Kamis, 07 September 2006

APA YANG HARUS KUBALAS?


7 September 2008



APAYANG HARUS KUBALAS?


Mazmur116:11-19



Mazmur 116 ini tidak disebut siapa penulisnya. Kebanyakanmazmur bersifat umum, tetapi mazmur ini bersifat pribadi. Pada umumnya bersifatteratur, tetapi mazmur 116 ini tidak teratur. Tetapi ada tiga hal, pertama: iniadalah keadaan dan kondisiku. Dalam keadaan butuh pertolongan, aku sedangmenuju maut (8), aku sangat tertindas (), aku bingung. Dalam kondisi yangsulit, ada dua kemungkinan: pertama, mengasihi diri sendiri. Kedua, cenderungcari pertolongan yang keliru, membius diri. Dalam keadaan sulit kita perlubelajar dari pemazmur yaitu berpikir positif, kedua cari solusi yang benar,yaitu datang kepada Tuhan. Hal yang kedua, betapa luar biasanya perbuatan Allahkepadaku (Ay.5,6,7,8,9&16). hanya orang percaya yang bisa melihat perbuatanAllah yang luar biasa. Seperti Ayub, Yusuf. Hal yang ketiga, apa yang haruskubalas. Ay.12. ada niat saja sudah bagus, apa lagi bisa mewujudkan. Tetapi apayang bisa kita lakukan tidak sebanding, yang penting kita sudah di dalam Tuhan.Terakhir, 15&16 menempatkan diri sebagai hamba. Namun, tidak semua yangingin kita lakukan untuk Tuhan berkenan kepada Tuhan. Daud dalam pembangunanbait suci, salomo lah yang membangun.



Sama seperti orang tua yang telah memberikan segalasesuatu, tetapi sering kali kita tidak bisa membalas semua itu. Seprti tukangparkir, dia adalah orang yang paling kaya, ada BMW, Mercy di depannya, tetapitidak bisa memilikinya. Apa yang diberikan Tuhan adalah suatu titipan yangharus kita jaga sebaik-baiknya, hanya dititipkan supaya diperlihara. Lakukandengan setia, hikmat. Di sebelah rumah sedang ada yang membangun, ketika tidakada majikan dia tidak bekerja, tetapi ketika majikan datang dia baru bekerja.Kedua, dia memang hobinya adalah nembok, yang ketiga, dia hanya inginmemberikan yang terbaik. Ini adalah orang yang benar-benar bekerja untuk yangterbaik. Kol 3:23 �perbuatlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untukmanusia, yang terbaik.�



Setiap manusia akan merasakan rasa takut dalam dirinya,yang tidak bisa dipungkiri adalah rasa takut akan kematian. Rasa takut akankematian, tidak dapat dielakkan menajdi krisis hidup yang paling besar yangbiasa dialami orang usia tengah baya, yang mengguncang seluruh segikehidupannya. Takut mati adalah wajar karena dia memiliki tanggung jawabisteri, anak. Mazmur 116 merupakan mazmur yang mengungkapkan secara jujurperasaan tersebut. Pemazmur kemudian menggumulinya bersama Tuhan (ay.4,13,17.),dan akhirnya dia mendapat jawaban, tidak diketahui kegentaran akan kematian itukarena dia sendiri itu takut mati atau dia melihat kematian orang yangdikasihi. Dia mendapat jawaban bahwa hidup dan mati itu adalah anugerah Tuhan.Ternyata itu berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihinyaay.16. dan sebagai ekspresi dari imannya ia mengucap syukur diulangi dalam ayat14,18. Jika orang Kristen menemukan jawaban itu dia akan dihindarkan dari rasatakut akan kematian. Orang Kristen akan lebih bersyukur akan anugerah Tuhan.



Saya akan membawa jemaat kembali pada panggilan Tuhan.Keselamatan yang Tuhan berikan itu bukan berarti dia ada di ruang tunggu, tapidi ruang kerja. Setiap kali orang percaya punya relasi yang baik dengan Tuhan,puncaknya adalah dia ingin menikmati bersama dengan Tuhan dan pasti punyakerinduan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Di eropa, gereja bisamempengaruhi masyarakat. Tetapi gereja ditinggalkan Tuhan karena tidakmempengaruhi masyarakat. Tertapi di Asia, gereja disertai Tuhan tetapi tidakpunya dampak bagi masyarakat.



Apa yang harus kubalas?


1. bersyukur senantiasa. Bersyukur adalah sesuatu yanggampang-gampang susah.


2. setia sampai akhir. Disini dikatakan, �berharga di mataTuhan� frase ini berlawanan dengan kata �sia-sia�. Mati untuk negara mungkinhanya sebatas kata2 saja. Tetapi apa bila kita bandingkan dengan mati untukTuhan lain nilainya.


3. Rela berkorban.



Tuhan dikatakan baik karena 2 hal;


1. karena Tuhan memang baik: Tuhan meluputkan.


2. Tuhan baik karena siapa Dia. Pengertian seperti ini adakalau hatinya telah disentuh oleh Tuhan. Sebenarnya tidak mungkin kita membalasapa yang Tuhan buat. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan :


i. mengangkat piala


ii. membayar nazar.


Rick warren said: salah satu metode penginjilan yang baik adalah kesaksianpribadi kita bagaimana Tuhan itu baik kepada kita.



15 tahun lalu, saya menggumuli ayat ini dan ditantangoleh ayah saya, lalu saya bertanya: pih, bagaimana caranya membalas kebaikanTuhan? Ambil secarik kertas dan tuliskan kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Tapiternyata, tidak cukup menulis kebaikan Tuhan dalam secarik kertas. Terus papihberkata, carilah apa yang bisa kamu balas untuk Tuhan, tapi kenyataannya tidakbisa saya balas. Jika demikian, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukanuntuk Tuhan.



Saya melihat mazmur ini merupakan nyanyian personal. Apayang harus kubalas?


1. hidup penuh ucapan syukur ay.12. mengapa pemazmurbersyukur? Karena pembebasan Tuhan dari berbagai marabahaya yang Tuhan kerjakanatas pribadi pemazmur. Menjadi alasan ucapan syukur.


2. Memiliki hati yang tetap setia kepada Tuhan. Ini adalahkomitmen untuk hidup tetap setia dalam mengikut Tuhan meski hidup ini adatantangan.


3. ay.12.13 menyaksikan karya penebusan Allah kepada orangyang tidak percaya supaya orang lain mengalami berkat Tuhan, keselamatan itubukan kita nikmati sendiri tetapi kita bagikan kepada orang lain supaya oranglain juga mengalami keselamatan dari Tuhan.



Ada seorang pemikir dan usahawan terkenal: jika bintangmuncul dalam sekali setahun pasti akan terkagum dan mengabadikan sertamembagikan kepada keturunannya. Jika muncul setiap malam, maka kita cenderunguntuk mengabaikannya. Mazmur 116 ini tergolong pengucapan syukur, diamengutarakan ucapan terima kasihnya atas penyelamatan Tuhan atas dirinya. Darimazmur ini terbagi dalam tiga bagian besar:


1. 1-4 mengingat kesedihan yang mendalam dalam hidup, namundalam situasi demikian pemazmur mengatakan akan tetap setia kepada Tuhan.Kehidupan pemazmur tidak berbeda dengan kehidupan kita. Tetapi Dia tetapmengasihi kita.


2. 5-11 mengingat akan kasih karunia dan anugerah Allah,seperti �suatu bantal yang lembut� (penghiburan) dalam keadaan penderitaan.


3. 12-19 pengucapan sykur yang mendalam. Dengan suatu nazaratau janji, sebagai persembahan sykur, karena Tuhan begitu baik.



Orang ini diwawancari untuk menceritakan pengalamanmereka, George ... buku itu membahas pengalaman orang yang mati suri danmelalui pengalaman itu membuat orientasi hidup dia berubah, dari Near DeathExperience menjadi Near God experience. Itulah yang sebenarnyaterjadi dalam hidup pemazmur. Tetapi, kita tidak perlu menunggu Near DeadExperience melainkan jadikanlah setiap hari di dalam hidup kita menjadipengalaman bergaul dengan Tuhan.



Untuk menghitung berkat itu bisa sulit atau mudah.Bagaimana seseorang dapat menghitung berkat Tuhan kalau orang itu tidak percayakepada Tuhan, Tuhan itu baik, Tuhan itu memelihara, Tuhan itu mendengar, Tuhanitu sayang sama manusia. Tetapi kalau manusia itu percaya, dalam keadaanapapun, orang itu tetap dapat menghitung berkat Tuhan, kuncinya adalah percaya.Setelah percaya, baru dia dapat mengungkapkan syukur kepada Tuhan.



Ada dua kata kunci;


1. aku mengasihi Tuhan, itu adalah syema israel adalahajaran taurat ajaran yahudi.


2. aku percaya, itu adalah suatu deklarasi kepada Tuhan.


3. Dari dua kata kunci itu muncul pertanyaan �bagaimanakubalas kebaikan Tuhan�?


i. mengangkat piala keselamatan atau korbansyukur. Korban seperti ini adalah korban yang dipersiapkan oleh dirinyasendiri. John Calvin bukanlah mempersembahkan korban, karena sifatnya rohanimaka ibadah yang rohani adalah mempersembahkan hidup kita.


ii. menyerukan nama Tuhan, dikaitkan dengandoa. Karena doa sebagai sentralitas ibadah kepada Tuhan. Doa adalah usaha untukmendapatkan Tuhan sendiri, inilah yang menajdi kerinduan pemazmur. Tuhan adalahhidupku, matiku.


iii. membayar Nazar kepada Tuhan karena nazar adalah tandakejujuran iman yang punya komitmen yang punya kesungguhan. Ini adalahtekad dari pemazmur Yang Allah tuntut dari kita adalah respon. Karl barth,mengatakan bahwa inti Alkitab �God love me cause the bible told me so.�



Bahasa Inggris sangat kaya, pemazmur bicara tentang dyingbukan death. Sesuatu yang pada diri manusia yang secara natural adalahmenakutkan. The art of dying, kaisar Tiongkok tahu bagaimana diamenghadapi kematian. Arkeolog berkesimpulan bahwa dia tahu bagaimana diamempersiapkan kematian. Dalam the art of dying ada kasih, iman,pengharapan, self recognition, ada suatu pengenalan diri di hadapanTuhan dan syukur. Di tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan.



�Menyerukan nama Tuhan� punya arti �hidup seperti Tuhan.�Tuhan dikatakan pengasih, penyayang. Tuhan itu baik, karena dia memang baik.Ketika dikatakan baik, artinya tidak terjebak fenomena perbuatan baik. Membayarnazar, harus merupakan sesuatu yang real dalam hidup kita. Kita harusmempersembahkan syukur, karena Tuhan itu sendiri konsisten. Itu semua dilakukandi hadapan semua umat, untuk meninggikan Tuhan. Mustahil kita melakukan semuaitu jika Tuhan tidak mengkondisikannya.



Apa yang harus kubalas kepada Tuhan?


Pertama, Apa yang Tuhan kerjakan kita harus mengingatnya. Saya dan saudaramungkin pernah mengalami kejadian dying seperti halnya Daud. Kedua,menerima atau pengakuan atas kebaikan Tuhan, bukan sebagai suatu kebetulan.Ketiga, Merespon atas kebaikan Tuhan. Ay.9,10.11 menjadi bukti dia bisaberjalan dalam negeri orang hidup, banyak kejadian yang sederhana kita takeit for granted, kita menganggap biasa saja. Dalam hal ini ada 7 hal:


1. Sikap sebagai hamba


2. Mengakui kebaikan Tuhan sebagai fakta bukan cuma sebagaiatribut teologis


3. Menyatakan kasih kepada Tuhan


4. Dengan sumpah atau janji


5. Menyerukan nama Tuhan mengangkat piala keselamatan


6. Membayar nazarnya


7. Mempersembahkan korban



Mazmur 113-118 adalah himpunan mazmur pujian mazmurpujian disebut mazmur Halell. Biasa dinyanyikan pada hari-hari raya;paskah, pentakosta, dan pondok daun. Pada umumnya, lagu2 ini setahun 20 kalilebih karena merasa harus memberi pujian kepada Allah. Di dalam mazmur ini ada30 kali mengungkapkan �aku� tetapi 1 x kata �kalian� itu berarti merupakansuatu kesaksian pribadi. Hidup kita menjadi bukti nyata kebaikan Tuhan.kekuatan terbesar kita bukan di mimbar tapi dalam hidup kita. Yang paling sulitadalah untuk memenangkan keluarga. Di dalam hal ini dia mempunyai tekad, akumau 2 ay. 17-19 Itu mencakup :


  1. berdoa
  2. aku mau angkat cawan
  3. aku mau berjalan sebagai orang benar
  4. mempersembahkan yang indah


dalam kelima hal ini kita melihat dengan jelas :


i. aku mengasihi Allah. Dalam konsep PL semuaanggap bahwa tuhan itu jauh. Tertapi penderitaan membawa kita dekat denganTuhan. Aku mengasihi engkau tidak pernah muncul dalam PL, ini akan mengajakjemaat untuk berkata kepada Tuhan �Tuhan aku cinta kepadaMu�


ii. membayar nazar dihadapan Tuhan. Dan akuakan memabayar nazar di hadapan umat. Ini bukan urusan pribadi tetapi menjadikesaksian dan rahasia umum. Dengan demikian, lalu kalimatnya indah, 1 di depanTuhan, di depan orang, berjalan di Yerusalem. Nazar ini juga dibayar didepan umum. Inilah pentingnya kebaktian keluarga. Ada satu hal indah. Aku akanangkat cawan, ada 4 macam:


a. angkat cawan untuk tidak diminum. Pertobatan tidak nyata,hanya bersaksi untuk mengagungkan diri sendiri.


b. angkat cawan untuk memberi minum, menjadi berkat.


c. Angkat cawan dan diminum bersama


d. angkat cawan sampai tidak satupun orang tidak kebagian.Susah sebelum orang lain susah, menjadi orang yang terakhir menikmatikebahagiaan. Disinilah mengapa dia bisa berkata demikian, karena dia bersikapsebagai hamba.



Aku lahir di rumah Tuhan, ayah seorang hamba, isteri seorang hamba, dan akuadalah anak seorang hamba, hamba dari seorang hamba. Artinya dia tidakdilahirkan dalam kesengsaraan, penderitaan tetapi doa dia didengar dan diaberjalan dalam jalan orang hidup, artinya setiap hari berjalan dalambayang-bayang maut, tetapi Tuhan memperhatikan dia dan memberi dia hidup layak.


Senin, 05 September 2005

APA YANG HARUS KUBALAS?

7 September 2008

APA YANG HARUS KUBALAS?
Mazmur 116:11-19


Mazmur 116 ini tidak disebut siapa penulisnya. Kebanyakan mazmur bersifat umum, tetapi mazmur ini bersifat pribadi. Pada umumnya bersifat teratur, tetapi mazmur 116 ini tidak teratur. Tetapi ada tiga hal, pertama: ini adalah keadaan dan kondisiku. Dalam keadaan butuh pertolongan, aku sedang menuju maut (8), aku sangat tertindas (), aku bingung. Dalam kondisi yang sulit, ada dua kemungkinan: pertama, mengasihi diri sendiri. Kedua, cenderung cari pertolongan yang keliru, membius diri. Dalam keadaan sulit kita perlu belajar dari pemazmur yaitu berpikir positif, kedua cari solusi yang benar, yaitu datang kepada Tuhan. Hal yang kedua, betapa luar biasanya perbuatan Allah kepadaku (Ay.5,6,7,8,9&16). hanya orang percaya yang bisa melihat perbuatan Allah yang luar biasa. Seperti Ayub, Yusuf. Hal yang ketiga, apa yang harus kubalas. Ay.12. ada niat saja sudah bagus, apa lagi bisa mewujudkan. Tetapi apa yang bisa kita lakukan tidak sebanding, yang penting kita sudah di dalam Tuhan. Terakhir, 15&16 menempatkan diri sebagai hamba. Namun, tidak semua yang ingin kita lakukan untuk Tuhan berkenan kepada Tuhan. Daud dalam pembangunan bait suci, salomo lah yang membangun.

Sama seperti orang tua yang telah memberikan segala sesuatu, tetapi sering kali kita tidak bisa membalas semua itu. Seprti tukang parkir, dia adalah orang yang paling kaya, ada BMW, Mercy di depannya, tetapi tidak bisa memilikinya. Apa yang diberikan Tuhan adalah suatu titipan yang harus kita jaga sebaik-baiknya, hanya dititipkan supaya diperlihara. Lakukan dengan setia, hikmat. Di sebelah rumah sedang ada yang membangun, ketika tidak ada majikan dia tidak bekerja, tetapi ketika majikan datang dia baru bekerja. Kedua, dia memang hobinya adalah nembok, yang ketiga, dia hanya ingin memberikan yang terbaik. Ini adalah orang yang benar-benar bekerja untuk yang terbaik. Kol 3:23 �perbuatlah segala sesuatu seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia, yang terbaik.�

Setiap manusia akan merasakan rasa takut dalam dirinya, yang tidak bisa dipungkiri adalah rasa takut akan kematian. Rasa takut akan kematian, tidak dapat dielakkan menajdi krisis hidup yang paling besar yang biasa dialami orang usia tengah baya, yang mengguncang seluruh segi kehidupannya. Takut mati adalah wajar karena dia memiliki tanggung jawab isteri, anak. Mazmur 116 merupakan mazmur yang mengungkapkan secara jujur perasaan tersebut. Pemazmur kemudian menggumulinya bersama Tuhan (ay.4,13,17.), dan akhirnya dia mendapat jawaban, tidak diketahui kegentaran akan kematian itu karena dia sendiri itu takut mati atau dia melihat kematian orang yang dikasihi. Dia mendapat jawaban bahwa hidup dan mati itu adalah anugerah Tuhan. Ternyata itu berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihinya ay.16. dan sebagai ekspresi dari imannya ia mengucap syukur diulangi dalam ayat 14,18. Jika orang Kristen menemukan jawaban itu dia akan dihindarkan dari rasa takut akan kematian. Orang Kristen akan lebih bersyukur akan anugerah Tuhan.

Saya akan membawa jemaat kembali pada panggilan Tuhan. Keselamatan yang Tuhan berikan itu bukan berarti dia ada di ruang tunggu, tapi di ruang kerja. Setiap kali orang percaya punya relasi yang baik dengan Tuhan, puncaknya adalah dia ingin menikmati bersama dengan Tuhan dan pasti punya kerinduan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Di eropa, gereja bisa mempengaruhi masyarakat. Tetapi gereja ditinggalkan Tuhan karena tidak mempengaruhi masyarakat. Tertapi di Asia, gereja disertai Tuhan tetapi tidak punya dampak bagi masyarakat.

Apa yang harus kubalas?
1. bersyukur senantiasa. Bersyukur adalah sesuatu yang gampang-gampang susah.
2. setia sampai akhir. Disini dikatakan, �berharga di mata Tuhan� frase ini berlawanan dengan kata �sia-sia�. Mati untuk negara mungkin hanya sebatas kata2 saja. Tetapi apa bila kita bandingkan dengan mati untuk Tuhan lain nilainya.
3. Rela berkorban.

Tuhan dikatakan baik karena 2 hal;
1. karena Tuhan memang baik: Tuhan meluputkan.
2. Tuhan baik karena siapa Dia. Pengertian seperti ini ada kalau hatinya telah disentuh oleh Tuhan. Sebenarnya tidak mungkin kita membalas apa yang Tuhan buat. Tetapi Tuhan memberikan kesempatan :
i. mengangkat piala
ii. membayar nazar.
Rick warren said: salah satu metode penginjilan yang baik adalah kesaksian pribadi kita bagaimana Tuhan itu baik kepada kita.

15 tahun lalu, saya menggumuli ayat ini dan ditantang oleh ayah saya, lalu saya bertanya: pih, bagaimana caranya membalas kebaikan Tuhan? Ambil secarik kertas dan tuliskan kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Tapi ternyata, tidak cukup menulis kebaikan Tuhan dalam secarik kertas. Terus papih berkata, carilah apa yang bisa kamu balas untuk Tuhan, tapi kenyataannya tidak bisa saya balas. Jika demikian, lakukan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk Tuhan.

Saya melihat mazmur ini merupakan nyanyian personal. Apa yang harus kubalas?
1. hidup penuh ucapan syukur ay.12. mengapa pemazmur bersyukur? Karena pembebasan Tuhan dari berbagai marabahaya yang Tuhan kerjakan atas pribadi pemazmur. Menjadi alasan ucapan syukur.
2. Memiliki hati yang tetap setia kepada Tuhan. Ini adalah komitmen untuk hidup tetap setia dalam mengikut Tuhan meski hidup ini ada tantangan.
3. ay.12.13 menyaksikan karya penebusan Allah kepada orang yang tidak percaya supaya orang lain mengalami berkat Tuhan, keselamatan itu bukan kita nikmati sendiri tetapi kita bagikan kepada orang lain supaya orang lain juga mengalami keselamatan dari Tuhan.

Ada seorang pemikir dan usahawan terkenal: jika bintang muncul dalam sekali setahun pasti akan terkagum dan mengabadikan serta membagikan kepada keturunannya. Jika muncul setiap malam, maka kita cenderung untuk mengabaikannya. Mazmur 116 ini tergolong pengucapan syukur, dia mengutarakan ucapan terima kasihnya atas penyelamatan Tuhan atas dirinya. Dari mazmur ini terbagi dalam tiga bagian besar:
1. 1-4 mengingat kesedihan yang mendalam dalam hidup, namun dalam situasi demikian pemazmur mengatakan akan tetap setia kepada Tuhan. Kehidupan pemazmur tidak berbeda dengan kehidupan kita. Tetapi Dia tetap mengasihi kita.
2. 5-11 mengingat akan kasih karunia dan anugerah Allah, seperti �suatu bantal yang lembut� (penghiburan) dalam keadaan penderitaan.
3. 12-19 pengucapan sykur yang mendalam. Dengan suatu nazar atau janji, sebagai persembahan sykur, karena Tuhan begitu baik.

Orang ini diwawancari untuk menceritakan pengalaman mereka, George ... buku itu membahas pengalaman orang yang mati suri dan melalui pengalaman itu membuat orientasi hidup dia berubah, dari Near Death Experience menjadi Near God experience. Itulah yang sebenarnya terjadi dalam hidup pemazmur. Tetapi, kita tidak perlu menunggu Near Dead Experience melainkan jadikanlah setiap hari di dalam hidup kita menjadi pengalaman bergaul dengan Tuhan.

Untuk menghitung berkat itu bisa sulit atau mudah. Bagaimana seseorang dapat menghitung berkat Tuhan kalau orang itu tidak percaya kepada Tuhan, Tuhan itu baik, Tuhan itu memelihara, Tuhan itu mendengar, Tuhan itu sayang sama manusia. Tetapi kalau manusia itu percaya, dalam keadaan apapun, orang itu tetap dapat menghitung berkat Tuhan, kuncinya adalah percaya. Setelah percaya, baru dia dapat mengungkapkan syukur kepada Tuhan.

Ada dua kata kunci;
1. aku mengasihi Tuhan, itu adalah syema israel adalah ajaran taurat ajaran yahudi.
2. aku percaya, itu adalah suatu deklarasi kepada Tuhan.
3. Dari dua kata kunci itu muncul pertanyaan �bagaimana kubalas kebaikan Tuhan�?
i. mengangkat piala keselamatan atau korban syukur. Korban seperti ini adalah korban yang dipersiapkan oleh dirinya sendiri. John Calvin bukanlah mempersembahkan korban, karena sifatnya rohani maka ibadah yang rohani adalah mempersembahkan hidup kita.
ii. menyerukan nama Tuhan, dikaitkan dengan doa. Karena doa sebagai sentralitas ibadah kepada Tuhan. Doa adalah usaha untuk mendapatkan Tuhan sendiri, inilah yang menajdi kerinduan pemazmur. Tuhan adalah hidupku, matiku.
iii. membayar Nazar kepada Tuhan karena nazar adalah tanda kejujuran iman yang punya komitmen yang punya kesungguhan. Ini adalah tekad dari pemazmur Yang Allah tuntut dari kita adalah respon. Karl barth, mengatakan bahwa inti Alkitab �God love me cause the bible told me so.�

Bahasa Inggris sangat kaya, pemazmur bicara tentang dying bukan death. Sesuatu yang pada diri manusia yang secara natural adalah menakutkan. The art of dying, kaisar Tiongkok tahu bagaimana dia menghadapi kematian. Arkeolog berkesimpulan bahwa dia tahu bagaimana dia mempersiapkan kematian. Dalam the art of dying ada kasih, iman, pengharapan, self recognition, ada suatu pengenalan diri di hadapan Tuhan dan syukur. Di tahu siapa dirinya di hadapan Tuhan.

�Menyerukan nama Tuhan� punya arti �hidup seperti Tuhan.� Tuhan dikatakan pengasih, penyayang. Tuhan itu baik, karena dia memang baik. Ketika dikatakan baik, artinya tidak terjebak fenomena perbuatan baik. Membayar nazar, harus merupakan sesuatu yang real dalam hidup kita. Kita harus mempersembahkan syukur, karena Tuhan itu sendiri konsisten. Itu semua dilakukan di hadapan semua umat, untuk meninggikan Tuhan. Mustahil kita melakukan semua itu jika Tuhan tidak mengkondisikannya.

Apa yang harus kubalas kepada Tuhan?
Pertama, Apa yang Tuhan kerjakan kita harus mengingatnya. Saya dan saudara mungkin pernah mengalami kejadian dying seperti halnya Daud. Kedua, menerima atau pengakuan atas kebaikan Tuhan, bukan sebagai suatu kebetulan. Ketiga, Merespon atas kebaikan Tuhan. Ay.9,10.11 menjadi bukti dia bisa berjalan dalam negeri orang hidup, banyak kejadian yang sederhana kita take it for granted, kita menganggap biasa saja. Dalam hal ini ada 7 hal:
1. Sikap sebagai hamba
2. Mengakui kebaikan Tuhan sebagai fakta bukan cuma sebagai atribut teologis
3. Menyatakan kasih kepada Tuhan
4. Dengan sumpah atau janji
5. Menyerukan nama Tuhan mengangkat piala keselamatan
6. Membayar nazarnya
7. Mempersembahkan korban

Mazmur 113-118 adalah himpunan mazmur pujian mazmur pujian disebut mazmur Halell. Biasa dinyanyikan pada hari-hari raya; paskah, pentakosta, dan pondok daun. Pada umumnya, lagu2 ini setahun 20 kali lebih karena merasa harus memberi pujian kepada Allah. Di dalam mazmur ini ada 30 kali mengungkapkan �aku� tetapi 1 x kata �kalian� itu berarti merupakan suatu kesaksian pribadi. Hidup kita menjadi bukti nyata kebaikan Tuhan. kekuatan terbesar kita bukan di mimbar tapi dalam hidup kita. Yang paling sulit adalah untuk memenangkan keluarga. Di dalam hal ini dia mempunyai tekad, aku mau 2 ay. 17-19 Itu mencakup :
berdoa
aku mau angkat cawan
aku mau berjalan sebagai orang benar
mempersembahkan yang indah

dalam kelima hal ini kita melihat dengan jelas :
i. aku mengasihi Allah. Dalam konsep PL semua anggap bahwa tuhan itu jauh. Tertapi penderitaan membawa kita dekat dengan Tuhan. Aku mengasihi engkau tidak pernah muncul dalam PL, ini akan mengajak jemaat untuk berkata kepada Tuhan �Tuhan aku cinta kepadaMu�
ii. membayar nazar dihadapan Tuhan. Dan aku akan memabayar nazar di hadapan umat. Ini bukan urusan pribadi tetapi menjadi kesaksian dan rahasia umum. Dengan demikian, lalu kalimatnya indah, 1 di depan Tuhan, di depan orang, berjalan di Yerusalem. Nazar ini juga dibayar di depan umum. Inilah pentingnya kebaktian keluarga. Ada satu hal indah. Aku akan angkat cawan, ada 4 macam:
a. angkat cawan untuk tidak diminum. Pertobatan tidak nyata, hanya bersaksi untuk mengagungkan diri sendiri.
b. angkat cawan untuk memberi minum, menjadi berkat.
c. Angkat cawan dan diminum bersama
d. angkat cawan sampai tidak satupun orang tidak kebagian. Susah sebelum orang lain susah, menjadi orang yang terakhir menikmati kebahagiaan. Disinilah mengapa dia bisa berkata demikian, karena dia bersikap sebagai hamba.

Aku lahir di rumah Tuhan, ayah seorang hamba, isteri seorang hamba, dan aku adalah anak seorang hamba, hamba dari seorang hamba. Artinya dia tidak dilahirkan dalam kesengsaraan, penderitaan tetapi doa dia didengar dan dia berjalan dalam jalan orang hidup, artinya setiap hari berjalan dalam bayang-bayang maut, tetapi Tuhan memperhatikan dia dan memberi dia hidup layak.

Minggu, 05 Oktober 2003

AJARILAH AKU BAHASAN KASIHMU

Persekutuan Jumat 3 Oktober 2008

AJARILAH AKU BAHASAN KASIHMU
1Kor 13:1-8

� Dalam 1 Korintus 13:1, dikatakan �Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang gemercing�.
Jemaat Korintus membanggakan bahasa Roh yang mereka miliki dan memandang rendah karunia-karunia lainnya dan menganggap yang bisa berbahasa Roh lebih rohani dari pada yang lain. Oleh sebab itulah Rasul Paulus mengatakan bahasa apapun yang dikuasai jemaat, termasuk bahasa Roh yang dibanggakan jemaat Korintus, tanpa kasih semuanya tidak ada artinya atau tidak berguna. Rasul Paulus mau mengingatkan jemaat Korintus agar mereka tidak bangga dengan karunia, hikmat dan apa yang mereka lakukan. Karena semuanya tanpa kasih tidak ada gunanya, sebab tanpa kasih akan timbul kesombongan yang akhirnya akan memecah belah kesatuan jemaat.
Yang paling utama dalam kehidupan jemaat dengan keberadaan karunia dan apapun yang mereka lakukan adalah membangun persatuan dan kesatuan berdasarkan kasih. Kasih yang dinyatakan Yesus Kristus yang telah mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Dia lakukan bukan untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan orang lain. Yesus Kristus datang kedunia menyerahkan nyawaNya dikayu salib hanya karena kasihNya kepada manusia agar tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3;16).
Dia adalah kasih dan Dia telah menyatakan kasih dengan rela meninggalkan kenyamanan sorga, datang kedunia mencarai orang berdosa, bahkan rela menderita karena kasihNya pada manusia yang berdosa. Tidak ada kasih yang lebih besar, dari seorang yang menyerahkan nyawaNya untuk sahabatNya (Yohanes 15:13). Tetapi Yesus Kristus mati bukan hanya untuk sahabatNya bahkan mati bagi musuhnya, dia telah mati bagi kita ketika kita masih dalam dosa
( Roma 5:8 ).
Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak bertemu dengan sumber kasih yaitu Yesus Kristus. Kristuslah yang menyatakan kasih didunia ini, dengan rela berkorban untuk manusia yang berdosa. Jika kita ingin hidup dalam kasih, maka kita harus bertemu dengan Kristus sebagai sumber kasih dan belajar bagaimana hidup dalam kasih sebagaimana Kristus mengasihi.
Ajari aku bahasa cintaMu, bagaimana kita dapat mengasihi/mencintai ?
I. Harus bertemu dengan Yesus Kristus yang Mengasihi/mencintai
Yesus Kristus adalah kasih/cinta itu sendiri, Dia sumber cinta, Seorangpun tidak akan mengerti kasih/cinta sejati kalau belum bertemu dengan Yesus. Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak pernah merasakan kasih itu sendiri. Untuk dapat mengasihi maka kita perlu mengalami kasih/cinta sejati tersebut. Cinta tersebut tidak akan kita temui diluar Kristus. Untuk dapat mengetahui dan mengenal kasih/cinta sejati harus mengenal Kristus.
II. Harus belajar dari Yesus Kristus
Untuk dapat memperaktekkan kasih/cinta sejati harus belajar dari Yesus Kristus. Ajarilah kami bahasa cintaMu, yaitu cinta pada Allah dan cinta kepada sesama manusia, disitulah terletak seluruh hukum Taurat (Matius 22:37-40). Hukum Taurat tidak diperlukan jika ada kasih/cinta. Tidak perlu produk hukum jika manusia saling mengasihi. Belajar dari Tuhan Yesus, meskipun tidak dikasihi dan dimusuhi tetap mengasihi karena Dia adalah kasih.
III. Harus mempraktekkannya.
Yesus Kristus adalah Kasih, Dia mempraktekkan cinta kasih dalam hidupnya sampai akhirnya mati dikayu salib karena kasih/cintaNya pada manusia. Jika kita sudah bertemu dengan sumber kasih/cinta sejati, maka kita perlu belajar memahami dan mengerti dan selanjutnya mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kasih bukan sekedar kata-kata, kasih hanya dapat dibahasakan melalui perbuatan sebagaimana yang dilakukan Kristus.
Ajarilah kami bahasa cintaMu, maksudnya kita mau belajar dari Tuhan Yesus dan mau menjadi muridNya, yaitu kita belajar mempraktekkan kasih seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus.
Bagaimana mempraktekkan kasih/cinta sejati ? Belajar dan mempraktekkan untuk murah hati, tidak cemburu (tidak iri hati), tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tetapi menutupi segala sesuatu ( tidak membeberkan kesalahan orang lain / tidak mempermalukan orang yang dikasihi), dan percaya segala sesuatu (mempercayai orang yang dikasihi), mengaharapkan sesuatu (harapan), sabar menanggung segala sesuatu (ay 4-7).
Semuanya tidak mungkin dapat kita lakukan dengan kekuatan kita, kecuali dengan pertolongan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita karena kasih.

� Kegagalan hidup manusia adalah kegagalan mempraktekkan kasih. Rumah tangga yg kacau krn tdk mempraktekkan kasih. Krn ada cemburu, tdk sabar. Sebuah masyarakat spt di Indonesia, kekerasan merajalela, bentrok antar golongan merajalela spt yg dikatakan disini: kasih tdk mencari keuntunga ndiri sendiri. Kasih tdk bersukacita krn ketidakadilan. Kegagalan gereja: gereja yg kacau, pecah belah, tdk rukun adalah gereja yg gagal mempraktekkan kasih. Kita bisa berkaca bahwa kegagalan hidup manusia, apapun juga akarnya adalah tidak mempraktekkan kasih.


� Bdk. ps.12:31, ps.13:1-3 � kasih lebih penting daripada karunia-2. Tanpa kasih, karunia2 tdk ada gunanya. Manusia ingin yang real-nya bagaimana, ingin yg terbaik. Mengapa orang lain bisa melakukan ibadah dng taat, mengapa orang Kristen tidak bisa. Paulus: harus melatih diri. Kita kurang melatih diri dalam kasih yg kita tahu. Kita tidak melatih diri untuk melakukan kasih. Gereja sedang melakukan sesuatu yang bisa dibicarakan tetapi tidak bisa dilakukan. Kedua, bukan sekadar melatih diri, tetapi berdoa sungguh-sungguh agar bisa melakukannya. Ketiga, kasih pasti akan menderita. Banyak orang lari dari gereja krn orang Kristen tidak bisa mempraktekkan kasih.

� Jemaat Korintus kaya karunia rohani ttp miskin kasih. Ada banyak masalah karena ketiadaan kasih itu. (1) perpecahan, mengidolakan hamba2 Tuhan tertentu (2) perzinahan, yg dimulai dari perzinahan rohani. (3) keserakahan, mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Paulus: inti kekn, yaitu kasih itu sendiri. Komunitas Kristen terbentuk oleh kasih. Kasih adalah inti dari segala tindakan dan pelayanan. Orang yg mendasari segala sst dng kasih, ia tdak akan pernah gagal. Segala sst berarti krn kasih. Tanpa kasih segala sst sia-sia.

� Membaca tema, mungkin org berpikir ttg skill, atau content, atau sesuatu yg lain. Mengajarkan skill tdk sesulit mengajarkan cinta itu sendiri. Apakah bicara content? Content artinya pengetahuan, konsep. Paulus bicara soal apa? Bukan soal konsep, skill. Ia bicara soal afeksi, perasaan, emosi. Bicara afeksi, bicara soal kedalamannya. Lima level kedalaman: seorang yg menghargai cinta, akan menghidupkan hidup yg mengasihi. Pertama, receiving, menerima bhw kasih itu penting, bernilai. Kedua, responding, ingin memiliki. Ketiga, valuing, menganggap itu bernilai shg ingin menghidupkan. Keempat, reorganizing sikap dan tindakan. Kelima, recharacterisation. Cara mengajarkan tdk bisa dilevel konsep, informasi. Itu yg disebut 3 learning family: tdk bisa info processing, tdk bisa conditioning, ttp efektif bersosialisasi, yaitu dng structure modelling atau spontaneus modelling, dng mempratekkan.

� Ps.12 Paulus memberikan bukti ttg krisis kasih. Ps.13 definisi kasih. Ps.14 bagaimana kasih bekerja. Mengapa perlu belajar bahasa kasih. (1) kasih itu jauh lebih penting daripada semua karunia rohani. Ada tiga kali diulang �ttp jika�, kontras karunia dng kasih (ay.1-3). (2) kasih sejati berasal dari Allah. Ay.4-7 menunjuk pada buah Roh kudus atau karakter kasih Allah? 14 predikat kasih bukan hanya menunjuk pd perasaan, emosi, motivasi ttp pd kelakuan, action yg nyata. (3) kasih itu bersifat kekal. Karena itu perlu meningkatkan mutu kasih.

� Psikolog Maslow: manusia ada kebutuhan dikasihi dan mengasihi. Manusia harus melakukan kedua hal ini. Dalam Alkitab, kasih ada hubungan erat dng Tuhan. Paulus tlh menguraikan banyak karunia. Jemaat Korintus punya banyak karunia ttp tdk menyelesaikan masalah dalam gereja, malah menimbulkan masalah. Hal itu krn tidak punya kasih. Karunia hanya utk pribadi. Kasih membuat kita bersama-sama melakukan sesuatu. Bagaimana mempersatukan karunia-2 itu? Dng kasih. Kasih itu ada hubungan erat dng Tuhan. Kasih bisa menyelesaikan masalah ego. Kasih harus berkorban. Bagaimana menyelesaikan masalah ego? Harus mendekatkan kasih dng kebenaran. Firman Tuhan menerangi kita, mengingatkan kita. Kita bisa menyelesaikan masalah krn kebenaran. Kita menuntut kasih, hrs menuntut kebenaran juga. Dengan kebenaran, hidup bisa berubah.

� Awal abad mula-2, para filsuf setuju tdk ada karya sastra yang indah selain 1Kor 13. Kasih sebuah tindakan, konkret. Tdk mudah mengkhotbahkan kasih krn itu tindakan. Bahasa kasih hrs diperagakan. Paulus: kasih yg murni, tulus, tanpa cacat. Bahasa kasih yg pertama dari Allah dalam Yer 1:33 yaitu Kristus mati untuk kita. Contoh yg hidup: Mother Theresa.

� Kekn diidentifikasi sbg agama kasih ttp jgua dicemooh krn kasihnya. Maksud Paulus luas sekali. Gal 5, salah satu buah Roh adalah kasih, sabar. Di dalam 1Kor 13, kasih itu sabar. Tampkannya kasih itu totalitas kebaikan. Dalam konteks jem Korintus yg mencari kebanggaan diri, Paulus mengingatkan bhw nilai tertinggi bukan karunia, pengetahuan, kehebatan spiritual, ttp kebajikan, virtue, suatu karakter yg harus melekat pada hidup seorang Kristen. Kejarlah kasih itu. Iman itu sulit, harapan itu sulit, ttp kasih lebih sulit.

� Kasih adalah sesuatu yg tdak dapat dipura-purakan. Ay.1-2, orang-2 yang imannya tinggi, kalau tdk ada kasih, tdk berguna. Berkali-kali Yesus tergerak oleh belas kasihanNya. Ay.3: orang yg berbuat amal baik tdk ada faedah jika tdk ada kasih. Ay.4-7: uraian ttg kasih. Orang yang mampu membangun relasi dengan dirinya dan orang lain, akan muncul hal-2 itu. Ay.8 memberi nilai kekal krn sgl sst akan berlalu. Orang yg sulit mengasihi krn tdk punya kasih. Orang yg sulit dikasihi juga krn dalam dirinya tdk ada kasih. ***

Ajarilah Aku Bahasa KasihMu

Persekutuan Jumat 3 Oktober 2008

Ajarilah Aku Bahasa KasihMu
1Kor 13:1-8


� Dalam 1 Korintus 13:1, dikatakan �Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang gemercing�.
Jemaat Korintus membanggakan bahasa Roh yang mereka miliki dan memandang rendah karunia-karunia lainnya dan menganggap yang bisa berbahasa Roh lebih rohani dari pada yang lain. Oleh sebab itulah Rasul Paulus mengatakan bahasa apapun yang dikuasai jemaat, termasuk bahasa Roh yang dibanggakan jemaat Korintus, tanpa kasih semuanya tidak ada artinya atau tidak berguna. Rasul Paulus mau mengingatkan jemaat Korintus agar mereka tidak bangga dengan karunia, hikmat dan apa yang mereka lakukan. Karena semuanya tanpa kasih tidak ada gunanya, sebab tanpa kasih akan timbul kesombongan yang akhirnya akan memecah belah kesatuan jemaat.
Yang paling utama dalam kehidupan jemaat dengan keberadaan karunia dan apapun yang mereka lakukan adalah membangun persatuan dan kesatuan berdasarkan kasih. Kasih yang dinyatakan Yesus Kristus yang telah mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Dia lakukan bukan untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan orang lain. Yesus Kristus datang kedunia menyerahkan nyawaNya dikayu salib hanya karena kasihNya kepada manusia agar tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3;16).
Dia adalah kasih dan Dia telah menyatakan kasih dengan rela meninggalkan kenyamanan sorga, datang kedunia mencarai orang berdosa, bahkan rela menderita karena kasihNya pada manusia yang berdosa. Tidak ada kasih yang lebih besar, dari seorang yang menyerahkan nyawaNya untuk sahabatNya (Yohanes 15:13). Tetapi Yesus Kristus mati bukan hanya untuk sahabatNya bahkan mati bagi musuhnya, dia telah mati bagi kita ketika kita masih dalam dosa
( Roma 5:8 ).
Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak bertemu dengan sumber kasih yaitu Yesus Kristus. Kristuslah yang menyatakan kasih didunia ini, dengan rela berkorban untuk manusia yang berdosa. Jika kita ingin hidup dalam kasih, maka kita harus bertemu dengan Kristus sebagai sumber kasih dan belajar bagaimana hidup dalam kasih sebagaimana Kristus mengasihi.
Ajari aku bahasa cintaMu, bagaimana kita dapat mengasihi/mencintai ?
I. Harus bertemu dengan Yesus Kristus yang Mengasihi/mencintai
Yesus Kristus adalah kasih/cinta itu sendiri, Dia sumber cinta, Seorangpun tidak akan mengerti kasih/cinta sejati kalau belum bertemu dengan Yesus. Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak pernah merasakan kasih itu sendiri. Untuk dapat mengasihi maka kita perlu mengalami kasih/cinta sejati tersebut. Cinta tersebut tidak akan kita temui diluar Kristus. Untuk dapat mengetahui dan mengenal kasih/cinta sejati harus mengenal Kristus.
II. Harus belajar dari Yesus Kristus
Untuk dapat memperaktekkan kasih/cinta sejati harus belajar dari Yesus Kristus. Ajarilah kami bahasa cintaMu, yaitu cinta pada Allah dan cinta kepada sesama manusia, disitulah terletak seluruh hukum Taurat (Matius 22:37-40). Hukum Taurat tidak diperlukan jika ada kasih/cinta. Tidak perlu produk hukum jika manusia saling mengasihi. Belajar dari Tuhan Yesus, meskipun tidak dikasihi dan dimusuhi tetap mengasihi karena Dia adalah kasih.
III. Harus mempraktekkannya.
Yesus Kristus adalah Kasih, Dia mempraktekkan cinta kasih dalam hidupnya sampai akhirnya mati dikayu salib karena kasih/cintaNya pada manusia. Jika kita sudah bertemu dengan sumber kasih/cinta sejati, maka kita perlu belajar memahami dan mengerti dan selanjutnya mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kasih bukan sekedar kata-kata, kasih hanya dapat dibahasakan melalui perbuatan sebagaimana yang dilakukan Kristus.
Ajarilah kami bahasa cintaMu, maksudnya kita mau belajar dari Tuhan Yesus dan mau menjadi muridNya, yaitu kita belajar mempraktekkan kasih seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus.
Bagaimana mempraktekkan kasih/cinta sejati ? Belajar dan mempraktekkan untuk murah hati, tidak cemburu (tidak iri hati), tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tetapi menutupi segala sesuatu ( tidak membeberkan kesalahan orang lain / tidak mempermalukan orang yang dikasihi), dan percaya segala sesuatu (mempercayai orang yang dikasihi), mengaharapkan sesuatu (harapan), sabar menanggung segala sesuatu (ay 4-7).
Semuanya tidak mungkin dapat kita lakukan dengan kekuatan kita, kecuali dengan pertolongan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita karena kasih.

� Kegagalan hidup manusia adalah kegagalan mempraktekkan kasih. Rumah tangga yg kacau krn tdk mempraktekkan kasih. Krn ada cemburu, tdk sabar. Sebuah masyarakat spt di Indonesia, kekerasan merajalela, bentrok antar golongan merajalela spt yg dikatakan disini: kasih tdk mencari keuntunga ndiri sendiri. Kasih tdk bersukacita krn ketidakadilan. Kegagalan gereja: gereja yg kacau, pecah belah, tdk rukun adalah gereja yg gagal mempraktekkan kasih. Kita bisa berkaca bahwa kegagalan hidup manusia, apapun juga akarnya adalah tidak mempraktekkan kasih.


� Bdk. ps.12:31, ps.13:1-3 � kasih lebih penting daripada karunia-2. Tanpa kasih, karunia2 tdk ada gunanya. Manusia ingin yang real-nya bagaimana, ingin yg terbaik. Mengapa orang lain bisa melakukan ibadah dng taat, mengapa orang Kristen tidak bisa. Paulus: harus melatih diri. Kita kurang melatih diri dalam kasih yg kita tahu. Kita tidak melatih diri untuk melakukan kasih. Gereja sedang melakukan sesuatu yang bisa dibicarakan tetapi tidak bisa dilakukan. Kedua, bukan sekadar melatih diri, tetapi berdoa sungguh-sungguh agar bisa melakukannya. Ketiga, kasih pasti akan menderita. Banyak orang lari dari gereja krn orang Kristen tidak bisa mempraktekkan kasih.

� Jemaat Korintus kaya karunia rohani ttp miskin kasih. Ada banyak masalah karena ketiadaan kasih itu. (1) perpecahan, mengidolakan hamba2 Tuhan tertentu (2) perzinahan, yg dimulai dari perzinahan rohani. (3) keserakahan, mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Paulus: inti kekn, yaitu kasih itu sendiri. Komunitas Kristen terbentuk oleh kasih. Kasih adalah inti dari segala tindakan dan pelayanan. Orang yg mendasari segala sst dng kasih, ia tdak akan pernah gagal. Segala sst berarti krn kasih. Tanpa kasih segala sst sia-sia.

� Membaca tema, mungkin org berpikir ttg skill, atau content, atau sesuatu yg lain. Mengajarkan skill tdk sesulit mengajarkan cinta itu sendiri. Apakah bicara content? Content artinya pengetahuan, konsep. Paulus bicara soal apa? Bukan soal konsep, skill. Ia bicara soal afeksi, perasaan, emosi. Bicara afeksi, bicara soal kedalamannya. Lima level kedalaman: seorang yg menghargai cinta, akan menghidupkan hidup yg mengasihi. Pertama, receiving, menerima bhw kasih itu penting, bernilai. Kedua, responding, ingin memiliki. Ketiga, valuing, menganggap itu bernilai shg ingin menghidupkan. Keempat, reorganizing sikap dan tindakan. Kelima, recharacterisation. Cara mengajarkan tdk bisa dilevel konsep, informasi. Itu yg disebut 3 learning family: tdk bisa info processing, tdk bisa conditioning, ttp efektif bersosialisasi, yaitu dng structure modelling atau spontaneus modelling, dng mempratekkan.

� Ps.12 Paulus memberikan bukti ttg krisis kasih. Ps.13 definisi kasih. Ps.14 bagaimana kasih bekerja. Mengapa perlu belajar bahasa kasih. (1) kasih itu jauh lebih penting daripada semua karunia rohani. Ada tiga kali diulang �ttp jika�, kontras karunia dng kasih (ay.1-3). (2) kasih sejati berasal dari Allah. Ay.4-7 menunjuk pada buah Roh kudus atau karakter kasih Allah? 14 predikat kasih bukan hanya menunjuk pd perasaan, emosi, motivasi ttp pd kelakuan, action yg nyata. (3) kasih itu bersifat kekal. Karena itu perlu meningkatkan mutu kasih.

� Psikolog Maslow: manusia ada kebutuhan dikasihi dan mengasihi. Manusia harus melakukan kedua hal ini. Dalam Alkitab, kasih ada hubungan erat dng Tuhan. Paulus tlh menguraikan banyak karunia. Jemaat Korintus punya banyak karunia ttp tdk menyelesaikan masalah dalam gereja, malah menimbulkan masalah. Hal itu krn tidak punya kasih. Karunia hanya utk pribadi. Kasih membuat kita bersama-sama melakukan sesuatu. Bagaimana mempersatukan karunia-2 itu? Dng kasih. Kasih itu ada hubungan erat dng Tuhan. Kasih bisa menyelesaikan masalah ego. Kasih harus berkorban. Bagaimana menyelesaikan masalah ego? Harus mendekatkan kasih dng kebenaran. Firman Tuhan menerangi kita, mengingatkan kita. Kita bisa menyelesaikan masalah krn kebenaran. Kita menuntut kasih, hrs menuntut kebenaran juga. Dengan kebenaran, hidup bisa berubah.

� Awal abad mula-2, para filsuf setuju tdk ada karya sastra yang indah selain 1Kor 13. Kasih sebuah tindakan, konkret. Tdk mudah mengkhotbahkan kasih krn itu tindakan. Bahasa kasih hrs diperagakan. Paulus: kasih yg murni, tulus, tanpa cacat. Bahasa kasih yg pertama dari Allah dalam Yer 1:33 yaitu Kristus mati untuk kita. Contoh yg hidup: Mother Theresa.

� Kekn diidentifikasi sbg agama kasih ttp jgua dicemooh krn kasihnya. Maksud Paulus luas sekali. Gal 5, salah satu buah Roh adalah kasih, sabar. Di dalam 1Kor 13, kasih itu sabar. Tampkannya kasih itu totalitas kebaikan. Dalam konteks jem Korintus yg mencari kebanggaan diri, Paulus mengingatkan bhw nilai tertinggi bukan karunia, pengetahuan, kehebatan spiritual, ttp kebajikan, virtue, suatu karakter yg harus melekat pada hidup seorang Kristen. Kejarlah kasih itu. Iman itu sulit, harapan itu sulit, ttp kasih lebih sulit.

� Kasih adalah sesuatu yg tdak dapat dipura-purakan. Ay.1-2, orang-2 yang imannya tinggi, kalau tdk ada kasih, tdk berguna. Berkali-kali Yesus tergerak oleh belas kasihanNya. Ay.3: orang yg berbuat amal baik tdk ada faedah jika tdk ada kasih. Ay.4-7: uraian ttg kasih. Orang yang mampu membangun relasi dengan dirinya dan orang lain, akan muncul hal-2 itu. Ay.8 memberi nilai kekal krn sgl sst akan berlalu. Orang yg sulit mengasihi krn tdk punya kasih. Orang yg sulit dikasihi juga krn dalam dirinya tdk ada kasih. ***

Ajarilah Aku Bahasa KasihMu

Persekutuan Jumat 3 Oktober 2008


Ajarilah Aku Bahasa KasihMu
1Kor 13:1-8


� Dalam 1 Korintus 13:1, dikatakan �Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang gemercing�.
Jemaat Korintus membanggakan bahasa Roh yang mereka miliki dan memandang rendah karunia-karunia lainnya dan menganggap yang bisa berbahasa Roh lebih rohani dari pada yang lain. Oleh sebab itulah Rasul Paulus mengatakan bahasa apapun yang dikuasai jemaat, termasuk bahasa Roh yang dibanggakan jemaat Korintus, tanpa kasih semuanya tidak ada artinya atau tidak berguna. Rasul Paulus mau mengingatkan jemaat Korintus agar mereka tidak bangga dengan karunia, hikmat dan apa yang mereka lakukan. Karena semuanya tanpa kasih tidak ada gunanya, sebab tanpa kasih akan timbul kesombongan yang akhirnya akan memecah belah kesatuan jemaat.
Yang paling utama dalam kehidupan jemaat dengan keberadaan karunia dan apapun yang mereka lakukan adalah membangun persatuan dan kesatuan berdasarkan kasih. Kasih yang dinyatakan Yesus Kristus yang telah mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia. Dia lakukan bukan untuk kepentingan dirinya, tetapi kepentingan orang lain. Yesus Kristus datang kedunia menyerahkan nyawaNya dikayu salib hanya karena kasihNya kepada manusia agar tidak binasa tetapi beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3;16).
Dia adalah kasih dan Dia telah menyatakan kasih dengan rela meninggalkan kenyamanan sorga, datang kedunia mencarai orang berdosa, bahkan rela menderita karena kasihNya pada manusia yang berdosa. Tidak ada kasih yang lebih besar, dari seorang yang menyerahkan nyawaNya untuk sahabatNya (Yohanes 15:13). Tetapi Yesus Kristus mati bukan hanya untuk sahabatNya bahkan mati bagi musuhnya, dia telah mati bagi kita ketika kita masih dalam dosa
( Roma 5:8 ).
Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak bertemu dengan sumber kasih yaitu Yesus Kristus. Kristuslah yang menyatakan kasih didunia ini, dengan rela berkorban untuk manusia yang berdosa. Jika kita ingin hidup dalam kasih, maka kita harus bertemu dengan Kristus sebagai sumber kasih dan belajar bagaimana hidup dalam kasih sebagaimana Kristus mengasihi.
Ajari aku bahasa cintaMu, bagaimana kita dapat mengasihi/mencintai ?
I. Harus bertemu dengan Yesus Kristus yang Mengasihi/mencintai
Yesus Kristus adalah kasih/cinta itu sendiri, Dia sumber cinta, Seorangpun tidak akan mengerti kasih/cinta sejati kalau belum bertemu dengan Yesus. Kita tidak akan dapat mengasihi kalau kita tidak pernah merasakan kasih itu sendiri. Untuk dapat mengasihi maka kita perlu mengalami kasih/cinta sejati tersebut. Cinta tersebut tidak akan kita temui diluar Kristus. Untuk dapat mengetahui dan mengenal kasih/cinta sejati harus mengenal Kristus.
II. Harus belajar dari Yesus Kristus
Untuk dapat memperaktekkan kasih/cinta sejati harus belajar dari Yesus Kristus. Ajarilah kami bahasa cintaMu, yaitu cinta pada Allah dan cinta kepada sesama manusia, disitulah terletak seluruh hukum Taurat (Matius 22:37-40). Hukum Taurat tidak diperlukan jika ada kasih/cinta. Tidak perlu produk hukum jika manusia saling mengasihi. Belajar dari Tuhan Yesus, meskipun tidak dikasihi dan dimusuhi tetap mengasihi karena Dia adalah kasih.
III. Harus mempraktekkannya.
Yesus Kristus adalah Kasih, Dia mempraktekkan cinta kasih dalam hidupnya sampai akhirnya mati dikayu salib karena kasih/cintaNya pada manusia. Jika kita sudah bertemu dengan sumber kasih/cinta sejati, maka kita perlu belajar memahami dan mengerti dan selanjutnya mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kasih bukan sekedar kata-kata, kasih hanya dapat dibahasakan melalui perbuatan sebagaimana yang dilakukan Kristus.
Ajarilah kami bahasa cintaMu, maksudnya kita mau belajar dari Tuhan Yesus dan mau menjadi muridNya, yaitu kita belajar mempraktekkan kasih seperti yang dilakukan oleh Yesus Kristus.
Bagaimana mempraktekkan kasih/cinta sejati ? Belajar dan mempraktekkan untuk murah hati, tidak cemburu (tidak iri hati), tidak memegahkan diri, tidak sombong, tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain, tetapi menutupi segala sesuatu ( tidak membeberkan kesalahan orang lain / tidak mempermalukan orang yang dikasihi), dan percaya segala sesuatu (mempercayai orang yang dikasihi), mengaharapkan sesuatu (harapan), sabar menanggung segala sesuatu (ay 4-7).
Semuanya tidak mungkin dapat kita lakukan dengan kekuatan kita, kecuali dengan pertolongan Tuhan Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit bagi kita karena kasih.

� Kegagalan hidup manusia adalah kegagalan mempraktekkan kasih. Rumah tangga yg kacau krn tdk mempraktekkan kasih. Krn ada cemburu, tdk sabar. Sebuah masyarakat spt di Indonesia, kekerasan merajalela, bentrok antar golongan merajalela spt yg dikatakan disini: kasih tdk mencari keuntunga ndiri sendiri. Kasih tdk bersukacita krn ketidakadilan. Kegagalan gereja: gereja yg kacau, pecah belah, tdk rukun adalah gereja yg gagal mempraktekkan kasih. Kita bisa berkaca bahwa kegagalan hidup manusia, apapun juga akarnya adalah tidak mempraktekkan kasih.


� Bdk. ps.12:31, ps.13:1-3 � kasih lebih penting daripada karunia-2. Tanpa kasih, karunia2 tdk ada gunanya. Manusia ingin yang real-nya bagaimana, ingin yg terbaik. Mengapa orang lain bisa melakukan ibadah dng taat, mengapa orang Kristen tidak bisa. Paulus: harus melatih diri. Kita kurang melatih diri dalam kasih yg kita tahu. Kita tidak melatih diri untuk melakukan kasih. Gereja sedang melakukan sesuatu yang bisa dibicarakan tetapi tidak bisa dilakukan. Kedua, bukan sekadar melatih diri, tetapi berdoa sungguh-sungguh agar bisa melakukannya. Ketiga, kasih pasti akan menderita. Banyak orang lari dari gereja krn orang Kristen tidak bisa mempraktekkan kasih.

� Jemaat Korintus kaya karunia rohani ttp miskin kasih. Ada banyak masalah karena ketiadaan kasih itu. (1) perpecahan, mengidolakan hamba2 Tuhan tertentu (2) perzinahan, yg dimulai dari perzinahan rohani. (3) keserakahan, mementingkan diri sendiri dan mengabaikan orang lain. Paulus: inti kekn, yaitu kasih itu sendiri. Komunitas Kristen terbentuk oleh kasih. Kasih adalah inti dari segala tindakan dan pelayanan. Orang yg mendasari segala sst dng kasih, ia tdak akan pernah gagal. Segala sst berarti krn kasih. Tanpa kasih segala sst sia-sia.

� Membaca tema, mungkin org berpikir ttg skill, atau content, atau sesuatu yg lain. Mengajarkan skill tdk sesulit mengajarkan cinta itu sendiri. Apakah bicara content? Content artinya pengetahuan, konsep. Paulus bicara soal apa? Bukan soal konsep, skill. Ia bicara soal afeksi, perasaan, emosi. Bicara afeksi, bicara soal kedalamannya. Lima level kedalaman: seorang yg menghargai cinta, akan menghidupkan hidup yg mengasihi. Pertama, receiving, menerima bhw kasih itu penting, bernilai. Kedua, responding, ingin memiliki. Ketiga, valuing, menganggap itu bernilai shg ingin menghidupkan. Keempat, reorganizing sikap dan tindakan. Kelima, recharacterisation. Cara mengajarkan tdk bisa dilevel konsep, informasi. Itu yg disebut 3 learning family: tdk bisa info processing, tdk bisa conditioning, ttp efektif bersosialisasi, yaitu dng structure modelling atau spontaneus modelling, dng mempratekkan.

� Ps.12 Paulus memberikan bukti ttg krisis kasih. Ps.13 definisi kasih. Ps.14 bagaimana kasih bekerja. Mengapa perlu belajar bahasa kasih. (1) kasih itu jauh lebih penting daripada semua karunia rohani. Ada tiga kali diulang �ttp jika�, kontras karunia dng kasih (ay.1-3). (2) kasih sejati berasal dari Allah. Ay.4-7 menunjuk pada buah Roh kudus atau karakter kasih Allah? 14 predikat kasih bukan hanya menunjuk pd perasaan, emosi, motivasi ttp pd kelakuan, action yg nyata. (3) kasih itu bersifat kekal. Karena itu perlu meningkatkan mutu kasih.

� Psikolog Maslow: manusia ada kebutuhan dikasihi dan mengasihi. Manusia harus melakukan kedua hal ini. Dalam Alkitab, kasih ada hubungan erat dng Tuhan. Paulus tlh menguraikan banyak karunia. Jemaat Korintus punya banyak karunia ttp tdk menyelesaikan masalah dalam gereja, malah menimbulkan masalah. Hal itu krn tidak punya kasih. Karunia hanya utk pribadi. Kasih membuat kita bersama-sama melakukan sesuatu. Bagaimana mempersatukan karunia-2 itu? Dng kasih. Kasih itu ada hubungan erat dng Tuhan. Kasih bisa menyelesaikan masalah ego. Kasih harus berkorban. Bagaimana menyelesaikan masalah ego? Harus mendekatkan kasih dng kebenaran. Firman Tuhan menerangi kita, mengingatkan kita. Kita bisa menyelesaikan masalah krn kebenaran. Kita menuntut kasih, hrs menuntut kebenaran juga. Dengan kebenaran, hidup bisa berubah.

� Awal abad mula-2, para filsuf setuju tdk ada karya sastra yang indah selain 1Kor 13. Kasih sebuah tindakan, konkret. Tdk mudah mengkhotbahkan kasih krn itu tindakan. Bahasa kasih hrs diperagakan. Paulus: kasih yg murni, tulus, tanpa cacat. Bahasa kasih yg pertama dari Allah dalam Yer 1:33 yaitu Kristus mati untuk kita. Contoh yg hidup: Mother Theresa.

� Kekn diidentifikasi sbg agama kasih ttp jgua dicemooh krn kasihnya. Maksud Paulus luas sekali. Gal 5, salah satu buah Roh adalah kasih, sabar. Di dalam 1Kor 13, kasih itu sabar. Tampkannya kasih itu totalitas kebaikan. Dalam konteks jem Korintus yg mencari kebanggaan diri, Paulus mengingatkan bhw nilai tertinggi bukan karunia, pengetahuan, kehebatan spiritual, ttp kebajikan, virtue, suatu karakter yg harus melekat pada hidup seorang Kristen. Kejarlah kasih itu. Iman itu sulit, harapan itu sulit, ttp kasih lebih sulit.

� Kasih adalah sesuatu yg tdak dapat dipura-purakan. Ay.1-2, orang-2 yang imannya tinggi, kalau tdk ada kasih, tdk berguna. Berkali-kali Yesus tergerak oleh belas kasihanNya. Ay.3: orang yg berbuat amal baik tdk ada faedah jika tdk ada kasih. Ay.4-7: uraian ttg kasih. Orang yang mampu membangun relasi dengan dirinya dan orang lain, akan muncul hal-2 itu. Ay.8 memberi nilai kekal krn sgl sst akan berlalu. Orang yg sulit mengasihi krn tdk punya kasih. Orang yg sulit dikasihi juga krn dalam dirinya tdk ada kasih. ***
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India