Jumat, 28 Oktober 2011

Sola Scriptura (2 Tim 3:15-17)



Sola Scriptura
2 Timotius 3:15-17

A
Sola Scriptura � �Hanya Kitab Suci� adalah suatu doktrin yg mengajar bahwa hanya di dalam Kitab Suci terdapat pengetahuan yg dibutuhkan untuk Keselamatan dan Pengudusan Walau tidak menyangkal otoritas lain yg membangun kehdiuapan orang Kristen, namn Sola Scriptura menuntut agar segala otoritas lainnya takluk di bawah Kitab Suci.
Keabsahan Kitab suci itu dimungkinkan oleh 2 hal: (1) Teks yang keunggulannya tidak diragukan, dan (2) Kesaksian pribadi Roh Kudus di dalam hati setiap orang.
Wesminster Confession of Faith: �Semua yg tertera di dalam Kitab suci tidak sama jelasnya, namun hal2 yg sangat penting untuk diketahui, dipercayai, dan ditaati, untuk keselamatan, telah dipaparkan dgn jelas di banyak bagian dalam Kitab Suci, shg baik org yg terpelajar, maupun yg sederhana, boleh mendapatkan pengertian yang cukup tentangnya.
Sola Scritpura mempunyai 3 (tiga) sifat: (1) Self-Authentication (2) self-Interpretation ((Scriptures interprets Scriptures); (3) Sel-Sufficient to be the final authority
Divine Inspiration � Wahyu Allah yang sempurna, tidak bercacat, tujuannya: (1) mengajar; (2) menyatakan kesalahan; (3) memperbaiki kelakuan; (4) mendidik orang dalam kebenaran. (2 Tim. 3:16), sehingga tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk (2 Tim 3:17)
Keampuhan Firman Allah: (1) Yer 23:29, Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah FT dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (2) Ibr 4:12, Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
Diskusi:
1. Apa pendapat Anda tentang statement2 berikut ini?
� �Tuhan ampunilah kami karena kesibukan, kami kurang bersekutu denganMu�
� �Mari kita bicarakan susunan liturgy yang bukan bagian dari teologi�
� �Kelihatannya kita sepakat bahwa kita tidak menganut faham humanisme, namun perubahan dalam hidup kita harus mengandalkan Roh Kudus�

Kendala apakah yang menjadi kendala bagi kita dan jemaat sehingga seringkali tidak mampu menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?

2. Bagaimana kita menghadirkan FT dalam keseharian hidup kita?
John Hus Tokokh Reformator dari Bohemia, menghadirkan FT diantaranya, melalui partisipasi jemaat dalam sakramen perjamuan kudus (cawan dan roti), dan nynyian jemaaat. Semangat John Hus membakar hati Martin Luther.

B
Kendala diri kita sendiri karena tidak melakukan firman Tuhan. kita harus melakukan firman Tuhan di dalam kehidupan kita. menghadirkan firman Tuhan di dalam musik yaitu dengan menggunakan firman Tuhan dalam musik. kita juga bisa menggunakan website tentang firman Tuhan.

C
Menghadirkan firman Tuhan dalam pergumulan harus jangan lupa Tuhan. dan ketika kaya juga jangan lupa Tuhan. jadi, apapun yang kita alami jangan lupa Tuhan

D
Bersekutu dengan Tuhan adalah suatu kebutuhan. Adanya keinginan daging yang lebih besar, sehingga menghalangi taat kepada firman Tuhan.

E
Menghadirkan firman Tuhan melalui music yaitu bisa menyanyikan dengan lagu dengan benar.

F
Melakukan dan memberitakan firman Tuhan.

G
Liturgi harus tetap berdasarkan firman Tuhan. harus membangun dan menuntut diri kita untuk melakukan firman Tuhan,

H
membagikan firman Tuhan bukan hanya doctrinal, tetapi juga harus aplikatif. hamba Tuhan harus dunia remaja.

I
Menghadirkan firman Tuhan dalam teknologi.

J
Seringkali banyak orang yang memisahkan firman Tuhan dari kehidupan. Teologi adalah dasar, dan liturgy adalah bagian dari teologi. liturgy bisa berkembang dan berubah. Menghadirkan firman Tuhan dalam keluarga yaitu dengan mengadakan mezbah keluarga.

K
Menurut Paulus dalam konteks ini yaitu orang yang hidup benar itu akan menghadapi aniaya. Paulus mengatakan kepada Timotius agar terus berpegang pada firman Tuhan, bukan kepada orang lain (motivator). kenapa harus kembali kepada firman Tuhan?
1. Sumbernya Allah sendiri
2. Manfaatnya
3. Dan tujuannya

L
Kenapa sola scriptura muncul? itu ada asal dan sejarahnya. otoritas yang tertinggi bukan kepada sejarah gereja atau pemimpin gereja, tetapi otoritas tertinggi adalah firman Tuhan. Firman Tuhan harus mengubah kehidupan. Namun, manusia hidup untuk kepentingan diri sendiri dan dunia ini saja. Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa pusat dari kehidupan kita adalah kekekalan.

M
Kita harus back to the basic. Alkitab dipahami sangat firtual. Zaman ini juga adalah zaman firtual, yang membuat akhirnya tidak adanya personal touch dalam hidupnya dengan Alkitab. Teknologi maju tetapi tetap bahwa firman itu harus membawa kedekatan dengan Allah.


N
Timotius sejak kecil diajarkan bahwa firman Tuhan bermanfaat untuk:
1. memberi hikmat
2. menuntun kepada keselamatan
3. menuntun iman kepada Tuhan Yesus
Banyak jemaat yang tau tapi tidak mau melakukan. Jemaat harus dituntun.
� Kendala � kendala tidak dapat menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari - hari :
(a) Diri kita sendiri
(b) Ketidaktaatan kita
(c) Keinginan daging yang lebih besar
(d) Memiliki standard masing � masing
(e) Roh itu penurut daging itu lemah
(f) Hidup tidak mengutamakan Tuhan
(g) Sombong
(h) Kepentingan pribadi
(i) Mengutamakan keahlian dan pengetahuan kita
(j) Firman Tuhan hanya untuk disampaikan bukan untuk hidup kita sendiri
(k) Banyak kesibukan ( anak misalnya les )
(l) Sering memikirkan kehidupan sehari � hari

� Bagaimana menghadirkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari � hari :
(a) Tahu, tapi tidak melakukannya
(b) Setiap saat menghadirkan Firman Tuhan, susah dan senang
(c) Percaya bahwa semua tulisan itu ilham dari Allah
(d) Menumbuhkan kerinduan untuk membaca dan melakukannya
(e) Musik dan media massa
(f) Melakukan dan memberitakan
(g) Menuntut diri untuk membangun diri
(h) Allah bisa karena biasa ( di STT dipaksa, kemudian menjadi biasa )
(i) Memberikan kursus � kursus yang berkaitan dengan Alkitab
(j) Mengadakan mesbah keluarga ( misal dengan buku renungan keluarga GII )

� Beberapa cara praktis menghadirkan Firman Tuhan :
(a) Menciptakan lagu
(b) Membuat website yang memberkati
(c) Lagu yang berbobot dan teologi yang benar
(d) Hamba Tuhan masuk dalam media massa

O
Kata Sola Scriptura berasal dari bahasa Latin, sola artinya sendiri dan Scriptura artinya Alkitab, jadi arti harafiahnya hanya alkitab. Ini sebuah paham yang dianut oleh gereja-gereja reformasi dalam iman Kristen terkait dalam memperlakukan kitab sucinya, yaitu Alkitab karena praktik Gereja Katolik sudah menyimpang jauh dari ajaran Alkitab. Ini merupakan semboyan reformasi Kristen yang dicetuskan Martin Luther (1483-1546). Ia melihat kerusakan moral, korupsi, sikap hidup munafik yang bertentangan dengan Kitab Suci dari orang-orang yang menjadi pemimpin gereja. Puncaknya ketika membangun gedung gereja Basilea Santo Petrus di Vatikan Roma. Karena kekurangan dana, maka pihak gereja menjual surat pengampunan dosa (idulgensia) sebagai jalan pengampunan atas dosa. Untuk itu pihak gereja juga berusaha menyadarkan umat akan banyaknya dosa mereka sehingga mereka lebih banyak membeli surat pengampunan dosa.

Keadaan ini membuat Martin Luther pada tahun 1517, berani memprotes dan memakukan 95 pernyataan mengenai iman kepercayaan Kristen pada pintu gereja Wittenberg Jerman. Ia berani melawan apa yang salah dan menyatakan apa yang benar. Ia menyadari bahwa kerusakan gereja Roma Katolik hanya dapat diperbaiki jika doktrin dikembalikan kepada Alkitab. Karena otoritas hanya terdapat dalam Alkitab. Pada waktu kita kembali kepada Alkitab barulah kita menyadari dimana letaknya penyelewengan itu terjadi baik di dalam organisasi, upacara, tradisi, individu, kuasa politik, sosial, ekonomi, kebudayaan maupun dalam bidang lainnya. Hanya dengan tolak ukur pengajaran Alkitab, kita dapat menilai segala sesuatu. Karena itu kita perlu mengingatkan jemaat diminggu reformasi ini agar selalu rajin mempelajari Alkitab. Mengapa hanya Kitab Suci saja (sola scriptura)?

1. Karena Alkitab adalah firman Allah yang diilhamkan Roh Kudus yang berotoritas tertinggi.
2. Karena Alkitab dapat menuntun orang kepada keselamatan dalam iman kepada Kristus.
3. Karena Alkitab menjadi sumber pengajaran dan sebagai pedoman hidup bagi orang Kristen.
4. Karena Alkitab bermanfaat memperlengkapi orang Kristen untuk hidup benar dan kudus.

P
Peringatan Reformasi memiliki semangat yang mulia, untuk mengingatkan seluruh gereja dan orang percaya untuk kembali kepada kebenaran firman Tuhan. Sebab, Firman Tuhan menjadi dasar yang penting bagi gereja, pelayanan serta pertumbuhan gereja. Semangat ini harus terus dipelihara untuk dikobarkan supaya tidak padam ditelan waktu atau perkembangan jaman, sebab gejala ke arah itu semakin kuat dengan berkembangnya teknologi. Firman Tuhan tidak pernah lekang ditelan jaman dan tidak pernah habis digerus kemajuan teknologi, dalam kondisi keadaan apa pun firman Tuhan tetap up to date bagi seluruh kebutuhan manusia. Sebab Alkitab adalah kebenaran Ilahi yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia, apa fungsi itu?
a. Untuk Menuntun pada Jalan Keselamatan.
setiap orang di sepanjang jaman membutuhkan keselamatan dari Allah, sebab semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Supaya manusia bisa masuk surga membutuhkan keselamatan dari Allah
b. Untuk Mengajarkan Kebenaran Allah.
dari status manusia yang berdosa manusia tidak tahu membedakan kehendak Allah mana yang baik, yang berkenan kepada Allah. Melalui Alkitab manusia dapat mengerti kehendak Allah dalam hidupnya untuk hidup sesuai panggilan Allah.
c. Sebagai Dasar Pelayanan dan Pekerjaan Allah.
Untuk melayani Allah harus di dasari dengan firman Allah supaya kita tidak melenceng dari apa yang Tuhan kehendaki, tanpa firman Allah liarlah arah pelayanan karena setiap orang akan berpatokan pada kebebarannya masing-masing.

Q
Dasar pengajaran moral tertinggi adalah Firman Tuhan. Melalui Firman Tuhan seseorang mendapatkan hikmat, pengajaran, pengarahan, pendisiplinan dan keselamatan. Gereja harus terus menjaga agar pengajarannya senantiasa bersumber kepada kebenaran mutlak yaitu Alki

Jumat, 21 Oktober 2011

Keluarga Dalam Pemeliharaan Allah (Habakuk 3:17-19)

KELUARGA DALAM PEMELIHARAAN ALLAH
Habakuk 3:17-19

A
Inti dalam pemberitaan Habakuk (konteks Israel suku Yehuda di selatan dalam pembuangan) adalah bahwa: Orang benar akan hidup oleh imannya, dikutip dalam Roma 1:17. Hidup orang benar didasarkan bukan kemampuan namun iman yang menjadi fondasi untuk menguatkan kondisi manusia dalam pergumulan.
Ada 2 alasan:
1) Kondisi yang diwarnai kejahatan (penindasan). Hukum terbalik ? manusia tidak mentaati hokum, namun perbuatan/kekerasan yang tidak berkenan di hadapan Allah. Akibatnya akan menimbulkan pergumulan bagi bangsa (konteks keluarga)
2) Kondisi yang penuh dosa. Tuhan membangkitkan orang Kasdim utk menghukum orang Israel yang hidupnya berantakan.
Masihkah ada harapan/pemeliharaan Tuhan yang tidak hanya untuk bangsa Israel dalam kondisi yang kacau?
Masih ada harapan, karena 4 alasan:
1) Orang yang hidup dalam iman adalah orang yang memiliki ketenangan, ketika memiliki Tuhan, apapun persoalan kita, maka akan tenang. Orang yang tenang dalam Tuhan, Tuhan menjadi kekuatan.
2) Orang yang mengandalkan Tuhan dalam iman, akan memiliki keyakinan yang penuh (ay.17). Kondisi tidak memungkinkan untuk berharap, namun mereka memiliki keyakinan. Di dalam kehidupan pasti ada duka dan suka, ada kegagalan dan ada keberhasilan.
3) Orang yang beriman akan tetap berada dalam Tuhan. Di dalam Tuhan ada sukacita, sorak-sorai, keselamatan (Maz 127:1).
4) Orang yang hidup dalam iman/bergantung pada Tuhan, maka senantiasa akan bersandar kepada Tuhan. Kata �kekuatan� dibandingkan dengan Rusa memiliki kekuatan di kakinya. Kekuatan yang kita miliki suatu saat akan habis, maka kekuatan dari Tuhan yang akan membuat kita bertahan untuk melewati dengan pertolongan dari Tuhan.

B
Habakuk menyinggung mengenai kekecewaan (ay 17), kita perlu mendukung dan menguatkan jemaat yang mengalami kekecewaan dalam kehidupan rumah tangganya. Habakuk mengingatkan dalam penglihatan itu bahwa Tuhan akan bertindak untuk menyelamatkan umatmu (ay.13). Aplikasi: sekalipun rumah tangga tidak terlepas dari suka dan duka, yang penting jangan sampai kecewa baik kepada Tuhan maupun kepada apa yang ia jalani (pilihannya).

C
Allah memelihara orang percaya dalam segala perkara dan keadaan. Sebagai manusia hidup kita ini seperti roda yang berputar, dan seperi uap yang sebentar hilang. Siapa yang dipelihara Tuhan ? Orang yang percaya ( Hab 2 : 4 ). Orang yang mengandalkan Tuhan ( Hab 1 : 11, dan Hab 3 : 17)

D
Latar belakangnya adalah dia merespon akan kefasikan umat Tuhan dalam segala keadaan. Menyikapi sikap bangsa Israel yang tidak mau berubah. Habakuk berseru mengenai bahwa ia akan bersorak-sorai pada Allah yang menyelamatkan ? tidak lagi didasari oleh fenomena, namun kemudian ia memiliki pembaharuan komitmen bahwa Allah yang bekerja. Bukan dengan syarat apa yang harus dilakukan atau apa yang terjadi, sehingga ia melihat Allah yang tetap mengasihinya.
Aplikasi: Allah selalu akan menyatakan diri dalam keluarga, seperti Habakuk yang bertumbuh dan kembali membangun komitmen, melatih diri dalam kesetiaan dalam segala kondisi bersama dengan Allah. Hegel: Kita harus belajar dari sejarah, karena kita akan bertemu dengan Allah yang memelihara. Agustinus: Tidak ada satupun kenikmatan dunia yang dapat ditukarkan dengan kenikmatan bersama dengan Allah.

E
Kitab Habakuk memiliki pesan utama bahwa Allah mendidik umatNya untuk membawa kepada pertobatan. Allah seolah berdiam diri membiarkan umat Israel suku Yehuda tertindas oleh bangsa Kasdim yang terkenal kejam. Situasi pada masa pemerintahan raja Yoyakim yang berkarakter lalim dan tidak percaya Allah Yahwe membawa Israel hidup menjauhi Allah dan larut dalam perilaku penuh ketidakadilan, tidak pernah menghargai kemuliaan Allah. Maka Allah �mengijinkan� orang Kasdim menindas orang Israel, agar mereka bertobat dan berbalik kepada hidup takut akan Allah. Apa yang dapat kita pelajari bersama?
Kenyataan yang lebih banyak berbeda dengan harapan. Dimana hal ini diungkap dalam bahasa metafora, seperti pohon ara yang tidak tidak berbuah dsb. Habakuk melihat banyak orang yang hidup berbalik meninggalkan kebenaran. Konteks pada hari ini keluarga banyak meninggalkan komitmen, meninggalkan hidup berdasar iman sehingga mengalami berbagai kekecewaan hidup.
Allah Yahwe adalah Allah yang menyelamatkan memberi harapan. Habakuk membandingkan dengan allah buatan manusia yang sia-sia (Habakuk 2 : 18 � 20) dengan kemuliaan Allah yang tidak tertandingi. Habakuk dengan tenang bahkan bersuka ria meski harus melalui kesukaran hidup karena perpegang kepada pengharapan yang diberikan Allah yang benar.
Makna hidup sejati ketika berjalan di dalam jalan Tuhan. Hal ini digambarkan secara metafora bahwa Habakuk mampu berjejak dibukit seperti kaki rusa. Pengharapan yang diberikan bukan hanya masa yang akan datang, tetapi juga pada konteks masa kini dimana Allah memberikan jalan keluar atas segala permasalahan hidup.

F
Ada beberapa tahapan Iman seperti Knowledge of Faith, Dichotomic of Faith (Iman yang bertentangan dengan kenyataan hidup). Pergumulan dalam hidup dapat membuat seorang bertumbuh dalam iman. Iman bukan hanya diketahui dan didengar melalui firman, namun iman kontras dengan hidupnya, dan mengakhirinya dengan komitmen.

G
Membandingkan Habakuk dengan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, mereka adalah orang-orang yang tetap percaya kepada Tuhan dalam segala kondisi. Banyak keluarga menghadapi pergumulan yang sangat sulit, namun Tuhan tidak pernah meninggalkan.

H
Dalam konteks remaja: Keluarga yang dipelihara, identik pemeliharaan dalam materi. Seringkali anak kurang menyadari perannya dalam keluarga, (Mazmur 127:3). Hubungan dan relasi dengan Tuhan sangat penting untuk dapat hidup dengan benar, meskipun ada kekecewaan.

I
Habakuk punya harapan besar dalam keterpurukan orang Israel, semangat ini yang harus diajarkan bagi jemaat. Kadang keluarga menginginkan ada perubahan, namun seringkali tidak terjadi perubahan. Namun bersyukur ketika bergumul bersama dengan Tuhan, ada harapan dan kekuatan ada untuk berjalan membangun keluarga yang masih tersisa. Penting untuk menaruh harapan dalam Tuhan, meskipun kandas.

J
Ada harapan bahwa Injil yang diberitakan tidak akan berhenti kepada yang menolak/mengeraskan hati, Injil dapat mengubah.
1) Keselamatan adalah inisiatif Tuhan yang berbeda dari apa yang manusia pikirkan. Manusia saat ini egois dan mengatakan dan memikirkan bahwa yang dapat menyelamatkan adalah diri kita sendiri. Kebanggaan adalah duniawi/materi: pohon yang berbuah, ternak dan kekayaan, dan yakin bahwa ini dapat menyelamatkan manusia.
2) Ketika mulai percaya diri kita tdk mengijinkan Tuhan intervensi, seolah2 tidak perlu ada pengaruh dari luar untuk menolong kita. Padahal keselamatan terjadi dalam ketaatan kita dalam Tuhan, melalui iman.
3) Fokus bukan pada kekuatan diri sendiri dan mengakui bahwa Tuhan menyelesaikan dengan cara Tuhan, meskipun tidak masuk di akal, namun itu yang Tuhan anugerahkan. Keselamatan adalah anugerah Tuhan.

K
Tema kitab Habakuk adalah Hidup dengan iman. Di pasal 1-2, Habakuk melihat banyak kejahatan dan penyembahan berhala yang dilakukan di Yehuda. Ia mempertanyakan bagaimana Allah dapat membiarkan umat-Nya yang memberontak dan berbuat dosa tidak dihukum (1:2-4)? Allah menjawab bahwa Dia akan memakai Babel untuk menghukum Yehuda (1:5-11). Pertanyaan berikutnya, bagaimana Allah bisa memakai bangsa Babel yang lebih jahat daripada Yehuda sebagai alat untuk menghukum (1:12-2:1)? Allah menjawab bahwa Dia juga akan menghukum Babel (2:2-20). Pada pasal 3 berisikan doa dan nyanyian Habakuk. Secara khusus pada pasal 3:17-19 berbicara tentang iman Habakuk. Pasal 3 merupakan respons Habakuk terhadap jawaban Allah dalam pasal 2. Dalam situasi yang sulit ia menaikkan doa: 1. Ia berdoa agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya di tengah umat Yehuda. 2. Dia berdoa agar pada masa yang sulit Allah tetap menunjukkan kasih sayang-Nya kepada umat Yehuda. Kemudian Habakuk bersorak sorai di dalam Tuhan. Ia bersaksi bahwa ia melayani Allah bukan karena diberi berkat tetapi karena Dia itu Allah. Bahkan di tengah hukuman Allah atas Yehuda, Habakuk memilih untuk bersukacita di dalam Tuhan, karena Dia menjadi Juruselamatnya dan sumber kekuatannya. Ia beriman bahwa umat Yehuda yang tersisa akan selamat dari serbuan Babel dan ia memberitakan kemenangan terakhir dari semua orang yang hidup oleh iman (2:4). Bagaimana mengalami pemeliharaan Allah itu?
1. Hidup dikontrol oleh iman, bukan oleh perasaan. Ayat 17, menceritakan meskipun semua tanaman dan hewan ternak yang menjadi andalan dan sandaran hidup sudah musnah bahkan keselamatan dan keamanan sudah lenyap dari umat Yehuda, namun Habakuk tetap bersukacita dan bergembira didalam Tuhan. Di sini kita melihat bahwa perasaan Habakuk tidak dipengaruhi atau tidak dikontrol oleh kejadian yang terjadi, tetapi dikontrol oleh iman kepada Allah.
2. Hidup bersandar kepada Allah. Habakuk mengakui bahwa Allah yang menyelamatkan dia (ay. 18b); Allah adalah kekuatannya (ay.19). Dengan kata lain, ia selalu bersandar kepada Allah sumber keselamatan dan kekuatan dalam mengatasi segala pencobaan dan kesulitan hidup. Melalui teks ini, mari kita mengajak keluarga jemaat yang berada di tengah tantangan dan kesulitan agar selalu mengutamakan Tuhan dan bersandar kepada-Nya (Mat. 11:28-29).

L
Tidak satu keluargapun yang hidupnya terus lancar, adakalanya mengalami liku-liku perjalanan hidup serta kerikil tajam dalam keluarga. Bahkan tidak jarang keluarga diperhadapkan pada persimpangan jalan, tidak mudah untuk memutuskan kemana harus melangkah. Disinilah proses pengujian serta pembentukan Allah sedang terjadi di dalam keluarga. Apakah seisi anggota keluarga percaya kepada Allah serta berharap pada kekuatan Allah yang akan menolong. Apakah keluarga percaya akan janji-janji Allah yang telah dikatakannya dalam firmanNya. Jika seisi anggota keluarga percaya kepada Tuhan dan beriman kepadaNya maka Allah akan bertindak sesuai dengan karyaNya yang ajaib.
Pemeliharaan Allah itu nyata, kasih Allah tidak pernah berubah dari dahulu, sekarang dan selama-lamanya Allah tidak pernah meninggalkan kita. Pada akhirnya setiap kesulitan dan pergumulan hidup ada kemenangan atau sukacita yang Allah berikan untuk hidup dalam anugerah Allah.

M
Bukanlah hal mudah saat kita melihat anak Tuhan ditekan orang yang tidak mengenal Tuhan. Habakuk melihat orang Israel diperlakuakn dengan kejam oleh bangsa Kasdim; ironisnya Allah seakan-akan diam dan berpangku tangan. Habakuk berteriak, mengeluh dan meratapi bangsanya. Namun dalam perenungannya akhirnya dia menemukan jawaban bahwa kesetiaan Tuhan tetap sama sekalipun fakta disekililing kita begitu buram. Habakuk mengangkat hatinya melihat Allah dan menyatakan imannya; sekalipun kehidupan kurang baik, pemasukan kurang lancar, stock makanan sangat terbatas namun pemeliharaan Allah akan tetap nyata.

N
Kitab Habakuk satu-satunya kitab yang menyebut "Nabi" sebagai gelarnya. Tentang Habakuk sendiri, praktis kitab ini tidak menceritakan apa pun. Ada penafsir yang mengatakan bahwa Habakuk adalah imam Bait Allah yang sekaligus menjadi nabi. Kitab Habakuk ditulis pada saat bangsa Babel (Kasdim) sedang menuju puncak kejayaannya (1:6). Pada 625 sM, Nabopolasar menjadi raja Babel dengan memberontak terhadap Asyur. Setelah mengalahkan Asyur secara telak (612 sM) dan Mesir (605 sM), Babel menjadi negara adikuasa menggantikan kejayaan Asyur. Pada tahun 598 sM Nebukadnezar (putra Nabopolasar) menyerbu Yehuda dan memulai penawanan raja dan para bangsawannya ke Babel. Jadi, diperkirakan Kitab Habakuk ini ditulis antara tahun 625 sM-598 sM. Pada saat yang sama, di Yehuda pada pemerintahan raja-raja sesudah Yosia (sesudah 609 sM), kekacauan dalam bidang sosial politik dan ekonomi semakin menjadi-jadi. Ketidakadilan dalam masyarakat merajalela, akibatnya kaum berkuasa, bangsawan, pejabat negara menindas kaum lemah dan rakyat jelata yang miskin. Hal ini bisa kita lihat dalam pertanyaan Habakuk kepada Allah: "Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik" (Hab. 1:2-4). Pertanyaan Habakuk dan jawaban Allah mengisi bagian pertama dari kitab ini. Dalam dialog terungkap kedaulatan Allah menggunakan bangsa kafir untuk menghukum umat-Nya yang jahat, namun tidak berhenti di situ karena Allah juga menghukum bangsa kafir tersebut ketika tindakan mereka menjadi berlebihan dan kejam. Habakuk belajar memercayakan diri kepada Allah yang akan bertindak adil pada waktu-Nya. Iman menjadi kata kunci kitab ini (2:4a) yang kemudian hari dikutip oleh Rasul Paulus dalam Roma 1:17, Galatia 3:11, dan oleh penulis Ibrani (Ibr. 10:38). Mazmur yang digubah Habakuk mengekspresikan iman kristiani yang percaya kepada Allah walaupun situasinya seperti tidak berpengharapan (Hab. 3:17-19).

O
Kitab ini unik karena bukan suatu nubuat yang diarahkan langsung kepada Israel tetapi malah sebuah dialog antara Allah dan sang nabi. Dalam pergumulan yang hebat dan berat Habakuk mengajukan pertanyaan mengapa Allah tidak berbuat sesuatu? Berapa lama lagi Tuhan aku berteriak? Mengapa Allah menghukum umatnya melalui bangsa yang lebih jahat daripada mereka? Tetapi kita mendapati Habakuk pada akhirnya mengandalkan Allah dan hidup dengan iman dalam jalan Allah tanpa menghiraukan keadaan.

P
Kitab ini dalam situasi banyak kesulitan dan pergumulan yang berat, sampai akhirnya dia mengatakan dalam ayat 17-19 itu. Kemelut bangsa berdampak pada keluarga yang dihadapi oleh Habakuk. Dia melihat bahwha ketenangan hidup itu pada kestabilan situasi atau perubahan keadaan buruk menjadi baik. Atau, kelegaan itu bukan lagi soal memiliki ekonomi yang baik, memiliki rumah, anak-anak yang manis, suami istri yang penuh pengertian. Tetapi letaknya pada ketidakberubahan Tuhan, janji-Nya tidaka berubah. Inilah yang menjadi kedamaian dalam hati seseorng. Setelah mengalami banyak kesusahan, Habakuk menyimpulkan Allah harus menjadi pusat hidup. Ini menunjukkan bahwa relasi dengan Tuhan iu sebagai kunci menghadapi semua kesulitan itu. Tuhan menggunakan penderitaan, kesusahan, keadilan untuk tujuan yang lebih besar untuk mengalami Tuhan dan janji-Nya secara penuh. Misalnya, ada keluarga yang sakit mengingatkan kita bukan pada kesembuhan tetapi pada sang Penymbuh itu. Kemiskinan itu bukan menarik kita pada kekayaan, tetapi kepada Allah. Kesedihan itu bukan menarik kita pada penghiburan, tetapi pada Penghiburan. Kecelakaana itu bukan menarik itu pada keselamatan, tetapi Juruselamat.

Q
Habakuk hidup dalam jaman yang sulit di mana umat Tuhan ditindas, dianaiya, dan kekerasan ada di mana-mana, juga pertikaian, ketidakadilan. Perekonomian dalam keadaan yang sulit karena hasil pertanian tidak dapat diharapkan. Kluarga-keluarga ornag percaya banyak mengalami pergmulan. Habakuk protes kepada Tuhan menapa orang percaya ditindas oleh orang fasik? Allah menjawab bahwa Dia memakai orang fasik unuk memjrnikan iman orang percaya dan selanjutnya orang fasik akan dihukum. Habakuk baru bisa melihat akan penyertaan Tuhan dan pemeliharaan Tuhan terhadap keluarga-keluarga orang percaya. Di tengah-tengah kesulitan mereka semua dilindungi oleh Tuhan. Oleh sebab itulah, Habakuk berkata dalam ayat 17-18, mengapa:
1. Karena dia tinggal dan hidup dalam Tuhan (ayat 18)
2. Karena Tuhan menyelamatkannya (ayat 18)
3. Karena Tuhan memberi kekuatan (ayat 19)

R
1. Situasi hidup bisa berubah. Jangan pernah berpikir bahwa kehidupan itu akan berjalan dan semua diatur dalam tangan kita. Kita tidak tahu maksud dan rencana Allah dalam kehidupan kita dan kita tidak tahu ijin yang diberikan Allah kepada iblis untuk mencobai kita.
2. Persoalan hidup bisa menjadi sulit dan kadang-kadang tidak terpecahkan yang membuat keadaan tidak berpengharapan.
3. Ada pengharapan di dalam Tuhan (lih. Ayat 17). Harapan itu tidak dia lihat di depan mata, tetapi suatu hari akan terwujud. Menghadapi kesuliatan dan pergumulan itu perlu iman yang sungguh di dalam Tuhan. Kita masih tetap bisa melangkah seperti dalam ayat 19 itu. Tuhan masih mengijinkan kita mencapai apa yang kita kerjakan untuk memuliakan Tuhan.

S
Habakuk hidup pada zaman bgs Israel di tindas musuhnya. Bukan hal yg mudah baginya utk mempertahankan imannya. Masa-masa sukar seperti ini membawa aspek kehidupan bgs Israel dan keluarga-keluarganya terpengaruh. Ladang menjadi tempat mendatangkan penghasilan tidak lagi membuahkan hasil. Ternak yang harta kekayaan terhalau dari kurungannya, tdak ada lagi simpanan.
Kondisi seperti ini banyak dialami oleh umat Tuhan dewasa ini. Krisis-krisis yang terjadi belakangan ini dampaknya sangat besar, banyak pengangguran di mana-mana, pekerjaan bisnis juga tidak mudah, tekanan hidup semakin banyak, keluarga-keluarga juga mengalami krisis. Kita perlu belajar dari Habakuk bagaimana mendapat kekuatan pada masa-masa sukar.
1. Bersorak sorak di dalam Tuhan (Hab. 3 :18a)
Seperti bgs Israel mengelilingi kota Yeriorakhko mereka bersorak sorai.

Aplikasi:
1. Demikian juga pada saat masalah besar yg kota hadapi,kiita belajar bersorak dalam Tuhan dengan segenap hati.
2. Seperti rasul Paulus pd waktu pednderitaan, ia menasehati jemaat Filipi spy bersukacita senantiasa, disitulah letak kekuatan Tuhan
3. Berharap kepada Tuhan (Hab.3 :19b)
Kita perlu menempatkan kita dan keluarga kita kepada Tuhan, maka Ia akan membela kita.

T
Kitab Habakuk ditulis kira-kira antara 18-20 th sebelum Yerusalem hancur, yaitu pada tahun 580 SM. Sangat mungkin ia hidup dan menyaksikan kehancuran Yerusalem, ia juga mungkin terbunuh dalam pertempuran atau ia juga mungkin menderita kelaparan dalam masa pengepungan tentara musuh. Ia mungkin hidup dalam masa-masa itu.
Jadi, bacaan kita hari ini jelas sekali memperlihatkan bahwa, kondisi Israel sangat penuh dengan tekanan dan penderitaan yang sangat memprihatinkan.
Sumber kehidupan bangsa Israel di zaman itu sangat bergantung pada pertanian dan peternakan. Namun semua ketergantungan masyarakat Israel pada pertanian dan petrnakan itu sirna ketika peperangan, pengepungan dan penjajahan terjadi. Semua yang diharapkan dari tanaman maupun ternak tidak mampu menolong siapapun, termasuk sang empunya lahan pertanian dan perternakan. Kemungkinananya bisa terjadi karena : Situasi pergolakan menyebabkan kesulitan untuk bercocok tanam dan merawat ternak. Kemungkinan yang paling ditakuti adalah perampokan dan pengambilan secara paksa. Kondisi seperti ini mendatangkan kehidupan yang serba tertekan dan terinjak injak.
Bacaan kita hari ini memperlihatkan bahwa, segala sesuatu boleh lenyap dari kehidupan ini, tetapi ketika Tuhan ada bersama-sama kita, ia akan tetap memelihara kita dan melindungi kita dengan caraNya yang melampaui akal dan pikiran manusia.
Itulah sebabnya meskipun dalam keadaan susah, terhimpit dan terinjak sekalipun, orang percaya masih bisa memuji Tuhan, karena Allah tetap menyertai.

U
Pada bagian ini melukiskan akibat-akibat dari penyerbuan musuh yang begitu dasyat dan gencar kepada bangsa Israel, sehingga berdampak pada mata pencaharian mereka dan mengalami tekanan pada jiwa mereka. Sehingga Habakuk hampir putus asa, Habakuk berteriak tetapi seolah Tuhan tidak mendengar (1:2), namun Habakuk patut jadi teladan bagi kita dalam menghadapi tekanan hidup karena dia tetap bertahan dalam masa-masa sulit, iman tetap teguh dan selalu yakin akan pemeliharaan Allah.

Kamis, 13 Oktober 2011

Keluarga Tempat Bersemainya Iman (2 Tim 1:5)

Keluarga Tempat Bersemainya Iman
2 Timotius 1:5

Tujuan :
1. Jemaat memahami iman yang bertumbuh dan berkembang akan menjadi warisan yang indah bagi keturunan dari beberapa generasi.
2. Jemaat terlibat dalam menjadikan keluarga sebagai wadah pertumbuhan iman.

LATAR BELAKANG
Timotius telah dididik dalam Alkitab sejak masa kanak-kanaknya, sesuai dengan perintah Allah dan adat bangsa Yahudi. Hal itu juga telah dinyatakan oleh rasul Paulus, "Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepada-Mu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus." (2Timotius 3:15).
Paulus berbicara tentang keharusan membina dan mendisiplin anak- anak kita secara terus-menerus: seperti yang diteladankan oleh Lois dan Eunike "Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu." (2Timotius 1:5).
Kis 16:1-3,�..
Berbicara tentang Timotius, kita tidak bisa terlepas dari didikan yang diterimanya. Timotius yang masih muda dapat menjadi pemimpin bahkan menjadi perintis pekabaran Injil serta pemikir Kristen adalah karena didikan yang diterimanya. Paulus, rasul yang besar dan terkenal bahkan menyebutnya sebagai satu-satunya orang �yang sehati dan sepikir� dan yang tidak mencari kepentingannya sendiri melainkan kepentingan Kristus (Flp. 2:20).
Nama Timotius berasal dari kata Yunani yakni Timotheo artinya menghargai Allah, takut akan Tuhan. Timotius adalah putra seorang wanita Yahudi beragama Kristen bernama Eunike yang bersuami seorang Yunani (lih. Kis. 16:1).. Timotius dididik secara kristiani oleh ibunya. Selain itu dia juga menerima didikan secara kristiani dari neneknya yang bernama Lois (lih. 2 Tim. 1:5). Alkitab menjelaskan bahwa pengaruh pertama yang dialami Timotius adalah pengaruh asuhan orangtuanya dan terutama ibu dan neneknya yang mengajarnya Alkitab sejak ia kecil. Nama Lois dan Eunike hanya muncul sekali dalam Alkitab, nama mereka tercatat dalam sejarah karena mereka meninggalkan kesan yang tidak terhapuskan pada Rasul Paulus.
Perkenalan Paulus dengan Timotius dicatat di Kis. 16:1-3. Di situ, Timotius muda dipercaya Paulus untuk ikut dalam pelayanan misinya yang kedua (Kis. 15:36-18:22). Melalui pelayanan inilah, Timotius bertumbuh menjadi murid dan anak rohani Paulus. Paulus merasa yakin bahwa pendidikan rohani dan bantuan yang telah diberikannya kepada Timotius tidak akan berhenti sampai di situ saja, sebab Timotius sudah membuktikan bahwa ia telah menerima pelajaran itu dengan sungguh-sungguh. Sekali lagi Paulus mengarahkan Timotius kepada tugas yang terbentang di hadapannya (2:2)
Lois dan Eunike memakai setiap kesempatan untuk mendidik Timotius sejak kecil dalam pengenalan tentang Alkitab. Dan tidak hanya itu, mereka menunjukkan kepadanya melalui kehidupan mereka bagaimana iman harus diterapkan dalam keluarga. Lois dan Eunike bersyukur ketika Timotius memulai tugasnya untuk memberitakan injil. Lois dan Eunike bukan saja meletakkan dasar firman Tuhan bagi Timotius tapi juga mempersiapkannya untuk pekerjaan pelayanan Timotius. ? firman Tuhan menjadi petunjuk, dan Timotius berpegang teguh pada firman itu dan melaksanakannya di dalam kehidupan.

A
Keluarga Timotius adalah keluarga yang menjadi teladan bagi keluarga kristen hari ini, di mana ada iman dan teladan yang dipraktekkan. Kemudian kalau kita melihat bahwa keluarga tempat bersemainya imam, maka anak-anak harus bisa melihat kalau keluarga bukan sekedar hotel atau tempat persinggahan, tetapi tempat naungan di mana keluarga menjadi tempat ditanamnya nilai-nilai hidup. (Tolong penekanan untuk menggunakan buku keluarga yang dibagikan, sehingga para bapa bisa menjadi imam bagi keluarga).

B
Keluarga remaja saat ini adalah keluarga yang tidak normal, di mana orang tua tidak saling mengasihi. Karena itu, perlu diingatkan bahwa pendidikan iman penting sekali, krisis terbesar adalah ketika cinta meninggalkan keluarga.

C
Prioritas menjadi keluarga itu adalah penting. Dalam kehidupan Timotius, prioritas adalah kehidupan iman untuk takut dan taat kepada Tuhan sehingga pada masa dewasa mereka tidak menyimpang. Karena itu, pada masa kini, orang tua harus kembali kepada pola asuh yang benar sehingga pendidikan iman itu dapat diajarkan dan diterapkan (termasuk para hamba Tuhan).

D
Timotius adalah keluarga yang mendapat belas kasihan dari Tuhan, sebab orang tuanya bukanlah pasangan yang sepadan. Namun demikian, pendidikan itu sangat kuat sekali dalam keluarganya, sehingga iman itu bersemai dalam keluarganya. Penekanan kepada jemaat: Jangan meniru pernikahan beda iman, sehingga bisa mendidik anak dalam iman yang sama.
Sistem pendidikan pada waktu itu sampai abad 18, TK tidak ada. Pendidikan anak, ibu diserahkan waktu 6 tahun untuk mengajar anak-anaknya. Maka pengaruh ibu itu sangat penting sekali. Karena itu, seorang ibu harus memprioritas pendidikan anaknya sampai anak berusia 6 tahun. Pada usia 7 tahun, seorang ayah menunjukkan bertahan dalam iman. Iman yang tulus (sine cere) memiliki arti tanpa dempul, yaitu iman yang kelihatan tanpa menutupi. Jadi keluarga tempat bersemainya iman, artinya memelihara.

E
Statistic orang menerima Tuhan Yesus, dalam usia:
4-14 tahun : 85 %
15-18 tahun : 4 %
19- : 6 %
Ilustrasi: Perbedaan keturunan antara Jonathan Edward dan Max Jukes adalah karena orang tua yang mengajarkan pengajaran iman.

F
Iman yang tulus ikhlas adalah iman yang tidak munafik atau apa adanya ketika menghadapi penderitaan dan pengajaran sesat. Paulus mengingatkan kepada Timotius agar tetap kuat menghadapi tantangan tersebut, sebab iman yang diajarkan kepadanya adalah iman yang kuat. Jemaat harus menyadari bahwa iman diajarkan bukan disekolah atau di gereja saja tapi juga dalam keluarga. (con: Nietsche dan Marx)

G
Iman adalah anugerah Allah, tapi iman tidak dapat bertumbuh secara otomatis tapi juga diajarkan. Hal ini yang terlihat dari pengajaran Eunike dan Louis kepada Timotius. Walaupun ayahnya bukan orang percaya, tapi di sisi lain ada anggota keluarga lain yang memiliki iman yang kuat sehingga Timotius (artinya: menghormati Tuhan) bisa menjadi teladan.

H
Esensi: (bdk Ul. 6:6-9), harus diperhatikan (disimpan dalam pikiran dan hati) yaitu menjadi teladan bagi anak-anaknya. Orang tua tidak bisa pura-pura selama 24 jam, karena itu orang tua harus terus menghidupi imannya sehingga bisa ditiru oleh anaknya. Berulang-ulang yaitu secara terus menerus. Dalam semua kesempatan, orang tua harus available untuk anak-anaknya. Dengan demikian, orang tua bisa mengajarkan iman kepada anak-anaknya sesuai dengan jenjang usianya.

I
Arti nama Louis (lebih diinginkan atau lebih baik); Eunike (kemenangan yang baik). Dalam pendidikan ada 3 hal: knowledge, understanding, wise (sharing of life). Berbagi hidup ini tentu saja dari orang tua yang hidup bersama-sama dengan anak-anaknya, teladan inilah yang membangun iman anak-anaknya.
(lihat Veritas, Oktober 2005).

J
Pengenalan akan Tuhan kepada Anak membutuhkan konsistensi dengan ketekunan dari orang tua. Anak dapat mengenal Allah melalui pengajaran dan keteladanan iman dari orang tua atau keluarga. Anak dapat cepat belajar dari melihat dan mengalami secara langsung dalam hidupnya, demikian juga tentang Allah, anak dapat belajar dan mengenal Allah dari lingkungan keluarga yang percaya kepada Tuhan. Sayang banyak keluarga kurang memperhatikan bahkan cenderung mengabaikan dalam hal ini, sehingga anak-anak tidak memiliki konsep iman jelas dan kuat tentang Allah. Oleh karena itu setiap keluarga perlu menyadari, betapa pentingnya untuk menanamkan iman tentang Allah sedini mungkin kepada anak.

K
Keluarga merupakan tempat anak bertumbuh secara jasmani, mental dan spiritual. Keteladanan menjadi bagian yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan tersebut. Timotius bertumbuh dalam keluarga yang mengenal Allah dan iman keluarga tersebut diturunkan pada generasi berikutnya. Pendidikan iman orang Israel sungguh luar biasa (Ul. 6:4-9); pertama keteladanan (sebelum mereka mengajarkan kepada anak-anak; mereka harus terlebih dulu melakukan pengajaran itu dan memperhatikan pengajaran tersebut dengan sungguh, ay 5-6), kedua keseriusan (tidak dilakukan sambil lalu, tapi berulang-ulang ay 7). Pendidikan iman adalah tanggung jawab orang tua bukan lembaga gereja atau sekolah.

L
Timotius adalah seorang muda yang mempunyai iman yang tulus ikhlas yang diwarisi neneknya Lois dan ibunya Eunike. Iman yang dimiliki Lois dan Eunike adalah iman yang benar-benar mengusai hidup mereka sehingga iman yang demikian mempengaruhi iman dan hidup dari Timotius. Iman Timotius bertumbuh berkat didikan dari nenek dan ibunya yang sungguh-sungguh hidup dalam iman dan menghidupi iman tersebut. Lois berarti disetujui atau dikehendaki adalah seorang penganut Yahudi yang tinggal di Listra. Lois memiliki anak perempuan yang diberi nama Eunike yang berarti �kemenangan atau sukacita kemenangan�, dimana Eunike dididik dalam Tuhan oleh Lois, dan meskipun menikah dengan pria Yunani, Eunike tetap teguh pada imannya. Sesuai dengan nama Eunike, diamen dapat kemenangan atau sukacita kemenangan, atas suaminya dan orang disekitarnya yang menyembah illah lain.
Timotius nama yang diberi oleh Eunike yang berarti �orang yang takut pada Tuhan�. Lois dan Eunike mendidik Timotius sesuai dengan namanya yaitu takut pada Tuhan. Pada waktu Injil yang diberitakan oleh Paulus ketika ia mengunjungi Derbe dan Listra, Lois, Eunike dan Timotius menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat.
Pada kunjungan Paulus yang kedua, dia mendengar perbincangan di jemaat Listra dan Ikonium tentang kesalehan Timotius yang masih muda yang membuat Paulus memutuskan mengajak Timotius untuk bersamanya melayani dan mengiring perjalanannya.
Timotius mengikuti Paulus ke Prigia, Galatia, Misia, Troas, Filipidan Berea. Dia juga bersama Paulus ketika di Atena, yang kemudian bersama Silas diutus ke Tesalonika. Bersama Paulus ke Korintus dan tinggal di Efesus, terus diutus ke Makedonia. Selanjutnya bersama Paulus ke Asia. Pada waktu Paulus dipenjara di Roma, Timotius mengunjunginya dan bersama ikut dipenjara. Ketika Paulus dipenjara lagi, dia menulis surat pada Timotius untuk membawakan jubah, kitab-kitab dan perkamen yang tertinggal di Troas (2 Timotius 4:13)
Paulus sangat terkesan pada kesetiaan dan kesungguhan pelayanan Timotius. Sehingga Paulus memuji iman Timotius yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. (2 Timotius 1:5). Semuanya karena persemaian iman dalam keluarganya, yang seharusnya menjadi contoh bagi kita untuk menjadikan keluarga sebagai tempat yang subur bagi persemaian iman.
Bagaimana kita dapat menjadikan keluarga tempat bersemainya iman :
1. Orang Tua harus mempunyai iman yang tulus ikhlas.
2. Orang Tua menyatakan atau mengajarkan FirmanTuhan kepada anak-anak sejak kecil.
3. Orang tua member contoh bagaimana hidup dalam iman, yang bukan hanya sebagai teori saja tetapi mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

M
II Tim 3;15 ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci. Ini berarti sejak kecil ada yang memperkenalkannya kepada dia. Itu adalah peran nenek dan ibunya yang mendidik Timotius berdasarkan firman Allah. menstimulir orang untuk selalu haus akan kebenaran firman Allah. sekalipun bukan hal yang mudah untuk mengajarkan kebenaran firman Tuhan. Eunike benar2 mempertahankan kebenaran firman Tuhan dalam pendidikan karena suaminya seorang Yunani. Firman itulah yang telah menuntun Timotius kepada keselamatan bahkan kepada pelayanan bersama Paulus. Kesimpulannya: keluarga memang adalah tempat persemaian iman. Dan orang tua adalah alat di dalam tangan Allah untuk mendidik anak kepada Tuhan.
Pdt. Unandi:
1. Iman mulai dari firman yang didengar dan diajarkan serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Iman harus dengan ketulusan dan kebenaran ? banyak hal-hal iman yang terjadi dalam kehidupan orang percaya. Tetapi Timotius memiliki iman yang tulus ikhlas. Iman tidak bisa bertumbuh dalam kemunafikan, motivasi yang lain dan sembarangan. Iman yang tdk dibangun dlm kebenaran, kejujuran.
3. Iman harus berbuah dan hidup dalam pelayanan yang memuliakan Allah. iman harus nyata dalam sikap hidup kita.

N
Tuhan memberikan mandat kepada orang tua untuk mendidik anak, tetapi kadang orang tua sibuk dengan memenuhi kebutuhan anak secara materi, bukan rohani. Apa yang ditabur orang tua sejak kecil kepada anak-anak akan memeberikan pengaruh yang besar dikemudian hari. Orang tua dapat mendidik dan menularkan iman kepada anak. Melalui teladan sehari-hari. Ibadah keluarga yang sejati bukan sekedar rutinitas, tetapi harus menghidupkannya dalam setiap pribadi keluarga.

O
James Fowler ? dia adalah orang yang mencetuskan faith development teori. Orang ini dithabiskan sbg pendeta gereja di methodist di Amerika. Pandangannya: beragama itu adalah bagian dari proses mencari makna, sebab itu adalah meaning maker, manusia adalah pencipta makna pada sesuatu /iman/agama. Sederhananya bagi Fowler iman adalah sesuatu yang luar dari sekedar percaya.
1. Iman sejati itu berkaitan dengan pengetahuan. Seseorang tidak mungkin bisa berkata ia beriman kalau ia tidak mengerti tentang imannya berdasarkan atau berakar pada apa. Iman itu bukan sekedar pecaya, tetapi hrs didasari pada fondasi yang benar.
2. Iman harus berdasarkan iman, kasih dan pengharapan. Inilah yang telah dikatakan oleh Paulus.
3. Iman itu berkaitan dengan percaya dan mempercayakan diri kepada Allah.

P
Timotius menjadi murid yang baik ketika Paulus menemukan dia di Derbe dan Listra. Dan itu disebut oleh Paulus karena iman dari Lois neneknya dan Eunike ibunya. Timotius adalah seorang bishop yang pertama di Efesus II Timotius. Dari keluarganya Timotius belajar memiliki iman yang tulus dan teguh. Walaupun ia memiliki bapa seorang Yunani, tetapi ia memiliki nenek dan ibu yang beriman.
1. Iman yang benar didasarkan pada Firman Tuhan dan pertobatan pribadi.
2. Iman yang benar bertahan dalam segala persoalan dan tantangan hidup. Segala masalah dalam keluarga atau yang dihadapi dalam keluarga, seharusnya membangun iman kepada Tuhan.
3. Iman yang benar adalah iman yang membuat orang memberi hidupnya kepada Tuhan.

Q
Sejarah menunjukkan kepada kita bahwa keluarga memiliki peran penting dalam kehidupan bergereja. Dgn perkembangan jaman yg begitu cepat dan berbagai tantangan serta godaan yg menggiurkan maka penting sekali anak2 Tuhan memperkuatkan imannya agar tidak tergoda dan tidak jatuh dalam dosa. Iman seperti apa yang bersemai didalam keluarga
1. Iman yang siap berhadapan dengan realita tidak lari dari tanggung jawab. Berani menghadapi apa yang terjadi saat sekarang ataupun peristiwa yang akan datang.
2. Iman yang disertai dengan perbuatan.
Timotius menerima warisan iman dari neneknya. Disini dituntut setiap kita untuk diproses mengalami pembentukan yang melahirkan karakter anak Tuhan sehingga menjadi berkat dalam keluarga dalam bergereja sehingga menjadi berkat dalam keluarga, dalam gereja dan lingkungannya.

R
Keluarga adalah lembaga pertama yg dibentuk oleh Tuhan sendiri, dan menjadi lembaga tertua di muka bumi ini. Sebagai lembaga yg langsung dibentuk oleh Tuhan, keluarga memiliki tujuan yg mulia yaitu Untuk memuliakan Tuhan. Timotius adalah anak yang hidup dan bertumbuh dalam sebuah keluarga yang sangat mengasihi Tuhan dan mendukung penuh pertumubuhan dan pendewasaan iman Timotius. Bagaimana sebuah keluarga dapat menjadi tempat bersemainya iman.
1. Sungguh2 hadir dalam kehidupan keluarga
2. Menjadi keluarga dalam kehidupan keluarga
3. Membangung nilai2 kekal dalam kehidupan keluarga

S
Paulus mengingatkan kepada Timotius tentang warisan iman keluarganya, dari neneknya Louis dan ibunya Eunike.Bagaimana memelihara warisan iman itu.
1. Mengobarkan karunia Allah yg ada padanya.
2. Jangan takut menghadapi tantangan dalam pelayanan
3. Jangan malu bersaksi

T
Gereja yang kuat terdiri dari keluarga yang kuat. Sangat penting menanamkan nilai2 kerohanian dalam keluarga. Dengan Cara :
1. Orang tua terlebih dahulu menjadi teladan rohani bagi anak2.
2. Sangat penting ada persekutuan keluarga
3. Sangat penting menciptakan atmosfir rohani dalam keluarga (lagu, film, gambar2 dinding)
4. Sangat penting peranan Ayah (sebagai imam dalam keluarga) dan peranan ibu.
5. Sangat penting membawa seluruh keluarga melayani Tuhan.
Ada janji Tuhan�jangan takut dan tetap menyaksikan Kasih Tuhan.

Kamis, 06 Oktober 2011

Sehati Dlm Harmoni (Flp 2:1-4)

SEHATI DALAM HARMONI
(Filipi 2:1-4)
A
Tujuan :
� Jemaat memahami harmoni suami-istri membawa berkat bagi pelayanan misi
� Jemaat memiliki arah kehidupan keluarga yang baik dan menjadi berkat
Harmoni menurut kamus bahasa Indonesia :
nomina (n)
� pernyataan rasa, aksi, gagasan, danminat; keselarasan; keserasian (nomina)
Contoh:
harusada ~ antarairamadangerak;
harmoni [THESAURUS]
harmoninkeseimbangan, kepaduan, keselarasan, kesesuaian, keteraturan, ketertiban, simetri
harmoni [KAMUS GLOBAL]
harmoniousks. rukun, seia-sekata. h. relationship hubungan yang rukun.
harmony kb. (j.-nies) keselarasan, keserasian, kesesuaian, kecocokan, kerukunan.
inharmoniousks. tidakselaras/seimbang/cocok.

Hal yang selalu berbalas-balasan
� Jalan, kaki kiri lalu kanan, itu namanya jalan, ada harmoni
� Sepatu, kiri dan kanan, beda tapi melengkapi
� Kejapan mata, selalu bersamaan, jarang yang sebelah �kecuali ada kelainan-, dan ia pun terpejam bersama
Demikian pula dalam kehidupan berkeluarga, suami istri adalah saling melengkapi satu dengan yang lain, menjadi satu keserasian, keselarasan dan berpadu, untuk mencapai satu tujuan. Dan dalam keluarga Kristen, maka panggilannya adalah menjadi keluarga yang memberkati dunianya.
Sebagai suami istri yang membentuk suatu keluarta, maka keberadaan suatu keluarga, akan memberikan dampak pada kehidupan sekitarnya;
Mengutip catatan yang diberikan oleh ; Ev. HarbiantoSTh(8 Oktober 2010, khotbah 10 Okt)
PBB mencanangkan tahun 1994 sabagai tahun keluargainternasional, dandilanjutkandlmdekadeselanjutnya, thn 2004. Covvi Annan:� keluarga yang kokoh adalah cara afektif utk mengatasi kejahatan, ketidakadilan sosial, penyalahgunaan obat2an dan alkohol, kenakalan remaja, aborsi, KDRT, perceraian, perzinahan, dan pelanggaran HAM. Ironissekali! PBB ygmeyuarakanmasalahinikpdduniadanpemerintah, spy keluargamenanamkanpengajarandannilairohani. Bagaimana suara gereja? David Stoop & James MastellerdlmBuku Family System:�Panggilanutama keluarga kristen di zamanini, harus menjadisekolahAlkitab, pusatmisi, tempat pertemuan dengan Allah bagi semua anggota keluargadanmasyarakat.

Kehidupan keluarga, dan orang tua yang solid, dan harmoni, dan memiliki panggilan yang jelas akan keberadaan mereka sebagai suami istri, dan sebagai orang tua, akan berpengaruh luar biasa

Rasul Paulus menekankan karya Kristus dan keberadaanNya di tengah-tengah kehidupan orang percaya seharusnya memberikan dampak (Filipi 2:1)
Php2:1JadikarenadalamKristusadanasihat, adapenghiburankasih, adapersekutuanRoh, adakasihmesradanbelaskasihan,
Bahwa di dalam Tuhan Yesus Kristus, akan memimpin suatu kehidupan yang memberikan;
� Nasihat (artinya ada kepedulian, perhatian)
� Penghiburan kasih (empati, pendampingan)
� Persekutuan Roh (bersama-sama mengalami kedalaman hubungan dengan Tuhan)
� Kasih mesra
� Belas kasihan
Bagaimana kehidupan seperti itu dapat terjadi? Dimana dalam kehidupan dunia sekarang ini, suami istri dan keluarga hidup banyak dalam perpecahan, dan banyak pasangan yang memilih bercerai daripada berjuang untuk memulihkan hubungan, dan banyak pasangan mengatakan kalau diberi kesempatan hidup yang kedua kali, maka mereka tidak memilih pasangan mereka yang lama.

Kunci keharmonisan dapat terjadi adalah
(1) di dalam Kristus dan memiliki visi-Nya, bagi Pemberitaan Injil
Dan kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus menekankan agar mereka memiliki kesehatian dan satu Roh bagi pekerjaan Kristus, bagi pemberitaan Injil Filp 1:27; 2:5, 20, 21
Harus dimulai dari Kristus dahulu, dengan Tuhan Yesus hadir sebagai Tuhan dalam hidup dan kepala rumah tangga, maka akan memimpin keluarga tersebut mengerjakan apa yang seharusnya menjadi panggilan mereka; baik sebagai suami, istri, orang tua, anak
(2) Memiliki hati dan pikiran yang sama dalam membentuk dan membangun keluarga, dan hubungan suami istri, orang tua dan anak, (Flp 2:2)
Banyak keluarga membangun keluarganya berdasarkan asumsi dan pandangan yang ada dari keluarga asal, teman, dan lingkungan, dan lupa bahwa mereka harus menaruh ide berkeluarga di dalam Tuhan, baik membangun hubungan suami istri maupun mengasuh anak-anak
Ada kemauan dan keberanian untuk mengubah mind sets, masuk ke dalam konsep alkitabiah

(3) Tidak mementingkan diri, tapi memberi bagi yang lain (Flp 2:3)
Menjadi pasangan yang memberi diri, dan tidak mengutamakan diri, mampu melengkapi satu dengan yang lain, dan menerima kekurangan yang lain. Hal ini terjadi karena buah-buah Roh memimpin kehidupan kita.

B
Dasar kesatuan keluarga adalah:
Kej 2:8, esensi Allah menciptakan suami isteri menunjukkan mereka tidak bisa hidup sendiri.
Kej 2:23, laki dan perempuan tidak dapat dipisahkan. Menciptakan sebuah kesempurnaan.
Keluarga mendasarkan bukan kepada manusia sebagai makhluk social, tetapi didasarkan pada Kristus. Dimana terdapat nilai2 pengorbanan dan tidak ada pementingan diri sendiri.

C
Bagaimana kepelbagaian itu bisa diserasikan:
Tentu saja harus ada kerendahan hati.
Harus ada ketaatan di dalamnya.
Penundukan diri yang harus dilakukan dihadapan Tuhan

D
Bagaimana menciptakan gambaran keluarga Kristen yg harmonis:
-Diawali hidup di dalam Kristus, menjadi dasar fondasi keluarga (ay. 5). Karakter Kristus menjadi model keluarga Kristen, dimana ada kerendahan hati, saling melengkapi di dlm perbedaan
-Memiliki satu tujuan. Kepala keluarga berperan penting membawa keluarga memiliki satu tujuan (ay. 2)

E
Ayat kunci terdapat pada ayat 5. Dalam hidup bersama kita harus menaruh pikiran dan perasaan Kristus dalam diri kita masing-masing, maka dalam kehidupan bersama keharmonisan bisa tercapai.

F
Sehati, sepikir harus diperjuangkan.
Suami dan isteri harus mengalami kepenuhan di dalam Kristus untuk mencapai satu tujuan.

G
Semua orang mengambil bagian di dalam menjaga kesatuan.
Saling merendahkan diri.

H
Fondasi sehati harmoni terletak pada ayat 1 dan 5.
Kristus menjadi teladan:
Merendahkan diri (ay. 7) dan pengorbanan (ay. 8)

I
Relasi keluarga harus dibangun di atas dasar kehendak Allah,menghadirkan kasih dan iman
Ayat 5 menjadi keypoint dimana keluarga harus memiliki pikiran Kristus, hubungan yang benar dengan Tuhan.

J
Kerhmonisan rumah tangga tidak mungkin datang dengan sendirinya, harus diupayakan dengan serius oleh setiap anggota keluarga. suami memiliki peran yang sangat penting untuk membangun dan menciptakan keharmonisan keluarga sebab ia adalah kepala keluarga yang menentukan kemana arah tujuan rumah tangganya. Tetapi sayang banyak suami yang kurang mengerti dan memahami fungsi dan perannya di dalam keluarga, sebagian besar mereka beranggapan bahwa keharmonisan keluarga akan datang dengan sendirinya asal punya uang banyak untuk mencukupi kebutuhan keluarga. ternyata masalahnya tidak sesederhana itu, banyak hal yang harus diperjuangkan serta diusahakan supaya tercipta keharmonisan keluarga. apa peran itu?
1. Suami harus menjadi iman dalam keluarga.
2. Suami harus menjalankan perannya menjadi kepala keluarga dan pemimpin bagi istri dan anak-anaknya.
3. Suami harus menjalankan peran ayah yang baik bagi anak-anaknya.
Paling tidak hal ini yang harus diupayakan serta menjadi pergumulan para suami untuk membuat rumah tanggannya harmonis dan bahagia.

K
Pria dan wanita diciptakan oleh Allah memiliki keperbedaan yang besar, tetapi Allah ingin mempersatukan dua insane yang berbeda ini dalam satu lembaga kudus yaitu pernikahan. Allah menghendaki laki-laki dan wanita bersatu dalam satu ikatan kudus serta dan keharmonisan yang bisa tercipta dari keperbedaan yang mereka miliki. Untuk menyatukan perbedaan ini perlu diusahakan atau diperjuangkan oleh suami dan istri tentu saja melibatkan Allah sebagai kepala keluarga yang akan memimpin dan membimbing suami istri dalam hidup berumah tangga.

Jumat, 23 September 2011

Akhir Dari Segalanya (Wahyu 20:11-15)

Akhir Dari Segalanya
Wahyu 20:11-15

A.
Perikop ini merupakan bagian akhir dari pasal 6-19 yang berbicara tentang penghakiman Allah dalam sejarah dan kehidupan manusia yang sedang berlangsung, dan perikop ini berbicara tentang penghakiman Allah atas manusia pada akhir sejarah.
Ay. 11 menggabarkan kebesaran Allah yang dahsyat. kalau dihadapanNya bumi dan langit akan lenyap, ini menunjukkan betapa besar dan mutlaknya Allah. Hanya Allah yang kekal dan segala ciptaan bersifat fana.
Ay. 12. menyebutkan �semua kitab� (hurufiah: semua gulungan). ini menunjukkan bahwa history is His story. Allah adalah penguasa atas sejarah manusia. penghakiman akan Ia nyatakan membuktikan bahwa Ia menuntut pertanggngjawaban dari umat-Nya. Ia tahu dan mengenal siapa umat tebusan-Nya.
ay. 13. menggambarkan bahwa tidak seorangpun yang dapat luput dari penghakiman Allah. kematian dan hades tidak dapat menyembunyikan perbuatan manusia.
ay. 14 Allah pasti menaklukan kematian sebagai musuh manusia. dosa dan kematian merupakan kekuatan dasyat di dalam dunia ini, tetapi Allah menaklukan semuanya itu. Ia tahu siapa umat tebusan-Nya.
ay. 15 penghakiman terakhir bkan saja sebagai pengakhiran, namun juga sebagai pemisahan. pemisahan antara yang diselamatkan dan yang tidak diselamatkan. pada akhirnya ada kepalsuan, kepura-puraan, kebohongan yang dapat menyembuyikan diri kita dihadapan tahta pengadilan-Nya. Ia tahu siapa umat tebusan sejati dalam Yesus Kristus.

B.
Kitab wahyu mengungkapkan bahwa sejarah dunia dan manusia adalah linear. wahyu 1:8 ?Alfa dan omega (awal dan akhir), Allah yang mengawali dan mengakhiri dunia ini.
1. Allah adalah Allah yang tetap ada. biarpun segala seuatu hilang, tetapi Allah tetap ada.
2. Allah yang memegang kunci kehidupan dan kematian. ay. 12. kematian itu menyerahkan orang yang besar dan kecil dihadapan tahta Tuhan. artinya Tuhan yang menghakimi mereka.

C.
Bagian ini menjukan otoritas Allah atas alam semesta dan ciptaan-Nya. Manusia harus mempertanggunjawabkan semuanya kepada Allah, bukan kepada dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang dapat luput dari pengadilan Allah. Bagian ini juga ada kaitannya dengan pasal 21, yaitu ada pengharapan bagi mereka yang percaya dan hidup dalam kehendak-Nya. diperlukan sekali kesetiaan orang percaya di sepanjang hidupnya.

D.
Akhir kehidupan fana dan awal kehidupan kekal.
1. bumi lenyap ? kerusakan di dalam bumi ini (gempa bumi, habisnya minyak bumi, alam ini makin hancur, dll)
2. Tahta putih ? keadilan Allah. Allah akan memberikan penghakiman.
3. bertanggung jawab kepada Allah, sekitar kita dan sesama kita

E.
1. Sebenarnya penghakiman Allah sudah berlangsung sejak manusia jatuh di dalam dosa.
2. hari terakhir menunjukkan kesempatan untuk bertobat
3. segera menyerahkan diri kepada Tuhan Yesus

F.
Sebenarnya yang duduk di tahta itu adalah Allah sendiri. setiap manusia akan diperhadapkan kepada penghakiman, ada satu hal yang menarik, keputusan dalam tahta putih itu:
- kekal
- tidak dapat dibandingkan
- tahta putih itu suci, oleh karena itu setiap manusia perlu melalui Kristus untuk menjadi suci.
- semua orang itu akan menghadapi tahta putih itu, jadi tidak ada orang yang terlewatkan.
Setiap orang pada akhirnya akan memuliakan Tuhan.

G.
Kondisi sekarang ini yang sudah merasuk banyak orang, paham hedonisme yang mengatakan �mari kita hidup bersenang-senang.� Wahyu 20:11-15
1. Setiap orang akan mendapatkan perhentian. berlaku bagi siapapun juga
2. dia akan berhadapan dengan pengadilan.
3. tuntutan pertanggungjawaban dari setiap orang
4. kesudahannya hanya ada 2: kehidupan kekal atau kematian kekal
jadi, kita harus menantang jemaat Tuhan untuk mengambil keputusan.

H.
Yerusalem yang baru akan muncul. ada 2 pilihan:
1. apakah kita menjadi penduduk yang tenggelam bersama babilonia
2. atau menjadi penduduk Yerusalem yang baru
Ketika Tuhan Yesus datang ada dua tahta:
1. tahta Kristus untuk orang percaya
2. tahta aras putih untuk orang yang tidak percaya
lenyap ada 2 arti:
1. lenyap dari mata kita
2. lenyap tidak ada lagi
dihadapan Tuhan ada 2 buku
1. buku catatan hidup dan mati
2. buku hayat
3. buku catatan peringatan
setiap orang pasti diperhadapkan kepada kematian dan akan dihakimi. Allah yang maha Kasih akan menyediakan Mat 15:21. Tuhan menyediakan tempat tanpa api.

I.
Penghakiman Tahta Putih terdapat dalam Wahyu 20:11-15 dan merupakan penghakiman terakhir sebelum orang-orang berdosa dilemparkan ke dalam lautan api. Penghakiman ini terjadi di akhir sejarah kehidupan manusia dan dimulainya kerajaan yang kekal. Banyak orang Kristen percaya ada tiga penghakiman besar yang akan terjadi. Pertama, penghakiman terhadap domba dan kambing yang disebut penghakiman bangsa-bangsa (Mat. 25:31-36). Yang terjadi setelah masa tribulasi dan sebelum kerajaan 1000 tahun. Tujuannya untuk menentukan siapa yang akan masuk ke dalam kerajaan 1000 tahun. Kedua, penghakiman terhadap pekerjaan setiap orang Kristen (2Kor. 5:10). Tujuannya untuk membagikan reward kepada mereka berdasarkan apa yang mereka kerjakan bagi Tuhan (Why. 22:12). Ketiga, penghakiman tahta putih pada akhir dari kerajaan 1000 tahun (Why. 20:11-15). Penghakiman terhadap mereka yang tidak percaya Yesus, yaitu orang-orang fasik. Mereka akan dihukum di dalam lautan api. Sebagian orang Kristen lainnya percaya bahwa ketiga penghakiman yang disebutkan diatas berbicara tentang penghakiman yang sama dan bukan tiga penghakiman yang berbeda. Dengan kata lain, mereka yang memegang pendapat ini percaya bahwa penghakiman tahta putih adalah saat di mana baik orang percaya maupun tidak percaya akan dihakimi berdasarkan perbuatan mereka. Mereka yang namanya ada dalam kitab kehidupan akan dihakimi untuk menentukan pahala. Sedangkan mereka yang namanya tidak ditemukan dalam kitab kehidupan, akan dihakimi untuk menentukan tingkat penghukuman yang akan mereka terima dalam lautan api. Apapun pandangan yang dianut seseorang mengenai penghakiman tahta putih, paling tidak ada 4 fakta penting yang harus diperhatikan terkait dengan penghakiman akhir:
1. Yesus Kristus yang akan menjadi Hakim, sedangkan yang menjadi terdakwa adalah semua manusia berdosa yang hidup di bumi (Why. 3:21: bdk. Mat. 19:28; 25:31; Yoh. 5:22; 2Kor. 5:10).
2. Semua orang yang tidak percaya akan dihakimi berdasarkan perbuatan-perbuatan mereka (Why. 20:11-15; Rm. 2:5-6). Setiap perbuatan membuktikan loyalitas hati seseorang. Itu mengekspresikan dan membuktikan apakah seseorang sungguh-sungguh percaya dan setia atau tidak kepada Kristus.
3. Orang-orang percaya juga akan dihakimi oleh Kristus, namun karena kebenaran Kristus telah diperhitungkan kepada mereka (2Kor. 5:21) dan nama mereka tertulis dalam kitab kehidupan, maka mereka akan memperoleh pahala sesuai dengan perbuatan mereka (2Kor. 5:10; Rm. 14:12).
4. Fakta-fakta absolut tentang penghakiman Allah yang akan membinasaan orang berdosa, akan mendorong dan memotivasi kita untuk giat memberitakan injil. Selain itu, juga mendorong kita hidup suci dan benar di mata Tuhan karena setiap perbuatan kita dicatat oleh Tuhan. Terakhir, fakta penghakiman itu memacu kita agar giat melayani Tuhan, karena jerih lelah kita melayani-Nya tidak sia-sia (1Kor. 15:58).

J.
Segala sesuatu ada awalnya atau ada yang memulai, demikian juga, segala sesuatu pada akhirnya harus berakhir atau akan diakhiri. Yang dapat melakukan kuasa seperti itu hanya Allah saja, sebab dia adalah Alfa dan Omega, Ia yang memulai segala sesuatu dan yang akan mengakhiri semua ini termasuk dunia ini dan segala isinya akan berakhir. Ketika hari akhir itu tiba, ada satu hal penting yang akan Allah lakukan yaitu, Allah meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas segala sesuatu yang telah Ia perintahkan untuk dilakukan. Apakah perintah itu? Dalam Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu Allah memerintahkan manusia;
1. Kuasailah bumi dan penuhilah bumi dengan bertanggungjawab.
2. Untuk menggunakan kesempatan percaya kepada Yesus, Mesias yang dijanjikan itu.
3. Perintah Amanat Agung untuk memberitakan Injil.
4. Untuk menjadi Garam dan Terang dunia.
5. Bekerja dengan giat selama siang.
Semua perintah itu ada konsekwensi hukumnya, barang siapa yang tidak melaksanakan dapat dipastikan akan dibinasakan dan dihukum Allah. Kematian dan kengerian akan terjadi dengan sangat dasyat. Masing-masing orang akan diperhadapkan pada tahkan peradilan Allah, tanpa terkecuali. Ini hukuman yang sangat adil, terbuka dan trasparan tidak bisa ditutup-tutupi atau disuap dengan cara apa pun. Inilah keadaan yang terjadi pada akhir zaman, yaitu akhir dari segala sesuatu.

K.
Kita sudah siap menyambut kedatangan-Nya yang kedua, namun apakah kita sudah memberitakan nama-Nya? Kesudahan segala sesuatu sudah dekat mari kita terus giat mencari jiwa. Saat semua berakhir takhta putih tetap menjulang tinggi menunjukkan kekokohannya, dari takhta itu pengadilan dimulai. Apakah orang-orang yang kita kasihi ditemukan namanya dalam kitab kehidupan? Mari terus bekerja bagi-Nya.

L.
Diakhir segala kehidupan di dunia akan ada suatu penghakiman terhadap seluruh umat manusia di depan tahta putih pada saat langit dan bumi telah hancur atau pada saat penutupan sejarah dunia, yaitu saat kehidupan dibumi berakhir dengan tujuan :
1. Pernyataan kemahakuasaan & kemuliaan Allah sebagai Hakim Agung tentang destini setiap orang secara terbuka berdasarkan nama yang tertulis di dalam kitab kehidupan.
Tuhan Yesus sebagai Hakim Agung pada hari itu akan mengumumkan secara terbuka siapa yang menjadi umatNya yang sesungguhnya dalam kemahakuasaan & kemuliaanNya, dimana segala derita, air mata & perjalanan iman yang sejati kepada Yesus menjadi kemenangan yang nyata dihadapan seluruh umat manusia bagi setiap orang yang mengasihi Dia.
2. Pengungkapan secara absolut destini setiap orang yang berlaku secara kekal berdasarkan bukti /fakta yang diungkapkan melalui kitab-kitab itu menurut perbuatan setiap orang.
Tuhan Yesus sebagai Hakim Agung pada hari itu akan menyingkapkan & mengumumkan penghakiman & penghukuman yang akan diterima oleh setiap orang berdasarkan perbuatan jahat yang dilakukan setiap orang yang seluruhnya tercatat dalam kitab-kitab surgawi.
3. Penganugrahan akan destini setiap orang yang menyatakan keadilan Allah yang sesungguhnya & absolut atas diri setiap orang dimana tempat ia akan tinggal dalam kehidupan kekal selanjutnya.
Tuhan Yesus sebagai Hakim Agung pada hari itu akan melaksanakan ketetapan yang memberikan kepada setiap orang tempat dimana ia akan tinggal dalam kehidupan kekal selanjutnya, apakah di bumi yang baru atau di tempat penghukuman kekal.
Perumpamaan tentang lalang diantara gandum (Matius 13:40-43), dan pernyataan Yesus di Matius 7:21-23 dan Matius 25:31-32 menunjuk kepada �hari itu� yaitu hari penghakiman dimana Kristus yang berkata-kata itu yang akan menjadi Hakim yang Agung, yang menghakimi didalam ke MahatahuanNya yang tidak membutuhkan bukti untuk meyakinkan keputusanNya, karena Ia memiliki pengenalan yang sempurna terhadap karakter dan sejarah kehidupan setiap orang yang beridiri dihadapanNya.

M.
Kita harus berhati-hati agar tidak memunculkan kontroversi dalam jemaat. Dari psl 19:11- psl 21 mencatat tentang kejatuhan AntiKris dan pengikutnya,
20:2 ? Pengikatan Iblis, kata mengikat menunjukkan kepada pembatasan dari Allah terhadap sijahat, dalam bentuk melucuti si jahat.
20:4-6 ? orang-orang Kudus yang bersama dengan Kristus turut dalam menghakimi dunia. Mereka memerintah bersama dengan Tuhan Yesus, sebagai suatu wujudkan
20:7-10 ? Iblis di kalahkan. Siksaan selama-lamanya secara mutlak.
20:11-15 ? Penghakiman (11) kata besar dalam bahsa Yunani �megas� besar, dahsyat. Sedangkan kata �putih�berarti kemurnian, kekudusan, sempurna.

N.
Akhir dari segalanya, dimulai dari lenyapnya bumi dan langit yang telah tercemar oleh dosa,. Kemudian dimulai dengan penghakiman atas seluruh umat manusia, tanpa kecuali. Besar kecil menunjukkan bahwa penghakiman allah ebrsifat universal tanpa perbedaan. Penghakiman berdasarkan perbuatan:
1. Semua kitab yang menulis perbuatan manusia secara universal. Jadi penghakiman itu berdasarkan perbuatan manusia yang tidak percaya.
2. Kitab kehidupan yang mencatat nama orang-orang yang percaya. Bila nama seseorang tercatat dalam kitab kehidupan maka ia ada didalam hidup kekal. Oleh sebab itu tidak seorangpun yang dapat luput dari penghakiman, kita diselamatkan karena percaya kepada Yesus yang namanya tercatat di kitab kehidupan, oleh sebab itulah kita perlu hidup setia dalam mengikuti Yesus.
3. Langit dan bumi yang baru tidak bersifat materi tetapi rohani, oleh sebab itu jangan bergantung kepada dunia ini, tetapi berharaplah kepada Allah.

O.
Matthew Henry ? penghakiman itu menyeluruh. Ini merupakan penglihatan kepada Yohanes. Karena Allah yang memberikan maka Ia sendiri akan menggenapinya. Ini bukan fiksi dan imaginasi, tetapi penyingkapan dari Allah. dalam penyingkapan ini Yohanes diperlihatkan tahta putih yang besar. Ini berbicara tentang pengadilan besar. Yang duduk diatas tahta putih itu adalah hakimnya. Ia adalah Tuhan dan Kristus. orang besar dan kecil, miskin dan kaya, kuat dan lemah, akan berdiri untuk dihakimi. Lalu yang menarik adalah tidak ada yang bisa menolak, menghindar karena semua kitab dibuka. Buku apa?
1. Buku pengetahuan Allah. di mana kemahatahuan Allah. segala sesuatu baik yang kita lakukan maupun perasaan dan pikiran terdapat disana.
2. Buku tentang hati nurani orang berdosa
3. Buku tentang kitab-kitab Allah.
4. Buku tentang kehidupan ? ini adalah final, penetapan berdasarkan semuayang telah tercatat.
Yang perlu diperhatikan bahwa jangan kita merasa aman menjadi orang Kristen, karena kita harus memeriksa diri apakah kita sungguh-sungguh telah menjadi bagian dalam buku kehidupan itu.

P.
Pengadilan itu tuntas besar kecil dan apapun statusnya terbuka tanpa ada yang dapat berdalih.

Q.
Berbicara tentang akhir dari segalanya, sangat menyenangkan jika hari ini Tuhan Yesus benar-benar datang untuk mengakhiri segalanya. Minggu lalu berbicara tentang Atheis Praktis, mungkin saja banyak orang masih menganggap sepi tentang Tuhan. Namun dari kebenaran Firman Tuhan dalam Wahyu ini, ternyata segalanya akan berakhir. Kita mungkin sibuk dan asyik sampai melupakan bahwa segala sesuatu pasti berakhir, tapi akhir dari segalanya pasti datang, tiba dan selesai. Penyelesaian itu di awali dengan:
1. Segala Sesuatu Berakhir (11, 14) ini adalah suatu kenyataan yang perlu dipahami, bahwa langit dan bumi akan berlalu. Tidak diperbaharui, sama sekali tidak akan berbekas. Semua akan terbuang. Tidak ada yang tinggal. Tapi satu yang tinggal yaitu manusia. Manusia tidak akan dilenyapkan selama-lamanya karena ia adalah satu-satunya yang abadi. Hal ini yang harus membuat seseorang sadar sekarang sebelum terlambat.
2. Berhadapan dengan Tahta Pengadilan (11-13)
Semua orang akan diadili. Tidak tergantung usia atau apapun. Tidak ada pembela, tidak ada yang menggantikan, semua orang akan mempertanggung jawabkan hidupnya sendiri. bahkan orang mati maupun orang yang hidup sama-sama berdiri di hadapan Allah. Paham yang berkata bahwa kalau manusia meninggal maka habislah ia, ternyata tidak benar. Karena dari Firman Tuhan ini, semua orang baik yang mati maupun yang hidup tidak dapat menghindarkan diri dari penghakiman Allah.
3. Pengumuman dari Pengadilan sebagai keputusan Allah yang tidak dapat diganggu gugat. (15)
Ada beberapa kitab ditangan Allah, tidak seorangpun tahu isi dari kitab yang tidak dibukakan bagi Yohanes, tetapi yang terbuka pada saat ini adalah kitab Kehidupan. Nama yang tidak tercantum dalam kitab kehidupan tidak akan pernah masuk ke dalam kerajaan Allah. pendaftaran untuk nama tercantum dalam kitab kehidupan itu tidak akan berlaku pada saat itu. Sebab kehidupan yang kita jalani sekarang telah terdaftar dengan sempurna. Hari ini menentukan bagaimana kita akan mengakhiri semua ini.

R.
Akhir dari perjalanan hidup manusia di dunia ini adalah kematian,�Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi.�(Ibr 9:27).Akhir dari segala sesuatu adalah pengadilan Allah. Pengadilan Allah akan menentukan seorang masuk ke dalam kerajaanNya atau menerima hukuman. Pengadilan Allah tidak hanya dilihat dari perbuatan seseorang, karena tidak ada seorangpun yang lolos dari hukuman Allah (bnd Rom 3:23 dan 6:23). Akan tetapi, karena Kristus sudah menanggung hukuman Allah dikayu salib, maka setiap orang yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya, tidak dihukum(Rom 8:1). Tetapi sebaliknya bagi setiap orang yang menolak / tidak percaya pada Kristus akan menerima hukuman.

S.
Perikop ini memaparkan suatu tahap akhir dari proses penilaian Tuhan terhadap seluruh manusia, yaitu penghakiman terakhir di mana semua orang yang tidak percaya kepadaTuhan Yesus akan dilemparkan kedalam lautan api (neraka) yang kekal.
Orang yang tidakpercaya kepada Tuhan Yesus akan memiliki buahkehidupan yang buruk dan selalu �mendukakan� Tuhan. Dan buah kehidupan yang buruk dan selalu �mendukakan� hati Tuhan,merupakan bukti dari manusia yang tidak membuka hatinya kepada Kristus.

Kamis, 15 September 2011

Atheis Praktis (Mazmur 53)

Atheis Praktis
Mazmur 53

Tujuan
a. Jemaat mengerti bahwa atheism berkembang dimana-mana, melalui gaya hidup tanpa Tuhan pada berbagai generasi hari ini.
b. Jemaat menerapkan prinsip-prinsip Alkitab dalam menghadapi ajaran sesat

A.
Mazmur ini mempunyai kesamaan dengan mzr 14. Misalnya saja ayat 2 dari mazmur 53 diawali suatu pernyataan mengenai �pikiran� atau �doktrin� orang bebal yang berpendapat bahwa Allah tidak ada. Istilah �orang bebal� diterjemahkan dalam terbitan bahasa sehari-hari, �orang dungu� atau �orang dursila� menunjuk pada sekelompok orang yang sama sekali tidak punya pengertian dan pemahaman bahwa Allah itu tidak ada.
Pada bagian ayat.3-4, diakui bahwa �tidakada Allah� yang bukan sekedar teori, tetapi dinyatakan dalam bentuk tindakan praktis. Maka tidak mengherankan jika seluruh perbuatan orang bebal diwarnai kecurangan, penyimpangan dan tak seorang pun di antara mereka yang mencari Allah, dan tak seorangpun yang berbuat baik dan berakal budi.
Ayat 5: Kegemaran orang bebal melakukan segala bentuk kejahatan dan menindas umat Tuhan digambarkan seperti �makan roti� artinya tidak ada perasaan takut sedikitpun, bahkan mereka berkata: �kita boleh melakukan segala bentuk kejahatan apapun, tanpa mempertanggungjawabkannya kepada Allah� karena Allah tidak ada.
Ayat 3 �Allah memandang kebawah dari sorga� menunjuk kepada pengertian bahwa Allah bukanlah penonton yang pasif, tetapi Dia memperhatikan dengan cermat segala perbuatan manusia di muka bumi ini.Tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya, Dia tahu siapa yang tergolong orang bebal dan yang tergolong orang yang berakal budi dan mencari Allah.
Ayat 6-7 .Satu saat nanti Allah akan berperkara:
a. Terhadap orang bebal, Allah akan menghamburkan, mempermalukan dan menolak mereka. Pembalasan Allah pasti setimpal dengan perbuatan dan kejahatan mereka.
b. Terhadap umat kepunyaan-Nya, Allah akan memulihkan, sehingga mereka bersorak2 dan bersukacita.

B.
Bagian mzr 14 amat menarik sebab sangat parallel dengan Mzr 53.Siapa kahateis itu?Mereka adalah orang yang tidak bertuhan. Bahayanya mereka itu orang-orang yang berkata dalam hatinya �tidak ada Allah�, namun hidup sebagaimana orang beragama, yang juga beribadah kepada Tuhan. Ada dua ciri besar dari atheis praktis ini:
a. Berbuat suatu kebohongan besar. Betapa tidak! Mereka hidup beragama tapi serasa tidak ada Tuhan. Tidak heran jika mereka berkata �apa yang saya percaya, itu hanya urusan saya; apa yang saya lakukan dalam hati tidak ada pengaruhnya pada orang lain.�
b. Gagal dalam membangun relasi dengan orang lain. Mengapa dikatakan gagal? Ya tentu saja mereka hadir di tengah masyarakat, bukan menjadi berkat malah mengambil keuntungan dari orang lain. Tidak heran mereka inilah jadi �batu sandungan�
Jadi apa yang harus kita ingat? Marilah kita mengingat Mazmur 14:5, dimana dikatakan; �Allah menyertai angkatan yang benar.�Hanya mereka yang hidup benar sajalah mampu hidup sebagamana karya Allah yang bekerja dalam hati dan pikirannya. Satu lagi, pemazmur mengingatkan agar tiap orang percaya berdoa bagi �mereka� (orang yang tidakpercayaTuhan), �ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel� (ay. 7a). Inilah ucapan doa yang dipanjatkan orang-orang benar. Oleh karenanya, biarlah kita berdoa bagi �mereka� agar mereka sadar, dan bertobat dari kehidupannya yang Nampak beragama tetapi tidak percaya Tuhan.

C.
Konteks penulisan Mazmur, dimana orang Israel diserang oleh musuh. Siapakah musuh tersebut? Mereka tidak lain adalah �orang bebal�. Mereka itu tidak lain adalah orang Atheis murni; sama sekali tidak beribadah, kafir, tidak peduli.

D.
utsi Deus non daretur diartikan sebagai orang-orang yang mempercayai adanya Allah tetapi hidup seolah-olah Allah tidak ada, dengan kata lain atheis praktis. Mereka tidak berbakti kepada Allah ataupun memuliakan Allah, sebaliknya mereka hidup untuk dunia dan dirinya sendiri. Di dalam konteks kehidupan gerejapun ada banyak orang yang hidup seakan-akan Allah tidak ada, dan makin mendekati akhir jaman / kedatangan Yesus yang kedua kalinya, makin banyak orang �kristen� yang seperti ini ( Bdk. 2Tim 3:1-5 Tit 1:16). Takut akan Tuhan berarti, content of faith haruslah menjadi action of faith dimana the true spirituality menghubungkan keduanya. Apabila hanya memiliki content of faith tanpa action of faith, inilah yang disebut atheis praktis.
Mazmur 53 membahas bahwa banyak orang pada zaman itu hidup memusuhi Allah Israel, dimana pola hidup mereka juga merambah orang Israel, sehingga pemazmur memiliki pengharapan Zion akan segera dipulihkan dimana semua orang-orang akan kembali hidup takut kepada Allah. Konteks kehidupan di akhir zaman analog dengan masa itu, dimana ketika kita sedang menantikan Allah menyatakan kedatanganNya kedua kali banyak orang hidup di luar takut akan Allah.

F.
Kutipandari Gordon Fee:�kehidupan yang tanpa doa adalah kehidupan yang secara praktis adalah atheis.�

G.
Jemaat mengerti atehisme berkembang di mana-mana melalui gaya hidup tanpa Tuhan, gaya hidup yang bersandar kepada harta, kepintaran dan kekuatan diri sendiri. Padahal Alkitab menegaskan bahwa terkutuklah orang yang mengandalkan manusia dan kekuatannya sendiri yang hatinya jauh dari Tuhan. Tetapi diberkatilah mereka yang percaya dan bersandar kepada Tuhan (Yer. 17:5; bdk. Ams. 16:18; 1Ptr. 5:5; Ibr. 11:6). Tema Mazmur 53 adalah semua orang sudah berdosa (All have sinned). Karena dosa, maka tidak ada seorang pun dengan usaha sendiri dapat menemukan Allah. Kecuali hanya Allah yang dapat menyelamatkan kita. Sebab itu manusia harus mengakui adanya Allah, percaya dan bersandar kepada-Nya. Sebenarnya, gaya hidup atheis sudah ada sejak zaman PL. Mazmur 53:1, orang bebal berkata, �Tidak ada Allah.� Mengapa? Karena manusia berdosa cenderung menganggap dirinya adalah allah. Gaya hidupnya bukan God senter, tatapi man senter. Manusia berdosa hidup berfokus kepada diri sendiri. Ia hidup menuruti hawa nafsu dan kesenangan diri sendiri. Meskipun Allah sudah menyatakan diri-Nya lewat general revelation (creation) (Mzm. 19), namun mereka tetap mengeraskan hati tidak mau percaya atau memuliakan Allah sebaliknya mereka sengaja hidup dalam dosa dan terus menindas kebenaran dengan kelaliman (Rm. 1:18-21). Karena itu, jemaat harus menolak gaya hidup atheisme dan menerapkan prinsip-prinsip iman Kristen dalam hidup setiap hari, yang beriman, bersandar dan berharap kepada Tuhan. Gaya hidup yang atheis atau tanpa Tuhan sangat jelas dalam perikop ini:
1. Penganut paham atheis, mengakui di hati bahwa tidak ada Tuhan dalam hidup ini (ay. 1). Orang Kristen bisa terjebak dalam pengakuan di mulut percaya kepada Tuhan, namun perilaku, gaya hidup dan perbuatan mereka mencerminkan bahwa mereka tidak percaya Tuhan (Tit. 1:16).
2. Manusia tidak ada yang mencari dan berseru kepada Tuhan (ay. 2, 4).
3. Mentalitas hidup yang tanpa Tuhan menghasilkan: gaya hidup yang curang, menjijikan, bejat, menyimpang, berbuat jahat (ay.1, 4, 5); tidak ada yang berbuat baik (ay.1, 4).
4. Penghukuman: Allah menghamburkan tulang-tulang mereka, mempermalukan dan menolak mereka. Sebaliknya bagi orang beriman, Allah berkenan memberikan keselamatan kepada mereka dan mereka akan bersukacita di dalam Tuhan (ay.6, 7).

H.
Orang-orang yang berpandangan atheis sesungguhnya adalah orang yang mengingkari kebenaran. Sebenarnya, di dalam hati mereka yang paling dalam sadar ada Allah yang berkuasa tetapi mereka menolak dan tidak mau mengakui keberadaan Allah dengan menggunakan rasio atau logikan mereka untuk menyangkal Allah. Mereka berusaha dengan sekuat tenaga untuk membuktikan tidak ada Allah padahal sejujurnya mereka sadar lebih sulit membuktikan Allah tidak ada daripada membuktikan bahwa Allah itu ada.
Bentuk penyangkalan diri orang-orang atheis adalah dengan berpikir dan berperilaku hidup bebas. Tidak ada hukum dan peraturan yang mengikat mereka, segala sesuatu yang dianggap baik menurut pemikiran mereka maka mereka lakukan dengan bebas.
Mazmur 53 sama dengan mazmur 14, berbicara tentang orang-orang atheis, sebenarnya adalah orang-orang bodoh yang terlalu picik untuk mengakui kebenaran. Kebenaran Allah itu ada, hati nurani mereka juga berbicara, tetapi mereka adalah orang bodoh dan munafik untuk mengakui keberadaan Allah.
Orang atheis praktis adalah orang yang percaya dan mengenal Allah dengan jelas tetapi orang-orang seperti ini tidak menjadi pelaku firman. Mereka tidak hidup di dalam kebenaran Allah sehingga pikiran dan perbuatannya sama dengan orang yang tidak mengenal Allah.

I.
Orang atheis menanamkan pada dirinya bahwa Allah tidak ada; segala sesuatu terjadi begitu saja dan secara kebetulan. Mereka berpikir dan bertindak bahwa Allah tidak ada. Kalau kita tidak hati-hati kita bisa terjatuh seperti orang Farisi. Mereka tahu banyak tentang Allah dan peraturan-Nya namun perbuatan mereka menyangkal keberadaan Allah (Titus 1:16)

J.
Menurut Wikipedia Ateisme adalah sebuah pandangan filosofi yang tidak memercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan. Ateisme pertama kali digunakan untuk merujuk pada "kepercayaan tersendiri" pada akhir abad ke-18 di Eropa, utamanya merujuk pada ketidakpercayaan pada Tuhan monoteis. Pada abad ke-20, globalisasi memperluas definisi istilah ini untuk merujuk pada "ketidakpercayaan pada semua tuhan/dewa", walaupun adalah masih umum untuk merujuk ateisme sebagai "ketidakpercayaan pada Tuhan (monoteis)". Akhir-akhir ini, terdapat suatu desakan di dalam kelompok filosofi tertentu untuk mendefinisikan ulang ateisme sebagai "ketiadaan kepercayaan pada dewa/dewi", daripada ateisme sebagai kepercayaan itu sendiri. Definisi ini sangat populer di antara komunitas ateis, walaupun penggunaannya masih sangat terbatas.

Ateis Praktis
Apa yang dimaksud dengan ateis praktis? Masih menurut Wikipedia, ateisme praktis atau pragmatis, yang juga dikenal sebagai apateisme, individu hidup tanpa tuhan dan menjelaskan fenomena alam tanpa menggunakan alasan supranatural. Menurut pandangan ini, keberadaan tuhan tidaklah disangkal, namun dapat dianggap sebagai tidak penting dan tidak berguna; tuhan tidaklah memberikan kita tujuan hidup, ataupun memengaruhi kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk ateisme praktis dengan implikasinya dalam komunitas ilmiah adalah naturalisme metodologis, yaitu pengambilan asumsi naturalisme filosofis dalam metode ilmiah yang tidak diucapkan dengan ataupun tanpa secara penuh menerima atau memercayainya." Ateisme praktis dapat berupa:
1. Ketiadaan motivasi religius, yakni kepercayaan pada tuhan tidak memotivasi tindakan moral, religi, ataupun bentuk-bentuk tindakan lainnya (ternyata hal ini banyak juga terjadi dalam diri orang-orang Kristen yang tiap minggu beribadah tetapi tidak memiliki motivasi yang kuat dan tindakan moral yang memprihatinkan).
2. Pengesampingan masalah tuhan dan religi secara aktif dari penelusuran intelek dan tindakan praktis (orang- orang Kristen juga banyak yang tidak menganggap penting hal-hal tentang Tuhan dan keyakinannya kepada Tuhan)
3. Pengabaian, yakni ketiadaan ketertarikan apapun pada permasalahan tuhan dan agama (topik-topik tentang doktrin, pendalaman iman, memikirkan tentang keberadaan Tuhan semakin dijauhi oleh banyak orang Kristen. Dianggapnya terlalu berat dan membebani)
4. Ketidaktahuan akan konsep tuhan dan dewa (banyak orang Kristen juga yang lemah dan kurang sekali dalam pemahamannya tentang Tuhan)

K.
Atheis Praktis bukan berarti seseorang tidak punya agama, melainkan mengaku beragama tetapi dalam kehidupannya menunjukkan bahwa dia tidak beragama. Atheisme praktis adalah orang yang memiliki konsep tentang Tuhan serta percaya pada Tuhan, tetapi dalam praktek hidupnya tidak sesuai dengan apa yang dia percayai. Dalam Mazmur 53:2 pemazmur berkata orang bodoh berkata dalam hatinya �Tidak ada Allah�. Ia berkata dalam hatinya, bukan dengan lidahnya, atau di dalam pikirannya. Ia tidak pernah tegas dengan pikirnya mengenai adanya Allah, atau mungkin ia ragu apakah ada Allah atau tidak. Tidak ada Allah dimengerti sebagai penolakan terhadap pemeliharaan Allah dan tidak mengandalkan Tuhan. Atheis Praktis juga disebut orang bodoh karena apa yang dipikirkan bertentangan dengan perbuatannya. Tuhan Yesus mengecam Orang Farisi dan Ahli Taurat dengan mengutip nubuat nabi Yesaya :Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh daripada-Ku (Mrk 7:6). Orang Farisi dan ahli Taurat dalam kasus ini bias saja dimasukkan dalam golongan atheis praktis. Kita juga dapat menemui atheis praktis dalam gereja, dimana ada orang rajin ke gereja, tetapi tidak pernah berubah. Atheis praktis percaya pada Tuhan, tetapi hidup seolah-olah Tuhan tidak ada. Pemazmur mengatakan orang bebal mengucapkan dalam hatinya Tidak ada Allah adalah busuk dan jijik. Menyangkal adanya Allah akan menimbulkan kejahatan, karena tidak ada yang ditakutkan. Allah melihat apa yang dilakukan manusia, ternyata tidak ada yang baik, tidak ada yang mencari Allah (ay 3) dan mereka menjadi bejat (ay 4). Manusia bias binasa dimangsa habis seperti orang menyantap roti, mereka yang tidak percaya kepada Allah tidak berseru lagi kepada Allah, karena Allah telah disingkirkan dari kehidupan mereka (ay.5). Mereka mengira Allah tidak ada, tetapi tiba-tiba Allah muncul dan bertindak, sehingga mereka ditimpa kekejutan besar. Mereka dipermalukan karena telah menyatakan Allah tidak ada, ternyata Allah ada dan bertindak keras terhadap mereka. Allah telah menolak mereka karena mereka terlebih dahulu menolak Allah (ay.6).
Beberapa ciri atheis praktis Kristen antara lain :
1. Mengaku orang percaya tetapi tidak dating berbakti di gereja, tidak membaca dan mempelajari Firman Tuhan.
2. Berdoa secara formalitas karena tradisi, tidak percaya akan kuasa doa dan tidak mempunyai hubungan yang akrab dengan Tuhan.
3. Hidup penuh dengan kekuatiran dan tanpa pengharapan, takut menghadapi kematian.
4. Lebih mengutamakan harta daripada kerajaan Allah (Bd. Mat 6: 33)
5. Membuat rencana tanpa melibatkan Tuhan (Yak 4:13-15), dll

L.
Apa itu ateisme? Dalam dokumen Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes, artikel 19, dijabarkan adanya beberapa versi pemahaman dan fakta ateisme (a: anti, tidak ada; theos: Tuhan). Pertama, ateisme berarti pengingkaran eksistensi Allah. Terserah apapun argumentasinya, pokoknya orang tidak percaya akan adanya Allah. Kedua, ateisme berarti penolakan terhadap pengetahuan akan Allah. Ketiga, ateisme berarti pemutlakan ilmu-ilmu positif (seperti fisika, kimia, matematika) untuk menjelaskan realitas semesta. Di hadapan ilmu positif yang mutlak ini, tentulah tidak ada tempat bagi segala hal yang tidak dapat dibuktikan misalnya secara matematis.
Keempat, ateisme berarti juga pemutlakan humanisme. Humanisme yang menempatkan manusia sebagai tujuan hidup. Kebebasan manusia dimutlakkan sedemikian rupa sehingga pilihannya adalah: Tuhan atau manusia yang ada. Kalau Tuhan ada, berarti manusia tidak bebas. Kalau manusia bebas, berarti Tuhan tidak ada. Ajaran ateisme jelas dan tegas: Tuhan itu tidak ada. Menurut orang atheis Allah itu omong kosong, pelarian saja; dan agama hanyalah candu. Alam semesta dan hidup manusia sama sekali tidak bergantung pada kekuatan lain apa pun. Manusia memiliki arti dalam dirinya sendiri. Dengan demikian, ateisme memang berusaha menghancurkan pondasi agama. Kalau Tuhan memang tidak ada,tentu tidak ada alasan bagi adanya agama.

M.
Mereka yang menganut ateis praktis, mereka tidak menyangkal keberadaan Tuhan tetapi dalam sikap hidupnya, mereka tidak mencerminkan bahwa Tuhan itu ada. Ateis praktis ini justru dianut orang beragama.
Dalam ateisme praktis atau pragmatis, orang hidup tanpa Tuhan .Menurut pandangan ini, keberadaan Tuhan tidaklah disangkal, namun dapat dianggap sebagai tidak penting dan tidak berguna; Tuhan tidaklah memberikan kita tujuan hidup, ataupun mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
1. Ciri orang Atehis:
� Bebal
� Busuk
� Menjijikkan
� Bejat
� Jahat
� Tidak berseru kepada Allah
� Mengalami ketakutan sekalipun tidak ada yang menakutkan
2. Allah itu ada sekalipun kita tidak mempercayaiNya.
3. Allah itu ada sekalipun kita tidak mempercayaiNya.
4. Percaya adalah pilihan dan akibatnya bagi manusia sendiri.

N.
Ateis praktis memiliki konsep tentang Tuhan serta percaya pada Tuhan, tetapi dalam praktek hidupnya tidak menjalankan printah, nasihat dan hukum-hukum Tuhan. Salah satu gaya hidup Ateis Praktis adalah Percaya pada Tuhan tetapi tetap melakukan apa saja yang mereka inginkan. �mereka berkata aku ingin Tuhan menyelamatkanku dari neraka, membawaku ke surga, tetapi aku tidak ingin mengubah gaya hidupku�.

O.
Ada 2 cara mengkaji tentang ateis. Yaitu:
1. Secara historis, ketika terjadi pengianiayaan orang Kristen di Roma, ada banyak cap negative yg ditujuakan kepada mereka. Misalnya mereka digolongkan gololongan ateis karena tidak mempunyai kuil utk beribadah dan tidak mengenal patung2 dalam tempat ibadah.
2. Secara etimologis, ateis terdiri dari : �a� (tanpa koma berlawanan dengan) dan �teos� (Allah, Tuhan ). Ateis yg mengikari keberadaan Tuhan.
Dengan perbedaan tersebut ada 2 kelompok yg berbeda, yaitu pengikut Kristus dan golongan ateis. Namun, ada kelompok ke 3 yaitu ; Ateis Praktis. Mereka tidak menyangkal keberadaan Tuhan, tetapi sikap hidup mereka tidak mencerminkan bahwa Tuhan itu ada. Ateis praktis ini justru di anut oleh orang beragama.
Beberapa contoh ateis praktis dalam Alkitab adalah :
1. Yudas Iskariot yang sering mengambil uang Kas
2. Ananias dan Safira, Demas rekan Paulus.

P.
Tanpa di sadari kehidupan orang yang mengaku percaya Tuhan justru pengikut Ateis praktis. Mengapa? Mereka akui ada Tuhan bahkan percaya pada Tuhan tetapi pada waktu diperhadapan dengan kehidupan nyata yang penuh dengan tantangan, mereka mengandalkan kekuatan mereka sendiri, ( harta, pengetahuan) Mereka tidak percaya Tuhan sanggup menolong. Dan itu berdampak juga pada sikap hidup mereka yang �mengaku percaya Tuhan� tetapi sikap hidup mereka sehari-hari tidak menunjukkan bahwa mereka percaya Tuhan. (hidup dalam dosa).
Ironis lagi ada diantara mereka yang masih hidup dalam penyembahan berhala, berhubungan dengan kuasa2 kegelapan. ( minta kekayaan, minta kesembuhan dll), ini justru membuktikan sebenarnya mereka tidak percaya adanya Tuhan.

Kamis, 08 September 2011

Waspada Ajaran Sesat (Matius 24:4-5, I Timotius 4:1-5)

WASPADA AJARAN SESAT
Matius 24:4-5; 1 Timotius 4:1-5

PENDAHULUAN
Ada 3 kata yang menarik dalam perikop ini:
1. Bukit Zaitun
2. Injil Kerajaan
3. Waspadalah

Bukit Zaitun
Terletak di kawasan Timur Yerusalem, melewati lembah Kidron.
Puncaknya sekitar 300 kaki di atas Yerusalem.
Dari tempat ini dapat melihat kota lama, bukit-bukit Yudea sampai laut Mati dan pegunungan Moab.
Orang Yahudi sangat memuliakan tempat ini, karena ditempat inilah nabi Hagai, Zakharia, dan Maeakhi dikuburkan.
Orang Kristen juga sangat memperhatikan tempat ini karena:
Di sinilah tempat Tuhan Yesus terangkat ke surga
Tempat Tuhan Yesus menyatakan kehancuran Yerusalem
Tempat Tuhan Yesus mengajarkan doa bapa kami
Tuhan Yesus sering menyepi dan berdoa di bawah pohon atau gua, karena tidak aman bagiNya untuk bermalam di Yerusalem.

Bila kita ke Israel, di Bukit Zaitun telah berdiri GEREJA PATER NOSTER
Sepanjang dinding gereja tertera tulisan doa bapa kami dalam berbagai bahasa di dunia, bahkan doa bapa kami dalam bahasa sunda, jawa, batakpun ada.

Dalam perikop ini, Tuhan Yesus memakai tempat Bukit Zaitun ini untuk mengajar murid-muridnya hal-hal yang sangat penting tentang akhir zaman, dengan pendekatan sangat pribadi.

Injil Kerajaan
Yoh. Pembaptis sebagai perintis jalan Tuhan memberitakan
Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga/ Kerajaan Allah sudah dekat.

Awal pelayanan Tuhan Yesus setelah dicobai Iblis dan setelah memilih murid dinyatakan
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar, memberitakan Injil Kerajaan Allah....

Kalau kita mempelajari dari bahasa aslinya
Kata kerajaan dalam bahasa Ibrani:
Wkl.m; (malk�) dipakai 45 kali (Dan.2:39, 40, 41, 42, 44 dst);
tWkl.m; ( malk�t ) dipakai 48 kali (Bil.24:7; 1Sam.20:31; 1Raj.2:12); hk'l'm.m; ( maml�k� ) dipakai 108 kali (Kej.10:10; 20:9; Kel.19:6);
tWkl.m.m; ( maml�k�t ) dipakai 8 kali (Yos.13:12,21,27,30,31; 1Sam. 15:28; 2Sam.16:3; Hos.1:4);
hk'Wlm. (m�l�k� ) dipakai sebanyak 17 kali dalam PL
kata kerajaan ini bukan menunjuk pada institusi kerajaan, tapi lebih menunjuk
pada fungsi raja.
Dalam PB hanya ada satu kata dalam bahasa Yunani yaitu �as??e?�a yang diterjemahkan sebagai �Kerajaan�. dipakai sebanyak 278 kali.
�as??e?�a ini juga menunjuk pada kedaulatan, kuasa, atau pemerintahan raja.

Dari PL sampai PB sebetulnya ada benang merahnya bahwa tujuan semula Allah menciptakan dan memilih manusia agar mereka menyembah Allah.
Kenapa Allah memilih Nuh sedang yang lainnya dimusnahkan melalui air bah?
Karena begitu Nuh keluar dari bahtera ia mendirikan mezbah, ia memimpin seisi rumahnya menyembah Allah.
Begitu juga dengan bapa-bapa patriakh.
Allah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir, agar umatNya dapat menyembah Allah.
Zaman hakim-hakim, begitu ada hakim, bangsa Israel kembali menyembah Allah. Hakim mati, balik lagi menyembah berhala.
Kenapa hanya Raja Daud yang disebut raja yang diperkenan oleh Allah?
Daud adalah raja Israel yang berhasil memadukan sistem pemerintahan kerajaan dengan tradisi-tradisi yang bersifat liturgis. Ia berhasil memindahkan Tabut Perjanjian dan Kemah Suci ke Yerusalem, sehingga Yerusalem berfungsi sebagai tempat pusat ibadah sekaligus sebagai pusat pemerintahannya.
Tabut Perjanjian yang dipindahkan dari rumah Obed Edom ke Yerusalem, Daud melakukan setiap pengangkat tabut melangkah enam langkah, Ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. Ia juga menari-nari dengan pakaian efod dari kain lenan dihadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, yang mendatangkan penghinaan bagi dirinya dari isterinya sendiri (2Sam.6:13-14). Tetapi dalam pandangan Allah, Daud telah berhasil mengubah dari rencana untuk memanifestasi-kan dirinya sebagai raja Israel menjadi manifestasi Teokrasi Yahweh.
Nampak dari luar, Daud yang memerintah, padahal sesungguhnya Allah yang memerintah umatNya untuk kembali pada sistem Theokrasi Allah.

Kalau kita bandingkan dengan 1 Tim, juga sama, setelah mengajarkan tanda-tanda zaman, kembali pada yang terpenting yaitu
Latihlah dirimu beribadah.
Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang (1Tim.4:7b-8)

Waspadalah
Mengapa harus waspada?
Karena Tuhan Yesus mengajarkan mendekati akhir zaman, akan muncul ajaran-ajaran yang menyesatkan.
Intinya, ajaran sesat akan membelokkan kita untuk tidak menyembah Allah.

Buku yang berjudul: YESUS TIDAK DATANG- Theo Christi
Menyatakan ciri-ciri dari ajaran/sekte-sekte yang sesat
Ajaran-ajaran sesat itu, umumnya memiliki ciri-ciri yang secara menyeluruh memiliki kesamaan.
Padahal di antara sesama sekte berbahaya itu tidak terdapat jaringan kerja satu sama lain.
Artinya ada oknum yang sama (iblis) yang bekerja dibalik semua sistem yang bergerak di balik semua sekte-sekte itu.
1. Bersifat eksklusif
Mereka membangun keyakinan bahwa kebenaran hanya dipercayakan pada mereka.

2. Bersifat legalistik
Untuk menjaga kelangsungan ajarannya, pemimpin utama mendelegasikan otoritasnya pada pemimpin tingkat tinggi.
Semuanya di bawah satu garis komando yang kuat dan jelas.
Setiap perkataan pemimpin utama merupakan hukum yang mutlak dilakukan, pantang dibantah atau dipertanyakan oleh siapapun.
Keras dan kaku.
Setiap tindakan pembangkangan diperhadapkan dengan sanksi yang keras.

3. Bersifat mengeksploitasi ketahanan tubuh seseorang
Diperas tenaganya sedemikian rupa dengan upacara, ibadah, berjam-jam bahkan hampir seharian.

4. Memiliki teknik isolasi
Orang-orang yang direkrut diasingkan dari keluarga, teman, masyarakat dan media massa.

5. Pola makan mengalami perubahan
Para anggotanya dibuat tidak mendapat gizi yang cukup, sehingga merusak ketahanan tubuh mereka, turunnya stamina dan daya tahan tubuh akan menyebabkan pikiran seseorang mudah untuk berada dalam kondisi pasif, saat itulah menjadi rentan terhadap proses pencucian otak.

6. Bersifat elitisme
Akar kata elitisme dalam bahasa latin memiliki pengertian terpilih atau merupakan kelompok yang terbaik, yang paling hebat.
Pemimpin sekte merasa diri paling hebat.
Yang melawan dikutuki dan diintimidasi.

7. Menciptakan ketakutan dalam diri pengikutnya

8. Terdapat dominasi yang kuat
Bagi para anggota baru yang direkrut, biasanya pemimpin beserta pembantu-pembantunya meminta komitmen mereka dengan memakai alasan agamawi agar anggota baru tersebut menyerahkan harta bendanya, meninggalkan pekerjaannya, setelah tidak berpenghasilan, harga diri lenyap, tidak berdaya, mereka akan semakin menggantungkan nasibnya kepada pemimpin. Jadi dominasi sang pemimpin atas kehidupan anggotanya semakin kuat.

9. Idealisme tanpa disertai penundukan diri
Sekte berbahaya biasanya terbentuk dari sekumpulan orang-orang idealis yang kecewa dan marah terhadap gereja.

10. Tidak terdapat privasi di dalam sekte
Hubungan suami isteri dihasut sedemikian rupa, sehingga hubungannya menjadi renggang. Ketika hubungan suami isteri tidak beres, menjadi jalan masuk untuk free seks.

11. Lambat atau cepat penyimpangan rohani akan menyebabkan penyimpangan seksual.
Contohnya: Children of God

KESIMPULAN:
Bagaimana supaya kita waspada terhadap ajaran sesat:
1. Utamakan ibadah kepada Allah dalam Yesus Kristus
2. Pertahankan ketaatan, kesetian, kesucian hidup
3. Tekun dalam pengajaran Firman
4. Jangan gelisah melihat perubahan-perubahan yang terjadi
Muncul ajaran sesat
Peperangan
Bencana
Perubahan politik
5. Jangan takut menghadapi hal-hal yang akan terjadi
Kita belum disiksa, dibunuh
Sekalipun mungkin kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin
Ada orang demi aman dirinya, menyerahkan orang lain.
Bertahanlah sampai pada kesudahannya

A.
Ketika meneliti 3 Sekte yang ada di Bandung yaitu Sibuea (Bale Endah); Haidi (Lengkong); Hiping. Mereka melakukan indoktrinasi, menyatakan dirinya sebagai wakil Allah yang menerima wahyu Allah secara langsung, memecah belah keluarga, dan melakukan hal-hal yang amoral dsb. Berbicara mengenai ajaran sesat, kita harus kembali ke Alkitab di mana orang menekankan sesuatu dan mengabaikan hal yang lainnya.

B.
Dalam sejarah gereja, perdebatan seru selalu mengarah pada Kristologi (keberadaan, pekerjaan, kedatangan Kristus ke dua). Ajaran bidat menyangkal Allah yang berotoritas dan menyelamatkan mereka. Sebagai orang Kristena, apakah kita mengakui Kristus sebagai Allah atau tidak?

C.
Gnostiksisme, Yesus itu tidak pernah datang ke dalam dunia karena tidak mungkin Alla yang suci itu masuk ke dalam dunia yang kotor ini. Intinya, mereka tidak men-Tuhankan Kristus. (1) Mereka tidak menghormati otoritas Kristus sebagai Allah dan manusia 100 %. (2) Selalu berkaitan dengan akhir zaman, meramal waktu kedatangan-Nya yang ke dua. (3) Memutlakkan dirinya sendiri untuk menjadi otoritas tertiggi bagi orang lain.

D.
Perlu menegaskan mengenai ajaran sesat yang sedang berkembang saat ini. Contohnya: saksi Yehovah yang selalu mendatangi orang-orang untuk membawa mereka kepada pengajarannya. Karena itu untuk menghadapi ajaran sesat ini, para remaja harus mengenal kebenaran itu sendiri. Jadi harus belajar Alkitab biar tidak tersesat.

E.
5 hal yang perlu ditekankan:
1. Anggota Palsu
2. Guru Palsu
3. Ajaran Palsu
4. Menggunakan Alkitab untuk menentang ajaran palsu
5. Menggunakan ciptaan Tuhan sebaik-baiknya.
Ajaran palsu tidak selalu berkaitan dengan Kristologi, tapi juga pengajaran yang ekstrim.

F.
Bagian ini merupakan nubuatan dari Tuhan Yesus , di mana para pengajar sesat menekankan pengajaran mereka dengan mengatasnamakan Kristus, mengokohkan dirinya sebagai Kristus. Sesat dapat menyangkut SEKTE atau SIASAT, yang sering menjadi stigma yang menjadikan ekstrim lain tentang kesesatan. Karena kita tidak boleh dengan secepatnya memberikan label kepada sesuatu dengan ajaran sesat. Hal ini dapat membingungkan jemaat mengenai ajaran yang sejati.

G.
Salah satu ciri orang sesat adalah orang yang gampang mencap orang yang sesat. (1) Ajaran sesat adalah Injil yang berbeda yang menggeser otoritas Alkitab. (2) Injil Plus. (3) Injil Minus. (4) Penekanan hanya pada ibadah / liturgi kaku. (5) Terlalu menekankan hal-hal supranatural. (6) pelayanan yang selalu membesarkan nama diri atau organisasi.

H.
Ajaran sesat muncul dari dalam, kalau dari luar mungkin kita masih bisa berjaga-jaga. Namun yang muncul dari orang-orang berpengaruh. Kalau kita tidak waspada, maka arah tingkat pertumbuhan jemaat akan terancam.

I.
Ada 4 gejala penyesatan yang berkembang dalam hidup manusia:
1. Kenapa manusia menyesatkan dirinya? Karena keinginan untuk meninggalkan hal yang mutlak.
2. Manusia merumuskan untuk memuaskan nafsunya.
3. Manusia menginginkan sesuatu yang baru.
4. Manusia menuntut kebebasan sebagai hal yang mutlak, tanpa sadar mereka tersesat.

J.
Apa Itu Ajaran Bidat
1. Definisi.
Bidat, menurut J. Verkuyl dalam buku Gereja dan Bidat, berasal dari bahasa Arab yang berarti �suatu ajaran atau aliran yang menyimpang dari ajaran resmi�. Ini setali tiga uang dengan pengertian yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): bidat adalah ajaran yang menyalahi ajaran yang benar. Sedangkan menurut DR.H Berkhof dan DR IH Enklaar, ditinjau dari sudut historis bidat adalah persektuan Kristen�berskala kecil�yang dengan sengaja memisahkan diri dari gereja besar dan ajarannya; menekankan iman Kristen secara berat sebelah sehingga menyimpang dari kebenaran Injil.
Dan, Ensiklopedi Gereja memaparkan pengertian bidat sebagai pandangan yang salah tentang apa yang wajib diimani. Dengan demikian, bidat adalah sekte, kelompok, atau gerakan dengan ajaran yang menyimpang dari ajaran utama�khususnya mengenai Allah, Kristus, Roh Kudus, dan keselamatan�sebagaimana yang diajarkan Alkitab.
2. Ciri-ciri Bidat.
Ciri-ciri bidat Kristen yakni memiliki Injil atau �kabar baik� yang berbeda. Kemudian, memiliki Injil plus, artinya memiliki Kitab Suci yang sama tetapi ditambah dengan kitab lain yang menurut penganutnya otoritasnya sama dengan Alkitab. Kemudian, ada juga bidat yang meski berpatokan pada Alkitab, tetapi dengan sengaja mengabaikan beberapa kebenaran yang mereka anggap tidak sesuai dengan ajaran mereka. Penganut bidat juga dikenal �gemar� menciptakan aturan-aturan yang �disamakan� dengan Injil. Misal, ada ajaran bidat yang melarang pengikutnya mengenakan perhiasan dan kerudung. Ada bidat yang memberi pangkat-pangkat kepada anggotanya�meski aturan itu tidak disebutkan dalam Alkitab. Ajaran bidat juga menekankan kepada ibadah yang bersifat supranatural�tidak menyeimbangkan hati, pikiran, dan akal budi�dan membesarkan diri sendiri, sehingga tidak lagi berpusat pada Tuhan melainkan pada pengkultusan individu.
Sumber yang terkait :
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.christianheretic.com/
http://www.sabdaspace.org/ciri_ciri_bidat_kristen_sesat

K.
Konteks Matius 24:3-14 adalah jawaban Tuhan Yesus atas pertanyaan para murid tentang tanda-tanda kedatangan Yesus dan akhir zaman. Tanda yang pertama adalah munculnya para nabi palsu yang menggunakan nama Yesus dan mengaku dirinya Mesias (Mat. 24:4-6). Para nabi palsu sebenarnya sudah ada sejak zaman PL (Yes. 44:25; Yer. 23:16; Yeh. 13:2; Mi. 3:5; Za. 13:2). Mereka mengklaim menerima wahyu dari Allah, padahal tidak demikian. Mereka memberitakan pendapat diri sendiri, misalnya berita �kesembuhan, kesuksesan dan kekayaan materi.� Para nabi palsu juga muncul pada zaman Yesus hidup di dunia. Dia dan para murid banyak memberikan peringatan kepada para pengikut-Nya termasuk kita hari ini agar berhati-hati dengan para nabi palsu dan ajaran sesat yang mereka ajarkan (Mat. 24:4-5; 1Tim. 4:1-2; Gal. 1:8-9; 1Yoh. 4:1-3; 2Ptr. 2:1-3; Yud. 1:4). Tujuan peringatan tersebut adalah supaya kita selalu waspada, berhati-hati dan tidak mudah menerima ajaran yang ditawarkan mereka yang mengatasnamakan �hamba Tuhan.�
1. Definisi ajaran sesat atau bidat.
Bidat adalah persekutuan Kristen yang memisahkan diri, yang ajarannya menekankan iman yang tidak seimbang sehingga teologi dan praktik hidup membengkokkan kebenaran Injil. Bidat menurut Yunani kuno, artinya �memilih, perbedaan pendapat, aliran dan golongan.� Pemakaian kata bidat, dalam arti kontemporer mengacu kepada kekeliruan secara doktrinal dan penyangkalan akan Yesus, Juruselamat (2Ptr. 2:1).
2. Fakta-fakta mengenai ajaran sesat yang Tuhan Yesus nyatakan.
(1) Para nabi palsu itu jumlahnya sangat banyak dan mereka berasal dari kalangan Kristen (Mat. 24:5,11). (2) Motivasi para pengajar sesat adalah hendak menyesatkan umat pilihan Tuhan (Mat. 24:4, 5, 11). Mereka begitu lihai, licik dan pandai bersilat kata untuk membujuk dan menipu umat Allah. Tujuan utama mereka selain mencari keuntungan materi juga dipakai setan untuk menyesatkan umat percaya. (3) Metode yang dipergunakan para nabi palsu dalam menyesatkan orang percaya adalah melalui teaching, signs and miracles. Mereka mengajarkan larangan menikah dan makan makanan (1Tim. 4:3). Para guru palsu dalam membangun teologi mereka memakai pengalaman rohani yang subyektif dibanding Alkitab. Secara implisit mereka menyatakan tidak memerlukan Alkitab, karena dapat memperoleh rhema dari Allah. Kalaupun memakai Alkitab, itu bersifat proof-texting, interpretasi alegoris dan memakai sumber-2 extrabiblical, mis: mimpi-2, penglihatan-2, dll.
3. Cara menghadapi para pengajar sesat.
(1) Tetap berwaspada atau berhati-hati. Yesus menasihatkan kita untuk berwaspada supaya jangan ada orang yang menyesatkan kita (Mat. 24:4,5). (2) Mengerti ajaran yang benar dan menguji setiap ajaran apakah biblical (1Tes. 5:21; 1Yoh. 4:1). Para nabi palsu umumnya menekankan ajaran yang menyenangkan telinga, memuaskan hati dan kesenangan manusia. (2Tim. 4:1-3). Hanya dasar ajaran Alkitab yang benar yang melengkapi kita untuk menghadapi ajaran sesat. (3) Hidup berfokus kepada Kristus dan perkataan-Nya. Orang yang berfokus mencari tanda dan mukjizat adalah orang yang paling mudah ditipu dan disesatkan para nabi palsu, karena mereka melakukan penyesatan justru melalui tanda-tanda, kuasa dan otoritas rohani. Karena itu, jalan satu-satunya menghindarikan kita dari tipu daya ajaran sesat adalah berfokus kepada Kristus dan firman-Nya.

L.
Nasehat Yesus dalam bagian ini adalah sebagai sebuah peringatan penting bagi semua orang Kristen untuk selalu waspada. Waspada dalam segala hal, khususnya hidup di akhir jaman ini, sebab situasi dan kondisi keadaan jaman sangat mengerikan dipenuhi dengan berbagai macam situasi yang membingungkan jika tidak waspada dan memiliki iman yang benar dapat dipastikan kita akan tersesat. Kewaspadaan dan iman yang kuat serta bertekun dalam doa dan firman akan memberikan tuntuan serta bimbingan bagi orang percaya untuk mengenal kehendak Allah dan mengetahui arus jaman yang menyesatkan. Dengan kewaspadaan yang tinggi serta selalu online dengan Allah maka kita bisa menyelesaikan pertarungan di dunia ini dengan selamat sampai pada tujuan akhir.

M.
Tanda-tanda akhir jaman itu pada masa sekarang ini sudah semakin tergenapi, apa yang di nubuatkan firman Allah sudah semakin nyata. Oleh sebab itu setiap orang percaya perlu waspada dan memiliki kepekaan rohani yang tinggi untuk bisa membedakan roh, mana kehendak Allah dan yang bukan. Sebab jika kita tidak waspada maka kita akan terjerumus dan terikat dalam ajaran sesat, seolah-olah kita melakukan hal �yang benar� tetapi ternyata kita justru menyangkali Tuhan. Tanda-tanda itu adalah;

a. munculnya pengejek-pengejek.
b. Nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu yang akan menyesatkan banyak orang. Termasuk di dalamnya pengajaran sesat. Contohnya adalah Seksi Yehowa adalah ajaran sesat, Mormon, Children of god, Cristian Sciens.
c. Peperangan dan genderang perang akan terjadi di berbagai tempat dan Negara. Negara-negara besar dan raja-raja akan saling berperang.
d. Bencana alam terjadi di mana-mana. Tsunami, gunung meletus, banjir banding (gunung es sudah mulai mencair karena pemanasan global), kekeringan dan kelaparan.
e. Adanya penganiayaan dan penyiksaan kepada Gereja dan umat percaya.

N.
Mendekati kedatangan Tuhan Yesus, kita akan kesulitan untuk membedakan ajaran2 sesat. Ajaran sesat itu bergerak dengan berbagai Metode. Kita harus mengenal gerakan mereka supaya mrk tidak disesatkan.
1. Ajaran sesat berjubahkan kebenaran
2. Guru-guru palsu merusak kebenaran tentang siapakah Yesus .
3. Ajaran sesat mengklaim keslamatan bukan karena anugrah tapi usaha manusia.
4. Ajaran sesat pada intinya menentang Allah.

O.
Untuk mengenali ajaran sesat ( nabi palsu ), kita harus mengerti ajarannya bisa juga melalui watak atau prilaku mereka dengan mengujinya pada kebenaran Firman Tuhan.

P.
Untuk membedakan mana ajaran sesat dan tidak
1. Baca Firman Tuhan secara teratur
2. Pelajari Firman Tuhan dengan lebih dalam.
3. Lihat dari buahnya.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India