Jumat, 07 Agustus 2009

JANGAN BERZINAH

JANGAN BERZINAH
(KELUARAN 20:14)

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut
Kamis, 6 Agustus 2009


Introduction: Dalam Keluaran pasal 20-31, Musa mencatat ada 3 kategori peraturan Allah bagi bangsa Israel:
1). Hukum Moral (moral laws) � 10 hukum (Kel 20:1-17)
2). Hukum sipil (civil laws)� hukum perdata yang berisikan peraturan yang mengatur kehidupan personal dan social bangsa Israel (Kel 21:1-23:33)
3). Hukum upacara keagamaan (ceremonial laws)� yang membahas tentang tata cara penyembahan dan upacara persembahan korban kepada Allah (Kel 24:12-31:18).
Menurut John Calvin, hukum 2-3 tidak berlaku lagi bagi kita saat ini. Karena itu: hukum no. 2 kaitaanya dengan Israel; no. 3 sudah digenapi Kristus saat mati di kayu salib sebagai korban pengganti dosa. Tetapi hukum moral (no. 1) masih tetap berlaku hingga saat ini. Mengapa hukum moral penting bagi bangsa Israel dan bagi orang Kristen zaman sekarang? Karena: 1) Hukum ini memimpin umat Allah kepada hidup yang kudus. �Kuduslah kamu sebab Aku kudus� (1Ptr 1:15); 2) Karena hukum itu menjadi standar/tolok ukur kehidupan moralitas yang benar.
10 hukum moral ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian: 1) Perintah yang berhubungan dengan Allah dan penyembahan kepada-Nya (ay.2-11); 2) Perintah yang berhubungan dengan manusia (Kel 20:12-17). Ke-dua bagian ini diringkas Tuhan Yesus menjadi dua hukum utama dalam Mat 22:37-39. 1) Mengasihi Allah dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatanmu; 2) Mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Namun fokus utama khotbah pagi ini adalah kaitannya dengan prinsip hukum yang ketujuh, �Jangan Berzinah.�
Menurut KBBI �Berzinah� artinya: 1) Melakukan hubungan seksual antara seorang pria dan wanita yang tidak terikat hubungan pernikahan. 2) Hubungan seksual seorang pria yang terikat pernikahan dengan seorang wanita yang bukan istrinya atau seorang wanita yang terikat pernikahan melakukan hubungan seksual dengan seorang pria yang bukan suaminya. Perzinahan adalah suatu ketidaksetiaan pada pasangan hidup. Alkitab mengutuk perzinahan, karena Tuhan menghendaki umat-Nya hidup suci dalam keluarga, terutama hubungan suami dan istri. Karena itu menjauhi perzinahan adalah suatu yang vital. Hukum ke tujuh ini melarang perzinahan yang meliputi semua tindakan percabulan dan dosa seksual (Mat 5:27-32; 1Kor 6:13-20). Mengapa Allah melarang perzinahan?

1. Karena Perzinahan Melanggar Hukum Moral Allah (Kel 20:14; Im 20:10; Ul 22:22 ). Istilah �Jangan� Ibrani �LO�� merupakan larangan mutlak yang bersifat kekal atau terus menerus. Sedangkan �AL�� larangan biasa, temporer, tidak kekal (Ams 25:6). Menurut PL orang yang melakukan perzinahan dapat dijatuhi hukuman mati (Im 20:10; Ul 22:22).
2. Karena Perzinahan Membawa Dampak Permanen dan Serius dari Hukuman Allah (2Sam 11:1-17; 12:14; Yer 23:10-11). Sebagai contoh: Alkitab mencatat dampak dari perzinahan Daud dengan Batsyeba, dimana ia harus menerima konsekuensi dosa dengan kematian anak dari hasil perzinahannya. Kemudian pedang tidak akan menyingkir dari keturunannya serta malapetakan ditimpakan kepada Daud (2Sam 12:10-14). Selain itu, orang yang melakukan perzinahan akan menanggung malu seumur hidupnya (Ams 6:32-33).
3. Karena Tubuh Kita adalah Bait Roh Kudus (1Kor 6:12-20). Sebagai orang percaya, tubuh kita adalah tempat tinggal pribadi Roh Kudus yang merupakan tanda bahwa kita milik Allah. Karena itu, tubuh kita tidak boleh dicemarkan oleh kenajisan dan perzinahan baik melalui pikiran, keinginan, tindakan kita, film porno, buku dan majalah porno.

Keluaran 20: 14 Matius 5:27-28, 19:18
Pendahuluan
Di Indonesia, kasus perceraian meningkat setiap tahun, yakni mencapai 200.000 pasangan suami istri (pasutri) per tahun. Tak heran, perselingkuhan dan perceraian menjadi momok paling menakutkan bagi pasutri. Kasus kawin-cerai di kalangan artis, bahkan sudah lumrah jadi konsumsi publik penonton televisi. Tak dimungkiri, hidup di kota metropolitan seperti Jakarta, tuntutan pekerjaan, karier dan gaya hidup menyebabkan kehadiran orang ketiga sulit dielakkan. Waktu yang dihabiskan bersama pasangan sah pun menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan rekan kerja, bisnis, dan teman. sebuah Penelitian di Klinik Pasutri yang melibatkan 500 pasien pada 2002-2007 mengungkapkan, 58 persen penyebab perselingkuhan adalah faktor komunikasi dan 28 persen faktor seks. Sisanya, 14 persen dipicu faktor lain seperti tidak punya anak, perbedaan penghasilan dan amarah terpendam.

Keluaran 20:14
Hukum ke 7: Jangan berzinah
Alkitab membedakan antara perzinahan dan percabulan. Perzinahan dilakukan di antara orang yang telah menikah. Percabulan dilakukan oleh pria yang telah menikah kepada wanita yang belum menikah.
Berbagai media membombardir kita dengan berbagai berita perceraian, perselingkuhan dan ketidak setiaan lainnya. Bayangkanlah bahwa masyarakat kita akhirnya dibudayakan untuk menerima ketidak setiaan sebagai bagian yang �normal� dalam masyarakat
Perzinahan adalah pelanggaran kepada kekudusan Allah
Seks di luar nikah telah menyebabkan begitu banyak perceraian dan kehancuran rumah tangga. Jika rumah tangga hancur, maka hancur juga sebuah gereja. Jika sebuah gereja hancur, terhambatlah rencana Tuhan bagi orang lain. Itulah tujuan Iblis.
Alkitab memberikan aturan yang sangat tegas tentang perzinahan, Im 20:10; Ams 6:32. Perzinahan adalah perbuatan asusila antara seorang pria dengan seorang wanita yang telah bersuami. Percabulan biasanya dimaksudkan perbuatan amoral yang dilakukan oleh dua orang yang belum berkeluarga. Bagaimana cara Alkitab mengajar kepada kita?

� Ams 7:5 dipersembahkan khusus untuk mengingatkan anak-anak muda kepada bahaya kehancuran diri mereka karena perzinahan dan percabulan.
� 1Kor 6:9-10 � tidak ada pezinah dan orang yang berbuat cabul yang dapat masuk ke kerajaan Allah. Lihat juga Gal 5:19
� Bagaimana kita menjaga diri kita dari dosa jenis ini?

Mengisi pikiran dan hati dengan apa-apa yang memuliakan Tuhan, Fil 4:8
Menghindari jebakan Iblis, Kej 39:10-12
Pengajaran Tuhan kita Yesus Kristus dalam Matius pasal 5. Saya telah mengatakan berulang kali bahwa kita tidak datang untuk mendengarkan khotbah manusia, untuk belajar pemikiran manusia, tetapi untuk mendengarkan firman Tuhan Yesus sendiri. Matius 5:27 � 29.
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
1. Dosa Timbul dari Hati
Dosa selalu berawal dari hati. Karena itu kita harus mengerti bahwa dosa adalah masalah yang bersangkutan dengan hati karena apakah kita berbuat dosa atau tidak adalah perihal kesempatan. Kita mungkin tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan dosa tetapi itu tidak berarti bahwa kita tidak akan melakukan dosa tersebut. Tuhan Yesus berkata bahwa Allah melihat ke dalam hati. Kenyataan bahwa anda tidak melakukan dosa mungkin hanya menunjukkan bahwa anda tidak memiliki kesempatan, kesempatan untuk melakukan dosa itu.
2. Menolak Dosa - atau Kehilangan Berkat
Keberanian kita untuk melawan dan menolak dosa sangat penting untuk di mulai. Kalau mengikuti kedagingan kita, kita lebih senang untuk melakukan dosa, kita gampang menyerah dengan keinginan keberdosaan kita. Sebab itu memuaskan kedagingan kita, tetapi ini tidak memuaskan hati Tuhan. Kita malah akan mendapatkan hukuman dan kehilangan berkat Tuhan akibat keputusan kita yang mudah menyerah dan memuaskan kedagingan.
3. Perang Rohani - Menaklukkan Diri Sendiri
Peperangan rohani harus terus kita kumandangkan setiap waktu, genderang perang melawan dosa harus kita kobarkan setiap saat. Sebab jika kita lemah dan lengah maka iblis mengintip kita akibatnya kita berdosa serta melakukan kejahatan di mata Tuhan. Peperangan rohani harus kita jaga dengan menjalin relasi dengan Bapa, sebab Bapa akan memelihara kita dari kecelakaan dan marah bahaya dosa.

Keluaran 20:14, Matius 5:27-29
Dalam perjalanan keluar dari Mesir bangsa Israel akan melewati bangsa-bangsa yang tidak memiliki hukum-hukum moral dalam kebenaran Tuhan. Sehingga akhirnya bangsa Israel bisa terkontaminasi maka Tuhan memberikan 10 hukum sebagai pedoman hidup. Kali ini pembahasan kita sampai pada hukum ke 7. Di dunia yang makin majemuk dan segalanya serba mudah hukum ini sangat cocok bagi jemaat yang juga bergumual dalam masalah ini.
Perzinahan adalah sebuah kekejian di mata Tuhan. Bahkan Tuhan Yesus menyinggung masalah perjinahan (Mat 5:28-30) bukan hanya berbuat jinah tetapi perjinahan dalam hati itu sudah berdosa. Tuhan memberikan peraturan mutlak dengan kata lo (jangan) adalah suatu larangan yang serius karena Tuhan mnghargai perkawinan.
Perzinahan adakalanya datang tanpa diundang, oleh sebab itu harus waspada dan terus menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan. Salah satu contoh adalah Daud jatuh dalam dosa bukan pada waktu perang, karena dalam kesibukkan perang tak pernah terpikirkan untuk berjinah, tetapi justru pada waktu aman dan santai dia jatuh dalam dosa. Yang bisa dipelajari, jika kita dalam keadaan santai dan tidak fokus pada firman Allah maka kita bisa jatuh dalam dosa.
Perzinahan selalu mengakibatkan dampak negatif. Daud melakukan dosa perjinahan maka Tuhan memberikan hukuman akibat dosanya meskipun dia sudah mengaku, bertobat dan dipulihkan tetapi ada akibat yang harus dia tanggung yaitu kehilangan anak dari hasil perzinahannya dan pedang tidak akan menyingkir dari keturunannya. Untuk jaman ini dampak negative yang ditimbulkan dari perjinahan adalah kehancuran keluarga, rasa malu dan perasaan bersalah seumur hidup.

Pemmbabahasan FirmanTuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 6 Agustus 2009


Keluaran 20 :14, Matius 5 : 27 � 30
Dalam pernyataan Tuhan Yesus, berzinah dikaitkan dengan mata. Mata merupakan jendela hati (terutama laki2). Dalam konteks sekarang, dosa menyusup melalui media, film, situs2 porno. Sebenarnya seks diciptakan oleh Tuhan, tapi telah disalahgunakan. Berzinah menurut Hukum Agama Yahudi adalah melakukan hubungan seks dengan yang bukan istri, yang mengacu pada perbuatan, namun pada perkembangannya berzinah itu bukan sebatas pada perbuatan saja. Pada NIV : �anyone who looks at a woman lustfully� bukan sekedar melihat (see), tapi memandang, mengamati, menginginkan, artinya setiap orang yang memandang wanita dan timbul nafsu birahi itu sudah berarti berzinah, seperti Yesus katakan orang itu sudah berzinah dalam hatinya.
Larangan berzinah menurut Hukum Musa yang dipahami berzinah hanya dalam perbuatan, tapi Yesus menekankan lebih dalam lagi yaitu berzinah dalam hati (hati merupakan pusat emosi,pikiran,kehendak). Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan ����Amsal.

Menurut Hukum Yahudi berzinah itu melakukan hubungan seks dengan istri/tunangan,atau melakukan hubungan di luar pernikahan atau salah satunya sudah menikah. Bagi yang belum menikah, melakukan hubungan seks adalah percabulan, yang sama2 dikecam.Perzinahan (Kel 20:14, 5:18) dipandang sangat serius, yang melanggar dihukum mati (Im 20 :10). Tuhan Yesus memandang perzinahan bukan hanya di luar nikah, tapi juga pikiran dan hati. Jadi setiap orang yang sudah menikah yang tertarik, atau bangkit birahinya, sudah berzinah dalam hatinya. Bagi yang sudah menikah tidak boleh tertarik pada orang lain,hati harus
1. Ada baiknya laki2 dan wanita menikah (IKor 7:1,2)
2. Suami istri memenuhi kewajiban, jangan saling menjauhi,kecuali dengan persetujuan bersama (IKor 7:3-5)
3. Menghormati perkawinan dan menjaga kekudusan (Ibr 13 :4, ITes 4:1-7)
4. Tidak bercerai dan tidak menikah lagi (Mat 5:31-32)

Supaya tidak jatuh dalam dosa seks, harus diberi pendidikan dari Keluarga (sebagai dasar) kepada anak2 konsep menjaga kekudusan hidup.Setelah berzina ada bekasnya, ada efek yang kadang harus ditanggung seumur hidup.
Gereja seharusnya juga berperan dalam memberikan pendidikan seks dan pengertian yang benar tentang kekudusan hidup.

10 Hukum merupakan isi hati Tuhan untuk menjaga ketertiban. Kekudusan. Tuhan ingin menunjukkan kekudusan dalam keluarga (menghormati orang tua, jangan berzinah) Hukum ke 7: hukum menghormati pribadi sebagai pria dan sebagai wanita. Mengapa? Dosa ini akan mengganggu iman, sehingga mendapat hukuman yang sangat berat,Tuhan sangat tegas menghukum perzinahan ini.Tuhan mau kelangsungan pengajaran yang murni, dan keteladan hidup kepada generasi berikutnya.

Persoalan perzinahan dari zaman ke zaman tidak makin surut, tapi makin marak dan makin menghancurkan keluarga2, termasuk keluarga Kristen. Bagaimana seseorang tidak jatuh dalam dosa perzinahan:
1. Harus punya hubungan yang baik dengan Tuhan, sehingga Roh memberi kekuatan dalam menghadapi pencobaan.
2. Harus terus meningkatkan hubungan yang intim suami-istri dengan kasih yang full. Karena kasih menjadi kunci pernikahan yang kokoh.

Kalau kita melihat Tuhan memerintahkan Musa menuliskan Hukum ini diparalelkan dengan Hukum Jangan membunuh, mencuri. Tapi sayangnya kita tidak menyeimbangkannya, orang yang mencuri, berdusta, sepertinya lebih ringan dari dosa berzinah. Yesus waktu bicara di Mat 5 27-29, sebetulnya Yesus menyetarakan hukumannya. Kalau matamu yang menyebabkan berzinah Mat 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Mat 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Dalam hukum masyarakat secara umum dosa berzinah lebih dianggap aib dari dosa mencuri- berdusta. Padahal iblis di sebut bapa segala dusta Yoh 8 : Joh 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
Kalau seorang pejabat gereja berzinah maka dia tidak akan mendapat pengampunan. Tetapi kalau dia berdusta orang menggap itu dosa kecil.

Maksud saya perlu ada keseimbangan
2.Dosa berzinah adalah dosa melawan Tuhan Kej 39:9 , dosa berzinah itu dipahami Yusuf sebagai melawan Tuhan. Dalam kitab Yeremiah memakai kata berzinah di kaitkan dengan penyembahan berhala Yeremiah 3:1-3

Demkian juga yang di catat dalam Ibr 13:4
1. Survei membuktikan 98 % laki2 yang normal melihat perempuan cantik pasti punya keingina sex . Jadi memang hanya Tuhan yang memberi kemenangan.Tak ada seorangpun yang imun terhadap godaan.
2. Menurut firman Tuhan dalam 2Sa 12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. Waktu Daud ditegur oleh Tuhan melalui Nabi Nathan. Karena Daud tidak puas dengan apa yang di berikan Tuhan maka hanya kuasa Tuhan yang memuaskan manusia, intinya adalah tidak memiliki kepuasan. Mzm 73:23-25.

1. Hukum Jangan Berzinah meliputi semua tindakan percabulan dan dosa seksual, demikian keji di hadapan Allah, karena melanggar hukum moral Allah.
2. Perzinaan membawa dampak yang permanen dan serius (2Sam 11:1-17, IKor 6 :16-18)
3. Perzinaan merupakan dosa yang sangat keji apabila dilakukan oleh pemimpin umat Tuhan, seperti syarat moral penilik jemaat ITim 3.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at, 7 Agustus 2009


Keluarnya bangsa Israel dari tanah mesir adalah kehidupan baru. Hokum ini diberikan juga untuk mengatur kehidupan rumah tangga. Kata berzinah tidak hanya mengenai seksual tetapi juga digunakan untuk penyembahan kepada ilah lain. Apa yang menyebabkan perzinahan;
a. Orang yang hatinya kotor.
b. Pergaulan yang salah dan menyesatkan.

Bagaimana kita bisa hidup kudus dihadapan Tuhan.
1. Harus/mempunyai hati yang takut akan TUhan.
2. Hidup sesuai dengan firman TUhan.
3. Bisa menguasai diri.

Segala masalah/dosa ada tiga yang menjadi pencetus.
1. Perangsang.
2. Peluang.
3. Keinginan.
Jika ada hal itu manusia bisa jatuh,
Melihat wanita dan menginginkan, bedanya apa? Pemuda dan gadis ada love yang mengantarkan pada pernikahan. Tapi bila kita memandang tidak ada love dan terangsang maka hal itu tergolong ke dalam perzinahan.

Survei 2003 yang dilakukan di Suara Merdeka oleh dr. Boyke 18-20% pernah melakukan sex, tahun 2004 di Bandung 38.288 berhubungan sex diluar nikah. Kenapa?
1. Menyalurkan dorongan sex .
2. Ungkapan cinta.
3. Dipaksa pacar.
4. Ikut jaman.
Perzinahan membawa dampak yang serius dan permanen, kisah Daud, ada standart Allah yang tinggi dalam Matius 5.

Ada 2 istilah yang berbeda, ada hubungan yang merusak keluarga antara suami dan istri ada orang ketiga. Percabulan, homosex, lesbian kumpul kebo,masturbasi, cari pelacur. Cerai nikah lagi sebelum istri yang kesatu meniggal itu perzinahan dan hubungan yang tidak sewajarnya.

Konteks remaja, jangan berzinah itu adalah pelanggaran atas ketidak setiaan. Perzinahan dalam konteks remaja, contoh kartun jepang yang dalam bentuk komik Manga, yang fulgar. Kumpul kebo hidup bersama tanpa ada ikatan pernihakan. Mengapa itu menjadi suatu larangan? I kor 6:16-19. Perzinahan rohani, orang Kristen yang sudah percaya tetapi masih menyembah berhala.

Contoh Yusuf dan Daud, Yusuf digoda pada masa muda tetapi tahan, Daud digoda dan berakibat negaranya hancur dan keluarganya hancur. Godaaan sexual berakibat demikian. Amsal 5:18, Allah enciptakan sex untuk dinikmati, tetapi bagaimana manusia mempergunakannya, jngan untuk dilampiaskan sehg menyebabkan manusia jatuh dalam dosa. Tuhan Allah sendiri memberikan suatu larangan kepada kita yang serius.

Ada satu cuplikan Kleoprata; �bagiku sex itu adalah politik dan politik adalah sex�. Orang orang dari golongan rasionalis. Perzinahan adalah sesuaut ayng sangat dekat dengan kita, karena itu. Ketika cintaitu sudah tidak ada hubungan dalam pasutri maka pasangan itu akan mencari cinta yang lain. Teori cinta, segitiga cinta. Cinta itu akan langgeng bisa dibangun dalam 3 hal.
1. Cinta agape sebgai dasar.
2. Cinta filia sbg intimasi
3. Eros sebagai gairah.

Hukum itu bisa dibagi dalam dua bagian 1-4, mengatur tanggung jawab manusia dnegan Tuhan, 5-10 tanggung jawab manusia dengan sesame. Hubungan yang dekat adalah antara suami dan istri, dan bila hubungan itu sudah retak maka yang lain akan celaka. Hubungan itu harus dijaga supaya relasi suami istri bisa harmonis.
1. Melindungi pernikahan, sex itu baik, sex itu penuh kekuatan, sex itu butuh dikontrol.
2. Membandingkan matius 5:27 mengaitkan hal ini dengan keinginan yang bermuara dari hati yang menajiskan, mata adalah jendela dari hati yang bisa merusak semuanya.

Pada awalnya perzinahan itu adalh perzinahan vertical kepada Tuhan,karena pada waktu it belum ada pil dan wil. Setelah mreka beranak cucu perzinahan itu menjadi horizontal dengan sesama dimulai dari hati dan pikiran, dilanjutkan dnegan adanya kesempatan dan berbuahkan dengan kejahatan

Hubungan sex diluar pasangan yang sah adalah perzinahan, firman yang sangat keras dan tidak ada kompromi. Apa iti kumpul kebo, untuk memperhalus bahwa orangitu adalah berzinah.
Manusia tidak melakukan zinah vertical, maka tidak akan melakukan zinah horizontal. Perkembangan dalam dunia remaja, ketika mereka mengunjungi situs porno; �saya hanya melihat dan tidak menginginkannya, spt saya melihat mobil dan tidak menginginkannya�.

Ucapan Tuhan, sesuatu yang diluar pernikahan adultery=ada masalah atau kejadian, infidelity, atau ketidaksetiaan atau tidak mematuhi sesuatu. Jangan berzinah,memandang yang menimbulkan keinginan untuk melakukan sesuatu yang jahat. Love, sex dan pernikahan. New morally adalah hasil dari existansialisme, positifisme,relatifsme dan liberalism, penakannya adalah pada kalimat love and doand place yang humanis dan antroposentris yanssebenarnya hanya cuplikan dari kalimat yang lengkap love, and do and place and God (teocentris) halmana terdapat 2 versi, demi kasih, sebagai alsan atau demi Allah sebagai landasan.
Dua ketidak mampuan manusia zamans ekarang adalah:
1. powerless to be, maka timbullah sadisme.
2. Powerless to relate menghasilkan penekanan sexualitas.
Zaman vinctorian (Victoria secret) yang sexless love, dan zaman sekarang dengan penekanan loveless sex, maka timbul istilah make love. Konsep tabu dan bebas mengarahkan dunia dalam pola yang berbeda.

New morality berbicara suatu hal humanis yang moralitas, demi cinta melakukan apa saja, ada anak yang ibunya lagi sakit dan ingin makan kaldu ayam, mendangar ayam tetangga yang lagi berkokok, kemudian mencuri ayam tetangganya. Amsal, penekanan perzinahan pada pria, tetapi sekarang kepada para wanita. Suaut pikiran yang timbul dari dalam hati adalah sudah melakukan tindakan. Maka menonton film dll adalah berkaitan dengan pelalmpiasan dalam hawa nafsu. Powerless to be, powerless, gambaran anak remaja ynag mengikat sex sebelum pernikahan adalah berdosa. Dalam zaman akhir spt zaman Nuh.

Rabu, 29 Juli 2009

IA MELAMPAUI RUANG DAN WAKTU

IA MELAMPAUI RUANG & WAKTU
Yohanes 4:46-54

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 23 Juli 2009


Perikop ini menceritakan perjalanan Tuhan Yesus. Di saat Tuhan Yesus tiba kembali di Kana, seorang pegawai istana menemuiNya, mohon Tuhan menyembuhkan anaknya yang sakit. Sakitnya keras dan dikatakan �hampir mati� (ay 47).
Melalui kisah ini kita akan memperhatikan perjalanan iman dari pegawai istana sehingga ia dan seluruh keluarganya dapat menjadi percaya dan diselamatkan, �iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya� (ay 53).
1. Iman yang timbul dari pendengaran
�Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang�� pergilah ia kepadaNya lalu meminta��.�(ay 47).
Pegawai istana ini tentunya pernah mendengar tentang Tuhan Yesus. Mendengar mengenai perbuatanNya yang ajaib, termasuk membuat mujizat kesembuhan.. Pada waktu itu ia memiliki kebutuhan yang mendesak, yaitu agar anaknya bisa disembuhkan dari sakit keras. Pegawai istana ini harus berjuang dan berkorban untuk datang kepada Tuhan Yesus, ia tinggal di Kapernaum dan Tuhan Yesus berada di Kana. Jarak antara kedua kota itu pasti memerlukan waktu yang cukup lama untuk perjalanan pulang perginya. Ia juga punya kekuatiran dan ketakutan, pada waktu ia pergi, anaknya bisa saja meninggal. Selain itu, ia pun harus melepaskan segala kebanggaan dirinya sendiri, sebab tindakannya itu bisa mencemarkan nama dan kedudukannya, sebab ia seorang pegawai istana.
Pegawai istana itu datang untuk menemui Tuhan Yesus, dan meminta Yesus datang ke rumahnya, dan permohonannya ini diulang lagi dalam ay .49. Hal ini menunjukkan bahwa: ia percaya bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan anaknya,hanya kalau Ia datang secara fisik ke rumahnya. Ternyata Tuhan Yesus berkata kepadanya, � Pergilah, anakmu hidup!� Setelah mendengar perkataan yang berkuasa itu, pegawai istana itu percaya, lalu ia pulang ke rumahnya ( ay. 50 ).

2. Iman yang mentaati kehendak Tuhan Yesus.
�Pergilah, anakmu hidup! Orang itu percaya �..lalu pergi� (ay 50).
Tuhan Yesus dengan otoritas keillahiannya, melakukan kehendak Allah sesuai kedaulatanNya yang melampaui waktu dan tempat. Seolah-olah kelihatannya berlawanan dengan permohonan pegawai istana itu, dan Tuhan Yesus juga tidak melakukan tanda mujizat, dan tidak pergi ke rumahnya, seperti permintaannya. . Ia hanya memberikan firman. Firman itulah yang harus dipercaya oleh orang itu. Ia menghendaki agar ia percaya sekalipun tidak melihat!
Pada waktu Tuhan Yesus memberikan perintah pergilah, dan anaknya hidup. Pegawai istana itu percaya pada kata-kata Yesus. Ini menunjukkan bahwa imannya bertumbuh! Yesus mengabulkan keinginan orang itu, tetapi tidak dengan cara seperti yang diharapkannya. Cara yang dipakai oleh Yesus ini justru lebih baik dari yang ia harapkan. Kalau Yesus menuruti keinginan orang itu dan lalu pergi ke Kapernaum, maka membutuhkan waktu yang cukup lama barulah anak itu bisa disembuhkan. Tetapi dengan menyembuhkan anak itu dari jarak jauh. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan. Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Disini kita juga melihat bahwa iman tidak dapat dipisahkan dengan ketaatan karena segala perbuatan iman adalah ketaatan pada Kristus. Rasul Paulus menggunakan istilah �ketaatan iman� (Rom 16:26). Jika pegawai istana tidak mentaati perintah Tuhan maka imannya tidak meningkat karena ia dan keluarganya tidak mampu melihat kuasa yang dinyatakan Kristus.

3. Iman yang berserah diri
Pegawai istana itu telah melihat dan mengalami apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus. Tak ada yang bisa dilakukan lagi olehnya kecuali penyerahan diri secara total kepada Tuhan Yesus. Tadinya ia mempunyai perasaan serta kebutuhan yang sangat mendesak. Kebutuhan mendesak itu sekarang telah terpenuhi. Lalu perasaan butuhnya sekarang telah berubah menjadi perasaan kasih. Dan ia bersaksi bagi keluarganya sehingga keluarganya percaya kepada Tuhan Yesus. Adakah kita juga percaya kepada Tuhan Yesus? Ia yang adalah Allah dan melampaui ruang dan waktu ?

Tuhan Yesus melampaui ruang dan waktu, baik dalam kehadiranNya, pengetahuanNya, kuasaNya, dan segala hal. Ia telah ada sebelum Abraham (8:58), Ia mengetahui apa yang terjadi terhadap perempuan Samaria (4:1-42), Ia mengenal dan melihat Natanael dibawah pohon ara (1:50-51). Tuhan Yesus menyembuhkan anak pegawai istana tanpa harus kesana, karena ruang dan waktu terbatas, tetapi Tuhan Yesus tidak dapat dibatasi ruang dan waktu. Karena anaknya dalam keadaan kritis, maka pegawai istana datang kepada Tuhan Yesus agar Dia mau datang menolong anaknya. Jawaban singkat Tuhan Yesus, �Pergilah, anakmu hidup� (4:50). Meskipun Tuhan Yesus tidak pergi bersamanya, pegawai itu percaya apa yang dikatakan Tuhan Yesus akan terjadi (4:51). Ketika pegawai istana itu bertemu dengan hamba-hambanya ditengah perjalanan, ternyata anaknya sudah sembuh sesuai dengan imannya. Disini Tuhan Yesus mau menyatakan tanpa Dia pergi ke Kapernaum, Tuhan Yesus mampu memberi kesembuhan.

Kesembuhan dari anak pegawai istana terjadi karena orang tuanya datang pada Tuhan Yesus, kita pun akan mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus pada waktu kita datang berdoa pada Tuhan Yesus, untuk orang lain. Tuhan Yesus yang melampaui waktu dan ruang mampu memberi pertolongan bagi orang yang kita doakan. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah (Mat 19:26). Tuhan Yesus mampu menyelamatkan orang yang kita doakan ditempat mereka berada sesuai dengan kehendak dan kuasa Tuhan Yesus.

Sebagaimana yang dilakukan oleh pegawai istana, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan :
1. Percaya dan datang kepada Tuhan Yesus
2. Dengar dan taati Firman Tuhan
3. Bersyukur dan bersukacita atas segala berkat.

Tuhan Yesus menyembuhkan anak pegawai istana merupakan tanda dan mujizat yang merupakan pekerjaan Allah. Sekalipun demikian, janganlah kita berpusat pada mujizat yang terjadi, tetapi fokusnya harus terpusat pada Yesus Kristus. Percaya kepada Yesus merupakan hal yang sangat penting.; Yesus melalui tanda dan mujizat dengan sembuhnya anak pegawai istana, menunjukkan bahwa Ia Tuhan. Ia tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ia melampaui dan menguasai ruang dan waktu. Kesembuhan itu terjadi tidak harus kehadiran fisik Yesus, tetapi dengan Firman. Di sinilah percaya, bukan hanya to believe tapi to trust. Dan Pegawai istana itu percaya. Tanda dan mujizat itu harus bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan meningkatkan iman kita kepadaNya seperti halnya pegawai istana itu.

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at, 24 Juli 2009


Kisah ini penting karena setelah Yohanes menyebutnya sbg mujizat kedua. Ay.43-44: Yesus tinggal di Sikhar sblm ke Galilea. Di tempat asalnya Ia tdk dihormati. Di Galilea kairosnya telah sampai. Kembali ke Kana karena ia bukan �hit and run.� Ia kembali untuk menumbuhkan iman orang yg telah percaya. Di Sikhar yang ditemui adlh seorang perempuan. Pegawai istana ini adalah seorang bangsawan. Ia berasal dari kapernaum. Menempuh jalan 15-20 mil untuk cari yesus. Ia nobleman, regulus (latin=raja kecil). mungkin ia Khuza, Luk 8:3 (bendaharawan), Menahem, Kis 13:1, seorg yg dibesarkan bersama Herodes. Seorang bangsawan tinggi mengemis-ngemis karena jalan buntu (1) Kairos Allah terjadi karena orang mengalami jalan buntu dalam hidup. (2) Terang kebenaran Allah menyembuhkan. Ay.48: Yesus menegur bangsawan itu,
(3) Ketika kairos Tuhan datang, Ia datang melampaui ruang dan waktu, bahkan sampai dunia yad. Dua mujizat terjadi: pegawai percaya, anaknya disembuhkan.
Tuhan memberi damai sejahtera kepada orang beriman padaNya.

Ini penyembuhan jarak jauh. Ada 5 tahap iman. Mendengar, melihat, percaya sedikit, baru percaya sepenuhnya, membawa keluarganya percaya.

Ada 2 Kata, antara percaya dan keajaiban. Dalam kehidupan manusia pola pikir manusia berdasarkan urutan A-Z, urutan sebenarnya tidak masalah. Bukan karena percaya mujizat baru terjadi, yang menjadi aksi sebenarnya perkataan Yesus (ay.50), ketika Firman itu dikeluarkan ada 2 effect, ia Percaya dan mujizat itu terjadi, permasalahannya adalah ia belum melihat bentuk nyatanya, maka mujizat itu sebenarnya sudah terjadi saat itu, inilah kuasa Tuhan yang mengatasi ruang dan waktu

Mzm 139:1-6, ada kalimat �sesungguhnya semuanya telah Kau ketahui.� Ada banyak orng yang menggunakan teknologi untuk terus mengetahui apa yang terjadi di tempat lain. Luar biasanya Tuhan adalah sebelum melakukan sesuatu pun, Ia sudah tahu. Kejadian di manapun Ia tahu. (1) pegawai ini datang dng rendah hati dan penuh pengharapan (2) ia percaya dan pergi. Mendengar dan percaya (3) ia melihat anaknya sembuh, maka ada kehidupan dan kasih dari Tuhan.

Jarak Kana-Kapernaum adalah 27 km. Kata penting dalam perikop ini adalah percaya. Dengan percaya berarti beriman, dengan percaya tidak terikat pada mujizat yg dilakukan, dengan percaya anaknya disembuhkan, dengan percaya seisi rumahnya percaya.

Percaya. Yunani: pistis (noun, iman, ajaran yg diimani); pisteo (verb: unsur percaya yg memunyai keyakinan yg kuat). Kata pistis tdk pernah dipakai Injil Yohanes. (1) Iman percaya adalah bagian dari hidup kita, yg aktif dihubungkan dng kondisi keselamatan. (2) tindakan percaya itu lebih penting daripada contentnya. Percaya itu ditujukan pada satu pribadi, yaitu Yesus. Pegawai ini memercayakan hidupnya kepada Yesus (pisteo).

Salah satu tujuan Injil Yohanes adalah supaya orang menjadi percaya. Ada tiga macam yang berhub dng percaya. (1) percaya karena melihat mujizat (2) meskipun melihat mujizat, mrk tetap tidak percaya. Misalnya pemberian makan 5000 orang. Mereka ikut Yesus bukan karena percaya, tetapi karena sudah nikmati hasil mujizat (3) tidak melihat namun percaya. Percaya karena kesaksian.

Ini peristiwa ketiga penyembuhan jarak jauh. (1) anak perempuan Siro Fenisia (2) anak hamba seorang perwira (3) teks ini. Kata pegawai kurang tepat, karena kurang spesifik. Lebih tepat pejabat kerajaan atau bangsawan. Dia datang kepada Tuhan karena percaya Yesus bisa menyembuhkan tetapi caranya ia yang tentukan, yaitu Yesus harus datang. Tetapi Yesus tidak mau mengikuti caranya. Akhirnya ia percaya. Dia datang kira2 5 jam perjalanan, Kapernaum. Dia datang kepada Tuhan karena menyembuhkan, dia melihat Yesus menyembuhkan dengan konsepnya bahwa Yesus datang dan sembuhkan, Yesus beritahu dan jelaskan bahwa kuasaNya tdk terbatas, dan dalam percakapan tersebut ada pertumbuhan iman. Ay 43-44: Kutipan seorang nabi tidak diterima ditempatnya sendiri, menurut William barcay, keakraban membiaskan sikap menghina, Yesus menembus kebenaran umum seperti ini.

Bagaimana iman itu menjadi hidup dalam keseharian, tidak hidup dalam kekuatiran dan mempercayakan kehidupan kepada Tuhan

Apa beda tanda dan mujizat. Tanda dipakai dalam arti otoritas. Jika orang melihat tanda lalu lintas, mengapa taat? Karena ada otoritas di dalam tanda. Orang-2 ini tidak takut Tuhan, tetapi hanya mau mujizat saja. Percaya hanya pada apa yang sudah ia lihat . Percaya (50) bahwa Yesus bisa buat mujizat. Percaya (53) adalah percaya pada otoritas Allah. Yang perlu kita capai adalah yang kedua.

1. Tuhan punya cara untuk mendesak/memojokkan/menyudutkan, sehingga ia membutuhkan Tuhan, Ia bangsawan kaya akhirnya menghadapi jalan buntu, mau tidak mau ia harus mencari Tuhan
2. Mendapatkan karena iman
3. Melalmpaui ruang dan waktu, dan kondisi
4. Dasar iman adalah Firman Tuhan yang berkuasa, karena ia percaya mujizat nyata, (ilustrasi : bar yang dihancurkan krn gledek, tidak mengaku krn doanya, jaman sekarang orang berdoa tidak percaya bahwa Tuhan mampu melakukan mujizat)
Yohanes menulis dng konsisten dan jelas. Attesting sign. Yohanes melihat bhw semua mujizat ada tujuannya, bukan kebetulan. Di dalam peristiwa ada tujuan. Di sini disebut tanda kedua, sekalipun berdasar permintaan pejabat itu. Bukan tanda yg penting, tetapi apa yang ditanda. Setiap orang melihat sesuatu sbg sesuatu. Tanda itu harus mengarah pada pengenalan Yesus sebagai siapa. Jelas Yohanes menghendaki orang mengenal Yesus sbg Anak Allah. Itulah terminal iman setiap orang percaya.

Waktu dan Ruang ada di dalam Tuhan. Ini berkaitan dng pencipta dan ciptaan. Dosa membawa tiga hal: penderitaan, sakit penyakit, kematian. Hanya Tuhan yg bisa atasi hal itu. Khotbah harus menghantar orang pada kebutuhan pada Yesus.
Manusia tidak mampu, Yesus yang mampu melakukannya
Ada kebutuhan/Ketidakpercayaan/kebuntuaan yang dibawa kepada Yesus
Seorang yang jalan sedemikian jauh adalah bapa yang baik buat anaknya,
Urusan anak adalah urusan dirinya sendiri, sehingga ia melakukan semua
(Kisah diperbandingkan dengan wanita samaria)
Tuhan punya hati yang lebih mendalam dibandingkan ayah yang mengasihi anaknya, sehingga Yesus pun mengiakan permintaan Perwira ini, Hal ini yang harus dimililki hamba Tuhan
Iman itu sendiri berasal dari Allah

Manusia tidak bisa berada di 2 tempat dan 2 waktu yang beda,
Imajinasi manusia dapat ada dimana-mana, tapi Tuhan menebus keterbatasan manusia atas ruang dan waktu. Manusia diajak untuk tidak hidup dalam imajinasi tapi yang real untuk melihat kuasa Tuhan
Keluarga ini diajak untuk percaya kepada Yesus bukan hanya penyembuh, tapi sebagai Allah

Mujizat pertama meningkatkan mutu (air jadi anggur) peningkataan nilai, memeberi makan adalah hal kuantitas, dalam penyembuhan anak Penjabat ini Tuhan Yesus tidak gunakan apa2, hanya melalui perkataan
Hal ini menyatakan Tuhan Yesus tidak terbatas atas alat2 apapun, jaman sekarang ini orang pake macam-macam cara berkaitan dengan penyembuhan (minyak, sistem teknologi menyentuh display TV, air, dll)
Penyembuhan orang-orang pakai alat-alat, sebenarnya kita diingatkan Kuasa itu bukan karena saya, tapi karena kuasa Tuhan, bukan karena alat-alat, tapi karena Allah yang mengijinkan atas kasih karunia Tuhan.

Mujizat tetap diijinkan terjadi bagi yang mencari Allah, pada akhirnya Tuhan Allah menjadi sumber dan tempat pengharapan

JATUH KARENA SOMBONG

JATUH KARENA SOMBONG
I Kings 12:1-24

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 16 Juli 2009


Introduction
� Buletin dwi bulanan Hok Im Tong, Euangelion, pada bulan February � Maret 2009, yaitu edisi yang ke 110, memberikan 7 renungan mengenai kesombongan, pada p. 72-79.
Salah satunya adalah mengenai Pilot. Kisah mengenai pelaut muda yang sangat berbakat dan berprestasi.Kariernya menanjak dengan cepat. Pada usia yang sangat muda, ia sudah menjadi kapten. Suatu kali, ia berlayar dan akan mendarat di sebuah tempat. Seorang penumpang bertanya, �Apakah tidak sebaiknya, ia meminta arahan dari pelabuhan?� Kapten menjawab, � Tak perlu, aku kapten yang hebat.�Pada akhirnya, kapal itu menabrak karang bawah laut, hancur, dan ia mati.

� Rehabeam adalah satu-satunya anak Salomo dengan Naamah (anak seorang imam Amon). Alkitab mencatat, Salomo memiliki 700 istri dan 300 gundik = 1.000 (I Kg. 11:3).Tapi, anak yang dicatat oleh Alkitab adalah 1 ini. Ia adalah permulaan �Menurunnya� grafik kejayaan kerajaan Israel.
Kalau sebelumnya kerajaan Israel memasuki masa kejayaan dan mengalami puncaknya pada zaman Salomo, pada zaman ini, Israel �Menurun.� Akhir dari turunan ini adalah pembuangan.
Kerajaan yang dibangun dengan susah payah, oleh orang terbesar sepanjang sejarah, tak usah 1000 anak menghancurkannya, tapi 1 saja, cukup.

� Jatuh.
[a]. Kehilangan kerajaan. (Kerajaan = teritori)
Indonesia kehilangan P. Sipadan dan Ligitan.
Dari 12 suku, menjadi 2, yaitu Yehuda dan Benjamin = 1/6.Berbeda dengan namanya, yang artinya �A people has enlarged,� eh . . . malah mengecil.
[b]. Kehilangan reputasi.
Nama Rehabeam hanya muncul 2x dalam 1 ayat dalam PB, yaitu dalam silsilah, Matt. 1:7.
Berbeda dengan Daud, dari permulaan PB, sudah dicatat (Matt. 1:1), sampai akhir PB, 22:16.
Atau Salomo, 11x dicatat dalam PB, pertama Matt. 1:6, dan terakhir Acts 5:12.
Ia memerintah selama 17 tahun.
Saul memerintah selama 40 tahun (Kis. 13:21).
Daud memerintah selama 40 tahun (I Kg. 2:11).
Salomo memerintah selama 40 tahun.

� Apa alasan kejatuhan itu? Sombong.
Sombong = berkata lebih dari kenyataan.
Rendah hati = berkata apa adanya.
Rendah diri = berkata kurang dari apa adanya.

� Apa kesombongannya:
1. Tak mau mendengar ayahnya.
Banyak orang tak mau mendengar ayahnya.
Dibilang jangan OR itu (basket), tetap saja.
Dibilang jangan pacaran dengan dia, tetap saja.
Dibilang jangan pulang malam, eh . . . pulang pagi.
Memang tak selalu orang tua benar, tapi banyak benarnya.
Ayahnya adalah orang yang paling bijaksana segala zaman, tapi ia tak mau
mendengarkannya.
Ayahnya adalah negarawan handal yang teruji.
Ex: Kasus 2 ibu yang memperebutkan 1 anak.
Bahkan diuji langsung oleh Ratu Syeba.
Ayahnya tahu banyak hal:
[a]. Dari hal tumbuhan sampai hal binatang.
[b]. Dari hal peperangan (menghancurkan) sampai hal pembangunan.
[c]. Dari hal sastra dan agama sampai hal politik.
Ayahnya pernah berkata �Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman,
tapi perkataan
yang pedas membangkitkan marah, . . .� (Prov. 15:1).
Ia menjawab wakil rakyat dengan perkataan yang pedas (v 7).
Baiknya tak mau didengar, kurang baiknya didengar.
Ia memiliki 21 istri (2 di antaranya adalah cucu Daud, Mahalat dan Maakha) dan
60 gundik (II Chron. 11:18-21).
[a]. Polygamy
Lebih banyak gundik dari pada istri = lebih jahat dari Salomo.
Karena, Salomo lebih banyak istri dari pada gundik.
[b]. Tak peduli pada anak.
Ia punya 28 anak laki dan 60 perempuan (II Chron. 11:21).
Ia memberi anaknya banyak istri dan harta (II Chron. 11:23).
Salah satu anaknya dari istri favorit, Abijah, istri 14, punya 22 anak laki
dan 16 perempuan (II Chron. 13:21).
[c]. Tak mengasihi rakyat.
Salomo mengharuskan rakyat membayar pajak untuk pembangunan
gedung-gedung pemerintahan. Mereka mengharapkan keringanan
sekarang. Eh . . . malah diperberat.

2. Tak mau mendengar tua-tua / orang yang dituakan.
young and tender hearted / muda dan belum teguh hati (II Chron. 13:7). Ia adalah orang yang lemah Usianya 41 tahun, tapi ia kurang mantap (II Chron. 12:13).
Banyak crisis yang muncul dalam pemerintahannya yang ia tak sanggup atasi.
[a]. Crisis Ephraim dimulai pada zamannya.
Crisis ini yang menyebabkan perpecahan Israel under Ishbosheth (II Sam. 2) dan Judah
under David.
[b]. Crisis tempat ibadah.
Ia memindahkan pusat politik dari Sikhem dan pusat ibadah dari Shiloh
(Ps. 78:60) ke Jerusalem.
[c]. Crisis pajak yang diperberat.
Tapi, ia tak mau mendengar tua-tua, yang adalah teman ayahnya yang bijaksana dulu (Prov. 27:10).
Yang ia dengar adalah orang muda, yang kurang pengalaman (inexperience / new comer).
Perhatikan, jawaban dari tua-tua hanya 1 ayat (v 7) = singkat, padat.
Jawaban dari orang muda, 2 ayat (v 10-11) = imply bertele-tele dan lebih memberatkan.
Tapi, perkataan yang bertele-tele itu diperhatikan betul, sehingga bisa �Ingat.� Sehingga, ia bisa mengulangi perkataan itu persis pada rakyat (v 14).

3. Tak mau mendengar Tuhan (II Chron. 12:5, 14).
Ini adalah climax kesombongannya. Orang bisa mendengar orang tuanya dan
orang-orang yang lebih tua lainnya, tapi tak mendengar Tuhan.
Banyak orang Kristen, secara khusus, yang sangat tahayul, ex: Memelihara
pusaka, hari tertentu, makanan tertentu, etc.
Kalau orang Islam, banyak yang tahayul, ex: Menteri Agama Said Agil Munawar
(2002) memburu harta karun Prabu Siliwangi di bawah batu Cagar Budaya Batu
Tulis.
Cf. Presiden SBY juga dicegah datang ke Kediri, karena menurut orang pintar dan legenda,
Setiap penguasa yang datang ke Kediri, akan lengser.
Kalau bukan tahayul, pengobatan alternative. Tak sabar menunggu cara Tuhan,
lari ke pengobatan alternative.
Ia membuat 2 anak lembu emas (v 28).1 saja � dalam zaman Aaron (Ex. 32) � sudah membuat Tuhan murka, eh . . . ia membuat 2.
Diperingatkan oleh abdi Allah, tapi malah mau membunuh abdi Allah itu (14:4).
Diperingatkan melalui tangan yang kejang (14:4), tetap mengeraskan hati (14:33).
Ini pelajaran yang amat penting, orang yang mengabaikan Tuhan, walaupun ia begitu kuat, tetap saja pada akhirnya akan hancur. Rehabeam memperkuat kota dengan senjata (II Chron. 11:5-12), tapi tetap pada akhirnya hancur.

Pada saat kematian Salomo ( I Raj 11: 43) maka bangsa Ibrani terpecah menjadi dua kerajaan, yakni Kerajaan utara (Israel) dan Kerajaan Selatan (Yehuda). Kisah Israel dan Yehuda ini, inti persoalannya karena mereka melanggar perjanjian Allah dan masalah kesombongan. Kesombongan adalah kata yang berulangkali disebut dalam Alkitab, baik PL maupun PB. Kata congkak ditulis 6 kali dalam PB, 20 kali dalam PL, sedangkan kata sombong 8 kali dalam PB, 29 kali dalam PL, dan dari semua ayat menyatakan bahwa kesombongan adalah hal yang amat amat negatif atau bahkan dibenci Allah. Seperti yang dikatakan dalam Amsal 16: 18, �Kecongkakan mendahului kehancuran dan tingggi hati mendahului kejatuhan.� Itulah pula yang menyebabkan kehancuran dan kejatuhan bangsa Ibrani.

Allah sangat sensitif atau peka terhadap sifat sombong manusia. Karena kesombongan manusia, maka Tuhan berkata, �Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.� (I Raj 12: 24). Ini berarti bahwa kesombongan merupakan dosa yang sangat serius bagi Allah. Dan setiap dosa harus dihukum. Dengan adanya dua kerajaan itu (Utara dan Selatan) sesuai dengan rencanaNya : 1. Sebagai hukuman atas penyembahan berhala. 2. Sebagai sarana untuk memelihara kaum sisa yang benar di Yehuda (11: 13). Dosa kesombongan adalah alat yang paling efektif untuk menjauhkan orang percaya dari Tuhan.

Pada awal tahun 1979, dunia dikejutkan oleh suatu peristiwa besar, yaitu Syah Iran seorang raja yang mempunyai kekuasaan besar, kaya raya dan sombong, digulingkan oleh musuhnya. Syah Iran jatuh karena kesombongannya yang tidak mau mendengar perkataan penasehatnya. Dia menganggap bahwa dia mampu melakukan segala sesuatu dengan kemampuannya sendiri. Puncak kesombongannya tercetus lewat kata-kata yang diucapkannya dimakam Cyrus Agung di Pasargade pada HUT Iran yang ke 2500. Dia mengatakan : �Padamu Cyrus, Raja Agung, Rajanya para Raja, kusampaikan salamku, aku Raja di Raja Iran, dan juga dari rakyatku�. Dia menganggap dia adalah penerus Cyrus yang Agung, dengan perkatan itu dia mau mengatakan bahwa saat itu dialah raja segala raja. Karena kesombongannya maka dia bertindak sewenang-wenang.

Apa yang dialami oleh Syah Iran, sebelumnya terjadi dalam kehidupan Raja Rehabeam yang menjadi penerus Raja Salomo yang Agung, dia jutuh karena kesombongannya, kerajaan pecah menjadi dua. Raja Rehabeam bertindak sewenang-wenang terhadap rakyat Israel. Dia tidak mau mendengar keluhan rakyatnya, dia sombong dan tinggi hati, congkak dan tidak mau mendengar nasehat para tua-tua. Rehabeam lebih mendengar nasehat orang-orang muda, yang sesuai dengan pemikirannya. Rehabeam minta waktu dua hari dan meminta mereka kembali menghadap bukan untuk memikirkan jawabannya, karena dia sudah punya jawaban sendiri. Dia minta nasehat bukan sebagai bahan pertimbangan, tetapi untuk meneguhkan apa yang dia sudah rencanakan. Raja Rehabeam sangat angkuh tidak punya hikmat seperti Salomo ayahnya, dan tidak mau mendengar nasehat. Raja Salomo dalam Amsal 13:10 telah mengingatkan : �Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasehat mempunyai hikmat�. Dalam Amsal 15:1 dikatakan : � Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah�. Raja Rehabeam memberi jawaban yang keras dan pedas kepada rakyatnya, sehingga membangkitkan amarah 10 suku Israel (12:12-16), dan mengakibatkan kerajaan Israel terpecah. Itulah awal kejatuhan dari Raja Rehabeam, sebagaimana dikatakan dalam Amsal 15:18 : � Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan�.

Berdasarkan apa yang terjadi terhadap Rehabeam, maka sebagai umat Tuhan kita harus menjauhkan diri dari kesobongan, agar kita tidak jatuh. Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain :
1. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati dan jangan bersandar pada pengertian diri sendiri (Ams 3:5)
2. Jangan menganggap diri lebih tinggi dari orang lain, jangan mengunakan kuasa untuk menekan orang lain.
3. Hendaklah rendah hati, tidak mementingkan diri sendiri,tetapi kepentingan orang lain juga, sebagaimana yang dilakukan Kristus ( Fil 2:1-11).

Amsal 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.
Nasib kehidupan manusia sangat tergantung dari bagaimana ia bersikap. Artinya sangat ditentukan oleh keputusan-keputusan yang diambilnya. Tidak ada jalan lain, kecuali ia harus memilih di antara beberapa masukan-masukan, nasihat-nasihat dan pertimbangan-pertimbangan yang ada.
Rehabeam naik takhta menggantikan ayahnya, Raja Salomo yang pamornya luar biasa. Tidak mudah menggantikan seorang raja yang bijaksana, agung dan tersohor ke seluruh dunia pada masa itu. Jadi raja Rehabeam mempunyai beban mental dua kali lipat yang berat sekali. Yang pertama, ia harus mempertahankan kejayaan kerajaan yang sudah dicapai oleh ayahnya; dan yang kedua, bagaimana ia memajukan kerajaannya menjadi lebih baik, lebih makmur, dan rakyatnya lebih sejahtera.
Sangat disayangkan, raja Rehabeam yang dibesarkan dalam masa kemakmuran, kenikmatan materi yang berkelimpahan, tetapi sangat miskin dalam pendidikan iman kerohaniannya. Ia hanya berambisi akan kedudukan raja, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memerintah rakyatnya. Kejatuhannya bukan karena ia tidak mempunyai penasihat yang baik, melainkan karena ia �gila kuasa� oleh kesombongan dirinya.
Beberapa catatan mengenai kejatuhan raja Rehabeam, kiranya dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita :
� Ia memilih nasihat dari orang-orang muda sebaya dengannya. Dalam urusan kenegaraan yang begitu penting, ia sama sekali mengabaikan pengalaman penasihat dari para tua-tua yang mendampingi ayahnya. Sebaliknya ia memilih mendengarkan nasihat orang muda yang kurang pengalaman, dan wataknya yang terbentuk dalam kemanjaan materi, hidup yang serba enak, tidak mau menderita, sifat egois yang selalu mau menang sendiri.
� Kesombongan Rehabeam menunjukkan kebodohannya. Ia membandingkan dirinya dengan ayahnya, dalam segi negatif, dalam masalah yang menjadi kelemahan pemerintahan ayahnya. Tentu hal itu akan menambah kemarahan rakyat.
� Sangatlah bodoh, bila Rehabeam berpikir bahwa rakyat itu sebagai �alat produksi � sandang pangan bagi kekayaan raja, tidak bisa berbuat lain kecuali harus tunduk kepada kemauan penguasa. Akibatnya, Adoram yang menjadi kepala rodi ( kerja paksa ) dilontari batu oleh rakyat hingga mati.
� Rehabeam meninggalkan Allah, mengandalkan kekuatan manusia. Ketika ia mendengar Yerobeam menjadi raja orang Israel, Rehabeam siap memerangi kaum Israel dengan kekuatan pasukan 180.000 tentara teruna, dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kedalam tangannya. Rencananya ini digagalkan TUHAN melalui abdi Allah, Semaya yang menegaskan bahwa Tuhanlah yang menyebabkan perpecahan kerajaan Israel.


Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at , 17 Juli 2009


Tujuan: Congkak dan sombong adalah pangkal kehancuran hidup, tentara yang angkuh pasti kalah perang. Kejatuhan penghulu malaikat terang adalah karena ingin setara dengan Allah. Patut kita waspada, jangan merasa diri hebat seperti Rehabeam yang menyebabkan negaranya pecah.

Rehabeam berusia 41 tahun ketika ia naik takhta. Ia memerintah selama 17 tahun (1 Raja-raja14:21) . Di bawah ayahnya, Salomo, orang-orang dikenai pajak yang sangat besar untuk membayar semua proyek pembangunan yang dilaksanakan pada masa pemerintahannya. Proyek pembangunan sebuah tempat di Millo oleh Salomo, yang sebelumnya sebuah daerah terbuka yang menjadi akses yang mudah untuk ke Bait Allah dari mereka yang datang dari utara, mungkin dianggap menyusahkan oleh suku-suku di utara (1 Raja-Raja 11:27) . Karenanya, setelah kematian Salomo segera muncul kegelisahan -- rakyat khawatir bahwa Rehabeam akan mengambil kebijakan memungut pajak yang besar, suatu kebijakan yang (dianggap) pro selatan seperti ayahnya. Menanggapi permintaan mereka, maka Rehabeam meminta waktu untuk menjawab hal ini. Para penasihat tua yang sebelumnya dari pemerintahan Salomo menasihatinya agar ia menurunkan pajak agar disukai oleh rakyatnya, sementara para penasihat muda, para kroni raja yang baru, menyuruhnya agar ia meningkatkan pajak. Rehabeam berpihak dengan para penasihat muda .
Memang nubuatan tentang perpecahan kerajaan ini sudah disampaikan melalui nabi Ahia, orang Silo (1 Raja-raja 11:29-39, khususnya di ay.34-36, kerajaan akan dipecah melalui anaknya Salomo). Pecahnya kerajaan ini pun memperlihatkan kepada kita suatu sikap dari seseorang yang tidak berhikmat, dan sombong

Apa yang menjadi kesombongan dari Rehabeam?
1. Menempatkan diri lebih dari pada rakyatnya, sehingga ia tidak peduli keadaan yang sekarang rakyat sedang alami
2. Tidak mendengarkan nasihat orang yang lebih bijaksana dan berpengalaman, sebaliknya lebih mendengar keinginannya sendiri (Kesombongan intelektual)
3. Memandang dirinya jauh lebih besar dan berkuasa (ay.10, orang2 muda mengajaknya melihat diri Rehabeam lebih besar dan punya kuasa yang hebat) dan memandang orang lain lemah (Kesombongan Materi dan Kuasa)
4. Kesombongannya membawa arogansi dan menekan yang lemah (ay.14)
5. Benih Kesombongan Rehabeam ini pun berkaitan dengan tidak takutnya akan Tuhan, pada pasal 14:22-25, disebutkan bahwa Yehuda melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, bahkan di 2 Tawarikh 12:1, jelas disebutkan Rehabeam beserta seluruh Israel MENINGGALKAN HUKUM TUHAN, KETIKA Kerajaannya menjadi Kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh. Mereka melihat bahwa itu semua adalah karena kemampuan mereka, dan melupakan Tuhan, -ay.2c, karena mereka berubah setia terhadap Tuhan-, namun KARENA Ada Pertobatan Setelah Nabi Semaya memberi teguran(2 Taw 12:5), Allah tetap memelihara walaupun mereka tetap dihukum dengan menjadi jajahan dari Sisak, raja Mesir, Namun Allah tidak memusnahkannya.
Kita mengingatkan jemaat agar jangan sombong dalam aspek kehidupan kita, ...semua karena Tuhan. Karena itu di dalam Yesaya 26:12 berkata bahwa yang kita lakukan semua adalah Tuhan yang melakukannya, berikut ini adalah beberapa bagian Alkitab yang menyatakan Karya Allah;
1. Kita lahir / wanita bisa melahirkan, karena Tuhan yang melakukannya (Mzm 71:6)
2. Kita bisa tidur nyenyak, karena Tuhan yang melakukannya (Mzm 4:9)
3. Kita bisa bangun dari tidur karena Tuhan yang melakukannya (Mzm 3:6)
4. Kita bisa makan, minum dan bersenang-senang, karena Tuhan yang melakukannya (Pkh2:24)
5. Kita pintar, pandai karena Tuhan yang melakukannya (Amsal 2:6)
6. Kita kuat dan sehat karena Tuhan (Dan 2:20 ; Matius 8:17)
7. lainnya

Karena itu, kesanggupan kita adalah pekerjaan Tuhan (2 Kor 3:5). Untuk apa kita sombong. Hal-hal yang bisa membuat sombong yaitu:
1. Pengetahuan (1 Kor 8:1)
2. Kebijaksanaan (Yer 9:23)
3. Kekuatan (Yer 9:23)
4. Kekayaan (Yer 9:23)

Kita melihat dua kontras yang adalah akibat dosa, yakni: low self image dan high self image. Low self image membuat seseorang merasa bahwa dirinya sangat tidak berharga dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya, akibatnya ia selalu merasa �kurang� dibandingkan orang lain dan ia selalu gagal untuk menjadi dirinya yang sebenarnya. Hal ini bukanlah suatu kerendahan hati, melainkan ia menghambat dirinya untuk berkembang sesuai dengan kapasitas dan talenta yang Allah berikan dalam hidupnya. Sebaliknya, high self image membuat seseorang menjadi lupa diri, ia merasa selalu �lebih� ketika membandingkan dirinya terhadap orang lain, ia merasa lebih �rohani�, lebih �tahu� ,lebih �teologis� bahkan lebih �Calvinist� dibandingkan yang John Calvin. Dari kedua ekstrim tersebut, muncul kombinasi yang lebih berat yakni: Superiority complex, orang yang sebetulnya minder tetapi untuk mengatasi keminderan tersebut dengan cara menjadi super. Alhasil muncul personality yang sulit diterima lingkungannya dan akhirnya sulit untuk menjadi berkat.
Belajar dari Paulus, bagaimana ia mengelola hidupnya ia berkata, �Karena kasih karunia Allah, aku ada sebagaimana aku ada sekarang ....� ( 1 Korintus 15:10) . Paulus yang hidupnya makin berusia menjadi semakin bijak. Pada masa awal pelayanannya ia melihat dirinya paling hina diantara semua Rasul, beberapa tahun kemudian ia melihat dirinya menjadi paling hina diantara orang-orang percaya dan justru pada akhir hidupnya ia melihat dirinya sebagai orang yang paling hina diantara orang-orang berdosa. Namun sejarah mencatat bagaimana Allah bekerja dalam kiprah hidup Paulus.
Mari kita buang jauh kesombongan, mari kita kubur dalam-dalam kecongkakan �rohani� itu. Mari kita menjadi diri kita yang unik dalam rencana Allah, agar kita mampu mempresentasikan kehidupan ini menjadi persembahan yang terbaik di hadapan Allah dengan indikator menjadi berkat bagi sesama.

Rehabeam sebenarnya melihat kepemimpinan kerajaan mulai dari ayahnya yang hidup sungguh di hadapan Tuhan tapi dia ga belajar dari ayahnya. Dia jatuh karena sombong:
1. dia pede sekali bisa melampaui ayahnya (pede yang ga sehat), pede kita harus bersandar kepada Tuhan
2. tahu diri; kedudukan bukan karena kita tapi dari Tuhan.
3. kerendahan hati

Kesombongan terjadi karena gagal megenal Allah dan diapun gagal untuk mengenal dirinya sendiri. Ada 3 hal penting:
1. perhatikan hal kecil; hal kecil bisa pengaruhi hal besar dan mencapai kemajuan
2. tahu prioritas
3. tahu diri sendiri; sebagai raja dia harus bijaksana, apa yang dia warisi

kesombongan adalah dosa yang dahsyat. Adam dan hawa ada kesombongan untuk menyamai Allah. Ada kesombongan yang tidak terlihat dan terlihat dan itu hanya disadari oleh diri sendiri. Rehabeam, dia dengan latar belakang ibunya dia tidak memiliki gambaran tentang Allah yang kuat, oleh karena itu kecenderungan kesombongan itu besar dalam dirinya karena dia tidak mengenal Allah yang benar.

Jika membandingkan dalam situasi yang sama antara Rehabeam dan Yerobeam; mengenai Yerobeam Tuhan sudah katakan apa yang akan diperbuat, diteguhkan bahwa perubahan itu ditetapkan oleh Tuhan. Belajar dari sisi positif Yerobeam adalah tidak ada kesombongan pada dirinya dalam situasi yang sama.

Dikaitkan dengan 2 Taw 12:6,7,12 ada kata merendahkan diri. Awalnya buruk tetapi akhirnya baik.

Saya lihat dari kepemimpinannya; sudah naik susah turun. Lih. Ams 16:18;
1. pemimpin yang bodoh dapat tersesat karena lingkungan yang rusak: a) mencari nasihat yang salah? yang sesuai keinginan hati, b) mendengarkan suara yang salah, c) bergabung dengan lingkungan yang rusak
2. pemimpin yang bijaksana ? menerima nasihat dari lingkungan yang benar
3. kepemimpinan dimulai dalam hati
ada pepatah China: ????;???? artinya, belajar baik 3 tahun belajar rusak 3 hari

Seorang pemimpin biasanya harus kasih janji yang baik, Rehabeam tidak memberi sesuatu yang baik, rakyat pun tidak senang kepada dia. Jika diawali dengan kesombongan maka diakhiri dengan kehancuran

Ada beberapa kesombongan:
1. kesombongan atas kejahatan
2. atas materi
3. kemampuan
4. kebaikan
5. kemiskinan
6. kebodohan; saya aja orang ga sekolah kamu orang sekolah ga bisa
7. kerohanian

Plato filsuf Yunani yang terkenal, suatu kali menjamu teman-temannya dalam suatu ruangan di rumahnya, di mana terdapat sebuah kursi panjang yang sangat bagus. Seorang teman karib nya masuk, temannya ini penampilannya sangat kotor, dan ia naik ke atas kursi panjang. Sambil menginjak-injak kursi panjang itu, temannya ini berkata, �saya menginjak-injak kecongkakan Plato.� Plato berkata, �tapi dengan kecongkakan yang lebih hebat lagi, sahabat!� Plato menjelaskan bahwa ketika ia menginjak kecongkakan, yang sedang menginjak kecongkakan itu sendiri sebenarnya lebih congkak! Setiap dosa mengandung kepentingan diri sendiri dan dosa kecongkakan yang terutama adalah membesar-besarkan diri, menganggap diri lebih unggul dari orang lain. Allah tidak memberi rasa harga diri atau rasa bangga akan kepribadian diri sendiri. Tetapi yang Allah benci adalah ketika kita membesar-besarkan diri secara berlebihan melebihi kualitas diri yang sebenarnya.

Rehabeam dan yerobeam sama tidak baiknya. Mereka sombong dan jatuh karena tiga perkara:
1. karena jabatan; semakin tinggi semakin jauh dari tanah. Naik motor dengan mobil beda
2. salah mendengar nasihat; rehabeam menerima nasihat yang muda dan menolak yang tua.
3. keimanan dan spiritual; sama sama perusak iman umat Israel. Ketika Yerobeam mendapat posisi, dan tempat penyembahan ada di Yerusalem, maka dia buat di Betel.

Renungan ini bukan hanya untuk jemaat tapi kita juga. Rehabeam adalah raja yang diberi kesempatan untuk memerintah sebagai raja. Ketika Rehabeam merendahkan atau tidak mau mengabdi (ay.6) maka rakyat pun tidak mau mengabdi, maka (ay.16) dia akan dilecehkan. Ada banyak hal yang dapat membuat kita sombong, intelektual, kesempatan kita, kesombongan selalu membuahkan kegagalan dan kekecewaan.

Sebenarnya Rehabeam telah mewarisi pemerintahan yang rusak dan dia disebabkan, penyebab dan juga bagian dari sistem yang rusak. Cara pikirnya adalah hasil dari pembentukan masa lampau. Ada pepatah yang mengatakan Fox populi fox Dei suara rakyat itu suara Tuhan, tidak selalu benar memang tetapi dari konteks ini, ayat 15 Raja tidak mendengar rakyat, maka di situlah titik balik sikap Allah terhadap Israel.

Sombong, narsis, saat orang sombong berpusat pada diri sendiri. Allah , Rehabeam dan Israel bisa menjadi kesatuan yang harmonis. Tetapi rehebeam hanya melihat kepada dirinya sendiri. Karena menganggap diri mampu, benar, dan baik tidak mengingat allah yang di atasnya.

Kejatuhan dimulai dari akar dosa ini.
1. Kesombongan itu bukan dari siapa2 tapi diri dia sendiri.
2. rendah diri adalah salah satu bentuk kesombongan
3. sombong tidak mengerjakan sesuatu yang baik bagi dirinya ataupun bagi orang lain.

Orang sombong itu ga tahu kalau dirinya sedang sombong. Allah menentang orang yang sombong. Rehabeam tidak mengerti keadaan situasi yang sesungguhnya. Yerobeam musuh dari ayahnya ada di sana dan dia memaksakan diri. Kesombongan muncul karena salah mendengar dan menerima nasihat, bukan soal tua atau muda, kita tidak bisa menentukan yang tua benar atau yang muda salah, atau sebaliknya. Rehabeam terlalu focus pada kekuatannya, dia lupa pada kekuatan dan kuasa Allah yang diandalkan oleh nenek moyangnya. Kesombongan pangkal kehancuran.

Mungkinkah manusia tidak sombong? Mc Twain, manusia memiliki dua penyakit kronis: tinggi hati dan rendah diri. Zhuangzhi mengatakan:�.
Ornag yang terpisah dari Tuhan tidak mungkin tidak sombong, ketika menerima Kristus dan membiarkan Kristus mengubah diri kita , maka kesombongan akan dipatahkan.

Dosa terbesar adalah kesombongan dan itu adalah dosa tertua, demikian dimulai dari taman Eden. Manusia selalu ingin naik, tetapi Tuhan Yesus mau turun. Ada ratusan buku rahasia sukses dsb, sukses diukur dari 4 macam; makin banyak duit makin tinggi hati, makin popular, kekuasaan, prestasi; manusia ingin naik tetapi Tuhan Yesus malah ingin turun. Agar tidak jatuh hanya dengan bersandar kepada Tuhan, Tuhan Yesus berkata di luar aku kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau kelebihan akan menjadi sombong, kalau kekurangan menjadi rendah diri, kita harus bersikap selayaknya.


JANGAN MEMBUNUH

JANGAN MEMBUNUH
Kel 20 : 13

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 9 Juli 2009


Perintah Allah � Jangan membunuh � menyadarkan kita, betapa berharga hidup atau nyawa manusia itu. Hidup itu kudus, anugerah Allah. Allah adalah sumber dan pemberi hidup manusia. Maka hak atas hidup manusia adalah Allah sendiri.
Kita katakan bahwa Hidup itu Kudus, artinya kehidupan yang bermakna dan bernilai, ialah kehidupan yang dipersembahkan kepada Allah (Roma 12:1). Dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan Allah. Allah mendesign hidup manusia, agar memberikan kontribusi, atau menjadi �alat saluran� berkat dan kasih Allah kepada sesamanya. Sehingga kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat menghadirkan � shalom Allah � bagi sesama kita.
Kita melihat kehidupan manusia yang sudah jatuh ke dalam dosa, mereka sudah tidak mampu menghadirkan �shalom�, sebaliknya mereka menjadi �Beruang� untuk memangsa sesamanya. Hari ini manusia membunuh sesamanya, bukan memakai pisau, pedang atau pistol, melainkan dengan � nafsu keserakahan, nafsu keberahian, nafsu keegoisan yang semakin menggila. Dengan kekayaan harta, kekerasan fisik �membunuh manusia� dengan lembut dan halus sekali. Mungkin korbannya pun tidak menyadari bahwa hidupnya sudah dirampas, dihempaskan bagaikan sampah, dipermainkan bagaikan binatang. Jadi bahaya niat membunuh orang, karena dia merasa orang lain itu bukan seorang pribadi, melainkan sebagai suatu objek, tidak bedanya dengan alat permainan modern yang ada.
Secara praktis, masa kini praktek pembunuhan atas manusia lain, misalnya : ada pengusaha yang memperkerjakan pegawainya dengan waktu yang panjang, tentu dengan imbalan uang lembur, tetapi karena kurang istirahat, kondisi levernya pasti terganggu, atau jantungnya bermasalah, karena dipaksa berpacu terus. Akibatnya banyak yang mati muda.
Contoh lain : Kaum Paedifilia (nafsu sex terhadap anak-anak) yang menghancurkan harkat hidup anak-anak di beberapa Negara Indocina . Tindakan itu juga membunuh masa depannya.
Dalam bidang hiburan :di kota-kota besar, sedang maupun kota kecil, bahkan di desa-desa tersebar luas tempat pelacuran, klub-klub yang menyajikan tarian wanita telanjang, atraksi-atraksi exploitasi sexual, dan semuanya menunjukkan ada manusia tertentu dengan �sengaja� atau �sadar� membuat orang lain, sebenarnya membuat dirinya tidak bisa memuliakan Allah. Praktek ini berarti tidak menghormati harkat hidup orang lain, bukankah itu suatu perbuatan � membunuh � kehormatan, martabat hidup orang lain yang diberikan Allah.

Jangan Membunuh Keluaran 20:13 Perintah ini merupakan perintah Allah yang sakral. Perintah ini menegaskan bahwa hidup itu berharga. Hidup itu juga kudus, sebab itu hidup harus dipelihara dan jangan dihancurkan. Hidup itu berasal dari Allah. Allah itu sumber dari hidup.Allah yang hidup adalah Allah yang menghidupkan. Selain itu kehidupan adalah yang dikehendaki Allah. Jadi pada prinsipnya, melalui perintah jangan membunuh ini, Allah memerintahkan kita supaya kita menghargai kehidupan yang Allah berikan.

Dalam Matius 5 : 21 -26 Tuhan Yesus menunjukkan perintah �JanganMembunuh� tidak hanya menunjuk pada perbuatan membunuh saja, tetapi juga mengenai segala perasaan dan kecenderungan yang jahat yang kita simpan dalam hati terhadap sesama manusia, karena Tuhan menilik hati manusia. Hati manusialah sumber dan gudang segala dendam, permusuhan, panas hati, iri, dan segala macam nafsu dan keinginan jahat.Pembunuhan dimulai dari dalam hati dan melanggar hukum :jangan membunuh.

Jangan membunuh
Merupakan hukum yang ke enam yang di berikan Tuhan kepada manusia dalam relasi manusia dengan manusia. Dari hal ini menolong kita mengerti dua hal
Manusia tidak sama dengan ciptaan yang lain (hewan- atau tumbuhan) manusia memiliki harkat yang khusus dihadapan Tuhan.
Manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah yang tidak boleh di perlakukan sembarangan (Yakobus 3:9)

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at , 10 Juli 2009


Kel 20 : 13
MATIUS 5:21-24

Dalam sepuluh hukum tercatat pada hukum yang ke enam tentang perintah �JANGAN MEMBUNUH�
1. Pembunuhan banyak dimengerti meniadakan nyawa dan kehidupan seseorang. Di dunia ini, bagi pembunuh akan ada hukum yang menghakiminya. Tetapi saat ini banyak orang terbebaskan dari pembunuhan secara fisik, dan menganggap dirinya tidak pernah membunuh. Efek dari kejatuhan manusia ke dalam dosa, langsung adalah pembunuhan. Kain membunuh Habel adalah dosa yang terwujud dalam keluarga, dosa pertama yang membuat kehilangan seorang ibu yang begitu mengerikan. Membunuh secara fisik harus dipahami bukan hanya membunuh orang lain, tetapi juga membunuh diri sendiri.
2. Pembunuhan juga bukan hanya secara fisik, tetapi mental, karakter, masa depan, kepribadian dll. Pada bagian ini banyak orang melakukannya, disadari atau tidak, sengaja atau tidak, bahkan menjadi trend hidup tanpa di pahami bahwa kata-kata bisa mematikan seseorang.
Pembunuhan yang tidak langsung kepada fisik tetapi bisa mengharah kepada mematikan seseorang, nampak dalam perkataan atau sikap:? menghina, memfitnah, membenci, bersaksi dusta, menghakimi, iri hati. Begitu juga dengan menahan hak atau fasilitas, jabatan serta menempatkan orang pada garis depan untuk mengalami kehancuran.
Dalam Kisah 9:1 ? pembunuhan itu dirasakan oleh Saulus berkobar-kobar dari dalam hatinya, hal ini mengingatkan bahwa pembunuhan itu benih yang ada di dalam hati seseorang untuk kemudian diekspresikan
Perhatikan dengan sungguh-sungguh dalam menjalani hidup ini, jangan hanya menghindari untuk tidak membunuh secara fisik, tetapi lakukanlah hukum ke 6 ini dengan tidak membunuh orang lewat perkataan dan sikap kita terhadap orang lain, karena masing-masing akan di hakimi dan di buang ke dalam neraka. (Matius 5:21-24)

Cara membunuh seseorang ada 3 cara :
1. Dengan senjata,
2. Dengan lidah,
3. Dengan kelicikan.
Dengan cara penganiayaan melalui tekanan terhadap jiwa seseorang, membuat orang kecewa sampai bunuh diri.
Ada yang dibunuh karena keteledoran orang lain atau karena orang lain tidak mau direpotkan atau karena konsep yang salah (jihad). Pembunuhan dilakukan karena ketamakan yang berlebihan, karena kebencian/dendam/iri hati. Alkitab mengatakan tidak boleh membunuh, karena membunuh berarti meremehkan Tuhan yang menciptakan manusia, manusia dimata Tuhan nilainya sama, karena membunuh itu sifat Iblis, karena orang yang membunuh akan mendapat pembalasan. Manusia bisa membunuh tubuh, tetapi jiwa & roh tidak bisa dibunuh, maka urusan pembunuhan tidak akan selesai.

I Yoh 3:13 setiap orang yang membenci saudaranya adalah membunuh.

Sdri. Melia
Pembunuhan bukan hanya secara fisik, tetapi yang lebih hebat adalah pembunuhan secara karakter. I Pet 2:9-10 kita adalah milik Allah yang tidak boleh membunuh sesama anak Tuhan. Mat 22:39 kita tidak boleh membunuh sekalipun itu bukan anak Tuhan.

Remaja menyadari supaya jangan diperbudak dosa; ada banyak pemicu dalam hidup kita untuk membuat manusia cenderung melakukan tindakan membunuh, misalnya latar belakang keluarga, tayangan tv, permainan games, tetapi tidak menjadi dasar untuk kita berdosa.
Ketika kita membunuh sesama berarti kita menodai ciptaan Allah, konsekwensinya sangat jelas bahwa Allah akan membalaskan setiap orang yang membunuh sesamanya.
FT mengingatkan kita jangan membunuh secara fisik atau secara karakter, Maz 37:8-9 saat kita membiarkan dosa menguasai diri kita maka membawa kita melakukan kejahatan yang menodai ciptaan Allah pada manusia.

Remaja masuk dalam jebakan untuk mengatakan perkataan yang jahat sebagai suatu kebanggaan, tanpa disadari bahwa perkataan2 mereka bisa menghancurkan karakter teman2 dan pada akhirnya diri mereka sendiri.
Jangan membunuh adalah salah satu dari 10 hukum Taurat, pelanggaran terhadap hukum ini adalah menentang Tuhan, pembuat hukum itu, menunjukkan sikap tidak hormat kepada Tuhan. Ketika membunuh, kita melanggar hukum Tuhan.

Membunuh adalah menolak manusia secara eksistensinya dan menolak Allah yang menciptakan manusia. Membunuh disejajarkan dengan kemarahan, membunuh bisa dilakukan melalui perkataan, hak maupun pemikiran. Orang berdalih membunuh secara tidak sengaja, tetapi sebenarnya tidak demikian.

Dimensi dari membunuh ada 2 : membunuh orang lain dan diri sendiri,

Membunuh dalam 10 hukum adalah produk hukum PL, dalam PB Yesus memberikan pengertian yang dalam yaitu kemarahan adalah pembunuhan, kemarahan adalah cara penyelesaian negatif, Yesus menawarkan suatu penyelesaian yang positif yaitu mengampuni. Epesus 4:26-27 memberikan cara penyelesaian positif seperti yang diajarkan Yesus. Amsal 14:29 orang sabar tidak cepat marah, orang yang cepat marah adalah bodoh. Amsal 15 memberitahukan bahwa jawaban yang lemah lembut meredahkan kemarahan.

Istilah membunuh : kill dan murder. 3 jenis pembunuhan : karakter, masa depan & jiwa. Cara mengatasinya, serahkan kepada Tuhan spy kita tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Jangan membunuh, karena membalas adalah hak Tuhan. Tuhan memakai orang2 disekitar kita sebagai sparing partner untuk membentuk kita.

Benci dalam hati adalah suatu pembunuhan.

Tuhan tidak mengijinkan kita mempermainkan kehidupan, pembunuhan adalah tindakan terhadap kehidupan. Yesus mengajarkan kita untuk membangun suatu relasi dengan Tuhan dan dengan sesama. Pembunuhan adalah suatu tindakan memutuskan relasi.

Eulogi adalah perkataan baik yang diucapkan pada saat seseorang meninggal, tetapi jauh lebih baik kalau perkataan baik itu diucapkan saat seseorang hidup, bukan sesudah dia meninggal. Perkataan orang tua terhadap anak sering membunuh karakternya, seharusnya 1 kritik dibalas 5 perkataan pujian.

Jangan membunuh lebih ditekankan pada bagaimana kita menciptakan keharmonisan dalam alam ini, terhadap sesama dan juga terhadap binatang. Membunuh adalah menghancurkan gambar Allah dalam hidup manusia. Membunuh adalah mematikan suatu kehidupan. Karakter killing adalah perbuatan membunuh yang sering kita lakukan. Kita harus menghargai hidup baik diri kita maupun orang lain, pembunuhan diri atau orang lain dapat terjadi langsung atau tidak langsung.

Tidak boleh membunuh karena manusia diciptakan menurut gambar Allah, manusia berada dalam hubungan (order) dengan Allah, pembunuhan adalah tindakan yang merusak hubungan dengan Allah. Kita tidak membunuh, tetapi seringkali kita setuju kala pembunuhan terjadi, atau kita menyuruh orang lain untuk membunuh.

Membunuh bisa langsung atau tidak langsung. Bunuh : terbunuh, membunuh & dibunuh. Ada 2 pilihan : membunuh atau terbunuh. Hak hidup adalah pemberian Allah, tetapi kita menyingkirkan. Theocentris & Anthropocentris adalah pandangan yang menentukan sikap kita terhadap kehidupan. Euthanasia adalah tindakan yang dilakukan manusia untuk membunuh secara legal dengan dasar kalau bahagia mati kenapa hidup harus diteruskan. Pembunuhan manusia dimulai dari iri hati, yang menghasilkan jengkel, dongkol, dendam berakhir dengan sadis. Dunia perfilman dipenuhi 2 hal : seks & sadis, seks menjadi dasar manusia membangun hubungan & kepercayaan, yang diakhiri dengan kekejaman. Dunia membangun kehidupan diatas dasar tindakan meniadakan kehidupan & hubungan dengan orang lain yang mengancam dirinya. Perang agama sangat sadis, karena dilakukan demi kepentingan diri atas dasar agama. Kill (berencana) dan murder (tidak direncanakan).
Orang Tionghoa mengatakan bahwa membunuh ada 4 cara dengan : batu, tangan, pena & lidah, yang paling hebat dengan lidah. Ada orang lain mempergunakan pedang orang lain membunuh musuhnya. Ada orang yang membunuh dengan tidak mengeluarkan darah, sudah dibunuh tetapi tidak tahu, malah masih berterima kasih.
Jangan membunuh, karena :
1. Kedaulatan Allah.
2. Keindahan Allah.
3. Kemurahan Allah.
4. Keluhuran Allah.
5. Keadilan Allah.
Jika kita tidak takut mati, kita tidak akan mati konyol, mengindahkan hidup adalah tujuan pokok dari kehidupan kita.


SAUDARA-SAUDARA KAUM SEBANGSAKU

SAUDARA-SAUDARA KAUM SEBANGSAKU
(Roma 9:1)

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Rabu, 1 Juli 2009


Roma 9 : 1 � 5
Pepatah Tionghoa berkata : � Darah lebih kental dari pada air �. Artinya hubungan darah dalam satu keluarga menjadi dasar persatuan yang kuat sekali. Orang rela berjuang mati-matian, bahkan mati demi membela kehormatan leluhur atau sanak keluarganya. Dalam setiap pribadi mengalir suatu emosi, � sentiment sukuisme �. Secara positif, Allah sebagai pencipta manusia telah menaruh hal ini, agar manusia hidup dalam keterikatan kekerabatan, semangat hidup kesatuan, saling menolong dan mengasihi.
Mengapa Paulus memakai kata-kata yang begitu keras. Roma 9 : 3 � Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.�
Kata �terkutuk� berarti sesuatu yang � haram� di hadapan Allah dan harus ditumpas habis. Jadi Paulus sangat emosional, ketika menyadari suku sebangsanya menolak Kristus dan binasa selama-lamanya. Alasannya sebagai berikut :
a. Sesungguhnya orang Israel telah diangkat sebagai � anak-anak Allah � ( Keluaran 4 : 22, Kejadian 15 : 6, 13 � 16 ). Paulus tidak habis pikir, bagaimana mungkin orang Israel secara perjanjian adalah � anak-anak Allah"ternyata harus binasa, karena menolak Kristus, cara keselamatan yang ditentukan Allah. Paulus sungguh-sungguh yakin, di luar Kristus, tidak ada jalan keselamatan, tidak ada pengampunan dosa, sehingga manusia dapat diperdamaikan dengan Allah yang maha kudus.
b. Orang Israel telah menerima kemuliaan Allah. Karena melalui orang Israel-lah hukum Taurat dan perjanjian-perjanjian anugerah diberikan kepada umat manusia. Bukankah suatu lelucon dan tidak masuk akal, bila ternyata orang Israel binasa, padahal melalui bangsa inilah firman keselamatan disampaikan. Orang lain diselamatkan, tetapi sendiri binasa.
c. Mesias ( Kristus ) secara jasmani adalah orang Israel. Suatu tamparan ke muka sendiri, Juruselamat adalah orang Israel, sedangkan kaum orang Israel masuk neraka, mengalami kebinasaan kekal. Sesuatu yang sangat menyakitkan hati.

Roma 9
Thema Paullus dalam Roma pasal 9 adalah pilihan Allah atas Israel dan hal pertama yang dibicarakannya adalah berkat pilihan Allah atas mereka ( ayat 4 dan 5 ).
Israel telah diangkat menjadi anak oleh Allah sebagai umatNya sendiri dan Allah memberikan kemuliaanNya kepada mereka. Allah juga memberikan janji-janjiNya kepada Israel , pertama2 kepada Abraham. Hal ini menunjukkan kesetiaan Allah atas umatNya.(9:1-13)
Allah adalah kudus dan harus menghukum dosa, namun Allah yang penuh kasih juga ingin menyelamatkan orang2 berdosa. Ini membuktikan akan Hal ini menunjukkan Keadilan dan Kasih Allah ( 9:14-18)
Indah sekali jika kita melihat Roma 9 : 30-33, dimana Allah telah melimpahkan kasih karuniaNya dengan membuka pintu keselamatan kepada bangsa2 lain.

Paulus memulai suratnya dengan kesedihan yang mendalam karena orang2 Yahudi yang menolak keslamatan. Kasih Paulus begitu besar dan mendalam bagi orang2 Yahudi yang tidak mengalami anugrah keslamatan / kasih karunia dalam Yesus, sampai Paulus mengatakan demi saudara2 sebangsanya, Paulus rela/ bersedia terkutuk demi menolong mereka. Kata yang dipakai adalah: anathema ini adalah kata yang sangat mengerikan: di bawah kutukan atau diserahkan sepenuhnya kepada Allah untuk dibinasakan.
Kita bersyukur mengalami kasih karunia dalam Kristus, namun pertanyaannya:apakah kita punya kasih yang besar dan mendalam seperti Paulus,mengasihi orang2 yang masih diluar keselamatan?

Penolakan orang Yahudi terhadap Yesus, membuat kesedihan yang mendalam di hati Paulus, bukan kemarahan juga bukan bernada kutukan tetapi kesusahan karena hati yang hancur. Paulus melihat orang orang Yahudi bukanlah umat yang perlu dicambuk dengan kemarahan tetapi umat yang dirindukan dengan penuh kasih. Bahkan Paulus mau menyerahkan hidupnya, ia bersedia dikutuk( anothema = ada dibawah kutukan, yakni diserahkan sepenuhnya kepada Allah untuk dibinasakan) asal dapat memenangkan orang-orang Yahudi untuk Kristus. Pikiran Paulus itu senada dengan perkataaan Musa dalam Keluaran 32:32 ketika orang Israel membuat anak lembu emas dan mereka memujanya Allah menjadi gusar maka Musa berdoa untuk mereka: Kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu� jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kau tulis. Disini kita mendapatkan kebenaran bahwa orang yang ingin menyelamatkan orang berdosa ia harus sungguh-sungguh mengasihinya.

Kata adelfos (Yunani) adalah persaudaran sedarah. Ikatan persaudaran secara nasional dan secara daging Paulus dengan Israel secara daging memang sangat kuat, karena tidak ada suku bangsa di dunia ini dimana Allah sendiri yang memproklamirkan bahwa Israel adalah bangsa pilihan-Nya dan di katakan sebagai biji mata-Ku � kesayangan-Ku - kemuliaan-Ku.
Ikatan persaudraan dan sebagai umat Allah memberikan ikatan yang kuat dan itu juga mendorong Paulus :
1. Bahwa kebenaran dalam Kristus tidak bisa di tawar atau dig anti dengan hukum Taurat ataupun kebenaran diri.
2. Kebenaran dalam Kristus sebagai finalitas
3. Karena begitu krusialnya kebenaran itu dan juga betapa besar kasih Paulus kepada bangsa Israel relah menukar diri-nya sebagai ganti agar mereka yang di kasihi bisa diselamatkan
4. Hanya ada dua orang dalam ALkitab yang relah di kutuk demi membela bangsanya dihadapan Tuhan yaitu. Musa dan Paulus

Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta.
Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus,

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at , 3 Juli 2009


Tujuan:
Mengasihi kaum sebangsa adalah hal yang lumrah, namun merindukan mereka diselamatkan merupakan hal yang lebih indah dan tidak mudah. Oleh karena itu perlu kita bayar harga bagi keselamatan jiwa mereka.

Kesimpulan pasal 8 Paulus adalah penjelasannya tentang kebenaran Allah yang dinyatakan dalam Kristus, dan hasilnya adalah pembenaran. Bagaimanapun juga, beberapa pembaca surat Paulus mungkin akan merasa bahwa rencana Allah dalam menyelamatkan manusia melalui Kristus yang terpisah dari Hukum Taurat telah mengimplikasikan bahwa Allah telah menolak umat pilihanNya Israel serta janjiNya kepada mereka. Dari pasal 9 sampai 11, Paulus menjelaskan bahwa Allah belum menolak umatNya.
Kasih yang besar dinyatakan oleh Paulus melalui tulisannya dalam surat Roma, kita bisa mempelajari beberapa hal yang penting
�Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta, suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus.�

Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus dan aku tidak berdusta � ini merupakan sumpah yang paling serius yang mungkin bisa diucapkan oleh seorang manusia. Paulus memohon kepada Kristus untuk menyelidiki hatinya, apakah ia mengatakan kebenaran; dan menegaskan apakah dalam hal ini, hati nuraninya bebas dari segala macam tipu muslihat, dan Roh Kudus yang menjadi saksi bahwa apa yang dikatakannya itu benar. Dengan demikian kita ketahui, bahwa kesaksian dari seorang manusia dengan kesadarannya sendiri sangat berbeda dengan kesaksian dari Roh Kudus, tetapi rasul Paulus pada saat yang bersamaan memiliki keduanya.
Sang rasul masih memiliki sebuah bagian yang menyakitkan untuk memberitahukan kepada orang-orang sebangsanya � orang Yahudi, bahwa Allah telah memilih orang-orang kafir, dan telah menolak mereka, karena penolakan mereka terhadap Kristus dan InjilNya, hal ini penting karena sang rasul harus meyakinkan mereka bahwa ia telah disiksa oleh mereka karena Paulus telah menerima Injil, dan hal ini tidaklah menggembirakan hati Paulus karena mereka akhirnya tidak berkenan di hadapan Tuhan, tetapi hal ini terus menjadi beban dalam pemikiran Paulus yang akhirnya menghasilkan beban berat dan penderitaan yang berkelanjutan.
Bahkan dalam ayat 3 dituliskan bahwa Aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku kaum sebangsaku secara jasmani. Padahal Paulus mengerti dengan sangat jelas bahwa keselamatan bukanlah karena dirinya atau karena mereka taat melakukan hukum Musa, tetapi melainkan hanya anugrah Allah saja. Doa yang sama yang pernah dipanjatkan oleh Musa, ketika Musa mengetahui bangsanya telah berdosa dan menyembah patung emas, maka Musa meminta Tuhan agar mengampuni dosa bangsanya, jikalau tidak, Musa rela namanya dihapuskan dari kitab kehidupan yang telah ditulis (Keluaran 32:32).

Penutup
Paulus mengekspresikan keseriusannya untuk saudara-saudara sebangsanya secara jasmani, bahkan rela untuk menerima penghukuman asalkan hal itu bisa menyelamatkan mereka. Sementara satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita hanyalah Tuhan Yesus Kristus, Paulus menunjukkan kedalaman cinta yang jarang.

Yesus Kristus mengatakan: Yoh 15:13 �Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.�

Seperti Yesus, ia rela berkorban supaya yang lain bisa diselamatkan. Seberapa besar perhatian kita untuk mereka yang belum mengenal Kristus? Apakah kita rela mengorbankan waktu, uang, tenaga, kenyamanan, dan keamanan kita supaya mereka datang dan percaya kepada Yesus?

Ayat 1 dan ayat 2: Untuk menekankan kata: demi saudara. Berarti ada hidup yg dibagikan. Hidup bisa ditambahkan, dikurangi atau dikali lipatkan. Hidup dibagikan sedikit sekali, Dimulai dari harus hidup demi Allah, dilanjutkan demi diri sendiri, kemudian hidup bagi orang lain, dan akhirnya hidup bagi bangsa.

Latar belakangnya: Roma 9-11. Bangsa Israel takabur, merasa diri sebagai umat pilihan yang dikenan Tuhan. Merasa selalu dicintai walau perbuatan mereka menolak Allah. Paulus menekankan: Allah tidak lagi melihat keturunan tetapi dari iman. Ps 10 berusaha mendirikan kebenaran sendiri, menganggap inilah yang terbaik. Allah telah membangkitkan sesuatu supaya Israel sadar. Keselamatan telah sampai kepada bangsa lain supaya membuat mereka cemburu. Kita dipilih Allah untuk membuat bangsa Isarel cemburu. Hakim 3: 1-2 Allah menyisakan bangsa lain supaya menjadi sparing partner Israel, berlatih berperang.
Paulus ingin menekankan: Jangan takabur!
Abraham diselamatkan karena iman. Bukan karena perbuatan, hak prerogatif ada di pihak Allah. Karena itu harus mengabarkan Injil. Karena mereka sudah ditetapkan, maka pengabaran Injil harus dilakukan supaya orang benar muncul.
Mat 5: Garam dan Terang, bagaimana garam bisa menggarami kalau tidak ada sentuhan. Kita harus proaktif masuk baru bisa mempengaruhi. Mengabarkan Injil juga harus masuk ke masyarakat, tidak bisa omong dari jauh.
Ada orang-orang yang melawan Tuhan seperti homoseks, lesbian. Apakah kita bisa menerima orang seperti mereka? Kita seringkali tidak mau merangkul orang seperti mereka.
Ilustrasi: Di Tokyo ada desa yang biasa kena gempa bumi. Ada seorang beragama Shinto bertobat menjadi Kristen, dia diusir dan membangun lumbung di gunung. Tahu-tahu, dari gunung dia melihat pantai airnya surut. Bagaimana menyelamatkan orang-orang desa? Dia membakar lumbungnya sendiri yang adalah hasil kerjanya selama ini. Akhirnya, orang desa naik ke gunung karena ingin memadamkan api. Kenapa kamu gila bakar lumbung? Lihat sana! Desa kalian sudah banjir kena tsunami. Apakah kita bisa mengorbankan diri sedemikian rupa?

Tema ini berbicara respon Paulus terhadap bangsa Israel. Dunia sekarang dipenuhi sikap egois dan cuek. Tapi, dari firman Tuhan kita melihat kepedulian Paulus terhadap bangsa Israel. Beberapa implikasi:
1. Harus ada hati peduli pada orang lain (ayat 2). Paulus memakai kata berduka cita dan bersedih hati. Injil dulu dia tolak, tetapi sekarang Kebenaran hanya ada dalam Kristus dan bukan dalam Hukum Taurat. Tekun melaksakan Taurat tetapi tidak ada janji keselamatan. Rom 10: 1, 11: 14, Musa juga punya kepedulian yang sama. Yesus juga di Mat 23: 37, Yesus memandang Yerusalem dan menangisi kota tersebut. Kita yang sudah diselamatkan juga harus concern kepada orang yg akan binasa. Responnya adalah membagikan kasih kepada orang lain. Basicnya adalah hati yang peduli. Kalau tidak peduli, maka tidak ada langkah kedua.
2. Paulus mau terkutuk dan terpisah dari Kristus. Anatema. Excommunicated. Dikucilkan dari hadirat Allah kalau mendatangkan keselamatan. Ada tindakan nyata, sikap rela berkorban. Paulus melakukan perjalanan misi pertama, kedua dan ketiga yang begitu jauh dan panjang dan menuntut pengorbanan. Ini juga teladan Yesus di Yohanes 3: 16: begitu besar kasih Allah akan dunia ini, actionnya adalah memberikan anak-Nya yang tunggal untuk kita. Makan roti dan anggur adalah pengorbanan Kristus yang harus diimplementasikan dalam hidup kita.

Pepatah Tiong Hoa, darah lebih kental dari air. Artinya, hubungan keluarga sangat erat. Dalam pribadi mengalir sentimen sukuisme, secara positif, Tuhan menaruh demikian supaya manusia hidup dalam kekerabatan, saling tolong menolong dan mengasihi.
Kenapa kata2nya begitu keras? Rela terkutuk, adalah sesuatu yang haram di hadapan Allah dan harus ditumpas. Paulus rela berkorban dan memilih untuk dipisahkan. Dia melihat kalau bangsa Isarel menolak Kristus akan binasa untuk selamanya.
a. Org Israel telah diangkat menjadi anak Allah. Bagaimana mungkin anak-anak Allah secara perjanjian akan binasa? Faktanya, di luar Kristus tidak ada pengampunan dosa.
b. Israel telah mendapat hukum-hukum, janji-janji dan mujizat Allah. Bukankah lelucon jika Israel binasa, padahal melalui bangsa inilah Firman keselamatan dinyatakan.
c. Mesias atau Kristus secara jasmani lahir dari Israel. Ini adalah tamparan besar, berasal dari bangsanya tetapi ditolak bangsanya sendiri. Karenanya emosi Paulus demikian terdorong agar kaum bangsanya diselamatkan.

Paulus melihat keistimewaan Israel di dalam status. Sebagai anak, diangkat seperti In Christo. Paulus juga menyatakan kasih Kristus di kayu salib menjadi motivasi dalam rencana Agung Allah. Ada aspek keistimewaan Israel dan puncaknya adalah Yesus yang lahir dalam daging melalui bangsa Israel.
Tuntutan Israel. Paulus menuntut Israel untuk mengabarkan keselamatan bagi bangsanya. Saudara2 berarti orang yang dekat dengan kita.

Ini isi hati Paulus kepada bangsanya. Konteks sebelumnya adalah kesukacitaan Paulus. Di sini dukacita Paulus karena memikirkan orang yang belum percaya. Kita paling bersuka cita, tapi sukacita benar pasti mendatangkan dukacita mendalam karena masih banyak orang belum diselamatkan. Selama masih ada orang belum percaya maka kita harus memiliki kesedihan ini. Bahaya besar kalau hati kita sudah tidak tergerak. Kalau hati kita tak ada kesedihan kudus melihat gelapnya dunia pastilah tidak benar. Paulus mau terkutuk dan terpisah, tidak ada pengorbanan yang lebih besar daripada Pengorbanan Paulus seperti di ayat ketiga.
Kita bisa PI tanpa kasih dan rela berkorban, tentunya dampak PI kita sangat kecil. Apakah kita masih memiliki hati Paulus? Ini sesuatu yang luar biasa. Sukacita keselamatan yang benar mendatangkan pujian bagi Allah selama-lamanya. Bahaya terbesar bagi kita adalah kehilangan pujian Allah tersebut.

Roma 9 menjelaskan kesedihan hati Paulus yang mendalam, karena orang Yahudi menolak keselamatan melalui iman. Paulus ingatkan: Bangsa Yahudi yang sejati bukan hanya dilahirkan melalui fisik saja, tetapi melalui janji Tuhan kepada Abraham. Roma di sini Paulus ingatkan: Jadi apa yang kita hendak katakan? Bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran tapi diselamatkan karena iman. Bangsa Israel yang melalui hukum malah tidak sampai kepada keselamatan itu.
Ini membuat Paulus rela mati dan terkutuk. Motivasi Paulus sangat berbeda dengan org sebangsanya.
Dengan melakukan hal baik, seolah2 membuat Allah berhutang. Motivasi paulus adalah semata2 belas kasihan Allah, Pauluslah yang berhutang. Inilah konsep yang berbeda.

Ayat 4: kenyataan orang Israel. 1. Orang Israel mendapat kehormatan besar dari Allah. Krn diangkat dan dipimpin langsung oleh Allah. 2. Telah menerima perjanjian Allah (diateke). Berjanji dan menepati. 3. Mereka menerima Hukum Taurat yang diterima langsung oleh Allah, betapa sempurnanya krn Allah sendiri yang memberinya. 4. Ibadah (lateria) diajar sendiri oleh Allah bagaimana menyembah Allah. 5. Mrk telah menerima janji2 Allah, disebut epagelia, jaminan Allah, seharusnya takluk. Tapi Israel ternyata tegar tengkuk, mrk ada dlm kebenaran tapi tidak hidup dalam kebenaran. Dukacita: suneidesis: kesedihannya boleh diuji. Akhirnya paulus berkata: Rela dipisah dari Kristus.
Ada banyak sekali gereja Tuhan yang jemaatnya seperti Israel. Dekat dengan kebenaran dan tidak hidup dalam kebenaran. Th 1980 - 2000, gereja meningkat 300 persen. Tapi kok hidup bangsa kita terpuruk? Nyatalah kita mungkin belum terbeban bagi bangsa ini.

Hamba Tuhan adalah panggilan mulia, tetapi dalam postmodern ada pergeseran nilai Hamba Tuhan. Ada dosen selalu ingatkan: Pdt dan Penginjil belum tentu Hamba Tuhan, krn ada yang hanya kerja cari nafkah. Yang sejati pasti ada menangisi jiwa. Kita harus teocentris dan bukan egocentris. Milis Kristen kita banyak tulisan yang seharusnya mengintrospeksi diri, banyak istilah menyembelih domba. Ini satu kritikan yang luar biasa.

Ada ironi besar. Ironi terbesar adalah Israel. Belanda juga 350 th di Indonesia tapi sangat minim pengaruh kekeristenannya. Seharusnya 1 abad sudah cukup mempengaruhi Nusantara. Bangsa datang bukan memberi dampak positif tapi justru menimbulkan antipati. Paulus merasakan ironi besar. Kenyataannya tidak mungkin dibalik.
Apa yang Tuhan kerjakan lewat Paulus, krn sudah mengenal nilai ironi hanya bisa ditemukan dalam Kristus, kebenaran dan Injil itu menjadi keyakinan yang kokoh dalam dirinya. Apa yang menjadi keyakinan dan tradisi dalam hidup bangsanya hanya sekunder dan apa yang menajdi nilai kebeanaran Kristus seharusnya menjadi milik bangsanya.
Dalam ironi inipun Allah tidak gagal, khusunya dlm keluarga adalah ironi jika sebagian keluarga ada yg selamat tapi malah ada yg antipati terhadap kekeristenan.
Ironi juga jika sudah 5 th percaya tp tidak dikenal sbg orang kristen. Sudah percaya tp tdk ada yg kita Injili.
Michael Jackson juga ironi, hidup terkenal tapi mewarisi hutang 500 juta dollar di hari kematiannya.

Kematian Kristus di kayu salib, adalah kebutuhan mutlak dan mendasar manusia. Ayat 1-3 Paulus sangat berbeban, sampai rela terkutuk.
1, Keterikatan dgn orang sekitar harus menyentuh keselamatan mereka. Penginjilan bukan teori tapi dimulai dari hati. Percuma melakukan kalau tidak ada hati. Yoh 3: 16 begitu besar kasih Allah. Keselamatan dimulai dari hati. Tidak akan mungkin jemaat berani berjuang, kalau mrk tidak merasakan ada sesuatu yang menggelisahkan hati mereka kalau orang sekitarnya tidak selamat. Hubungan selalu terikat dalam kepentingan bisnis dan pribadi, makanya karena rugi uang dan waktu memecahkan hubungan. Sesungguhnya, Jiwalah yg terpenting.
2. Kebersaman kita dgn orang sekitar adl kesempatan terindah untuk menyatakan injil secara pribadi. Sudah bukan waktunya secara KKR besar2an. Pemberitaan Injil scr efektif adl hub pribadi.
3. Ada anugerah Allah yg khusus untuk setiap jiwa yg diperjuangkan. Kalau setiap jemaat mau mendoakan spy percaya Tuhan pasti ada anugerah khusus. Di Gardujati, selalu doakan jumlah orang yg sama, ini bukan sia2 tapi ada anugerah khusus bagi orang itu.

Paulus menyatakan kasih yg amat dalam terhadap kaum sebangsanya dan saudaranya sendiri. Ini bukan suatu kebohongan tapi Roh Kuduslah yg membuktikannya.
1. Kasih ini diwujudkan dengan kesedihan yg amat sangat. Sangat berduka cita. Dalam kehidupan Paulus selalu diseling perasaan ini. Kasih itu mendatangkan sukacita besar. Tapi juga dukacita.
Ibu terhadap anak juga orang yang kita kasihi. Dukacita adalah menurut kehendak Tuhan, menghasilkan pertobatan dan tidak disesalkan. Kita harus sukacita tapi juga ada dukacitanya.
Yeremia, seorang nabi yg meratapi bangsanya. Dukacita menurut kehendak Tuhan.
2. Kasih yang amat besar diwujudkan dengan rela berkoban. Musa dan Paulus pernah menyatakan hal ini. Hanya Yesus yang terkutuk dan terpisah dari Allah Bapa, Allahku mengapa engkau meninggalkan Aku? Yesus yang menjadi contoh teladan kita. Siapa kaum sebangsa kita? Org terdekatlah yg menjadi objek pertama yg harus kita kasihi, dgn mengabarkan Injil pada mereka. Di Indonesia bangsa ini adalah objek kesayangan kita. Orang Tionghoa Indonesia suka merasa suku bangsanya ada di Tiongkok padahal kita orang Indonesia. Seyogyanya, keduanya menjadi perhatian kita.
3. Org di gereja yang belum percaya juga menjadi objek kita.



Rabu, 24 Juni 2009

AYAH, KEBANGGAAN KELUARGA

AYAH, KEBANGGAAN KELUARGA
Ams 17:6
Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 18 Juni 2009


Bndk. Mzm. 128.
Tuhan menciptakan pria dan wanita itu setara /sederajat. Tapi dalam orde keluarga, Tuhan menetapkan bahwa pria adalah kepala / pemimpin keluarga.
Sedangkan istri adalah penolong yang sepadan bagi suaminya.

Peranan ayah sangat penting dalam keluarga.
Keluarga adalah unit paling inti dari suatu gereja / negara.

Seorang suami yang baik adalah:
a. Beriman pada Tuhan.
b. Bekerja keras.
c. Berhikmat.
d. Bertanggung jawab atas perkataan / perbuatannya.

Hendaklah peran sebagai suami adalah suatu panggilan dari Tuhan yang bersifat anugerah. Itu merupakan ketetapan dari Allah, bukan oleh manusia / sistim masyarakat. Maka, hendaklah setiap suami mengerti bahwa panggilan sebagai suami mengandung janji berkat dari Allah. Jadi, kalau ia menjadi suami, maka ia sedang menjalankan panggilan itu. Janji berkat adalah:

a. Boleh menikmati kebahagiaan hidup.
b. Pekerjaannya berhasil.
c. Tuhan akan memberi pengaruh yang positif dari kehidupan bagi orang lain / tetangga / masyarakat.

Bagaimana ayah bisa menjadi kebanggaan:
Mengajar dan menghajar anak-anaknya pada waktu yang tepat.
Mendidik, mendisiplin anak-anaknya.

Banyak keluarga hari ini yang sangat permisif. Hal itu sangat merusak. Maka banyak orang tua yang tak bangga akan anaknya, dan sebaliknya.
Dalam pelayanan, mungkin seorang ayah bisa berhasil, tapi dalam keluarga, kurang berhasil.

Seorang suami adalah sumber dari segala sesuatu, karena ia adalah kepala dalam keluarga itu:
Sumber ekonomi, keamanan, kekuatan.
Jadi, menjadi kepala itu tidak mudah.
Pria katanya secara umum terlalu banyak memakai rasio.
Pria kasihan, karena, kurang teman / pergaulan, karena habis bekerja pulang.
Begitu menikah, harga diri pria adalah pada kariernya.
Pria juga turut berperan dalam keluarga, bukan hanya di luar keluarga.
Dalam keluarga, pria juga ikut dalam membersihkan rumah, merawat / memandikan anak, dll.
Seorang anak harus mendukung papa, sehingga keluarga itu menjadi terhormat / bahagia.

Orang tua juga jangan minder kalau anaknya belum menikah. Terutama kalau ditanya sudah punya cucu. Ada 1 keluarga yang berbohong kalau sudah punya cucu. Padahal yang dimaksud cucu itu adalah anak anjingnya.

Suami yang mau menjadi kebanggaan istri dan anak-anak, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
a. Memiliki iman, hidup dalam kesalehan, takut akan Tuhan dan melakukan FT dalam seluruh aspek hidupnya. Jika ia melakukan itu, maka itu akan berpengaruh besar dalam keluarganya. Ia dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik. Salah satunya adalah ia menjadi imam bagi keluarga, yang membawa anak istri takut akan Tuhan juga.
b. Mampu mendidik anak-anaknya dalam ajaran dan nasehat Tuhan.
c. Hidup bijaksana terhadap anak istrinya. Mis.: Tidak membangkitkan amarah anak istrinya.
d. Mampu mengasihi / menghargai istrinya. Ini merupakan tuntutan dari Allah yang paling tinggi.

Istri lebih mudah tunduk kepada suami, tapi tuntutan lebih tinggi / berat adalah pada suami yang harus mengasihi istri dengan kasih yang sesungguhnya / benar / tak menginginkan balasan (agape), yang digambarkan seperti kasih Kristus pada jemaat. Jika, ia mengasihi istri dengan agape, maka istri pasti akan tunduk.
Jadi, tugas yang lebih sulit dibebankan pada suami.
Jika, ia mengasihi istri, maka tanpa dipaksa, istri akan tunduk sendiri pada suami.

Dalam memperingatkan hari ayah perlu meningatkan kembali peran ayah dalam keluarga
Ada 3 peran yang diberikan Tuhan pada seorang pria:
a. Kepala keluraga.
b. Imam.
c. Pahlawan

Ke 3 peran ini bukan karena pengukuhan masyarakat, juga bukan karena prestasinya, juga bukan karena seleksi alam, tapi semata-mata adalah anugerah dari Tuhan.
Dalam melaksanakan rencana Tuhan di dunia ini maka seorang laki-laki di beri peran oleh Tuhan. Seorang laki-laki menjadi ayah yang berkenan kepada Tuhan membutuhkan anugerah Tuhan dalam perannya.
Alkitab mencatat ada ayah yang baik menghasilkan anak yang baik, tapi ada ayah yang baik, tapi anaknya jahat.
Ada juga ayah jahat menghasilkan anak yang jahat, dan ada ayah yang jahat tapi anaknya baik.
Philosophy Chinese mengatakan bahwa ayah bagaikan gunung yang tinggi, sedangkan ibu adalah lautan yang luas. Hal itu menekankan peran yang berbeda. Seorang ayah memiliki �Keangkuhan� tersendiri, seperti gunung.

Survey di US mengatakan bahwa anak yang dididik ayah, maka ia akan memiliki kemampuan berpikir / IQ / skill beberapa persen lebih tinggi dari pada ia dibesarkan oleh ibu.

Alkitab mencatat bagaimana menjadi seorang ayah yang berkenan kepada Tuhan
a. Takut akan Tuhan.
b. Terus belajar bagaimana menjadi seorang ayah yang berkenan Tuhan
c. Mungkin 90% kita tak melihat teladan ayah yang baik.
d. Terus melatih diri = ada yang dikerjakan.
Mis.: Belajar kung fu, harus setiap hari, ada tingkatannya.

Hati-hati, tak membuat jemaat frustasi, menjadi seorang ayah berkenan kepada Tuhan begitu sulit. Tuhan menghargai bukan kesuksesan semata, tapi usaha itu sendiri untuk terus belajar.

Perlu dilengkapi juga dengan peran istri sebagai penolong agar suami bisa menjadi kebanggaan keluarga.
Banyak wanita mau merebut peran suami. Hal itu merupakan trend / spirit zaman. Wanita tetap harus menghormati suami yang mungkin �Tak sehebat� dirinya.

Kebanggaan Yusuf akan anaknya adalah ia bisa melihat anak cucu Efraim sampai keturunan ke 3 (Kej. 50:23).

Istilah �Kebanggaan� adalah istilah yang lebih tepat dari pada �Kemuliaan/glory� (KJV dan NAS) / �Kehormatan� (LAI).
Karena dari bahasa Yunaninya �Kauxhema� yang artinya adalah kebanggaan / boasting, bukan �Doxa� = glory.

Sayangnya, banyak orang tua, yang justru kurang dikenal, melainkan anaknya yang lebih baik. Mis.: Felix Mendehlson sangat dikenal, lebih dari ayahnya.
Ayat ini memiliki susunan yang baik. Yang pertama dibicarakan adalah mengenai orang tua dulu, baru anak-anak. Baru, anak bisa menghormati orang tuanya.
Tak bisa orang tua menuntut anak menghormati, kalau orang tua tak melakukan bagiannya.

Orang tua bisa menjadikan anak mahkota, itu tidak mudah.

Mahkota Salomo begitu mahal, indah.
Terlebih, mahkota adalah yang sangat dibanggakan Salomo.
Untuk mendapatkan mahkota menuntut proses / syarat yang begitu sulit.
Menjadikan mahkota dengan cara:
a. Memberi kesempatan. Anak tentu tak �Sepandai� orang tua. Tapi, orang tua yang baik, bisa memberi kesempatan anak-anaknya.
b. Memberi pendidikan yang sepatutnya.
c. Memberi penghargaan yang setinggi-tingginya. Jangan menghina/mengutuk anak.
d. Memberi Tuhan. Warisan yang terbaik pada anak adalah Tuhan. Jadi, yang terpenting tak membentengi anak dengan harta, tapi memberikan Tuhan.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at, 19 Juni 2009


Kualifikasi Ayah yang dibanggakan melalui beberapa aspek :
1. Penampilan yang menarik, Sehat, kuat, energik, bersih, tidak lusuh dan tidak bau
2. Harus ada watak yang baik, rajin ulet, tabah, cekatanan, jujur, setia, baik hati, penguasaan diri
3. Sukses dalam usahanya, dalam pekerjaannya, tidak malas.
4. Kesuksesan usaha disertai dengan hubungan keluarga yang baik , harmonis . Hubungan istri dan anak baik, setia pada keluarga, tidak tergoda, tidak berbuat kekerasan keluarga, teladan dalam keluarga
5. Hubungan dengan jemaat, tidak hanya jadi anggota biasa, ada dedikasi, dihormati, merindukan pekerjaan dalam rumah Tuhan, ada andil dalam pelayanan
6. Hubungan dalam masyarakat, ada peran dan sumbangsih
7. Hubungan dengan Tuhan, takut dan hormat, dalam keluarga jadi imam, jadi raja menyatakan kehenendak Tuhan melalui Firman Tuhan, menjadi Nabi yang mengajarkan

1. Yang menempatkan diri sebagai kepala keluarga, teladan dari Yesus. Sayangnya tidak banyak yang meneledani, kalau mau meneladani harus memiliki hubungan yang intim denganNya
2. Dapat dipercaya
3. Mengasihi istri
4. Takut akan Tuhan, punya iman yang dapat diteladani, displin dengan kasih
5. Memiliki integritas dan warisan iman dan karakter yang baik
6. Tidak kaku, tegas, tidak memaksa, punya kedekatan dengan keluarga, marah tidak meledak-ledak,
7. Dan Melakukan hal ini

Kebanggaan dan kehormatan kepada ayah, dapat disimpulkan;
1. Status tidak bisa membuat anak menghormati ayah
2. Anak bisa hormat, tapi tidak bangga, kalau bangga pasti hormat. Kebanggaan berkaitan dengan kosep masyarakat, berkaitan dengan pola asuh anak.
3. Keberhasilan dari pola pendidikan anak di dalam keluarga
4. Contoh dari Hosea, ayah yang jadi pemimpin dan penentu arah dalam keluarga
5. Menghormati ayah mudah, jikalau �superdad�, namun sulit jikalau ayahnya hidupnya tidak benar, namun ini merupakan perintah Tuhan (EFesus 6:1-3), dan merupakan suatu kesaksian anak Tuhan kepada ayahnya dan keluarga

1. Amsal 17:6, mengambarkan adanya relasi hubungan antara Anak dan Ayah, yang dimulai dari hubungan dengan Allah terlebih dahulu. Hubungan yang tidak baik antara anak dan ayah, dan hal ini dapat terjadi dalam satu sisi jikalau Ayah tidak tahu panggilan sebagai seorang ayah, (Amsal 16:31) hidup dalam jalan kebenaran. Peranan Ayah penting sekali karena kalau ayah tidak berperan maka keluarga jadi berantakan
a. Ilustrasi : Dalam suatu penjara ada pembagian kartu, pas hari Ibu, banyak yang isi, namun saat hari ayah dibagikan, tidak ada yang isi, maka hal ini berarti bahwa adanya hubungan yang tidak baik dalam keluarga dengan ayahnya

1. Tidak ada bapak yang sempurna, ada kekurangan, namun Tuhan memakai kekurangan ini untuk menghadirkan kita, Ef 6:1-3, kalau di dalam Tuhan maka kita tidak mengekspos kekurangan dan kelemahan mereka, namun membawa mereka dalam doa untuk didoakan suapay mereka makin sempurna . Dalam Surat Kolose, menghormati orang tua adalah hal yang indah.

Ilustrasi Pdt. Tanusaputra, punya anak putri dan saat ditanya kalau nanti dewasa mau nikah sama siapa? Dijawab :papa, kenapa? Karena : Mengasihi mama, melindungi keluarga, kehadiran dirasakan. Ada survey: penghuni penjara, Figur kemaskulinan adalah : Takut akan Tuhan

Seorang ayah yang menjadi kebanggaan keluarga:
ia menjadi kepala keluarga yang baik; peranan seorang suami yang mengayomi melindungi berkorban bagi keluarga termasuk mencukupi kebutuhan fisik
ia menjadi pemimpin rohani atau iman bagi keluarga; Abraham menjadi ayah yang berhasil kontras dengan iman eli yang gagal dalam mewariskan iman
ia sebagai guru yang baik atau pendidik yang baik; amsal 22: ayah yang baik tidak dapat dilepaskan dari tanggungjawabnya dalam mendidik anak (Ul 6:4)
ia memberikan teladan yang baik bagi keluarganya; seperti Tuhan Yesus memberikan teladan kepada murid demikian juga ayah memberi teladan. 1 Kor 4:16
Seorang ayah adalah wakil dari Allah dalam unit yang terkecil, seorang ayah adalah wakil yang harus memiliki pikiran Kristus. Yang paling penting adalah watak, banyak orang menjadi laki2 tapi tidak seperti laki. Seorang laki2 sejati dia adalah seorang yang memancarkan sifat2 Kristus.
dalam amsal 17:6 ada kata kehormatan; seorang yang diberi kehormatan dia diberi tanggungjawab. Lalu apa yang mejadi tanggungjawab dia? Ada beberapa hal: amsal 1:8 amsal 6:20 amsal 10:1 amsal 15:20 amsal 17:25 jadi ini adalah tanggung jawab seorang ayah dan anak. Apakah arti kehormatan ini? Didikan ayah kepada anak adalah kehormatan seorang ayah.
Laki-laki yang bisa dibanggakan adalah laki-laki yang memiliki hubungan dengan Allahnya, walalupun hubungan itu telah rusak. Tidak ada cara lain, adalah 1) memiliki hubungan dengan Allah. 2) memiliki hubungan baik dengan isterinya. 3) hubungan baik dengan anak-anaknya. Dalam Alkitab, bapak-bapak yang mendapat nasehat untuk mendidik anak-anak (konteks budaya).
dalam konteks remaja; Penekanannya adalah sikap dalam menghormati orang tua. Seorang ayah adalah wakil dari Allah dalam unit yang terkecil. Bagi beberapa remaja mungkin seorang ayah adalah penghambat, banyak hal terjadi dalam diri anak remaja. Bagaimana anak remaja dapat tetap belajar untuk menghormati orang tua? 1. Efe 6:1-3 , 2 perintah.
Kol 3:20 saat mentaati orang tua atau ayah, pertama anak menyadari ayah adalah utusan Tuhan. 2 seorang anak tetap melakukan yang terbaik, 3. sungguh percaya bahwa ayah yagn ditempatkan Tuhan adalah seorang yang akan membentuk iman dan karakter.

Kapan ayah disebut sebagai ayah? Saat anak Lahir? Sesungguhnya pada saat yang sama anak lahir, maka langsung orangtua berubah menjadi ayah dan ibu. Konsep ini baru ada setelah ada anak.
Kalau anak yang dilahirkan tidak mengakui bapak, maka tidak menjadi bapak juga, karena tidak mewarisi keturunan dari pria. Untuk menjadi dihargai adalah ayah menjadi �somebody�. Yaitu dengan kesalehan, kemurniaan dan kekudusan hidup, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dari seorang ayah:

8 Hal Ya:
1. Lapang dada
2. Hikmat berwibawa
3. Tegas luwes
4. Supel
5. Tahan derita
6. Berprestasi istimewa
7. Murni sejati
8. Berintergritas tinggi

8 Hal Tidak
1. Lancang
2. Loyo
3. Munafik
4. Menyebalkan
5. Materialistic
6. Sex maniac
7. Asal-asalan
8. Berjiwa kekanak-kanakan (tidak dewasa)

Pria atau ayah yang ;
1. Hikmat dan cekatan
2. Cepat tepat
3. Alon kelakon,
4. Kuat hangat
5. Ramah tamah
6. Lemah lembut
7. Kasih mesra
8. Jelas tuntas
9. Hebat mantap
10. Aktif positif
11. Sabar subur
12. Optimis dinamis

Mengambil gambaran Allah bapa di dalam sorga lebih baik dibandingkan bersifat seperti Yesus, Allah bapa menciptakan yang tidak ada menjadi ada, dan memelihara alam semesta, ini lah karya Allah. Jikalau anak gagal, sama seperti Allah yang menyediakan penyelamatan, demikian pula kepada anak-anak. Anak diberi kesempatan untuk mengalami pemulihan.
Kebanggaan muncul dari 2 pihak, sekolah tersohor karena murid dan sekolahnya. Demikian juga relasi anak dan bapak harus terjadi
Kita tetap melihat bahwa ada campur tangan dari Tuhan, baik dalam pembuahan, setelah dilahirkan. Karena itu jikalau kita mengaku ini adalah berkat dari Tuhan, maka kita melibatkan Allah dalam keluarga, maka dipentingkan adanya family altar dalam keluarga
Sistem kekeluarga dalam bangsa Israel, mula pertama adalah maskulin, ada pergeseran ke feminism sekarang, sejak mereka meninggalkan Tuhan, maka putrid-putri Sion dipetik dari segala bangsa, dan mereka akhirnya menjadi orang Israel bukan karena ayah namun karena dari sisi wanitanya. Jikalau ayah tidak mengambil peranan lagi, maka peranan itu menjadi bagian dari warisan ibunya. Jadi bapak-bapak untuk kembali menjadi kebanggaan maka harus membangun hubungan sebagai ayah yang berotoritas
Homoseksual dan lesbian terjadi karena ada dominasi dari ibu, yang mengambil alih kepemimpinan dari ayah. Timbul dari keluarga yang pincang, dimana suami hilang suara, dan istri mengambil alih pimpinan. Seorang ayah harus kembali kepada otoritas yang diberikan kepadanya.

-
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India