Kamis, 21 Januari 2010

MARI LIHATLAH
Yohanes 4:1-42



Source Blog persekutuan-gii
Pooling Garut


�Mari lihatlah� (ayat 29) adalah seruan seorang Wanita Samaria yang menyaksikan pengalaman perjumpaannya dengan Tuhan Yesus. Percakapan Yesus dengan wanita Samaria ini membuktikan bahwa Dia mengasihi semua manusia tanpa pandang bulu dengan tujuan untuk menyelamatkannya. Karena Ia datang untuk menyelamatkan orang yang terhilang (Luk. 19:10). Dalam kisah perjumpaan Yesus dengan wanita Samaria ini ada beberapa hal penting yang dapat kita pelajari:

I) Keselamatan bukan hasil usaha kita melainkan karena kasih karunia Tuhan (Yoh. 4:1-13).
Dalam kisah ini, Tuhan Yesuslah inisiator dari karya keselamatan. Dia proaktif mencari dan mendatangi orang berdosa. Dia melintas daerah Samaria dan mampir di kota Sikar untuk menjumpai seorang wanita Samaria. Dari pembicaraan soal air biasa, Yesus menuntunnya kepada air rohani. Sampai puncaknya, wanita itu disadarkan akan dosa dan kesalahannya dalam hal moralitas, lalu ia berotbat. Rasul Paulus menegaskan bahwa karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman; itu bukan asil usaha kita, tetapi pemberian Allah (Ef. 2:8-9).

II) Keselamatan yang Tuhan tawarkan menuntut respons iman secara pribadi (Yoh. 4:14-15).
Keselamatan diberikan kepada mereka yang mendengar berita Injil dan meresponinya dengan beriman kepada Kristus yang dibuktikan dengan penyesalan komitmen untuk bertobat dan hidup di dalam kebenaran dan kekudusan. Wanita Samaria itu begitu mendengar perkataan Yesus yang membuka segala rahasia hidupnya, lalu ia mengenal Yesus sebagai Nabi dan Mesias (ay.19, 29). Kisah ini menunjukkan bahwa untuk memperoleh air kehidupan (hidup kekal) maka kita harus menerima dan meminum air itu. Tindakan meminum bukan hanya sekali saja, melainkan tindakan yang bersifat kontinuitas dan konstan. Karena kata �minum� (Yun. pineto) adalah bentuk imperative masa kini yang berarti suatu tindakan yang berkesinambungan atau berulang kali. Ini menuntut persekutuan yang terus menerus dengan sumbernya yakni Yesus Kristus.

III) Keselamatan yang diterima harus disaksikan kepada orang lain (Yoh. 4:28-30; 38-42).
Setelah mendengar perkataan Yesus, mengalami sukacita besar, kemudian ia segera tinggalkan tempayannya dan segera pergi ke kota untuk menyaksikan Yesus kepada teman temannya (ay.28-30). Hasilnya: banyak orang Samaria menjadi percaya karena kesaksian wanita itu (ay. 38-42). Kita pun wajib memberitakan/ menyaksikan berita Injil kepada orang-orang lain mulai dari anggota keluarga sendiri, tetanggan dan teman-teman kita.

Ketidak mengertian perempuan Samaria terhadap Yesus adalah hal yang wajar, karena ia tidak mengerti siapa sebenarnya Yesus. Sebab fokus hidup perempuan samaria sama dengan kebanyakan orang pada umumnya yang tidak percaya Yesus. Orang yang belum mengenal Allah, hati dan pikirannya diselimuti tabir kegelapan dosa. Sehingga ia tidak tahu kebenaran dan tidak pemahaman tentang Allah. hidupnya penuh dengan kegelapan tetapi ia tidak merasa berdosa, karena itu adalah sebuah kewajaran dalam hidupnya. Melalui percakapan Yesus dengan perempuan Samaria, perempuan ini mengalami perubahan dalam hidupnya serta mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Allah.

Percakapan perempuan Samaria bersama Yesus membuka tabir pintu hatinya serta pikirannya yang gelap untuk mengenal Allah degan lebih jelas. Dia akhirnya memiliki paradikma yang baru dalam hidupnya dalam memandang kehidupan sehingga ada perubahan nyata dalam dirinya. Perubahan dalam hidupnya, menjadikan dia orang yang mewartakan keselamatan dalam Yesus kepada semua orang. Ia menjadi pribadi yang telah berubah dan telah diubahkan oleh Allah. Hidup yang berfokus serta memandang kepada Allah akan merubah seseorang dalam dirinya menjadi pribadi yang diperbaharui dalam Roh Kudus.

Sebenarnya perempuan Samaria mengalami dua kehausan yaitu secara jasmani dan rohani. Ia sadar kehausan jasmaninya sehingga ia mencari air meskipun dia harus menerima banyak cemoohan dari tetangganya karena kehidupannya yang tidak beres, tetapi ia tidak pernah sadar akan kehausan rohaninya.
Yesus datang menjawab dan memenuhi kehausan rohaninya sehingga perempuan itu menyadari bahwa kehausan jasmani bukan yang paling utama sehingga ia meninggalkan tempayannya dan pulang ke rumah untuk memberitahukan tentang Yesus.
Yesus bukan hanya menjawab tetapi Dia menyatakan diriNya secara gamblang bahwa Dia adalah Mesias hal ini merupakan hal yang besar karena jarang sekali Yesus menyatakan dirinya secara gamblang.

Source Blog persekutuan-gii
Pooling Jakarta


Latar belakang: wanita pada zaman itu memiliki kedudukan yg rendah, dan seorang rabi juga pantang berbicara kepada wanita di depan umum, termasuk kepada istri dan anak perempuannya. Orang Samaria adalah orang Yahudi yang telah kawin campur dengan bangsa non-Yahudi. Itu sebabnya, orang Yahudi tidak mau berbicara dengan Samaria. Mereka sudah musuh puluhan tahun. Kalau seorang Yahudi menikah dengan Samaria, maka keluarga Yahudi itu membuat upacara pemakaman, dianggap sudah mati. Jalan menuju Galilia-Yerusalem harus melintasi Samaria. Tetapi Yahudi akan memilih jalan lain, tidak melintasi Samaria. Saat itu, ada seorang wanita yang dianggap sebagai wanita tidak terhormat. Tetapi Yesus malah mau berbicara dengan wanita itu. Percakapan Yesus ini menghasilkan:
1. Memperkanalkan Allah yang benar dan manusia harus menyembah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
2. Membawa wanita itu kepada keselamatan, air hidup, dan tentang hidup yang kekal.
3. Membawa perubahan hidup yang besar bagi wanita itu. Meninggalkan tempayannya, dan memberitakan tentang Yesus kepada orang-orang yang mencibirnya.
4. Banyak orang percaya melalui kesaksian wanita itu.

Tuhan Yesus di sini memberi perhatian kepada individu dengan baik. Pelayanan di gereja harus meliputi bukan hanya kepada orang banyak, tetapi juga kepada pribadi. Dalam percakapan pribadi ini, Yesus melihat jauh ke dalam lubuk hati perempuan ini. Ketika berbicara air, Yesus menyentuh ada air yang tidak habis. Ini berbicara mengenai kebutuhan spiritual. Karena manusia sudah banyak kehilangan masalah ini. Berikutnya, dihadapan Yesus tidak ada satu hal yang tersembunyi bagi-Nya. Yesus tahu dengan jelas status wanita itu sebenarnya. Yesus ingin agar wanita itu tersadar dan mengakui dosanya. Yesus ingin supaya wanita itu menyadari bahwa ia butuh pengampunan dari Yesus. Lalu, ketika wanita itu mengenal Yesus ia mengalami perubahan hidup dan menyampaikan berita itu kepada orang lain.

Di sini ada satu fakta bahwa manusia selalu mencari kepuasan dan kebahagiaan. Ada 3 bidang yang dicari orang manusia: harta, kuasa (nama baik), kepuasan seksual. Perempuan Samaria itu mencari kepuasan semuanya itu. Tetapi sayang, wanita itu kehilangan hal yang penting dalam hidupnya, hal spiritual. Ia tidak sadar. Apa yang terjadi ketika bertemu Yesus?
1. Mata rohaninya dibukakan.
2. Iman dan pengharapannya dipulihkan oleh Yesus.
3. Ada perubahan konsep hidup yang merubah tingkah lakunya. Ia berani bertemu orang banyak dan mengabarkan kabar baik tentang Yesus.
4. Ia menjadi saksi Kristus dengan membawa orang lain kepada-Nya.

Nampaknya, ini buka sembarang perempuan. Ini buka kebetulan, tetapi sengaja bertemu dan berbicara dengan perempuan itu.
1. Perempuan itu membandingkan perkataan Yesus dengan nenek moyang mereka.
2. Perempuan itu membangdingkan Yesus dengan para nabi.
3. kebenaran. Paul Tilich mengatakan, �Kita tahu kebenaran, tetapi tidak bisa menghidupkan kebenaran.�

Philip Yancey dalam bukunya The Jesus I Never Knew pernah menceritakan ada seorang wanita yang datang kepada sahabatnya. Ia adalah wanita yang terjerat narkoba dan telah menjual anak perempuannya yang masih kecil kepada pria hidung belang hanya untuk membeli narkoba. Hidupnya hancur dan berantakan. Ia frustasi dan menangis dengan histeris. Ia sangat membutuhkan pertolongan. Teman Yancey mendengarkan dengan baik, lalu berkata kepada wanita itu: �Apakah kamu pernah meminta bantuan kepada gereja?� Jawaban yang diterima begitu mengejutkan. �Apa? Gereja?! Gereja telah membuat keadaan saya semakin lebih buruk?�. Ia tidak diterima kehadirannya di gereja, dan orang-orang gereja menjauhinya. Sering kali ketika kita melihat orang seperti ini kita membuat jarak, memisahkan diri, dan menganggap diri lebih baik darinya. Apa perbedaan kita dengan orang-orang dipenjara? Jawabannya: mereka ketahuan, kita tidak ketahuan! Di mata Yesus kita semua adalah orang-orang berdosa. Berhadapan dengan perempuan Samaria, Yesus mau berbicara dengan mereka, menyentuh kebutuhan hatinya, memberitakan kebenaran kepadanya, mengubah hidupnya, dan bahkan mau berbaur dengan warga Samaria dengan tinggal 2 hari ditengah-tengah mereka (ayat 40).

Dalam PI kita perlu meneladani Yesus:
1. Peduli kepada orang yang berdosa. Timbul belas kasihan kepada perempuan Samaria. Tuhan ingin melepaskan mereka dari dosa dan menerima keselamatan.
2. Kita meneladani Tuhan Yesus akan kerelaan-Nya. Ia memberikan waktunya, diri-Nya, meski Ia sendiri sangat lelah.
3. Ada kesabaran dalam diri Tuhan Yesus. Ia sabar membimbing perempuan Samaria sampai mengerti akan kebenaran.

Perempuan ini adalah perempuan Samaria, itu sebabnya ia tidak mati dirajam batu. Karena orang seperti ini di kalangan bangsa Yahudi sudah lama mati, bukan tunggu sampai suami ke lima atau suami orang. Peristiwa ini ada di luar garis bangsa pilihan. Namun hari ini, kita melihat sang pemberi kasih karunia itu mengunjungi-nya dengan kebenaran abadi yang tidak meyakiti tetapi memeperlihatkan / memaparkan sumber dimana persoalan / masalahnya. di sanalah ia perlu di sembuhkan dipulihkan.
Perempuan ini seorang yang:
Menikah 5 kali, dan sekarang hidup dengan bukan suaminya.
Ia seorang perempuan yang pintar secara budaya dan kultur (yahudi dan samaria)
Ia seorang perempuan yang mengerti tentang hal-hal rohani. Berbicara tentang penyembahan ia paham benar. Bahkan ia tahu bahwa suatu saat akan datang Mesias, Kristus. tetapi ia tidak mengenal Kristus.
1. Tuhan Yesus menemui setiap orang sesuai dengan kebutuhan pribadi seseorang.(apapun kebutuhanmu, sesungguhnya Tuhan Yesus perduli) bahkan kebutuhan yang menyebabkan orang mencari dan mencari dalam hidupnya sampai salah arah dan salah langkah, karena banyak orang tidak tahu kebutuhan yang utama dalam hidupnya. Itu sebabnya Ia berbicara tentang kebutuhan akan air. (minum air semua orang perlu, bahkan Yesuspun) tapi kebutuhan perempuan itu bukan air, ia ternyata membutuhkan air yang tidak pernah habis.
2. Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan perempuan ini. Ia tahu hanya kasih karunia yang dibutuhkan oleh perempuan ini, semua dia punya. Pengalaman hidupnya cukup piawai, tapi ia salah memenuhi dirinya. Maka ia terus kering dan kehabisan.
3. Tuhan Yesus mengubah pola hidup seseorang yang tidak pernah mungkin di ubahkan oleh budaya, pengetahuan agama bahkan segala sesuatu yang diberikan oleh dunia ini termasuk kenikmatan seksual.

Dilihat dari sudut Tuhan Yesus: kata �Mari lihatlah� di sini mengacu pada lihatlah Yesus. Di media masa ada pemimpin di Cirebon yang menganggap diri sebagai nabi. Juga, kasus-kasus lain seperti Century. Yang terlibat adalah notabene adalah masuk kategori anak-anak Tuhan. Yesus yang kita percaya itu apakah Dia Tuhan yang benar? Lalu, mengapa orang-orang Kristen banyak terlibat masalah yang menyedihkan? Yesus yang kita percaya adalah benar Tuhan yang hidup. Kuasa-Nya nyata dan benar-benar hidup dalam diri orang percaya. Kata �lihatlah� dalam Injil Yohanes ada 7 kali. Yesus adalah Anak Domba Allah. Ini gelar yang disebut oleh Yohanes. Dihdapan Pilatus pun Yesus tidak ditemukan kesalahan apa-apa. Biarlah Yesus yang berkuasa itu kuasanya kita alami dalam kehidupan kita.

Wanita ini hebat dan juga wanita yg menjadi idola. Dia berusaha mencari pemenuhan kebutuhannya ia sudah mendapatkannya. Tetapi kebutuhan lain yang hakiki akan jiwanya belum dia dapatkan. Lalu dia bertemu dengan Yesus. Ketika bertemu dengan Yesus dia menemukan jawaban akan kebutuhan hidupnya yang mendasar itu. Waktu wanita itu melepaskan semua yang menjadi masa lalu hidupnya dan menemukan kebenaran dari Yesus, dia mendapatkan pengampunan. Dia akhirnya menerima Yesus. Orang yang merasa dirinya baik paling susah ditawarkan Yesus, sebaliknya orang yang hancur, berdosa, sangat peka dan butuh Yesus. Strategi Yesus bukan mencari orang baik2 melainkan orang-orang berdosa. Kepenuhan dari dunia menciptakan kekosongan, tetapi kepenuhan dari Tuhan mengajak orang lain.

Mari Lihat adalah perkataan perempuan Samaria untuk mengajak orang lain kepada Kristus. Pertama, dia sudah percaya pada Yesus dan mau rekan-rekannya itu membuktikan sendiri siapa Yesus itu sesungguhnya. Kedua, Kristus bukan hanya tahu dan mengerti tetapi juga mampu menolong. Ketiga, Yesus mampu mengubah hidup yang sia-sia, tidak berarti menjadi hidup yang berarti dan penuh pengharapan.

Source Blog persekutuan-gii
Pooling Bandung


Dalam Yoh, Yesus dikenalkan sebagai anak domba Allah. Maka mulailah murid Yohanes Pembaptis mengikut Yesus. Sejak itu mereka mengenal Dia sebagai Mesias. Berkat ini tidak hanya untuk orang Yahudi, tetapi juga untuk orang Samaria yang terpencil. Tuhan beri berkat yang sama kepada orang Samaria melalui wanita yang hina. Orang Samaria adalah orang yang asing, terpencil, terhina oleh orang Yahudi. Ketika bait Allah dibangun kembali, orang Samaria tidak diizinkan ambil bagian. Maka mereka membangun bait Allah sendiri, di gunung Gerizim. Orang Samaria memegang hanya 5 kitab Taurat. Di dalam hidup mereka percaya bahwa Mesias akan datang dan mengungkapkan semua rahasia kepada mereka tentang hidup, ibadah, tata masyarakat, dsb. Mereka percaya ada Juruselamat yang namanya disebut sebagai pemulih bagi Samaria. Dia adalah bintang. Dia adalah taheb.
Wanita ini menimba air di siang bolong karena malu. Di ps.4 adalah istilah Yesus �harus� lewat Samaria. �Harus� artinya intensif, khusus, proaktif karena umumnya orang Yahudi memilih jalan lain. Dengan kata lain, Yesus khusus datang untuk menyelamatkan perempuan itu. Mula-mula Yesus dianggap sebagai musuh, kemudian tuan, nabi dan Mesias. Ketika ia bertobat, ia tinggalkan tempayannya. Artinya ia tidak lagi perlu air sumur sebab ia sudah dapat air hidup yang tidak akan membuatnya haus lagi. Ketika berjumpa Yesus, segala sesuatu menjadi suram dan tak berharga di bawah sinar kemuliaan Tuhan. Ia kenal Yesus sebagai Juruselamat, pemulih, penolong. Ay.28-30: orang Samaria tercengang melihat wanita berdosa ini bertobat. Mereka ingin tahu siapa yang membuat ia berubah. Maka ay.40-42, mereka undang Yesus untuk tinggal di situ dan mereka mengenal Yesus sendiri, bukan hanya mendengar.
Tentang wanita ini:
Seorang bejad moral, kesepian, bimbang, kecewa, rendah diri, malu, durhaka karena melampiaskan nafsu, cari kepuasan nafsu, mengambil hak orang lain karena merebut suami orang. Ia tidak punya suami yg betul mengasihi dia. Ia pernah bersuami 5 kali, berarti pernah lima kali gagal dan tidak puas. Tuhan Yesus meneropong ke dalam dia, sehingga yang tersembunyi terbongkar, sehingga ia mulai mengalihkan percakapan.
Konklusi kita: ia tidak dihina oleh Tuhan. Ia mengalami pembaruan: moralitas; kepuasan hati; keputusan yang indah; iman yang nyata; perubahan hidup yang berbeda; gairah dan dinamika utk menginjili; hidup yg cemerlang dan indah.
-
Lihat, artinya
1. Mari meneliti
2. Mari kita menentapkan suatu yang nyata
3. Alami sesuatu yang indah

Lihat = insight, sehingga tidak menyesal

Beri aku minum, kamu laki, aku perempuan samaria, tidak bergaul, tidak pakai benda sama-sama. Mengapa karena berkaitan dengan perbedaan, dan ada kecemaran yangterjadi. Namun Tuhan Yesus tidak memperbedakan.
Mari lihatlah, artinya?
Lihat Yesus, atau lihat saya melihat Yesus,

Karena Kristus sendiri, dan orang Kristen yang;
1. Penuh displin
2. antusias
3. bersatu
4. penuh harapan
5. Hidup penuh kekudusan
Tuhan Yesus, karena ajaran dan pribadi-Nya, ajarannya membawa kuasa mengajak, mengapa karena Keilahian-Nya.

Yesus paling tahu dengan tepat jalan menuju keselamatan.
Apa yang dianggap kelemahan manusia (minta minum) dipakai Yesus sebagai jalan pembuka untuk masuk dalam PI.
Yesus tahu keadaan diri seseorang yg tersembunyi sekalipun dan itu diungkap oleh Dia.
Yesus hadir dalam diri seseorang untuk membawa keselamatan, karena itu inti keselamatan adalah kehadiran Yesus sendiri.
Yesus harus diberitakan kembali oleh setiap orang yang telah percaya kepadaNya.

Tiga poin: (1) Yesus tidak pernah mengabaikan satu pribadi pun utk Ia jangkau dengan berita Injil. Kalau kita tidak meneladani Dia untuk menginjili siapakah kita. (2) Ketika Yesus mengungkapkan kebobrokan wanita itu, ia pun terbuka untuk dikonfrontasi shg ia bisa dibawa untuk mengalami keselamatan. (3) Ia bukan hanya terbuka pada apa yang Yesus katakan, tetapi meresponi.

Kisah perempuan Samaria ini berbicara tentang Yesus Juruselamaku (29), juga Juruselamat dunia (42). Neil T.Anderson: �Hubungan kita dengan Tuhan melalui Yesus Kristus merupakan batu penjuru dari identitas kita.� Perempuan Samaria punya dua masalah besar: tidak hidup benar dan tidak kenal Tuhan. setelah berjumpa dengan Yesus, ia mengenal Allah yang membawanya hidup benar.

Pola hidup perempuan Samaria: tidak kenal Tuhan yang benar? tidak kenal diri (hidup di dalam dosa tanpa rasa salah) ? tidak kenal tujuan hidup yang benar (hanya mencari kepuasan).
Pola yang Tuhan Yesus ajarkan: kenal Tuhan yang benar (Yesus Juruselamat) ? kenal diri (sadar orang berdosa dan bertobat) ? kenal tujuan hidup yang benar Tuhan dan melayaniNya).

Sejak ia bertemu Yesus, Ia rela tinggalkan tempayan untuk menceritakan tentang Yesus. Tujuan ambil air penting, ttp setelah bertemu Yesus, Yesus lebih penting baginya.

Mari lihatlah: (1) ayat 27 : ungkapan "heran" dari murid-murid menunjukkan keheranan lebih dari pada sekedar kemungkinan mengenal siapa wanita ini yang hidupnya
sangat rusak. Keheranan lebih terkait:
a. orang Yahudi yang anggao orang Samaria sebagai orang kafir atau bukan
bagian dari umat Allah. kebencian orang Yahudi sangat nyata kepada
orang-orang Samaria.
b. peraturan Rabi Yahudi bahwa ada larangan seorang pria berbicara
dengan perempuan bila masing sudah berkeluarga ditempat seperti
penginapan.
Namun keheranan murid2x mengambarkan kekontrasan sikap dan perlakuan
Kristus kepada semua orang termasuk seperti perempuan samaria. Nilai
kasih Allah dipresentasikan oleh Kristus
(2) ayat 29 "Mari, Lihat"
Sebuah share wanita samaria ini ditengah pengetahuan orang banyak
tentang hidupnya. Share yang merupakan gambaran yang mengesampingkan
ketakuta ditolak, dicerca dan dipertanyakan.
Berarti wanita samaria ini telah mendapatkan yang lebih berarti untuk
dirinya daripada segala yang didapatkan selama ini dalam kepuasan diri.
Itulah sebabnya dia berkata Mungkinkan Kristus, sebagai penegasan
betapa sebenaranya dia tidak layak namun kasih Allah datang kepadanya.
(3) ayat 42 ungkapan orang banyak bahwa mereka percaya bukan sekedar yang
dikatakan wanita samaria.
Ini memperlihatkan betapa terlihat perjumpaaan orang lain dengan
Kristus karena fakta terbuktinya bahwa perjumpaan dengan Kristus
merupakan yang terindah. orang banyak mendapatkan konfirmasi dari
kehidupan perubahan dari wanita samaria ini.

Ketika perempuan Samaria ini bertemu Tuhan, pengenalannya berkembang. Pertama, seorang Yahudi, seorang musuh. Lalu setelah interaksi, ia mengenal Yesus sebagai nabi. Lalu ia mengenal Yesus sebagai Mesias.

Mari lihatlah, adalah seruan yang antusias, yang menggerakan dia. Ia meninggalkan untuk mendapatkan, bukan hanya hidup kekal, tetapi jiwa-jiwa yang belum percaya. Ia membawa berita tentang suatu Pribadi yang mengubah hidupnya.
Mungkinkah Dia Kristus? Konsekuensi bagi wanita ini adalah perubahan dalam hidupnya.

Orang Yahudi menganggap rendah dia karena: (1) wanita (2) orang Samaria (3) kegagalan hidup (4) orang tersisih dalam masyarakat, kesepian. (5) seorang yang terikat belenggu dosa. Untuk orang seperti ini, Yesus harus melintasi. Keharusan yang bertujuan untuk mencari dia. Juruselamat adalah yang: lintas gender, budaya, sosial, usia.

Dalam dunia yang dehidrasi
Mari lihat, mari datang pada Yesus. Ketika kita datang pada Yesus, kita diteropong shg dapat lihat diri sebenarnya. Hati, jiwa merana shg tidak bisa pancarkan kemuliaan Allah.
Mari datang, mari minum. Yesus adalah solusinya. Yesus sumber air hidup yang tidak akan berhenti.
Mari bagi. Orang yang bertemu dengan air hidup akan naturally berbagi.
Banyak orang Kristen tetap kering kerontang shg tidak dapat berbagi.

Mari lihat!
Yesus yang kenal dan peduli kepadamu.
Yesus sanggup ubah hidup orang berdosa dan hidupmu.
Yesus yang memampukan orang bersaksi.

Kedatangan Yesus memberikan world view / cara pandang *) yang baru :
1. Exclusivisme menjadi Inclusivisme,
Perjanjian dengan Allah bukan tertutup hanya bagi bangsa Yahudi, dan ditengah isu gender (pria lebih utama dari wanita), telah berubah menjadi terbuka juga bagi semua orang bahkan yang dipandang paling hina pada zaman itu termasuk Samaria. Demikian pada konteks zaman ini anugerah Allah diberikan kepada seluruh bangsa di dunia ini (bdk Yoh 3:16, Roma 10:12). Para penulis Injil dan Yesus selalu memberikan kontras bahwa justru orang-orang Samaria (bdk Samaria yg baik hati), pemungut cukai yang berdosa, juga orang-orang Majus justru yang memiliki respon terhadap anugerah Allah.
2. Makna Textual menjadi makna kontextual,
Pengertian air hidup bukan sekedar makna harafiah yang dapat melepas dahaga secara jasmani, melainkan air hidup yang memiliki makna rohani dimana hanya oleh anugerah Allah hasrat manusia untuk memperoleh arti hidup dapat terpuaskan (bdk Kerajaan Allah menurut orang Yahudi adalah pemulihan kembali pada kejayaan Daud, tetapi menurut Yesus kerajaanNya tidak sama dengan dunia ini; Allah mengumpulkan umat pilihanNya, menurut orang Yahudi mereka akan dikumpulkan balik ke Yerusalem, ternyata yang dimaksud umat pilihan adalah seluruh orang yang percaya).
3. Nilai yang Paling Berharga.
Yesus adalah air hidup yang sejati, yang mampu memuaskan dahaga jiwa.Hal yang dipandang rendah oleh dunia, justru di dalamnya tersimpan rahasia Kemuliaan Allah dimana kedatangan dan pelayanan Yesus ditolak justru oleh orang-orang Yahudi, tetapi ternyata disitulah anugerah Allah dinyatakan.
4. Respon manusia : bukan sekedar rasionalisne,tetapi mencakup empirisme.
Anugerah Allah bukan sekedar dipahami, melainkan juga harus diterima secara pribadi sehingga mampu menyampaikan kepada orang lain. Perempuan Samaria mengalami semuanya itu dan menceritakan kepada orang-orang Samaria yang lain sehingga mereka menjadi percaya (Yohanes 4:39)

Kamis, 14 Januari 2010

KASIH DALAM PERBUATAN

KASIH DALAM PERBUATAN
1Yoh 3:11-18


Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut


Kasih tanpa perbuatan adalah ibarat makan tanpa garam, yang tidak enak, hambar dan tawar. Demikian juga dengan kasih dalam hidup orang Kristen. Kasih itu menjadi indah dan menarik jika dinyatakan lewat perbuatan. Yakobus berkata, jika iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati (Yak. 3:17), demikian juga dengan kasih. Jika kasih tanpa diaplikasikan dalam perbuatan yang konkrit, maka itu kasih yang mati. Karena itu marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan melainkan dengan perbuatan dalam kebenaran. Mengapa kasih harus dinyatakan dalam perbuatan?
1. Karena kasih adalah perintah Tuhan (1Yoh. 3:1,18; bdk. Mat. 22:37-39; Yoh. 13:34-35). Tuhan Yesus memberikan ringkasan dari kitab para nabi dan kitab Taurat dengan hukum kasih yakni: mengasihi Tuhan dengan segenab hati, jiwa, akal budi dan kekuatan; mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. Jika seorang tidak mengasihi, maka ia melanggar perintah Tuhan dan pasti ada konsekuensinya. Orang yang mengasihi Tuhan, ia akan taat kepada perintah-Nya.
2. Kasih adalah buah dan bukti dari pertobatan kita (1Yoh. 3:14-15; bdk. Mat. 7:15-23; Gal. 5:22-23). Kasih adalah bukti nyata dari orang yang sudah lahir baru dan bertobat. Orang yang sudah pindah dari maut ke dalam hidup adalah jika ia mengasihi orang lain dengan cara mengampuni segala kesalahan orang lain. Dalam kasih tidak ada kebencian dan dendam, tetapi yang ada adalah belaskasihan, kebaikan, dan kelemahlembutan. Karena itu, siapa yang tidak mengasihi berarti ia tetap dalam maut.
3. Mengikuti teladan Yesus Kristus (1Yoh. 3:16-17). Salah satu teladan Yesus bagi kita adalah teladan dalam mengasihi. Yesus mengasihi kita manusia berdosa (Yoh. 3:16; Rm. 5:8-10), bahkan di atas kayu salib Ia mendoakan mereka yang sudah menyiksa dan menyalibkan-Nya. Yesus menyerahkan nyawa-Nya mati bagi kita manusia berdosa, apa balasan kita bagi-Nya? Kita pun wajib mengasihi orang lain khususnya mereka yang menyakiti dan merugikan kita.

Pengajaran kasih bukan hanya sekedar teori yang baik dan hebat untuk di pahami. Kasih harus menjadi bagian real dalam kehidupan nyata, sebab kasih hanya dibicarakan sebatas konsep saja tidak akan memiliki dampak apa-apa. Tetapi ketika kasih bisa diwujudkan menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari akan memiliki kekuatan yang dasyat serta menutupi banyak kejahatan. Kejahatan muncul karena kasih diantara sesama manusia manusia telah pudar bahkan telah menjadi dingin. Akibatnya, ketika seseorang memandang sesamanya manusia, dia memandangnya sebagai lawan yang harus dikalahkan. Dampaknya secara nyata hubungan sesama manusia sering terjadi permusuhan, perselisihan, pertikaian dsb.
Yesus telah merubah konsep cara berpikir manusia yang telah rusak dan tercemar dosa tentang kasih. Yesus memberikan contoh dan teladan nyata tentang kasih ilahi, bukan hanya sekedar teori. Ia telah menyerahkan nyawanya demi memujudkan kasih itu, sebab dengan kasih itu manusia bisa memiliki kehidupan secara utuh baik secara jasmani dan rohani. Biarlah kasih Yesus terus menjadi acuan dan prinsip yang terus kita pegang dalam berelasi dengan sesama kita.

Bicara mengenai kasih bukanlah hal yang baru dalam kehidupan orang Kristen, tetapi mengasihi seperti cara Allah mengasihi kita merupakan hal yang tidak mudah. Mengasihi ternyata timbul dari hati (Kain membunah adiknya dimulai dari hatinya yang jahat); maka penting bagi orang Kristen tetap konsisten memahami kasih Allah yang besar dan meneruskan kasih itu kepada sesamanya. Kasih itu perlu tindakan konkrit bukan hanya perkataan karena kasih Allah kepada manusia juga dinyatakan secara konkrit. Kasih juga perlu kerelaan untuk berkorban.

Dalam Doktrin Yang Sulit Mengani Kasih Allah Carson menulis kasih Allah harus di fahami dalam 5 point. Untuk memahami kasih Allah kita perlu mengerti kasih Allah.
1. Kasih Allah Bapa kepada Anak (Tuhan Yesus )
2. Kasih Allah di nyatakan dalam provedensia kepada semua ciptaan (Kej 1 semua baik dan Tuhan Yesus membicarakan dalam Mat Tuhan yang mendadani rumput atau Maz 104 memberi makan kepada semua yang hidup
3. Kasih Allah kepada Seluruh dunia Yoh 3:16 (cosmos )
4. Kasih Allah yang khusus secara selectif dan efektif kepada umat-Nya pilihannya (Ul 7:7-8; ban 1O:14-15.. kemudian Malekahi 1:2-3, dan dalam PB Efesus 5:25 Kepada Orang Percaya
5. Kasih Allah ditujukan kepada umat-Nya kadang-kadang dinyatakan dengan catatan sementara bersyarat yaitu ketaatan. Yudas :1 21 (Jud 1:21 Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.
Memang doktrin mengenai mengasihi tidak muda: kita mungkin termasuk orang yang berkali-kali gagal. Kasih dalam point ke lima ini kita di minta bersikap.
Yohanes menulis beberapa alasan kenapa harus saling mengasihi dan bagaimana mengasihi dalam perbuatan:
Pertama ? Dari mula nya -? a????� arche� ar-khay'
(properly abstract) a commencement, or (concrete) chief (in various applications of order, time, place or rank): - beginning, corner, (at the, the) first (estate), magistrate, power, principality, principle, rule. ( Tuhan menciptakan manusia dengan kasih, karena Dia dalah kasih)
Itu sebabnya di compare dengan Kain yang hidup jahat 1Jn 3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar... pembunuh.. kalau tidak mengasihi akan menjadi pembunuh, 1Jn 3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
?Melalui ayat 13-14 kita melihat point kedua ini
Kedua: karena kasih itu sudah di beri kepada kita, melalui kelahiran kembali, ay 14 �Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup� kasih itu di curahkan oleh Roh Kudus ( Roma 5:5)
1Jn 3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
.Ketiga, 1Joh 3:16
� Kristus Tuhan menyerahkan nyawa-Nya untuk orangberdosa, karena kasih, Pencipta dengan ciptaan..Yang agung-Yang muia-yang kudus-yang adil..mati untuk manusia yang ( celaka dan mulia Pascal)
Compare lagi kalau Kristus menyerahkan-nyawa-Nya. Maka tidak terlalu mahal, besar pengorbanan kalau kita menyerahkan nyawa- kita untuk saudara kita.
Aplikasi: Tidak ada pengorban yang terlalu besar dalam kita berkorban untuk orang lain ..
Keempat , Kasih harus dinyatakan dalam tindakan I Yoh 3:17-18
Harta di bandingkan dengan nyawa. Ay 16. Jadi harta
? Kasih dalam perbuatan harus di latih, di perjuangkan, berdoa ..walaupun saudara seorang majelis..pengurus..tua-tua bahkan hamba Tuhan sama.. (cerita di seminari..dan banyak cerita)
? -Mengasihi pasti ada 5 hal..
? (i). Meluangkan waktu� mendengar dan berbicara
? (ii) .Mengingat.. selalu meningat dia.. member perhatian apa yang dia tdk suka dan dia suka
? (iii) . Memberi . Memberikan sesuatu kepada orang yang kita kasihi.
? (iv). Didalam hati kita dan bertanya
? (v). Mengasihi pasti ada Pengorbanan

Gereja sedag menghadapi serangn ajaran sesat. Gnostisme. Menyangkal Yesus yang telah mati bagi dosa manusia. Mereka memiliki pengajaran yang dualism. Yohanes menunjukkan KAIN sebagai seorang yang dikuasai kejahatan. Ia merupakan symbol dari pada orang yang mengutamakan dirinya daripada anugerah Tuhan.
Bagaimana kita harus hidup saling mengasihi:
1. Sebagai senjata rohani untuk menghadapi dunia yang benci kepada orang percaya (13)
2. Telah memiliki hidup yang kekal berpindah dari maut kepada hidup yang kekal/baru/keselamatan yang datang dari Allah. Ia memberdayakan kita untuk hidup di dalam kemenangan melawan dosa.
3. Meneladani Kristus, menjadi serupa dengan Kristus, mengambil bagian dalam sikap hidup untuk mengisi bagian dimana kita dapat menjadi bagian dalam kehidupan materi.
4. Kita hidup sesuai firman kebenaran, dalam kehidupan yang konkrit. Tapi bukan amal utk tujuan keuntungan diri demi terkenal, dihargai. Harus murni dengan hidup mentaati Firman Tuhan.

Kondisi jemaat yang sedang diland nabi palsu (psl 4) ia menunjukkan siapa nabi palsu (2:19) berasa dari antara jemaat itu sendiri. Mereka mengklaim bahwa mereka mendapatkan urapan khusus dari Roh Kudus dengan ajaran Gnosis. Yohanes mengajarkan bahwa ke Kristenan itu adalah kasih dalam perbuatan dan kebenaran. love in action. Bukan dengan perkataan, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan yang dilandasi dengan kebenaran. Kita melakukan tindakan kasih oleh karena kita tahu bahwa yang kita lakukan itu benar. Mengapa, apa, bagaimana kita melakukan kasih. Maka dasar dari kasih itu adalah kebenaran. Oleh karena Tuhan telah mengasihi kita lebih dahulu.

Dalam konteks kasih dan kebenaran. Apakah kita mengkompromikan kebenaran. Dalam Matius 22:37 ? kasih kepada Tuhan ditempatkan sebagai hokum yang terutama, berarti ketika menyatakan kasih terhadap semua orang sama sekali kita tidak boleh mengabaikan standart, kemurnian, kekudusan, Allah dan ini tidak mudah. Seringkali ketika kita menegakkan kebenaran kita terbentur dengan istilah �kejam� tetapi kita tetap harus menunjukkan kasih dengan kebenaran firman Tuhan.

Seorang anak miskin yang meminta-minta tetapi ditolak oleh semua orang. Namun seorang nenek yang lusuh juga miskin, iamemanggil anak itu untuk berjalan ke sebuah gang dimana rumahnya begitu sederhana, ia membuka simpul kain yang dibawanya, ternyata ada sedikit beras untuk diberikan agar anak itu bawa pulang. Ternyata nenek itu bekerja sebagai pemungut beras butir demi butir yang jatuh dari truk pengangkut. Nenek memang belum pernah mendengar khotbah tentang kasih tetapi ia melakukannya dengan hati yang penuh kasih.

1. Kasih itu titik beratnya bukan pada perbuatan, materi, dan tidak kelihatan. Tetapi masalah rohani, relationship dengan Tuhan. Kalau orang tidak mengerti aspek rohani tidak mungkin ia dapat mengasihi. Semakin dekat orang dengan Tuhan, semakin dalam hubungannya dengan Tuhan, semakin mudah bagi dia untuk mengasihi dan menyatakan dalam perbuatan. Karena kasih itu bukan pura2.
2. Bukan barang tetapi orang. Banyak orang benci dosa tetapi sekalian benci orangnya. Seharusnya bukan benci orangnya tetapi dosanya.
Kasih itu mencari obyek yang dikasihinya. Bukan orang siapa2, tetapi orang berdosa, yang tidak layak. Kristus lahir ada gembala, disalib Ia berbicara dengan Penyamun. Jadi mungkin seseorang tidak melakukan perbuatan yang begitu jahat, tetapi dengan membenci saudaranya ia adalah seorang pembunuh.
3. Kasih itu etika motivasi, bukan menurut perbuatan dan barang atau ukuran tetapi tujuan atau motivasi di baliknya.

1. Manusia telah begitu pesimis karena pengalaman hidup yang melihat kasih itu hanya teori saja, maka kasih itu hanya ada pada kebenaran firman Tuhan.
2. Contoh mengasihi itu adalah Yesus:
- Kasih yang sejati itu perbuatan saja sudah langkah maju, tetapi Yesus sebuah perwujudan hidup.
- Kasih itu adalah sesuatu yang harus keluar dari hati yang tulus dan spontan.
- Kasih yang sejati itu adalah sebuah pengorbanan kita bagi orang lain, bukan pengorbanan demi kepentingan diri sendiri. Kebangkitan Yesus mengubah seluruh pendapat yang terjadi.

Yohanes menunjukkan bahwa pengorbanan Kristus merupakan dasar untuk mengasihi. Manusia tidak punya benih kasih karena ia berdosa
1. Belajar tentang kasih itu hanya ada pada Yesus, sebab dunia tidak punya konsep kasih, jadi tanpa belajar dengan Tuhan tidak mungkin seseorang bisa mengasihi. Apalagi tanpa mengalami kasih Yesus dalam hidup pribadi, maka tidak mungkin seseorang dapat mengekspresikan kasih dalam hidupnya.
2. Tanpa kasih dalam hidup seseorang maka orang itu adalah orang yang paling kejam di dunia. (lihatlah Kain yang membunuh saudaranya sendiri) tanpa kasih jangankan mengasihi orang lain, bahkan saudara sendiri bisa di bunuh.
3. Kasih itu harus diekspresikan seutuhnya dan sepenuhnya, tanpa menyimpan sesuatu secara tersembunyi. Juga dengan menjaga image agar wibawa tidak tergoyah. Kasih itu justru menunjukkan wibawa terbesar dalam diri seseorang ketika kaasih itu dialami ooeh orang yang dikasihi.

Dunia ini semakin krisis kasih. Kasih itu benar2 merupakan unsur yang sangat penting dalam hidup orang percaya. Kalau kita tidak mampu mengasihi maka kita harus bertanya apakah kita telah lahir baru.
Ayat 14 ? orang yang tidak mengasihi berarti ia tetap di dalam maut. Kalau kita membenci sama dengan menjadi seorang pembunuh. Hukum yang terutama itu ada 2 hukum: Mengasihi Tuhan Allahmu dan sesame. Dua hukum ini ada didalam hokum yang terutama. I Korintus 13.Tanpa kasih apapun yang kita miliki dan lakukan semua tidak berarti. Dan kasih itu yang terbesar dari segalanya. Kita harus mulai mempraktekkan kasih itu lebih dahulu dalam hidup kita setiap hari dengan demikian apa yang kita katakan dan kerjakan memiliki nilai yang hidup.

Kasih itu sudah biasa didengar oleh orang2 Kristen tetapi belum dilakukan. Maka Fransis X. menggunakan kata kasih sebagai keakraban. Jadi kalau orang tidak akrab dengan Tuhan mana mungkin mengasihi.
1. Belajar dari Tuhan Yesus
2. Praktekkan kepada sesama manusia

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung

�Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran� 1 Yohanes 3:18.
Berita utama pada nats Alkitab tersebut adalah kasih sebagai identitas orang percaya. Kasih itu bukan sekedar wacana tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan. Tolok ukur ada atau tidaknya kasih dalam diri seseorang bukan dari berapa banyak ia belajar tentang wacana kasih, tetapi dengan melihat bagaimana perbuatannya. Kontras yang diberikan adalah kehidupan kain, dimana dia mengerti kasih tetapi tidak ada kasih dalam kehidupannya.
John Piper dalam buku Desiring God (mendambakan Allah) menyebutkan tentang Christian hedonistic dan Human hedonistic, dimana Christian hedonistic yakni sebagai orang Kristen yang mengejar kenikmatan, namun yang dimaksudkan ialah kenikmatan mengalami hadirat Allah dan menjadi berkat bagi orang di sekitar. Untuk itu menjelaskan kontras kehidupan antara Kain dan Habel. Mengapa Allah menerima persembahan Habel dan menolak persembahan Kain? Permasalahan yang muncul bukan jenis benda yang dipersembahkan, tetapi adalah hati yang memberikan persembahan. Kain memiliki makna the servant of the land, sedang Habel memiliki makna the servant of the Lord. Kain berjerih lelah bekerja, tetapi untuk sebuah kepuasan yang ada di dalam dirinya, sedang Habel berjerih lelah dalam hidupnya untuk memuaskan hati Allah. Habel adalah wujud Christian hedonistic, yakni kehidupan dari orang yang berada dalam kebenaran, dimana di dalamnya ada kasih yang nyata. Sedang Kain adalah wujud human hedonistic, yakni orang yang hanya memiliki wacana kasih sehingga tidak ada kebenaran dalam hidupnya.
Khotbah akan dibangun dengan pendahuluan situasi kontemporer, dimana dibalik kemajuan peradaban manusia yang dipresentasikan melalui kecanggihan teknologi tidak membawa manusia lebih baik, justru kita sedang hidup dalam rimba �egoisme� walau begitu mudah mendapatkan sejuta teori tentang kasih *). Begitu mudah belajar tentang kasih, tetapi begitu sukar mengasihi.
Exegese khotbah mengupas korelasi antara kata �kasih�, �perbuatan� dan �kebenaran�. Ada tiga jenis kasih :
1. Kasih yang palsu, tanpa wujud perbuatan walau seolah mampu berbicara kebenaran.
2. Kasih yang keliru, berwujud perbuatan tetapi tanpa kebenaran.
3. Kasih yang sejati nyata melalui perbuatan di dalam kebenaran
Aplikasi khotbah : mengajak jemaat memiliki christian hedonistic, meninggalkan human hedonistic dalam kehidupannya.
*) bandingkan data-data sbb : menurut ICT Conference di Roma pada 2008, untuk memperkenalkan sebuah produk kepada 50.000.000 orang, sbb :
? 38 th dengan radio
? 14 th dengan TV
? 4 th dengan internet
? 3 th dengan Ipod
? 2 th dengan Face Book

Ada 2 hal bertentangan, yaitu teori dan perbuatan. Mana yang lebih penting? Ay.18 mengatakan bahwa praktik lebih penting. Tapi kasih adalah suatu tindakan real. Tapi yang menarik, dikatakan bahwa di dalam kebenaran. Kasih tanpa perbuatan adalah tong kosong. Perbuatan tanpa kasih juga seperti orang buta. Di dalam kebenaran ini menjadi suatu penekanan yang penting.

Ada seorang mengatakan; �Orang tidak telalu peduli seberapa besar pegnetahuan anda, tetapi orang lebih peduli terhadap perbuatan anda.� Ada suatu sharing seorang anak pendeta, hal yang paling membuat dia tidak percaya Tuhan adalah karena dia melihat papanya. Papanya lebih peduli kepada orang lain daripada anaknya sendiri. Kepedulian terhadap sesama sangat penting, hal kecil akan berdampak besar pada orang lain.
Saya tertarik pada ay.11 � berkaitan dengan ay.10 bahwa kita ini adalah anak-anak Allah, maka kita otomatis harus memiliki karakter Allah. Allah adalah kasih, dalam diri kita yang paling esensi adalah kasih. Iman pengharapan kasih, yang paling besar adalah kasih. Di dalam kehidupan kita jika tidak mampu memunculkan karakter Allah yang kasih, maka kita bisa menyebut diri kita adalah anak-anak Allah. Band. Mat. 5 - Allah memberi matahari kepada orang jahat dan orang baik. Keberadaan Allah yang seperti itu juga yang harusnya terjadi dalam diri kita.
Ada 2 hal mengapa kita harus mengasihi:
1. Dalam kasih ada kehidupan. Yohanes ingin mengkontraskan 2 istilah �mati� dan �hidup�. Kain itu hidup, tapi dia mati. Karena dia tidak memiliki kehidupan di dalam iman, sedangkan yang diharapkan dalam hidup itu sendiri adalah hidup. Kasihlah yang akan memberikan kehidupan bagi orang yang mengalami kematian (rohani), karena kematian rohani orang tidak mampu mempraktikkan.
2. Ada kebenaran. Kebenaran ini ditekankan pada ay.17 � kalau kita punya harta yang dari Tuhan, dan kita melihat rekan yang tidak memiliki kemampuan untuk hidup dan kita tidak memberi, maka kita tidak ada dalam kebenaran.

Ada 2 hal yang tidak bisa disembunyikan: Cinta dan batuk; saya menunjuk pada identitas Kristen, itu akan terpancar secara otomatis. Jika memang kasih ilahi dalam diri ktia, maka kita bisa memberi tanpa pilih kasih. Kasih yang tidak mengharapkan imbalan.

Ay. 14, mengasihi itu berarti kita hidup, kalau tidak mengasihi maka mati. Hidup bukan saja sehat fisik, tetapi juga emosi dan mentalnya. Seorang Pendidik abad ke 19 Horace Mann, �Kita melakukan hal terbaik bagi diri sendiri dengan melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu untuk orang lain� Ketika anda menolong orang lain, apapun bentuknya (mulia, penuh pengorbanan atau kecil, sederhana) anda menolong diri Anda sendiri. Hal ini nyata, melalui suatu penelitian oleh Univ. Michigan, beberapa ribu orang diamati selama lebih dari 1 dekade untuk melihat hubungan sosial mereka, berpengaruh pada kesehatan mereka. Ternyata, mereka yang teratur melakukan pelayanan untuk orang lain, tingkat harapan hidup meningkat dramatis, sebaliknya..., mereka yang tidak melayani orang lain, 2 � X menderita sakit penyakit lebih banyak daripada mereka yang melayani setidaknya 1 minggu 1 X. Kita bisa melayani secara anonim atau terlihat orang, dalam proyek kecil atau besar, di rumah atau tempat lain. Orang yang mengasihi perlu relasi, seringkali dalam satu rumah tidak terjadi relasi, dan tinggal dalam dunia dan kesibukan masing-masing. Kalau kita adalah orang yang hidup dan menyatakan kasih maka akan mempunyai relasi, dan mempraktikan kasih.

Dalam pembicaraan beberapa orang dengan saya, mereka katakan bahwa Kasih adalah suatu ungkapan saja. Saya melihat dalam Rm 12:9 � kasih itu tidak hanya ungkapan di mulut tapi juga dalam perbuatan kita. Itulah yang dikehendaki orang disekitar kita.

Ay.18 � banyak orang yang mampu mengasihi dengan perbuatan. Tapi persoalannya sekarang benar atau tidak? Murni atau tidak? Kalau tidak murni kita bukan anak-anak Tuhan. Kemurnian mengasihi dengan perbuatan bukan terletak pada perkataannya, tapi pada kemurniannya. Ada seorang punya musuh, saya siap memaafkan musuh saya. Tpai apakah relasi dia dengan musuhnya akan baik kembali seperti semula? Dia bilang tidak gampang.

Dalam Injil menekan bahwa mengasihi Tuhan tidak dapat dipisahkan dengan mengasihi sesama kita. Dalam surat Yohanes yang begitu menekankan tentang kasih Allah ini, terdapat kata perintah untuk mengasihi sebanyak 18x; John stott (The Living Church): panggilan gereja bukanlah untuk menguasai dunia, karena gereja lebih dipanggil untuk membangun suatu budaya tandingan yang sifatnya Kristiani. Bersamaan dengan itu, kita harus mendengarkan suara dunia agar dapat menanggapinya dengan peka, kendati tanpa kompromi, karena gereja dipanggil untuk menanggapi pesan kitab suci yang bersifat tetap dalam budaya yang berubah.

Mengapa kasih itu harus dinyatakan dalam perbuatan?
1. Kasih tanpa perbuatan itu mati (Yak 2:17)
2. Kasih adalah pengejawantahan dari iman (Yak 2:20) karena iman tanpa perbuatan itu adalah iman yang kosong
3. Supaya dapat mengandalkan Tuhan, karena kasih kita sangat terbatas, sedangkan perintah Tuhan Yesus (Mat. 22:39) adalah kasihilah sesamamu manusia dengan kasih agape
4. Supaya dapat memuliakan Tuhan (Mat.5:16)

Satu hal penting yang perlu diperhatikan; Mengasihi dalam pebuatan dan dalam kebenaran, modelnya ada dalam ay.16; mungkin Yohanes membangun suatu asumsi bahwa kita tidak tahu apa itu kasih. Seperti Tuhan Yesus menegur orang yang mengajar tapi tidak melakukan apa yang diajarkan. Sehingga ia memperlihatkan kembali apa yang dilakukan Tuhan Yesus, maka kita pun �wajib� melakukan hal yang sama.

Spurgeon berkata, ?tu [perintah lama] adalah kasih dari kebajikan [kebaikan], namun ini [perintah baru] adalah kasih dari keintiman [hubungan] dan persekutuan yang erat?(C. H. Spurgeon, Christ? New Commandment,?The Metropolitan Tabernacle Pulpit, number 2,936, volume 51, p. 242). Lagi pula perintah baru? Kristus tidak mengacu kepada suatu keramahan atau kebaikan kepada orang lain pada umumnya, namun ?upaya kamu saling mengasihi satu dengan yang lain.? 17:23).
Kita dapat berkhotbah sampai wajah kita membiru. Kita dapat bersaksi sampai sepatu kita rusak. Namun jika orang terhilang itu tidak melihat kasih dan kesatuan orang Kristen ketika mereka masuk ke dalam jemaat lokal kita, mereka tidak akan tahu?bahwa Injil itu benar. Mereka tidak akan tahu bahwa Kristus telah mengasihi mereka.? (spurgeon)
Jiwa yang waras bernapas dari hidup yang selaras. Bukankah tiap sanubari mencari serasi dan tiap hati mencari harmoni?

Bukti kasih adalah:
1. Menghargai orang apa adanya dia.
2. menolong orang sesuai dengan kemampuan kita. Kalau orang Kristen tidak tahu karunianya, maka dia tidak mampu menolong orang lain.
3. berani menyangkal diri demi kebersamaan dan pemulihan hubungan
4. Peka terhadap kebutuhan sekitar

Mereka sedang bergumul dengan ajaran docetisme; Kristus tidak punya tubuh nyata. Dalam situasi seperti itu, kasih itu juga bisa diaplikasikan seperti ajaran docetisme. Nampaknya punya, tapi realnya tidak ada. Dalam hubungan sehari-hari, ada docetisme praktis terjadi, nampaknya percaya, nampaknya mengasihi, tapi realnya tidak terjadi demikian. Yohanes mengingatkan kepada kita bahwa hidup itu real, dan tindakan itu harus real.

Disini Yohanes membandingkan antara kasih dan perbuatan. Yakobus antara iman dan perbuatan. Paulus mengatakan bahwa kasih adalah dilahirkan, dari sesuatu yang berdasar dari iman. dalam Gal.5:5-6 sunat atau tidak, tidak menghasilkan apa2. Yang penting adalah iman yang bisa menghasilkan cinta kasih.
Dalam Yakobus, iman tanpa perbuatan seperti manusia yang bertubuh tanpi tanpa roh. Dari sesuatu yang konkret kepada yang abstrak, dari yang abstrak kepada yang konkret. Iman yang kelihatan tanpa perbuatan yang nyata, maka yang tersembunyi tidak muncul dalam perbuatan. Tapi akhirnya mnausia pada akhirnya mementingkan yang invisible daripada yang visible.
Hal pertama: Kembali kepada perkataan Yohanes; janganlah cinta kasih itu hanya pada lidah dan kata. Dalam terjemahan ini ada tiga macam;
1. word and tongue; Lidah bergerak bisa tanpa suara. Jadi jangan hanya punya mulut tapi tanpa kata-kata, hanya suatu idaman,
2. Word and talk; Hanya sekedar kata-kata saja, teori saja
3. Word and speak; kata-kata tidak sekadar indah saja - khotbah bukanlah presenting the sermon, but give a message.
Hal kedua: Yohanes bicara seuatu yang real, antara iman kasih dan harapan. Dalam harapan hanya menjadi milik kita tidak menjadi harapan orang lain. Maka harapan tidak menjangkau orang lain. Jika kasih tidak tampak pada orang yang dihadapan ktia, bagaimana kasih itu akan menjangkau orang yang jauh dari kita. Hati Nurani : (1) membedakan yang benar dan salah, (2) rasa malu jika tidak lakukan, malu dan hina (3) ada rasa prihatin dalam cinta kasih
Dalam kebutuhan masyarakat sekarang, Gereja perlu kuasa dalam mengubah masayarakat itu, bukan hanya sekedar mendapat sesuatu yang fisik saja. Yang lebih penting adalah kuasa untuk mengubah. Siapa yang membuat mereka menjadi kaya, menjadi berarti, menjadi kuat? yang lemah dikuatkan, yang miskin diperkaya. Siapa yang mengubahkan mereka ini, memang Tuhan dalam rohNya (Galatia). Anda sudah dibenarkan, tpai tingkatkan kebenaran menjadi kebenaran yang nyata bagi dunia ini. Yohanes pun berkata �jikalau kamu menyumbatkan,...�, berarti menghalangi, dan ada arus yang besar yang perlu dialirkan. Inilah kondisi kita, ada kerinduan besar dalam hidup kita, jangan ditekan. Mother Theresa, sebuah figur yang memang menyentuh kehidupan manusia, dan menyatakan kasih, sehingga orang India menangisinya.
Dalam konteks saat ini, indonesia makin terpuruk. Agama membanggakan perbuatan mereka, tapi Kristen membanggakan cinta kasih dalam teori, tapi praktiknya? Not into word, or into talk but in the deep truth. Tuhan mengadili kita, sesuai dengan apa yang kita khotbahkan ; Sulit sekali, kalau kita tidak jalankan, Barangsiapa sudah menyatakan kasih, ia sudah tidak ada lagi dalam kematian, artinya ia sudah keluar dari cengkraman / kungkungan dalam hidupnya. Ia hidup dalam kekekalan, atau hidup kekekalan ada di dalam dia, atinya hidupnya sudah berbasis / berdasar surga.

Yang Mengetik
Team Bandung Jum�at ke III
Latarbelakang:
- Nabi Yeremia ditugaskan menulis surat terbuka untuk kaum Yehuda di pembuangan di Babel khususnya kpd para Tua-Tua, Imam-Imam, nabi2x (kebanyakan palsu) dan umat yang tertawan
- Isi:
� Mengingatkan selama pembuangan utk belalar mendengar suara Tuhan (v 19-20).karena mereka bangsa tegar tengkuk, tidak mendengar suara Tuhan.
� Mengingatkan adanya nabi2x palsu yang dengan berani dan tidak diutus Tuhan (v.8-9).selama ini kaum Yehuda sudah tersesat krn mendengar nabi2x palsu.
� Bertujuan menyadarkan bahwa pembuangan untuk kebaikan mrk.bukan semata-mata menghukum namun agar bertobat, belajar berdoa, mencari Tuhan dan kehendak-Nya saja (v.12-14).di pembuangan untuk belajar berdoa dan mencari kehendak Tuhan.
� Menyakinkan bahwa Tuhan bermaksud member damai sejahtera, masa depan yang baik namun tidak dimengerti (v.14).bagaimana hidup bersama Tuhan.
� Memerintahkan agar selama pembuangan, tetap hidup secara normal sbgmn sblmnya, member berkat kesaksian bagi org lain. (v.7). Tuhan ingin mrk menjadi berkat ditengah bgs lain yg tidak mengenal Tuhan. (sebuah panggilan)
- Bila melaksanakan semuanya maka suatu masa mrk akan dikumpulkan kembali ke Yerusalem.
- Hikmatnya setelah melewati masa gelap yg diizinkan Tuhan:
� Korelasi yg kuat mendengarkan Tuhan dan Tuhan mendengarkan umat-Nya ( v.5-7 bd 7:23). Harus memperhatikan, apabila tidak mk akan dibuang dari hadapan Tuhan. Penekanan bhw Tuhan mendengarkan namun sisi lain jemaat belajar untuk taat mendengarkan suara Tuhan.
� Betapapun besarnya dosa dan pemberontakan. Bila ada penyesalan mk Tuhan akan mengampuni dan memulihkan umat-Nya (30:17; 31:3-4). Tuhan melanjutkan kasih setia setelah bertobat dan menyesal akan ketidaktaatan. (31:18-20 merupakan deskripsi pertobatan)
� Kaena itu sbg umat pilihan, mari melangkah bersama Tuhan dlm perjalanan hidup.
- Hubungan dengan Perjamuan Kudus:
� Mengingatkan perwujudan kasih Kristus, menghargai pengorbanan-Nya dalam membebaskan dari dosa. Dimana seperti dalam yeremia, ada janji Tuhan yang melepaskan dari hidup yg sia-sia.

- V.10-11: Allah akan bertindak pada waktunya yang sesuai waktu Tuhan.
- Melangkah bersama Tuhan adl kunci menikmati damai sejahtera yg dibutuhkan.Dunia tdk dapat memberikan yg diberikan Tuhan.
- V.12 menyatakan rahasia menikmati kuasa Tuhan
- V 13 bukti seorang menjadi sahabat akrab Allah
- V.14 akan menikmati pemulihan Allah dalam kuasa

� Tuhan ada dalam penderitaan
� Tuhan membantu kita keluar dari penderitaan berganti Tuhan akan memberi sukacita
� Tuhan mau kita bertobat dan berseru

- Tuhan berinisiatif menyatakan rancangan-Nya meski telah menyakiti Tuhan
- Menyatakan kebaikan bagi umat-Nya mk harus bertpbat, mengakui bhw hidup indah dalam rancangan Tuhan.

- mengapa melangkah bersama Tuhan-Krn Tuhan punya rencana
- V.10: rencana Tuhan menjadi janji Tuhan dalam hidup kita
- v 12 Bila berjalan, maka kita akan mengalami yang dibentuk dan akan bagaikan pohon yg mekar

Gambaran:
- Kondisi Yehuda: akal sehat dimana nabi palsu lebih menjanjikan, optisme yg mengairahkan ditengah perbandingan pengharapan 70 tahun dan 2 tahun. Yeremia menyatakan harapan sejati
- Kontras agenda Tuhan vs agenda manusia
- Antara keinginan Allah dan keinginan Allah.
- Yeremia mengajarkan prinsip percaya kepada Allah yg beri rancangan indah meski 70 tahun

- Bangsa Yahudi ditawan merupakan aib bg mereka setelah dikalahkan dan dihancurkan. Dalam kondisi jiwa tertekan, seperti tdk punya masa depan shg ragu pada kesetiaan dan kebaikan Tuhan.
- Yeremia mengingatkan bhw semua krn ketidaktaatan pada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan masih member pertolongan dimana sifat Tuhan sungguh dapat dipercayai, Allah mengontrol sejarah mereka
- Allah Maha Baik dimana menghukum untuk mendisiplin agar bertobat dan kmd menjadi penurut Allah
- Allah memberi pemulihan, kesempatan kedua dgn masa depan yg sejahtera untuk bankit menjadi bgs terhirmat dan menjadi saksi

- Melangkah bersama Tuhan: tidak akan mengalami kesusahan namun pengalaman kesusahan dialami kaum Yehuda. Untuk itu:
� Perlu mengerti rancangan Tuhan
� Perlu berdoa
� Perlu mencari dan bertanya pada Tuhan

- Hukuman Tuhan tidak bisa dihindarkan termasuk bg kaum yehuda dimana menjalami hukuman 70 tahun karena pelanggaran mrk
- Sikap disaat kesulitan: kadang menyalahkan Tuhan, seharusnya harus menyesuaikan dgn hukuman
- Tuhan ingin: umat berseru dan bersama dgn Tuhan
- Aplikasi: tidak bisa menghindar dari kesulitan dan penderitaan. Jangan meminta terhindar sb akan dialami tetapi dalam masa kesusahan dimana berseru kpd Tuhan dan jangan lari kpd dunia dengan perbuatan tercela dan melupakan Tuha. Tuhan akan beri kekuatan dan Tuhan akan mengmpulkan kembali disaat sangkakala berbunyi dimana terjadi pemulihan. Ini spt yg dialami umat Yehuda.

Konteks doa:
- Melakukan sesuai dgn yg dikehendaki Tuhan. Bukan menurut yg kita minta.Krn Tuhan bekerja sesuai dgn agenda Dia sampai pemulihan terjadi.
- Berdoa dgn iman dan bersyukur.rancangan Tuhan penuh harapan
- Konteks Perjamuan Kudus: berdoa dgn hidup menurut yang diimani sperti Tuhan Yesus yg menjalami hidup dmk dalam Yesaya 40 hidup dalam panggilan sbg hamba

- Pengenalan akan Tuhan menentukan sikapa dan percaya bersama Tuhan.
- Respon:
� V 10: melangkah karena janji Tuhan
� V 11: janji Tuhan yg berdasarkan pengetahuan Tuhan
� Meskipun Tuhan memegang janji dan rancangan yg indah namun member kesempatan memilih. Melalui perkataan �dan apabila��

- Tahu dan mengenal Tuhan merupakan 2 hal berbeda:
� Manusia berusaha memahami dengan rasio
� Mengenal Tuhan meski rasio terbatas namun tahu yang mengenal dgn segala keberadaan Allah
- Yeremia menekankan mengenal Tuhan, maka
� Kata Know: pengetahuan akan segala hal. Tuhan Kekal, maka Dia tahu yg terbaik bg ketetatapn-Nya bg kita. Shg kita dpt memiliki kemantapan bila hidup diserahkan kpd Tuhan
� Tuhan memiliki Damai Sejahtera dimana dikontraskan dgn �kecelakaan�. Dimana memberi hidup, sukacita dan keindahan. maka kita harus melangkah bersama dgn Tuhan yg penuh anugerah.

- Israel berada dlm pembuangan, berarti ada yg salah dalam hidup shg Allah melakukan hukuman.Pemberontakan membawa kesulitan hidup
- Jemaat harus jelas kalau terjadi yg buruk mungkin karena dosa dan kesalahan.
- 3 hal:
� Seluruh hidup dlm perhatian Allah. Segala sesuatu diketahui, dinilai dan dilihat Allah. Bila Allah tdk langsung menghukum bukan berarti bias menghindar. Sebab kalau sedemikian kita memanupulasi hidup dimana mengerjakan spt dunia dan tdk mengerjakan yg Tuhan kehendaki. Israel lupa dan tidak mengerti yg mrk lakukan dan bicarakan menjadi akibat bg mrk.
� Allah punya rancangan damai sejahtera:
*. Kadang manusia harus punya rencana namun dibuat dalam konteks sdh dicemarkan dunia
untuk kepentingan dan kehebatannya.
*. Diatas segala sesuatu rancangan kita seharusnya tahu rancangan besar Allah bagi kita
*. Dalam kerinduan melakukan sesuatu mungkin baik dalam pengertian diri dan mungkin juga
Tuhan. Namun realita kadang yg direncanakan tdk sesuai yg diinginkan.Kalaupun gagal
dan tdk tercapai maka harus tetap percaya rancangan Tuhan indah dan jauh lebih besar
bagi kita. Shg mungkin kekecewaan membangun untuk berhikmat dan menjadi lebih
dewasa. Rancangan Allah tidak merubah rancangan-Nya shg tugas kita memahaminya
supaya ada kebahagiaan.
� Allah berjanji menggenapi rencanan-Nya dalam hidup kita. Shg memanggil berdoa dan bertobat sbg penegasan damai sejahtera akan menjadi bagian hidup. Kita harus bersikap hati-hati untuk itu dalam hidup.

- Panggilan berjalan dalam Firman dan terang Kristus dimana memahamai apa yang Tuhan bicara kepada kita dalam konteks hari ini.
- Penderitaan ada sebab dan ada akibat
� Setelah 70 tahun kemudian generasi siapa yg hidup
� Seperti Tuhan sedang berkhotbah kpd kaum muda yg mengalami akibat dari perbuatan generasi tua.
� Bagaimana, apakah mereka akan pulang sekarang ditengah sudah menikmati budaya bgs lain.
� Panggilan untuk menikmati rancangan Tuhan ditanah atau negeri yerusalem
- Yeremia adalah diantara 3 orang Nabi pada zaman yg sama: Daniel di istana Babilionia, pernah pegang janji Yeremia. Nabi Yehezkiel yang mengalami perendahan.
- Yeremia membagikan pertunjukkan sengsaranya yg memainkan peran penderitaan agar bgs Israel kembali kepada Tuhan. PI kpd keluarga sendiri lebih sulit daripada kpd org lain dmk pula berkhotbah kpd orang yg sudah lama menjadi Kristen.
- Yeremia 15:19-21: konteks dimana Yeremia sangat down dalam penderitaan amat sangat dalam keputusasaan dan spt tidak ingin menyebut nama Tuhan. Setelah dipulihkan dan kmd menjadi penyambung lidah Tuhan menyatakan kesaksian bersama Tuhan. Dimana pernah jauh dari Tuhan namun sekarang telah dipulihkan.
- Mzm 33:11, 40:5, Yes 55:8-12; 46:10-14: keajaiban Tuhan tak terbatas, Tuhan punya rancangan yg tak pernah berubah.
- 8 hal rancangan Tuhan:
� Pemeliharaan setelah pembuangan
� Kemurahan setelah ganjaran
� Pengembalian setelah kesesatan
� Pengertian setelah kesadaran
� Pengharaan setelah pembaharuan
� Penggenapan atau pengabulan setelah permohonan atau seruan
� Pertemuan setelah pencarian (Yes 55)
� Pemulihan atau kebahagiaan setelah kembali kepada Allah atau penyatuan dgn Tuhan.
- Konklusi:
� Kembali dari penwanan
� Keluar dari kegelapan
� Berjalan dalam terang
� Hidup Bersama dengan Tuhan

Kamis, 07 Januari 2010

MELANGKAH BERSAMA TUHAN

MELANGKAH BERSAMA TUHAN
Yeremia 29:10-14

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Latar belakang:
- Nabi Yeremia ditugaskan menulis surat terbuka untuk kaum Yehuda di pembuangan di Babel khususnya kpd para Tua-Tua, Imam-Imam, nabi2x (kebanyakan palsu) dan umat yang tertawan
- Isi:
� Mengingatkan selama pembuangan utk belalar mendengar suara Tuhan (v 19-20).karena mereka bangsa tegar tengkuk, tidak mendengar suara Tuhan.
� Mengingatkan adanya nabi2x palsu yang dengan berani dan tidak diutus Tuhan (v.8-9).selama ini kaum Yehuda sudah tersesat krn mendengar nabi2x palsu.
� Bertujuan menyadarkan bahwa pembuangan untuk kebaikan mrk.bukan semata-mata menghukum namun agar bertobat, belajar berdoa, mencari Tuhan dan kehendak-Nya saja (v.12-14).di pembuangan untuk belajar berdoa dan mencari kehendak Tuhan.
� Menyakinkan bahwa Tuhan bermaksud member damai sejahtera, masa depan yang baik namun tidak dimengerti (v.14).bagaimana hidup bersama Tuhan.
� Memerintahkan agar selama pembuangan, tetap hidup secara normal sbgmn sblmnya, member berkat kesaksian bagi org lain. (v.7). Tuhan ingin mrk menjadi berkat ditengah bgs lain yg tidak mengenal Tuhan. (sebuah panggilan)
- Bila melaksanakan semuanya maka suatu masa mrk akan dikumpulkan kembali ke Yerusalem.
- Hikmatnya setelah melewati masa gelap yg diizinkan Tuhan:
� Korelasi yg kuat mendengarkan Tuhan dan Tuhan mendengarkan umat-Nya ( v.5-7 bd 7:23). Harus memperhatikan, apabila tidak mk akan dibuang dari hadapan Tuhan. Penekanan bhw Tuhan mendengarkan namun sisi lain jemaat belajar untuk taat mendengarkan suara Tuhan.
� Betapapun besarnya dosa dan pemberontakan. Bila ada penyesalan mk Tuhan akan mengampuni dan memulihkan umat-Nya (30:17; 31:3-4). Tuhan melanjutkan kasih setia setelah bertobat dan menyesal akan ketidaktaatan. (31:18-20 merupakan deskripsi pertobatan)
� Kaena itu sbg umat pilihan, mari melangkah bersama Tuhan dlm perjalanan hidup.
- Hubungan dengan Perjamuan Kudus:
� Mengingatkan perwujudan kasih Kristus, menghargai pengorbanan-Nya dalam membebaskan dari dosa. Dimana seperti dalam yeremia, ada janji Tuhan yang melepaskan dari hidup yg sia-sia.

- V.10-11: Allah akan bertindak pada waktunya yang sesuai waktu Tuhan.
- Melangkah bersama Tuhan adl kunci menikmati damai sejahtera yg dibutuhkan.Dunia tdk dapat memberikan yg diberikan Tuhan.
- V.12 menyatakan rahasia menikmati kuasa Tuhan
- V 13 bukti seorang menjadi sahabat akrab Allah
- V.14 akan menikmati pemulihan Allah dalam kuasa

� Tuhan ada dalam penderitaan
� Tuhan membantu kita keluar dari penderitaan berganti Tuhan akan memberi sukacita
� Tuhan mau kita bertobat dan berseru

- Tuhan berinisiatif menyatakan rancangan-Nya meski telah menyakiti Tuhan
- Menyatakan kebaikan bagi umat-Nya mk harus bertpbat, mengakui bhw hidup indah dalam rancangan Tuhan.

- mengapa melangkah bersama Tuhan-Krn Tuhan punya rencana
- V.10: rencana Tuhan menjadi janji Tuhan dalam hidup kita
- v 12 Bila berjalan, maka kita akan mengalami yang dibentuk dan akan bagaikan pohon yg mekar

Gambaran:
- Kondisi Yehuda: akal sehat dimana nabi palsu lebih menjanjikan, optisme yg mengairahkan ditengah perbandingan pengharapan 70 tahun dan 2 tahun. Yeremia menyatakan harapan sejati
- Kontras agenda Tuhan vs agenda manusia
- Antara keinginan Allah dan keinginan Allah.
- Yeremia mengajarkan prinsip percaya kepada Allah yg beri rancangan indah meski 70 tahun

- Bangsa Yahudi ditawan merupakan aib bg mereka setelah dikalahkan dan dihancurkan. Dalam kondisi jiwa tertekan, seperti tdk punya masa depan shg ragu pada kesetiaan dan kebaikan Tuhan.
- Yeremia mengingatkan bhw semua krn ketidaktaatan pada Tuhan. Sesungguhnya Tuhan masih member pertolongan dimana sifat Tuhan sungguh dapat dipercayai, Allah mengontrol sejarah mereka
- Allah Maha Baik dimana menghukum untuk mendisiplin agar bertobat dan kmd menjadi penurut Allah
- Allah memberi pemulihan, kesempatan kedua dgn masa depan yg sejahtera untuk bankit menjadi bgs terhirmat dan menjadi saksi

- Melangkah bersama Tuhan: tidak akan mengalami kesusahan namun pengalaman kesusahan dialami kaum Yehuda. Untuk itu:
� Perlu mengerti rancangan Tuhan
� Perlu berdoa
� Perlu mencari dan bertanya pada Tuhan

- Hukuman Tuhan tidak bisa dihindarkan termasuk bg kaum yehuda dimana menjalami hukuman 70 tahun karena pelanggaran mrk
- Sikap disaat kesulitan: kadang menyalahkan Tuhan, seharusnya harus menyesuaikan dgn hukuman
- Tuhan ingin: umat berseru dan bersama dgn Tuhan
- Aplikasi: tidak bisa menghindar dari kesulitan dan penderitaan. Jangan meminta terhindar sb akan dialami tetapi dalam masa kesusahan dimana berseru kpd Tuhan dan jangan lari kpd dunia dengan perbuatan tercela dan melupakan Tuha. Tuhan akan beri kekuatan dan Tuhan akan mengmpulkan kembali disaat sangkakala berbunyi dimana terjadi pemulihan. Ini spt yg dialami umat Yehuda.

Konteks doa:
- Melakukan sesuai dgn yg dikehendaki Tuhan. Bukan menurut yg kita minta.Krn Tuhan bekerja sesuai dgn agenda Dia sampai pemulihan terjadi.
- Berdoa dgn iman dan bersyukur.rancangan Tuhan penuh harapan
- Konteks Perjamuan Kudus: berdoa dgn hidup menurut yang diimani sperti Tuhan Yesus yg menjalami hidup dmk dalam Yesaya 40 hidup dalam panggilan sbg hamba

- Pengenalan akan Tuhan menentukan sikapa dan percaya bersama Tuhan.
- Respon:
� V 10: melangkah karena janji Tuhan
� V 11: janji Tuhan yg berdasarkan pengetahuan Tuhan
� Meskipun Tuhan memegang janji dan rancangan yg indah namun member kesempatan memilih. Melalui perkataan �dan apabila��

- Tahu dan mengenal Tuhan merupakan 2 hal berbeda:
� Manusia berusaha memahami dengan rasio
� Mengenal Tuhan meski rasio terbatas namun tahu yang mengenal dgn segala keberadaan Allah
- Yeremia menekankan mengenal Tuhan, maka
� Kata Know: pengetahuan akan segala hal. Tuhan Kekal, maka Dia tahu yg terbaik bg ketetatapn-Nya bg kita. Shg kita dpt memiliki kemantapan bila hidup diserahkan kpd Tuhan
� Tuhan memiliki Damai Sejahtera dimana dikontraskan dgn �kecelakaan�. Dimana memberi hidup, sukacita dan keindahan. maka kita harus melangkah bersama dgn Tuhan yg penuh anugerah.

- Israel berada dlm pembuangan, berarti ada yg salah dalam hidup shg Allah melakukan hukuman.Pemberontakan membawa kesulitan hidup
- Jemaat harus jelas kalau terjadi yg buruk mungkin karena dosa dan kesalahan.
- 3 hal:
� Seluruh hidup dlm perhatian Allah. Segala sesuatu diketahui, dinilai dan dilihat Allah. Bila Allah tdk langsung menghukum bukan berarti bias menghindar. Sebab kalau sedemikian kita memanupulasi hidup dimana mengerjakan spt dunia dan tdk mengerjakan yg Tuhan kehendaki. Israel lupa dan tidak mengerti yg mrk lakukan dan bicarakan menjadi akibat bg mrk.
� Allah punya rancangan damai sejahtera:
*. Kadang manusia harus punya rencana namun dibuat dalam konteks sdh dicemarkan dunia
untuk kepentingan dan kehebatannya.
*. Diatas segala sesuatu rancangan kita seharusnya tahu rancangan besar Allah bagi kita
*. Dalam kerinduan melakukan sesuatu mungkin baik dalam pengertian diri dan mungkin juga
Tuhan. Namun realita kadang yg direncanakan tdk sesuai yg diinginkan.Kalaupun gagal
dan tdk tercapai maka harus tetap percaya rancangan Tuhan indah dan jauh lebih besar
bagi kita. Shg mungkin kekecewaan membangun untuk berhikmat dan menjadi lebih
dewasa. Rancangan Allah tidak merubah rancangan-Nya shg tugas kita memahaminya
supaya ada kebahagiaan.
� Allah berjanji menggenapi rencanan-Nya dalam hidup kita. Shg memanggil berdoa dan bertobat sbg penegasan damai sejahtera akan menjadi bagian hidup. Kita harus bersikap hati-hati untuk itu dalam hidup.

- Panggilan berjalan dalam Firman dan terang Kristus dimana memahamai apa yang Tuhan bicara kepada kita dalam konteks hari ini.
- Penderitaan ada sebab dan ada akibat
� Setelah 70 tahun kemudian generasi siapa yg hidup
� Seperti Tuhan sedang berkhotbah kpd kaum muda yg mengalami akibat dari perbuatan generasi tua.
� Bagaimana, apakah mereka akan pulang sekarang ditengah sudah menikmati budaya bgs lain.
� Panggilan untuk menikmati rancangan Tuhan ditanah atau negeri yerusalem
- Yeremia adalah diantara 3 orang Nabi pada zaman yg sama: Daniel di istana Babilionia, pernah pegang janji Yeremia. Nabi Yehezkiel yang mengalami perendahan.
- Yeremia membagikan pertunjukkan sengsaranya yg memainkan peran penderitaan agar bgs Israel kembali kepada Tuhan. PI kpd keluarga sendiri lebih sulit daripada kpd org lain dmk pula berkhotbah kpd orang yg sudah lama menjadi Kristen.
- Yeremia 15:19-21: konteks dimana Yeremia sangat down dalam penderitaan amat sangat dalam keputusasaan dan spt tidak ingin menyebut nama Tuhan. Setelah dipulihkan dan kmd menjadi penyambung lidah Tuhan menyatakan kesaksian bersama Tuhan. Dimana pernah jauh dari Tuhan namun sekarang telah dipulihkan.
- Mzm 33:11, 40:5, Yes 55:8-12; 46:10-14: keajaiban Tuhan tak terbatas, Tuhan punya rancangan yg tak pernah berubah.
- 8 hal rancangan Tuhan:
� Pemeliharaan setelah pembuangan
� Kemurahan setelah ganjaran
� Pengembalian setelah kesesatan
� Pengertian setelah kesadaran
� Pengharaan setelah pembaharuan
� Penggenapan atau pengabulan setelah permohonan atau seruan
� Pertemuan setelah pencarian (Yes 55)
� Pemulihan atau kebahagiaan setelah kembali kepada Allah atau penyatuan dgn Tuhan.
- Konklusi:
� Kembali dari penwanan
� Keluar dari kegelapan
� Berjalan dalam terang
� Hidup Bersama dengan Tuhan

Selasa, 15 Desember 2009

KABAR KESUKAAN BESAR

KABAR KESUKAAN BESAR

Lukas 2:8-20







Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Garut




Akhir-akhir ini kita banyak mendengar kabar buruk yang sangat menakutkan dan menggelisahkan hati kita. Bencana alam ada dimana-mana, krisis global sedang melanda dunia, sakit penyakit, kejahatan semakin merajalela. Sebab itu, dunia sangat mendambakan kabar baik yang dapat memberikan solusi bagi problema manusia. Kabar kesukaan besar yang diberitakan malaikat Tuhan menjadi solusi bagi semua orang yang hidup dalam kegelapan, ketakutan dan menderita karena tertindas dosa. Situasi dan kondisi demikian juga dialami bangsa Israel pada saat kelahiran Yesus. Saat itu, mereka hidup menderita dibawah penjajahan Romawi. Dalam kondisi demikian terdengarlah kabar yang disampaikan malaikat Tuhan kepada para gembala yang berbunyi: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa� (Luk. 2:10).

A.Isi kabar kesukaan besar.

1.Yesus, Juruselamat dunia telah lahir (Luk. 2:10-11). Istilah �Yesus� (Yunani) dan �Yeshua atau Yosua� (Ibrani) artinya Tuhan menyelamatkan. Nama tersebut paralel dengan istilah �Juruselamat� (Yun. so�te�r), a deliverer, savior. Artinya: Yesus adalah Pembebas atau Sang Penyelamat. Jika kita menyadari Yesus itu Juruselamat, berarti kita sangat memerlukan-Nya karena kita adalah orang berdosa yang pasti akan binasa (Rm. 3:23; 6:23).

2.Yesus adalah Mesias (Luk. 2:11). Istilah �Kristus� (Yun. christos) dan (Ibr. Mesias), anointed, the Messiah, an epithet of Jesus. Artinya: Yesus adalah pribadi yang diurapi Allah. Pentingnya Yesus diurapi karena itu membuktikan siapa jati diri-Nya yang sebenarnya. Iman Kristen percaya bahwa Yesus adalah Mesias bukan saja karena Dia sudah melakukan banyak mukjizat, tetapi karena hal itu sudah dinubuatkan sekian ratus tahun sebelumnya dan kini Dia sudah menggenapi nubuat tersebut.

3.Yesus adalah Tuhan (Luk. 2:11). Istilah �Tuhan� (kurios), supreme in authority, controller, God, Lord, master. Artinya, Yesus tidak hanya Juruselamat dan Mesias, tetapi Dia juga Tuhan. Unggul dalam otoritas, pengontrol, Allah dan Tuhan. Kita harus dapat mengakui Yesus adalah Tuhan dalam keadaan apapun. Kiranya kita beroleh kekuatan untuk melayani Dia dan menjadi berkat bagi banyak orang.



B.Respons terhadap kabar kesukaan besar.

1.Pergi melihat dan menyaksikan kabar kesukaan itu (Luk. 2:15-19). Setelah mendengar kabar kesukaan besar itu, lalu para gembala segera pergi melihatnya. Mereka rela meninggalkan kenyamanan istirahat dan meninggalkan domba-domba mereka untuk pergi ke Betlehem pada malam itu juga. Setelah sampai di tempat tujuan, para gembala, "memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu" (ay. 17). Ini berarti mereka menjadi saksi-saksi Kristus. Allah memakai mereka untuk menyebarluaskan berita surgawi ini.

2.Mengalami sukacita yang besar (Luk. 2:20). Mereka mengalami sukacita besar setelah bertemu dengan Yesus yang diekspresikan dengan: memuji dan memuliakan Allah, karena apa yang didengar dan dilihat mereka sesuai dengan yang dikatakan malaikat Tuhan kepada mereka. Ini membuktikan bahwa para gembala tidak hanya menjadi pendengar yang baik, tetapi jauh dari itu mereka menerima serta mengalami sendiri kesukaan besar itu. Apakah anda sudah mengalami kesukaan besar itu? Untuk itu percaya dan terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu.



Kita telah merenungkan orang-orang yang tulus hatinya. Dua minggu lalu, kita merenungkan Yusuf yang tulus hatinya, maka dia diam-diam dan dan banyak berdiam dan dipakai dan diperkenan dan hidup dalam ketaatan Pada akhirnya dipakai menjadi ayah Sang Juruselamat Tuhan Yesus. Minggu lalu, kita merenungkan Maria yang tulus hatinya, maka dia berkata bagaimana mungkin hal itu terjadi karena aku belum bersuami, bukan dengan ketidakpercayaan tetapi justru menyatakan kerendahan hatinya yang sungguh menyadari ketidaklayakannya. Pada akhirnya dipakai menjadi ibu Sang Juruselamat Tuhan Yesus. Minggu ini kita merenungkan gembala-gembala yang pada kesimpulannya bisa disebut sebagai gembala-gembala yang tulus hatinya. Pada akhirnya dipakai sebagai saksi dan pemberita Injil yang pertama dari kelahiran Tuhan Yesus.

1.Berita disampaikan pertama kali kepada gembala-gembala dan mereka taat

Perkataan malaikat kepada gembala-gembala adalah, �Jangan takut !� Mengajar kita bahwa gembala-gembala ada ketakutan, baik ketakutan sesaat pada waktu itu tentu juga tidak mustahil ada ketakutan yang mereka sudah alami selama ini. Tentunya perkataan malaikat ini memberikan penghiburan kepada gembala-gembala. Yang indah adalah gembala-gembala taat, maka mereka cepat-cepat berangkat menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu. Dua hal yang terjadi 1) Mereka disebut sebagai saksi dan pemberita Injil yang pertama, sebuah kehormatan yang luar biasa. 2) Mereka mengalami sukacita yang besar karena percaya dan taat.

2.Beritanya adalah Juruselamat telah lahir

Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat. 1) Juruselamat bukan guru selamat. Didunia ini banyak guru selamat tetapi hanya satu Juruselamat yaitu Tuhan Yesus. Sejak kedatangan-Nya sudah jelas, bahkan dinubuatkan juga jelas. Panggilan-Nya, perjalanan hidup-Nya jelas yaitu sampai ke kayu salib. 2) Apa yang telah mereka nantikan selama ini berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, berabad-abad, milenium demi milenium. Orang Israel terus menerus menunggu Mesias yang dijanjikan itu. Maka tatkala Juruselamat sudah datang tentunya ada kebahagiaan tersendiri. Kita bisa melihatnya atas diri Simeon dan Hana. Simeon setelah berjumpa dengan bayi Yesus, berkata : sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera... Perjumpaan dengan bayi Yesus membuat Simeon yang tua merasa sudah waktunya untuk pulang ke rumah Bapa di sorga. Hana juga mengucap syukur yang sama.

3.Kelahiran Juruselamat adalah nubuatan yang digenapi

Apa arti nama Daud, sehingga disebut lahir di kota Daud ? Sudah dinubuatkan, bahkan sangat lama sekali, Yesus akan lahir dari garis keturunan raja Daud dan sekarang digenapi. 1) Manusia suka, bisa lupa untuk menepati janjinya, bahkan bisa ingkar janji. Jangan berharap kepada manusia. 2) Tuhan kita adalah Tuhan yang tidak lupa akan janji-Nya bahkan sekalipun melewati ribuan tahun. Apa yang Tuhan katakan, itu juga yang akan dilaksanakan-Nya. Mari kita berharap kepada-Nya.



Sudah lama Allah tidak berbicara kepada bangsa Israel, sudah lama tidak ada lagi nabi yang diutus Allah ke bangsa Israel. 400 tahun tidak ada suara Allah yang di dengarkan bangsa Israel tiba-tiba-tiba Malaikat Allah berbicara kepada gembala-gembala di padang gurun dengan membawa berita yang maha besar. Berita yang menggemparkan dunia, ada kesukaan besar bagi umat manusia. Sebuah berita yang menggembirakan manusia ditengah-tengah keberdosaan dan kehampaan dunia ini. berita apa yang disampaikan; bahwa juruselamat,Kristus Yesus telah di kota Daud. Dialah Juruselamat dunia yang memberikan pengharapan bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Berita itu di sampaikan Malaikat Tuhan kepada kelompok masyarakat kelas bawah yang tidak diperhitungkan di masyarakat. Orang-orang yang sederhana, papa tidak berdaya tanpa pengharpan, justru berita itu datang kepada orang-orang yang lemah, sederhana dan tidak berdaya.



-Kesukaan besar karena dihargai Ilahi (disapa malaikat) meskipun tidak dipandang sebelah mata (dilupakan) oleh manusia

-Kesukaan besar didapatkan para gembala karena keselamatan Allah juga datang kepada mereka (ay 11)

-Perjumpaan gembala dengan Yesus tidak mengubah status mereka tetapi mengubah hati mereka (ay 18, 20)



Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Jakarta




Kabar kesukaan ini hanya diberitakan pada para gembala, tidak kepada orang Majus, para imam, orang Farisi, atau raja. Berita ini bisa menyebar, setiap orang jadi tahu, termasuk kita pada hari ini.

Tuhan punya strategi yang luar biasa, sehingga berita itu bisa disampaikan ke semua orang.

[1]Berita itu disampaikan oleh malaikat dengan paduan suara bala tentara Surga. Berita ini menjadi spektakuler, karena cara penyampaiannya luar biasa.

[2]Berita itu diterima oleh para gembala yang belum pernah mendapat berita sespektakuler seperti itu, maka mereka merasa sangat excited, sehingga langsung berangkat.

[3]Berita itu mengenai Allah yang mau lahir sebagai manusia, dalam kandang, dibungkus lampin, tidur dalam palungan. Melalui cara lahir seperti ini, maka gembala bisa menemukan Yesus dengan lebih mudah.



Kesukaan besar (chara, Yunani) = abundance = kesukaan yang berlimpah-limpah.

Kesukaan besar karena:

[1]Juru Selamat telah lahir (v 11).

[2]Keselamatan untuk bangsa-bangsa. Bagaimana seorang bayi lahir di desa kecil, tapi sampai hari ini dirayakan berjuta-juta orang di New York? Apa pengaruhnya? Natal milik bukan hanya orang Kristen, tapi semua orang. Bahkan perangpun berhenti.

[3]Sukacita tidak dimulai dari Bait Allah, tapi berpusat di kandang. Yesus lahir tidak bau minyak kayu putih / telon, tapi bau kotoran binatang. Kadang, kesukaan bukan dari gereja, tapi dari orang yang di pinggir yang tak punya apa-apa.

[4]Kesukaan besar ini diberitakan oleh malaikat (v 13). Ada yang bilang bahwa ini ribuan malaikat yang menyanyi.



Berita Yesus lahir membawa kesukaan besar bagi para gembala. Kalau buat kebanyakan orang pada hari ini, kabar itu tidak lagi membawa kesukaan. Waktu itu sudah 400 tahun tak ada kabar, maka mendengar kabar, merasa sukacita. Apakah hari ini orang merasa sukacita? Atau justru Natal dihadapi dengan perasaan biasa, bosan, jenuh, cape, tidak ada sukacita.



Di mana = Kabar itu disampaikan bukan di istana, tapi di padang, di pinggiran.

Kepada siapa = kepada para gembala, orang yang rendah, marginal, tersisihkan. Allah mau berbagi kesukaan besar juga dengan orang yang rendah ini.

Isinya apa = hari ini telah lahir Juru Selamat (v 11). Yesus adalah Tuhan, menjadi Juru Selamat bagi orang tak berdaya.

Responnya apa = Mari kita pergi (v 15); cepat-cepat berangkat (= tak menunda). Percaya Tuhan juga suka ditunda. Mereka juga mengabarkan apa yang diterima dari malaikat. Akhirnya, mereka memuji dan memuliakan Allah (v 20).



Berita sukacita karena disampaikan oleh malaikat. Apa yang membuat sukacita? Karena berita itu sendiri.

Berita itu berisi:

[1]Lahir = kelahiran adalah hal yang umum. Tapi, kelahiran Yesus sangat berbeda dengan kelahiran kebanyakan orang pada hari ini. Tempatnya, nubuatnya, dari seorang dara, kotanya, caranya, etc.

Kelahirannya menggelisahkan Raja Herodes.

Kelahirannya dinyanyikan ribuan malaikat.

Focus Natal adalah lahir, bukan dramanya, dekorasinya, etc.

[2]Juruselamat

Pribadi yang dilahirkan bukan manusia biasa, tapi Juru Selamat.

[3]Kristus adalah Mesias yang diurapi / dijanjikan.

[4]Tuhan Allah semesta alam, Allah yang berinkarnasi.



Sukacita natal harus benar-benar menjadi bagian dalam hidup kita. Harus diusahakan. Karena, hari ini sukacita natal tergeser dengan masalah-masalah hidup / kesibukan-kesibukan kita. Maka, Natal harus ada waktu untuk merenungkan apa artinya dalam hidup kita. Tanpa menikmati Natal, maka itu sangat mempengaruhi hidup kita.

Kalau ia bersukacita:

[1]Maka ia akan rindu memberitakan kabar itu.

[2]Maka ia akan semakin mengasihi, setia melayani Tuhan.



Biasanya anak laki lahir di Yerusalem, maka ada yang mengunjungi untuk menyanyi, karena mereka menduga jangan-jangan ini Juru Selamat. Ternyata, waktu Juru Selamat betulan lahir, mereka tidak ada, sehingga Allah memakai malaikat untuk menyanyi. Kesukaan besar yang bagaimana:

[1]Kelahiran Juru Selamat yang telah ditunggu-tunggu untuk menyelamatkan. Kristus yang diurapi.

[2]Sejahtera di bumi (v 14). Tapi, mengapa waktu Yesus lahir, malahan ada perang dan pembunuhan. Damai itu diberikan di antara manusia yang �Berkenan� pada-Nya.

[3]Melihat kemuliaan Tuhan = menyaksikan koor yang luar biasa, tanpa bayar, yang bisa menjadi saksi bagi Kristus.



[1]Tanda yang krusial bagi orang yang sudah menerima berita Natal, maka ia pasti memberitakannya. Apakah ia sudah masuk gereja, angkat tangan bertobat tiap minggu, tapi kalau ia tak memberitakannya, maka ia belum menerima. Apa yang menjadi kebanggaan orang, selain dari penderitaannya (Mz. 90). Kalau anda mau menerima sukacita yang sejati, jangan cari yang seneng-seneng, tapi in charge (siap menderita / mengambil bagian) dalam Natal itu sendiri. Ada orang yang takut ke gereja, takut dimintai sumbangan.

[2]Orang yang tak berkenan pada Allah, maka ia juga tak bersukacita. Kalau ia berkenan, pasti ia bersukacita.

[3]Kalau orang sukacita, pasti bertindak / melakukan. Gembala cepat bertindak, pergi.



[1]Gembala setelah mendapat kabar itu, kabar itu merubah kehidupan rohani mereka. Mereka tidak takut, tidak sedih.

[2]Setelah mendapat kabar itu, mereka bertemu dengan Juru Selamat.

[3]Setelah bertemu, mereka menemukan tujuan hidup = memberitakan kabar baik, memuji dan memuliakan Tuhan.



Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Bandung




Berita yang disampaikan kepada gembala-gembala dikatakan sebagai �berita kesukaan besar�. Inti dari kesukaan besar itu adalah �telah lahir bagimu (bagi segala bangsa) Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan.� Berita kesukaan ini tidak boleh berhenti pada para gembala, tetapi harus disampaikan ke seluruh bangsa dan ini menjadi Amanat Agung Tuhan Yesus bagi murid-muridNya dan kita semua. (Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.")



Ada hubungannya dengan minggu ke 4, yaitu bersaksi � penekanannya pada gembala yang bersaksi; ada 3 hal:

1.Mereka berkata satu sama lain;

2.Kemudian mereka bercerita tentang Tuhan pada orang2; pengalaman itu adalah sesuatu untuk disebarkan

3.Pengalaman iman; Gembala memuji Tuhan karena hati mereka bersukacita setelah bertemu Tuhan.



Injil Lukas menggambarkan peristiwa natal berbeda dengan injil lain, karena ia mulai dengan peryaan yang penuh dengan hati (Philip Yancey). Injil Lukas selalu member sebab untuk para pembacanya bersukacita. Biar kita sekali lagi bersuka cita. Judul dari NIV The Sepherd an The Angel-Betapa Mulianya. Pada waktu itu gembala merasa sebagai penduduk desa yang kalah

ada 4 hal:

1.The shepherd and the angel; disana dikatakan sebagai masyrakat yang rendah, mereka adalah pengembara dan angel adalah pembawa kabar yang mulia. Lb konteks jaman itu adalah mereka di bawah jajahan romawi, mereka adalah sebagai penduduk desa yang kalah. Tapi di sini kita melihat esensi yang hakiki adalah the good news is the good news, menembus segala pergumulan

2.The ideal; ada satu kata kunci adalah the great joy dan kemuliaan Tuhan. Lalu diikuti dengan sangat ketakutan. Kemuliaan Tuhan membuat kita akan merasa berdosa, tidak layak. Tetapi ketika disampaikan the good news menjadi the great joy responnya adalah mendatangkan pujian.

3.The realization; bagaimana gembala ay. 16-20 ? lalu mereka cepat2 berangkat; mereka responsive, mereka adalah eye witness. Ada pengalaman nyata

4.The regular; mereka kembali pada kehidupan nyata atas segala sesuatu yang telah mereka lihat dan dengar. Natal telah membagi sejarah menjadi dua; AD dan BC



Ay.16 reaksi yang cepat dari mereka, seringkali jemaat itu menunda. Meskipun mereka kaum marjinal tapi mereka bereaksi dengan cepat. Ay. 20 mereka bisa memuji dan memuliakan Allah; mungkin ini bisa ditekankan kepada jemaat bahwa inilah tujuan kita hidup seharusnya.



Kabar kesukaan adalah kerinduan semua orang. Dalam konteks pada gembala, telah mengubah ketakutan menjadi tidak lagi takut. Kabar kesukaan itu telah membuat mereka bertindak dan menikmati. Setelah itu, di ay.terakhir mereka terheran dan terkagum. Artinya adalah sesuatu yang membuat mereka gentar, ada kekuatan yang bukan hanya mereka nikmati yang bukan hanya dipengaruhi tapi juga mempengaruhi.



Kabar kesukaan ini secara global; mengapa dikatakan kesukaan besar?

1.Karena ia memberikan diri-Nya. Artinya untuk menunjukkan jalan pendamaian, pengharapan .

2.kesukaan bukan spesifik kecil, tapi juga untuk kaum intelek, kaum rohaniwan.

3.Kesukaan besar itu memberikan pengharapan itu bahwa juruselamat itu telah ada.



Ay.10-14 mengapa dikatakan kabar kesukaan besar?

1.Itu berarti sebelum berita ini, kesukaan yang ada di dunia ini lebih rendah. John calvin mengatakan �sebelum manusia damai dengan didamaikan dengan Allah, segala sukacita mereka adalah bohong dan palsu, dan berumur pendek.�

2.Berbicara tentang isi dari kesukaan besar itu bicara tentang juruselamat, berarti kelahiran penolong yang dinantikan hang akan melepas belenggu

3.Kesukaan besar bukan hanya bicara tentang juruselamat, tapi bagaimana kehadiran Allah yang MahaTinggi di tengah kehidupan manusia. Dari tidak ada jalan, jadi ada jalan dan pengharapan.



Para gembala adalah kelompok pinggiran, mereka tidak beranggap, jika mereka bersaksi di persidangan mereka tidak didengar karena imej buruk yang ada padanya.

1.Mereka merespon

2.Mereka mencari; mereka cari ke kota padahal imej mereka sudah buruk, mereka berani dan mau menghadapi tantangan

3.Mereka menemukan kegenapan kesukaan yang besar bagi mereka setelah merespon dan mencari;

Berita pencarian mereka pasti menjadi berita yang menghebohkan; orang2 akan mencari tahu apakah berita itu benar atau tidak. Dulu gembala tidak dipakai kesaksiannya, tetapi sekarang kesaksiannya dipakai oleh Tuhan.



Kesukaan Besar karena;

1.Berita itu menjadi bagian personal, �Hari ini telah lahir bagimu..�

2.Yesus Kristus adalah juruselamat, penggenapan janji Allah

3.Ada tanda / petunjuk untuk menjumpainya

4.Nyata ada anugrah damai sejahtera



Jumat, 11 Desember 2009

MARIA YANG MEMULIAKAN TUHAN

MARIA YANG MEMULIAKAN TUHAN
Lukas 1:26-55


Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut

1)Allah bertahta dan menguasai sejarah hidup manusia
Perikop ini menyatakan Tuhan adalah pemegang kendali sejarah hidup manusia. Waktu Tuhan adalah waktu yang sempurna, terindah. Dia benar-benar tahu apa yang Dia akan lakukan. Maka Lukas tidak mengatakan "Pada suatu waktu. . . .� Sebaliknya," Pada zaman Herodes, raja Yudea. . . . (1:5). Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret "(1:26). Allah melewati Imperial Roma, Yerusalem, Bait Allah dan datang ke sebuah desa di Galilea. Ditengah sejarah Herodes dan keluarganya yang jahat, bukan orang Yahudi, tidak mempunyai setetespun aliran darah raja Daud mengalir dalam pembuluh darahnya, yang ada hanya karena ditunjuk oleh kekuatan Roma. Dalam situasi seperti inilah berita kelahiran Kristus dinyatakan. Lukas mencatat sejarah penting dalam historisitas kelahiran Yesus.
2)Tuhan Yesus tetap adalah sentral dari perikop ini
"Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya. . . .�. Ia akan menjadi besar, Ia adalah kemuliaan Allah, lebih daripada Yohanes Pembaptis. Ia disebut Anak Allah Yang Mahatinggi yang berarti Ia adalah Anak Allah itu sendiri. Ini adalah penunjukan yang jelas tentang ke-Mesias-an Nya. "Mesias harus ditafsirkan dalam pengertian Anak Allah-Nya" (Wahyu 5:5). Tuhan akan memberikan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya." Dia adalah Mesias. Yesus adalah Mesias dari TUHAN. Dalam II Samuel 7:12-13 menyatakan, Aku akan mendirikan takhta kerajaan-Nya untuk selama-lamanya. Menurut janji Allah, Yesus adalah pewaris sah tahta Daud. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya, dan kerajaan-Nya tidak akan berakhir." Sekali lagi, ini adalah deskripsi mesianis atas diri Tuhan Yesus.
3)Maria adalah seorang yg berintegritas
Maria berkata, "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Sebuah pernyataan integritas Maria. Bukan tidak mungkin orang-orang di Nazaret akan mencerca dia. Dia akan menjadi sasaran ejekan dan gosip. Simeon berkata, suatu pedang akan menembus jiwamu..Ttatkala Tuhan meminta Maria untuk melahirkan anak tanpa menikah, jawaban Maria bukanlah keputusan yang sembrono. " Bagaimana kita merespons ketika Dia datang kepada kita dan mengundang kita untuk bergabung pada misi-Nya mustahil? Maria memiliki hati pasrah. Dia taat kepada kehendak Tuhan. Dia meninggalkan waktu dan perhitungan manusiawi kepada waktu dan perhitungan Allah. Sikap rendah hatinya adalah salah satu dari ketaatannya sebagai hamba-Nya. Dia membuat dirinya tersedia kepada-Nya dan itulah yang Dia inginkan dari kita.

Bagaimana kita seharusnya merayakan Natal? Bagi orang non-Kristen, cara yang terbaik untuk merayakan Natal adalah dengan menjadi Kristen, yaitu percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi serta mengambil keputusan untuk mengikut Dia sebagai murid-Nya. Tetapi bagi kita yang sudah menjadi orang Kristen dan sudah percaya kepada Tuhan Yesus, seharusnya kita merayakan Natal dengan mengikuti teladan Maria, yaitu memuji dan memuliakan Tuhan. Mengapa Maria memuliakan Tuhan?
1)Karena ia memperoleh kasih karunia di hadapan Tuhan (Luk. 1:28-29, 48-49). Maria menyadari bahwa ia dikarunia Tuhan melebihi semua wanita dalam hal dipilih Allah untuk mengandung dan melahirkan Yesus. Maria dipilih bukan karena ia lebih baik daripada yang lain melainkan karena ia sudah mendapat kasih karunia di mata Allah. Hidupnya sederhana, saleh dan menyenangkan Allah menjadi sarana untuk tugas yang penting dalam rencana penyelamatan bagi umat manusia (2Tim. 2:21). Dalam Lukas 2:19, mencatat sikap Maria yang luar biasa ini mencoba mengingat segala sesuatu yang terjadi pada dirinya dan membayangkan apa artinya setiap peristiwa itu. Maksudnya, Maria menyediakan waktu untuk memikirkan hal-hal rohani sambil memuji Tuhan, sebagaimana yang seharusnya kita lakukan. Natal adalah waktu yang sangat sibuk. Tetapi waktu kita akan sia-sia, apabila kita terlibat dalam segala kesibukan Natal, namun tidak sempat membaca berita Natal berulang-ulang, merenungkannya, mengalaminya serta bersyukur kepada Tuhan atas kasih karunia-Nya yang luar biasa itu.

2)Karena ia menyadari dirinya adalah hamba Tuhan (Luk. 1:38). Maria menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada taat kehendak Allah dan mempercayai berita yang disampaikan kepadanya. Dengan sukarela dan sukacita ia menerima kabar kesukaan besar itu, meskipun ada celaan dan penghinaan yang akan ia terima. Ia mengasihi Allah dan beriman kepada-Nya serta hidup dalam kesucian. Kini ia menyadari bahwa dirinya adalah hamba Tuhan yang dipilih dan dipanggil untuk melayani Tuhan.

3)Karena Yesus, Juruselamat yang dijanjikan itu sudah datang ke dunia (Luk. 1:31-33, 47-55; 2:11). Maria memuliakan Tuhan karena hatinya dipenuhi dengan sukacita sebab Juruselamat sudah datang ke dunia. Istilah �Yesus� (Yun.) dan �Yeshua atau Yosua� (Ibr.) artinya Tuhan menyelamatkan. Nama tersebut paralel dengan istilah �Juruselamat� (Yun. so�te�r), a deliverer, savior. Artinya: Yesus adalah Pembebas atau Sang Penyelamat. Dengan demikian Maria mengakui kebutuhannya akan keselamatan karena ia adalah orang berdosa.

Maria sebagai wanita biasa-biasa saja yang sama dengan wanita lain tetapi dipilih Allah dalam hidupnya untuk memuliakan Allah. Bagaimana cara Maria memuliakan Allah dalam hidupnya;
I.Ia menjadi Hamba yang Taat pada Perintah Allah (ayat 38).
Meskipun ia tidak mengerti dengan jelas akan perintah Tuhan yang ia terimanya dari Malaikat, Ia belajar untuk taat. Ia harus mengandung padahal ia masih perawan, ia akan menjadi ibu dari Juruselamat, anaknya akan menjadi Anak Allah yang Maha tinggi serta Raja diatas segala raja. Mungkin pada waktu itu Maria sama sekali tidak mengerti apa yang di katakan oleh Malaikat Tuhan. Tidak terbersit sama sekali di benaknya beban tanggung jawab besar yang harus ia emban. Tetapi ia tetap percaya kepada semua perkataan Tuhan, �Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu�.

II.Ia diberkati diantara Semua Perempuan (ayat 42).
Maria adalah seorang wanita yang paling berbahagi di sepanjang sejarah dunia, tidak seorang wanita pun di dunia yang dipilih Allah untuk menjadi mengandung bayi Yesus serta menjadi ibunya. Maria dipilih Allah dari sekian juta wanita di sepanjang sejarah untuk terlibat dalam rencana Allah yang Agung. Anaknya akan menjadi Juruselamat Dunia, tidak terbayang dalam benaknya ia dipercaya oleh Allah untuk menerima tugas yang sangat Agung menjadi ibu Juruselamat dunia. Maria menjadi orang yang paling berbahagia di sepanjang sejarah manusia karena janji penggenapan nubutan kitab para nabi bahwa Mesisas akan datang ternyata lahir dari rahim Maria.

III.Ia Belajar Memuliakan Allah (ayat 46).
Pujian dan nyanyian Maria kepada Allah adalah pujian yang keluar dari hati yang tulus. Sebagai seorang hamba Tuhan yang mendapat kepercayaan sangat besar oleh Allah tak henti-hentinya dalam dirinya untuk memuji-muji kebesaran Tuhan. Maria diberikan visi Allah bahwa Allah melakukan pelepasan dan pembebasan manusia dari penindasan dosa. Ia memuji serta memuliakan akan kebesaran Allah dalam seumur hidupnya.

Aplikasi
Jemaat belajar untuk setia dan taat pada perintah Allah apa pun yang menjadi tugas dan mandat yang kita emban. Jemaat belajar untuk memuliakan Allah dengan segala kebaikan yang kita terima dari Allah. Biarlah pujian itu menjadi pujian yang tulus dari hati kita kepada Allah dalam setiap peringatan natal yang kita rayakan.

Kegembiraan dan kebahagiaan Maria tidak berdasarkan apa yang ia miliki, tetapi ia dimiliki oleh siapa. Maria berbahagia karena ia dimiliki oleh Allah �kerendahan hambaNya�(ay 48), dia bahagia karena dianggap layak untuk menjadi ibu bagi sang Mesias. Kebahagiaan yang tak terkatakan membuat Maria memuliakan Tuhan dengan apa yang ia miliki. Apa yang dimiliki Maria
Pengenalan yang benar akan Allah. Allah tidak pernah salah dan apaun yang diperbuatNya adalah benar. Hal ini membuat Maria taat meskipun ada harga yang harus di bayar (dari kelahiran Mesias sampai kematianNya, Maria banyak mencucurkan air mata).


Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Kabar kesukaan ini hanya diberitakan pada para gembala, tidak kepada orang Majus, para imam, orang Farisi, atau raja. Berita ini bisa menyebar, setiap orang jadi tahu, termasuk kita pada hari ini.
Tuhan punya strategi yang luar biasa, sehingga berita itu bisa disampaikan ke semua orang.
[1]Berita itu disampaikan oleh malaikat dengan paduan suara bala tentara Surga. Berita ini menjadi spektakuler, karena cara penyampaiannya luar biasa.
[2]Berita itu diterima oleh para gembala yang belum pernah mendapat berita sespektakuler seperti itu, maka mereka merasa sangat excited, sehingga langsung berangkat.
[3]Berita itu mengenai Allah yang mau lahir sebagai manusia, dalam kandang, dibungkus lampin, tidur dalam palungan. Melalui cara lahir seperti ini, maka gembala bisa menemukan Yesus dengan lebih mudah.

Kesukaan besar (chara, Yunani) = abundance = kesukaan yang berlimpah-limpah.
Kesukaan besar karena:
[1]Juru Selamat telah lahir (v 11).
[2]Keselamatan untuk bangsa-bangsa. Bagaimana seorang bayi lahir di desa kecil, tapi sampai hari ini dirayakan berjuta-juta orang di New York? Apa pengaruhnya? Natal milik bukan hanya orang Kristen, tapi semua orang. Bahkan perangpun berhenti.
[3]Sukacita tidak dimulai dari Bait Allah, tapi berpusat di kandang. Yesus lahir tidak bau minyak kayu putih / telon, tapi bau kotoran binatang. Kadang, kesukaan bukan dari gereja, tapi dari orang yang di pinggir yang tak punya apa-apa.
[4]Kesukaan besar ini diberitakan oleh malaikat (v 13). Ada yang bilang bahwa ini ribuan malaikat yang menyanyi.

Berita Yesus lahir membawa kesukaan besar bagi para gembala. Kalau buat kebanyakan orang pada hari ini, kabar itu tidak lagi membawa kesukaan. Waktu itu sudah 400 tahun tak ada kabar, maka mendengar kabar, merasa sukacita. Apakah hari ini orang merasa sukacita? Atau justru Natal dihadapi dengan perasaan biasa, bosan, jenuh, cape, tidak ada sukacita.

Di mana = Kabar itu disampaikan bukan di istana, tapi di padang, di pinggiran.
Kepada siapa = kepada para gembala, orang yang rendah, marginal, tersisihkan. Allah mau berbagi kesukaan besar juga dengan orang yang rendah ini.
Isinya apa = hari ini telah lahir Juru Selamat (v 11). Yesus adalah Tuhan, menjadi Juru Selamat bagi orang tak berdaya.
Responnya apa = Mari kita pergi (v 15); cepat-cepat berangkat (= tak menunda). Percaya Tuhan juga suka ditunda. Mereka juga mengabarkan apa yang diterima dari malaikat. Akhirnya, mereka memuji dan memuliakan Allah (v 20).

Berita sukacita karena disampaikan oleh malaikat. Apa yang membuat sukacita? Karena berita itu sendiri.
Berita itu berisi:
[1]Lahir = kelahiran adalah hal yang umum. Tapi, kelahiran Yesus sangat berbeda dengan kelahiran kebanyakan orang pada hari ini. Tempatnya, nubuatnya, dari seorang dara, kotanya, caranya, etc.
Kelahirannya menggelisahkan Raja Herodes.
Kelahirannya dinyanyikan ribuan malaikat.
Focus Natal adalah lahir, bukan dramanya, dekorasinya, etc.
[2]Juruselamat
Pribadi yang dilahirkan bukan manusia biasa, tapi Juru Selamat.
[3]Kristus adalah Mesias yang diurapi / dijanjikan.
[4]Tuhan Allah semesta alam, Allah yang berinkarnasi.

Sukacita natal harus benar-benar menjadi bagian dalam hidup kita. Harus diusahakan. Karena, hari ini sukacita natal tergeser dengan masalah-masalah hidup / kesibukan-kesibukan kita. Maka, Natal harus ada waktu untuk merenungkan apa artinya dalam hidup kita. Tanpa menikmati Natal, maka itu sangat mempengaruhi hidup kita.
Kalau ia bersukacita:
[1]Maka ia akan rindu memberitakan kabar itu.
[2]Maka ia akan semakin mengasihi, setia melayani Tuhan.

Biasanya anak laki lahir di Yerusalem, maka ada yang mengunjungi untuk menyanyi, karena mereka menduga jangan-jangan ini Juru Selamat. Ternyata, waktu Juru Selamat betulan lahir, mereka tidak ada, sehingga Allah memakai malaikat untuk menyanyi. Kesukaan besar yang bagaimana:
[1]Kelahiran Juru Selamat yang telah ditunggu-tunggu untuk menyelamatkan. Kristus yang diurapi.
[2]Sejahtera di bumi (v 14). Tapi, mengapa waktu Yesus lahir, malahan ada perang dan pembunuhan. Damai itu diberikan di antara manusia yang �Berkenan� pada-Nya.
[3]Melihat kemuliaan Tuhan = menyaksikan koor yang luar biasa, tanpa bayar, yang bisa menjadi saksi bagi Kristus.

[1]Tanda yang krusial bagi orang yang sudah menerima berita Natal, maka ia pasti memberitakannya. Apakah ia sudah masuk gereja, angkat tangan bertobat tiap minggu, tapi kalau ia tak memberitakannya, maka ia belum menerima. Apa yang menjadi kebanggaan orang, selain dari penderitaannya (Mz. 90). Kalau anda mau menerima sukacita yang sejati, jangan cari yang seneng-seneng, tapi in charge (siap menderita / mengambil bagian) dalam Natal itu sendiri. Ada orang yang takut ke gereja, takut dimintai sumbangan.
[2]Orang yang tak berkenan pada Allah, maka ia juga tak bersukacita. Kalau ia berkenan, pasti ia bersukacita.
[3]Kalau orang sukacita, pasti bertindak / melakukan. Gembala cepat bertindak, pergi.

[1]Gembala setelah mendapat kabar itu, kabar itu merubah kehidupan rohani mereka. Mereka tidak takut, tidak sedih.
[2]Setelah mendapat kabar itu, mereka bertemu dengan Juru Selamat.
[3]Setelah bertemu, mereka menemukan tujuan hidup = memberitakan kabar baik, memuji dan memuliakan Tuhan.


Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung

Maria artinya pahit. Ia saudara Elisabeth, keturunan imam Harun. Orang tua Maria ialah Yoakim dan Hana. Ia tinggal di Nazaret. Maria tidak selalu mengerti apa yang Tuhan mau, tetapi dia taat. Adat tiga teladan:
1.Ia memuliakan Tuhan karena ia ingin menghormati Tuhan. Bukan karena ia sudah mendapatkan sesuatu. Tuhan itu peduli kepada dia. Aplikasi: apakah Tuhan itu sudah menolong kita sehingga kita mampu bersyukur.
2.Ia rela mengikuti kehendak Tuhan tanpa complain. Ia bertanya-tanya apakah arti kalimat malaikat itu? Dan karena dia belum menikah. Tetapi ia menerima apa yang dikehendaki Tuhan bagi dirinya. Ia punya hati hamba, perlu belajar. Kendati aku tidak mengerti tapi aku menerima. Hati hamba adalah mendengarkan apakah yang dikatakan pemimpin � hati hamba adalah hati yang menurut �
3.Ia diperkenan Tuhan untuk terlibat dalam pekerjaan Tuhan yang besar, yaitu rencana keselamatan. Perlu disyukuri dan dijalani dengan dedikasi.
Belajar seperti Maria tidak mudah. Ada banyak kritikan. Mari kita belajar.

Ini bicara soal etos kerja. Etos kerja seorang hamba Tuhan selalu paradoks. Misalnya, yang lemah justru memiliki kekuatan, dan sebagainya. Alkitab selalu bicara seperti ini. Sedangkan orang yang merasa sombong Tuhan tidak pakai. Yang merasa rohani malah tidak rohani di hadapan Tuhan.

Hubungan dengan Tuhan itu sangat penting sekali. Jiwa itu sangat penting dalam relasi dengan Tuhan. Arti memuliakan itu bukan hanya meninggikan saja tetapi diwujudkan dalam ketaatan.
Bagi wanita Israel bisa melahirkan Mesias itu luar biasa. Tetapi ada harga yang mahal yang harus dibayar. Namun demikian, kalau ada jiwa yang memulikan Tuhan, maka kepahitan atau harga yang mahal itu bisa dilewati. Dan membuat sikap yang bergembira. Memulikan Tuhan itu adalah hati yang merendahkan diri dihadapan Tuhan. Apakah kita memikul salib itu dengan hati yang gembira? Ataukah kita justru melakukan apa yang kita mau.

Fokus ayat 26-38. Ada tiga bagian:
1.Tema: the glorious obidien. Ketaatan adalah suatu misi yang agung. Pada waktu kita taat maka mujizat bisa terjadi. Mujizart tidak akan terjadi sebelum kita taat. Dimulai dengan ketaatan karena anugerah. Maria, pertama dikejutkan (26-30).
2.It is examain as the holistic obidience. Maria jangan takut karena akan mengandung dari Roh. Bagaimana mungkin? Ini memerlukan ketaatan yang menyeluruh.
3.Kesimpulan: It is realize as the passionate obidience. Maria taat. Ayat 38, Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Ada tiga hal penting:
1.Dia sungguh beriman dan percaya kepada Tuhan.
2.Ia menempatkan diri sebagai hamba, tidak menentang dan tidak menyanggah.
3.Maria punya tiga ekspresi: bersyukur, bergembira, dan berbahagia.

1.Yusuf adalah orang yang sangat menguasai diri sedangkan Maria adalah hamba Tuhan penuh penyerahan diri. Ketika kita menempatkan diri pada posisi Maria itu bukan suatu yang gampang. Bagaimana dia menjelaskan keadaannya. Tetapi Maria adalah orang yang taat.
2.Maria adalah seorang perenung. Tetapi dia tidak butuh waktu lama untuk merenung, ia memberikan jawaban. Tunduk kepada Tuhan hampir selalu beresiko tetapi untuk kebaikan kita.
3.Maria seorang yang reflektif bukan reaktif. Ia tidak panik dan ambil jalan sendiri, ia merenungkannya.

Kalimat yang keluar dari Maria adalah respons dan ketaatan. Tiga hal:
1.Ia telah menerima anugerah Tuhan.
2.Hadirat Allah bersamanya.
3.Ia mendapat berkat Allah.

Tekanan satu hal: malaikat datang bukan untuk menyembah Maria tetapi untuk memberikan salam. Ini yang membedakan kita dengan katolik.

Nama Maria sangat beken. Yang perlu kita perhatikan adalah karakternya. Ada lukisan Maria yang ditemukan: lembut, anggun, dan bersahaja. Judul: keinginan besar untuk memulikan Allah. Ada lima hal:
1.Anak Tuhan, yang mencari makna kehendak dan jalan Tuhan dalam pergumulan terlebih dahulu (ay.29. lalu bertanya dalam hatinya, apakah arti salam itu...,)
2.Maria taat, tidak bersilat lidah dan meragukan Karya dan kehendak Allah (ay.38)
3.Dalam pergumulan dan ketidakmengertian akan apa yang harus ia hadapi, ia tetap memuji Tuhan ( ay.46, jiwaku memuliakan Tuhan)
4.Maria tahu penyertaan, pemeliharaan Tuhan atas sejarah yang sudah ada, dan bahwa Tuhan akan menyertai dan memeliharannya. Maria memuji Allah karena ia mengetahui apa yang Allah telah perbuat. Dan bukan apa yang Maria telah perbuat (ay.46-56) Maria bersukacita akan Allah karena ia tahu apa yang telah Allah lakukan

a.Pada dirinya (Maria) (ay.46-49)
i.Allah menyelamatkan Maria
ii.Allah memperhatikan ia yang rendah, tidak ada apa-apa, Allah memandangnya berharga
iii.Allah menyatakan karyanya dalam kehidupannya

b.Pada manusia (ay.50-53)
i.Allah memberikan Rahmat (anugerah) kepada yang takut akan Dia
ii.Memberikan kemurahan, yaitu kepada yang

1.tidak sombong/congkak, rendah hati, dan Tidak berdaya (ay.51)
2.tidak otoriter dalam status kekuasaan, (ay.52),
3.yang lapar (ay.53) miskin
Pada masa tsb terjadi ketidakadilan, tertindas, hilang semangat, tidak dapat melawan sistem

c.Pada Israel (ay.54-55) Maria bersukacita akan Allah karena ia tahu apa yang telah Allah lakukan atas Isarel bangsanya, dan bahwa Allah memegang janji setiaNya

5.Maria mengerti bahwa ikut jalan Tuhan, akan membawa keturuannya menjadi berkat dan jalan keindahan yang luar biasa
Pada paruh pertama abad 18, hidup seorang hamba Tuhan yang bernama Jonathan Edwards; ia menikah dengan seorang gadis yang takut akan Tuhan, dan kemudian mereka berdua menjadi misionaris di Indian, pada masa yang sama, hidup pula seorang ateis bernama Max Jukes yang menikah dengan sesama orang ateis. Setelah beberapa generasi terlihat nyata perbedaan diantara kedua keluarga tersebut;
Dari keluarga Jukes lahir;
?310 orang yang mati sebagai gembel
?150 orang penjahat
?7 orang pembunuh
?100 orang pemabuk berat
?Selain itu hampir separuh keturunan mereka menjadi pelacur, dan 540 orang keturunan mereka menjadi beban negara, memboroskan keuangan negara tak kurang dari US$ 250,000 (seperempat juta dollar)

Sedangkan dari keluarga Edwards, lahir
?13 orang rektor
?65 profesor
?3 senator AS
?30 hakim
?100 pengacara
?60 dokter
?60 penulis terkenal dalam displin ilmu masing-masing
?1 wakil presiden AS
?80 pemuka masyarakat
?195 alumnus universitas yang menjadi gubernur dan menteri
?Tak seorangpun dari 1,394 keturunan mereka yang dilata memboroskan dan menjadi beban keuangan negara walau satu sen pun
Dari orang tua yang takut akan Tuhan dan taat padanya, maka keturunannya akan menjadi berkat. Kehidupan Maria, dan ank-anak Tuhan yang percaya dan taat pada-Nya menjadi teladan.

Ini soal kedaulatan Allah dalam konsep pemilihan. Maria bersuka cita karena Allah berbuat sesuatu:
1.Melawat melalui malaikat.
2.Melibatkan Maria dalam rencanaNya yang penting dan besar.
3.Memperhatikan dan mempercayakan Maria untuk mengandung Mesias.
4.Memberikan hikmat dan kekuatan.
5.Meneguhkan dan mengatur. Ia tidak mengerti tetapi Allah mengatur.
6.Menyertai Maria. Abraham dipanggil dan ada perjanjian. Kemudian kepada Daud. Diungkapkan lagi di Yeremia. Benang merah: ujungnya kepada Maria. Dan sekarang kepada orang percaya. Wahyu 20: gereja adalah Israel dan Israel adalah gereja sekarang. Dan karya Allah melibatkan kita sekarang ini, untuk memberitakan Injil.

Hanya Maria yang dipilih, luar biasa. Mengapa dia layak dipilih? Rahasianya ayat 46: hatinya memuliakan Tuhan (menjunjung tinggi); hatinya bergembira karena Allah (karena Allah juruselamatnya). Ungkapan ini bukan suatu suatu puisi saja tetapi dibuktikan dengan ketaatan dan pengorbanannya: mengorbankan cinta kasih dari tunangannya; mengorbankan kebebasannya; mengorbankan nama baiknya; mengorbankan nyawanya (kemungkinan dia bisa dirajam batu).

Keberadaan wanita sangat berarti (melalui teladan Maria):
1.Kesadaran akan status sebagai seorang hamba Allah.
2.Taat pada Tuhan tanpa kompromi. Tidak melawan dan tidak menawar.
3.Ia memuliakan Tuhan dan tidak sombong.

Teladan yang paling utama: ayat 38, �sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan �� pada titik ini Maria belum tau apa yang terjadi pada dirinya tetapi ia taat. Tiga respons:
1.Tidak tau, tidak mengerti. Kaget.
2.Bagaimana mungkin itu biusa terjadi
Ini proses pergumulan bagaimana orang Kristen menghadapi pergumulan iman mereka. Dana salah satu caranya adalah mendapatkan konfirmasui dari orang-orang seiman. Ayat 48: ia adalah orang yang rendah dan Tuhan beranugerah kepadanya. Tuhan itu bukan hanya peduli kepada orang yang hebat, itu akan mendorong jemaat.

1.7 karakter maria:
�Kudus, 34.
�Rendah hati, 38a.
�Taat akan Allah, 38b. ia bisa menerima rencana Allah.
�Beriman, percaya penuh, 38. Meski ia belum tau apa yang terjadi. Elisabeth memuji dia.
�Penuh cinta kasih, 27. Ia bertunangan karena cinta kasih yang timbal balik.
�Bergembira karena menerima rencana Tuhan, 47.
�Takut akan Tuhan, 50.

2Pengalaman Maria:
�Melihat kelahiran Yesus dan juga melihat kematian Yesus dalam penderitaan.
�Melihat pertumbuhan Yesus dari tahun ke tahun dan pelayuanan Yesus yang luar biasa dan dia melihat bagaimana orang percaya kepada Yesus.
�Melihat banyak hal yang tidak dapat dimengerti tetapi disimpan dalam hati.

3Perbuatan Tuhan terhadap Maria:
�Melakukan suatu surprise, 29. Mengapa saya yang dipilih.
�Suatu yang mustahil bagi manusia tetapi tidak bagi Allah, 37.
�Sesuatu yang dapat dijalani.
�Suatu anugerah, 28.
�Ada providensia Allah, 35.
�Suatu misi yang memiliki tujuan yang jelas, 32-33.

Magnificat ini dimulai dengan hati yang memuliakan nama Tuhan.
1.Ia mengalami keselamatan. Ia membutuhkan juruselamat. Ia bukan pengantara kita dengan Allah.
2.Ia mensyukuri anugerah yang diberikan kepada dunia orang yang rendah. Ia adalah seorang doulos.
3.Ia mendapatkan hidup baru, karena Tuhan membaharui pengertian, tekad, dan hasrat dalam hidup.
4.Ia berdamai dengan Allah. Ia hidup tanpa pamrih. Tuhan sebagai Tuhan. Ia tidak membanggakan diri. Ketaatan itru bayar harga.
5.Ia mengangungkan Tuhan.
6.Ia bersukacita karena Allah. Kesukaan itu adalah suatu hasil dari penderitaan.
7.Ia memasrahkan kasih karunia Allah.

a.Peduli.
b.Memelihara.
c.Berbelas kasihan.
d.Melakukan yang ajaib.
e.Mengangkat yang hina, dan mengenyangkan yang lapar.

Beberapa hal yang penting:
1.Ia mengasihi Allah dalam roh dan jiwa.
2.Ia mengagungkan Allah.
3.Ia memuji Allah dengan mazmur.
4.Ia bersyukyur kepada Allah.
5.Ia mengalami kemurahan Tuhan
6.Ia memasyukrkan kebersaran Allah karena besar kuasa
7.Ia menjadi saluran berkat sepanjang masa.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India