Rabu, 09 September 2009

JANGAN MENCURI

JANGAN MENCURI
KELUARAN 20:15
Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Bandung

PENDAHULUAN
Jangan mencuri merupakan perintah ke 8 dari ke sepuluh Hukum Taurat.
Hukum untuk relasi kita dengan sesama manusia.

ARTI KATA MENCURI
1 transitive and intransitive verb take something unlawfully: to take something that belongs to somebody else, illegally or without the owner's permission
2 transitive verb take something furtively: to take or get something secretly, surreptitiously, or through trickery
� steal a glance
3 transitive verb dishonestly present somebody's work as yours: to take something that somebody else has created, especially ideas, theories, or a piece of writing, and present it as your own
4 intransitive verb sneak: to move quietly, especially in the hope of not been seen or caught

PENYEBAB INGIN MENCURI
Ingin memiliki milik orang lain
Tidak mampu memiliki dengan usaha sendiri
Tidak memiliki prinsip hidup yang benar (motucasia)
Tidak memikirkan resikonya bagi orang lain (egois)

APA YANG DICURI
1. Barang
Akhan mencuri barang-barang yang diperintahkan Allah untuk dimusnahkan dan untuk dikhususkan bagi Allah. (Yos.6:17 dst, 7:20-21, 24)
2. Suami atau isteri orang lain
Herodes Antipas mengambil Herodias, isteri saudaranya Herodes Filipus I.
3. Pekerjaan/bisnis/ladang
Ahab selalu melihat ladang orang lain (kebun anggur Nabot) lebih indah dari ladangnya sendiri. Dengan segala cara, tidak peduli benar atau salah, asal mendapatkan apa yang diinginnya.
4. Jabatan
Miriam menjelek-jelekkan Musa, mencari-cari kesalahan Musa, karena ia ingin jabatan yang dimiliki Musa (Bil.12:1,2)
5. Mencuri hati (2Sam.15:6)
Absalom mencuri hati bangsa agar bisa menjadi raja.
2Sam 15:5 Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya.
2Sam 15:6 Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel.
6. Mencuri Firman Tuhan (Yer.23:30)
Jer 23:30 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya.
Jer 23:31 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi.

AKIBAT MENCURI
1. Mencemarkan nama Allah (Ams.30:8-9)
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.
2. Menerima Hukuman Allah
Murka Allah baru berhenti setelah orang yang mencuri betul-betul telah dihukum
Seperti peristiwa Akhan.
3. Pemerintah wakil Allah untuk menghukum manusia yang mencuri
4. Kalau saat mencuri ketangkap basah, kemudian dipukul, pemukul tidak berhutang darah (Kel.22:2)
Jika seorang pencuri kedapatan waktu membongkar, dan ia dipukul orang sehingga mati, maka si pemukul tidak berhutang darah;

BAGAIMANA SIKAP KITA TENTANG MASALAH PENCURIAN?
1. Kumpulkan harta di sorga
Mat 6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

2. Menjadi percontohan dari apa yang kita ajarkan
Rom 2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri?

3. Mengasihi sesama, tidak ingin mencuri miliknya, apalagi untuk mencelakakannya.
Rom 13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

4. Nyatakan pertobatan dengan mengganti apa yang dicuri (Kel.22:1) dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan bahkan bisa berbagi dengan orang lain.
Eph 4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

- Wawasan: mencuri dengan sebab
1. Menjadikan sebagai profesi: telah diprogramkan dan dilatih
2. Karena hobby � ada pengalaman sukses jadi habit
3. Karena ada keinginan untuk apa yang diinginkan � tidak punya kemampuan
4. Kebutiuhan untuk mempertahankan hidup-karena masalah kesehatan dll
5. Karena punya alas an dan tujuan-membutuhkan perhatian atau bentuk pemberontakan
6. Karena tidak takut Tuhan-merasa Tuhan tidak ada (al: tidak member perpuluhan)
7. Karena tidak punya kemampuan, kreatifitas dan daya juang-ingin mencitrakan diri
8. Sebuah virus yang merongrong kesatuan dan persatuan-tercipta rasa tidak aman (al: kasus Onesimus)
� Bila mencuri harus mengganti, namun perlu diberi kesempatan untuk berubah
9. Anggap halal bagi sebagian orang namun haram bagi yang dirugikan

- Bandingkan Efesus 4:28; merupakan jalan keluar
*. Bagaimana supaya tidak mencuri agar dapat jalan keluar

- Perintah dari 10 hukum
- Perlu bahas konteks 10 hukum:
1 Sebuah perjanjian bagi umat Allah
� dicantumkan di Supreme Court USA untuk gambaran dasar konstitusi
� intinya Secret (dikhususkan dan dikuduskan)
2 Untuk melindungi � lindungi hidup/ hak milik

- Motif mencuri:
1. Psikologis-diobati dengan ilmu psikologis
2. Social-ekonomi (kecemburuan social)
3. Sinful nature (1Tim 6:10 dst)

- Bentuk mencuri:
1. Barang 2. Ukuran (timbangan) 3. Waktu 4. Korupsi-jabatan yang dimiliki ditengah kesempatan 5. Kekikiran dan pemborosan (kasus Boaz, Lukas 16 dsb)

- Jalan keluar:
*. Mencari akar-perlu pertobatan dan anugerah (contoh Zakheus)

- Mengambil yang bukan miliknya
*. Amsal 23:10-11:
� ayat 10: kadang pencuri sudah punya hitungan dan lebih kuat
� Penulis Amsal mengingatkan kuatnya sang penebus

- Berkat bagi orang yang dikasihi-Nya

- Bila tidak beri persembahan perpuluhan maka mencuri uang Tuhan (pembinaan di KTB)
*. Perlu pengertian dan kesadaran
- Sikap orang tidak senang dianggap mencuri namun tanpa sadar sudah mencuri uang Tuhan dengan apa yang kita miliki
- Pergumulan orang muda dalam memberi perpuluhan ditengah kebutuahan yang besar dan pemasukkan yang kecil namun konsep perpuluhan tetap harus sitanamkan

- Amsal 30:8 ingatkan jangan member kaya sehingga berlaku salah dst
- Mencuri berarti karena merasa tidak punya kemuliaan dan merasa tidak punya sesuatu
- Perlu mencukupkan diri dengan apa yang ada serta bersyukur

- Mencuri merupakan kerusakan sebagai gambaran adanya:
1. Korupsi karena kebutuhan
2. Korupsi karena ketamakan
3. Korupsi karena system
- Mencuri karena melakukan melalui diri sendiri atau memanfaatkan institusi
- Mencuri merusak ekosistim yang dibuat Allah dengan langkah sistimatis yang dilakukan manusia sehingga terjadi kerusakan.
- Setiap orang punya kesempatan yang sama
- Perlu social justice
- Dosa yang mencuri berarti generasi yang akan datang
- Mencuri dapat berarti menahan dan melakukan sesuatu sehingga dapat jatuh dengan berbuat berdosa

� Mazmur 24:1 perlunya membangun konsep kepemilikan
� �Piere Joseph P: �Property is theft� (Milik pribadi dapat menjadi hasil pencurian)
*. Mungkin karena merasa milik bersama namun sesungguhnya milik Tuhan
� Hak dan sekaligus kewajiban kita, tidak lebih hanyalah menjadi penatalayanan milik Allah yang Dia titipkan kepada kita
� Perlu kesadaran bahwa yang kita miliki bukan untuk diri sendiri namun mengelola dengan apa yang dipercayakan Tuhan. Sebab memanfaatkan milik pribadi hanya untuk kesenangan sendiri, itulah yang dikategorikan sebagai mencuri.

- Perlunya tahu data riset global korupsi dan dampaknya

� Mencuri dilarang oleh Tuhan karena Tuhan melindungi hak orang yang didasarkan pada kehendak Tuhan
� Bila mengambil milik orang lain untuk menjadi kepunyaannnya (barang, kesempatan dsb)
*. Melanggar hak asasi manusia karena ingin melebihi yang menjadi haknya
� Tuhan memberkati orang rajin namun manausia kadang tidak sabar sehingga meleset dalam hidup
� Anak sekolah sering melakukan mencuri angka karena tidak menekankan mutu
� Anak muda mencuri makan, minum karena tidak dapat bertahan dalam hidup
� Mencuri kadang sudah menjadi kebiasaan diantaranya pakai barang orang lain untuk kemudian dikembalikan
*. Bisa berakibat merusak diri bila salah memahami barang yang dipakai.
� Jenis mencuri diantaranya: Mencuri domba (sering dilakukan Hamba Tuhan dalam mengembangkan pelayanan), mencuri hati atau mencuri timbangan
� Mencuri langit, mengganti matahari � ciptakan suasana yang melebihi yang dari Tuhan
� Jepang tidak puas dengan apa yang ada sehingga terjadi perang dunia ke-2
*. Akhirnya hancur karena ketamakkan dengan peristiwa 2 bom atom dijatuhkan
- Mencuri dapat karena sakit penyakit
*. Pernah ada kisah menikah dimana seorang wanita mencuri karena menjadi hobby meski suami kaya.karena menjadi bawaan dalam hidup sehingga suami perlu menitip uang agar menjaga muka suami.mungkin seharusnya dihukum sehingga tahu akibatnya
- Kita tidak boleh mengembangkan new morality yang karena alasan tertentu membenarkan mencuri.
*. Karena Tuhan tidak ada dalam hidup maka pelanggaran apapun merupakan pelanggaran kehendak Tuhan
*. Berbicara case anak yang ingin membuatkan ayam kaldu, anaknya lalu mengambil ayam orang lain. Anak itu menjelaskan kepada Ibunya jika mau dan ingin jangan nanya dari mana asalnya ayam tersebut
� Bertindak sesuatu untuk mengambil milik orang lain karena bisnis dan sebagainya, harus menanyakan kehendak Allah
� Perenungan: Bagaimana pergumulan jemaat yang ingin rajin bekerja maka tidak ada kesempatan. Bagaimana kalau miliknya dicuri dan perlukah mengambil kembali yang diambil daripadanya.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Jakarta

Hukum ke-8 ini adalah hukum yang mengatur hubungan dengan manusia. Allah berdaulat dalam kehidupan manusia tetapi juga memberikan hak kepada ciptaan-Nya untuk memiliki kekayaan secara pribadi. Allah memberikan:
1. Sifat otonom: bebas berkarya dan mencipta
2. Sifat moral: bertanggung jawab akan pahala dan hukuman
3. Sifat kekekalan: dalam jiwa manusia selalu ingin mencari kasih dan kebenaran
Jadi, hukum jangan mencuri ini Tuhan ingin menyatakan bahwa mencuri adalah perbuatan yang merusak antar hubungan sesama karena tidak menghargai orang lain dan merusak milik orang lain, juga merendahkan sifat kemanusiaannya. Kekayaan manusia itu meliputi 2 hal: kekayaan materi dan ide-ide orang lain.

Hukum ke 1-4 adalah tanggungjawab kepada Allah dan yg ke 5-10 adalah kepada sesame manusia. Kalau melihat penafsitan Paulus dalam Rom. 13:9 Mencuri banyak bentuknya: nama baik, waktu, ide-ide, dan menahan hak orang lain, gaji upah harian pegawai (Im. 19:13; Yak. 5:4; Ul. 24:14-16).

Bentuk kalimat ini adalah negative, tetapi mengandung pesan positif: hargailah milik dan hak orang lain. Mencuri adalah mengambil milik orang lain untuk dijadikan milik sendiri. Mencuri itu perbuatan tidak adil. Perintah ini mengajak kita untuk adil terhadap sesame.

Mencuri adalah:
1. Mengambil yang bukan haknya baik tidak diketahui atau diketahui.
- Tidak memberikan perpuluhan
- Meminjam tetapi tidak mengembalikan
2. Mengurangi miliki kepunyaan orang lain
- Mengurangi timbangan
- Makan riba/bunga
- Menerima suap

Mencuri itu kategorinya sangat luas. Secara prinsip ada 2 hal: menguntungkan diri sendiri dan merugikan orang lain, dan mengambil milik orang lain tanpa persetujuan orang lain: menyontek dan plagiat. Kenapa tidak boleh mencuri:
1. Melanggar kehendak Allah, kerena tidak ada keadilan di sana.
2. Menghancurkan diri sendiri, Ef. 4:28: orang mencuri menjadi malas dan menghancurkan diri sendiri, serta merusak pola hidup benar.
3. Supaya kita bisa melayani dengan bebas dan merdeka. Ada sukacita sendiri ketika member dengan uang atau hasil karya yang kita usahakan sendiri.

Mencuri termasuk dalam hal melakukan kecurangan (Im. 19:13, 15, 35). Hal ini termasuk dalam peradilan, menahan gaji orang lain/pegawai.

Mencuri adalah mengambil hak yang bukan miliknya. Dalam hal apapun ini berlaku. Mencuri tidak bergantung pada tujuan akhir. Mencuri tetap dosa. Ambil tanpa permisi pun termasuk mencuri. Fasilitas kantor pun sebaiknya gunakanlah untuk kantor dan jangan dipakai untuk keperluan diri sendiri. Hal yang paling penting adalah kita harus melatih kepekaan kita.

Orang yang mencuri itu namanya pencuri, rampok atau malaing. Orang yang mencuri itu selain miskin, tetapi bagi yang kaya itu karena ingin lebih kaya lagi. Kita harus rajin bekerja dan Tuhan akan memberkati orang seperti ini. Mencuri juga termasuk mencuri waktu, minimal 8 jam per hari. Juga, jangan mencuri barang-barang umum.

Alkitab mencatat juga defisi mencuri adalah tidak menyampaikan firman Tuhan apa adanya (Yer. 23:10). Hal yang kedua, akibat dari pencurian. Orang yang mencuri itu ada akibatnya. Keluaran 22:1 mencatat kalau ada orang mencuri itu harus mengganti. Bila yang dicuri itu seekor lembu, dia harus mengganti 5 ekor lembu. Hal ketiga, esensi dari pencurian. Apa esensinya: tidak mempunyai kasih (Rom. 13:9). Orang yang mencuri telah gagal dalam hal yang lebih besar, yakni mengasihi. Jadi, pencurian itu hanya satu contoh atau gambaran saja dari kehidupan seseroang yang tidak mempunyai kasih.

Dalam kehidupan sosial � ekonomis bangsa Israel, pola tinggal yang tidak menetap (nomad), menyebabkan mereka tidak banyak memiliki harta benda. Secara ekonomis, mereka hidup dalam keterbatasan atau kekurangan. Dalam keadaan seperti ini, seringkali muncul keingian untuk hidup enak dengan memiliki lebih banyak harta benda. Dalam hal ini, nampaknya mencuri menjadi pilihan paling mudah untuk mencapai keinginan itu segera. Sementara itu, yang terjadi bukan hanya mereka yang hidup dalam kekurangan atau keterbatasan yang melakukan tindakan pencurian, namun sifat tamak yang dimiliki oleh sebagian mereka yang telah kaya, menyebabkan pencurian atau perampasan juga dilakukan mereka. Jelas sekali perbuatan mencuri, akan sangat merugikan mereka yang menjadi korban pencurian.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Garut

Hukum ke-8 �Jangan mencuri,� (KJV) �Thou shalt not steal,� merupakan salah satu dari 10 hukum moral yang sampai kini masih tetap berlaku dan perintah ini bersifat mutlak dan kontinuitas. Mengambil barang milik orang lain adalah hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, karena Ia menghendaki kita hidup dengan apa yang ada pada kita. Karena itu, �Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau� (Ibr. 13:5). Hukum ke-8 ini melarang orang mengambil barang, uang dan apa saja yang menjadi milik orang lain. Hukum ini menuntut kejujuran di dalam semua urusan kita dengan sesama kita. Larangan mencuri yang ditujukan kepada umat-Nya, mengindikasikan bahwa Tuhan tahu pada hakikatnya manusia memiliki hati yang tamak akan uang. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang (1Tim. 6:10).

1. Karena mencuri adalah berdosa kepada Tuhan. Larangan mencuri oleh Tuhan menunjukkan bahwa Tuhan tidak senang dengan sikap tersebut. Implikasinya, jika kita melanggar, maka mendatangkan dosa dan hukuman Tuhan (Ul. 5:19; Mat. 19:18; Mrk. 10:19; Luk. 18:20).
2. Karena mencuri menyebabkan relasi dengan sesama menjadi rusak.
3. Karena mencuri memperburuk reputasi dan nama baik kita di mata orang, sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan orang lain kepada kita. Salomo berkata, �Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar� (Ams. 22:1).
4. Karena reputasi jelek mempengaruhi masa depan kita.

Cara untuk mengatasi kebiasaan mencuri adalah?
1. Beriman dan bersandar kepada Tuhan (Yer. 17:5, 7).
2. Miliki rasa puas dan cukup atas segala berkat dan penghasilan yang sudah diterima (Ibr. 13:5).
3. Rajin dan bekerja keras. Rasul Paulus menasihati jemaat di Efesus, agar orang yang mencuri jangan mencuri lagi, tetapi melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan (Ef. 4:28).

10 Hukum Taurat yang di berikan Allah kepada Musa bertujuan untuk mengatur kehidupan bangsa Israel. Hukum ini diberikan pasti ada pelanggaran yang telah terjadi diantara umat Israel, sehingga Allah memberikan peraturan yang ketat supaya tidak ada pelanggaran lagi. Peraturan ini dibuat untuk mengatur kerukunan diantara umat Tuhan sehingga tidak terjadi perselisihan.
Allah memberikan setiap orang rezeki dan berkat yang berbeda, Allah mempercayakan berkat itu untuk di kelola dengan baik. Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibr 13:5)
Berkat yang Allah berikan kepada seseorang dipakai untuk kesejahteraan hidupnya, dia berhak untuk memakainya. Termasuk harta benda, kekayaan, tanah, dll. Jika ada pelanggaran pencurian berarti ada orang lain yang berusaha merampas hak orang lain. Pencurian terjadi karena ada perasaan cemburu dan iri hati yang timbul, mengingini milik orang lain. Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu." (Lukas 3:14)
Cukupkanlah dengan apa yang ada pada dirimu, jangan menginginkan yang lebih dari kapasitas yang kita miliki. sebab berkat yang Allah berikan cukup bagi setiap orang. Oleh karena itu setiap kita harus menguasai dirinya untuk tidak memiliki perasaan iri hati dan serakah. Karena hal ini sangat berbahaya dan jika itu terus ada di dalam diri kita pasti akan menimbulkan perbuatan dosa.
Akar dari segala kejahatan adalah cinta uang. Sebab dengan memburu uang beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (I Timotius 6:10) Kuasailah dirimu dalam segala hal sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberitaan Injil (2 Timotius 4:5). Biarlah ini menjadi ingat-ingatan kita sebelum melakukan segala tidakan yang melawan Tuhan.

Hukum ke-8 merupakan hukum yang mengatur dan menghargai hak milik seseorang. Bangsa Israel hidup di tengah bangsa-bangsa yang tidak ada aturan dan norma ilahi, maka hukum Taurat diberikan untuk mengatur keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Hukum ke 8 mengingatkan kita untuk merasa cukup dan bersyukur atas segala anugrah Allah sehingga membuat kita tidak tergoda untuk mengambil milik orang lain. Perintah �Jangan mencuri� di dunia modern mempunyai arti yang lebih luas karena bukan hanya berkaitan dengan milik orang lain tetapi juga nama baik, mengabaikan kesempatan, mencuri kemuliaan Tuhan, mencuri karya orang lain. Melalui hukum ke 8 jemaat diharapkan sungguh hidup dalam syukur, dapat berelasi dengan baik, menjaga reputasi untuk kemuliaan nama Tuhan.

Jumat, 04 September 2009

YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH

YESUS MENYUCIKAN BAIT ALLAH
(Yoh. 2:13-22; Luk. 19:45-48)

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Garut

Sesuai tradisi, perayaan Paskah orang Yahudi diadakan setiap tahun di bait Allah di Yerusalem (Ul. 16:16). Makna perayaan itu untuk memperingati keluarnya umat Israel dari tanah Mesir (Kel. 12:1-13). Pada saat itu setiap umat Yahudi diaspora dari segala penjuru dunia datang berkumpul di bait Allah. Karena perjalanan yang jauh, maka mereka tidak bisa membawa hewan korban untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Karena itu mereka membeli hewan yang disediakan dan dijual di bait Allah. Selain itu, mereka juga harus membayar pajak bait Allah, untuk itu mereka menukarkan uang mereka untuk membayar pajak. Untuk mempermudah semuanya itu, para pemimpin agama Yahudi mengizinkan penjualan hewan korban dan penukaran uang. Dalam hal ini, para pedagang bekerja sama dengan pimpinan bait Allah (para Iman; ahli Taurat dan orang Farisi) untuk mencari keuntungan atas nama bait Allah. Karena itu, hewan korban yang dijual di sana bisa berlipat ganda harganya. Karena itu tidak heran Yesus katakan bahwa mereka menjadikan bait Allah sarang penyamun. Kemudian Tuhan Yesus marah dan mengusir para pedagang di sana. Apakah implikasi dari tindakan Yesus menyucikan bait Allah?

1. Rumah Tuhan harus dipergunakan sesuai fungsinya untuk beribadah kepada Tuhan (Yoh. 2:14-15; Mat.21:13; Mrk. 11:17)
Ayat 14-16� Jika Yesus melakukan sesuatu tindakan pasti ada alasannya yang logis dan masuk akal. Dalam hal Ia menyucikan bait Allah juga memiliki alasan yang sangat jelas. Alasan Tuhan Yesus menyucikan bait Allah adalah karena tempat itu sedang kotor secara fisik dan rohani. Secara fisik, rumah Allah mestinya dijaga kebersihan dan kelestariannya agar tetap bersih, wangi, enak dipandang dan menarik orang untuk datang ke sana. Rumah Allah bukan tempat ajang bisnis dan tempat untuk mencari keuntungan materi semata. Secara rohani, bait Allah mestinya berfungsi sebagai tempat beribadah, tempat umat percaya menjumpai dan dijumpai Tuhan dalam doa, firman Tuhan dan penyembahan, tetapi kini sudah tidak ada nuansa rohaninya. Karena itu, Yesus berkata, �Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan� (Yoh. 2:16); �Rumah-Ku disebut rumah doa, tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun� (Mat. 21:13; bdk. Mrk. 11:17). Di sini (Yoh. 2:14-16) kita melihat Yesus mengklaim bait Allah sebagai rumah Bapa-Nya. Jadi alasan Ia mengucikan bait Allah karena itu adalah rumah Bapa-Ku, bukan rumah milik sembarang orang yang boleh seenaknya disalahgunakan. Tetapi pada saat Yesus mendatangi bait Allah, apa yang Ia temukan di sana? Yesus melihat bait Allah sudah disalahgunakan, sebagai tempat ajang bisnis, tempat mencari uang, kekayaan, dan bukan lagi tempat beribadah. Karena itu, rumah Tuhan tidak boleh dinaziskan dengan menjadikannya tempat untuk meningkatkan status social, keuntungan keuangan, hiburan. Jadi kapan saja rumah Tuhan digunakan oleh orang yang berpikiran duniawi, maka rumah Tuhan kembali menjadi sarang penyamun.

2 Tuhan akan menghukum orang yang menyalahgunakan rumah Tuhan (Yoh. 2:14-16; Mat. 21:12; Mrk. 11:15-16; Luk. 19:45)
Tindakan Yesus mengusir mereka yang berjual beli di halaman bait Allah menunjukkan semangat-Nya terhadap kesucian dan doa yang sejati dari mereka menyembah Allah (Yes. 56:7; Luk. 19:45). Di sini Yesus tidak mempermasalahkan soal jual beli dan penukaran uang, tetapi yang menjadi keberatan Yesus poinnya adalah: semua kegiatan diatas dilakukan di halaman bait Allah. Jadi persoalannya ialah tempat ibadah sudah beralih fungsi sebagai tempat transaksi bisnis. Fungsi rumah Tuhan bukan untuk hal sekuler, tetapi tempat umat belajar firman Tuhan, berdoa, memuji Tuhan dan beribadah. Ketika rumah Tuhan atau gereja sudah beralih fungsi, maka Tuhan pasti marah dan tidak akan turun hadirat-Nya dan Ia tidak akan memberkati ibadah kita. Bukankah hal yang sama terjadi sekarang ini: Ada orang berkumpul mengatasnamakan ibadah kepada Tuhan Yesus, tetapi sejatinya, tujuannya, motivasinya bukan untuk Yesus. Mereka datang ke persekutuan, tetapi untuk membicarakan bisnis, menjalin kerja sama dengan rekan bisnis, mencari koneksi bisnis, bukankah ini real? Apakah motivasi anda datang ke gereja? Apakah sungguh-sungguh kepingin belajar firman Tuhan? Rindu berdoa, beribadah dan menyembah Tuhan?

Perikop ini memberi kita teladan dan pelajaran bagaimana Tuhan Yesus menghormati Bait Allah. Dalam bagian ini kita melihat Tuhan Yesus yang berbeda dengan yang dicatat dalam Injil dan pasal yang lain, ramah, sabar, kasih, dekat dengan anak-anak. Yang dihadirkan disini adalah Tuhan Yesus yang marah, cambuk, mengusir, membalik meja, menghardik. Kita memahami hal ini, jelas untuk kebaikan, pada waktu yang tepat, tempat yang tepat dan pada orang yang tepat, tegas dan keras. Hati-hati kita utk marah dengan dasar peristiwa ini. Pada dasarnya, Yesus begitu menghormati Bait Allah, Rumah Allah.
1 Yesus sejak awal mengarahkan pada Bait Allah
Ditaruh sejak awal dalam Injil Yohanes ini, berbeda dengan Injil yang lain yang diletakkan pada bagian belakang. Tentu bukan kebetulan tetapi ada maksud yaitu sejak awal Tuhan Yesus sesungguhnya mengarahkan pada Bait Allah atau pada kehadiran Allah dalam hidup ini.

2 Yesus tidak mau ada kenajisan
Bait Allah adalah sarana/ tempat orang Israel bertemu dengan Allah. Allah hadir ditengah bangsa Israel. Tempat yang penting, istimewa. Tetapi pd saat ini dalam saat-saat merayakan Paskah justru yang terjadi menjadi pasar. Artinya, tidak dipergunakan sebagaimana mestinya dimana seharusnya menjadi rumah doa, rumah perjumpaan kita dengan Allah. Jadi diharapkan kita menghargai fungsinya. Jangan untuk ambisi pribadi, tetapi kemuliaan Allah. Bait Allah menjadi tempat bersekutu, bersaksi, dan melayani.

3 Yesus tidak ingin ada yang terhalangi
Yang terkandung dibalik adanya pasar ini adalah banyak kecurangan terjadi. Hewan di Bait Allah dianggap sudah memenuhi syarat. Sementara membawa sendiri harus diuji dengan begitu banyak syarat. Belum lagi harganya membumbung tinggi. Jelas bagi org yang miskin menjadi halangan. Mereka dengan terpaksa membelinya. Dan banyak hal yang lain. Misalnya jalanan masuk menjadi sulit dlsb. Yesus tidak ingin ada seseorang atau sesuatu menghalangi seseorang datang pada Tuhan.

Ketika Yesus berada di bait Allah, serta Ia melihat halaman Bait Allah dipakai menjadi tempat berdagang oleh para penjual binatang persembahan dan para penukar uang, Ia membuat cambuk dari tali, kemudian mengusir para pedagang itu dari Bait Allah dan menjungkirbalikkan meja-meja para penukar uang serta menghamburkan uang mereka ke tanah. Mengapa Tuhan Yesus bertindak demikian? Karena Bait Suci adalah rumah Bapa-Nya. Oleh karena itu orang tidak boleh menjadikannya sebagai tempat berjualan betapapun kecil dan tidak berartinya jualan mereka. Yohanes menjelaskan tindakan Tuhan Yesus itu sebagai tindakan yang didorong oleh rasa cinta yang mendalam akan rumah Allah: Cinta akan rumah-Mu menghanguskan aku. Tuhan Yesus melakukan semua itu karena hormat kepada Bapa-Nya. Dia bertindak sebagai Anak Allah.
Para pemuka agama Yahudi tentu tidak dapat menerima tindakan Tuhan Yesus. Bait Suci adalah wewenang mereka. Oleh karena itu mereka langsung mendatangi Tuhan Yesus dan meminta tanda yang menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mempunyai hak untuk melakukan semua itu. Yang mereka minta adalah sebuah tanda pengenal, tanda dari kekuasan-Nya. Permintaan itu langsung dijawab oleh Tuhan Yesus dengan menantang mereka untuk meruntuhkan Bait Allah. Memang Bait Allah yang sudah dialihfungsikan secara tidak bertanggung jawab sudah tidak ada gunanya lagi. Bait Allah yang semestinya menjadi tempat bagi orang untuk berdoa, telah dialihfungsikan menjadi suatu tempat untuk berbuat dosa! Oleh karena itu bangunan Bait Allah itu perlu diruntuhkan, dan sebagai gantinya Tuhan Yesus akan membangunnya kembali dalam waktu tiga hari.

Bait Allah melambangkan kehadiran Allah, dimana Allah bersemayam di dalam bait Allah itu. Konsep ini harus jelas dimengerti oleh umat Tuhan, sehingga kita sebagai umat Tuhan harus bisa menjaga dan memelihara bait Allah itu. Ketika Yesus melihat bait Allah yang seharusnya di jaga dan dipelihara dalam kekudusan tetapi Dia melihat bait Allah sudah beralih fungsi menjadi najis. Ada pedagang-pedagang kambing domba dan lembu disana kemudian ada penukar-penukar uang seperti pasar bukan lagi sebagai tempat yang kudus.
Oleh karena itu jika Yesus marah itu adalah hal yang sangat wajar, kemarahan Yesus bertujuan untuk mengajar kita supaya kita tidak sembarangan dalam mengelola rumah Allah. ayat17, �Sebab cinta akan rumahMu menghanguskanKu�. Tetapi kemarahan Yesus tidak bisa diterima oleh orang Yahudi serta meragukan otoritas Tuhan. mereka tidak sadar bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan, bahkan termasuk tubuh mereka.

Bagaimana kita menjaga rumah bait Allah?
1. Menjaganya dengan kekudusan.
2. Mengelola Rumah Allah sesuai dengan Panggilan Gereja di Dunia.
3. Pribadi-pribadi sebagai tubuh Allah harus dibangunkan dalam kebenaran.

Aplikasi :
Gereja dan rumah Tuhan pada masa sekarang ini menunjukkan gejala seperti dalam kisah ini, secara perlahan namun pasti sudah beralih fungsi bukan lagi sebagai rumah Allah untuk beribadah dan berdoa. Pengurus dan pemimpin gereja serta umat Tuhan terkadang memiliki agenda-agenda pribadi yang terselubung sehingga menjadikan rumah Tuhan menjadi �kotor seperti pasar� . mari kita kembali pada pengajaran Yesus tentang bait Allah, bahwa cinta akan rumah Tuhan itu menghanguskan Aku.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Jakarta


Paskah merupakan salah satu hari raya besar orang Yahudi. Bahkan Paskah memiliki nilai historis yang sulit dilupakan oleh mereka karena mengenang peristiwa bagaimana Allah �melewati� nenek moyang mereka dari kematian setiap anak sulung, dan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Ratusan tahun mereka tinggal di Mesir dan selama itu pula mereka tidak memiliki hak istimewa, kedudukan yang sama, kebanggaan sebagai bangsa yang merdeka, dan kebebasan beribadah karena menjadi budak di negeri itu. Tetapi malam itu, pe�sah itu menjadi momentum yang indah karena Allah hadir melawat dan melepaskan umatnya dari sebuah tirani yang kejam. Momentum itu pula yang akan dirayakan kembali di Yerusalem dan dipusatkan di Bait Suci. Yesus hadir di sana untuk merayakan hari besar itu. Tetapi apa yang terjadi? Pusat tempat perayaan, Bait suci, dipenuhi oleh orang yang berjualan. Melihat pemandangan itu, Yesus membuat cambuk dari tali lalu meengusir semua mereka yang berjualan di sana. Sebenarnya apa yang membuat Yesus bertindak demikian?
1 Hilangnya respek kepada tempat ibadah. Yesus bukannya melarang orang berjualan, tetapi tempat merek berjualan itu tidak tepat. Di dalam Bait Allah ini memang bisa dikategorikan seluruh ruang yang ada dalam Bait suci itu karena Alkitab Indonesia, King James Version, dan banyak versi lainnya tidak memberikan penjelasan. Tetapi sangat tidak mungkin bila ruang suci dan maha suci dijadikan tempat berjualan, karena hanya imam yang boleh masuk ke ruang itu. NIV memberikan penjelasan, �in the temple courts� (pelataran Bait Suci), di mana orang-orang non-Yahudi biasa beribadah di sana. Saya lebih setuju dengan NIV. Tetapi jelas, meski diluar pun sudah merusak suasana dan tidak menghormati orang-orang yang beribadah.

2 Terjadinya traksaksi yang �kotor� di sana. Ada indikasi yang kuat penjualan hewan korban dan penukaran uang di sana telah memeras rakyat.
� William Barclay mengatakan bahwa harga merpati di Bait Allah hampir 20 x lipat di luar.
� Disamping itu imam-imam menolak binatang yang tidak dibeli di Bait Allah (dengan alasan yang dicari-cari), sehingga orang terpaksa membelinya di Bait Allah dengan harga yang sangat mahal.
� Dalam hal uang, kalau orang membawa uang besar, ia harus menu�karkannya dengan uang kecil dulu, dan untuk ini sudah ditarik ongkos. Setelah itu uang kecil itu masih harus ditukarkan lagi dengan uang yang dianggap sah untuk dipersembahkan ke Bait Allah (harus mata uang Yahudi 1/2 syikal - bdk. Kel 30:13), dan untuk ini ada ongkos lagi.
Pemerasan dengan menggunakan kedok agama itulah yang Yesus tidak suka.

3 Tidak adanya keinginan merubah tradisi dan kebiasaan yang hanya menguntungkan kelompok tertentu. Sangat mungkin tradisi dan kebiasaan ini sudah berlangsung cukup lama. John Calvin berpendapat bahwa penyucian Bait Allah di sini tidak sama dengan penyucian Bait Allah yang ada di Mat. 21:12-13; Mar. 11:15-17; Luk. 19:45-46. Alasannya: yang ada dalam Matius, Markus, dan Lukas, menunjuk pada suatu peristiwa yang terjadi pada akhir pelayanan Yesus, tetapi yang diceritakan oleh Yohanes, terjadi pada awal pelayanan Yesus. Semua orang tutup mata, tidak mau tahu, tidak peduli, masa bodoh dengan apa yang sudah terjadi cukup lama. Bahkan, sebagian mungkin takut bila harus mengubah apa yang sudah berlangsung lama. Beda dengan Yesus. Ia datang merombak tradisi itu. Bukan ingin dikenal, pamer, cari sensasi atau popularitas. Tetapi tradisi dan kebiasaan yang mereka lakukan itu sudah keterlaluan, memalukan, dan tidak menjadi kesaksian bagi orang-orang yang baru saja datang ke kota Yerusalem dan melihat kehidupan ibadah mereka.

Hanya Yohanes yang mencatat Yesus tiga kali menghadiri Paskah di Yerusalem. Yohanes mau menjelaskan bahwa Yesus adalah Tuhan. Ada 3 hal yang ingin ditekankan.
1. Pertama, Kebiasaan buruk yang terjadi di antara iman dan kelompoknya telah terjadi KKN. Imam ikut �bermain� di sana. Aplikasi: Kalau hari ini Yesus menyucikan gereja kita apakah kita bersih dari KKN? Kalau mau bangun gedung harus dari bawah, dan kalau mau membersihkan harus dari atas. Atas itu adalah para pemimpin. Itu sebabnya, pemimpinnya harus �bersih� lebih dahulu.
2. Kedua, orang Yahudi menjadikan Bait Allah itu sebagai sentral, tetapi sejak Yesus datang pusat ibadah itu tidak lagi kepada gedung tetapi antar pribadi dengan Tuhan.
3. Ketiga, Yesus datang kedunia ini mendirikan gereja, dan gereja itu bukan gedung atau administrasinya, melainkan diri kita sendiri.

Bait Allah adalah Allah hadir dan diam di sana, juga tempat itu menjadi pusat ibadah. Di sana hadir orang-orang dari berbagai macam golongan. Ada korban yang juga akan dipersembahkan. Ada �pasar religious� di sana sudah menjadi �bisnis�. Bait Allah itu menjadi barometer akan keadaan rohani bangsa itu. Kewajiban agama mereka hanya satu kebiasaan saja, maka akhirnya mereka terjebak religiusitas tanpa spiritualitas. Tidak ada lagi relasi dengan Tuhan yang bersifat personal. Para pemimpin Bait Allah berbisnis, terjadi juga dalam gereja modern masa kini. Hermawan Kertajaya mengatakan ada kaitan antara bisnis dan spiritualitas:
1. Tahap Polarisasi: ada dua kutub yang berbeda, memisahkan anatara urusan bisnis dan spiritualitas. Jangan dicampuradukan.
2. Tahap Keseimbangan: orang menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kegiatan sosial. Bisnis dijalankan tetapi tidak ada hubungannya dengan sosial. Ada keseimbangan antara bisnis dan sosial.
3. Tahap Integrasi: bisnis itu dijalankan secara etis dan spiritual, tidak ada suap, korupsi dari para pimpinannya. Kita bisa melakukan bisnis dan sekaligus spiritualis.

Seringkali manusia tidak menyadari kemalangannya dihadapan Tuhan. Manusia itu malang bukan karena miskin, bodoh, tidak berkuasa, tetapi karena hatinya jauh dari Tuhan. Orang Israel menjadi umat pilihan Allah seharusnya memuliakan Allah, tetapi melalui kelakuan mereka dengan berdagang dan menukar uang di Bait Allah membuat mereka menjadi menentang Allah. Yesus datang untuk melepaskan mereka dari ikatan hawa nafsu ini. Yesus datang dengan misi yang jelas, dengan otoritasnya tidak takut kepada imam hang sudah buta terhadap kebenaran. Yesus datang memulihkan mereka, dan merekonsiliasi antara manusia berdosa dengan Allah.

Menyucikan Bait Allah dengan tujuan:
1 Mempertegas fungsi Bait Allah untuk berbibadah dan berdoa, bukan untuk bisnis dan mencari keuntungan
2 Menyatakan kuasa-Nya atau wewenang-Nya sebagai Mesias. Orang Farisi dan para imam menganggap mereka berkuasa di Bait Allah. Hanya Mesiaslah yang memiliki kuasa lebih tinggi dari imam besar di Bait Allah. Itu sebabnya saat mereka minta tanda dan Yesus menjawab mereka soal mendirikan Bait Suci dalam 3 hari.
3 Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Bait Allah yang sejati. Fungsi Bait Allah sudah berubah tidak ada gunanya lagi. Kalau dirombak, akan diganti dengan yang baru, yakni diri Tuhan Yesus sendiri.

Gereja itu mengutus orang percaya pergi keluar tetapi juga membawa orang non-percaya kepada Tuhan. Kalau suasana ibadah/gereja seperti itu bagaimana bisa membawa orang luar percaya kepada Tuhan. Aplikasi: mungkin diri kita juga bisa menjadi penghalang orang datang kepada Tuhan karena kesombongan kita, ego, dan sikap-sikap kita.

Kemarahan Yesus adalah kemarahan yang wajar dan beralasan dan bukan kemarahan yang tanpa penjelasan. Hal apa saja yang membuat Yesus marah:
1. Bait Allah sudah menjadi seperti pasar dan sarang penyamun.
2. Adanya praktek jual-beli korban yang dimanipulasi.
3. Karena penajisan yang telah terjadi di Bait Allah. Bait Allah yang disebut rumah doa sudah beralih fungsi.
4. Pengertian �cinta untuk rumahMu menghanguskan aku� itu persis seperti yang terjadi dalam kemarahan Tuhan Yesus, di mana orang-orang Yahudi menjadi benci kepada-Nya dan ingin membunuh-Nya.

Hari ini gereja suka hitung-hitung soal untung rugi menyewa gedung untuk mendapatkan keuntungan dengan ibadah yang mereka lakukan. Mereka menjadikan tempat ibadah itu sebagai tempat bisnis. Hati manusia itu saat ini begitu tamak dengan uang. Gereja pun dijadikan tempat bisnis. Ada hamba Tuhan tertentu juga memegang seluruh keuangan yang masuk dalam gereja itu. Setiap bisnis yang diadakan di dalam gereja pasti akan menimbulkan masalah. Tuhan tidak suka akan hal itu. Bukan hanya gereja yang harus dibersihkan, tetapi diri kita juga perlu dibersihkan karena dalam diri kita juga banyak yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Bandung


1. Kalau membandingkan dengan Injil Sinoptik (Matius, Markus, Lukas), maka terlihat bahwa peristiwa pembasuhan bait Allah ini diletakkan di akhir pelayanan Yesus. Kalau di Yohanes di awal. Ini suatu peristiwa atau dua peristiwa:
a. Tentunya satu peristiwa yang sama. Injil sinoptik menekankan pada kronologis dari kehidupan Yesus yang mengajarkan tentang Teologis kesejarahan Yesus.
b. Injil Yohanes mencatat peristiwa-peristiwa satu minggu sebelum Tuhan Yesus disalibkan, tidak menekankan pada kronologisnya, tetapi moment-moment kebenaran yang menunjuk kepada Teologis keberadaan Kristus adalah Anak Allah dan Allag sendiri (Yohanes 1:1-5: ungkapan Ego Emi (Aku adalah�)).

2. Peristiwa pembasuhan bait suci di bait Allah yang dicatat oleh Yohanes ada 3 kebenaran yang terlengkap:
a. Adanya kemarahan di dalam kebenaran. Kemarahan Tuhan Yesus ini adalah kemarahan yang suci, kudus dan benar yaitu marah terhadap dosa. Karena bait Allah yang seharusnya menjadi rumah doa, sekarang dijadikan tempat berjualan (vs.16). di Injil sinoptik �sarang penyamun�. (Lukas 19:4b; Markus 11:17; Matius 21:13). Ini artinya bait Allah menjadi tempat mencari keuntungan pribadi sehingga kejahatan itu terjadi.
b. Adanya kecintaan terhadap rumah Tuhan. Vs.17 �cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku�. Ini adalah kutipan dari Mazmur 69:10. Konteks Mazmur brbicara pengalaman Daud terhadap orang-orang yang membenci Dia. Dikarenakan imannya, kecintaannya kepada Tuhan. Artinya karena imannya, status kekristenannya dia mengalami penganiayaan. Tetapi pada waktu Tuhan Yesus mengungkapkan itu bukan karena imanNya, bukan karena statusNya sebagai orang Kristen, tetapi keberadaanNya dalam mengungkapkan kebobrokan yang terjadi di dalam bait Allah. Khususnya para pemimpin/pejabat di bait Allah. siapa yang sedang diungkapkan kebobrokan hidupnya? Dia akan marah dengan menyerang bahkan membunuh. Karena kecintaannya kepada kebenaran inilah yang membuat Dia terhangus.
c. Ada konsep bait Allah yang baru yaitu kesadaran untuk ibadah.

Yesus marah karena sudah terjadi mafia penjualan, karena mereka yang membawa kambing domba sendiri ditolak dan diharuskan membeli di pelataran bait Allah. Bukan penjualannya tetapi motifnya.

Yahudi tidak peduli dengan orang kafir yang datang untuk menyembah Allah, mereka tidak mengasihi orang non Yahudi dan tidak menyambut mereka. Seharusnya mereka yang tinngal di Yerusalem menolong mereka yang datang beribadah, tetapi sebaliknya dipakai untuk mencari untung. Orang yahudi tidak peka terhadap perasaan dari orang non yahudi. Mereka dianggap dan tidak peduli terhadap orang-orang diluar yahudi sehingga mereka tidak welcome. Para peziarah yang kurang lebih harus berjalan 20 km untuk berjalan ke bait allah tetapi orang yahudi melihatnya untuk mencari keuntungan.

Kesucian bait Allah harus di jaga, termasuk pakaian dan sepatu yang dipakai pada saat beribadah. Remaja sering datang ke gereja dengan memakai pakaian dan sepatu yang seharusnya tidak dipakai ke gereja. Yesus bukan hanya menyucikan bait suci tetapi juga diri kita (remaja).

Bait Allah adalah pusat kegiatan agama orang Yahudi dan merupakan symbol tempat hadirnya Tuhan. Pada jaman perjanjian lama semua adapersiapan yang baik ketika orang melayani atau beribadah di Bait Allah.
Penukar uang: biasanya pada jaman perjanjian lama uang persembahan disiapkan dari rumah untuk diberikan kepada Allah. Uang yang bersih dan baik. Karena untuk memberikan persembahan ke Bait Allah di gunakan koin khusus. Belakangan banyak orang tidak mempersiapkan diri untuk mempersembahkan dengan koin tersebut dan Karen aitu mereka cari gampang dengan membeli saja di bait allah.
Lembu, kambing, burung merpati adala hewan korban persembahan yang juga harus terbaik dan sempurna baru bisa dipersembahkan ke Bait Allah dan sekarang mereka tidak perlu mempersiapkan diri tinggal membelinya di Bait Allah semua sudah beres. Gereja Penipu atau penipu gereja? Karya Philip Yancey yang menggambarkan disfungsi gereja dari tujuan semula kepada cara dunia yang terlalu humansentris sehingga terjadi pergeseran nilai?
@ perlu pengajaran untuk menghormati Tuhan dan baitNya.
@perlu persiapan untuk berbadah kepada Tuhan. Mempersiapkan hati untuk memberi persembahan yang terbaik itu adalah symbol dari hati yang menghormat Tuhan.
@perlu menghormati Tuhan Yesus sebagai kepala gereja dan juga tubuh itu adalah bait allah. Karena itu biarlah gereja sebagai tubuh Krsitus atau diri kita sendiri sebagai bait roh kudus adalah agen kerajaan allah untuk menegakkan kebenaran sekalipun untuk itu harus konfrontasi.

Herodes membangun bait Allah untuk menyenangkan orang Yahudi, dan biayanya mahal, supaya biayanya tertutup maka mereka menggunakan cara jual beli di bait Allah.

Pertama, kita datang ke gereja untuk ibadah bukan untuk cari keuntungan. Kesempatan beribadah di gereja itu tidak setiap hari. Sebagian besar waktu hidup kita diisi aktivitas lainnya. Ketika kita datang ke gereja, kita datang untuk beribadah, bukan untuk tujuan keuntungan lainnya. Karena itu, yang kita utamakan adalah ibadah. Ibadah kepada Tuhan.
Kedua, kita datang ke gereja untuk menyalurkan berkat, bukan menghalangi berkat Allah. Kehadiran kita di gereja seharusnya membangun iman orang, bukan menghalangi iman orang bertumbuh.
Ketiga, kita datang ke gereja untuk menegakkan kebenaran dan keadilan bukan hanyut dalam kefasikan. Sepanjang pelayananNya, Yesus aktif mengajarkan hal yang baik. Namun Ia juga tidak pernah pasif terhadap hal yang buruk. Bahaya yang dihadapi orang Kristen adalah diam. Diam tidak selalu baik. Diam terhadap kejahatan bisa menyatakan kita setuju terhadap kejahatan itu. Diam bisa menyatakan kita tidak berani berbuat benar. Diam terhadap dosa itu dosa. Dosa bisa dibagi dua: sin of commission dan sin of omission. SoC kita tahu. SoO sering kita tidak sadari atau kita tidak merasa itu dosa.

Yesus pertama keluar melayani dan mengakhiri pelayanan dengan datang ke bait Allah, jadi ini merupakan dua peristiwa yang berbeda. Yesus tidak menggunakan cambuk untuk mencambuk orang, tetapi cambuk sesungguhnya untuk mengajar.

Mengapa Yesus marah? Mereka berjualan di bait suci dan tukar menukar uang. Ini bukan intinya tetapi intinya adalah:
1. Alasan Tuhan Yesus marah terbaca di ayat 14
- orang berjualan di Bait Allah
- penjualan binatang dan penukaran uang
� namun sebenarnya kemarahan Tuhan Yesus lebih dalam kepada adanya pergeseran dan penyalahgunaan Bait Allah
2. Pengajaran di balik kemarahan Tuhan Yesus
a. Keterhilangan tujuan berada datang di Bait Allah
- Seharusnya dating untuk bertemu dengan Allah tapi diganti dengan mencari profit oriented dan self oriented
b. Pergeseran peran Bait Allah yang utama
- . Menjadi sandungan orang datang ke Bait Allah Bait Allah (pelataran tempat orang non Yahudi)
- Menjadikan Bait Allah untuk memuaskan keegoisan atau mencari kepentingan diri sendiri
(sistimatis-transaksi dipersiapkan)
3. Yang dilakukan Tuhan Yesus revolusioner sebagai gambaran hal yang sudah sangat mengakar dan berdampak negative yang luas (penafsiran mungkin lebih tepat bahwa merupakan peristiwa yang ke-2 kali)
4. Respon: murid-murid dan orang -orangYahudi
- Kembali kepada Firman dan hidup didalamnya dengan ketaatan atau sekedar tahu Firman
*. Murid-murid dapat menarik benang merah Firman yang diketahui dan apa yang dikatakan Tuhan Yesus
*. Orang Yahudi hanya tahu namun tidak mau mengetahui benang merah yang diharapkan Tuhan yesus dalam pembaharuan hidup namun mereka mengeraskan hati.
� Implikasi yang dilakukan Tuhan Yesus gambaran:
- Konsistensi penegasan kebenaran
- Kepekaan Tuhan Yesus untuk terciptanya kehidupan yang benar
- Keurgenan yang dilihat dan harus dilakukan sekarang dalam terciptanya kualitas hidup dan pelayanan

Bait Allah sbg centralitas ibadah. Pertemuan antara umat dgn Allah, di mana di sana dibangun suatu hub horizontal � vertical. Dlm hal ini tdk hanya bicara ttg kewajiban dan kebutuhan, ttp respon, relasi, interkasi rohani dari umat dgn Allah dan sesamanya.
Leon Morris: 1) TY menyatakan bhw Ia adalah �tuan� dari rumah Allah, Ia mempunyai hak dan kuasa atas bait Allah.
2) TY menyatakan ttg pekerjaan-Nya sbg imam besar
3) TY menyatakan bhw imam2 pd waktu itu tidak hidup lagi dlm kebenaran
4) TY menyatakan ttg Kebenaran dan sikap murka-Nya thd dosa.

Salomo berhasil mendirikan bait Allah dan saat ditabishkan dia membuat satu perjanjian bahwa bait Allah menjadi orientasi bagi mereka menjadi kiblat dari orang-orang yang datang dan berdoa. Hal ini sudah menjadi satu hal yang tidak dapat dihapuskan dari hati orang Yahudi. Tetapi orang Yahudi sendiri telah merubah fungsi dan tujuan dari bait Allah, hal ini yang membuat Yesus marah.

Sejak imam Eli, rumah ibadah sudah menjadi rumah kejahatan, hal ini dimulai dari mereka yang melayani di dalam bait Allah. sejak dari jaman Yohanes Pembaptis rumah Allah telah diserang demikian juga pada jaman Yesus. Melalui peristiwa ini, Yesus mengajarkan yang harus dibersihkan terlebih dahulu adalah rumah sendiri.

1. Human anger tidak sama dengan divine anger, human anger: amarah yg muncul dalam hati manusia karena maksud hati tak sampai (padahal hati manusia sudah tersemar oleh dosa bdk 2 Korintus 12:20, Yakobus 1:20), sedangkan divine anger adalah amarah Ilahi yang bertujuan untuk menyatakan kebenaran dan menyucikan. Dalam perikop ini jelas Tuhan Yesus menyatakan divine anger untuk menyatakan bahwa diriNya adalah kebenaran ( Yohanes 2:20-21 ).
2. Refleksi atas catatan peristiwa ini, nampaknya dosa juga melekat dalam ritual �pelayanan� di dalam rumah Tuhan. Ironinya para pelaku adalah orang-orang Israel yang adalah umat pilihan Tuhan, para imam-imam dimana mereka mengatas namakan melayani Tuhan. Bukankah hal ini identik dengan situasi gereja hari ini? Bagaimana etos pelayanan kita? Apakah sudah lahir dari motivasi yang murni melayani Tuhan? Ataukah kita sebenarnya sedang �berjualan� di gereja? Etos pelayanan yang baik di hadapan Allah tidak lepas dari pengorbanan, bukan mencari keuntungan.

Seorang sejarawan Yahudi bernama Josephus mencatat pada satu kali perayaan Paskah, ada kurang lebih 256,000 kambing yang dibawa untuk dipersembahkan sebagai korban. Satu keluarga minimal membawa satu ekor kambing. Ini berarti terdapat jutaan orang yang datang dari berbagai kota untuk mempersembahkan korban. Tujuan utamanya adalah bukan hanya ke Yerusalem, tetapi pusat kota dari Yerusalem, yaitu Bait Allah untuk mempersembahkan korban. Aturan yang dipakai adalah orang-orang yang ingin mempersembahkan korban harus membeli korbannya yang berupa binatang di halaman Bait Allah, daripada susah-susah datang dari jauh membawa korban dan kemudian ditolak oleh imam karena tidak sempurna, maka lebih baik bawa uang saja. Pada waktu mereka ingin membeli korban, maka mata uang dari kota atau negara yang berbeda-beda tersebut harus ditukar di situ. Ini menjadi suatu bisnis yang besar yang disetujui oleh imam-imam. Seorang penulis mengatakan pada waktu mereka menukar uang, mereka di charge 6% dan harga binatang yang dijual di halaman Bait Allah jauh lebih mahal dibanding daripada di luar. James Boyce mengatakan bahwa harga sepasang merpati di halaman Bait Allah 50 kali lipat lebih mahal daripada di luar. Oleh karena itu Tuhan Yesus masuk ke halaman Bait Allah (bagian yang paling luar dari Bait Allah) dan mengusir para pedagang tersebut.
Mengapa Tuhan Yesus begitu murka? Mengutip Mat. 21:13 Pertama-tama, Tuhan Yesus berkata �Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.� (ayat 13). Di dalam Markus 11:17 dikatakan bahwa rumah doa bagi segala bangsa. Orang yang bukan Yahudi (gentiles) hanya boleh beribadah kepada Tuhan di halaman Bait Allah. Mereka tidak boleh masuk ke dalam Bait Allah. Tetapi sekarang halamannya pun telah dijadikan tempat untuk berdagang. Jadi bagaimana mereka dapat beribadah, berdoa dan memberikan korban persembahan kepada Tuhan? Dia ingin menyatakan bahwa Injil bukan hanya diperuntukkan bagi orang Yahudi, tetapi bagi segala bangsa. Mereka telah mengkomersialisasikan agama pada waktu itu. Datang bukan untuk beribadah, tetapi datang untuk berdagang di situ. Bukan hanya mereka telah menghalangi orang-orang bukan Yahudi untuk beribadah, Uang dan materi telah menjadi tuhan mereka dan itu yang mereka kejar. Oleh karena itu tidak heran apabila Tuhan datang dan membongkar semua sistem itu.

Masalah dalam bait adalah urusan imam, imam yang mengakibatkan kejadian seperti itu terjadi, mereka licik dan membuat peraturan sehingga terjadi penjualan demikian. Mereka tamak dengan menaikkan harga jual. Mereka buta, karena bait Allah adalah rumah ibadah tetapi telah merubah fungsinya.

Maksud dari kedatangan Yesus adalah untuk mereformasi ibadah manusia yang salah. Banyak dari mereka yang berada di dalam bait suci itu tidak memiliki hati nurani yang benar. Peristiwa ini menunjukan Yesus lebih dari seorang nabi, selama pelayananNya, dengan perkataan dan perbuatannya telah menunjukan bahwa dia adalah seorang Mesias dan masyarakat umum telah mengetahuinya, tetapi mereka tidak berani mengungkapkannya karena takut kepada orang-orang Yahudi. Dua kali pembersihan bait Allah menunjukan bahwa Tuhan telah memberikan kesempatan tetapi tetap tidak berubah. Kita harus menghargai rumah dan hukum Allah.

Soren Kierkegarda : Ada dua orang pergi, seorang pergi ke kuil berdoa pada Allah sejati, yang satu pergi ke bait dan berdoa pada ilah, kedua-duanya salah, karena satu salah alamat, satu salah tempat. Yang membuat ibadah tidak konsentrasi adalah hal dunia yang diwakili oleh uang. Tuhan Yesus membersihkan bait Allah untuk mengembalikan tujuan dan fungsi dari bait dan ibadah. Tuhan Yesus berbicara tentang tubuh sebagai bait Allah dan harus dibersihkan dari dosa. Jikalau mereka mau membersihkan bait Allah, maka Yesus tidak akan mati di kayu salib. Minggu Palem, Yesus menaiki keledai masuk Yerusalem dan setelah itu Dia membersihkan bait Allah. Dikatakan sebagai sarang penyamun karena orang jahat datang ke bait Allah tidak menjadi baik. Divine Anger, marah ada batasnya, dalam marahNya masih ada kemurahan. Marah tetapi tidak emosional. Marah harus rasional. Dalam khotbah tekankan bagaimana �I Love My Church�.

Kamis, 27 Agustus 2009

JALAN BESERTA TUHAN

JALAN BESERTA TUHAN
Kej. 5:21-27; Ibr. 11:5-6; Yud. 14-16

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Garut
Kamis, 27 Agustus 2009


1 Syarat berjalan dengan Allah yaitu percaya bahwa Allah ada dan kemudian mempercayakan diri kepada-Nya. Dua kali dikatakan Henokh hidup bergaul dengan Allah. Bergaul ada tiga arti : 1) walk constantly with God 2) pleased God 3) well-pleasing

2 Tindakan kongkrit berjalan dengan Allah yaitu memberitakan Allah yang dipercaya itu. Dalam surat Yudas ayat 14-15. Hidup bersama dengan Allah ditengah orang-orang yang tidak seiman, tidak mudah tetapi Henokh tetap terus memberitakan Allah.

3 Pengalaman manis berjalan dengan Allah. 300 tahun hidup bersama Allah dan pada akhirnya ia diangkat Allah. Sebuah kemurahan Allah yang luar biasa diterima Henokh dari Allah dalam hidupnya.

Henokh unggul dalam kesalehan. Hidupnya menjadi teladan dan berkat tidak hanya bagi orang-orang sezamannya, tetapi juga bagi kita saat ini yang juga hidup ditengah-tengah komunitas yang jahat, berdosa dan bengkok ini. Kuncinya adalah karena ia hidup bergaul atau berjalan dengan Allah. Sebagai hasilnya: ia diangkat Tuhan masuk ke sorga tanpa mengalami kematian (Kej. 5:24; Ibr. 11:5; Ayb. 19:25-26; 2Raj. 2:10-11). Bagaimana caranya jalan beserta Tuhan?

1 Memiliki hubungan pribadi yang akrab dengan Tuhan (Kej. 5:21-27).
Henokh hidup bergaul/bersekutu/akrab dengan Tuhan. Istilah �bergaul��ha^lak / to walk, follow, forth, forward, get, go, be at the point, quite, run (along), walk� Henokh walk with God. Ini menekankan bagaimana ia memiliki hubungan personal yang intim dengan Tuhan (personal relationship with God). Maz. 1:2-3; Yos. 1:7-10� Hidup merenungkan Firman Tuhan, dan melakukannya, maka kita dijamin akan berhasil dan beruntung. Mat. 11:28-29� Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan member kelegaan kepadamu dan jiwamu mendapat ketenangan.
Contoh Ayub, hidup saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayb.1:1).

2 Hidup dalam iman kepada Tuhan (Ibr. 11:5-6).
Istilah �iman� p?�st?? / pistis� moral conviction, assurance, belief, believe, faith, fidelity. Penekanan dalam �iman� terdapat unsur kesetiaan kepada Allah dan firman-Nya. Henokh hidup bergaul dengan Tuhan, ia mempercayai Allah, firman-Nya dan janji-janji-Nya. Ia hidup sesuai dengan petunjuk/firman Tuhan. Ia hidup takut akan Tuhan, dengan menjauhkan kejahatan dan melakukan segala kebaikan. Intinya: Ia memiliki hubungan yang harmonis dan intim dengan Allah.
Ibrani 11:6� �Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.� Rm. 10:17� �Iman timbul dari mendengarkan firman Kristus.�

3 Hidup dalam kekudusan (Yud. 14-16)
Istilah �kudus� a???? / hagios� sacred, physically pure, morally blameless or religious, ceremonially consecrated). Jalan beserta Tuhan menuntut kita hidup dalam kesalehan dan kekudusan (1Yoh. 1:5-7); hidup mengikuti cara-cara Allah (Am. 3:3); dan hidup menentang segala dosa dan kenazisan (Yud 14-15). Yudas berkata bahwa Allah akan datang untuk menghakimi orang fasik karena: 1) segala perbuatan mereka yang jahat, menuruti hawa nafsu dan berdosa di depan Tuhan. 2) karena semua perkataan nista yang sia-sia yang mereka ucapkan terhadap Tuhan. Ia mengecam dosa dan gaya hidup yang tidak benar dari orang-orang sezamannya. Ia mengecam ketidaksalehan dan perilaku amoral dengan mengingatkan orang akan datangnya hukuman Allah atas perbuatan mereka.
1 Petrus 1:14-16� Hidup sebagai anak yang taat, jangan mengikuti hawa nafsu, tetapi hidup kudus sebab Tuhan itu kudus. Ibr. 12:14� Kejarlah kekudusan sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Yes. 59:1-2� Yang menjadi pemisah hubungan kita dengan Allah ialah segala dosa dan kejahatan kita. Pengkhotbah 12:1, 13-14� Hidup takut akan Tuhan dan berpegang pada perintah-Nya, karena Ia akan membawa setiap perbuatan kita ke pengadilan.

Berjalan bersama Allah bagaimana caranya, dan apa yang harus dilakukan ketika berjalan bersama dengan Allah?
Henokh dicatat oleh alkitab sebagai orang yang berjalan bersama Allah, bahkan ia terangkat langsung ke surga tidak mengalami kematian secara fisik. Apa yang dilakukan Henokh sehingga ia bisa berjalan dengan iman
I. Ia melangkah dengan Iman. (Ibrani 11:5-6)
Perjalanan anak-anak Tuhan di dalam kehidupan ini harus di dasarkan dengan iman. Percaya kepada Allah yang sanggup melakukan segala perkara. Di dalam mengarungi perjalanan hidup yang dipenuhi dengan berbagai macam persoalan hidup kita membutuhkan iman yang akan menuntun kita pada jalan yang indah. Sebab dengan iman kita bisa melangkah dengan pasti, karena Allah yang akan menjadi panutan hidup kita.

II. Berjalan dengan Bersandar kepada Allah.
Kecenderungan kita mengatur diri kita sendiri sangat kuat sekali sehingga kita melupakan Tuhan untuk bersandar dan berharap pada Tuhan. Henokh bergaul dengan Allah selama 300 tahun, dan hidup nya selama 365 tahun, ini bukan waktu yang singkat tetapi ada kekonsistenan dan ketaatan yang panjang. Tidak mudah untuk mempertahankan kesetiaan dan konsisten seperti ini kita perlu bersandar total kepada Allah. Dengan bersandar total kepada Allah membuat kiat terus membutuhkan Allah dalam hidup kita.

III. Ada kemenangan besar yang akan terjadi.
Henokh adalah keturunan ke 7 dari Adam, setelah Adam jatuh dalam dosa dan keturunannya Henokh tampil sebagai orang yang menyenangkan Tuhan. Ia sebagai orang yang saleh dan memiliki kekudusan. Tuhan bersama dengan beribu-ribu orang-orang kudus (yudas 14-16) akan menghakimi semua orang serta menghukum orang-orang fasik. Orang-orang yang melakukan perbuatan fasik, kata-kata nista, menggerutu dll. Ini kemenangan yang Allah berikan bagi orang yang berjalan bersama dengan Tuhan.

Di antara nenek moyangnya umur Henokh relatif paling muda bahkan mungkin dia tidak ada contoh teladan yang baik dari nenek moyangnya tapi dia muncul bagai fajar pagi yang indah merekah maki n lama makin cerah dan tak pernah pudar di akhir hidupnya. Mengapa itu bisa terjadi? Pasti ada rahasia yang bisa kita pelajari
Nilai hidup seseorang tidak ditentukan berapa lama dia hidup tetapi bagaimana dia hidup
Hidup bergaul dengan Allah tidak pernah rugi karena selalu ada reward
Semua itu bisa terjadi bukan dalam waktu semalam atau seminggu tetapi harus diperjuangkan seumur hidup.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Jakarta
Kamis, 27 Agustus 2009


Di dalam Kejadian 5:21-24 dikatakan "Henokh hidup bergaul dengan Allah". Kata "hidup bergaul" dalam bahasa Ibrani memakai kata halak dalam bentuk hitpael Imperfect, arti harfiahnya adalah walk constantly with God atau berjalan terus menerus dengan Allah. Versi Septuaginta, ungkapan ini diterjemahkan sebagai "pleased God" atau menyenangkan Allah/ berkenan kepada Allah. Kata Yunani yang sama euaresteo yang artinya well-pleasing juga dipakai dalam Ibrani 11:5-6. Bergaul dengan Allah (5:22-24) menyatakan pergaulan dengan Allah begitu baik. Berdasarkan pemunculan kata �berjalan dengan Allah� (6:9) dan beberapa bagian Alkitab yang lain �berjalan bersama Allah� berarti memiliki cara hidup yang kudus dan berbeda dengan orang-orang lain. Cara hidup yang sama juga dituntut Allah dari para patriakh, misalnya Abraham (17:1 �hiduplah� = �berjalanlah�; 24:40 �aku hidup� = �aku berjalan�), Ishak dan Yakub (48:15 �hidup� = �berjalan�). Para imam juga dituntut untuk berjalan dengan Allah (Mikha 6:8; Mal 2:6). Berjalan bersama Tuhan adalah tuntutan bagi kita sebagai orang percaya, yang menjadi pertanyaan bagaimana kita dapat berjalan bersama Allah

1. Berjalan bersama Tuhan yaitu berjalan dengan iman. Seseorang tidak dapat berjalan bersama Allah terus menerus, kecuali berjalan dengan iman. Henokh berjalan bersama Allah sejak masa mudanya sampai ia mendapat anak yaitu Metusalah (5:21). Kemudian selama 300 tahun berjalan bersama Allah, dan ia terus-menerus percaya kepada Allah (5:22). Henokh tetap berjalan dengan Allah sampai akhir hidupnya dibumi (5:24).

2. Berjalan bersama Allah yaitu menurut kehendak Tuhan atau perintah Tuhan. Dua orang murid Tuhan Yesus pergi ke Emaus bertentangan dengan perintah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus mencari dan berjalan bersama mereka, itu bukan berarti Tuhan berkenan kepada mereka, tetapi Tuhan mau mengingatkan FirmanNya agar mereka mentaatinya (Luk 24:13-35). Berbeda dengan Henokh yang berjalan bersama Tuhan dengan mentaati Firman Tuhan, meskipun hidup di antara orang-orang fasik, yaitu mereka yang mengucapkan kata-kata nista terhadap Tuhan. Hal ini jelas merupakan suatu pergumulan hidup yang berat baginya. Henokh bernubuat dengan menunjukkan kefasikan mereka dan menyatakan penghukuman Allah yang akan segera menimpa mereka jika mereka tidak mentaati Firman Tuhan dan bertobat (Yudas 14-15).

3. Berjalan bersama Allah yaitu menjadi saksi bagi Tuhan. Henokh kembali kepada Allah, bukan dengan cara yang biasa tetapi Allah mengangkatnya ke surga tanpa mengalami kematian (Kejadian 5:24). Mengapa Allah harus menunggu 365 tahun lamanya sebelum Dia mengangkat Henokh untuk kembali kepadaNya ? Karena Tuhan mau agar Henokh menjadi saksi, hidup dalam iman yang berkenan kepada Allah dan menikmati berkat Tuhan (Ibrani 11: 5-6).

Berjalan dengan Allah berarti Tuhan tetap setia memimpin sampai akhir sekalipun ada perlakukan manusia yang tidak senang. Tuhan menyediakan pelayanan yang lebih besar dari yang sebelumnya. Contoh: Pengalaman papa dari bu Ester ketika �dibuang� dari Aceh oleh �orang-orang tertentu�, yang dulunya merasa sedih dan berat tetapi Tuhan tetap pimpin dalam pelayanan ditempat berbeda di Medan.

Paragraf ini berbicara soal silsilah yang cukup rinci. Beda dengan jaman ini yang hanya mencatat paling banyak 2 generasi. Kedua, kalau bicara silsilah banyak orang yang merasa bosan. Dalam bagian ini Henokh cukup menarik di mana Henokh �walk with God�. Kata �berjalan� itu artinya harus ada kesepakatan. Henokh berjalan dengan Allah berarti ada kesepakatan, dan hatinya melekat dengan Allah. Berjalan dengan Allah juga menjadi gaya hidup Henokh, juga menjadi reflector keindahan Allah di mana kemuliaan Allah dipancarkan melalui hidupnya. Berjalan dengan Allah bagi Henokh juga berarti berani tampil beda.

Hidup henokh sebagai teladan. Ia berani menentang ketidaksalehan dan mengecam hidup orang pada zamannya. Seharusnya, kita juga berani hidup seperti Henokh di zaman ini.

Manusia umumnya berjuang untuk umur panjang dan mati dengan �enak� (tidak sakit-sakitan, tertabrak, dsb). Akhirnya, manusia melupakan kualitas hidupnya. Beda dengan Henokh, umurnya pendek (pada zamannya), dan tidak mengalami kematian seperti manusia pada umumnya. Ini menjadi kontradiksi dalam hidup. Kualitas dan makna hidup itu jauh lebih penting. Ada 3 hal tentang berjalan dngan Allah;
1. Berbicara sebuah keputusan.
2. Butuh komitmen supaya bisa konsisten. Henokh hidup dengan Allah secara konsisiten, 365 th.
3. Menhasilkan anugerah Allah yang cukup, karena kita tidak tahu hidup kita di masa depan seperti apa? Kadang ada orang-orang yang mengatur dan mempermainkan hidup kita. Kalau kita sungguh-sungguh berjalan dengan Allah maka anuegerah Allah akan cukup bagi kita.

Berjalan dengan Allah adalah sebuah keputusan. Yesus sudah mati dan menenbus dosa-dosa kita, maka kita harus mantap mengutamakan Tuhan dalam hidup ini. Saat ini kita hidup masih nyaman, tetapi bagaimana ketika kehidupan iman kita ditentang? Misalnya, di Tiongkok, dsb. Di mana-mana ada penyiksaan bagi orang-orang percaya. Di mana orang yang tetap mengakui Tuhan akan disiksa dan bahkan dibunuh. Di jaman anugerah ini kita masih hidup dengan nyaman dan berkelimpahan. Itu sebabnya, saat ini juga kita harus lebih mengenal Tuhan dan melayani-Nya dengan sungguh-sungguh, supaya bila kesulitan itu datang, kita sudah siap menanggungnya.

Hidup mansuia tidak tergantung panjang atau pendek umur seseorang tapi bagiaman kualias hidupnya apakah dia dekat dgn Tuhan atau bergaul karib dengan Tuhan.
Orang baik biasanya cepat mati. Henokh pun mengalami demikian. Tetapi ada hal lain dalam diri Henokh. Berjalan denga Allah ada perlakukan istimewa dari Tuhan, yakni Elia dan Henokh.

Penjelasan tentang bagian ini sangat sedikit, tentang apa yang di maksud berjalan bersama Tuhan atau bergaul dengan Tuhan. Tetapi dalam beberpa bagian dalam Alkitab menolong kita mengerti .
Kata berjalan dari bahsa Ibrani 980 %l;h' halak {haw-lak'}
Meaning: 1) to go, walk, come 1a) (Qal) 1a1) to go, walk, come, depart, proceed, move, go away 1a2) to die, live, manner of life (fig.) 1b) (Piel) 1b1) to walk 1b2) to walk (fig.) 1c) (Hithpael) 1c1) to traverse 1c2) to walk about 1d) (Niphal) to lead, bring, lead away, carry, cause to walk
Ada dua orang dalam Alkitab memiliki catatan khusus yaitu mereka tidak mengalami kematian jasmania tetapi hidup bergaul dengan Tuhan yaitu Henok dan Nabi Elia

Kitab Ibarani menjelaskan bahwa kehidupan Henok berjalan atau bergaul dengan Tuhan di jelaskan sebagai:
1. Berjalan bersama Tuhan dikaitkan dengan iman (Ibr. 11:5) believe and trust
2. Kehidupan seseornag yang di jelaskan oleh Maz 15 sebagai orang yang boleh naik ke gunung Tuhan yaitu kehidupan dengan bertingkalaku tidak bercela dan hidup dalam kebenaran dan keadilan, tidak menyebarkan fitnah, berpegang pada sumpahnya walaupun rugi (Maz. 15:1-5)
3. Berjalan bersama Tuhan itu karena ada perjanjian dan kesepatakan (Amos 3:2-3) Relasi Pencipta dgn cipta relasi Tuhan dengan umatnya. Suatu perjanjian dilakukan

Bagian ini berbicara tentang rencana keselamatan Allah yang berkesinambungan. Dimulai sat Set memulai memanggil nama Allah, dari sana mulai keturunan orang beriman. Allah secara konsisiten Allah memanggil manusia untuk meresponi anugerah keselamatan. Dari keturunan Set sampai Nuh terdapat lebih 10 generasi, tetapi hanya ada beberapa yang meresponi panggilan Allah, yakni Henokh dan Nuh. Data berikut ini orang-orang pada zaman itu yang memiliki usia panjang:
1. Set 912 tahun
2. Enos 905
3. Kenan 910
4. Mahalalel 895
5. Yared 962
6. Metusalah 969
7. Henokh 365

Dari semuanya hanya Henokh yang paling muda usianya, tetapi dia juga yang disebut orang yang:
1. Bergaul dengan Allah. Apa yang Allah suka, dia suka, dan membenci apa yang Allah benci. Selama itu Henokh sangat sadar aka nisi hati Allah. Dari Henokh lahirlah Metusalah.
2. Menjadi pemberita Allah. Khotbahnya tentang dosa manusia dan hukuman Allah.
3. Menjaga dirinya dari dosa orang-orang pada zaman itu. Zaman itu orang-orang itu hidup memnggerutu dan bersungut-sungut akan nasibnya, melampiaskan nafsu seks, munafik, mencari keuntungan sendiri, dsb. Henokh itu hidup seperti itu.

Ada kesulitan di dalam menggali bagian ini karena kita tidak mendapatkan data yang jelas tentang kehidupan Henokh. Terlalu sedikitnya data tentang kehidupan Henokh membuat kita harus membuka bagian-bagian lain dalam Alkitab supa kita bisa menjelaskan tema ini. Berjalan dengan Allah memiliki makna adanya harga yang harus dibayar. Akhir hidup Henokh yang tidak mengalami kematian tidak menjadi penentu orang yang berjalan dengan Allah selalu mengalami kematian seperti Henokh. Ada banyak murid-murid Yesus dan para rasul meski hidup berjalan dengan Allah, melayani bagi Allah, bahkan mau mati bagi Allah, ternyata mengalami kematian jauh berbeda dengan Henokh. Namun demikian, anugerah Tuhan cukup bagi kita yang komit, setia, dan mau bayar harga bagi Tuhan.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Bandung
Jum�at, 28 Agustus 2009


Kehidupan manusia dalam dunia ini tidak akan lama, setelah manusia jatuh ke dalam dosa, umur manusia menjadi terbatas dan semakin pendek. Namun perjalanan kehidupan manusia itu menjadi indah bila ia berjalan bersama dengan Tuhan.
Perjalanan kehidupan Henokh merupakan perjalanan hidup yg indah, sehingga Henokh menjadi salah satu tokoh dalam Alkitab yang menjadi salah satu figur yang patut ditiru oleh orang percaya.
Secara (genealogy) Henokh adalah keturunan ke 7 dari Adam (Adam- Set- Enos-Kenan-Mahalaleel-Yared-Henokh). Henokh juga adalah turunan ke 7 yg dihargai dan diperkenan Tuhan (lih Ibrani 11:5). Nama Henokh mempunyai arti dedicate yaitu = mempersembahkan/ membaktikan diri. Bila kita mbandingkan nama Henokh dengan kehidupannya memang sangat serasi karena namanya telah nyata dalam kehidupannya bahwa ia membaktikan diri pada Allah. Hal ini dapat dilihat dari kehidupan Henokh bergaul dengan Allah selama 300 tahun. (ay. 22; 24). Bdk. Mz 25:14.
Ketika Henokh berjalan bersama dengan Tuhan, berarti :
- Ia beriman kepada Tuhan (Ibr 11:5) :
� Ia mengandalkan Tuhan. (Ibr 11:5)
� Ia mengabdikan diri pada Tuhan.
� Ia membaktikan diri pada Tuhan.
� Ia menyerahkan dirinya pada Tuhan.
- Ia mempercayakan hidupnya pada Tuhan. (Ibr 11:6)

Sehingga ia sungguh dapat menikmati :
- Hubungannya dengan Tuhan (Kej 5:24)
,�Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi sebab ia telah diangkat oleh Allah,�
- Hikmat dari Tuhan. (Yud 14-15, bdk Ams 15:33)
,�Takut akan Tuhan adalah didikan yg mendatangkan hikamt,�
- Perlindungan dari Tuhan (Ams 14:26)
,�dalam takut akan Tuhan ada ketentraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anakNya.�
- Pengertian akan kehendak Tuhan. (Ams 1:7)
,�takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan,�

Tiga poin: (1) rekonsiliasi. Nenek moyangnya berdosa, ttp ia rekonsiliasi dengan Allah. (2) penaklukan kehendak diri. Ia menaklukan diri kepada Allah (3). Percaya tanpa ragu.

Ada dua Henokh: 4:17. Ia tidak jauh beda dng Kain, bapaknya. Henokh ps.5 berbeda. Dalam Yudas, orang yang digambarkan hidup jauh dari Tuhan.
Ev. Novi
Lamanya hidup Henokh 365 tahun, tidak diketahui apa yang dikerjakannya. Ia hanya digambarkan hidup bergaul dng Allah dan berkenan kepada Allah. Pengenalan Henokh akan Allah bahwa Allah ada dan akan menghakimi semua orang. Apa yang diinginkan Allah? Orang yang mendapatkan Allah adalah orang yang sungguh mencari Dia. Sebenarnya, pada zaman Henokh sudah muncul penyembahan berhala, ttp ia memilih Allah.

(1) ia berbeda dengan orang zaman itu (bdk Kej 4:17, juga bdk dng Lamekh).
(2) arti bergaul dng Allah (a) ia sehati dengan Allah (Amos 3:3) (b) Ibr 11:5 ia senantiasa memperkenan Allah (c) Mzm 16:8,9: ia selalu bersama Allah, tidak menyimpang ke kanan kiri (d) Rm 8:5-8: ikut pimpinan Tuhan.
(3) Kapan ia bergaul dengan Allah? Tiga ratus tahun ia bergaul dng Allah. Itu masa yang panjang (4) imannya kuat (5) ia melewati hari-hari yang diperkenan Allah (6) ia meninggalkan kesaksian yang baik untuk mendorong kita seperti dia.

Berjalan serta Allah itu kontinu, yaitu memelihara apa yang sudah dimulai dng Allah. Ada isu konteks hidup manusia: (1) manusia pandai memulai ttp tidak konsisten dan akhirnya tragis. (2) kontinuitas hidup Henokh sbg perbandingan. Singkatnya hidup sering tidak memberi makna, berbeda dng Henokh. Singkat dan bermakna. Dua aplikasi: (1) menjaga hidup sebagai orang yang beriman di tengah tantangan dunia. Untuk itu dibutuhkan pengenalan yang jelas tentang Allah. (2) mengembangkan sikap hidup bergaul dng Allah, untuk itu butuh ketaatan dan kedekatan (berjalan, berdampingan dng Allah, di mana ada Allah, ia disitu).

Dr. Campbell Morgan dalam sebuah khotbah dengan tema �Henokh Berjalan Bersama Allah� mengisahkan sebuah ilustrasi sebagai berikut. Seorang gadis kecil berusia 7 tahun telah memberikan penjelasan indah tentang arti berjalan bersama Allah. Tatkala ia pulang dari sekolah minggu, ibunya bertanya: �Nak, coba ceritakan pada mama, apa yang engkau pelajari hari ini di sekolah minggu?� Gadis kecil itu menjawab, �Apakah mama tidak tahu, bahwa pada suatu hari Henokh bersama-sama dengan Allah menempuh perjalanan yang panjang. Sebagai sahabat yang baik, mereka asyik berbicara sambil berjalan, sampai akhirnya Allah kemudian berkata kepada Henokh, �Engkau sudah berjalan sangat jauh dari rumahmu; lebih baik masuk ke rumah-Ku dan tinggal bersama Aku.� Dan akhirnya, Henokh pun diangkat ke sorga.�

Pdt. Yakub Susabda Dalam bukunya �Mengenal Dan Bergaul Dengan Allah� menjelaskan ada 4 macam model orang dalam dia mengenal Allah.
1. Model personality verbal atau rational. Bagi pribadi dengan model ini pengalaman bergaul dengan Allah sangat ditentukan oleh rasionya, ia akan merasa akrab dan dekat dengan Allah bila rasionya distimulir dengan ide-ide baru yang berhubungan dengan firmanNya. misalnya mendapat ide-ide baru, rumus-rumus baru,FT yg padat dengan pengetahuan.
2. Model personality emotional, pribadi dengan model ini pergaulan yg dekat dengan Allah ditandai dengan pengalaman emosional yang menyentuh. Mungkin di kebaktian dia mendnegar khotbah yg bagus dan berbobot tapi bila emosinya tidak tersentuh, itu belum dekat dengan Allah. Tapi mungkin kebaktian itu isinya hanya pujian tapi ia bisa merasakan hadiratNya, (sampai cara dia berdoa sambil mengcap ituada kekhasannya).
3. Model personality social-relational, bagi orang ini akrab dengan TUhan ya ditandai dengan aksi nyata dalam bentuk kepedulian kepada sesame.
4. Model personality transcendental, akrab dengan Tuhan ditandai dengan pengalaman-pengalaman mistis. Tak heran jika symbol-simbol mistis (salib, patung, Rosario dll) lebih penting bahkan sangat penting.

Henokh adalah orang yang dikatakan �Henokh hidup bergaul dengan Allah.� Kata �hidup bergaul� dalam bahasa Ibrani memakai kata halak bentuk hitpael imperfect, makna harfiahnya adalah walk constantly with God atau berjalan dengan Allah terus menerus. Menarik sekali bila kita bandingkan dengan versi Septuaginta, ungkapan ini diterjemahkan sebagai �pleased God� atau menyenangkan Allah (berkenan kepada Allah). Kata Yunani yang sama euaresteo artinya well-pleasing juga dipakai dalam Ibr 11:5. Jadi, bergaul dengan Allah mempunyai pengertian bukan hanya sekedar bergaul atau hidup bersama-sama dengan Allah, tetapi juga hidup berkenan kepada Allah.

Hidup Henokh biasa (ay.21) ttp ay.22: ia bergaul dng Allah. Bergaul=bagaikan hubungan suami istri. Knowing about God is fascinating. Knowing about God personally is life changing. Suatu saat bergaul dng Allah, suatu saat ia tidak ada lagi, karena diangkat Allah. Henokh dalam sgl aspek hidupnya memuliakan nama Tuhan. Rick Warren: bagikan kesaksianmu, life passion, godly passion dan Injil. Tozer: incredible Kristen: (1) mempunyai desire to be holy rather than happy (2), ingin menghargai Allah, to see the honor of God, bahkan dng harga penderitaan. (3) ingin memikul salib (4), ingin melihat segala sesuatu dari sudut pandang Allah. (5) Hasrat untuk mati dengan benar daripada hidup dng salah (6) melihat orang lain maju walau harus bayar harga (7) Secara kebiasaan ia menilai dari sudut kekekalan lebih daripada waktu.

Konteks bagian adalah orang-2 yang umurnya panjang. Hidup itu berharga meskipun akhirnya harus mati. Ungkapan berjalan khas dalam kitab Kejadian, menunjukkan lifestyle, karakter, kualitas, identitas diri, kehidupan rohaninya. Ps. 6:9 dipakai utk Nuh, dikaitkan dng dirinya sbg org benar. Ps.17:1 Dikaitkan juga dng Abram (be blameless man). 24:40: kehidupan sukses. Ps.48:15, konklusi kehidupan Yusuf.

Yang terpenting bukan panjang dan pendeknya umur, ttp apakah hidup berarti bagi Tuhan? Henokh mengajarkan kehidupan saleh kepada keturunannya (Nuh).

Kata bergaul= halakh. Dua kali dlm PL (Kej 5:24 dan 6:9). Artinya konsisten, sungguh berjalan dng Allah utk mengikut kehendakNya. (1) orang yang sungguh mencari Allah. (2) orang yang berjalan bersama Alah dng kontinu. (3) orang yang mengikuti kehendakNya.

Arti namanya selain dedicate, juga disiplin. Ia menyerahkan hidup sepenuhnya pada Tuhan. Dibanding rata-rata orang zamannya, ia hanya 1/3 orang sezamannya, tetapi kualitas hidupnya baik. Yudas menyatakan bahwa ia hidup di tengah arus zaman yang fasik. Aplikasi: Gaya hidup orang Kristen di tengah arus global (posmo dan konteks Indonesia: pluralitas budaya, agama dan krisis ekonomi). Martin Buber: I-thou relationship untuk menggambarkan hubungan kita dng Tuhan.
Hidup bergaul dng Allah dalam MZm 91:14-16 : hatinya melekat pada Tuhan. (1) Inti pergaulan adalah hati seseorang sehingga segala sesuatu dimanifestasikan pada Tuhan meskipun kuantitas hidupnya terbatas. (2) dalam perikop itu, disebutkan 9x memperanakkan. Efek dari memperanakkan anak cucu. Henokh punya keturunan yang dipakai Tuhan (Nuh), menjadi berkat.

Ay.22: Arti nama Metusalah: setelah mati, air bah akan datang. Henokh mendapat wahyu dari Allah bahwa akan ada bencana, shg ia bertobat. (1) ia berjalan bersama dng Tuhan, ia takut, ia searah dng Tuhan (2) Ia bergaul dng Tuhan selama 300 tahun. Awalnya 65 tahun tidak bergaul. Awalnya tdk baik, ttp akhirnya baik. (3) memperanakkan anak laki dan perempuan. Ia bergaul dng Tuhan tdk dipengaruhi keluarganya. Ia tetap bisa melayani Tuhan. Ia mendapat berkat yg besar. (4) ia dipakai Tuhan untuk bernubuat di tengah orang fasik.

Keputusan yang diambil sekarang akan memengaruhi kehidupan kita sekarang dan anak cucu kita. Dari kehidupan Seth dan Kain, dapat dibandingkan. Henokh adalah keturunan ke-7 dari Adam jalur Seth. Apa yang dipilih Seth stlh melahirkan Enos, pada saat itu ia memanggil nama Allah. Keturunan Seth hidup bergaul dng Allah. Kain melahirkan Henokh, membangun kota dng benteng yang kuat yang diberi nama Henokh. � mendedikasikan diri pada kekuatan diri. Keturunannya Lamekh hidup jahat.

(1) Nilai hidup tidak tergantung berapa panjang, ttp maknanya. (2) kita bisa start sama-sama ttp tidak berarkhir dng nasib yg sama. (3) perjalanan hidup ditentukan oleh kawan yang bersama kita. Bisa berjalan dng Allah yang imortal atau manusia yg mortal. (4) tidak ada sesuatu yg lenyap. Kecapi bisa lenyap. Pemain kecapi tetap ada. Yang didalam menentukan yg di luar. Hati menentukan arah tujuan hidup ini. �Ia tidak ada lagi� berarti ia pernah ada, ttp sekarang tidak ada, ttp sesungguhnya ia ada bersama Allah. (5) musuh dari yang terbaik bukan yg terjelek. Musuhnya adalah sesuatu yang baik, sangat baik ttp menghalangi untuk mencapai yg tertinggi. Tentang Henokh: Hatinya murni bersih, jiwanya luhur, langkahnya mantap, Hidupnya cerah meriah, niatnya jernih bersih, rohnya selalu bersma dng Tuhan dalam kekudusan dan keindahan. Bersama dng Allah, ia diangkat ke surga bersama Allah selama-lamanya. ***

Kamis, 20 Agustus 2009

KRISTUS ADALAH JAWABANNYA

KRISTUS ADALAH JAWABANNYA
Yoh. 5:1-18; Kis. 27:25
Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Garut
Rabu, 19 Agustus 2009


Pendahuluan
Fakta kehidupan manusia menunjukkan banyak persoalan yang dihadapi. Entah itu persoalan yang teramat besar dan sulit untuk menemukan jalan keluar ataupun masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Ternyata persolanan ini tidak pandang bulu menimpa semua orang, baik orang kaya-maupun miskin, orang berpendidikan atau yang biasa-biasa saja, di kota mapun di desa semua tanpa terkecuali akan mengalami persoalan hidup. Yang menanjadi pertanyaan bagaimana kita bisa mengatasi dan menyelesaikan persoalan itu? Apa langkah yang harus kita tempuh. Semua itu hanya di dapat dalam Tuhan Yesus, Yesuslah jawaban semua persoalan.

I. Realita hidup adanya Persoalan. Ay 2-3a:
Pada bagian ini dikatakan bahwa ada �sejumlah besar� orang sakit (ay 3a). sakit penyakit yang tidak kunjung sembuh dan berbagai macam oabat sudah diusahakan juga tidak kunjung sembuh membuat banyak orang menjadi putus asa. Di kolam Bethesdha ada banyak orang sakit yang mengharapkan kesembuhan, semua orang ingin dapat kesembuhan, tetapi nanti akan terlihat bahwa hanya 1 orang saja yang disembuhkan oleh Yesus. Ini menunjukkan bahwa sekalipun Yesus pada saat-saat tertentu memang menyembuhkan semua orang sakit yang datang kepadaNya, tetapi hal seperti itu tidak selalu Ia lakukan (bdk. Luk 5:15-16). Ay 3b mulai kata-kata �yang menantikan goncangan air kolam� sampai dengan akhir ay 4 seharusnya terletak dalam tanda kurung, karena bagian ini diperdebatkan keasliannya.
Tidak ada satupun dari manuscript kuno / manuscript yang dipercaya yang mempunyai bagian ini, dan karenanya bagian ini dianggap sebagai suatu penambahan.
Kalau bagian ini memang merupakan suatu penambahan, maka:
� bagian dimana dikatakan bahwa ada malaikat yang kadang-kadang menggoncangkan air kolam, tidak bisa diterima, karena tidak didukung oleh bagian Kitab Suci yang lain.
Memang mungkin saja goncangan itu disebabkan oleh malaikat, tetapi itu bukan sesuatu yang pasti.
� tetapi bahwa dikatakan bahwa kadang-kadang air kolam itu goncang, dan orang yang pertama masuk ke kolam akan sembuh, tetap bisa diterima sebagai sesuatu yang benar, karena didukung oleh ay 7. di dalam kolam ini memberikan suatu kesembuhan yang bersifat mujijat. Banyak orang yang berusaha melogiskan hal ini dengan mengatakan bahwa di dasar kolam itu ada zat-zat yang bisa memberikan kesembuhan, sehingga hanya kalau air bergoncang, zat-zat itu naik ke atas, sehingga orang yang masuk ke kolam menjadi sembuh.
Tetapi penjelasan logis ini tak bisa menjelaskan:
� apa yang menyebabkan airnya bergoncang?
� mengapa hanya orang yang masuk pertama yang sembuh?
Karena itu, maka haruslah dipercaya bahwa di sini memang terjadi suatu mujijat.
Bahwa tidak semua orang disembuhkan, tetapi hanya yang pertama masuk kolam pada waktu airnya goncang, lagi-lagi menunjukkan bahwa Allah memang tidak biasanya menyembuhkan seadanya orang!

II. Bertekun dalam Iman Ay 5:
Dalam ayat ini disebutkan bahwa orang itu sudah lumpuh selama 38 tahun. Ini untuk mengajar kita bertekun! Penderitaan yang sudah lama kita alami, tidak berarti tidak mungkin dibereskan, dan doa yang lama tidak dijawab, tidak berarti tidak dijawab selama-lamanya.
Pertanyaan Yesus pada akhir ay 6 bukanlah suatu pertanyaan konyol. Jangan berpikir: sudah jelas orang itu ingin sembuh, mengapa mesti ditanya? Ingat bahwa orang itu sudah sakit selama 38 tahun, dan juga bahwa ia selalu kalah cepat dalam berusaha masuk ke kolam kalau kolamnya bergoncang, sehingga bisa saja saat ini ia sudah putus asa sehingga kehilangan harapannya untuk sembuh. Pertanyaan Yesus ini bertujuan untuk membangkitkan pengharapan orang itu.
Ada orang-orang yang menggunakan ayat ini untuk menekankan perlunya kehendak / keinginan sebagai syarat mutlak terjadinya kesembuhan / mujijat / pembebasan dari penderitaan. Tetapi saya berpendapat ini salah, karena sekalipun kehendak / keinginan seringkali sangat penting, tetapi ini bukan syarat mutlak. Iman yang bersandar pada Tuhan maka ada kuasa didalamnya.

III. Tuhan Memberikan jalan yang Terindah
Kata-kata orang itu dalam ay 7 maksudnya adalah meminta Yesus menolongnya untuk masuk ke kolam pada saat air bergoncang.
Dalam ay 8-9 terlihat bahwa Yesus menjawab lebih dari yang ia harapkan / doakan (bdk. Ef 3:20).
Kata-kata �pada saat itu juga� menunjukkan bahwa kesembuhan itu terjadi seketika, bukan proses.
Dalam Kitab Suci, mujijat kesembuhan ilahi selalu terjadi seketi�ka, kecuali dalam Mark 8:22-26.
Ada orang yang menafsirkan ay 9 itu sebagai berikut: orang itu mendengar kata-kata Yesus dalam ay 8, dan lalu dengan iman ia berusaha mentaati Yesus. Imannya inilah yang menyembuhkan dia. Tetapi cobalah baca ay 9 sekali lagi! Jelas sekali bahwa dalam ay 9 dikatakan bahwa orang itu sembuh dulu, baru mengangkat tilam�nya dan berjalan.
Apakah itu berarti bahwa orang ini memang melanggar hukum hari Sabat dengan membawa tilamnya? Dan apakah Yesus menyuruh orang itu melanggar hukum hari Sabat, dengan menyuruh orang itu mengangkat tilamnya (ay 8)?
Sebetulnya yang dilarang oleh Firman Tuhan dalam Yer 17:21-22 bukanlah membawa seadanya barang, tetapi membawa barang dalam hubungan dengan pekerjaan (bdk. Neh 13:15). Karena itu jelas bahwa orang itu tidak melanggar hukum hari Sabat dengan membawa tilamnya dan Yesus tidak menyuruh orang itu melanggar hukum hari Sabat dengan menyuruhnya membawa tilamnya.
Kuasa Tuhan dinyatakan pada saat dan waktu yang tepat atas orang-orang yang percaya dan bersandar pada Tuhan. sehingga jalan yang diberikan bukan jalan kita, tetapi jalan yang penuh dengan kasih karunia.

Memang tidak dijelaskan hari besar yang dirayakan orang Yahudi, tetapi ada beberapa hal yang menarik dalam kejadian ini. kejadian ini terjadi di Yerusalem kota kudus dan pusat agama, dekat Pintu Gerbang Domba yang identik dengan tempat memberikan persembahan, kolam Betesda yang identik dengan belas kasihan, hari raya yang identik dengan banyak orang yang lalu lalang tetapi Alkitab mencatat ada sesuatu yang menarik yaitu semua itu tidak memberikan jawaban bagi kebutuhan si lumpuh. Peristiwa kolam Bethesda menggambarkan bahwa

Hidup adalah persaingan (ay 3-4)
Ada begitu banyak orang sakit yang ada disitu berlomba-lomba untuk nyemplung kolam waktu kolam itu bergolak. Siapa cepat dia dapat, tanpa perlu mempertimbangkan siapa yang duluan datang, penyakit yang paling parah yang seharusnya didahulukan, bagaimana menolong orang lain. Sangat ironis sekali di tempat yang namanya belas kasihan tetapi sama sekali tidak ada belas kasihan. Semua mementingkan diri sendiri dan melupakan sesamanya, bahkan untuk bersyukur dengan cara membantu orang lainpun tidak ada sama sekali, satu gambaran yang sangat mengerikan. Yang penting saya dapat sembuh bodoh amat dengan orang lain.

Hidup adalah anugrah (Ay 4)
Sebenarnya kesembuhan yang diterima adalah kemurahan dari Tuhan, karena Tuhan yang berinisiatif menggoncangkan air dalam kolam tersebut bukan hanya siapa yang duluan masuk. Manusia harus menagakui otoritas mutlak Allah yang sanggup melakukan segala sesuatu

Hidup adalah pengharapan (5)
Alkitab tidak mencatat berapa kali air kolam tergonjang dalam sehari, tetapi yang jelas tiap kali air tergoncang si lumpuh ini selalu gagal. Alkitab tidak mencatat berapa kali ia gagal tetapi kalau ia sudah 38 tahun ada di tempat itu kegagalannya tidaklah terhitung. Lalu apa yang membuat ia masih bertahan? Harapan untuk sembuh, Seandainya ia putus asa dan tidak mau lagi di Bethesda maka kesembuhan itu tidak terjadi. Pergumulan, penyakit, kesulitan boleh saja terjadi dalam kehidupan kita tetapi biarlah pengharapan selalu ada dalam kamus hidup kita sehingga kita bisa menghadapi, melewati bahkan mengalahkan kesulitan.

Yesus adalah jawaban (ay 8)
Perjumpaan si lumpuh dengan Tuhan Yesus membawa satu kesembuhan yang total. Bukan hanya perubahan dari sakit menjadi sembuh tetapi dari orang yang tidak diperhitungkan menjadi orang yang diperhitungkan. Tuhan Yesus menjadikan hidup orang lebih berarti. Di saat segala sesuatu yang diharapkan manusia (yerusalem, betesda, bantuan orang lain) tidak dapat diandalkan Yesus bisa melakukan melampaui harapan manusia.

Pendahuluan:
Setiap orang tidak ada yang luput dari kesulitan, tantangan, rintangan dan pergumulan hidup, namun hasil akhir dari kesulitan tersebut baik atau buruknya, ditentukan dari bagaimana sikap dan cara kita meresponsnya. Hari ini kita melihat kemalangan yang dialami seorang yang sakit lumpuh berusia 38 tahun, akhirnya mendapat jawaban. Ia disembuhkan secara ajaib oleh Tuhan Yesus. Bagaimana caranya mendapatkan jawaban Tuhan atas persoalan hidup kita?

1. Sadarilah akan kelemahan diri sendiri (Yoh. 5:3-4)
Eksposisi: Ayat 3-4� Yohanes menceritakan, di kolam Betesda itu terdapat sejumlah besar orang yang sakit buta, timpang dan lumpuh yang sedang menantikan goncangan air di kolam itu oleh malaikat dengan harapan disembuhkan. Teks ini menjelaskan alasan mereka berada di tempat itu adalah karena mereka menyadari akan kelemahan fisik dan memiliki kebutuhan untuk disembuhkan. Demikian juga dengan kita, jika ingin mengalami pertolongan Tuhan, kita harus mengadari akan kelemahan diri sendiri dan bahwa kita tidak dapat mengandalkan kekuatan sendiri. Yeremia menulis, �Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan�.. Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan� (Yer. 17:5, 7).

2. Dengarkan suara panggilan dari Tuhan (Yoh. 5:5-7)
Eksposisi: Ayat. 5-7�Yesus sengaja datang ke kolam Betesda untuk menemui orang lumpuh itu, karena Ia mengasihinya dan tahu akan kebutuhan orang itu. Yohanes mencatat bahwa Yesus melihat orang itu dan tahu akan kebutuhannya dan bertanya, �Maukah engkau sembuh?� Ini jelas merupakan sebuah pertanyaan sekaligus panggilan kasih dari Tuhan Yesus yang menekankan kepedulian-Nya atas orang sakit itu. Tuhan Yesus adalah inisiator dari karya keselamatan dan menjadi sumber pertolongan kita. Karena itu, dengarkan suara-Nya yang terus memanggil kita dan uluran tangan-Nya yang siap sedia memberikan pertolongan kepada kita. Yesus berkata, �Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan yang berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu� (Mat. 11:28)

3. Memiliki iman dan ketaaan kepada Tuhan (Yoh. 5:8-9; Kis. 27:25)
Eksposisi: Ayat 8-9� Setelah mendengarkan jawaban orang lumpuh itu bahwa ia selalu kalah cepat masuk ke dalam kolam itu pasca terjadinya guncangan air, maka Yesus berbelas kasihan kepadanya. Kemudian Yesus perintahkan orang lumpuh itu untuk mengangkat tilamnya dan berjalan. Seketika itu juga ia memiliki iman dan ketaatan pada perintah Yesus, maka terjadilah mukjizat. Paulus berkata bahwa iman timbul dari mendengarkan firman Kristus (Rm. 10:17). Paulus ketika menghadapi ancaman angin badai di laut dalam perjalanan ke Roma, ia juga percaya dan bersandar pada Tuhan dan firman-Nya, maka ia dan seisi kapal diluputkan dari maut.

Saya bersama11 hamba Tuhan dan total 41 peserta baru mengunjungi tempat ini. Posisinya betul, dekat Pintu Gerbang Domba dan kolam itu masih ada sampai hari ini sekalipun sudah kering. Ada 3 bentuk kehidupan yang kita bisa lihat berdasarkan hukum yang berlaku di kolam Betesda. Dari 3 bentuk kehidupan ini kita bisa belajar apa dan bagaimana seharusnya kita hidup.

1. Hidup yang berdasarkan hukum yang tidak pasti. (Ayat 4)
� Kolam Betesda menghadirkan keajaiban yang terjadi sewaktu-waktu jika malaikat turun ke kolam. Maka tidak heran kita melihat begitu banyak orang berada disekitarnya untuk mengharapkan kesembuhan. Tetapi tidak ada kepastian.
� Hidup sungguh adalah sebuah ketidakpastian.
� Memprihatinkan jika kita hidup hanya sampai sejauh ini saja.

2. Hidup yang berdasarkan hukum rimba. (Ayat 5)
� Di kolam Betesda kita melihat kenyataan, siapa yang kuat dan cepat, dia yang bisa sembuh. Buktinya adalah orang yang lumpuh yang sudah 38 tahun menunggu.
� Hidup adalah persaingan dan kalau tidak hati-hati bisa menghancurkan.
� Hidup kita ada dalam lingkaran hidup yang sedemikiankah ? Sungguh menyedihkan.

3. Hidup yang berdasarkan kasih karunia. (Ayat 6-9)
� Di kolam Betesda ini Tuhan Yesus datang dan menyatakan kasih karunia-Nya.
� Kita melihat ada hukum yang lain, yang dapat menghapuskan kedua hukum di atas.
� Bagi orang yang lumpuh 38 tahun yang kelihatannya mustahil bagi Yesus tidak ada yang mustahil.
� Hidup seharusnya sampai kepada hidup yang seperti ini yaitu ada sebuah pengharapan
� Pengharapan memberi kemungkinan dalam hidup ini.

Hidup orang Kristen seharusnya menuju atau sampai pada point yang ketiga ini. Rasul Paulus pernah menulis suatu pernyataan yang sangat indah tentang hal ini: "Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita." (Roma 5: 5)

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Jakarta
Rabu, 19 Agustus 2009


Dalam ayat 6, Tuhan Yesus bertanya kepada orang lumpuh �maukah engkau sembuh? Ia tidak menjawab pertanyaan Tuhan Yesus, tetapi mengungkapkan kenyataan hidupnya yang tanpa pengharapan, karena tidak ada orang yang memperdulikannya, meskipun banyak orang disana. Kristus bertanya kepada orang lumpuh tersebut dan tidak ada jawaban baik dari orang lumpuh itu maupun orang lain. Kristus memberi pertanyaan dan juga memberi jawabannya hanya Kristuslah jawabannya.

Apa saja yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ?
1. Mengubah konsep dari orang lumpuh tersebut yang hanya berf**okus pada alat Tuhan bukan kepada Tuhan sendiri yang mampu melakukan segala sesuatu yang tidak mungkin. Pandangan dan pikiran orang yang lumpuh itu hanya terfokus kepada pengalamannya, dimana kesembuhan hanya dapat terjadi apabila dia yang pertama kali masuk ke kolam Betesda. Pertanyaan Tuhan Yesus ditujukan agar orang lumpuh dan kita sekalian apabila mengalami masalah tidak bergantung pada pengalaman diri sendiri atau orang lain, tetapi hanya bergantung kepada Kristus. Karena Kristus adalah jawabanNya (ayat 6-7)

2. Tuhan Yesus mengajar kepada orang lumpuh dan kita untuk mendengar Firman Tuhan dan mentaatinya, agar dapat melihat dan merasakan kuasa Allah (ayat 8-9).

3. Menunjukkan bahwa bukan manusia yang mencari Tuhan tetapi Tuhanlah yang mencari manusia, Tuhan Yesus memperkenalkan diri dan menyatakan kuasaNya. Dia memberi kesembuhan. Kesembuhan adalah anugerah Tuhan, orang lumpuh sembuh sebelum percaya. Tuhan Yesus berkuasa dan berdaulat memberikan kesembuhan kepada kita tanpa bergantung pada iman kita. Kalau kita disembuhkan, kita berhasil, kita dimenangkan, itu bukan karena usaha dan kebaikan kita, melainkan anugerah Tuhan. Sebagaimana yang dilakukan oleh orang lumpuh memuliakan Allah, demikian juga hendaknya kita.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Bandung
Rabu, 19 Agustus 2009


Tujuan :
Orang yang sakit lumpuh 38 tahun di kolam Bethesda mendapat kemurahan dari Tuhan Yesus, ia disembuhkan karena Kristus adalah jawabannya, demikian bagi kita tidak ada hal yang terlambat bila Ia berkehendak, karena FirmanNya mengandung kuasa untuk menjawab segala kebutuhan kita

Di Yerusalem ada sebuah kolam yang cukup dalam untuk direnangi (kata kolam [kolumbethron] berasal dari akar kata kolumban, yang berarti menyelam). Namanya Betesda, yang berarti Rumah Anugerah atau Belas Kasihan. Ada orang sudah 38 tahun sakit terbaring tanpa daya, pertolongan dan pengharapan di sana, sampai akhirnya Yesus pada moment yang tepat datang dan memulihkannya.

Perjumpaan (encountering) yang mengubahkan. Yesus masuk ke dalam kegelapan hidup orang itu dan menjawab kebutuhan eksistensialisnya dengan kebaikan hati Allah (onthological goodness). Pada saat orang itu mendengar suara Yesus dan bergantung penuh atau absolut melakukan perintah-Nya (punya feeling of absolute dependency menurut pemahaman Friedrich Schleiermacher), encountering ini berubah menjadi mujizat kesembuhan. Menurut Soren Aabye Kierkegaard, seorang tokoh eksistensialis, orang sakit ini sudah melewati tahap estatik (aesthetic sphere � dimana kebenaran itu hanya menjadi obyek rasio dan hanya hidup sebagai penonton realita kehidupan, tanpa sikap dan pilihan) dan tahap etis (ethical sphere � dimana seseorang sudah mulai menentukan pilihan yang masuk akal menurut akal sehatnya). Orang sakit ini berespon positif saat ditanya Yesus, tapi sangat pesimis dengan keadaannya. Orang ini perlu melewati tahap ketiga, yaitu tahap religius (religious sphere), karena mujizat yang Yesus tawarkan melampaui kemampuan rasio untuk menerimanya (lebih dari sekedar pengalaman empiris), yang nampak tidak makes sense dan seringkali bertentangan dengan suara hati nuraninya, imannya dan pengenalannya akan Allah selama ini. Namun ini bukan sebuah double paradox yang menuju pada leap of faith into the unknown bagi orang sakit itu. Tuhan tidak pernah memberi kucing dalam karung! Sehingga kehadiran Yesus menjadi sebuah kepastian obyektif yang berhikmat dan dengan nyata dirasakan, diwartakan atau dinyatakan oleh orang sakit itu dan pada semua orang (termasuk pada orang yang membencinya). Bukan kehadiran yang samar, mengambang, bodoh dan sembunyi-sembunyi (bukan sebuah objective uncertainties in foolishness and hiddenness).

Dengan kata lain, Yesus, bukan yang lain, yang menjadi the only, bukan either/or, jawaban bagi kebutuhan eksistensialis manusia. Padahal Tuhan bisa memakai kota Yerusalem, Pintu Gerbang Domba, kolam Betesda, hari raya orang Yahudi, para pemimpin dan orang Yahudi orthodox, atau sesama orang sakit yang sudah disembuhkan untuk memulihkan orang yang sakit itu. Tapi tidak demikian ceritanya. Memang akhirnya jadi sebuah ironi, sekaligus tragedi, karena:

1. Kota Yerusalem adalah kota suci, pusat kegiatan agama Yahudi, tempat Allah bertahta dan tempat kolam itu berada.

2. Pintu Gerbang Domba adalah tempat mempersembahkan korban (termasuk korban penghapus dosa). Bagi orang Yahudi, dosa tidak bisa dipisahkan dari penderitaan dan sakit penyakit. Para rabbi berkata, �Orang yang sakit tidak akan sembuh kecuali kalau dosanya diampuni.�

3. Kolam Betesda (Rumah Anugerah atau Belas Kasihan) adalah tempat mujizat penyembuhan oleh malaikat. Sebenarnya ayat 3b-4 (�yang menantikan goncangan air kolam itu � apapun juga penyakitnya�) tidak ada dalam naskah-naskah kuno yang penting. Mungkin tambahan untuk menjelaskan aktifitas orang-orang sakit di sekitar kolam itu.

4. Hari raya orang Yahudi adalah saat khusus yang ditetapkan dan diwajibkan Allah untuk ibadah raya 3x setahun (Paskah, Pentakosta dan Pondok Daun) bagi orang Yahudi dewasa yang tinggal dalam radius 20 km dari Yerusalem.

5. Para pemimpin dan orang Yahudi orthodox adalah golongan orang yang paling merasa paham tentang kitab Suci, tapi kenyataannya hanya bisa mengeritik dengan penuh kebencian, karena orang sakit itu mengangkat tilamnya pada hari Sabat. Apalagi ketika mereka tahu bahwa Yesus lah yang memerintahkannya. Mereka tahu Yesus sudah berulang kali melanggar hukum Sabat versi orang Yahudi. Kata �meniadakan� dalam ayat 18 berbentuk lampau, dan menunjuk pada perbuatan yang telah dilakukan berulang kali.

N.B.
Orang Yahudi punya talak dan tatib yang njlimet soal hari Sabat. Ada 39 hal yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Salah satunya adalah membawa barang beban (mis. tidak boleh memakai gigi palsu, kaki palsu dan peniti). Jadi, �Barangsiapa membawa barang apapun dari tempat umum menuju ke rumahnya sendiri pada hari Sabat, dapat dihukum mati dengan cara dilempari batu.� Padahal kalau lembu mereka jatuh ke dalam sumur pada hari Sabat, mereka boleh menolongnya. Mengapa tidak pada seorang manusia? Hari Sabat dijadikan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat! Selain itu, Allah Bapa tidak pernah berhenti bekerja pada hari Sabat untuk menegakkan keadilan/penghukuman-Nya, mencurahkan belas kasihan serta anugerah-Nya. Allah hanya beristirahat pada hari Sabat dari pekerjaan penciptaan-Nya.

Mengapa Yesus memilih yang lumpuh sudah 38 th ini dan seola mengabaikan orang sakit yang lainnya? Ini adalah suatu rahasia yang sulit untuk dipahami. Ada beberapa hal yang bisa kita ungkapkan;
1. Adanya anugrah pemilihan Allah, bukan bersangkut paut pada pergumulan manusia, melainkan apa yang ingin Allah lakukan, bukan berdasarkan pada kemauan dan keinginan manusia, namun dalam rencana Allah

2. Kenyataan bahwa walaupun orang sudah melihat mujizat Yesus, iman tetap tidak muncul. Walaupun sudah melihat mujizat Yesus, orang-orang tetap percayanya pada kolam Bethesda.

Lumpuh ada dua jenis:
Pertama , kelumpuhan jasmani.; kaki, tangan, mata, muka dsb.
Kedua , kelumpuhan rohani; roma 3:9
Tuhan Yesus menyembuhkan keduanya terutama dalam kelumpuhan rohani.

Ada urgensitas bagi si orang ini, dan tujuan Yesus bukan hanya menyembuhkan, tapi menghadirkan kerajaan Allah. Kebutuhan manusia yang utama adalah perdamian dengan Allah, inilah yang menjadi urgensitas, karena anak Manusia mencari yang ndan menyelamatkan yang hilang. Manifestasi yang dinyatakan mengambarkan holistic karya Allah, bahwa Yesuslah menjadi jawaban.

Dalam teks bacaaan kita Yoh 5:1-18
Paling ssedikit kita menemukan tiga hal mengapa Kristus adalah jawaban;
Pertama, Kritus adalah jawaban bagi penderitaan, sakit penyakit dan manusia yang tanpa pengharapan.
Kedua, Kristus adalah jawaban bagi hal-hal yang membingungkan manusia termasuk diantaranya soal hukum agama (sabat).
Ketiga, Kristus adalah jawaban akan kebutuhan manusia untuk mengenal Allah yang sejati. Kristus menyatakan bahwa ia dan Bapa adalah satu, kedudukannya setara karena Dia juga adalah Allah.

Konsep Soren Keerkegaardv ada tiga tahapan;
Pertama, tahap estetika
Kedua, tahap etika
Ketiga, tahap religious
Sebenarnya ini lebih diarahkan kepada pergumulan Abraham dalam menghadap masa sulit. Jadi kurang cocok dimasukan dalam tahap introduksi. Sebaiknya yang perlu diekspos adalah pergumulan orang lumpuh yang sudah 38 tahun lamanya dan tidak ada harapan sampai Yesus menolongnya. Namun perlu ditekankan adalah bahwa mujizat adalah sarana atau tanda yang membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias.

Jika dikatakan dalam konteks ini tentang lumpuh rohani maka itu Nampak terlalu alegoris, lebih baik disebutkan penyakit rohani secara langsung
Dunia ini penuh dengan penderitaan, di kolam itu menggambarkan penderitaan yang tersendiri
1. Orang Egois, memikirkan dirinya sendiri, di kolam hanya memikirkan dirinya yang paling menderita dan yang paling penting untuk disembuhkan

2. Orang yang baik hati, ada 5 serambi yang dibangun, artinya ada orang-orang yang membangun serambi itu, supaya memberi keteduhan, namun tidak menyelesaikan masalah, di dunia juga banyak orang yang baik hati, namun juga tidak menyelesaikan jawaban, hanya Yesus yang bisa selesaikan. Tuhan Yesus penuh kepeduliaan dengan menanyakan, Yesus maha kuasa untuk mengampuni, menyembuhkan dan menuntasakan segala sesuatu melampaui waktu

Dalam lagu Kristus adalah jawabannya adalah hal yang mencakup semua pergumulan manusia. Ada penderitaan, maut dan keluh kesah, dll akibat dosa. Ini adalah isi perjalanan kehidupan kita, maka kita perlu ditolong oleh Tuhan.

Kolam ini yang dekat pintu gerbang Domba, disebut Bethesda = rumah doa, disana ada serambi yang menjadi tempat bagi orang-orang yang sakit lumpuh, buta dan tulang sumsum kering, mereka menantikan orang membantu mereka untuk turun ke kolam. Namun Bangunan ini dibuat tidak dapat menyelesaikan masalah mereka,

Mereka yang sakit menantikan goncangan air, mereka akan turun ke kiri dan ke kanan, ada yang di tengah-tengah yang menjadi First class, dan di pinggir sudut jadi second class, namun hanya 1 yang bisa disembuhkan, yang buta sulit, yang lumpuh akan alami kesulitan.

Dunia mencari harapan, namun sesungguhnya bukan manusia yang cari Tuhan, namun Allah yang mencari, demikianlah Yesus pun datang dan menjumpai orang tersebut. Khotbah hari Minggu harus menjadi tawaran, �maukah..� kita disembuhkan, dilepaskan dari pergumulan, hanya Kehadiran Tuhan Yesus dan kuasaNya yang bisa menolong dan membebaskan

Bethesda tidak hanya house of grace, tapi menyatakan�;
� sketsa penderitaan manusia, Penyataan hati manusia yang egois, egocentric, tidak menghiraukan orang lain yang lebih parah, keutamaan diri (kalau boleh hanya dia yang tahu air itu goncang, sehingga bisa masuk) jadi yang miskin dan susah makin parah.
� Allah menyatakan belas kasihannya, menyuruh mengangkat tilam, yang menjadi penopang hidupnya, andalannya, pada akhirnya ia dapat menemukan Yesus yang sebagai jawaban, dan meninggalkan Bethesda yang bukan menjadi tempat jawabannya.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India