Kamis, 08 Oktober 2009

JANGAN BERDUSTA

JANGAN BERDUSTA
Keluaran 20: 16; Efesus 4:25

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut


Musa menerima ten commandment di gunung Sinai setelah mereka keluar dari tanah Mesir. Melalui sepuluh hukum ini umat Israel diajarkan tentang pentingnya ketaatan kepada Allah, supaya hubungan mereka dengan Allah dan sesama tetap harmonis, rukun dan menjadi berkat bagi orang lain. Berdasarkan kitab Keluaran pasal 20-31, Musa mencatat ada 3 kategori hukum Allah bagi bangsa Israel: 1) moral laws (Kel. 20:1-17); 2) civil laws (Kel. 21:1-23:33); 3) ceremonial laws (Kel. 24:12-31:18). Menurut John Calvin, hukum 2-3 tidak berlaku lagi bagi kita saat ini. Karena itu: a. yang no. 2 kaitannya dengan Israel; no. 3 sudah digenapi Kristus saat mati di kayu salib sebagai korban pengganti dosa. Tetapi hukum moral masih tetap berlaku hingga saat ini. Karena: 1) Hukum ini akan memimpin mereka menuju kepada praktik hidup yang kudus (1Ptr. 1:15); 2) Karena hukum itu menjadi standar/tolok ukur kehidupan moralitas yang benar.
10 Hukum moral ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian: pertama, perintah yang berhubungan dengan Allah dan penyembahan kepada-Nya (ay.2-11); kedua, perintah yang berhubungan dengan manusia (Kel. 20:12-17). Ke-dua bagian ini diringkas Tuhan Yesus menjadi dua hukum utama dalam Matius 22:37-39� Mengasihi Allah dengan segenab hati, segenab jiwa dan segenab kekuatanmu dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Fokus utama khotbah Minggu ini berkaitan dengan prinsip hukum yang ke-9, �Jangan Berdusta.� Mengapa Jangan Berdusta?
Pertama, karena berdusta adalah pelanggaran terhadap hukum Tuhan (Kel. 20:16). Ini adalah larangan mutlak yang bersifat kekinian. Artinya, Perintah �jangan berdusta� tidak hanya ditujukan kepada umat Israel di zaman lampau, tetapi ini juga ditujukan kepada umat percaya zaman kini. Karena itu, siapa berdusta berarti ia sedang dalam status melanggar perintah Tuhan dan itu pasti mendatangkan hukuman Tuhan. Tuhan Yesus mengajarkan, �Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat� (Mat. 5:37).
Kedua, karena hukum ini melindungi nama dan reputasi orang lain (Kel. 20:16). Kita tidak boleh membuat pernyataan palsu tentang sifat dan tindakan orang lain. Kita harus bicara benar dan jujur tentang semua orang (Im. 19:16; Yoh. 8:44; 2Kor. 12:20).

Berdusta adalah mengatakan sesuatu yang bukan kebenaran, atau setengah kebenaran. Dosa dusta ada setua adanya manusia ada dibumi. Manusia sudah berdusta sejak pertama kali Adam dan Hawa. Dosa ini selalu ada di dalam sejarah kehidupan manusia, selalu terkait dengan relasi hubungan manusia. Dosa dusta merusak segala hal, relasi hubungan suami istri (keluarga), pertemanan dan persahabatan (hubungan dengan sesama) bahkan relasi hubungan manusia dengan Allah (ibadah).
Manusia tahu tidak mungkin mendustai Tuhan tetapi manusia selalu mendustai Tuhan, baik itu dalam kejujuran dalam persembahan seperti persembahan Ananias dan Safira tidak jujur dalam memberikan persembahan sehingga mengalami kematian (kisah 5:1-11). Pelayanan yang tidak jujur (Matius7:21-23) Allah tidak mengenal pelayanan kita karena kita tidak jujur dalam melayani, pelayanan kita bukan untuk Tuhan tetapi untuk kepentingan pribadi sehingga Tuhan menolak pelayanan kita.
Kejujuran yang transparansi dalam kehidupan kita harus terus kita kejar serta diusahakan setiap saat supaya kita tidak dikejar-kejar dengan rasa bersalah atau dituduh oleh hati nurani kita karena kita berusta dalam banyak hal.

Bicara mengenai hukum ke 9 bisa dihubungkan dengan yakobus 3;1-12 tentang dosa karena lidah. Seringkali orang berpikir bahwa berdusta adalah dosa yang kecil di banding dengan berjinah, mencuri atau membunuh. Tetapi jika dusta dianggap biasa maka orang akan menjadi kebal dan kurang peka terhadap teguran Allah. Ada lagu �memang lidah tak bertulang� menyoroti betapa mudahnya orang berdusta. Namun kita sebagai orang Kristen biarlah berkata yang benar, mengatakan kebenaran yang utuh dan menguasai lidah. Barangsiapa yang tidak bersalah dalam perkataannya ia adalah seorang yang sempurna Yak 3:2


Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Kata �dusta� artinya ingkar, mungkir, bohong, atau omong kosong. Dari sana kita belajar beberapa hal:
1. Dusta itu bukan hanya tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi tidak ada dasarnya.
2. Dusta bukan hanya kata-kata tetapi juga perbuatan (cheating), lih. Bil. 23:19.
3. Dusta perbuatan = bukan hanya melakukan hal yang dilarang tetapi juga tidak melakukan hal yang diperintahkan.
4. Dusta bukan hanya diluar (yang kelihatan) tetapi juga yang didalam hati.
5. Dusta bukan hanya mendustai orang, tetapi juga dirinya sendiri dan Tuhan.

Perintah jangan berdusta di sejajarkan dengan hukum yang lain dalam kaitan relasi manusia dengan sesamanya.
Menurut Matthew Hendry, The ninth commandment concerns our own and our neighbour's good name: Thou shalt not bear false witness, Exo_20:16. This forbids,
1. Speaking falsely in any matter, lying, equivocating, and any way devising and designing to deceive our neighbour.
2. Speaking unjustly against our neighbour, to the prejudice of his reputation; and (which involves the guilty of both),
3. Bearing false witness against him, laying to his charge things that he knows not, either judicially, upon oath (by which the third commandment, and the sixth of eighth, as well as this, are broken), or extrajudicially, in common converse, slandering, backbiting, tale-bearing, aggravating what is done amiss and making it worse than it is, and any way endeavouring to raise our own reputation upon the ruin of our neighbour's.

Jadi berdusta tidak boleh dianggap dosa yang ringan, Tuhan Yesus mengutip ini dikaitkan dengan hukum yang lain Mat 19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
Jadi secara implisit Yesus menyatakan perintah ini menjadi sejajar dengan yang lain.. yaitu jangan membunuh-berzinah, mencuri.
Bahkan dalam Yohanes Tuhan Yesus berbicara dengan orang Yahudi dalam Yoh 8 ketika orang-orang Yahudi ingin membunuh-Nya. Iblis adalah bapak pendusta.
Orang yang berdusta dikaitkan dengan si iblis. Membela atau menyampaikan yang bukan Tuhan katakan, itu juga berdusta.

Secara umum berdusta itu adalah berbohong dan memfitnah. Dusta itu menceritakan sesuatu tentang orang lain, sikap, dan kata-katanya tetapi tidak sesuai dengan sebenarnya. Dusta itu hal yang serius dan sama beratnya dengan dosa-dosa yang lain. Akibat dosa itu mendapat hukuman Tuhan. Mis, Gehasi berdusta menggunakan nama tuannya Elisa kepada Naaman. Bahkan saat ditegur Elisa pun ia masih mengelak. Akhirnya ia terkena penyakit kusta.

1. Apa yang kamu katakan buruk tentang orang lain akan kena kapada dirimu.
2. Membicarakan kejelekan orang lain itu tidak menyelesaikan masalah tetapi menimbulkan masalah.
3. Dusta akan melahirkan dosa dusta.

Dusta tetap dusta, tidak ada hitam atau putih. Dusta ada yang disadari dan tidak disadari. Bagaimana caranya menjauhkan diri dari dusta:
1. Bersaksi untuk Tuhan
2. Perkataan kita harus baik dan membangun (Ef. 4:29)
3. Hendaklah kata-kata kita penuh kasih (Kol. 4:6)

Ini adalah perintah lama, kuno, tetapi masalah dusta adalah masalah yang sudah lama. Bahkan, hukum ini menjadi masalah yang relevan. Bagaimana kita menyikapi dusta? Ada yang mengatakan kita hidup di dunia hitam-putih (legalistic). Kedua, dilihat dulu tujuannya apakah baik atau tidak. Kalau tujuannya baik, why not (menghalalkan segala cara). Ketiga, lihat dulu situasinya, tepat atau tidak. Keempat, hal yang paling benar adalah menggabungkan semuanya itu.
Melalui hukum ke-9 ini Tuhan ingin melindungi nama atau reputasi manusia. Itu sebabnya, tidak seorang pun boleh membuat pernyataan palsu terhadap orang lain. Dalam Kolose 3:9 Paulus memerintahkan untuk menanggalkan manusia lama dan jangan saling mendustai. Ini juga menjadi problem perselisihan di dalam jemaat.

Jangan berdusta itu ada 3 hal:
1. Berkata tepat sebagaimana adanya (Mat. 5:47)
2. Bertindak bijaksana ketika menyatakan sebuah fakta.
3. Berpikir hikmat.

Hukum ini berbicara relasi antar sesama. Orang yang berdusta ini untuk mencari keuntungan diri sendiri. Misalnya, menggunakan nama orang lain. Juga, mereka mencelakakan dan merugikan orang lain. Ini ada kaitannya dengan hukum jangan membunuh, meski tidak secara langsung. Hukum ini bertujuan untuk menghargai sesama.

List kategori dusta bisa kita jabarkan dan masukan dalam beberapa kategori, misalnya:
1. Membohongi pembeli
2. Menyebarkan kabar angin
3. Memalsukan umur untuk buat SIM, daftar sekolah, buat facebook, dsb
4. Memalsukan tanda tangan orang lain (tanpa atas nama-nya)
5. Menaikan kwitansi bon pembelian barang atau bensin
6. Menitipkan absensi kehadiran kuliah atau rapat
7. Menandatangani pernyataan tidak benar
8. Membuat surat sakit, padahal tidak sakit
9. Bersikap munafik, ramah dan baik di depan, tetapi sebenarnya tidak
10. Tidak menepati janji jam kebaktian, retreat, Camp, KKR, dsb.
11. Tidak menepati janji untuk bertemu.
12. Janji telepon, tetapi tidak telepon balik.
13. Memberitahukan kepada orang lain tidak ada di rumah, padahal ada.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Tujuan : Di dalam dunia yang penuh dengan dusta ini, menjadi orang yang jujur, berani berkata sesuai dengan kebenaran tidak mudah, namun bersandar pada Tuhan, kita sanggup hidup tulus, setia dan benar.

Kita hidup di suatu dunia yang penuh dengan penipuan, kita sering kompromi. Dalam sebuah lirik lagu mengatakan � yang benar disalahkan dan yang salah dibenarkan � dalam pengadilanpun kebenaran dapat diputar balikkan. Saya pernah bertanya kepada peserta camp anak � siapa yang tidak pernah berdusta atau berbohong? Tidak ada yang mengangkat tangan artinya 100% semuanya pernah berdusta. Kalau pertanyaan yang sama dilemparkan kepada kita siapa diantara kita tidak pernah berdusta atau berbohong? Setelah saya pikir tidak ada orang yang masuk sekolah berbohong maka ia baru berbohong, natur dosa itu membuat kita melakukannya . Minggu ini kita sampai pada hukum yang ke Sembilan �Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.� Sekalipun jangan mengucapkan saksi dusta hanya menempati urutan ke 9 dalam 10 hukum tetapi bila berbicara mengenai keseriusannya,tidak diragukan lagi pasti menempati tempat yang utama dalam kehidupan kita. Pertanyaannya adalah, mengapa "dusta" menjadi bagian dari 10 hukum? karena lihatlah bahwa dalam kehidupan nyata, alangkah "biasa"nya dan betapa "lumrah"nya dusta itu! Salah satu dosa yang paling awal yang dilakukan oleh setiap orang sejak dini adalah dosa ini. Anak-anak tak perlu belajar dari siapa pun untuk mahir berdusta. Mengapa kita dilarang untuk berdusta?
1. Ketika Allah berkata. �Janganlah mengucapkan saksi dusta�, Dia bermaksud bahwa kita tidak akan mengucapkan sedikitpun kebohongan, tidak pernah memberikan kesan yang salah bahkan meski hanya lewat anggukan kepala.
2. Hukum ini melarang bergosip, termasuk merusak reputasi seseorang dengan berdiam diri pada saat orang tersebut menghadapi tuduhan.
3. Kehilangan kepercayaan. Ketika kita berdusta dan sesama kita mengetahuinya maka kita menjadi orang yang tidak /sulit dipercayai.
4. Kebohongan tidak dapat disembunyikan. Allah senantiasa mengetahui kalau manusia sedang berdusta.
5. Kita diminta untuk mengatakan yang sebenarnya. Di Amerika, ketika seseorang muncul di pengadilan untuk memberikan kesaksian, dia akan meletakkan tangannya di atas Alkitab untuk bersumpah bahwa ia akan bersaksi dengan benar. Dia kemudian menyatakan bahwa dia akan mengatakan "kebenaran yang seutuhnya, tidak akan mengatakan yang lain kecuali kebenaran itu sendiri, jadi tolonglah aku, ya Allah." Setiap orang yang meletakkan tangannya di atas Alkitab seperti itu berarti dihadapan umum memanggil Allah sebagai saksinya bahwa dia mengatakan kebenaran. Melakukan hal ini dan kemudian berbohong adalah masalah yang sangat serius. Perintah ini menunjuk pada pentingnya berkata benar setiap waktu. Kata-kata adalah seperti mata pisau, anda harus berhati-hati menggunakannya. Kata-kata seorang Kristen harus bisa dipercaya. Seorang Kristen harus memegang kata-kata dan janjinya. Sebuah janji adalah suatu hal yang sangat serius, dan jika kita melanggar kata-kata kita, berarti kita juga melanggar perintah ini. Jika hal itu terjadi, maka berarti kita sedang menunjukkan pada orang-orang bahwa kita tidak bisa dipercaya. Berbohong, menipu dan mencuri adalah seperti tiga bersaudara yang jahat.
6. DUSTA, menurut Allah, adalah dosa utama, pertama, karena KEBENARAN adalah utama. Sedangkan dusta? "lawan" dari kebenaran! Ia menyembunyikan kebenaran, memutar-balikkan kebenaran, memalsukan kebenaran. Menyajikan ketidak-benaran sedemikian rupa seolah-olah itulah kebenaran. "Akulah jalan, kebenaran, dan kehidupan", (Yohanes 14:6)? Sebab itu, tak ada pilihan lain, kecuali, "Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar . Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain, dan janganlah mencintai sumpah palsu.
7. mengapa Allah menggolongkan dusta sebagai salah satu dari sepuluh dosa utama?karena SESAMA MANUSIA kita itu utama. Sebab itu, titah-Nya, "Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu". "Sesama" adalah utama, ketika "dusta" dibiarkan. Ketika kebenaran dipalsukan. Ketika kata-kata dibuat tak berharga. Ketika sesama menjadi "subyek" yang menindas atau "obyek" yang diperas. Mengingat semua ini, sudah pasti ketika kita berdusta tentang sesama maka itu akan menghancurkan sesama.

Aplikasinya:
1. Efesus 4:25 : Membuang dusta
2. Matius 5:37 : mengatakan yang sebenarnya
3. Bersikap Jujur karena :
a. Amsal 3:32 ; Allah bergaul erat dengan orang jujur
b. Amsal 15 :8 ; doa orang jujur berkenan bagi Allah
c. Amsal 2:7a ; Allah akan menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur

Budaya Timur dusta itu biasa. Kalau barat, dusta itu memalukan sekali, karena memegang prinsip �honesty is the best policy.� Tidak tau apa yang benar atau ada unsur kesengajaan. Mengatakan tidak benar ditujukan kepada orang lain, pasti motifnya tidak benar, menjatuhkan orang lain. Aplikasi terhadap diri golongan pemimpin rohani: ini tidak boleh ditawar. Kalau bohong maka integritasnya pasti diragukan. Masalahnya: apakah kita berani untuk mengatakan kebenaran di budaya seperti ini. Kalau seseorang salah tegur tetapi dengan cara yang sopan. Keberanian untuk mengatakan kebenaran harus ada �, seringkali takut karena ada resiko. Seseorang yang berani mengatakan kebenaran harus berani di-recheck.

Alkitab tidak menutup-nutupi tokoh yang melakukan dusta, misal Kain, Abraham, Yakub, Ananias dan Safira.

Sharing pengalaman. Punya prinsip, �tidak bisa mentolerir kebohongan.� Ada kebohongan yang tidak bisa ditolerir, karena jahat. Jangan masuk dalam tiga golongan: SBY, Tuti, Berti. Bagaimana caranya: dekat dengan Tuhan; taati perintah Tuhan, berani melawan keinginan bohong, toleransi terhadap bohong, siap menanggung resiko untuk hidup jujur, katakan ya jika ya, tidak jika tidak.

Hukuman awal ketika bersdusata adalah rasa bersalah, dan itu adalah hukuman Allah. Tidak setuju dengan bohong putih.

Ekspresi dusta adalah tentang ketidakjujuran dan ketidak benaran. Karena dua motif: kelicikan dan kesombongan. Dusta itu sudah membudaya, misal KKR ditulis di brosur jam berapa, tetapi mulai berbeda dengan jam yang tertera di brosur. Iblis adalah bapa dari segala dusta. Orang yang berdusta seolah-olah diposisikan dalam posisi kemenangan tetapi kita lihat akan diakhiri dengan kehancuran. Yang harus kita lakukan: mencerminkan karakter Tuhan.

Dekalog ini mengtur bagaimana umat Tuhan hidup di hadapan Tuhan. Berkaitan dengan etika hidup orang Kristen. �Doing Right�: berkata benar, berpikir benar. Kalau kita mendustai itu adalah pembunuhan karakter. Orangnya masih hidup tapi karakternya mati.

Berdusta atau bohong bersumber dari hati manusia yang jahat. Ingin merusak hubungan antar sesama. Motifnya adalah kesombongan. Berdusta juga kerena egois, ingin mencelakakan sesamanya. Orang bohong adalah orang yang berpura-pura, tidak takut Tuhan.

Dua bagian: eksegese kata, �jangan mengucapkan saksi dusta.� Kel menggunakan kata Sheker. Ul menggunakan kata Sau = kosong, tak bermakna.
1. Dusta itu adalah kebiasaan sejak dari kecil.
2. Dusta sebagai mantra demi kesuksesan, misal plagiat.
3. Dusta sebagai jalan mudah untuk dapat apa yang ia mau. Bermain di daerah abu-abu. Abraham pernah bohong, dan diikuti oleh Ishak. Waktu Abraham bohong Ishak belum lahir dan Sara sudah mati. Ketika Ishak melahirkan Yakub, dan Yakub bohong kepada Ishak. Yusuf membohongi Yakub, demikian seterusnya.
4. Dusta sebagai pertahanan hidup, demi pembenaran, �saksi dusta.�
5. Dalam dunia psikologi ada istilah �defence mechanism.�
6. Dusta sebagai alasan untuk tujuan tertentu. Dusta �demi�. Sudah direncanakan. Berita bohong yang didengungkan terus-menerus, sehingga orang mempercayainya.
7. Dusta dipandang dari psikologi, orang dusta termasuk orang rendah diri.

Amsal 12:22, �Orang dusta, bibirnya adalah kekejian bagi Tuhan.� Mat 5:37, �jika ya, ya; jika tidak, tidak. Lebih dari itu berasal dari si jahat.�

Francis Schaeffer, �kebenaran yang benar.� Ia menekankan kebenaran yang hakiki. Berarti ada kebenaran yang tidak benar. Kebenaran yang benar itu adalah kebenaran yang objektif, tidak berubah. Yaitu fiman Tuhan.

Konteks: bicara di pengadilan. Bersaksi tapi dusta. Dusta yang tertinggi adalah di pengadilan. Ini adalah konteks yang ultima.
Setiap dusta pasti suatu pengkhianatan. Kalau terkait dengan orang lain, pasti menghianati kepada orang lain. Itu yang dialami oleh Yesus, ketika Petrus mengkhianatan dia.

Tulus: motifasi murni. Jujur: tidak banyak alasan yang dibuat. Terbuka: semua dibuka. Orang jujur belum tentu tulus. Orang jujur belum tentu terbuka. Orang tulus ada tidak jujur. Orang terbuka belum tentu jujur dan tulus. Self reflection di hadapan Tuhan, karena dusta banyak dimensi.

Jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Kalau ini kita lakukan, apa dampaknya. Lebih baik atau lebih buruk. Oleh sebab itu harus dimulai dari kasih.
Keluaran dikatakan �jangan bersaksi dusta�. Mempertahankan kebenaran ditengah relasi di antara sesama. Kasih menjadi dasar. Kalau semua kita lakukan tanpa kasih, tidak ada gunanya.

Mungkinkah orang tidak berdusta? Secara definitif (definisi kamus): dusta bukan hanya menyembunyikan kebenaran, salah bicara juga adalah termasuk dusta. Lima alasan salah bicara: salah menafsirkan yang dia dengar; dia tidak tau bagaimana dia harus bicara; tidak bisa mengontrol lidah sebagai alat bicara; karena bicara adalah kenikmatan (makin banyak bicara makin banyak salah); karena hati tidak ikut bicara.
Betul-betul benar, tidak kelihatan salahnya. Kita paling punya keahlian untuk menutupi dusta kita. Ada orang yang pintar berkata-kata: dari dusta menjadi tidak dusta. Harus ada ketulusan hati penting sekali; juga harus ada ketersediaan untuk rugi; harus ada kepercayaan yang kuat kepada Tuhan.
Bagaimana supaya tidak berdusta: hidup dekat dengan Tuhan; komitmen yang sungguh terhadap Tuhan; dan hidup berintegritas (berani berkata sebagaimana seharusnya kita katakan).

Ayat-ayat pembanding: �Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat� (Amsal 10:32). �Dengan mulutnya orang fasik membinasakan sesama manusia, tetapi orang benar diselamatkan oleh pengetahuan� (Amsal 11:9).
Socrates berdialog dengan muridnya (dialog meno). Murid bertanya, �Ada berapa macam orang di dunia ini?� S�crates menjawab , ���. Ada orang yang tahu apa yang diketahuinya. Ada orang yang tahu apa yang tidak diketahuinya. Ada orang yang tidak tahu, apa yang diketahuinya. Ada orang yang tidak tahu, apa yang tidak diketahuinya .....�
Murid, �Sebaiknya menjadi orang yang bagaimana?� Maka, dijawab, �Jadilah orang yang tahu apa yang diketahui, dan tahu apa yang tidak diketahui�.
1. Narcisistik tidaklah sama dengan integritas, orang yang cinta diri adalah orang yang mengutamakan dirinya di atas segalanya, kadang kala bahkan ia harus berbohong meski terhadap dirinya. Ketika melihat kenyataan dalam dirinya tidaklah sama dengan keinginan hati, ia akan berbohong dengan alasan �logis� agar dirinya lebih diterima. Sebagian besar konsep dirinya dibangun di atas kebohongan, ia tidak pernah menjadi dirinya yang sebenarnya.
2. Integritas adalah seimbang antara konsep diri dan realitas. Ia dapat menerima kekurangan dirinya, bahkan kegagalan dan kepahitan hidup namun ia mampu melihat ke depan bagaimana maksud dan rencana Allah atas semuanya itu. Pengertian integritas dibangun dari uraian kata dalam kitab Amsal, dimana kata �tam� atau �yassar� = lurus, untuk menjelaskan tentang orang benar, orang yang memiliki integritas.

Hidup yang real otentik itu tidak mudah. Kita sering hidup antara ya dan tidak, in between. Misalnya di dunia timur: awal dikasih, akhir dikasih, tengah tidak dikasih. Dipersilahkan orang menafsirkan sendiri.

100 persen pembohong? Yg penting bukan hanya mengerti teori tetapi mempraktekkan teori itu. �tentara tidak bosan dengan perang� dalam dagang kita bisa terjebak dalam kebohongan. Kebohongan yang diungkapkan 100X menjadi kebenaran yang bisa diterima, ini dipakai oleh orang komunis. Dalam dunia orang yang paling menuntut kebenaran adalah orang pembohong. Kebohongan sangat merugikan diri sendiri, kapan, kepada siapa dia berbohong, shg dia hidup dalam kebohongan. Tindakan kebohongan biasanya ditutupi dengan kebohongan-kebohongan yang lain, pembohong adalah anak iblis, (Yoh.8:44) jika kita berbohong kita adalah keturunan si jahat, Fil 2 ditengah dunia yang bengkok dan terbalik ini kit aharus menjadi anak Tuhan yang baik, tiada aib, noda dan cela, dala kehidupan, kenyataan dan pelayanan. Istilah tiada aib=transpran, spt berlian clearnees, yg bening, transparan yang bening murni. Bisakah kita hidup transparant? Tidak bernoda=jujur tidak ada kepalsuan, spt kebudayaan jaman dulu ketika mengukir patung marmer dan malam, jika ada patung yang cacat didempul dengan malam, tetapi kelamaan akan kelihatan karen kadar kekerasannya beda. Tiada noda artinya tidak ada dempulan. Tiada cela;tidak ada yang bercela spt Yusuf, Daniel, Yesus. Kebohongan Rahab, bagaimana dengan kasus ini? Apakah dia salah? Pada zaman Nazi? Beberapa orang tidak mengatakan benar demi tidak terjadi pembunuhan.

Kebenaran itu harus diuji dengan tiga hal:
1.Corespondent theory: dibuktikan, dinyatakan.
2 Coheren Theory: Tahan uji. Oleh tempat dan waktu. Benar di sini, benar di sana. Kebenaran itu eksis untuk selamanya.
3. Theory harus dipraktekkan

Kamis, 01 Oktober 2009

MAKNA PERJAMUAN KUDUS

MAKNA PERJAMUAN KUDUS
I Korintus 11:23-34
Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut


Makna Perjamuan Kudus I Kor 11:23-34
Judul perikop ini adalah kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam perjamuan malam. Apa salahnya? Ternyata pada gereja mula2, ada yang berbeda yaitu sebelum perjamuan kudus, dimulai dulu dengan makan makanan yang dibawa masing2.
Dengan kondisi orang yang berbeda-beda status ekonominya, ada yang kaya ada yang miskin. Maka timbul masalah, seperti ada pamer status, saya makanan banyak, mewah. Kamu sedikit, biasa-biasa saja. Hal ini menimbulkan saling prasangka, kecemburuan, iri hati dan ujungnya perpecahan. Maka Paulus menegur hal tersebut. Berdasar konteksnya apa yang kita bisa belajar dari hal perjamuan kudus ini ? Lebih luas lagi bagaimana dalam menghadapi setiap persoalan ?
1.Persoalan perpecahan menjadi kesempatan untuk bisa tahan uji/tidak
Paulus menempatkan persoalan sebagai persoalan bahkan memandang dengan kacamata positif. Setiap persoalan bisa dilihat dari dua sisi. Baik/buruk. Dilihat dari buruk, maka buruklah masalah itu. Dilihat dengan kacamata kebaikan, maka baiklah segala persoalan itu. Ada persoalan dalam kehidupan jemaat Korintus. Tetapi indah bagi Paulus justru menjadikannya kesempatan utk menguji, makin maju atau rubuh.
Siapa menjamin hidup tidak ada persoalan? Hidup ini ada persoalan, tantangan, kesulitan. Persoalannya bagaimana kita menilai, menghadapi bahkan mengatasinya.
2.Perjamuan Kudus sebagai peringatan
Paulus mengatakan dalam ayat 23-26 dua kali disebut menjadi peringatan. Peringatan apa? Kematian Tuhan Yesus. Roti mengingat tubuh Tuhan Yesus, anggur mengingatkan darah Tuhan Yesus. Peringatan, menjadi ingat-ingatan, jangan lupa. Kita bisa lupa, sering lupa dan tatkala lupa maka kita bisa makin jauh, bisa tawar hati, bisa putus asa, bahkan bisa tenggelam dalam hidup ini. Jadi setiap kali kita makan roti minum anggur, supaya kita bisa segera bangkit, bangun kembali dalam ikut dan iring Tuhan. Lagu jangan lupa Getsemani, jangan lupa sengsara-Nya, jangan lupa cinta Tuhan, pimpin ke Kalvari. Sebaliknya ada lagu yang positif: ingat akan nama Yesus, kamu yang menanggung berat. Mari kita jangan lupa tetapi selalu ingat.
3.Perjamuan Kudus sebagai pemberitaan
Paulus mengatakan: memecahkan, inilah tubuh, cawan, minum, apa? Mengandung pemberitaan, baik internal maupun eksternal. Paulus berulang kali berkata, sebab Injil yang kami beritakan� Pentingnya pemberitaan. Apalagi berita yang menyelamatkan

Perjamuan Kudus, Perjamuan Paskah, atau Sakramen Ekaristi adalah salah satu sakramen yang dikenal di dalam Gereja Kristen. Istilah ekaristi yang berasal dari bahasa Yunani e??a??st?, yang berarti berterima kasih atau bergembira, lebih sering digunakan oleh gereja Katolik, Anglikan, Ortodoks Timur, dan Lutheran, sedangkan istilah Perjamuan Kudus digunakan oleh gereja Protestan. Perjamuan Kudus didasari pada makan malam terakhir Yesus dengan murid-muridnya pada malam sebelum ia ditangkap dan disalibkan (Mat. 26:26-29; Mrk. 14:22-25; Luk 22:14-20; 1Kor. 11:23-26). Paham Gereja Protestas tentang Perjamuan Kudus tidak sama dengan �missa atau eukaristi� dalam gereja roma Katolik, missa sama dengan pengulangan pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib. Hal ini bertentangan dengan ajaran Alkitab bahwa pengorbanan Kristus hanya satu kali dan berlaku untuk selamanya (Ibr. 10:12-14). Perjamuan kudus merupakan ketetapan Kristus untuk dilakukan, maka sakramen itu pasti memiliki tujuan dan manfaat serta maknanya. Apakah makna perjamuan kudus bagi orang Kristen?

1Perjamuan kudus mengingatkan kita akan kesengsaraan dan kematian Kristus (1Kor. 11:24-25; Luk. 22:19). Pada umumnya orang Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingati-Nya ("... perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" (1Kor. 11:24, 25). Namun berbagai aliran Gereja Kristen memberikan pengertian yang berbeda-beda pula terhadap sakramen ini. Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia. Menurut ayat 24-25� Makna perjamuan kudus adalah untuk mengenang dan memperingati kesengsaraan dean kematian Yesus Kristus di kayu salib. Istilah �Peringatan� (BIS. Untuk mengenang); (KJV. Remembrance); (Yun. a?a��??s??/anamne�sis)� recollection: remembrance (again). Karena itu, ketika kita makan roti dan minum anggur, kita ingat akan tubuh Kristus yang dipecahkan dan darah Yesus yang tercurah di kayu salib untuk menebus manusia berdosa. Jadi, beda dengan Roma Katolik byang menganggap roti dan anggur itu benar-benar tubuh dan darah Yesus. Bagi kita, roti dan anggur hanya simbol tubuh dan darah Yesus. Menurut John Calvin, perjamuan kudus bersifat meneguhkan iman dan memateraikan kasih Kristus dan janji Allah bagi orang percaya. Sedangkan menurut Zwingli, PK bertujuan mengenang pengorbanan dan kesengsaraan Kristus. Mengapa? Karena manusia sering kali lupa akan jasa, cinta kasih dan pengorbanan Tuhan.
2Perjamuan kudus mengingatkan kita untuk memberitakan Injil (1Kor. 11:26). Ayat 26 berkata, �Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.� Istilah �Memberitakan� (KJV. Show the Lord�s death); (Yun. ?ata??e�???/ kataggello�)� to proclaim, declare, preach, shew, speak of, teach. Artinya, setiap kali kita mengikuti perjamuan kudus, kita diingatkan tugas Amanat Agung, yakni memberitakan kematian Kristus, kebangkitan dan kenaikan Kristus ke surga menyediakan tempat bagi setiap orang percaya kepada-Nya.
3Perjamuan kudus melambangkan persatuan kita dengan Kristus dan sesama (Mat. 26:26-29; Luk. 22:19-20; 1Kor. 1:11; 3:1-3; 11:18-21, 23-26, 33). Paulus melalui PK hendak mengingatkan jemaat di Korintus yang mengalami perpecahan untuk bersatu padu dalam Kristus (1Kor. 11:18-21). Jadi, sakramen perjamuan kudus bermakna sebagai persatuan atau persekutuan antara orang percaya dengan Allah dan sesama. Lewat perjamuan kudus, kita kembali diingatkan bahwa kita adalah satu tubuh dalam Kristus. Kita makan dari roti yang sama dan minum anggur yang sama; kita semua ditebus dan diselamatkan oleh darah yang sama, darah Kristus (1Ptr. 1:18-19). Kristus sebagai kepala gereja dan kita adalah anggota-anggota tubuh-Nya.

Di dalam pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh jemaat ternyata ada yang melakukan kesalahan mendatangkan keburukan. Hal ini terjadi karena di dalam jemaat telah terjadi perpecahan, relasi diantara jemaat muncul perselisihan sehingga pertemuan-pertemuan yang dilakukan bukan untuk membangun jemaat atau untuk pekerjaan Allah.
Ada indikasi yang kuat kalau jemaat di Korintus dalam melakukan perjamuan tidak seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, mereka makan perjamuan untuk tujuan yang berbeda bukan untuk mengenang akan karya Yesus. Mereka makan dan minum dalam pertemuan jemaat bukan sebagai peringatan akan kematian Yesus, tetapi ada unsur persaingan diantara mereka.
Paulus meneruskan ajaran perjamuan kudus seperti yang telah di terimanya dari Yesus bahwa makna perjamuan adalah untuk kekudusan dan kesucian dalam pertemuan jemaat.
Kesiapan hati dan diri menjadi hal yang sangat penting untuk menerima perjamuan ini, tidak bisa dengan sikap sembarangan atau dalam keadaan berdosa. Sebab ada konsekwensi yang akan diterima, jika kita dalam kekudusan Tuhan maka Tuhan akan berkati demikian juga sebaliknya jika kita dalam keadaan berdosa maka kutuk yang di dapatkan. Perjamuan kudus adalah hubungan yang sangat personal antara kita dengan Tuhan, oleh karena itu hal ini harus dijaga dengan kesucian.

Perjamuan Kudus dimulai oleh Tuhan Yesus saat-saat terakhir dalam pelayanan-Nya. Perjamuan ini untuk mengingatkan moment penting yang akan mereka hadapi yaitu karya Allah di kayu salib. Makna perjamuan Kudus adalah �mengingat� penderitaan Kristus dan �memberitakan� karya Kristus. Bagi setiap orang yang menerima perjamuan kudus harus mengakui Kristus adalah Tuhan dalam hidupnya dan mau mewartakan Kristus yang telah menyelamatkannya. Itulah sebabnya perjamuan kudus tidak boleh dilaksanakan dengan sembarangan harus ada persiapan hati dan kesungguhan agar mendatangkan berkat bukan kutuk

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Melalui perjamuan Kudus, akan memperbaharui iman, pengharapan dan kasih. Sangat penting bagi orang percaya karena dalam Perjamuan Kudus ini:
1Perjamuan kudus harus dihormati oleh setiap orang percaya: sikap yang serius menjelang menghampiri meja Tuhan � Yesus Kristus telah menyerahkan nyawaNya bagi kita. � diminta untuk mengadakan introspeksi ke dalam jiwa, karena jiwa manusia terus bergerak dan rentan dipengaruhi oleh dunia ini. Perjamuan kudus menjagai kita di dalam persekutuan dengan Tuhan Yesus.
2Moment yang terbaik untuk memperbaiki / memulihkan hubungan kita dengan Kristus. Karena manusia sering dipengaruhi oleh hal-hal jahat diluar dirinya. IYoh 1:9. Perjamuan Kudus mengiring kita untuk tidak keluar dari kebenaran, dan kehendak Tuhan.
3Perjamuan Kudus harus diikuti sikap yang peduli terhadap sesama. Tidak menganggap lebih baik dari orang lain, sombong, dosa itu menjauhkan kita dari orang lain. Tetapi melalui perjamuan kudus semakin mendekatkan satu dengan yang lain. (jemaat Korintus sebelum Perjamuan Kudus, mereka mengadakan jamuan kasih lebih dahulu. Baru memasuki perjamuan Kudus) dalam pertumbuhan iman kita perlu persekutuan yang baik dengan orang lain. Saling memperhatikan satu dengan yang lain.
Perjamuan Kudus, adalah sebuah pesta kemenangan (sensuramorum) kalau kita sungguh menjalani dengan kesadaran akan merupakan kemenangan. Sebuah hidup baru, tekad baru dan komitment baru. Sebuah langkah hidup baru. Perjamuan Kudus suatu persekutuan yang dalam dengan Tuhan. Kita tahu dosa terkadang kita tidak menganggap kegentingan untuk menyelesaikannya. Maka apabila kita melakukan penyelesaian dosa dengan serius, maka makna perjamuan itu menjadi sangat hidup.

Ada satu hal yang perlu ditambahkan, karena melalui perjamuan Kudus, ada makna yang penting, untuk melihat ke Tuhanan Yesus Kristus. pada moment itu Yesus menyatukan 3 hal � Yang lama, sekarang dan yang akan datang. In holly comunion � Tuhan Yesus adalah Tuhan bagi semua orang yang mengakui Dia Tuhan.
Apa maknanya perjamuan Kudus tanpa mempersatukan jemaat baik dengan Tuhan maupun dengan sesama anggota Tubuh Kristus. keutuhan gereja sebagai tubuh Kristus.
Ayat 28 � menguji. Examine himself. Ulangan. Ujian.
Ayat 29 �Descer. hati dan pikirannya siap. Hati, pikiran dan perasaan. Harus mengakui dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Ekasristi berarti berterima kasih dan bergembira. Apakah kita harus meratap atau sebaliknya kita bersukacita? Maka perjamuan Kudus merupakan sebuah pengucapan syukur atas anugerah yang memungkinkan kita untuk menghampiri meja Tuhan (table of grace)

Jemaat ini bukan latar belakang Yahudi, maka mereka tidak memahaminya. Yang lama adalah paskah ketika pergi dari Mesir. Ingat bagaimana Tuhan membebaskan mereka. Maka perjamuan Kudus adalah Perjanjian Baru dalam Kristus paskah yang lama adalah melalui korban hewan tapi Perjanjian Baru tubuh Kristus yang menjadi persembahkan. Maka perjamuan Kudus merupakan hal yang sangat kursial dalam konsep gereja.
1transubstansiasi, dicetuskan oleh gereja Roma � ada perubahan atau transformasi, yakni roti bertransformasi menjadi tubuh Kristus secara harafiah demikian pula halnya dengan anggur bertransformasi menjadi darah Kristus. Kristus hadir secara fisik. Penekanan terletak pada: �Inilah tubuh-Ku.�
2consubtansiasi yang dicetuskan oleh Luther; roti dan anggur tetaplah roti dan anggur tetapi hadirat Kristus itu nyata, melingkupi roti dan anggur. Jadi ketika kita menikmati roti, kita juga menikmati tubuh Kristus demikian pula ketika kita menikmati anggur, kita menikmati anggur dan darah Kristus.
3Zwingli melihat perjamuan kudus itu sebagai suatu tanda. Perjamuan kudus itu untuk mengenang kematian Kristus dan kasih Kristus melalui tubuh-Nya dipecah-pecahkan dan darah-Nya tercurah. Penekanannya terletak pada: �...sebagai peringatan akan Aku.�
4Calvin menyatakan roti itu tetaplah roti dan anggur itu tetaplah anggur tetapi perjamuan kudus itu bukan semata-mata hanya mengenang Kristus. Tidak! Perjamuan kudus merupakan sarana anugerah dimana Kristus hadir secara rohani di dalam karya Roh Kudus sehingga dengan pengertian kebenaran dan iman maka Roh Kudus bekerja sedemikian rupa membawa kita lebih dekat pada Kristus dan masuk dalam hadirat Kristus bahkan lebih dekat ketika kita mendengar kebenaran Firman Tuhan.

Perjamuan kudus mengingatkan akan penebusan Kristus, agar mereka mereka menghormati perjamuan kudus. Sedangkan orang Korintus tidak mengerti itu.
Perjamuan kudus adalah berkat Tuhan dan berkat Tuhan itu kudus, maka yang menerima juga harus kudus.
Perjamuan Kudus mengingatkan karya Kritus dimasa lalu dan di nikmati hari ini, dan nanti bertemu di meja perjamuan dengan Tuhan
Perjamuan Tuhan adalah anugerah Tuhan yang harus di nikmati dan di hormati

1Merupakan sakramen yang berarti hal yang sangat sakral. Maka sangat ditekankan tentang akibat dari kesembarangan terhadap perjamuan Kudus.
2Perlu Sikap: persiapan hati. Jangan hanya rutinitas. Waktu makan dan minum itu bukan asal2an. Jangan sampai tanpa menguji diri, perlu mengenang akan penderitaan Kristus. Supaya lebih bersyukur dan lebih ditingkatkan kasih kepada Tuhan. Moment dimana kita sungguh-sungguh memperbaiki hubungan dengan Tuhan, mengakui dosa dan membuat komitment untuk lebih mengasihi Tuhan.
Disamping menjelaskan makna Perjamuan Kudus. Kita harus menguji diri. Hal ini sangat penting karena perjamuan Kudus yang merupakan hubungan pribadi dengan Tuhan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan diseputar Perjamuan Kudus:
1Tubuh Kristus � diserahkan untuk menebus dosa
2Cawan Perjanjian baru � mengingat akan pengorbanan Kristus.
3Mengenang korban Kristus yang akan mendorong dan memberikan kemampuan untuk memberitakan kematian dan tentang Kristus sampai Ia datang.
4Menguji diri berdasarkan firman Tuhan.
5Menyadari akibat perjamuan Kudus:
-Minum dengan cara yang tidak layak berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
-Mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri.
-Lemah dan sakit bahkan meninggal
-Minum dengan cara yang layak menghindarkan kita dari hukuman.
6Mengenai sakit penyakit, Yesaya 53 menuliskan bahwa sesungguhnya penyakit kitalah yang ditanggungnya. Dan melalui bilur2nya kita disembuhkan. Sebuah iman akan keselamatan dan pemulihan dalam persekutuan perjamun Kudus.

1Mengingat akan kematian Kristus yang telah menebus dosa-dosa kita. Menghargai kematian itu dengan tidak lagi hidup dalam dosa.
2Mengingatkan persekutuan dengan Tuhan dan sesama orang percaya, pada waktu kita makan roti dan minum anggur. Melambangkan bahwa Tuhan itu beserta dengan kita, tubuh dan darah Tuhan bersatu dengan kita. Maka kita ingat Tuhan beserta dengan kita dan saudara2 yang lain yang brsama dengan kita.
3Mengingat atau menanti kedatangan Tuhan yang kedua kali. Diingatkan bahwa hidup kita sementara Tuhan akan menjemput kita. � Bandingkan dengan Yoh 14:1-4.
Teguran dari Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Pada zaman itu ada kebiasaan rutin yg dilakukan oleh kelompok2 itu yg disebut �Eranos�, membawa sendiri2. Kebiasaan ini juga biasa dalam jemaat mula2 yg disebut �Perjamuan Agape� tetapi terjadi masalah karena ada yang bawa dan ada yang tidak bawa. Akhirnya seni berbagi dalam komunitas Kristen itu menjadi hilang. Sebenarnya dalam perjamuan Kudus itu mengingatkan kita untuk saling berbagi.
-Sebuah peringatan akan kematian Kristus. Bagi seseorang yang mengambil dengan iman dan kasih maka bukan hanya mengenang tetapi satu hubungan pribadi dengan Kristus. Maka bagi orang yang tidak tahu, maka tidak akan memberikan makna apa2 dalam perjamuan Kudus. Relasi pribadi sekaligus mengenang kematian bagi orang berdosa. Merupakan new covenant, perjanjian baru, dulu darah binatang, tetapi sekarang darah Kristus yang menjadi lambang penebusan.
Makna masa lalu. Anamesis� kematian kristus bagi orang percaya
Persekutuan dengan Kristus dan keikutsertaan dalam kematian dan persekutuan dengan anggota lain dari tubuh Kristus.
Merupakan jaminan akan kerajaan Allah dan perjamuan mesiss akan masa depan dan orang percaya bersama Kristus pada masa yang akan datang. merupakan Matius 8:11 ; 22:1-14

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Dulu PK bukan di hari Minggu, tetapi Jumat atau Rabu. Waktu Yesus dikhianati dilakukan Kamis malam. Eucharisti bersandarkan sesuatu yang berdasarkan sejarah yang terus diperingati sepanjang zaman, untuk memperlengkapi diri kita sebagai orang beriman yang baik mengarah kepada hari yang akan datang yaitu pernikahan Anak Domba Allah di Surga.

PK membawa kita menyatukan masa dulu, sekarang dan akan datang, membawa kita pada konsep kekekalan. Kita mengakui Sakramen Baptisan dan PK.

PK adalah pemantapan supaya kita bergairah baginya, 7 point:

1. Fakta
Pada hari ini Yesus dikhianati. Yesus dijual. Ada sesuatu yang bernilai telah dipasarkan dengan sebuah harga. Bagi Yudas harga Yesus hanya seharga budak. Bagi kita Yesus is priceless, pengorbanan tiada banding, tiada tara. Ini membuat Musa dan Paulus memilih Yesus. Bagaimana dengan kita?

2. Nyata
Ia mengambil roti dan dipecahkan-Nya. Inilah tubuh-Ku dan darah-Ku. Sesuatu yang bisa dilihat dengan dampak yang nyata. Dalam penyataan ini, Yesus yang dipecah, dihancurkan supaya kita bisa diangkat dan menjadi utuh.

3. Sabda
Ada konsep beda tentang makna kehadiran Kristus. Roma Katolik menyatakan setelah diberkati dalam Misa maka roti anggur sudah berubah jadi darah daging Kristus. Kalo anggur tumpah ke lantai bagaimana angkatnya? Jadi di mereka tidak ada pembagian anggur. Kita meyakini ini adalah simbol, menjadi Firman yang nyata di tengah kita seperti Kristus yang real hadir di tengah umat-Nya.
Di masa PL ada tiang awan dan tiang api, Tuhan memimpin mereka melaluinya. Kehadiran Tuhan melalui simbul awan dan api. Yesus menyatakan inilah tubuh dan darah-Ku, maka firman menjadi sabda yang bergairah bagi kita. PK mengisi kevakuman antara kita dan Kristus yang akan datang ke dua kali.

4. Makna
Makanlah dan ambillah untuk memperingati daku. Bagi orang yang sudah terlalu jauh dari Tuhan dapat diingatkan.
Ingat sabda-Nya, merindukan anugerah-Nya, menghayati kasih-Nya, memahaminya isi hati-Nya, merenungkan kemurahan-Nya, menantikan kedatangan-Nya, melayakkan diri di hadirat-Nya.

Menyatakan kasih Yesus panjang tinggi dan dalam. PK ga bisa sendirian, harus dengan komunitas supaya menghayati bersama. Kristus ada kuasa, pengaruh, content pada diri kita hari ini. PK tidak bisa dilakukan sembarangan, harus persiapkan diri serius.
Yesus pernah menumpahkan darah berkorban di Kalvari.

Apa ingat wajah orang tuamu? PK bisa mengingatkan kita akan Tuhan dan firman-Nya.

Menghayati kasih Kristus. Apa hati kita hancur? Darah ditumpahkan spt apa? Bisa tidak kita rasakan? Hati Yesus hancur.

Atonement terjadi, dibenarkan, diselamatkan, dilahirkan kembali dan sanctification menjadi penting. Jikalau tidak mawas diri jangan makan krn bisa lemah, sakit atau mati krn menyentuh kesucian Tuhan.

Mengangkat cawan artinya memashurkan nama-Nya. Umat perlu menjadi orang yang meneruskan pemberitaan. Kami betul milik Tuhan dan Tuhan milik kami, siapa diantara kalian yang belum dapat bagian? Berarti masih ada orang di luar tembok gereja yang belum dapat. Jangan lupa ada orang belum dapat kebagian. Ini adalah amanat Kristus yang perlu diangkat.

Tidak ada orang boleh berkata: kita berkorban terlalu banyak bagi Tuhan. Melalui PK selalu ada urapan baru dari Tuhan. Dari diri kita tidak ada guilty feeling yang Cuma minta ampun saja, tetapi mau melaksanakan kehendak Tuhan dengan sempurna.
5. Kuasa
Pembenahan diri, peningkatan diri dan penyempurnaan hasrat.

6. Gaya
Pola tata cara kehidupan kita berubah di dalam seluruh dimensinya: keluarga, berdagang, bergereja

7. Gairah
Semangat tidak akan pudar, mezbahnya selalu menyala.

Ayat 26: sampai ia datang. Ada kerinduan atas Sang Anak domba. PK membentengi kita spy jaga diri, jaga iman, jaga tingkah laku. Jangan PK lewat tapi hidupnya masih berdosa terus. Kuasa-Nya mentransformasi kita kembali untuk menjadi manusia baru. PK bukan hanya kekinian tapi masa yad juga.

Mengenang, juga memperingati, peringatan dalam kaitan peringatan sebagai rambu bahwa Yesus akan segera kembali. Yesus sudah dekat sekali.
Gempa bumi, kelaparan, kemiskinan, peperangan dan bidat.
Peringatan untuk hidup kudus. Dunia bukan tempat pariwisata tetapi medan peperangan. Ku ada 3 musuh.

4 hal:
1For Historical Action. Tidak mengucap syukur dan tidak memecahkan roti adalah kesalahan.
2The Beloved. Besok ada orang baru, bagi mereka tentu sangat bermakna karena pertama kali.
3The preparation. Penting sekali sensura morum. Kita harus mereview diri. Firman Tuhan dari umum menjadi jawaban, menjadi keindahan, menjadi pegangan
4The Blessing. Setelah Perjamuan diutus ke dunia.

Ayat 26: setiap kali makan roti maka kamu memberitakan kematian Tuhan. Memberitakan Kristus melalui perbuatan. Unsur pekabaran Injil melalui Action dan bukan proklamasi saja. Intinya bersaksi terus sampai Tuhan datang.

3 point:
1Ada karya Tuhan dalam hidup manusia. Di dunia ada 7 keajaiban dunia. Tapi di sini ada keajaiban surga. Roh memiliki tubuh dan darah, kok Tuhan mati. Ini tidak bisa kita bayangkan tapi nyata. Tidak hanya mengenal secara teori tapi suatu pengalaman real.
2Ada kemurahan Tuhan dalam hidup manusia. Ada Perjanjian Baru. Ini dikontraskan dengan PL yang dibawa Musa. Pl adalah hukum spy mns tertata dengan baik, ternyata hukum tidak bisa dipenuhi. Manusia tidak berdaya melaksanakan hukum, hanya Kristus yang bisa mengatasi segala dosa. Pk adalah kasih karunia bagi seluruh umat manusia. Waktu Pk dilakukan ada murid yang meinggalkan Kristus, jadi PK melampaui keterbatasan manusia.
3Ada perubahan dalam hidup manusia. Menjadi peringatan akan Daku. Perdebatan crusial adalah antara Agustinus vs Zwingly. Agustinus: didalam roti dan anggur ada tubuh dan darah Tuhan. Paulus menyatakan: kalau kamu tidak persiapkandiri bisa sakit, lemah bahkan meninggal. Kalau tidak mengakui maka ada penghukuman Tuhan. Apakah kita hanya jelaskan ini hanya peringatan saja atau sebenarnya ada kuasa mistis di dalamnya? Sebenarnya jika kita sudah makan dan minum tapi jika tidak ada perubahan maka tidak ada nilainya sama sekali.

Membahas 2 kata: Eucharisti dan Communi
Ucharistia dari eu dan karis. Baik dan anugerah. Ini diterjemahkan dalam septuaginta artinya pengucapan syukur. Yesus given thanks
Koinonia dipaklai 1 Kor 10:16, diapakai dalam konteks yang sama. Persekutuan dengan darah Kritus.
Studi kata tentang Perjamuan Kudus.

Dikenal 2 kata yakni: Ekaristi dan Kommuni, yang memiliki asal usul sbb:

1eucharist�a (e??a??st?a) = e�- "good, well" + ch�ris "favor, grace".
Eucharist�o (e??a??st?) adalah kata yang selalu dipakai dengan arti �mengucap syukur� dalam Septuaginta dan Perjanjian Baru. Kata ini banyak dipakai dalam kaitan dengan Perjamuan Kudus.
�And when He had taken a cup and given thanks (eucharist�o), He gave it to them, and they all drank from it. And He said to them, "This is My blood of the covenant, which is poured out for many." (Mark 14:23-24)

2"Communion" adalah terjemahan dari koinon�a (???????a), dipakai dalam 1 Korintus 10:16. Kata ???????a lazimnya diterjemahkan "fellowship" (persekutuan) dalam konteks yang berbeda.
�The cup of blessing which we bless, is it not the communion (koinon�a) of the blood of Christ? The bread which we break, is it not the communion (koinon�a) of the body of Christ?� (1 Corinthians 10:16, KJV)

3Khotbah akan dibangun untuk menguatkan iman jemaat dalam menghadapi konteks Akhir Zaman (benang merah dengan tema minggu lalu), dimana melalui Perjamuan Kudus dinyatakan Perjanjian Allah kepada manusia sampai kedatangan Kristus yang kedua kali ( konteks eskatologis menurut Anthony Hoekema dalam Bible and the Future).

Benang merah dari tema minggu lalu. Akan ditarik ke akhir zaman. Melalui PK ada perjanjian Allah dgn manusia sampai kedatangan Kristus ke dua kali.

Ada pendahaluan dari R Paulus. Mengenai kehidupan sehari2 oleh jemaat. Ada hubungan antara Perjamuan Kasih dgn PK. Salah satu tindakan yang nyata adalah: kehidupan dalam perjamuan kasih, berbalik menjadi perjamuan kisah: kisah yang tidak baik, shg rasul Paulsu harus memberitahu apa yang penting yang harus diperhatikan.
Perjamuan Kudus bisa jadi perjamuan kudis jika jemaat tidak baik.
Berhubungan dengan the past. PK adalah mengajak kita melihat memory yang menggetarkan.
Presernt, hidup hari ini mau tidak mau harus nyata di dalm relasi dengan Tuhan dan sesama dan relasi dgn diri sendiri.

Future: masa YAD, sebelum ada perjamuan besar di surga maka ada saksi injil yagn berkuasa, penting menekankan bukan rangka menyuxikan diri dan ingin berkat, tapi juga ada panggilan sebagai saksi kritss yang berkuasa.

Harus evaluasi diri: siapa kita apa yang telah kita kerjakan?
Hasrus konfirmasi iman: ayat 29 ada pengakuan ttg Tubuh Tuhan
Harus mengalami transformasi/perubahan hidup.

Mengapa semua orang makan roti dan minum di gereja? Saya terus menantikan PK, dan biasa bawa biskuit sendiri. Ada hasrat untuk menantikan sampai akhirnya boleh bergabung. Remaja ada yang tahu tapi ragu, tapi tidak anggap penting, ada juga yang menantikan, sungguh ini membawa PR bagi kita hamba Tuhan spy remaja siap dan tahu.

Dlm PK ada panggilan sebagai anak Tuhan dlm aspek marturia, koinonia, edifikasi.
Kalau bisa PK maka ada anugerah Tuhan bagi kita.

Ada pernyataan mengenai identitas kita. Tuhan Yesus sbg pribadi yang agung mulia mengerjakan pekerjaan kesalamatn.
Ketaatan. Berkarya

Kamis, 24 September 2009

MASUKLAH KE DALAM BAHTERA

MASUKLAH KE DALAM BAHTERA

KEJADIAN 6 : 11 � 18, 7 : 11 � 13



Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Kalau kita perhatikan Ibrani 11:7, Nuh terdaftar di sana sebagai pahlawan iman. Mengapa? Karena Nuh hidup dalam zaman di mana seluruh dunia itu penuh dengan dosa dan kekerasan. Allah menilik / mengamati / mengetahui dengan jelas bumi yang rusak itu. Memang bumi sungguh rusak benar (penegasan).
Tapi, Nuh mendapat karunia di mata Tuhan, karena ia saleh.
[a]. Iman yang menyelamatkan.
Nuh diselamatkan bukan karena baik, tapi karena iman.

[b]. Iman yang disertai dengan ketaatan.

[c]. Iman yang mengandung kesabaran.
Salah satu ujian iman adalah waktu.
Pada waktu menerima firman, usia Nuh 480 tahun.
Waktu air bah melanda, usia Nuh 600 tahun.
Jadi, Nuh harus menunggu 120 tahun untuk membuktikan semua terjadi.
Waktu 120 tahun itu, ia harus menghadapi cemoohan, kerusakan dan dosa.

[d]. Iman yang melihat yang tak kelihatan.
Air bah belum terlihat. Itu baru terjadi 120 tahun, tapi Nuh sudah �Melihat� dengan mata imannya.

Dalam Kej. 6:1-8, disebutkan alasan manusia dihukum, yaitu kawin campur antara anak allah dan anak manusia. Beberapa penafsir mengatakan bahwa anak allah = malaikat yang kawin dengan manusia. Atau mengatakan keturunan Kain. Sedangkan anak manusia adalah keturunan Set. Apapun itu, yang penting Allah tak berkenan pada hal itu.
Akibat kawin campur ini menghasilkan kejahatan (v 5) dan memilukan hati Tuhan (v 6). Bumi rusak, penuh kekerasan (v 11-12). Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera dan masuk ke dalamnya. Mengapa Nuh dan keluarganya mau masuk?
[a]. Nuh tidak ikut dunia, tetapi hidup benar, tak bercela dan bergaul dengan Allah.
[b]. Nuh percaya pada Firman Tuhan.
[c]. Nuh taat pada Tuhan.

Mengapa hanya Nuh yang masuk bahtera?
[a]. Nuh adalah orang yang dibenarkan Tuhan.
[b]. Nuh tak bercela.
[c]. Nuh hidup bergaul dengan Allah.
[d]. Nuh sangat dikasihi Allah, sehingga Ia memberitahu rencana dan isi hati-Nya pada Nuh.
[e]. Allah berdaulat yang memilih Nuh, istri, anak dan menantunya.

Ada tafsiran yang berkata: Sebenarnya bukan hanya Nuh yang buat bahtera. Nuh memanggil banyak orang membuatnya. Tapi, hanya Nuh yang percaya. Orang lain tak mendapat anugrah keselamatan. Seperti hari ini, ada banyak orang yang bekerja di gereja, sekolah Kristen, dll, mereka mendengar Firman, tapi tak percaya. Nanti, waktu Yesus datang, mereka tak bisa masuk / diselamatkan.
Anak-anak Nuh itu sangat patuh, sehingga mau bangun bahtera, bahkan mau masuk ke dalam bahtera. Anak-anak Nuh laki-laki lagi, tapi mau dengar-dengaran pada nasehat Tuhan.
Bahtera ini hanya 1 pintu, melambangkan Yesus yang adalah pintu.
Pintu memiliki 2 sisi, orang yang di luar dan di dalam. Di luar Yesus atau di dalam Yesus. Orang yang sudah percaya biarlah ia tinggal dalam Yesus.

[a]. Kej. 6:5, kejahatan itu dalam hati, Tuhan memperhatikan. Dan kejahatan menguasai manusia dan masyarakat Tuhan tak hanya memperhatikan yang di luar, tapi dalam hati. Dosa mulai dari hati pribadi kemudian menguasai komunitas maysarakat dan se isi dunia.
[b]. Kej. 6:13, Allah memutuskan untuk mengakhiri bumi, karena alasan manusia jahat. Dosa sudah begitu menguasai tatanan kehidupan manusia. Tuhan menghukum bukan karena sewenang-wenang
[c]. Allah selalu pihak yang berinisiatif untuk mengadakan perjanjian dengan Nuh dan Dia juga memerintahkan Nuh masuk dalam bahtera.
[d]. Allah yang menutup pintu bahtera (Kej. 7:16). Kedaulatan Allah di nyatakan bahwa Dia yang mengedalikan keadaan. Yang menutup berarti tidak ada yang dapat membuka

[a]. Nuh memiliki iman yang luar biasa. Waktu Tuhan mengatakan ada air bah, belum pernah ada air bah, belum pernah ada hujan (Kej. 2:5). Bahkan, ia membuatnya di atas bukit.
[b]. Nuh taat yang luar biasa. Ia melakukan sesuai dengan ukuran yang diperintahkan-Nya.

Masuklah dalam bahtera = undangan untuk menikmati / mengalami kasih karunia. Tuhan pasti dan selalu menyediakan kasih yang cukup dalam kesulitan, agar manusia bisa mendapatkan �Rest� (N

Dunia zaman Nuh mengalami kemajuan yang pesat dari sisi kuantitas (Kej 6:1); namun secara kualitas mengalami kemunduran dahsyat, sekalipun secara lahiriah generasi itu hebat (cantik & gagah perkasa - Kej 6:2&4).
Dalam sejarah umat manusia, peristiwa ini meruapakan kali pertama Allah bertindak memusnahkan seluruh umat manusia dan hanya menyelamatkan Nuh bersama keluarganya, mengapa pemusnahan itu dilakukan Allah ?

I. Manusia berada di posisi melepaskan diri dari Allah. Kej 6:5-6
Ungkapan kata �menyesallah Tuhan� adalah ungkapan hati Allah dengan memakai bahasa manusia (anthropomorphisme) tentang betapa hebatnya kejahatan yang dilakukan manusia, bukan sekedar jahat karena perbuatan, tetapi kejahatan itu sudah menjadi perangai atau habit.
Dari Kej 6:2&4 rupanya percampuran antara anak2 Allah dengan orang2 yang tidak percaya Allah melahirkan keturunan yang hebat secara lahiriah, namun dampaknya, pernikahan campuran itu membawa anak2 Allah melepaskan diri dari Allah. Keterlepasan manusia dari Allah tidak menjadikan manusia hebat, tetapi justru manusia menjadi terikat dengan setan/iblis dan dikuasai, sebagaimana yang dikatakan Kej 6:5 �� segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata�.
Kepintaran, kekuatan & kemampuan manusia tidak disadari sebagai anugrah Allah yang ingin menempatkan manusia sebagai mahluk yang berguna & beradab yang memuliakan Dia; tetapi justru manusia menjadi sombong & berani melawan Allah dengan cara bebas berbuat dosa & kejahatan, tidak ada rasa takut kepada Allah. Manusia terlambat menyadari, bahwa keterlepasan dari Allah yang Mahakasih & Mahakudus akan membawa manusia jatuh ke dalam pelukan Iblis tanpa ampun; Iblis akan mengeksploitasi & menguasai manusia habis-habisan untuk melakukan kejahatan & dosa, sebagaimana dikatakan dalam Kej 6:5.

II. Manusia berada di posisi takluk dibawah kuasa dosa. (Kej 6:11-12)
Hasil dari keterpisahan dengan Allah, manusia berada dibawah kuasa dosa, Iblis hanya punya satu cara untuk menguasai manusia, yaitu melalui dosa, itu sebabnya orang yang terjual dibawah kuasa dosa tidak berdaya (Kej 6:12 ��sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.�). Kuasa dari dosa menyebabkan manusia menjalankan suatu kehidupan yang merusak, baik merusak dirinya, orang lain maupun alam & isinya. Manusia tidak mempunyai kuasa untuk melepaskan diri dari perbuatan yang merusak itu, malahan menikmatinya dengan kebebasan yang sepenuhnya, sebagaimana dikatakan Allah �� bumi telah rusak dan penuh dengan kekerasan. � dan sungguhlah rusak benar, �� Kej 6:11-12.
Secara hati nurani pasti ada kesadaran di hati manusia yang terdalam, tetapi disitulah kita menyaksiakn kuasa dari dosa yang membelenggu, memperbudak & menaklukan secara total keterikatan manusia akan dosa. Dosa itu sudah merasuk, menyatu & menguasai seluruh hidup manusia, bukan hanya pribadi, tetapi meliputi semua manusia, kecuali Nuh dan keluarganya (Kej 6:5&12).

Nuh dan keluarganya masuk ke dalam bahtera. (Kej 6:13-18)
Nuh adalah orang yang berbeda dengan semua orang yang hidup pada zamannya, dia satu dari seluruh manusia yang hidup, yang dikatakan ��seorang yang benar dan tidak bercela, � hidup bergaul dengan Allah.� Kej 6:9 Nuh orang mengasihi Allah, dia sangat takut & hormat kepada Allahnya, seluruh manusia & kejahatan tidak bisa merenggut dia dari hidup bersama Allahnya; Nuh hebat & luar biasa, sendirian hidup benar di tengah masyarakat yang berdosa, tetapi kebenarannya tidak mungkin mengubah dunia & kejahatan, sehingga Allah harus bertindak untuk memperbaikinya.
Dosa harus dihukum, bumi harus dipulihkan, generasi manusia harus dibaharui; semuanya itu harus dilakukan oleh Allah sendiri, Allah memakai air bah & Nuh beserta keluarganya. Sebelum semuanya itu terjadi, masih ada kesempatan & peringatan yang diberikan kepada manusia untuk bertobat dari dosa & kejahatannya, selama pembuatan bahtera di atas gunung Ararat, tetapi dosa sudah membutakan akal & hati manusia, kejahatan sudah sampai pada puncak untuk dimusnahkan.
Agama, ekonomi, pendidikan, seni, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain2nya tidak dapat melepaskan manusia dari kuasa dosa & kecenderungan untuk berbuat jahat, sehingga Allah harus bertindak, Yesus Kristus turun menjelma menjadi manusia, mati disalib, barangsiapa yang datang & percaya kepada Tuhan Yesus Kristus akan diselamatkan & dilepaskan dari kuasa dosa.
Nuh & keluarganya masuk dalam bahtera & selamat dari pemusnahan, karena Allah ingin membangun generasi yang mengasihi Allah. Tahukah anda, bahwa Allah menyelamatkan kita supaya melalui kita lahir generasi, bangsa, orang-orang yang taat & mengasihi Allah. Mari kita hidup bagi Kristus & menangkan jiwa bagi kemuliaan Allah kita, setiap hari kita hidup hanya untuk menyenangkan hati Tuhan yang sangat mengasihi kita.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut


Nikah dan menikahkan dan berpestapora adalah ciri khas zaman Nuh. Menyongsong kedatangan Tuhan kembali, kita perlu waspada dan berjaga-jaga. Selama pintu anugerah masih terbuka, masuklah. Nuh tidak membuat sebuah kapal pesiar yang berada di atas empat puluh kaki dari ombak. Semuanya dia bangun untuk hidup, kehidupan binatang dan manusia, untuk cukup bertahan beberapa waktu, tanpa melalui badai, tetapi untuk menunggu hingga air bah usai. Untuk alasan itu, bahtera mungkin akan sangat berbeda dengan apa yang akan kita temukan dalam kapal pesiar, dan hal itu akan memberikan ruangan yang cukup besar. (IBIS) Kej. 6:15� Kapal itu 133 meter panjangnya, 22 meter lebarnya, dan 13 meter tingginya. Dr. Whitcomb dan Dr. Morris berkata bahwa ukuran bahtera itu membuktikan peristiwa air bah merupakan banjir dunia yang universal. Karena jika banjir lokal maka kapal raksasa itu tidak diperlukan. Dalam peristiwa banjir global itu hanya ada delapan orang yang selamat, yakni Nuh, istri, ke-3 anak dank e-3 menantunya. Apakah rahasia Nuh dan keluarganya diselamatkan?

Pertama, karena kasih karunia Tuhan (Kej. 6:8)
Nuh diselamatkan bukan karena kebaikannya. Hal itu dijelaskan dalam Kejadian 6:8� "Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.� Istilah �kasih karunia� (KJV. grace); (Ibr. che^n/khane)� graciousness, kindness, favor, grace , pleasant. Efesus 2:8� Kasih karunia/ grace (Yun. charis)� graciousness; especially the divine influence upon the heart, and its reflection in the life; including gratitude acceptable, benefit, favour, gift, grace, joy liberality, pleasure, thank. Indikasi di atas menunjukkan bahwa Nuh tidak diselamatkan karena dia baik, sekalipun dia memang adalah orang yang baik. Karena dia bukan manusia yang sempurna, seperti yang Alkitab katakan dengan terus terang bahwa dia mabuk oleh anggur setelah air bah (Kej. 9:20-21). Demikian juga dengan jaminan keselamatan dan hidup yang kekal. Itu adalah the grace of God/ Pemberian, hadiah dari Allah yang dikerjakan dan diusahakan Allah dengan mengorbankan Anak-Nya yang Tunggal Yesus Kristus (Yoh. 3:16). Harga keselamatan yang sangat mahal telah dibayar Kristus dengan mencurahkan darah-Nya mati di kayu salib (1Ptr. 1:18-19). Hadiah itu kini ditawarkan kepada anda dan saya, siapa yang menerimanya akan diselamatkan.

Kedua, karena ia beriman kepada Tuhan (Kej. 7:1; Ibr. 11:7)
Ibrani 11:7 memberitahu kita dengan terus terang bahwa Nuh diselamatkan oleh iman: "Karena iman, maka Nuh�dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya." Istilah �Iman� (KJV. By faith); (Yun. pistis)� persuasion; moral conviction (of religious truth, or the truthfulness of God or a religious teacher), truth itself: assurance, belief, believe, faith, fidelity. Musa mencatat bagaimanan iman Nuh dinyatakan lewat perbuatan. Ia beriman dan bertindak di dalam iman dengan melangkahkan kaki masuk ke dalam bahtera. �Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini" (Kej. 7:1). Nuh dibenarkan dalam pandangan Tuhan, melalui iman sebelum inkarnasi Kristus. Nuh memiliki iman dalam Kristus, yang diberikan kepadanya oleh anugrah Allah (Kej. 6:8). Ketika Nuh beriman kepada Kristus, Allah memasukkan, atau memperhitungkan, kebenaran Kristus kepadanya. Di dalam PB Alkitab berbicara dengan jelas tentang kebenaran yang luar biasa tentang subyek ini dalam Roma 4:5-6� "Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya." Ketika Tuhan berfirman kepada Nuh, "Sebab engkaulah yang Ku lihat benar dihadapan-Ku di antara orang zaman ini" (Kej. 7:1). Dia berkata bahwa Dia tidak melihat dosa Nuh, karena kebenaran Kristus telah diberikan kepadanya oleh iman. Itu merupakan kata yang paling diperhatikan oleh Reformator, Sola Fide (diselamatkan hanya oleh iman di dalam Kristus). Jadi, Nuh tidak diselamatkan karena berbuat baik, tetapi ia diselamatkan oleh iman di dalam Yesus Kristus!
Efesus 2:8-9 berkata bahwa sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan ole iman. Yesus berkata: "Barangsiapa yang datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang" (Yoh. 6:37).

Ketiga, karena Ia hidup dalam kebenaran dan kekudusan (Kej. 6:9)
Nuh mendapat kasih karunia Tuhan dan ia beriman kepada Tuhan, selain itu ia juga memiliki buah iman. Ia hidup benar dan tidak bercela dibandingkan orang-orang sezaman dia yang sudah rusak dan hidup penuh dengan kekerasan (Kej. 6:11-12). 1 Petrus 1:15-16� Kuduslah kamu sebab Aku kudus. Mat. 5:16� Melalui perbuatanmu yang benar, Bapa dipermuliakan. Hidup orang Kristen selalu disoroti orang. Jika orang Kristen hidup suci, benar dan baik itu hal yang wajar dan seharusnya demikian (2Kor. 5:17). Tetapi jika orang Kristen hidup terus di dalam dosa, kenajisan, kecemaran, dll. Itu hal yang tidak wajar alias aneh. Karena itu tidak sesuai dengan kodrat dan panggilannya sebagai orang Kristen. Bagaimana denga hidup saudara selama ini? Apakah saudara sudah hidup dalam kebenaran dan kesucian?

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung

Kata �Masuk� dan �keluar�, ini adalah perkataan Allah, tentang perjanjian Allah dan Nuh.
�Pasal 6 : 18 : perjanjian Allah dengan Nuh
�Pasal 7 : 13 : tindakan Nuh terhadap perjanjian Allah
�Pasal 7 : 16: tindakan Allah terhadap bahtera
�Pasal 8 : 16: perintah Allah kepada Nuh

CATATAN :
�Persoalan Nuh bukan sekedar masuk / keluar bahtera, tetapi itu sangat berhubungan dengan perjanjian Allah dengan Nuh.
�Masuk bahtera : diluputkan dari bencana air bah. Keluar : diselamatkan dari air bah. Keduanya adalah selamat dari air bah.
�Nuh melalui pintu bahtera yang sama, dan pintu itu dibuka serta ditutup oleh Allah. Konsep pintu ini adalah yang menghubungkan antara 1 ruang ke ruang lain, dan menjadi jalan masuk serta keluar antar ruang. Dalam Yoh 10, Akulah pintu.
�Ketika Nuh mentaati akan membuat bahtera, ia tidak tahu akan apa yang terjadi, dan rencana keseluruhannya, tetapi Nuh mentaatinya. Ternyata seluruh tujuan ada di tangan Allah. Ibrani 11 : 7, karena imanlah Nuh melakukannya. Keselamatan dari Allah karena iman.

Perjanjian Allah dengan Nuh mempunyai kesamaan dengan waktu Adam diberkati Tuhan ( psl 9:1 ). Bedanya adalah ketika Adam diberkati untuk beranak cucu, dosa belum masuk dalam dunia, tetapi pada waktu zaman Nuh, mereka telah membawa dosa warisan ( psl 8 : 21 ). Allah tahu pada waktu itu manusia telah jatuh dalam dosa, dan tidak sperti manusia mula � mula diciptakan, dan disini akan ditekankan pertobatan yang total.

Ini adalah suatu teori apologet terhadap evolusi. Kisah ini menjawab bagaimana manusia makan daging, mengapa suhu bumi menjadi makin panas, menjawab bagaimana Allah menyelamatkan dan membinasakan, menjawab mengapa Indonesia menjadi kepulauan, menjawab mengapa manusia usianya hanya sampai 70 � 80 tahun, menjawab tentang pelangi � bagaimana Tuhan menyelamatkan ( wahyu 4 :3 ). Memperbandingkan dengan I Pet 3, Roma 6 : baptisan diarahkan bagi mereka.

Membandingkan dengan Henokh, sama � sama bergaul dengan Allah. Henokh diangkat, dan Nuh diselamatkan melalui bahtera. Pasal 6 :22, Nuh melakukan tepat seperti yang diperintahkan oleh Tuhan, kata ini sama dengan kata yang dipakai untuk Musa, ketika menyelamatkan bangsa Israel dari Mesir.

Konteks pembuatan bahtera adalah manusia begitu hebatnya berdosa. Kata asalnya adalah DEVA ?? Sangat mungkin bahwa bentuk bahtera ini kotak, hanya untuk mengapung, yaitu menyelamatkan Nuh dan keluarga. Masuk, artinya satu satunya jalan untuk mendapatkan keselamatan, yaitu oleh karena Tuhan yang memberikan keselamatan, yaitu melalui Kristus. Memahami karya dan tindakan Allah untuk menyelamatkan manusia, dan di dalam Tuhanlah ada pemeliharaan dan penyelamatan.

Heraklitos : Dalam setiap zaman selalu ada perubahan, apa yang tidak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri. Dalam dunia ini apa yang selalu berubah ? kebudayaan, penampilan fisik, dll yang ada di dalam diri manusia. Yang tidak berubah : (1) manusia yang selalu berdosa di hadapan Allah (perhatikan pemakaian kata : kejahatan manusia besar, memilukan hatiNya, bumi yang rusak, hidup rusak, kecenderungan hati berbuat jahat). (2) Allah yang membenci dosa yang ada di dalam dunia, dan Dia siap menghukum orang yang berdosa (perhatikan pemakaian kata : Allah menghapus, mengakhiri, memusnahkan). (3) Allah yang mengasihi manusia yang berdosa (perhatikan pemakaian kata : Allah memberikan kasih karunia kepada Nuh, membuat bahtera supaya selamat, memberikan kesempatan bertobat 100 tahun). (4) Allah yang mau memakai orang � orang yang percaya untuk menyampaikan kasih Allah ( Dalam hal ini Nuh dipakai oleh Allah, untuk menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat dan alam lingkungan).

Kisah Nuh mengangkat tentang realita kehidupan dan dunia;
1Bumi telah RUSAK dan PENUH dengan KEKERASAN (lihat penilaian Allah Kejadian 6 : 5)
2Kecenderungan manusia, berkaitan dengan kejahatan dan kecendrungan HATInya (Kej.6:5)
3Allah senantiasa MENILIK dan melihat

Di tengah situasi ini Allah melihat dan menilik NUH (sebagai suatu personafikasi bagaimana anak Tuhan harus hidup)
1Allah mengadakan perjanjian
2Hidup NUH dilihat Allah (7:1), dan juga dipandang dan terlihat oleh orang-orang pada jamannya. Demikian juga anak-anak Allah (orang Kristen) pada jaman ini, tidak hanya memiliki kesan rohani, namun harus menyatakan integritas imannya, baik di hadapan Allah dan manusia. Menjadi pertanyaan buat anak Tuhan jaman sekarang;
aApakah yang Tuhan dapatkan takkala Ia menilik hidup kita?
bApakah kita mendapatkan kasih karunia dimata Allah
cApakah Tuhan melihat kita hidup benar di dalam jaman ini?

Kesempatan masuk ke dalam Bahtera adalah Anugrah, manusia perlu melihat anugrah keselamatan dan hidup di dalam Tuhan sebagai;
1Kesempatan yang diberikan bukan atas upaya dan usaha manusia
2Anugrah yang kita terima ini sungguh bernilai
3Anugrah itu bisa kita bagikan (ceritakan/sampaikan) agar orang lain pun bisa berbagian memperoleh anugrah itu.
Ada 2 hal yaitu (1) Kata Rusak (2) Kata Kekerasan. Manusia hidup di zaman sekarang ini berevolusi dari gelap kepada gelap ( artikel kompas ). Karena itu satu � satunya jalan adalah manusia harus hidup bergaul dengan Allah.

Kata Believing Obedience : taat karena percaya. Nuh adalah seorang yang mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Lalu ayat 9 : Nuh adalah orang benar dan tidak bercela di hadapan Tuhan. pasal 7 : 1, firman Tuhan bagi Nuh. Ayat 5 : melakukan yang diperintahkan Tuhan. Kata yang akan ditekankan humble obedience dan conscience obedience. Masa sekarang ini diperlukan orang seperti Nuh, yang walaupun dihina maka tetap mentaati akan kata Tuhan. dari hati � pikiran � karakter.

Menekankan bagi tiap orang yang akan dibaptis, sidi, atestasi : agar juga membawa seluruh keluarga untuk dapat ikut serta diselamatkan. Serta mendorong bagi mereka yang belum menerima baptis, sidi, untuk bisa segera menetapkan hati menerima baptis, sidi maupun atestasi.
Ada 8 hal yang dapat dilihat :
1.Allah marah bermurka namun Dia memberi anugerah bagi yang percaya, dan iman itu datang dari Allah.
2.Sekalipun bumi dihanyutkan oleh air bah, tetapi Tuhan menyediakan bahtera.
3.Tragedi yang membinasakan manusia adalah dosa dan kedurhakaan, bila mereka diampuni maka keselamatan menjadi nyata.
4.Dalam kehancuran ada harapan yang terkandung di dalam Firman.
5.Hukuman tertimpa atas rusak benar dan penuh kekerasan di hadapan Allah, tetapi rahmat Allah melebihi semuanya itu.
6.Nuh serta seisi keluarganya diselamatkan sesuai dengan janji Allah, iman mereka tidak sia � sia.
7.Allah alfa omega memberi hidup baru kepada mereka yang percaya dan member berkat pada ciptaan-Nya. orang Kristen akan jadi berkat bagi ekosistem dan dunia.
8.Keselamtan adalah melepaskan kita dari dunia yang fana, masuk ke dalam kemuliaan Allah, dalam dunia baru dengan tantangan yang baru juga, dan pelangi adalah bukti nyata dari Allah.

Ada 3 hal lain yang dapat ditekankan :
�Dengan iman kita memasuki pintu gerbang anugerah keselamatan dalam Allah
�Dalam kasih menikmati hari ketenangan oleh kemurahan Allah.
�Penuh harapan menantikan dunia dan langit yang baru oleh karena karya Allah.


Catatan :
�1 hasta 45,75 cm, total ukuran bahtera adalah 1,5 kali lapangan sepak bola.
�Ukuran bahtera = 300 x 50 x 30 = 450.000 hasta
�Ukuran bahtera = 450.000 x 45,75 = 20.587.500 cm

Kamis, 17 September 2009

MENGHADAPI UJIAN IMAN

MENGHADAPI UJIAN IMAN

Yakobus 1:1-12



Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut

Setiap orang pasti pernah menghadapi ujian dan ujian tersebut tidaklah mudah untuk dilalui. Sebagai contoh, seorang anak SD kelas enam pernah bertanya kepada ibu gurunya, �Ibu guru apakah saya boleh tidak mengikuti ujian akhir?� Jawab bu guru, �Boleh nak, kamu boleh tidak ikut ujian, tetapi selamanya kamu harus berada di kelas ini, karena untuk meninggalkan sekolah ini, kamu harus ikut ujian dan lulus ujian atau naik kelas.� Dari diskusi di atas dapat ditarik dua konklusi: pertama, ujian itu tidaklah mudah tetapi hal yang sulit; kedua, ujian itu sangat penting sebagai sarana pengujian kualitas seseorang, apakah ia layak naik kelas ataupun tidak dan melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Demikian juga dengan ujian iman, ketika seseorang diperhadapkan dengan ujian iman, muncul berbagai respons. Ada orang yang berusaha menghindarinya dan lari dari ujian, tetapi ada juga yang berani menghadapi ujian itu. Bagaimana Sikap Orang Kristen Ketika Menghadapi Ujian Iman?
1. Hadapi semua ujian iman dengan hati yang bersukacita. Ayat 2 berkata, �Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.� Ayat 12� �Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.� Yakobus mendorong pembacanya supaya tetap bersukacita tatkala menghadapi pencobaan. Alasannya: Allah menyediakan mahkota kehidupan bagi mereka yang berhasil mengatasi pencobaan. Selain itu, Allah sedang melatih dan memurnikan iman mereka agar kuat, kokoh dan semakin tabah. Alasan berikutnya, supaya karakter orang percaya diubahkan dan memiliki pengharapan yang teguh kepada Tuhan (Rm 3:3-5).

2. Hadapi semua ujian iman dengan hati yang tabah dan sabar. Ayat 3, menegaskan bahwa ujian terhadap iman menghasilkan ketekunan. Orang Kristen harus berpikiran positif (positive thinking) dan jangan melarikan diri dari ujian, tetapi tetaplah tabah dan sabar, karena lewat pencobaan ini Allah sedang menguji kesungguhan dan keseriusan iman kita kepada-Nya.

3. Sadarilah bahwa ujian iman bertujuan membuat kita menjadi sempurna. Ayat 4, menyatakan, �Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh.� Tujuan ujian iman adalah supaya kita memiliki hubungan yang benar dengan Allah, dan sungguh mengasihi Dia dengan sepenuh hati dalam pengabdian, ketaatan dan kemurnian. Rasul Petrus menegaskan bahwa maksud Tuhan mengizinkan pencobaan adalah untuk memurnikan iman kita seperti emas yang diuji kemurniaanya di dalam api (1Ptr. 1:6-7).

Dalam kehidupan ini, kita biasanya berharap untuk tidak mengalami berbagai kesulitan. Kalimat yang seringkali muncul : �Yah� semoga semuanya lancar�sukses�tidak ada aral melintang�, itulah harapan setiap kita. Maka tidak mengherankan tatkala kita mengalami kesulitan dan tantangan, respon kita adalah kita kehilangan semangat, putus asa, bahkan berusaha mencari jalan pintas. Tidak mudah menghadapi tantangan dan kegagalan dalam hidup kita.
Yakobus melihat adanya bahaya penyangkalan iman akan Yesus ketika mengalami berbagai pencobaan. Karena itu Yakobus mengirimkan surat kepada mereka yang isinya mengajak mereka untuk memiliki mata iman yang memampukan mereka untuk melihat dan memaknai berbagai pencobaan dan kesulitan itu sebagai suatu kebahagian.
Mengapa? Karena dengan berbagai cobaan dan kesulitan itu, mereka akan semakin bertekun mengejar kesempurnaan. Dengan kacamata iman, kita akan melihat segala peristiwa dalam hidup sebagai rahmat yang telah disediakan Allah kepada kita untuk bertumbuh dewasa.
Bagaimanakah kita melihat tantangan dan kesulitan dalam hidup ini? Ada lima langkah yang perlu kita miliki :

1. Hidup harus bertahan : Berharap dan terus memuji Tuhan untuk kebaikanNya (Yak. 1:1-4)

Yakobus mendorong kita untuk "memandang semua hal dengan sukacita" ketika kita mengalami pencobaan yang menguji iman kita. Memang tidak mudah. Tetapi tatkala kita bertahan atas pencobaan itu, tekanan pada iman kita itu akan memunculkan pengalaman bahwa Tuhan mempunyai kerinduan yang terbaik untuk kita, sehingga pada akhirnya akan menjadi: "sempurna dan utuh, tidak kekurangan suatu apapun". Seringkali Tuhan mengijinkan kita berjalan melalui tantangan kesulitan karena pengalaman itu membentuk kita untuk menerima jawaban yang Dia telah janjikan. Meski di tengah rasa sakit, jika kita terus bertekad, berdiri diatas janjiNya dan percaya pada janji-janjiNya - kita akan melihat kebaikan Tuhan yang membawa kita ke tempat yang lebih baik.

2. Hidup harus berhenti dari kuatir : Minta hikmat Tuhan untuk situasi yang ada (Yak. 1:5)

Tuhan memberikan hikmat pada setiap orang yang meminta padaNya. Dia memberi itu dengan murah hati. Dia tidak keberatan kala kita meminta padaNya. Pada kenyataannya, Dia suka ketika kita datang padaNya dengan segala kebutuhan kita. Namun yang harus dipegang adalah, kita harus meminta hikmat untuk mendapat apa yang kita minta. Terlalu banyak dari kita punya alasan atas masalah kita dan kembali dengan solusi dari kita sendiri dan datang pada Tuhan hanya sebagai alternatif terakhir. Tuhan mengatakan dalam Yeremia 33:3 : "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui. Jika kita datang pada Tuhan segera setelah kita memasuki kesulitan, Dia berjanji akan memberikan pada kita pespektif Illahi atas situasi kita. Dia dapat menunjukkan pada kita jalan menanggapi pencobaaan yang mungkin tidak pernah terjadi dalam kehidupan kita.

3. Hidup harus tanpa ragu : datang pada Tuhan - dan harapkan suatu jawaban (Yak. 1:6-8)

Ketika kita meminta pertolongan Tuhan, ingat bahwa Dia dapat dipercaya. Ketika Yesus mengundang Petrus untuk berjalan bersamanya diatas air, Petrus dapat melakukannya - selama dia terus menatap pada Yesus, dan ketika dia berfokus pada sekeliling - melihat gelombang sekeliling dia dan air yang bergelora, dia menjadi goyah. Ketika kita meminta pertolongan pada Tuhan, fokuslah pada FirmanNya dan apa yang Dia katakan pada hati kita untuk dipercayai daripada membiarkan keyakinan kita dikuasai oleh keadaan.

4. Hidup harus penuh pengetian : Tuhan tidak dibatasi oleh keadaan (Yak. 1:9-11)

Standar dunia mengatakan kekayaan seseorang memberi banyak kesempatan karena mereka mempunyai sumber untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan, kuasa, pengaruh dlsb. Tetapi berbeda sekali, Tuhan ternyata tidak terkesan dengan kekayaan manusia, lebih pada kesediaan kita untuk percaya padaNya dan melalui ketaatan dalam apa yang Tuhan sudah katakan agar kita lakukan. Jadi jika kita kaya dalam iman, tidak ada batasan untuk apa yang Tuhan dapat genapi melalui kehidupan kita.

5. Hidup harus dalam ketekunan : Terus arahkan mata pada Tuhan (Yak. 1:12)

Melalui ketekunan dalam doa dalam setiap situasi pencobaan, memuji Tuhan dan percaya pada kebaikanNya, kita akan membangun karakter yang kita perlukan untuk menerima semua yang yang Tuhan sudah sediakan bagi kita tanpa merasa terbebani. Kemenangan yang akan muncul dari setiap situasi kita adalah gambaran kecil dari kemenangan yang menanti semua orang percaya suatu hari kelak ketika kita menerima mahkota kehidupan yang Tuhan sudah janjikan bagi siapa saja yang mengasihi Dia.

Saudara, jika kita menyimak rentetan kehidupan yang sedang kita jalani adakalanya kita tidak selalu mengalami sukacita dan kebahagiaan. Terkadang kita merasa bahwa kehidupan yang kita jalani ini teramat berat dan sulit, ada lembah-lembah kekelaman dan liku-liku kehidupan yang sedang menghimpit kita.
Saudara, pada saat-saat seperti ini kita tidak tahu harus bagaimana menghadapi kesulitan ini, keputusan dan jalan apa yang harus kita pilih, sungguh terkadang kita tidak tahu. Tetapi ada sedikit penghiburan yang bisa kita rasakan, ternyata yang namanya kesulitan hidup sudah terjadi sejak jaman dahulu kala, dan tidak melanda pada diri kita sendiri saja, ada orang lain yang juga mengalami pergumulan yang sama bahkan mungkin mereka jauh lebih berat beban yang harus dipikulnya. Artinya kesulitan dan kebahagiaan adalah sebauh bagian hidup manusia yang tidak bisa kita elakkan. Ketika penderitaan ini menimpa kita anggaplah itu sebagai ujian iman kita, tidak selama hal ini buruk, ada sisi positif yang harus kita pelajari.
1. Bersukacitalah dalam menghadapi pencobaan
2. Jangan Bimbang di dalam pencobaan
3. Bertekun di dalam Iman
4. Allah menyediakan mahkota kehidupan

Sepertinya aneh kalau kesulitan/ujian dianggap sebagai suatu kebahagiaan, karena ujian biasanya selalu menyakitkan. Tetapi dari iman Kristen mengingatkan kita bahwa ujian tidak identik dengan kepahitan karena melalui ujian orang percaya bisa mengalami Tuhan itu sendiri. Itulah sebabnya Yakobus meminta penerima surat menganggap ujian sebagai kebahagiaan karena akan menghasilkan ketekunan yang membawa seseorang lebih memahami kehendak Allah, hidup dalam doa dan mengasihi Allah juga makin belajar bersandar pada Allah.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Ada beberapa Yakobus, pertama Yakobus anak Zebedeus dan saudara Yohanes, ia orang yang menojol dari orang yang bernama Yakobus dan menjadi murid Tuhan Yesus Mat 4:17-22.
Kedua Yakobus, anak Alfeus ia adalah murid yang lain Mat 10:3; Kis 1:13 tetapi sedikit kita tahu tentang dia .
Ketiga Yakobus , saudara tiri Tuhan Yesus, dialah yang paling mungkin penulis surat ini.
Surat Yakobus menurut tradisi ditulis oleh Yakobus yang Adil, saudara Yesus. Surat ini ditujukan kepada "semua umat Tuhan yang tersebar di seluruh muka bumi". Dengan memakai berbagai peribahasa, Yakobus memberikan di dalam suratnya ini sejumlah petunjuk dan nasihat yang praktis untuk orang Kristen mengenai kelakuan dan perbuatan Kristen.
Surat ini tergolong "surat-surat umum" karena pada mulanya dialamatkan kepada suatu sidang pembaca yang lebih luas daripada jemaat lokal. Salam "kepada kedua belas suku di perantauan" (Yak 1:1), dan juga petunjuk-petunjuk lainnya (Yak 2:19,21) menunjukkan bahwa surat ini pada mulanya ditulis kepada orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina.
Mungkin para penerima surat ini termasuk orang-orang pertama yang bertobat di Jerusalem dan, setelah Stefanus mati syahid terserak oleh penganiayaan (Kis 8:1) sejauh Fenisia, Siprus, Antiokhia dan lebih jauh lagi (Kis 11:19). Hal ini menerangkan :

1. mengapa pembukaan surat ini menekankan hal menanggung dengan sukacita pencobaan yang menguji iman dan menuntut ketabahan (Yak 1:2-12),
2. pengetahuan pribadi Yakobus tentang orang percaya yang "terserak" itu,
dan
3. nada yang berwibawa dari surat ini. Sebagai pemimpin gereja diYerusalem, Yakobus sedang menulis surat kepada domba-dombanya yang berserakan.

Terkenalnya pengarang ditunjukkan oleh cara ia menyebut dirinya, yaitu hanya "Yakobus" (Yak 1:1). Yakobus, saudara tiri Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, pada umumnya dipandang sebagai penulis surat ini. Pidatonya dalam sidang di Yerusalem (Kis 15:13-21) dan gambaran mengenai dirinya di bagian lain dalam PB (mis. Kis 12:17; Kis 21:18; Gal 1:19; Gal 2:9,12;1Kor 15:7) sangat cocok dengan apa yang diketahui mengenai penulis surat ini. Sangat mungkin Yakobus menulis surat ini pada dasawarsa 40-an.
Tanggal yang agak dini untuk penulisan surat ini ditunjukkan oleh berbagai faktor, seperti kenyataan bahwa Yakobus menyebutkan istilah Yunani synagogue untuk menunjuk tempat pertemuan orang Kristen (Yak 2:2). Menurut keterangan sejarawan Yahudi, Yosefus, Yakobus, saudara tiri Tuhan mati syahid di Yerusalem tahun 62 M. Dalam tradisi di katakana bahwa karena saking kesalnya orang Farisi karen kesaksiannya tentang Kristus maka mereka menyuruh melemparkan dia dari bait Allah dan kemudian melempari dia dengan batu dan pentungan besar (gada) sampai mati. Kisah itu juga menyatakan bahwa Yakobus mati seperti Juruselamat, yaitu dengan mendoakan pembunuhnya, � Yah Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat�.

Setelah mempelajari cara menghadapi ujian (peirasmos) maka harus mempersiapkan hati yang pertama, yaitu mempertimbangkan ujian itu dengan sikap yang positif sebagai sukacita. (ayat 2-), artinya ujian bukan hal yang luar biasa tetapi hal yang memang pasti akan di hadapi.
Mathew Hendry mengatakan. One Christian grace to be exercised is joy: Count it all joy, Jam_1:2. We must not sink into a sad and disconsolate frame of mind, which would make us faint under our trials; but must endeavour to keep our spirits dilated and enlarged, the better to take in a true sense of our case, and with greater advantage to set ourselves to make the best of it. Philosophy may instruct men to be calm under their troubles; but Christianity teaches them to be joyful, because such exercises proceed from love and not fury in God. In them we are conformable to Christ our head, and they become marks of our adoption. By suffering in the ways of righteousness, we are serving the interests of our Lord's kingdom among men, and edifying the body of Christ; and our trials will brighten our graces now and our crown at last. Therefore there is reason to count it all joy when trials and difficulties become our lot in the way of our duty. And this is not purely a New Testament paradox, but even in Job's time it was said, Behold, happy is the man whom God correcteth. There is the more reason for joy in afflictions if we consider the other graces that are promoted by them.

Kedua, ujian iman menghasilkan ketekunan, (ayat 3)
Kata ketekunan dari Yuna hupomone�, hoop-om-on-ay'
From G5278; cheerful (or hopeful) endurance, constancy: - enduring, patience, patient continuance (waiting). Ujian ada hasil postifnya yaitu menjadi sabar,

Ketiga, harus menghadapinya dengan tekun, karena ketekunan menghadapi ujian akan membawa kepada kedesawaan iman atau kesempurnaan. Kata Sempurna te�?e??? , teleios - tel'-i-os
From G5056; complete (in various applications of labor, growth, mental and moral character, etc.); neuter (as noun, with G3588) completeness: - of full age, man, perfect.

Bagaimana mencapai semua itu, yaitu meminta hikmat kepada Allah dengan iman (ayat 5-8). Hikmat di sini bukanlah kepandaian secara kognitif. Konsep hikmat ini berasal dari kitab-kitab hikmat Yahudi yang berarti �pengertian rohani dari Allah yang memampukan kita tetap hidup dalam kebenaran selama menjalani ujian (band. Ams 1:2-4; 2:10-15; 4:5-9)�.

Mengapa Yakobus perlu memberi nasehat seperti ini? Karena penerima surat ini memang menunjukkan sikap tidak berhikmat dalam menghadapi ujian! Mereka menyalahkan Tuhan (1:13-18), mengagungkan golongan kaya (2:1-13, terutama ay. 6-7), memiliki konsep yang salah tentang hikmat (3:13-18).

Ayat 6-8 dihubungkan dengan ayat 2-4 melalui kata �kekurangan� (leipetai): tujuan ujian adalah membuat kita tidak kekurangan apapun (ayat 4), tetapi �jika ada yang kekurangan hikmat (ayat 5)�. Ayat 5-8 terdiri dari dua bagian yang menjelaskan meminta hikmat kepada Allah. Pertama, kepastian mendapatkan hikmat (ayat 5). Kedua, syarat mendapatkan hikmat (ayat 6-8).

Dalam ayat ini Yakobus ingin menekankan kepastian mendapatkan hikmat. Penekanan ini terlihat dari penutup ayat 5 �dan hal itu akan diberikan kepadanya�. Mengapa Yakobus bisa memiliki keyakinan seperti ini? Karena karakter Allah sebagai objek doa kita! Karakter Allah ini dinyatakan dalam bentuk dua kata kerja participle: pertama memberikan kepada semua orang dengan murah hati. Ada beberapa hal menarik dari bagian ini. Kata �memberikan� memakai present tense, yang menunjukkan tindakan terus-menerus. Tindakan ini juga terbuka untuk semua orang tanpa memandang bulu (band. sikap jemaat yang memandang muka di 2:1-3). Selain itu, pemberian ini juga didasarkan pada kemurahhatian Allah. Betapa berbedanya sikap Allah dengan orang kaya yang suka menahan gaji buruh (5:4) dan bertindak sewenang-wenang (5:6). Merupakan sebuah kesalahan besar apabila jemaat justru meminta �kemurahan� orang kaya dengan cara mengambil hati mereka (2:1-7). kedua YANG tidak membangkit-bangkit.
Terjemahan �tidak membangkit-bangkit� kurang sesuai dengan kata Yunani yang dipakai. Kata oneidizw sebenarnya berarti �mencela�, �mencemooh�, �mengolok-olok� (Mat 5:11; 11:20; 27:44; Mar 15:32; 16:14; Luk 6:22; 1Tim 4:10; Ibr 10:33). Karakter Allah seperti ini tentu saja merupakan penghiburan besar bagi jemaat yang miskin, yang selama ini dihina/direndahkan oleh orang kaya, bahkan oleh saudara seiman lain yang juga miskin (2:1-6).

Menghadapi ujian ada 7B:
a. Belajar berbahagia dalam berbagai pencobaan (v 2).
b. Belajar tekun dalam iman (v 3-4).
c. Belajar bedoa dalam iman (v 5-7).
d. Belajar setia mengikuti Yesus (v 8).
e. Belajar taat akan pengaturan Tuhan (v 9-10).
f. Belajar kefanaan dunia ini (v 10a-11).
g. Belajar menerima mahkota dengan selayaknya (v 12).

Sekalipun orang Kristen tahu bahwa hidup dalam dunia akan mengalami tantangan, pergumulan, kekurangan dan kegagalan, tapi biasanya orang Kristen tidak mau mengalami itu semua, juga tak mau menyangkal diri dan memikul salib.
Di sini, Yesus berkata bahwa orang Kristen perlu mengalami pencobaan untuk menghasilkan ketekunan dan pertumbuhan iman. Hidup di manapun, negara manapun, demokratis atau komunis, tetap akan menghadapi kesulitan.

Maka orang Kristen harus:
a. Memiliki sikap yang positif dalam menghadapi ujian iman, tidak bimbang, tidak panik.
b. Minta hikmat kehidupan dari Allah untuk menghadapi ujian iman, kekurangan atau kemiskinan, bahkan penganiayaan.
c. Yakobus menjelaskan bahwa ujian adalah proses yang sementara. Pencobaan akan berakhir, bukan selamanya yang tak berakhir / tak berujung. Orang yang bertahan akan mendapatkan kemenangan. Bertahan = bisa mengalahkan. Kemenangan itu ditandai dengan memberikan mahkota pada mereka yang lulus ujian.

Jadi, hidup Kristen tak mengerikan, tapi juga tak santai. Kita harus waspada dan berjaga-jaga.

Pencobaan = pengalaman yang tak menyenangkan, bersifat negatif. Dalam keadaan itu, orang Kristen tak mudah mengambil keputusan untuk terus hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Itu berarti kita harus mengambil sikap positif. Pencobaan adalah ujian bagi iman mereka. Jadi yang negative bisa dijadikan positif, yaitu menimbulkan ketekunan / ketahanan yang berakhir pada kesempurnaan / utuh / tak kekurangan / kedewasaan karakter.
Tapi, orang yang tak beriman, adalah seperti gelombang laut (v 5b), tak menerima dari Tuhan (v 7), mendua hati / tak akan tenang.

a. Menganggap kebahagiaan bukan bersyukur karena jatuh dalam dosa. Kata itu menunjukkan Yakobus mengerti tantangan orang Yahudi dalam perantauan. Jadi, Yakobus mau menghibur mereka waktu mereka jatuh dalam dosa.
b. Berbagai-bagai pencobaan = tidak jatuh dalam dosa yang sama berulang kali. Potensi untuk jatuh dalam berbagai macam dosa itu ada. Macam pencobaan itu banyak, jamak.

Bahagia, karena:
[a]. Bisa bangkit dari kejatuhan dari dosa.
[b]. Kebangkitan dari dosa, menghasilkan ketekunan / ketahanan.
[c]. Ketekunan itu akan menghasilkan hikmat.
Jadi, orang yang jatuh dalam dosa, jangan tenggelam, tapi marilah bangkit, untuk mendapatkan ketekunan dan mendapatkan hikmat.

Pada dasarnya manusia tak suka akan pencobaan. Seperti doa Bapa Kami, �Janganlah bawa kami dalam pencobaan.� Natur manusia itu lemah, sehingga dalam pencobaan, mudah jatuh. Maka kita harus benar-benar bersandar pada Tuhan. Percaya, berserah pada Tuhan. Pencobaan itu tak akan melampaui batas kekuatan kita. Tuhan tak akan mengizinkan pencobaan melebihi kekuatan kita. Tuhan pasti akan memampukan kita menghadapinya. Tujuan akhirnya adalah mencapai kesempurnaan / kedewasaan (Matt. 5:48). Tuhan tidak bertujuan untuk menjatuhkan kita.

Bagaimana menghadapi ujian iman?
[a]. Sikap positif (v 1-4).
Jangan bersedih hati / berputus asa.
Anggaplah sebagai kebahagiaan.
Yang akan menghasilkan ketekunan, sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

[b]. Hikmat dan doa (v 5-8).
Yang kekurangan hikmat, mintalah dari Tuhan.
Berdoa sesuai dengan iman, tak bimbang dan tak mendua hati.

[c]. Tetap setia (v 9-12).
Tetap setia waktu kaya, maupun miskin. Ada yang miskin menjadi kaya, biarlah bermegah. Bermegah bukan sombong, tapi bangga dengan rasa syukur. Sedangkan kaya menjadi miskin, tetap setia, karena kekayaan tidak bisa menjadi sandaran. Bagi yang setia, akan mendapat mahkota.

Tujuan pencobaan:
[a]. Mereview apa yang sudah kita pelajari.
Kesaksian waktu belajar Yunani dulu, di mana dosennya killer.

[b]. Memperbaiki kesalahan kita.
Membuat SIM di Indonesia, bisa tak perlu ujian, tapi di US, harus ujian. Test di US, boleh 3x.

[c]. Mendapatkan hal-hal yang baru.

[d]. Pasti akan berakhir.
Ujian itu ada time limitnya.

[e]. Membuat kita lebih tough / dewasa.
Yusuf setelah diuji, menjadi lebih matang, mengasihi dan peduli.

[f]. Membuat seseorang naik kelas.
Kesaksian anak yang di Bintang kelas 5, tapi di K Gading, diturunkan menjadi kelas 4, karena bahasa Inggrisnya belum cukup.

Khotbah Minggu ini pas dengan orang Islam merayakan Idul Fitri. Mereka merayakan kemenangan dari �Pencobaan� / �Ujian� puasa selama 1 bulan. Tapi ujian dan puasa banyak yang tidak sama. Puasa merupakan pilihan. Dalam kondisi khusus, mereka boleh tidak puasa. Misalnya: Pada waktu hamil, anak kecil, buruh yang bekerja keras, dll. Tapi ujian itu merupakan sebuah keharusan. Siapapun pasti akan mengalami ujian. Kita akan �Dipojokkan� sedemikian rupa sehingga kita tidak bisa lari / menolak / menunda, tidak bisa tidak harus menghadapi ujian.
Kemudian, ujian bagi setiap orang itu tak sama satu dengan yang lain. Tuhan punya �Kurikulum khusus� bagi setiap orang.

Lalu, ujian itu bersifat continuous, bahkan bertubi-tubi, tidak seperti puasa yang �Hanya 30 hari, siang saja.
Ujian juga bukan hanya bersifat makanan saja, yang lebih sulit dari menahan makan, ada banyak.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung

Tujuan : Pencobaan dapat menjatuhkan, ujian menentukan nilai pula. Bila kita beriman dan tahan tempaan, maka api ujian dapat memurnikan kita bagaikan emas murni

Kesukaan/hoby menyusun puzzle, pernah menyusun sampai 1.000 pc. Tidak banyak yang punya hobby seperti ini. Karena tidak mudah, dan harus ada ketekunan. Menyusun puzzle melatih ketekunan. Dan harus menginvestasikan waktu dan tenaga. Ada kemajuan dan sukacita saat menemukan piece yang tepat. Nats yang dibaca dapat dianologikan sebagai hal yang sama, dimana dalam menemukan kehendak Tuhan dalam perjalanan hidup yang dijalani, sampai akhir (ay.4). Dalam pergumulan yang berat tidak meragukan lagi Tuhan bekerja. Tanpa ketekunan, tidak mungkin seorang Kristen sampai pada tujuan akhir hidupnya. Ketekunan tidak mungkin otomatis terjadi, harus ada alatnya, dan alatnya adalah: ujian. Ada 2 sumber ujian: dari dalam (ay.14) �berkaitan dengan moral (tesalonika 6), dan luar (ay.2).
Seefektif apakah ujian menghasilkan ketekunan. Sebenarnya tidak mudah. Elizabeth �� mengatakan bahwa bagaimana , ada 6 tahap; Denial (menyangkal), Bargaining, menyalahkan diri sendiri/Tuhan,
Kalau seseorang bisa menghadapi ujian itu, maka ia harus melewati tahap2 itu. Dan kalau dilihat di ay. 2. Di dalam rumusan tujuan, perlu ditambahkan hikmat. Hikmat menjadi unsur penting, sebab Tuhan tahu, orang yang sedang mengalami ujian perlu pertolongan (Kolose 1:9). Dengan hikmat, pada akhirnya orang dapat mengerti maksud Tuhan dalam pergumulan yang sedang dialaminya.

Suatu pengambaran ketekekunan seperti berlatih piano, ada banyak tawaran yang lain yang bisa mengeser orientasi, namun saat ada ketekunan, maka ada hal yang dapat dicapai dan menghasilkan sesuatu pada akhirnya

Dalam dunia remaja ada banyak kasus yang kesannya sederhana bagi orang dewasa, namun saat menghadapi hal ini bagi anak-anak remaja tidak mudah, sehingga para pembimbing yang mendampingi hal ini, sungguh diperlukan ketekunan, kesabaran. Iman pembimbing yang mendampingi pun diuji, apakah kita pun beriman untuk membawa iman remaja untuk percaya dan bersandar pada Tuhan.

Saat menghadapi ujian iman, maka banyak ibu yang sungguh menangis dan berdoa. Kepercayaan dalam keluarga sungguh harus kuat, sehingga keluarga dapat dikuatkan imannya. Kepercayaan dan kekuatan dalam keluarga akan menopang keluarga untuk menghadapi tantangan yang terberat sekalipun.

Semua orang pasti pernah mengalami, apakah kita jatuh atau menghadapi ujian tersebut. Saat mengalaminya kita butuh waktu merenungkannya. Saat kita mendapatkan solusinya/pertolongannya, maka kita tahu pertolongan Tuhan nyata.

Hidup seperti lukisan, awalnya tidak jelas, pada akhirnya hasil yang indah. Ada warna-wana gelap dan terang, kombinasi warna memberi keindahan. Kita tidak bisa lari dari ujian tersebut, namun menghadapinya dengan tekun, dan mengandalkan Tuhan, karena yang lain dapat mengecewakan, dan ketiga, kita belajar dari sudut pandang Tuhan

Dalam melihat pencobaan, maka kita harus memahami;
1. Ujian atas sepengetahuan Tuhan
2. Setiap orang harus menghadapi ujian, Tuhan Yesus pun mengalami
3. Ujian terjadi untuk kebahagian diri kita dan orang percaya
Bagaimana sikap kita menghadapi ujian? ;
1. Ujian diberikan untuk mengetahui tingkat kedewasaan iman
2. Sadar bahwa Tuhan sudah menang dalam ujian, maka kita pun percaya bahwa kita pun dapat menang atasnya
3. Allah berkuasa atas ujian, dan ujian itu tidak melampaui kekuatan kita
4. Iman menjadi dasar kekuatan
5. Pastikan arah jalan hidup kita, benar dalam jalanNya


Ada penjelasan yang perlu disampaikan tentang ujian dan pencobaan. Seringkali kali ujian yang diterima malah dijadikan pencobaan bagi diri kita, yang malah membawa kejatuhan dan keinginan daging. Dalam menghadapi ujian, maka kita harus mampu melihat siapa Allah yang dipercaya, dan mengerti kedaulatan Allah.

Tidak mudah menghadapi suatu perubahan yang drastis dan babak baru, yang ada hanyalah Percaya dan berharap pada Tuhan. Tantangan yang dihadapi tidak mudah, seorang hamba Tuhan pernah menahan panggilan ini selama 13 tahun, dan bergumul bagaimana menghidupi keluarga, sempat tahun pertama di SAAT minta pulang saja. �Tuhan mungkin tidak memberikan jalan keluar, namun Tuhan memberikan Kasih dan AnugrahNya� kalimat dari Pdt. Paul Gunandi. Akhirnya kekuatan untuk melangkah adalah dengan berharap pada Tuhan dengan dasar; Grace up on Grace, yang bisa membuat kita dapat melewatinya
Kesimpulannya, bukan hanya resep bagaimana kita menghadapinya, namun kita masuk dalam prosesnya. Saat kita menghadapi masalah tersebut, maka harus punya Kepercayaan dan Harapan pada Tuhan

Ujian selalu mendatangkan kebaikan, pencobaan tidak baik. Saat menghadapi pencobaan maka sebenarnya kita tidak senang. Ujian tersebut tidak dialami langsung dan membuat kita mengerti. Ujian terlalu mahal untuk dibayar. Ilustrasi: ada jemaat yang jatuh atau pun mengalami kecelakaan, dan harus masuk ICU, sementara dana begitu besar. Saat menghadapi hal ini memang tidak mudah.
Ada pula orang yang pernah mengalami hubungan tidak baik dengan orang tua tiri pada masa remajanya, dan saat pemuda ini dewasa, dia merasa punya kuasa untuk membalas dendam, ia masuk dalam pergumulan yang berat. Namun Roh Kudus terus berbicara dalam hatinya. Sehingga pada akhirnya ada pengampunan dan rekonsiliasi. Dalam menghadapi pencobaan dan ujian, kita perlu Roh Kudus untuk memampukan kita dan memberi hikmat agar kita dapat menghadapinya.

Masalah pencobaan bukan hanya penderitaan, namun ada pula kenyamanan hidup. Dimana kita tidak berani keluar dari area nyaman. Pencobaan dapat muncul dari kenyamanan sehingga kita tidak bertumbuh dan tidak mau bergerak
Ada 3 kata kunci
� Tempation. Pakai kata Peirasmos, yang berarti ; dari pihak Allah ujian, dari pihak Iblis pencobaan, dari peristiwa yang sama bisa menyebabkan 2 aspek tersebut
� Iman, ada 3 hal yang hal perlu dipahami, yaitu What u belive, Why u belive, Why is it important.
� The Victory, kemenangan, ada 3 hal klasik yang menjadi tantangan, yaitu; harta, sekualita, tahta. (secara umumnya tantangan orang muda: lebih ke Seksualita, dewasa: lebih ke harta, orang tua: lebih ke tahta). dalam mengerjakan hal-hal tertentu, seringkali ada akar-akar yang terselubung yang menyebabkan kita alami masalah-masalah tersebut (pencobaan/ujian).
Kata berbahagialah; �pure joy� (ay.2) blessed (ay.12), kita bisa membandingkan dua kata, kalau kita menang atas pencobaan maka kita akan mengalami kedua hal ini.

Perkataan Ravi : �kalau kita percaya Yesus namun tidak mengaplikasikannya dalam ibadah, maka kita akan kecewa�
Kita perlu menyatakan seluruh ekspresi iman kita dalam ibadah kita.
�We can not worship God, without Emotion, without Reverence, without Sacrifice, without Pure Motive�
Marthin Luther King, Jr. : �Kita mati pada saat kita diam, pada saat kita harus mengatakan kebenaran�

Dalam pelayanan pun ada ambisi, yang menyebabkan kita dapat meninggalkan area kenyamanan, namun saat tidak ada jalan sama sekali, Tuhan tutup semua, maka kita perlu sungguh-sungguh bersandar pada Tuhan.

Di balik air mata, ada permata
Waktu air mata menetes, kita hanya bisa mengelus dada
Tapi jangan pernah lupa, Tuhan beserta
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India