Jumat, 15 Juli 2011

Mendidik Untuk Dipersembahkan BagiNya (Ef 2:10; I Kor 12:18)

Mendidik Untuk Dipersembahkan bagiNya
Efesus 2:10, I Korintus 12:18


2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

A.
1. Setiap orang percaya adalah ciptaan Allah dalam Yesus Kristus menjadi anggota tubuh
2. Melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah
Tuhan mempersiapkan dengan karunia-karunia yang berbeda dan dengan penempatan khusus. Itulah sebabnya kita harus menemukan karunia yang diberikan Tuhan, agar dapat melakukan tugas yang sesuai.
Menurut ayat2 yang lain, karunai ada dua macam, dan kedua hal dibawah ini sangat penting, saling melengkapi.
1. Karunia yang berkaitan dengan keterampilan.
2. Karunia yang berkaitan dengan karakter atau sifat seseorang ? Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan.... (2 Tim 1:7)

a. Karunia bawaan ? Mozart
b. Karunia yang diberikan karena dibutuhkan. Itulah sebabnya jangan iri hati atau tinggi hati, karena karunia berasal dari Tuhan, dan juga jangan merasa bahwa bila tidak dirinya maka gereja tidak bisa berkembang. Itulah sebabnya marilah kita saling melengkapi dengan kehadiran orang lain.

1. Karunia berkaitan dengan temperamen seseorang ? introvert tidak cocok berpidato di depan umum.
2. Berkaitan dengan pendidikan seseorang ? Petrus dan Yohanes adalah seorang nelayan, Paulus dididik oleh Gamaliel, sehingga surat yang ditulis pun berbeda.
3. Orang Kristen harus dilibatkan dalam pelayanan, sehingga ditemukan karunia dan bakat mereka.
4. Mendorong dan mengobarkan semangat seseorang dalam melayani, sehingga dapat semakin terasah karunianya ? Barnabas yang mengangkat Paulus dan Markus, menjadi orang yang melayani dengan indah.
5. Karunia itu terlihat dari hasil pelayanan.
Tujuan karunia diberikan adalah untuk memuliakan Tuhan, menjadi berkat bagi jemaat Tuhan, maupun di luar jemaat Tuhan.

B.
Ada beberapa arti kata �PENDIDIKAN�
KBBI ? memelihara dan memberi latihan, ajaran, bimbingan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran
Ki Hajar Dewantoro? proses perubahan individu menjadi dewasa melalui proses pembelajaran, pembiasaan dan pengajaran.
Paulo Freire ? proses liberasi atau pembebasan pikiran.
Pendidikan dalam kekristenan adalah untuk melakukan pekerjaan baik, untuk berhasil hidup bagi Allah. Kecenderungan manusia zaman ini adalah menekankan intelektual dan kurang menekankan iman. Padahal yang paling penting dalam hidup ini adalah memuliakan nama Tuhan.
Pendidikan harus diberikan secara khusus, tidak hanya secara umum.

C.
????????????????????,????????????????????????????????Efesus 2:10 dilihat secara terbalik. Yang disiapkan Tuhan utk memuliakan Tuhan, yaitu mengerjakan pekerjaan baik. Dan seseorang dapat melakukan pekerjaan baik, kalau ia ada dalam ciptaan baru dalam Tuhan. Pekerjaan baik bukanlah segala sesuatu yang baik, melainkan pekerjaan baik yang Tuhan ingin kita kerjakan. Ini bukanlah hasil dari kita sendiri melainkan pekerjaan Allah. Jika dibicarakan dengan pendidikan, maka seringkali orangtua meminta anak melakukan pekerjaan baik, ini kehendak orang tua. Maka sebagai orangtua harus membawa anak memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan. Ia sendiri menjadi tahu apa yg Tuhan ingin lakukan. Cth: di China banyak anak2 kecil yang berbeban berat, dari sekolah maupun pelajaran tambahan dari luar.

D.
�Diciptakan dalam Kristus Yesus� ? artinya kita telah mendapatkan keselamatan, dengan tujuan untuk melakukan pekerjaan baik, yang telah dipersiapkan dan dikehendaki oleh Allah. Lalu bagaimanakah peran orang tua dalam mendidik anak?
1. Menemukan karunia Allah untuk dipersembahkan bagi Tuhan.
2. Mendidik anak sehingga memiliki kesadaran untuk mempersembahkan diri bagi Tuhan.

E.
1. Talenta untuk kemuliaan Tuhan
2. Talenta harus dikembalikan kepada Tuhan
3. Dalam mendidik anak, yang penting adalah kesatuan dalam keluarga, sehingga pendidikan anak diisi teladan dan kasih Kristus sendiri.

F.
1. Mendidik adalah tugas dan tanggung jawab orang tua, yang tidak dapat diserahkan kepada orang lain, atau lembaga apapun.
2. Mengakui otoritas Alkitab dan panggilannya ? anak titipan Tuhan yang harus diurus dan dipersiapkan. Ada 2 contoh, PL ? Samuel, PB ? Timotius
3. Mempersembahkan bagi Tuhan, harus ikut KB. Keluarga yang direncanakan dengan baik.
4. Menentukan prioritas atau fokus dalam kehidupan anak-anak.
5. Menciptakan nuansa pembelajaran
6. Menegakkan disiplin pada anak, sedini mungkin.
7. Mendoakan dan menyelenggarakan ibadah keluarga, sehingga dalam hal kerohanian dapat dipupuk dengan baik.

G.
Ada 2 ciptaan Allah yang luar biasa: 1. Manusia, 2. Keselamatan. Manusia yang baru diciptakan dengan tujuan untuk melakukan sesuatu yang baik.

H.
Conny Newman, Tuhan menciptakan anak2 sesuai dengan desain yang Allah rencanakan untuk pekerjaan baik. Bukan untuk memaksakan konsep dan ide orangtua kepada anak.

I.
Ada yang melihat anak seperti malaikat sehingga dimanjakan, Ada yang melihat anak sebagai objek prestasi orangtua = prestasi anak, ada juga anak yang tdk dapat menjadi pribadi sendiri.
Anak adalah titipan Tuhan dan masuk dalam konsep perjanjian Allah.
Mendidik anak adalah ketetapan Tuhan dan harus dilakukan oleh orangtua.
Anak adalah titipan Tuhan yang sangat berharga, ada tiga hal yang harus dimiliki orang tua:
1. Iman yang nyata.
2. Pelayanan yang nyata.
3. Hati yang nyata, hati yang diubahkan Tuhan ketika mendidik anak.

J.
1) Kita adalah his workmanship, artinya orangtua memiliki tugas, tanggung jawab, dan panggilan untuk membawa anak mengexplore dirinya sendiri.
2) Tujuan utamanya untuk membawa hidupnya kepada Allah.

K.
Dalam dunia pendidikan sudah jauh melenceng dari pendidikan Kristen yang seharusnya. Pendidikan itu berarti memelihara dan menggali. Bible base education ? mengakar pada pendidikan Ibrani. SOT ? School of Tomorrow. Pendidiknya adalah orang tua, gereja mendidik orang tua, agar orang tua mendidik anak-anak.

L.
Tema surat Efesus adalah: Kristus dan Gereja. Surat ini tidak ditulis sebagai jawaban terhadap suatu kontroversi doktrinal atau persoalan pastoral seperti banyak surat lainnya. Paulus menulis surat ini ketika ia dipenjara kemungkinan di Roma (Ef. 3:1; 4:1; 6:20). Tujuan Paulus menulis surat ini tersirat dalam 1:15-17. Ia berdoa supaya pembacanya bertumbuh dalam iman, kasih, hikmat, dan penyataan Bapa yang mulia. Ia merindukan hidup jemaat layak dihadapan Tuhan (Ef. 4:1-3; 5:1-2). Karena itu, ia berusaha menguatkan iman dan hidup rohani mereka dengan penyataan kepenuhan maksud kekal Allah dari penebusan dalam Kristus (Ef. 1:3-14; 3:10-12) untuk gereja (Ef. 1:22-23; 2:11-22; 3:21-4:11-16; 5:25-27) dan untuk setiap orang (1:15-21; 2:1-10; 3:16-20; 4:1-3; 17-32; 5:1-6:20). Paulus menegaskan kepada jemaat di Efesus bahwa ketika mereka menjadi percaya, mereka sudah menerima berkat rohani dalam Kristus (Ef. 1:3-14; 2:8-9). Hasil dari iman adalah mereka akan selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan (Ef. 1:15-23). Kemudian mereka akan hidup di dalam pekerjaan yang baik (Ef. 2:10). Ada tiga hal yang ditekankan:
1. Allah menciptakan setiap anak secara unik dan pasti memiliki tujuan masing-masing. Paulus menegaskan dalam 1 Korintus 12:18 bahwa Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.
2. Tujuan bakat dan talenta anak adalah untuk memuliakan Allah. Nabi Yesaya tegaskan bahwa Allah menciptakan manusia untuk kemulian-Nya (Yes. 43:7). Setelah Paulus menjelaskan tentang anugerah keselamatan dalam Kristus (Ef. 2:8-9), ia melanjutkan dengan menegaskan bahwa tujuan dari keselamatan bukan hanya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga, melainkan supaya melakukan misi Allah (Missio Dei), yakni melakukan pekerjaan yang baik (Ef. 2:10). Tuhan Yesus menegaskan hal serupa di dalam Matius 5:16, bahwa melalui perbuatan yang baik yang hasilkan dari orang percaya, Bapa di sorga akan dipermuliakan. Orang tua harus mampu mengajarkan anak mereka untuk mengingat Allah pencipta mereka pada masa muda mereka (Pkh. 12:1).
3. Tugas dan tanggung jawab langsung dari orang tua dan jemaat adalah untuk menemukan, mengembangkan dan menggunakan bakat dan talenta pada anak-anak mereka. Karena itu, setiap orang tua harus memahami dan menggumulkan keunikan/bakat dalam diri anak mereka sesuai dengan rencana Allah. Untuk itu perlu adanya pendidikan anak sedini mungkin tentang mengasihi dan takut akan Allah oleh setiap orang tua secara konstan (Ul. 6:4-9; Ams. 1:18).

M.
Manusia di ciptakan Allah pada dasarnya untuk belajar supaya bisa mengelola semua ciptaan Tuhan (mandat budaya). Apa saja yang harus dipelajari oleh manusia? Semua hal tentang kehidupan ini serta tentang alam semesta. Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk bisa mempelajari segala sesuatu karena Allah telah mengaruniakan kemampuan otak dan hikmat sebagai kelengkapan proses belajar.
Mengapa manusia harus belajar? Supaya manusia memiliki �skill� yang baik untuk bisa mengelola alam semesta ini dan mempertahankan hidupnya bahkan segala kemampuan yang manusia miliki dipersembahkan pada Allah. Sebab, Allah menciptakan manusia diberikan talenta dan karunia yang harus dipakai dan dikembangkan. Demikian juga, kita diciptakan oleh Allah dengan tujuan memuliakan Allah dengan segala kemampuan serta kelebihan yang dimilikinya. Oleh karena itu setiap orang harus belajar untuk memberikan persembahan yang terbaik bagi Allah, tanpa belajar dan memiliki kualitas yang baik, maka tidak ada sesuatu hal apa pun yang layak dipersembahan kepada Allah. Jadi, belajar adalah kebutuhan mutlak yang harus dikerjakan oleh setiap orang jika ingin memberikan yang terbaik untuk Tuhan.

N.
Ketika Allah menempatkan kita disuatu tempat, pasti ada sesuatu yang harus kita kerjakan bagi kemuliaan-Nya. Bahkan ketika �tempat� itu sangat tidak menyenangkan bagi kita namun disitulah Allah ingin memmbentuk dan mendidik kita. Yang perlu terus kita pikirkan adalah apakah kita telah melakukan seperti yang Tuhan inginkan, dengan demikian kita akan bertindak dan melangkah dengan baik untuk kemuliaa-Nya


O.
Apa tujuan pendidikan = disepanjang sejarah
Plato ? buku Republic: pendidikan itu berusaha untuk mewujudkan sebuah negara yang lebih baik. Pendidikan itu akanmembentuk manusia yang utuh, yang akhirnya akan menghantarkan kepada kebajikan yang tinggi.

Aristoteles ? tujuan pendidikan haruslah sama dengan tujuan akhir, yaitu mencapai keadilan dan kebaikan maka prosesnya harus diarahkan ke sana. Tapi ia lebih menekankan kepada konstitusi agar negara membuat peraturan yang lebih baik agar tercipta kehidupan yg lebih baik.

Lalu di Eropa abad 14 membuat konsep agar pendidikan mencari kebenaran dan negara tidak boleh mencampuri pendidikan. Agar bebas dari politik. Maka karena mereka mandiri, muncul banyak universitas yang terkenal.

Di Jepang, khususnya pada zaman pemulihan Meiji. Pendidikan dirancang untuk kepentingan negara. Moriarino arsitek pendidikan mendisain sebegitu rupa sehingga mampu bersaing dengan negara lain.
Berangkat dari situlah kita melihat bahwa semuanya sangat humanis.

Maka Paulus pernah berkata �apapun yg kita perbuat kita harus buat seperti untuk Tuhan� Kolose 3:23. Orang Kristen terpanggil dalam segala hal bukan hanya untuk dirinya, karena selalu ada link bahwa segalanya adalah Tuhan dimuliakan.

P.
Mendidik = Ibrani �mengabdikan� jadi pendidikan Kristen itu bertujuan agar anak-anak mengabdikan anak-anak kita kepada Allah dan kehendak Nya. Bukan untuk mengharuskan anak-anak memenuhi ambisi orang tua.
Apa yang dikehendaki Allah bagi anak itu?
1. Dalam akar kata yg sama �menstimulirkan anak untuk merindukan, mencari dan mengerti Tuhan� para bidan pd waktu membantu kelahiran, ia akan mengoles bibir bayi itu dgn cairan manis agar ia rindu dengan air susu.
2. orang tua harus menolong anak-anak untuk menemukan dan mengembangkan talentanya agar dipersembahkan bagi kemuliaan Tuhan.

Q.
1. Sejak kita percaya yesus maka tujuan hidup yg ditetapkan oleh Tuhan adalah melakukan pekerjaan baik yang telah ditetapkan oleh Allah.
2. Lingkungan hidup tempat dimana kita memraktekkannya adalah Gereja. Kesalahan orang tua, sibuk menyediakan hal jasmani dan melupakan hal rohani, sehingga ketika ia dewasa ia hanya punya tempat yg sgt minim untuk Tuhan.
Banyak hal yg membuktikan bahwa anak yang sejak kecil bertumbuh di dalam rumah Tuhan, maka kehidupannya dan rumah tangganya dilingkupi suasana rohani yg kental yang akan mewarnai hidupnya dan masa depannya.

1. Setiap orang tua bertanggung jawab untuk mencari tahu apa bakat dan talenta yg dimiliki anaknya untuk dipakai melayani Tuhan dalam Gerejanya.
2. Tugas orang tua untuk membawa anak-anaknya itu menemukan kerinduan dan kesukaan untuk melayani Tuhan di Gereja. I Kor 12:18. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Maka semua orang percaya mempunyai fungsi khusus dalam rumah Tuhan. Itu Tuhan sudah berikan kepada setiap orang.

R.
Orang tua kristen terpanggil untuk memperlengkapi anak dalam:
1. Kemampuan untuk mengenali dan mengembangkan potensi yg ada dalam dirinya dalam bentuk talenta dan karunia.
2. Memahami panggilan hidupnya sebagai anak Tuhan.
3. Mempersiapkan anak menjadi anak yang tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Kuncinya supaya anak mempunyai kerinduan untuk mempersembahkan semua talenta dan karunia kepada Tuhan, setiap anak harus bertemu dengan Yesus kristus sebagai Juruselamat.

S.
Allah menciptakan manusia baik adanya, tetapi manusia menjadi rusak dan meyimpang dari rencana Allah yg baik. Anak dilahirkan sudah memiliki benih dosa atau kejahatan yg terus bertumbuh dan berbuah jika tidak hancurkan.
Untuk menghambat dosa perlu pendidikan atau pengajaran supaya ikut ke jalan yg benar sesuai rencana Allah. Allah tidak menggunakan otoritasnya untuk memaksa agar anak bertumbuh tetapi memberikan wewenang kepada orang tua agar mendidik anak untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
Bagaimana mendidik untuk mempersembahkan bagi Dia:
1. Memberitahukan hakekat, akibat dan tanggung jawab terhadap dosa.
2. Keselamatan bukan karena perbuatan baik tetapi anugerah dalam iman kepada Yesus Kristus.
3. Sebagai buatan Allah, yg diciptakan baru dalam Kristus Yesus maka orang percaya harus berbuat baik sesuai dengan rencana dan kehendak Allah.
4. Allah telah memperlengkapi setiap orang percaya dengan karunia rohani. Maka orang tua harus mendidik untuk menemukan dan mengembangkannya untuk dipakai dalam pelayanan untuk kemuliaan Tuhan.

T.
Pendidikan itu menyangkut pendidik dan yang dididik. Bagaimana mungkin anak-anak dibawa kepada Tuhan jika pendidik itu sendiri tidak mengenal Tuhan. Maka pendidik sendiri harus bertemu dengan Tuhan secara pribadi.

U.
1. Mengapa mendidik anak? Karena itu adalah perintah langsung dari Tuhan. Hanya itu perintah Tuhan bagi orang tua. Efesus 6:4. Ulangan 6:1-9. Amsal 22:6
2. Bagaimana mendidik? Dalam ajaran (mengajar banyak hal yang belum diketahui anak-anak, dan tidak mungkin diajarkan oleh dunia) nasihat (mengarahkan, membimbing)
Mendidik untuk kemuliaan Tuhan. Bukan untuk memuaskan diri sendiri. tanpa tujuan lain selain untuk memuliakan Tuhan karena suatu saat kita akan bertemu dengan Tuhan.

Kamis, 07 Juli 2011

Mendidik di Tengah Arus Zaman (Amsal 1:8-19)

MENDIDIK DI TENGAH ARUS ZAMAN
Amsal 1:8-19

PENDAHULUAN
Pendidikan adalah hal yang penting bagi anak karena keberhasilan anak dimasa mendatang, salah satunya dapat ditentukan dari seberapa baik pendidikan yang diberikan kepadanya. Akan tetapi seringkali ada konsep yang keliru dari para ortu mengenai pendidikan. Mrk hanya menyerahkan pendidikan kepada pihak sekolah ataupun kepada bimbel2 yang ada sedangkan ortu hanya disibukkan dg bekerja mencari uang. Padahal bimbingan atau nasehat dari ortu mrp pendidikan yang paling erat dan paling dekat dalam mendidik anak2. Bahkan ams 1:9 menuliskan bahwa ajaran ortu bagaikan karangan bunga bagi kepalamu dan kalung bagi lehermu. Hal ini menandakan bahwa nasehat ortu sll melekat dan membekali sang anak kemanapun dia pergi, dan mll nasehat itu pula anak2 mmlk dasar yang benar dalam mengambil setiap keputusan di dalam hidupnya. Oleh karenanya, sesuai dg ayat ke 8, maka pendidik dalam keluarga adalah ke 2 ortu bukannya hanya ibu atau bpknya saja.
Dalam meresponi tawaran dunia untuk hidup dalam kenikmatan dosa, maka disinilah pentingnya bagaimana peranan ortu dalam memberikan pendidikan yang benar dan sesuai dengan nilai2 firman Tuhan mutlak diperlukan. Jikalau melihat ayat ke 11-14, maka bs diketahui bgm dunia ini menawarkan kehidupan yang disertai dengan ketidakjujuran, pembunuhan, perjudian, mendapatkan uang atau jabatan dalam pekerjaan dengan cara yang salah, memperoleh kesenangan dengan cara2 yang dibenci oleh Tuhan. Dengan kata lain, dunia ini menawarkan kenikmatan2 meskipun harus ditempuh dengan cara2 yang tidak benar dan sgt bertentangan dg firman Tuhan. Itu sebabnya ada pepatah yang mengatakan �ora melu edan ora keduman�. Inilah tantangan yang besar yang hrs dihadapi oleh anak2 Tuhan saat ini, yaitu bgm tetap menikmati berkat2 dan penyertaan Tuhan dalam dunia ini meskipun tetap berada di jalur yang benar.
Di sisi yang lain, seringkali cinta ortu kpd anak2 hanya diluapkan dengan menyekolahkan anak di sekolah yang terkenal dan memberikan les matematika, bahasa inggris, mandarin, renang, gitar, piano, nyanyi, nari, dsb. Akan tetapi, tanpa adanya rasa takut akan Tuhan dalam diri anak tsb, maka apa yang telah dipelajari oleh anak tsb akan digunakannya untuk menyenangkan dirinya sendiri dan bukan untuk menyenangkan Tuhan. Kalau anak tsb pandai menyanyi maka kepandaian menyanyinya akan dipersembahkan kepada dunia ini dan bukannya kepada Tuhan, kalau anak itu pandai dalam bidang hukum maka kepandaiannya pun akan digunakan sbg alat iblis untuk menyenangkan dirinya sendiri dan menjatuhkan orang lain, dan bukan untuk kemuliaan Tuhan. Itulah sebabnya kenapa ortu hrs menekankan nilai2 firman Tuhan kepada setiap anak2nya. Ams 1:7 dituliskan bahwa hanya takut akan Tuhanlah terdapat segala pengetahuan yang benar. Dan di dalam ams 3:5 dituliskan percaya lah kepada Tuhan dan bukan kepada pengertianmu sendiri. Dengan kata lain, diperlukan secara mutklak tentang hidup takut dihadapan Tuhan dalam menjadikan seorang anak menjadi manusia yang berkenan di hadapan Tuhan. Oleh karenanya, janganlah ortu mmlk pandangan yang remeh thd pendidikan kekristenan, baik itu yang disampaikan kepada anak di dalam rumah, sekolah, ataupun gereja. (ex: ironis sekali kalau ortu akan marah kalau anaknya bolos sekolah, tetapi ortu tidak marah ketika anaknya tidak pergi sekolah mgg).
Sebagai kesimpulan, apa yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak di tengah arus zaman: 1). Peranan ortu yang sesunguhnya thd anak2. Bahwa ortu adalah wakil Tuhan maka secara tidak langsung Tuhan menuntut para ortu utk menjalankan peranan mrk secara benar, dan tidak bs memberikan tanggungan kepada suami atau istri saja dalam mendidik anak2, begitu pula dengan sekolah ataupun bimbel2 yang ada. Jangan sampai pula anak merasa lebih dekat kpd pembantu daripada ke 2 ortunya, krn banyak anak sejak pagi sampai tdr di malam hari tdk bs lepas dr pembantunya. Anak manusia bukanlah spt anak penyu dimana stl ditelurkan maka bs langsung ditinggal, ttp mrk memerlukan pendidikan ataupun nasehat ortu untuk mjd manusia yg benar dan berkenan di hadapan Tuhan. 2). Pembekalan nilai2 firman Tuhan sejak dini kepada anak2. Hal ini dapat sebagai bekal bagi anak2 dalam membedakan nasehat dunia dg nasehat ortu yang takut akan Tuhan sehingga masa depan anak2 pun pasti akan selaras dg nilai2 firman Tuhan. selain itu, Tuhan juga akan memandang gagal terhadap ortu yang lalai dalam menekankan nilai2 kebenaran firman Tuhan thd anak2. perlu juga diketahui bahwa jikalau anak mmlk rasa takut akan Tuhan, maka dia pasti akan hormat kpd ortu, tidak akan membunuh, tidak berzinah, tidak mencuri, tidak saksi dusta, dan tidak akan mengingini milik org lain. Dengan kata lain, keberadaan firman Tuhan yang kuat dalam diri si anak akan menjadikan anak tersebut siap menghadapi tantangan2 dunia yang bobrok ini.

A.
Salomo menulis kitab Amsal ini, seperti yang kita lihat dalam kehidupan Salomo yang gagal membesarkan anaknya.
1. Firman Tuhan bukan sebuah konsep tapi kebenaran yang harus dihidupi.
2. Firman Tuhan bukan sekedar pengetahuan tapi menjadi mentor.
3. Makin hari kebenaran tidak menjadi suatu hal yang sangat kruasial atau mutlak.

B.
Ada beberapa ayat yang berbicara mengenai pendidikan anak yaitu Amsal 22:6; 29:17. Kedua ayat ini jelas sekali menceritakan tanggung jawab orang tua untuk mendidik. Mendidik bukan menguasai atau mendominasi anak kita. Kesalahan orang tua adalah dalam mendidik anak sesuai dengan impian mereka atau cara dari mereka memperoleh didikan dari pendahulu mereka. Tujuan pendidikan adalah supaya anak kita tidak menyimpang melainkan memperoleh makna dalam hidup anak kita. Kita harus mendidik mereka karena mereka tidak tahu menjalani kehidupan ini. Karena itu sejak masih muda kita harus mendidik mereka. Dan ini harus dilakukan oleh kedua orang tua (ayah dan ibu). Mendidik anak bukan satu arah tapi menjadi rekan bagi anak kita.

C.
Kuasa orang tua terdapat dari teladan mereka, karena anak mereka yang melihat teladan orang tua akan memiliki modal yang sangat kuat di masa yang akan datang.

D.
Ayat 8, merupakan teguran atau peringatan kepada orang tua agar anak-anak mereka mengikuti apa yang mereka ajarkan. Survey menemukan bahwa orang tua hanya menghabiskan waktu selama 2 menit untuk berbincang-bincang dengan anaknya. Sedangkan survey yang lain menemukan bahwa anak-anak menghabiskan 2 jam untuk menonton televisi. Jadi, mana mungkin orang tua dapat mempengaruhi dan mengajar anak-anaknya bila hanya memiliki waktu 2 menit untuk anak-anaknya. Makanya tidak mengherankan bila anak-anak zaman ini lebih banyak diajar oleh media daripada oleh orang tua. Karena itu, orang tua harus menyediakan waktu untuk anak-anaknya.

E.
Fakta tentang anak � anak :
� Anak-anak lebih mendengarkan apa kata teman � temannya
� Anak � anak lebih mementingkan apa kata dunia dari pada orang tuanya
� Anak-anak berani menentang orang tua demi sebuah penerimaan di dunia ini
� Anak-anak suka tantangan yang mereka hadapi tapi tidak berhasil untuk melaluinya
Fakta tentang orang tua :
� Banyak yang mengurung anak � anaknya agar lebih baik
� Membatasi anak � anak tidak pulang malam agar lebih baik
� Memarahi dan menghajar anak � anak agar lebih disiplin, ternyata tidak
Fakta pendidikan :
� Kebenaran firman Tuhan harus diberitakan, dilakukan, diterapkan, dan juga dilakukan dimulai oleh orang tua sebagai teladan, agar anak � anak dapat mengenal kasih Tuhan dari keluarga mereka dan tumbuh menang atas arus zaman yang dipenuhi dosa ini.

F.
Robert Kiyosaki bercerita suatu kali ada seorang guru mengajar muridnya. Guru ini bertanya: lebih untung mana 5 tepung roti dengan harga 3500 atau 2 tepung roti dengan harga 2000? Kebanyakan anak memilih 5 tepung roti dengan harga 3500, tapi ada satu anak memilih untuk 2 tepung roti dengan harga 2000. Guru ini memarahi muridnya, tapi muridnya berkata bahwa yang dibutuhkan dirumahnya hanya 2 tepung roti. Seringkali kita kurang sabar untuk mendidik anak-anak kita dan tidak memberikan alasan-alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan anak-anak kita (lih. ayat 8 . . . yaitu memberikan pengertian dalam mengajar anak-anak kita). Intinya mendidik anak dengan hati dan akal budi.

G.
Ada 3 bagian dalam bagian ini yaitu konteks (8-9), point 1 (10-17), point 2 (18-19).
Konteks (ayat 8-9) untuk mendidik anak, karena itu:
1. Didikan untuk tidak hidup sama seperti dalam dunia ini, karena orang dunia ini dapat mempengaruhi kita menjadi orang yang jahat (10-17)
2. Kehidupan sama seperti orang dunia itu akan hanya akan membawa kehancuran (18-19)

H.
Pendidikan dalam rumah itu merupakan satu hal yang penting untuk menghadapi tantangan yang ada di luar rumah. Ayat 8 sangat penting yaitu, orang tua harus memiliki wibawa di dalam reward dan punishment dengan memberikan dialog untuk memberikan pengertian kepada anak-anak kita.

I.
Ayat 8, Salomo sungguh mengerti Firman Tuhan karena dia orang yang paling bijaksana tapi ia sulit mempraktekkannya karena hatinya condong kepada istri-istrinya yang tidak percaya sehingga ia tidak dapat mengajar anak-anaknya karena tidak memiliki dasar yang sama. Di dalam mengajar kebenaran bukan hanya sama imannya tapi juga memiliki hati yang sama untuk takut akan Tuhan. Di dalam mendidik anak, orang tua harus melakukan pengajaran ini secara konsisten dan berulang-ulang.

J.
Zaman ini adalah zaman yang bebas yang berpegang pada pengetahuan. Karena itu anak-anak dibiarkan oleh orang tua untuk menyenangkan anak-anaknya. Namun Firman Tuhan mengatakan dengan tegas untuk mendidik anak-anak kita. Karena itu, seorang bapa harus mendidik dan memberikan prinsip kepada anak-anaknya, sedangkan ibu mengajar untuk menerapkan prinsip-prinsip tersebut. Suami istri menjadi satu kesatuan di dalam mendidik anak, bukan untuk membingungkan anak. Saat ini banyak ayah yang tidak mengambil peran untuk memberikan pendidikan, semuanya diambil alih oleh ibunya, sehingga feminisme kuat di dalam diri seorang anak. Seorang anak harus memiliki gentle dan feminis, karena wibawa seorang ayah dibutuhkan dalam mendidik anak. Orang tua juga menjadi teladan, terbuka dihadapan anak-anaknya sehingga apa yang dipahami dan dilakukan orang tua dimengerti oleh anak-anaknya.

K.
Anak itu penting dan berarti, tapi bukan segala-galanya. Dalam keluarga, anak harus melihat posisi mereka di bawah orang tua. Dan orang tua harus memberikan pendidikan ini kepada anak-anaknya.
1. Pentingnya pendampingan orang tua kepada anak-anaknya. Kehadiran orang tua sangat dibutuhkan khususnya ketika anak membutuhkan orang tua (pendampingan dapat dinyatakan melalui nasihat, kehadiran, teladan, ketegasan).
2. Pentingnya kesatuan hati orang tua di dalam mendidik anak. Pertentangan dalam mendidik anak akan menghasilkan kebingungan kepada anak-anaknya.

L.
link : http://kevinjthompson.wordpress.com/2008/03/24/my-philosophy-of-christian-education/
http://hdr.undp.org/en/statistics/index.html#hdirank

M.
Hari ini kita belajar satu tema: Mendidik ditengah arus zaman. Raja Salomo memberikan kita banyak nasihat dalam kitab Amsal perihal mendidik anak. Tema Amsal: Hikmat untuk hidup dengan benar. Amsal 1:1-7? berisikan prolog; Amsal 1:8-9:18? berisikan 13 ajaran hikmat bagi kaum muda. Secara khusus dalam pasal 1:8-19 berbicara tentang nasihat Salomo mengenai pentingnya mendidik anak supaya mereka tidak terjerat dalam pergaulan yang buruk yang akan merusak masa depan mereka. Ada tiga hal yang penulis tekankan:
Pertama, mendidik anak adalah perintah langsung dari Tuhan (Ams. 1:8-9). Mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab yang Tuhan bebankan kepada orang tua. Mengapa? karena anak-anak tidak dilahirkan otomatis tahu apa yang baik dan tidak baik; yang benar dan tidak benar. Mereka belum bisa membedakan keduanya karena itu kita perlu mendidik mereka soal etika, moral, ajaran dan nasihat firman Tuhan. Dalam hal mendidik anak ada dua hal yang ditekankan Alkitab: (1) Orang tua bertanggung jawab mendidik anak. Bagaimana cara mendidik mereka? (a) Mengajar secara verbal: melalui perkataan; nasihat; berdasarkan firman Tuhan (Ul. 6:6-9; Ams. 22:6; 23:13; 29:17; Ef. 6:4). (b) Mengajar melalui contoh; teladan hidup. (c) Mengajar melalui disiplin, tatkala anaknya menolak didikan (Ams. 19:18; 23:13-14). (2) Anak-anak harus mau dididik oleh orang tua mereka, caranya: dengarkan nasihat orang tua dan taati apa yang mereka ajarkan dan nasehatkan Ams. 1:8-9).
Kedua, supaya anak kita hidup menjadi berkat bagi Tuhan, orang tua dan sesama (Ams. 1:10-15).
Anak-anak yang Tuhan titipkan kepada keluarga kita bisa menjadi berkat dan kutuk bagi keluarga dan orang lain. Anak-anak paling mudah dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan di mana mereka berada. Bisa pengaruh yang baik dan jahat. Sebab itu, Salomo mengingatkan bahwa mendidik anak tujuannya supaya mereka tidak terjerat oleh jebakan-jebakan dosa (ay. 10, 15). Dalam kehidupan anak muda juga sering berhadapan dengan pengaruh dari teman-teman untuk berbuat dosa. Tekanan dan pengaruh dari teman sebaya mereka akan menggoda mereka untuk bergabung dengan golongan mayoritas untuk menikmati kesenangan-kesenangan berdosa. Bagaimana menghadapi pengaruh dan godaan yang jahat itu? Orang muda dapat menolak godaan dosa dengan cara: (1) menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan; (2) berkomitmen hidup berdasarkan terang firman Tuhan (ay. 15-16); (3). menyadari bahwa hidup berkompromi dengan dosa dan kesenangan duniawi akan menuai sakit hati, kesukaran, malapetaka dan kebinasaan (ay. 27; Mat. 4:1-11).

N.
Tantangan dan arus jaman selalu mengalami perubahan dan kesulitan yang berbeda. Perubahan jaman selala membawa dampak positif dan negatif, dan hal ini perlu disikapi dengan arif bijaksana, terutama dalam soal pendidikan dan pengajaran anak. Sebab jika kita tidak mempersiapkan pendidikan serta pengajaran yang benar kepada anak dapat dipastikan anak akan tergerus oleh arus jaman ini. Arus jaman ini dapat membawa anak-anak kita ke dalam keruskan moral yang berat. Oleh karena itu, hal ini perlu diwaspadai dengan bijak dalam pola pendidikan anak-anak, apa yang harus dilakukan dalam mempersiapkan generasi muda sekarang ini?
I. mendidik anak-anak takut akan Tuhan.
II. Memberikan teladan yang benar sesusi dengan FT
III. Melatih dan Mempersiapkan anak-anak menghadapi perjuangan hidup.
Anak adalah titipan Tuhan yang harus didik, diajar dan dibimbing menjadi pribadi seperti yang Tuhan kehendaki. Supaya, anak-anak ini menjadi garam dan terang yang membawa pengaruh yang besar bagi lingkungannya. Sehingga bukan anak-anak kita yang teroengaruh oleh arus jaman ini tetapi justru mereka mempengaruhi dunia ini bisa mengenal Allah.

O.
Jaman ini kebutuhan finansial cukup tinggi, itulah sebabnya banyak keluarga bekerja mati-matian, mengejar karier dengan berbagai cara. Namun disisi lain anak-anak butuh kehadiran orang tuanya mendampingi pertumbuhan mereka seiring dengan pesatnya perkembangan jaman ini. Tidak mudah bagi keluarga bisa menjaga keseimbangan antara pendidikan karakter dan pemenuhan kebutuhan financial bagi generasi sekarang ini. Namun Amsal sekali lagi mengingatkan peran ayah dan ibu dalam mendidik dan mengajar anak-anaknya. Orang tua harus mengajarkan kepada anak-anaknya berkata tidak terhadap hal-hal yang membawa kehancuran meskipun ada resiko, ini harus dikatakan dan diajarkan berulan

Kamis, 08 April 2010

MENGIKUTI JEJAKNYA

Mengikuti JejakNya

I Petrus 2:19-23


Source Blog persekutuan-gii

Hamba Tuhan Pooling Garut


Dalam hidup orang percaya, Tuhan tidak pernah menjanjikan hidup tanpa pencobaan, tantangan dan ujian, tetapi Ia menjanjikan penyertaan-Nya (Mat. 28:20), untuk memberikan kekuatan dan pertolongan tatkala kita menghadapi semua pencobaan. Karena itu, tatkala kita mengalami kegagalan dan penderitaan jangan mempersalahkan Tuhan. Yakobus berkata, �Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: Pencobaan ini datang dari Allah! Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya� (Yak. 1:13-14). Sebab itu, ada kalanya faktor kesalahan sendiri yang menjadi penyebab kegagalan. Namun tidak menutup kemungkinan itu diizinkan Allah untuk menguji dan memurnikan iman kita (1Ptr. 1:7; bkd. Ayub 1-2). Namun kegagalan itu bukanlah akhir dari segalanya tetapi ada maksud dan rencana yang baik dari Tuhan yang sedang dikerjakan-Nya sehingga kita selalu hidup bergantung pada-Nya. Kemuliaan dan kehormatan tertinggi yang dapat dialami orang Kristen adalah menderita bagi Kristus dan Injil (Mat. 5:10).
Tema surat 1 Petrus adalah �Menderita bagi Kristus.� Konteks pasal 2 berbicara tentang relasi orang percaya dengan sesama. Secara khusus di 1 Petrus 2:18-25 membahas tentang tanggung jawab seorang hamba terhadap tuannya. Petrus menulis surat ini ditujukan kepada jemaat Kristus perantauan yang tersebar di seluruh propinsi Asia kecil kekaisaran Romawi (1:1). Adapun tujuan surat ini adalah untuk memberikan pengharapan kepada jemaat karena iman kepada Kristus juga menasihati mereka agar memiliki hidup yang baik, benar dan taat kepada tuannya supaya tidak membangkitkan ketidaksenangan pihak pemerintah dan tuannya serta mendorong mereka untuk hidup mengikuti teladan atau jejak Kristus. Apakah teladan atau jejak Yesus yang perlu kita ikuti?

Pertama, Ia rela menderita bukan karena berbuat dosa atau kejahatan melainkan karena menanggung dosa kita (1Ptr. 2:19; 4:1,13). Petrus menegaskan bahwa ada penderitaan yang dialami orang Kristen karena berbuat dosa (ay. 20). Jika itu yang terjadi maka ia harus bertobat. Sebaliknya ada juga penderitaan yang muncul bukan karena kesalahan sendiri, tetapi karena perbuatan orang lain, maka itu disebut kasih karunia Allah. Ini disebut menderita bagi Kristus atau menderita karena kehendak Allah (1Ptr. 4:19); menderita karena nama-Nya (Kis. 9:16); menderita karena Injil-Nya (2Tim. 1:8); menderita karena kebenaran (1Ptr. 3:14); dan menderita karena kerajaan Allah (2Tes. 1:5). Paulus tegaskan bahwa jika kita berbuat baik dan karena itu harus menderita maka itu adalah kasih karunia Allah. Kristus telah menderita untuk kita, maka ikutilah teladanNya. Kitapun dituntut memiliki sikap yang sama seperti Kristus, yakni rela dan bersedia menanggung penderitaan dalam melayani Tuhan.

Kedua, Ketika menderita, Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan (1Ptr. 2:22-23; Rm. 12:17-21). Alkitab berkata bahwa Yesus tidak berbuat dosa dan tipu muslihat tidak ada dalam mulut-Nya (ay. 22). Namun Ia harus menanggung penderitaan dan dicaci maki oleh orang-orang berdosa khususnya para ahli Taurat, orang Farisi dan para Iman (ay. 23). Bagaimana respons Yesus pada saat Ia menderita? Petrus berkata bahwa Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan. Selain itu, saat Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan penghakiman itu kepada Allah Bapa. Ia juga mendoakan dan memberkati mereka yang menyalibkan-Nya. Karena itu, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan kebaikan (Rm. 12:17-21).

Hidup manusia tidak pernah lepas dengan namanya kesulitan hidup. Kesulitan ini melanda semua orang tanpa terkecuali bahkan pada anak-anak Tuhan. mungkin itu, disebabkan ekonomi, pekerjaan, keluarga atau rumah tangga bahkan sakit penyakit. Penderitaan seperti ini adalah hal yang wajar dialami dalam kehidupan, tidak ada yang istimewa. Dalam kesulitan justru melatih kita untuk bersandar pada kuasa dan kebesaran Allah, seperti yang dialami oleh Paulus (II Kor 12: 9). Tetapi jika penderitaan kita disebabkan karena Kristus dan menderita karena pemberitaan Injil maka kita perlu berbahagia. Sebab ini adalah kasih karunia Allah jika karena Injil Tuhan kita mengalami penderitaan, kita dilibatkan dalam pekerjaan Allah.
Yesus sendiri mengalami penderitaan bukan karena Ia berbuat dosa atau kejahatan. Penderitaan Yesus karena Ia memikul dosa dan kejahatan kita. Ini adalah teladan nyata yang dilakukan Yesus kepada kita semua pada hari ini. jika kita mengalami kesulitan atau pergumulan dalam pelayanan maka teladan Yesus akan menguatkan kita untuk terus melayani Tuhan. sebab kesulitan pelayanan kita tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami Yesus di kayu Salib. Oleh karena itu teruslah berjuang dalam pelayanan pekerjaan Allah.

Penderitaan, pergumulan merupakan sesuatu yang tidak lepas dari kehidupan manusia termasuk orang-orang percaya. Kristus pun pernah mengalami penderitaan sangat berat yang tidak dapat ditanggung oleh manusia yaitu ditinggalkan oleh Allah karena menanggung dosa manusia. Kristus mati bukan sebagai marthir tetapi Dia sebagai Penebus dosa manusia. Jejak yang ditinggalkan Yesus begitu nyata dan sangat jelas, oleh sebab itu setiap orang yang sudah ditebus harus mengikuti jejak tersebut. Jejak Yesus adalah ketaatan kepada Bapa, memiliki jiwa pemimpin tetapi hati seorang hamba dan kerelaan melayani bahkan menderita bagi mereka yang dilayani.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung


- Bagian ini membahas perilaku orang Kristen.Petrus mengingatkan terkait 2:9-10, seharusnya punya patokan moral yang lain dimana berbeda dengan orang-orang non Kristen.
- Kesetiaan sejati hanya kepada Allah, segala sesuatu yg dilakukan untuk kemuliaan Allah, termasuk penderitaan
- V.18: gambaran seorang hamba dan tuan, terkait latarbelakang sebagai pendatang. Baik kepada tuan yang baik maupun jahat. Kesusahan akan datang bila berada pada tuan yg bengis. Ini kesusahan yg tidak harusnya ditanggung, namun tetap menanggung karena sebagai orang percaya
- Apakah mengajarkan tentang pacifism. pacifist: berarti seorang cinta damai, maka perang tidak akan diizinkan. Sedangkan just war bagaimanapun ada peperangan yg dapat dibenarkan terlebih untuk membela diri.
- Kutipan: ada teori �just peacemaking�. ketidakpuasan terhadap pacifist dan just war. �. Usaha untuk terciptanya perdamaian. Karena Allah datang untuk membawa perdamaian.
- Pasal 3: �jangan balas kejahatan ��. Penegasan �mencari perdamaian�. Jadi menanggung penderitaan yg tidak harus ditanggung maka tetap mengusahaan perdamaian.
- Ada 2 kata yg terkait dengan menanggung penderitaan.
*. V19-20 �kasih karunia�: ini gambaran yang seharusnya ditanggung. Kalau berbuat baik dan menderita maka patut dipuji. Kasih karunia berarti menanggung yg tidak seharusnya ditanggung
*.v.21, merupakan panggilan menanggung yg tidak harus ditanggung. Merupakan hal mengikuti teladan Tuhan Yesus.

- V.18: ��tunduklah �� sebaiknya tunduklah penuh hormat.
- Konteks tunduk pada tuan di dalam dunia. Dimana tidak ada yang ideal, kalaupun ada maka terbatas, pada umumnya jahat. Bagaimana bersikap?. Ini yang diajarkan Petrus ditengah dunia yang tidak adil dimana manusia ounya dasar jahat. Apakah mengalah atau melawan atau diam mencari rasa aman yg penting mengerjakan tugas tanggungjawab.
- Jawaban Petrus yaitu �kasih karunia� namun berbeda dengan ayat 20. Ayat 19: tidak tahu objeknya kepada siapa, ayat 20 kasih karunia kepada Allah bukan dunia dan kita. Terkait hal: memuliakan Allah.
1. Ketika menderita karena kebenaran maka Tuhan dimuliakan. Ini merupakan tujuan hidup anak Tuhan di tengah dunia dimana tetap memuliakan Tuhan. Karena menunjukkan Tuhan yg berbeda dengan kepercayaan lain.
2. Menyangkut kualitas iman. Melalui pengujian maka kualitas iman terlihat terlebih bila mengalami kemenangan bagaikan emas yang murni.
3. Ayat 21 Bila berhadapan dengan tuan yang jahat maka itu merupakan panggilan. Terkait mengikuti Jejak Tuhan: dengan tidak berbuat dosa� . Menghindari untuk membalas karena terkait natur dosa. Peringatan Petrus agar bersikap hati-hati jangan berbuat dosa. �Jangan menipu� oleh karena ingin mencari selamat. Perlu mengerti panggilan Kristus yang tidak memblaas dimana menyerahkan keadilan pada Tuhan.

- Kualitas hidup orang Kristen berbeda dgn orang dunia. Standar hidup yang surgawi 1 Petrus 1:18 dimana Kristus menebus dengan darah yang mahal.
- Kualitas hidup yang sedemikian merupakanmengikuti teladan Tuhan

- Dalam praktek kehidupan, orang percaya dalam kondisi dimana diarahkan untuk tunduk pada orang keras. Sebaliknya kita menekan orang yg lembut dihadapan kita. Dengan demikian hidup tidak stabil. Sehingga jika orang itu keras maka tunduk meski penuh beban. Sebaliknya bila dia lembut meski kita salah maka kita keras.
- 1 Petrus dikatakan �tunduk� maksudnya, bukan membawa orang percaya pada kondisi bahwa kita adalah hamba. Bandingkan ayat lainnya, bahwa sebagai orang percaya harus hidup stabil dan sadar sebagai hamba dari Tuhan. Orang Kristen seringkali sampai pada berbuat baik dengan harapan ada respon yg baik.
- Bila tidak menguntungkan maka sering berhenti berbuat baik dan tenggelam dalam pemahaman bahwa yg penting hidup baik. Dan perbuatan baik kepada orang menjadi tidak harus. Petrus mengajarkan tetap berbuat baik meski menderita karena perbuatan baik itu. Maka itulah pengabdian kepada Allah dan menunjukkan status sbg hamba Allah. Jadi perbuatan baik bukan karena respon dimana akan menerima yg baik. Tetapi karena pengabdian kepada Allah meski dapat hasil yg kurang baik atau baik.
- Seorang hamba hanya tahu satu hal. Ini terlihat berkurang dalam kehidupan umat Tuhan. Seringkali berorientasi pada hasil materi atau jasmani. Contoh bekerja karena dapat uang.Ini pengertian pengabdian karena kasih karunia
- Kestabilan hidup bukan karena takut pada yang kuat dan menekan yg lemah karena diri lebih kuat. Tapi terletak pada menanggung penderitaan yg tidak harus ditanggung, bila berhadapan yg kuat krn kebenaran maka jangan takut. Sebaliknya berhadapan dengan yg lemah maka seharusnya berpihak kepada mereka. Dengan contoh kehidupan Tuhan Yesus dimana tidak �mengancam dan tidak melarikan diri� namun menyerahkan pada Allah

- Surat ini untuk orang percaya di perantauan dimana sebagian sebagai budak dimana terbatas memiliki hal materi.
- Bila punya hak untuk membalas namun tidak menggunakannya maka itu orang yg hebat.
Bagaimana dengan umat Tuhan yg tidak punya hak membalas namun mengendalikan emosi dan pada saat mengerjakan dgn baik namun mengalami tekanan. Dia tetap mengendalikan diri dan tidak memberontak maka berarti telah mengikuti teladan Kristus agar dapat memuliakan Allah dan tetap mengerjakan semua dgn baik.

- Teladan hidup. Hidup Petrus sejak kebangkitan mengalami perubahan dengan mengikuti teladan Kristus. Disaat Kristus dicaci maki namun tidak membalas.
- Bagian yg luarbiasa ditengah jemaat yang disampaikan. Ada pengaruh yang kuat dari dunia pada waku itu. Dalam kondisi demikian dituntut kehidupan yang berkenan kepada Allah dan menjadi surat Kristus yang hidup.
- Hidup yang berbuah karena menghasilkan yang indah. Akhir kehidupan yang indah telah ditunjukkan Petrus. Telada Kristus dan pengajaran-Nya agar memperhatikan buah kehidupan yang dihasilkan

- Dalam dunia banyak contoh teladan. Namun tergantung yg mana diikuti apakah yg baik atau buruk. Contoh pengaruh rokok pada anak kecil.
- Pilhan umat Tuhan berbeda sekali dimana tidak mengambil seperti dunia namun teladan Tuhan dalam standar. Penuh kasihan dan indah hati serta tidak membalas. Jangan seperti tawon yang sesukanya menyenggat meskipun tidak diinjak namun hanya disentuh
- Harusnya mengasihi musuh terlebih kepada tuan yg bengis. Teladan Tuhan Yesus tidak membalas dengan apa yang diterimanya dalam dunia.
- Standar kehidupan Kristus karena jejak Kristus adalah jejak nan indah

- Penderitaan hal yg biasa terlebih bila kesalahan pada kita dan berbiat dosa.
- Point penting untuk ikut teladan Tuhan Yesus:
1. Jejak penuh kebenaran (v.22)
2. Jejak penuh damai (v.23)
3. Penuh kasih memebri diri diatas Kayu Salib (v.24)
4. Jejak penuh pengampunan
5. Jejak penuh pengobanan (v.19)

- PB memberi banyak pentunjuk kepada seorang hamba daripada kepada majikan atau raja
- Terkait latarbelakang jemaat mula-mula dimana umat Tuhan dari golongan bawah.
- Petrus mengajarkan bila menderita karena kesalahan maka tidak ada yg dibanggakan. Namun bila seperti Kristus maka menjadi kebanggaan.
- Petrus meminta meneladani Kristus, menderita karena hal baik dan bagi Tuhan.

- Bagian ini membahas relasi dengan sesama. Konteksnya hubungan hamba dan tuan namun juga bawahan dan atasan; junior dan senior; dsb
- Relasi Petrus gambaran relasi yg indah, baik, ramah dan bersahabat, penuh perhatian. Relasi kadang terlihat ada yg bengis dan segala yg jahat dan tidak menyenangkan.
- Sering tidak bisa terima pada hal yg tidak menguntungkan dan terdorong untuk membalas. Seperti perlakuan guru yang suka memukul. Mengalami luka batin, dalam kondisi ini mari bercermin pada Tuhan bukan pada dunia dengan segala ketokohan dan pengalaman serta tawaran dunia.
- Hanya kepada Kristus menemukan jawaban apa yg harus dilakukan agar memuliakan Kristus mengikuti jejak-Nya

- Pertanyaan apa alasan mengkuti jejak Kristus. Harus mengikuti jejak Tuhan Yesus
1. Harus memiliki komitmen. Kesadaran menjadi dasar keputusan untuk ikut Tuhan. Terkait dengan kedatangan Tuhan kedua kali.
2. Perlu koneksitas. Membangun hubungan dengan Tuhan (lihat Yohanes 15 �tinggallah dalam Aku).. penekanan Tinggal dalam Kristus agar dapat berbuat sesuatu dan bertahan.
3. Harus konsisten ditengah pengaruh lingkungan. Harus berani meninggalkan zone nyaman. Bergabung dengan orang yang sama visi agar membajkar semangat
4. Harus kooperatif. Saling membantu dan bersama Allah mengerjakan.
5. Konvergen berarti harus focus.
6. Konsekwensi. Penegakkan keadilan dan kebenaran bias seperti Yohanes Pembaptis dan menederita
7. Bila diperlukan maka kolaberasi. Kerjasama dengan kelompok lain

- Pribadi Tuhan Yesus tmerupakan Elegan karena kehendak Tuhan memperlihatkan kelembutan dan memperlihatkan kekuatan terang sertan berada dalam pusat kaish Agape
- Yang tertinggi mengalahkan kejahatan dengankebaikan. Tidaka da niat membalas. Menahan diri. Didalam kristus hanya ada Terang dan kasih.

Dalam sebuah komunitas saya sering kali menemukan bahwa sebuah kebiasaan atau tradisi yang dianut adalah bagaimana seniornya. Itulah yang seringkali membuat kehidupan generasi baru itu tidak terlalu baik dan benar saat bertumbuh dan berkembang.

Ada kalimat2 yang sering dilontarkan � Karena kami senior dan kamu sebagai junior memang sudah seharusnya mengikuti apa yang senior lakukan.� Namun tidak selamanya senior itu benar karena senior juga manusia.

MENEMUKAN TELADAN HIDUP YANG BENAR DALAM YESUS

o Kehidupan manusia sering kali tidak tahu harus berbuat bagaimana, kemana, dan bertingkah laku yang seperti apa. Dalam kebingungan hidupnya itulah manusia sering kali keliru mengikuti jejak orang � orang yang di sekitarnya.

o Jika manusia baru lahir dia langsung akan mencari perilaku orang � orang di sekelilingnya untuk ditiru. Karena itu jika kita lahir baru dalam Yesus maka perlu dengan sungguh � sungguh mencari teladan yang merupakan kebenaran yang mutlak yaitu Yesus.

o Tidak ada satupun kebenaran yang dapat kita bandingkan dengan pribadi Yesus, karena itu carilah teladan yang benar yaitu YESUS.

o SETIA MENGIKUTI JEJAK YESUS

o Hidup manusia pada hari ini jika mengikuti teladan dengan berpindah � pindah,
mengidolakan dari 1 org ke org lain, maka dia tidak akan pernah menemukan kebenaran dalam hidupnya, dan hanya lingkungan yang ada itulah yang akan membentuk jati dirinya.

o Jika manusia telah menemukan akan kebenaran dalam Yesus, maka lebih baik setia di dalam mengikuti jejak Yesus, dan tidak lagi memakai standar kehidupan orang lain sebagai ukuran moral kehidupan kita hari ini.

o BERITAKAN YESUS AGAR ORANG LAIN TAHU & IKUT JEJAK
YESUS

o Jika kita tahu kebenaran dalam Yesus, dan mengikuti jejak Yesus, maka hari ini kita tidak hanya sekedar diam saja, tetapi kita harus memberitakan tentang Yesus bagi sekeliling kita. Kalau memang Yesus adalah teladan yang akan membawa kita
dalam kemenangan, maka kita harus pula membawa kemenangan ini bagi orang �orang sekitar kita. Inilah bagian kita ber-PI.

- Manusia ingin hidup nyaman dan tidak menderita terlebih tidak menanggung yg tidak harus.
- Bagian ini permintaan rela menderita karena
1. Sadar pada kehendak Tuhan
2. Merupakan kasih karunia
3. V.21 merupakan panggilan�
4. Teladan Tuhan yesus
5. Menderita karena tujuan yg baik untuk orang berdosa: manusia kembali kepad Gembala pemelihaa jiwa dan disembuhkan.
6. Yakin Tuhan adil bahwa akan memperhitungkan terhadap orang yang jahat. Sehingga jangan mengancam dan berbuat dosa. Namun tunduk meneyerahkan diri pada Uhan

- Bagaimana orang percaya hidup dalam Jejak Tuhan dan bagaimana hasilnya pada masyarakat.
- Bolehkah orang Kristen menjadi orang hebat.atau menang.
Karena ini menjadi kekuatan untuk meraih sesuatu
- Apakah orang Kristen harus kalah atau tidak menajdi hebat. Ini merupakan kelemahan
- Catatan posisi karya manusia dalam dunia apa yang dihasilkan dalam ketokohan dunia. Bagaimana dengan kehidupan Kristus dalam dunia.
*. Kehidupan orang Kristen harus aktif untuk menang dan mengalahkan. Dalam kasih yg aktif, harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan sebagai tindakan proaktif. Sehingga menjadi orang yang tidak mamu dikalahkan. Kemenangan Kristus bukan karena dikalahkan.Dimana Kristus menyatakan kasih.

- Petrus ajarkan tindakan kasih yang nyata.

- Mengikuti Kristus yang berat menerima dan menyukai karena masalah mentalitas. Menjadikan seperti Kristus sebagai karakter. Apa arti ikuti Jejak Kristus
1. Penyangkalan diri. Mentalitas eorang hamba. Masalah apakah dapat menerima tidak punya hak. Menjadi hamba antara teori dan realita tidak sama. Petrus menyapa dengan istilah budak dengan jelas. Status ini apakah memiliki mentalitas menerima dan menerima yg tidak seharusnya. Tuhan yesus menjadi teladan dengan menyangkal diri dan menjadi seorang Hamba
2. Penderitaan Kristus. Dalam surat petrus dimana tiap pasal berbicara penderitaan dimana ada 20 kali diungkapkan. Petrus digelari Rasul Pengharapan. Peran orang Kristen dalam konteks hamba, dalam konteks penderitaan. Penting bahwa status hamba namun dalam mentalitas tuan. Belajar untuk mengasihi tuannya. Itulah kemenangannya.Tuhan Yesus mengasihi murid-murid-Nya mesk ada murid yang pernah dikatan menjadi seperti satan. Tuhan Yesus mengasihi dengan mencuci kaki murid-Nya meski sepertinya ada yg tidak layak untuk dikasihi. Ayat 18 tidak saja menerima tetapi juga mengasihi
.
- Dunia yg jahat dan kurang menyenangkan, menghadapi orang yg tidak disukai, arogan, ingin menang sendiri dan kedudukan mengatur orang lain maka timbul konflik dan peperangan
- Terlepas dari kelemahan dan keterbatasan sbg mamnhsia serta ketidak berdayaan dalam hidup. Piola dan tatacara yg diterapkan dalm sikap dan keputusan. Apakah poal sorgawi atau pola duniawi
- Petrus pernah diperlakukan tidak adil namun menyarahkan keada Allah, Hakim yg agung.
- Resiko perlu penyangkalan diri. Bagaimana berperan yang memperhambakan diri pada Allah bukan pada dunia, diri dan orang lain
- Perlu martabat citra karena tanah air di sorga.
- Sebagai orang yg merantau dalam dunia, dalam konteks kedaulatan Allah bahwa kita diatur oleh Allah dan diizinkan
- Kehendak Allah:
1. Sudah direncanakan memang untuk menderita. Bukan karena dosa tapi kemuliaan Allah dalam rencana-Nya. Anugerah
*. Dipandang layak menderita
*. Diberi kemampuan untuk bertahan
Pada umum nya mansuia bersikap terhadap konflik:
a. Mental atau menyerah pasif
b. Bypass eperti tidak ada apa-apa namun cari kompensasi. Sehingga yg rumit tidak dibereskan dan sepele diperhatikan.
c. Hantam sana-sini, bagaimana nanti bukan memikirkan nanti bagaimana

2. Yakin bahwa akan meraih kemenangan bersama Tuhan dan tidak dikalahkan kuasa dunia. Berjalan dalam oenyertaan Tuhan dan menjadi lebih dari pemenang (Rioma 8)

- Meraih kemenangan harus punya:
1. Iman kuat
2. Pengharan cerah � manis dibelakang
3. Cinta kasih yang kuat. Menerobos segala kesulitan. Akan merubah segala sesuatu, lawan jadi kawan dan kesulitan menjadi berkat

- Jejak Kristus menjadi langkah yang kita ikuti.
1. Harus tekad mengasihi Tuhan lebih daripada orang yang kita kasihi diberikan Tuhan.
2. Memikul Salib maka tidak mengikuti Tuhan. Yaitu dipaku di Kayu Salib berarti bersedia mati untuk Tuhan.
3. Harus menanggalkan segala sesuatu untuk menjadi pengikut Tuhan yang baik (ibrani 12:1-2). Yang ikat kita sering yang jahat dan yang paling baik. Se[erti berlari jangan ada yang mengantung pada kita. Berjalan dalam kepolosan bersama Tuhan.

- Jejak langkah Krisus merupakan jejak penderitaan.
- Penyangkalan diri dimana Kristus tidak memikirkan diri sendiri dan kehendak Tuhan yang jadi. Genaplah.
- Kepatuhan yang luar biasa dari kristus
- Menjadi tontonan atau sandiwara oleh malaekat dan dunia untuk menjadi contoh bagi yang lain. Seperti kata Paulus ikuti jejak Krisus. Harus meneladai kristus dalam aspek kehidupan
- Hidup merupakan Jejak langkah memuliakan Tuhan dimana semakin meninggikan kristus.



Jumat, 02 April 2010

SEANDAINYA KRISTUS TIDAK BANGKIT

SEANDAINYA KRISTUS TIDAK BANGKIT
1 Korintus 15:1-15

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Garut

Kebangkitan Kristus merupakan doktrin pokok dalam kekristenan. Banyak orang mengakui pentingnya kematian Kristus, tetapi menyangkal pentingnya kebangkitan Kristus secara jasmani. Kebangkitan Kristus merupakan sebuah kabar baik dan kebenaran yang menggembirakan serta menjadi motivator bagi pelayanan gereja dan penginjilan dunia. Salah satu doa yang sederhana dan kredo gereja mula-mula adalah �Maranatha� yang artinya �marilah datang, Tuhan kami� (1Kor.16:22). Tidak seorangpun yang telah mengingkari kebangkitan-Nya dapat berkata Maranatha. Jadi kebenaran kebangkitan Kristus dan relevansinya dapat memberikan kekuatan dan kemenangan dalam kehidupan setiap orang Kristen. Namun ada juga orang yang tidak percaya akan kebangkitan Kristus.

Apakah implikasinya jika Kristus tidak bangkit? Jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah kepercayaan kita dan pemberitaan Injil. Hal ini juga membawa implikasi lainnya: Pertama, jika Kristus tidak bangkit, maka Ia adalah seorang pendusta, karena Yesus pernah berkata bahwa Ia akan bangkit (Mat. 20:19; 28:6). Ia bukanlah nabi sejati, juga bukan Tuhan dan Juruselamat yang hidup. Kedua, Ia tidak akan bisa melakukan segala pelayanan-Nya. Karena segala pelayanan-Nya berakhir setelah kematian-Nya. Karena itu, kita sekarang tidak memiliki seorang Imam Besar, Pengantara, Pembela dan Kepala gereja (Rm. 6:1-10; Gal. 2:20). Ketiga, tidak ada berita Injil. Karena berita Injil didasarkan pada fakta adanya kematian dan kebangkitan Kristus (1Kor. 15:3-8). Penguburan-Nya membuktikan bahwa Ia tidak pingsan tetapi benar-benar mati. Keempat, kesaksian kita palsu dan iman kita sia-sia (1Kor. 15:13-19). Jika Kristus tidak bangkit, maka orang-orang yang mati dalam Kristus tidak memiliki pengharapan untuk bangkit kembali.

Apakah bukti-bukti kebangkitan Kristus? Dalam 1 Korintus 15:1-11, Rasul Paulus menjelaskan sebuah fakta penting bahwa Kristus sudah mati karena dosa kita, Ia telah dikuburkan, bangkit dari antara orang mati dan telah menampakkan diri-Nya pasca kebangkitan. Jadi kebangkitan Kristus bukan cerita dongeng semata, karena didasari oleh bukti-bukti yang akurat dan tepat. Pertama, Ia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya. Ada sejumlah saksi mata yang melihat tubuh kebangkitan-Nya. Urutan-urutan penampakan diri-Nya adalah (a) kepada Maria Magdalena dan wanita-wanita lain (Mat. 28:8-10); (b) kepada Petrus (Luk. 24:34); (c) kepada kedua murid-Nya di perjalanan ke Emaus (Mrk. 16:12); (d) kepada para murid-Nya kecuali Thomas (Luk. 24:36-43); (e) kepada para murid-Nya termasuk Thomas (Yoh. 20:26-29); (f) kepada 7 murid-Nya di tepi danau Galilea (Yoh. 21:1-24); (g) kepada para rasul dan lebih dari 500 saudara dan Yakobus (1Kor. 15:6-7); (h) dan terakhir kepada mereka yang menyaksikan kenaikkan-Nya ke Surga (Mat. 28:18-20; Mrk. 16:19; Luk. 24:44-53; Kis. 1:3-12). Kedua, dampak dari kebangkitan-Nya. Kubur yang kosong membuktikan bahwa Ia sudah bangkit (Mat. 28:11-15). Adanya peristiwa hari Pentakosta yang diperingati setiap tahun sebagai hari turunnya Roh Kudus, setelah Kristus bangkit dan naik ke Surga (Kis. 2:33). Perubahan hari ibadah dari hari Sabat menjadi Minggu secara serentak oleh orang Kristen Yahudi mula-mula, karena mereka ingin memperingati kebangkitan Tuhan mereka yang terjadi pada hari Minggu (Kis. 20:7).

Apa saja hasil dari kebangkitan Kristus? Pertama, kebangkitan Kristus membuktikan kebenaran-Nya selaku seorang Nabi (Mat. 28:6). Hal ini juga mengesahkan pengakuan-Nya sebagai Tuhan dan Mesias (Kis. 2:36; Rm. 1:4). Kedua, kebangkitan Kristus memberikan jaminan bahwa orang-orang percaya akan beroleh kebangkitan (1Kor. 15:20-23,52). Ketiga, kebangkitan Kristus sebagai syarat utama untuk semua pelayanan-Nya selanjutnya. Ia menjadi perantara, pembimbing, dan pelindung umat-Nya (Rm. 5:9,10; 8:34; Ef. 1:20-22; 1Tim. 2:5-6).

Jika Kristus tidak bangkit maka akan hancurlah seluruh pengharapan dan iman orang Kristen, karena kekristenan tidak berdampak pada kekekalan. Kekristenan tidak memiliki keunikan dan keistimewaan dengan agama-agama yang lain. Tetapi syukur pada Allah Yesus telah bangkit dari kematian. kebangkitanNya membawa pengaruh luar biasa dalam seluruh aspek kehidupan umat manusia. Sebab manusia mendapatkan penebusan dosa dan keselamatan yang nyata. Karena kematian dan kebangkitan Yesus memberikan pengampunan bagi dosa-dosa manusia. Oleh karena itu Paulus, dengan giat bekerja memberitakan berita tentang kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus suatu realita bukan impian para murid-murid Yesus. Karena Yesus menjumpai murid-muridnya dan banyak orang (500 orang) untuk membuktikan Ia bangkit. Kebangkitan Yesus bukan berita bohong dari Murid-muridNya. Bahkan Ia juga sudah naik ke sorga disaksikan oleh banyak orang yang melihat kenaikan Yesus ke Sorga.
Kebangkitan Yesus memberikan anugerah yang kekal bagi semua orang, sehingga barang siapa yang percaya dalam nama Yesus tidak binasa tetapi mendapatkan keselamatan. Oleh karena itu, Paulus dengan giat bekerja dalam pemberitaan Injil serta melayani Tuhan karena Anugerah itu telah memperbaharui hidupnya.

Seandainya Yesus tidak bangkit maka tidak ada kehidupan. Kebangkitan Kristus bukan isapan jempol belaka karena banyak orang yang menyaksikan kebangkitan Kristus dengan mata kepala sendiri. Kebangkitan Yesus adalah kebangkitan yang menghidupkan karena bagi setiap orang yang percaya ada jaminan hidup kekal. Kebangkitan Kristus adalah kebangkitan yang memerdekakan khususnya murid-murid-Nya dimerdekakan dari ketakutan yang mencengkeram, kebangkitan Kristus adalah kebangkitan yang mengubahkan sehingga mereka memberitakan Injil dengan berani.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta


Kebangkitan Kristus bukan hanya mitos karena ada banyak kepercayaan tentang kebangkitan di seputar kita.
Beberapa teori mengenai kematian Yesus:
[1]. Stolen theory (teori pencurian).
[2]. Wrong tomb theory (teori keliru).
[3]. Swoon theory (teori pingsan).
[4]. Hallucination theory.
[5]. Substitution theory.

Bukti kebangkitan Yesus:
Cannon Wescott, Cambridge University, said, �Sesungguhnya, kalau kita pertimbangkan semua fakta yang ada, maka tidak ada peristiwa sejarah yang lebih baik atau lebih banyak buktinya dari pada peristiwa kebangkitan Yesus.�

Cf. Dr. James Kennedy said, �Fakta-fakta kebangkitan Yesus Kristus telah diteliti lebih seksama dari pada fakta-fakta sejarah manapun.�

[1]. The public execution assured his death.
[2]. A high official secured the gravesite.
[3]. The Disappearance of the Body From the Tomb.
[4]. The Reappearance of Jesus Before His Disciples, Mary and many others.
[5]. The Transformation of the Disciples.
[6]. Witnesses were willing to die for their claims.
[7]. The believers changed their day of worship.
[8]. The Emergence of Church.

Rev. Dr. John Robert Walmsley Stott (1921-. . ., Anglican Reformed British Christian leader, author of Lausanne Covenant in 1974, celibate), said, �Pada intinya, agama Kristen adalah agama tentang kebangkitan. Konsep kebangkitan terletak di pusatnya. Jika anda mengambilya, agama Kristen akan hancur.�

1. Sia-sia iman kita, karena iman kita tergantung pada Injil yaitu bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa kita (1-4)
2. Tidak ada penghiburan bagi murid2Nya (5-8) magdalena dan murid2 yg ke emaus.
3. Sia-sia pelayanan kita (9-11) perjuangan, pelayanan rasul Paulus. Maka kebangkitan itu merupakan dasar dari seluruh pemberitaan dan pelayanan kita.

G. max. Pernah berdebat dengan seorang tokoh Islam Ahmed Deedad dalam sebuah stadion hanya membicarakan tentang kebangkitan Kristus. akhirnya pendengar dapat menyimpulkan dan memutuskan apakah Kristus bangkit atau tidak.

Jika Kristus tidak di bangkitkan maka sia-sialah kepercayaan orang Kristus (15-17) maka kebangkitan merupakan fondasi iman kristen. Tetapi yang benar bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati (1-11) maka pemberitaan gereja hanyalah omong kosong, kita tidak pernah memiliki hidup di Sorga, kita masih di bawah hamba dosa dan terikat dengan kematian di kerajaan maut.

Tema ini sakan-akan meragukan kebangkitan Yesus.
1. Yesus sungguh-sungguh telah mati, melalui kematian Ia di kubur (4)
2. Yesus telah menampakkan diri kepada Petrus, 12 murid dan kepada 500 murid yang lain, yakobus dan semua rasul (6-7) kalau Kristus tidak di bangkitkan:
a. Maka sia-sialah kepercayaan orang Kristen karena pada masa itu orang harus membayar harga.
b. Para pemberita Injil telah berdusta tentang Allah.
c. Manusia masih tetap hidup dalam dosa
3. Yesus telah bangkit dan menjadi dasar dari kebangkitan bagi semua orang yang percaya. Ia yang sulung dari semua orang yang percaya. Maka semua orang percaya mengalami kebangkitan di dalam Kristus

1. Sia-sia iman kita dan kekristenan tidak berbeda dengan ajaran yang lain
2. Kita hidup tanpa harapan, maka kebangkitannya merupakan harapan yang pasti.
3. Tidak ada harapan terhadap dosa yang sedang kita gumuli sekarang ini. Karena dosa itu tetap menjadi momok yang tidak terkalahkan .
Oleh karena itu dalam kekeristenan tidak ada kata �tidak bisa� tetapi mungkin �tidak mau�.

Ayub berkata �penebusku itu hidup� Ayub 19:25
Di dunia ini ada 5 hal besar yang di akui; Natal, jumat agung, paskah, kenaikan dan kedatangan kembali. Kalau salah satu dari semua ini tidak benar, maka semua pemberitaan tidak berguna lagi. Manusia memang tidak percaya tetapi kebangkitan adalah fakta karena Ia sendiri bisa membangkitkan orang mati. (ayat 3) Kristus telah mati karena dosa-dosa kita. Kalau Dia mati dan bangkit maka dosa manusia telah ditebus dalam Kristus. tanpa kebangkitan kita tetap dalam dosa.

1. Kalau yesus tidak bangkit segala sesuatu yang dilakukan oleh yesus maka sia-sialah semua yang telah di lakukannya selama ini.
2. Dosa kita tidak akan diampuni.
3. Tidak penghiburan dan pengharapan

Kebangkitan hanya akan ada bila terjadi kematian, dan dalam dunia ini hanya Iman Kristen yang memiliki pandangan tentang kematian dan kebangkitan. Apapun yang dikatakan oleh semua orang yang ada di dunia ini untuk mengatakan bahwa Kristus tidak mati atau tidak bangkit, semua itu justru untuk membuktikan bahwa Ia benar-benar bangkit. Maka saya mengatakan bahwa kebangkitan Kristus itu benar sebab ada Matius 28: 11-15. �kebohongan yang membuktikan kebenaran� tanpa kebenaran kebangkitan tidak mungkin ada kebohongan tentang kebangkitan itu sendiri.
1. Kebangkitan itu menjadi dasar iman Kristen
2. Kebangkitan itu menjadi kenyataan dalam kehidupan
3. Kebangkitan itu menjadi dasar dari kasih karunia


Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung


A. Latar belakang
Jemaat Korintus dihadapkan kepada keraguan diantara mereka akan kebangkitan orang mati walaupun mereka sudah percaya kepada Kristus dan kebangkitan-Nya. Hal ini terpengaruh oleh sikap orang �orang Yunani yang tidak percaya akan kebangkitan orang mati.

B. I Kor. 15:1-11
Paulus meneguhkan jemaat Korintus dalam .... hal
1. Mengingatkan kembali jemaat (ay.1) akan Injil yang sudah diberitakan, yang berkaitan dengan Kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus menjadi kabar baik karena kemenangan Kristus atas maut (ay.26), dan dosa-dosa kita telah ditanggung-Nya (ay.3b). Dalam hal ini Rasul Paulus mengingatkan kembali bahwa berita Injil adalah berkaitan dengan kebangkitan Yesus Kristus (ay.4), inilah berita Injil yang menyelamatkan mereka (2a)
2. Kebangkitan Kristus adalah realita- kebenaran yang terbukti:
a. Sesuai dengan Kitab Suci -kata kitab suci disebutkan 2X- ( ayat 3, 4)
Kematian karena dosa manusia dan kebangkitan-Nya sudah tercatat dalam Kitab Suci(Perjanjian Lama) bukan suatu ajaran yang baru. Disebutkan bahwa Rasul mengutip dari Yesaya 53:5-12, Maz. 16: 6-10
b. Saksi mata yang banyak (ayat 5-8) � ada kata yang dipakai yaitu menampakkan diri, sebanyak 4X- , Penampakan Kristus kepada Kefas, 12 muridnya, Yakobus, lebih dari 500 orang, dan
c. Rasul Paulus sendiri menjadi saksi.
Catatan : Dalam suatu persidangan maka bukti secara tertulis (dasar hukum) dan saksi mata merupakan hal yang penting dan dapat dipertanggungjawabkan
3. Kebangkitan Kristus membawa perubahan hidup bagi orang yang sungguh bersandar pada-Nya ( ay 9-11)
Perubahan hidup Paulus � saksi hidup yang membawa orang lain mengiyakan akan pengharapan dan kuasa kebangkitaan-Nya

C. Kebangkitan Kristus bagi kita
Kebangkitan Kristus adalah INJIl yang selama ini menjadikan kita disebut sebagai orang Percaya (believers). Karena kebangkitan Kristus adalah suatu kebenaran, orang percaya mempunyai pengharapan yang kekal dan pasti. Orang yang sungguh percaya akan mengalami transformasi hidup, dan menjadikannya seorang saksi yang hidup diantara mereka yang belum percaya.
Namun jikalau Yesus Kristus tidak bangkit, maka jelaslah apa yang disampaikan oleh Rasul Paulus;
Kebinasaan manusia, karena tidak ada penyelamatan dan pengampunan dosa (ay. 17-18)
Manusia tidak mempunyai pengharapan lagi (ay.19) dan hidup dengan sia-sia (ay.32)

Kebangkitan Kristus sesuai dengan kitabb suci
Kebangkitan merupakan penggenapan dari perkataan Kristus sendiri
Kebangkitan merupakan meterai Kristus bangkit
Kebangkitan Kristus memberikan kuasa kelahiran baru

Kebangkitan Kristus menyempurnakan Injil, tanpa kebangkitan Kristus, iman kita sia-sia, manusia tetap hidup dalam dosa, lebih malang dari manusia lain
Kebangkitan Kristus disaksikan para rasul,
Kebangkitan Kristus dapat mengubahhidup manusia, Paulus
Kebangkitan Kristus adalah berita yang paling sentral/krusial

Jikalau Kristus tidak bangkit, berarti sama dengan nabi-nabi lain, percuma kita berkhotbah, percuma adanya gereja

Fokus pada ayat 17-19: Kepercayaan sia-sia, manusia tetap hidup dalam dosa, menjadi manusia paling malang, dan pemberitaan sia-sia, kenyataan hari ini Kristus telah bangkit, mari hidup lebih berarti dan memberitakan Injil.

KEBANGKITAN KRISTUS (LIMA P)
1. Kebangkitan Kristus adalah peristiwa sejarah.
a) Terjadi di masa pemerintahan Pontius Pilatus
b) Kubur kosong (Saksi dr murid-murid, pasukan penjaga, pimpinan agama yang menyuap)
c) Penampakan diri
2. Kebangkitan K menjadi penegasan bahwa Tuhan Yesus betul mati
Penting karena berhubungan dengan konsep penebusan
3. Kebangkitan K menjadi pusat pengajaran para murid.
Demikian juga hari ini; Khotbah-khotbah, pengajaran, kesaksian
kita harus berdasarkan dan berpusat pada kebangkitan.
4. Kebangkitan Kristus membawa perubahan hidup bagi orang percaya.
5. Kebangkitan K menjadi dasar pengharapan setiap orang percaya.
Allah kita adalah Allah yang hidup.
Ada kebangkitan orang mati (kematian Tuhan Yesus yang sulung)
Dia akan datang kembali

Hidup itu penting, fakta kebangkitan Kristus itu penting. Allah adalah pelaku kebangkitan Kristus. Paskah adlah tindakan allah dan Kristus adalah satu-satunya Juruselamat manusia. Korintus tidak percaya karena mereka tidak percaya ada kebangkitan tubuh. Historitas Kebangkitan Kristus tidak dapat disangkal, hidup dari Allah dan hidup kekal juga ada di dalam Allah. Jika hidup tidak b

Kristus di atas sejarah
Iman kita tidak sia-sia, menjadi penghiburan
Menjadi modal pembaruan hidup

Kebangkitan Kristus membuktikan Dia adalah Tuhan dan Allah yang harus kita sembah
Jika Kritus tidak bangkit:
Orang Kristen kehilangan fondasi pengharapan
Orang Kristen kehilangan berita kesaksian
Orang Kristen kehilangan pengajaran

Dalam ay.1-5 Paulus memberitakan apa itu Injil: Injil itu adalah Injil yang diberitakan dan Injil itu adalah Injil yang menyelamatkan. Injil adalah berita tentang Kristus yang telah mati, Kristus yang dikuburkan, Kristus yang bangkit pada hari yang ketiga. Seandainya Kristus tidak bangkit? Maka Kristus hanya mati dan dikubur; maka Dia bukan Tuhan, Dia tidak ada bedanya seperti manusia lainnya.
1. Tidak ada yang ampuni dosa kita dan mengubah status kita
2. Tidak ada yang membantu kita mengalahkan dosa dan mengubah kondisi kita
3. Sia-sia percaya dan bayar harga ikut Tuhan karena jaminan keselamatan itu tidak ada, maka jaminan mahkota itupun tidak ada. Itu juga yang membedakan dengan agama lain, jerih lelah tapi tidak ada artinya. Tidak ada yang membagi pemisahan waktu tahun masehi, BC dan AD. History itu menjadi His story � ini merupakan jawaban terhadap orang Stoa yang tidak percaya akan kebangkitan.
Dari semua itu tidak ada pengharapan dan celakalah kita!!
Ay.10 �tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku sekarang� � jika Kristus tidak bangkit maka tidaka ada transformasi hidup; maka tidak ada kemenangan hidup, Paulus berubah karena kebangkitan dan penampakkan-Nya kepada Paulus.

Jika Kristus tidak bangkit:
Sia-sia memberitakan Injil
Sia-sia iman kita
Pendustaan kepada orang lain
Karena dia bangkit:
Pemberitaan, iman kita tidak sia-sia

5 tiang rencana Allah: Yesus lahir, disalibkan, bangkit, naik ke surga, datang kembali.
Jikalau dia datang saja berarti hanya menyatakan kasih saja, tetapi kebangkitanNya menyatakan kuat kuasaNya.
Symbol Kristen:
1. Kristus bangkit.
Apakah bukti Allah benar mengampuni kita: Kristus harus bangkit
Paulus mengatakan kalau tidak bangkit: sia-sia, tidak ada way out, lebih celaka dari orang tidak percaya
2. Kubur yang kosong. Satu dalam kasih dan satunya dalam kuasa.

Kasih Kristus:
1. Tanggung: menanggung segala kesalahan yang kita perbuat.
2. Ganti: menggantikan kita dihukum.
3. Hapus: menghapus segala dosa kita.

Kebangkitan Kristus bukan suatu fenomena, tetapi benar-benar bangkit, dan banyak yang menyaksikan, dan terpenting adalah kebangkitanNya memberikan perubahan hidup manusia, contoh Paulus.
Kebangkitan Kristus merupakan tanda kemenangan atas dosa, dunia, iblis.
Pemberitaan Kebangkitan Kristus:
1. Mematahkan mereka yang menentang dan tidak percaya.
2. Berkenan di hati Allah, dan Allah meninggikan Dia.
3. Memberikan hidup yang baru, karena Dia adalah buah sulung.

Allah membenarkan kita:
1. Allah menghitung kita benar --- karena sudah dihitung di dalam Kristus.
2. Allah memandang kita benar --- di dalam darah Kristus.
3. Allah menyatakan kita benar --- proclamation kepada iblis dan dunia.



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India