Kamis, 11 Maret 2010

APA ARTINYA 5 ROTI 2 IKAN

PA ARTINYA style="">5 ROTI 2 IKAN

Yohanes 6:1-15

Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Garut


Peristiwa dalam teks Yohanes 6:1-14, merupakan mukjizat Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang hanya dengan 5 ketul roti dan 2 ikan. Mukjizat tersebut terjadi tidak tergantung pada sarana yang dipakai. Biarpun hanya ada 5 roti dan 2 ikan, namun ketika berada di tangan Tuhan, dapat memberi makan 5000 orang bahkan masih ada sisa 12 bakul. Kuncinya adalah: apakah kita mau merelakan, menyerahkan dan mempersembahkan apa yang kita miliki untuk dipakai Tuhan? Dari cerita ini, kita melihat bahwa hal-hal kecil dapat dipakai Tuhan. Apa kunci untuk dipakai Tuhan?

1. Miliki hati yang peka akan kebutuhan orang lain (6:25-26). Kunci untuk dipakai Tuhan adalah miliki mata yang jeli dan peka melihat kebutuhan yang mendesak pada orang banyak. Konteks perikop ini Tuhan Yesus mengajarkan kepada para murid dan kita agar jangan hanya melihat kebutuhan diri sendiri, melainkan juga orang banyak yang membutuhkan pertolongan. Cara manusia dan Tuhan memandang dan menilai hidup ini sangat berbeda. Manusia menilai hidup ini dari sisi materi saja, tetapi Tuhan sebaliknya. Andreas melihat orang banyak itu sebagai beban dan tidak mungkin memberi mereka makan hanya dengan lima roti dan dua ikan. Tetapi tatkala Yesus melihat orang banyak itu, timbullah rasa belas kasihan karena mereka sangat bernilai dan berharga. Mereka membutuhkan kasih sayang dan pemuasan kelaparan. Itu sebabnya Yesus perintahkan para murid untuk memberi makan mereka (ay. 5).

2. Bersedia menyerahkan diri dan milik kita untuk dipakai Tuhan (6:27-29). Setelah melihat adanya kebutuhan mendesak pada orang banyak yang sedang kelaparan, maka seorang anak kecil tergerak menyerahkan makanannya: 5 roti dan 2 ikan kepada Tuhan. Namun apakah artinya 5 roti dan 2 ikan jika dibagikan kepada 5000 orang? Itulah pertanyaan yang mencerminkan keraguan dan ketidakpercayaan Andreas. Tetapi makanan yang sedikit itu tatkala berada di tangan Tuhan, maka perkara besar terjadi, Tuhan memberkatinya sehingga dimakan 5000 orang bahkan masih ada sisa 12 bakul. Poinnya bukan berapa banyak makanan yang tersedia, tetapi apakah ada orang yang rela menyerahkan diri dan miliknya untuk dipakai Tuhan? Jika anak kecil dan makanan yang sedikit dapat dipakai Tuhan untuk melakukan perkara yang besar, kitapun dapat dipakai Tuhan asal kita bersedia mempersembahkan diri dan miliki kita kepada-Nya. Amin!

Orang banyak itu mencari Yesus, mereka takjub melihat mujizat yang telah dilakukan Yesus. Pencarian mereka kepada Yesus masih dalam taraf yang dangkal, mereka belum memiliki pemahaman yang cukup mengerti akan Allah. komitmen untuk setia serta rela berkorban belum ada dalam pikiran mereka. Mereka senang pada hal-hal spektakuler yang telah mereka lihat dengan mata sendiri. Melalui peristiwa ini, Yesus ingin mengajar mereka bagaimana seharusnya mengiring Yesus.

Melihat orang banyak berbondong-bondong itu mereka lapar dan memerlukan makanan, sedangkan mereka pada saat itu jauh dari kota. Disini Tuhan ingin melatih iman mereka termasuk para murid serta konsep pemahaman mereka dalam mengiring Yesus. Pelajaran apakah yang ingin Yesus tanamkan:

1. Belajar rela untuk memberi.

Ada kebutuhan besar yang diperlukan pada waktu itu, yaitu roti. Yesus ingin tahu langkah apa yang dilakukan oleh orang banyak itu termasuk murid-murid. Diantara mereka ada seorang anak yang memiliki 5 roti dan 2 ikan. Satu jumlah yang tidak berarti. Bahan makanan ini mungkin hanya cukup untuk 1-2 orang, itu pun hanya bisa sekali makan. Tetapi ditangan Tuhan sesuatu yang tidak berarti ini Tuhan ubahkan menjadi sangat luar biasa bahkan mencukupi lima ribu orang laki-laki serta masih ada sisa 12 bakul. Kerelaan untuk memberi kepada Allah maka Allah sendiri yang akan mengembangkannya.

2. Belajar untuk percaya.

Di tangan Tuhan tidak ada sesuatu yang mustahil, segala sesuatu menjadi mungkin. Sedangkan manusia selalu berpikir serta mengukur sesuai kemampuannya yang terbatas. Bagi manusia 5 roti dan 2 ikan ini tidak ada artinya, tidak akan mungkin ada manfaatnya bagi kebutuhan banyak orang. Manusia harus belajar percaya serta bersandar pada Allah. sehingga kuasa dan mujizat Allah akan dinyatakan ketika kita percaya dan bersandar pada Allah.

Segala sesuatu yang kita punya saat ini ada ditangan siapa. Kalau hanya ada di tangan kita maka sesuatu tetaplah menjadi sesuatu, tetapi kalau ada di tangan Allah maka bisa menjadi segala sesuatu. Mujijat kali ini pun demikian adanya, kalau 5 roti dan 2 ikan ditangan anak kecil pasti hanya untuk diri sendiri, tetapi karena 5 roti dan 2 ikan di tangan Tuhan Yesus maka untuk 5.000 orang bahkan ada lebihnya. Kadang keterlibatan kita dalam pelayanan kita anggap sesuatu yang kecil, tetapi kesungguhan kita dalam pelayanan bisa menjadi sesuatu yang besar di tangan Tuhan.

Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Jakarta

1. Yesus tertarik apda seluruh aspek kehidupan kita. Bukan hanya memperhatikan kebutuhan kesembuhan dan terleas dari kausa2 jahat. Dia melihat kebutuhan fisik dan Dia mau memenuhi kebutuhan itu.

2. Yesus memenuhi kebutuhan kita dalam cara dan waktuNya. Yesus mau memenuhi kebutuhan kita tetapi caranya diluar kendali kita dan kehenak kita. Ia tahu bagaimana melakukkannya menurut cara dan waktunya.

3. Yesus bisa memakai apapun yang rela kita berikan kepada-Nya. Seberapapun yang ada pada diri kita dapat dipakai oleh Yesus dengan cara yang luar biasa. Kita yang sering kali merasa tidak memiliki apa2. Tetapi Yesus dapat memakai dengan cara yang luar baisa.

4. Yesus mendorong kita untuk berpartisipasi dalam pekerjaanNya, Ia membutuhkan roti dari kita, bahkan murid2nya utk membagikan makanan. Tetapi ia menyuruh dan membawa kita dalam pekerjaanNya agar kita berpartisipasi dan mengambil bagian dalam nilai kekekalan. Maka orang yang rela memberikan apa yang ada padanya melihat berkat Tuhan yang luar biasa.

1. Pelayanan kristiani selalu mengalami kekurangan. Seperti Sdm dll, tetapi jangan sampai mengecilkan hati kita.

2. Pelayanan Kristiani itu selalau berorientasi pada kemurahan Tuhan, karena hanya Tuhan yang mencukupi. Kita jangan bertindak sebagai pemilik, kita hanya sebagai alat di tangan Tuhan untuk menyalurkan berkatNya.

3. Pelayanan Kristiani itu selalu memerlukan hubungan/relasi yang baik dengan masyarakat. Seperti Andreas yang bisa menemukan seorang anak yang membawa 5 roti dan 2 ikan.

apakah artinya lima roti dan dua ikan? Sangat berarti!

1. Kalau diserahkan kepada Tuhan Yesus

2. Mau taat kepada perintah Tuhan

3. Mau mengucap syukur

4. Kalau Tuhan yang memberkati.

PHILLIP: 5 ROTI DAN 2 IKAN[1]Jn. 6. Introduction

Nama Phillip sudah amat popular dalam zaman kuno ini, karena Philip dari Macedon, ayah Alexander the Great dan pendiri dari Kekaisaran Yunani.[2]

Ada 3 Phillip dalam NT: Phillip the apostle, Phillip the evangelist / deacon[3] and Phillip the step brother of Herod Antipas.

Tiberias adalah kota di mana Herod Antipas, raja Galilea, sangat dihormati.Herod Antipas adalah saudara tiri dari Phillip. Mereka sama bapak, tapi tak sama ibu.[4]

Phillip, raja Iturea dan Trakhonitis (Lk. 3:1), lahir dari Cleopatra dan Herod Malthace.

Nanti, setelah Phillip meninggal, Herod Antipaslah yang menikahi istrinya, Herodias, dengan tidak sah. John the Baptist yang nanti menegurnya. lalu, Salome minta kepala John the Baptist.

Phillip, Andrew and Peter were from Bethsaida (Jn. 1:44).

Phillip itu dipanggil Tuhan langsung (Jn. 1:43).

Andrew, lewat John. Peter, lewat saudaranya, Andrew (Jn. 1:41-42).

Phillip = lover of horses.

Bethsaida = house of nets, because most of the inhabitants were fishermen.

Bethsaida = tempat orang jahat / berdosa (Matt. 11:21).

Yesus pilih murid:

[a]. Bukan pengangguran. Bukan di kamar.

[b]. Bukan �Orang mudah.�

Dari pekerjaan, intelek dan sifat yang berdosa, kita tahu, bahwa Yesus tidak mencari murid yang �Gampangan.�

Pekerjaan = nelayan orang keras.

Intelek = banyak kekeliruan.

[1]. Ia menyebut Yesus dari Nazareth, padahal Yesus dari Bethlehem (Jn. 1:45).

[2]. Ia menyebut Yesus adalah Anak Yusuf, padahal Ia adalah Anak Allah (Jn. 1:45).

[3]. Ia mengatakan bahwa ia sudah menemukan Yesus, padahal Yesuslah yang mencari dan

menemukan kita (Isa. 65:1; seperti yang Paul katakan, cf. Phil. 3:12).

Sifat = orang berdosa, sulit dimenangkan.

[c]. Bukan orang yang berguna.

Orang-orang jahat adalah sampah masyarakat, yang dibuang / tidak dihargai orang.

Yesus tak mengubah namanya, walau artinya kurang baik, karena yang penting hatinya, bukan namanya.

Cf. Yesus mengubah nama Peter.

[d]. Bukan orang gelandangan.

Ikut Yesus itu perlu commitment, pengorbanan, dedikasi. Ada harga yang harus dibayar.

Ini satu-satunya kisah yang dicatat oleh ke 4 evangelists.

Artinya: Ini bukan mitos. Disebutkan dengan panjang lebar oleh 4 penginjil. Disebutkan dengan detil tempat dan waktunya. Disaksikan oleh ribuan orang, yang ikut makan bersama-Nya.

Orang liberal mengatakan bahwa orang-orang ini membawa roti masing-masing.

Tuhan mau mereka menjadi orang beriman, melalui kejadian ini.

Sayang mujizat belum tentu membuat orang percaya (Jn. 12:37).

Setelah mereka melihat 7x mujizatpun, masih belum mau percaya. John likes number 7, karena copy gaya Yesus:

Di I Jn. (7 �Barangsiapa berkata�); Revelation juga (7 surat kepada gereja di Asia Minor).[5]

[a]. Ada tujuh mujizat yang dicatat dalam Injil Yohanes untuk menunjukkan hal tersebut:[6]

1. Yesus mengubah air menjadi anggur di Kana (Yoh. 2:1-11). Di sini Yesus menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kualitas.

2. Yesus menyembuhkan anak pembesar istana ketika ia ada di tempat yang berbeda dari sang anak yang sakit (Yoh. 4:43-54). Di sini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas jarak / ruang.

3. Yesus menyembuhkan orang lumpuh selama tiga puluh delapan tahun (Yoh. 5:1- 14). Di sini Ia bahwa Ia adalah tuan atas waktu.

4. Yesus memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan (Yoh. 6:1-14). Di sini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kuantitas. Ini satu-satunya mujizat yang bisa dimakan, bukan hanya dilihat mata. Letaknya di tengah lagi.

5. Yesus berjalan di atas air danau Galilea yang sedang bergolak (Yoh. 6:16-21). Disini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas hukum alami.

6. Yesus menyembuhkan orang buta sejak lahir (Yoh. 9:1-38). Di sini menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kesialan.

7. Yesus membangkitkan Lazarus setelah dikubur 3 hari (Yoh. 11:1-44). Di sini Ia menyatakan bahwa Ia adalah tuan atas kematian.

i. 6 signs di antara 7 signs ini, tak ada dalam injil lain.

[b]. 7 teachings.

[1]. 3:1-21 = lahir baru.

[2]. 4:4-42 = air hidup.

[3]. 5:19-47.

[4]. 6:22-59.

[5]. 7:34-44.

[6]. 8:12-30.

[7]. 10:1-21.

[c]. 7 ego eimi He loves Jesus, so he copied the way Jesus taught. Jesus bilang mengenai 7 pada waktu:

[1]. Berbicara mengenai 7 roh yang lebih jahat (Matt. 12:45).

[2]. Mengajar Peter mengenai pengampunan (Matt.18).

Makanya, Bethsaida pada akhirnya dikutuk Tuhan, bersama Chorazim dan Capernaum (Matt. 11:21). 3 kota ini semua berdekatan, yaitu di sebelah utara Galilea.

Phillip menyukai Firman (Jn. 1:45).

Ia memperhatikan dan menyelidiki Firman yang tertulis, khususnya OT yang ada pada waktu itu, sampai menghafalnya (Jn. 1:45). �Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret� (Jn. 1:45).

Ia juga memperhatikan Firman yang verbal = ia amat perhatian dengan apa yang dikatakan Yesus.

Phillip mau mengenal Allah dengan benar / lebih dalam lagi (Jn. 14:8-11).

Yesus pernah berkata, bahwa barangsiapa melihat Dia = melihat Bapa (Jn. 12:28, 45).

Phillip memperhatikannya, makanya ia berkata supaya Yesus menunjukkannya Allah itu (Jn. 14:8-11).

Phillip rajin berdoa.

Mereka berdoa di ruang atas (Acts 1:13).

�Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus� (Acts 1:13).

Phillip orang yang taat pada Tuhan.

Ia termasuk murid yang disuruh Tuhan tunggu di Jerusalem (Acts 1).

Phillip memperkenalkan Tuhan / mengabarkan injil (Jn. 1:45-47).

Ia orang yang banyak kesalahan, tapi dalam segala keterbatasan, ia mengajak Nathanael datang kepada Yesus. Ia tak tunggu mengerti semua theology, baru PI. Ia tak berdebat, tapi memperlihatkan Yesus. Sering orang omong panjang lebar, tapi tak memperkenalkan Yesus.

Cf. Phillip the evangelist / deacon, yang juga pintar berkhotbah, sebagai salah satu petunjuk bahwa ia adalah orang yang penuh Roh Kudus (lihat file Acts 6). Stephen juga pandai khotbah (Acts 7:2-53).

Phillip the evangelist / deacon pintar berkhotbah, sehingga banyak orang Samaria yang percaya (Acts 8:6) dan dibaptis olehnya (Acts 8:12). Bahkan Simon Magus, the sorcerer, juga percaya (Acts 8:13).

Phillip harus melewati ujian dari Tuhan.

Biar dia baik, hebat, rasul / apapun, tetap harus melewati ujian. Ujiannya dari hal sehari-hari. Yesus ada di Tiberias sekarang. Tiberias = barat daya Galilea. Ada 16 pelabuhan di Galilea.

Ia bertanya pada Phillip, karena:

Phillip adalah orang yang cukup mengenal daerah itu, karena Phillip berasal dari Bethsaida, utara Galilea.

Mungkin juga, banyak orang itu mengenal dan dikenal Phillip.

Makanya pertanyaan-Nya adalah: di mana (location) kita bisa beli roti (v 5)?

Tapi, jawab Phillip bukan mengenai location (di mana), tapi mengenai punya uang tidak (v 7)?

Ia gagal dalam test yang Yesus berikan.

Jangan merasa sudah kuat.

Kadang, Yesus buat test dari keseharian yang kelihatan biasa, tapi kita bisa gagal.

Ia tidak hanya memberikan test besar, ex.: kerusuhan, bencana alam (Cf. Isaac, Gen. 26), etc.

Bagi kebanyakan manusia, sesuatu yang berarti itu adalah nilai, jumlah dan ukuran + performance. Maka kita sering menemukan banyak orang merasa tidak berarti bila ia melihat sesuatu dalam dirinya tidak seperti yang menjadi standart kebanyakan orang. Tuhan Yesus mengijinkan orang untuk menyadari kebutuhannya dan menemukan apa yang ada padanya dalam ketergantungan kepada Allah. Kecenderungan manusia menghindarikan diri dari tanggung jawab ada pada jawaban murid-muridNya. (Filipus)

1. Perhitungan manusia selalu menunjuk kepada kekurangan (Filipus) tetapi Tuhan Yesus selalu menunjuk kepada kecukupan dan kelimpahan.

2. Manusia memiliki kebutuhan tetapi Tuhan Yesus memenuhi kebutuhan

3. Manusia sering tidak melihat dan tidak menghargai apa yang Tuhan percayakan kepadanya tetapi Tuhan Yesus menghargai dan menggunakan apa yang ada pada kita karena apa yang ada pada kita Dia tahu Dia yang memberikannya kepada kita.

4. Ketika kita membawa apa yang ada kepada Yesus, dengan pengucapan syukur dan membagikannya maka kita akan menemukan kelimpahan dan kelebihan. (give thanks and give them u saw the Miraculous)

Ada tiga hal yang Yesus selalu lakukan Teaching, Preaching dan Healing. Rasio, hati dan fisik.

1. Yesus sangat perduli dengan orang-orang yang mengikuti Dia. Ia tahu mereka membutuhkan makan. Kalimat ini memang merupakan ujian sekaligus kepedulian kepada murid dan orang-orang disekitarnya. Kebutuhan dasar seseorang harus di penuhi agar dapat menuju kepada pemenuhan kebutuhan pada jenjang yang lain. (Abraham Maslow).

2. Kemungkinan si anak kecil itu cukup dekat dan mendengar dialog antara Yesus dan Filipus, sehingga ia dapat memberikan roti dan ikannya. Menurut Jhon Sung

- Aku tidak mau bagi karena saya juga lapar.

- Aku tidak akan membagi karena saya juga punya teman dan keluarga yang butuh

- Siapa yang mau makan roti2 ini, saya akan menjualnya karena kesempatan mendapat untung besar.

- Roti dan ikan2 itu tidak akan memenuhi kebutuhan 5 ribu orang lebih baik setelah aku makan maka aku akan buang.

Ketika diserahkan ketangan Yesus akan sangat berarti meskipun kecil. Jhon sung berkata: kita punya 2 tangan, kaki, mata, dll dan 5 jari pada setiap tangan. Meskipun sangat figuratif, seluruh diri kita adalah lima roti dan dua ikan.

Manusia ketika menghadapi masalah selalu menggunakan perhitungan matematik. Filipus juga selalu penuh dari perhitungan. Kita sering mengukur berdasarkan kemampuan kita tetapi ditangan Tuhan ada kuasa utk mengubahkan. Apa yang dipunyai oleh seorang anak kecil tidak berarti tanpa Tuhan. Maka kita jangan mengukur sesuatu berdasarkan kemampuan kita, tetapi menyerahkannya kepada Tuhan Yesus.

1. Yesus sangat perduli kepada setiap orang yang mengikuti Dia. Ia bukan hanya memenuhi kebutuhan rohani, tetapi Ia juga memenuhi kebutuhan jasmani.

2. Yesus memenuhi kebutuhan jasmani dengan mujizat melalui sesuatu yang kecil dan sederhana. Walaupun Yesus tidak butuh semua itu, tetapi Ia memberi kesempatan setiap orang untuk mengambil bagian.

Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Bandung

Apa artinya 5 roti 2 ikan? Rasanya tidak ada artinya. NIV, �how far �� beberapa gigitan saja dan itu hanya dalam lingkaran kecil pasti sudah habis. Beberapa hal:

1. Tuhan Yesus tidak pernah reaktif tetapi antisipatif. Setiap ada peristiwa dan tantangan seperti ini Dia selalu antisipatif karena ada tujuan makro yang dituju yaitu keselamatan, dan ini merupakan momentum untuk melibatkan muridnya demi pemuridan. Yesus meminta murid untuk menggali potensi yang ada. Kalau Yesus ambil alih semua, tidak ada proses belajar oleh para murid. Philipus secara rasio menanggapi: ada masalah di depan mata, masalah yang urgen, harus diselesaikan, tetapi kelihatannya masalah ini tidak mungkin diselesaikan. Andreas adalah orang yang action oriented, apa sih jawaban dari masalah ini. Dia cari jalan keluar, meskipun pada akhirnya ia menihilkan artinya.

2. Mujizat Tuhan yang tidak bergantung sarana. Yesus melakukan mujizat dari natural wisdom dengan supranatural power. Dia melakukan mujizat dengan management yang baik, dalam kelompok. Setelah ada hasilnya, semua merasakan apa yang Tuhan lakukan. Ayat 15, dari sisi manusia selalu melihat mujizat sebagai orientasi diri sendiri, bukan sebagai misi spiritual Yesus. Pengarahan Tuhan Yesus, membuat murid berpikir � teori belajar dari pendidikan orang dewasa: beranjak dari yang mereka tau menuju pada yang abstrak.

3. Aplikasi: menyajikan master plan yang sudah Tuhan tetapkan, yaitu keselamatan seluruh bangsa. Tempatkan jemaat sebagai murid, Tuhan ingin melibatkan mereka. Menggali potensi diri dan berpartisipasi. Persembahan sekecil apapun tidak pernah dinihilkan Tuhan tetapi justru dilipatgandakan.

5 Roti + 2 Ikan = > 5000 orang + 12 bakul. Yohanes 6:9 "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

E. J. Young menyatakan bahwa catatan peristiwa ini adalah salah satu �tanda� ( semeia = sign ) bahwa Yesus adalah penyataan sejarah secara progressive pada zaman itu tentang kerajaan Allah (gesichte) yang puncaknya adalah the finality of Christ . Makna dibalik tanda, lebih penting daripada tanda itu sendiri.

Murid-murid dan orang banyak memahami �tanda� bahwa Yesus adalah raja yang akan mengembalikan Israel yang tercerai berai menjadi sebuah bangsa yang kuat sebagaimana zaman Daud, tetapi kerajaan Allah tidaklah sama dengan mindset orang banyak.

Konteks yang bisa ditarik pada zaman ini, Allah melibatkan orang-orang yang tidak berarti dalam penyataan sejarah kerajaan Allah bahwa keselamatan untuk segala bangsa. Allah memakai kita bukan karena proporsi rasional kita mampu menjadi berkat, tetapi karena kita tidak mampu, kecil dan tak berarti menjadi berkat bagi banyak orang.

Ayat 39,��jangan ada yang hilang �� hubungannya dengan perikop: dari setiap yang kita miliki biarlah kita berikan kepada Tuhan. Anak kecil: dia punya niat dan punya kesempatan memberi. Yang sering terjadi: kita hanya mementingkan berkat Tuhan. Seringkali kita hitung-hitungan sama Tuhan.

1. Meski kecil tetap dipakai. Anak kecil ini rela barangnya dipakai.

2. Meski sedikit tetap diberkati dan dilipatgandakan. Apa sih artinya 5 roti dan 2 ikan? Sampai Andreas sendiri ragu. Tuhan tidak tunggu sampai kita punya banyak.

3. Meski sederhana tetap dihargai. Andreas tanggap dan mencari.

4. Meski sederhana tetap dihargai. Mereka kaum nelayan dipercayakan untuk mengatur orang banyak dalam kelompok.

Frase dalam Injil Sinoptik, �� bawalah kemari,� artinya mujizat ini terjadi kalau ada orang yang membawa sesuatu kepada Tuhan. Frase, �Yesus mengucap syukur / mengucap berkat,� artinya walau kecil kalau terima dengan ucapan syukur tetap membawa sukacita.

Lima roti dan dua ikan sangat sedikit sekali. Bahkan Filipus menegaskan, kalau pun roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup. Begini: berapapun tidak akan pernah cukup. Melalui mujizat ini, Tuhan tunjukan hanya melalui roti hidup yaitu Yesus orang bisa dipuaskan. Ini yang sering kita gagal. Lebih berorientasi pada masalah daripada Tuhan Yesus yang hadir di sana.

1. Ayat 5, ketika Yesus memandang sekeliling: Mujizat terjadi pada waktu ada kebutuhan. Tuhan bertindak dan menjawab jika ada kebutuhan.

2. Ayat 9, kerelaan dan pengorbanan. Anak kecil memberikan semua bekalnya / apa yang ada padanya. Dia tidak mengasihani diri sendiri.

3. Ayat 11, respons Tuhan Yesus. Tidak memandang berapa yang bisa kita berikan.

1. Sudut padang Filipus, �tidak cukup.� Dari segi keuangan: ada uang ada barang dan perut kenyang.

2. Sudut padang Andreas, �apa artinya.� Ada potensi, tetapi tetap meremehkan. Padahal Tuhan tidak pernah meremehkan.

3. Sudut padang Anak kecil. Dia punya 5 roti dan 2 ikan, dan tidak egois. Menyerahkan seluruh miliknya. Diserahkan pada tangan yang tepat dengan hati yang rela.

4. Di dalam Tuhan ada sukacita: setelah orang banyak makan dikatakan mereka kenyang.

1. Tuhan memperhatikan hal-hal kecil.

2. Yesus memberikan suatu pendidikan untuk menggali potensi murid dan orang banyak.

3. Memberikan kesempatan untuk semua orang melibatkan diri dalam pelayanan.

4. Tuhan membawa semua orang untuk mengenal Dia sebagai Mesias. Mujizat itu sebagai tanda: yang lebih penting orang yang membuat mujizat bukan tandanya.

Markus 6:38, �� cobalah periksa.� Berapa banyak harta dan kemampuan kita cobalah periksa. Tuhan meminta sesuatu yang ada pada kita bukan yang tidak ada.

5 roti dijelaskan dalam 5 M:

1. Mempercayai Allah, jangan meragukan kuasanya

2. Mengasihi orang-orang yang terlihat

3. Masuk ke dala rencana Allah jangan berpikir menutur rencana lkita

4. Menyerahkan / memberi diri. Apa yang ada pada kita jutujk di[pakai

5. Mentaati perintahnya.

2 ikan adalah dua dampak:

1. Mujizat akan terjadi.

2. Memuliakan Allah

1. Yang kecil saja bisa dipakai apalagi yang besar.

2. Bagian ini unik, karena hanya Yohanes menjelaskan peran anak kecil. Tuhan bisa memakai siapapun untuk menjadi alat kemuliaannya.



[1] Used at:

HIT Bekasi, 3.14.�10.

[2] Bill Crowder, The Spotlight of Faith, p. 155.

[3] Namanya disebutkan setelah nama Stephen (Acts 6).

Ia memiliki kualifikasi rohani yang sangat tinggi.

Lihat kualifikasi seorang deacon dalam file Acts 6.

Phillip ini memberitakan injil kepada orang Samaria, juga Eunuch Ethiopia = gentile (Acts 8).

Maka, ia disebut juga �The apostle to the gentile� / �Forerunner of Paul� (karena Paul adalah apostle to the gentile juga).

[4] Notice, Strong�s data untuk kata �Phillip� dalam Jn. 1:43 versi KJV dalam Bible Works 7.

[5] See more about 7 in Rev. 22.

[6] Merril Tenney, quoted by Gene A. Getz, professor at DTS, The Walk, Nashville: Broadman and Holman Publishers, 1994, p. 172-173.

Kamis, 04 Maret 2010

SAKSI YANG SETIA

SAKSI YANG SETIA
Kis 6: 7-15

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut


Stefanus sbg seorang pelayan yang baru diteguhkan menjadi diaken mengerti perannya dengan baik; Ia mengerti bagaimana menjadi saksi Injil dan dan mewartakan Injil kepada banyak orang. Kerinduanya yang besar untuk melayani Tuhan membuat Stefanus tidak takut menghadapi situasi pelayanan yang banyak tekanan dan penganiayaan yang dilakukan oleh orang-orang Farisi dan pemimpin agama waktu itu. Mereka berusaha menghambat pemberitaan Injil yang dilakukan para rasulz
Stefanus mengalami dan merasakan masa yang sulit, tetapi tidak menyurutkan semangatnya dalam memberitakan Injil, bahkan fitnahan dan hasutan yang mengatakan bahwa Stefanus menghujat Musa dan Allah. Hasutan tersebut membuat Stefanus disergap dan diseret ke mahkamah agama untuk diadili. Dalam situasi yang sulit seperti ini Stefanus tetap berani dan tidak gentar, dia tetap menjadi saksi Kristus yang baik. Kesetiaannya menjadi pelayan Tuhan dan memberitakan Injil tidak perlu diragukan lagi, dia setia sampai mati.

Stefanus seorang pelayan yang penuh karunia, kuasa (ay 8). Dia memiliki kerohanian yang sangat baik dan memahami firman dengan benar. Dia mengenal Allah yang ia layani dan rela menjadi saksi bagi Allah meskipun nyawa taruhannya. Dalam kesulitan ia tidak mundur, dalam bahaya dia tidak genntar karena dia melayani Allah yang benar. Kehidupan Stefanus relative pendek tetapi dia memberikan hidup dan kesungguhannya dalam melayani Tuhan sampai mati.

Saksi Yang Setia, berarti ada saksi yg tdk setia. Kisah ps 5 mencatat ada Ananias dan Safira, saksi yang tidak setia. II Tim 4:10 mencatat Demas yang mencintai dunia dan meninggalkan Tuhan, pekerjaan Tuhan. Juga ayat 14 Aleksander tukang tembaga telah banyak berbuat kejahatan, waspada terhadap dia. Menyedihkan ada saksi yg tdk setia. Sementara lagu dlm ppk mengatakan, setia, setia, biar setiamu majulah, setia, bekerja, setia pd Rajamu, setia, setia, jng pandang mns, meskipun susah, sandarlah Allah, agar kau tetap setia. Artinya saksi seharusnya setia, ini serius, ttp memang tdk mudah.
Yg sehrsnya: dari bersaksi (marturia) bahkan sampai menjadi martyr. Bukan tdk setia ! Siapa org yg setia ini ? Stefanus !
1. Seorang Diaken
Kalau bisa dikatakan, dibawah penatua, pendeta penginjil. Level lebih rendah dr pdt pnt ev. Ttp dicatat penuh karunia dan kuasa. Bukan jabatan ttp pekerjaan Tuhan, bukan label ttp isi, bukan structural ttp operasioanl.Kita bahkan mungkin bukan diaken krn tdk mungkin semua menjabat sbg diaken ttp apakah kualifikasi spt diaken Stefanus menjadi kualifikasi hidup setiap kita ? Setia
2. Kapasitas Diaken Ttp Pembelaan Spt Pnt Bahkan Pdt
Memahami alk dng baik, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Yosua, Daud, Salomo. Sampai kpd TY yg ditolak, sampai TY mati. Sampai dikatakan, pemimpin2 agama tertusuk. Tdk gentar, nyatakan kebenaran. Sejarah keselamatan, rencana Allah, dipahami oleh Stefanus dengan sangat mendalam dan mengimaninya.
3. Setia Sampai Mati
Ayat 15 ada penglihatan, lalu mati. Ttp spt TY disalib, ampuni mrk ya Tuhan. Tdk ada dendam, tak ada akar pahit, tdk ada jahat balas jahat, indah !
4. Ada Buah Kehidupan Dan Kematian
Apa yg kita korbankan bagi Tuhan, tdk ada yg akan kembali dng sia2. Ayat 15 ada penglihatan. Hidup ada pengalaman yg indah. Mati, bagaimana ? Paulus hadir, Paulus setuju. Ttp Paulus berbeda dng kita. Yg mati tertanam pasti ada buah yg dihasilkan. Maka lagu, darah kaum martyr yg blm kering, yg melintasi jln salib�
Penutup: Marturia sampai Martyr terjadi atas Stefanus, indah, luar biasa. Tuhan ijinkan terjadi atas Stefanus. Kadang Tuhan ijinkan sesuatu terjadi. Ada derita ada berkat (penglihatan), ada salib ada mahkota.
Tuhan tidak pernah menjanjikan dalam hidup ini tidak ada tantangan, kesulitan dan pencobaan. Hal ini nyata dalam pengalaman para Rasul dalam pelayanan di dunia ini. Ada di antara mereka yang mati ditombak, dijatuhkan dari tempat yang tinggi, dibakar, disalibkan, dipenggal kepalanya dan dirajam dengan batu sampai mati, misalnya Stefanus. Semuanya itu mendorong kita agar memiliki iman yang teguh dalam mengiringi Kristus seumur hidup. Meskipun ada tantangan dan penganiayaan, itu tidak membuat kita mundur, tetapi justru melalui pengalaman tersebut, Tuhan hendak memurnikan iman kita (1Ptr. 1:7).

Stefanus adalah saksi yang setia, apa yang dapat kita pelajari darinya?

1. Ia memiliki iman dan Roh Kudus (6:5; 7:55). Stefanus dipilih menjadi pelayan orang miskin karena ia memenuhi kualifikasi yang tepat, yakni penuh dengan iman dan Roh Kudus. Itu yang membuat dia setia melayani dan tetap bertahan di tengah-tengah tantangan rintangan dan pencobaan.

2. Ia memiliki hikmat dan kuasa Allah (6:8,10). Selain itu, ia juga memiliki hikmat dan kuasa Allah dalam pelayanannya. Tatkala berdebat soal kebenaran, ia unggul dan ketika ia melayani, mukjizat Tuhan menyertainya, sehingga ia dipakai secara efektif dan luarbiasa.

3. Ia memiliki hati yang suka mengampuni (7:59-60). Kemudian tatkala diperhadapkan dengan ancaman hukuman mati dirajam batu, ia tidak bersungut-sungut, ia tidak menyalahkan Tuhan dan orang lain. Ia tetap berdoa dan memohon pengampunan atas dosa mereka yang menghukumnya.

5. Ia memiliki hati yang setia sampai mati (7:54-60). Stefanus pantas dinyatakan sebagai pahlawan iman, karena ia tidak hanya setia melayani, tetapi juga tetap bertahan sampai akhir dengan menyerahkan nyawanya mati syahit demi Kristus. Tuhan Yesus berkata kepada jemaat di Semirna, �Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan,� (Why. 2:10). Bagaimana dengan saudara?

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta

Kis. 6
? Di perikop sebelumnya, kita melihat ada masalah di dalam gereja mula-mula.
Wajar, . . . semua gereja ada masalah.
Masalahnya adalah 1500 janda (v 1).

? Nah, untuk melayani janda-janda itu, dipilihlah 7 diaken.
Ada yang bilang bahwa selain 7 diaken ini ada 7 sub diaken, etc.
Jadi, kita tak bisa membandingkan 7 diaken melayani 1500 janda = lebih kurang 1 orang diaken melayani 215 orang janda.

? Di antara orang-orang yang terpilih, ada yang namanya Stephen.
Stephen = crown.
Dari 7 nama itu, kita lebih mengenal 3 orang ini: Stephen, Phillip dan Nicholas.
Yang 4 lagi: Prokhorus, Nikanor, Parmenas dan Timon, kita kurang mengenalnya.

Ia terkenal baik, penuh roh dan berhikmat (v 3, 10).

Ditambah dalam v 5, bahwa para diaken itu, termasuk Stephen, adalah orang yang penuh iman dan Roh Kudus.
Micha juga (Mic. 3:8).

Ditambah lagi, dalam v 8, Stephen adalah orang yang penuh karunia dan kuasa.

Diakhiri dengan v 15, mukanya seperti muka malaikat.
Rasanya hanya 1 orang yang pernah dikatakan memiliki muka seperti malaikat, Stephen.
Kalau Musa, dikatakan wajahnya bercahaya, setelah mereka turun dari Sinai (Ex. 34:29).

5 penuh:
[a]. Penuh Roh Kudus ? dikatakan 4x, Acts 6:3, 5, 10; 7:55.
[b]. Penuh hikmat.
[c]. Penuh iman.
[d]. Penuh karunia.
[e]. Penuh kuasa.

Maka witnessing / preaching X witness.
Preaching is about speech.

Witness is about life.
Hidup Stephen baik, sehingga mempengaruhi keluarga.
Keluarganya juga mengasihi Tuhan, sehingga waktu Stephen dibunuh Paul, mereka tidak mendendam pada Paul.
Bahkan, mereka mau dibaptis oleh Paul (I Cor. 1:16).
Dan tetap setia melayani (I Cor. 16:15).

? Di mana rajin?
Bukan yang rajin saja.
Rupanya dalam pelayanan, rajin bukan hal yang utama.
Ada orang yang rajin, tapi tak beriman dan penuh Roh Kudus.
Orang macam ini bisa jadi trouble maker dalam gereja.

Rupanya kualifikasi yang lain, bukan hal yang utama.
Di mana pandai? sehat? kaya? semangat? sabar?

? Dari 5 penuh itu, mana yang lebih disukai orang?
Mana yang akan diminta orang?
Minta iman?
Minta dipenuhi Roh Kudus?
Minta mujizat atau bisa melakukan mujizat?

Murid-murid minta Yesus mengajar mereka berdoa, setelah 2 tahun hidup bersama Yesus.

? Orang yang beriman dan penuh Roh Kudus ditunjukkan melalui:

1. Memberitakan Firman kebenaran (v 7, 10).
Ia berkhotbah panjang lebar ? 52 ayat (Acts 7:2-53).

2. Rajin berdoa.
Berdoa waktu lancer / dalam penganiayaan.
Waktu dilempari batu, ia berdoa (7:59).
Waktu dilempari batu, ia memohon pengampunan buat pelemparnya (7:60).
Doa yang mirip dengan doa pertama Yesus di atas kayu salib (Lk. 23:33-34) dan doa James, saudara Jesus.

3. Tidak mundur dalam penganiayaan, tekanan, bahaya dan ancaman.
Ia dihadapkan dengan 1 partai koalisi yang cukup kuat dari kaum Libertini / The Libertines + Kirene (orang-orang asli Kirene) + Alexandria (asli / dari Mesir) + Jews from Kilikia (Asia kecil selatan) + Asia (= Turkey), v 9.
Orang Libertini adalah orang-orang Yahudi yang pernah menjadi budak pada waktu zaman Pompei di Roma, tapi kemudian dibebaskan.
Nah, untuk membedakan dengan orang Yahudi yang memang dari lahir tidak pernah menjadi budak, maka mereka diberi nama itu.
Mereka mendirikan sebuah synagogue di Jerusalem.
Mereka suka ke sana, kalau berkunjung ke Jerusalem.

Saya katakan �Cukup kuat,� karena sebenarnya mereka ini hanya radikal = tak mengerti apa-apa / kalah debat sama Stephen (v 10).

Tapi, mereka cukup kuat, karena memiliki pengaruh di orang banyak, tua-tua dan ahli taurat (v 12).
Bagaimana ini, penatua koq dipengaruhi oleh orang yang radikal seperti ini????

Ia dibawa ke hadapan Mahkamah Agama.
Semua mata menatap tajam kepadanya (v 15).
Dilihat oleh 1 orang yang berpengaruh saja, kita bisa salah tingkah, salah bicara.
Ini dilihat oleh, kemungkinan, anggota Sanhedrin, yang beranggotakan 71 orang.

Ia disergap (seize by force / dragged / tidak ada hak apa lagi, seperti budak), diseret, dan dibawa ke Mahkamah Agama.

Tidak seperti Nikolaus / Nicholas = victor of the people.
Yang pada mulanya memiliki kualifikasi yang �Hampir sama� dengan Stephen, tapi pada akhirnya murtad.

Mengapa �Hampir sama�?
Karena, tidak dikatakan secara explisit, bahwa Nikolaus adalah orang yang 5 penuh itu ? penuh Roh Kudus, penuh hikmat, penuh iman, penuh karunia, penuh kuasa, dan mukanya seperti malaikat.
Ia adalah seorang proselit = orang yang baru percaya.
Namanya juga diletakkan dalam urutan terakhir.
Bahaya, kalau memasukkan orang yang baru percaya sebagai diaken.
Kata �Terkenal baik� (v 3) = menunjukkan waktu yang cukup.

Epiphanius mengatakan bahwa ia bergeser pada ajaran sesat (Rev. 2:6).
Atau bahkan melakukan percabulan.

Stefanus adalah saksi yang setia, karena dia dapat menjadi saksi berdasarkan apa yang telah Tuhan lakukan dalam kehidupannya. Dia dapat menjadi saksi bagaimana hidup sebagai orang yang percaya. Dia melayani Tuhan dengan memperhatikan jemaat dan tidak lupa bersaksi dalam perkataan dan perbuatan kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Sebagai saksi yang setia dia mengerti Firman Tuhan dan dapat menyampaikan Firman Tuhan dengan jelas kepada banyak orang. Stefanus mengerti sejarah bangsa Israel dan pengharapan bagsa Israel akan kedatangan Mesias. Dia tahu dengan jelas siapa Tuhan Yesus yang sesungguhnya, apa yang telah dilakukan Tuhan Yesus. Stefanus adalah saksi yang setia, dimana dia bersaksi sampai akhir hidupnya, dia bersaksi untuk Tuhan Yesus dan meneladani apa yang dilakukan Tuhan Yesus, dia menyerahkan rohnya kepada Tuhan dan berdoa agar Tuhan mengampuni dosa orang yang membunuhnya (Kis 7:59-60).

Bagaimana dapat menjadi saksi yang setia ?
1. Memiliki iman yang teguh, apapun yang terjadi tetap setia menjadi saksi Tuhan.
2. Penuh dengan Roh Kudus, sebagaimana yang dialami Stefanus.
Untuk menjadi saksi yang setia harus penuh Roh Kudus, karena Roh Kudus memberi kuasa kepada kita untuk bersaksi (Kis 1:8)
3. Mau belajar Firman Tuhan dan melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dengan perkataan, tetapi juga dengan perbuatan.
4. Giat melayani, sebagaimana Stefanus meskipun waktu pelayanan singkat, tetapi dia melayani dengan giat, penuh semangat, sehingga berdampak besar.
5. Penuh kasih dan bersedia mengampuni, sebagaimana yang dilakukan oleh Stefanus, dia melayani berdasarkan kasih Tuhan Yesus yang mengasihinya dan dunia, meskipun diperlakukan tidak adil bahkan dilempari dengan batu sampai mati, Stefanus tetap tidak dendam dan mengampuni orang yang menganiaya dia dan berdoa agar Tuhan mengampuni mereka.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung


Apa yang dipikirkan jemaat?
1. Bukankah menjadi saksi Tuhan adalah bagi semua orang? Tapi realitanya anak Tuhan tidak menjadi saksi yang baik.

2. Apakah menjadi saksi yang setia karena seorang menginginkan atau hanya pasif saja, jika Tuhan tidak mau pakai toh memang tidak mungkin.

Hari ini kita mau awali dengan: Jika kita jadi saksi setia, tentu Tuhan yang mau. Tuhan ingin kita mempersembahkan hidup di hadapan Tuhan atas semua yang Tuhan karyakan dalam hidup kita.

Melihat Stefanus ada beberapa point:
1. Siapa Stefanus? Dari ayat 5 dikatakan seorang yg penuh iman dan roh kudus. Tuhan memimpin hidupnya. Stefanus seorang yang penuh kasih karunia dan kuasa. Bukan sekedar mempunyai yang menonjol, tetapi karena kasih karunia Tuhan. Dia memiliki hikmat.

2. Pelayanannya, Stefanus adalah seorang diaken. Pelayanannya penuh muzizat dan tanda, Stefanus juga bersoal jawab dan berdebat, Dia seorang yang memberitakan Injil.

Menjadi saksi setia adalah:
1. Seorang yang mengenal karunianya.
2. Memenuhi panggilan Tuhan seturut yang Tuhan kehendaki.
3. Ada penyertaan Allah (ayat 8 dan 10).
4. Harus memahami bahwa saksi setia pasti mengalami ujian dan tantangan.
5. Saksi setia diukur dari bagaimana dia berespon. Stefanus memiliki ketenangan dan keyakinan penuh. Dalam perjalanan pelayanannya: Kesetiaan perlu diuji, kemenangan adalah dari respon kita: Apakah melarikan diri atau Melawan? Yang terbaik adalah menghadapi dengan Ketenangan dan Keyakinan dari Tuhan.

Kapan kita tahu Stefanus disebut sebagai saksi yang setia? Dalam zona yang banyak tantangan dan tekanan untuk mempertahankan iman sebagai seorang yang melayani Tuhan seringkali muncul ketidak setiaan. Dalam tantangan yang sulit ini, Stefanus tidak berhenti bersaksi. Disinilah kesetiaannya.

Orang2 yang bersaksi, umumnya berkeyakinan:
1. Bersaksi adalah harga mati. Berdasarkan Mat 28.
2. Bersaksi adalah komitmen. Kebangunan Rohani dimulai dari segelintir orang yang memiliki komitmen.
3. Bersaksi keluar dari zona nyaman: persembahkan diri, pikirkan firman, pikirkan target operasi, pergi bersaksi.
4. Bersaksi adalah hidup dalam perintah-perintahnya.
5. Bersaksi adalah gaya hidup. Kis 8.
6. Bersaksi adalah menjadi etalase. 2 Kor 3. Kita adalah surat Kristus.
7. Bersaksi adalah pengabdian. Menderitapun bisa bersaksi, sakitpun bisa bersaksi.

Gabriel yang bergabung dlm Billy Graham Evangelistic Association menyatakan:
1. Bersaksi adalah memahami apa yang kita percayai.
2. Bersaksi

Bisa diilustrasikan:
1. Seorang saksi adl yang siap sedia: Rasul Paulus menggambarkan seperti Prajurit Romawi yang selalu bersiap, waspada terhadap musuh.
2. Dlm Injil Lukas: seorang yg membajak sawah, perlu focus.
3. Kis 4: hidup jemaat mula2 punya aksi, bukan NATO tapi ada tindakan yang jelas.

Knowing, Being dan Doing�
Komitmen: Berpegang teguh, satu keseriusan, tanggung jawab, kesepakatan. Kontrak kerja kita dgn Tuhan adalah sampai kita mati.
Setia menjadi tuntutan Tuhan Yesus. Hendaklah engkau setia sampai mati.
Iman: punya iman teguh dan handal. Perisai yang diandalkan. Pegangan hidup yang mantap. Iman adalah kunci utama bagi setiap saksi Kristus.

Stefanus menjadi saksi Kristus karena mengalami kasih Kristus terlebih dahulu dan dia mengandalkan kuasa Tuhan dalam hidupnya.

Kis 1: 8 kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun atasmu dan kamu akan menjadi saksi-Ku.
Saksi setia terhadap:

1. Berita Kebenarannya, objek kebenaran
dan
2. Pemberitaan. Tantangan atas pemberitaan tetapi tetap dilakukan.

Pdt. Samuel W
Pengetahuan dan keteladan. Orang yang punya knowledge adl ahli taurat. Tapi tidak punya personal impact.

Ada juga yang punya Personal impact tanpa knowledge, biasanya petobat baru.
Yang tidak punya keduanya pasti tidak memiliki kecakapan bersaksi. Kita seharusnya memiliki keduanya.

Membagi menjadi 5 hal:
1. Saksi yang setia jelas imannya. Ayat 14. Fitnahan orang Yahudi, kota2 dicek mereka adl kaum Hellenis yang sering membuktikan keYahudiannya diantara orang Yahudi. Melalui fitnahan ini, stefanus meninggikan Yesus. Terimalah rohku ya Tuhan Yesus. Bergantung dan meninggikan Tuhan Yesus.
2. Saksi yang setia membuktikan imannya. Ayat 8. Ada tanda2 dan muzizat yang menyertai Stefanus.
3. Saksi yang setia sanggup mempertanggungjawabkan imannya. Ayat 9-10. Bersoal jawab, tetapi Stefanus menjawab dgn baik.
4. Saksi yang setia siap menanggung resiko demi imannya. Stefanus difitnah.
5. Saksi yang setia mengalami kemuliaan dari Tuhan. Ada waktunya orang beriman mengalami pengujian dan ada waktunya orang percaya mengalami kemuliaan.

Stefanos berarti mahkota, mahkota ada di atas yang menunjukkan kemuliaan dan kebahagiaan. Saat dia mampu menjadi saksi setia. Di pengadilan, unsur saksi sangat penting. Stefanus mengalami Kristus dan itu yang dia saksikan.
1. Stefanus memiliki dasar dari kesaksian itu sendiri. Pasal 6 tidak bisa dilepas dari pasal 7. Menceritakan sejarah perjalanan bangsa Israel dari Abraham, Mesir, dijagai Allah, sampai masuk Kanaan. Ada kesetiaan Allah.

2. Ada tindakan dari kesetiaan. Bersangkut paut dengan kerelaan Stefanus untuk menanggung semua penganiayaan, fitnah dan kesulitan. Ada pemurnian yang muncul. Tindakan ini mempengaruhi Saulus yang menjadi Rasul Paulus.

3. Tujuan Kesetiaan. Ayat 15 dan 56. Makhamah Agama melihat muka Stefanus spt muka malaikat. Tujuan bersaksi bukan untuk kehebatan kita tapi untuk kemuliaan Kristus. Jika tidak demikian tentu tidak ada nilai dalam kesaksian kita.

1 Kesaksian disertai muzizat dan tanda.
2 Kesaksian yang tidak sanggup dilawan.
3 Kesaksian yang menimbulkan kegerakan/reaksi (ayat 54). Orang di Mahkamah, hatinya tertusuk dan sangat marah.
4 Diiringi dengan harga yang mahal, dipersoal jawabkan di depan orang yang membenci dia. Dihasut, diseret dan dilempar batu di luar kota sampai meninggal.
5 Kesaksiannya dipenuhi roh kudus. Sebaiknya kotbah diikuti pasal 7.

Stefanus adalah salah seorang diaken. Suatu kebanggaan. Sekarang ini ada kebanggaan pada diri orang percaya. Merasa ada hak khusus. Terpilih menjadi diaken adalah untuk melayani dan menjadi saksi.
Kesaksian adalah hal yang nyata dalam hidup dan juga melalui mulut kita.

Stefanus bukan rasul tapi diaken. Orang luar biasa muncul dari kalangan biasa. Stefanus muncul menjadi benih, mati dan kemudian muncul Paulus.

Stefanus bersaksi di Sinagoge. Pengaruh dari tempat kecil bisa ke seluruh dunia

Stefanus tidak minta didampingi. Kesepian.
Dipilih krn: Reputasi yang baik. Penuh dengan hikmat, Penuh iman dan penuh roh.

Stefanus ada 12 point:
1. Bersaksi basis surga, matanya menatap tahta Allah. Yesus dipandangnya.
2. Teguh dengan iman. Tahu apa yang dia percaya dan beritakan.
3. Melampaui semua orang yang ada. Jadi hamba Tuhan harus bisa berkotbah.
4. Penuh dgn Roh. Memberitakan Injil dan banyak orang selamat. Dengan iman dan kuasa. Dengan Grace dan Power.
5. Seorang yang fasih lidah.
6. Paham sejarah Israel. Menginjili Chinese mesti paham Chinese Culture dan background.
7. Singkat kata, tepat, mantap, jelas dan tuntas.
8. Punya persuasion power. Dicintai juga dibenci.
9. Berani menghadapi kenyataan.
10. Tanpa pamrih. Tidak pedulikan hidup mati, mempertaruhkan nyawa utk bersaksi.
11. Kuasa nyata karena disertai Tuhan.
12. Setia sampai akhir.

Mereka tidak bisa melawan dia. Ada beberapa pengertian: Not able to resist. Can not do withstand. Could not cope. We re not match to Stephen�s wisdom, found them self quite can not stand.
Yang tidak bisa diagainst adalah: Wisdom, inspiration, practical wisdom. Karenanya: Bersaksi harus tahu lawan siapa.






 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India