu keamananan, seringkali orang menaruh aman dengan sesuatu yang lain ( manusia, harta, kuasa). Ekonomi, keluarga membutuhkan uang, hal yang dibutuhkan setiap hari, pada masa krisis ini orang terjebak kepada memperkaya diri tetapi aneh mereka tidak bisa menikmati kekayaan itu, mendapat hasil tetapi tidak bisa menikmati. Kepala rumah tangga sangat penting (kaitan mazmur 128) dia adalah pendekar, mempunyai kewajiban untuk membidikkan anak kepada tujuan yang sempurna, mengarahkan kepada arah yang benar, yaitu sukses kekal, bukan sukses dunia.

C.Jika bukan Tuhan yang membangun sia-sia� Tanpa Tuhan pun sebenarnya manusia mampu, tetapi berakhir dengan sia-sia, pemazmur membandingkan keberhasilan di dalam dan diluar Tuhan. Orang yang berhasil di dalam Tuhan akan menikmati berkat, diluar Tuhan tidak menikmati berkat. Ditengah krisis mengajak jemaat untuk tetap setia karena Tuhan menyertai dalam segala sesuatu. Dalam kitab Ibrani dikatakan banyak orang percaya tidak menikmati berkat jasmani tetapi mereka tetap setia. Napoleon ketika akan menghancurkan Moskow, mereka berdoa kemudian turun salju sehingga tidak jadi dihancurkan. Anak panah, pemazmur ingin menjelaskan fungsi seorang kepala keluarga.
1. Imam
2. Kepala keluarga
3. Pahlawan
Peranan anak dalam tradisi Yahudi, bahwa anak adalah anak-anak panah, ditangan orang tua diarahkan pada sasaran yang benar. Tuhan memakai ayat ini supaya manusia berpusat pada Tuhan.

D. Ada banyak berkat Tuhan atas keluarga yang saleh takut akan Tuhan. Di dalam perikop ini, sedikitnya ada dua berkat Tuhan yang besar:
1. Tuhan memberikan anak-anak (laki-laki) sebagai warisan.
a. Tuhan menjamin kelangsungan keluarga tersebut, baik di dalam jumlah maupun di dalam perjanjian kekal-Nya.
� Sebagai anak-anak kita adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada orang tua kita (a child was born into my family).
� Patutlah kita menghormati orang tua, karena mereka adalah yang Tuhan percayakan untuk mengasuh kita. Menghormati mereka berarti juga menghormati Allah.
b. Tuhan memberikan buah kandungan sebagai upah
� Suatu upah. Menekankan tanggung jawab kita.
� Tuhan berkuasa menutup dan membuka kandungan. Peristiwa di istana Abimelekh (Kej. 20:19)
� Ini merupakan bagian dari berkat Tuhan. Berkat yang diberikan kepada Yusuf oleh Yakub yang menggambarkan kelimpahan (Kej. 49:25)
c. Keluarga yang saleh tidak hanya sekhadar memiliki anak, terutama sekali anak laki-laki, bukan hanya sekhadar anak laki-laki, tetapi anak laki-laki yang saleh.
� Di komunitas yang mengutamakan peran laki-laki, kehadiran anak laki-laki lebih dihargai daripada anak perempuan. Ini budaya zaman dulu yang Allah beri toleransi. Alkitab sendiri menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan itu setara sama-sama dicipta serupa dan segambar dengan Allah. Prinsip dasarnya adalah bagaimana anak-anak dapat mengambil peran yang benar dan membawa nama baik bagi keluarga dan memuliakan Tuhan.
2. Tuhan memberikan keamanan.
a. Pemazmur memberikan metafora bahwa anak-anak laki-laki itu seperti panah-panah di tangan pahlawan. Panah-panah itu kan melindungi pahlawan tersebut. Oleh karena itu, orang yang saleh tidak perlu takut karena Tuhan memberkatinya dengan anak-anak yang dapat memberikan perlindungan kepadanya.
b. Melanjutkan metafora ini, pemazmur berbicara tentang tabung panah yang penuh dengan anak-anak panah. Ini melambangkan rumah yang penuh dengan anak-anak (laki-laki).
� Pemazmur tidak hidup di mana populasi dunia berlebihan. Oleh karena itu memiliki banyak anak tidak masalah, tetapi menguntungkan. Ini akan melindungi komunitas mereka dari kepunahan oleh penyakit, kelaparan dan perang.
� Kehadiran mereka akan melindungi orang tua, terutama ayahnya, dari kesendirian dan ketergantungan kepada masyarakat.
� Orang tua akan menikmati kebahagian di masa tua, karena anak-anaknya akan berbakti dan membalas budi orang tuanya. (I Tim. 5:4, 8). Ini adalah sikap hidup orang beriman.
c. Anak-anak yang dididik dengan contoh yang saleh akan sanggup berbicara di pintu gerbang, di mana peradilan dilakukan, untuk membela ayahnya ketika ia mendapat tuduhan yang tidak benar di depan musuh-musuhnya.

E. Hidup tanpa Allah adalah sia-sia, pemazmur mencatat tentang berkat-berkat yang dilimpahkan dalam hidup umatNya setiap hari, pemazmur menyadari bahwa hanya bersandar kepada providensia Allah saja.
1. Hidup tanpa providensia Allah, maka kerja keras dan usaha manusia akan sia-sia. Orang percaya harus bersandar pada Tuhan, jika tidak sia-sia.
2. Anak adalah bukti nyata pemeliharaan Allah, anak adalah milik pusaka Tuhan yang dipercayakan kepada ortu untuk didik dan diajar spt anak panah yang mengenai sasaran yang benar.

F. Dalam mazmur 127, dilihat bahwa jika keluarga berjalan bersama Tuhan maka akan diberkati.
1. Ayat 1-2 ada berkat bahwa ditengah situasi yang sulit Tuhan akan melindungi sehingga kita akan menikmati berkat. Dia membrikan ketenangan.
2. Ayat 3-4, kehadiran anak adalah berkat dari Tuhan, spt anak panah ditangan orang tua.
3. Tidak akan malu didepan musuh, kehadiran orang percaya selalu disoroti, tetapi Tuhan akan berpihak kepada keluarga yang takut akan Tuhan.

G. Konsep anak panah, anak panah adalh senjata yang nampaknya tidak berbahaya, tetapi bila ditembakkan akan sangat berbahaya. Ada tiga pola pengajaran anak: �Asah, Asih dan Asuh�, pengajaran, pendidikan, dan kasih yang cukup. Proses pembuatan anak panah menurut Pdt Kornelius. Pendidikan anak menurut Ayub, mendirikan mezbah ketika anak-anaknya selesai mengadakan pesta. Waktunya sangat singkat karena anak cepat betumbuh, �gibor� adalah seorang yang menceritakan kemanangan dalam setiap pertempuran. Syarat untuk menjadi seorang pemanah: dia tidak boleh buta, dia sudah terlatih dan dia harus tau memanah. Victori kemanangan, mereka memotong jari supaya tidak bisa memanah. Nelsen Mandela, soal lukisan �tidak cocok lukisan itu digantung disana, tidak seorangpun bisa memindahkan lukisan itu Karena itu adalah lukisan ayah saya, yang berjuang.�

H. Pada zaman kuno ada 5 susunan masyarakat.
1. Raja dan pembesar
2. Ayah dan anak
3. Saudara
4. Suami istri
5. Sahabat/teman
Dasar dari 5 relasi ini adalah ayah dan anak, kalau anak tidak baik yang disalahkan ayahnya. Dalam tradissiTionghua pendidikan anak sangatlah penting, jika anak di didik baik maka akan baik, anak dalam tradisi Tionghua akan didik bersama dengan saudara, dia akan berguna untuk Negara dan keluarga. Dalam tradisi Tionghua ditekankan hubungan antara sesama, Mazmur 127, keluarga itu dibangun karena Tuhan. Mazmur 127 adalah nyanyian ziarah yang dipakai untuk berbakti. Membangun keluarga dan pendidikan anak bisa dibangun beberaapa prinsip:
1. Anak adalah milik pusaka Tuhan. Titipan Tuhan untuk diasuh oleh keluarga, orang Kristen perlu mendidik anak seturut firmanNya. Supaya keluarga tidak dipermalukan.
2. Anak akan berguna untuk keluarga dan juga Kerajaan Allah, bila didik dengan benar.

I. Dalam kehidupan manusia pemazmur ingin mengatakan ada 4 hal yang paling dicari manusia.
1. Keluarga
2. Keamanan
3. Nafkah
4. Keturunan
Pemazmur sedikit bermain kata, �bait� home, komuniti, jika bukan Tuhan yang membangun home maka sia-sia. Nafkah, Dia memberi pada waktu tidur, pemazmur ingin mengatakan bahwa banyak hal yang kita nikmati tanpa sadar adalah dari Tuhan. Keturunan, pemazmur berkaitan dengan Amzal 3:6, �Percayalah kepada Tuhan dengan segenap . . .� pamzmur ingin mengatakan tidak ada kebetulan dalam perkara yang baik, semua dari Tuhan.

J. Dalam tiga kali khotbah bulan ini, jemaat diajak untuk membangun citra keluarga, ada kasih yang di realitakan, membangun realita keluarga yang tidak akan ambruk jika badai itu datang. Bagaimana membangun keluarga yang kokoh. Citra dan realita; krisis keuangan saat ini diawali dengan citra yang ternyata relitanya buruk. Dalam budaya timur citra itu penting, membangun citra untuk memperbaiki realita. Dikaitkan dengan mazmur 16 milik pusakaku itu menyenangkan hati. Hidup dalam suatu realita, dan bukan citra.

K. Diantara 15 mazmur ziarah ini merupakan lagu yang ke 8, jika bukan Tuhan maka semuanya spt mimpi, bukan hanya bangun kota tetapi juga keluarga. Salomo menyatakan suatu pengalama pribadi, seumur hidup bekerja tetapi akhirnya sia-sia, kemudian masuk ke dalam ibadah, bahwa Tuhan penentu.
1. Tuhan unsure penentu
2. Dia sumber berkat
3. Allah yang setia

Tuhan ingin kita menjadi rekan sekerja Allah, Dia adalah unsure penentu, tuhan melindungi bagi setiap kota, dan ditutup suatu kemanangan dipintu gerbang. Tidak ada Negara tidak ada keluarga. Indonesia memiliki konsep yang buruk, ingin tidak bayar pajak. Ada dua hal
1. Yang dikasihi Tuhan akan diberkati. Punya tiga penterjemahan. Tidur dengan nyenyak, ada lega, ada nyenyak, yang tidak bisa tidur pasti ada masalah.
2. Tinggal dengan tentram, sekalipun disarang musuh tetap tenang, karena Tuhan menjaga, ditempat paling berbahaya, disitu tempat paling aman.
3. Bangun beruntung, begitu bangun langsung tersedia, spt Petrus yang sepanjang malam menjala tidak dapt
Anak sebagai apa?
1. Sukacita dalam hati, spt orang dapat pusaka warisan.
2. Anak harus menjadi kekuatan ditangan seorang pahlkawan, pahlawan tidak punya panah, sia-sia.
3. Menjadi kemuliaaan dan sinar dalam wajahnya, dan keluarganya. Harus taruh dalam tabung dalam anak panahnya. Jadika
Jadikan gereja sebagai tabung anak panah bagi anak-anak Tuhan, ada sebuah pesta.. . (ilustrasi) �Jangan jadikan anak sebagai panah yang menusuk hati� bagi wanita Israel adalah tidak bisa melahirkan/mandul.

Kamis, 09 Oktober 2008

MENJADI KELUARGA YANG TERPANDANG

Pembahasan 10 Oktober 2008
MENJADI KELUARGA YANG TERPANDANG (Mazm. 128)


� Kunci utama dari menjadi keluarga terpandang dari mzm. Ini adalah:
- Melihat kepada kepala keluarganya, yaitu memiliki suami yang takut akan Tuhan. Ini akan mengantar suami kepada perspektif teisme, menutamakan Tuhan di atas segala-segalanya.
- Mzm. 127, Semuanya juga oleh karena Tuhan, karena Dialah yang memberikan kelimpahan sesuasi dengan anugerah-Nya. Manusia dapat membangun gedung rumah (house), tetapi hanya Tuhan yang dapat membangu home, yaitu suasana. Home sweet home hanya Tuhan yang dapat membangunnya.
- Suami sebagai pelopor utama Dialah yang harus membangun keluarganya. Dengan ini akan ada 3 berkat yang membuat keluarga ini menjadi terpandang:
Ada jalan hidup Tuhan yang diambil. Semacam peta Tuhan, yaitu firman Tuhan, di dalam hidup anggota keluarga
Adanya berkat di dalam pekerjaan. Menunjukkan kepada jerih payah tangan dan Tuhan yang memberikari. Ora et labora
Ada keakraban anggota keluarga. Istri seperti pohon anggur yang subur bukan hanya mengenai seksualitas, tetepi ada sukacita oleh kehadiran istrinya. Selanjutnya, tunas pohon zaitun, yang menunjukkan regenerasi dan harapan besar yang dimiliki oleh keluarga di masa depan.


1. Sebenarnya Mzm. 128 ini baik kalau kita perhatikan Mzm. 127 karena kedua Mzm ini memiliki orientasi keluarga Kristen yag terpandang. Di dalam Mzm 127 dikatakan jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah sia-sia usaha kita membangunnya. Keluarga terpandang itu seperti yang diungkapkan Yesus adalah mereka yang membangunnya di atas batu karang. Membangun home bukan hanya house. Dasar keluarga apa? Kejayaan, pretise, gelar atau takut akan Tuhan?
2. Persoalan keluarga yang terpandang itu adalah how to manage a home. Banyak orang tidak tahu bagaimana mengelola keluarga. Masuk dalam sebauh keluarga yang terpandang akan terlihat bagaimana seorang kepada keluarga mengatur keluarga itu dalam hal kerohanian, pendidikan, keuangan, pergaulan. Ini suatu persoalan. Saat ini orientasi kepala keluarga Kristen adalah bisnis, sehingga sekalipun sukses secara keuangan tetapi memalukan di hadapan jemaat dan masyarakat.
3. Mengelola sebuah rumah tangga tidak seperti mengatur perusahaan.
4. Keluarga yang terpandang itu, ia mengalami penyertaan Tuhan sampai turun temurun. �Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Zion sehinga engkau melihat kebahagiaan Tuhan seumur hidupmu dan melihat anak-anakmu.� Tuhan memberikan janji yang luar biasa, yaitu kamu akan melihat kebahagiaan. Keluargara yang terpandang itu adalah keluarga yang menikmati kebahagiaan itu, walaupun tidak secara duniawi. �Dia akan menikmati hasil usahanya.� Dia nikmati apa yang dia miliki. Itulah keluarga terpandang.

� Saya setuju dengan P.Tim bahwa kita mengaitkannya dnegan Mzm 127. Muller mengatakan bahwa ada banyak kesulitan di dalam Alkitab. Ada bapa yang baik menghasilkan anak yang jahat dan sebaliknya. Ini mengingatkan kita akan anugerah Tuhan. Kalau kita bisa menikmati itu adalah anugerah Tuhan.
Di dalam terjemahan yang lain takut akan Tuhan adalah orang yang mengagumi Tuhan.
- Kegagalan suami adalah menjadi imam di dalam keluarga. yang menjadi pahlawan adalah laki-laki. Kesulitan dan kegagalan gereja adalah gagal menjadikan suami sebagai pahlawan sebagai kepala keluarga. Ini order dan ketetapan Tuhan.
- Takut akan Tuhan seharusnya menjadi kunci segala sesuatu. Ay. 6. Kebahagiaan puncak keluarga adalah melihat anak cucu mereka menikmati kebahagiaan. Ada seorang anak yang ingin pergi ke California karena di sana ada temannya memiliki kakek yang sangat baik di sana

� Penekanan Mzm. 128 ini kepada berkat:
Berkat itu didapat dengan takut akan Tuhan. Teologi sukses itu mengatakan �beriman.� Ini subjektif, tetapi takut akan Tuhan itu objektif
Berkat itu adalah kecukupan
Apa tujuan berkat? Anggur dan Zaitun itu adalah bahan pokok, yaitu suatu yang sangat penting bagi masyarakat. Sebenarnya berkat itu bukan untuk diri sendiri, tetapi kembali untuk menjadi berkat.

� Tema Mzm 128 adalah Allah adalah kepada keluarga yang benar. Keluarga yang baik adalah upah yang Tuhan berikan kepada umat-Nya. Pelayanan, integritas dan doa adalah suatu yang harus kita persembahkan kepada-Nya. Mzm ini sering dinyanyikan di dalam upacara pernikahan Israel.
Pekerjaan mereka akan diberkati
Kehidupan keluarga diperkuat dan diberkati Tuhan
Komunitas juga diberkati
Keluarga yang kuat akan menghasilkan masyakarat yang kuat.
Apa yang menjadikan keluarga terpandang?
Takut akan Tuhan.
Hidup di dalam ketaatan kepada perintah Tuhan
Menghitung berkat Allah, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan rumah tangga.
Di tengah permasalahan ekonomi global Mzm. ini mengajak jemaat tidak lagi stres sehingga jemaat tetap teguh dan bersandar kepada Tuhan.


� Ada suatu titik berat di dalam Mzm ini. Laki-laki adalah kunci. Keluarga terpandang sangat tergantung pada suami. Kepada keluarga memiliki tanggung jawab:
- Kerohanian atau iman yang baik. Ada hubungan pribadi dnegan Tuhan. Ini merupakan masalah karena banyak keluarga yang di mana kepada keluarga kurang memperhatikan masalah kerohanian, yaitu mereka tidak bisa bersaat teduh dan berdoa dengan tekun.
- Kepada keluarga harus memperhatikan rumah tangganya, yaitu mempunyai relasi dan komunikasi yang baruk dengan seisi keluarganya. Masalah hari ni seringkali ada cekcok. Ini karena kurang komunikasi. Mungkin ini masalah waktu.
- Tanggung jawab dari kepada keluarga. Seisi rumah harus melayani Tuhan. Berkat Tuhan dari melalui satu pribadi (suami) dan kepada komunitas. �Suapaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem.� Orang yang diberkati dipanggil untuk memberkati. Anak-anak juga harus melayani dan menjadi sakdi bagi Tuhan. Ini sering dilupakan dan melemparkannya kepada gereja (SM).

� Pencerahan boleh dikatakan sebagai awal dari zaman modern. Tetapi terpisah dengan iman Kristiani. Dalam segi politik, ekonomi, sosial pencerahan sama sekali terpisah dengan Kekristenan. Masyarakat memisahkan diri dengan gereja maka masyarakat mengalami kemerosotan. Baru-baru ini saya membaca artikel tentang keluarga Amerika. Di antara dua pasang , satu bercerai. Di antara dua anak 1 anak lahir di luar nikah. Ini merupakan kekacauan di dalam moral dan keluarga. Firman Tuhan memberikan manfaat kepada kita. Mzm 128 memperlihatkan nilai-nilai keluarga. Di sini menyebutkan takut akan Tuhan dan hidup menurut jalannya. Ini merupakan fondasi dari keluarga. Kita bisa melihat suatu lambang keluarga yang diberkati:
Pohon anggur
Carang2 pohon zaitun

Ada tiga hal di dalam hal ini:
Ada urutan. Dikatakan istri di dalam rumahmu. Ini merupakan kebudayaan pada waktu itu, yaitu istri jarang keluar. Ini merupakan masalah pengajaran di dalam keluarga, menunjukkan istri ini sangat baik sekali. Menunjukkan komitmen istri kepada keluarga. Tuhan memberkati dengan istri seperti ini
Kekuatan. Di dalam keluarga zaman dulu semakin kuat dan ada kebanggaan. Mzm 127 menunjukkan bahwa anak-anak itu adalah pusaka dan berkat Tuhan. Kita mengasuh mereka itu pun adalah berkat Tuhan
Keharmonisan. Di dalam suatu keluarga yang besar tanpa pertolongan Tuhan pasti kacau balau. Keluarga yang kuat pasti jatuh dalam kesombongan. Di dalam Mzm ini keluarga besar dan jaya tetapi tidak menjadi sombong. Inilah berkat Tuhan dasar dari keluarga yang diberkati. Ini ada dua syarat:
Takut akan Tuhan
Hidup menurut jalan Tuhan

Andar Ismail di dalam sebuah bukunya mengatakan bahwa ribut itu berarti bertengkar dan rukun itu berarti damai. Kedua hal ini ada di dalam keluarga. Penulis buku mengatakan bahwa ini karena mereka saling mencintai. Ada sebuah cerita Yahudi. Ketika Tuhan sedang menciptakan, Hawa selalu mengomentari Tuhan. Tuhan tolong buat rambutku kriting, mata jangan belok, dsb. Adam berkata: jangan cerewet. Akhirnya Adam tidur dan diberikan istri sebagaimana adanya. Ada sebuah filsuf yang mengatakan bawha wanita diciptakan dari rusuk, untuk menjadi mitra sederajat, untuk dilindungi dan dicintai. Dalam kenyatannya, keluarga yang seperti itu sangat sulit. Di dalam Kompas dikatakan dari 1000 survei pasangan di Amerika, dikatakan bahwa mereka lebih suka tinggal dengan pets daripada dengan pasangan hidupnya. Pets itu rela didandani, tetapi pasangan selalu mengajak ribut. Menjadikan keluarga Kristen yang terpandangan itu adalah perjuangan seumur hidup.

� Ada tiga hal
Keluarga adalah lembaga pertama dan Tuhan memberkatinya. Bdk. Dengan Syema Israel. Ini juga berfokus kepada kalurga di mana keluarga harus mengajarkan tentang pengenalan akan Tuhan. Ini adalah dasar yang utama (FA) dan peran ayah sebagai seorang imam adalah peran yang sangat menonjol di dalam Syema Israel.
Menciptakan �keluarga saling�. Keluarga tidak hanya sekumpulan individu yang terpisah dengan nama belakang yang sama. Keluarga adalah organisme. Prinsip utama daladm keluarga adalah �saling�. Saling menghormati, mengasihi, dsb. Ada peranan dan �saling� yang dibangun. Ini motivasi Allah ketika Ia menciptakan keluarga.
Saling>

Kamis, 02 Oktober 2008

AJARILAH AKU BAHASA KASIHMU

Persekutuan Jumat 3 Oktober 2008

AJARILAH AKU BAHASA KASIHMU
1Kor 13:1-8

� Dalam 1 Korintus 13:1, dikatakan �Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang gemercing�.
Jemaat Korintus membanggakan bahasa Roh yang mereka miliki dan memandang rendah karunia-karunia lainnya dan menganggap yang bisa berbahasa Roh lebih rohani dari pada yang lain. Oleh sebab itulah Rasul Paulus mengatakan bahasa apapun yang dikuasai jemaat, termasuk bahasa Roh yang dibanggakan jemaat Korintus, tanpa kasih semuanya tidak ada artinya atau tidak berguna. Rasul Paulus mau mengingatkan jemaat Korintus agar mereka tidak bangga dengan karunia, hikmat dan apa yang mereka lakukan. Karena semuanya tanpa kasih tidak ada gunanya, sebab tanpa kasih akan timbul kesombongan yang akhirnya akan memecah belah kesatuan jemaat.
Yang paling utama dalam kehidupan jemaat dengan keberadaan karunia dan apapun yang mereka lakukan adalah membangun persatuan dan kesatuan berdasarkan kasih. Kasih yang dinyatakan Yesus Kristus yang telah mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Dia lakukan bukan untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan orang lain. Yesus Kristus datang kedunia menyerahkan nyawaNya dikayu salib hanya karena kasihNya kepada manusia agar tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3;16).
Dia adalah kasih dan Dia telah menyatakan kasih dengan rela meninggalkan kenyamanan sorga, datang kedunia mencarai orang berdosa, bahkan rela menderita karena kasihNya pada manusia yang berdosa. Tidak ada kasih yang lebih besar, dari seorang yang menyerahkan nyawaNya untuk sahabatNya (Yohanes 15:13). Tetapi Yesus Kristus mati bukan hanya untuk sahabatNya bahkan mati bagi musuhnya, dia telah mati bagi kita ketika kita masih dalam dosa
( Roma 5:8 ).
Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak bertemu dengan sumber kasih yaitu Yesus Kristus. Kristuslah yang menyatakan kasih didunia ini, dengan rela berkorban untuk manusia yang berdosa. Jika kita ingin hidup dalam kasih, maka kita harus bertemu dengan Kristus sebagai sumber kasih dan belajar bagaimana hidup dalam kasih sebagaimana Kristus mengasihi.
Ajari aku bahasa cintaMu, bagaimana kita dapat mengasihi/mencintai ?
I. Harus bertemu dengan Yesus Kristus yang Mengasihi/mencintai
Yesus Kristus adalah kasih/cinta itu sendiri, Dia sumber cinta, Seorangpun tidak akan mengerti kasih/cinta sejati kalau belum bertemu dengan Yesus. Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak pernah merasakan kasih itu sendiri. Untuk dapat mengasihi maka kita perlu mengalami kasih/cinta sejati tersebut. Cinta tersebut tidak akan kita temui diluar Kristus. Untuk dapat mengetahui dan mengenal kasih/cinta sejati harus mengenal Kristus.
II. Harus belajar dari Yesus Kristus
Untuk dapat memperaktekkan kasih/cinta sejati harus belajar dari Yesus Kristus. Ajarilah kami bahasa cintaMu, yaitu cinta pada Allah dan cinta kepada sesama manusia, disitulah terletak seluruh hukum Taurat (Matius 22:37-40). Hukum Taurat tidak diperlukan jika ada kasih/cinta. Tidak perlu produk hukum jika manusia saling mengasihi. Belajar dari Tuhan Yesus, meskipun tidak dikasihi dan dimusuhi tetap mengasihi karena Dia adalah kasih.
III. Harus mempraktekkannya.
Yesus Kristus adalah Kasih, Dia mempraktekkan cinta kasih dalam hidupnya sampai akhirnya mati dikayu salib karena kasih/cintaNya pada manusia. Jika kita sudah bertemu dengan sumber kasih/cinta sejati, maka kita perlu belajar memahami dan mengerti dan selanjutnya mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kasih bukan sekedar kata-kata, kasih hanya dapat dibahasakan melalui perbuatan sebagaimana yang dilakukan Kristus.
Ajarilah kami bahasa cintaMu, maksudnya kita mau belajar dari Tuhan Yesus dan mau menjadi muridNya, yaitu kita belajar mempraktekkan kasih seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus.
Bagaimana mempraktekkan kasih/cinta sejati ? Belajar dan mempraktekkan untuk murah hati, tidak cemburu (tidak iri hati), tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tetapi menutupi segala sesuatu ( tidak membeberkan kesalahan orang lain / tidak mempermalukan orang yang dikasihi), dan percaya segala sesuatu (mempercayai orang yang dikasihi), mengaharapkan sesuatu (harapan), sabar menanggung segala sesuatu (ay 4-7).
Semuanya tidak mungkin dapat kita lakukan dengan kekuatan kita, kecuali dengan pertolongan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita karena kasih.

� Kegagalan hidup manusia adalah kegagalan mempraktekkan kasih. Rumah tangga yg kacau krn tdk mempraktekkan kasih. Krn ada cemburu, tdk sabar. Sebuah masyarakat spt di Indonesia, kekerasan merajalela, bentrok antar golongan merajalela spt yg dikatakan disini: kasih tdk mencari keuntunga ndiri sendiri. Kasih tdk bersukacita krn ketidakadilan. Kegagalan gereja: gereja yg kacau, pecah belah, tdk rukun adalah gereja yg gagal mempraktekkan kasih. Kita bisa berkaca bahwa kegagalan hidup manusia, apapun juga akarnya adalah tidak mempraktekkan kasih.

� Bdk. ps.12:31, ps.13:1-3 � kasih lebih penting daripada karunia-2. Tanpa kasih, karunia2 tdk ada gunanya. Manusia ingin yang real-nya bagaimana, ingin yg terbaik. Mengapa orang lain bisa melakukan ibadah dng taat, mengapa orang Kristen tidak bisa. Paulus: harus melatih diri. Kita kurang melatih diri dalam kasih yg kita tahu. Kita tidak melatih diri untuk melakukan kasih. Gereja sedang melakukan sesuatu yang bisa dibicarakan tetapi tidak bisa dilakukan. Kedua, bukan sekadar melatih diri, tetapi berdoa sungguh-sungguh agar bisa melakukannya. Ketiga, kasih pasti akan menderita. Banyak orang lari dari gereja krn orang Kristen tidak bisa mempraktekkan kasih.

� Jemaat Korintus kaya karunia rohani ttp miskin kasih. Ada banyak masalah karena ketiadaan kasih itu. (1) perpecahan, mengidolakan hamba2 Tuhan tertentu (2) perzinahan, yg dimulai dari perzinahan rohani. (3) keserakahan, mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Paulus: inti kekn, yaitu kasih itu sendiri. Komunitas Kristen terbentuk oleh kasih. Kasih adalah inti dari segala tindakan dan pelayanan. Orang yg mendasari segala sst dng kasih, ia tdak akan pernah gagal. Segala sst berarti krn kasih. Tanpa kasih segala sst sia-sia.

� Membaca tema, mungkin org berpikir ttg skill, atau content, atau sesuatu yg lain. Mengajarkan skill tdk sesulit mengajarkan cinta itu sendiri. Apakah bicara content? Content artinya pengetahuan, konsep. Paulus bicara soal apa? Bukan soal konsep, skill. Ia bicara soal afeksi, perasaan, emosi. Bicara afeksi, bicara soal kedalamannya. Lima level kedalaman: seorang yg menghargai cinta, akan menghidupkan hidup yg mengasihi. Pertama, receiving, menerima bhw kasih itu penting, bernilai. Kedua, responding, ingin memiliki. Ketiga, valuing, menganggap itu bernilai shg ingin menghidupkan. Keempat, reorganizing sikap dan tindakan. Kelima, recharacterisation. Cara mengajarkan tdk bisa dilevel konsep, informasi. Itu yg disebut 3 learning family: tdk bisa info processing, tdk bisa conditioning, ttp efektif bersosialisasi, yaitu dng structure modelling atau spontaneus modelling, dng mempratekkan.

� Ps.12 Paulus memberikan bukti ttg krisis kasih. Ps.13 definisi kasih. Ps.14 bagaimana kasih bekerja. Mengapa perlu belajar bahasa kasih. (1) kasih itu jauh lebih penting daripada semua karunia rohani. Ada tiga kali diulang �ttp jika�, kontras karunia dng kasih (ay.1-3). (2) kasih sejati berasal dari Allah. Ay.4-7 menunjuk pada buah Roh kudus atau karakter kasih Allah? 14 predikat kasih bukan hanya menunjuk pd perasaan, emosi, motivasi ttp pd kelakuan, action yg nyata. (3) kasih itu bersifat kekal. Karena itu perlu meningkatkan mutu kasih.

� Psikolog Maslow: manusia ada kebutuhan dikasihi dan mengasihi. Manusia harus melakukan kedua hal ini. Dalam Alkitab, kasih ada hubungan erat dng Tuhan. Paulus tlh menguraikan banyak karunia. Jemaat Korintus punya banyak karunia ttp tdk menyelesaikan masalah dalam gereja, malah menimbulkan masalah. Hal itu krn tidak punya kasih. Karunia hanya utk pribadi. Kasih membuat kita bersama-sama melakukan sesuatu. Bagaimana mempersatukan karunia-2 itu? Dng kasih. Kasih itu ada hubungan erat dng Tuhan. Kasih bisa menyelesaikan masalah ego. Kasih harus berkorban. Bagaimana menyelesaikan masalah ego? Harus mendekatkan kasih dng kebenaran. Firman Tuhan menerangi kita, mengingatkan kita. Kita bisa menyelesaikan masalah krn kebenaran. Kita menuntut kasih, hrs menuntut kebenaran juga. Dengan kebenaran, hidup bisa berubah.

� Awal abad mula-2, para filsuf setuju tdk ada karya sastra yang indah selain 1Kor 13. Kasih sebuah tindakan, konkret. Tdk mudah mengkhotbahkan kasih krn itu tindakan. Bahasa kasih hrs diperagakan. Paulus: kasih yg murni, tulus, tanpa cacat. Bahasa kasih yg pertama dari Allah dalam Yer 1:33 yaitu Kristus mati untuk kita. Contoh yg hidup: Mother Theresa.
� Kekn diidentifikasi sbg agama kasih ttp jgua dicemooh krn kasihnya. Maksud Paulus luas sekali. Gal 5, salah satu buah Roh adalah kasih, sabar. Di dalam 1Kor 13, kasih itu sabar. Tampkannya kasih itu totalitas kebaikan. Dalam konteks jem Korintus yg mencari kebanggaan diri, Paulus mengingatkan bhw nilai tertinggi bukan karunia, pengetahuan, kehebatan spiritual, ttp kebajikan, virtue, suatu karakter yg harus melekat pada hidup seorang Kristen. Kejarlah kasih itu. Iman itu sulit, harapan itu sulit, ttp kasih lebih sulit.
� Kasih adalah sesuatu yg tdak dapat dipura-purakan. Ay.1-2, orang-2 yang imannya tinggi, kalau tdk ada kasih, tdk berguna. Berkali-kali Yesus tergerak oleh belas kasihanNya. Ay.3: orang yg berbuat amal baik tdk ada faedah jika tdk ada kasih. Ay.4-7: uraian ttg kasih. Orang yang mampu membangun relasi dengan dirinya dan orang lain, akan muncul hal-2 itu. Ay.8 memberi nilai kekal krn sgl sst akan berlalu. Orang yg sulit mengasihi krn tdk punya kasih. Orang yg sulit dikasihi juga krn dalam dirinya tdk ada kasih. ***

Kamis, 25 September 2008

TERPANGGIL MENANGGALKAN

Source: Blog persekutuan-gii, 26 SEPT 2008
TERPANGGIL MENANGGALKAN
Lukas 5:27-32


� apa yang ditanggalkan dan yang ditanggalkan apakah merupakan sebuah kerugian atau menguntungkan karena meraih yang belum pernah didapatkan. Keuntungannnya dimana.

I) Yesus memanggil Lewi
1).Ia adalah orang Yahudi yang bekerja sebagai pemungut cukai (ay 27). Pada jaman itu pemungut cukai dibenci dan dianggap hina oleh masyarakat. Mengapa mereka dibenci / dianggap hina? Karena mereka bekerja sebagai penagih pajak untuk pemerintah Romawi (yang adalah penjajah dan orang kafir), dan pada waktu menagih pajak, pemungut cukai ini memeras rakyat dengan cara menaikkan pajak dan mengkorupsi kelebihannya.
2) Yesus memanggil Lewi / Matius:
Lewi / Matius dipanggil oleh Yesus pada waktu ia ada di rumah cukai. Ia masih ada di dalam dosa (sebetulnya pekerjaan sebagai penagih pajak bukanlah dosa, tetapi tindakan korupsinya jelas adalah dosa).
Yesus memanggil: �Ikutlah Aku� (ay 27b).
Ikut hamba Tuhan tertentu hanya boleh selama hamba Tuhan itu mengikut Yesus
Ada pengenalan melalui apa yang didengar dan diajarkan Tuhan Yesus
3) Lewi / Matius meninggalkan segala sesuatu (Luk 5:28)
a) Ini kontras sekali dengan sikap pemuda kaya dalam Mat 19:22.
b) Waktu Lewi / Matius mengikut Yesus ia mendapat sesuatu (damai, sukacita, dsb), tetapi ia juga kehilangan sesuatu (pekerjaan, harta, teman-teman, dsb). Kalau kita mau ikut Yesus kita akan mengalami hal yang sama. Harus ada kemauan untuk mengorbankan sesuatu!
c) Panggilan Tuhan harus lebih diutamakan dari apapun juga!
Tetapi untuk Lewi / Matius, pekerjaan itu tidak memungkinkan ia memenuhi panggilan Tuhan.

II) Lewi mengadakan perjamuan
Ini mungkin merupakan perjamuan arahan dengan teman-temannya, tetapi jelas juga merupakan tanda syukur Matius dan sekaligus usaha Matius untuk memperkenalkan teman-temannya kepada Yesus.
a) Orang yang sudah diampuni pasti mempunyai keinginan untuk membawa orang lain kepada Yesus. Adakah keinginan itu ada pada saudara?
b) Lewi / Matius berusaha memperkenalkan teman-temannya dengan Yesus melalui pesta di rumahnya.
Yesus ikut dalam pesta/perjamuan itu (ay 30).
Ini menunjukkan bahwa Yesus berkumpul / bergaul dengan orang-orang berdosa.
Ini kontras dengan sikap orang-orang Farisi yang menjauhi orang berdosa. Kita memang harus mau bergaul dengan orang berdosa / bejad, tetapi tetap ada batas-batasnya.

III) Pertentangan Yesus dan orang Farisi / ahli Taurat: (respon terhadap perubahan hidup namun ada sebagian org terancam)
1. Orang Farisi dan ahli Taurat pasti tidak ikut pesta ini
Mereka menganggap diri mereka lebih baik dari orang lain (Luk 18:9)
2. Mereka mengkritik Yesus yang berkumpul dan bergaul dengan orang berdosa (ay 30).
3. Jawaban Yesus:
a) Yesus tidak mendiamkan kritik itu ataupun menurutinya, karena kritik itu salah! Ini mengajar orang kristen untuk tidak selalu diam ataupun menuruti kritik!
b) Arti yang salah.
Bagian ini tidak berarti bahwa manusia cuma sakit secara rohani. Kitab Suci mengatakan bahwa manusia berdosa itu mati secara rohani
Bagian ini juga tidak berarti bahwa manusia di dunia ini ada orang benar / tak berdosa (bdk. Yang dimaksud oleh Yesus dengan �orang benar� adalah �orang berdosa yang merasa dirinya benar�.
c) Bagian ini memberi kita pelajaran dalam persoalan pergaulan.
Ini sekaligus merupakan teguran / serangan terhadap sikap orang Farisi dan Ahli Taurat yang tidak mau bergaul dengan orang berdosa
Tetapi ini juga menunjukkan bahwa kita tidak boleh sembarangan bergaul dengan orang berdosa.
d) Dalam penginjilan:
kalau berhadapan dengan orang yang putus asa dan besarnya dosa-dosanya. Sehingga mereka mendapat jawaban sebagaimana yang didpatkan Matius/Lewi. Calvin: Kita tidak punya alasan untuk takut bahwa Kristus akan menolak orang berdosa, untuk memanggil siapa Ia sudah turun dari kemuliaan surgawinya).
kalau saudara berhadapan dengan orang yang membanggakan kebaikannya. Beritahu dia, bahwa kalau ia merasa diri baik, Yesus justru tidak mencari dia. Calvin: Kita diingatkan bahwa kasih karunia Kristus tidak berguna bagi kita, kecuali kalau karena sadar akan dosa-dosa kita, dan mengerang / merintih di bawah beban dosa-dosa itu, kita mendekati / mendatangi Dia dengan kerendahan hati)
e) Dalam akhir dari ay 32 ada kata-kata: �supaya mereka bertobat�.
Ini adalah sesuatu yang penting. Yesus memang mengasihi orang berdosa dan mau menerima mereka. Tetapi mereka harus bertobat dari segala dosa mereka dan berbalik kepada Tuhan!

� Ketiga Injil menulis kisah ini. Lukas 5:26, �semuanya kagum lalu memuji Allah..� Ini berarti peristiwa ini banyak dipuji oleh orang banyak. Mrk 2:12 juga bernada sama. Itu sebabnya ketika Tuhan memanggil Lewi, kuasa pertobatannya itu terasa. Ada kuasa Tuhan yang begitu menganggumkan. Bagaimana perasaan kita sekarang dengan kuasa Tuhan? Masih adakah kekagumana akan kuasa-Nya itu? Lalu, kata �Ikutlah Aku� diikuti dengan Lewi meninggalkan semuanya itu lalu mengikut Yesus. Lewi bisa meninggalkan segala kenikmatan itu karena kekagumannya kepada Kristus. Kuasa-Nyalah yang telah mengubahkan dan memperbaharui kehidupan Lewi. Lukas juga ingin menjelaskan ketika Lewi mengadakan perjamuan dengan Tuhan Yesus karena ia merasa begitu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan lakukan. Kita perlu merasakan kekaguman dan kuasa Tuhan itu setiap hari. Karena di Amerika, menurut survei, 93% anak-anak di sana ketika dewasa tidak lagi memiliki kekaguman kepada Allah. Kalau kita tidak pernah lagi merasa kagum kepada Allah bagaimana kita bisa membawa jemaat bisa merasakan kekaguman itu? Kuncinya: milikilah persekutuan yang dekat dengan Tuhan.

� Hal yang bisa menangkal anugerah adalah karena kesombongan. Itu yang terjadi dalam diri orang-orang Farisi. Mereka tidak mau menerima Kristus karena dia menanggap Lewi adalah orang yang berdosa. Mereka merasa diri lebih baik dibandingkan dengan Lewi. Jemaat juga harusnya menanggalkan kesombongan itu agar tidak mendapatkan anugerah itu.

� Orang Farisi menanggap panggilan Yesus dan Yesus itu sendiri tidak ada apa-apanya. Tetapi bagi Lewi panggilan Yesus itu begitu berarti. Yesus memanggil Lewi:
1. Karena Tuhan mencelikan matanya
2. Lewi tidak bisa lari dari panggilan Tuhan
3. Memiliki kehidupan yang baru � meninggalkan semuanya
4. Ekspresi pertobatan: mengadakan perjamuan / syukuran

� Siapakah Lewi/Matius� Ia anak Alfeus (Mrk. 2:14); Lahir di Kapernaum, kota Galilea (Mat. 9:1, 9). Seorang A tax collector/pemungut cukai/pajak. Matius dan Lewi adalah orang yang sama: Matius (nama Yunaninya) dan Lewi (nama Ibraninya). Sebagai pemungut cukai, Matius bekerja pada orang Romawi yang berbicara bahasa Yunani dan mengumpulkan pajak dari orang Yahudi yang berbicara bahasa Ibrani. Jadi, singkatnya: Ia seorang Yahudi yang bekerja bagi pemerintahan Romawi (penjajah) demi untuk mendapatkan kekayaan materi. Karena itu, tidaklah heran jika ia menjadi seorang yang sangat kaya, terbukti dari pesta besar yang diadakannya untuk menyambut Yesus. Lewi/para pemungut cukai umumnya sangat dibenci orang-orang Farisi/Yahudi. Mengapa?
1) Karena mereka dianggap sebagai penghianat terhadap bangsanya, dengan bekerja bagi penjajah;
2) Karena orang Yahudi menentang pembayaran pajak kepada bangsa kafir/sekular dan bangsa penyembah berhala;
3) Karena mereka dianggap tidak jujur/bersih dari segala penipuan dan korupsi. Umumnya para pemungut cukai memperkaya diri sendiri dengan memanipulasi pajak yang mereka pungut (lih. Kasus Zakheus, setelah ia bertobat dan percaya Yesus, ia mengembalikan 4x lipat dari apa yang ia curi (Luk. 19:1-9).
Namun Lewi yang dulu sudah mati, sekarang muncul Lewi yang baru dengan nama baru: Matius (artinya: Anugerah Allah), karena ia sudah bertobat; beriman kepada Kristus dengan menanggalkan segala keduniawian dengan segala nafsu jahat, egois, mengejar kekayaan dan dunia. Selain itu, ia juga mempersembahkan hidupnya untuk melayani Tuhan sebagai Rasul dan menulis Injil Matius, bahkan ia setia sampai mati sebagai martir di Etiopia (menurut tradisi). Mengapa? Untuk mendapatkan jawabannya, marilah kita belajar dari firman Tuhan dengan tema: �Terpanggil Untuk menanggalkan.�

Langkah apa yang harus dilakukan dalam memenuhi panggilan Tuhan untuk menanggalkan keduniawian kita?

1. Mendengar dan memahami panggilan Tuhan (ay. 27; Luk. 5:27)
A. Eksposisi: Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mendengar dan memahami pangilan Tuhan: ayat 27 � Yesus berkata, �Ikutlah Aku/Follow Me.� (akolouthei� Present active imperative second person singular)� menekankan suatu perintah yang bersifat aktif dan kekinian. (diterjemahkan: Kamu sekarang ikutlah Aku).
Analisa: Definisi Panggilan Tuhan: Tiga kata kunci: P-O-N
1) Panggilan untuk mengikut Yesus� bersifat pribadi dan menuntut respons pribadi pula. Karena itu, keputusannya tidak tergantung pada orang lain. Kata kunci: Personal calling!
2) Ikut Yesus adalah suatu panggilan sekaligus perintah� bukan suatu pilihan, mau atau tidak, suka atau tidak. Kata kunci: Obay/ Taat!
3) Perintah �Ikut Yesus� bersifat sekarang (urgen) bukan besok� Menuntut respons yang segera. Kata kunci: Now/ Sekarang!

2. Segera Merespons panggilan Tuhan (ay. 28-29; Luk. 5:28-29)
Ayat 28� Lewi menanggapi panggilan Tuhan dengan segera (responded immediately to Jesus� call) meninggalkan keuntungan materi supaya mendapatkan keuntungan rohani� He left every thing and followed Jesus. Apa bukti dari pertobatannya? Tiga kata kunci: R-F-S
1) Dia menanggalkan cara atau jalan hidupnya yang lama karena Kristus �Repent/ bertobat.
2) Dia menyambut Yesus dan para murid dengan mengadakan pesta besar� Faith/ beriman kepada Yesus.
3) Dia juga mengundang rekan seprofesinya/para pemungut cukai dan orang-orang berdosa hadir dalam acara itu agar mereka pun boleh mengenal Kristus (ay. 29-20)� Share/ membagikan imannya kepada orang lain.
1) Di mata Yesus semua orang sudah sakit rohani dan sudah berbuat dosa sehingga mereka sangat memerlukan tabib/juruselamat (Rm. 3:23).
2) Visi dan misi Kristus adalah sebagai tabib dan Juruselamat yang menyelamatkan/menyembuhkan manusia dari segala penyakit dosa.
3) Istilah �orang sehat� dan �orang benar� bukan berarti memang di dunia ini ada orang yang benar/tanpa dosa, tetapi suatu kiasan/sindiran kepada orang Farisi yang menganggap dirinya sehat rohani atau orang benar (proud/self-righteous); atau yang menganggap dirinya lebih baik dan lebih benar daripada para pemungut cukai dan orang berdosa.

� Ada banyak anggota gereja kita belum memberitakan Injil. Mereka hanya mengajak orang ke gereja tetapi tidak menceritakan Yesus yang sebenarnya. Padahal, banyak orang berdosa di luar sana membutuhkan Yesus. Lewi adalah orang seperti itu. Tuhan memanggil Yesus, seketika ia mengikuti-Nya. John Calvin: pasti Tuhan Yesus berkhotbah banyak hal, dan Lewi memenuhi panggilan Tuhan karena dia sudah mengerti apa yang dia alami. Kalau orang bisa percaya kepada Tuhan itu juga semata-mata karena anugerah Tuhan. Ada banyak orang yang siap menerima Injil tetapi banyak anak-anak Tuhan belum siap memberitakan Injil.

� Ayat 27, ketika Yesus keluar ia melihat Lewi sedang duduk di rumah cukai. Mungkin ia sedang menarik pajak atau sedang kesepian. Sangat mungkin ia sedang kesepian, sebab saat Yesus memanggilnya ia langsung mengikuti-Nya.
1. Di dalam kesepian dan keterasingannya, ia merasakan Yesus masih peduli kepadanya.
2. Dia mendapatkan sukacita dan perubahan. Dia juga mendapatkan pengampunan dari dosa-dosanya.
3. Lewi rela meninggalkan segala-galanya mengikut Tuhan, bagaimana dengan kita?

� Panggilan Lewi:
Panggilan pertobatan
Panggilan Anugerah � hanya semata-mata kebaikan Tuhan
Panggilan komitmen � ada harga yang harus dibayar

� Misi Yesus jelas: mencari orang-orang sakit supaya bertobat. Ia lebih konsen pada pertobatan Lewi dan bukan yang lain. Kita harus punya hati dan panggilan yang jelas akan misi-Nya. Panggilan Kristen bisa terjadi dalam beberapa dimensi:
1. Membuat separasi (kristiani dan dunia ini)
2. Membuat dualisme (hidup kristen dan dunia ini)
3. Imersion (tenggelam dalam arus dunia ini)
4. Terlibat (Yesus terlibat dalam hidup Lewi)
Dalam dunia kekristenan banyak mengalami kemunduran karena memisahkan diri dari dunia. Beda dengan kepercayaan yang lain yang banyak masuk ke dalam dunia dalam misinya. Yesus melakukan breakthrough di mana Ia mau masuk ke rumah Lewi, makan dengannya, dan bertemu dengan kawan-kawannya. Kehadiran Yesus sama dengan kehadiran kerajaan Allah bagi dunia ini. Kita harus masuk dan terlibat dengan orang-orang seperti Lewi. Tantangannya tetap ada: Paparazi (orang-orang Farisi itu). Jangan terlalu banyak diskusi dan dengan pendapat orang, tetapi yang penting adalah melakukan kehendak Allah.

� Orang Farisi banyak mengandalkan Taurat sehingga ketika melihat sesuatu yang baru seperti yang dilakukan Tuhan Yesus akan ditolak mereka. Itu yang menjadi dasar penolakan mereka. Beda dengan Lewi. Ia mau menerima Yesus dan mengalami jamahan-Nya, sehingga ia berubah.

� Kita harus membuat suasana dalam penginjilan, bahwa mereka itu orang yang terbilang dan terpandang. Mereka yang memiliki rumah yang besar dan memiliki segala-galanya membutuhkan Yesus. Berhasil atau tidak, itu tergantung pada Tuhan. Semua yang kita lakukan dengan skill dan pengalaman kita akan menjadi tidak ada apa-apanya. Tetapi bila Yesus ada maka akan menjadi berarti. Bila kita membagikan berkat Tuhan maka Tuhan akan mengangkat kita. Berikutnya, pada jaman itu penyakit kusta begitu dikenal masyarakat itu. Penyakit itu begitu mengerikan. Orang yang sakit kusta sangat berharap mendapatkan kesembuhan. Mereka yakin, bila Tuhan berkehendak maka Tuhan akan menjawab. Hal ketiga adalah yang membuat kita bisa datang ke gereja adalah bukan karena diri kita sendiri. Sama seperti 4 orang yang mengusung orang lumpuh. Ia tidak bisa datang tetapi ada yang membawanya datang kepada Yesus. Lewi bisa menjadi orang yang duduk di atas sekarang menjadi pengikut Yesus. Ada istilah yang penting disini: Lihatlah! Dalam bahasa Mandarin kata lihat ada tiga arti:
1. Lihat sampai tembus
2. Lihat sampai transfaran
3. Lihat sampai menjadi sasaran
Cara Yesus memandang seseorang bukan dari profesinya, tetapi dari hatinya. Itu sebabnya Tuhan juga melihat kita dari hatinya. Ada beberapa hal yang penting:
Dari Lewi � Matius, dari Pemungut cukai � Rasul, bahkan mati martis bagi Tuhan.
Terpandang terbilang
Terangkat terpikat
Terpanggil tertahir
Terarah terubah
Termaterai terpakai
Setelah bertobat, apa yang Lewi lakukan:
1. Membawa rekan-rekan seprofesinya,
2. Mengundang orang-orang yang tidak dia kenal,
3. Membawa keluarganyaAkhir hidup Matius, ia merajakan Yesus. Dulu ia melayani mamon, sekarang melayani Raja di atas segala raja. Matius sangat faham sisitim kerajaan/pejabat. Lukas menulis sesuatu karena sangat memahami istilah anatomi/kedokteran. Itu sebabnya Lukas menyinggung hal rohani kepada fisik: bukan orang sehat yang membutuhkan tabib, tetapi orang sakit.

Kamis, 18 September 2008

JERIH PAYAHMU TIDAK AKAN SIA-SIA

JERIH PAYAHMU TIDAK AKAN SIA-SIA
Filipi 1:3-11

� Gereja filipi didirikan oleh paulus dengan teman2nya (Silas, Timotius, dan Lukas), pada perjalanan misi yang kedua sebagai tanggapan atas penglihatan paulus pada malam hari di Troas.
Kota filipi terkenal dengan tambang emas dan perak dan posisinya yang strategis menuju Eropa. Dan tema besar surat ini adalah �sukacita di dalam Kristus�. Ada 16x kata sukacita ditulis dalam surat ini dan yang mengesankan adalah surat ini ditulis dalam penjara oleh Paulus. Dan dalam situasi ini Paulus tetap mengarahkan hati jemaat pada sukacita dalam Kristus yang tak dapat direngut oleh siapapun dan keadaan apapun juga.
Pasal1:3-11 adalah ungkapan syukur dan doa Paulus kepada Allah.
Dasar dari ucapan syukur paulus setiap kali ia mengingat jemaat di filipi:
1. Karena jemaat setia memberitakan injil (1:5)
2. Bantuan yang diberikan oleh jemaat filipi bagi saudara2nya yang susah (1:7, 4:15-16) bandingkan dengan II Kor. 8:4-5;9:13)

Paulus bukan hanya bersyukur untuk kemitraan dalam pemberitaan injil, tetapi ia berdoa supaya jemaat
Yang diinginkan Paulus di filipi dapat maju dalam iman, isi doa Paulus:
1. kasih semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar
2. menjaga kesucian dan tidak bercacat
3. penuh dengan buah kebenaran
Paulus menyadari untuk semakin maju dalam iman, kasih, dan pembneritaan Injil membutuhkan banyak pengorbanan bahkan penderitaan. Namun paulus yakin jemaat Fiipi sanggup menghadapi semuanya karena mereka sudah member diri terlebih dahulu kepada Allah. Allah yang sudah memulai akan menolong mereka dan segala jerih lelah mereka di dalam Tuhan tidak akan sia-sia

� Didirikan oleh paulus pada perjalanan PI Ke 2� tujuannya:
1. Berterima kasih pada jemaat filipi
2. Memberikan khabar tentang dirinya
3. Mendorong jemaat maju dan bertumbuh

� Apa yang harus dilakukan agar jerih payahmu tidak sia2 adalah:
1. Mempersembahkan seluruh hidup kita pada Allah (2Kor. 8:5)
Jemaat dicobai dengan berbagai macam penderitaan namun masih dapat melayani dan memberikan bantuan bagi sesama
Jhon Calvin: kita bukanlah milik kita sendiri, karena itu :1) rasio maupun kehendak harus ditundukan kepada FT; 2) kita harus berhenti mengejar keinginan daging, tetapi marilah kita hidup dan mati bagi Dia; 3) hendaklah hikmatNya dan kehendakNya menguasai seluruh perbuatan kita; 4) hendaklah setiap bagian dari eksistensi kita diarahkan kepada Dia sebagai satu-satunya sasaran; 5) Sasaran dari hidup baru adalah agar anak2 Allah mencerminkan melodi keadilan Allah dan harmoni antara ikebenaran Allah dan ketaatan kita.

2. Melibatkan diri dalam penginjilan (1:5)
Bagaimana mereka terlibat? Mendukung dana bagi penginjilan, baik bagi paulus ketika dipenjara maupun bagi jemaat yang kesusahan di Yerusalem.
Rupanya jemaat Filipi adalah gereja yang missioner yang ikut berkontribusi dalam mendukung misi paulus. Melibatkan diri bagi misi sangat menyenangkan hati Allah dan diterima Allah sebagai �persembahan yang harum� sebagai korban yg disukai dan berkenan kepada Allah (4:18)
Peter wagner menulis �penginjilan dunia adalah persoalan hidup dan mati dan kunci penginjilan dunia adalah mendengarkan Allah dan mentaati apa yg kita dengar�.

Filipi memberikan diri terlebih dahulu kepada Allah, maka Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka. Buah kebajikan dan kebenaran Allah dalam menyelamatkan jiwa melaui Injil, akan menjadi karya yg tidak sia-sia, karena Allah berkenan memberkatinya.

� Motivasi yang murni � tujuan dalam melayani Tuhan. Ia sadar siapa Tuhannya dan siapa dirinya sebagai pelayan. Baginya hidup adalah Kristus. Jhon Stott: keutamaan Kristus adalah hal yang utama dalam pelayanan kepada Tuhan. Filipi 1:21 baginya segalanya adalah Kristus dimuliakan.

Memahami Konsep anugerah � apa saja yang dialaminya merupakan bagian dari anugerah. Termasuk keterlibatan jemaat Filipi.

Melayani dengan sukacita � ia menyerukan agar orang bersukacita. Bukan dari hati yang gembira tetapi bersumber dari kristus, karena bagi Paulus adalah sumber sukacitanya, alas an sukacitanya. Ia mendapatkan sukacita dalam seluruh peristiwa hidupnya sekalipun ia mengalami banyak penderitaaan, karena sukcaitanya bergantung penuh kepada Allah.

� Berjerih lelah adalah ciri khas hidup orang Kristen
Jika ada Roh Kudus maka orang Kristen pasti berkarya
Roh Kudus akan menyadarkan tanggung jawab kita, yaitu tanggung jawab memuliakan Tuhan
Kalau kita lihat ada hasil, namun sebelum itu juga ada kesulitan dan tantangan
Orang2 kristen adalah orang2 yang rela berjerih payah bagi Injil dan bagi dunia ini.

� Ada yang dibanggakan seseorang atas apa yang dia tahu. Tetapi paulus bangga karena karya Allah, dan Persekutuan dalam PI dengan jemaat Filipi.

� Paulus berkata: hati dan usus Kristus adalah bagian dari seluruh hidupnya. Maka ia mengasihi, bersedih, bersukacita semua di dalam Kristus. Ia mempunyai hubungan dgn Kristus yang tidak terpisahkan. Ia mengatakan bahwa ia mengerjakan pekerjaan Kristus yang dipercayakan kepadanya, supaya ia dapat mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus. Seperti yang terdapat dalam fsl 3. Ia meyelami seluruh pekerjaan Kristus. Seluruh keterlibatan jemaat filipi merupakan bagian dari pelayanan kepada Kristus. Ia mempunyai sukacita karena ia mendapatkan jemaat yang benar2 mengenal Kristus dan bertumbuh di dalam Kristus dan bisa membedakan apa yang benar dan apa yang salah. Hari Kristus berarti kita dapat memperhitungkan pahala sesuai dengan apa yang kita kerjakan bagi kristus. Jika kita berjerih payah dengan Kristus maka kita akan bahagia bersama Kristus. Ayat 11 � kita bersandar penuh Kristus Yesus, yang memelihara kita adalah Kristus yang pernah menjadi manusia. Yang bisa memelihara kita iman kita dan pelayanan kita sampai hari ini hanyalah Tuhan yang bisa melakukannya bagi kita.
Watchman nee: ketika plg kekampg halaman hok cia (byk yg merantau ke Indonesia dan mereka sangat kompak). Mereka adalah org cina pertama yg belajar bhs inggris.mereka pnya keunggulan: 1pintar bhs inggris dan 2 bhs mereka mirip dgn bhs perancis.
Dia ktm temannya dan bercerita bhw ia jd HT. temannya kasian karena hidupnya tidak punya apa2. Dia malamnya tidak bisa tidur. Ada bisikan dating padanya dan berkata kamu belum sampai rumah, pintu gerbang surga, jangan memikirkan hal seperti itu. Kita belum selesai bekerja bagi Tuhan dan tidak perlu memikirkan hal2 itu.

Punya gedung yang hebat baik, tapi jauh lebih baik dikelilingi rekan kerja, punya jemaat yang hebat. Satukali kita menjadi kawan, rekan maka sampai matipun kita tetap kawan dan rekan. Jagalah tenggang rasa satu dengan yang lain sampai kita bertemu dengan Tuhan. Petrus � kami telah menanggalkan segalanya dalam mengikuti Engkau, apa yang kami dapat. Tuhan Yesus berkata: di dunia dapat 100 kali lipat dan di surga dapat hidup kekal.

Kamis, 11 September 2008

TERINGAT, TERCATAT

TEMA BULANAN : Mantap Melayani
Tema : Teringat, Tercatat (Maleakhi 3:16-18)
Tujuan : Buku peringatan yang mencatat hal-hal yang indah, yang terkenang sepanjang masa, akan menjadi kebanggaan dan pujian bagi orang yang sungguh mengasihi Dia, mereka akan menjadi bangsa yang terpuji dan patut diteladani.

� Kitab Maleakhi mencatat perkembangan sikap negative orang Israel terhadap YHWH-nya, yang menarik untuk disimak, karena terjadi sebelum masa kegelapan selama + 400 tahun tiba, dimana YHWH sama sekali tidak berfirman kepada orang Israel.
1. Orang Israel merasa tidak dikasihi YHWH, padahal tidak demikan, karena sebenarnya Esau yang dibenci YHWH, bukan Yakub dan keturunannya (1:2-5)
2. Orang Israel (termasuk para imam) tidak menghormati YHWH, dengan cara mempersembahkan roti dan binatang yang cemar (1:6-14)
3. Para Imam tidak mengajarkan kebenaran, sehingga membuat banyak orang jadi tergelinci dan merusak perjanjian YHWH dengan suku Lewi (2:1-9)
4. Orang Israel menceraikan istri tua mereka dan melakukan kawin campur, sehingga mencemarkan kesatuan ilahi pernikahan dan tidak lagi menurunkan keturunan ilahi, seperti yang dikehendaki YHWH (2:10-16)
5. Orang Israel tidak mengembalikan perpuluhan, yang merupakan milik YHWH (3:6-12)
6. Orang Israel tidak mau beribadah pada YHWH, tidak mau menjadi anak Torah, serta tidak mau hidup takut dan gentar pada YHWH, karena menyangka YHWH tidak akan menghukum orang jahat, fasik dan gegabah. YHWH bahkan meluputkan orang yang mencobai-Nya (3:13-15)

Oleh sebab itu, sebelum hari YHWH yang dahsyat itu, Maleakhi memperingatkan orang Israel untuk memperhatikan dan mendengar kehendak YHWH (3:16-18), karena;
1. YHWH mengingat, bahkan mencatat tingkah laku umat yang takut dan hormat pada-Nya dalam sebuah kitab peringatan
2. Umat yang takut dan hormat pada-Nya akan menjadi milik kesayangan-Nya
3. Umat yang melayani-Nya akan menjadi anak kesayangan-Nya
4. Orang lain akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah dan tidak beribadah pada YHWH.

� Diingat dan dicatat oleh Tuhan adalah hal yang indah dan luar biasa. Mereka yang menerima ini adalah yang takut akan Tuhan. Artinya mereka yang kagum dan takjub, percaya Tuhan dan ingin taat pada Tuhan, mengasihi yang Tuhan kasihi. Ada berkat2nya (ay.16) didengar dan diperhatikan Tuhan (2) dicatat dalam kitab peringatan (kata ini muncul baru di kitab Maleakhi, sementara kitab2 lain mencatat kitab kehidupan) (3) menjadi milik kesayangan Tuhan, yang berharga yang khusus dari Allah (4) dikasihani Tuhan. Maleakhi mengangkat perbedaan akhir hidup orang yang benar dan orang yang fasik (badingkan dengan fasal 4)

� Ada dua kelompok umat beragama:
Pertama, orang yang merasa sia-sia beribadah kepada Allah, apa hasilnya? Ikut Tuhan harus dapat untung. Hati mereka tidak pada Tuhan, ttp pada keuntungan apa yg didapat. Tidak tulus. Mereka minta Allah menyuap mereka, minta Allah memberkati tetapi mereka tdk mau melakukan kewajiban mrk sbg umat.
Jangan malah beribadah bikin sedih hati, seperti orang ke rumah duka (14). Ibadah dipandang sebagai sumber dukacita, bukan sukacita.
Mrk membandingkan dng orang lain yg arogan, mrk hidup jauh dari Allah tetapi beruntung, makmur. Allah itu adil apa tidak sih? Allah peduli orang benar tidak?
Kedua, orang saleh yang sejati. Akan menjadi milik Tuhan.
Allah tidak menjawab ttp mengarahkan mereka melihat pada kelompok orang yang saleh yg menjauhkan diri dari orang sombong, mockers dan sinis. Mrk adlah orang yang takut Tuhan (16), yg menghormati namanya (16), orang benar (17) yg melayani Tuhan.
Orang saleh adalah orang yang mengasihi Tuhan dan taat kepadaNya.
Janji Allah:
Mrk akan jadi treasured possession: org yg dipilih dan dikasihi Tuhan, yg memelihara perintahNya. Milik yg khusus. Allah akan seperti Bapa yg sayang kepada anakNya yang sudah melayani Dia.

� Orang-orang Yahudi (para imam dan umat Allah) pascapembuangan yang kembali ke Yerusalem telah mengalami kesusahan dan kemunduran iman. Mereka telah menjadi sinis, meragukan kasih dan janji-janji Allah, meragukan keadilan-Nya dan tidak percaya lagi bahwa ketaatan kepada segala perintah Allah itu berguna. Seiring dengan pudarnya/mundurnya iman, 1) maka pelaksanaan ibadah menjadi suatu rutinitas saja/ketidaksungguhan beribadah; 2) dan tidak memiliki perasaan/nuansa kasih yang tulus iklas dan semangat yang menggebu-gebu untuk Allah/kurangnya iman kepada Allah; 3) mereka acuh tak acuh/masa bodoh terhadap tuntutan hukum Taurat/ketidaksediaan mereka untuk taat kepada hukum Allah; 4) dan melakukan bermacam-macam dosa. Dalam sikon demikian, Allah bangkitkan seorang iman/nabi Maleakhi yang bernubuat 100 tahun setelah kelompok pertama orang buangan kembali dari Babel. Dalam situasi seperti demian, dalam krisis iman orang Israel, Allah mengutus Maleakhi, dengan tujuannya adalah untuk :

1. Memanggil para imam dan umat Allah bertobat dari segala dosa dan kemunafikan agamawi mereka. Karena para imam menghina nama Allah dengan mempersembahkan korban yang cacat kepada-Nya dan mencemarkan pelayanan yang dipercayakan kepada mereka dengan tidak takut dan tidak menghormati nama-Nya(1:6-8; 2:1-4).
2. Untuk menyingkirkan semua rintangan dan ketidakadilan yang merintangi/menghalangi kemurahan dan berkat Tuhan turun atas mereka. Karena umat Israel meragukan kasih dan kesetiaan Allah (1:2). Mereka melanggar hukum Allah dengan menceraikan istri dan menikahi orang kafir (2:10-16). Mereka menipu Allah dengan tidak membayar persembahan persepuluhan (3:8-10).
3. Untuk kembali kepada Allah dan perjanjian-Nya dengan hati yang taat, takut dan mengasihi. Ingatlah kepada Taurat (4:4).

Dalam Perikop tersebut, ditemukan;
1. ALLAH MENGINGAT DAN MENCATAT SEGALA KASIH DAN KESETIAAN KITA KEPADANYA (3:16)
2. ALLAH MENJADIKAN MEREKA YANG SETIA DAN MENGASIHINYA SEBAGAI HARTA/UMAT KESAYANGAN-NYA (3:17-18).

� Ada 3 hal
1. Hidup dalam Kebenaran (ay.16)
Kondisi pada zaman Maleakhi dapat digambarkan seperti kehidupan agamawi, hanya menuntut pelaksanaan upacara2 agama secara lahir dan tidak sungguh2, tanpa pertobatan, tanpa kesalehan. Ketidakpercayaan yang meluas, moralitas rusak. Para imam rusak akhlaknya, sehingga roh ketidakpercayaan memenuhi seluruh negeri. Maleakhi adalah hamba Tuhan yang bangkit pada situasi yang genting ini. Ay. 16 berbicara tentang sisa Israel yang setia, orang2 saleh yang takut akan Tuhan dan menghormati nama Tuhan. Kesetiaan mereka diikat dalam perjanjian Allah dengan bapa leluhur mereka, yang menuntut kesetiaan.
2. Kebenaran yang membenarkan (ay.18)
Hidup sepertinya paradox dengan kenyataannya, ketika orang-orang saleh dan benar itu menyaksikan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan berbuat seenaknya, berani berbuat dosa tanpa punya takut akan Tuhan, hidup licik, culas dan berlaku tidak adil. Mereka sepertinya hidup baik-baik saja. Mengapa? Ay.18 menunjukkan perbedaan yang kentara sekali antara orang benar dan orang fasik. Krn kebenaran akan menguji mereka seperti rembang tengah hari. Coram Deo, berdiam dirilah di hadapan Tuhan, dan nantikanlah Tuhan
3. Kebahagiaan orang benar (ay.17)
Maleakhi = Malakhiya (ibrani) artinya The messeger of God (pesuruh YHWH). Membawa pesan yang penting bagi umat Tuhan yang hidup dalam kegelapan dan moralitas yang buruk. The Truth is God Truth, kebenaran adalah kebenaran Allah itu akan dinyatakan di dalam kehidupan anak-anak Tuhan yang hidup dalam kebenaran. Maleakhi muncul dengan lantang, bersemangat di tengah-tengah umat yang sudah mulai luntur iman dan lesu kehidupannya.
Apa yang teringat? Apa yang tercatat? Tuhan mengingat orang yang hidup dalam kebenaran, yang kebenaranyang dipegangnya telah membenarkan dirinya, dan kemudian mengecap dan mengalami kebahagiaan yang disediakan oleh Allah sebagai Bapa yang penuh kasih dan kemurahan.

� Apakah ibadah kita memang tercatat dan teringat oleh Tuhan? Baik dalam pujian dalam ibadah? Dari mana keyakinan kita bahwa pujian kita diperkenan oleh Tuhan. Di Amerika ada gerakan pujian Heal Song, sebagai bagian mengekspresikan hubungan dengan Allah. Maz 37 dan Maz 73, membuat kita melihat tentang bagaimana tentang realita kehidupan.
Ibadah punya 3 penekanan;
1. Ibadah adalah penyerahan Total
2. Fokus utama untuk memuliakan Tuhan (dalam segala pergumulan dan keadaan yang dialami)
3. Perubahan karakter (kutipan dari Rick Warren). Menjadi serupa dengan Kristus, bukan perkembangan jumlah (kuantitas) tapi perubahan karakter jemaat/pribadi yang ikut ibadah.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India