Kamis, 17 November 2011

Membawa Kasih & Damai (1 Ptr 3:8-12)



MEMBAWA KASIH DAN DAMAI
(1 PETRUS 3:8-12)

3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,
3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:
3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.
3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.
3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat."

Tujuan :
- Jemaat memahami jati diri seorang pengikut Kristus sebagai pembawa kasih dan damai, bukan sebaliknya.
- Jemaat membawa kehidupan yang menjadi berkat bagi orang sekitarnya.

PENDAHULUAN
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa penerima Surat Petrus yang pertama ini adalah jemaat non-Yahudi sebagai pendatang yang hidup di beberapa kota: Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia (1:1). Mereka hidup dalam penganiayaan bukan karena mereka sudah melakukan suatu kesalahan tertentu, melainkan karena status mereka sebagai orang Kristen. Hal inilah yang kemudian menjadi tujuan surat penggembalaan (sekaligus konteks penerima surat) ini yaitu agar jemaat tetap tegar dan teguh di tengah penganiayaan yang berusaha menghimpit mereka dan mencabut iman mereka.

PENJELASAN
Perikop yang dibahas pada pertemuan ini (1Ptr. 3:8-12) adalah sebuah kesimpulan yang disampaikan oleh rasul Petrus (perhatikan frasa �Dan akhirnya�). Kesimpulan dari apa? Kesimpulan dari segala nasihat yang disampaikan mulai dari 2:11 yang sekaligus menjadi konteks dekatnya.
Dalam kesimpulannya yang dimulai di ayat 8, rasul Petrus memberikan lima perintah:
1. Hendaklah kamu semua seia sekata (NRSV-unity in spirit),
2. (Hendaklah kamu semua) seperasaan (NLT-sympathize with each other),
3. (Hendaklah kamu semua) mengasihi saudara-saudara (NLT-love each other as brothers and sisters),
4. (Hendaklah kamu semua) penyayang (NASB-kindhearted),
5. (Hendaklah kamu semua) rendah hati (NLT-keep in a humble attitude).

Kemudian rasul Petrus juga mengingatkan agar setiap jemaat meneladani Tuhan Yesus, yang sudah memanggil mereka �ke luar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib� (2:9b), dengan cara tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, atau (membalas) caci maki dengan caci maki (lih. Mat. 5:38-48 dan Luk. 6:27-36), melainkan membalasnya dengan kebaikan (3:9).

KESIMPULAN
Manusia memiliki kecenderungan untuk membalas kejahatan dengan segala macam alasan dan pertimbangan yang masuk akal dan dapat ditoleransi, terlebih kalau mereka dizolimi dan diperlakukan dengan tidak adil. Akan tetapi Tuhan justru meminta agar setiap orang percaya mengingat �panggilan Kristen� kita untuk memberkati orang lain, bahkan kepada mereka yang telah berbuat jahat. Inilah tuntutan Tuhan atas hidup Kristen kita, yang berbeda dengan cara pandang dan pola pikir dunia. Bukan hanya melakukan hal yang baik kepada orang yang berbuat baik, melainkan juga kepada orang yang bersalah kepada kita. Bagian kita adalah untuk taat dan melakukan segala yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada kita, dan niscaya Dia akan memperkenan hidup Kristen kita dan memberkati kita �Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong� (3:12).

A
Ay. 12, menjadi dasar pengungkapan Petrus tentang kasih dan damai, Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." Istilah �coram deo�, hidup di hadapan Tuhan, sebagai orang percaya kehidupan kita diperhatikan oleh Tuhan. Sehingga kita bertanggungjawab atas apapun yang kita lakukan. Bila Tuhan menjadi pondasi dalam kehidupan kita, sehingga ada 3 hal:
1. Ay 8, hidup dalam harmoni, hanya bisa terjadi bila ada simpatik, kasih persaudaraan, perhatian, dan kerendahan hati. Itu semua adalah karakter Tuhan, yang juga seharusnya kita hadirkan dalam diri, sehingga hidup harmoni di dalam Tuhan.
2. Ay. 9, jadilah berkat. Kecenderungan manusia adalah membalas kejahatan 2-3x lipat, bila ada kesempatan untuk melampiaskannya. Hal ini dapat merusak harmoni, itulah sebabnya Petrus mengajarkan kepada kita agar kita membalas dengan berkat, tidak dengan kejahatan.
3. Ay. 10, �ia akan melihat hari-hari baik�, ketika melewati hari dengan pertengkaran, pembunuhan, percekcokan, itu bukan hari-hari baik. Namun, kita harus mengusahakan hidup dengan kasih dan damai.

B
1 Petrus,
1. hubungan manusia dengan Tuhan
2. hubungan dengan orang-orang terdekat
3. hubungan dengan saudara seiman
4. hubungan dengan semua orang.
Mudah bagi manusia berhubungan baik dengan Tuhan dan keluarganya, namun yang menjadi masalah adalah dengan sesamanya. Dalam 1 Petrus ada 5 M(mencintai hidup, mau melihat hari-hari baik, menjauhi yang jahat, melakukan yang baik, mencari perdamaian). Mencintai hidup ? mencintai Tuhan yang memberikan hidup, sehingga dapat membawa kasih dari Tuhan kepada lingkungannya, bahkan orang yang belum percaya kepada Tuhan. Hidup dalam Tuhan, menjadi sumber damai bagi kehidupan.

C
Ay. 9, dipanggil untuk memperoleh berkat. Bila ada seorang yang bersalah, pertanyaan pertama adalah �apakah kamu orang Kristen?� bila berkompromi maka dibebaskan. Berkat yang dimaksudkan Petrus adalah dalam 1 Petrus 1:6-7, iman yang teruji yang muncul seperti emas. Iman itu terwujud dalam perbuatan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, atau dengan caci maki.

D
Apa yang dipikirkan lingkungan tentang orang Kristen?

E
Petrus berbicara panggilan hidup bagi orang percaya, penekanan 9-12, hidup yang diberkati agar menjadi saluran berkat. Kejahatan dibalas dengan kejahatan manusiawi, Kebaikan kebaikan alami, Kebaikan dengan kejahatan duniawi, Kejahatan dengan kebaikan sorgawi.

F
Instropeksi: apakah kita sudah menjalankan apa yang kita kotbahkan? Menjadi teladan bagi jemaat kita?

G
Orientasi hidup kita terhadap pola hidup, berkat, dan pemikiran, bila itu semua telah berada dalam lingkaran firman Tuhan. Maka kehadiran kita dapat membawa berkat dan damai. Teladan Kristus dalam prinsip inkarnasi adalah orientasi hidupNya bukan untuk kepentingan sendiri, melainkan untuk membawa kasih dan damai.

H
Harga yang perlu dibayar ketika kita membawa kasih dan damai:
1. Siap disakiti dan diperangi � ayt 9
2. Siap mengasihi orang yang tidak layak dikasihi.
3. Siap memberkati orang yang tidak layak diberkati.

I
Kita tidak dapat membawakan kasih dan damai. Karena mereka menghadapi kenyataan hidup yang menjepit mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dalam 1 Petrus ditegaskan untuk melakukan perbuatan baik, dimanapun kita berada melakukan perbuatan baik, dengan demikian kasih dan damai terkandung dalam perbuatan baik kita.

J
Latar belakang yang penting disampaikan dengan lugas adalah seia-sekata, seperasaan, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan.
1. Penderitaan itu membawa efek, bisa membuat orang menjadi egois,
2. penderitaan yang disebabkan oleh pemerintahan Romawi, namun Petrus menegaskan untuk mengasihi mereka yang menyebabkan penderitaan.
Teladan Dalam pasal 2, ditekankan tentang penderitaan Kristus yang luar biasa.
Pemeliharaan Tuhan, ay 12. Dalam kondisi apapun juga, percayalah bahwa Tuhan memelihara, �hidup dalam persaudaraan, dalam kasih.�

K
Pada waktu Petrus menuliskan surat ini ditujukan kepada mereka yang menderita oleh karena penganiayaan yang bukan karena kesalahan mereka. Biasanya responnya adalah mata ganti mata, gigi ganti gigi. Bagaimana seharusnya kita berespon?
1. Bertindak berdasarkan belas kasihan ? karena seperti itulah Tuhan memperlakukan kita.
2. Menjadi teladan dengan meneladani Kristus, yang membalas kejahatan dengan kebaikan.

L
Bobby Leach, pd 1911, tokoh stuntman yang paling disegani, terjun ke air terjun Niagara dengan sebuah tong, namun suatu saat dia terpeleset kulit jeruk dan meninggal dunia.
1. Seringkali perdamaian rusak karena hal yang kecil
Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

M
Konteks dari 1 Petrus 3:8-12 adalah berbicara tentang karakteristik orang Kristen yaitu hidup dalam kasih dan damai diantara saudara seiman. Kita sering berpikir bahwa hidup damai berarti tidak hadirnya konflik. Seorang pembuat damai yang efektif ialah orang yang mengusahakan damai dengan membangun relasi yang baik dan tahu bahwa damai itu hasil dari sebuah komitmen. Pembuat damai mengantisipasi masalah dan berhubungan dengan masalah itu sebelum ia muncul. Tatkala masalah muncul, itu diselesaikan sedini mungkin, sebelum sampai membesar. Bagaimana hidup dalam kasih dan damai dalam gereja Tuhan?
1. Hidup dalam keharmonisan. Pada ayat 8, Petrus mendaftarkan empat kualitas hidup yang harus mewarnai karakter orang percaya. Kualitas-kualitas ini akan menolong orang percaya dalam melayani Allah secara efektif.
a. Simpati.
b. Mengasihi.
c. Berbelaskasihan.
d. Rendah hati.
2. Melepaskan hak untuk menuntut balas. Hidup di dunia yang sudah jatuh dalam dosa, soal membalas jahat dengan jahat; saling menjatuhkan dan saling membunuh, itu hal yang biasa. Namun hidup dalam kerajaan Allah soal membalas kejahatan itu bukanlah sikap dan gaya hidup orang percaya. Pada ayar 9, Petrus tegaskan bahwa orang percaya tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Itu adalah haknya Tuhan (Rm. 12:19). Pengampunan bukanlah hal yang adil. Sungguh tidak adil ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan juga tidak adil ketika Anda harus mengampuni orang lain. Langkah pertama dalam memaafkan adalah tidak mengambil tindakan penegakan keadilan secara pribadi. Biarlah Allah yang akan menjadi Hakim yang tidak memihak. Setiap kali anda teringat betapa anda telah disakiti, lepaskanlah ingatan itu. Sangatlah menyenangkan bisa tetap teguh. Saat Yesus ditanyai berapa kali kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita, Dia menjawab 70 kali 7. Dengan kata lain, kita harus terus mengampuni, tanpa batas.
3. Menguasai perkataan kita agar menjadi berkat. Pada ayat 10, Petrus ingatkan kita agar berhati-hati dengan perkataan. Hidup mengontrol lidah juga dijelaskan dalam Yakobus 3:2-18. Dalam budaya Yahudi, mengajar adalah sebuah profesi yang dianggap sangat bernilai dan terhormat. Sehingga banyak orang Yahudi termasuk yang Kristen ingin menjadi guru. Namun Yakobus mengingatkan kita bahwa mengajar itu memiliki tanggung jawab yang besar. Karena perkataan dan teladan hidup kita akan mempengaruhi kehidupan rohani orang lain. Tuhan Yesus menegaskan hal yang sama dalam Matius 12:36-37, �Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum." Semakin banyak kita berhasil control lidah/perkataan, semakin banyak kerusakan dapat dikurangi. Karena itu, mari kita control lidah atau perkataan kita. Jika kita adalah seorang guru atau pemimpin, apakah anda membawa dampak yang baik bagi mereka yang anda pimpin?

N
Standar moral orang percaya harus berbeda dengan standar umum, kalau dunia memiliki semboyan kejahatan di balas dengan kejahatan tetapi dalam pandangan iman Kristen kejahatan di balas dengan kasih. Dari perbedaan prinsip ini akan membawa hasil yang berbeda pula, kejahatan di balas dengan kejahatan akan menghasilkan dendam yang berkepanjangan tetapi kejahatan di balas dengan kasih akan membawa damai serta kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Karena kasih menutupi segala kebencian, amarah dan hawa nafsu manusia.
Kasih ilahi harus dijadikan dasar dalam hidup bersosialisasi baik dalam lingkungan orang percaya (gereja) terlebih dalam lingkungan masyarakat luas, sehingga memberikan ciri tersendiri bagi orang percaya. Sehingga orang lain melihat bahwa di dalam iman Kristen ada keunikan yang indah untuk diteladani dan di imani.

O
Hidup bersama dengan rukun dan damai merupakan dambaan bagi setiap orang. Untuk menciptakan hidup rukun dengan dilandasi kasih tidak mungkin datang dengan sendirinya, harus ada perjungan dan pengorbanan. Pengorbanan apa? yaitu memwujudkan kasih persaudaraan dengan tulus. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kasih seperti yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita. Jika setiap orang percaya berusaha mewujudkan kasih itu maka hidup rukun bersama dalam damai pasti akan terjadi.

P
Adanya kasih dan damai, timbul dari kesadaran karena org itu mau merendahkan diri, disamping itu kedamaian juga berkaitan dengan keadilan. Keadilan memberikan andil didalam kedamaian, keadilan sendiri juga berdasarkan kasih. Olek karena itu Yesus selalu berbicara tentang Kasih, karena dengan kasih, ada kedamaian, dan karena kasih ada keadilan. Jadi kalau segalanya bermuara pada kasih, maka kita sudah mendatangkan kerajaan Allah.( Matius 5 : 9). Paulus mengatakan bahwa orng boleh memiliki segalanya, bahkan boleh berbicara dengan bahasa malaikat, namun, jika tidak ada kasih semuanya sia2.

Q
Mengapa orang Kristen harus membawa KASIH dan DAMAI?
Karena memang itulah yang diperintahkan YESUS.
Ciri seseorang yang telah memiliki KRISTUS adalah memiliki Kasih. Kasih bertolak belakang dengan Kebencian, Kasar, tidak mengampuni, tidak suka menolong, egois dsb. Sehingga, jika sesorang memiliki Kasih, dimanapun ia berada, dalam situasi apapun, berhadapan dengan tipe manusia apapun, pasti ada DAMAI.
Hanya dengan memiliki kerendahan hati, seseorang bisa memiliki kasih dan damai. Dengan sifat yang penuh kasih dan suka berdamai kita bisa menjadi berkat bagi lingkungan kita. Di rumah tangga, pekerjaan, dan dalam pelayanan kita.

R
Orang percaya harus mampu menghadirkan kasih dan damai yang sejati bagi dunia ini, agar olehnya dunia dapat berdamai dengan Allah. Sebagaimana Kristus hadir dalam sejarah umat manusia, Ia mampu memperlihatkan sebuah perbedaan kualitas hidup yang tiada taranya. Tuhan Yesus mampu menyentuh hati orang2 dalam lingkungannya dengan sentuhan kasihNya yang melimpah ruah. Ia memperlihatkan bagaimana caranya mengasihi orang berdosa dan mengampuni mereka. Bahkan dengan kasihNya tak terbatas Ia telah mengampuni orang yang telah menghina, memfitnah, menganiaya dan memusuhinya. Kehidupan kasih Yesus telah mendamaikan manusia dengan Allah. Bagaimana dengan kita?

S
Meskipun orang Kristen tidak mempunyai pemikiran yang sama dengan tepat, mereka harus memiliki Kasih diantara satu dengan yang lainnya. Jika seseorang ingin hidupnya nyaman di dunia, dan memiliki hidup kekal, ia harus menjaga lidahnya dari yang jahat dan dari kata2 yang menipu. Ia harus meninggalkan perbuatan yang jahat dan melakukan perbuatan yang baik, sehingga bisa mendatangkan damai sejahtera di antara sesama. Setiap orang meneladani kehidupan Yesus dan melakukan kebaikan dengan sempurna.

Kamis, 10 November 2011

Persaudaraan Karena Anugerah (1 Petrus 1:22-23)

Persaudaraan karena Anugerah
(1 Pet. 1:22-23)

PENDAHULUAN
- Latarbelakang Surat 1 Petrus pada umumnya dipahami bahwa Jemaat sedang mengalami penderitaan. Maka berita 1 Petrus merupakan tulisan yang membangun hidup umat Tuhan tetap dalam pengharapan dan berukacita
- Dalam perikop 1 Petrus 1:13-25 mengingatkan akan karya Allah di dalam Kristus yang menjadikan hidup umat Tuhan hari ini dalam hidup sebagai milik Allah dalam karya Keselamatan (lihat ayat 19)
- Panggilan persaudaraan dengan tuntutan ayat 22 �menyucikan diri dalam kebenaran� merupakan hal yang harus diusahakan dan diperjuangkan. Calvin menganggap bahwa kata-kata ini tidak menunjuk pada apa yang telah mereka lakukan, tetapi pada apa yang harus mereka lakukan. Tuntutan persaudaraan sebagai bagian pencerminan hidup yang semakin berkualitas dan berada dalam jalur yang mengalami pengudusan
- Persaudaraan karena anugerah:
� Tidak pura-pura namun penuh kesungguhan dalam kemurnian
� Bukan dengan kekuatan sendiri tetapi dengan kekuatan Allah Roh Kudus dan memiliki iman bahwa dalam kebenaran itu akan tercipta persaudaraan karena anugerah didalam keadaan apapaun baik penderitaan ataupun kondisi hidup yang belum terpuaskan.
� Kasih persaudaraan memakai kata philia dalam pemahaman sebagai orang yang sama dikasihi Tuhan dan bukan karena ikatan yang lain (yang bisa berubah)
� Kasih merupakan cirri umat Tuhan yang tidak boleh dihilangkan dalam sikon apapun. Ikatannya kepada sebuah proses kualitas: kepeduliaan, pembangunan karakter dan grace karya Tuhan. Bukan menunggu signal orang lain untuk mengasihi.
� Ayat 23 menyakinkan bahwa karya Allah �melahirkan kembali� umat Tuhan sepertinya dahulu tidak mungkin namun sekarang nyata sudah menjadi umat Tuhan. Dengan demikian kasih persaudaraan dapat selalu tercipta dengan dasar anugerah.
Kasih persaudaraan tulus ikhlas yang berarti tidak ada kemunafikan. Oleh karena dalam sikon penderitaan ada kecenderungan mementingkan diri dan tercipta pertengkaran yang saling menyalahkan. Calvin: �tidak ada yang lebih sukar dari pada mengasihi sesama kita dalam ketulusan / kesungguhan. Karena kasih kepada diri kita sendiri memerintah / menguasai, yang penuh dengan kemunafikan; dan disamping itu, setiap orang menetapkan kasih yang ia tunjukkan kepada orang-orang lain, berdasarkan keuntungannya sendiri, dan bukan berdasarkan peraturan untuk berbuat baik.

MASUKAN DARI PARA ROHANIWAN

A
Ada 4 unsur supaya kasih dan persaudaraan dapat dilakukan:
1. Memiliki dasar yang sama, yaitu karya keselamatan dalam Kristus (ayt. 18). Sehingga melihat pusat persaudaraan itu bukan karena karya manusia tapi karna karya Kristus. (Ilustrasi: dasar yang sama hoby, kegiatan yang sama yang dapat menyatukan, tapi dalam kekristenan hanya Kristus yang sanggup menyatukan umat-Nya)
2. Memiliki karakter, yaitu kesucian (ayt. 15-16). Karena itu penekanan pada ego dan dosa tidak akan bisa membuat kelompok itu hidup dalam kasih persaudaraan.
3. Memiliki tujuan, yaitu ketaatan pada Firman Tuhan (ayt. 22). Firman Tuhan menata kehidupan umat-Nya dengan baik dan didasarkan pada kasih yang keluar dari hati, karena Tuhan sudah mengasihi kita terlebih dahulu.
4. Hasil, yaitu teguh berdiri (ayt. 23). Bila kita menjunjung tinggi Firman akan meneguhkan hidup kita, seringkali persaudaraan tidak tahan karena Firman tidak menjadi fondasi dalam kasih persaudaraan.

B
Bagaimana kita mengasihi dengan sungguh-sungguh:
1. Harus ada kelahiran baru dalam Tuhan
2. Hidup dalam ketaatan kebenaran Firman Tuhan
Mengasihi dengan tulus ikhlas yaitu tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, dan dinyatakan kepada sesama kita (bukan hanya keluarga, yang sederajat, yang sama dengan kita tapi semua orang yang ada disekeliling kita). Harus itu diingat bahwa kasih itu bukan mengasihani. Kasih adalah meletakkan orang itu dalam level yang sama bukan pada level yang lebih bawah sehingga kita cenderung untuk mengasihani bukan mengasihi mereka.

C
Ada 2 macam jemaat yaitu: ada jemaat yang bisa mempraktekkan kasih persaudaraan, dan ada jemaat yang belum bisa melakukannya. Kebanyakan yang bisa itu adalah Lansia karena lebih banyak waktu. Yang sulit adalah orang yang bekerja dan kaum muda, di mana mereka terlalu sibuk dengan kegiatan mereka. Tugas gereja adalah bagaimana kelompok yang tidak terjangkau ini semakin ditingkatkan untuk mengasihi sesamanya, bukan hanya keluarganya saja.

D
Surat Petrus
1. Berbicara teori : pasal 1-3
2. Bicara praktis pasal 4-5
Persaudaraan terbentuk :
1. Satu tujuan.
2. Terpanggil oleh karena penebusan. Penebusan dalam Kristus, sehingga dapat mempunyai hidup kudus, sehingga masuk dalam panggilan Allah dan dapat meninggalkan keegoan setiap pribadi.
3. Melihat FT bersama ttg adanya pengadilan/ penghakiman.
4. Perlu berpikir seperti Kristus, lih ps 4. Di mana hukum terutama ke dua yaitu mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

E
Status yang baru dalam Kristus ini harus diaplikasikan dalam kehidupan berjemaat. Dalam konteks surat Petrus yang adalah jemaat yang menderita, maka kasih itu harus diaplikasikan kepada saudara seiman yang mengalami penderitaan hidup.
Menyampaikan 5 bahasa kasih kepada jemaat
1. Bisa bersama-sama
2. Memberikan pemberian, pujian, penguatan
3. Memberikan pelayanan
4. Bermisi.
5. Memberikan sentuhan fisik.

F
Bagaimana membangun persaudaraan yg tulus iklas:
Mengapa kita harus mengasihi:
- Pondasinya menerima Anugerah (lahir baru) : 23
� Sudah ditebus
� Sudah disucikan/ dikuduskan
- Aplikasinya dalam :22
� Sesuai dengan kebenaran FT.
� n dengan tulus ikhlas.
� Dapat mengasihi dengan segenap hati
Keuntungan dari gereja yang mengamalkan kasih persaudaraan:
- Memiliki pertumbuhan
- Meneladani Kristus

G
Mulai dari Film �Three Musketeers,� di mana persaudaraan yang indah dapat terwujud. Surat Petrus ini dimulai dari jemaat yang mengalami penderitaan, sehingga ada kemungkinan kalau jemaat hanya memikirkan dirinya sendiri. Selain hidup kudus, Rasul Petrus menekankan bukan hanya kekudusan hidup tapi juga kasih persaudaraan. Dasar dari kasih ini harus dilakukan adalah karena lahir baru, taat pada kebenaran dimana Firman yang hidup dan kekal itu harus dilaksanakan. Walaupun situasi dan kondisi yang tidak memadai, tapi terus diupayakan kepada sesama kita.
ABC : Jumlah jemaat, Building, Cash Flow
ABC : Attention, Building Character dan Community jauh lebih penting.

Kata-kata bijak: kasih merupakan suatu pilihan, walaupun kita tidak dimengerti . . . dihargai . . . oleh orang yang kita kasihi, tapi kasih Allah itu memampukan kita untuk mengasihi sesama kita. Kasih itu tidak dimulai dari orang yang kita kasihi, tapi dari hati kita untuk mereka. Kasih itu tidak dimulai dari untung rugi, tapi karena Tuhan yang ingin kita melakukan semua itu.

Kata-kata bijak: untuk menang atas penderitaan, kita tidak membutuhkan mukjizat Tuhan tapi kasih persaudaraan. Ayo kita giat menggerejakan keluarga dan mengkeluargakan gereja.

H
1. Dilandaskan pada kebenaran
2. Mencampuri dengan nilai-nilai pribadi
3. Tidak tulus karena punya agenda pribadi.
4. Diusahakan

I
Kunci untuk mendapatkan persaudaraan yang tulus dengan sesama kita adalah kesucian serta hidup di dalam kebenaran Allah. Sebab dengan kesucian, kasih kita tidak munafik tetapi ada kemurnian untuk mengasihi orang lain. Sebab banyak contoh yang mengungkapkan relasi kebersamaan seseorang dengan yang lain cenderung manipulatif serta memiliki tendensi tertentu. Ini disebabkan hati kita dipenuhi dengan berbagai macam hawa nafsu, seperti kecemburuan, iri, dengki, amarah, perselisihan dll tetapi ditutupi dengan kasih yang palsu. Sehingga nampak secara luar kelihatannya baik tetapi di dalam kasih manusia diliputi kepalsuan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pembaharuan hidup oleh Roh Kudus untuk memulihkan kasih yang di miliki manusia supaya kasih kita menjadi kasih ilahi bukan kasih yang penuh dengan kapalsuan. (Ayat 16, �kuduslah kamu sebab Aku Kudus�).

J
Karya penebusan yang Kristus kerjakan untuk kita janganlah disia-siakan. Mari kita menghargai karya-Nya dengan hidup sebagai anak terang dan merealisasikan kasih-Nya kepada sesama dengan sungguh-sungguh.

Jumat, 04 November 2011

Menjadi Gereja Missioner (I Petrus 2:9-10)


Menjadi Gereja Missioner
1 Petrus 2:9-10

A
Surat 1 Petrus dikarang oleh Petrus yang memperkenalkan diri sebagai �Petrus, rasul Yesus Kristus� (1:1), dan sebagai �saksi penderitaan Kristus� (5:1). Selain kesaksian, surat ini mengandung banyak kesan dari kehidupan dan pengajaran Tuhan Yesus. Surat ini dialamatkan kepada sejumlah gereja di bagian Asia Kecil (kemungkinan besar orang-orang Kristen Yahudi), dan juga semua orang percaya di mana-mana tempat. Dan kemungkinan, Petrus ada di Roma ketika penganiayaan besar di bawah Kaisar Nero dimulai, dan banyak orang Kristen yang dibunuh oleh karena iman mereka.

Eksegese
Ayat 9: Bangsa yang terpilih : bangsa mengandung silsilah kekerabatan, tetapi dapat berarti perhubungan yang diarahkan baik kepada Allah maupun sesame manusia, sebagaimana diwujudkan dalam kelahiran baru (bdk. Ef 1:4; Yes 43:10, 20-21; 44:1-2). Di PL, bangsa Israel dikatakan umat pilihan, dan di PB, orang-orang percaya dipanggil sebagai orang-orang pilihan
Akar kata imamat, hieratyma, dalam PB tidak pernah dipakai untuk menggambarkan jabatan pendeta Kristen, melainkan kedudukan yang ada pada semua orang percaya (bdk. Why 1:6; Yes 61:6).
Bangsa yang kudus : mengandung arti panggilan yang mencerminkan keadaan Allah, yang telah memanggilnya (bdk. 1:16; Ul 28:9). Umat kepunyaan Allah : mengemukakan gambaran ketimuran kuno dari seorang yang dipertuan, yang mempunyai perbendaharaan khusus yang terpisah dari perbendaharaan Negara (bdk. Kel 19:5; Ti 2:14; Ul 4:20; 7:6; 14:2; Mal 3:17).
Ayat ini ada kaitannya dengan 2:5-6, yang menekankan tentang pelayanan rangkap yang mana umat Allah dipanggil untuk melakukannya :
1. Mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah
2. Memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada manusia

Ayat 10 : Pelayanan yang diberikan kepada Allah maupun kepada manusia, wajar muncul dalam diri orang Kristen bila dia mengerti bahwa semua berkat ini diberikan langsung dari anugrah yang diberikan Allah (bdk. Hos 1:8-2:1; 2:22).

B
Bagaimana jemaat bisa terlibat dalam pelayanan misi?
1. Mengimani panggilan Allah, ay 9b, �yang telah memanggil�. Abraham, Yesaya melayani Tuhan karena panggilan Allah.
2. Menyatakan perbuatan besar Allah. Dibagi 2, dalam ay 9a, menyatakan jati diri kita sebagai orang-orang kepunyaan Allah.

C
Petrus dalam ay 9 menegaskan kembali identitas orang Kristen dalam perantauan (diaspora), hidup di tengah-tengah orang yang tidak percaya, bisa kehilangan identitas mereka.

D
Gereja yang missioner, apa maksudnya? Kerap kali orang Kristen melihat misi itu sebagai hanya berita Injil, tugas penginjilan, dan berbagai aktivitas rohani guna menjangkau jiwa. Berbeda halnya dengan apa yang disampaikan oleh Petrus dimana tiap orang percaya hidup atas berkat dan anugerah Tuhan sendiri yang memampukan mereka dapat hidup di tengah berbagai pergumulan yang dihadapi. Disini misi berarti mengalami pengalaman pribadi atas anugerah Tuhan sehingga mereka dapat hidup ditengah pergumulan sehari-hari.

E
Melihat inti dari panggilan kita dimulai dari ay 4-5, kemudian panggilan kita ialah membawa mereka dari gelap kepada terang.

F
Di surat 1 Petrus ini mempunyai konteks yang panjang dan luas. Pasal 1-2, berbicara mengenai esensi hidup orang percaya yang menjadi bangsa yang kudus. Namun pada pasal 2 ayat 9, Petrus menjelaskan bagaimana orang percaya berlaku dalam proses kekudusan itu. Bagaimana caranya? Petrus menjelaskan �..

H
Seperti apa �gereja yang missioner� itu?
1. Proklamasi (gereja terpanggil untuk memproklamirkan Kristus kepada dunia),
2. Kesaksian (gereja terpanggil untuk hidup seperti Kristus di dunia dengan kesalehan dan keesaan-Nya), dan
3. Pelayanan (gereja terpanggil untuk melayani dan menjalani aksi-aksi sosial dengan kasih Kristus bagi dunia).
Rasul Petrus pun mengingatkan kita akan identitas diri kita, sebagai orang percaya yang telah ditebus oleh Tuhan Yesus (1 Petrus 2:3), dan panggilan akan misi khusus yang diemban oleh saudara dan kita semua (dalam 1 Petrus 2: 5, 9) dalam peran sebagai imam dan tugas keimamatan (dengan penerapan praktis);
1. Reflect the holiness of God (menyatakan kekudusan Allah)
2. Offer spiritual sacrifices (mempersembahkan persembahan rohani �bdk Rm.12:1, Filipi 4:18, Ibrani 13:15-16) menjadi �batu hidup� -mempersembahkan hidup dan bukan materi belaka-
3. Intercede for man before God (menjadi mediator manusia, secara praktis menjadi pendoa)
Represent God before man (menjadi garam dan terang, sehingga manusia mengenal Allah, dan memimpin mereka untuk percaya dan mengenal Allah), menjadi �rumah rohani� dimana Allah tinggal dan memimpin hidup kita sehingga orang-orang yang dalam kegelapan dan ketersesatan menemukan jalan, kelepasan dan penghiburan.

I
Ada tiga hal penting,
1. Identitas diri orang percaya
2. Dampak orang percaya
3. Kekuatan setiap orang percaya

J
Bagian ini berbicara soal identitas, yaitu dipilih menjadi bangsa pilihan dan dikuduskan. Tidak hanya sampai disini, Petrus juga berbicara tentang umat pilihan Allah yang menyatakan kebesaran Allah, karyakeselamatan Allah, terang Allah

K
Allah mengasihi semua orang tetapi tidak semua orang dipilih Allah, sebab hanya sebagaian orang saja yang merespon anugerah keselamatan Allah. Banyak orang orang masih senang tinggal dalam kegelapan dunia, sehingga tidak mampu melihat anugerah Allah. Semua orang yang telah dipilih Allah menjadi anak-anak Allah serta menjadi umat kesayangan Allah. Allah memilih kita menjadi anakNya pasti ada rencana dan tujuan dalam hidup setiap orang percaya yaitu, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar kepada semua orang yang masih hidup dalam kegelapan dunia ini. Sehingga orang lain juga mendapatkan anugerah keselamatan Allah.

L
Pilihan Allah terhadap umat-Nya adalah pilihan yang tidak pernah salah; meskipun orang-orang pilihan-Nya bukanlah orang sempurna. Allah punya maksud dan tujuan untuk setiap mereka. Kita adalah orang-orang yang dipilih Allah, Dia rindu kita memberitakan keajaiban karya-Nya.

M
1 Petrus 2:4-8? Petrus melukiskan gereja itu seperti sebuah rumah rohani yang hidup. Kristus sebagai fondasi dan batu penjurunya, kita sebagai batu-batu. Gereja dilukiskan juga sebagai sebuah tubuh. Kristus sebagai kepalanya dan setiap kita sebagai anggota tubuhnya (Ef. 4:15-16). Keduanya menekankan komunitas-perkumpulan. Jika hanya satu batu saja, tidak ada artinya. Demikian juga individualistik itu tidak ada gunanya, kita membutuhkan orang lain dan bergantung kepada orang lain dalam komunitas gereja. Ayat 10? Relasi kita dengan Kristus jauh lebih penting daripada segala pekerjaan yang kita lakukan, daripada kekayaan, keberhasilan dan hikmat kita. Kita sudah dipilih menjadi milik-Nya secara khusus. Kita dipanggil untuk menghadirkan/menyatakan Yesus kepada orang berdosa. Jadi nilai hidup kita ditentukan dari bersatunya kita dengan Allah sebagai anak-Nya. Itu bukan berasal dari pencapaian kita. Kita bernilai dan berharga karena apa yang Allah kerjakan bagi kita. Karena itu, sebagai anggota tubuh Kristus, kita harus menjalankan visi dan misi Allah yang memanggil kita dan mengutus kita ke dalam dunia. Kunci untuk menjadi gereja yang misoner?
1. Mengerti dan tahu status kita sebagai: (A) Bangsa yang kudus? orang yang dipilih dari dunia supaya menjadi umat milik Tuhan sepenuhnya (Kis. 20:28; Tit. 2:14). (B) Imamat yang rajani? Ayat 9? dalam PL orang tidak bisa mendekati Allah secara langsung, ia harus melewati perantara seorang imam. Fungsi imam besar menjadi perantara Allah dan manusia berdosa. Namun lewat kemenangan Kristus di kayu salib, pola ini sudah berubah. Artinya: -semua orang percaya boleh langsung menghadap Allah melalui Kristus; -semua orang percaya berkewajiban untuk hidup kudus (ayt. 5, 9; 1:14-17); -semua orang percaya harus mempersembahkan persembahan rohani kepada Allah termasuk; -semua orang percaya harus saling mendoakan; -semua orang percaya harus memberitakan firman Tuhan; -semua orang percaya dapat memimpin baptisan dan perjamuan kudus (Mat. 28:19; Luk. 22:19).
2. Memberitakan Inji keselamatan demi kemuliaan dan kebesaran-Nya (Kel. 19:6; Yes. 42:1). Sekarang kita dapat langsung datang ke hadirat Allah tanpa rasa takut (Ibr. 4:16). Kita juga diberi tanggung jawab membawa orang lain kepadaNya (2Kor. 5:18-21). Tatkala kita bersatu dengan Kristus sebagai tubuh Kristus, kita menikmati pekerjaan keimaman-Nya mendamaikan Allah dan manusia.

N
Gereja yang missioner, haruslah merupakan sebuah gereja yang selalu mengedepankan amanat agung. Dan terus bersaksi tentang Kristus kepada dunia ini. Gereja Tuhan harus peduli kepada jiwa2 yang belum diselamatkan dari hukuman dosa, kita mulai dari yang terdekat (Yerusalem) sampai ke seluruh suku di dunia. Gereja Tuhan harus ikut menciptakan seorang murid Tuhan melalui program pemuridan yang baik. Gereja Tuhan harus menceritakan tentang Kristus dan karyaNya yang menyelamatkan manusia berdosa, dan membebaskan manusia dari murka Allah. Menjadi gereja yang missioner tidak boleh berhenti berkarya bagi dunia, sampai Tuhan Yesus datang untuk yang ke 2 kalinya. Dengan demikian tugas2 sebagai gereja missioner adalah menjadi saksi Tuhan dalam mengedepankan amanat agung. Tugas seorang saksi adalah mengalami kebenaran, menyatakan kebenaran, dan berdiri teguh di atas kebenaran dengan satu tujuan yaitu menyatakan bahwa karya Kristus yang menebus umat manusia berdosa merupakan sebuah kebutuhan utama dalam hidup manusia di dunia ini dan bukan sebuah pilihan.

O
Sesungguhnya, pekerjaan misi di dunia ini adalah tugas dan tanggung jawab gereja. Bukan hanya menjadi tugas pribadi2 tertentu, yang terbeban dan mengkhususkan diri dalam melaksanakan tugas misi. Sejak semula rasul2 dalam arti utusan2 atau misionaris2 adalah bagian yang utuh dari tiap2 jemaat Kristen, karena karunia sebagai rasul merupakan bagian dari perlengkapan rohani tubuh Kristus. Jadi tanpa misionaris, gereja manapun tidaklah lengkap. Dengan adanya karunia rasul yang Allah berikan kepada anggota2 tertentu, berarti sekaligus merupakan tanggung jawab dan kewajiban gereja untuk memfasilitasi dan mengutus mereka. Sebab bagaimana mungkin mereka dapat melaksanakan tugas misi jika mereka tidak di utus. Contohnya Paulus dan Barnabas yang di utus.

P
Tugas utama gereja adalah �Membritakan Kabar Keslamatan�. Gereja adalah orang2 yang telah mengalami keselamatan, yang disebut :
1.Bangsa yang terpilih
2.Imamat Rajani
3.Bangsa yang Kudus
4.Umat kepunyaan Allah.
Gereja bukan sekedar gedung, atau kegiatan yang begitu banyak, tetapi gereja harus selalu diingatkan bahwa apa tugas utamanya. Semua kegiatan yang ada dalam gereja harus selalu berorientasi pada tugas utama, yaitu Misi. Misi adalah hatinya Tuhan.
Gereja akan disebut gereja Misioner jika gereja tersebut melakukan apa yang menjadi hatinya Tuhan, yaitu : Pekerjaan Misi.

Jumat, 28 Oktober 2011

Sola Scriptura (2 Tim 3:15-17)



Sola Scriptura
2 Timotius 3:15-17

A
Sola Scriptura � �Hanya Kitab Suci� adalah suatu doktrin yg mengajar bahwa hanya di dalam Kitab Suci terdapat pengetahuan yg dibutuhkan untuk Keselamatan dan Pengudusan Walau tidak menyangkal otoritas lain yg membangun kehdiuapan orang Kristen, namn Sola Scriptura menuntut agar segala otoritas lainnya takluk di bawah Kitab Suci.
Keabsahan Kitab suci itu dimungkinkan oleh 2 hal: (1) Teks yang keunggulannya tidak diragukan, dan (2) Kesaksian pribadi Roh Kudus di dalam hati setiap orang.
Wesminster Confession of Faith: �Semua yg tertera di dalam Kitab suci tidak sama jelasnya, namun hal2 yg sangat penting untuk diketahui, dipercayai, dan ditaati, untuk keselamatan, telah dipaparkan dgn jelas di banyak bagian dalam Kitab Suci, shg baik org yg terpelajar, maupun yg sederhana, boleh mendapatkan pengertian yang cukup tentangnya.
Sola Scritpura mempunyai 3 (tiga) sifat: (1) Self-Authentication (2) self-Interpretation ((Scriptures interprets Scriptures); (3) Sel-Sufficient to be the final authority
Divine Inspiration � Wahyu Allah yang sempurna, tidak bercacat, tujuannya: (1) mengajar; (2) menyatakan kesalahan; (3) memperbaiki kelakuan; (4) mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim. 3:16), sehingga tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk (2 Tim 3:17)
Keampuhan Firman Allah: (1) Yer 23:29, Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah FT dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (2) Ibr 4:12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Diskusi:
1. Apa pendapat Anda tentang statement2 berikut ini?
� �Tuhan ampunilah kami karena kesibukan, kami kurang bersekutu denganMu�
� �Mari kita bicarakan susunan liturgy yang bukan bagian dari teologi�
� �Kelihatannya kita sepakat bahwa kita tidak menganut faham humanisme, namun perubahan dalam hidup kita harus mengandalkan Roh Kudus�

Kendala apakah yang menjadi kendala bagi kita dan jemaat sehingga seringkali tidak mampu menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?

2. Bagaimana kita menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?
John Hus Tokokh Reformator dari Bohemia, menghadirkan FT diantaranya, melalui partisipasi jemaat dalam sakramen perjamuan kudus (cawan dan roti), dan nynyian jemaaat. Semangat John Hus membakar hati Martin Luther.

B
Kendala diri kita sendiri karena tidak melakukan firman Tuhan. kita harus melakukan firman Tuhan di dalam kehidupan kita. menghadirkan firman Tuhan di dalam musik yaitu dengan menggunakan firman Tuhan dalam musik. kita juga bisa menggunakan website tentang firman Tuhan.

C
Menghadirkan firman Tuhan dalam pergumulan harus jangan lupa Tuhan. dan ketika kaya juga jangan lupa Tuhan. jadi, apapun yang kita alami jangan lupa Tuhan

D
Bersekutu dengan Tuhan adalah suatu kebutuhan. Adanya keinginan daging yang lebih besar, sehingga menghalangi taat kepada firman Tuhan.

E
Menghadirkan firman Tuhan melalui music yaitu bisa menyanyikan dengan lagu dengan benar.

F
Melakukan dan memberitakan firman Tuhan.

G
Liturgi harus tetap berdasarkan firman Tuhan. harus membangun dan menuntut diri kita untuk melakukan firman Tuhan,

H
membagikan firman Tuhan bukan hanya doctrinal, tetapi juga harus aplikatif. hamba Tuhan harus dunia remaja.

I
Menghadirkan firman Tuhan dalam teknologi.

J
Seringkali banyak orang yang memisahkan firman Tuhan dari kehidupan. Teologi adalah dasar, dan liturgy adalah bagian dari teologi. liturgy bisa berkembang dan berubah. Menghadirkan firman Tuhan dalam keluarga yaitu dengan mengadakan mezbah keluarga.

K
Menurut Paulus dalam konteks ini yaitu orang yang hidup benar itu akan menghadapi aniaya. Paulus mengatakan kepada Timotius agar terus berpegang pada firman Tuhan, bukan kepada orang lain (motivator). kenapa harus kembali kepada firman Tuhan?
1. Sumbernya Allah sendiri
2. Manfaatnya
3. Dan tujuannya

L
Kenapa sola scriptura muncul? itu ada asal dan sejarahnya. otoritas yang tertinggi bukan kepada sejarah gereja atau pemimpin gereja, tetapi otoritas tertinggi adalah firman Tuhan. Firman Tuhan harus mengubah kehidupan. Namun, manusia hidup untuk kepentingan diri sendiri dan dunia ini saja. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa pusat dari kehidupan kita adalah kekekalan.

M
Kita harus back to the basic. Alkitab dipahami sangat firtual. Zaman ini juga adalah zaman firtual, yang membuat akhirnya tidak adanya personal touch dalam hidupnya dengan Alkitab. Teknologi maju tetapi tetap bahwa firman itu harus membawa kedekatan dengan Allah.


N
Timotius sejak kecil diajarkan bahwa firman Tuhan bermanfaat untuk:
1. memberi hikmat
2. menuntun kepada keselamatan
3. menuntun iman kepada Tuhan Yesus
Banyak jemaat yang tau tapi tidak mau melakukan. Jemaat harus dituntun.
� Kendala � kendala tidak dapat menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari - hari :
(a) Diri kita sendiri
(b) Ketidaktaatan kita
(c) Keinginan daging yang lebih besar
(d) Memiliki standard masing � masing
(e) Roh itu penurut daging itu lemah
(f) Hidup tidak mengutamakan Tuhan
(g) Sombong
(h) Kepentingan pribadi
(i) Mengutamakan keahlian dan pengetahuan kita
(j) Firman Tuhan hanya untuk disampaikan bukan untuk hidup kita sendiri
(k) Banyak kesibukan ( anak misalnya les )
(l) Sering memikirkan kehidupan sehari � hari

� Bagaimana menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari � hari :
(a) Tahu, tapi tidak melakukannya
(b) Setiap saat menghadirkan Firman Tuhan, susah dan senang
(c) Percaya bahwa semua tulisan itu ilham dari Allah
(d) Menumbuhkan kerinduan untuk membaca dan melakukannya
(e) Musik dan media massa
(f) Melakukan dan memberitakan
(g) Menuntut diri untuk membangun diri
(h) Allah bisa karena biasa ( di STT dipaksa, kemudian menjadi biasa )
(i) Memberikan kursus � kursus yang berkaitan dengan Alkitab
(j) Mengadakan mesbah keluarga ( misal dengan buku renungan keluarga GII )

� Beberapa cara praktis menghadirkan Firman Tuhan :
(a) Menciptakan lagu
(b) Membuat website yang memberkati
(c) Lagu yang berbobot dan teologi yang benar
(d) Hamba Tuhan masuk dalam media massa

O
Kata Sola Scriptura berasal dari bahasa Latin, sola artinya sendiri dan Scriptura artinya Alkitab, jadi arti harafiahnya hanya alkitab. Ini sebuah paham yang dianut oleh gereja-gereja reformasi dalam iman Kristen terkait dalam memperlakukan kitab sucinya, yaitu Alkitab karena praktik Gereja Katolik sudah menyimpang jauh dari ajaran Alkitab. Ini merupakan semboyan reformasi Kristen yang dicetuskan Martin Luther (1483-1546). Ia melihat kerusakan moral, korupsi, sikap hidup munafik yang bertentangan dengan Kitab Suci dari orang-orang yang menjadi pemimpin gereja. Puncaknya ketika membangun gedung gereja Basilea Santo Petrus di Vatikan Roma. Karena kekurangan dana, maka pihak gereja menjual surat pengampunan dosa (idulgensia) sebagai jalan pengampunan atas dosa. Untuk itu pihak gereja juga berusaha menyadarkan umat akan banyaknya dosa mereka sehingga mereka lebih banyak membeli surat pengampunan dosa.

Keadaan ini membuat Martin Luther pada tahun 1517, berani memprotes dan memakukan 95 pernyataan mengenai iman kepercayaan Kristen pada pintu gereja Wittenberg Jerman. Ia berani melawan apa yang salah dan menyatakan apa yang benar. Ia menyadari bahwa kerusakan gereja Roma Katolik hanya dapat diperbaiki jika doktrin dikembalikan kepada Alkitab. Karena otoritas hanya terdapat dalam Alkitab. Pada waktu kita kembali kepada Alkitab barulah kita menyadari dimana letaknya penyelewengan itu terjadi baik di dalam organisasi, upacara, tradisi, individu, kuasa politik, sosial, ekonomi, kebudayaan maupun dalam bidang lainnya. Hanya dengan tolak ukur pengajaran Alkitab, kita dapat menilai segala sesuatu. Karena itu kita perlu mengingatkan jemaat diminggu reformasi ini agar selalu rajin mempelajari Alkitab. Mengapa hanya Kitab Suci saja (sola scriptura)?

1. Karena Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan Roh Kudus yang berotoritas tertinggi.
2. Karena Alkitab dapat menuntun orang kepada keselamatan dalam iman kepada Kristus.
3. Karena Alkitab menjadi sumber pengajaran dan sebagai pedoman hidup bagi orang Kristen.
4. Karena Alkitab bermanfaat memperlengkapi orang Kristen untuk hidup benar dan kudus.

P
Peringatan Reformasi memiliki semangat yang mulia, untuk mengingatkan seluruh gereja dan orang percaya untuk kembali kepada kebenaran firman Tuhan. Sebab, Firman Tuhan menjadi dasar yang penting bagi gereja, pelayanan serta pertumbuhan gereja. Semangat ini harus terus dipelihara untuk dikobarkan supaya tidak padam ditelan waktu atau perkembangan jaman, sebab gejala ke arah itu semakin kuat dengan berkembangnya teknologi. Firman Tuhan tidak pernah lekang ditelan jaman dan tidak pernah habis digerus kemajuan teknologi, dalam kondisi keadaan apa pun firman Tuhan tetap up to date bagi seluruh kebutuhan manusia. Sebab Alkitab adalah kebenaran Ilahi yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia, apa fungsi itu?
a. Untuk Menuntun pada Jalan Keselamatan.
setiap orang di sepanjang jaman membutuhkan keselamatan dari Allah, sebab semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Supaya manusia bisa masuk surga membutuhkan keselamatan dari Allah
b. Untuk Mengajarkan Kebenaran Allah.
dari status manusia yang berdosa manusia tidak tahu membedakan kehendak Allah mana yang baik, yang berkenan kepada Allah. Melalui Alkitab manusia dapat mengerti kehendak Allah dalam hidupnya untuk hidup sesuai panggilan Allah.
c. Sebagai Dasar Pelayanan dan Pekerjaan Allah.
Untuk melayani Allah harus di dasari dengan firman Allah supaya kita tidak melenceng dari apa yang Tuhan kehendaki, tanpa firman Allah liarlah arah pelayanan karena setiap orang akan berpatokan pada kebebarannya masing-masing.

Q
Dasar pengajaran moral tertinggi adalah Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan seseorang mendapatkan hikmat, pengajaran, pengarahan, pendisiplinan dan keselamatan. Gereja harus terus menjaga agar pengajarannya senantiasa bersumber kepada kebenaran mutlak yaitu Alki

Jumat, 21 Oktober 2011

Keluarga Dalam Pemeliharaan Allah (Habakuk 3:17-19)

KELUARGA DALAM PEMELIHARAAN ALLAH
Habakuk 3:17-19

A
Inti dalam pemberitaan Habakuk (konteks Israel suku Yehuda di selatan dalam pembuangan) adalah bahwa: Orang benar akan hidup oleh imannya, dikutip dalam Roma 1:17. Hidup orang benar didasarkan bukan kemampuan namun iman yang menjadi fondasi untuk menguatkan kondisi manusia dalam pergumulan.
Ada 2 alasan:
1) Kondisi yang diwarnai kejahatan (penindasan). Hukum terbalik ? manusia tidak mentaati hokum, namun perbuatan/kekerasan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Akibatnya akan menimbulkan pergumulan bagi bangsa (konteks keluarga)
2) Kondisi yang penuh dosa. Tuhan membangkitkan orang Kasdim utk menghukum orang Israel yang hidupnya berantakan.
Masihkah ada harapan/pemeliharaan Tuhan yang tidak hanya untuk bangsa Israel dalam kondisi yang kacau?
Masih ada harapan, karena 4 alasan:
1) Orang yang hidup dalam iman adalah orang yang memiliki ketenangan, ketika memiliki Tuhan, apapun persoalan kita, maka akan tenang. Orang yang tenang dalam Tuhan, Tuhan menjadi kekuatan.
2) Orang yang mengandalkan Tuhan dalam iman, akan memiliki keyakinan yang penuh (ay.17). Kondisi tidak memungkinkan untuk berharap, namun mereka memiliki keyakinan. Di dalam kehidupan pasti ada duka dan suka, ada kegagalan dan ada keberhasilan.
3) Orang yang beriman akan tetap berada dalam Tuhan. Di dalam Tuhan ada sukacita, sorak-sorai, keselamatan (Maz 127:1).
4) Orang yang hidup dalam iman/bergantung pada Tuhan, maka senantiasa akan bersandar kepada Tuhan. Kata �kekuatan� dibandingkan dengan Rusa memiliki kekuatan di kakinya. Kekuatan yang kita miliki suatu saat akan habis, maka kekuatan dari Tuhan yang akan membuat kita bertahan untuk melewati dengan pertolongan dari Tuhan.

B
Habakuk menyinggung mengenai kekecewaan (ay 17), kita perlu mendukung dan menguatkan jemaat yang mengalami kekecewaan dalam kehidupan rumah tangganya. Habakuk mengingatkan dalam penglihatan itu bahwa Tuhan akan bertindak untuk menyelamatkan umatmu (ay.13). Aplikasi: sekalipun rumah tangga tidak terlepas dari suka dan duka, yang penting jangan sampai kecewa baik kepada Tuhan maupun kepada apa yang ia jalani (pilihannya).

C
Allah memelihara orang percaya dalam segala perkara dan keadaan. Sebagai manusia hidup kita ini seperti roda yang berputar, dan seperi uap yang sebentar hilang. Siapa yang dipelihara Tuhan ? Orang yang percaya ( Hab 2 : 4 ). Orang yang mengandalkan Tuhan ( Hab 1 : 11, dan Hab 3 : 17)

D
Latar belakangnya adalah dia merespon akan kefasikan umat Tuhan dalam segala keadaan. Menyikapi sikap bangsa Israel yang tidak mau berubah. Habakuk berseru mengenai bahwa ia akan bersorak-sorai pada Allah yang menyelamatkan ? tidak lagi didasari oleh fenomena, namun kemudian ia memiliki pembaharuan komitmen bahwa Allah yang bekerja. Bukan dengan syarat apa yang harus dilakukan atau apa yang terjadi, sehingga ia melihat Allah yang tetap mengasihinya.
Aplikasi: Allah selalu akan menyatakan diri dalam keluarga, seperti Habakuk yang bertumbuh dan kembali membangun komitmen, melatih diri dalam kesetiaan dalam segala kondisi bersama dengan Allah. Hegel: Kita harus belajar dari sejarah, karena kita akan bertemu dengan Allah yang memelihara. Agustinus: Tidak ada satupun kenikmatan dunia yang dapat ditukarkan dengan kenikmatan bersama dengan Allah.

E
Kitab Habakuk memiliki pesan utama bahwa Allah mendidik umatNya untuk membawa kepada pertobatan. Allah seolah berdiam diri membiarkan umat Israel suku Yehuda tertindas oleh bangsa Kasdim yang terkenal kejam. Situasi pada masa pemerintahan raja Yoyakim yang berkarakter lalim dan tidak percaya Allah Yahwe membawa Israel hidup menjauhi Allah dan larut dalam perilaku penuh ketidakadilan, tidak pernah menghargai kemuliaan Allah. Maka Allah �mengijinkan� orang Kasdim menindas orang Israel, agar mereka bertobat dan berbalik kepada hidup takut akan Allah. Apa yang dapat kita pelajari bersama?
Kenyataan yang lebih banyak berbeda dengan harapan. Dimana hal ini diungkap dalam bahasa metafora, seperti pohon ara yang tidak tidak berbuah dsb. Habakuk melihat banyak orang yang hidup berbalik meninggalkan kebenaran. Konteks pada hari ini keluarga banyak meninggalkan komitmen, meninggalkan hidup berdasar iman sehingga mengalami berbagai kekecewaan hidup.
Allah Yahwe adalah Allah yang menyelamatkan memberi harapan. Habakuk membandingkan dengan allah buatan manusia yang sia-sia (Habakuk 2 : 18 � 20) dengan kemuliaan Allah yang tidak tertandingi. Habakuk dengan tenang bahkan bersuka ria meski harus melalui kesukaran hidup karena perpegang kepada pengharapan yang diberikan Allah yang benar.
Makna hidup sejati ketika berjalan di dalam jalan Tuhan. Hal ini digambarkan secara metafora bahwa Habakuk mampu berjejak dibukit seperti kaki rusa. Pengharapan yang diberikan bukan hanya masa yang akan datang, tetapi juga pada konteks masa kini dimana Allah memberikan jalan keluar atas segala permasalahan hidup.

F
Ada beberapa tahapan Iman seperti Knowledge of Faith, Dichotomic of Faith (Iman yang bertentangan dengan kenyataan hidup). Pergumulan dalam hidup dapat membuat seorang bertumbuh dalam iman. Iman bukan hanya diketahui dan didengar melalui firman, namun iman kontras dengan hidupnya, dan mengakhirinya dengan komitmen.

G
Membandingkan Habakuk dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, mereka adalah orang-orang yang tetap percaya kepada Tuhan dalam segala kondisi. Banyak keluarga menghadapi pergumulan yang sangat sulit, namun Tuhan tidak pernah meninggalkan.

H
Dalam konteks remaja: Keluarga yang dipelihara, identik pemeliharaan dalam materi. Seringkali anak kurang menyadari perannya dalam keluarga, (Mazmur 127:3). Hubungan dan relasi dengan Tuhan sangat penting untuk dapat hidup dengan benar, meskipun ada kekecewaan.

I
Habakuk punya harapan besar dalam keterpurukan orang Israel, semangat ini yang harus diajarkan bagi jemaat. Kadang keluarga menginginkan ada perubahan, namun seringkali tidak terjadi perubahan. Namun bersyukur ketika bergumul bersama dengan Tuhan, ada harapan dan kekuatan ada untuk berjalan membangun keluarga yang masih tersisa. Penting untuk menaruh harapan dalam Tuhan, meskipun kandas.

J
Ada harapan bahwa Injil yang diberitakan tidak akan berhenti kepada yang menolak/mengeraskan hati, Injil dapat mengubah.
1) Keselamatan adalah inisiatif Tuhan yang berbeda dari apa yang manusia pikirkan. Manusia saat ini egois dan mengatakan dan memikirkan bahwa yang dapat menyelamatkan adalah diri kita sendiri. Kebanggaan adalah duniawi/materi: pohon yang berbuah, ternak dan kekayaan, dan yakin bahwa ini dapat menyelamatkan manusia.
2) Ketika mulai percaya diri kita tdk mengijinkan Tuhan intervensi, seolah2 tidak perlu ada pengaruh dari luar untuk menolong kita. Padahal keselamatan terjadi dalam ketaatan kita dalam Tuhan, melalui iman.
3) Fokus bukan pada kekuatan diri sendiri dan mengakui bahwa Tuhan menyelesaikan dengan cara Tuhan, meskipun tidak masuk di akal, namun itu yang Tuhan anugerahkan. Keselamatan adalah anugerah Tuhan.

K
Tema kitab Habakuk adalah Hidup dengan iman. Di pasal 1-2, Habakuk melihat banyak kejahatan dan penyembahan berhala yang dilakukan di Yehuda. Ia mempertanyakan bagaimana Allah dapat membiarkan umat-Nya yang memberontak dan berbuat dosa tidak dihukum (1:2-4)? Allah menjawab bahwa Dia akan memakai Babel untuk menghukum Yehuda (1:5-11). Pertanyaan berikutnya, bagaimana Allah bisa memakai bangsa Babel yang lebih jahat daripada Yehuda sebagai alat untuk menghukum (1:12-2:1)? Allah menjawab bahwa Dia juga akan menghukum Babel (2:2-20). Pada pasal 3 berisikan doa dan nyanyian Habakuk. Secara khusus pada pasal 3:17-19 berbicara tentang iman Habakuk. Pasal 3 merupakan respons Habakuk terhadap jawaban Allah dalam pasal 2. Dalam situasi yang sulit ia menaikkan doa: 1. Ia berdoa agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya di tengah umat Yehuda. 2. Dia berdoa agar pada masa yang sulit Allah tetap menunjukkan kasih sayang-Nya kepada umat Yehuda. Kemudian Habakuk bersorak sorai di dalam Tuhan. Ia bersaksi bahwa ia melayani Allah bukan karena diberi berkat tetapi karena Dia itu Allah. Bahkan di tengah hukuman Allah atas Yehuda, Habakuk memilih untuk bersukacita di dalam Tuhan, karena Dia menjadi Juruselamatnya dan sumber kekuatannya. Ia beriman bahwa umat Yehuda yang tersisa akan selamat dari serbuan Babel dan ia memberitakan kemenangan terakhir dari semua orang yang hidup oleh iman (2:4). Bagaimana mengalami pemeliharaan Allah itu?
1. Hidup dikontrol oleh iman, bukan oleh perasaan. Ayat 17, menceritakan meskipun semua tanaman dan hewan ternak yang menjadi andalan dan sandaran hidup sudah musnah bahkan keselamatan dan keamanan sudah lenyap dari umat Yehuda, namun Habakuk tetap bersukacita dan bergembira didalam Tuhan. Di sini kita melihat bahwa perasaan Habakuk tidak dipengaruhi atau tidak dikontrol oleh kejadian yang terjadi, tetapi dikontrol oleh iman kepada Allah.
2. Hidup bersandar kepada Allah. Habakuk mengakui bahwa Allah yang menyelamatkan dia (ay. 18b); Allah adalah kekuatannya (ay.19). Dengan kata lain, ia selalu bersandar kepada Allah sumber keselamatan dan kekuatan dalam mengatasi segala pencobaan dan kesulitan hidup. Melalui teks ini, mari kita mengajak keluarga jemaat yang berada di tengah tantangan dan kesulitan agar selalu mengutamakan Tuhan dan bersandar kepada-Nya (Mat. 11:28-29).

L
Tidak satu keluargapun yang hidupnya terus lancar, adakalanya mengalami liku-liku perjalanan hidup serta kerikil tajam dalam keluarga. Bahkan tidak jarang keluarga diperhadapkan pada persimpangan jalan, tidak mudah untuk memutuskan kemana harus melangkah. Disinilah proses pengujian serta pembentukan Allah sedang terjadi di dalam keluarga. Apakah seisi anggota keluarga percaya kepada Allah serta berharap pada kekuatan Allah yang akan menolong. Apakah keluarga percaya akan janji-janji Allah yang telah dikatakannya dalam firmanNya. Jika seisi anggota keluarga percaya kepada Tuhan dan beriman kepadaNya maka Allah akan bertindak sesuai dengan karyaNya yang ajaib.
Pemeliharaan Allah itu nyata, kasih Allah tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang dan selama-lamanya Allah tidak pernah meninggalkan kita. Pada akhirnya setiap kesulitan dan pergumulan hidup ada kemenangan atau sukacita yang Allah berikan untuk hidup dalam anugerah Allah.

M
Bukanlah hal mudah saat kita melihat anak Tuhan ditekan orang yang tidak mengenal Tuhan. Habakuk melihat orang Israel diperlakuakn dengan kejam oleh bangsa Kasdim; ironisnya Allah seakan-akan diam dan berpangku tangan. Habakuk berteriak, mengeluh dan meratapi bangsanya. Namun dalam perenungannya akhirnya dia menemukan jawaban bahwa kesetiaan Tuhan tetap sama sekalipun fakta disekililing kita begitu buram. Habakuk mengangkat hatinya melihat Allah dan menyatakan imannya; sekalipun kehidupan kurang baik, pemasukan kurang lancar, stock makanan sangat terbatas namun pemeliharaan Allah akan tetap nyata.

N
Kitab Habakuk satu-satunya kitab yang menyebut "Nabi" sebagai gelarnya. Tentang Habakuk sendiri, praktis kitab ini tidak menceritakan apa pun. Ada penafsir yang mengatakan bahwa Habakuk adalah imam Bait Allah yang sekaligus menjadi nabi. Kitab Habakuk ditulis pada saat bangsa Babel (Kasdim) sedang menuju puncak kejayaannya (1:6). Pada 625 sM, Nabopolasar menjadi raja Babel dengan memberontak terhadap Asyur. Setelah mengalahkan Asyur secara telak (612 sM) dan Mesir (605 sM), Babel menjadi negara adikuasa menggantikan kejayaan Asyur. Pada tahun 598 sM Nebukadnezar (putra Nabopolasar) menyerbu Yehuda dan memulai penawanan raja dan para bangsawannya ke Babel. Jadi, diperkirakan Kitab Habakuk ini ditulis antara tahun 625 sM-598 sM. Pada saat yang sama, di Yehuda pada pemerintahan raja-raja sesudah Yosia (sesudah 609 sM), kekacauan dalam bidang sosial politik dan ekonomi semakin menjadi-jadi. Ketidakadilan dalam masyarakat merajalela, akibatnya kaum berkuasa, bangsawan, pejabat negara menindas kaum lemah dan rakyat jelata yang miskin. Hal ini bisa kita lihat dalam pertanyaan Habakuk kepada Allah: "Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik" (Hab. 1:2-4). Pertanyaan Habakuk dan jawaban Allah mengisi bagian pertama dari kitab ini. Dalam dialog terungkap kedaulatan Allah menggunakan bangsa kafir untuk menghukum umat-Nya yang jahat, namun tidak berhenti di situ karena Allah juga menghukum bangsa kafir tersebut ketika tindakan mereka menjadi berlebihan dan kejam. Habakuk belajar memercayakan diri kepada Allah yang akan bertindak adil pada waktu-Nya. Iman menjadi kata kunci kitab ini (2:4a) yang kemudian hari dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17, Galatia 3:11, dan oleh penulis Ibrani (Ibr. 10:38). Mazmur yang digubah Habakuk mengekspresikan iman kristiani yang percaya kepada Allah walaupun situasinya seperti tidak berpengharapan (Hab. 3:17-19).

O
Kitab ini unik karena bukan suatu nubuat yang diarahkan langsung kepada Israel tetapi malah sebuah dialog antara Allah dan sang nabi. Dalam pergumulan yang hebat dan berat Habakuk mengajukan pertanyaan mengapa Allah tidak berbuat sesuatu? Berapa lama lagi Tuhan aku berteriak? Mengapa Allah menghukum umatnya melalui bangsa yang lebih jahat daripada mereka? Tetapi kita mendapati Habakuk pada akhirnya mengandalkan Allah dan hidup dengan iman dalam jalan Allah tanpa menghiraukan keadaan.

P
Kitab ini dalam situasi banyak kesulitan dan pergumulan yang berat, sampai akhirnya dia mengatakan dalam ayat 17-19 itu. Kemelut bangsa berdampak pada keluarga yang dihadapi oleh Habakuk. Dia melihat bahwha ketenangan hidup itu pada kestabilan situasi atau perubahan keadaan buruk menjadi baik. Atau, kelegaan itu bukan lagi soal memiliki ekonomi yang baik, memiliki rumah, anak-anak yang manis, suami istri yang penuh pengertian. Tetapi letaknya pada ketidakberubahan Tuhan, janji-Nya tidaka berubah. Inilah yang menjadi kedamaian dalam hati seseorng. Setelah mengalami banyak kesusahan, Habakuk menyimpulkan Allah harus menjadi pusat hidup. Ini menunjukkan bahwa relasi dengan Tuhan iu sebagai kunci menghadapi semua kesulitan itu. Tuhan menggunakan penderitaan, kesusahan, keadilan untuk tujuan yang lebih besar untuk mengalami Tuhan dan janji-Nya secara penuh. Misalnya, ada keluarga yang sakit mengingatkan kita bukan pada kesembuhan tetapi pada sang Penymbuh itu. Kemiskinan itu bukan menarik kita pada kekayaan, tetapi kepada Allah. Kesedihan itu bukan menarik kita pada penghiburan, tetapi pada Penghiburan. Kecelakaana itu bukan menarik itu pada keselamatan, tetapi Juruselamat.

Q
Habakuk hidup dalam jaman yang sulit di mana umat Tuhan ditindas, dianaiya, dan kekerasan ada di mana-mana, juga pertikaian, ketidakadilan. Perekonomian dalam keadaan yang sulit karena hasil pertanian tidak dapat diharapkan. Kluarga-keluarga ornag percaya banyak mengalami pergmulan. Habakuk protes kepada Tuhan menapa orang percaya ditindas oleh orang fasik? Allah menjawab bahwa Dia memakai orang fasik unuk memjrnikan iman orang percaya dan selanjutnya orang fasik akan dihukum. Habakuk baru bisa melihat akan penyertaan Tuhan dan pemeliharaan Tuhan terhadap keluarga-keluarga orang percaya. Di tengah-tengah kesulitan mereka semua dilindungi oleh Tuhan. Oleh sebab itulah, Habakuk berkata dalam ayat 17-18, mengapa:
1. Karena dia tinggal dan hidup dalam Tuhan (ayat 18)
2. Karena Tuhan menyelamatkannya (ayat 18)
3. Karena Tuhan memberi kekuatan (ayat 19)

R
1. Situasi hidup bisa berubah. Jangan pernah berpikir bahwa kehidupan itu akan berjalan dan semua diatur dalam tangan kita. Kita tidak tahu maksud dan rencana Allah dalam kehidupan kita dan kita tidak tahu ijin yang diberikan Allah kepada iblis untuk mencobai kita.
2. Persoalan hidup bisa menjadi sulit dan kadang-kadang tidak terpecahkan yang membuat keadaan tidak berpengharapan.
3. Ada pengharapan di dalam Tuhan (lih. Ayat 17). Harapan itu tidak dia lihat di depan mata, tetapi suatu hari akan terwujud. Menghadapi kesuliatan dan pergumulan itu perlu iman yang sungguh di dalam Tuhan. Kita masih tetap bisa melangkah seperti dalam ayat 19 itu. Tuhan masih mengijinkan kita mencapai apa yang kita kerjakan untuk memuliakan Tuhan.

S
Habakuk hidup pada zaman bgs Israel di tindas musuhnya. Bukan hal yg mudah baginya utk mempertahankan imannya. Masa-masa sukar seperti ini membawa aspek kehidupan bgs Israel dan keluarga-keluarganya terpengaruh. Ladang menjadi tempat mendatangkan penghasilan tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang harta kekayaan terhalau dari kurungannya, tdak ada lagi simpanan.
Kondisi seperti ini banyak dialami oleh umat Tuhan dewasa ini. Krisis-krisis yang terjadi belakangan ini dampaknya sangat besar, banyak pengangguran di mana-mana, pekerjaan bisnis juga tidak mudah, tekanan hidup semakin banyak, keluarga-keluarga juga mengalami krisis. Kita perlu belajar dari Habakuk bagaimana mendapat kekuatan pada masa-masa sukar.
1. Bersorak sorak di dalam Tuhan (Hab. 3 :18a)
Seperti bgs Israel mengelilingi kota Yeriorakhko mereka bersorak sorai.

Aplikasi:
1. Demikian juga pada saat masalah besar yg kota hadapi,kiita belajar bersorak dalam Tuhan dengan segenap hati.
2. Seperti rasul Paulus pd waktu pednderitaan, ia menasehati jemaat Filipi spy bersukacita senantiasa, disitulah letak kekuatan Tuhan
3. Berharap kepada Tuhan (Hab.3 :19b)
Kita perlu menempatkan kita dan keluarga kita kepada Tuhan, maka Ia akan membela kita.

T
Kitab Habakuk ditulis kira-kira antara 18-20 th sebelum Yerusalem hancur, yaitu pada tahun 580 SM. Sangat mungkin ia hidup dan menyaksikan kehancuran Yerusalem, ia juga mungkin terbunuh dalam pertempuran atau ia juga mungkin menderita kelaparan dalam masa pengepungan tentara musuh. Ia mungkin hidup dalam masa-masa itu.
Jadi, bacaan kita hari ini jelas sekali memperlihatkan bahwa, kondisi Israel sangat penuh dengan tekanan dan penderitaan yang sangat memprihatinkan.
Sumber kehidupan bangsa Israel di zaman itu sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Namun semua ketergantungan masyarakat Israel pada pertanian dan petrnakan itu sirna ketika peperangan, pengepungan dan penjajahan terjadi. Semua yang diharapkan dari tanaman maupun ternak tidak mampu menolong siapapun, termasuk sang empunya lahan pertanian dan perternakan. Kemungkinananya bisa terjadi karena : Situasi pergolakan menyebabkan kesulitan untuk bercocok tanam dan merawat ternak. Kemungkinan yang paling ditakuti adalah perampokan dan pengambilan secara paksa. Kondisi seperti ini mendatangkan kehidupan yang serba tertekan dan terinjak injak.
Bacaan kita hari ini memperlihatkan bahwa, segala sesuatu boleh lenyap dari kehidupan ini, tetapi ketika Tuhan ada bersama-sama kita, ia akan tetap memelihara kita dan melindungi kita dengan caraNya yang melampaui akal dan pikiran manusia.
Itulah sebabnya meskipun dalam keadaan susah, terhimpit dan terinjak sekalipun, orang percaya masih bisa memuji Tuhan, karena Allah tetap menyertai.

U
Pada bagian ini melukiskan akibat-akibat dari penyerbuan musuh yang begitu dasyat dan gencar kepada bangsa Israel, sehingga berdampak pada mata pencaharian mereka dan mengalami tekanan pada jiwa mereka. Sehingga Habakuk hampir putus asa, Habakuk berteriak tetapi seolah Tuhan tidak mendengar (1:2), namun Habakuk patut jadi teladan bagi kita dalam menghadapi tekanan hidup karena dia tetap bertahan dalam masa-masa sulit, iman tetap teguh dan selalu yakin akan pemeliharaan Allah.

Kamis, 13 Oktober 2011

Keluarga Tempat Bersemainya Iman (2 Tim 1:5)

Keluarga Tempat Bersemainya Iman
2 Timotius 1:5

Tujuan :
1. Jemaat memahami iman yang bertumbuh dan berkembang akan menjadi warisan yang indah bagi keturunan dari beberapa generasi.
2. Jemaat terlibat dalam menjadikan keluarga sebagai wadah pertumbuhan iman.

LATAR BELAKANG
Timotius telah dididik dalam Alkitab sejak masa kanak-kanaknya, sesuai dengan perintah Allah dan adat bangsa Yahudi. Hal itu juga telah dinyatakan oleh rasul Paulus, "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepada-Mu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus." (2Timotius 3:15).
Paulus berbicara tentang keharusan membina dan mendisiplin anak- anak kita secara terus-menerus: seperti yang diteladankan oleh Lois dan Eunike "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu." (2Timotius 1:5).
Kis 16:1-3,�..
Berbicara tentang Timotius, kita tidak bisa terlepas dari didikan yang diterimanya. Timotius yang masih muda dapat menjadi pemimpin bahkan menjadi perintis pekabaran Injil serta pemikir Kristen adalah karena didikan yang diterimanya. Paulus, rasul yang besar dan terkenal bahkan menyebutnya sebagai satu-satunya orang �yang sehati dan sepikir� dan yang tidak mencari kepentingannya sendiri melainkan kepentingan Kristus (Flp. 2:20).
Nama Timotius berasal dari kata Yunani yakni Timotheo artinya menghargai Allah, takut akan Tuhan. Timotius adalah putra seorang wanita Yahudi beragama Kristen bernama Eunike yang bersuami seorang Yunani (lih. Kis. 16:1).. Timotius dididik secara kristiani oleh ibunya. Selain itu dia juga menerima didikan secara kristiani dari neneknya yang bernama Lois (lih. 2 Tim. 1:5). Alkitab menjelaskan bahwa pengaruh pertama yang dialami Timotius adalah pengaruh asuhan orangtuanya dan terutama ibu dan neneknya yang mengajarnya Alkitab sejak ia kecil. Nama Lois dan Eunike hanya muncul sekali dalam Alkitab, nama mereka tercatat dalam sejarah karena mereka meninggalkan kesan yang tidak terhapuskan pada Rasul Paulus.
Perkenalan Paulus dengan Timotius dicatat di Kis. 16:1-3. Di situ, Timotius muda dipercaya Paulus untuk ikut dalam pelayanan misinya yang kedua (Kis. 15:36-18:22). Melalui pelayanan inilah, Timotius bertumbuh menjadi murid dan anak rohani Paulus. Paulus merasa yakin bahwa pendidikan rohani dan bantuan yang telah diberikannya kepada Timotius tidak akan berhenti sampai di situ saja, sebab Timotius sudah membuktikan bahwa ia telah menerima pelajaran itu dengan sungguh-sungguh. Sekali lagi Paulus mengarahkan Timotius kepada tugas yang terbentang di hadapannya (2:2)
Lois dan Eunike memakai setiap kesempatan untuk mendidik Timotius sejak kecil dalam pengenalan tentang Alkitab. Dan tidak hanya itu, mereka menunjukkan kepadanya melalui kehidupan mereka bagaimana iman harus diterapkan dalam keluarga. Lois dan Eunike bersyukur ketika Timotius memulai tugasnya untuk memberitakan injil. Lois dan Eunike bukan saja meletakkan dasar firman Tuhan bagi Timotius tapi juga mempersiapkannya untuk pekerjaan pelayanan Timotius. ? firman Tuhan menjadi petunjuk, dan Timotius berpegang teguh pada firman itu dan melaksanakannya di dalam kehidupan.

A
Keluarga Timotius adalah keluarga yang menjadi teladan bagi keluarga kristen hari ini, di mana ada iman dan teladan yang dipraktekkan. Kemudian kalau kita melihat bahwa keluarga tempat bersemainya imam, maka anak-anak harus bisa melihat kalau keluarga bukan sekedar hotel atau tempat persinggahan, tetapi tempat naungan di mana keluarga menjadi tempat ditanamnya nilai-nilai hidup. (Tolong penekanan untuk menggunakan buku keluarga yang dibagikan, sehingga para bapa bisa menjadi imam bagi keluarga).

B
Keluarga remaja saat ini adalah keluarga yang tidak normal, di mana orang tua tidak saling mengasihi. Karena itu, perlu diingatkan bahwa pendidikan iman penting sekali, krisis terbesar adalah ketika cinta meninggalkan keluarga.

C
Prioritas menjadi keluarga itu adalah penting. Dalam kehidupan Timotius, prioritas adalah kehidupan iman untuk takut dan taat kepada Tuhan sehingga pada masa dewasa mereka tidak menyimpang. Karena itu, pada masa kini, orang tua harus kembali kepada pola asuh yang benar sehingga pendidikan iman itu dapat diajarkan dan diterapkan (termasuk para hamba Tuhan).

D
Timotius adalah keluarga yang mendapat belas kasihan dari Tuhan, sebab orang tuanya bukanlah pasangan yang sepadan. Namun demikian, pendidikan itu sangat kuat sekali dalam keluarganya, sehingga iman itu bersemai dalam keluarganya. Penekanan kepada jemaat: Jangan meniru pernikahan beda iman, sehingga bisa mendidik anak dalam iman yang sama.
Sistem pendidikan pada waktu itu sampai abad 18, TK tidak ada. Pendidikan anak, ibu diserahkan waktu 6 tahun untuk mengajar anak-anaknya. Maka pengaruh ibu itu sangat penting sekali. Karena itu, seorang ibu harus memprioritas pendidikan anaknya sampai anak berusia 6 tahun. Pada usia 7 tahun, seorang ayah menunjukkan bertahan dalam iman. Iman yang tulus (sine cere) memiliki arti tanpa dempul, yaitu iman yang kelihatan tanpa menutupi. Jadi keluarga tempat bersemainya iman, artinya memelihara.

E
Statistic orang menerima Tuhan Yesus, dalam usia:
4-14 tahun : 85 %
15-18 tahun : 4 %
19- : 6 %
Ilustrasi: Perbedaan keturunan antara Jonathan Edward dan Max Jukes adalah karena orang tua yang mengajarkan pengajaran iman.

F
Iman yang tulus ikhlas adalah iman yang tidak munafik atau apa adanya ketika menghadapi penderitaan dan pengajaran sesat. Paulus mengingatkan kepada Timotius agar tetap kuat menghadapi tantangan tersebut, sebab iman yang diajarkan kepadanya adalah iman yang kuat. Jemaat harus menyadari bahwa iman diajarkan bukan disekolah atau di gereja saja tapi juga dalam keluarga. (con: Nietsche dan Marx)

G
Iman adalah anugerah Allah, tapi iman tidak dapat bertumbuh secara otomatis tapi juga diajarkan. Hal ini yang terlihat dari pengajaran Eunike dan Louis kepada Timotius. Walaupun ayahnya bukan orang percaya, tapi di sisi lain ada anggota keluarga lain yang memiliki iman yang kuat sehingga Timotius (artinya: menghormati Tuhan) bisa menjadi teladan.

H
Esensi: (bdk Ul. 6:6-9), harus diperhatikan (disimpan dalam pikiran dan hati) yaitu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Orang tua tidak bisa pura-pura selama 24 jam, karena itu orang tua harus terus menghidupi imannya sehingga bisa ditiru oleh anaknya. Berulang-ulang yaitu secara terus menerus. Dalam semua kesempatan, orang tua harus available untuk anak-anaknya. Dengan demikian, orang tua bisa mengajarkan iman kepada anak-anaknya sesuai dengan jenjang usianya.

I
Arti nama Louis (lebih diinginkan atau lebih baik); Eunike (kemenangan yang baik). Dalam pendidikan ada 3 hal: knowledge, understanding, wise (sharing of life). Berbagi hidup ini tentu saja dari orang tua yang hidup bersama-sama dengan anak-anaknya, teladan inilah yang membangun iman anak-anaknya.
(lihat Veritas, Oktober 2005).

J
Pengenalan akan Tuhan kepada Anak membutuhkan konsistensi dengan ketekunan dari orang tua. Anak dapat mengenal Allah melalui pengajaran dan keteladanan iman dari orang tua atau keluarga. Anak dapat cepat belajar dari melihat dan mengalami secara langsung dalam hidupnya, demikian juga tentang Allah, anak dapat belajar dan mengenal Allah dari lingkungan keluarga yang percaya kepada Tuhan. Sayang banyak keluarga kurang memperhatikan bahkan cenderung mengabaikan dalam hal ini, sehingga anak-anak tidak memiliki konsep iman jelas dan kuat tentang Allah. Oleh karena itu setiap keluarga perlu menyadari, betapa pentingnya untuk menanamkan iman tentang Allah sedini mungkin kepada anak.

K
Keluarga merupakan tempat anak bertumbuh secara jasmani, mental dan spiritual. Keteladanan menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan tersebut. Timotius bertumbuh dalam keluarga yang mengenal Allah dan iman keluarga tersebut diturunkan pada generasi berikutnya. Pendidikan iman orang Israel sungguh luar biasa (Ul. 6:4-9); pertama keteladanan (sebelum mereka mengajarkan kepada anak-anak; mereka harus terlebih dulu melakukan pengajaran itu dan memperhatikan pengajaran tersebut dengan sungguh, ay 5-6), kedua keseriusan (tidak dilakukan sambil lalu, tapi berulang-ulang ay 7). Pendidikan iman adalah tanggung jawab orang tua bukan lembaga gereja atau sekolah.

L
Timotius adalah seorang muda yang mempunyai iman yang tulus ikhlas yang diwarisi neneknya Lois dan ibunya Eunike. Iman yang dimiliki Lois dan Eunike adalah iman yang benar-benar mengusai hidup mereka sehingga iman yang demikian mempengaruhi iman dan hidup dari Timotius. Iman Timotius bertumbuh berkat didikan dari nenek dan ibunya yang sungguh-sungguh hidup dalam iman dan menghidupi iman tersebut. Lois berarti disetujui atau dikehendaki adalah seorang penganut Yahudi yang tinggal di Listra. Lois memiliki anak perempuan yang diberi nama Eunike yang berarti �kemenangan atau sukacita kemenangan�, dimana Eunike dididik dalam Tuhan oleh Lois, dan meskipun menikah dengan pria Yunani, Eunike tetap teguh pada imannya. Sesuai dengan nama Eunike, diamen dapat kemenangan atau sukacita kemenangan, atas suaminya dan orang disekitarnya yang menyembah illah lain.
Timotius nama yang diberi oleh Eunike yang berarti �orang yang takut pada Tuhan�. Lois dan Eunike mendidik Timotius sesuai dengan namanya yaitu takut pada Tuhan. Pada waktu Injil yang diberitakan oleh Paulus ketika ia mengunjungi Derbe dan Listra, Lois, Eunike dan Timotius menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Pada kunjungan Paulus yang kedua, dia mendengar perbincangan di jemaat Listra dan Ikonium tentang kesalehan Timotius yang masih muda yang membuat Paulus memutuskan mengajak Timotius untuk bersamanya melayani dan mengiring perjalanannya.
Timotius mengikuti Paulus ke Prigia, Galatia, Misia, Troas, Filipidan Berea. Dia juga bersama Paulus ketika di Atena, yang kemudian bersama Silas diutus ke Tesalonika. Bersama Paulus ke Korintus dan tinggal di Efesus, terus diutus ke Makedonia. Selanjutnya bersama Paulus ke Asia. Pada waktu Paulus dipenjara di Roma, Timotius mengunjunginya dan bersama ikut dipenjara. Ketika Paulus dipenjara lagi, dia menulis surat pada Timotius untuk membawakan jubah, kitab-kitab dan perkamen yang tertinggal di Troas (2 Timotius 4:13)
Paulus sangat terkesan pada kesetiaan dan kesungguhan pelayanan Timotius. Sehingga Paulus memuji iman Timotius yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (2 Timotius 1:5). Semuanya karena persemaian iman dalam keluarganya, yang seharusnya menjadi contoh bagi kita untuk menjadikan keluarga sebagai tempat yang subur bagi persemaian iman.
Bagaimana kita dapat menjadikan keluarga tempat bersemainya iman :
1. Orang Tua harus mempunyai iman yang tulus ikhlas.
2. Orang Tua menyatakan atau mengajarkan FirmanTuhan kepada anak-anak sejak kecil.
3. Orang tua member contoh bagaimana hidup dalam iman, yang bukan hanya sebagai teori saja tetapi mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

M
II Tim 3;15 ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci. Ini berarti sejak kecil ada yang memperkenalkannya kepada dia. Itu adalah peran nenek dan ibunya yang mendidik Timotius berdasarkan firman Allah. menstimulir orang untuk selalu haus akan kebenaran firman Allah. sekalipun bukan hal yang mudah untuk mengajarkan kebenaran firman Tuhan. Eunike benar2 mempertahankan kebenaran firman Tuhan dalam pendidikan karena suaminya seorang Yunani. Firman itulah yang telah menuntun Timotius kepada keselamatan bahkan kepada pelayanan bersama Paulus. Kesimpulannya: keluarga memang adalah tempat persemaian iman. Dan orang tua adalah alat di dalam tangan Allah untuk mendidik anak kepada Tuhan.
Pdt. Unandi:
1. Iman mulai dari firman yang didengar dan diajarkan serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Iman harus dengan ketulusan dan kebenaran ? banyak hal-hal iman yang terjadi dalam kehidupan orang percaya. Tetapi Timotius memiliki iman yang tulus ikhlas. Iman tidak bisa bertumbuh dalam kemunafikan, motivasi yang lain dan sembarangan. Iman yang tdk dibangun dlm kebenaran, kejujuran.
3. Iman harus berbuah dan hidup dalam pelayanan yang memuliakan Allah. iman harus nyata dalam sikap hidup kita.

N
Tuhan memberikan mandat kepada orang tua untuk mendidik anak, tetapi kadang orang tua sibuk dengan memenuhi kebutuhan anak secara materi, bukan rohani. Apa yang ditabur orang tua sejak kecil kepada anak-anak akan memeberikan pengaruh yang besar dikemudian hari. Orang tua dapat mendidik dan menularkan iman kepada anak. Melalui teladan sehari-hari. Ibadah keluarga yang sejati bukan sekedar rutinitas, tetapi harus menghidupkannya dalam setiap pribadi keluarga.

O
James Fowler ? dia adalah orang yang mencetuskan faith development teori. Orang ini dithabiskan sbg pendeta gereja di methodist di Amerika. Pandangannya: beragama itu adalah bagian dari proses mencari makna, sebab itu adalah meaning maker, manusia adalah pencipta makna pada sesuatu /iman/agama. Sederhananya bagi Fowler iman adalah sesuatu yang luar dari sekedar percaya.
1. Iman sejati itu berkaitan dengan pengetahuan. Seseorang tidak mungkin bisa berkata ia beriman kalau ia tidak mengerti tentang imannya berdasarkan atau berakar pada apa. Iman itu bukan sekedar pecaya, tetapi hrs didasari pada fondasi yang benar.
2. Iman harus berdasarkan iman, kasih dan pengharapan. Inilah yang telah dikatakan oleh Paulus.
3. Iman itu berkaitan dengan percaya dan mempercayakan diri kepada Allah.

P
Timotius menjadi murid yang baik ketika Paulus menemukan dia di Derbe dan Listra. Dan itu disebut oleh Paulus karena iman dari Lois neneknya dan Eunike ibunya. Timotius adalah seorang bishop yang pertama di Efesus II Timotius. Dari keluarganya Timotius belajar memiliki iman yang tulus dan teguh. Walaupun ia memiliki bapa seorang Yunani, tetapi ia memiliki nenek dan ibu yang beriman.
1. Iman yang benar didasarkan pada Firman Tuhan dan pertobatan pribadi.
2. Iman yang benar bertahan dalam segala persoalan dan tantangan hidup. Segala masalah dalam keluarga atau yang dihadapi dalam keluarga, seharusnya membangun iman kepada Tuhan.
3. Iman yang benar adalah iman yang membuat orang memberi hidupnya kepada Tuhan.

Q
Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan bergereja. Dgn perkembangan jaman yg begitu cepat dan berbagai tantangan serta godaan yg menggiurkan maka penting sekali anak2 Tuhan memperkuatkan imannya agar tidak tergoda dan tidak jatuh dalam dosa. Iman seperti apa yang bersemai didalam keluarga
1. Iman yang siap berhadapan dengan realita tidak lari dari tanggung jawab. Berani menghadapi apa yang terjadi saat sekarang ataupun peristiwa yang akan datang.
2. Iman yang disertai dengan perbuatan.
Timotius menerima warisan iman dari neneknya. Disini dituntut setiap kita untuk diproses mengalami pembentukan yang melahirkan karakter anak Tuhan sehingga menjadi berkat dalam keluarga dalam bergereja sehingga menjadi berkat dalam keluarga, dalam gereja dan lingkungannya.

R
Keluarga adalah lembaga pertama yg dibentuk oleh Tuhan sendiri, dan menjadi lembaga tertua di muka bumi ini. Sebagai lembaga yg langsung dibentuk oleh Tuhan, keluarga memiliki tujuan yg mulia yaitu Untuk memuliakan Tuhan. Timotius adalah anak yang hidup dan bertumbuh dalam sebuah keluarga yang sangat mengasihi Tuhan dan mendukung penuh pertumubuhan dan pendewasaan iman Timotius. Bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi tempat bersemainya iman.
1. Sungguh2 hadir dalam kehidupan keluarga
2. Menjadi keluarga dalam kehidupan keluarga
3. Membangung nilai2 kekal dalam kehidupan keluarga

S
Paulus mengingatkan kepada Timotius tentang warisan iman keluarganya, dari neneknya Louis dan ibunya Eunike.Bagaimana memelihara warisan iman itu.
1. Mengobarkan karunia Allah yg ada padanya.
2. Jangan takut menghadapi tantangan dalam pelayanan
3. Jangan malu bersaksi

T
Gereja yang kuat terdiri dari keluarga yang kuat. Sangat penting menanamkan nilai2 kerohanian dalam keluarga. Dengan Cara :
1. Orang tua terlebih dahulu menjadi teladan rohani bagi anak2.
2. Sangat penting ada persekutuan keluarga
3. Sangat penting menciptakan atmosfir rohani dalam keluarga (lagu, film, gambar2 dinding)
4. Sangat penting peranan Ayah (sebagai imam dalam keluarga) dan peranan ibu.
5. Sangat penting membawa seluruh keluarga melayani Tuhan.
Ada janji Tuhan�jangan takut dan tetap menyaksikan Kasih Tuhan.

Kamis, 06 Oktober 2011

Sehati Dlm Harmoni (Flp 2:1-4)

SEHATI DALAM HARMONI
(Filipi 2:1-4)
A
Tujuan :
� Jemaat memahami harmoni suami-istri membawa berkat bagi pelayanan misi
� Jemaat memiliki arah kehidupan keluarga yang baik dan menjadi berkat
Harmoni menurut kamus bahasa Indonesia :
nomina (n)
� pernyataan rasa, aksi, gagasan, danminat; keselarasan; keserasian (nomina)
Contoh:
harusada ~ antarairamadangerak;
harmoni [THESAURUS]
harmoninkeseimbangan, kepaduan, keselarasan, kesesuaian, keteraturan, ketertiban, simetri
harmoni [KAMUS GLOBAL]
harmoniousks. rukun, seia-sekata. h. relationship hubungan yang rukun.
harmony kb. (j.-nies) keselarasan, keserasian, kesesuaian, kecocokan, kerukunan.
inharmoniousks. tidakselaras/seimbang/cocok.

Hal yang selalu berbalas-balasan
� Jalan, kaki kiri lalu kanan, itu namanya jalan, ada harmoni
� Sepatu, kiri dan kanan, beda tapi melengkapi
� Kejapan mata, selalu bersamaan, jarang yang sebelah �kecuali ada kelainan-, dan ia pun terpejam bersama
Demikian pula dalam kehidupan berkeluarga, suami istri adalah saling melengkapi satu dengan yang lain, menjadi satu keserasian, keselarasan dan berpadu, untuk mencapai satu tujuan. Dan dalam keluarga Kristen, maka panggilannya adalah menjadi keluarga yang memberkati dunianya.
Sebagai suami istri yang membentuk suatu keluarta, maka keberadaan suatu keluarga, akan memberikan dampak pada kehidupan sekitarnya;
Mengutip catatan yang diberikan oleh ; Ev. HarbiantoSTh(8 Oktober 2010, khotbah 10 Okt)
PBB mencanangkan tahun 1994 sabagai tahun keluargainternasional, dandilanjutkandlmdekadeselanjutnya, thn 2004. Covvi Annan:� keluarga yang kokoh adalah cara afektif utk mengatasi kejahatan, ketidakadilan sosial, penyalahgunaan obat2an dan alkohol, kenakalan remaja, aborsi, KDRT, perceraian, perzinahan, dan pelanggaran HAM. Ironissekali! PBB ygmeyuarakanmasalahinikpdduniadanpemerintah, spy keluargamenanamkanpengajarandannilairohani. Bagaimana suara gereja? David Stoop & James MastellerdlmBuku Family System:�Panggilanutama keluarga kristen di zamanini, harus menjadisekolahAlkitab, pusatmisi, tempat pertemuan dengan Allah bagi semua anggota keluargadanmasyarakat.

Kehidupan keluarga, dan orang tua yang solid, dan harmoni, dan memiliki panggilan yang jelas akan keberadaan mereka sebagai suami istri, dan sebagai orang tua, akan berpengaruh luar biasa

Rasul Paulus menekankan karya Kristus dan keberadaanNya di tengah-tengah kehidupan orang percaya seharusnya memberikan dampak (Filipi 2:1)
Php2:1JadikarenadalamKristusadanasihat, adapenghiburankasih, adapersekutuanRoh, adakasihmesradanbelaskasihan,
Bahwa di dalam Tuhan Yesus Kristus, akan memimpin suatu kehidupan yang memberikan;
� Nasihat (artinya ada kepedulian, perhatian)
� Penghiburan kasih (empati, pendampingan)
� Persekutuan Roh (bersama-sama mengalami kedalaman hubungan dengan Tuhan)
� Kasih mesra
� Belas kasihan
Bagaimana kehidupan seperti itu dapat terjadi? Dimana dalam kehidupan dunia sekarang ini, suami istri dan keluarga hidup banyak dalam perpecahan, dan banyak pasangan yang memilih bercerai daripada berjuang untuk memulihkan hubungan, dan banyak pasangan mengatakan kalau diberi kesempatan hidup yang kedua kali, maka mereka tidak memilih pasangan mereka yang lama.

Kunci keharmonisan dapat terjadi adalah
(1) di dalam Kristus dan memiliki visi-Nya, bagi Pemberitaan Injil
Dan kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus menekankan agar mereka memiliki kesehatian dan satu Roh bagi pekerjaan Kristus, bagi pemberitaan Injil Filp 1:27; 2:5, 20, 21
Harus dimulai dari Kristus dahulu, dengan Tuhan Yesus hadir sebagai Tuhan dalam hidup dan kepala rumah tangga, maka akan memimpin keluarga tersebut mengerjakan apa yang seharusnya menjadi panggilan mereka; baik sebagai suami, istri, orang tua, anak
(2) Memiliki hati dan pikiran yang sama dalam membentuk dan membangun keluarga, dan hubungan suami istri, orang tua dan anak, (Flp 2:2)
Banyak keluarga membangun keluarganya berdasarkan asumsi dan pandangan yang ada dari keluarga asal, teman, dan lingkungan, dan lupa bahwa mereka harus menaruh ide berkeluarga di dalam Tuhan, baik membangun hubungan suami istri maupun mengasuh anak-anak
Ada kemauan dan keberanian untuk mengubah mind sets, masuk ke dalam konsep alkitabiah

(3) Tidak mementingkan diri, tapi memberi bagi yang lain (Flp 2:3)
Menjadi pasangan yang memberi diri, dan tidak mengutamakan diri, mampu melengkapi satu dengan yang lain, dan menerima kekurangan yang lain. Hal ini terjadi karena buah-buah Roh memimpin kehidupan kita.

B
Dasar kesatuan keluarga adalah:
Kej 2:8, esensi Allah menciptakan suami isteri menunjukkan mereka tidak bisa hidup sendiri.
Kej 2:23, laki dan perempuan tidak dapat dipisahkan. Menciptakan sebuah kesempurnaan.
Keluarga mendasarkan bukan kepada manusia sebagai makhluk social, tetapi didasarkan pada Kristus. Dimana terdapat nilai2 pengorbanan dan tidak ada pementingan diri sendiri.

C
Bagaimana kepelbagaian itu bisa diserasikan:
Tentu saja harus ada kerendahan hati.
Harus ada ketaatan di dalamnya.
Penundukan diri yang harus dilakukan dihadapan Tuhan

D
Bagaimana menciptakan gambaran keluarga Kristen yg harmonis:
-Diawali hidup di dalam Kristus, menjadi dasar fondasi keluarga (ay. 5). Karakter Kristus menjadi model keluarga Kristen, dimana ada kerendahan hati, saling melengkapi di dlm perbedaan
-Memiliki satu tujuan. Kepala keluarga berperan penting membawa keluarga memiliki satu tujuan (ay. 2)

E
Ayat kunci terdapat pada ayat 5. Dalam hidup bersama kita harus menaruh pikiran dan perasaan Kristus dalam diri kita masing-masing, maka dalam kehidupan bersama keharmonisan bisa tercapai.

F
Sehati, sepikir harus diperjuangkan.
Suami dan isteri harus mengalami kepenuhan di dalam Kristus untuk mencapai satu tujuan.

G
Semua orang mengambil bagian di dalam menjaga kesatuan.
Saling merendahkan diri.

H
Fondasi sehati harmoni terletak pada ayat 1 dan 5.
Kristus menjadi teladan:
Merendahkan diri (ay. 7) dan pengorbanan (ay. 8)

I
Relasi keluarga harus dibangun di atas dasar kehendak Allah,menghadirkan kasih dan iman
Ayat 5 menjadi keypoint dimana keluarga harus memiliki pikiran Kristus, hubungan yang benar dengan Tuhan.

J
Kerhmonisan rumah tangga tidak mungkin datang dengan sendirinya, harus diupayakan dengan serius oleh setiap anggota keluarga. suami memiliki peran yang sangat penting untuk membangun dan menciptakan keharmonisan keluarga sebab ia adalah kepala keluarga yang menentukan kemana arah tujuan rumah tangganya. Tetapi sayang banyak suami yang kurang mengerti dan memahami fungsi dan perannya di dalam keluarga, sebagian besar mereka beranggapan bahwa keharmonisan keluarga akan datang dengan sendirinya asal punya uang banyak untuk mencukupi kebutuhan keluarga. ternyata masalahnya tidak sesederhana itu, banyak hal yang harus diperjuangkan serta diusahakan supaya tercipta keharmonisan keluarga. apa peran itu?
1. Suami harus menjadi iman dalam keluarga.
2. Suami harus menjalankan perannya menjadi kepala keluarga dan pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.
3. Suami harus menjalankan peran ayah yang baik bagi anak-anaknya.
Paling tidak hal ini yang harus diupayakan serta menjadi pergumulan para suami untuk membuat rumah tanggannya harmonis dan bahagia.

K
Pria dan wanita diciptakan oleh Allah memiliki keperbedaan yang besar, tetapi Allah ingin mempersatukan dua insane yang berbeda ini dalam satu lembaga kudus yaitu pernikahan. Allah menghendaki laki-laki dan wanita bersatu dalam satu ikatan kudus serta dan keharmonisan yang bisa tercipta dari keperbedaan yang mereka miliki. Untuk menyatukan perbedaan ini perlu diusahakan atau diperjuangkan oleh suami dan istri tentu saja melibatkan Allah sebagai kepala keluarga yang akan memimpin dan membimbing suami istri dalam hidup berumah tangga.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India