Kamis, 16 Februari 2012

Transforming the Family (Kolose 3:18-21)

Transforming the Family
Kolose 3:18-21

A
1. Bagian sebelumnya (3:5-17) Paulus berbicara tentang �manusia baru di dalam Tuhan� sebagai manusia baru maka ada tiga hal yang harus terjadi :
1. �Mematikan� tabiat duniawi (5-7) karena tabiat duniawi akan mendatangkan murka Allah
2. �Membuang� Tabiat manusia lama (8- 11) karena akan menghambat pertumbuhan iman, juga relasi dengan Tuhan dan sesama.
3. �Mengenakan� sifat-sifat manusia baru di dalam Tuhan (12-17). Konteks ini Paulus menghendaki supaya ditengah-tengah tantangan zaman, orang percaya di Kolose terus memiliki Integritas hidup di dalam Tuhan.

2. Dalam Pasal 3:18-25: Paulus berbicara tentang prinsip-prinsip dari �Hidup baru di Dalam Kristus� harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, secara Khusus dalam keluarga. Paulus sangat mengharapkan masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan hak dan kewajibannya, secara tertib dan teratur supaya nama Tuhan dimuliakan.
� Salah satu tujuan pokok yang ingin di capai Paulus dalam konteks ini terdapat pada ayat 24b: �Kristus harus menjadi Tuan dalam keluarga dan seluruh anggota keluarga adalah hamba-Nya�. Ketika seluruh anggota keluarga memahami posisi ini maka akan terbentuklah sebuah keluarga yang sehat, kuat dan memiliki relasi yang indah dengan Tuhan dan sesama anggota.
� CONFUCIUS, Berkata �Kekuatan suatu bangsa berasal dari integritas keluarga�. Artinya kalau keluarga kuat maka gereja dan negara kuat. Karena itu penting kita menjadi keluarga yang kuat dan memiliki relasi indah dengan Tuhan dan sesama anggota keluarga.

3. Pertanyaan : Dari mana kita memulai, Pembangunan sebuah keluarga yang mengalami perubahan, sehat, kuat, dan memiliki relasi indah dengan Tuhan dan sesama? Ada tiga hal (Fondasi, Relasi dan Motivasi).
a. Bangunlah keluarga di atas FONDASI yang kuat! � kata �di dalam Tuhan� diulang 2 x pada ay 18,20 = Tuhan Harus menjadi Fondasi dalam membangun keluarga yang sehat.
� Fondasi adalah penentu besar dan kuatnya sebuah bangunan.
� Fondasi keluarga yang kuat dan sehat adalah Batu karang yang kokoh yaitu Tuhan Yesus Kristus.
� Apa yang menjadi fondasi keluarga anda? Materikah?, ketenarankah?, kuasakah?

b. Bangunlah keluarga di dalam RELASI yang benar! �kata �Tunduklah, kasihilah dan Taatilah� (ay 18 -20)
� Relasi sesama anggota keluarga sangat menentukan kekuatan dan sehatnya sebuah keluarga.
� Jika relasi antar anggota keluarga berjalan normal, maka ketundukan, mengasihi dan ketaatan, bukan menjadi suatu beban yang berat untuk dilakukan, tetapi dipandang sebagai sesuatu panggilan yang indah di dalam Tuhan (ayat 20 b).
� Di dalam Relasi yang baik, semua masalah dalam rumah tangga pasti dapat diselesaikan.
� Di dalam relasi yang sehat ada, semangat dan kerinduan untuk bersekutu, saling mendoakan, saling membangun, saling menghargai, saling mendahulukan & saling mengasihi (Family altar) fasal 4:2-6

c. Bangunlah keluarga diatas MOTIVASI yang benar. Ayat 23 � �Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia�
� Disini Paulus ingin mengingatkan kita semua, secara khusus keluarga. Kalau kita dapat melakukan hak dan kewajiban dalam keluarga motifnya hanya satu yaitu Tuhan dimuliakan, bukan mencari pujian, keuntungan secara pribadi.
Ketika istri tunduk, ketika suami mengasihi dan ketika anak-anak taat dan hormat kepada orang tua, semuanya harus dikerjakan seperti untuk Tuhan. Ada ketulusan, kejujuran, dan motivasi yang benar - Jangan seperti pepatah �ada udang dibalik batu�

B
Ada 3 kata kunci untuk transformasi:
1) Ayat 18-19. Kasih (Love) dikaitkan dengan suami, pemimpin harus mengalami dan menyalurkan kasih. Band Efe 5:25, kasihi �seperti Kristus mengasihi jemaat�, suami sebagai kepala harus mengalami kasih Kristus terlebih dahulu kemudian menyalurkan kepada istri dan anak-anak. Suami harus memiliki Kristus dan mengalami kasih Kristus yang mengubah hidupnya, ada Allah yang mengasihinya.
2) Ayat 18. Tunduk (Submit). Istri adalah orang yang paling tahu kelemahan suami, penolong yang Tuhan berikan.
3) Ay. 20 Patuh (Obey), tujuannya menyenangkan hati Tuhan. Seringkali dalam kehidupan orientasinya adalah menyenangkan hati anggota keluarga, tapi fokus utama dalam keluarga adalah menyenangkan hati Tuhan.

C
Dasar yang terpenting dalam keluarga adalah Ordo (order, pemimpin dan yang dipimpin) baik dalam unit besar maupun terkecil, keluarga. Suami adalah pemimpin, mengayomi, melindungi keluarga. Mengapa �istri� lebih dulu, mengapa istri sulit submit karena sering kali ordo terbalik. Transformasi dapat terjadi: jika ada kesepakatan sebelum dan sesudah pernikahan, apa yang akan dijalani dalam segala hal. 2) Ketulusan: sangat menyedihkan jika kasih yang pura-pura. Relasi keluarga yang baik harus dibangun berdasarkan relasi dengan Tuhan.

D
Dalam keluarga harus ada fondasi: Allah � Manusia, di tengah harus ada Kristus sebagai mediator, sehingga dasar yang kuat. Bagaimana caranya agar punya dasar yang kuat: perlu ada mezbah keluarga sehingga membangun hubungan yang erat dengan Tuhan.

E
Ay. 20 dikatakan: anak-anak taatilah orang tuamu dalam segala hal� Seringkali anak-anak melihat kekacauan dalam orang tua, seringkali ayah dan ibu tidak sama suaranya, sehingga anak-anak bingung. Sehingga orangtua perlu intropeksi diri sehingga menjaga kekonsistenan dalam keluarga.

F
Transformasi keluarga: dimulai oleh kepala keluarga; harus dilaksanakan sama semua anggota keluarga; hasilnya harus dialami keluarga bahkan memberkati keluarga yang lain.
Dikaitkan dengan visi gereja: 1) Sejauh mana gereja memperhatikan dan mempedulikan keluarga. Dalam setiap keragaman usia, mereka diperhatikan sesuai dengan kebutuhan. 2) Apa yang dapat dilakukan gereja bagi keluarga-keluarga. 3) Dalam keluarga hamba Tuhan, apa yang kita alami yang dapat kita bagikan kepada keluarga dalam jemaat.

G
Pemimpin keluarga adalah suami, namun perlu diikuti dengan wanita berperan dengan baik dalam keluarga.

H
Daud � rumah yang paling tepat adalah rumah Tuhan, bagaimana jika itu diterapkan dalam rumah tangga, menjadi rumah tangga dimana Tuhan hadir, semua berfokus kepada Tuhan, kita semua tunduk dalam aturan main yang Tuhan berikan, maka akan aman dan terjadi perubahan.

I
Kalimat perintah yang dipakai tunduklah, kasihilah, taatilah � perintah yang harus dilakukan terus menerus, setiap saat, mengandung ekspresi yang positif tdak dapat dilepaskan dari kalimat sebelumnya, berakar dan bertumbuh menuju kedewasaan kerohanian. Relasi suami istri dan anak, majikan dan bawahan seperti relasi dengan Tuhan.

J
Bagaimana peran istri dan suami, peran merupakan sesuatu yang natural. Paulus mengajarkan peran keluarga adalah menanamkan nilai-nilai kekristenan, bagaimana mengalami perubahan hidup sebagai orang Kristen. Kuncinya Kolose 3:14 Kenakan KASIH yang mengikat.
Kasih Kristus masuk melalui perempuan, orang Kristen mudah dihancurkan jika keluarganya hancur. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana keluarga kita menjadi teladan bagi jemaat. Jika keluarga menjadi teladan maka jemaat dapat dipengaruhi.

K
Hirarki = berkat Tuhan. Bagaimana jika jemaat mengalami suami yang tidak seideal dengan yang dikatakan Alkitab (tidak mau berjuang, kelincahan kalah dengan istrinya, dsb). Secara natural maka istri akan mencari titik keseimbangan sehingga mengambil alih perekonomian keluarga. Problemnya adalah ketika pendapatan istri lebih besar, apakah bisa tetap tunduk kepada suaminya? Prinsip submit harus terus menerus dilakukan dalam situasi unconditional.

L
Ada 2 yang berkaitan dengan Transformasi keluarga: hubungan dengan Kristus dan Kasih. Apa yang dikatakan rasul Paulus adalah standar keluarga Kristiani yang harus ada, corak mungkin berbeda tapi struktur harus ada. Keliarga modern seringkali mengubah struktur atau order, kadang bukan karena maunya istri, tetapi terjadi pembiaran. Yang merupakan fungsi suami tidak terjadi, sehingga keluarga mengalami perubahan yang merusak. Sebagai organisme pasti mengalami perubahan, perubahan harus dikonstruksi, keluarga yang baik harus selalu dibentuk dan dikonstruksi. Keluarga yang baik harus didasari dengan hubungan dengan Allah. Family Altar
menjadi pintu masuk untuk menjaga hubungan dengan Allah, baik doa bersama maupun kebaktian keluarga merupakan hal yang sangat penting.

M
Mother Teresa berkata, �Pulanglah dan kasihilah keluarga Anda.� Keluarga itu penting dan setiap kita terpanggil untuk mentransformasi keluarga. 1) Kita harus kembali kepada tatanan yang ditentukan Allah untuk keluarga, kembali kepada apa yang Allah minta dalam keluarga. Apa yang Allah mau itu yang paling penting. 2) Kita harus mengalami transformasi diri lebih dahulu, menempatkan diri untuk apa yang Allah minta harus ada dalam diri kita, dimulai dari diri kita. Jangan menuntut orang lain berubah, sebelum kita sendiri berubah. 3) Kita seringkali lemah, kadang tidak dapat melakukan apa yang Allah minta, oleh karena itu relasi dengan Tuhan itu sangat penting. 4) Komunikasi, ada seni dalam berkomunikasi. Keluarga harus ada keterbukaan dalam keluarga, kunci pernikahan yang baik adalah komunikasi. Harus berani membuka diri untuk berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga.

N
Ordo yang dibuat suapaya berfungsi dalam perkembangan kepribadian tiap anggota � dapat menghargai satu sama lain � memberikan fungsi bagi masyarakat secara luas. Mengasihi orang lain seperti diri sendiri (prinsip Alkitabiah) � berusaha mencintai orang lain seperti yang diinginkan anggota keluarga. Berani mengubah apa yang dapat diubah, berani menerima apa yang tidak dapat diubah, dengan bijak melihat apa yang dapat diubah dan tidak dapat dibuah. Cinta � dapat menumbuhkan kepribadian, memberdayakan dan bukan memanfaatkan. Mari melatih cinta dimulai dengan pemberian kata-kata yang mendukung.

O
Banyak keluarga akhir-akhir ini mengalami keretakan dan kehancuran. Ini disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari masalah ekonomi, pekerjaan, perbedaan sikap dan karakter, juga disebabkan karena suami istri tidak memiliki relasi yang benar dalam berkeluarga. Karena itu untuk menciptakan keluarga yang kuat, maka diperlukan kondisi keluarga yang rukun dan harmonis. Sebab itu setiap jemaat harus berusaha membangun kehidupan keluarga yang sesuai dengan kehendak Allah. Kuncinya adalah mentransformasi keluarga kita. Bagaimana cara mentransformasi keluarga?
Tema surat Paulus kepada jemaat di Kolose adalah maturity in Christ (1:28). Dalam konteks mencapai kedewasaan dalam Kristus, maka pasal 3:18-4:1, Paulus menekankan sisi implementasi hidup umat percaya dalam outer interpersonal relationship dengan anggota keluarga. Di ayat 18-21, Paulus menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab setiap anggota keluarga dalam mencapai kedewasaan rohani.
Pertama, Para istri tunduk kepada suami sebagai kepala keluarga (Kol. 3:18). Istilah tunduk dan hormat mungkin merupakan istilah yang menjengkelkan bagi istri yang dominan terhadap suami, terlebih bagi istri yang memiliki alasan rasional untuk dominan dalam keluarga. Namun agar keluarga menjadi bahagia, prinsip-prinsip keluarga dalam Alkitab perlu ditaati. Allah telah mengajarkan bagaimana istri berlaku kepada suami, yaitu tunduk dan hormat. Penundukan seorang istri tidak hanya terbatas dan berlaku di zaman Paulus, tetapi juga untuk segala zaman, karena dua alasan: (1) the order of creation (1Tim. 2:13), dimana pria diciptakan dahulu, kemudian disusul oleh wanita. (2) the order within the Godhead (1Kor. 11:3). Seperti Kristus tunduk kepada Allah Bapa. Ini perlu diperjelas bahwa penundukan istri kepada suami tidak berarti ia lebih rendah (inferior) dari suaminya, tetapi karena suami adalah kepala keluarga. Itu pun ada limitasinya, yaitu sebatas dalam kehendak dan kebenaran Tuhan (fitting in the Lord). Jadi tugas istri adalah tunduk, hormat dan jadi penolong (bukan penodong dan perongrong) suami.
Kedua, Para suami mengasihi istri (Kol. 3:19,21). Apa peran seorang ayah dalam keluarga?
(1) Ayah sebagai pemimpin (Kol 3:18; Ef 5:23). Allah telah menetapkan ayah sebagai kepala dan wakil Allah dalam keluarga. Dengan kedudukan sebagai wakil Allah, memiliki amanat untuk memimpin keluarga sesuai dengan kehendak dan tujuan Allah dalam keluarga. Kedudukan tersebut sebagai lanjutan wewenang yang telah Allah berikan di taman Eden (Kej 1:26-28; 2:15). Ayah harus merefleksikan sinar kasih, kekudusan, kemuliaan dan kehendak Allah dalam keluarga Kristen.
(2) Ayah sebagai kepala. Ayah bertugas sebagai kepala dalam membawa bahtera rumah tangga melewati tiap tantangan dan godaan (Ef 5:23; 1Kor. 11:3). Pengertian ayah sebagai kepala dapat dilihat dari empat dimensi, yaitu: Kekuasaan; Posisi; Fungsi; dan Hubungan. Dimensi kekuasaan, Kristus menguasai jemaat, begitu juga suami berkuasa atas istri dan keluarganya. Dimensi posisi, kepala adalah pemimpin. Dimensi fungsi, memperlihatkan kepala bertugas menghidupkan, melindungi, menggerakkan dan mengatur. Kepala menyelamatkan, melindungi, mengasihi, melayani tubuh. Menjadi kepala berarti suami harus mengasihi istri anak dan keluarga (Ef. 5:23).
(3) Pemimpin rohani terhadap Istri. Pemimpin rohani terhadap istri berarti suami harus mendoakan, mengasihi dan memimpim istri sesuai dengan peraturan Allah. Kepemimpinan rohani terhadap istri memberikan wibawa terhadap istri dan anak: contoh Akuila dan Priskila (Kis. 3:11; Rm. 16).
(4) Pemimpin Anak. Penanggung utama terhadap anak (Ams. 1:8; 6:20). Ayah adalah pemimpin anak, malalui pikiran, perbuatan dan teladan (1 Kor. 3:11; Ef. 5:23). Memperhatikan kebutuhan anak secara total, tubuh jiwa dan roh. Pada zaman itu justru kebutuhan esensial (Rohani) anak tidak diperhatikan. Memberi teladan bagi anak untuk hidup hormat dan takut akan Tuhan. Keluarga Kristen tidak hanya membawa anak beragama, sekolah dan hidup yang baik, namun tiap anak harus didoakan/dibimbing untuk bertobat dan mengenal Tuhan Yesus secara sungguh-sungguh. Disiplin ditanamkan mulai sejak anak kecil.
Ketiga, Anak-anak mentaati orang tua (Kol. 3:20; Ef. 6:1-4). Mendidik anak-anak untuk taat kepada orang tua merupakan suatu tantangan sekaligus sebuah seni dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang tua. Tugas seorang anak adalah: Menghormati orang tua. Salah satu dari 10 Hukum Tuhan adalah �Hormatilah ayahmu dan ibumu�� (Kel. 20:12). Hormat berarti bersikap santun dan patuh terhadap orang tua. �Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati� (Im. 20:9). Hormat berarti bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua (Mat. 15:3-6). Juga, sebelum Tuhan Yesus mati di kayu salib, Ia meminta Yohanes untuk memelihara Maria, ibu-Nya (Yoh. 19:26-27). Semua ini memperlihatkan bahwa Tuhan menginginkan kita untuk bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua kita. Namun kita juga harus memahami batas hormat kepada orang tua sebab perintah ini diberikan bukan tanpa batas, tetapi sebatas tidak kontras dengan sifat dan karakter kebenaran dan kekudusan Allah.

P
Keluarga adalah sarana untuk belajar serta bertumbuh kembang dalam segala hal bagi hidup seorang manusia. Seorang anak belajar tentang kehidupan dari keluarganya, belajar tentang etika, agama, moral, budaya, norma- norma berasal dari keluarga khususnya orang tua. Tetapi jika ditelusuri lebih dalam, ternyata banyak pasangan suami istri tidak memiliki konsep yang jelas dalam membangun keluarganya, tujuan hidup berumah tangga tidak tahu bahkan fungsi dan peran serta tanggung jawab dalam berumah tangga juga tidak tahu. Disatu sisi, memang tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, tidak ada lembaga yang mengajarkan bagaimana menjadi orang tua yang baik, demikian juga Gereja terkadang tidak memperlengkapi keluarga-keluarga jemaat tentang konsep Alkitab tentang keluarga. sehingga jika dilihat faktor yang demikian maka tidak heran jika munculnya berbagai macam problematika rumah tangga. Situasi seperti ini harus segera disadari oleh setiap keluarga Kristen untuk mulai mencari cara bagaimana mempertahankan serta membangun sebuah keluarga. Allah yang menciptakan lembaga keluarga tetapi Allah tidak membiarkan keluarga begitu saja, Allah telah memberikan banyak petunjuk dan bimbingan dalam membangun sebuah keluarga sehingga setiap keluarga mengalami perubahan serta pembaharuan di dalam Allah (transforming the family). Untuk mengalami hal ini maka setiap keluarga perlu membangun mezbah keluarga serta mengajarkan kebenaran firman Tuhan bagi seisi anggota keluarga. jika keluarga mendasari rumah tangganya dengan kebenaran firman, keluarga memiliki benteng pertahanan yang kokoh dari setiap serangan yang menyerang keluarga melalui berbagai macam persoalan rumah tangga. Sebab Allah akan menjaga dan memelihara setiap keluarga dalam kasihNya yang besar.

Q
Keindahan keluarga terjadi bila setiap anggotanya memahami dan melaksanakan setiap tanggung jawab dan panggilannya. Istri tunduk pada suami, suami mengasihi istri, anak hormat dan taat pada orang tua, ayah menjadi pemimpin dan kepala keluarga yang baik

R
Bagi masyarakat Yahudi dan Yunani hubungan suami istri dan anak sangat jauh berbeda dengan apa yang Tuhan kehendaki. Menurut William Barclay hukum Yahudi menganggap wanita sebagai sebuah benda milik suaminya. Wanita tidak punya hak apapun, seorang suami Yahudi dapat menceraikan istrinya dengan alasan apapun, berbeda dengan istrinya tidak punya hak untuk menceraikan suaminya kecuali suaminya berpenyakit kusta, murtad atau memperkosa seorang perawan. Sedangkan dalam masyarakat Yunani, wanita yang terhormat menjalani hidup yang terasing, dia tidak boleh berjalan sendirian maupun berbelanja. Ia tinggal di apartemen khusus wanita dan tidak ikut saudara laki-lakinya untuk makan bersama. Ia dituntut menjaga kesucian secara total; namun suaminya boleh pergi dan menjalin hubungan diluar nikah yang diinginkannya tanpa dianggap tercela.
Bagi anak-anak, mereka sangat dikuasai oleh orang tuanya, dimana seorang bapak boleh berbuat apa saja terhadap anaknya , termasuk menjualnya sebagai budak, menyuruh bekerja, menghukum anak sampai mati, semua dibawah kendali orang tua.
Berdasarkan latar belakang yang demikian, maka Rasul Paulus memberi nasehat kepada orang percaya agar berubah, tidak sama seperti dahulu. Perubahan hidup dapat terlihat terutama dalam hubungan dalam keluarga, yaitu hubungan suami istri dan anak-anak.
Bagaimana sikap orang percaya dalam keluarga yang telah berubah ?
I. Hubungan suami istri (3: 18-19)
1. Istri harus tunduk kepada suami supaya jangan sampai dianggap salah dan terjadi pergunjingan dari masyarakat Yahudi maupun Yunani. Tunduk yang dimaksud bukan berarti istri harus mengalah kepada suami, tetapi mengakui kepemimpinan suami dalam keluarga, agar hubungan baik, tertip dalam masyarakat dan keluarga tetap terpelihara.
2. Suami mengasihi istri dan tidak berlaku kasar terhadapnya. Mengasihi agar suami dapat menjadi pendamping istri dengan saling menghormati, menghargai dan menolong. � Jangan berlaku kasar� dengan kata lain berhenti berlaku kasar, kebiasaan yang merupakan dosa bagi suami khususnya manusia lama yang mudah sekali bagi suami untuk melampiaskan kemarahan dengan berlaku kasar terhadap istri.
II.Hubungan Anak Dan Orang Tua (3:20-21)
1. Anak-anak diperintahkan untuk mentaati orang tua mereka, ketaatan anak kepada orang tua merupakan suatu kewajiban, karena orang tua diberi wewenang untuk mendidik anak-anak dalam Tuhan.
2. Orang tua tidak menyakiti hati anak-anak dan membuat mereka tawar hati, orang tua harus mendidik anak-anaknya dalam kasih seperti Bapa mengasihi anak-anakNya.

S
Bagian ini merupakan suatu pengaturan Tuhan dalam kehidupan Rumahtangga Kristen. inti dari relasi mengenai istri, suami dan anak tergantung dari kata saling. Dan terutama dalam hal ini saling merendahkan diri di dalam Kristus. Sebagai satu prinsip rohani yang umum. Prinsip ini pertama-tama harus diterapkan dalam keluarga Kristen, prinsip toleransi, kerendahan hati, dsb. Ini merupakan cirri khas dari keluarga Kristen.
Istri harus tunduk kepada suami. Istri harus menghormati dan menghargai suami sebagai seorang pemimpin yang telah ditetapkan oleh Allah. sebab kepala keluarga sesuai dengan efesus 5:23, suami adalah kepala. Tetapi sebagai kepala, suami harus mengasihi istri. Kasih sebagai dasar relasi.
Ini relevansinya : sekarang tren istri jadi kepala. Dominant wife. Pihak lain suami sebagai kepala banyak yang memperlakukan istri dengan kasar.

T
Teks kolose 3:18-21 berbicara tentang 3 hal yaitu :
1. Siapa yang harus melakukan? Bicara mengenai siapa, maka hal ini menyingung masalah person. Paulus tidak mengatakan hai perempuan, tetapi hai istri-istri. Artinya ini bicara mengenai tugas pribadi yang harus dilakukan oleh seorang istri. Begitu pula dengan suami, anak-anak dan bapa sebagai kepala keluarga. Hal lain yang menarik dalam pertanyaan ini adalah urutan daripada perintah yang dialamatkan Rasul Paulus. Paulus pertama-tama mengalamatkan pesannya kepada relasi yang paling dekat, yakni suami � istri, kemudian orangtua anak, dan yang terakhir dalam teks Kolose 4:1 adalah tuan dan hamba. Pesan sederhana melalui pertanyaan ini adalah Tuhan sangat memperhatikan setiap pribadi dan juga memperhatikan relasi yang paling dekat/inti di dalam kehidupan khususnya keluarga.
2. Apa yang harus dilakukan?
a. Bagi istri : Tunduklah (ayat 18) � dalam bentuk middle voice yang seharusnya diartikan : voluntary submission. Dengan demikian, istri tunduk kepada suami merupakan suatu tindakan sukarela yang dilakukan istri.
b. Bagi suami : kasihilah dan jangan sakiti istrimu. Kata kasih dalam teks ini berasal dari kata yunani, agape. Dengan demikian, suami seharusnya mengasihi istri bukan sekadar dengan kasih phileo atau eros, tetapi kasih yang sifatnya unconditional dan sacrificial. Karena dengan menghidupi kasih agape, maka seharusnya seorang suami tidak akan dengan sengaja menyakiti hati istrinya.
c. Anak-anak : taatilah orangtuamu dalam segala hal. Bagian ini merupakan penegasan yang sudah sejak lama dinyatakan yakni dalam keluaran 20:12.
d. Bapa-bapa : jangan sakiti hati anakmu. Peran seorang kepala keluarga terhadap kehidupan seorang anak sangat penting, bdk : Ulangan 6:6-7
3. Mengapa harus melakukan?
Perintah (imperative) yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada istri, suami, ayah, anak didasari dengan alasan bahwa semuanya itu harus dilakukan di dalam Tuhan. ini alasan yang menjadi dasar atas setiap tindakan yang dilakukan, dan sekaligus yang membedakan antara tindakan yang dilakukan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan dan yang sudah di dalam Tuhan Yesus. Bdk. Kolose 3:17, 18, 20,22-23.

U
Keluarga adalah lingkungan tempat menjadi sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Jadi, semua kebenaran Firman Tuhan bagi setiap pribadi memiliki tempat yang khusus untuk dipraktikkan lebih dulu di dalam keluarga. Keluarga tempat mempraktikkan Firman TUhan seutuhnya. Keluarga sebagai benteng dalam pengaruh kejahatan dunia. Banyak orang-orang terkenal yang hancur karena tidak punya keluarga yang baik. ditambah dengan perceraian, dsb.
Iblis menghancurkan keluarga, karena dengan demikian, pribadi-pribadi yang di dalamnya menjadi hancur. Jadi dengan demikian, penting sekali untuk memperhatikan keluarga. Kalau keluarga tidak harmonis, akan mencari tempat yang nyaman buat dia. dan tempat yang nyaman seringkali adalah tempat dugem.
Keluarga adalah sekolah TUhan yang mendidik kita bertumbuh menjadi dewasa. Karena di dlaam keluarga kita belajar sabar, memahami, mengampuni, dsb. Maka dari itu keluarga menjadi sesuatu yang paling rawan, karena banyak orang yang tidak siap bertumbuh. Pernikahan tujuannya bukan bahagia, tetapi bertumbuh. Keluarga tempat pembentukan untuk bertumbuh.

W
Roma 12:2 : transform your mind. Kata transform ini merupakan sebuah proses kearah perubahan yang jauh lebih baik indah dan mulai. Misalnya proses dari metamorphosis. Betapa indahnya perubahan itu dari sebuah makhluk yang keci. Kalau kupu2 saja proses perubahannya begitu panjang, maka berangkat dari transform maka orang Kristen harusnya juga ada pembaharuan dalam keluarga. Perubahan yang harus terjadi :
1. Paradigm transform. Istilah paradigm dipopulerkan oleh Thomas cunn. Ia mendefinisikan paradigm sebagai cara memandang memikirkan realitas tentang kehidupan. Paradigm adalah lensa dan filter menafsirkan data. Misalnya jaman gereja awal2 : gereja katolik punya satu teori, yaitu teori geosentris. Teori ini didukung juga oleh ahli2 yunani, tetapi beberapa tahun kemudian, Galileo galilei menentang teori tersebut karena muncul kebenaran yang baru. Bumi mengitari matahari. Tapi gereja pegang mati2an dan Galileo-galilei dipenjarakan. Ini merupakan sebuah paradigm yang lama yang harusnya diperbaiki.
2. Perubahan kebiasaan. Suami istri pacaran, setelah menikah banyak yang shok. Kebiasaan itu dibawa. Orang tidak bisa excuse mengasihani diri dengan mengatakan inilah gue, dsb. Itulah sebabnya orang harus belajar kebiasaan2 yang harus diperbaiki.
3. Perubahan karakter. Pembaharuan dari dalam. Kebiasaan yang kelihatan. Karakter dari dalam. Seringkali orang tidak mau berubah. Menikmati karakter yang lamanya. Seringkali kadang kala kasihan sebelum menikah dan setelah menikah tidak ada perubahan. Di dalam membina rumahtangga harus ada memperbaiki diri. Semuanya juga.

X
Kenapa keluarga perlu di transform? Penguasaan hak menjadi individual, sehingga relasi dan tunduk, kasih, taat itu menghilang. Karena individual seseorang tidak lagi bisa mengasihi. Padahal ketiga hal ini merupakan basic human relationship.
1. Yang pertama untuk tunduk sebenarnya bukan hanya istri saja. Semua belajar tunduk. Tapi itu dimulai dari seorang istri. Submit dibutuhkan kesadaran diri dari seseorang. dengan seluruh kemampuan kesetaraan, untuk tunduk adalah hal yang sangat sulit, tanpa kesediaan dan kesadaran dari seseorang. sama sekali tidak tergantung dari orang lain. tunduk tidak mungkin tanpa dari diri kita sendiri. tunduk memberikan kebahagiaan tersendiri buat seseorang yang bisa melakukannya karena dia akan menjadi seorang yang lemah lembut ditengah kepahlawanannya.
2. Mengasihi + janganlah berlaku kasar. Perintah dan sekaligus larangan buat seorang suami. Manusia yang paling kasar di dunia adalah perempuan sebenarnya. Sebab, hadiah ulang tahun yang pernah diminta adalah kepala. Pria diminta untuk tidak berlaku kasar tetapi mengasihi dalam perkataan, sikap dan perlakuan. Sebab natur seorang pria adalah orang yang berhadapan dengan onak dan duri. Dia berhadapan dengan sesuatu yang kasar. Duri itu bukan sekadar duri di semak2, tetapi penuh dengan pertempuran. Maka pria harus hidup dari hati yang mengasihi sehingga kasarnya itu diimbangi. Seorang suami tidak boleh memperlakukan orang lain seperti yang dikatakan dalam teks ini. khusus bagi istri, suami. Lebih fokus kepada sebuah pribadi. Ketika seorang suami mampu mengasihi, dia menjadi seorang pria yang sesungguhnya. Atau tidak menjadi pria yang kasar. Pria yang kasar, tidak akan mampu hidup harmonis dengan perempuan.
3. Taat. Tanpa ketaatan, seseorang akan terus mengalami masalah dalam hidupnya dan tidak akan mampu keluar dari masalah. Selama seseorang tidak taat, dia memperlakukan dirinya sangat2 tidak baik. masalahnya orangtua sekarang tidak lagi menekankan ketaatan kepada anak2nya. Ini penting sekali bagi anak2.ketaatan harus ditanamkan sejak kecil. Segala masalah dalam dunia ini muncul dari ketidaktaatan.

Y
Teks ini bisa dibandingkan dengan Efesus 5 dimana : suami istri, kristus dan gereja. Allah menciptakan manusia, perempuan diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk itu sesuatu yang harus dijaga dilindungi. Jadi hubungan antara suami istri bukan hubungan antara kedudukan. Jadi Paulus menganalogikan Kristus dan gereja menganalogikan suami dan istri. Tetapi untuk saling mengasihi.

Z
Transformasi adalah, suatu perubahan yang harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, transformasi tidak dimulai atau berakhir hanya dalam waktu sehari, tapi merupakan suatu proses untuk menuju pada kedewasaan rohani.

AA
Keluarga adalah tempat yang sangat ideal bagi pembentukan kehidupan seorang anak manusia, bahkan dapat disebutkan sebagai sekolah terbaik bagi pemulihan pribadi yang bahkan berefek pada pemulihan atau pembaharuan sebuah bangsa. Bayangkan saja bahwa, di dalam sebuah keluarga terdapat suami dan istri (yaitu laki laki dan perempuan) yang dalam hal ini masing-masing mereka adalah individu yang lahir dan bertumbuh
dalam lingkungan keluarga yang eksklusif (budaya keluarga yang berbeda). Saat mereka dipersatukan dalam sebuah pernikahan maka, di sana pasti akan adapergesekan-pergesekan (karakter, kebiasaan dan lain sebagainya). Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak pasangan yang menemukan jalan buntu karena masing-masing mempertahankan status quo dan harus berakhir pada sebuah pertikaian tanpa ujung. Itulah sebabnya Firman Tuhan dalam Kolose 3:18 & 19 memerintahkan agar suami mengasihi istri dan istri menghormati suami. Artinya bahwa, ada hubungan yang jelas dalam hubungan suami istri, terutama saat mereka bersehati untuk membangun mesbah keluarga. Mereka pasti akan memahami prinsip-prinsip Firman Tuhan yang akan semakin membentuk mereka dalam rangka menjadi manusia yang diubahkan atau dibaharui. Ketika keluarga tersebut dikaruniakan anggota keluarga yang baru (anak anak) maka, tingkat kerumitan dalam pembaharuan keluarga tersebut akan semakin kompleks. Hal ini disebabkan oleh hadirnya seorang pribadi yang baru dengan keunikannya masing-masing. Dan dalam keunikan inilah masing masing pribadi dalam sebuah keluarga saling belajar satu dengan yang lain. Terkadang orang tua dilatih untuk bersikap sabar dan lembut kepada anak perempuan mereka, atau bersikap penuh pengampunan dan ketegasan terhadap anak laki laki mereka. Dalam kondisi ini pun, Firman Tuhan tetaplah menjadi "alat" nomor satu yang mampu mentransformasi seluruh anggota keluarga.
Oleh sebab itu, sebagai keluarga Kristen kita harus :
1. Membangun nilai hidup berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan
2. Melakukan (menjadi teladan) prinsip-prinsip Firman Tuhan tersebut
3. Memberi diri untuk sungguh-sungguh hadir dalam kehidupan keluarga

Jumat, 10 Februari 2012

Murid Kristus Yg Beriman Teguh (Kolose 2:6-7)


Murid Kristus Yang Beriman Teguh
Kolose 2:6-7

John Stott dalam bukunya: The Radical Disciple, berkata bahwa ada dua istilah yang sering digunakan bagi orang percaya, yaitu orang Kristen dan murid Kristus. Manakah dari dua istilah tersebut yang lebih tepat? Kemunculan yang paling signifikan adalah komentar Lukas, bahwa orang-orang Syria Antiokhia para murid Yesus yang pertama disebut orang Kristen (Kis. 11:26). Antiokhia dikenal sebagai komunitas internasional. Konsekuensinya, gereja di sana tentu merupakan sebuah komunitas internasional yang majemuk, dan memang tepat jikalau para anggotanya disebut orang Kristen, demi mengindikasikan bahwa perbedaan-perbedaan kesukuan mereka teratasi oleh kesetiaan bersama mereka kepada Kristus.
Dua kemunculan lain dari kata Kristen memberikan bukti bahwa kekristenan sudah mulai dikenal luas. Maka ketika Paulus diadili di hadapan Raja Agripa dan menantangnya secara langsung, Agripa berseru kepada Paulus, 'Apakah kau pikir dalam waktu singkat engkau dapat membujukku menjadi seorang Kristen?' (Kis. 26:28).
Selanjutnya, rasul Petrus yang surat pertamanya ditulis dengan latar belakang berkembangnya penganiayaan, melihat perlunya memisahkan antara mereka yang menderita sebagai pelaku kriminal dan mereka yang menderita sebagai orang Kristen (1 Pet. 4:16); oleh karena mereka milik Kristus.
Kedua kata ini menyatakan secara tidak langsung tentang sebuah hubungan dengan Yesus, walaupun mungkin kata murid adalah istilah yang lebih kuat di antara keduanya. Sebab ia menyatakan hubungan murid dengan gurunya. Kata murid Kristus terus dipakai beberapa abad kemudian, sehingga orang-orang Kristen punya kesadaran diri sebagai murid-murid Yesus, dan secara serius mengambil tanggungjawab mereka untuk ada di bawah disiplin gurunya.
Tema besar utama surat Kolose adalah: �Menjadi murid yang utuh di dalam Kristus�. Surat ini ditujukan kepada orang Kristen di Kolose, sebuah kota yang terletak di sebuah propinsi yang termasuk wilayah kekaisaran Roma, yang pada waktu itu dikenal sebagai provinsi Asia. Maksud surat ini ditulis, dapat dengan jelas diketahui dari isinya. Ada orang yang mengajarkan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan pemberitaan Injil Kristus. Ajaran sesat ini dinamai �filsafat� (2:8). Inti ajaran itu adalah kepercayaan kepada roh-roh yang menguasai alam ini. Roh-roh itu dipandang sebagai pengantara antara Allah dan manusia. Mereka memberi kuasa kepada manusia, dan berkuasa atas manusia. Oleh sebab itu, mereka harus disembah (2:18,23) dan sejalan dengan itu ada pula peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dalam hal makan dan minum (2:16a, 20-21). Pesta-pesta agama dan hari-hari suci harus dirayakan (2:16b).
Rupanya ajaran sesat ini tidak bermaksud mengganti iman Kristen, melainkan untuk menambahkannya. Rasul Paulus dengan keras menolak ajaran ini; baginya mengikuti ajaran ini berarti meninggalkan Kristus dan mengkhianati panggilan mereka selaku murid Kristus (2:8). Ia menghimbau pembacanya agar mereka tetap setia kepada pemberitaan yang benar tentang Kristus dan karya-Nya bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Sebab itu dalam pasal 2:6 dikatakan: �Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia�. Ayat ini berisi nasihat supaya orang-orang yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamatnya tidak lagi hidup semau sendiri atau sekehendak hatinya, tetapi hidup dalam iman kepada Yesus Kristus. Kepenuhan Kristus di dalam diri mereka selaku murid Kristus adalah satu-satunya yang kita perlukan, tidak dapat menggantikan kekayaan apapun juga yang kita miliki.
Dihubungkan dengan tema besar GII tahun 2012 ini, �Berderap makin pasti�. Ayat ini mengajak kepada kita semua untuk memiliki iman yang mantap, yang pasti hanya di dalam Yesus Kristus saja bukan yang lainnya. Kemantapan dan kepastian iman kita itu dapat diaplikasikan dalam panggilan kita sebagai murid Kristus yang belajar dari teladan Guru Agung kita Tuhan Yesus Kristus dalam hidup kita sehari-hari. Dalam mengambil keputusan, dalam bertindak, dalam berpikir, dalam melakukan segala hal, hendaknya kita melakukannya menurut iman kita, dan bukan menurut pola hidup duniawi.
Ayat 7, Rasul Paulus memakai dua gambaran yaitu berakar dan dibangun, yang mana keduanya menunjukkan satu dasar atau fondasi yang dibutuhkan bagi tanaman dan bangunan tersebut untuk tetap bisa bertumbuh dan kokoh berdiri. Akar adalah sesuatu yang membuat tanaman tidak goyah, tidak keluar dari tanah. Akar membuat pohon dapat berdiri tegak sekalipun angin kencang sedang menerjang. Akar membuat pohon dapat hidup bertumbuh, berkembang, dan berbuah. Demikian juga dengan iman kita dalam Yesus Kristus. Kita harus melekat kuat kepada-Nya dan bersatu dengan-Nya, bagaikan akar yang menancap kuat dan dalam, sehingga sulit untuk dicabut.
Dan dibangun di atas Dia. Bila seseorang hendak membangun, ia harus lebih dahulu menyiapkan dasar atau fondasinya, baru ia dapat membangun. Semakin kuat dan dalam fondasinya, semakin kokoh pula bangunan yang didirikan itu. Tuhan Yesus juga pernah memberikan perumpamaan tentang dasar dan bangunan (Luk. 6:46-49), bagaimana dua orang membangun rumah dengan dasar yang berbeda. Dasar yg rapuh akan roboh bangunannya, tetapi dasar yang kuat dengan batu karang, akan kokoh pula bangunan yang dibangunnya.
Bertambah teguh dalam iman, ini menunjukkan hasil dari berakar dan dibangun di dalam Kristus. Iman kita akan semakin teguh, semakin kuat, semakin mantap apabila kita menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada Kristus. Dan hal ini semua yang dapat membuat kita untuk bersama-sama berderap makin pasti dalam iman kita, dalam pelayanan, dalam keluarga dan dalam kehidupan pribadi kita selaku murid Kristus.
Dan hatimu limpah dengan syukur. Orang yang bisa senantiasa mengucap syukur adalah orang yang memiliki kedewasaan rohani. Ini adalah tanda dari kemajuan dan kematapan imannya di dalam Kristus. Kalimat ini berbicara tentang kepuasaan dalam hidup orang tersebut. Kalau ia sudah punya Kristus, punya iman yang mantap, yang pasti, yang teguh tak tergoyahkan, tidak ada lagi yang ia harapkan selain ucapan syukur kepada Tuhan.
Ini semua adalah tanda dari murid Kristus yang sejati, yang bisa mencapai kualitas dan kuantitas yang berimbang, baik dalam imannya maupun dalam panggilan pelayanannya, serta dapat mewujudnyatakan imannya itu dalam kehidupannya sehari-hari.

A
Kita menjadi murid Kristus sama seperti orang yang sakit datang ke dokter, di mana kita datang kepada-Nya, melaksanakan petunjuk-Nya, terus menerus datang kepada-Nya.

B
Paulus mengatakan karena kamu menerima Kristus hendaklah hidupmu di dalam Dia, setelah hidup kita di dalam Dia maka hidup kita akan melimpah dengan syukur, tumbuh dan berakar di dalam iman. Jadi hidup tetap di dalam Kristus merupakan kunci untuk beriman teguh.

C
�hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia�, dalam bahasa inggris, �so walk in him�� disini tiap orang percaya berjalan bersama-sama dengan Kristus. Oleh karena itu tiap orang Kristus harus menjadi murid Kristus saat ia sungguh-sungguh berjalan bersama denganNya

D
Banyak orang Kristen yang hanya menerima Kristus tapi tidak hidup di dalam Tuhan sehingga banyak orang Kristen yang tidak berakar di dalam Tuhan. Gambaran akar yang tidak terlihat, menunjukkan bahwa kita harus mengusahakan hal-hal yang tidak terlihat di dalam hidup kita untuk semakin serupa dengan Kristus.

E
Terjemahan bahasa Inggris, �dikuatkan� dalam bagian ini artinya hidup orang percaya senantiasa diberikan �kekuatan� saat kita mempunyai relasi bersama dengan Kristus dengan usaha aktif tiap orang percaya.

F
Dalam bahasa Inggris ada kata continue, hal ini menunjukkan bahwa kita harus terus mengupayakan dan bertekad untuk hidup di dalam Tuhan. Di mana kita bukan sendiri lagi yang hidup tapi hidup di dalam Tuhan.

G
Rasul Paulus memakai semua gelar Tuhan Yesus adalah ingin menunjukkan siapa Tuhan Yesus kepada pembacanya. Banyak orang yang memiliki pemahaman yang dangkal mengenai Tuhan Yesus. Banyak orang �percaya� akan Tuhan Yesus, namun kurang memiliki pengenalan dan pertumbuhan di dalam Tuhan Yesus. Di mana dasar pertumbuhan ini adalah firman Tuhan.

H
Ada beberapa kata perintah, �hendaklah� hendaklah� hendaklah�� sebab Paulus benar-benar menyadari bahwa hanya Kristus sajalah seorang dapat berada tetap bersama denganNya.
�hendaklah berakar dan dibangun� artinya benar-benar tertanam kuat bersama Kristus membuat tiap orang percaya dapat menempatkan diri bersama denganNya.

I
Ilustrasi: suatu tanaman tentu tidak mungkin tanpa akar. Ada tanaman tanpa daun, tanpa buah, tanpa bunga, tetapi tidak mungkin tanpa akar. Gambaran ini dipakai Paulus guna menjelaskan kehidupan orang percaya yang tidak mungkin tidak tanpa dasar iman.

J
Penekanan yang kuat dalam ayat 6-7 adalah dalam ayat 5, di mana orang yang menerima dan hidup dalam pengajaran yang benar, maka ia akan memiliki hidup yang tertib dan keteguhan iman. Semua itu dapat terjadi karena ada proses belajar mengajar yang akan mempengaruhi kognitif dan afektif yang benar (ayt. 7).

K
Ada beberapa kata perintah, �hendaklah� hendaklah� hendaklah�� sebab Paulus benar-benar menyadari bahwa hanya Kristus sajalah seorang dapat berada tetap bersama denganNya.
�hendaklah berakar dan dibangun� artinya benar-benar tertanam kuat bersama Kristus membuat tiap orang percaya dapat menempatkan diri bersama denganNya

L
Kata kunci; menerima, berakar, dibangun dan dikuatkan.

M
Jika melihat konteks dan judul bagian ini berbicara tentang visi dan misi GII Hok Im Tong. Ada beberapa bagian penting:
Ay. 6, �hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia�, hal ini serupa dengan perkataan dari Injil dimana setiap orang yang berdiam dalam Kristus maka Kristus pun diam bersama dengannya.
Ay. �berakar dan dibangun�, berhubungan erat dengan pertumbuhan dimana seseorang dapat mencapai kedewasaan yang sempurna, berhubungan juga dengan kekuatan sebab tanpa pondasi sebuah bangunan tidak mungkin berdiri.

N
Aktivitas Kristen itu bukan aktivitas yang penting. Bukan organisasinya yang penting, bukan berapa lama jadi orang Kristen, juga bukan soal kedudukan, pengaruh status ekonomi sosial, tetapi yang penting adalah apakah dia sudah menerima Kristus. Bagi Paulus ini yang paling utama. Yang menarik adalah continue to live in him. Terus artinya kesinambungan. Kalau bisa turun temurun sampai anak cucu. Masalahnya adalah bagaimana caranya? Ada 4 hal. 1. Diakarkan di dalam dia. 2. Dibangun di dalam dia. 3 dikuatkan di dalam dia. 4 melimpah dengan syukur. Jadi paulus menggunakan metafora diakarkan dalam konsep sebuah pertumbuhan. Sama seperti perumpaan tentang penabur. Hatinya harus menjadi tanah yang subur, harus submit kepada Tuhan. jadi bagaimana bisa tumbuh kalau hatinya tidak merendah. 2. Dibangun di dalam Dia. bukan dibangun di dalam pengalaman, teologi, organisasi, dst. orang mgkn pandai membangun, tetapi belum tentau pandai dalam membangun pondasi. 3. Dikuatkan di dalam dia. jadi yang menjadi sumber kekuatan adalah Tuhan. seringkali orang mencari kekuatan dari dunia. 4. Bisa hidup terus penuh dengan rasa syukur. Tidak pernah ada habis2nya. Seperti air yang melimpah dan tidak bisa dihambat oleh apapun. Meskipun penuh dengan pengalaman pahit, dsb, tapi hatinya dipenuhi oleh ucapan syukur.

O
Kita tahu bahwa sebagai orang percaya adalah Allah memilih kita punya tujuan. Allah memanggil kita untuk hidup di dalam Dia. jadi apakah sebagai orang percaya kita berfungsi dan fungsi kita sesuai dengan ap ayang Tuhan kehendaki. Lihat tujuan khotbah. Dari sini ada tugas yang harus dikerjakan.

P
Kota kolose tempat bertemunya berbagai tradisi dan kebudayaan, sehingga berpeluang melahirkan berbagai ajaran yang dapat mempengaruhi kekristenan di kolose. Jadi ditengah2 jemaat kolose sudah berkembang ajaran2 lain yang bertentangan dengan ajaran Kristus yang bisa menggoyahkan iman. jadi Paulus memberikan peringatan yang tegas dalam ayat 8 bahwa harusnya yang sudah mengenal Kristus tidak terbawa arus.

Q
Nasihat paulus ini tidak bisa dilepaskan dari ayat 8. Dalam konteks inilah paulus berbicara dalam ayat 6. Mengingatkan akan status kedudukan ita sebagai orang yang percaya kepada Kristus. Jangan sampai dipengaruhi oleh ajaran2 yang palsu itu. status percaya tidak berhenti sampai disitu, tetapi harus berakar, dibangun, bertambah teguh dalam iman kepad Kristus. Dengan kata lain harus menghidupi iman dalam segala aspek kehidupan, bukan dengan kekuatan sendiri, tetapi hidup dalam anugerah Allah.

R
Ayat 6. Tetap hidup di dalam dia. bdk 2 Kor 5:17. Artinya setiap saat berubah menjadi ciptaan baru.
Ayat 7. Berakar di dalam dia. kalau berubah terus pasti, pelan2 akar kita masuk ke dalam semakin kuat. berbunga, berbuah. Bisa menarik lewat bunga. Dan juga lewat buah.
Otomatis terbangun dan iman kita pun jadi kuat dan kita bisa mengajar diri sendiri dan orang lain. hidup kita melimpah dengan syukur. Mzm 23. Hati kita bersih dan tidak banyak macam2. Pikiran kita sehat dan akhirnya sifat kita menjadi sehat. Tidak banyak iri hati dan bersyukur kepada Tuhan.

S
Jemaat kolose satu tempat yang cukup rame, secara khusus muncu ajaran2 yang memegang tradisi dst. ini memang akan menghambat pertumbuhan iman dari seorang percaya. kata misi adalah tindakan. 1. Orang yang datang kepada Yesus harus mengakui berdosa, dan percaya kepada Kristus dan menjadi kudus. 2. Kerangka skema pertumbuhan. Bertumbuh dalam kekudusan Kristus makanya harus berakar lewat Firman. Lalu dia harus hidup penuh dengan kebenaran dalam Firman. Firman bukan hanya didengar, tapi dilaksanakan. 3. Untuk kedewasaan di dalam kepribadiannya. Kedewasaan dalam emosi yaitu hatinya melimpah dengan syukur. Ini satu proses.

T
Jemaat kolose menghadapi masalah yang cukp besar. yang timbul dari ajaran sesat yang dibawa oleh orang2 yahudi maupun ajaran gnostik. Yang berusaha untuk menyesatkan jemaat mengenai kepribadian Yesus Kristus. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat yang telah percaya kepada Kristus agar tetap di dalam Kristus bertumbuh semakin dewasa. Bagaimana dapat bertumbuh semakin dewasa di dalam Kristus. 1. Berakar dan dibangun did alam Kristus. 2. Bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan. 3. Berlimpah dalam ucapan syukur.

U
Menjadi orang Kristen bearrti memiiki Kristus dalam hidup kita.
1. Hidup yang punya keintiman dengan Allah baik secara pribadi dirumah, dan digereja. Seringkali orang Kristen itu merasa bahwa hdiup ini adalah bergerak. Jadi di gereja sibuk sekali, sehingga keintiman dengan Tuhan tidak ada. jadi harusnya orang Kristen yang seharusnya ada keintiman dengan TUhan.
2. Hidup yang mempunyai gairah untuk melakukan kehendak Tuhan. jadi ada satu kepuasan, kerinduan untuk melakukan kehendak Tuhan. sebaliknya banyak jemaat yang melakukan kehendak Tuhan justru menjadi derita atau beban. Dan kalau bisa melakukan kehendak Tuhan itu adalah sudah suatu pengorbanan.
3. Hidup yang mempunyai sukacita dalam melayani Tuhan. kalau seorang sudah punya keintiman dengan Tuhan dan gairah melakukan kehendak TUhan hasilnya pasti sukacita. orang melayani Tuhan banyak motivasinya dan itu akan kelihatan ketika dikecewakan, dsb.

W
1. MENGAPA ORANG-ORANG DIKOLOSE HARUS BERJALAN DI DALAM KRISTUS? JAWABANNYA ADALAH DUA KATA KUNCI YAKNI :
? KARENA ORANG-ORANG DI KOLOSE TELAH MENERIMA KRISTUS YESUS MENJADI TUHAN (KURIOS)/TUAN ATAS HIDUP MEREKA.
? DAN YANG KEDUA ADALAH KARENA MEREKA TELAH MENERIMA PENGAJARAN MENGENAI KRISTUS. MEREKA MENERIMA PENGAJARAN DARI RASUL PAULUS.

2. BAGAIMANA ORANG-ORANG DI KOLOSE SEHARUSNYA BERJALAN DI DALAM KRISTUS?
Atas pertanyaan ini ada 4 hal, yakni pada ayat 7
a. Berakar kuat di dalam Dia (bentuknya pasif). Hal ini berarti bahwa orang-orang di kolose harus bertumbuh ke dalam. (GROWING IN). bagaimana caranya bertumbuh ke dalam? Yakni dengan belajar Firman Tuhan, belajar mengasihi sesama anggota tubuh kristus, memperkuat lingkaran dalam gereja, dsb.
b. Dibangun diatas Dia (bentuknya pasif). Hal ini berarti bahwa orang-orang di kolose harus bertumbuh keluar (GROWING OUT). Seperti pohon yang bertumbuh, maka batang pohon itu pasti keluar dan nampak oleh orang lain. dalam konteks misi, maka murid Kristus harus terlihat bagi orang lain dengan cara memberitakan tentang Kristus, memberitakan tentang karya keselamatan Kristus kepada orang lain.
� Note : harus diingat bahwa GROWING OUT tidak akan kuat jika tidak didahului dengan GROWING IN. maksudnya jangan sampai niatnya menginjili orang lain, tetapi karena belum kuat imannya dan pengetahuannya maka yang terjadi adalah sebaliknya, yakni dia yang diinjili oleh orang lain.
c. Teguh dalam iman kepada Dia (bentuknya pasif). Hal ini berarti bahwa orang-orang di kolose tidak hanya diajak untuk memperkaya orang lain dalam pengenalan akan Kristus, tetapi orang-orang di kolose juga harus bertumbuh di dalam dirinya sendiri. (GROWING UP). Melalui misi, mereka semakin teguh dalam iman dan melihat banyak orang diselamatkan, dsb.
d. Melimpah dalam ucapan syukur (bentuknya aktif). Kalau 3 hal diatas dalam bentuk pasif itu berarti bahwa berakar, dibangun dan teguh sesungguhnya adalah karya Allah seutuhnya. Sama seperti ketika Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Kor 3:6-7, yang intinya berbicara tentang Allah yang memberi pertumbuhan. Dan bagian terakhir ini, yakni melimpah dengan syukur merupakan respon terhadap berjalan di dalam Dia (FRUITFUL). praktisnya : Mungkin waktu memberitakan injil Kristus, saudara ditolak, atau dicaci, dsb. Atau juga mgkn mengalami hal yang sebaliknya, orang bertobat, datang ke gereja, dibaptis, giat melayani, dst. respon yang tepat terhadap keadaan diatas adalah ucapan syukur. Itulah sebabnya, sebagai seorang Kristen tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur, karena sesungguhnya segala sesuatu telah dikerjakan oleh Allah (ingat 3 bagian diatas yang bentuk pasif.)

X
Nasihat Paulus pada orang Kristen adalah bagaimana harus bertumbuh di dalam Kristus. Orang Kristen yang bertumbuh haruslah berpusat atau berfokus pada Kristus. Gambaran yang dipakai adalah; pohon yang hidup. Pohon yang sehat dan hidup pasti memiliki akar, batang dan daun. Jadi, tatkala orang Kristen mengerti hakikat sebuah pohon yang hidup maka, sepatutnyalah kita mengerti bagaimana harus betumbuh.
Pertumbuhan orang percaya yang sehat adalah:
1. Bersekutu.
Istilah yang dipakai di sini disamakan dengan akar. Persekutuan dengan Yesus dimulai
saat kita diangkatNya sebagai anak. Sebagai anak, kita harus bersekutu dengan Bapa
secara pribadi. Akar berciri khusus mencari makan dan menguatkan pohon. Pada umumnya akar sebuah pohon tidak kelihatan. Demikian juga kita sebagai orang Kristen harus
bersekutu dengan Tuhan, supaya ada makanan untuk rohani dan jiwa.
2. Dibangun / bertumbuh.
Pohon yang bertumbuh dapat terlihat dengan jelas. Pohon itu ada buahnya dan daunnya
tidak layu. Batangnya kelihatan kuat dan tidak tumbang ketika akarnya masih tertancap dwngan gagah di dalam tanah. Demikian pula dengan orang Kristen yang sehat akan
bertumbuh. Dan ini akan terlihat dari sikapnya, perkataan dan perbuatannya. Mereka
tidak gampang diombamg ambingkan oleh arus dunia. Kata dibangun merupakan kata
kerja pasif. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa Tuhanlah yang aktif dalam
pertumbuhan itu, yakni melalui pekerjaan Roh Kudus dalam kita.
Untuk bertumbuh, diperlukan respon taat kepada Firman Tuhan.

Y
Paulus menghimbau jemaat Kolose agar mereka beriman di dalam Kristus. Hal ini baru terjadi jika, Kristus diam di dalam jemaat dan jemaat diam di dalam Kristus. Kemudaian jemaat berakar di dalam Kristus, dibangun di dalam Kristus dan bertumbuh di dalam Kristus. Berdiam di sini bukan berarti pasif, bukan tidak ada aktifitas tetapi sebuah arti yang ingin menunjukan kesungguhan beraktifitas untuk diam. Jadi, pada saat kita mau diam di hadapan Tuhan maka, ada kerelaan hati siap diatur, dibentuk dan dipimpin oleh Tuhan. Inilah uang dituntut dan diharapkan oleh Paulus di dalam misi kehidupan setiap orang percaya dan inilah juga yang seharusnya kita kerjakan sebagai murid Kristus.

Z
Tahap pertama dalam pertumbuhan iman percaya kita adalah:
Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus. Saat itu juga kita mempersilahkan Roh Kudus diam dan bekerja di dalam kita, bahkan menjadi penguasa di dalam seluruh kehidupan kita, sehingga kita menjadi pengelola kehidupan. Bukan pemiliknya.
Tahap ke dua setelah kita menjadi orang percaya adalah berakar dan bertumbuh di dalam Tuhan.
Untuk berakar maka orang percaya harus sungguh sungguh memiliki persekutuan yang mesra dengan Bapa di sorga melalui; Firman Tuhan, berdoa, beribadah bahkan bersaksi.
Tahap ke tiga adalah; hasil dari tahap tahap di atas akan nyata atau terlihat dari cara berpikir, memandang atau melihat kehidupan ini. Bahkan cara hidup orang percaya itu sendiri akan mulai singkron dengan bagaimana Tuhan melihat dunia dan seluruh pergerakannya sebagai ladang misi.

Kamis, 02 Februari 2012

Menyenangkan Hati Kristus (Kol 1:9-14,3:23)


Menyenangkan Hati Kristus
Kolose 1:9-14; 3:23

A
*Teks: nasehat yang menjadi doa- bertujuan agar Jemaat
1. Memahami siapa mereka sebagai umat Tuhan
2. Bagaimana mereka hidup menjalani identitas mereka
3. Menyadari ke arah mana kehidupan ini di bawa

*Isu: Menyenangkan Hati Kristus berarti terkait
1. Pilihan hidup yang benar
2. Mengejar untuk mengerti kehendak Tuhan

*Penghalang Menyenangkan Hati Kristus
- Konteks: ajaran palsu ditengah kehidupan jemaat Kolose
� Tidaksaja material ajaran yang mudah membedakan hitam dan putih
� Mendefiniskan ulang atau membahasakan ulang pengertian tentang hidup
- Terfokus pada kehidupan ditengah realita (r kecil) sehingga tidak mengarahkan diri pada realita (R besar-kehadiran Allah)-tujuannya R besaritu dikesampingkan dan dilupakan
- Karakteristik kehidupan manusia yang rapuh terhadap
� Pengejaran dan berdiam dalam kondisi wilayah aman
� Kekuatiran hidup
� Ketakutan untuk terluka oleh karena luka lama dalam hidup selalu menggoda dan belum tersembuhkan.

*Membangun pemahaman menyenangkan hati Tuhan: agar ada pilihan hidup yang benar dan mengejar mengetahui dan menghidupi kehendak Tuhan

- Memahami dari aspek teologis, aspek sejarah Gereja dan pengalaman rohani:
� Menghadirkan nilai-nilai kebenarandan yang menjadi kehendakTuhan dan itulah yang menyenangkan hatiTuhan. Melalui setiap aspek kehidupan kita
� Selalubertanya:
? Apakah ada kebenarannya yang sesungguhnya
? apakahTuhan hadir disini atau disitu disaat kita berkata-kata, bertindak dan memutuskan
? oleh karenabukanlah orang yang memakai namaTuhan itu yang pasti benar atau pasti menyenangkanhatiTuhan. (Alkitab memberikan banyak contoh)
� orang yang menyenangkan hati Tuhan memiliki kerendahan hati.
? Tidak menjadikan perspektif cara pandangnya atau pengetahuannya atau pengalamannya untuk menentukan penilainan.
? Kerendahan hatinya akan membawanya untuk membuka pintu selebar-lebarnya untuk dibawa oleh Allah melihat, bertindak dan berkata-kata yang Tuhankehendaki.
? Karena Allah tidak dibatasi cara berpikir manusia, sistem, pengalaman dan sebagainya yang ada dalam dunia.

*Langkah progresif untuk menyenangkan hati Tuhan:
1. Mengingatkan
� Jangan mudah melupakan karya Kristus dalam diri kita
? Sehingga mengalami penghiburan dan kekuatan untuk sabar menghadapisi konkarena iman
� Menerima kehidupan dengan ucapan syukur � dunia akan terus menggoda: materialisme, relativisme dan hedonism dengan segala bentuknya.
? Banyak orang termasuk anak Tuhan bertindak bodoh dan digelapkan mata dan hatinya.

2. Mengejar:
� wawasan yang Alkitabiah
� pengetahuan yang benar
� membangun motivasi yang terus dimurnikan.

B
4 Ciri orang yg menyenangkan hati Kristus:
-Pasti memiliki hikmat dan pengertian yang benar (ay. Ams 1:7)
-Memiliki kehidupan yang layak di hadapanTuhan (ay. 10) berhubungan dengan buah dalam pekerjaan (bdk Gal 5:22).
-Memiliki kekuatan ilahi (ay. 11)
-Memiliki hati yang mengucap syukur (ay. 12). Orientasi kepada yang ada di dalam Surga.

C
Hidup menyenangkanTuhan:
Mengetahui kehendak Tuhan yang sempurna
Hidup layak dan berkenan dihadapan Tuhan
Berbuah dalams eluruh pekerjaan
Bertumbuh dalam pengetahuan yang benar
Menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar
Mengucap syukur dengan sukacita
Melakukan segala sesuatu dengan segenap hati untuk Tuhan

D
Kita berusaha menyenangkan hati orang yang ada disekitar kita. Bagaimana kita menyenangkan hati Kristus? Banyak orang Kristen yang melupakan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan atas kehidupan kita. Kalau dalam kehidupan sehari-hari kita berusaha menyenangkan tuan kita, maka bukankah kitajuga harus lebihlagi menyenangkan Tuhan kita. Jadi bagaimana kita menyenangkan hati Tuhan? (1) menerima hikmat dan pengertian dari Tuhan; (2) kita dikuatkan dengan kuasa dan kemuliaan Tuhan; (3) namun sebelum itu, kita perlu Tuhan untuk melepaskan dari kuasa kegelapan sehingga kita bias menyenangkan Tuhan.

E
Hikmat adalah sebuah alat, yg utama adalah kehendak Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan adalah mengetahui kehendak Tuhan.

F
Menyenangkan hati Tuhan harus menjadi passion/ gairah/hasrat ygtak tergantikan dengan apapun dalam diri setiap anak Tuhan.

G
Ayat 9,�untuk mengetahui kehendak Tuhan yg lebih sempurna (in all spiritual wisdom and understanding).

H
Kotbah ini berhubungan dengan visi GII Hok Im Tong.
Kolose 1:10-12
Ayat Empatkomponen Kata Kerja Partisipel Four P Aspekkehidupan
10 Memberibuahpekerjaanbaik Bearing fruit in every good work Productivity Doing
10 Bertumbuhdalampengetahuantentang Allah Growing in the knowledge of God Progress Thinking
11 Dikuatkandengankekuatan Allah Being strengthened with all power Power Being
12 Mengucapsyukurdengansukacita Giving thanks joyfully Praise Feeling

I
Ay 4-6, ada orang yang telah memberitakan Injil
Ay 9, ada doa syafaat
Ay 11, ada kekuatan Allah
Ay 12,ada Bapa yg melayakkan
Kol 3:23, motivasi menyenangkan Tuhan

J
Ada 2 tahapan:
-Saat diselamatkan, Berpindah dari kegelapan masuk kedalam kerajaan Terang
-Ketika menjadikanTuhanYesus sebagai Tuhan atas kehidupan kita (CEO)

Ada 3 Kehendak Tuhan: yg tidak bias diubah, diijinkan dan dibiarkan.
K
Intinya ada di ayat 4 dan 5.�because we have heard of your faith in Christ Jesus and of the love you have for all the saints--the faith and love that spring from the hope that is stored up for you in heaven and that you have already heard about in the word of truth, the gospel.� (NIV)

MenyenangkanhatiTuhanadalahhidupdalamimandanhidupdalamkasih.
3 musuh yg dihadapi:
-Ayat13: kuasak egelapan
-Kol2:8: ajaran palsu, filsafat kosong
-Kol 3:9: hal-hal duniawi

L
Kita sering menyanyikan lagu, �Tuhan ku mau menyenangkanmu.� Tahukah harga apa yang harus dibayar untuk menyenangkan hati Tuhan? Kita sering berpikir kita bisa lakukan banyak hal-hal untuk menyenangkan hati Tuhan misalnya: ikut kebaktian Minggu atau tengah minggu, menyanyi, pelayanan, membantu orang miskin, dll. Menyenangkan hati Tuhan dimulai dari sikap hati yang benar terhadap Tuhan. Menyenangkan hati Tuhan merupakan tujuan utama manusia diciptakan, tetapi bagaimana cara yang spesifik untuk menyenangkan hati Tuhan?

1. Hidup di dalam iman. Paulus mengajarkan jemaat di Kolose untuk hidup menyenangkan hati Tuhan dengan beriman kepada-Nya. Lihat di ayat 2 dan 4: (kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus �imanmu dalam Kristus Yesus). Ciri-ciri orang yang beriman kepada Kristus: hidup bersandar kepada-Nya (ayt. 9); berbuah bagi Tuhan (10); tidak bersungut-sungut kepada Tuhan (12); dan hidup memuliakan Tuhan (3:23). Ibrani 11:6? �Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.�

2. Hidup dalam kasih. Paulus mengajarkan jemaat di Kolose untuk hidup menyenangkan hati Tuhan dengan mengasihi-Nya. Lihat di ayat 2 dan 4, �tentang kasihmu terhadap semua orang kudus.� Pada ayat 9-12, Paulus menyebutkan ciri-ciri orang yang mengasihi Tuhan: ia akan melakukan kehendak-Nya: berdoa dengan tekun (ayt. 9a); dan mengucap syukur (ayt.9b,12). Adakah kita memiliki saat teduh dan menghabiskan waktu bersama Tuhan setiap hari?

3. Hidup dalam ketaatan. Seringkali kehidupan kita tidak menyenangkan hati Tuhan dan selalu membuat Ia bersedih oleh karena pelanggaran-2 kita. Di zaman Nuh kejahatan manusia begitu merajalela dan manusia cenderung melakukan segala kejahatan, sampai-sampai Tuhan merasa menyesal telah menciptakan manusia di bumi (Kej.6:6). Yang menjadi kesenangan hati Tuhan adalah ketika kita mentaati firman-Nya dengan sepenuh hati, karena ketaatan itu sebagai bukti bahwa kita sangat mengasihi Tuhan (Yoh. 14:21). Menurut Kolose 1:10-11; 3:23, ciri-ciri orang yang taat kepada firman Tuhan; bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus (10c); tahan menanggung pencobaan (11b); dan bekerja untuk memuliakan Tuhan (3:23). Penulis surat Ibrani mengingatkan kita agar tidak sekadar menjadi pendengar firman, tetapi menjadi pelaku firman. (Yak. 1:22; bdk. Maz.1:1-2; Mzm. 119:9, 105; Yos. 1:7-9; 2Tim. 3:16).

M
Semenjak seseorang percaya kepada Tuhan Yesus, seluruh hidupnya akan terus mengalami pertumbuhan dalam iman. Ini sebagai bukti dan tanda bahwa seseorang sudah bertobat dan percaya kepada Allah. maka di dalam hati orang yang sudah percaya ada kerinduan dan keinginan yang kuat untuk terus bertumbuh dalam iman dan mengenal Allah semakin dalam. Bahkan orang ini terus berinisiatif menuntut diri untuk bertumbuh dalam kerohaniannya, karena ada kerinduan untuk mengenal Allah serta menyenangkan hati Allah. kita tidak akan mungikin bisa menyenangkan Allah jika kita tidak mengenal Allah dengan lebih dalam. Melalui pengenalan yang dalam tentang Allah membuat kita tahu akan isi hati Tuhan di dalam hidup kita dan di dalam panggilan kita di dunia ini. Oleh karena itu, seluruh aspek hidupnya dia akan berusaha hidup benar serta menjadi pelaku firman Allah secara nyata.

N
Ketika seseorang melakukan tindakan maupun pekerjaan tanpa sadar mereka membaginya dalam dua wilayah yaitu sekuler dan sakral; sehingga mereka memilah-milah kalau untuk Gereja harus sakral sedangkan untuk yang lain bisa kompromi bahkan tanpa sadar hal-hal yang sekuler pun dibawa ke Gereja. Paulus tidak memilah-milah antara yang sakral dan sekuler, namun ia mengingatkan �apa pun juga yang kamu perbuat� perbuatlah demi kemuliaan Allah dan menyenangkan hati Kristus. Kesadaran ini bisa membuat orang percaya menuntut diri untuk mengenal Yesus dan selalu rindu hidup berkenan kepada-Nya.

O
Di sini Paulus hendak menguraikan penerapan praktis etika Kristen dalam hubungannya secara horisontal. Ia mengatakan bahwa, apapun yg kita lakukanbharuslah yg baik dan menyenangkan hati Tuhan, karena ang menjadi tuan dlm hidup kita yg sebenarnya adalah Tuhan bukan manusia dan atuhanbakan memberikan upah terhadap setiap tindakan kita entah itu baik atau tidak baik.
Etika Kristen yg Paulus tekankan adalah:
1. Etika kewajiban timbal balik.
Etika Kristen bukan hanya menekankan kewajiban pada satu sisi.
Suami memiliki kewajiban, demikian juga dengan istri. Orang tua memiliki
tanggung jawab terhadap anak dan sebaliknya. Tuan dan budak juga masing masing
memiliki tanggungjawab.
Yang melatar belakangi nasihat Aulus ini karena ada masalah: Masalah suami & istri,
orang tua dan anak dan masalah tuan dan budak.
2. Etika Kristen merupakan hubungan pribadi yg ada di dalam Tuhan.
Maksudnya, di dalaam seluruh kehidupan orang Kristen haruslah hidup yg dijalani di
dalam Kristus. Jadi, baik di rumah, pekerjaan dan dalam setiap hubungan dengan
siapapun, harus dikuasai oleh kesadaran bahwa Tuhan Yesus adalah tamu yg tidak
tampak tapi selalu hadir. Oleh sebab itu, kita sebagai orang percaya harus melakukan
apa yg Tuhan perintahkan agar bisa menyenangkan hati Tuhan

P
Bila kita mau jujur menginstrospeksi diri, berapa kali kita mengecewakan Tuhan? Kita akan menjawab: Tidak bisa dihitung.
Seringkali kita tidak menyenangkan hati Tuhan dan membuat Ia bersedih oleh pelanggaran2 kita. Oleh sebab itu, pada bagian ini Paulus mengingatkan kembali orang sudah diselamatkan "anak Tuhan", harus menyadari bahwa tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan Tuhan (ayat 23).
Life style orang percaya adalah bagaimana mengisi hidupnya untuk menyenangkan hati Tuhan dengan berjuang mengendalikan diri melawan godaan, dosa dan segala keinginan dunia ini, sehingga dengan demikian hidup kita berkenan kepada Tuhan.

Q (Khotbah Remaja)
Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi orang lain seperti kita mengasihi diri sendiri, karena di sinilah salah satu intisari dari hukum taurat (jangan membunuh, jangan bezinah, jangan berdusta, jangan mengingini milik orang lain, jangan mencuri).
Ketika seseorang mangasaihi orang lain seperti dirinya sendiri maka ada beberapa hal yg perlu ditanyakan:
1. Hal apa yang paling tidak kita sukai terjadi atas kita?
2. Hal apa yang paling kita sukai terjadi atas kita?
3. Bagaimana kita memperlakukan diri kita?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas akan mempertajam sikap dan tindakan para remaja dalam hal mengasihi sesamanya.
Mengasihi bukanlah sekedar kasihan dengan keadaan orang lain namun tidak melakukan sesuatu kepada orang lain tersebut. Mengasihi bukanlah sekadar berkata kata kasih kepada orang lain, tapi melakukan sesuai dengan yang dikatakannya.
Jadi, mengasihi sesama adalah:
Mau mengampuni orang lain
Mau menerima orang lain
Mau mengerti orang lain
Tidak merugikan / menyusahkan orang lain
Tidak membiarkan orang lain dalam kesulitan saat kita mampu/ bisa menolongnya
Tidak menyepelehkan orang lain
Dll.

Jumat, 27 Januari 2012

Sukacita Dlm Kristus (Filipi 4:4-9)

Sukacita dalam Kristus
Filipi 4:4-9

A
Penulisnya adalah Rasul Paulus, ditulis di Roma, kira � kira 61 AD, dan ditujukan bagi orang percaya yang berada di Filipi, termasuk Diaken dan penilik.
Tujuan penulisan Filipi :
o Berterimakasih atas bantuan Paulus ( 1:5; 4:10-19)
o Melaporkan keadaan Paulus ( 1:12 -26)
o Memberi dorongan agar mereka berdiri teguh & bersukacita dalam menghadapi penganiayaan
( 1:27-30, 4:4)
o Menasehati agar mereka rendah hati & bersatu (2:1-11; 4:2-5 )
o Memberi pujian kepada Timotius & Epafroditus (2:19-30)
o Mengingatkan mereka untuk melawan Judaisme (legalist) & antinomians (libertines) (3:1b-21)
Surat Filipi ini dikenal sebagai �surat sukacita� terdapat kata �sukacita� 16 kali, yaitu :
o Pasal 1:4,18,19,25, pasal 2:17, 17b,18,18b,28,29, pasal 3:1, pasal 4:14,4b,dan 10.

Pasal 4 khususnya ada 7 hal yang terjadi di dalam Tuhan :
1. Berdiri teguh di dalam Tuhan ( kemantapan ). Ps 4 : 1
2. Sehati sepikir dalam Tuhan ( kesatuan ). Ps 4:2-3
3. Bersukacita senantiasa ( sukacita ). Ps 4:4
4. Memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus ( damai sejahtera ). Ps 4 : 7
5. Sangat bersukacita dalam Tuhan. Ps 4 : 10
6. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia ( kekuatan ). Ps 4:13
7. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus
(kelimpahan). Ps 4 :19

Kata �sukacita� adalah :
1. Ada di dalam Tuhan
2. Tidak dipengaruhi keadaan di luar
3. Memberi semangat kepada orang lain
4. Membuat kita memiliki kebaikan hati
5. Karena Tuhan sudah dekat
6. Karena tidak kuatir
7. Karena adanya doa, permohonan dan ucapan syukur
8. Hati dan pikiran dipelihara oleh damai sejahtera Allah
9. Memikirkan hal � hal yang positif
10. Melakukan hal � hal yang positif

Sebagai penutup ? Mazmur 119 : 68

B
Kata �selalu� di dalam perikop ini apakah bisa untuk kita alami terus menerus, karena lawan dari sukacita ini adalah �kuatir� dimana hal ini yang menghilangkan �sukacita�, maka siapa yang lebih menguasai itu yang akan kita alami. Bagaimana kita dapat menghilangkan kekuatiran hidup ? biasa adalah karena masalah sandang, pangan, papan, dan kebutuhan � kebutuhan manusia inilah yang akan membuat manusia seringkali menjadi �kuatir� dan dikatakan oleh Yesus orang yang kuatir tidak dapat menambah sehasta saja hidupnya.
Ada 3 hal yang bisa membuat �selalu sukacita� :
1. Selalu di dalam Tuhan, karena Tuhan adalah sumber sukacita dan sumber itu tidak akan pernah habis. Namun seringkali kita tergoda untuk keluar dari sumber itu.
2. Tuhan itu sudah dekat, ini untuk menunjukkan bahwa segala penderitaan dan kekacauan yang terjadi di dunia ini akan berakhir, dan segala kondisi manusia akan diubah oleh Tuhan, karena akan ada dunia yang baru yang Tuhan adakan, dan disana ada sukacita dan pengharapan.
3. Damai sejahtera Allah yang akan menjaga hati dan pikiran, sehingga jika damai Tuhan ada itu akan membuat kita tidak mudah kuatir.

C
Indonesia hari ini dilanda begitu banyak hal yang membuat banyak keadaan orang tidak baik, tetapi ini artinya sukacita ini hanyalah karena keadaan, orang lain, harta benda.
Tetapi Filipi ini menyatakan bahwa :
1. Tatkala kita hidup fokus dalam Tuhan,
2. Pikiran kita ditundukkan di dalam Tuhan,
3. Pikiran kita rohani,
4. Mau melakukan hal yang berkenan di hadapan Tuhan.

D
Yang mendasari sukacita kita sebagai orang percaya adalah saat kita meneladani hidup Yesus Kristus. Sukacita bukan karena situasi, tetapi sukacita ini mengatasi situasi di hidup ini.

E
Waktu pelawatan melihat kondisi jemaat yang sakit parah dan miskin, apakah dalam keadaan seperti itu masih harus terus bersukacita ?
Di dalam kehidupan ini kekecewaan, kesedihan tidak pernah lepas dari kehidupan manusia, karena itu hal � hal yang tidak baik tidak menjebak kita untuk terus ada di dalam keadaan itu.
Yang membuat kita bersukacita :
1. Kita sudah diselamatkan, ini adalah pengharapan terbesar
2. Allah adalah yang memiliki segala hal
Kebaikan hati � arti kata aslinya adalah kesabaran, ini yang diketahui oleh semua orang, untuk menantikan akan pengharapan di dalam Tuhan, karena bukan hanya Tuhan sudah dekat, tetapi Tuhan itu dekat, dan dekat dengan kita. Dalam pengharapan inilah kita menjadi saksi yang memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan dan hidup dalam pengharapan Kristus ini kita tidak perlu kuatir akan apapun. Akal pikiran manusia juga harus dipelihara oleh Allah.

F
Illustrasi : Ada seorang saudara yang usahanya mengalami naik turun, dan dia melakukan Firman Tuhan dalam usahanya. Namun tetap ada ucapan syukur walaupun kadang tidak laku, karena ada sukacita karena dia melakukan Firman Tuhan. Dalam masalah � masalah yang ada juga tetap ada sukacita yang seringkali di mata manusia mengecewakan tetapi dalam rencana Tuhan selalu yang terbaik yang dialami.
Ayat 8 ini dapat membuat satu kekuatan bagi kita saat hidup di dalam Tuhan, dan selalu mengingat akan rencana Tuhan yang selalu indah itulah juga yang akan membawa seseorang dalam sukacita hidup yang ada.

G
Ada 4 alasan untuk bersukacita :
1. Karena kita adalah orang � orang yang percaya Tuhan, kita diundang untuk mengimani ini untuk bersukacita
2. Supaya kebaikan kita diketahui semua orang
3. Beriman karena Allah memelihara orang percaya
4. Beriman karena Allah menyertai orang percaya

H
Sukacita adalah sesuatu yang aktif, agak sulit untuk dikatakan bahwa ini diciptakan, atau diberikan seperti aliran listrik. Tetapi ini adalah di dalam pengharapan, karena Tuhan itu dekat di dalam segalanya. Sukacita juga menyangkut � well being.� Menurut survey, orang Jogjakarta lebih panjang umur, lebih tenang, disbanding dengan orang Jakarta. Sukacita juga menyinggung akan jangan kuatir.

I
Sukacita itu tidak berdiri sendiri, tetapi Paulus juga mengatakan bahwa kita umat Tuhan ini berada dalam 1 komunitas yang kontras juga dengan orang � orang yang di luar Tuhan. Jika kita dapat menikmati kehadiran Tuhan itulah yang akan membuat kita tetap bersukacita. Mengalami kebenaran yang terintegratif, melihat dan menilai semua dari perspektif Allah. Konsistensi Allah membuat kita dapat menikmati hidup ini. Pengalaman Paulus dengan ini semuanya. Kata kuncinya adalah � di dalam Kristus.�

J
Sesuatu yang harus kita lakukan tetapi tidak kita lakukan adalah �dosa.� Ini dapat kita kaitkan dengan sukacita. Di dalam perikop ini ada hubungan yang erat antara �sukacita� dengan �doa.� Harapan di dalam diri kita ini akan dapat menurunkan sukacita, saat kita mengharapkan sesuatu di dunia in, tetapi waktu kita mengharapkan segala sesuatu di dalam Tuhan maka kita akan mengalami sukacita itu, karena harapan kita di dalam Tuhan tidak pernah mengecewakan. Dalam doa kita seharusnya ada waktu saat kita menikmati Tuhan yang �serve� kita. Jika Tuhan memang menempatkan orang � orang tertentu di sekeliling kita, maka pasti ada sesuatu yang Tuhan hendak kerjakan dalam hidup kita. Dan dalam segala hal ada pengharapan dalam Tuhan.
Sukacita juga ada hubungan dengan kerelaan kita untuk memikirkan tentang apa yang Tuhan akan sediakan bagi kita.
o Ps. 4 ayat 8 di sana dikatakan tentang banyak hal yang Tuhan sediakan bagi kita dan membawa dalam sukacita.
o Ps. 4 : 9 ? melakukan semua yang Tuhan mau di dalam segala kondisi.
o Ps. 2 : 13 ? Allah yang mengerjakan, walaupun di dalamnya Tuhan memberikan kita untuk rela mengerjakannya.

K
Penjara yang dialami Paulus itu membuat dia terasingkan dari segala komunitasnya, padahal manusia adalah mahkluk social yang membutuhkan komunitas. Rahasianya adalah bagaimana Paulus dalam segala keterbatasannya tetapi dia mengarahkan pandangan hidupnya pada Kristus, dia memusatkan hidupnya pada Tuhan. Kebanyakan orang Kristen menangis untuk dirinya sendiri, dan tidak memikirkan orang lain, tetapi Paulus sebaliknya.
Orang tidak akan mendapatkan apa � apa saat dia mengejar sukacita dan tidak di dalam Tuhan. Saat orang melakukan sesuatu itu seringkali dipikirkan bahwa jika aku dan orang lain bahagia, maka lakukan. Tetapi sebenarnya dia mencari damai sejahtera. Dan karena pada akhirnya dia tidak mendapatkan apa � apa, itu semua karena tidak di dalam Tuhan.
Kita seharusnya mengucap syukur, tidak melihat hanya kepada beban, tetapi di dalamnya kita lihat bagaimana turut campur tangan Tuhan.

L
Orang yang bersukacita adalah orang yang bergandengan tangan dengan Tuhan dan terus berjalan menuju ke sorga.
Proses Roh Kudus yang mengerjakan dalam hidup kita. Siapa yang mengendalikan hidup kita, siapa yang menguasai hidup kita, itulah yang utama.

M
Banyak orang mendefiniskan sukacita dengan makna yang berbeda dengan konsep Allah, termasuk orang kristen. Sukacita yang digambarkan menurut konsep dunia adalah, kenyamanan dan kemewahan hidup ditunjang dengan materi yang melimpah. Akibatnya, semua orang memburu banyak uang dan materi yang melimpah untuk mendapatkan kesenangan hidup meskipun terkadang harus berbuat dosa serta melanggar hukum Allah.
Firman Allah mendefinisikan sukacita dengan memelihara hati dan pikiran di dalam Kristus Yesus sehingga memiliki damai sejahtera yang melampaui segala akal akan kita miliki. Hal ini di dapat yaitu dalam hidup ini belajar untuk tidak kuatir tentang segala sesuatu sebab kita bisa menyatakan segala permohonan kita kepada Allah di dalam doa. Melalui doa kita menjalin relasi kedekatan dengan Allah sebagai sumber berkat sehingga sukacita yang kudus dan damai sejahtera ilahi akan tinggal di dalam hati kita. Inilah pengajaran firman Tuhan yang diajarkan kepada kita dalam mendapatkan sukacita yang benar sesuai dengan kebenaran Allah.

N
Sukacita sejati hanya bisa didapatkan dalam Tuhan; itulah sebabnya kesulitan dan penjara tidak membuat Paulus mengsihani diri tetapi ia bisa bersukacita dan menyuruh orang bersukacita senantiasa. Sukacita sejati tidak ditentukan oleh �sesuatu� yang ada di luar kita tapi Kristus yang ada dalam hati kita. Menyambut tahun baru Imlek dalam situasi yang mungkin tidak menentu kita bisa menjalaninya dengan sukacita karena kita berharap kepada Tuhan.

O
dlm konteks dipenjara. Senantiasa artinya dalam segala keadaan. Terus menerus. Pd saat itu jemaat sdg sulit. Ada 2 kesulitan yakni dr luar dan dlm. DLm menghadapi kesulitan ini paulus berkata bersukacitalah. Ada 4 hal yg bisa merampas sukacita ssorg. 1. Keadaan. Menyalahkan keadaan. 2. Manusia dlm arti - contoh dr warren wiersbe. Anaknya masuk kermh banting pintu dan wiersbe mengetuk pintu kmr. Anak said tdk boleh krn papa juga manusia. 3. Materi- org ga punaya uang jg susah, punaya uang juga susah. 4. Kekuatiran. Dsb.

Paulus said hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua org-tidak mudah tersinggung, tegar. Kebaikan hati erat dengan kata sukacita. Kata sukacita juga berhubungan dengan kata Tuhan sdh dekat. Sini suatu penghiburan Paula terhadap jemaat.

P
knp seseorg tidak bisa sukacita? 1. kuatir. 2. Tidak punya damai sejahtera. Paul mengarkan bhw kalau mau sukacita harus bersih hati, pikiran, dsb - lihat ayat 8. Tuhan sdh dekat itu artinya Tuhan sdh mau dtg. Dengan demikian, kapan lagi harus sukacita.

Q
dunia sekitar kita semakin jahat dan keji. Bgm tidak menjadi sama dng dunia ini? Ada 3 hal yakni 1. menemukan sukacita hanya dan. Krena tuhan. 2. Menetapkan diri kita hanya untuk berpikir dan memikirkan dari segalanya yg benar. 3. Tetap melakukan kebaikan demi Tuhan dan sbg pengucapan sykr kita kpdNya.

R
1. Landasan sukacita itu dlmTuhan. Bila kita bersukacita krn Tuhan maka tidak terpengaruh akan situasi apapun. 2. Perampok sukacita adalah kuatir. Apapun yg seseorg miliki jika kuatir dtg maka sukacita pasti hilang. 3. Ekspresi sukacita adalah kebaikan hati. Seperti org yg jatuh cinta. Sukacita tdk mungkin tinggal dlm hati tanpa terekspresi. 4. Benih sukacita adalah pikiran. Kalau tidak ditanam tidak akan grow. Belum pun anda lakukan, tetapi kalau sdh dipikirkan harusnya sudah bersukacita. Apalagi melakukan apa yang ada diayat 8. 5. Melakukan sukacita mendtgkan damai sejahtera.

S
ayat ini memberikan gmabarwn org kristen seharusnya seperti apa? Yg menarik adalah bukan kata happiness, bkn pleasure, tapi rejoice. Ketika merenungkan kata ini, org kristen ada dimana. Seoah2 paul mau berkata bhw paul mgknsulit bersukacita, tetapi didlm kristus, itu melampaui segala hal. Ada bnyk org kristen belum sampai pada thp sukacita, bhkn tidak ada lagi ekspresi. Ayat 4-7 berkaitan : 1. Ada kelemahlembutahn - hatinya bisa dirasakan oleh org2 sekitar. Bisajadi digereja ramah, tetapi dirumah tidak. Ini tidak konsisten. Namun, hal ini seharusnya tidak terjadi bagi org Kristen. Hidup harus konsisten. 2. Sukacita harus ditsmpilkan. Bisa disyukuri. Jadi org yg bisa bersyukur hrsnya bisanampak bersukacita. 3. Org yg hidupnya penuh dgn damai sejahtera. Sukacita dirampas krn dosa. Dosa merampassegala sesuatu. 4. Org yg bersukacita adl org yg ucapannya bisa membangung, dsb - ayat 8.

T
sukacita dlm kristus adl anjuran dari Paul. Slm ayat 4 dua kali dikatakanbersukacita. Sukacita dlm Tuhan tidak bergantung pada tempat dan kondisi. Bgm caranya bersukacita dlm Tuhan? 1. dgn melakukan perbuatan bagi - ayat 4 dan 5. 2. Jgn kuatir tetapi nyatakan (ayat 6). 3. Berpikir secara positif (ayat 8). 4. Menjadi pelaku firman Tuhan (ayat 9).

U
berbuat baik krn sdh mau kiamat, tetapi krn relasi dgn Tuhan.

V
Magnum memiliki motto bhw mereka tidak menjual es cream.
1. 4-5 choice to the rejoice. Itu adalah buah pilihan. Jika kamu bisa bangun sehat setiap pagi dengan sehat anda lebih sehat dari semua orang. Habakuk dlm kondisi yg paling sulit ia berkata "aku akan bersukcita"
2. 6-7 commit to prayer. Semua org memiliki persoalan. Maka nyatakanlsh kepada Allah adalah suatu ekspresi kepada Allah.
3.8-9 consisten to think the truth. Tidak hanya berpikir yang baik. Kita terpanggil bukan hanya untuk berpikir. Tetapi mengalami pembaharuan budimu. Roma 12:1-2.

W
Baca: Filipi 4:4-9 :Rasul Paulus berharap agar jemaat di Filipi tetap bersukacita dalam situasi dan kondisi apa pun keadaannya karena ia melihat bahwa kasih ada dalam kehidupan mereaka. Perhatian dan kepedulian sebagai wujud kasih telah mereka tunjukkan, di mana mereka selalu mendukung pelayanan Paulus seperti katanya, ��sebab kamu (jemaat Filipi) ada di dalam hatiku, oleh karena kamu semua turut mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku, baik pada waktu aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian,�(Filipi 1:7,9). Bersukacita senantiasa adalah hanya bisa terjadi karena iman, karena dengan imanlah yang membuat segala ketakutan, kekuatiran, kecemasan akan sirna! Karna sangat tidak mudah ketika berada pada situasi sulit, sedih, sakit dan menderita untuk tetap memiliki sikap hati yang benar, bersyukur, apalagi bersukacita dan memuji-muji Tuhan.Tetapi orang yang memiki pertumbuhan iman yang baik akan mampu melakukannya. Walau pun dalam penjara Paulus tidak kuatir, bahkan dia merasa penjara bukan sebuah kerugian, namuns ebagai suatu keuntungan dan kesempatan. Paulus berhasil merubah ruangt ahanannya sebagai kantor penginjilan. Sukacita kerajaan Allah ini tidak terpengaruh oleh situasi dan kondisi keadaan di sekitar kita. Orang yang selalubersukacita akan bebas dari kekuatiran, ketakutan dan kecemasan.

X
Paulus dengan begitu keras, begitu bersungguh-sungguh, penuh dengan dorongan cinta kasih, meminta jemaat Filipi untuk bersukacita di dalamTuhan.
Orang Kristen tidak mudah untuk bersukacita karena dunia kita menarik kita dan memberikan kepada kita penanaman berbagai konsep yang keliru.Kekeliruan tersebut bersumber pada keinginan manusia yang meletakan dasar atau sumber sukacitap adahal- hallahiriah (materi, kesehatan, kepopuleran dan kesenangan duniawi).Bila manusia berharap kepada sumber sukacita yang salah, yaitu materi, kesehatan, kepopuleran, dan kesenangan duniawi tersebu tmaka, kekecewaan dan keputusasaanlah yang terjadi.Kalaupun ada tawa dan senyum di rau tmuka, itu hanyalah sementara saja dan ketika semua yang diandalkan tadi hilang, kurang atau rusak maka, tidak adalagi yang bisa diharapkan.
Oleh sebab itu, orang percaya patut mengingat bahwa, segala sesuatu yang kita miliki bisa hilang. Semua barang yang kita miliki bisa rusak atau dicuri.Kesehatan kita suatu saat tidak akan bisa kita pertahankan, khususnya saat usia kita semakin lanjut. Kepopuleran kita pun lamba laun pastia kan tergeser oleh kepopuleran orang lain. Demikian pula, semua kesenangan duniawi yang bisa kita peroleh suatu saat tidak akan bisa kita nikmati lagi. Kita hanya akan bisa memiliki sukacita Tuhan saja yang menjadi sumber sukacita kita.

Kamis, 19 Januari 2012

Pengharapan Dalam Kristus (Filipi 3:17-21)


Pengharapan Dalam Kristus
Filipi 3:17-21

BANDUNG
Ev. Lahai Roi
Rasul Paulus memiliki kerinduan agar jemaat memiliki kehidupan yang berpadanan dengan Injil, semakin hari semakin mengenal Tuhan.
Filipi 3:2 mereka sebagai anjing-anjing pekerja yang jahat�manusia cenderung mengutamakan hal-hal yang lahiriah, tidak percaya pada kuasa Kristus yang menyelamatkan. Hanya ingin menampakkan legalitas agama semata-mata. Pengharapan seperti apakah yang dijelaskan oleh rasul Paulus: Pengharapan akan ANUGERAH keselamatan, ay. 20 ? karena kewarganegaraan di sorga, disitu menantikan Juruselamat. Keselamatan adalah anugerah dan tidak ada usaha diri kita pribadi.

Ev. Novi Harsono
Pengharapan dalam Kristus. Ada hidup ada harapan atau ada harapan ada hidup? Orang yang hidup seperti seteru Kristus itu sia-sia. Hidup dalam Kristus karena kita adalah warga negara sorga. Hidup dalam pengharapan adalah hidup dalam perjuangan dalam pengenalan akan Kristus.

Ev. Jan Agustanu
PENGHARAPAN DUNIA (:19)
� Hanya mengenyangkan perut.
� Hanya kemuliaan diri sendiri.
� Memberikan perpuluhan.
� Berdoa dan berpuasa.
� Hanya berfokus pada perkara duniawi.(3:4)
� Hal yang lahiriah. Contoh: Paulus yg mempunyai kebanggaan yg palsu/semu

PENGHARAPAN DALAM KRISTUS (:20-21)
� Pengharapan yang membebaskan.
� Pengharapan yang mengubah/ mentrasformasi.
� Pengharapan yang membawa ke sorga

Pdt. Handy Kurniawan
Pengharapan ? sesuatu yang kita inginkan atau harapkan untuk terjadi. Harapan akan membentuk sikap atau emosi, dan membuat untuk berusaha bagaimana mencapainya.
Pengharapan : segala sesuatu yang kita inginkan dapat menjadi kenyataan
Pengharapan:
- Mempengaruhi pola pikir.
- Mempengaruhi tingkah laku.
- Mempengaruhi kebiasaan.
Banyak kepercayaan manusia yang keliru, namun ketika membicarakan pengharapan akan sorga atau tentang Allah, selama menantikan untuk meraih pengharapan, Paulus memberikan nasehat agar mengikuti teladan nya yang menjadi pengikut Kristus, menghargai anugerah Tuhan dengan melakukan kehendak Tuhan.

Bpk. Liu Wei Lin
Orang-orang yang berkewarganegaraan surgawi. Kebanggaan menjadi kewarganegaraan surgawi. Orang-orang yang menjadi seteru Kristus akan menuju kepada kebinasaan. Sedangkan ciri-ciri orang yang menjadi kewarganegaraan surgawi akan mendapatkan keselamatan. Orang yang menjadi seteru salib mereka terlihat aktif untuk mengejar keinginan mereka,. Sedangkan orang yang kedua terlihat pasif.
1. Kedudukan kita. Dulu orang berdosa, tapi sekarang status kita berubah menjadi warga negara surgawi
2. Di dalam kehidupan. Sebelum mengenal TY kehidupan kita sama dengan orang yang belum mengenal Tuhan, tetapi ketika mengenal TY kehidupan kta berubah, dan dapat menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia. Sangat penting kepastian dalam status, ketika dengan pasti kita menyadari status sebagai warga sorgawi, kita dapat mengejarnya sehingga kehidupan kita berpadanan dengan pengharapan itu.

Ev. Isabel Tong
Kedatangan Kristus yang Kedua Kali. Kita fokus kepada Yesus sebagai Juruselamat tetapi juga, Ia adalah TUHAN atas semua. Kita menantikan kedatanganNya untuk mengubahkan kita (Filipi 4:8). Kisah 1:11, Cara Tuhan naik ke sorga dan akan datang dengan cara yang sama. Ciri orang Kristen adalah harus bersinar di tengah dunia yang bengkok ini, selama ada di dalam dunia, kita meninggikan Firman dan melakukan Firman.




Ev. Yung yung
Bagaimana menjadi warga negara sorgawi? Paulus menunjukkan teladan hidupnya, bagaimana sebagai orang Kristen, ketika menginginkan atau mengharapkan sesuatu kita harus mengejar apa yang menjadi kehendak Tuhan, apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan.
Ev. Paulus
Paulus mengatakan: Ikutilah teladanku dan perhatikanlah orang yang hidup.. Tantangan hidup dapat membuat orang jauh dari Tuhan. Bagaimana orang Kristen menghadapi tantangan:
1) Mengingat keselamatan yang TY berikan
2) Mengingat kedatangan TY yang akan menegakkan keadilan terutama utk orang percaya.
Ini menjadi pengharapan bagi orang percaya utk menghadapi tantangan-tantangan dunia.

Pdt. Jahja Santosa
Surat ini ditujukan kepada orang percaya namun tidak bertumbuh. Paulus mengatakan: ikutilah teladan� teladan dalam apa?
1) Ay 4-8 Paulus sebenarnya memiliki sesuatu yang dapat ia banggakan, tetapi bagi Paulus dikatakan sampah dan tidak berarti.
2) Harus terus bertumbuh dan dibangun di atas dasar yang benar, maka akan membawa pengaruh
3) Kekristenan yang bertanggung jawab. Ia fokus kepada Kristus dan berlari menuju panggilan sorgawi.
Teladani aku dan perhatikan mereka ? konsistensi hidup akan membawa perubahan, Paulus tidak hanya mengajak melihat dia tapi juga melihat orang lain/keteladanan dalam komunitas.

sambil menangis..ada kepedihan bahwa sisi lahiriah sering menjebak manusia, seringkali kita mengaku Kristen tapi tidak memiliki kesaksian lahiriah. Segala sesuatu yang tertuju pada perkara dunia, maka kesudahannya adalah kebinasaan.

GARUT
Pdt. Susanto Liau.
Apa yang menurut anda dalam hidup ini yang paling bernilai dan paling penting? Ternyata dalam hidup ini uang, jabatan dan kesehatan penting. Namun yang terpenting adalah ketika kita memiliki pengharapan dan jaminan kepastian keselamatan di dalam Yesus Kristus. Apa yang harus dilakukan agar beroleh pengharapan keselamatan dalam Kristus?
-
1. Percaya dan mempercayakan hidup kepada Kristus. Ayat 20c? menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Orang yang sudah beriman kepada Kristus, akan beroleh status sebagai orang yang memiliki kewarganegaraan surga (Ayt. 20a). Itu berarti pengharapan akan jaminan keselamatan itu adalah pengharapan yang pasti. Kunci untuk menerima pengharapan itu hanya melalui iman kepada Kristus (Ef. 2:8-19; Tit. 3:5; Ibr. 11:6).

2. Menantikan kedatangan Kristus ke dua kalinya. Ayt. 20b? Dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus. Kedatangan Kristus adalah sebuah fakta dan janji Tuhan (Yoh.14:3; Kis. 1:11). Orang yang hidupnya menantikan kedatangan Kristus, ia akan selalu mawas diri, berhati-hati dan selalu waspada. Dia selalu sibuk membenahi hidupnya, karakternya, moralitasnya. Untuk itu, kita perlu berjaga-jaga menyambut kedatangan-Nya. Hidup di dalam iman, pengharapan dan kasih (Mat. 24:44; 25:13; Luk. 12:40; 1Kor. 13:13; 1Tes. 5:8).

3. Hidup bersaksi dan memuliakan Tuhan. Pada saat Paulus menulis surat ini, ia melihat bahwa ada banyak orang yang mengaku Kristen, tetapi perilaku, gaya hidup, pikiran dan motivasi hidup mereka sama seperti orang-orang yang belum Kristen yang menuruti keinginan daging (Ayt. 18-19). Kata �seteru salib Kristus� dalam Alkitab (BIS) untuk ayat 18? bahwa ada banyak orang yang hidupnya merusak arti kematian Kristus disalib; (KJV) the enemies of the cross of Christ. Penekanan Paulus di sini adalah soal gaya dan perilaku hidup yang kontras dengan salib Kristus. Ciri dan tanda-tanda orang Kristen yang menjadi musuh salib Kristus adalah di ayat 19 adalah
? Hidup tidak berfokus kepada Tuhan, tetapi hanya berfokus kepada perkara jasmani, makanan.
? Hidup mengejar hiburan, kesenangan dan menuruti nafsu dosa (kemuliaan mereka ialah aib mereka). Kata �aib/ shame� a??s??�??/aischune�. Artinya: shame or disgrace; dishonesty.
? Pikiran hanya berfokus kepada perkara-perkara duniawi saja. (BIS)? mereka memikirkan hanya hal-hal yang berkenaan dengan dunia ini saja.
? Hasilnya: Kebinasaan mereka. (BIS)? berakhir dengan kehancuran (destruction). Musnah, gagal, hancur, binasa secara tubuh dan roh.

Ev. Paul.
Kerinduan Paulus bagi jemaat Filipi adalah mengikuti teladannya. Di sini, Paulus memberikan cara bagaimana kamu meneladani aku? Perhatikanlah mereka yang telah meneladani aku sebagai contoh atau teladan bagi kamu. Hidup Paulus dalam melayani Tuhan menghasilkan sebuah transference life to others/transfer kehidupan pada orang lain. Dia memberikan influence/pengaruh dan perubahan pada hidup orang lain. Pengaruhnya sendiri adalah baik oleh karena hidup orang lain menjadi berubah. Namun, akan menjadi lebih baik ketika pengaruhnya membuat seseorang meneladani jejak langkahnya.
Sebuah persuasi tidak akan efektif jika tanpa alasan kuat yang menyertainya. Sehingga, Paulus memberikan dua alasan mengapa harus mengikuti teladannya dan rekan-rekannya.
Alasan pertama, alasan perbandingan. Dengan penuh tangisan Paulus menulis: �Lihatlah hidup mereka sia-sia: memusuhi Kristus, fokusnya hanyalah keinginan badaniah (perut mereka), hal-hal memalukan (aib dan dosa) yang mereka kerjakan, hidup mereka sama seperti orang-orang dunia, dan pada akhirnya akan dibinasakan.� Ini tulisan yang cenderung tajam dari seorang rasul Paulus. Namun, ini sekaligus tulisan penuh dramatis dan emosional untuk memberikan efek kuat kepada jemaat. Lihat hidup mereka sungguh tragis, oleh karena itu ikutilah hidup kami, maka kamu akan memperoleh hidup bukan kesia-siaan atau kebinasaan. Ini sebuah ajakan penuh keberanian, kepastian dan keyakinan dari seorang hamba Tuhan.
Alasan kedua, alasan kontras. Kita bukan warga dunia, bukan berasal dari dunia tetapi kita adalah warga sorga, berasal dari sorga. Paulus sengaja mengkontraskan �mereka� dan �kita�; �dunia� dan �sorga.� Kemudian, mereka yang kelihatannya hidup penuh kenikmatan dunia, suatu saat akan dibinasakan, sedangkan kita yang masih bertahan dengan tubuh fana dan menderita, akan menerima kemuliaan kelak melalui kuasa Yesus Kristus ketika Dia datang. Yesus menjadi pengharapan yang kekal bagi orang percaya dalam hidup kita.

Ev. Tri
Menjalani hidup sesuai dengan firman Tuhan memang tidak mudah, ada banyak rintangan dan kesulitan. Tetapi Paulus telah memberikan contoh dan teladan secara nyata sebagaimana hidup sesuai dengan firman Allah. Paulus rindu agar jemaat Filipi memiliki kerinduan mengalami perubahan hidup secara nyata di dalam Allah. Sehingga mereka tidak menjadi seteru salib Kristus, seperti kebanyak orang lakukan. Paulus juga mengingatkan bahwa status kita adalah warga kerajaan sorga maka seharunya cara hidup kita sepadan dengan status kita.

JAKARTA
Ev Dany Kurniawan
Pulus menulis surat ini ketika ia dalam penjara. Suatu kondisi yang tidak menyenangkan, namun Paulus bisa menasihati untuk menuruti teladannya dan hidup berkenan kepaa-Nya karena dia tahu apa yang dia dapatkan (ayat 19). Dia sadar sebagai warga negara sorga dan dia tahu bahwa di dunia ini adalah sementara. Dia punya suatu pengharapan luar biasa di dalam Tuhan.

Pdt Budiyanto
Ikutilah teladanku! Merupakan suatu pernyataan yang berani dari rasul Paulus. Seringkali orang berkata lakukan apa yang saya katakan tetapi jangan katakan apa yang saya perbuat. Paulus mengatakan bukan hanya mendengarakan pengajaran dia tetapi mengikuti apanyang dia lakukan. Dalam ayat 18 dia menangis, menunjukkan ia sebagai seorang leader yang kolerik, tegas, tetapi juga lembut. Ia menangis karena melihat cara hidup orang Kristen yang masih hidup dengan cara duniawi. Paulus juga mau mengingatkan bahwa kita ini warga negara kerajaan sorga, yang kita kejar bukan hal-hal perut, duniawi, tetapi Tuhan.

Ev Priska Pratiwi
Orangtua sering mengatakan don't do as i do just do as i say. Hidup kita adalah satu khotbah yang hidup. Teladan itu jauh lebih efektif dari kata-kata. Paulus berani mengatakan ikutilah teladanku karena dia telah mengikuti teladan Kristus. Ayat 20 ia mengatakan status sebagai warga negara sorga sehingga nilai-nilai, pedoman, prinsip, dan tujuan hidupnya mengarah kepada suatu masa depan yang pasti (sorgawi).

Ev Natanael Thamrin
Kita harus menempatkan posisi sebagai jemaat Filipi yang bisa menangkap langsung tanpa harus menafsirkan lagi. Paulus bilang teladani saya dengan hidup yang telah meneladani Kristus. Seringkali kita tidak berani mengatakan lihat hidupku. Sebagai hamba Tuhan kita harus berani mengatakan lihat hidupku sebagai seorang hamba. Alasan Paulus mengatakan hal ini bukan karena ia paling hebat dan betul dari murid yang lain, tetapi ia telah meneladani Kristis. Jemaat juga harus belajar meneladani Kristus. Banyak hamba Tuhan juga sering mencari kemuliaan diri, mengisi perut mereka, siapa yang paling penting dan hebat di dalam gereja. Pasal ini harus dilanjutkan pasal 4:1 karena dalam bahasa Yunani ada kata "hoste" (karena itu) di mana jemaat juga harus semakin teguh di dalam Tuhan.

Ev Yanto Sugiarto
Sebaiknya kita berbicara sesuai dgn apa yg ada dalam teks, dan menggali teks itu dengan baik. Dalam bagian ini Paulus lebih banyak berbicara ttg teladan hidup, kualitas dan kepemimpinan. Dalam bagian ini Paulus adalah seorang leader dan jemaat kristen yg sungguh2 menghidupkan kehidupannya dgn berani berkata "ikutilah teladanku".

Ev. Freda Adjan
Action speak louder more than word. Sesuatu yang sangat luar biasa berbicara tentang pengharapan kalau dia memiliki pengharapan itu. Waktu dia biacara tentang pengharapan dia dua bagian: ikutilah teladanku dan hidup seperti kami yang jadi teladanmu (example dan pattern). Apa itu pengharapan? Dulu dia punya pengharapan di luar Kristus, sekarang malah semuanya itu dia anggap sebagai sampah. Karena waktu itu dia hidup sebagai seteru salib. Oleh karena itu dia memberitahukan:
1. Orang yang berseteru dengan salib berakhir dengan kebinasaan. Ciri perseteruan dengan salib: mengutamakan perut, memuliakan kejahatan, pikirannya duniawi, dsb.
2. Orang yang bersahabat dengan salib menjadi sahabat sorgawi. Dia akan mendapatkan tubuh yang mulia, dan dapat menaklukkan diri di dalam Kristus.

Pdt Yunedy Renaldo
Paulus tulis surat ini dalam penjara dan menasihati jemaat untuk bersukacita dan bukan sebaliknya. Kenapa dia bersukacita? Karena dia punya pengharapan di dalam Tuhan. Dia telah mengalami berkat yang luar biasa di dalam Tuhan dan itu sebabnya dia mengatakan hal itu. Pengharapan itu hanya di dapat di dalam Yesus Kristus. Bagaimana caranya:
1. Meneladani Paulus dan rasul2 (ayat 17)
2. Tidak hidup menjadi seteru salib.
3. Hidup sebagai warga negara sorgawi.

Pdt Unandi Tirtaredja
Manusia tidak bisa melihat ada pengharapan dalam kehidupan yang sedang dijalani. Itu sebabnya dia mau menghabiskan hidupnya dengan alasan mumpung masih ada waktu dan dana. Secara tidak langsung manusia tidak ada pengharapan dalam hidup dan pada akhirnya akan mengalami kebinasaan, jadi budak dosa, agen kejahatan dan hidupnya dibangun atas kesiaa-siaan dibawah bayang-bayang ketidaktentaeraman hatinya. Kristus mati untuk membebaskan manusia dari ikatan dosa untuk memberikan arti dan makna tujuan hidup yang jelas.

SURABAYA
Pdt.Imanuel F Daely:
PENGHARAPAN DALAM KRISTUS FIL 3:17 21 Apa reaksi kita pada waktu kita mengalami satu peristiwa di dalam hidup kita yang tidak kita harapkan? Bagaimana perasaan hati kita pada waktu mengalami hal-hal yang tidak kita rencanakan di dalam hidup ini? Bagaimana sikap kita pada waktu mengalami kejadian yang tidak terduga terjadi di dalam hidup kita? Friedrich Nietzsche dengans ini mengatakan Jangan beri orang pengharapan sebab pengharapan itu memperpanjang penyiksaan kepada orang. Pengharapan yang ditawarkan oleh Kekristenan itu adalah hal yang tidak bikin orang maju sebab pengharapan di dalam Kekristenan hanya menawarkan sesuatu yang bersifat mimpi dan tidak pernah terjadi.Lebih baik kita hidup tidak ada pengharapan, hidup secara realistis.Pengharapan justru mematikan hidup seseorang. Benarkah apa yang dia katakana itu?
Pada dasarnya manusia pasti memiliki harapan bahwa esok akan menjadi lebih baik dari hari ini. Pengharapan ini dapat memberi semangat untuk berjuang menghadapi tantangan hidup. Tapi karena keterbatasan diri sebagai manusia, tidak semua yang diharapkan menjadi kenyataan sehingga tidak jarang orang menjadi tawar hati, kecewa, putus asa.Harapan yang tertunda itu menyedihkan hati karena merasa sia-sia tidak ada harapan, percuma, tidak terwujud. Namun dalam bagian ini Paulus menjadi teladan karena dia telah meneladani Kristus, Paulus mengajak jemaat untuk introspeksi diri dan melihat ke depan dengan menggantungkan diri dalam pengharapan yang dijanjikan Kristus pada jemaatnya.
Pengharapanapa yang ada dalam Kristus? Yakni, adanya Jaminan hidup kekal (Ef 3:20). Paulus rindu mata rohani kita terbuk supaya kita mengerti pengharapan apa yang ada di dalam setiap panggilanTuhan bagi kita. Kita yakin setiap kita dipanggi dan dipilih khusus olehTuhan dan mejadi milikNya (Yoh. 15:16) Ada satu pengharapan bagi kita yang dipanggil dan dipilihTuhan. Ada banyak kemuliaan/peninggian yang akan dinyatakan kepada kita yang mau berharap kepadaNya. Sebab itu bagaimanapun keadaan kita, jangan batasi Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kita ada karena Orang yang belummemiliki jaminan keselamatan pasti takut dan gelisah tapi yang sudah memiliki jaminan surga, apapun yang terjadi tidak akan takutl agi (Yoh. 14:1-2). Kita harus serius denganTuhankarena hanya ada satu jalan menuju hidup kekal yaitu melalui Tuhan Yesus Kristus dan Dia mau semua orang diselamatkan

Ev. Pierre T.
Kewargaan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus sudah jelas dan pasti yaitu, Kerajaan Sorga. Dengan menyadari realitas ini, kehidupan orang Kristen seharusnya memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan zamannya. Lingkungan dan zaman yang dimaksud adalah orang-orang yang hidup tanpa keselamatan dan mereka ada disekitar kita. Kepekaan orang percaya terhadap lingkungannya akan menghadirkan kepedulian terhadap mereka, sehingga dari kepedulian tersebut akan tercipta sebuah gerakan Penginjilan yang kuat.
Dari sinilah kita melihat kehidupan Kristen yang sesungguhnya. Kekristenan yang menyadari bahwa keselamatan yang mereka terima dari Tuhan esus, bukan saja untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk lingkungan dan zaman di mana mereka hidup.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India