Kamis, 29 Maret 2012

Tak Lekang Dimakan Waktu (1 Petrus 1:22-25, Amsal 30:5)


A.
Apa itu membaca dan mempelajari Alkitab?
Membaca dan mempelajari Alkitab adalah memberikan waktu yang khusus untuk mengerti isi hati Tuhan.
Membaca dan mempelajari Alkitab dengan cara:
1. Membaca secara keseluruhan untuk mengetahui garis besar dari isi Alkitab.
2. Membaca dan menyelidiki Alkitab.
3. Membaca dengan devosional, mengerti secara mendalam, menemukan pengajaran di dalamnya.
Dalam proses ini perlu pertolongan Roh Kudus untuk memahami firman Tuhan.

B.
Mengapa kita perlu bertekun membaca dan mempelajari Alkitab?
Membaca dan mempelajari Firman Tuhan berkaitan erat dengan motivasi.
Ada 7 alasan mengapa bertekun membaca dan mempelajari Alkitab:
� Manusia seringkali kebingungan
� Manusia tidak pernah tahu ujung kehidupan sehingga firman dapat dipegang senantiasa, selain
� Manusia seringkali berbelok dari kehendak dan rancangan Tuhan, karena itu firman mengembali
� Manusia membutuhkan pertumbuhan, karena merupakan makanan rohani karena dapat memberikan pertumbuhan. Bertekun artinya terus menerus dilakukan dalam Tuhan
� Firman adalah pengharapan dan petunjuk dalam kehidupan.
� Firman yang membimbing dan menuntun sebagai terang

Firman sebagai perisai yang menolong Bertekun itu harus terus menerus dilakukan.

C.
Kapan waktu yang tepat bagi kita untuk memulai membaca dan mempelajari Alkitab dan kapan kita mengakhirinya
1. Bagi kita: setiap waktu yang tepat bagi kita, bisa pagi hari atau malam hari. Namun tetap harus ada komitmen dan dilakukan secara terus menerus.
2. Bagi keluarga: sejak keluarga itu dibentuk. Bagi anak-anak, yaitu sejak anak-anak lahir hingga mereka mencapai usia dewasa.
Membutuhkan komitmen dan konsistensi dalam membaca dan merenungkan Firman Tuhan.

D.
Di mana tempat yg tepat untuk kita membaca dan mempelajari Alkitab:
� Tidak alasan untuk tidak mempelajari Alkitab, membatasi kita mempelajari Firman Tuhan. Tidak sekedar sembarang tempat tapi juga harus ada pola pribadi.
� Bukan dilihat siapa pembicaranya tapi berfokus pada firman Tuhan yang hidup. Bukan karena pribadi tertentu kita belajar firman Tuhan. ? kerinduan kita GII HIT menjadi tempat belajar favorit setiap jemaat.

Tambahan:
1. Jemaat menyediakan tempat khusus untuk membaca dan mempelajari Firman Tuhan sehingga ketika melihat tempat itu jemaat mengingat untuk membaca dan mempelajari Alkitab.
2. Tempat yang memotivasi kita untuk belajar Firman Tuhan
3. Setiap orang harus memiliki tempat di mana dia merasa nyaman untuk berdoa, membaca dan mempelajari Firman Tuhan.
4. Membaca dan memplajari Firman Tuhan bisa dilakukan secara pribadi dan juga secara berkelompok ( baik secara PA/care group ).
E.
Siapa yang seharusnya bertekun dalam membaca dan mempelajari Alkitab?
Semua orang harus bertekun dalam membaca dan mempelajari Alkitab.
1. Orang percaya yang mau bertumbuh, ada kerinduan untuk mengenal siapa Allah, mengerti kehidupan-nya dan ingin memaknai kehidupannya.

F.
Bagaimana cara membaca dan mempelajari Alkitab dengan baik dan benar?
1. Perlu disiplin pribadi
2. Ada bacaan lengkap setahun atau buku renungan yang tepat
3. Mencatat kotbah-kotbah atau renungan dan kemudian mempelajari kembali
4. Dihafalkan
5. Dengan membentuk diskusi kelompok
6. Kontemplasi,yaitu membaca,merenungkan dan menghayati Firman.
G.
Firman Allah akan tetap kekal dan abadi selamanya, meskipun berbagai macam cara dan usaha dilakukan untuk menghalangi perkembangan Injil tetapi tidak ada satu pun kekuatan yang sanggup menghentikanNya. Allah tetap berdaulat untuk melakukan rencanaNya serta kehendakNya untuk menyatakan kasihNya kepada semua orang yang berdosa. Sampai hari ini firman Allah tetap dan akan terus diberitakan dan sampai dunia ini berakhir firman Allah tetap bekerja menyatakan kebenaranNya, walaupun usaha untuk menghambat terus terjadi tetapi firman Allah tetap kekal dan abadi.

H.
Bagi dunia segala sesuatu adalah relatif tetapi kebenaran Allah adalah mutlak. Kebenaran Firman Tuhan adalah mutlak, maka tidak ada satupun yang dapat menggoyahkan kebenarannya. Kebenaran itu yang mengubah murid-murid Tuhan Yesus dari ketakutan menjadi penuh keberanian, dari keputusasaan menjadi berpengharapan. Kebenaran itu juga yang mengubah jutaan orang berani menyuarakan bahkan mati martir untuk kebenaran itu. Kebenaran Firman Tuhan tidak pernah bisa dibungkam dan dihalangi.

I.
Di dalam FirmanTuhan, terkandung hikmat yang akan menjadi seperti tongkat pengukur bagi kita. Segala sesuatu yang kita perbuat dalam hidup ini, akan diukur dan dinilai: Sudah sesuaikah hidup kita dengan Firman Tuhan atau selaras dengan kehendak-Nya? Firman Tuhan punya cara tersendiri untuk mengoreksi, menegur serta membongkar kedagingan kita, karena �� Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana-pun,� semakin kita banyak membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kita akan semakin memiliki kepekaan dan semakin mampu membedakan manakah yang sesuai dengan kehendak Tuhan dan mana yang tidak. Firman Tuhan akan membantu kita untuk bisa membedakan apakah motivasi kita itu benar atau salah. Jadi FirmanNya akan menunjukan kepada kita tindakan yang salah dan mengajarkan bagaimana bertindak dan hidup benar bagi Tuhan dan juga kepada orang lain.

J.
1. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin mengenal Allah penciptanya.
2. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin mensyukuri keselamatan yang dialaminya.
3. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin memahami kebenaran dan bagaimana hidup di dalamnya.
4. Melalui Firman Allah, orang percaya akan semakin tahu bagaimana hidup dalam kehendak Allah
Hal ini berarti bahwa, tanpa membaca Alkitab sangat sulit bagi seorang percaya untuk mengalami pertumbuhan dan kedewasaan rohani.

K.
Kehidupan orang percaya tidak bias dipisahkan dari Firman Tuhan. Jika kita tidak setia dan tinggal dalam Firman Tuhan, kehidupan iman Kristen tidak akan bertumbuh baik. Bila ini terjadi dalam hidup orang percaya maka orang percaya akan mudah diombang-ambingkan oleh pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran. Di samping itu, tanpa Firman Tuhan, sulitlah bagi manusia untuk bertahan dan lalu menang dalam pergumulan hidup di dunia.
Pentingnya Firman Tuhan :
1. Menumbuhkan Iman orang percaya
2. Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan orang percaya
3. Menguatkan orang percaya
4. Memberikan sukacita bagi orang percaya
Mengapa?
1. Karena Firman Tuhan menjelaskan isi hati-Nya
2. Karena Firman Tuhan menjelaskan perintah-Nya
3. Karena Firman Tuhan menjelaskan rencana agung-Nya
4. Karena Firman Tuhan menjelaskan janji-Nya

Rabu, 21 Maret 2012

BERDERAP BAGI KERAJAAN ALLAH ( MATUS 10 : 5 - 15)


Pengantar
Dalam perjalanan suatu Kehidupan pada akhirnya mencapai suatu masa kematangan, kedewasaaan dan proses yang sampai pada goal atau tujuan nya; seperti;
(1) Buah dapat dipetik dan dinikmati saat matang, telah siap dipanen
(2) Makhluk Hidup pada masa tertentu akhirnya mencapai kedewasaan dan kemudian berkembang biak
(3) Manusia mencapai kedewasaan dan kemudian akhirnya meninggalkan orangtuanya untuk kemudian mandiri dan berkeluarga
(4) Dan termasuk tidak ada mahasiswa abadi, namun akan lulus dan mengamalkan ilmu pengetahuannya
Demikian pula seorang Murid Tuhan, maka ia akan sampai pada jenjang perjalanan kehidupannya untuk diutus untuk memuridkan orang lain (Matius 28:19-20)
Perikop dalam Matius 10:5-15, menyatakan Pengutusan Tuhan Yesus akan murid-murid-Nya, yang nyata pula diaplikasikan kepada setiap kita sebagai anak-anak Tuhan :
1. Murid Tuhan akan diutus
Tuhan Yesus mengutus semua murid-muridNya. Setelah masa tertentu dalam perjalanan kehidupan seorang anak Tuhan, dan menjadi murid Tuhan, maka tujuan akhirnya adalah mereka harus siap diutus, dan itu adalah panggilan keberadaan mereka, tidak ada yang bisa mengelak.
Tidak ada yang disimpan. Semua diutus dan tidak ada yang ditahan, tugas mereka (murid-murid) adalah pergi untuk memberitakan INJIL Keselamatan tidak ada yang diam, dan tidak melakukan apa-apa, semua berkaitan dengan pemberitaan Berita Kerajaan Sorga
Allah memanggil dan memakai semua orang dengan latar belakang kehidupan mereka, dan mereka semua sama diutus, dan dipakai Tuhan
2. Tuhan Yesus mengutus mereka untuk melayani yang terdekat dahulu. (ada sasaran)
Tuhan Yesus mengutus murid-murid kepada orang Israel terlebih dahulu, sebagai umat pilihan Allah, dan baru kemudian mereka diutus ke segala bangsa (see Mat 28:19-20). Ladang yang dapat dilayani adalah orang-orang yang terdekat dengan kita, termasuk keluarga, rekan dan tetangga.
3. Tugas yang diberikan Jelas : Memberitakan Injil Kerajaan Sorga
4. Kuasa Allah menyertai setiap Murid Tuhan.
Pelayanan pemberitaan Injil kerajaan Sorga, bukan berdasarkan kekuatan sendiri, namun bergantung sepenuhnya dengan kuasa Allah Roh Kudus. Kuasa Allah menyatakan kedaulatan-Nya melampaui kuasa dunia dan keputusasaan yang terjadi
5. Melaksanakan pemberitaan dan hidup dengan mengandalkan Tuhan dan tidak kuatir

� Kelompok 1
Agar misi berhasil :
(1) Hendaknya mengutus orang yang tepat, yaitu orang yang mau
dimuridkan. Dipersiapkan, dilatih, diajari,dll.
(2) Fokus, tidak menyimpang. ( ayat 5 )dan tahu sasaran.
(3) Ada berita yang difokuskan adalah tentang Kerajaan Allah
(4) Harus disertai kuasa Allah
(5) Percaya pada pemeliharaan Tuhan

� Kelompok 2
Latar belakang : pelatihan dari Tuhan bagi murid-muridNya.
(1) Orang � orang yang mau dicapai, mulai dari yang terdekat ke yang jauh
(2) Kabar berita dari Injil tersebut, tidak boleh terpisah dari berita Kerajaan Allah
(3) Kesaksian dari Injil, ada kuasa untuk menyembuhkan, membangkitkan, mengalahkan kuasa dosa, mengalahkan kerajaan gelap
(4) Prinsip dari pengabaran Injil, mendapat dengan cuma-cuma dan membagikan dengan cuma � cuma.
(5) Bersandar pada pemeliharaan saat pengabaran Injil, dengan iman
(6) Hasilnya diserahkan pada Tuhan

� Kelompok 3
Untuk berderap :
(1) Ada pengutusan
(2) Ada sasaran
(3) Ada berita yang disampaikan
(4) Ada kuasa dan janji Tuhan dalam berita
(5) Ada fokus dalam Penginjilan
(6) Ada motivasi

� Kelompok 4
Konteks dari Matius 10 : 1, Yesus memberi kuasa. PI yang benar mengandalkan akan kuasa Yesus. Pesan yang diberitakan adalah Kerajaan surga yang sudah dekat. Pesannya harus jelas dan tepat.

� Kelompok 5
Ayat 4, Yudas termasuk di dalam murid yang diutus, jadi masih ada kesempatan yang Tuhan berikan bagi Yudas untuk memberitakan Injil.

� Kelompok 6
Ayat 8 diberikan dengan cuma-cuma, ini menjadi satu prinsip dasar bahwa kita menerima anugerah dengan tanpa alasan, gratis, dengan tujuan untuk memberitakan Injil. Ketika kita memberitakan Injil, tidak ituang-itungan.

� Kelompok 7
Ayat 7 dalam pelayanan harus setia pada Tuhan. Dalam pelayanan tidak bisa sembarangan orang, tapi disurvey terlebih dahulu agar tepat.

� Kelompok 8
Sebelumnya Tuhan memanggil, lalu disini diutus. Orang Kristen dipanggil untuk diutus memberitakan Kerajaan surga, walaupun ada kegentaran, namun ada kuasa Roh Kudus yang akan menyertai.

� Kelompok 9
Motivasi atau fokus dalam pelayanan, melihat bagian yang mengatakan �dengan cuma-cuma� adalah seperti dalam melayani Tuhan kita seolah-olah �memanipulasi� akan pelayanan.

� Kelompok 10
Ayat 11, carilah seorang yang layak, di dalam Penginjilan kadang ada 1 hal yang terlupakan, apakah orang yang menerima Injil itu layak atau tidak. Orang yang layak adalah seperti domba, yang tidak layak seperti serigala. Ada yang menerima Injil dengan sukacita, ada yang menolak, menganiaya Injil. Ketika kita memberitakan Injil, sebenarnya Injil itu tidak murahan, jangan memberikan pada babi, Injil itu begitu mahal, dan tidak setiap orang bisa menerima Injil. Kadang memang ada orang yang bukan domba, tapi serigala. Orang yang seperti ini dikatakan � kebaskanlah�� artinya biarlah penghakiman Tuhan akan dating bagi mereka. Ada nilai penghukuman dalam pemberitaan Injil ini.

� Kelompok 11
(1) Tuhan memerintahkan murid-muridNya untuk ke lingkaran dalam
dulu. Kita juga bisa memulai dari keluarga.
(2) Jangan membawa perlengkapan. Karena perlengkapan ini bisa
menghambat.
(3) Injil tidak boleh dipaksakan dan murah

� Kelompok 12
(1) Memanggil murid ? apakah kita memiliki murid hari ini. Yang dididik dengan konsep yang jelas, dan mengenal Yesus dengan hidup bersama. Apakah kita juga adalah murid Tuhan, yang telah menerima kuasa dan mengalami kuasa Yesus tersebut.
(2) Beritakanlah pada seluruh dunia, karena tugas dengan Israel telah selesai. Ini adalah tugas setelah Yesus tidak lagi di dunia.
(3) Diterima dengan cuma-cuma, kita harus membawa kepada jemaat, bahwa keselamatan itu kita terima dari Yesus dengan cuma-cuma. Dan membawa orang untuk menjadi pengikut Tuhan dan bukan pengikut manusia.
(4) Sodom dan Gomora itu menjadi satu kejelasan dalam dunia ini adalah jika kita terima Yesus ke surga, dan jika tidak ke neraka, dan ini berlaku bagi semua orang yang ada di dunia ini.

� Kelompok 13
(1) Hanya memandang pada Yesus
a. Menampakkan diri
b. Otoritas
(2) Hanya melakukan saja
a. Menumbuhkan iman
b. Menyaksikan kerajaan Allah sudah dekat
c. Membangkitkan semangat pelayanan
(3) Hanya membagikan saja
a. Diberkati untuk menjadi berkat
b. Diselamatkan untuk diberitakan pada orang lain

Kesimpulan
(1) Pemuridan
a. Konsep nilai dari Yesus bagi murid-muridNya dalam hidup mereka.
b. Keteladanan adalah satu pelaksanaan dari konsep nilai
c. Ada turun naik namun menuju pada keserupaan dengan Kristus
d. Pelatihan, ada bimbingan, ada waktu untuk berbagi beban juga
(2) Sasaran dari Penginjilan jelas, dari yang dekat ke yang jauh
a. Jangan melintas ke Samaria � ini klu untuk dari dalam ke yang jauh
(3) Berita yang jelas
a. Tentang Kerajaan Allah, yaitu diri Kristus sendiri
(4) Keyakinan dan mengalami kuasa Allah
a. Kita rindu melihat orang lain mengalami kuasa Allah, tapi apakah kita juga sudah mengalaminya?
b. Keyakinan kita sebagai pemberita Injil harus lebih dahulu mantap sebelum kita memberitakannya
(5) Fokusnya kepada Tuhan, tidak kepada hal � hal yang duniawi.
(6) Orang yang responsive, harusnya bisa diperhatikan sungguh � sungguh, bahkan lebih berani bayar harga bagi mereka.
(7) Selalu memberi salam, terhadap orang yang menolak pun tetap kita harus memberi salam.
(8) Tidak perlu kecewa jika ada orang yang menolak.

Kamis, 15 Maret 2012

Sharing and Caring; Just Do It (I Korintus 3:1-9)


A.
Persoalan jemaat di Korintus adalah terjadinya pengkotak-kotakkan atau klasifikasi, pembedaaan sepert ini ada di dalam gereja manapun, di dalam misi tidak ada pembedaan ini, kita mungkin bias beda dalam fungsi struktural dan fungsi yang lain tetapi tugas penginjilan adalah sama. Gerakan kaum awam yang menggerakkan misi penginjilan sedang bergerak. Di dalam misi Allah tidak ada klasifikasi tetapi semua bertanggung jawab dalam misiTuhan sekalipun kaum awam. Dapat dikaitkan dalam Filipi 1:15, yang terpenting adalah injil diberitakan. Saksikan Kristus dalam hidup setiap kita. Just Do It!

B.
Paulus berbicara dari kehidupan jemaat yang nyata dari Korintus adalah mereka mengalami perpecahan. Yang menarik adalah ayat 1 �aku saudara-saudara�. Paulus tetap melihat mereka sebagai saudara. Di dalam ayat 1 ini adalah kelanjutan dari pasal ke-2 menggunakan kata ganti aku, menunjukkan bahwa rasul Paulus menjelaskan kehidupan nasrani yang benar. Dalam ayat ke-3 menunjukkan adanya permasalahan dalam kehidupan dan iri hati serta perselisihan adalah manusia lama bukan orang Kristen yang dewasa. Kata tetapi merupakan penekanan yang kuat untuk menekankan orang yang masih bayi atau dewasa.Orang Kristen adalah orang yang bukan hanya KTP tetapi merupakan Kristus yang menjadi pusat seluruh kehidupan. Setiap hati yang percaya kepada Kristus adalah pemberita injil tetapi setiap hati yang belum percaya Kristus adalah ladang Allah.

C.
Dalam konteksnya adalah jemaat di Korintus terjadi ke-tidak sinkron-an, ada yang menjadi pengikut Paulus ada yang menjadi pengikutApolos. Paulus melihat bahwa kondisi yang demikian menjadikan gereja tidak memiliki fokus yang sama, seharusnya fokusnya adalah gereja menjadi pewaris bahkan pemberita injil, dalam kondisi inilah Paulus mengirimkan surat kepada jemaat untuk kembali kepada panggilan injil ini.
1. Setiap orang Kristen adalah hamba (ay.5) Paulus ingin mengatakan bahwa kita semua hanyalah seorang pelayan, tidak lebih maupun kurang dan dipakai Tuhan untuk membawa orang-orang kepada Kristus. Seharusnya kalau kesadaran bahwa kita adalah pelayan Tuhan maka tidak ada yang menggagap siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah. Menjadi pelayan Tuhan adalah sesuatu yang istimewa.
2. Paulus ingin mengatakan bahwa setiap orang percaya harus tahu bahwa hanya Tuhan yang membuat pertumbuhan (ay.6) bukan Paulus atau Apolos bahkanPetrus yang membuat pertumbuhan tetapi hanya Tuhan yang membuat, artinya semua itu harus difokuskan kepada Tuhan. Setiap yang sudah dilakukan harus meminta Tuhan yang memberikan pertumbuhan. Jadi apakah itu menanam, menyiram harus malah dari hati kita dan semuanya pada akhirnya tidak ada gunanya kalau Tuhan tidak memberikan pertumbuhan. Kehebatan dan strategi kita dalam pelayanan gereja tidak akan jalan kalau tidak bergantung kepada Tuhan. Dalam setiap aspek harus menyerahkan kepada Tuhan.

D.
Mendorong jemaat untuk memberitakan injil. Dilanjutkan ke ayat 11. Mendorong jemaat menjadi mitra Allah menjadi kawan sekerja Allah. Yang terpenting dalam ay.10 menjelaskan bagaimana orang di dalam gereja itu berfungsi untuk meletakkan dasar. Contohnya menjadi guru sekolah minggu, menjadi ketua care group, pemimpin P.A. dalam ayat ke-10 kalimat terakhir menjelaskan bahwa dalam pelayanan harus dapat diteruskan atau ber-regenerasi dan terus mengambil bagian dalam pelayanan. Tidak ada seorangpun boleh meletakkan dasar lain selain dasar yang telah diletakkan Yesus Kristus. Dalam kita melayani mencari jiwa harus meletakkan dasar yang benar yaitu Yesus Kristus yang diberitakan dan disampaikan. Pada 2:4 �mengandalkan Roh Kudus� percayalah bahwa Roh Kudus itu menyertai kita bahkan di dalam sederhananya pelayanan yang kita lakukan, dengan kekuatan dari Roh Kudus akan ada jiwa yang dimenangkan. Mendorong jemaat untuk belajar mengandalkan kekuatan Roh Kudus sehingga gereja kita makin bertumbuh.

E.
Seluruh aturan di dunia adalah beragama atau tidak beragama, di dalam kontek kerajaan Allah semua orang adalah pelayan Allah, tidak ada yang lebih penting ataupun tidak penting. Setiap orang Kristen adalah pelayan dan harus melakukan. Dalam penginjilan tidak ada mengkotak-kotakan yang penting adalah injil disampaikan. Di dalam penginjilan selalu ada motivasi yang salah tetapi yang penting adalah injil disampaikan. Di dalam bulan PMPI ini setiap orang, setiap hati memberikan panggilan kesukaan ini karena inilah tugas orang-orang Kristen.

F.
�Jadilah teman doa� di dalam bulan PI ini saya punya keyakinan bahwa setiap aktivis bahkan pendeta, penginjil diaken, pasti punya kerinduan untuk memenangkan jiwa. Ketika kerinduan ini dibagikan ada berbagai kendala. Kendala itu akan menciptakan permasalahan yang baru. Kuasa Roh kudus sangat besar untuk memberikan kita kekuatan, adanya kebutuhan...
Kita adalah kawan sekerja Allah, bukan kita yang terpenting tetapi Allah, bukan kesenangan kita bukan kebaikkan kita tetapi semua berpusat kepada Allah. Kita adalah kawan sekerja Allah dan hanya Allah yang berhak menentukan segala sesuatu. Sebagai kawan sekerja Allah kita harus :
1. Menjadi teladan.
2. Berani membuka diri karena digerakkan oleh Roh Kudus.
3. Menjalankan amanat agung Tuhan. Semua dinamika kehidupan manusia harus berhubungan dengan amanat agung Tuhan. Amanat agung harus menjadi derap bersama dalam pelayanan Tuhan.
4. Semua manusia equal di hadapan Tuhan, guru KAA, penyambutan, semuanya equal di hadapan Tuhan. Semua orang ini bertanggung jawab di hadapan Tuhan. Jadi kalau ada motovasi yang tidak benar harus sampai pada akhirnya. Team work harus dijaga, team work harus bias mewujudkan kehadiran Allah dalam pelayanan.

G.
Tema surat 1 Korintus adalah masalah-masalah jemaat dan pemecahannya. Perikop di pasal 3 ayat 1-9 berbicara tentang perselisihan dalam gereja. Untuk memahami sumber perselisihan tersebut, maka Paulus menguraikan ada tiga kelompok manusia di jemaat Korintus (2:14-3:9).
1. Manusia yang tidak rohani atau duniawi (2:14). Mereka yang belum dilahirkan kembali. Mereka yang hidupnya hanya diperintah oleh naluri jasmaniah (2Ptr. 2:12), belum memiliki Roh Kudus dan dibawah kuasa iblis (Rm. 8:9; Kis. 26:18).
2. Manusia yang rohani, tetapi masih bayi rohani (3:1-3). Mereka yang sudah dilahirkan kembali, namun belum bertumbuh, sebab mereka masih bayi rohani, sehingga �susu� yang Paulus berikan kepada mereka. Meskipun mereka sudah menerima Kristus, namun pengaruh dari duniawi masih sangat kuat dalam hidup jemaat. Kristen bayi rohani ini ditandai oleh adanya iri hati, perselisihan dan perpecahan dalam komunitas umat percaya di mana masing-masing membangun tembok pemisah dan membanggakan kelompoknya (3:5-9).
3. Manusia yang dewasa secara rohani (2:15-16). Mereka adalah orang yang sudah lahir baru dan bertumbuh dalam rohani, ditandai dengan memiliki pikiran Kristus seperti Paulus. Artinya bahwa Paulus mengerti kehendak dan rencana Allah dalam hidupnya. Memandang dan menilai segala hal dengan cara pandang Allah. Mereka memiliki sikap dan karakter Kristus yang rendah hati, bukan tinggi hati; yang lemah lembut, bukan keras dan kasar (Mat. 11:29); yang melepaskan hak-haknya, jadi hamba dan rela berkorban bagi orang lain (Flp. 2:5-8).

Adapun perbedaan antara Kristen bayi rohani dan dewasa rohani di atas dapat di dilihat dari sikap dan karakter sharing and caring. Orang yang bayi rohani justu kebanyakan menuntut untuk diperhatikan, diutamakan dan dilayani. Sedangkan yang dewasa rohani, ada kecenderungan berbagi kasih, perhatian, pelayanan, waktu, daya dan dana. Karena itu, dalam even PMPI ini, marilah kita tunjukkan kedewasaan rohani kita dengan berbagian dalam pelayanan misi melalui dukungan doa, daya dan dana. Mulailah dari lingkup yang terkecil dan terdekat dengan kita, yakni keluarga kita.

I.
Konflik dan perselisihan menimbulkan kehancuran, tidak akan membawa manfaat apa-apa bagi pekerjaan Tuhan. Interest pribadi seorang pelayan Tuhan sering kali menjadi penyebab perpecahan, entah karena jabatan, kuasa, uang dll. Pelayanan dan pekerjaan Tuhan adalah milik Tuhan, oleh karena itu siapa pun pelakunya, dia hanya seorang hamba (dulos). Dengan menyadari hal ini, maka setiap pelayan Tuhan untuk belajar taat, setia dan tunduk pada Allah untuk melaksanakan tugas panggilan Ilahi. Satu tujuan utama dari pelayanan Tuhan yaitu, supaya nama Kristus ditinggikan. Sedangkan, para pelayan Tuhan hanya seorang hamba dan alat di tangan Tuhan.

J.
Kedewasaan rohani seseorang akan mempengaruhinya dalam mengambil keputusan serta kemampuan menerima nasehat dan masukan. Jemaat Korintus belum dewasa secara rohani sehingga sulit sekali menanggapi dan menyelesaikan setiap problem dengan baik, hal inilah yang menyebabkan adanya perselisihan dan �pro� kepada �tokoh dan idola� mereka sehingga mereka mengabaikan pekerjaan Tuhan yang telah Allah kerjakan melalui mereka. Setiap orang punya kelebihan masing-masing dalam bekerja dan melayani namun dibalik semuanya Allahlah yang memberi kemampuan kepada mereka sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Saling melengkapi dan berbagi itulah yang seharusnya terjadi dalam satu pelayanan.

K.
Jemaat Korintus adalah jemaat Tuhan yang berpola pikir dan hati duniawi, dimana mereka tidak hidup rukun dan damai, jemaat tidak bertumbuh dan tidak dewasa dalam Kristus (ay 1). Ada iri hati dan perselisihan yang menunjukkan mereka manusia duniawi bukan rohani (ay 3). Mereka membentuk kubu yang menimbulkan perpecahan dengan memposisikan diri mereka sebagai golongan Paulus atau Apolos (ay 4). Paulus menegur jemaat Korintus dengan menempatkan dirinya dan Apolos sebagai sesama pelayan Tuhan, dan mengajak jemaat untuk mengerti akan peran mereka sebagai pelayan Tuhan. Tidak ada perbedaan antara mereka sebagi pemimpin, hanya yang membedakan mereka adalah karunia rohani yang saling melengkapi demi pembangunan Tubuh Kristus. Apa yang dialami jemaat Korintus, bukan tidak mungkin dialami juga jemaat zaman sekarang bahkan mungkin jemaat kita. Oleh sebab itu keberadaan jemaat Korintus biarlah menjadi suatu cermin bagi kita semua.
Bagaimana sikap kita sebagai gereja Tuhan ?
1. Kita seharusnya menjadikan Kristus sebagai kepala gereja dan memuliakan Tuhan, bukan memuliakan pemimpin gereja kita dan membentuk kubu dalam gereja sehingga terjadi perpecahan yang merugikan pekerjaan Tuhan.
2. Kita perlu belajar untuk saling menghormati satu sama lain, peduli akan satu sama lain, dengan saling melayani, saling berbagi dan bersama-sama bermisi untuk kemulian Tuhan kita Yesus Kristus.
3. Kita dapat bertumbuh menjadi dewasa dalam Kristus dengan bergantung dan berharap pada Tuhan yang memberi pertumbuhan, dengan menjauhkan iri hati, mengejar ketulusan sehingga pekerjaan Tuhan dapat berkembang, kita dapat menjadi saksi Kristus.

L.
Apolos itu berasal dari Alexandria. Fasih berbicara dan sangat mahir dalam hal kitab suci. Dia semagat melayani Tuhan dan memberitakan tentang Yesus kepada orang banyak, meskipun yang dia ketahui hanya tentang baptisanYohanes.
Akhirnya dia bertemu dengan Priskila dan Akuila yang kemudian mengajarkan kebenaran yang lebih dalam kepadanya.
Paulus menyatakan bahwa Apolos ini berperan sebagai penyiram yang baik bagi jemaat Korintus, sehingga tidak perlu terjadi perselisihan yang membandingkan ajaran Apolos dengan ajarannya. Dalam hali ni, Paulus tidak pernah merasa tersaingi dengan kehadiran Apolos.
Banyak orang akan merasa terancam ketika ada orang lain yang kemampuannya lebih menonjol dari dirinya sendiri, sehingga menimbulkan perselisihan. Hal ini bukanlah karakter hamba Tuhan yang baik. Jadi, kita harus belajar seperti sikap Paulus yang menghargai keberadaan orang lain.

M.
Dikatakan oleh Paulus bahwa Apolos berperan sebagai �penyiram� yang baik bagi jemaat Korintus, artinya ia melanjutkan pengajaran yang ditanam Paulus sebelumnya. Lambat laun Apolos semakin dikenal oleh jemaat Korintus, sampai-sampai di antara jemaat mulai timbul perselisihan karena mereka membanding-bandingkan pelayanan Paulus dan Apolos. Ada yang memihak Paulus, ada pula yang lebih memilih Apolos. Paulus pun berkata, ��aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos.� (1 Korintus 1:11-12). Walaupun lebih senior, Paulus tidak pernah merasa tersaingi apalagi terganggu dengan kehadiran Apolos yang menyita perhatian jemaat, justru sebaliknya dia terus mendukung dan memotivasi Apolos (bnd 1 Korintus 16:12).
Motivasi memberitakan Injil ini, Paulus pun tidak keberatan, selama yang penting adalah Kristus diberitakan kepada orang lain, dan semakin banyak orang akan dapat mendengar tentang kabar keselamatan tersebut. Paulus bersukacita selama apa yang disampaikan adalah Injil yang benar dan bukan �Injil yang palsu� atau ajaran-ajaran sesat. Mengapa Paulus bisa bersukacita? Karena Paulus sadar bahwa ketika Injil diberitakan, berarti ada orang yang mendengar keselamatan dan akan diselamatkan. Bagi Paulus, tidak ada kabar yang lebih membuatnya bersukacita dibandingkan dengan mendengar ada orang yang diselamatkan karena kasih Kristus. Paulus dan Apolos adalah kawan sekerja milik Allah, karena Paulus menanam, Apolos menyiram, dan Allah memberi pertumbuhan. Semuanya mengambil bagian dalam pertumbuhan jemaat. Dalam hal ini, Etika rekan sekerja Allah dalam menghadapi suasana pelik seperti di Korintus adalah meninggikan Allah, dan bukan meninggikan diri. Tidak boleh saling menjatuhkan atau melemahkan. Tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan.

N.
Tema ini mengingatkan kita suatu hubungan yang luar biasa bahwa Allah menjadikan kita sebagai �mitra�-Nya. Mitra Allah berarti Allah menjadikan kita rekan, kawan atau teman kerja-Nya. (I Korintus 3:9). Adalah hal yang luar biasa jika Sang Pencipta, mau bekerja sama dengan ciptaan-Nya. Sang Penebus bekerja bersama dengan yang ditebusNya.Allah yang Mahakudus menjadikan kita manusia berdosa sebagai kawan sekerja-Nya.
Di sinilah kita disadarkan bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk percaya kepada Allah saja dan menerima berkat-berkat-Nya, tetapi juga untuk bekerja bersama Dia. Allah bekerja sejak awal dan sampai sekarang (Kejadian 1, Yohanes 5:17, 9:4).Dan Dia mengajak kita mengambil bagian atau berpartisipasi dalam pekerjaan-Nya mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi dunia ini.
Jika Allah menjadikan kita mitra-Nya, ini berarti kita adalah orang yang dipercaya Allah, orang yang dianggap mampu atau dianggap cakap untuk mengerjakan urusan Kerajaan Allah. Ini juga berarti Allah telah mengubah status kita yang semula musuh menjadi rekan kerja.
Apa yang diharapkan jika kita sebagai mitra Allah? Menjadi mitra Allah bukan seperti suatu kongsi usaha, yang mengharapkan keuntungan bagi hasil. Tetapi bersama Allah menghadirkan syalom bagi seluruh ciptaan, khususnya keselamatan manusia dari dosa. Hasilnya bukan untuk kita, tetapi melalui itu kita akan mengalami kebahagiaan, kepuasan, sukacita yang bersifat kekal. Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi mitra-Nya.

Kamis, 08 Maret 2012

TAK SEKEDAR HIDUP, Matius 5:17-20


A.
Kecurigaan terhadapa Tuhan Yesus begitu tinggi dan jelas, karena itu Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk merubah hukum Taurat. Namun banyak orang yang ingin menjatuhkan Tuhan Yesus. Karena itulah, Tuhan Yesus mengkritik cara pikir orang Yahudi / ahli Taurat. Tuhan Yesus menegaskan meniadakan Hukum Taurat, sama dengan meremehkan Allah. Dan Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Hukum Taurat itu adalah sikap dalam hati.
Implikasinya:
1. Hidup yang benar itu hidup yang datang dari Allah
2. Penilaian dalam jalan hidup kita harus sesuai dengan penilaian Allah
3. Hidup harus menjadi berkat

B.
Khotbah di bukit, adalah sebagai penyempurnaan dari hukum Taurat yang tidak bisa dilakukan oleh orang Yahudi (penulis buku etika Kerajaan Allah). Kelemahan pemimpin orang Yahudi (ahli Taurat dan orang Farisi) adalah merasa dirinya yang benar.
1. Tuhan Yesus mengajar bahwa kesempurnaan itu akan datang akhir zaman.
2. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu ada dan harus menjadi pusat bagi kehidupan kita. Sehingga kita tidak sekedar hidup.
3. Percaya bukan sekedar melayani.

C.
Ayat 20, yang dimaksud �jika kehidupan agamamu tidak lebih benar . . . � adalah:
1. Kebenaran itu harus membawa lebih mengenal Allah. Hukum Taurat diberikan untuk menyatakan siapa dan keberadaan Tuhan sehingga bangsa Israel dapat mengenal Allah yang sesungguhnya.
2. Kebenaran itu membawa pada penggenapan hukum Taurat yaitu kepada Kristus (ayt. 17). Sehingga melalui Firman kita bisa dituntun kepada Kristus.
3. Kebenaran itu memberikan nilai hidup yang sesungguhnya. Nilai hidup yang tertinggi adalah mengalami Kerajaan Sorga.

D.
Ada dua golongan ekstrim orang yang menghakimi dalam dunia ini:
1. Orang-orang yang pietis yang merasa diri paling rohani.
2. Orang-orang yang tidak peduli dengan agama yang penting hatinya.
Kedua sikap ini sombong, mungkin hal inilah yang ingin disampaikan oleh Tuhan Yesus.

E.
Apa Motivasi kita dalam melakukan tuntutan Tuhan itu?? Takut?? Apa bedanya kita dengan narapidana?? Mungkin saja kita belum ketahuan. Banyak orang tidak melakukan tuntutan Tuhan karena tidak ada efek secara langsung. Jadi hidup kita ngapain?? Melakukan kehendak Firman Tuhan bukan karena ketakutan tapi karena kasih kita kepada Allah.

F.
Mengenai sejarah orang Farisi:
Hati hati menjalankan HT karena belajar dari sejarah umat Israel keluar dari Mesir, namun tujuannya hanya untuk kemuliaan diri sendiri, bukan untuk memuliakan Tuhan. Jadi kehid kita harus mempunyai kehidupan > dari orang Farisi.

G.
Perlu ditekankan adalah bahwa dalam ayat 20 dikatakan jika kebenaranmu tidak lebih benar dari orang Farisi. Karena itu kita perlu menguji diri mengenai kebenaran yang ada di luar. Siapa yang kamu percaya? Apakah aku sungguh-sungguh di dalam Tuhan?? Dan apakah aku sudah membaca Firman Tuhan. Karena itu:
1. Pastikan hidupmu panas atau dingin.
2. Pastikan hidupmu makan makanan rohani yang benar.
3. Pastikan kamu kuat.
4. Pastikan kamu bertumbuh dengan benar sesuai dengan kebenaran.
5. Pastikan kamu bersukacita.

H.
Fenomena dalam PB, Tuhan Yesus sering ribut dengan orang Farisi dan ahli Taurat. Dalam hukum Taurat harus dibedakan antara hukum Taurat yang berasal dari Allah dan hukum Taurat yang menjadi buatan mereka. Tuhan Yesus menegur pengajaran mereka (Talmud dan Misnah) yang tidak sesuai dengan hukum Taurat.

I.
Apa kegunaan akan hukum Taurat:
1. Manusia mengerti akan dosa
2. Manusia sadar membutuhkan Penolong untuk masuk dalam Kerajaan Allah

J.
Ada orang yang menjalani hidupnya dengan sembarangan dan ada juga yang menjalaninya dengan berhati-hati. Kelompok yang pertama, hidup ditandai dengan prinsip, �Kumaha engke� alias hanya sekedar hidup; kelompok yang kedua, �Engke kumaha,� dengan demikian ia hidup di dunia tidak hanya sekedar hidup. Ia tidak seperti orang-orang Farisi dan para ahli Taurat yang fokus hidupnya tidak berfokus kepada hidup dimasa depan. Tuhan Yesus ingatkan para muridNya agar jangan mencontohi prinsip dan gaya hidup mereka, di Matius 5:20, �Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.�

Matius 5:17-20? the substance of His message. Perikop ini mengungkapkan relasi Yesus dengan hukum Taurat. Ayat 17, menegaskan �Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi�� Jika Yesus tidak datang untuk meniadakan hukum Taurat, apakah itu berarti bahwa semua hukum Taurat PL masih berlaku bagi kita sekarang? Dalam PL ada 3 kategori hukum:
? The ceremonial law. Berkaitan dengan ibadah penyembahan umat Israel (Im. 1:2,3). Ini tidak berlaku lagi sejak Yesus mati bagi kita. Prinsipnya: kita harus menyembah dan mengasihi Allah.
? The civil law. Berkaitan dengan tata cara kehidupan umat Israel (Ul. 24:10,11). Semua hukum sosial yang mengatur kehidupan bangsa Israel sudah tidak berlaku. Prinsipnya: kita perlu mengatur sikap hidup kita.
? The moral law. Ini adalah 10 Hukum Taurat Musa (Kel. 20:13). Ini masih berlaku dan diminta untuk dilakukan secara ketat. Yesus sendiri sudah mentaati hukum moral secara sempurna.

Ayat 20, menegaskan, �Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.� Kita semua tahu bahwa orang-orang Farisi dan para ahli Taurat adalah orang-orang yang berusaha mentaati dan melakukan hukum Taurat. Lalu mengapa Yesus memerintahkan kita supaya hidup lebih benar dari hidup mereka?
� Karena mereka merasa puas diri sudah mentaati hukum Taurat secara lahiriah. Padahal hati mereka jauh dari kerajaan Allah.
� Mereka tidak mengijinkan Tuhan merubah hati dan sikap hidup mereka. Dengan kata lain, mereka mengajarkan firman, tetapi tidak menghidupi firman, atau mereka tidak memiliki integritas antara iman dan perbuatan (Mat. 23:3).
� Karena itu, Yesus berkata bahwa kualitas dari kesalehan, kebenaran kita harus lebih besar daripada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, jika ingin masuk dalam kerajaan Allah.

Karena itu, Tuhan Yesus mau kita hidup tidak hanya sekedar hidup, tetapi menjalani hidup yang berkualitas, hidup tampil beda, hidup di dalam kasih dan ketaatan. Apa yang harus dilakukan?
1. Kebenaran kita harus bersumber dari apa yang Allah lakukan dalam hidup kita, bukan apa yang dapat kita lakukan dari diri sendiri.
2. Kebenaran kita harus berpusat kepada Allah (God centered) bukan diri sendiri (self centered).
3. Kebenaran kita harus berdasarkan relasi kita dengan Allah, bukan pengakuan orang lain.
4. Kebenaran kita harus melampaui sekedar menjaga hukum Taurat, tetapi menghidupi prinsip-prinsip dibalik hukum Taurat itu.

K.
Tuntutan hidup serta kualitas kerohanian yang Tuhan Yesus kenakan kepada anak-anak Tuhan sangat tinggi. Bahkan jika dibandingkan dengan pemimpin agama ahli-ahli Taurat dan orang Farisi kualitas kerohanian kita harus jauh lebih baik. Jika dilihat dari sisi ahli Taurat dan orang Farisi mereka adalah tokoh agama dan pemimpin rohani yang terhormat dan disegani dikalangan masyarakat. Mereka menjadi panutan serta teladan bagi masyarakat Yahudi.
Menurut pendapat orang banyak, mereka pasti adalah orang yang saleh serta baik, tetapi di mata Yesus kaulitas kerohanian mereka nol besar. Sebab, Allah tidak melihat secara fisik tetapi melihat hati dan iman kita. oleh karena itu, penampilan luar bisa menipu tetapi hati seseorang Allah pasti tahu. Allah tidak bisa ditipu dengan �kesalehan yang palsu� dari seseorang, maka hidup dan kerohanian kita harus benar sesuai dengan kehendak Allah. sebagai anak Tuhan kita tidak bisa sekedar menjadi orang Kristen, atau sekedar melayani tetapi harus melakukan semua itu sesuai dengan kehendak Allah.

L.
Hidup sebagai orang yang telah diselamatkan tidak boleh dijalani sembarangan. Allah menetapkan standar hidup rohani yang tinggi. Allah menuntut kita untuk hidup dalam ketaatan pada hukum Allah dan hidup benar dihadapan-Nya. Melakukan hukum tanpa disertai kasih yang sungguh-sungguh maka hukum akan menjadi beban yang memberatkan.

M.
Yang dikecam oleh Tuhan Yesus adalah ajaran orang Farisi yang menyalahtafsirkan Firman Tuhan di PL. Di ayat 17-18 Yesus mengatakan �janganlah kamu menyangkal untuk mengadakan hukum taurat ..� Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus tidak mau membatalkan. Kesalahan orang Farisi dan ahli taurat adalah menafsirkan Firman Tuhan tidak tepat, seperti contohnya misalnya seseorang tidak boleh membawa beban pada hari sabat karena dianggap bekerja. Seperti contoh mengangkat jarum, membawa satu gelas minuman, menulis, dll. Ajaran seperti ini sangat bahaya karena akan memberikan pengertian yang salah, misalnya:
- Seseorang menyatakan kepada istrinya I�m sorry, I love you, pengertian sebenarnya adalah maafkan aku, aku mencintai kamu, tetapi bisa ditafsirkan aku menyesal mencintai kamu. Kesalahan seperti ini yang dibuat oleh orang-orang Farisi dan ahli taurat.

Bukti-bukti Tuhan Yesus tidak meniadakan Firman Tuhan di PL adalah:
- Yesus mempelajari PL dan menggunakan Pl untuk melawan godaan iblis sewaktu dicobai.
- Tuhan Yesus menyuruh orang-orang mentaati Firman Tuhan di PL ( Mat 8:4 cf Imamat 14:1-2 )

Tuhan Yesus datang untuk menyempurnakan hukum taurat yang adalah penuntun bagi kita. Seperti contohnya: Yesus datang supaya kita dibenarkan oleh iman. Jadi sejak Yesus mati di kayu salib, kita tidak perlu lagi mengorbankan binatang untuk menghapuskan dosa, namun arti persembahan tetap ada.

N.
Ayat 17b dijelaskan oleh Mat 5:20.Yesus disini ingin memberikan suatu penekanan tentang �kebenaran� dan �Keadilan� yang diperdebatkan oleh ahli taurat dan farisi, Yesus Kristus datang menggenapi seluruh Hukum Taurat Ia secara aktif dan sempurna mentaati seluruh perintah Allah. Ia mentaati seluruh perintah Allah tanpa cacat cela sehingga Ia memberikan kita �Jubah Kebenar-adilan� supaya kita dapat dibenarkan di hadapan Allah.
Ayat 19 adalah merupakan respon kita selaku orang percaya. Kalau Yesus telah menggenapi seluruh Alkitab, bagaimana dengan kita? Ayat 19-20 kata �Kerajaan Sorga� diulang 3 kali. Jika kita mau memiliki kedudukan yang baik di kerajaan sorga maka kita harus menghargai dan melakukan Firman Tuhan. Mempelajarinya, merenungkannya dan menjalankannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Firman Allah adalah fondasi iman kita, oleh sebab itu, dari Firman Tuhan itulah kita bisa memperoleh bukti tentang sikap kita di hadapan Allah. Firman Tuhan adalah pedang roh yang sempurna digunakan Allah untuk menuntun, membentuk kita, utnuk hidup berkenan kepadaNya.

Kamis, 01 Maret 2012

Kerajaan Sorga Tidak Jauh, Matius 4:12-17


A.
Kapernaun, kota yang tidak disebutkan dalam PL, tetapi dengan jelas merupakan kota yang cukup besar dan dikenal pada masa pelayanan Yesus. Kurang lebih 20 mil lebih ke utara Nazareth
Mengapa pindah?
a. Sudah mulai mendapatkan tekanan atau perlawanan di Nazareth
b. Mendapatkan dampak dari jumlah orang yang lebih banyak, karena Kapernaun kota yang lebih sibuk dan kotbah Yesus dapat meraih lebih banyak orang juga beritaNya lebih cepat menyebar.
c. Untuk mendapatkan dan memanfaatkan, menggunakan sumber-sumber dan dukungan lebih besar dalam pelayananNya
Ayat 15-16 : merupakan kutipan dari nubuatan mesianik dari Yesaya 8:23-9:1. Konteks Yesaya 8:23-9:1, berbicara tentang kegelapan daerah-daerah utara yang ditaklukkan oleh orang Asyur. Zebulon dan Naftali adalah dua dari 12 suku-suku Israel.Tanah Zebulan dan Naftali, terletak di utara dan barat Danau Galilea, dan Kapernaun ada di lokasi itu.Dengan mengutip ayat-ayat dari Kitab Yesaya, Matius menghubungkan pelayanan Tuhan Yesus ke PL, dan ini sangat menolong pembaca-pembaca Yahudi yang sangat familiar dengan bagian ini.
�Bertobatlah!� (present imperative) : Yesus memulai pelayanan kepada orang banyak dengan berita yang sama yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis (lih. Mat 3:2). Orang-orang harus bertobat karena pemerintahan Allah sudah datang dalam pribadi dan pelayanan Yesus Kristus. Berita �bertobatlah� adalah berita yang sama yang diwartakan seperti yang disampaikan Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus
Kerajaan Sorga : favorit atau ciri khas Matius, sebenarnya bersinonim dengan Kerajaan Allah dalam kitab Markus dan Lukas, merupakan karakteristik Yahudi dalam hormat dan takut untuk menghindari penyebutan nama ilahi, dan mengganti dengan kata sorga. Kerajaan Sorga, kerajaan Dia (Yesus) yang ada di sorga, bukan suatu kerajaan �sorgawi� dan �rohani� yang dibedakan dengan suatu kerajaan �bumi� dan �jasmani�. Kerajaan sorga sering dihubungkan dengan pemerintahan dan kedaulatan Allah, tetapi juga dapat berarti menunjuk kepada pribadi Yesus sendiri.Kerajaan sorga mulai ketika Allah menjelma jadi mansuia dalam pribadi Yesus Kristus dan masuk dalam sejarah manusia.
�Sudah dekat�, NASB �is at hand� (perfect indicative), NIV �is near� (perfect tense), satu kejadian yang telah digenapi di waktu lampau tetapi terus mempunyai hasil yang berkelanjutan, dan fakta itu ditegaskan dengan pemakaian mood indicative

B.
Misi Yohanes sudah selesai. Lalu dilanjutkan oleh Yesus, menghadirkan Kerajaan Sorga. Dan tugas panggilan ini harus dilanjutkan oleh gereja dan setiap orang percaya saat ini.
Zebulon, Naftali merupakan daerah gentiles. Artinya, berita keselamatan ditunjukkan juga bagi bangsa asing selain Yehuda.
Kerajaan Sorga sudah dekat menekankan akhir daripada segala sesuatu = sudah dekat dan pasti akan terjadi.

C.
KA berita inti dari misi
KA adalah Allah sendiri bersama dengan umatNya.
KA tidak jauh= - Dalam diri Tuhan Yesus sendiri (Rm 14;17; Yoh 14:6)
- Tuhan Yesus sudah datang menjadi manusia (Yoh 1;14)

D.
KA digambarkan dengan kehadiran Kristus di tengah orang percaya. Diteruskan dengan peran gereja di tengah dunia. Gereja sebagai komunitas orang percaya, harus meneruskan pesan ini kepada orang-orang yang membutuhkan keselamatan.

E.
KA menyangkut pemilihan.
KA menyangkut dampak, walau terlihat tetapi berdampak besar

F.
KA sangat penting dalam kehidupan iman kekeristenan
KA berbicara tentang otoritas Allah dlama kehidupan orang percaya
KA berbicara tentang kesaksian anak-anak Allah sebagai agen Kerajaan Sorga (dalam ranah praktis)
KA berbicara tentang waktu. Cepat atau lambat Tuhan akan datang.

G.
Hidup hari ini adalah kesempatan yg masih Tuhan berikan.
Hidup berdamai dengan Allah.
Menyelesaikan apa yang masih belum dikerjakan.

I.
Peace, Hope, Truth, Promise, Immortality and Salvation
Kerajaan = melekh bukan menunjuk pada kekuasaan secara geografis. Tetapi mengacu pada control.Dunia adalah KA. Sejarah dunia akan menuju tujuan akhir, baik melalui tangan pemeliharaanNya yg kuat, maupun melalui providensianya yg tenang (silence).

J.
KA tidak jauh
- Kehadiran KA kehadiran Allah secara fisik, dan dapat dirasakan, yang bertujuan:
� Mencari yg terhilang
� Memberikan jawaban
- Hadir membawa pembaharuan, yang memberikan pengertian jalan
- Terciptanya persekutuan dengan Allah, setia orang mengalami kasih dari Allah.
4 hal yang dapat terjadi bila KA sudah dekat
- Pembebasan hidup dari dosa
- Sukacita dan damai sejahtera
- Penempatkan hidup yg benar
- Berkarya dengan benar.

K.
KA sudah dekat dalam konteks pelayanan Yohanes Pembaptis dan Yesus. Dalam pemberitaan KA ada cost yg harus dibayar. TampilNya Tuhan Yesus bukan sbg pewarta KA tetapi pemilik KA.
3 Keindahan dalam KA:
- KA sebagai penggenapan janji Allah (to fulfil = tepat seperti yg dijanjikan dan
pasti benar alias tidak ada kepalsuan)
- Mampu dan sanggup memberikan perubahan (terang itu sudah datang�)
- KA memberikan jaminan pengharapan akan datang (�is near=present and future)

L.
KA = Kingdom secara kekuasaan dan Kingship. Jikalau Dia bukanlah Tuhan atas segala hal, maka Dia bukanlah Tuhan
Pemberitaan KA Yohanes Pembaptis menunjuk pada Tuhan Yesus sedangkan Yesus menunjuk pada kehadiranNya
KA sudah dekat=Imanuel. Bukan berarti everything is ok. Ada peperangan melawan kerajaan kegelapan yg tidak akan pernah berakhir.
KA sudah dekat=pertobatan terhadap bangsa-bangsa.
KA begitu dimiliki harus disampaikan kepada orang lain
Berita KA adalah penentu segala sesuatu

M.
Sorga adalah sebuah tempat yang dicari oleh semua orang di dunia ini. Sebab tempat itu menjanjikan kesenangan, keindahan, kenyamanan dan segala-galanya.... tetapi tidak semua orang tahu bagaimana cara menuju ke sorga itu. Manusia berasumsi bahwa masuk sorga dengan amal, ibadah, kesalehan, agama dll, ternyata semua cara itu tidak membawa mereka ke sorga. Sorga masih terlalu jauh dan seolah tidak bisa tergapai. Akhirnya, tidak ada pilihan lain manusia tetap mengerjakan semua itu sambil berharap mudah-mudahan bisa masuk sorga. Hal ini sangat berbahaya sekali, sebab masuk sorga sorga bukan urusan main-main tetapi sangat serius. Oleh karena itu harus diusahakan dan diperjuangkan mati-matian, karena ini menentukan kehidupan kekal kita nanti setelah kematian.
Firman Tuhan mengatakan, sorga tidak jauh dan tidak sulit di dapat. Yesus adalah Juruselamat dunia, Ia yang menghapus dosa dunia. Dan Yesus itu sudah datang ke dalam dunia ada dekat dengan kita manusia, sehingga asal percaya dan beriman kepada Yesus ada jaminan kepastian KESELAMATAN. Ini berita yang Yesus sampaikan kepada manusia ketika Ia datang ke dalam dunia ini. Tinggal kita memutuskan untuk percaya kepadaNya.

N.
Kehadiraan Mesias di tengah bangsa Israel ternyata tidak pernah disadari oleh orang-orang Yahudi. Mereka masih menantikan kedatangan Mesias sampai hari ini. Kematian Yohanes pembaptis membuat banyak orang menjadi bersedih dan putus asa karena dia dianggap nabi dari Allah; dalam situasi seperti itu Yesus tampil dan menyerukan berita keselamatan �bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat�. Kerajaan sorga sudah dekat karena ada di dalam diri-Nya, tapi sayang sekali berita itu dianggap angin lalu. Berita itu harus tetap kita beritakan karena Yesus tidak pernah jauh, Dia ada dihati setiap orang percaya.

O.
Bertobatlah sebab kerajaan surga sudah dekat adalah berita utama dari pelayanan Yohanes pembaptis. Yohanes pembaptis dengan suara keras tegas dan lantang menyerukan berita pertobatan pada segala lapisan orang pada waktu itu. Pada waktu itu, masyarakatnya hidup dalam kegelapan. Ia mencela kejahatan raja Herodes karena kawin tidak sah dengan adik iparnya dan kejahatan lainnya. Ia menegur pemimpin agama yang melakukan agama secara formalitas saja. Ia mengutuki masyarakat yang hidupnya tanpa ingatan pada Tuhan. Akibat teguran yang keras ini, Yohanes pembabtis dianggap menghina raja Herodes. Keberaniannya ini membawa dia masuk penjara dan kepalanya dipenggal. Setelah itu, Tuhan Yesus masuk ke arena dan memulai tugasnya. Berita yang sama (bertobatlah karena...... ) disampaikan lagi oleh Tuhan Yesus. Suara kebenaran tidak bisa dihentikan oleh siapa pun, sebab suara kebenaran adalah suara Allah atau Firman yang kekal. Di balik teguran yang keras ini terletak kasih yang dalam kepada umat manusia yang berdosa, agar mereka berpaling dari jalan yang sesat dan tidak binasa karen kerjaan Allah atau pemerintahan Allah sudah masuk ke dalam dunia melalui pribadi Yesus.

P.
Kerajaan atau Pemerintahan Allah atas bangsa terpilih dan melalui dia atas dunia seluruhnya merupakan pokok utama dalam pewartaan Yesus, sebagaimana juga dicita-citakan oleh teokrasi Perjanjian Lama. Kerajaan Allah itu melingkupi suatu "kerajaan orang kudus", yang rajanya ialah Allah, oleh karena kekuasaan serta pemerintahannya sebagai raja benar-benar diakui oleh mereka berdasarkan pengetahuan dan kasih. Kerajaan/ pemerintahan Allah itu telah dirongrong oleh pemberontakan ialah dosa, sehingga perlu dipulihkan oleh turun tangan Allah yang berdaulat serta MesiasNya, justru turun tangan itulah yang diwartakan oleh Yohanes Pembaptis dahulu dan sekarang oleh Yesus sebagai sesuatu yang di ambang pintu. Yesus sendiri mewujudkan turun tangan itu bukanlah melalui suatu kemenangan layaknya seorang pejuang atau melalui kemenangan nasionalis sebagaimana diharapkan orang banyak, melainkan dengan cara yang rohani belaka, sebagai "Anak Manusia" dan "Hamba Tuhan", melalui karya penebusan yang merenggut manusia dari genggaman dan kekuasaan musuh.

Kamis, 23 Februari 2012

Keutamaan Kristus (Kolose 1:15-23)



KEUTAMAAN KRISTUS
Kolose 1:15-23

A
Paulus memulai pembahasan mengenai supremasi Kristus tentang gambar Allah yang tidak kelihatan. Di dalam konsep teologia memang tidak ada yang bisa melihat Allah. Paulus justru ingin mengatakan bahwa Allah diwujudkan dalam gambar nyata. 1 Yohanes 1:1-2 �Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami.� Ini menunjukkan bahwa:
1. Allah bukan hanya Allah yang transenden, tetapi juga Allah yang imanen. Yoh 14:9, pada waktu orang melihat Kristus artinya mereka juga sama melihat Allah.
2. Kristus memiliki natur/being, Allah yang dinyatakan secara sempurna. Kristus adalah manifestasi Allah. Yoh 1:18, 2 Kor 4:6. Keutamaan Kristus menjadi pengharapan, kekuatan dan jaminan yang tidak pernah pudar dan hilang dan selalu ada, tidak pernah mengecewakan. Matius 11:28 (marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu)

B
Bagian ini seringkali dipakai oleh orang-orang saksi Yehova. Athanasius mengatakan �Kristus adalah satu-satunya dan anak sulung, ini menunjukkan kepada Kristus�� Kata sulung dalam bahasa aslinya diterjamahkan sebagai anak yang pertama dalam keluarga. Sebelum segala sesuatu ada, Kristus sudah ada. Ia adalah penjadi dan bukan yang dijadikan. Kristus sudah ada sebelum Dia dilahirkan. Kristus adalah anak sulung yang dibangkitkan dan sebagai ahli waris atas semua yang diciptakan. Dia adalah yang terutama dari segala ciptaan. Dia menjadi pusat kehidupan ini.
1. Apakah kita sudah menerima Kristus menjadi juru selamat?
2. Apakah kita sudah menjadikan Kristus sebagai Tuhan?
3. Apakah kita sudah melayani Dia?

C
Kita mengedepankan tentang profil Kristus dan tujuan untuk penginjilan. Di dalam perikop ini Paulus menjunjung Kristus di dalam 5 hal:
1. Kristus adalah representasi dari Allah yang hidup
2. Dia adalah the creator (segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia)
3. Dia adalaha kepala gereja dan kepala tubuh
4. Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati
5. Kristus adalah Juru damai
Ada 3 tujuan:
1. Apa yang Kristus nyatakan kepada manusia adalah untuk mendamaikan manusia dengan Allah dan sesamanya
2. Kristus dengan segala kemuliaan yang sama dengan Allah, mengangkat manusia di dalam hidup yang kudus
3. Kristus ingin menguatkan manusia yang percaya kepadaNya untuk hidup di dalam iman

D
Surat ini ditulis oleh Paulus untuk menangkal ajaran sesat yaitu gnostik. ay. 15-23 paulus menyampaikan keunggulan dan supremasi Kristus. ini menunjukan bahwa Paulus menekankan bahwa tidak ada yang lebih unggul selain Kristus. Yesus Kristus lebih unggul dari apapun dan siapapun.

E
Hal yang membahayakan dalam hidup manusia saat ini adalah banyak sekali ajaran tentang motivasi pengembangan diri dan berujung kepada uang dan kesuksesan. Seharusnya kita tidak meninggalkan Kristus di dalamnya. Oleh karena itu kita seharunya kembali kepada Kristus

F
Ketika kita hendak mengetahui uang itu palsu, kita harus mempelajari yang aslinya. Ajaran palsu tidak bisa dicegah dan selalu ada. Tapi, kita harus semakin dalam lagi pengenalan akan Kristus sehingga kita tahu mana yang benar dan mana yang salah.

G
Ada 2 bagian:
1. ay. 16-17 ? Yesus menguasai dan mengontrol segala sesuatu. kita sebagai anak Tuhan punya keuntungan, karena Tuhan penguasa hidup kita.
2. ay. 18-22 ? Kristus adalah pendamaian. Ada pengamunan dosa dan keselamatan.

H
1. Kristus adalah pencipta
2. Mengimani Kristus sebagai Juruselamat
3. Mengimani Dialah segalanya
4. Melakukan segala sesuatu untuk Dia
5. menjadikan kita anak damai

I
Setting surat Kolose: Pasal 1:1-2:23? What Christ has done; Pasal 3:1-4:18? what Christians should do. Pasal 1:15-23 berbicara soal pengagungan Kristus (Exaltation of Christ). Karena jemaat dipengaruhi ajaran sesat Gnostik yang dipengaruhi filsafat Plato menolak kemanusiaan dan keilahian Kristus. Mereka menyatakan bahwa Yesus itu tidak real sebagai manusia sejati dan Allah sejati. Keselamatan tidak melalui anugerah, tetapi usaha manusia dengan pengetahuannya bisa mendapatkan itu. Kesalahan konsep jemaat di Kolose mengenai Kristus yang ditolak Paulus adalah:
1. Hal materi adalah jahat. Allah tidak datang dalam wujud tubuh manusia; Paulus tegaskan bahwa Kristus adalah gambar dan rupa Allah, Dia Allah itu sendiri yang mati dikayu salib sebagai manusia sejati (Kol. 1:15). Untuk menebus dosa, maka Kristus harus jadi manusia sejati (1Tim. 2:5; Ibr. 2:17). Karena itu, Kristus sungguh-sungguh sudah mati secara tubuh guna menebus kita dan menyelamatkan kita (Rm. 7:4; Ibr. 10:10).
2. Mereka berkata bahwa Allah tidak menciptakan dunia, karena Allah tidak ciptakan dosa dan kejahatan. Sangggahan Paulus, Kristus adalah pencipta dunia dan surga (Kol. 1:15).
3. Mereka berasumsi Kristus bukan anak Allah yang unik, tapi salah satu perantara antara manusia dengan Allah. Sanggahan Paulus bahwa Kristus sudah eksis sebelum dunia dijadikan, dan Dia yang pertama kali bangkit dari antara orang mati (Kol. 1:16-19).
4. Mereka menolak Kristus sebagai sumber keselamatan (the source of salvation). Manusia bisa menemukan Allah melalui pengetahuan yang khusus dan rahasia. Sanggahan Paulus: keselamatan hanya ada didalam Kristus. Ia hanya berfokus kepada Kristus sebagai core dari Injil (Kol. 1:20-23). Kita pun wajib berfokus kepada Kristus dalam berargumentasi tatkala memberitakan Injil.
5. Yesus adalah pendamai dosa-dosa (reconsiler of sins), melalui-Nya Allah akan mendamaikan semua umat tembusan-Nya (Flp. 2:10; Rm. 5:8-11; 8:19-21; 2Kor. 5:17-20). Bagaimana Yesus mendamaikan kita? Melalui kematian dan darah-Nya yang suci (Rm. 8:19; bdk. Ibr. 9:10-228). Hasilnya: ada penebusan dosa. Manusia berdosa berdamai kembali dengan Allah (Rm. 5:10; Kol. 1:21). Kita yang berdosa diberi kemampuan untuk beriman kepada-Nya. Kita menjadi sahabat-Nya dan menjadi anak-anak-Nya (Ef. 2:11-19). Status kita sekarang menjadi orang kudus secara forensic/judicial dan progressive dimata Allah (judicial justification) (Rm. 3:21-26); Progressive sanctification (Rm. 6-7). Pemuliaan akhir di surga (The ultimate glorification) (Rm. 8:30).

J
Prioritas utama dalam hidup seseorang bisa berbagai macam hal, tetapi pada dasarnya seseorang meletakkan prioritas hidupnya pada sesuatu yang di an
dalkan. Apa saja yang akan menjadi prioritas dalam hidupnya, sangat tergantung dari sudut mana ia menilai makna hidup ini. Jika ia memiliki faham yang hedonis, maka uang dan harta menjadi prioritas. Jika ia seorang berfaham kapitalis mungkin kedudukan dan pangkat yang akan menjadi prioritas hidupnya. Sehingga prioritas hidup seseorang sangat dipengaruhi dengan cara pandang hidupnya. Sangat jarang atau sangat sedikit orang mau menempatkan prioritas hidupnya kepada Kristus, sebab banyak orang tidak mengenal atau kurang mengerti siapa Yesus Kristus yang sebenarnya. Bahkan, orang yang mengaku dirinya kristen belum jelas siapa Yesus di dalam hidupnya. Sehingga sangat mungkin bukan Yesus yang menjadi prioritas hidupnya.
Yesus Kristus menjadi pusat dan sentral hidup seluruh manusia. Mengapa? Sebab Yesus Kristus telah melakukan SEGALA SESUATU yang tidak mungkin di lakukan oleh siapa pun atau apa pun termasuk harta, uang, kedudukan dll, dimana sering kali banyak orang memprioritaskan pada hal-hal semacam itu.
Karya pekerjaan Yesus sangat spektakuler di sepanjang sejarang dunia ini yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun. Yesus menciptakan segala sesuatu, Yesus berkuasa dan memerintas atas otoritas tertinggi dimanapun b ahkan ia juga yang mengampuni dosa. Jika semua hal seperti ini telah Yesus lakukan mengapa banyak orang tidak mengutamakan Kristus di dalam hidupnya. Kiranya roh Allah yang kudus itu memberikan hikmat dan pencerahan untuk kita bisa mengerti akan kuasa dan kebesaran nama Yesus.

K
Yesuslah yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam hidup dan sumber pengharapan dalam kehidupan setiap orang percaya. Dia adalah Allah yang mencari manusia dan Pencipta alam semesta. Kepada Dialah seharusnya kita menggantungkan seluruh hidup kita.

L
tiga hal yg utama:

1 . Paulus ingin menggambarkan bahwa Kristus itu adalah Allah (17,19) ia ingin menyatakan bahwa Kristus itu buisn sekedar manusia tetapi Ia adalah Allah yang sejati.

2. Apa yg sdikerjakan Kristus adalah memperdamaikan manusia dengan Allah. Bahwa karya Kristus di salib bukanlah penggambaran seorang karena nasib dan tipu days konspirasi manusia sehinggad Ia dihukum mati, tetapi itu adalahpendsmaian manusia dengan Allah.

3. Paulus ingin mngingatkan jemaat di kolose bahwa injil yg meka dengar adalah sesustu yang mutlak dan pasti yg dijamin oleh Yesus Kristus agar mereka tekun dan tidak terguncang, dan jgn mau digeser dari pengharapan di dalam Kristus.

M
Paulus sedang berhadapan dgn guru-guru palsu. Maka ia memberikan penjelasan tetnang Kristus. Kristus itu adalah pencipta. Ini untuk melihat bagaimana menjawab pandangan yang salah. Yesus adalah pencipta dengan sebutan sebagai gambar/ potret. Dlama hakekatnya Yoh 1:18 Dia telah menyatakannya dalam dirinya. Kristus menciptakan segala sesuatu karena Ia tidak diciptakan. Leroma (yunani) gabungan seluruh kuasa dan sifat ilahi, sedangkan kata diam ituu lebih dari sekedar tinggal yang bermakna menetap selamanya. Artinya bukan suatu sifat baru yg ditambahkan pd keberadaan Kristus melainkana memang bagian dari hakekat Yesus Kristus yg kekal, itulah sebabnya Ia layak auntuuk memperdamaikan manusia dengan Allah. Disinilah siperiority of Christ.

N
15-20 merupakan mazmur yg dinyanyikan oleh jemaat mula-mula yg mengisajahkan tentang Kristus adalah pencipta

17-18 Ia adalah kekuatan kepada semua penciptaan dan Ia yang menopang mereka.

19 bahwa melalui Dialah manusia mendapatkan keselamatan

20 memperdamaikan semua ciptaan dengan Dia.

23 orang percaya sudah mendapatkan kedudukan yg istimewa dengan Dia, itu berarti bukan suatu jaminan bahwa kita tidak memerlukan lagi kehidupan yang bertumbuh. Orang percaya itu harus Hidup di dalam perbuatsn yg dikehendaki oleh Allah. Sehingga semua dapat percaya seperti Paulus.

O
15-20 sebuah nyanyian yg disampaikan oleh Paulus untuk memberikan pngajaran dana pengethaun tg Kristus agar jemaat di kolose dapat bertumbuh dlm pengajarana yg utuuh ttg Kristus.
- 15-18a Ia adalah

- 18-20 seutuhnya menjelaskan keutamaan Kristus.

a. Relasi antara Kristus dengan Allah

b. berkaitan dengan ciptaan,

c. Tubuh Kristus sebagai gereja. Sebagai karya rekonsiliasi antara Allah dan manusia. 1. Paulus kembali menegaskan tentang permusuhan antara Allah dan manusia (21) 2. Keadaan jemaat setelah diperdamaikan dengan Allah, kudus (22). 3. Tugas jemaat harus bertekun di dalam iman.

P
Dlm 23 sebab itu kamu hrs bertekun dalam iman. Karna ajaran sesat telah berusaha utk menggeserkan aiman org2 kolose kepada Kristus kepada yang lain.

1. Menganggap filsafat lebih penting dari pd firman Tuhan 2:4,8 untuk mencapai kesempurnaan dan mendapat hikmat harus belajar dari filsafat hanya dapat dilafkukan oleh orang tertentu saja. I mengkontraskan dfengan mengatakan bhwa tiap orang dpt hikmat untuk mengenal Kristus. Krn di dalam Dia berada segala kepenuhan Allah 2:9

2. Memberi tempat istomewa kepada malaikat dan beribadaha kepada malaikat sehingga merendAhkan kedudukan Kristus. Paulus mengkontraskan dengan Kristus sebagai pencipta. 1:11 dikatakan kepenuhan Allah, Kristus adalah gambar Allah 1:15 yg menunjukksn keunikan dan keunggulanNya dari kuasa kegelapan, dari malaikat yg diciptakan. Kristus lebih tinggi dari semua yg diciptakan 1:16

3. Hal lahiriah lebih diutamakan daripada yg rohani seperti, hari raya, puss, bukan baru, sabbat. Yg membahayakan kemerdekaan di dalam Kristus. Paulus mengkontraskan dengan org yg pmercaya kepad Kristus yg bukan memperhatikan hal lahiriah tetapi hal rohani ygn akan membawa perubahan hidup.

Q
Paulus dalam bagian ini menekankan tiga karakteristik utama dalam Kristus:

1. The image of God. Berbeda dgn manusia sebagai ciptaan. Tapi kristus tidak diciptakan melainkan merupakan refleksi dari Allah sendiri. Dinyatakan dalam 16 ia juga sebagai pencipta. Jdi semua yang ada dalam dunia ini baik yg kelihatan maupun tidak kelihatan maka itu adalah untuk Tuhan.

2. Bahwasanya Dia itu sudah lebih dulu ada, yoh 1:1 ternyata memang benar Kristus adalah yg awal dan yang akhir. Ini utk melawan ajaran yg mengatakan bahwa Kristus hanya biasa2.

3. Dia adadlah pimpinan gereja baiak secara gereja maupun personal. Org harus sadar bahwa pemimpin dldm dhidupnya itu adalah Kristus. Mengutamakan Kristus itu berarti submit dan takluk kepada Allah

R
Manusia hanya dapat melihat dan memehami sesuatu yang diwujudkan dalam gambaran manusia sendiri. Untuk mengenal Allah maka Kristus mengenalkan dirinya pada manusia. Ia datang ke dalam dunia sebagia manusia amenebus waktun dan sejarah, bahkan menciptakan sejarah itu dalam kenyataan yang hakiki melalui dirinya. Orang boleh tidak percaya Yesus itu Tuhan, tetapi seluruh dunia mengakui Yesus pernah ada dalam sejarah. Oleh karena itu bagi orang percaya, tidak mungkin mengatakan tidak mengenal Allah di dalam Yesus.

S
Salah satu bukti pengenalan akan Allah adalah menyadari bahwa Allah telah melepaskan orang percaya dari kegelapan dan memindahkannya kedalam Kerajaan Terang, kerajaan Anak-Nya. Hal itu terjadi karena memang Allah bekerja melalui dan didalam Kristus: Ia menciptakan segala sesuatu baik yang dibumi dan disorga, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, singgasana maupun kerajaan, pemerintah mau pun penguasa, didalam Kristus. Sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan, Kristus telah ada dari segala sesuatu dan Ia lebih utama dari segala yang diciptakan karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam didalam Dia. Tidak berhenti sampai disitu, Kristus juga adalah kepala tubuh, yakni jemaat, Ia juga adalah yang sulung dan yang pertama bangkit dari antara orang mati. Melalui dan didalam Kristus pulalah Allah memperdamaikan segala sesuatu baik yang dibumi maupun yang dengan diri-Nya. Dan jika jemaat telah diperdamaikan dengan Allah didalam Kristus, maka Paulus mendorong dan menasehatkan supaya mereka bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang dari pengharapan Injil. Dengan segala kenyataan yang telah ada dan juga karya-Nya yang mulia, maka Dia menjadi yang utama dalam segala sesuatu. Maka, sudahkah Kristus juga menjadi yang utama dalam hidup kita? Tidak ada kekuatan, kuasa atau apapun juga yang sanggup menggantikan keutamaan Kristus karena hanya didalam Dialah Allah menyatakan kepenuhan-Nya. Karena itu, jadikanlah Kristus sebagai yang utama dalam hidup kita dengan jalan meng kuduskan-Nya dalam hati kita sebagai Tuhan (1 Petrus 3:15).

T
Jika kita senantiasa memelihara dan meprioritaskan Tuhan melalui doa, pujian dan penyembahan di dalam roh dan kebenaran sebagai kebutuhan mutlak. Maka akibat dari hubungan tersebut akan mengubah kehidupan kita. Jika hubungan kita dengan Tuhan sudah terbangun maka, kita akan dengan mudah mendapatkan petunjuk dari Tuhan
mengenai langkah dan strategi yang harus kita kerjakan. Kita akan mendapat suatu kekuatan dan keberanian bertindak yang muncul di dalam hati kita sebagai akibat dari persekutuan kita dengan Tuhan sekalipun hal itu bertentangan dengan nalar atau logika kita, tetapi kita berani memilih untuk menjalankan apa yang menjadi kehendak Tuhan.

U
1. KRISTUS ADALAH TUHAN YANG MENJADI MANUSIA
* Gambar Allah
Segala kesempurnaan dan kemuliaan Allah ada pada Kristus
Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Kristus
* Yang Sulung
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu karena, di dalam Dia Telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi.

2. KRISTUS ADALAH SATU-SATUNYA JURUSELAMAT
* Mendamaikan Manusia dengan Allah
* Membenarkan Manusia di hadapan Allah (Manusia menjadi kudus tak
bercacat cela dihadapan Allah

3. KRISTUS ADALAH ALASAN UTAMA MANUSIA HIDUP
* Bertekun Dalam Iman
* Tetap Teguh & Tidak Tergoncangkan
* Kristus harus menjadi segala sgalanya (yang terutama)

Kamis, 16 Februari 2012

Transforming the Family (Kolose 3:18-21)

Transforming the Family
Kolose 3:18-21

A
1. Bagian sebelumnya (3:5-17) Paulus berbicara tentang �manusia baru di dalam Tuhan� sebagai manusia baru maka ada tiga hal yang harus terjadi :
1. �Mematikan� tabiat duniawi (5-7) karena tabiat duniawi akan mendatangkan murka Allah
2. �Membuang� Tabiat manusia lama (8- 11) karena akan menghambat pertumbuhan iman, juga relasi dengan Tuhan dan sesama.
3. �Mengenakan� sifat-sifat manusia baru di dalam Tuhan (12-17). Konteks ini Paulus menghendaki supaya ditengah-tengah tantangan zaman, orang percaya di Kolose terus memiliki Integritas hidup di dalam Tuhan.

2. Dalam Pasal 3:18-25: Paulus berbicara tentang prinsip-prinsip dari �Hidup baru di Dalam Kristus� harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, secara Khusus dalam keluarga. Paulus sangat mengharapkan masing-masing anggota keluarga dapat menjalankan hak dan kewajibannya, secara tertib dan teratur supaya nama Tuhan dimuliakan.
� Salah satu tujuan pokok yang ingin di capai Paulus dalam konteks ini terdapat pada ayat 24b: �Kristus harus menjadi Tuan dalam keluarga dan seluruh anggota keluarga adalah hamba-Nya�. Ketika seluruh anggota keluarga memahami posisi ini maka akan terbentuklah sebuah keluarga yang sehat, kuat dan memiliki relasi yang indah dengan Tuhan dan sesama anggota.
� CONFUCIUS, Berkata �Kekuatan suatu bangsa berasal dari integritas keluarga�. Artinya kalau keluarga kuat maka gereja dan negara kuat. Karena itu penting kita menjadi keluarga yang kuat dan memiliki relasi indah dengan Tuhan dan sesama anggota keluarga.

3. Pertanyaan : Dari mana kita memulai, Pembangunan sebuah keluarga yang mengalami perubahan, sehat, kuat, dan memiliki relasi indah dengan Tuhan dan sesama? Ada tiga hal (Fondasi, Relasi dan Motivasi).
a. Bangunlah keluarga di atas FONDASI yang kuat! � kata �di dalam Tuhan� diulang 2 x pada ay 18,20 = Tuhan Harus menjadi Fondasi dalam membangun keluarga yang sehat.
� Fondasi adalah penentu besar dan kuatnya sebuah bangunan.
� Fondasi keluarga yang kuat dan sehat adalah Batu karang yang kokoh yaitu Tuhan Yesus Kristus.
� Apa yang menjadi fondasi keluarga anda? Materikah?, ketenarankah?, kuasakah?

b. Bangunlah keluarga di dalam RELASI yang benar! �kata �Tunduklah, kasihilah dan Taatilah� (ay 18 -20)
� Relasi sesama anggota keluarga sangat menentukan kekuatan dan sehatnya sebuah keluarga.
� Jika relasi antar anggota keluarga berjalan normal, maka ketundukan, mengasihi dan ketaatan, bukan menjadi suatu beban yang berat untuk dilakukan, tetapi dipandang sebagai sesuatu panggilan yang indah di dalam Tuhan (ayat 20 b).
� Di dalam Relasi yang baik, semua masalah dalam rumah tangga pasti dapat diselesaikan.
� Di dalam relasi yang sehat ada, semangat dan kerinduan untuk bersekutu, saling mendoakan, saling membangun, saling menghargai, saling mendahulukan & saling mengasihi (Family altar) fasal 4:2-6

c. Bangunlah keluarga diatas MOTIVASI yang benar. Ayat 23 � �Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia�
� Disini Paulus ingin mengingatkan kita semua, secara khusus keluarga. Kalau kita dapat melakukan hak dan kewajiban dalam keluarga motifnya hanya satu yaitu Tuhan dimuliakan, bukan mencari pujian, keuntungan secara pribadi.
Ketika istri tunduk, ketika suami mengasihi dan ketika anak-anak taat dan hormat kepada orang tua, semuanya harus dikerjakan seperti untuk Tuhan. Ada ketulusan, kejujuran, dan motivasi yang benar - Jangan seperti pepatah �ada udang dibalik batu�

B
Ada 3 kata kunci untuk transformasi:
1) Ayat 18-19. Kasih (Love) dikaitkan dengan suami, pemimpin harus mengalami dan menyalurkan kasih. Band Efe 5:25, kasihi �seperti Kristus mengasihi jemaat�, suami sebagai kepala harus mengalami kasih Kristus terlebih dahulu kemudian menyalurkan kepada istri dan anak-anak. Suami harus memiliki Kristus dan mengalami kasih Kristus yang mengubah hidupnya, ada Allah yang mengasihinya.
2) Ayat 18. Tunduk (Submit). Istri adalah orang yang paling tahu kelemahan suami, penolong yang Tuhan berikan.
3) Ay. 20 Patuh (Obey), tujuannya menyenangkan hati Tuhan. Seringkali dalam kehidupan orientasinya adalah menyenangkan hati anggota keluarga, tapi fokus utama dalam keluarga adalah menyenangkan hati Tuhan.

C
Dasar yang terpenting dalam keluarga adalah Ordo (order, pemimpin dan yang dipimpin) baik dalam unit besar maupun terkecil, keluarga. Suami adalah pemimpin, mengayomi, melindungi keluarga. Mengapa �istri� lebih dulu, mengapa istri sulit submit karena sering kali ordo terbalik. Transformasi dapat terjadi: jika ada kesepakatan sebelum dan sesudah pernikahan, apa yang akan dijalani dalam segala hal. 2) Ketulusan: sangat menyedihkan jika kasih yang pura-pura. Relasi keluarga yang baik harus dibangun berdasarkan relasi dengan Tuhan.

D
Dalam keluarga harus ada fondasi: Allah � Manusia, di tengah harus ada Kristus sebagai mediator, sehingga dasar yang kuat. Bagaimana caranya agar punya dasar yang kuat: perlu ada mezbah keluarga sehingga membangun hubungan yang erat dengan Tuhan.

E
Ay. 20 dikatakan: anak-anak taatilah orang tuamu dalam segala hal� Seringkali anak-anak melihat kekacauan dalam orang tua, seringkali ayah dan ibu tidak sama suaranya, sehingga anak-anak bingung. Sehingga orangtua perlu intropeksi diri sehingga menjaga kekonsistenan dalam keluarga.

F
Transformasi keluarga: dimulai oleh kepala keluarga; harus dilaksanakan sama semua anggota keluarga; hasilnya harus dialami keluarga bahkan memberkati keluarga yang lain.
Dikaitkan dengan visi gereja: 1) Sejauh mana gereja memperhatikan dan mempedulikan keluarga. Dalam setiap keragaman usia, mereka diperhatikan sesuai dengan kebutuhan. 2) Apa yang dapat dilakukan gereja bagi keluarga-keluarga. 3) Dalam keluarga hamba Tuhan, apa yang kita alami yang dapat kita bagikan kepada keluarga dalam jemaat.

G
Pemimpin keluarga adalah suami, namun perlu diikuti dengan wanita berperan dengan baik dalam keluarga.

H
Daud � rumah yang paling tepat adalah rumah Tuhan, bagaimana jika itu diterapkan dalam rumah tangga, menjadi rumah tangga dimana Tuhan hadir, semua berfokus kepada Tuhan, kita semua tunduk dalam aturan main yang Tuhan berikan, maka akan aman dan terjadi perubahan.

I
Kalimat perintah yang dipakai tunduklah, kasihilah, taatilah � perintah yang harus dilakukan terus menerus, setiap saat, mengandung ekspresi yang positif tdak dapat dilepaskan dari kalimat sebelumnya, berakar dan bertumbuh menuju kedewasaan kerohanian. Relasi suami istri dan anak, majikan dan bawahan seperti relasi dengan Tuhan.

J
Bagaimana peran istri dan suami, peran merupakan sesuatu yang natural. Paulus mengajarkan peran keluarga adalah menanamkan nilai-nilai kekristenan, bagaimana mengalami perubahan hidup sebagai orang Kristen. Kuncinya Kolose 3:14 Kenakan KASIH yang mengikat.
Kasih Kristus masuk melalui perempuan, orang Kristen mudah dihancurkan jika keluarganya hancur. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana keluarga kita menjadi teladan bagi jemaat. Jika keluarga menjadi teladan maka jemaat dapat dipengaruhi.

K
Hirarki = berkat Tuhan. Bagaimana jika jemaat mengalami suami yang tidak seideal dengan yang dikatakan Alkitab (tidak mau berjuang, kelincahan kalah dengan istrinya, dsb). Secara natural maka istri akan mencari titik keseimbangan sehingga mengambil alih perekonomian keluarga. Problemnya adalah ketika pendapatan istri lebih besar, apakah bisa tetap tunduk kepada suaminya? Prinsip submit harus terus menerus dilakukan dalam situasi unconditional.

L
Ada 2 yang berkaitan dengan Transformasi keluarga: hubungan dengan Kristus dan Kasih. Apa yang dikatakan rasul Paulus adalah standar keluarga Kristiani yang harus ada, corak mungkin berbeda tapi struktur harus ada. Keliarga modern seringkali mengubah struktur atau order, kadang bukan karena maunya istri, tetapi terjadi pembiaran. Yang merupakan fungsi suami tidak terjadi, sehingga keluarga mengalami perubahan yang merusak. Sebagai organisme pasti mengalami perubahan, perubahan harus dikonstruksi, keluarga yang baik harus selalu dibentuk dan dikonstruksi. Keluarga yang baik harus didasari dengan hubungan dengan Allah. Family Altar
menjadi pintu masuk untuk menjaga hubungan dengan Allah, baik doa bersama maupun kebaktian keluarga merupakan hal yang sangat penting.

M
Mother Teresa berkata, �Pulanglah dan kasihilah keluarga Anda.� Keluarga itu penting dan setiap kita terpanggil untuk mentransformasi keluarga. 1) Kita harus kembali kepada tatanan yang ditentukan Allah untuk keluarga, kembali kepada apa yang Allah minta dalam keluarga. Apa yang Allah mau itu yang paling penting. 2) Kita harus mengalami transformasi diri lebih dahulu, menempatkan diri untuk apa yang Allah minta harus ada dalam diri kita, dimulai dari diri kita. Jangan menuntut orang lain berubah, sebelum kita sendiri berubah. 3) Kita seringkali lemah, kadang tidak dapat melakukan apa yang Allah minta, oleh karena itu relasi dengan Tuhan itu sangat penting. 4) Komunikasi, ada seni dalam berkomunikasi. Keluarga harus ada keterbukaan dalam keluarga, kunci pernikahan yang baik adalah komunikasi. Harus berani membuka diri untuk berkomunikasi dengan sesama anggota keluarga.

N
Ordo yang dibuat suapaya berfungsi dalam perkembangan kepribadian tiap anggota � dapat menghargai satu sama lain � memberikan fungsi bagi masyarakat secara luas. Mengasihi orang lain seperti diri sendiri (prinsip Alkitabiah) � berusaha mencintai orang lain seperti yang diinginkan anggota keluarga. Berani mengubah apa yang dapat diubah, berani menerima apa yang tidak dapat diubah, dengan bijak melihat apa yang dapat diubah dan tidak dapat dibuah. Cinta � dapat menumbuhkan kepribadian, memberdayakan dan bukan memanfaatkan. Mari melatih cinta dimulai dengan pemberian kata-kata yang mendukung.

O
Banyak keluarga akhir-akhir ini mengalami keretakan dan kehancuran. Ini disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari masalah ekonomi, pekerjaan, perbedaan sikap dan karakter, juga disebabkan karena suami istri tidak memiliki relasi yang benar dalam berkeluarga. Karena itu untuk menciptakan keluarga yang kuat, maka diperlukan kondisi keluarga yang rukun dan harmonis. Sebab itu setiap jemaat harus berusaha membangun kehidupan keluarga yang sesuai dengan kehendak Allah. Kuncinya adalah mentransformasi keluarga kita. Bagaimana cara mentransformasi keluarga?
Tema surat Paulus kepada jemaat di Kolose adalah maturity in Christ (1:28). Dalam konteks mencapai kedewasaan dalam Kristus, maka pasal 3:18-4:1, Paulus menekankan sisi implementasi hidup umat percaya dalam outer interpersonal relationship dengan anggota keluarga. Di ayat 18-21, Paulus menjelaskan tentang tugas dan tanggung jawab setiap anggota keluarga dalam mencapai kedewasaan rohani.
Pertama, Para istri tunduk kepada suami sebagai kepala keluarga (Kol. 3:18). Istilah tunduk dan hormat mungkin merupakan istilah yang menjengkelkan bagi istri yang dominan terhadap suami, terlebih bagi istri yang memiliki alasan rasional untuk dominan dalam keluarga. Namun agar keluarga menjadi bahagia, prinsip-prinsip keluarga dalam Alkitab perlu ditaati. Allah telah mengajarkan bagaimana istri berlaku kepada suami, yaitu tunduk dan hormat. Penundukan seorang istri tidak hanya terbatas dan berlaku di zaman Paulus, tetapi juga untuk segala zaman, karena dua alasan: (1) the order of creation (1Tim. 2:13), dimana pria diciptakan dahulu, kemudian disusul oleh wanita. (2) the order within the Godhead (1Kor. 11:3). Seperti Kristus tunduk kepada Allah Bapa. Ini perlu diperjelas bahwa penundukan istri kepada suami tidak berarti ia lebih rendah (inferior) dari suaminya, tetapi karena suami adalah kepala keluarga. Itu pun ada limitasinya, yaitu sebatas dalam kehendak dan kebenaran Tuhan (fitting in the Lord). Jadi tugas istri adalah tunduk, hormat dan jadi penolong (bukan penodong dan perongrong) suami.
Kedua, Para suami mengasihi istri (Kol. 3:19,21). Apa peran seorang ayah dalam keluarga?
(1) Ayah sebagai pemimpin (Kol 3:18; Ef 5:23). Allah telah menetapkan ayah sebagai kepala dan wakil Allah dalam keluarga. Dengan kedudukan sebagai wakil Allah, memiliki amanat untuk memimpin keluarga sesuai dengan kehendak dan tujuan Allah dalam keluarga. Kedudukan tersebut sebagai lanjutan wewenang yang telah Allah berikan di taman Eden (Kej 1:26-28; 2:15). Ayah harus merefleksikan sinar kasih, kekudusan, kemuliaan dan kehendak Allah dalam keluarga Kristen.
(2) Ayah sebagai kepala. Ayah bertugas sebagai kepala dalam membawa bahtera rumah tangga melewati tiap tantangan dan godaan (Ef 5:23; 1Kor. 11:3). Pengertian ayah sebagai kepala dapat dilihat dari empat dimensi, yaitu: Kekuasaan; Posisi; Fungsi; dan Hubungan. Dimensi kekuasaan, Kristus menguasai jemaat, begitu juga suami berkuasa atas istri dan keluarganya. Dimensi posisi, kepala adalah pemimpin. Dimensi fungsi, memperlihatkan kepala bertugas menghidupkan, melindungi, menggerakkan dan mengatur. Kepala menyelamatkan, melindungi, mengasihi, melayani tubuh. Menjadi kepala berarti suami harus mengasihi istri anak dan keluarga (Ef. 5:23).
(3) Pemimpin rohani terhadap Istri. Pemimpin rohani terhadap istri berarti suami harus mendoakan, mengasihi dan memimpim istri sesuai dengan peraturan Allah. Kepemimpinan rohani terhadap istri memberikan wibawa terhadap istri dan anak: contoh Akuila dan Priskila (Kis. 3:11; Rm. 16).
(4) Pemimpin Anak. Penanggung utama terhadap anak (Ams. 1:8; 6:20). Ayah adalah pemimpin anak, malalui pikiran, perbuatan dan teladan (1 Kor. 3:11; Ef. 5:23). Memperhatikan kebutuhan anak secara total, tubuh jiwa dan roh. Pada zaman itu justru kebutuhan esensial (Rohani) anak tidak diperhatikan. Memberi teladan bagi anak untuk hidup hormat dan takut akan Tuhan. Keluarga Kristen tidak hanya membawa anak beragama, sekolah dan hidup yang baik, namun tiap anak harus didoakan/dibimbing untuk bertobat dan mengenal Tuhan Yesus secara sungguh-sungguh. Disiplin ditanamkan mulai sejak anak kecil.
Ketiga, Anak-anak mentaati orang tua (Kol. 3:20; Ef. 6:1-4). Mendidik anak-anak untuk taat kepada orang tua merupakan suatu tantangan sekaligus sebuah seni dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang tua. Tugas seorang anak adalah: Menghormati orang tua. Salah satu dari 10 Hukum Tuhan adalah �Hormatilah ayahmu dan ibumu�� (Kel. 20:12). Hormat berarti bersikap santun dan patuh terhadap orang tua. �Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati� (Im. 20:9). Hormat berarti bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua (Mat. 15:3-6). Juga, sebelum Tuhan Yesus mati di kayu salib, Ia meminta Yohanes untuk memelihara Maria, ibu-Nya (Yoh. 19:26-27). Semua ini memperlihatkan bahwa Tuhan menginginkan kita untuk bertanggung jawab memelihara kelangsungan hidup orang tua kita. Namun kita juga harus memahami batas hormat kepada orang tua sebab perintah ini diberikan bukan tanpa batas, tetapi sebatas tidak kontras dengan sifat dan karakter kebenaran dan kekudusan Allah.

P
Keluarga adalah sarana untuk belajar serta bertumbuh kembang dalam segala hal bagi hidup seorang manusia. Seorang anak belajar tentang kehidupan dari keluarganya, belajar tentang etika, agama, moral, budaya, norma- norma berasal dari keluarga khususnya orang tua. Tetapi jika ditelusuri lebih dalam, ternyata banyak pasangan suami istri tidak memiliki konsep yang jelas dalam membangun keluarganya, tujuan hidup berumah tangga tidak tahu bahkan fungsi dan peran serta tanggung jawab dalam berumah tangga juga tidak tahu. Disatu sisi, memang tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua, tidak ada lembaga yang mengajarkan bagaimana menjadi orang tua yang baik, demikian juga Gereja terkadang tidak memperlengkapi keluarga-keluarga jemaat tentang konsep Alkitab tentang keluarga. sehingga jika dilihat faktor yang demikian maka tidak heran jika munculnya berbagai macam problematika rumah tangga. Situasi seperti ini harus segera disadari oleh setiap keluarga Kristen untuk mulai mencari cara bagaimana mempertahankan serta membangun sebuah keluarga. Allah yang menciptakan lembaga keluarga tetapi Allah tidak membiarkan keluarga begitu saja, Allah telah memberikan banyak petunjuk dan bimbingan dalam membangun sebuah keluarga sehingga setiap keluarga mengalami perubahan serta pembaharuan di dalam Allah (transforming the family). Untuk mengalami hal ini maka setiap keluarga perlu membangun mezbah keluarga serta mengajarkan kebenaran firman Tuhan bagi seisi anggota keluarga. jika keluarga mendasari rumah tangganya dengan kebenaran firman, keluarga memiliki benteng pertahanan yang kokoh dari setiap serangan yang menyerang keluarga melalui berbagai macam persoalan rumah tangga. Sebab Allah akan menjaga dan memelihara setiap keluarga dalam kasihNya yang besar.

Q
Keindahan keluarga terjadi bila setiap anggotanya memahami dan melaksanakan setiap tanggung jawab dan panggilannya. Istri tunduk pada suami, suami mengasihi istri, anak hormat dan taat pada orang tua, ayah menjadi pemimpin dan kepala keluarga yang baik

R
Bagi masyarakat Yahudi dan Yunani hubungan suami istri dan anak sangat jauh berbeda dengan apa yang Tuhan kehendaki. Menurut William Barclay hukum Yahudi menganggap wanita sebagai sebuah benda milik suaminya. Wanita tidak punya hak apapun, seorang suami Yahudi dapat menceraikan istrinya dengan alasan apapun, berbeda dengan istrinya tidak punya hak untuk menceraikan suaminya kecuali suaminya berpenyakit kusta, murtad atau memperkosa seorang perawan. Sedangkan dalam masyarakat Yunani, wanita yang terhormat menjalani hidup yang terasing, dia tidak boleh berjalan sendirian maupun berbelanja. Ia tinggal di apartemen khusus wanita dan tidak ikut saudara laki-lakinya untuk makan bersama. Ia dituntut menjaga kesucian secara total; namun suaminya boleh pergi dan menjalin hubungan diluar nikah yang diinginkannya tanpa dianggap tercela.
Bagi anak-anak, mereka sangat dikuasai oleh orang tuanya, dimana seorang bapak boleh berbuat apa saja terhadap anaknya , termasuk menjualnya sebagai budak, menyuruh bekerja, menghukum anak sampai mati, semua dibawah kendali orang tua.
Berdasarkan latar belakang yang demikian, maka Rasul Paulus memberi nasehat kepada orang percaya agar berubah, tidak sama seperti dahulu. Perubahan hidup dapat terlihat terutama dalam hubungan dalam keluarga, yaitu hubungan suami istri dan anak-anak.
Bagaimana sikap orang percaya dalam keluarga yang telah berubah ?
I. Hubungan suami istri (3: 18-19)
1. Istri harus tunduk kepada suami supaya jangan sampai dianggap salah dan terjadi pergunjingan dari masyarakat Yahudi maupun Yunani. Tunduk yang dimaksud bukan berarti istri harus mengalah kepada suami, tetapi mengakui kepemimpinan suami dalam keluarga, agar hubungan baik, tertip dalam masyarakat dan keluarga tetap terpelihara.
2. Suami mengasihi istri dan tidak berlaku kasar terhadapnya. Mengasihi agar suami dapat menjadi pendamping istri dengan saling menghormati, menghargai dan menolong. � Jangan berlaku kasar� dengan kata lain berhenti berlaku kasar, kebiasaan yang merupakan dosa bagi suami khususnya manusia lama yang mudah sekali bagi suami untuk melampiaskan kemarahan dengan berlaku kasar terhadap istri.
II.Hubungan Anak Dan Orang Tua (3:20-21)
1. Anak-anak diperintahkan untuk mentaati orang tua mereka, ketaatan anak kepada orang tua merupakan suatu kewajiban, karena orang tua diberi wewenang untuk mendidik anak-anak dalam Tuhan.
2. Orang tua tidak menyakiti hati anak-anak dan membuat mereka tawar hati, orang tua harus mendidik anak-anaknya dalam kasih seperti Bapa mengasihi anak-anakNya.

S
Bagian ini merupakan suatu pengaturan Tuhan dalam kehidupan Rumahtangga Kristen. inti dari relasi mengenai istri, suami dan anak tergantung dari kata saling. Dan terutama dalam hal ini saling merendahkan diri di dalam Kristus. Sebagai satu prinsip rohani yang umum. Prinsip ini pertama-tama harus diterapkan dalam keluarga Kristen, prinsip toleransi, kerendahan hati, dsb. Ini merupakan cirri khas dari keluarga Kristen.
Istri harus tunduk kepada suami. Istri harus menghormati dan menghargai suami sebagai seorang pemimpin yang telah ditetapkan oleh Allah. sebab kepala keluarga sesuai dengan efesus 5:23, suami adalah kepala. Tetapi sebagai kepala, suami harus mengasihi istri. Kasih sebagai dasar relasi.
Ini relevansinya : sekarang tren istri jadi kepala. Dominant wife. Pihak lain suami sebagai kepala banyak yang memperlakukan istri dengan kasar.

T
Teks kolose 3:18-21 berbicara tentang 3 hal yaitu :
1. Siapa yang harus melakukan? Bicara mengenai siapa, maka hal ini menyingung masalah person. Paulus tidak mengatakan hai perempuan, tetapi hai istri-istri. Artinya ini bicara mengenai tugas pribadi yang harus dilakukan oleh seorang istri. Begitu pula dengan suami, anak-anak dan bapa sebagai kepala keluarga. Hal lain yang menarik dalam pertanyaan ini adalah urutan daripada perintah yang dialamatkan Rasul Paulus. Paulus pertama-tama mengalamatkan pesannya kepada relasi yang paling dekat, yakni suami � istri, kemudian orangtua anak, dan yang terakhir dalam teks Kolose 4:1 adalah tuan dan hamba. Pesan sederhana melalui pertanyaan ini adalah Tuhan sangat memperhatikan setiap pribadi dan juga memperhatikan relasi yang paling dekat/inti di dalam kehidupan khususnya keluarga.
2. Apa yang harus dilakukan?
a. Bagi istri : Tunduklah (ayat 18) � dalam bentuk middle voice yang seharusnya diartikan : voluntary submission. Dengan demikian, istri tunduk kepada suami merupakan suatu tindakan sukarela yang dilakukan istri.
b. Bagi suami : kasihilah dan jangan sakiti istrimu. Kata kasih dalam teks ini berasal dari kata yunani, agape. Dengan demikian, suami seharusnya mengasihi istri bukan sekadar dengan kasih phileo atau eros, tetapi kasih yang sifatnya unconditional dan sacrificial. Karena dengan menghidupi kasih agape, maka seharusnya seorang suami tidak akan dengan sengaja menyakiti hati istrinya.
c. Anak-anak : taatilah orangtuamu dalam segala hal. Bagian ini merupakan penegasan yang sudah sejak lama dinyatakan yakni dalam keluaran 20:12.
d. Bapa-bapa : jangan sakiti hati anakmu. Peran seorang kepala keluarga terhadap kehidupan seorang anak sangat penting, bdk : Ulangan 6:6-7
3. Mengapa harus melakukan?
Perintah (imperative) yang diberikan oleh Rasul Paulus kepada istri, suami, ayah, anak didasari dengan alasan bahwa semuanya itu harus dilakukan di dalam Tuhan. ini alasan yang menjadi dasar atas setiap tindakan yang dilakukan, dan sekaligus yang membedakan antara tindakan yang dilakukan oleh orang yang tidak mengenal Tuhan dan yang sudah di dalam Tuhan Yesus. Bdk. Kolose 3:17, 18, 20,22-23.

U
Keluarga adalah lingkungan tempat menjadi sebagaimana yang Tuhan kehendaki. Jadi, semua kebenaran Firman Tuhan bagi setiap pribadi memiliki tempat yang khusus untuk dipraktikkan lebih dulu di dalam keluarga. Keluarga tempat mempraktikkan Firman TUhan seutuhnya. Keluarga sebagai benteng dalam pengaruh kejahatan dunia. Banyak orang-orang terkenal yang hancur karena tidak punya keluarga yang baik. ditambah dengan perceraian, dsb.
Iblis menghancurkan keluarga, karena dengan demikian, pribadi-pribadi yang di dalamnya menjadi hancur. Jadi dengan demikian, penting sekali untuk memperhatikan keluarga. Kalau keluarga tidak harmonis, akan mencari tempat yang nyaman buat dia. dan tempat yang nyaman seringkali adalah tempat dugem.
Keluarga adalah sekolah TUhan yang mendidik kita bertumbuh menjadi dewasa. Karena di dlaam keluarga kita belajar sabar, memahami, mengampuni, dsb. Maka dari itu keluarga menjadi sesuatu yang paling rawan, karena banyak orang yang tidak siap bertumbuh. Pernikahan tujuannya bukan bahagia, tetapi bertumbuh. Keluarga tempat pembentukan untuk bertumbuh.

W
Roma 12:2 : transform your mind. Kata transform ini merupakan sebuah proses kearah perubahan yang jauh lebih baik indah dan mulai. Misalnya proses dari metamorphosis. Betapa indahnya perubahan itu dari sebuah makhluk yang keci. Kalau kupu2 saja proses perubahannya begitu panjang, maka berangkat dari transform maka orang Kristen harusnya juga ada pembaharuan dalam keluarga. Perubahan yang harus terjadi :
1. Paradigm transform. Istilah paradigm dipopulerkan oleh Thomas cunn. Ia mendefinisikan paradigm sebagai cara memandang memikirkan realitas tentang kehidupan. Paradigm adalah lensa dan filter menafsirkan data. Misalnya jaman gereja awal2 : gereja katolik punya satu teori, yaitu teori geosentris. Teori ini didukung juga oleh ahli2 yunani, tetapi beberapa tahun kemudian, Galileo galilei menentang teori tersebut karena muncul kebenaran yang baru. Bumi mengitari matahari. Tapi gereja pegang mati2an dan Galileo-galilei dipenjarakan. Ini merupakan sebuah paradigm yang lama yang harusnya diperbaiki.
2. Perubahan kebiasaan. Suami istri pacaran, setelah menikah banyak yang shok. Kebiasaan itu dibawa. Orang tidak bisa excuse mengasihani diri dengan mengatakan inilah gue, dsb. Itulah sebabnya orang harus belajar kebiasaan2 yang harus diperbaiki.
3. Perubahan karakter. Pembaharuan dari dalam. Kebiasaan yang kelihatan. Karakter dari dalam. Seringkali orang tidak mau berubah. Menikmati karakter yang lamanya. Seringkali kadang kala kasihan sebelum menikah dan setelah menikah tidak ada perubahan. Di dalam membina rumahtangga harus ada memperbaiki diri. Semuanya juga.

X
Kenapa keluarga perlu di transform? Penguasaan hak menjadi individual, sehingga relasi dan tunduk, kasih, taat itu menghilang. Karena individual seseorang tidak lagi bisa mengasihi. Padahal ketiga hal ini merupakan basic human relationship.
1. Yang pertama untuk tunduk sebenarnya bukan hanya istri saja. Semua belajar tunduk. Tapi itu dimulai dari seorang istri. Submit dibutuhkan kesadaran diri dari seseorang. dengan seluruh kemampuan kesetaraan, untuk tunduk adalah hal yang sangat sulit, tanpa kesediaan dan kesadaran dari seseorang. sama sekali tidak tergantung dari orang lain. tunduk tidak mungkin tanpa dari diri kita sendiri. tunduk memberikan kebahagiaan tersendiri buat seseorang yang bisa melakukannya karena dia akan menjadi seorang yang lemah lembut ditengah kepahlawanannya.
2. Mengasihi + janganlah berlaku kasar. Perintah dan sekaligus larangan buat seorang suami. Manusia yang paling kasar di dunia adalah perempuan sebenarnya. Sebab, hadiah ulang tahun yang pernah diminta adalah kepala. Pria diminta untuk tidak berlaku kasar tetapi mengasihi dalam perkataan, sikap dan perlakuan. Sebab natur seorang pria adalah orang yang berhadapan dengan onak dan duri. Dia berhadapan dengan sesuatu yang kasar. Duri itu bukan sekadar duri di semak2, tetapi penuh dengan pertempuran. Maka pria harus hidup dari hati yang mengasihi sehingga kasarnya itu diimbangi. Seorang suami tidak boleh memperlakukan orang lain seperti yang dikatakan dalam teks ini. khusus bagi istri, suami. Lebih fokus kepada sebuah pribadi. Ketika seorang suami mampu mengasihi, dia menjadi seorang pria yang sesungguhnya. Atau tidak menjadi pria yang kasar. Pria yang kasar, tidak akan mampu hidup harmonis dengan perempuan.
3. Taat. Tanpa ketaatan, seseorang akan terus mengalami masalah dalam hidupnya dan tidak akan mampu keluar dari masalah. Selama seseorang tidak taat, dia memperlakukan dirinya sangat2 tidak baik. masalahnya orangtua sekarang tidak lagi menekankan ketaatan kepada anak2nya. Ini penting sekali bagi anak2.ketaatan harus ditanamkan sejak kecil. Segala masalah dalam dunia ini muncul dari ketidaktaatan.

Y
Teks ini bisa dibandingkan dengan Efesus 5 dimana : suami istri, kristus dan gereja. Allah menciptakan manusia, perempuan diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk itu sesuatu yang harus dijaga dilindungi. Jadi hubungan antara suami istri bukan hubungan antara kedudukan. Jadi Paulus menganalogikan Kristus dan gereja menganalogikan suami dan istri. Tetapi untuk saling mengasihi.

Z
Transformasi adalah, suatu perubahan yang harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, transformasi tidak dimulai atau berakhir hanya dalam waktu sehari, tapi merupakan suatu proses untuk menuju pada kedewasaan rohani.

AA
Keluarga adalah tempat yang sangat ideal bagi pembentukan kehidupan seorang anak manusia, bahkan dapat disebutkan sebagai sekolah terbaik bagi pemulihan pribadi yang bahkan berefek pada pemulihan atau pembaharuan sebuah bangsa. Bayangkan saja bahwa, di dalam sebuah keluarga terdapat suami dan istri (yaitu laki laki dan perempuan) yang dalam hal ini masing-masing mereka adalah individu yang lahir dan bertumbuh
dalam lingkungan keluarga yang eksklusif (budaya keluarga yang berbeda). Saat mereka dipersatukan dalam sebuah pernikahan maka, di sana pasti akan adapergesekan-pergesekan (karakter, kebiasaan dan lain sebagainya). Dalam kondisi seperti ini, tidak banyak pasangan yang menemukan jalan buntu karena masing-masing mempertahankan status quo dan harus berakhir pada sebuah pertikaian tanpa ujung. Itulah sebabnya Firman Tuhan dalam Kolose 3:18 & 19 memerintahkan agar suami mengasihi istri dan istri menghormati suami. Artinya bahwa, ada hubungan yang jelas dalam hubungan suami istri, terutama saat mereka bersehati untuk membangun mesbah keluarga. Mereka pasti akan memahami prinsip-prinsip Firman Tuhan yang akan semakin membentuk mereka dalam rangka menjadi manusia yang diubahkan atau dibaharui. Ketika keluarga tersebut dikaruniakan anggota keluarga yang baru (anak anak) maka, tingkat kerumitan dalam pembaharuan keluarga tersebut akan semakin kompleks. Hal ini disebabkan oleh hadirnya seorang pribadi yang baru dengan keunikannya masing-masing. Dan dalam keunikan inilah masing masing pribadi dalam sebuah keluarga saling belajar satu dengan yang lain. Terkadang orang tua dilatih untuk bersikap sabar dan lembut kepada anak perempuan mereka, atau bersikap penuh pengampunan dan ketegasan terhadap anak laki laki mereka. Dalam kondisi ini pun, Firman Tuhan tetaplah menjadi "alat" nomor satu yang mampu mentransformasi seluruh anggota keluarga.
Oleh sebab itu, sebagai keluarga Kristen kita harus :
1. Membangun nilai hidup berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan
2. Melakukan (menjadi teladan) prinsip-prinsip Firman Tuhan tersebut
3. Memberi diri untuk sungguh-sungguh hadir dalam kehidupan keluarga
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India