Kamis, 22 Januari 2009

SATU-SATUNYA JALAN

Pembahasan Firman Tuhan
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Kamis, 22 January 2009

SATU-SATUNYA JALAN
Matius 7:12-14
Mat 7:12: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13 :Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14: karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Ayat ini terletak di dalam kontex khotbah Yesus di bukit.
Ayat ini terletak hampir di bagian akhir dari khotbah Yesus itu.
Dalam bagian ini, Yesus ingin supaya pendengarnya mulai mengambil keputusan untuk melakukan apa yang sudah didengarnya.
Apa yang dikhotbahkan Yesus sungguh sangat berbeda dari apa yang dilakukan di dalam dunia.
Bagi orang dunia, kalau ada orang yang berbuat jahat, maka harus dibalas.
Seperti orang Israel sekarang, yang berkata, �Kalau ada 1 orang Israel mati, maka harus membalas membunuh 1000 orang Palestina.�
Tapi, orang yang melakukannya akan terlepas dari siklus kejahatan dunia ini.
1. Orang harus mengambil respon untuk mengikuti jalan Tuhan.
Tak banyak orang yang mau melakukannya, sehingga digambarkan seperti orang yang masuk melalui pintu yang sempit.

2. Orang yang mengambil respon ini akan menghadapi kesulitan.
Sempit = sulit melewatinya.
Tapi, ia harus tetap setia.
Ia harus tetap bertahan dalam kesulitan itu.
Ill. David, seorang pendaki Himalaya yang mendaki gunung itu bersama 40 orang lainnya. Dalam perjalanan pulang, ia kehabisan oksigen. Ia pingsan dan hampir mati, tapi tak ada 1 orangpun yang mau memberikan oksigennya padanya. Mungkin mereka berpikir kalau mereka membagikan oksigennya, maka mereka akan mati.
Ia harus memiliki sikap hidup yang rela berkorban / tak suka membandingkan diri dengan orang lain.
Orang yang demikian, bisa keluar dari keegoisannya.

3. Orang yang mengambil respon ini akan mendapat berkat Tuhan.
Seperti Yesus yang pernah berkata, bahwa Ia adalah pintu (Yoh. 10:7, 9), dan domba yang masuk melaluinya akan mendapatkan padang rumput dan hidup yang berkelimpahan.

Dalam khotbah Yesus di bukit ini, Yesus memberikan banyak hal.
Dalam kontex ayat 11, Bapa yang baik, Bapa itu baik kepada semua orang.
Yesus menekankan bahwa orang yang memiliki relasi baik dengan Bapa yang baik kepada semua orang, maka ia harus menyatakan itu dalam relasi dengan manusia.
Nah, untuk memiliki relasi yang baik dengan Bapa, harus melalui 1 jalan, yaitu Yesus.
Tak banyak orang yang mau melalui pintu itu (minoritas), karena memang akan mengalami kesulitan (pintu yang sempit).
Kesulitan itu makin lama makin sulit.
Tak banyak orang bisa bertahan sampai pada akhirnya.
Penulis lagu �It�s well with my soul� bisa bertahan waktu keluarga meninggal, tapi ketika ia dipojokkan oleh gereja yang menganggapnya orang terkutuk dan mengucilkannya, sehingga ia bisa mengalami bencana seperti itu, ia tak tahan. Ia menjadi gila pada akhirnya.
Ada orang Kristen yang mengeluarkan semua hartanya untuk menyembuhkan anaknya di Singapore. Setelah habis hartanya, anaknya meninggal. Ketika anaknya meninggal, iapun meninggalkan Tuhan. Ia mengikuti ajaran penginjilan bagi orang mati.
Yohanes pembaptis, dalam penderitaannya, dalam penjara, juga �Meragukan� Yesus yang dibaptisnya sendiri.
Satu-satunya jalan untuk bisa dikuatkan dalam iman melewati kesulitan yang dahsyat itu, yaitu adanya komunitas.
Seorang pendeta kulit hitam, tinggal di Chicago, sangat pandai berkhotbah, menikah agak �Terlambat.� Ia sangat bahagia memiliki istri yang sangat mengasihinya. Suatu kali, waktu ia menjemput istri yang baru pulang dari suatu tempat di airport, sangat terkejut, karena bukan istrinya yang datang, tapi mayat istrinya dalam sebuah peti mati. Seluruh iman, konsep theologianya hancur dalam kesedihan yang dalam. Tapi, ia berhasil dikuatkan oleh adanya seorang sahabat yang mengatakan, �Tuhan, mengasihimu.�

Jalan sempit itu adalah melawan arus.
Orang yang sudah percaya pada Tuhan, ia harus memiliki hidup yang melawan arus dengan tegas.
Ia tak boleh ikut berdosa, hidup dalam daerah abu-abu.

Masalah kebanyakan orang, bukan ia tak tahu, tapi tak mau melakukannya.
Apakah orang tak tahu, bahwa hanya ada 1 jalan keselamatan? Bahwa manusia tak bisa hidup hanya karena roti saja? Bahwa manusia harus mencari dulu kerajaan Allah? Dll., tapi yang menjadi masalah adalah melakukannya.
Seperti Paulus, rasul besar yang berkhotbah pada orang Efesus selama 3 tahun, siang malam, tak berhenti, dengan bercucuran air mata, pada setiap jemaat, tapi . . . apa hasilnya? (Ef. 20:31). Dan kalau kita melihat Why. 2, jemaat pertama yang ditegur adalah jemaat Efesus!!! Apakah mereka tak tahu? Apakah mereka tak mengerti? Bukan. Yang menjadi masalah adalah mereka tak melakukannya.
Maka, dalam minggu penginjilan ini, kita perlu belas kasihan Tuhan, bukan supaya mereka hanya tahu, tapi bisa menggerakkan hati manusia, untuk mengambil keputusan untuk �Berjalan lewat jalan yang hanya 1 itu.�

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
Jum�at 23 Januari 2009

- Kehidupan selalu diperhadapkan pada pilihan.
*. pada umumnya manusia menentukan pilihan yang terbaik baginya baik yang ingin dia dapatkan dengan usahanya sendiri maupun yang diharapkan didapatkan dari orang lain.
*. selain itu manusia lebih suka menerima daripada memberi

- Disaat seseorang ingin menerima yang baik maka seharusnya juga harus memikirkan bagaimana memberikan yang baik juga kepada sesama.
* namun kenyataannya keegoisan dan kepentingan diri sendiri membuat banyak orang termasuk didalamnya orang-orang percaya justru hanya ingin menerima yang baik sedangkan tidak punya hati dan semangat untuk memberi yang baik bagi sesama meskipun dia dapat melakukannya.

- Matius 7:12-14 merupakan bagian pengajaran Tuhan Yesus dalam kumpulan khotbah di bukit. Tuhan Yesus menekankan perihal melakukan kebenaran kepada sesama sebagaimana kebenaran itu ingin diperlakukan kepada diri sendiri. Hukum ini bukan sekedar untuk dipahami dan dipercayai karena memiliki logika yang pantas namun untuk dilakukannya. Ini pola pikiran positif dari Tuhan Yesus.
- Kebenaran ini menjadi penegasan bahwa kehidupan yang kita jalani untuk dinikmati dengan benar haruslah dimulai dengan betapa sangat penting memperhatikan kehidupan setiap kita khususnya sebagai orang percaya untuk hidup dengan baik sehingga dengan demikian apa yang kita harapkan yang baik telah dan akan diterima dari Kristus juga dapat kita berikan kepada sesama.
* oleh karena mendapatkan yang terindah dalam Kristus merupakan hadiah yang terbaik dan tidak tertandingi dalam segala apa yang ditelah dan akan diterima. Hasil perenungan ini bahwa kita telah menerima sebagai yang kita butuhkan maka mengantar kita membagikannya.
� karena kita menempatkan diri pada masalah dan keadaan kita sebelumnya.

- �masuklah ... lebarlah pintu dan luaslah jalan
* banyak orang melalui dan berada didalamnya karena
� memberi kebebasan untuk melampiaskan gairah dan keinginan. Didalam jalan yang lebar ada pilihan jalan kecil yang menawarkan kehidupan yang lebih spesifik yang menawarkan kehidupan dosa yang lebih mendetail.
� paling mengerikan adalah jalan yang lebar itu menuju kebinasaan. Oleh karena jalan itu menjauhkan diri seseorang dari hadirat Allah

- Jalan satu-satunya dalam pengertian: jalan kehidupan ... �pintu itu sesak..�
*. pintu yang dimaksudkan adalah jalan pertobatan dan percaya kepada Kristus. �sesak� karena tidak banyak orang mau melaluinya.
� menuntut diri untuk keluar dari dosa, untuk menjalani kehidupan yang melawan arus. Perubahan hidup dituntut sehingga membatasi segala keinginan dan bahkan rela melepaskan banyak hal yang tidak benar dan tidak sesuai yang Tuhan kehendaki.

- jalan kehidupan ... �jalannya sempit..�
*. akhir perjalanan masih panjang dan jalan itu sempit. Memberikan gambaran pilihan jalan kehidupan selalu berhadapan dengan perlawanan. Perjalanan diperhadapkan pada pilihan untuk menjalani kehidupan penyangkalan diri dan memikul salib.
� kesiapan berhadapan dengan godaan dan menolak tawaran yang menjerumuskan hidup jauh dari Tuhan
� berhadapan dengan jalan kesulitan/kesukaran dan penderitaan dalam segala penolakan dan sasaran kebencian
@ tidak mengherankan sedikit orang yang menghendaki melalui jalan yang sesak dan sempit.
# tidak ingin dibatasi dan tidak ingin melewatkan untuk mengalami kesenangan didalam dunia yang dianggapnya sebagai kesempatan.

- pilihan bagi jalan sesak dan sempit merupakan pilihan yang membawa kehidupan meskipun tidak mudah dilewatinya. Namun tidak sendiri karena kasih Kristus yang telah mati dan bangkit menjadi pengharapan penyertaan-Nya.

Peribahasa �Ada banyak jalan menuju Roma� sering dikaitkan dengan jalan menuju sorga. Di Roma ada air mata tetapi di sorga tidak ada. Yesus mengkontraskan ajaran-Nya dengan ajaran para ahli Taurat di mana ada dua macam pengajaran. Pintu yang sempit dan luas. Ini menjadi sebuah pilihan. Banyak orang masuk pada pintu yang luas, tetapi menuju kebinasaan. Sementara pintu yang sesak dan sempit itu sedikit yang memilih. Para pendengar (remaja) diperhadapkan pilihan dari kedua pintu itu. Pilih yang mana? Untuk konteks khotbah di remaja, arahkan biar remaja memilih yang benar, yang sesak dan sempit itu, dibandingkan memilih jalan menuju kebinasaan itu di mana ada kesenangan dunia, foya-foya, dan hidup dengan sebebasnya. Jalan yang luas itu juga sering dikaitkan dengan sebuah pengajaran sesat.

Matius 7 ini berbicara tentang etika kehidupan orang kristen di tengah-tengah masyarakat: Harus tampil beda dengan orang-orang lain. Ayat 12 berbicara tentang etika itu: memperlakukan orang lain dengan baik lebih dahulu. Kita harus menuntut diri lebih dahulu sebelum menuntut orang lain. Sementara ayat 13-14 berbicara mengenai sebuah pilihan: Jalan sempit dan luas. John Stott: di dalam pintu yang lebar itu kita kita bisa membawa semua kesenangan kita, nafsu, hobi dsb di mana semuanya itu bisa menjauhkan kita dari Tuhan. Banyak orang mau ke sana karena lebih suka memilih kebebasan dan kesenangan itu. Kristus mengajarkan kita harus melepaskan semua kesenangan itu, dan memilih jalan yang sempit itu: jalan salib. Meski berat, ujungnya adalah menemukan kehidupan yang menyenangkan dan kekal.

Jalan yang sempit itu harus kita cari. Jalan yang sempit juga harus di tempuh, sebuah keputusan pribadi, juga sebuah jalan keselamatan dimana kita harus mengorbankan apa yang kita senangi. Ada tiga hal yang akan disampaikan:
Pilihan arah hidup kita (agar tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri)
Pilihan pengaruh hidup (pengajaran dan siapa yang harus kita taati)
Pondasi hidup (bangunan seperti apa yang kita bangun untuk menjadi kekuatan pondasi hidup kita).

Paranorma mama Lauren, �Semua agama itu menuju kepada jalan yang sama.� Apa yang dikatakan itu merupakan sebuah pemahaman universalisme. Dalam konsep keselamatan, ada empat macam pandangan tentang sebuah keselamatan:
Universalisme (semua orang akan diselamatkan).
Pluralisme (semua agama itu sama hanya caranya saja yang beda, orang boleh punya satu agama)
Inklusivisme (semua agama itu menyelamatkan, tetapi orang itu tidak akan pindah ke agama/kepercayaan lain).
Eksklusivisme (hanya percaya kepada Yesus saja).

Tuhan Yesus adalah pintu satu-satunya yang benar. Pintu itu dikontraskan dengan para ahli Taurat. Yang Yesus tekankan adalah sebuah pertobatan. Pertobatan itu harus nyata. Barangsiapa mau memasuki pintu pertobatan itu (Tuhan Yesus), akan mengalami perubahan sejati.

Hanya menambahkan 1 ayat Alkitab: Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kis. 4:12)

Hidup banyak pilihan. Pilihan harus dilakukan dengan hikmat agar tidak mudah jatuh dan terjerumus. Banyak orang lebih memilih apa yang enak dan menyenangkan dan tidak mau memikirkan hasil akhir dari pilihan itu. Padahal, jalan yang sempit itu tidak selalu menyulitkan. Akhir dari jalan yang sempit itu memang belum kelihatan, tetapi ending-nya menyenangkan dan membahagiakan. Tuhan menyediakan jalan keselamatan. Untuk menuju jalan keselamatan itu kadang kita harus memikul salib tersebut (ada harga yang harus dibayar).

Matius lebih berbicara mengenai etika Kristen, Lukas berbicara mengenai keselamatan. Kalau ingin menekankan keselamatan bisa menggunakan ayat-ayat lain seperti Yoh. 14:6 atau Kis. 4:12. Dalam Lukas ada penekanan untuk menuju pintu yang sempit itu harus berjuang, ada usaha, dan mengambil sebuah keputusan. Keselamatan itu bukan otomatis terjadi pada seluruh anggota keluarga, tetapi keputusan pribadi dari anggota keluarga itu.

Kepada para pendengar-Nya, Yesus seolah-olah mengatakan posisi mereka ada di mana: jalan sempit atau lebar? Banyak orang menyangka sudah ada di jalan yang sempit, tetapi sejujurnya berada di jalan yang lebar. Mereka seolah-olah adalah para domba, tetapi sebenarnya para serigala yang menyamar sebagai domba. Karena dalam ayat berikutnya dikatakan mereka menyebut nama Tuhan tetapi Tuhan tidak mengenal mereka � Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?� (Mat. 7:22).

Kamis, 15 Januari 2009

KELUARLAH DARI SANA

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
16 Januari 2009
KELUARLAH DARI SANA
Kejadian 12: 1-3

Panggilan sederhana kepada Abraham berkonsekuensi meninggalkan seluruh jaminan hidup dan belajar mempercayai Allah.
ayat 1. Abraham belajar utk meninggalkan tradisi lama dan percaya kepada Allah. Abraham pernah menghancurkan patung2 berhala buatan ayahnya. Celakalah orang yang telah berumur banyak tetapi menyembah patung yang selesai dibuat dalam satu hari. Keluarlah dari sana adalah keluar dari cara hidup yg lama.
ayat 2. Abraham harus berangkat ke tempat yang unknown, yg tidak diketahui, tapi ada janji yang besar di dalamnya. Iman yg luarbiasa ada pd Abraham tapi juga kadang ada keraguan, di dalam keraguan ada janji: Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar.
ayat 3. cara terbaik untuk melupakan masalah adalah membantu org lain membantu menyelesaikan masalah. Ada 2 orang naik ke Himalaya, lalu ketemu orang yang sekarat, apa yang harus dilakukan? Mereka berdebat untuk meninggalkan atau menolong? Akhirnya mereka berpisah, yang satu jalan sendiri dan yang satu memanggul pria yang membeku krn kehangatan tubuh maka pria yang beku tadi pelan2 bisa berjalan. Sementara orang yang satu tidak mau menolong dan berjalan duluan, tetapi akhirnya dia membeku sendirian. Panggilan Tuhan atas kita adalah untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Panggilan Allah kpd Abraham paralel dgn panggilan PB tentang eklesia.
Panggilan Allah untuk seseorang meninggalkan dunia yang lama untuk diubahkan Tuhan menjadi ciptaan baru.
Konsep berkat. Panggilan Allah bertujuan untuk memberkati Abraham dan seluruh keturunannya dan seluruh umat manusia. Dari yang kecil untuk yang besar, dari satu keluarga untuk seluruh umat.
Ada konsep keluarga. Ayat 7. Tuhan menyatakan akan memberi negeri ini kpd keturunanmu. Waktu Abraham dipanggil dia membawa Lot. Allah menjanjikan akan menjadi bangsa yg besar, di dlm ketaatan kpd Tuhan maka seluruh keturunan menjadi umat perjanjian Tuhan.
Kalau tidak ada janji Allah di ayat 2 dan 3 maka Abraham tidak mau pergi, why?
Waktu di Haran secara materi dia tdk kekurangan apa2, manusia semakin tua semakin susah dimoved apalagi melakukan petualangan2.
Usia sudah 75 th. Abraham dipanggil waktu usia tua, secara kekuatan dan kesempatan maka tidak segampang di usia muda, apa yg mendorong dia mau keluar? Krn ada yg baru, ayat 2: Aku akan membuat engkau, istilah membuat ini dari Tuhan dan baru dan sungguh amat baik.
Berkat bersangkut paut dgn 3 hal: bangsa besar, nama masyur, menjadi berkat bagi bangsa lain. Disebut sebagai keturunan Abraham sungguh luar biasa. Di Pengakuan Iman Rasuli ada 2 nama: Maria dan Pontius Pilatus, satu nama karena ketaatan yang satu karena cuci tangan, kita terkenal karena apa?

Abraham seorang flegmatik jadi tidak gampang berubah, pelan berespon. Kita tidak tahu berapa lama Abraham bergumul untuk berkata: YA. Hebatnya Abraham mau keluar. Minggu lalu tema kita: Buat apa cari susah? Meninggalkan sesuatu yang sudah mapan untuk sesuatu yang tidak pasti dan hanya bergantung penuh kepada Tuhan yang baru dikenal. Ini adalah langkah iman yang luar biasa.

Istilah pergi bukan hanya perpindahan tempat tapi ada perubahan kehidupan, ada hal2 yang harus diubah. Dari hal yang buruk menuju kemuliaan, Psl 12 ini harus dikaitkan dgn pasal 11 di Babel manusia mencari nama, tapi bagi Abraham nama itu diberikan oleh Tuhan.
Panggilan Tuhan pasti benar dan pasti tepat, Tuhan sudah merencanakan dgn baik.
Panggilan Tuhan bersifat step by step.
Panggilan Tuhan bersifat satu arah, irreversible. Hanya bisa maju tidak bisa mundur.

Siapa Tuhan sangat bergantung dgn pengetahuan dan konsep ttg Tuhan. Ada 2 pola pikir manusia: 1. Berorientasi pada masa depan: Bagaimana kalau. 2. Masa lampau: Kalau saja. Menghasilkan konsep yg negatif. Abraham memandang Tuhan yg memiliki masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang.
Iman Abraham muncul harapan kepda Tuhan yg memunculkan masa depan yang terbentang.

Website Yahudi: Judaism 101. Kutipan pasal 12: 1 adalah the beginning of Judaism. Konteks sejarah dan konteks kekinian sangat berbeda. What is the bible said? And What is the bible says?

Kalau dibanding dgn umur orang hari ini maka umur Abraham waktu keluar sekitar 30-38 th. Abraham ada di kontek comfort zone. Leave country and go to the land. Pergi kemana? Calling Abraham special, ini adalah era baru di dalam kemanusiaan. Hanya kepda Abraham, ini satu anugerah, janjinya sangat luar biasa, kalau dihitung2 pasti akan diambil.

Rumah Abraham di tanah Ur menurut penyelidikan arkeologi adalah rumah batu dan banyak kamar. Sejak dipanggil keluar, Abraham tidak pernah lagi tinggal di rumah batu, dan terus menerus kemping, ini adalah kesulitan yg luar biasa. Sampai hari matinya Abraham tanah yang dimilikinya hanyalah tanah untuk menguburkan Sara. Abraham sudah sampai di tanah perjanjian tapi tidak pernah memilikinya, Tanah perjanjian betul2 dimiliki adalah 500 th kemudian saat bangsa Israel dibawah pimpinan Yosua menduduki tanah Kanaan.

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Jakarta
Abraham terpanggil keluar dari Ur, tempat penyembahan berhala untuk mengikuti Tuhan menuju ke tempat yang dijanjikan Allah, berlimpah dengan air susu dan madu. Integristas orang percaya merupakan respon positif dalam panggilan Allah Yang Maha Murah.

Abraham adalah tokoh Alkitab yang kenal dan di kagumi oleh 3 agama besar di dunia ini yaitu Yahudi- Kritsen- Islam. Pegenalan Abraham akan Tuhan di jelas kan oleh Stevanus bahwa TUHAN menampakan nbapa-bapa, dengarkanlah! Allah yang Mahamulia telah menampakkan diri-Nya kepada bapa leluhur kita Abraham, ketika ia masih di Mesopotamia, sebelum ia menetap di Haran,
Act 7:3 dan berfirman kepadanya: Keluarlah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.
Act 7:4 Maka keluarlah ia dari negeri orang Kasdim, lalu menetap di Haran. Dan setelah ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah dari situ ke tanah ini, tempat kamu diam sekarang;
Act 7:5 dan di situ Allah tidak memberikan milik pusaka kepadanya, bahkan setapak tanahpun tidak, tetapi Ia berjanji akan memberikan tanah itu kepadanya menjadi kepunyaannya dan kepunyaan keturunannya, walaupun pada waktu itu ia tidak mempunyai anak.
Act 7:6 Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya.

Panggilan Tuhan kepada Abraham untuk keluar dari Ur kasdim adalah panggilan untuk meninggalkan tempat yang nyaman tempat dimana dia merasa mapan karena segala sesuatu sudah punya . Dia kaya dengan ratusan pegawai yang bekerja di rumahya Kej 14:14 ialah 318 orang lahir dirumahnya . Menyatakan bahwa betapa makmurnya dia. Ketaat Abraham atau imannya kepada

Setiap kali Tuhan memanggil seseorg untuk menjalankan misi-Nya pasti Dia memberikan jaminan dan berkat seperti yang Tuhan nyatakan kepada Abraham bahwa ada tujuh janji berkat atau jaminan yang di berikan Tuhan kepada Abraham. Ini adalah janji penyertaan Tuhan yang luar biasa bagi missionaries pertama yang di utus Tuhan dalam menjalankan misi-Nya agar bangsa-bangsa di dunia mengenal nama-Nya yang kudus

1. I will make you a great nation
2. I will bless you
3. I will make your name great
4. You will be a blessing
5. I will bless those who bless you
6. �Whoever curse you I will curse�
7. �All the people on the earth will be blessed through you�

Abraham taat keluar kondisi yang mapan

Abraham berani membayar harga

1 Mengenal Allah dengan baik.Zaman Abraham hidup adalah theocratis dimana Allah yang memerintah, Abraham memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan.
2 Taat pada panggilan Tuhan
3 Lompatan Iman ( berani keluar dari zona aman ), out of the box

Aplikasi: setiap orang punya panggilan khusus, dalam konteks jemaat: melayani, pekerjaan: berani menentang arus, berani menyatakan kebenaran). Kadang Tuhan ingin kita kembali bergantung dan bersandar kepada Tuhan, bukan pada harta benda, status social.

1. Panggilan Abraham melibatkan dari tanah air, kerabat,keluarga. Allah sedang menegakkan prinsip penting bahwa umatNya harus memisahkan diri dari segala yang menghalangi terwujudnya maksud2 dan rencana Allah bagi hidup mereka.
2. Panggilan Abraham bukan hanya disertai janji berkat, tapi juga kewajiban dan ketaatan.
3. Abraham menjadi teladan iman
4. Mempecayakan diri kepada Tuhan sebab benar hidup oleh iman. Tuhan mempercayakan diri kita selangkah demi selangkah.

Jumat, 09 Januari 2009

BUAT APA CARI SUSAH

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
09 Januari 2009

BUAT APA CARI SUSAH
Keluaran 20:1-3

Beberapa hal tentang Allah:
1. Allah yang berfirman � unsur pewahyuan yang memberikan pengenalan akan Allah kepada orang Israel, kehendak Allah untuk Israel
2. Akulah Tuhan Allahmu, Kel 3:14, I am that I am, Aku yang hidup, Aku yang ada. �Aku adalah� bukan sekedar perkataan biasa yang menyatakan pribadi Allah sendiri. Sama dengan syema Israel, pengakuan atas realitas tentang Allah.
3.Allah yang memimpin mereka bebas dari Mesir, berkaitan dengan Paskah, sebuah gambaran tentang Allah yang transenden, begitu dekat dan nyata kepada orang Israel. Allah yang menebus Israel.
ay.1-4 pentingnya mengetuhankan Tuhan, penegasan tentang monotheisme, di tengah bahaya politheisme di mesir, dan juga henotheisme (menerima banyak Allah). Untuk membersihkan politheisme perlu ratusan tahun, sejarah pembuangan membawa Israel menjadi montheisme .
Bagaimana orang percaya mengetuhankan Tuhan
1. Melalui Teologi dalam tauhid
2. Praktik hidup dan penyembahan
3. Praktik keagaamaan, yang memakai gambaran untuk dipuja
4. Bahaya kenajisan, perzinahan rohani, Allah menuntut penyembahan yang mutlak.
Pentingnya mengetuhankan Tuhan, baik dalam pengakuan Teologis, praktik keagaamaan, dan praktik kehidupan

Ketika Tuhan mengatakan hukum taurat ini, bangsa Israel sedang berada dalam perjalanan, yang menyatakan bahwa hanya Dia Tuhan yang mampu, tanpa Tuhan mereka tidak bisa menjadi bangsa yang bebas, merdeka bisa beribadah kepada Tuhan. Panggilan orang Israel adalah untuk beribadah kepada Tuhan. Zaman ini juga demikian, dalam kehidupan, seringkali juga kesulitan, tantangan, bahkan kenyamanan membuat kita berpaling dari Allah.

Kehidupan susah karena akibat dosa, kontaminasi dosa dan berhala selama di Mesir. Kel 19:5-6, mereka diingatkan Tuhan bagaimana Tuhan mengenapkan janjiNya, dan ingin menjadikan mereka umat kesayangan Tuhan, jadi kalau dijadikan harta kesayangan, maka tidak usah susah. 10 hukum ini menjadi alat ukur apakah kita sudah menyembah Tuhan Allah secara benar.

Menekankan tentang ketaatan, manusia memandang hukum sebagai hal yang memberatkan dirinya. Anak Tuhan seringkali menjalankan hokum karena takut, sebenarnya karena Tuhan sudah membebaskan dan menyelamatkan.

Latar belakangnya bangsa Israel keluar dari perbudakan mesir. Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan 10 hukum.melalui 10 hukum ini
� Menjadikan mereka umat yang merdeka, terhormat, dan mengerti cara hidup dengan Tuhan.
� Melalui 10 hukum ini, Allah YHWH menyatakan lebih berkuasa daripada Firaun dan allah yang disembahnya. Allahlah yang sanggup mematahkan segala belenggu kehidupan.
Diharapkan umat memiliki pengertian yang sungguh benar akan Allah yang dipercayanya
Menekankan kata Cari = hal yang hilang, belum dimiliki. Kalau yang hilang adalah kesusahan, maka buat apa dicari. Sebenarnya apa yang disebut kesenangan adalah kesusahan, untuk mendapatkan itu manusia berpikir bahwa harus mengusahakannya, padahal menurut hokum ini hal tersebut adalah pemberian Allah untuk membuat manusia mengalami kebahagiaan/kenikmatan. Manusia sudah ditetapkan untuk hidup dalam hokum, maka manusia diharapkan mencari dahulu kebenaran Allah, maka semuanya akan ditambahkan. Manusia mencari 3T yang dipikirkan membahagiakannya, malah akhirnya membawa kedalam kekeringan. Banyak untuk hidup, tetapi tidak tahu untuk apa hidup saya.
Hukum diberikan setelah mereka keluar dari mesir, ada sebuah metoda pembelajaran dari Allah, tidak langsung hokum, tetapi hadiah, (7 pasal sebelumnya) baru setelah Allah menyatakan kuasa dan berkatNya, ia menyatakan apakah umat mau menjadi milikNya dalam 10 hukum ini. Karena itu melalui hal ini, jemaat diingatkan agar
1. Jangan menyimpang ke kanan/ke kiri, supaya temukan kebahagiaan
2. Jangan menambahi atau mengurangi, tidak membuat hukum yang baru
3. Jangan dikecilkan artinya, artinya perlu dillakukan dengan serius

Allah yang memulai dengan menjadikan manusia umatNya, Allah yang berinisiatif. Tuhan memberikan perintah jangan ada Allah lain, melalui ayat ini ada 2 hal:
1. Tuhan bisa memilih kita, namun Dia bisa tidak mendapatkan apa-apa
2. Manusia kelihatan beribadah kepada Tuhan, tapi sebenarnya beribadah kepada yang lain

1. Manusia terus belajar untuk Taat, karena mengadnung penyerahan kepada Tuhan, dan melepaskan ego
2. Belajar untuk setia, untuk mengenal Allah lebih baik
Kalau memikirkan Allah memang susah,
1. karena konsep monotheis, dibandingkan dengan 3 agama lain yang juga monotheis, susah karena mereka menyebut nama Tuhan, dan Allah yang sama. Bungkus sama, isi tidak,
2. Kita juga bicara tentang politheisme,
3. Ilah jaman ini, pemikiran, harta, dll.
Gambaran Allah menjadi rusak, karena dosa, shg manusia tidak mengenal Allah yang sejati, dan manusia mengganti pengenalan Allah yang kekal dengan yang fana dan visual. Paulus mengatakan bahwa bagaimana Allah mengemukan diriNya kepada manusia dalam diri Kristus Yesus yang benar

Pasal ini adalah bentuk kalou, larangan mutlak yang bersifat kekal dan terus menerus, al, yang menekankan jangan, Amsal 25:6, larangan biasa yang tidak bersifat kekal, dengan kata lain, inilah hukum yang masih berlaku sampai saat ini. Civil law, ceremonial law, juga tidak lagi berlaku. Ay 1-3, konteks penyembahan berhala. Yang akan ditekankan adalah buat apa cari susah dengan menyembah Allah yang lain. Tuhan akan menyatakan hukuman untuk orang yang menyembah allah lain. Menurut Allan C, generasi ketiga dan keempat terbukti hukuman Allah untuk mereka yang menyembah berhala. Dalam kondisi apapun, jangan coba-coba untuk melarikan diri kepada apapun.
Akulah Tuhan Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, supaya jemaat tidak lari kepada ilah lain, jemaat harus fokus kepada anugrah kasih karunia Allah, untuk menjadi kekuatan dalam kehidupan.
Mat 22:37-39

Mengenalkan kepada umatNya tentang diriNya:
Melalui ciptaanNya
Allah yang berkarya bagi umatNya. Allah memberikan kelegaan, Aku yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir.
Jangan ada padamu Allah lain di hadapanKu
Tidak hanya berlaku ketika kita kebaktian atau upacara agamawi, berlaku terus menerus dalam kehidupan. Seringkali yang terjadi adalah ilah yang tidak nampak, bahkan bisa terjadi ketika

Konsep manusia tentang TUHAN, monoteisme, henoteisme, politeisme, ateisme. Hanya satu TUHAN. Kriteria Allah; Sifat sempurna, tidak berubah, kekal, maha kuasa, esa, beroknum
maha tinggi
pencipta bukan dicipta
banyak orang jarang menganut monoteisme yang murni
berhala
manusia, orang2 saleh � Konfusius, kuan kong
perut Flp 3:9 � menunjukkan nafsu, keinginan daging
mamon
kekuatan � Hab 1, mendewakan kekuatan karena orang babilonia begitu kuat sehingga mendewakan hal tersebut
menyembah setan , setan dari dulu ingin disembah seperti yang ditunjukkan dalam cobaan di padang gurun kepada Yesus. 1966 San Francisco, menyembah setan itu kotor, najis, dan kejam.
Mengilahkan diri � Sun Myung Moon

Mzm 16:4, yang menggantikan Allah dengan ilah lain, bertubi tubi dan bertambah kesedihannya, dari Raja Dauvd. Buat apa cari susah kalau sudah ada, tidak mengha tidak menghormati Ethical, menetapkan apa yang tersurat dan tersirat. Sejarah yang menjadi His Story, interpretasi adalah apa yang alkitab hari ini. Hari ini kita melihat sesuatu yang konkrit dan yang abstrak, Allah tidak bisa dipegang, tidak diraba, tidak dimengerti. Mengenal Allah yang sejati melalui Tuhan Yesus, perbedaan Islam dan Yahudi. Imago diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dalam peta dan teladan ada sedikit perbedaan, an zhao xing xiang yang shi, bentuk luar, dan karakter (inner). Jatuh dalam dosa menjadi rusak smua, Yesus memulihkan yang didalam dan muncul keluar. Yesus membangun sebuah kesan dalam diri kita, pengalaman pengenalan yang tidak bisa dituliskan. Ortu masih ada ingat rupanya, kalau tidak ada lagi mengingat perkataannya. Hidup tidak berarah, tidak bermakna, tidak berhasil, invisible God yang memimpin hidup yang visible, Paulus berkata yang kelihatan sementara
Bagaimana membangun kehidpuan yang semntara untuk berorientasi kepada kekekalan
Mengapa orang Israel keluar dari Mesir mengapa Allah tidak memimpin lewat daerah Filistin karena itu Point of no return, tidak bisa kembali, konteks ini dibawa Paulus kepada gereja Tesalonika, shifeng you zheng you huo den shangdi. Nabi Yeremia berkata Israel melakukan hal yang bodoh dan jahat: Meninggalkan sumber dan menggali kolam yang bocor yang tidak bisa menyimpan air. Kiekergaard berkata, dua orang berdoa, yang satu ke kuil berdoa kepada Allah yang benar, yang satu lagi ke gereja tetapi berdoa kepada ilah yang lain. Mana benar dan salah? Dua2nya salah, salah tempat dan salah arah. Oleh sebab itu diharapkan bisa mengajak jemaat untuk beribadah kepada Allah yang benar dalam kehidupan sehari2nya.***

Kamis, 01 Januari 2009

"TERPILIH BAGI KEMULIAAN-NYA"

Source Blog persekutuan-gii
Hamba Tuhan Pooling Bandung
2 Januari 2009
"Terpilih Bagi Kemuliaan-Nya"
Efesus 1:3-14


Teologi Kristen bersifat Teosentris, manusia diciptakan Allah bagi Kristus. Namun, kejatuhan manusia dalam dosa menjadikan tidak lagi hidup untuk Allah. Allah bukan hanya mencipta kita bagi Kristus, di dalam sejarah keselamatan Allah memilih Israel sebagai bangsa.
Allah sebagai inisiator, di dalam hikmat dan rencana-Nya yang kekal mengembalikan manusia kepada tujuan-Nya yang semula melalui dan di dalam Kristus. Firman Tuhan mengatakan bahwa Allah bukan hanya menciptakan kita melalui Kristus, tetapi melalui Dia, sebelum dunia dijadikan, Allah telah memilih kita supaya menjadi anak-anak-Nya dan memuliakan-Nya.
Mengapa kita harus memuliakan Allah:
Tuhan, diri-Nya adalah kemuliaan
manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan yang bisa mengembalikan kemuliaan pada Tuhan.
Allah tidak pernah mengijinkan manusia mengalihkan kemuliaan-Nya pada allah palsu.
Bagaimana kita memuliakan Allah?
dengan melayani Dia
dengan menyembah-Nya
dengan meneladani karakter Kristus dalam keadilan, kebajikan, kemurahan, kasih, jujur, rendah hati, dsb.
Dengan berkata benar dan mengajarkan firman-Nya.
mengajar generasi berikut bahwa apa yang kita lakukan adalah memuliakan nama-Nya

Jemaat efesus adalah jemaat yang giat bekerja untuk Tuhan, namun orientasi sudah berubah. Di dalam surat ini Rasul Paulus mengingatkan bahwa mereka harus kembali pada poros Kristus, dan dalam pasal 2 mereka diingatkan bahwa mereka diselamatkan karena iman, kasih Kristus. Jemaat efesus juga dicela karena kehilangan kasih yang mula-mula. Di dalam pasal 4 Paulus mengingatkan bahwa mereka harus mengalami LB ay.3. Itu karena jemaat efesus belum mengalami pembaruan secara total, pikiran mereka belum diubahkan sehingga mereka jadi homosentris.
Melalui kasih juga nama Tuhan akan dipermuliakan. Maka Paulus lengkap bicara tentang karunia2, dasarnya adalah kasih Allah. Pasal 5 Paulus mengingatkan karena mereka hidup seperti orang duniawi, begitu juga dalam rumah tangga mereka kehilangan kasih, sehingga Paulus perlu untuk kembali mengingatkan bahwa hubungan mereka harus berlandaskan kasih Kristus. Sesuai dengan tema, maka kita perlu untuk membahas kasih Kristus, sehingga kemuliaan menjadi kemuliaanNya karena kita hidup di dalam kasih.

Dalam perikop ini saya memperhatikan 2 hal, yaitu:
Pertama, kebenaran tentang Allah dan implikasinya. Kebenaran yang indah disingkapkan mengenai tindakan predestinasi dan pemilihan Allah dari kekekalan yang mengacu kepada rencana Allah bagi ciptaanNya sebelum dunia dijadikan. Rencana kekal Allah berkaitan dengan kedaulatan Allah dan implikasinya adalah 1) kita dapat melihat Allah yang memiliki rencana atas hidup umat-Nya dan 2) adanya pengharapan bagi orang percaya karena tidak ada satu hal pun yang dapat menggagalkan atau mengalahkan rencana Allah bagi mereka, 3) kita dapat melihat bahwa ada anugerah Tuhan yang melampaui segala sesuatu dan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini tidak begerak secara sembarangan tetapi dikuasai oleh Allah menurut keputusan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita melihat bahwa kasih Allah sejak kekekalan adalah kasih yang aktif, kasih yang bersasaran, kasih yang berobjek dalam ketritunggalannya.
Kedua, kebenaran tentang manusia dan implikasinya. Tuhan adalah penentu tujuan hidup manusia, sehingga mereka terpilih disingkapkan tujuan yang ilahi, yaitu 1) supaya kita kudus dan tak bercacat, 2) untuk menjadi anak-anakNya, 3) supaya terpujilah kasih karuniaNya.
Melalui hal ini, kita melihat Allah mencipta manusia bukan demi kemuliaanNya seolah-olah Allah kurang mulia sehingga harus melakukan sesuatu untuk menambah kemuliaanNya, bahkan ketika manusia tidak memuliakan-Nya sedikitpun kemuliaan-Nya tidak berkurang begitu juga sebaliknya. Tetapi, Allah mencipta manusia adalah untuk memanifestasikan kemuliaan-Nya dalam karya-Nya, pekerjaan-Nya sehingga manusia dapat bersekutu, menikmati Allah dan mencerminkan kemuliaan-Nya di dunia


Kita dipilih semata karena anugerah Allah. Kita dipilih berdasarkan kasih-Nya. Bagaimana kita dipilih untuk kemuliaanNya?
Kita dipilih sebagai ahli waris Kerajaan Sorga. Makna ini juga sesuai dengan pengadopsian budaya Yunani.
Dipilih untuk menjadi kudus dan tak bercacat. Apakah mungkin? Kudus tidak sama dengan suci tidak berdosa, tetapi dikhususkan bagi Allah. Dipilihnya kita bukan untuk kita, tapi untuk kemuliaan Tuhan. Ada 3 macam kekudusan: 1) pada waktu kita percaya kita disebut kudus, 2) pengudusan secara progresif, 3) orang percaya disebut kudus ketika kita di sorga.
Dipilih untuk puji-pujian bagi Allah, bukan untuk menyombongkan diri.


Pada perikop ini secara khusus bicara tentang puji2an bagi Allah. Berkat rohani tersebut bicara tentang jaminan keselamatan dari pekerjaan tiga pribadi Allah trinitas (ay.4-6). Konsep ini merupakan konsep yang mendasar dari Kekristenan, oleh karena itu dalam konsep pilihan itu terkandung. Apa tujuan pemilihan Allah? 1) supaya kita hidup kudus, 2) supaya kita menjadi anak-anak-Nya. Di sini kita melihat adanya predestinasi, berarti ada sebagian orang yang tidak dipilih. Orang berdosa diangkat menjadi anak Tuhan sehingga memiliki hak untuk menerima kekayaan bapa sorgawi. Jadi, puncaknya adalah supaya manusia dapat menyatakan kemuliaan Allah, menjadi puji-pujian bagi Allah, totalitas waktu kita untuk kemuliaan-Nya.

Ada 3 hal yang menjadi penekanan Rasul Paulus dalam surat ini:
en christo (di dalam Kristus); sepertinya menjadi penekanan yang kuat bahwa berkali-kali dikatakan demikian bahwa segala sesuatu adalah dari Kristus oleh Kristus untuk Kristus, dan bagi kemuliaan Kristus. Calvin mengatakan bahwa pilihan Allah bersifat cuma2, tentang nilai, kebajikan.
Kasih karunia; menjadi penekanan bahwa pilihan Tuhan atas kita adalah hanya karena anugerah (grace). Calvin mengatakan bahwa "pilihan Ilahi bersifat cuma-cuma dan menghancurkan tiap gagasan tentang nilai manusia, kebajikan dan amal.
Arabon (jaminan); dalam pasal 14 Roh Kudus yang Allah berikan adalah jaminan dari keselamatan penuh yang akan dianugerahkan-Nya kelak. Di dalam kekekalan, Allah telah memilih kita dan sampai kekal Ia akan tetap memilih dan menetapkan pemilihan itu atas kita. Segala sesuatu telah Allah berikan sebagai jaminan, bahwa keselamatan manusia tidak pernah hilang karena Allah telah menjamin.

Keselamatan adalah sesuatu yang dibutuhkan tetapi yang paling tidak dicari manusia. Keselamatan adalah sesuatu yang paling ditekankan tetapi manusia sering kali meremehkannya. Saya ingat ketika smp saya dipilih menjadi ketua regu pramuka, senang sekali. Lalu saya berpikir, apa yang membuat saya dipilih? Tidak ada. Dalam 1 Ptr dikatakan kita dipilih untuk rencana-Nya, menuju suatu kehidupan yang lebih baik lagi. Kita dipilih diantara sekian banyak orang berdosa dan semata-mata karena anugerah-Nya.


Saya ingin menjelaskan kepada jemaat, memasuki tahun 2009 apa yang mereka kejar? Kristus adalah pusat seluruh anugerah dan berkat Allah. Saya akan mengajak jemaat untuk kembali melihat perjalanan hidup dalam 2008. menjadi anak2 Allah untuk tujuan Allah: kudus, tak bercacat. Jadi tujuan hidup dari roang percaya adalah menjadi anak Allah dan menjadi penggenapan bagi rencana Allah. Rencana ini sifatnya kekal, semua menuju kepada penggenapan, percuma kita berontak karena pada akhirnya akan menuju ke situ juga. Allah mempersiapkan semua bagi kita menuju penggenapan itu. Sehingga setiap pemberontakan terhadap Allah akan mendatangkan kerugian dan tidak ada sukacita. Sukacita terbesar adalah mengikuti arus yang sedang direncanakan Allah dalam kehidupan kita.

Fokusnya harus pada darah Kristus, ayat 7. karena darah Kristus telah mengampuni kita sesuai dengan anugerah dan kelimpahan berkat. Rahmat jauh lebih indah dari taurat. Jika dalam Kristus kita telah ditebus kita harus menjadi anak2 Tuhan yang baik.
Istilah terpilih, adalah tindakan Allah yang aktif, membedakan yang dipilih dan tidak dipilih. Bagian ini tercantum dalam ayat 3, karena Allah berencana, Allah mempredestinasi, Allah menyatakan anugerah, Allah mengijinkan Yesus ditangkap dan darahNya tercurah maka di dalam bilurnya kita disembuhkan. Maka dari itu memberi kita harapan yang cerah dan jaminan yang teguh dan memberi kita kemuliaan kembali kepada imago, image of God, kembali pada rencana yang semula.
Allah tidak pernah gagal, Allah tidak pernah menyesal bila akhirnya manusia mempermalukan Dia. Ada keselamatan, ada pembaruan, ada berkat maka Paulus dengan jelas berkata bahwa kita adalah karya cipta yang indah di dalam Kristus. Karya cipta yang indah dituangkan oleh Calvin dalam Tulip; Total depravity, Unconditional election, Limited atonement, Iressitible grace dan Preseverance of the saint. Jadi kita yakin bahwa orang benar jatuh sekali tidak akan tergelincir. Oleh sebab itu Paulus mengingkatkan bahwa kita adalah orang yang bodoh, karena kita meninggalkan sumber mata air itu dan membuat waduk yang bocor yang tidak bisa menampung air. Daud berkata bahwa orang yang menggantikan Allah dengan ilah lain akan adalah suatu kebodohan. Yang dipilih Allah adalah orang yang lemah, tidak mampu berlaku baik, selalu gagal, yang hina, Tuhan memilih orang yang hina supaya orang yang hebat dipermalukan. Yang tidak berguna tidak memiliki apa-apa dipilih supaya Kristus menjadi: 1) menjadi hikmat, 2) menjadi kemuliaan, 3) menjadi kesucian dan 4) penebusan kita. Kalau kita bandingkan dengan surat Roma tatkala kita dalam dosa, Kristus mati bagi kita.. Tatkala kita lemah, Kristus mati bagi kita.
Bagi kemuliaan itu artinya apa? Yes 43:7 "...kuciptakan untuk kemuliaan-Ku". Baiklah kita menjadi orang Kristen yang tidak menyia-nyiakan hidup. Penegasan yang penting adalah dalam Kristus karena Yesus berkata "Akulah pokok anggur dan kamulah rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Jangan seperti jemaat efesus.
Dalam perikop ini ada satu istilah yaitu "berkenan." Jadi Allah berkenan memberi kepada kita. Tatkala manusia berdosa jadi menjalani kehendak Tuhan dalam hidup adalah memuliakan Tuhan. Ada 3 hal penting yang dapat diterapkan, yaitu "Bagaimana firman berkata", "bagaiman hati bersuara", dan "bagaimana situasi menata". Terakhir, Tuhan Yesus disalib kelihatannya Dia gagal, tetapi Dia berakata, "genaplah."

Minggu, 21 Desember 2008

PENCARIAN YANG BERHIKMAT

PENCARIAN YANG BERHIKMAT ( Mat 2:1-12)
Source: Blog persekutuan-gii tgl. 21 Desember 08


Kelahiran kristus merupakan peristiwa besr sepanjang sejarah, tetapi tidak semua org tahu peristiwa itu. Herodes dan para ahli taurat itu tidak mengetahuinya. Allah hanya emmebritahukan kepada 2 golongan manusia, gembala dan majus melalui bintang, para epnafisr alkitab � org majus adalah asisten raja persia yg sangat pandai, astrologi, kedudukan tinggi dan ilmuan, mrk kaya. Setelah mereka thau mereka berangkat menempuh jln yg panjang. Harus megnhabiskan 2 thn baru tiba diYerusalem. Mrk dtg utk menyembah dan mempersembahkan kepada Yesus. Dalam pandangan manusia hal ini adalah perjalanan yang ideal. Apa sebenarnya yang mereka harapkan dari Tuhan Yesus. Ada 4 berkat yang diperoleh dari pencarian itu:
1. Memuaskan roh dan jiwa mrk, krn kedudukan, kekayaan dan pengetahuan mrk miliki tetapi mrk membutuhkan berkat2 batiniah. Damai sejahtera, sukacita dll karn tidak dpt ditemukan dimanapun. Pencarian itu adalah mesias sanggup memberikan yang mrk perlu. Pertemuan dan percaya pd Yesus tidak dapat dimiliki di luar Yesus.
2. Petunjuk dari Tuhan, sebelum bertemu Yesus mrk mencari dari manusia, tetapi setelah bertemu dengan Yesus, Tuhan sendiri yang memimpin mereka. Belum pernah mereka dipimpin langsung dari Tuhan, biasanya melalui perbintangan dll, tapi kali ini mereka di tuntun lngsn oleh Tuhan.
3. Mereka dilindungi Tuhan. Herodes adalah keturunan bngs Edom, memiliki sifat yg penuh curiga, ia pernah membunuh istri, ibu dan anak2nya. Kaisar agung pernah berkata �menjadi babi herodes lebih aman dari pada menjadi anak2nya�. Tetapi Tuhan memperingatkan para Majus agar tidak kembali pada herodes.
4. Mengubah arah jalan. Setelah bertemu dgn yesus, mengalami perubahan, mereka tidak lagi bertemu dengan Herodes dan jalan yang panjang. Setelah seseorang bertemu dengan Yesus seseorang pasti dan harus mengalami perubahan di dalam hidupnya
3 kelompok orng yg mewakili manusia pada saat Yesus lahir:
1. Herodes pura2 mau menyembah tetapi sebenarnya mau membunuh
2. Para tokoh agama, mrk hanya memiliki pengetahuan dan tahu nubuat dalam PL, tetapi bersikap acuh dan masa bodoh, dan dari sisi aplikasi hidup mrk yang akhirnya membunuh Yesus di salib.
3. Orang majus: ada 3 teladan yg bisa kita ikuti.
Memiliki keingin tahuan ttg Yesus Mat 2:2. Ada interesting /daya tarik utk mengetahui (sense of knowing). b. Ada action untuk berangkat (not just knowing, but doing) aksi yang nyata dan konkrit untuk bertemu dengan Yesus. c. melakukan penyembahan kepada Nya dan memberikan persembahan mereka, realita penyembahan mereka adalah emas, kemenyan, mur. Roma 12:1 memberikan persembahan yg terbaik kepada Tuhan yaitu totalitas.
Ketika presiden Bush pidati, ada orang yg melempar sepatu kearahnya. Sepatu itu dihargai $. 100 thousand. Jika yg dilempar adalah orang biasa, maka sepatu itu tdk ada harganya. Maksud dari ini adalah jika kita memberikan sesuatu untuk Tuhan, maka semua menjadi bernilai.

Ketika para majus melihat bintang, mereka tekun mencari dan akhirnya menemukan. 2 thn naik onta, bukan sesuatu yg mudah. Pengalaman saya bolak-balik malang-bandung yg berjarak 1000 Km saja sudah sangat melelahkan, coba bandingkan dengan orang majus.
Menyembah (proskunio), mereka tiarap sampai menyatu dengan tanah. Wahyu 5:14 suatu sikap yang luar biasa.

Dalam pencarian yang berhikmat ada 2 jenis sehingga org terdorong untuk mencari.
1. Kebutuhan � perhatian dan harga diri
Nilai � sesuatu yang berarti. Secara ragawi dan kekal. Banyak org berjuang mencari nilai dalam hidupnya listrik, pesawat, dll tetapi sementara. Tetapi ada yang lebih itu adalah yang kekal. Jadi masa kini lihat kepada tanda-tanda kedatangan Yesus yg kedua kali..

Bila melihat bagian ini dari sisi film ada 3 staring:
1. Majus
2. Herodes
3. Tuhan Yesus
Siapa fokus dalam bagian ini? Ayat 6. Dalam level kepemimpinan, masing2 mempunyai style yang berbeda. Org majus adalah leader melalui ilmu pengetahuan dan bijak. Herodes leader melalui kekuasaan dan jabatan (leader by power dan outhority). Tuhan Yesus leader adalah pemimpin yang melayani (leader by ministry and sacrifice)
Inilah yg menarik dari Matius pasal 2 ini. Apa fokus kita sebagai orang Kristen , science, power, or ministry. Matius psl. 20, anak manusia dtg bukan untuk dilayani tetapi untuk memberikan nyawanya bagi banyak orang. Ini adalah pesan natal ug indah bagi kita semua, yaitu pemimpin kita datang untuk melayani dan menggembalakan kita, umatNya
Fokus pada majus karena ini bagian dari tema yaitu mencari yang berhikmat. Herodes berkata �pergilah, carilah dengan seksama� bahasa sekarang � org yang berhikmat adalah orang yang bisa mengatasi masalah. Mengatasi masalah belum tentu dengan standart kebenaran. Maka sekarang bukan lagi sekedar mengatasi masalah (solving the problem), tetapi bergerak lebih dalam sampai kepada kebenaran. Fokus dari pencarian yg berhikmat, mrk tidak bergantung pada jawaban orang yang bertanya, tetapi mrk kembali kepada yg semula, yaitu bintang yang mereka ikuti sejak semula yang Tuhan berikan kepada mereka sejak semula.
Orang majus, herodes, para imam dan gembala. Semuanya cari tahu ttg Yesus. Orang majus sungguh2 cari tahu, herodes pura2 cari tahu, imam sekedar cari tahu, gembala percaya untuk cari tahu. Gembala percaya dahulu, baru cari tahu. Jadi anugerah Allah yg mendorong kita untuk cari tahu Bagaimana mencari tahu tanpa keinginan untuk tahu? Tanpa proaktif kita tidak akan menemukan kebenaran yang telah diberikan oleh Allah secara aktif. Jadi dua hal ini diperlukan.
Tanpa persoalan tidak ada yg membuat kita bertumbuh, tanpa pertanyaa kita tidak bisa maju.
Kalau kita hanya membaca bagian ini, maka kita akan melihat majus dan herodes sama2 antusias ingin menemukan Yesus. Ayt 2, 11. Walaupun sama2 tindakan tetapi tidak ada yg tahu motif dibelakang sikap dan tindakan itu. Hanya Tuhan yang tahu motif hati seseorang. Sama dalam ingin menemukan raja, tetapi motifasi itu berbeda. Orang majus menyembah ayat 2, sebagai raja. Tetapi ayat 3 herodes terkejut, dalam benaknya ini adalah ancaman. Manusia itu sering menjadi raja dalam diri kita. Segala keinginan kita seperti yang kita ingin, tetapi ketika kita bertemu dengan Yesus relakah kita menempatkan Yesus sebagai Raja dalam hidup kita. Natal tidak akan bermakna bila kita masih menjadi raja bagi diri kita sendiri.

Matius memperkenalkan Yesus sebagai Raja, Mesias. Apa yang dicari orang di gereja saat ini? Apa yang dicari dalam emrayakan natal tahun ini. Ada banyak motivasi, tetapi apa yang mereka cari? Pencarian yg berhikmat.
1. Hati yang bermotivasi itu penting dalam pencarian. Orang majus bukan hanya sekedar ketemuan dengan orang2 tetapi sampai bertemu dengan Yesus dan menyembah kepada Dia. Mau diberkati Yesus tetapi tidak mau Yesus.
2. Hati yang bersukacita. Orang majus itu naik onta bertahun2, tetapi setiap kali mereka melihat bintang itu mereka selalu bersukacita.
3. Hati yang berani Memberi. Bukan hanya uang dan barang, tetapi hati dan diri untuk memberikannya kepada Tuhan. Banyak orang berani memebrikan dompet, uang dll tetapi hanya sedikit memberikan diri mereka kepada Tuhan.
Tidak ada seorang yang mencari Tuhan tanpa wahyu dari Tuhan sendiri. Pencarian yang berhikmat majus ini adalah poencarian melalui wahyu umum dan sampai kepada khusus. Dalam perjalan pencarian itu majus bertanya kepada manusia � herodes dan para ahli taurat, tetapi mereka tetap kembali kepada bintang yang memimpin ayat 9. Jadi Tuhan sendiri yang memimpin pencarian itu sampai bertemu dengan Tuhan Yesus. Setelah bertemu dengan Tuhan Yesus: Menyembah = mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Banyak orang mengakui Yesus itu Tuhan tetapi tidak menyembah dan tidak dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Bersyukur, taat dan bersukacita.

Apa yang dicari orang dalam hidupnya menunjukkan siapa/nilai orang itu sendiri. Majus itu mencari Yesus bukan untuk tujuan yang lain tetapi apa yang mereka kerjakan adalah menunjukan sebuah pencarian yang paling berhikmat.

Banyak orang mencari segala sesuatu dalam hidupnya, dengan seluruh pengetahuan dan kemampuan dan menghabiskan segala waktunya tetapi para majus sebagai orang yang paling berhikmat, memiliki pengetahuan yang melebihi kemampuan manusia rata2, telah menemukan Tuhan Yesus melalui hikmat yang datangnya dari Tuhan. Sebab tanpa Tuhan yang memimpin hikmat manusia maka hikmat itu akan sia-sia. Dan hikmat itu akan sia2 tanpa menemukan Tuhan dalam kehidupan orang yang paling berhikmat sekalipun. Sebagai mana Amsal berkata �takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat�.

Kamis, 11 Desember 2008

IA PENGAWAL DAN PENGGENAP IMANKU

NIA PENGAWAL DAN PENGGENAP IMANKU (Flp. 1:5, 6)
Pembahasan 12 Desember 2008

Paulus meyakini bahwa pada awalnya Tuhanlah yang memulai. Ia tahu bahwa Tuhan yang memanggil. Ia juga meyakinkan orang Filipi akan hal ini dan Ia akan memelihara terus. Khususnya mengenai persekutuan, mereka menunjukkan perbuatan baik berupa pemberian diri dan uang mereka yang membuat Paulus bersukacita.
Seorang Afrika yang baru pertama kali bertobat, dan pada malam misi pada waktu itu, orang Afrika itu memberikan 1 dolar, jumlah yang besar pada waktu itu. Namun misionaris ragu bahwa ibu ini jangan2 memiliki uang itu dengan tidak halal. Pada akhir pertemuan ia bertanya kepada ibu itu. Ibu itu berkata bahwa ia menjual dirinya menjadi budak kepada tetangga demi mendapat uang demi pekabaran Injil.

Bukan saja pasti akan terjadi tetapi pasti akan digenapi seluruh tujuan Tuhan. Setiap kali untuk melakukan panggilannya tidak akan pernah berhenti sampai tujuan itu tercapai. Seorang rekan saya mengalami banyak kesulitan. Saya meyakinkan bahwa Tuhan yang memanggil Ia juga yang akan menggenapinya. Ia menangis dan berterima kasih atas penguatan itu.

1. Allahlah yang pada prinsipnya memulai setiap pekerjaan baik melalui pemberitaan Injil
a. Pekerjaan yang baik itu adalah keselamatan yang dimulai dari pertobatan jemaaat Filipi
b. Jikalau Allah tidak mengaruniakan tidak seorang pun yang dapat percaya kepada pemberitaan Injil
c. Ini seharusnya mendorong kita kepada pengucapan syukur terbesar

2. Allahlah yang memelihara apa yang sudah Ia kerjakan di dalam jemaat
a. Paulus telah menyaksikan bagaimana Injil diterima oleh jemaat Filipi
b. Paulus telah menyaksikan mereka tetap memelihara Injil yang nampak di dalam pertumbuhan rohani dan kemurahan mereka dalam memberi
c. Namun demikian, Paulus tidak menggantungkan keyakinan akan kelanjutan �pekerjaan baik� (keselamatan) pada kesalehan jemaat, tetapi pada Allah sendiri yang telah memulai dan sanggup memelihara
d. Biarlah jaminan pemeliharaan Tuhan ini mendorong kita untuk giat melayani Tuhan. Tuhan sudah bekerja, mengapa kita tidak?

3. Pemeliharaan Allah bersifat kekal
a. Rasul Paulus menyatakan bahwa �pekerjaan baik itu� (keselamatan) akan diteruskan sampai hari Kristus Yesus
b. Ini tidak berbicara hanya kepada jemaat zaman itu, tetapi kepada kesinambungan atau estafet Injil dari zaman ke zaman. Tuhan juga memulai pekerjaan baik di Filipi maka Ia akan meneruskan dan memeliharanya hingga Tuhan Yesus datang kembali.

Tema dari pengawal dan Pengenap, memikirkan tentang garis akhir, untuk mencapai garis akhir, maka perlu;
1. Investasi Allah, berasal dari Allah, (1 kor 5:17) yang diperbaharui dari Allah
2. Destinasi (arah hidup) dulu cinta diri sendiri, maka sekarang arahnya kepada yang Allah inginkan (kisah Ayub, demikian saleh dan jujur menjauhi kejahatan).
3. Visualisasi, sasaran menjadi real dengan membuat sistem, metoda dan blue print
4. Kualifikasi, sesuatu keahlian yang diperlukan untuk membuat sesuatu (spiritulitas, mentalitas, moralitas, Integritas, sportifitas, dll)
5. Kolaborasi
6. Aksi, tidak hanya dipikirkan tapi dikerjakan.
7. Awasi, Memasang rambu-rambu perjalanan hidup (mengucap syukur kepada siapa, dan memelihara apa yang dilakukan)

Saya melihat ada tiga hal dalam hal ini. Ini merupakan surat dari penjara di mana penekanannya adalah sukacita. Di Filipi frase sukacita diulang berkali-kali. Surat ini ditujukan kepada jemaat Filipi untuk mensupport mereka dalam pelayanan.
Paulus mengucap syukur karena Allah yang memulai pekerjaan baik dalam jemaat. Pemberitaan Injil tidak lepas dari kuasa Allah yang bekerja.
Paulus beryukur karena keterlibatan jemaat di dalam pemberitaan Injil.
Paulus mengucap syukur karena Allah meneruskan/menyempurkan pekerjaan Injil dalam rasul Paulus. Paulus melihat bahwa Allah yang memulai juga akan menyempurnakannya. Inilah yang menjadi penghiburan Paulus sekalipun ia berada di dalam penjara karena Injil tidak terpenjara.

Dua hal yang baik yang saya dapatkan di dalam perikop ini:
Mereka konsisten. Ia memiliki fokus dan tidak hilang tujuan semula
Mereka mempunyai komitmen yang baik. Sekalipun banyak tantangan yang dihadapi. Mereka mamandang grace itu yang memampukan mereka dan Tuhanlah yang akan menyempurnakannya kelak. Ini mendorong mereka untuk giat. Dalam mengemudi ada istilah blind spot, kita lost dari pengamatan kita sehingga bisa ada kecelakaan yang terjadi.

Di dalam beberapa terjemahan tidak hanya memakai kata fellowship tetapi juga partisipation. Allah yang memulai mereka berpartisipasi dan di dalam partisipasi ada fellowship.
Di dalam fellowship juga harus ada partisipasi
Ini penting untuk saya sendiri berpartisipasi di dalam pelayanan Tuhan tetapi tidak ada fellowship. Tetapi kadang2 saking fellowship tidak ada pemberitaan Injil
Allah yang meneruskan
Tuhan juga yang akan menolong menyelesaikannya sampai hari akhir
Orang Kristen bersukacita karena berkat2 Tuhan tetapi ini tidak membawa mereka kepada fellowship dengan Injil. Maka Paulus berkata Allah yang memulai akan meneruskannya sampai selesai.

Pada umumnya orang itu ketika menjalani kehidupan ada 4 hal
Awal yang baik belum tentu diakhiri dengan baik. Demikian juga sebaliknya. Awal yang baik yang Tuhan sudah lakukan di jemaat Filipi. Tetapi bukan awal yang baik yang Paulus tekankan, tetapi ada bagian tengah. Sehingga dalam ayat 6 Paulus berkata aku meneruskan, yang artinya setiap jemaat Filipi harus tahu bahwa apa yang diteruskan. Ada 2 kunci:
Konsistensi: ada persekutuan yang harus di dalam Tuhan. Selama kita ada di dalam Tuhan kekonsistenan akan nampak di dalamnya. Selama kita tidak ada di dalam Tuhan selama itu juga kekonsistenan menjadi musnah. Ketika kita ke supermarket kita harus mempunyai catatan supaya tidak terjadi penyimpangan pada tujuan awal. Kalau kita melihat kuda itu selalu diberi kacamata khususnya yang jantan. Tujuannya adalah suapaya dia tidak melirik sana-sini. Inilah yang mau dikatakan rasul Paulus supaya kita memiliki kekonsistenan
Perlu adanya komitmen. Ayat 7 dikatakan karena kamu semua mendapat bagian dalam kasih karunia yang diberikan kepadaku... Komitmen di sini dalam pegertian bahwa ketika Paulus memberitakan Injil, Paulus mengalami kesulitan tetapi ia tetap berkomitmen. Inilah yang menjadi penghiburan bagi jemaat Filipi. Jika pemimpinannya seperti itu maka ini memberikan dampak yang positif bagi jemaat.

Diawali dengan penderitaan, kedukaan, siksaan dalam penjara Paulus menuruti kehendak Tuhan sampai akhir dan ia menikmati kebahagiaan karena jemaat filipi menjadi mahkiota dan sukacita Paullkus. Dalam hal ini, jikalau kita mengetahui arah hidup segala hal menjadi sesuatu yang kecil. Gereja Filipi walapun masih ada selisih antara 2 orang wanita, tetapi mayoritas mereka adalah orang2 yang takut akan Tuhan. Paulus berkata: aku menghayati perasaan yang terkandung di dalam Kristus (Mandarin) (ay. 8). Artinya ada perasaan yang sangat mendalam. Dalam bahasa Inggris ada 2 istilah Pretty n beautiful. Pretty: inner beauty.

Paulus di dalam hal ini ada 7 hal:
Pemula
Pengiring
Pendamping
Pembimbing
Pelangkap
Penguat
Penggenap iman cinta kasih dan pengharapan yang ada pada kita

Karena dia bermula dan berakhir. Paulus berkata semua orang meninggalkan tetapi hanya Kristus yang menemaninya sampai akhirnya. Kristus lebih daripada teman yang baik.

Dalam hal ini orang Tionghoa bilang: kalau satu hari jadi suami istri utang budi seumur hidup. Satu hari kita mulai dengan baik kita harus menggenapi dengan sempurna.

Perikop ini berbicara beberapa hal
Kerinduan bertemu
Bersyukur selalu
Memanjatkan permohonan senantiasa
Bergembira karena dia ada. Orang itu hadir ada berkat daripada Tuhan.

Paulus dihargai kerena ia mencintai jemaat itu, ia bersyukur dan berdia bagi jemaat itu dan bersukacita kerena mereka ada di dalam karya Tuhan. Masih ada waktu sampai hari Kristus untuk menggenapi hal2 yang belum kita genapi. Paulus menegaskan ada orang2 yang bisa sama2 sengsara tetapi tidak bisa sama2 bersukacita, dan sebaliknya. Kita harus menjadi orang2 yang setia.

�MENUJU KE SION�

�MENUJU KE SION�
Maz 84:6-8
Pembahasan 5 Desember 2008


Ditulis oleh keturuanan dari Korah. Pasal 42, kerinduan kepada Allah seperti merindukan air, artinya dalam kesesakan hidup manusia merindukan Allah. YHWH adalah Sang Pemelihara, setia dalam janjiNya, dan Dia adalah Allah yang kekal. Orang yang kembali kepada Tuhan dari tempat pembuangan atau pulang dalam pertobatan akan dipelihara. Mezbah menjadi satu bukti nyata Allah memberi anugerah kepada orang yang percaya kepada Dia. Mezbah menjadi bukti penyertaan Tuhan. Di dalam penyerahan, manusia mendapat pertobatan. Tuhan menjadi tumpuan harapan bagi mereka. Burung layang-layang adalah burung yang tau tempat kembalinya � manusia tempat perhentiannya adalah di hadapan Tuhan. Jika ini terjadi, maka lembah kekelaman menjadi suatu sumber kebahagiaan, kekuatan, pengharapan bagi orang yang sungguh kembali kepada Tuhan.
Keadaan jemaat sekarang semakin sulit (banyak pengangguran), seakan tidak ada harapan cerah di depan mereka, maka kita tekankan ada pengharapan besar di dalam Tuhan, jika kita datang kepadaNya. Perhatikan kebaktian (khusunya kebaktian 3 Gardujati), semakin bertambah. Berarti, di dalam kesulitan hidup manusia kembali kepada Tuhan. Orang yang datang kepada Tuhan, akan mendapatkan sukacita di atas sukacita. Tuhan menjadi perisai bagi orang yang mau berlindung kepada Dia. Allah tidak menahan sesuatu yang indah kepada orang yang jujur di hadapanNya. Dan Mazmur ini, diakhiri dengan �orang yang bersandar kepada Tuhan pasti diberkati.� Sion adalah tempat di mana Tuhan meletakkan takhtanya, kota Raja, bait Allah dibangun diatasnya. Sion menjadi kerinduan orang yang jauh di hadapan Allah. Baru diserambinya saja, sudah mendapatkan kebahagiaan, apalagi jika masuk ke dalamnya.
Diri kita harus menjadi contoh bagi jemaat. Jika kita sendiri tidak merindukan rumah Tuhan, bagaimana jemaat Tuhan! Ayat 3, �berseru� diterjemahkan �bersorak sorai,� orang berseru menjadi sorak-sorai.
Maz 42, di dalam kesedihan ada penghiburan, dalam kekelaman ada cahaya terang, dan sebagainya. Perisai ada dua fungsi, menahan pukulan dari musuh, dan menjadi suatu reflektor cahaya untuk menghancurkan musuh.

Cerita pengalaman ketika khotbah di suatu gereja, begitu banyak yang terlambat. Pada waktu mau khotbah, baru ruangan penuh. Apakah kejadian ini menjadi refleksi kerinduan jemaat ke rumah Tuhan (Sion)?

Ayat 13, merupakan jawaban dari pergumulan orang yang datang ke rumah Tuhan. Dokter yang dipercaya oleh masyarakat pasti laris sekali, meskipun jauh tetap dikunjungi, karena mereka percaya kepada dokternya. Orang akan rindu kediaman Tuhan, jika ia memiliki percaya sungguh-sungguh, percaya bahwa Allah sumber segala-galanya bagi hidupnya. Tidak semua orang yang ke gereja punya motif yang murni untuk bertemu Tuhan. Sebetulnya orang ke gereja itu benar percaya kepada Tuhan atau tidak? Berbahagialah orang yang menaruh percaya.

Ayat 6, jika orang punya hasrat saja untuk datang ke rumah Tuhan itu sudah merupakan kebahagaiaan. Dan jika punya hasrat (respons) itu juga adalah anugerah.

Ayat 8, berjalan makin lama makin kuat. Dalam dunia ini, kalau berjalan makin lama makin capek. Tetapi jika ada sesuatu yang berharga di depan yang mau di tuju, maka makin lama makin kuat. Karena ia akan mendapat sesuatu yang lebih berharga, dia tidak melihat capeknya tetapi melihat Allah.

Tujuan hidup manusia adalah rumah Bapa. Tujuan ini adalah tujuan yang memacu kita untuk mendapatkan kekuatan dari Tuhan, dari lembah air mata menjadi mata air.

Seorang jemaat, rindu setiap kali mau persekuatuan. Dia selalu menanti nantikan, karena dari sana ia mendapatkan topangan dari rekan-rekan dan dari Tuhan. Jika orang mau rindu ke rumah Tuhan, maka orang itu mesti lebih dulu mengalami Tuhan.

Tiga bagian, (1) berbahagia: bisa diam di dalam rumah Tuhan. Rindu karena ada keterikatan dalam komunitas. Kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan yang bernilai kekal; orang yang kekuatannya di dalam Tuhan. Meskipun banyak tantangan selangkah demi selangkah menuju sion, itu tujuan; berhak berkomunikasi.
Bersandar kepada Allah, Tuhan matahari dan perisai, tidak menahan kebaikan.

ada 5 hal, yaitu:
1. Semua berdasarkan cinta kasih, itu yang membuat mereka rindu ke rumah Tuhan. Misalnya Yakub, untuk mendapatkan Rahel dia rela bekerja untuk mendapatkannya, itu demi cinta.
2. Oleh karena cinta, Pemazmur rela untuk melakukan apa saja. bandingkan dengan Abraham mempersembahkan Ishak, Hanna mempersembahkan Samuel.
3. Oleh karena cinta, Pemazmur ingin menjadi orang yang lebih berguna. ketika melalui lembah baka, ia menjadi mata air.
4. Membuat semangat. Nuh dan anak-anak membangun bahtera dengan semangat.
5. Membuat menjadi lebih beriman.

Antara kehidupan sekarang yang dia alami vs pengharapan dalam iman, ada 3 hal: (1). Kerinduan yang sejati adalah Tuhan. apapun tujuan manusia dalam hidup ini tetap akhirnya akan berhadapan dengan Tuhan. Banyak orang yang rindu segala hal, tapi ada satu hal yang dirindukan manusia yaitu Tuhan. Semua yang manusia buat dalam dunia ini adalah mencoba untuk memenuhi kebutuhan fisik. Jiwa punya satu kebutuhan yaitu Tuhan. (2) Kebahagiaan yang sejati ada pada Tuhan. Perhatikan bagaimana karya Tuhan, dalam burung pipit, dan sebagainya. (3) Kehidupan yang sejati, �apabila melintasi lembah baka �� hidup yang sejati itu adalah yang akan datang bukan sekarang. Biarpun fisik lemah. Apa arti Hidup yang sejati? Apabila mereka melintasi lembah baka. Jiwa tidak pernah lemah, dan teguh sampai selesai.

ayat 4, �memuji-muji Tuhan�, memiliki makna memuji dalam arti terus-menerus yang sungguh dengan sepenuh hati.

Home sweet home, itulah yang dialami pemazmur dalam perenungannya akan rumah Tuhan. Mengapa pemazmur merindukan rumah Tuhan? inilah yang harus ditemukan jemaat. Rumah Tuhan dituju karena merupakan tempat jawaban; kerinduan yang dalam karena Allah; mengenal Allah dan mengalami anugerahNya (dua macam burung pipit dan layang-layang, matahari); pilihan dan ketetapan hati.

Motif pemazmur datang ke rumah Tuhan karena rindu. Mengapa rindu? karena cinta. kalau tidak cinta mana mungkin rindu. Bertemu dengan Tuhan Yesus dulu, bergaul baru ada kerinduan untuk Tuhan.

Mzm 84 kawan dari Mzm 42 merupakan ekspresi akan kerinduan akna rumah Tuhan. Sikap pemazmur merupakan suatu ekspresi menuju kerumah Allah di sion. Jadi bagaimana sikap kita beribadah di rumah Allah?
betapa disenangi diam rumahMu. Intinya, dia memuji karena bait Allah dan Allah itu sendiri. Jiwaku merindukan pelataran Tuhan adalah ekspresi hati, biarlah umat percaya tidak membiarkan kesenangan dunia mencekik haus akan Tuhan.
Rajin beribadah di rumah Tuhan. Berkat kebahagiaan merupakan hak istimewa umat Tuhan. Pemazmur mendemonstrasikan imannya dengan ziarah.
Memiliki hati yang tekun di dalam Tuhan. Jadi ini merupakan suatu ungkapan di bait Allah.

Ungkapan hasrat yang dalam: pengakuan terhadap kasih Allah yang sudah dialaminya; di dalam Allalah ia mengenal kehidupan. Pengakuan dan mempercayai pemeliharaan Allah: mengantar dia memahami Allah; memberikan kekuatan menghadapi tantangan kehidupan; memberikan jawaban atas doa.

ayat 4, burung pipit dan layang: menggambarkan ada perhentian / mendapat ketenangan, kehangatan, landasan untuk membesarkan anak-anak. demikian juga dengan orang percaya akan mendapatkan ketenangan di rumah Tuhan.

ayat 7, seharusnya semakin berjalan semakin loyo, disini semakin banyak berjalan semakin kuat. Fisik mereka pasti lemah, tenaga pasti lemah, mungkin iman mereka tidak pernah lemah karena ada harapan, karena bertemu dengan Tuhan. Ada apa di Sion, sehingga mereka makin lama makin kuat? Karena di rumah Tuhan, berkat-berkat dicurahkan; ada hati yang terpuaskan; ada kebahagiaan; ada sorak-sorai.

John Piper mengatakan �jika perasaan kita mati terhadap mati maka penyembahan itu juga mati untuk Tuhan.� Apakah jemaat juga memiliki hati yang mengebu dalam Tuhan?
mantap hidup beribadah dalam Tuhan
mantap hidup dalam anugerah

Untuk sesuatu yang berharga, pasti ada atensi, ada tempat dan waktu yang dia berikan.

Ketika menjadi PRT dia tidak punya kesempatan untuk melayani Tuhan, sekarang dia punya kesempatan dan dia tidak sia-siakan, dia melayani Tuhan. Sekarang dia bergumul karena kesemapan kerja itu hanya menjadi PRT, hanya diberi kesempatan sekali seminggu yaitu hari minggu ke gereja. DIa ingin sekali, melayani Tuhan selain hari minggu. Dan sekarang dia bergumul untuk persoalan ini. Satu kerinduan yang luar biasa, dan pasti punya hubungan pribadi dengan Tuhan.

Kekristenan memiliki keunikan karena lebih banyak bicara hubungan dengan Tuhan. Martin Luther, �I and Thou relationship.� Hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan sehingga dia akan merasakan pemeliharaan tuhan.

Mazmur dari pelayan Tuhan untuk melayani Tuhan. Korah adalah segolongan imam yang tersisih dari garis utama imam, karena zaman Musa mereka meberontak. Kerinduan mereka untuk kembali tergambar dalam Mazmur ini. Ada satu kebutuhan eksistensialis yang mau dijawab. Apa yang kita cari dalam hubungan kita dengan Tuhan. Fenomenanya banyak, tetapi apa yang kita cari dalam hubungan kita dengan Tuhan?

Ayat 6, berbahagia manusia yang kekuatannya di dalam EWngkau. Dari kecil kita bergantung pada kekuatan sendiri, sehingga kita percaya ada kekuatan di dalam diri kita. Dari dependent kepada independent. Lain dengan kematangan rohani, bergerah dari independent kepada yang dependent. Hati ini yang terus dipelihara untuk bersandar kepada Tuhan.

Ada 4 hal:
ay.2-5 bicara soal kerinduan. Why? Karena ada pemeliharaan
ay. 6-8 bicara soal kekuatan. Karena berjalan bersama dengan Allha
ay.9-10 bicara soal doa.
ay.10-11 bicara soal kebahagiaan.
Kesimpulan: mari jemaat percayalah kepada Allah karena engkau akan diberkati.

Tuhan adalah sumber kekuatan yang sejati, kata ini bisa keluar jika orang ini mencintai Tuhan. Orang yang bisa mencintai Tuhan adalah orang yang sudah disentuh hatinya oleh Tuhan. Orang Kristen sendiri harus punya hati pada Tuhan, tandanya seperti apa? Ada kerinduan yang besar, terhadap sesuatu apapun juga, kerinduan untuk beribadah kepada Tuhan. Jika jemaat tidak rindu lagi, jangan2 kita telah jatuh kepada penyembahan berhala.

Ayat 2, �rindu akan sesuatu / seseorang.� Jika mereka tidak datang ke Bait Allah maka ada sesuatu yang hilang. Di sini para peziarah, rumah mereka jauh dari bait Allah setidaknya 1 kali setahun mereka pergi untuk berziarah. Berkat tetap sampai kepada mereka di tempat tinggal mereka, tetapi ada sesuatu yang hilang jika tidak ke rumah Allah. Jemaat Tuhan harus diajar, untuk fokus kepada Allah daripada berkatnya. Ketika kita mencari Allah maka bukan hanya pribadi Allah yang kita terima tetapi juga berkatNya. Tuhan ingin memurnikan gereja Tuhan, dari yang mencari berkat menuju mencari Allah.
Mother Theresia, dia sering merasakan bahwa Allah tidak hadir dalam pelayanannya. Tapi dia berkata, "walaupun saya tidak merasakan kehadiran Allah, saya akan tetap mengasihi Allah, melayani Allah."
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India