Jumat, 13 Februari 2009

JANGAN BERBUAT DOSA LAGI

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 12 Februari 2009
JANGAN BERBUAT DOSA LAGI
Yohanes 8 :1-11
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat datang menghadap Yesus ingin menjebak dan mencari-cari kesalahan Tuhan Yesus. Mereka membawa 1 permasalahan: wanita yang berzinah. Mereka mau melihat keputusan Yesus terhadap masalah ini.
Ada 3 kejahatan yang sangat serius dan bisa dilempari batu: penyembahan berhala; pembunuhan dan berzinah (Im. 20:10; Ul. 22:13-24).
Ada beberapa dilema dalam masalah ini:
Pertama,Kalau Yesus menyetujui melempari batu, maka Yesus akan kehilangan nama baik, karena selama ini, Yesus dikenal sebagai orang yang penuh belas kasihan.
Kedua, Kalau Yesus menyetujui melempari batu, maka Yesus melanggar hukum Romawi yang melarang menjatuhkan hukuman mati
Ketiga, Kalau Yesus tidak menyetujui, maka Yesus melanggar hukum Musa.
Keputusan Yesus di luar dugaan mereka semua, ay 7"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Joh 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
1. Jadi Yesus mengajarkan bahwa dosa adalah bagian hidup manusia artinya semua manusia adalh berdosa
Ada dosa yang kelihatan, tapi juga yang di dalam pikiran dan hati, mungkin mereka tidak berzinah secara terangan-terangan tapi mungkin mereka berzinah melalui pikiran atu persaan atau dosa yang lain, iri hati- kebenceian dst. Itu sebabnya kita tdk boleh menghakimi Mat 7:1
Mat 7:3-5 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Mat 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Joh 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Kepada wanita berzinah, Yesus mengajar:
Yesus memberikan kesempatan bertobat dan memperbaiki hidupnya.
Yesus menunjukkan belas kasihan kepada orang berdosa ini adalah anugerah orang farisi menghendaki penghukuman, itu hukum taurat. Dalam anugerah Allah selalu ada belas kasihan kepada orang berdosa yg mau bertobat.

Ay 6, Walaupun pertanyaan ini adalah jebakan supaya Yesus melakukan kesalahan yaitu kalau Dia mengizinkan untuk di lempari batu, Dia menyalahi hukum pemerintah Romawi Yesus di persalahkan dan kalau tidak menghukum berarti kompromi dengan dosa.
Yesus menyelesaikan dosa dan konsep tentang berdosa dalam ay 7: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa� �Dengan kata lain tidak orang yg tidak berdosa,Yesus mau mengatakan bahwa Semua orang berbuat dosa (Roma 3:23).
Jadi bukan perbuatannya, tapi manusianya. Bukan karena dia berzinah dia berdosa tetapi karena dia orang berdosa, maka ia berzinah.
Dosa berzinah sangat cepat mendapatkan resiko dan respon dari manusia. Padahal dosa berzinah secajajar dgn dosa lain seperti Gal 519-21 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. itu semua sama.Jadi Paulus mensejajarkan dosa cabul dgn dosa yang lain
Joh 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Menujukan hanya Yesus yang tidak berdosa

Ay 11, Akupun tidak menghukum engkau, Berarti Yesus bisa menghukum tapi DIA tdk menghukum, yang berhak menghukum karena Tuhan, tetapi memberikan anugerah pengampuan karena yang berhak mengampuni hanya Tuhan. Jadi yang bisa menyelesaikan dosa adalah Tuhan Yesus bukan hukum taurat.

Dalam pelayanan, ada pelayan yang berdosa. Bagaimana sikap gereja???
Bahkan pemimpin juga berdosa.
Misalnya: MUI melarang merokok, apakah itu sebenarnya strategi untuk korupsi lebih banyak lagi, karena melalui larangan itu, pabrik rokok akan �Terpancing� untuk menyogok.

Tema minggu lalu adalah buanglah semua berhala.
Usul tema: kemunafikan dan ketidakberdayaan.
1. Sang wanita terlihat begitu tak berdaya, sedangkan orang Farisi terlihat begitu berkuasa / ambisius. Padahal dalam hati, mereka tak memiliki kepuasan, maka mereka ingin mencobai Yesus. Mereka juga mempraktekkan hidup ganda, apakah mereka betul hidup suci, atau mereka sendiri juga berzinah. Bahkan ada penafsir yang berkata bahwa wanita yang berzinah ini langganan dari orang Farisi.
Seharusnya wanita yang tak berdaya ini mendapat belas kasihan, tapi orang Farisi memakainya sebagai alat untuk menjebak Yesus.

2. Siapa yang berhak menghukum?
Yesus mau menyadarkan hukum moral dalam hati, dari pada yang tertulis. Dan benar, setelah Yesus mengatakan bahwa yang tak berdosa boleh melempar batu, satu per satu pergi, dimulai dari yang tua.
Hanya Yesus yang tak pergi, itu berarti bahwa hanya Yesus yang berhak menghukum. Itulah Yesus. Yesus adalah Allah sendiri yang berdaulat mengampuni dosa.
Namun, Yesus tak menghukum, melainkan memberi anugerah.
Yesus juga menghargai wanita ini dengan menyebut �Gunei,� istilah yang sama yang Ia gunakan untuk ibunya, Maria.
Jadi istilah itu adalah istilah yang terhormat = Yesus menghargai wanita ini.

Dietrich Bonhoeffer: Cheap grace dan costly grace. Jangan berpikir bahwa orang yang berdosa bisa berdosa seenaknya, kemudian bisa minta ampun lagi. Itu membuat pengorbanan Yesus menjadi murah.
Jadi orang bisa tak berdosa lagi, bila melihat harga yang mahal dari pengorbanan Yesus.

Pepatah Chinese: 1 langkah jatuh, menyesal seumur hidup. Tapi, dalam Tuhan, ada pengampunan (I Yoh. 1:9). Jadi bagi orang berdosa, ada pengharapan dan pengampunan.
Lalu bagaimana sikap kita kepada orang berdosa??? Selama masih hidup, ia masih ada kemungkinan berdosa, tapi juga ada kemungkinan bertobat.
Sepanjang orang itu masih ke gereja, orang itu mendengar Firman Tuhan, ia bisa berdosa.
Orang Farisi adalah orang yang tak memberi kesempatan bagi orang berdosa. Kalau gereja seperti ini, maka gereja itu akan terkenal sebagai gereja yang tak memiliki kasih.

Betapa jahatnya hati manusia. Tersembunyi bagi manusia, tapi terbuka bagi Tuhan. Tuhan tahu semua isi hati manusia.
Manusia suka berbuat dosa bila merasa sendiri / tak ada yang melihat.
Dosa:
1. Kelihatan / tidak.
2. Ketahuan / tidak.
3. Sekarang / nanti.
Wanita.
Wanita ini berbuat zinah, ketika ia merasa tak ada orang yang melihat.
Orang Farisi.
Memberikan banyak �Kebingungan� pada Yesus.
1. Umur wanita ini ada yang mengatakan antara 12 tahun sampai 12 � tahun.
Kalau umurnya di bawah 12 tahun, ia bisa bebas tanpa dihukum.
Kalau umurnya di atas 12 � tahun, ia harus dihukum.

2. Kalau wanita ini dihukum, maka ia melanggar apa yang diomongkan-Nya sendiri selama ini. Tapi kalau tak dihukum, ia melanggar hukum Musa.

3. Dosa itu sama semua. Paulus meletakkan semua dosa sama (Gal. 5).
Mengapa sebagai pemimpin, mereka tak menghalangi perbuatan itu??? Mengapa mereka tak menyadari kegagalan mereka, sebagai pemimpin, tapi �Jemaatnya� berdosa.
Yesus sangat tenang, waktu angin ribut, juga waktu diberi dilemma semacam ini.
Kita.
Bagaimana dengan kita sendiri??? Apakah ketika tak ada orang yang melihat / tahu, kita berbuat dosa??? Bagaimana kalau Very Idham Henyanshah; Dorce dan orang-orang berdosa lainnya ada di tengah kita??? Bagaimana kalau aktifis gereja, pelayan, penatua, pendeta berdosa???

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
13 Februari 2009

Tujuan : Patut bersyukur bila Tuhan masih berkenan mengampuni. Hal- hal yang memalukan harus kita tanggalkan. Tuhan bersabda jangan berdosa lagi, adalah suatu peringatan yang indah, vital dan prima

Latar Belakang: Tuhan Yesus dihadapkan pada suatu jebakan dari ahli Taurat dan orang Farisi.
Jebakan ini berhubungan dengan dua hukum yang bertentangan pada masa itu. Yaitu hukum Taurat yang masih dijunjung tinggi oleh orang Yahudi, yang menyatakan hukuman mati atas orang yang berzinah dengan cara pelemparan batu ( Ul. 22;24) dan hukum pemerintahan Roma yang melarang tindakan hukuman mati bagi siapa pun menurut hukum adat istiadat Yahudi ( hukum Taurat). Bandingkan dengan Yoh 18:31
JIka Tuhan Yesus menuruti hukum Taurat, Ia akan dituntut oleh pemerintahan Roma karena bertindak main hakim sendiri. Jika Tuhan Yesus menuruti hukum Roma dan menolak hukum Taurat, maka Tuhan Yesus akan dicap sebagai penghianat bangsa dan akan dibenci oleh bangsa Yahudi.

Dihadapkan pada jebakan dan penolakan keberadaan Diri-Nya sebagai Allah, Yesus Kristus menyatakan kasih dan pengampunan Ilahi yang dinyatakan dalam beberapa hal sbb:
a. Semua manusia adalah orang berdosa. (Ay 7)
Orang Farisi dan ahli Turat sadar mereka orang berdosa sehingga mereka pun tidak berani melempar perempuan itu. Ini adalah suatu pengakuan yang nyata.
b. Yesus Kristus mempunyai kuasa untuk menghukum manusia yang berdosa dan juga memberi pengampunan ay 11 �tidak menghukum engkau
Tidak menghukum perempuan itu bukan berarti bertoleransi atas dosa yang telah diperbuat. Perkataan ini menunjukkan akan ketidakberdayaan manusia atas dosa yang membawa mereka kepada maut. Hanya dalam diri Yesus Kristus sebagai Allah itu sendiri yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa manusia dan memberikan hidup (kelepasan, dan kelegaan dari kungkungan dosa)
c. Yesus Kristus datang untuk memberi kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. (ay. 11)

Satu hal yang sulit dihadapi ketika Yesus menghadapi dua hukum. Yesus memperlihatkan sikap bagaimana menyikapi kejatuhan orang lain. Ia memperlihatkan ungkapan kasih Allah. Bdk. Salomo dalam memutuskan kasus perebutan bayi. Yesus mengambil keputusan tanpa melawan hukum sekaligus menyatakan hikmatNya. Tuhan hadir bukan untuk ubah budaya, tetapi hadir tanpa mendistorsi kebudayaan. Jangan legalistik tetapi ada belas kasih.

Tiga hal: (1) Orang berdosa mencobai Tuhan Yesus. Yesus menghadapi buah simalakama (2) Orang berdosa disuruh untuk menghakimi. Ttp mereka tidak sanggup untuk menghakimi karena mereka juga orang berdosa. (3) Orang berdosa ngotot dan kalah.

Yesus menghadapi dilema: maju kena mundur kena. Mengapa Yesus melarang berdosa lagi? (1) ada konsekuensi penghukuman (2) Yesus sudah membebaskan diadari perempuan itu dari hukuman (ay.7, 11: bukan alasan untuk tidak mendisplin dosa jemaat tetapi menyatakan rencana penebusan Allah di salib. Aplikasi: (1) jangan mempermainkan anugerah Tuhan dengan terus berdosa karena ada konsekuensi; (2) Tuhan Yesus sudah membebaskan kita, apa balasan kita? jangan berbuat dosa lagi tetapi memuliakan Dia dengan tubuhmu.

Dua hal: (1) Apa yg menjadi standar manusia menghukum seseorang? Taurat, adat, hukum negara? Manusia masih bisa kompromi, tetapi Allah tidak bisa kompromi. Upah dosa= maut. (2) Cara pandang Tuhan Yesus menghadapi orang berdosa � belas kasih, simpati, rahmat kepada yg berdosa. Ilustrasi: kontrak mati pencopet di Yogyakarta, sekali mencopet tidak bisa bertobat lagi karena sudah terikat kontrak mati. (cf. Harian Kompas). Itulah cara dunia ketika memandang seorang berdosa: tiada ampun, tiada belas kasihan. David Atkinson: pengampunan adalah suatu konsep perubahan dinamis. Pengampunan mematahkan perangkap ke dalam suatu determinisme fatalistik. Pengampunan sadar akan adanya kenyataan kejahatan, kesalahan dan ketidakadilan, namun berusaha menanggapi kesalahan dengan cara yg kreatif untuk kemungkinan-2 baru.

Yang mereka tuntut adalah judgement dan punishment. Mereka sudah judge, tetapi mereka menuntut punishment dari Yesus. Yesus ada judgement, ttp tidak memberi punishment, karena ada belas kasihan. Yesus tidak tolerir dosa. Perempuan ini diseret ke orang ramai sudah merupakan punishment. Mereka mengharapkan lebih dengan tujuan menjerat Yesus. Belas kasihan: tahu judgment, tetapi mau melepaskan punishment, itulah compassion.

Christianity Today: Paus Benedictus: �Luther was right� dlm hal Sola Fide dan Sola Gracia. Tiga hal besar: (1) paradigma baru: pelayanan Yesus adalah pelayanan yg berbeda. Sorotan Injil: orang2 yg tidak layak tetapi diberi anugerah (2) soroton teologis: Karl Barth: dalam manusia, orang akan jadi dua hal: being in itself; being to itself, tolok ukur standar dari luar. (3) pengampunan dan kasih melahirkan suatu pertobatan.

Yesus: �Jangan berbuat dosa lagi�. Apakah perempuan ini berbuat lagi atau tidak? Koridornya hukum kasih. Ada dua kebenaran dalam hal kasih (1) tidak melepaskan seseorang dari tanggung jawab dosanya. Ketika seseorang terus berdosa, ada hukuman (2) diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang lebih baik lagi. Pengampunan adalah kesempatan untuk memulai yang baru, berbuat yg benar.

Latar belakang hukum yg ditegakkan oleh Ahli Taurat adalah Im 20: perempuan bersuami yg menyeleweng. Ul 22:23f: klasifikasi mencakup gadis. Ada hukum positif dan hukum negatif. Hukum positif: jiwa dari undang-undang itu sendiri. Bukan spt Polantas menunggui orang yg melanggar lalu lintas. Yesus ingin orang mengenal hukum positif, yaitu bagaimana menjaga kehidupan supaya kudus. Aplikasi: mengajak jemaat untuk melihat hukum2 Allah dari sisi positif: sadar hukum, taat, takut. Yesus memberi kesempatan kepada wanita itu untuk tidak berdosa lagi. Tetapi bandingkan perikop berikut: Yesus terang dunia.

Peran orang Farisis dan ahli Taurat: (1) jika mereka tidak berfungsi sbg gembala, maka mereka mengurus apa yg tidak harus diurus. (2) disitu ada kebencian pada Yesus, sehingga apapun digunakan untuk serang Yesus. (3) para tokoh agama tidak berfungsi sbg terang. Mereka adalah pencipta kegelapan, tidak menjadi inspirasi kebenaran bagi manusia, tetapi membawa kegelapan (dlm diri wanita itu) menjadi lebih gelap lagi dengan cara penyelesaian mereka. Yesus bercerita tentang grace dan law. Law seharusnya membuat orang memahami grace tetapi grace tidak membuat law tiada. Tokoh agama: menciptakan hukum, tetapi tidak menerapkan pd diri sendiri. Yesus: ukuran yg mereka buat sendiri, mereka sendiri tidak lolos. (1) Yesus memberi kesempatan kepada wanita itu. (2) Yesus bicara perubahan. Jangan berbuat dosa lagi. (3) Yesus mendorong perempuan untuk memulai yg baru: �Pergilah ��

Rumah ibadah dijadikan tempat pengadilan bukan lagi tempat untuk beribadah. Ada hakim, pendosa dan pendakwa. Tetapi tidak ada pengacara. Mereka tidak datang untuk menyelesaikan dosa tetapi untuk menghakimi. Yesus tahu maksud busuk mereka.
Mereka melepaskan pria itu, tetapi menangkap perempuan itu.
1. Yesus tahu apa yang menjadi motifasi mereka. Ada yang mengatakan Yesus menulis, Hukum Taurat, hukum kasih, daftar2 dosa.
2. Kalimat Tuhan Yesus tidak memberikan hukuman itu tetapi lebih menyadarkan mereka akan keberadaan mereka, siapa mereka dan bagaimana mereka sendiri. Maka mereka pergi.
3. Kesempatan itu Tuhan Yesus berikan agar perempuan itu mengalami perubahan.

(1) Dosa itu variable, perempuan itu memang berzinah. Tetapi ahli taurat itu menangkap yang lemah melepaskan yang kuat. (2) Dosa itu dilakukan dengan bebas tetapi pasti akan dibuka. (3) Dosa itu ada konsekuensinya: dipermalukan dan kematian. (4) Dosa membutuhkan pengampunan, bukan dibahas, dilihat. Dosa harus dihentikan, ditinggalkan maka Tuhan Yesus mengatakan jangan berbuat dosa lagi.

Yohanes: Yesus adalah Allah. Ps.8: Yesus adalah Allah yg punya hak untuk mengampuni. Yesus berkuasa. Ps.4: Akulah Kristus itu. Untuk orang2 yg bertobat ada berbagai cara untuk terapi: behavior, kognitif dan family therapy (karena ia memberontak dlm keluarga, sehingga penerimaan keluarga itu penting). Bagaimana sikap gereja terhadap orang berdosa? Kapan gereja bisa menerima kembali orang berdosa? Kapan gereja bisa membuka tangan menerima orang berdosa?

� Mengajak orang yg datang (1)yg belum jatuh ke dalam dosa, jangan berdosa (2) yg sudah diampuni, jangan berdosa lagi. Perzinahan tidak hanya satu pihak (konteks: wanita itu tetapi juga prianya). Definisi: Zinah dalam pikiran juga berzinah. Seksualitas dan sadism. Seksualitas: terpikat terikat hanya melalui seks. Tdk melihat ada cara lain. Sadism: powerlessness to be. Ia tidak bisa hadir dengan keadaan dirinya sendiri tetapi dengan sadisme. Tokoh agama: lupa bhw agama punya dua arti dari agama: relegare dan religare. (1) diikat (untuk hidup sesuai yg ditetapkan); (2) sekali lagi: beri kesempatan.
� Pengalaman Paulus: dia sadar dia gagal; dia ingin buat baik tetapi tidak bisa. Nafsu manusia: ingin yg paling menyenangkan menjadi godaan yg besar sekali. Dosa lahir dari godaan luar dan nafsu di dalam. Akibat: maut.
� Sebenarnya melanggar satu hukum sama dengan melanggar semua. 1 mobil punya 5 pintu, satu tidak dikunci semua bisa dicuri. Zinah dan irihati sama. Hari ini kita datang kpd Tuhan tidak ada yang lebih baik satu dari yang lain. Dalam dunia sekuler ini kita perlu hidup yang sakral, ketika semua orang pergi, Tuhan Yesus tinggal di sana sendirian. Ia datang untuk melepaskan orang berdosa. Rahmat lebih indah daripada taurat. Pada umumnya manusia berdosa, kalau tahu, sengaja...:
a. Tidak takut Tuhan
b. Tidak mempertimbangkan akibat
c. Tidak jaga martabat (citra ciptaa itu indah, manusia akan melarat)
d. Tidak jadi berkat (tidak berfikir bahwa ada akibat).
Ketika Tuhan Yesus bertanya tidak adakah yang menghukum, tetapi mengapa Dia juga tidak menghukum? Hanya Yesus yang tahu apa yang ada di dalam hati wanita itu. Entahkah di bertobat karena takut mati, sakit, dll. Jadi hanya Yesus yang tahu apa yang di dalam hati perempuan itu. Alkitab tidak menulis apa2 yang ditulis oleh Tuhan Yesus.
� Between judge as the savior. Tugas kita adalah kalau bisa memberikan pengampunan mengapa tidak. Ampun itu tidak hitung lagi, bukan hanya forgive tetapi juga forgetting. Yang mengampuni itu menderita dan yang diampuni juga menderita. Yesus tahu ia harus di hukum, tidak bisa tidak di hukum, maka Ia menanggung dan mengampuni manusia. Domba Allah menghapus dosa manusia, Ia menanggung laknat, kutuk manusia. Ia menanggungnya dan membebaskan manusia berdosa itu. Ia datang bukan meniadakan tetapi Ia menggenapinya. Let go � Yesus melepaskan dia. Ada yang pergi tetap membawa dosa (batu2 mereka ada). Tetapi perempuan ini pergi dengan kelegaan karena ia mengalami pengampunan. Banyak orang yang ahli taurat tetapi kehilangan rahmat.

Kamis, 05 Februari 2009

�HANCURKAN BERHALA �BERHALA KEHIDUPAN�

Pmbahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 05 February 2009

�HANCURKAN BERHALA �BERHALA KEHIDUPAN�
(Kel 20:4-6)
Exo 20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
Exo 20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
Exo 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Exo 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Exo 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
Exo 20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
Exo 20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

Secara umum, ada 3 bentuk kalimat dalam bahasa Indonesia, maupun bahasa yang lain, yaitu:
[1]. Indicative (casual / ordinary statement).
[2]. Imperative.
[3]. Interrogative.
Kalimat imperative / perintah itu sendiri dibagi 2 lagi: command dan prohibition.
Command = Kalimat perintah yang bersifat aktif.
Prohibition = Kalimat perintah yang bersifat pasif.
Kalimat prohibition itu juga ada 2 jenis: permanent prohibition (lo) dan temporary prohibition (al).
Dalam kontex 10 hukum ini, prohibition yang dipakai adalah permanent prohibition.
Sedangkan temporary prohibition banyak dipakai di Amsal, yang mengindikasikan kemungkinan disesuaikan pada zaman berikutnya.
Dalam bagian ini, Tuhan sendiri memberikan permanent prohibition untuk manusia bukan hanya memiliki obyek sembahan yang lain (hukum I), tapi juga cara menyembah yang sama seperti penyembahan bangsa lain (hukum II).
Konsep penyembahan yang benar bukan hanya di dalam gereja, tapi dalam hidup.
Yesaya mengingatkan bahwa penyembahan itu dilakukan setiap hari (Yes. 50:4).
Manusia membutuhkan Tuhan dalam hidupnya, kalau mendapat ilah yang salah (menyembah berhala / idolater), maka hidupnya akan letih lesu.
Kata �Letih lesu� yang sama dipakai untuk menunjukkan orang yang letih lesu karena menyembah berhala (Yes. 44:12).

Berhala = bukan hanya patung, tapi juga 3 ta = Tahta, Harta, Wanita.
Dalam bahasa Chinese, cemburu = ce sie = membenci yang jahat.
Mengapa manusia mau membuat berhala?
[1]. Secara natur, manusia dicipta serupa dan segambar dengan Allah.
Maka manusia memiliki pikiran, kehendak, emosi.
Maka kalau manusia berkehendak membuat berhala = ingin lepas dari control Allah = dosa.
Justru pada saat manusia ingin bebas dari Allah = mencelakakan / mematikan / membahayakan dirinya sendiri = boomerang.
Oleh karena Allah tahu hal itu, maka Allah melarang jangan membuat berhala.
[2]. Karena manusia ingin mengutamakan / mencari kekuatan yang lain.
Manusia meragukan kekuatan Allah (I Yoh. 2:16), maka mencari kekuatan yang lain.

Berhala dikaitkan dengan tradisi Chinese (dalam suasana Imlek).
Banyak orang Chinese yang masih terikat dengan tradisi yang tanpa disadari, walaupun sudah masuk gereja.
Mis.: Ada yang masih memiliki patung-patung.
Tapi, hati-hati waktu berkhotbah tentang hal ini, karena ada banyak jemaat yang memang masih demikian, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tak dikehendaki.
Berhala modern = hari Minggu masih berdagang, bertemu customer, mau prospek orang yang memang hanya bisa hari Minggu, sehingga semua itu menghalangi tak bisa ke gereja.
Berkat kalau kita membuang semua berhala dalam hidup kita (Im. 26:3-13).

Manusia suka membuat idol (berhala) dalam hidupnya. Mis.: American Idol, dll.
Idol = sesuatu / seseorang yang diperilah, sehingga menggantikan Allah sendiri.
Tuhan sangat tidak suka akan hal itu.
Maka Tuhan mau mengembalikan masyarakat yang polytheist menjadi monotheist.
Berhala modern = Mamon.
Mamon terjemahan umum adalah uang / harta, tapi kata �Mamon� itu ditulis dalam huruf besar = sesuatu yang diperoknum sedemikan rupa, sehingga menggantikan Allah.
Tuhan mau kita mengutamakan dan mengasihi Tuhan dengan segenap hati (v 6, cf. Matt. 22).
Bukan hanya ada perlunya saja, baru ingat Tuhan.
Mis.: Mobil kalau bannya semua baik, tak perlu ke bengkel, tapi kalau kempes, baru ingat bengkel. Manusia juga, kalau semua baik, tak perlu Tuhan, kalau ada masalah baru ingat Tuhan.

Berhala = sesuatu yang �Bisa� menggantikan Allah, yang menjadi sandaran kita.

Tuhan mau kita memprioritaskan kasih kita pada Tuhan, bukan yang lain.
Maka dikatakan di sini mengenai �Allah yang cemburu.�
Bila manusia tak mengasihi Allah dengan segenap hati / membagi kasih kepada yang lain, maka Allah akan cemburu (v 5).
Kalau Allah sudah cemburu, maka Tuhan akan memberikan hukuman, bahkan sampai kepada keturunannya.
Tuhan berkata bahwa kalau ada orang yang mengasihi saudaranya, keluarganya, pekerjaannya, segala milikinya, . . . , ia tak layak (Lk. 16).
Berhala yang utama pada zaman ini adalah pekerjaan, karena, resesi / tekanan hidup / kebutuhan sehari, membuat seseorang menjadikan pekerjaan berhala baginya.

Waktu Israel keluar dari Mesir, Allah ingin orang Israel benar-benar hidup yang baru, tak seperti orang Mesir. Orang Mesir adalah orang yang Polytheist.
Manusia ingin Allah yang dapat dikontrol. Allah tak bisa dikontrol, maka manusia ingin mencari Allah baru. Dari situlah berhala itu muncul.
Maka waktu manusia ingin mengatur sesuatu, dari situlah muncul berhala.
Salomo orang yang sangat berhikmat, tapi jatuh dalam penyembahan berhala.
Tuhan merobek kerajaan menjadi 2 = hukuman Tuhan.
Kalau Tuhan menghukum, hukuman-Nya serius.
Maka ada perkataan �Mari menyembah Allah Daud,� bukan �Allah Salomo,� karena Allah Salomo tak jelas.
Kecemburuan Allah diulang di Yohanes, bahkan sampai Yakobus.
Allah mau kita mentaati Dia bukan dengan paksa, tapi dengan tulus / rela.
Karena, Allah tahu kalau kita menyembah yang lain, maka hidupnya akan hancur.
Setiap orang punya berhala dalam hidupnya.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at, 06 February 2009

Tremper Longman III mengatakan,�Ketika kita mengamati hukum-hukum Musa, kita mendapati bahwa hukum-hukum ini berhubungan dengan isu-isu penting yang beraneka ragam dan mencakup hubungan antara Allah dengan manusia dan antara sesama manusia. Umpamanya, kita dapat melihat bahwa sebagian besar hukum-hukum dalam Kitab Imamat dan Bilangan berhubungan dengan ibadah formal bangsa Israel, tetapi ada juga hukum-hukum yang berhubungan dengan bangsa Israel sebagai seorang anggota masyarakat dan dalam menjalankan peraturan-peraturan moral yang khusus. Kitab Keluaran dan Ulangan juga berisi hukum-hukum yang berhubungan dengan manusia sebagai makhluk bermoral, anggota masyarakat dan orang-orang yang beribadah.�
Dasar dari hukum Perjanjian Lama adalah Dasa Titah. Dalam Dasa Titah ini ada tiga hukum yang diangkat ketika kita menggumuli tanggungjawab kita, kepada hukum yang telah diberikan oleh Allah sendiri kepada bangsa Israel.
Pertama, hukum moral menyatakan prinsip-prinsip Allah untuk berhubungan yang benar dengan Dia dan dengan sesama. Sepuluh hukum merupakan ekspresi kehendak Allah yang paling jelas dan kuat untuk umat-Nya.
Kedua, hukum-hukum sipil. hukum-hukum ini mengatur bangsa Israel sebagai bangsa pilihan Allah yang menjadi umat pilihan-Nya.
Ketiga, ialah hukum ritual yang menggambarkan bagaimana bangsa Israel harus menyembah Tuhan.
Dasa Titah berlatar belakang sejarah, dalam hal ini sejarah dari anugerah Allah kepada bangsa Israel. Jadi bukannya kebetulan bahwa Dasa Titah di mulai dengan sebuah prolog sejarah yang mengingatkan pembebasan dari Mesir. Pemberian Dasa Titah kepada bangsa Israel di Sinai terjadi dalam sebuah konteks hubungan yang ramah, di mana Allah ingin menjalin sebuah relasi dengan umat-Nya. Allah membuat kehadiran khusus-Nya berdiam di tengah bangsa Israel, sebab itu kekudusan-Nya tidak akan membiarkan pemberontakan sedemikian nyata tetap berlangsung.
Hukum kedua dari dasa Titah ini, bermaksud agar kita menjauhkan diri dari penyembahan kepada berhala, baik itu berhala batu atau logam yang mencobai bangsa Israel, atau berhala2 yang tidak berbentuk seperti kuasa, kontrol dan kekayaan di masa kini.
Tangan kita terlampau cepat merasa aman dan bebas dari bahaya penyembahan berhala, hanya karena kita tidak menyimpan satu patung pun di rumah kita. Namun demikian, �dosa besar� ini tidak terutama berkenaan dengan ada tidaknya benda-benda tertentu di luar kita. Idolatry adalah bahaya serius, sebab ia merasuk, menusuk dan menyusup ke dalam jiwa. Karena itu, tepat sekali apa yang dikatakan William Barclay,�Bahwa penyembahan berhala bukanlah sebuah relik antik dari masa silam, melainkan ancaman nyata untuk masa sekarang.�
Pola pikir dan sikap hidup yang bagaimanakah yang dapat dikategorikan sebagai penyembahan berhala? Barclay mengungkapkan akan hal ini dalam dua hal.
Pertama, penyembahan berhala dimanifestasikan dalam bentuk sikap dan praktek memperlakukan alat sebagai tujuan. Benda yang awal mulanya dengan tujuan baik, dimaksudkan untuk membantu manusia merasa dekat dengan Tuhan, lambat laun berubah fungsi dan posisi menjadi �tuhan� itu sendiri. Tidak lagi sekadar �alat ibadah� tapi �pusat ibadah�. Karena itu, penyembahan berhala adalah dosa yang sangat serius. Ini merupakan �kudeta� terang2an terhadap Allah.
Kedua, idolatry menurut Barclay, adalah ketika orang menukar �pribadi� dengan �materi�. Ketika benda lebih diutamakan ketimbang manusia. Inti penyembahan berhala adalah, orang menyembah benda, bukan pribadi. Beribadah kepada benda mati, bukan kepada Allah yang hidup. Berhala bisa berwujud apa saja. Pokoknya, apa saja yang bukan Tuhan � yang oleh seseorang dianggap sebagai yang paling penting dan paling utama dalam hidupnya, itulah berhala. Dan ini justru merupakan ciri paling mencolok dari modernisasi.
Idolatry sampai saat ini masih bernapas dan bertenaga. Ia sama sekali bukan cuma penyakit orang2 primitif. Ketika �alat� menjadi �tujuan� dan ketika �benda� lebih penting dari Allah atau �manusia�, penyembahan berhala hadir di situ. Ada aspek lain dari idolatry yang sama berbahayanya, yaitu bahwa di samping mempertuhankan berhala, orang-orang memberhalakan Tuhan.
Brasnilaw Malinowsky, seorang antropolog terkenal, menulis sebuah buku yang berjudul �Science, Magic and Religion�. Kesimpulannya, kata Malinowsky, ketika sesuatu sudah dapat dikerjakan sendiri oleh tangan manusia, maka mereka tidak memerlukan bantuan dari luar. Science sudah cukup, dan Tuhan tidak perlu ikutan. Baru tatkala keadaan bertambah buruk, tak bisa lagi dikendalikan oleh science, manusia membutuhkan magic. Artinya, manusia membutuhkan Tuhan, tapi �Tuhan� dalam pengertian tertentu. Yaitu Tuhan yang melayani kebutuhan serta kepentingan tertentu. Tuhan yang melayani kebutuhan serta kepentingan manusia. �Tuhan magic� .
Almarhum Pdt. Eka Darmaputera mengatakan,�Tuhan ini disembah dan dipuja, tapi ujung2nya untuk melayani manusia! Itulah inti penyembahan berhala. Berhala disembah, tapi apakah untuk kehormatan berhala itu sendiri? Tidak! Berhala itu disembah sebagai suatu metode penakluk agar ia bersedia melayani si penyembahnya.�
Kategori yang ketiga yang disebut sebagai religion, yaitu ketika manusia menyembah Tuhan semata-mata karena Dia Tuhan. Apapun yang dilakukan-Nya, apapun yang Dia berikan. Tanpa syarat, tanpa pamrih. Dia adalah Allah Mahakuasa yang memiliki kita, dan kita adalah hamba-hamba-Nya. Aku menyembah-Mu, Tuhan, karena Engkau adalah Tuhan! Yang empunya kehidupan ini, dan yang layak untuk menerima penyembahan, puja dan puji dari selama-lamanya sampai selamanya.
Penutup: Mazmur 63:1-5

Aksiologi seseorang mempengaruhi keutamaan hidup seseorang. Aksiologi adalah cara pikir filosofis dalam sistem nilai hidup seseorang. Aksiologi dalam dunia pendidikan dalam masa kanak-kanak, adalah abstrak tapi makin lama akan semakin konkret. Saya berdialog dengan anak-anak, mereka igin sekali jadi Spiderman. Saya katakan untuk menjadi Spiderman susah karena gedung pencakar langit jarang, ada lagi yang mau menjadi wonder woman. Masalahnya dalam hidup kita tatanan nilai dalam hidup orang Kristen, kita seharusnya kita memuliakan Tuhan. Ada porsi dalam hidup kita yang menjadi idola. Harusnya keutamaan yang kita berikan.

Beberapa tahun ini sedang gencarnya disukai oleh orang tertentu, khususnya HT menghancurkan patung, boneka, dsbnya. Tetapi mereka mulai mempertanyakan Keluaran 20 ini. Sederhana saja, ayat 3, artinya yang tidak berbentuk, ayat 4-5 adalah yang berbentuk, dan efeknya.

Tuhan selalu mengingatkan kita supaya kita terlepas dari ketergantungan mental dan rohani, dari yang bukan Tuhan. Ada istilah yang sangat bagus, Escape from fredom adalah istilah yang sangat bagus ketika kita dibebaskan dari dosa, dan ketergantungan rohani yang bukan Tuhan, kita itu tidak betah dengan kebebasan yang bukan Tuhan. Renungkan dalam hidup kita, apakah kita bebas di dalam Tuhan? Apakah kita melarikan dari fredom yang Tuhan berikan. Bukan sesuatu yang mungkin secara nyata, tetapi kecenderungan hati yang selalu ingin dijajah dan dijajah lagi.

2 hal dari poin ini:
Apa itu berhala? Sering kali yang dimaksud berhala berupa patung atau kasat mata. Dalam poin ini, mungkin jemaat kita tidak ada yang memilikinya. Tapi FT tidak hanya bermaksud demikian, FT berkata bahwa �allah lain� artinya tidak ada yang akan dijadikan tandingan di hadapan-Nya, karena Dialah yang paling agung dan mulia. Musa memulai dengan menyebut dengna Tuhan Allah. Kemudian ayat bicara tentang aplikasi, allah yang lain itu apa? Ayat ke 5 adalah jangan sujud menyembahnya artinya mencurahkan segenap daya, melebihi apa diberikan kepada Tuhan. Jadi apa itu berhala sesungguhnya? Tanpa kita sadar, kita melakukan perselingkungan rohani karena selain memiliki Allah tetapi tanpa disadari di hati yang terdalam ada allah lain. Perselingkuhan ini sangat bahaya, ada jemaat yang mensakralkan salib, simpan di bawah bantal supaya tidak ada roh jahat. Bahkan ada yang berdoa menghadap gambar Tuhan Yesus, bukankah itu adalah berhala?
Hancurkan berhala-berhala dari kehidupanmu. Tentu ada alasan Tuhan berkata demikian, ada 2 alasan? Pertama, karena ada ancaman hukuman. Tuhan akan menyatakan hukuman-Nya atas orang yang menyembah allah lain, karena Allah cemburu. Bukan hanya emosi semata-mata, tapi hak dan kemuliaan-Nya direbut dari Allah oleh manusia. Kedua, Tuhan akan membalas. Dalam bahasa asli menggunakan kata �afa�, memiliki arti penghukuman karena penyelewengan yang dialih fungsikan kepada ciptaan, maka Tuhan akan membalasnya. Juga karena Allah begitu mengasihi kita, masa kita membalas dengan mengkhiananti cinta kasih-Nya. �Khesed� Tuhan bukan hanya sekadar baik, tetapi khesed adalah kebaikan Tuhan dari kekal sampai selama-lamanya, kasih yang tidak berakhir. Ayat 2, Allah menyatakan kasih-Nya kepada umat Israel, Inilah alasan yang kedua. Di dalam hal ini, penulis memaparkan siapa diri Allah dan siapa manusia (Israel), mereka adalah orang yang hidup yang tanpa pengharapan, terbelenggu. Ini adalah pertolongan tangan Tuhan, sehingga manusia dibebaskan dari belenggu.

Pertanyaan yang saya ajukan adalah mengapa Tuhan melarang sesembahan patung dan berhala:
patung dan berhala itu palsu. Segala sesuatu yang divisualkan adalah palsu. Allah adalah roh, ketika hal ini divisualkan maka itu adalah sesuatu yang salah, Allah yang benar adalah roh dan kita harus menyembah dalam Roh dan Kebenaran (Yoh 4:24). Tetapi kecenderungan manusia memang demikian, memvisualkan segala sesuatu, bisa dilihat, diraba, didengar seperti orang Israel ketika mereka membuat lembu emas.
Ada yang namanya ketimpangan dan percabangan hati. Jika adalah ilah dan Allah itu akan saling berjuang. Kita tidak bisa menyembah Tuhan + berhala, kita harus memilih.
Ayat 4, sebab Aku Tuhan Allahmu, itu merupakan syema bahwa Tuhan itu hidup. Mzm 135: 15-17 Tuhan ingin katakan, bahwa apapun yang dibuat manusia itu dilayani, tapi Tuhan tidak dilayani. Seharusnya kamu percaya kepada Allah yang hidup ini, bukan pada allah yang mati.

Apa saja bisa kita jadikan berhala.
Tinjau dari sudut kegunaan. Semua itu tidak ada kegunaan.
Dari sudut relasi. Jika kita bekas penyembah berhala, maka kita tidak lagi ada kontak dengan hal itu.
Bagaimana jika itu pemberian orang? kita bisa menolaknya.
Bagaimana bila patung itu ada roh jahat? Orang percaya tidak bisa dirasuk setan, tapi bisa diganggu.

Dalam rangka perayaan tahun baru Imlek yang akan berakhir tgl 9 Pebruari 2009, pada hari Cap Go Me-nya, dikaitkan dengan tema minggu perlu ditekankan tentang berhala, idola, patung dan ukiran, serta mamon dan penyembahan yang abstrak dalam hidup orang percaya, bagi kaum Kristiani perlu ditekankan :
Naga dan singa yang ikut meramaikan tahun baru itu adalah simbolik perlawanan terhadap roh jahat dan mengundang berkat dan rejeki, khusus tentang naga tidak perlu dikaitkan dengan naga dan ular tua yang melambangkan iblis roh jahat, agar tidak menyalahpahami kebudayaan yang selama ini sudah ada.
Penyembahan papan nama orangtua yang sudah meninggal dan nenek moyang. Asal mula kejadian itu adalah suatu cerita tentang anak yang tidak hormat kepada orangtua - ibu yang janda, selagi ia membajak di sawah di siang harinya, selalu dikirimi makanan, terlalu pagi atau terlambat datang menjadi hal yang dimasalahkan anaknya, membuat ibunya hidup dalam ketegangan. Namun pada suatu hari ia melihat seekor anak domba menerima susu dari induknya dengan sikap hormat berlutut, kesadaran membuat ia ingin memohon maaf kepada ibunya, namun disalahpahami oleh ibunya sehingga jeritan ia membuat ibunya melarikan diri daripadanya dan akhirnya terjun dan mati dalam telaga. 3 hari 3 malam ia mencari ibunya yang hilang tanpa hasil, maka ia mengambil sebuah kayu dari dasar telaga, di bawa ke rumah dan menaruhnya di meja tengah di ruang utama. Ia pamit waktu pergi dan melapor pulang kepada kayu yang ia anggap sebagai ibunya dan menyuguhi makanan dan berkata-kata kepada kayu itu seolah-olah ibunya masih hidup. Hal itu menjadi tradisi tionghoa untuk memasang papan nama menghadirkan orang yang sudah meninggal, agar teringat dan memberi hormat khusus ditanggal 1 dan 15 setiap bulannya, dengan makanan yang ditaruh dihadapannya. Sebenarnya menghormati orangtua adalah minum air ingat sumbernya, berbakti kepada orangtua menjadi keharusan hidup orang yang bermoral, bagi orang Kristen perlu mengetahui bahwa menyembah nenek moyang (pai cu cung) sebenarnya cu itu akar, cung itu sumber, Lukas 3:33 : manusia pertama Adam adalah anak Allah, maka menyembah nenek moyang terakhir harus menyembah Allah. Pepatah : Hidup sebutir nasi lebih indah daripada mati sekuintal padi (selagi orangtua masih hidup harus dihormati dan disayangi).
Dalam kotbah minggu ini jangan ada sikap menyerang orang yang belum kenal Tuhan dan perlu mendoakan orang yang terikat oleh penyembahan yang salah.

Kamis, 22 Januari 2009

SATU-SATUNYA JALAN

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 22 January 2009

SATU-SATUNYA JALAN
Matius 7:12-14
Mat 7:12: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13 :Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14: karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Ayat ini terletak di dalam kontex khotbah Yesus di bukit.
Ayat ini terletak hampir di bagian akhir dari khotbah Yesus itu.
Dalam bagian ini, Yesus ingin supaya pendengarnya mulai mengambil keputusan untuk melakukan apa yang sudah didengarnya.
Apa yang dikhotbahkan Yesus sungguh sangat berbeda dari apa yang dilakukan di dalam dunia.
Bagi orang dunia, kalau ada orang yang berbuat jahat, maka harus dibalas.
Seperti orang Israel sekarang, yang berkata, �Kalau ada 1 orang Israel mati, maka harus membalas membunuh 1000 orang Palestina.�
Tapi, orang yang melakukannya akan terlepas dari siklus kejahatan dunia ini.
1. Orang harus mengambil respon untuk mengikuti jalan Tuhan.
Tak banyak orang yang mau melakukannya, sehingga digambarkan seperti orang yang masuk melalui pintu yang sempit.

2. Orang yang mengambil respon ini akan menghadapi kesulitan.
Sempit = sulit melewatinya.
Tapi, ia harus tetap setia.
Ia harus tetap bertahan dalam kesulitan itu.
Ill. David, seorang pendaki Himalaya yang mendaki gunung itu bersama 40 orang lainnya. Dalam perjalanan pulang, ia kehabisan oksigen. Ia pingsan dan hampir mati, tapi tak ada 1 orangpun yang mau memberikan oksigennya padanya. Mungkin mereka berpikir kalau mereka membagikan oksigennya, maka mereka akan mati.
Ia harus memiliki sikap hidup yang rela berkorban / tak suka membandingkan diri dengan orang lain.
Orang yang demikian, bisa keluar dari keegoisannya.

3. Orang yang mengambil respon ini akan mendapat berkat Tuhan.
Seperti Yesus yang pernah berkata, bahwa Ia adalah pintu (Yoh. 10:7, 9), dan domba yang masuk melaluinya akan mendapatkan padang rumput dan hidup yang berkelimpahan.

Dalam khotbah Yesus di bukit ini, Yesus memberikan banyak hal.
Dalam kontex ayat 11, Bapa yang baik, Bapa itu baik kepada semua orang.
Yesus menekankan bahwa orang yang memiliki relasi baik dengan Bapa yang baik kepada semua orang, maka ia harus menyatakan itu dalam relasi dengan manusia.
Nah, untuk memiliki relasi yang baik dengan Bapa, harus melalui 1 jalan, yaitu Yesus.
Tak banyak orang yang mau melalui pintu itu (minoritas), karena memang akan mengalami kesulitan (pintu yang sempit).
Kesulitan itu makin lama makin sulit.
Tak banyak orang bisa bertahan sampai pada akhirnya.
Penulis lagu �It�s well with my soul� bisa bertahan waktu keluarga meninggal, tapi ketika ia dipojokkan oleh gereja yang menganggapnya orang terkutuk dan mengucilkannya, sehingga ia bisa mengalami bencana seperti itu, ia tak tahan. Ia menjadi gila pada akhirnya.
Ada orang Kristen yang mengeluarkan semua hartanya untuk menyembuhkan anaknya di Singapore. Setelah habis hartanya, anaknya meninggal. Ketika anaknya meninggal, iapun meninggalkan Tuhan. Ia mengikuti ajaran penginjilan bagi orang mati.
Yohanes pembaptis, dalam penderitaannya, dalam penjara, juga �Meragukan� Yesus yang dibaptisnya sendiri.
Satu-satunya jalan untuk bisa dikuatkan dalam iman melewati kesulitan yang dahsyat itu, yaitu adanya komunitas.
Seorang pendeta kulit hitam, tinggal di Chicago, sangat pandai berkhotbah, menikah agak �Terlambat.� Ia sangat bahagia memiliki istri yang sangat mengasihinya. Suatu kali, waktu ia menjemput istri yang baru pulang dari suatu tempat di airport, sangat terkejut, karena bukan istrinya yang datang, tapi mayat istrinya dalam sebuah peti mati. Seluruh iman, konsep theologianya hancur dalam kesedihan yang dalam. Tapi, ia berhasil dikuatkan oleh adanya seorang sahabat yang mengatakan, �Tuhan, mengasihimu.�

Jalan sempit itu adalah melawan arus.
Orang yang sudah percaya pada Tuhan, ia harus memiliki hidup yang melawan arus dengan tegas.
Ia tak boleh ikut berdosa, hidup dalam daerah abu-abu.

Masalah kebanyakan orang, bukan ia tak tahu, tapi tak mau melakukannya.
Apakah orang tak tahu, bahwa hanya ada 1 jalan keselamatan? Bahwa manusia tak bisa hidup hanya karena roti saja? Bahwa manusia harus mencari dulu kerajaan Allah? Dll., tapi yang menjadi masalah adalah melakukannya.
Seperti Paulus, rasul besar yang berkhotbah pada orang Efesus selama 3 tahun, siang malam, tak berhenti, dengan bercucuran air mata, pada setiap jemaat, tapi . . . apa hasilnya? (Ef. 20:31). Dan kalau kita melihat Why. 2, jemaat pertama yang ditegur adalah jemaat Efesus!!! Apakah mereka tak tahu? Apakah mereka tak mengerti? Bukan. Yang menjadi masalah adalah mereka tak melakukannya.
Maka, dalam minggu penginjilan ini, kita perlu belas kasihan Tuhan, bukan supaya mereka hanya tahu, tapi bisa menggerakkan hati manusia, untuk mengambil keputusan untuk �Berjalan lewat jalan yang hanya 1 itu.�

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at 23 Januari 2009

- Kehidupan selalu diperhadapkan pada pilihan.
*. pada umumnya manusia menentukan pilihan yang terbaik baginya baik yang ingin dia dapatkan dengan usahanya sendiri maupun yang diharapkan didapatkan dari orang lain.
*. selain itu manusia lebih suka menerima daripada memberi

- Disaat seseorang ingin menerima yang baik maka seharusnya juga harus memikirkan bagaimana memberikan yang baik juga kepada sesama.
* namun kenyataannya keegoisan dan kepentingan diri sendiri membuat banyak orang termasuk didalamnya orang-orang percaya justru hanya ingin menerima yang baik sedangkan tidak punya hati dan semangat untuk memberi yang baik bagi sesama meskipun dia dapat melakukannya.

- Matius 7:12-14 merupakan bagian pengajaran Tuhan Yesus dalam kumpulan khotbah di bukit. Tuhan Yesus menekankan perihal melakukan kebenaran kepada sesama sebagaimana kebenaran itu ingin diperlakukan kepada diri sendiri. Hukum ini bukan sekedar untuk dipahami dan dipercayai karena memiliki logika yang pantas namun untuk dilakukannya. Ini pola pikiran positif dari Tuhan Yesus.
- Kebenaran ini menjadi penegasan bahwa kehidupan yang kita jalani untuk dinikmati dengan benar haruslah dimulai dengan betapa sangat penting memperhatikan kehidupan setiap kita khususnya sebagai orang percaya untuk hidup dengan baik sehingga dengan demikian apa yang kita harapkan yang baik telah dan akan diterima dari Kristus juga dapat kita berikan kepada sesama.
* oleh karena mendapatkan yang terindah dalam Kristus merupakan hadiah yang terbaik dan tidak tertandingi dalam segala apa yang ditelah dan akan diterima. Hasil perenungan ini bahwa kita telah menerima sebagai yang kita butuhkan maka mengantar kita membagikannya.
� karena kita menempatkan diri pada masalah dan keadaan kita sebelumnya.

- �masuklah ... lebarlah pintu dan luaslah jalan
* banyak orang melalui dan berada didalamnya karena
� memberi kebebasan untuk melampiaskan gairah dan keinginan. Didalam jalan yang lebar ada pilihan jalan kecil yang menawarkan kehidupan yang lebih spesifik yang menawarkan kehidupan dosa yang lebih mendetail.
� paling mengerikan adalah jalan yang lebar itu menuju kebinasaan. Oleh karena jalan itu menjauhkan diri seseorang dari hadirat Allah

- Jalan satu-satunya dalam pengertian: jalan kehidupan ... �pintu itu sesak..�
*. pintu yang dimaksudkan adalah jalan pertobatan dan percaya kepada Kristus. �sesak� karena tidak banyak orang mau melaluinya.
� menuntut diri untuk keluar dari dosa, untuk menjalani kehidupan yang melawan arus. Perubahan hidup dituntut sehingga membatasi segala keinginan dan bahkan rela melepaskan banyak hal yang tidak benar dan tidak sesuai yang Tuhan kehendaki.

- jalan kehidupan ... �jalannya sempit..�
*. akhir perjalanan masih panjang dan jalan itu sempit. Memberikan gambaran pilihan jalan kehidupan selalu berhadapan dengan perlawanan. Perjalanan diperhadapkan pada pilihan untuk menjalani kehidupan penyangkalan diri dan memikul salib.
� kesiapan berhadapan dengan godaan dan menolak tawaran yang menjerumuskan hidup jauh dari Tuhan
� berhadapan dengan jalan kesulitan/kesukaran dan penderitaan dalam segala penolakan dan sasaran kebencian
@ tidak mengherankan sedikit orang yang menghendaki melalui jalan yang sesak dan sempit.
# tidak ingin dibatasi dan tidak ingin melewatkan untuk mengalami kesenangan didalam dunia yang dianggapnya sebagai kesempatan.

- pilihan bagi jalan sesak dan sempit merupakan pilihan yang membawa kehidupan meskipun tidak mudah dilewatinya. Namun tidak sendiri karena kasih Kristus yang telah mati dan bangkit menjadi pengharapan penyertaan-Nya.

Peribahasa �Ada banyak jalan menuju Roma� sering dikaitkan dengan jalan menuju sorga. Di Roma ada air mata tetapi di sorga tidak ada. Yesus mengkontraskan ajaran-Nya dengan ajaran para ahli Taurat di mana ada dua macam pengajaran. Pintu yang sempit dan luas. Ini menjadi sebuah pilihan. Banyak orang masuk pada pintu yang luas, tetapi menuju kebinasaan. Sementara pintu yang sesak dan sempit itu sedikit yang memilih. Para pendengar (remaja) diperhadapkan pilihan dari kedua pintu itu. Pilih yang mana? Untuk konteks khotbah di remaja, arahkan biar remaja memilih yang benar, yang sesak dan sempit itu, dibandingkan memilih jalan menuju kebinasaan itu di mana ada kesenangan dunia, foya-foya, dan hidup dengan sebebasnya. Jalan yang luas itu juga sering dikaitkan dengan sebuah pengajaran sesat.

Matius 7 ini berbicara tentang etika kehidupan orang kristen di tengah-tengah masyarakat: Harus tampil beda dengan orang-orang lain. Ayat 12 berbicara tentang etika itu: memperlakukan orang lain dengan baik lebih dahulu. Kita harus menuntut diri lebih dahulu sebelum menuntut orang lain. Sementara ayat 13-14 berbicara mengenai sebuah pilihan: Jalan sempit dan luas. John Stott: di dalam pintu yang lebar itu kita kita bisa membawa semua kesenangan kita, nafsu, hobi dsb di mana semuanya itu bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Banyak orang mau ke sana karena lebih suka memilih kebebasan dan kesenangan itu. Kristus mengajarkan kita harus melepaskan semua kesenangan itu, dan memilih jalan yang sempit itu: jalan salib. Meski berat, ujungnya adalah menemukan kehidupan yang menyenangkan dan kekal.

Jalan yang sempit itu harus kita cari. Jalan yang sempit juga harus di tempuh, sebuah keputusan pribadi, juga sebuah jalan keselamatan dimana kita harus mengorbankan apa yang kita senangi. Ada tiga hal yang akan disampaikan:
Pilihan arah hidup kita (agar tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri)
Pilihan pengaruh hidup (pengajaran dan siapa yang harus kita taati)
Pondasi hidup (bangunan seperti apa yang kita bangun untuk menjadi kekuatan pondasi hidup kita).

Paranorma mama Lauren, �Semua agama itu menuju kepada jalan yang sama.� Apa yang dikatakan itu merupakan sebuah pemahaman universalisme. Dalam konsep keselamatan, ada empat macam pandangan tentang sebuah keselamatan:
Universalisme (semua orang akan diselamatkan).
Pluralisme (semua agama itu sama hanya caranya saja yang beda, orang boleh punya satu agama)
Inklusivisme (semua agama itu menyelamatkan, tetapi orang itu tidak akan pindah ke agama/kepercayaan lain).
Eksklusivisme (hanya percaya kepada Yesus saja).

Tuhan Yesus adalah pintu satu-satunya yang benar. Pintu itu dikontraskan dengan para ahli Taurat. Yang Yesus tekankan adalah sebuah pertobatan. Pertobatan itu harus nyata. Barangsiapa mau memasuki pintu pertobatan itu (Tuhan Yesus), akan mengalami perubahan sejati.

Hanya menambahkan 1 ayat Alkitab: Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kis. 4:12)

Hidup banyak pilihan. Pilihan harus dilakukan dengan hikmat agar tidak mudah jatuh dan terjerumus. Banyak orang lebih memilih apa yang enak dan menyenangkan dan tidak mau memikirkan hasil akhir dari pilihan itu. Padahal, jalan yang sempit itu tidak selalu menyulitkan. Akhir dari jalan yang sempit itu memang belum kelihatan, tetapi ending-nya menyenangkan dan membahagiakan. Tuhan menyediakan jalan keselamatan. Untuk menuju jalan keselamatan itu kadang kita harus memikul salib tersebut (ada harga yang harus dibayar).

Matius lebih berbicara mengenai etika Kristen, Lukas berbicara mengenai keselamatan. Kalau ingin menekankan keselamatan bisa menggunakan ayat-ayat lain seperti Yoh. 14:6 atau Kis. 4:12. Dalam Lukas ada penekanan untuk menuju pintu yang sempit itu harus berjuang, ada usaha, dan mengambil sebuah keputusan. Keselamatan itu bukan otomatis terjadi pada seluruh anggota keluarga, tetapi keputusan pribadi dari anggota keluarga itu.

Kepada para pendengar-Nya, Yesus seolah-olah mengatakan posisi mereka ada di mana: jalan sempit atau lebar? Banyak orang menyangka sudah ada di jalan yang sempit, tetapi sejujurnya berada di jalan yang lebar. Mereka seolah-olah adalah para domba, tetapi sebenarnya para serigala yang menyamar sebagai domba. Karena dalam ayat berikutnya dikatakan mereka menyebut nama Tuhan tetapi Tuhan tidak mengenal mereka � Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?� (Mat. 7:22).

Kamis, 15 Januari 2009

KELUARLAH DARI SANA

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
16 Januari 2009
KELUARLAH DARI SANA
Kejadian 12: 1-3

Panggilan sederhana kepada Abraham berkonsekuensi meninggalkan seluruh jaminan hidup dan belajar mempercayai Allah.
ayat 1. Abraham belajar utk meninggalkan tradisi lama dan percaya kepada Allah. Abraham pernah menghancurkan patung2 berhala buatan ayahnya. Celakalah orang yang telah berumur banyak tetapi menyembah patung yang selesai dibuat dalam satu hari. Keluarlah dari sana adalah keluar dari cara hidup yg lama.
ayat 2. Abraham harus berangkat ke tempat yang unknown, yg tidak diketahui, tapi ada janji yang besar di dalamnya. Iman yg luarbiasa ada pd Abraham tapi juga kadang ada keraguan, di dalam keraguan ada janji: Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar.
ayat 3. cara terbaik untuk melupakan masalah adalah membantu org lain membantu menyelesaikan masalah. Ada 2 orang naik ke Himalaya, lalu ketemu orang yang sekarat, apa yang harus dilakukan? Mereka berdebat untuk meninggalkan atau menolong? Akhirnya mereka berpisah, yang satu jalan sendiri dan yang satu memanggul pria yang membeku krn kehangatan tubuh maka pria yang beku tadi pelan2 bisa berjalan. Sementara orang yang satu tidak mau menolong dan berjalan duluan, tetapi akhirnya dia membeku sendirian. Panggilan Tuhan atas kita adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Panggilan Allah kpd Abraham paralel dgn panggilan PB tentang eklesia.
Panggilan Allah untuk seseorang meninggalkan dunia yang lama untuk diubahkan Tuhan menjadi ciptaan baru.
Konsep berkat. Panggilan Allah bertujuan untuk memberkati Abraham dan seluruh keturunannya dan seluruh umat manusia. Dari yang kecil untuk yang besar, dari satu keluarga untuk seluruh umat.
Ada konsep keluarga. Ayat 7. Tuhan menyatakan akan memberi negeri ini kpd keturunanmu. Waktu Abraham dipanggil dia membawa Lot. Allah menjanjikan akan menjadi bangsa yg besar, di dlm ketaatan kpd Tuhan maka seluruh keturunan menjadi umat perjanjian Tuhan.
Kalau tidak ada janji Allah di ayat 2 dan 3 maka Abraham tidak mau pergi, why?
Waktu di Haran secara materi dia tdk kekurangan apa2, manusia semakin tua semakin susah dimoved apalagi melakukan petualangan2.
Usia sudah 75 th. Abraham dipanggil waktu usia tua, secara kekuatan dan kesempatan maka tidak segampang di usia muda, apa yg mendorong dia mau keluar? Krn ada yg baru, ayat 2: Aku akan membuat engkau, istilah membuat ini dari Tuhan dan baru dan sungguh amat baik.
Berkat bersangkut paut dgn 3 hal: bangsa besar, nama masyur, menjadi berkat bagi bangsa lain. Disebut sebagai keturunan Abraham sungguh luar biasa. Di Pengakuan Iman Rasuli ada 2 nama: Maria dan Pontius Pilatus, satu nama karena ketaatan yang satu karena cuci tangan, kita terkenal karena apa?

Abraham seorang flegmatik jadi tidak gampang berubah, pelan berespon. Kita tidak tahu berapa lama Abraham bergumul untuk berkata: YA. Hebatnya Abraham mau keluar. Minggu lalu tema kita: Buat apa cari susah? Meninggalkan sesuatu yang sudah mapan untuk sesuatu yang tidak pasti dan hanya bergantung penuh kepada Tuhan yang baru dikenal. Ini adalah langkah iman yang luar biasa.

Istilah pergi bukan hanya perpindahan tempat tapi ada perubahan kehidupan, ada hal2 yang harus diubah. Dari hal yang buruk menuju kemuliaan, Psl 12 ini harus dikaitkan dgn pasal 11 di Babel manusia mencari nama, tapi bagi Abraham nama itu diberikan oleh Tuhan.
Panggilan Tuhan pasti benar dan pasti tepat, Tuhan sudah merencanakan dgn baik.
Panggilan Tuhan bersifat step by step.
Panggilan Tuhan bersifat satu arah, irreversible. Hanya bisa maju tidak bisa mundur.

Siapa Tuhan sangat bergantung dgn pengetahuan dan konsep ttg Tuhan. Ada 2 pola pikir manusia: 1. Berorientasi pada masa depan: Bagaimana kalau. 2. Masa lampau: Kalau saja. Menghasilkan konsep yg negatif. Abraham memandang Tuhan yg memiliki masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang.
Iman Abraham muncul harapan kepda Tuhan yg memunculkan masa depan yang terbentang.

Website Yahudi: Judaism 101. Kutipan pasal 12: 1 adalah the beginning of Judaism. Konteks sejarah dan konteks kekinian sangat berbeda. What is the bible said? And What is the bible says?

Kalau dibanding dgn umur orang hari ini maka umur Abraham waktu keluar sekitar 30-38 th. Abraham ada di kontek comfort zone. Leave country and go to the land. Pergi kemana? Calling Abraham special, ini adalah era baru di dalam kemanusiaan. Hanya kepda Abraham, ini satu anugerah, janjinya sangat luar biasa, kalau dihitung2 pasti akan diambil.

Rumah Abraham di tanah Ur menurut penyelidikan arkeologi adalah rumah batu dan banyak kamar. Sejak dipanggil keluar, Abraham tidak pernah lagi tinggal di rumah batu, dan terus menerus kemping, ini adalah kesulitan yg luar biasa. Sampai hari matinya Abraham tanah yang dimilikinya hanyalah tanah untuk menguburkan Sara. Abraham sudah sampai di tanah perjanjian tapi tidak pernah memilikinya, Tanah perjanjian betul2 dimiliki adalah 500 th kemudian saat bangsa Israel dibawah pimpinan Yosua menduduki tanah Kanaan.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Abraham terpanggil keluar dari Ur, tempat penyembahan berhala untuk mengikuti Tuhan menuju ke tempat yang dijanjikan Allah, berlimpah dengan air susu dan madu. Integristas orang percaya merupakan respon positif dalam panggilan Allah Yang Maha Murah.

Abraham adalah tokoh Alkitab yang kenal dan di kagumi oleh 3 agama besar di dunia ini yaitu Yahudi- Kritsen- Islam. Pegenalan Abraham akan Tuhan di jelas kan oleh Stevanus bahwa TUHAN menampakan nbapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran,
Act 7:3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
Act 7:4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang;
Act 7:5 dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.
Act 7:6 Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya.

Panggilan Tuhan kepada Abraham untuk keluar dari Ur kasdim adalah panggilan untuk meninggalkan tempat yang nyaman tempat dimana dia merasa mapan karena segala sesuatu sudah punya . Dia kaya dengan ratusan pegawai yang bekerja di rumahya Kej 14:14 ialah 318 orang lahir dirumahnya . Menyatakan bahwa betapa makmurnya dia. Ketaat Abraham atau imannya kepada

Setiap kali Tuhan memanggil seseorg untuk menjalankan misi-Nya pasti Dia memberikan jaminan dan berkat seperti yang Tuhan nyatakan kepada Abraham bahwa ada tujuh janji berkat atau jaminan yang di berikan Tuhan kepada Abraham. Ini adalah janji penyertaan Tuhan yang luar biasa bagi missionaries pertama yang di utus Tuhan dalam menjalankan misi-Nya agar bangsa-bangsa di dunia mengenal nama-Nya yang kudus

1. I will make you a great nation
2. I will bless you
3. I will make your name great
4. You will be a blessing
5. I will bless those who bless you
6. �Whoever curse you I will curse�
7. �All the people on the earth will be blessed through you�

Abraham taat keluar kondisi yang mapan

Abraham berani membayar harga

1 Mengenal Allah dengan baik.Zaman Abraham hidup adalah theocratis dimana Allah yang memerintah, Abraham memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan.
2 Taat pada panggilan Tuhan
3 Lompatan Iman ( berani keluar dari zona aman ), out of the box

Aplikasi: setiap orang punya panggilan khusus, dalam konteks jemaat: melayani, pekerjaan: berani menentang arus, berani menyatakan kebenaran). Kadang Tuhan ingin kita kembali bergantung dan bersandar kepada Tuhan, bukan pada harta benda, status social.

1. Panggilan Abraham melibatkan dari tanah air, kerabat,keluarga. Allah sedang menegakkan prinsip penting bahwa umatNya harus memisahkan diri dari segala yang menghalangi terwujudnya maksud2 dan rencana Allah bagi hidup mereka.
2. Panggilan Abraham bukan hanya disertai janji berkat, tapi juga kewajiban dan ketaatan.
3. Abraham menjadi teladan iman
4. Mempecayakan diri kepada Tuhan sebab benar hidup oleh iman. Tuhan mempercayakan diri kita selangkah demi selangkah.

Jumat, 09 Januari 2009

BUAT APA CARI SUSAH

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
09 Januari 2009

BUAT APA CARI SUSAH
Keluaran 20:1-3

Beberapa hal tentang Allah:
1. Allah yang berfirman � unsur pewahyuan yang memberikan pengenalan akan Allah kepada orang Israel, kehendak Allah untuk Israel
2. Akulah Tuhan Allahmu, Kel 3:14, I am that I am, Aku yang hidup, Aku yang ada. �Aku adalah� bukan sekedar perkataan biasa yang menyatakan pribadi Allah sendiri. Sama dengan syema Israel, pengakuan atas realitas tentang Allah.
3.Allah yang memimpin mereka bebas dari Mesir, berkaitan dengan Paskah, sebuah gambaran tentang Allah yang transenden, begitu dekat dan nyata kepada orang Israel. Allah yang menebus Israel.
ay.1-4 pentingnya mengetuhankan Tuhan, penegasan tentang monotheisme, di tengah bahaya politheisme di mesir, dan juga henotheisme (menerima banyak Allah). Untuk membersihkan politheisme perlu ratusan tahun, sejarah pembuangan membawa Israel menjadi montheisme .
Bagaimana orang percaya mengetuhankan Tuhan
1. Melalui Teologi dalam tauhid
2. Praktik hidup dan penyembahan
3. Praktik keagaamaan, yang memakai gambaran untuk dipuja
4. Bahaya kenajisan, perzinahan rohani, Allah menuntut penyembahan yang mutlak.
Pentingnya mengetuhankan Tuhan, baik dalam pengakuan Teologis, praktik keagaamaan, dan praktik kehidupan

Ketika Tuhan mengatakan hukum taurat ini, bangsa Israel sedang berada dalam perjalanan, yang menyatakan bahwa hanya Dia Tuhan yang mampu, tanpa Tuhan mereka tidak bisa menjadi bangsa yang bebas, merdeka bisa beribadah kepada Tuhan. Panggilan orang Israel adalah untuk beribadah kepada Tuhan. Zaman ini juga demikian, dalam kehidupan, seringkali juga kesulitan, tantangan, bahkan kenyamanan membuat kita berpaling dari Allah.

Kehidupan susah karena akibat dosa, kontaminasi dosa dan berhala selama di Mesir. Kel 19:5-6, mereka diingatkan Tuhan bagaimana Tuhan mengenapkan janjiNya, dan ingin menjadikan mereka umat kesayangan Tuhan, jadi kalau dijadikan harta kesayangan, maka tidak usah susah. 10 hukum ini menjadi alat ukur apakah kita sudah menyembah Tuhan Allah secara benar.

Menekankan tentang ketaatan, manusia memandang hukum sebagai hal yang memberatkan dirinya. Anak Tuhan seringkali menjalankan hokum karena takut, sebenarnya karena Tuhan sudah membebaskan dan menyelamatkan.

Latar belakangnya bangsa Israel keluar dari perbudakan mesir. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan 10 hukum.melalui 10 hukum ini
� Menjadikan mereka umat yang merdeka, terhormat, dan mengerti cara hidup dengan Tuhan.
� Melalui 10 hukum ini, Allah YHWH menyatakan lebih berkuasa daripada Firaun dan allah yang disembahnya. Allahlah yang sanggup mematahkan segala belenggu kehidupan.
Diharapkan umat memiliki pengertian yang sungguh benar akan Allah yang dipercayanya
Menekankan kata Cari = hal yang hilang, belum dimiliki. Kalau yang hilang adalah kesusahan, maka buat apa dicari. Sebenarnya apa yang disebut kesenangan adalah kesusahan, untuk mendapatkan itu manusia berpikir bahwa harus mengusahakannya, padahal menurut hokum ini hal tersebut adalah pemberian Allah untuk membuat manusia mengalami kebahagiaan/kenikmatan. Manusia sudah ditetapkan untuk hidup dalam hokum, maka manusia diharapkan mencari dahulu kebenaran Allah, maka semuanya akan ditambahkan. Manusia mencari 3T yang dipikirkan membahagiakannya, malah akhirnya membawa kedalam kekeringan. Banyak untuk hidup, tetapi tidak tahu untuk apa hidup saya.
Hukum diberikan setelah mereka keluar dari mesir, ada sebuah metoda pembelajaran dari Allah, tidak langsung hokum, tetapi hadiah, (7 pasal sebelumnya) baru setelah Allah menyatakan kuasa dan berkatNya, ia menyatakan apakah umat mau menjadi milikNya dalam 10 hukum ini. Karena itu melalui hal ini, jemaat diingatkan agar
1. Jangan menyimpang ke kanan/ke kiri, supaya temukan kebahagiaan
2. Jangan menambahi atau mengurangi, tidak membuat hukum yang baru
3. Jangan dikecilkan artinya, artinya perlu dillakukan dengan serius

Allah yang memulai dengan menjadikan manusia umatNya, Allah yang berinisiatif. Tuhan memberikan perintah jangan ada Allah lain, melalui ayat ini ada 2 hal:
1. Tuhan bisa memilih kita, namun Dia bisa tidak mendapatkan apa-apa
2. Manusia kelihatan beribadah kepada Tuhan, tapi sebenarnya beribadah kepada yang lain

1. Manusia terus belajar untuk Taat, karena mengadnung penyerahan kepada Tuhan, dan melepaskan ego
2. Belajar untuk setia, untuk mengenal Allah lebih baik
Kalau memikirkan Allah memang susah,
1. karena konsep monotheis, dibandingkan dengan 3 agama lain yang juga monotheis, susah karena mereka menyebut nama Tuhan, dan Allah yang sama. Bungkus sama, isi tidak,
2. Kita juga bicara tentang politheisme,
3. Ilah jaman ini, pemikiran, harta, dll.
Gambaran Allah menjadi rusak, karena dosa, shg manusia tidak mengenal Allah yang sejati, dan manusia mengganti pengenalan Allah yang kekal dengan yang fana dan visual. Paulus mengatakan bahwa bagaimana Allah mengemukan diriNya kepada manusia dalam diri Kristus Yesus yang benar

Pasal ini adalah bentuk kalou, larangan mutlak yang bersifat kekal dan terus menerus, al, yang menekankan jangan, Amsal 25:6, larangan biasa yang tidak bersifat kekal, dengan kata lain, inilah hukum yang masih berlaku sampai saat ini. Civil law, ceremonial law, juga tidak lagi berlaku. Ay 1-3, konteks penyembahan berhala. Yang akan ditekankan adalah buat apa cari susah dengan menyembah Allah yang lain. Tuhan akan menyatakan hukuman untuk orang yang menyembah allah lain. Menurut Allan C, generasi ketiga dan keempat terbukti hukuman Allah untuk mereka yang menyembah berhala. Dalam kondisi apapun, jangan coba-coba untuk melarikan diri kepada apapun.
Akulah Tuhan Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, supaya jemaat tidak lari kepada ilah lain, jemaat harus fokus kepada anugrah kasih karunia Allah, untuk menjadi kekuatan dalam kehidupan.
Mat 22:37-39

Mengenalkan kepada umatNya tentang diriNya:
Melalui ciptaanNya
Allah yang berkarya bagi umatNya. Allah memberikan kelegaan, Aku yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
Jangan ada padamu Allah lain di hadapanKu
Tidak hanya berlaku ketika kita kebaktian atau upacara agamawi, berlaku terus menerus dalam kehidupan. Seringkali yang terjadi adalah ilah yang tidak nampak, bahkan bisa terjadi ketika

Konsep manusia tentang TUHAN, monoteisme, henoteisme, politeisme, ateisme. Hanya satu TUHAN. Kriteria Allah; Sifat sempurna, tidak berubah, kekal, maha kuasa, esa, beroknum
maha tinggi
pencipta bukan dicipta
banyak orang jarang menganut monoteisme yang murni
berhala
manusia, orang2 saleh � Konfusius, kuan kong
perut Flp 3:9 � menunjukkan nafsu, keinginan daging
mamon
kekuatan � Hab 1, mendewakan kekuatan karena orang babilonia begitu kuat sehingga mendewakan hal tersebut
menyembah setan , setan dari dulu ingin disembah seperti yang ditunjukkan dalam cobaan di padang gurun kepada Yesus. 1966 San Francisco, menyembah setan itu kotor, najis, dan kejam.
Mengilahkan diri � Sun Myung Moon

Mzm 16:4, yang menggantikan Allah dengan ilah lain, bertubi tubi dan bertambah kesedihannya, dari Raja Dauvd. Buat apa cari susah kalau sudah ada, tidak mengha tidak menghormati Ethical, menetapkan apa yang tersurat dan tersirat. Sejarah yang menjadi His Story, interpretasi adalah apa yang alkitab hari ini. Hari ini kita melihat sesuatu yang konkrit dan yang abstrak, Allah tidak bisa dipegang, tidak diraba, tidak dimengerti. Mengenal Allah yang sejati melalui Tuhan Yesus, perbedaan Islam dan Yahudi. Imago diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dalam peta dan teladan ada sedikit perbedaan, an zhao xing xiang yang shi, bentuk luar, dan karakter (inner). Jatuh dalam dosa menjadi rusak smua, Yesus memulihkan yang didalam dan muncul keluar. Yesus membangun sebuah kesan dalam diri kita, pengalaman pengenalan yang tidak bisa dituliskan. Ortu masih ada ingat rupanya, kalau tidak ada lagi mengingat perkataannya. Hidup tidak berarah, tidak bermakna, tidak berhasil, invisible God yang memimpin hidup yang visible, Paulus berkata yang kelihatan sementara
Bagaimana membangun kehidpuan yang semntara untuk berorientasi kepada kekekalan
Mengapa orang Israel keluar dari Mesir mengapa Allah tidak memimpin lewat daerah Filistin karena itu Point of no return, tidak bisa kembali, konteks ini dibawa Paulus kepada gereja Tesalonika, shifeng you zheng you huo den shangdi. Nabi Yeremia berkata Israel melakukan hal yang bodoh dan jahat: Meninggalkan sumber dan menggali kolam yang bocor yang tidak bisa menyimpan air. Kiekergaard berkata, dua orang berdoa, yang satu ke kuil berdoa kepada Allah yang benar, yang satu lagi ke gereja tetapi berdoa kepada ilah yang lain. Mana benar dan salah? Dua2nya salah, salah tempat dan salah arah. Oleh sebab itu diharapkan bisa mengajak jemaat untuk beribadah kepada Allah yang benar dalam kehidupan sehari2nya.***

Kamis, 01 Januari 2009

"TERPILIH BAGI KEMULIAAN-NYA"

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
2 Januari 2009
"Terpilih Bagi Kemuliaan-Nya"
Efesus 1:3-14


Teologi Kristen bersifat Teosentris, manusia diciptakan Allah bagi Kristus. Namun, kejatuhan manusia dalam dosa menjadikan tidak lagi hidup untuk Allah. Allah bukan hanya mencipta kita bagi Kristus, di dalam sejarah keselamatan Allah memilih Israel sebagai bangsa.
Allah sebagai inisiator, di dalam hikmat dan rencana-Nya yang kekal mengembalikan manusia kepada tujuan-Nya yang semula melalui dan di dalam Kristus. Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah bukan hanya menciptakan kita melalui Kristus, tetapi melalui Dia, sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita supaya menjadi anak-anak-Nya dan memuliakan-Nya.
Mengapa kita harus memuliakan Allah:
Tuhan, diri-Nya adalah kemuliaan
manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan yang bisa mengembalikan kemuliaan pada Tuhan.
Allah tidak pernah mengijinkan manusia mengalihkan kemuliaan-Nya pada allah palsu.
Bagaimana kita memuliakan Allah?
dengan melayani Dia
dengan menyembah-Nya
dengan meneladani karakter Kristus dalam keadilan, kebajikan, kemurahan, kasih, jujur, rendah hati, dsb.
Dengan berkata benar dan mengajarkan firman-Nya.
mengajar generasi berikut bahwa apa yang kita lakukan adalah memuliakan nama-Nya

Jemaat efesus adalah jemaat yang giat bekerja untuk Tuhan, namun orientasi sudah berubah. Di dalam surat ini Rasul Paulus mengingatkan bahwa mereka harus kembali pada poros Kristus, dan dalam pasal 2 mereka diingatkan bahwa mereka diselamatkan karena iman, kasih Kristus. Jemaat efesus juga dicela karena kehilangan kasih yang mula-mula. Di dalam pasal 4 Paulus mengingatkan bahwa mereka harus mengalami LB ay.3. Itu karena jemaat efesus belum mengalami pembaruan secara total, pikiran mereka belum diubahkan sehingga mereka jadi homosentris.
Melalui kasih juga nama Tuhan akan dipermuliakan. Maka Paulus lengkap bicara tentang karunia2, dasarnya adalah kasih Allah. Pasal 5 Paulus mengingatkan karena mereka hidup seperti orang duniawi, begitu juga dalam rumah tangga mereka kehilangan kasih, sehingga Paulus perlu untuk kembali mengingatkan bahwa hubungan mereka harus berlandaskan kasih Kristus. Sesuai dengan tema, maka kita perlu untuk membahas kasih Kristus, sehingga kemuliaan menjadi kemuliaanNya karena kita hidup di dalam kasih.

Dalam perikop ini saya memperhatikan 2 hal, yaitu:
Pertama, kebenaran tentang Allah dan implikasinya. Kebenaran yang indah disingkapkan mengenai tindakan predestinasi dan pemilihan Allah dari kekekalan yang mengacu kepada rencana Allah bagi ciptaanNya sebelum dunia dijadikan. Rencana kekal Allah berkaitan dengan kedaulatan Allah dan implikasinya adalah 1) kita dapat melihat Allah yang memiliki rencana atas hidup umat-Nya dan 2) adanya pengharapan bagi orang percaya karena tidak ada satu hal pun yang dapat menggagalkan atau mengalahkan rencana Allah bagi mereka, 3) kita dapat melihat bahwa ada anugerah Tuhan yang melampaui segala sesuatu dan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini tidak begerak secara sembarangan tetapi dikuasai oleh Allah menurut keputusan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita melihat bahwa kasih Allah sejak kekekalan adalah kasih yang aktif, kasih yang bersasaran, kasih yang berobjek dalam ketritunggalannya.
Kedua, kebenaran tentang manusia dan implikasinya. Tuhan adalah penentu tujuan hidup manusia, sehingga mereka terpilih disingkapkan tujuan yang ilahi, yaitu 1) supaya kita kudus dan tak bercacat, 2) untuk menjadi anak-anakNya, 3) supaya terpujilah kasih karuniaNya.
Melalui hal ini, kita melihat Allah mencipta manusia bukan demi kemuliaanNya seolah-olah Allah kurang mulia sehingga harus melakukan sesuatu untuk menambah kemuliaanNya, bahkan ketika manusia tidak memuliakan-Nya sedikitpun kemuliaan-Nya tidak berkurang begitu juga sebaliknya. Tetapi, Allah mencipta manusia adalah untuk memanifestasikan kemuliaan-Nya dalam karya-Nya, pekerjaan-Nya sehingga manusia dapat bersekutu, menikmati Allah dan mencerminkan kemuliaan-Nya di dunia


Kita dipilih semata karena anugerah Allah. Kita dipilih berdasarkan kasih-Nya. Bagaimana kita dipilih untuk kemuliaanNya?
Kita dipilih sebagai ahli waris Kerajaan Sorga. Makna ini juga sesuai dengan pengadopsian budaya Yunani.
Dipilih untuk menjadi kudus dan tak bercacat. Apakah mungkin? Kudus tidak sama dengan suci tidak berdosa, tetapi dikhususkan bagi Allah. Dipilihnya kita bukan untuk kita, tapi untuk kemuliaan Tuhan. Ada 3 macam kekudusan: 1) pada waktu kita percaya kita disebut kudus, 2) pengudusan secara progresif, 3) orang percaya disebut kudus ketika kita di sorga.
Dipilih untuk puji-pujian bagi Allah, bukan untuk menyombongkan diri.


Pada perikop ini secara khusus bicara tentang puji2an bagi Allah. Berkat rohani tersebut bicara tentang jaminan keselamatan dari pekerjaan tiga pribadi Allah trinitas (ay.4-6). Konsep ini merupakan konsep yang mendasar dari Kekristenan, oleh karena itu dalam konsep pilihan itu terkandung. Apa tujuan pemilihan Allah? 1) supaya kita hidup kudus, 2) supaya kita menjadi anak-anak-Nya. Di sini kita melihat adanya predestinasi, berarti ada sebagian orang yang tidak dipilih. Orang berdosa diangkat menjadi anak Tuhan sehingga memiliki hak untuk menerima kekayaan bapa sorgawi. Jadi, puncaknya adalah supaya manusia dapat menyatakan kemuliaan Allah, menjadi puji-pujian bagi Allah, totalitas waktu kita untuk kemuliaan-Nya.

Ada 3 hal yang menjadi penekanan Rasul Paulus dalam surat ini:
en christo (di dalam Kristus); sepertinya menjadi penekanan yang kuat bahwa berkali-kali dikatakan demikian bahwa segala sesuatu adalah dari Kristus oleh Kristus untuk Kristus, dan bagi kemuliaan Kristus. Calvin mengatakan bahwa pilihan Allah bersifat cuma2, tentang nilai, kebajikan.
Kasih karunia; menjadi penekanan bahwa pilihan Tuhan atas kita adalah hanya karena anugerah (grace). Calvin mengatakan bahwa "pilihan Ilahi bersifat cuma-cuma dan menghancurkan tiap gagasan tentang nilai manusia, kebajikan dan amal.
Arabon (jaminan); dalam pasal 14 Roh Kudus yang Allah berikan adalah jaminan dari keselamatan penuh yang akan dianugerahkan-Nya kelak. Di dalam kekekalan, Allah telah memilih kita dan sampai kekal Ia akan tetap memilih dan menetapkan pemilihan itu atas kita. Segala sesuatu telah Allah berikan sebagai jaminan, bahwa keselamatan manusia tidak pernah hilang karena Allah telah menjamin.

Keselamatan adalah sesuatu yang dibutuhkan tetapi yang paling tidak dicari manusia. Keselamatan adalah sesuatu yang paling ditekankan tetapi manusia sering kali meremehkannya. Saya ingat ketika smp saya dipilih menjadi ketua regu pramuka, senang sekali. Lalu saya berpikir, apa yang membuat saya dipilih? Tidak ada. Dalam 1 Ptr dikatakan kita dipilih untuk rencana-Nya, menuju suatu kehidupan yang lebih baik lagi. Kita dipilih diantara sekian banyak orang berdosa dan semata-mata karena anugerah-Nya.


Saya ingin menjelaskan kepada jemaat, memasuki tahun 2009 apa yang mereka kejar? Kristus adalah pusat seluruh anugerah dan berkat Allah. Saya akan mengajak jemaat untuk kembali melihat perjalanan hidup dalam 2008. menjadi anak2 Allah untuk tujuan Allah: kudus, tak bercacat. Jadi tujuan hidup dari roang percaya adalah menjadi anak Allah dan menjadi penggenapan bagi rencana Allah. Rencana ini sifatnya kekal, semua menuju kepada penggenapan, percuma kita berontak karena pada akhirnya akan menuju ke situ juga. Allah mempersiapkan semua bagi kita menuju penggenapan itu. Sehingga setiap pemberontakan terhadap Allah akan mendatangkan kerugian dan tidak ada sukacita. Sukacita terbesar adalah mengikuti arus yang sedang direncanakan Allah dalam kehidupan kita.

Fokusnya harus pada darah Kristus, ayat 7. karena darah Kristus telah mengampuni kita sesuai dengan anugerah dan kelimpahan berkat. Rahmat jauh lebih indah dari taurat. Jika dalam Kristus kita telah ditebus kita harus menjadi anak2 Tuhan yang baik.
Istilah terpilih, adalah tindakan Allah yang aktif, membedakan yang dipilih dan tidak dipilih. Bagian ini tercantum dalam ayat 3, karena Allah berencana, Allah mempredestinasi, Allah menyatakan anugerah, Allah mengijinkan Yesus ditangkap dan darahNya tercurah maka di dalam bilurnya kita disembuhkan. Maka dari itu memberi kita harapan yang cerah dan jaminan yang teguh dan memberi kita kemuliaan kembali kepada imago, image of God, kembali pada rencana yang semula.
Allah tidak pernah gagal, Allah tidak pernah menyesal bila akhirnya manusia mempermalukan Dia. Ada keselamatan, ada pembaruan, ada berkat maka Paulus dengan jelas berkata bahwa kita adalah karya cipta yang indah di dalam Kristus. Karya cipta yang indah dituangkan oleh Calvin dalam Tulip; Total depravity, Unconditional election, Limited atonement, Iressitible grace dan Preseverance of the saint. Jadi kita yakin bahwa orang benar jatuh sekali tidak akan tergelincir. Oleh sebab itu Paulus mengingkatkan bahwa kita adalah orang yang bodoh, karena kita meninggalkan sumber mata air itu dan membuat waduk yang bocor yang tidak bisa menampung air. Daud berkata bahwa orang yang menggantikan Allah dengan ilah lain akan adalah suatu kebodohan. Yang dipilih Allah adalah orang yang lemah, tidak mampu berlaku baik, selalu gagal, yang hina, Tuhan memilih orang yang hina supaya orang yang hebat dipermalukan. Yang tidak berguna tidak memiliki apa-apa dipilih supaya Kristus menjadi: 1) menjadi hikmat, 2) menjadi kemuliaan, 3) menjadi kesucian dan 4) penebusan kita. Kalau kita bandingkan dengan surat Roma tatkala kita dalam dosa, Kristus mati bagi kita.. Tatkala kita lemah, Kristus mati bagi kita.
Bagi kemuliaan itu artinya apa? Yes 43:7 "...kuciptakan untuk kemuliaan-Ku". Baiklah kita menjadi orang Kristen yang tidak menyia-nyiakan hidup. Penegasan yang penting adalah dalam Kristus karena Yesus berkata "Akulah pokok anggur dan kamulah rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Jangan seperti jemaat efesus.
Dalam perikop ini ada satu istilah yaitu "berkenan." Jadi Allah berkenan memberi kepada kita. Tatkala manusia berdosa jadi menjalani kehendak Tuhan dalam hidup adalah memuliakan Tuhan. Ada 3 hal penting yang dapat diterapkan, yaitu "Bagaimana firman berkata", "bagaiman hati bersuara", dan "bagaimana situasi menata". Terakhir, Tuhan Yesus disalib kelihatannya Dia gagal, tetapi Dia berakata, "genaplah."

Minggu, 21 Desember 2008

PENCARIAN YANG BERHIKMAT

PENCARIAN YANG BERHIKMAT ( Mat 2:1-12)
Source: Blog persekutuan-gii tgl. 21 Desember 08


Kelahiran kristus merupakan peristiwa besr sepanjang sejarah, tetapi tidak semua org tahu peristiwa itu. Herodes dan para ahli taurat itu tidak mengetahuinya. Allah hanya emmebritahukan kepada 2 golongan manusia, gembala dan majus melalui bintang, para epnafisr alkitab � org majus adalah asisten raja persia yg sangat pandai, astrologi, kedudukan tinggi dan ilmuan, mrk kaya. Setelah mereka thau mereka berangkat menempuh jln yg panjang. Harus megnhabiskan 2 thn baru tiba diYerusalem. Mrk dtg utk menyembah dan mempersembahkan kepada Yesus. Dalam pandangan manusia hal ini adalah perjalanan yang ideal. Apa sebenarnya yang mereka harapkan dari Tuhan Yesus. Ada 4 berkat yang diperoleh dari pencarian itu:
1. Memuaskan roh dan jiwa mrk, krn kedudukan, kekayaan dan pengetahuan mrk miliki tetapi mrk membutuhkan berkat2 batiniah. Damai sejahtera, sukacita dll karn tidak dpt ditemukan dimanapun. Pencarian itu adalah mesias sanggup memberikan yang mrk perlu. Pertemuan dan percaya pd Yesus tidak dapat dimiliki di luar Yesus.
2. Petunjuk dari Tuhan, sebelum bertemu Yesus mrk mencari dari manusia, tetapi setelah bertemu dengan Yesus, Tuhan sendiri yang memimpin mereka. Belum pernah mereka dipimpin langsung dari Tuhan, biasanya melalui perbintangan dll, tapi kali ini mereka di tuntun lngsn oleh Tuhan.
3. Mereka dilindungi Tuhan. Herodes adalah keturunan bngs Edom, memiliki sifat yg penuh curiga, ia pernah membunuh istri, ibu dan anak2nya. Kaisar agung pernah berkata �menjadi babi herodes lebih aman dari pada menjadi anak2nya�. Tetapi Tuhan memperingatkan para Majus agar tidak kembali pada herodes.
4. Mengubah arah jalan. Setelah bertemu dgn yesus, mengalami perubahan, mereka tidak lagi bertemu dengan Herodes dan jalan yang panjang. Setelah seseorang bertemu dengan Yesus seseorang pasti dan harus mengalami perubahan di dalam hidupnya
3 kelompok orng yg mewakili manusia pada saat Yesus lahir:
1. Herodes pura2 mau menyembah tetapi sebenarnya mau membunuh
2. Para tokoh agama, mrk hanya memiliki pengetahuan dan tahu nubuat dalam PL, tetapi bersikap acuh dan masa bodoh, dan dari sisi aplikasi hidup mrk yang akhirnya membunuh Yesus di salib.
3. Orang majus: ada 3 teladan yg bisa kita ikuti.
Memiliki keingin tahuan ttg Yesus Mat 2:2. Ada interesting /daya tarik utk mengetahui (sense of knowing). b. Ada action untuk berangkat (not just knowing, but doing) aksi yang nyata dan konkrit untuk bertemu dengan Yesus. c. melakukan penyembahan kepada Nya dan memberikan persembahan mereka, realita penyembahan mereka adalah emas, kemenyan, mur. Roma 12:1 memberikan persembahan yg terbaik kepada Tuhan yaitu totalitas.
Ketika presiden Bush pidati, ada orang yg melempar sepatu kearahnya. Sepatu itu dihargai $. 100 thousand. Jika yg dilempar adalah orang biasa, maka sepatu itu tdk ada harganya. Maksud dari ini adalah jika kita memberikan sesuatu untuk Tuhan, maka semua menjadi bernilai.

Ketika para majus melihat bintang, mereka tekun mencari dan akhirnya menemukan. 2 thn naik onta, bukan sesuatu yg mudah. Pengalaman saya bolak-balik malang-bandung yg berjarak 1000 Km saja sudah sangat melelahkan, coba bandingkan dengan orang majus.
Menyembah (proskunio), mereka tiarap sampai menyatu dengan tanah. Wahyu 5:14 suatu sikap yang luar biasa.

Dalam pencarian yang berhikmat ada 2 jenis sehingga org terdorong untuk mencari.
1. Kebutuhan � perhatian dan harga diri
Nilai � sesuatu yang berarti. Secara ragawi dan kekal. Banyak org berjuang mencari nilai dalam hidupnya listrik, pesawat, dll tetapi sementara. Tetapi ada yang lebih itu adalah yang kekal. Jadi masa kini lihat kepada tanda-tanda kedatangan Yesus yg kedua kali..

Bila melihat bagian ini dari sisi film ada 3 staring:
1. Majus
2. Herodes
3. Tuhan Yesus
Siapa fokus dalam bagian ini? Ayat 6. Dalam level kepemimpinan, masing2 mempunyai style yang berbeda. Org majus adalah leader melalui ilmu pengetahuan dan bijak. Herodes leader melalui kekuasaan dan jabatan (leader by power dan outhority). Tuhan Yesus leader adalah pemimpin yang melayani (leader by ministry and sacrifice)
Inilah yg menarik dari Matius pasal 2 ini. Apa fokus kita sebagai orang Kristen , science, power, or ministry. Matius psl. 20, anak manusia dtg bukan untuk dilayani tetapi untuk memberikan nyawanya bagi banyak orang. Ini adalah pesan natal ug indah bagi kita semua, yaitu pemimpin kita datang untuk melayani dan menggembalakan kita, umatNya
Fokus pada majus karena ini bagian dari tema yaitu mencari yang berhikmat. Herodes berkata �pergilah, carilah dengan seksama� bahasa sekarang � org yang berhikmat adalah orang yang bisa mengatasi masalah. Mengatasi masalah belum tentu dengan standart kebenaran. Maka sekarang bukan lagi sekedar mengatasi masalah (solving the problem), tetapi bergerak lebih dalam sampai kepada kebenaran. Fokus dari pencarian yg berhikmat, mrk tidak bergantung pada jawaban orang yang bertanya, tetapi mrk kembali kepada yg semula, yaitu bintang yang mereka ikuti sejak semula yang Tuhan berikan kepada mereka sejak semula.
Orang majus, herodes, para imam dan gembala. Semuanya cari tahu ttg Yesus. Orang majus sungguh2 cari tahu, herodes pura2 cari tahu, imam sekedar cari tahu, gembala percaya untuk cari tahu. Gembala percaya dahulu, baru cari tahu. Jadi anugerah Allah yg mendorong kita untuk cari tahu Bagaimana mencari tahu tanpa keinginan untuk tahu? Tanpa proaktif kita tidak akan menemukan kebenaran yang telah diberikan oleh Allah secara aktif. Jadi dua hal ini diperlukan.
Tanpa persoalan tidak ada yg membuat kita bertumbuh, tanpa pertanyaa kita tidak bisa maju.
Kalau kita hanya membaca bagian ini, maka kita akan melihat majus dan herodes sama2 antusias ingin menemukan Yesus. Ayt 2, 11. Walaupun sama2 tindakan tetapi tidak ada yg tahu motif dibelakang sikap dan tindakan itu. Hanya Tuhan yang tahu motif hati seseorang. Sama dalam ingin menemukan raja, tetapi motifasi itu berbeda. Orang majus menyembah ayat 2, sebagai raja. Tetapi ayat 3 herodes terkejut, dalam benaknya ini adalah ancaman. Manusia itu sering menjadi raja dalam diri kita. Segala keinginan kita seperti yang kita ingin, tetapi ketika kita bertemu dengan Yesus relakah kita menempatkan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita. Natal tidak akan bermakna bila kita masih menjadi raja bagi diri kita sendiri.

Matius memperkenalkan Yesus sebagai Raja, Mesias. Apa yang dicari orang di gereja saat ini? Apa yang dicari dalam emrayakan natal tahun ini. Ada banyak motivasi, tetapi apa yang mereka cari? Pencarian yg berhikmat.
1. Hati yang bermotivasi itu penting dalam pencarian. Orang majus bukan hanya sekedar ketemuan dengan orang2 tetapi sampai bertemu dengan Yesus dan menyembah kepada Dia. Mau diberkati Yesus tetapi tidak mau Yesus.
2. Hati yang bersukacita. Orang majus itu naik onta bertahun2, tetapi setiap kali mereka melihat bintang itu mereka selalu bersukacita.
3. Hati yang berani Memberi. Bukan hanya uang dan barang, tetapi hati dan diri untuk memberikannya kepada Tuhan. Banyak orang berani memebrikan dompet, uang dll tetapi hanya sedikit memberikan diri mereka kepada Tuhan.
Tidak ada seorang yang mencari Tuhan tanpa wahyu dari Tuhan sendiri. Pencarian yang berhikmat majus ini adalah poencarian melalui wahyu umum dan sampai kepada khusus. Dalam perjalan pencarian itu majus bertanya kepada manusia � herodes dan para ahli taurat, tetapi mereka tetap kembali kepada bintang yang memimpin ayat 9. Jadi Tuhan sendiri yang memimpin pencarian itu sampai bertemu dengan Tuhan Yesus. Setelah bertemu dengan Tuhan Yesus: Menyembah = mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Banyak orang mengakui Yesus itu Tuhan tetapi tidak menyembah dan tidak dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur, taat dan bersukacita.

Apa yang dicari orang dalam hidupnya menunjukkan siapa/nilai orang itu sendiri. Majus itu mencari Yesus bukan untuk tujuan yang lain tetapi apa yang mereka kerjakan adalah menunjukan sebuah pencarian yang paling berhikmat.

Banyak orang mencari segala sesuatu dalam hidupnya, dengan seluruh pengetahuan dan kemampuan dan menghabiskan segala waktunya tetapi para majus sebagai orang yang paling berhikmat, memiliki pengetahuan yang melebihi kemampuan manusia rata2, telah menemukan Tuhan Yesus melalui hikmat yang datangnya dari Tuhan. Sebab tanpa Tuhan yang memimpin hikmat manusia maka hikmat itu akan sia-sia. Dan hikmat itu akan sia2 tanpa menemukan Tuhan dalam kehidupan orang yang paling berhikmat sekalipun. Sebagai mana Amsal berkata �takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat�.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India